[FF] Trouble Maker – Chapter 1

Cast : SM Family

Genre : School Life

Length : 26 Chapters
Gambar

Annyeong!!😀
akhirnya bisa comeback lagi dengan fanfiction baru. Mianhae untuk FF sebelumnya yang belum selesai, mungkin belum bisa dilanjutin.😦

tapi sebagai gantinya Ashiya Says geret(?) FF baru dengan cast dari rombongan SM Family (Kangta, BoA, TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINee, F(x), EXO)

FF kali ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

okay, kita mulai saja cerita khayalannya. kkkkk~

–Trouble Maker– chapter 1 Back to SM Academy

Taeyeon begitu gembira. Libur panas yang panjang hampir usai dan kini ia tengah bersiap-siap kembali ke sekolahnya. Ibunya, nyonya Kim, ikut sibuk membantunya mempersiapkan segala sesuatunya.

“eomma, bayangkan! Betapa senangnya aku akan bertemu dengan sahabat-sahabatku lagi!” kata Taeyeon. “senangnya kembali ke sekolah. Masa pelajaran musim dingin pasti sangat menyenangkan.”

Nyonya Kim memandang Taeyeon dan tertawa. “Taeyeon-ah, apa kau ingat dulu waktu pertama kali pergi ke sekolah itu? ribut sekali! Kau berjanji akan berbuat nakal dan badung agar segera diusir dari sekolah itu. sekarang eomma senang melihatmu hampir tak sabar untuk berangkat kesana.”

“ya! eomma, waktu itu aku memang begitu bodoh,” kata Taeyeon, pipinya memerah malu bila mengenang tingkahnya beberapa bulan lalu. “sungguh memalukan, kalau ku ingat apa yang kulakukan dan apa yang kukatakan! Eomma tahu, aku bahkan tak mau membagikan kue dan makanan yang kubawa! Dan aku begitu kurang ajar dan nakal didalam kelas dan aku tak mau pergi tidur pada waktu yang ditetapkan atau mengerjakan apapun yang harus kulakukan. Aku berusaha untuk menjadi trouble maker supaya aku bisa segera dikirim pulang!”

“dan ternyata pada akhirnya kau memilih tinggal di asrama sekolah itu.” kata nyonya Kim tersenyum. “kuharap semester ini kau tidak dijuluki si trouble maker lagi.”

“aku juga berharap tidak.” Kata Taeyeon. “tapi aku juga tidak mau berjanji untuk menjadi anak yang terbaik, sulit bagiku. Eomma sendiri tahu, aku begitu pemarah, aku sering bertindak tanpa berpikir lebih dahulu. Aku yakin aku akan terlibat dalam suatu kesulitan. Tetapi tidak apa. Kesulitan apapun pasti bisa ku atasi. Pokonya aku akan berusaha keras untuk berkelakuan baik semester ini.”

“bagus!” kata nyonya Kim sambil menutup koper besar Taeyeon. “lihatlah, Taeyeon. Ini kotak makananmu. Disini ada sekaleng permen, sebuah kue besar, sekotak sushi dan kimchi, dan juga satu botol besar selai strawberry. Sudah penuh, tak bisa kutambah lagi. Tapi cukup, bukan?”

“oh, ne, cukup. Gomawo, eomma.” Kata Taeyeon dengan riang. “teman-temanku juga pasti menyukainya. Mudah-mudahan eommanya Sunny juga membekalinya kotak makanan kali ini.”

Lee Sunny sahabat karib Taeyeon. Dilibur musim panas ini Sunny pernah tinggal di tumah Taeyeon. Kemudian Sunny pulang menghabiskan sisa liburannya yang tinggal  dua minggu dirumahnya sendiri. Taeyeon sudah rindu pada sahabatnya itu. keduanya sangat senang karena kini mereka akan tinggal satu asrama lagi, duduk satu kelas dan bermain bersama dalam pertandingan-pertandingan.

Taeyeon banyak bercerita tentang kehidupan di SM Art School kepada eommanya. Disekolah itu semua murid bersama-sama membuat peraturan sendiri, mengatur diri mereka sendiri. jarang mereka harus dihukum oleh guru-guru mereka. Ketua para murid terdiri dari dua orang: ketua murid laki-laki dan ketua murid perempuan. Mereka berdua bertindak sebagai hakim, dibantu oleh Dewan Juri yang terdiri dari 12 orang murid yang dipilih oleh murid-murid lain dan masing-masing diberi kedudukan sebagai pengawas. Setiap keluhan atau rasa tidak senang terhadap sesuatu akan dibicarakan bersama dalam suatu pertemuan yang diberi nama Rapat Besar. Jika ada murid yang berbuat atau bertindak salah, maka anak-anak itu sendiri yang memikirkan harus diberi hukuman apa.

Awalnya, Taeyeon seakan selalu menderita di Rapat Besar itu, sebab ia begitu bandel, hampir semua peraturan yang ada dilanggarnya. Tetapi kini ia sadar bahwa berkelakuan baik bukanlah hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk seluruh sekolah. Ia tak sabar untuk memulai itu semua. mungkin dalam semester ini ia bisa menunjukan pada semua temannya bahwa bukan saja ia bisa berkelakuan sangat nakal, tetapi ia juga bisa menjadi sangat baik.

Ia berangkat keesokan harinya. Semuanya telah siap. Diantaranya ia juga membawa sebuah tongkat lacrosse (permainan bola, berasal dari permainan orang Indian Amerika. Dimainkan oleh dua tim masing-masing terdiri dari 10 orang, tetapi dengan membawa tongkat panjang berjaring) dan tongkat hockey baru. Kedua permainan itu memang dimainkan di SM Art School, dan walaupun Taeyeon sama sekali belum pernah memainkannya ia bermaksud untuk mempelajarinya serta menguasainya dengan baik. Pasti ia akan bisa menjadi pelari yang paling cepat. Pasti ia akan menjadi pencetak gol yang paling banyak.

Nyonya Kim membawa Taeyeon ke Incheon untuk kemudian naik kereta api ke desa tempat sekolahnya berada. Taeyeon memasuki peron stasiun Incheon saat dilihatnya beberapa sahabatnya sudah berada disana.

“Sunny!” serunya. “kau sudah ada disini! Oh, annyeong haseyo ajumma? Mengantar Sunny?”

“ne.” jawab nyonya Lee, eomma Sunny. “annyeong, nyonya Kim? Senangnya melihat anak paling nakal disekolah kini nampak begitu gembira untuk kembali ke sekolah.” Canda nyonya Lee.

“oh, jangan menggodaku,” tawa Taeyeon. “aku takkan jadi trouble maker lagi.” Elak Taeyeon. “hei, itu Sooyoung! Sooyoung! Sooyoung! Bagaimana liburanmu?” tanya Taeyeon menghampiri yeoja jangkung berambut hitam.

“oh, kau Taeng.” Seru Sooyoung. “kembali ke sekolah ya? wah, wah, wah, bisa-bisa kami akan terpaksa membuat seperangkat peraturan baru khusus untukmu.”

Nyonya Lee tertawa. “kau dengar itu, Taeyeon-ah?” katanya. “semua pasti akan menggodamu. Sungguh sulit untuk melupakan betapa nakalnya kau di semester pertamamu di sekolah itu.”

“lihat! Itu Sungmin!” seru Sunny. “Sungmin! Kau ingat kelinci yang kau berikan pada Taeyeon dan aku semester lalu? Sekarang kelinci-kelinci itu sudah besar. Sudah beranak! Dua diantaranya kubawa untuk ku pelihara di sekolah.”

“bagus.” Kata Sungmin. “annyeong, Taeng.” Sapa Sungmin. “hey Changmin! Sebaiknya kau mulai merancang musim tanam kebunmu dengannya sekarang juga untuk musim dingin nanti!”

Shim Changmin adalah sorang namja yang tinggi dan kuat. Umurnya 2 tahun lebih tua dari Taeyeon. Ia begitu suka berkebun sehingga diangkat menjadi kepala tukang kebun dibawah guru Kwon. Ia dan Taeyeon telah merancangkan berbagai kegiatan berkebun untuk musim dingin nanti.

“annyeong, Taeng!” seru Changmin. “kau bawa buku berkebun yang kau janjikan itu? bagus! Banyak kerjaan kita nanti, menggali dan membakar sampah.”

Beberapa saat mereka berdua bercakap-cakap dengan penuh semangat. Kemudian seorang anak lelaki lain mendekat, berambut hitam dan berwajah serius. Ia langsung menjabat tangan Taeyeon.

“Annyeong, Kangta oppa!” seru Taeyeon. “jahat kau ya! katanya akan berkirim surat padaku! ku tunggu-tunggu suratmu tak pernah datang. Aku yakin selama liburan ini kau bermain-main saja, tak pernah berlatih sekali pun.”

Kangta tersenyum. Ia sangat pandai memainkan piano dan gitar. Ia dan Taeyeon sama-sama sangat menyukai music. Kangta 4 tahun lebih tua dari Taeyeon (hahaha. Banyak banget kurangnya! XD). Keduanya mendapat sambutan yang meriah sewaktu berduet dalam pertunjukan music disekolah pada akhir semester. Para penonton meminta agar mereka mengulangi permainan mereka yang memang begitu indah!

“aku tinggal bersama kakekku liburan ini.” kata Kangta. “ia mempunyai sebuah piano yang sungguh luar biasa. Dan aku diijinkannya memainkan piano itu. selama liburan ini hanya music saja yang kupikirkan. Terima kasih untuk kartu posmu. Tulisanmu begitu buruk hingga yang bisa kubaca hanyalah tanda tanganmu diakhir surat itu. tak apalah. gomawo.”

“ya!” hampir saja Taeyeon menghardik Kangta. Tapi ia segera melihat mata Kangta yang seakan tertawa, dan ia pun ikut tertawa. “hmm..mudah-mudahan Shin seonsaengnim mengajar kita berduet lagi semester ini.”

“ayo, ucapkan selamat tinggal kepada para pengantar,” kata Mrs. Song, mendekati kelompok kecil itu. “kereta api akan segera berangkat. Harap segera mencari tempat duduk.”

Mrs. Song adalah guru kelas Taeyeon. Ia sangat disiplin, sangat adil, dan sering-sering juga melucu. Taeyeon dan Sunny sangat senang bertemu kembali dengan guru mereka itu. ia tersenyum pada mereka dan memperingatkan kelompok-kelompok lainnya tentang keberangkatan kereta api mereka.

“ingat tidak, Song seonsaengnim pernah mengeluarkanmu dari kelas karena kau melontarkan penghapus pada teman-teman kita?” kata Sunny sambil tertawa saat keduanya bergegas naik kedalam gerbong. Taeyeon juga tertawa. Ia berpaling pada ibunya, melambaikan tangan.

“annyeongi keseyo, eomma!” serunya. “eomma tak usah khawatir semester ini. kali ini aku akan berusaha keras untuk menjadi murid yang baik!”

Lokomotif membunyikan peluit, melengking keras. Semua murid kini sudah berada di dalam gerbong khusus mereka. Para pengantar melambai sebagai ucapan selamat jalan. Kereta api pun mulai meninggalkan stasiun. Dan segera kota Incheon tertinggal dibelakang.

“berangkat!!” seru Taeyeon. Ia melihat sekeliling. Ada Sunny, Sooyoung, Sungmin dan Changmin juga. Changmin membagikan sebungkus permen. Tak lama gerbong itu telah penuh dengan keributan anak-anak yang bercakap-cakap dan bercanda, ramai membicarakan masa liburan mereka.

“apakah ada anak baru?” tanya Sunny. “aku belum lihat.”

“ne. 3 orang.” Sahut Changmin. “tadi kulihat seorang anak lelaki baru, di ujung gerbong ini. juga 2 orang anak perempuan. Mungkin mereka akan sekelas dengan kalian. Aku tak begitu suka pada si anak lelaki. Wajahnya seperti masam saja.”

“anak-anak perempuannya bagaimana?” Tanya Sunny. Tetapi Changmin tidak mendengar pertanyaan itu. “hmm..kita nanti bisa melihat mereka disekolah.” Kata Sunny. “hey, Taeng. Apa yang kau bawa di kotak makananmu? Eommaku mengisi kotakku dengan satu kotak besar coklat, sebuah kue jahe, satu kaleng orang juice dan sandwich.”

“wah sepertinya lezat!” kata Taeyeon. Segera mereka ribut membicarakan bekal makanan mereka sementara kereta api terus melaju.

Akhirnya perjalanan panjang mereka usai. Kereta berhenti disebuah stasiun desa. Mereka turun dan berjalan menuju bis yang sudah menunggu mereka. Tak lama bis pun melaju meninggalkan stasiun.

Gapura besar telah mereka lewati, bis-bis terus menderu dan berhenti di pintu depan. Taeyeon ingat sekali saat pertama kali ia tiba disini, 5 bulan yang lalu, pada permulaan semester musim panas. Dulu ia membenci gedung tersebut. Sekarang ia begitu riang melompat menuruni tangga bis bersama anak-anak lain dan berlari memasuki sekolah mereka.

Ia melihat sekeliling, mencari ketiga anak baru yang dikatakan Changmin tadi. Dan ia melihat mereka berdiri ragu-ragu, tak tahu harus berbuat apa dan pergi kemana. Taeyeon menggamit tangan Sunny. “ayo kita bantu anak-anak baru itu.” katanya. “mereka seperti anak tersesat saja.”

“baiklah.” keduanya mendekati ketiga anak tadi.

“Ikutlah dengan kami. Akan kami tunjukan tempat membersihkan diri dan tempat makan malam,” kata Taeyeon. Ketiga anak itu memandang dengan rasa terima kasih. Saat itu Kwon Boa, ketua murid lewat dan mengangguk setuju pada Taeyeon.

“sepertinya anak-anak baru ini telah memperoleh perlindungan yang tepat, “ kata Boa. “baru saja aku akan mengurus mereka. Bagus! Gomapta Taeyeon, Sunny!”

“itu ketua murid, namanya Kwon Boa. salah satu diantara 2 orang yang menjadi ketua disini,” kata Taeyeon pada anak-anak baru itu. “dan lihat, itu Choi Siwon, ketua murid yang satunya lagi. Mereka murid-murid teladan. Ayo, ikut aku. Akan ku tunjukan tempat kalian bisa membasuh muka dan tangan, dan merapikan pakaian.”

Mereka bergegas ke lantai bawah. Kemudian bergegas ke ruang makan, lapar bagaikan berhari-hari tidak makan. Betapa lezatnya aroma sup dengan wortel dan bawang terapung-apung pada sup itu.

“senang sekali kembali bersekolah,” kata Taeyeon melihat berkeliling, pada wajah-wajah yang dikenalnya, yang tersenyum riang seperti dirinya, “entah peristiwa apa yang akan kita alami dalam semester ini.”

“rasanya tak akan ada peristiwa yang cukup berkesan seperti dulu” kata Sunny. Tetapi salah dugaan Sunny. Banyak sekali peristiwa yang terjadi nanti.

to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 25, 2012, in Series and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Annyeong Readers, Bangapseumnida.
    Daebak Daebak Daebak, Mian baru baca.
    Aku pernah liat permainan yang dimaksud eonnie tadi, kalo gak salah disalah satu film kartun jepang.

  2. Taeng bkal jd troublemaker lg ga ya…
    Next lnjut baca chapter slnjutnya . Hehehe

  3. Puji seol Ienwho

    Dri awal bagus pasti seru hahha suka karakter taeng unni trouble maker menantang hahhaha
    oh ya mian baru baca,,,

  4. Waw,taeng eonni jd trouble maker
    Genrenya schoolife lg,aku suka nih

  5. Nurati Suchi

    Annyeong, Chingu..
    Aku reader baru.
    Jujur, waktu baca part ini, aku kebayang Harry Potter. Taeng jadi versi ceweknya Harry, xixixi..
    Aku berharap, main couple di FF ini, TaeTeuk, apa TaeSung juga nggak papa deh..
    Sebelumnya, aku ijin baca part2 selanjutnya ya, Kalau bisa, tiap partnya aku komentar, tapi nggak bisa janji. Soalnya aku baca lewat HP. Jadi loadingnya nggak bisa optimal.
    Mohon pengertiannya.
    Gomawo, Chingu^^..
    Annyeonghaseyo..🙂

  6. Hahaha taeunni jadi trouble maker?
    Wow daebak ;D
    baru kali ini bca ff taeunni jadi agak sdkit nakal?
    xD
    HEHEHEHE

  7. Aku baca lagi thor, mampir mulu ya dari kemaren, lagi ngidam, hehe

  8. nggak kebayang kalo taeng unni jd trouble maker. hahaha.. keren ideny thor. peristw apa ya yg akn trjdg?? aku bc next chapter aja deh

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: