[FF] Trouble Maker – Chapter 4

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 4 : What’s Going on The Meeting?

Rapat besar tiba. Taeyeon duduk disamping Tiffany dan Sunny, tak sabar menunggu waktu untuk melaporkan Yesung. Yesung duduk tidak jauh darinya, wajahnya muram dan sama sekali tak tersenyum. Tetapi di mata Yesung tampak sekali sinar licik setiap kali ia berpaling pada Taeyeon.
“aku takut kalau-kalau Yesung juga akan melaporkanmu,” bisik Sunny pada Taeyeon “sepertinya ia membunyikan sesuatu.”
“I don’t care!” kata Taeyeon. “tunggu saja sampai rapat ini mendengar laporanku!”
Siwon dan Boa masuk, bersama beberapa guru-guru. Hadirin berdiri. Kedua Ketua Murid duduk, dan rapat pun mulai.
Uang dikumpulkan. Jumlahnya tak banyak. Key baru saja berulang tahun dan memperoleh 5000 won. Semua dimasukkan kedalam kotak. Sehun memasukkan 500 won. Kemudian setiap anak memperoleh 2000 won. Krystal memperoleh tambahan 500 won untuk uang prangko.
“kau sudah temukan buku perpustakaan yang kau hilangkan, Key?” tanya Siwon. “minggu lalu kami berjanji akan mengembalikan dendamu yang 500 won jika buku itu berhasil kau temukan.”
“belum, belum ku temukan,” jawab Key. “padahal aku sudah mencarinya kemana-mana.”
“ada yang menginginkan uang tambahan?” tanya Boa, menggoncangkan kotak uang untuk mengira-ngira berapa banyak uang didalamnya.
“bolehkah aku mendapat uang tambahan?” tanya Luna berdiri. “minggu lalu uangku hilang semua, 2000 won. Aku benar-benar sedih karena sebenarnya aku akan membeli prangko.”
“bagaimana hilangnya?” tanya Boa.
“kantongku berlubang.” Jawab Luna. “uangku sepertinya jatuh entah dimana.”
“apa kau sudah tahu kalau kantongmu berlubang?” tanya Boa.
Luna ragu-ragu sejenak. Kemudian berkata, “ne, aku tahu ada lubang dikantongku. Tadinya kecil sekali. Aku tidak tahu kalau akhirnya membesar, cukup besar untuk dilewati uang.”
“siapa pengawasmu?” tanya Siwon. “oh, kau Sooyoung. Apa kau pikir itu karena kesalahan Luna sendiri?”
“begini,” Sooyoung mulai berbicara. “terus terang saja Luna tidak begitu pandai menjahit baju. Semester yang lalu ia kehilangan pisau lipatnya yang sangat indah. Juga karena jatuh lewat lubang saku. Betul kan, Luna?”
“ne.” kata Luna gelisah. “memang benar. Seharusnya lubang dalam saku itu segera ku perbaiki. Aku agak teledor dan tak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti itu. aku berjanji tidak akan ada sakuku yang berlubang setelah ini. dan setelah ku pikir-pikir, rasanya lebih baik kubatalkan saja permintaanku tadi. Kukira uangku hilang karena kesalahanku”
Luna duduk. Dewan Juri berunding, cukup ramai. Kemudian seorang anak perempuan berdiri. Seohyun, seorang anak yang baik hati, dengan rambut coklat panjang dan lurus.
“boleh aku bertanya sedikit?” kata Seohyun. “kukira karena Luna telah mengaku bahwa itu kesalahannya sendiri dan karena biasanya ia sangat pemurah dengan uangnya, apakah tidak mungkin Luna mendapat sedikit keringanan dengan memberinya tambahan 2000 won?”
“kami baru saja merundingkannya.” Kata Boa. “dan keputusannya sebagai berikut. Kami hanya akan memberimu 1000 won, Luna, sebab kami yakin kau tidak akan berbuat kesalahan seperti itu untuk ketiga kalinya. Dan kau juga sudah berkata sejujurnya. Baiklah. Terimalah uang tambahan 1000 won ini.”
“oh, gomaseumnida!” kata Luna dengan senang, maju untuk menerima uang yang dimintanya itu. “aku sudah meminjam prangko pada Tiffany. Sekarang aku bisa membayar kembali utangku tanpa harus mengurangi uang sakuku yang 2000 won. Aku akan lebih berhati-hati lagi.”
“ada lagi yang meminta uang tambahan?” tanya Siwon mengetuk meja, sebab anak-anak sudah mulai ramai mengobrol sendiri. segera mereka terdiam.
Seorang anak perempuan bernama Yoona berdiri. “minggu ini nenekku berulang tahun,” katanya. “aku ingin mengiriminya selembar kartu. Bolehkah aku minta uang tambahan untuk membeli kartu itu beserta perangkonya?”
“tidak.” Jawab Siwon. “kau harus membelinya dengan uang sakumu. Permintaan tidak dikabulkan.”
Yoona mendesah kecil sambil kembali duduk, “hmm..baiklah.”
“ada permintaan lain?” tanya Siwon.
Tak ada yang bersuara. Taeyeon tahu kalau acara selanjutnya adalah mendengarkan keluhan atau pengaduan. Dadanya berdebar keras. Siwon berbicara sejenak dengan Boa, kemudian kembali mengetuk meja agar hadirin diam.
“ada laporan. Keluhan, atau pengaduan?” tanya Siwon. Taeyeon langsung berdiri. Tetapi Yesung juga berdiri, dan ternyata lebih cepat darinya.
“kau duluan, Yesung,” kata Siwon. “duduklah, Taeyeon, giliranmu setelah Yesung nanti.”
“oh, tapi, Siwon, aku harus melaporkan sesuatu yang sangat penting!”
“nanti juga bisa.” Kata Siwon. “duduklah.”
“tapi, Siwon, aku ingin melapor tentang Yesung!” kataTaeyeon suaranya meninggi.
“Taeyeon, lakukan apa yang diperintahkan padamu,” kata Boa. “kau nanti akan punya cukup banyak waktu untuk mengatakan apa yang ingin kau katakan.”
Tak bisa membantah lagi, Taeyeon duduk. Ia sangat marah. Matanya bersinar tajam kearah Yesung. Tapi Yesung pura-pura tidak melihat, tampak sangat sabar menunggu waktunya untuk berbicara.
“nah, Yesung, apa yang akan kau katakan?” tanya Siwon.
“aku harap yang akan ku katakan ini tidak dianggap mengadu.” Yesung mulai berbicara dengan suara sopan dan agak malu-malu. “tapi aku terpaksa melaporkan tentang kelakuan Kim Taeyeon padaku. aku selalu berusaha bersikap baik padanya..”
“ooo..” kata Taeyeon kesal. “kau tahu sendiri kata-katamu itu tidak benar! Kau sudah..”
“Diam, Taeyeon!” perintah Siwon tajam. “ kau bisa mengatakannya nanti setelah Yesung. Jangan menyela. Teruskan Yesung!”
Dada Taeyeon bagaikan meledak menahan marah. Sunny memegang lengan sahabatnya itu agar bersikap lebih tenang. Tapi Taeyeon menepis tangan Sunny.
“aku selalu berusaha untuk berlaku baik padanya.” Yesung melanjutkan, dengan suara yang sangat sopan. “tapi toh aku tidak bisa membiarkannya mencabuti rambut di kepalaku dan menampar mukaku keras-keras!”
Hening seketika semua. heran. Semua memandang Taeyeon. Yesung melanjutkan ceritanya, sangat senang karena semua memperhatikan kata-katanya. “di amplop ini kusimpan sebagian rambutku yang di cabut olehnya, sebagai bukti, kalau-kalau kalian tidak mempercayai kata-kataku,” kata Yesung lagi. “dan ada beberapa orang yang bisa dijadikan saksi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tentu saja karena Taeyeon seorang anak perempuan maka aku tidak mau membalasnya, walaupun aku tahu kalau di semester yang lalu ia memang terkenal sebagai trouble maker di sekolah dan..”
“kau tak usah membicarakan hal itu, Yesung. Tak ada hubungannya denga perkara ini.” tukas Siwon segera. “selama ini kita mengenal Taeyeon sebagai murid yang selalu bersikap adil dan baik hati, walaupun ia pernah sangat nakal. Bisakah kau mengatakan kenapa Taeyeon melakukan hal yang luar biasa itu?”
“ia tidak suka aku mengayunkan seseorang.” Kata Yesung. “ia selalu ikut campur apapun yang sedang kulakukan. Ia selalu tertawa kalau aku berbuat kesalahan dikelas. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan peristiwa ini. aku sedang mengayunkan Sehun, dan Sehun menjerit-jerit kegirangan, tiba-tiba saja Taeyeon menyerbuku, mencengkram rambutku dan menariknya keras-keras, kemudian aku ditamparnya dan ditinjunya!”
“sudah, terima kasih.” Kata Siwon. “duduklah! Taeyeon, mungkin kau bisa menerangkan apakah yang dituduhkan Yesung tadi benar. Apa benar kau mencabut rambutnya dan menamparnya?”
Taeyeon langsung berdiri. Pipinya merah bagaikan api, matanya menyala-nyala murka. “Benar!” katanya hampir berteriak. “dan sudah pantas dia menerima hajaran itu! kalau perlu aku ingin mencabut rambutnya lebih banyak lagi, menamparinya..”
“cukup, Taeyeon!” Boa memutus perkataan Taeyeon. “kalau kau tak bisa mengendalikan dirimu, tak bisa menceritakan apa yang terjadi dengan baik, lebih baik kau tak usah berkata-kata lagi.”
Taeyeon tahu tak ada gunanya ia marah-marah. Sekuat tenaga ia mencoba bersikap tenang. “baiklah, akan ku ceritakan baik-baik apa yang terjadi.” Katanya. “dan kau akan tahu bahwa sudah sepantasnya aku marah, dan mungkin kau bisa memahami bahwa sepantasnya aku menamparnya. Waktu itu aku akan mengunjungi kelinciku. Tiba-tiba aku mendengar seseorang menjerit-jerit. Ternyata Sehun. Ia duduk diayunan dan berteriak minta agar Yesung tidak mengayunnya lagi sebab ia sudah sangat ketakutan.”
“teruskan.” Kata Siwon dengan nada dingin.
“aku segera berlari untuk menghentikan ayunan itu. tapi Yesung menghalangiku, mendorongku hingga terjatuh,” kata Taeyeon, merasakan betapa kemarahannya makin lama makin tinggi lagi, saat ita menceritakan apa yang terjadi. “aku bangkit dan menangkap Yesung agar tidak mengayun Sehun lagi. Sehun sudah begitu pucat dan terayun sangat tinggi. Aku takut kalau anak itu jatuh. Oh, Siwon, Boa, ini bukan pertama kalinya Yesung menyiksa anak kecil! Ia benar-benar seorang anak yang kejam!”
Hening sekali lagi. Setiap orang yang hadir tahu betapa gawatnya persoalan yang mereka hadapi. Siapa yang benar? Yesung atau Taeyeon? Bersifat kejam terhadap yang lemah suatu tindakan yang sangat dibenci di sekolah itu. tapi pemarah dan suka berkelahi juga suatu kesalahan besar.
Sunny sangat bingung. Ia tahu benar Taeyeon berniat untuk berkelakuan baik semester ini, dan ternyata kini si Trouble Maker ini telah terlibat suatu kesulitan berat! Tak ada gunanya menghentikan Taeyeon. Jika Taeyeon melihat sesuatu yang dianggapnya tidak adil, ia pasti langsung hilang kesabaran dan mencoba membenarkannya. Sunny tak tahu bagaimana perkara pelik ini bisa diselesaikan.
Siwon dan Boa berunding dengan suara perlahan. Dewan Juri juga membicarakan perkara tersebut. Yesung duduk dengan tenang. Ia bahkan tidak melihat Taeyeon sama sekali.
Siwon mengetuk meja, minta agar hadirin diam. “kami ingin bertanya pada mereka yang melihat peristiwa itu. siapakah yang hadir waktu hal tersebut terjadi?”
3 orang anak berdiri. Key, Taemin dan Minho.
Secara singkat mereka berkata bahwa mereka melihat Taeyeon mencabut rambut, menampar dan meninju Yesung.
“apakah Yesung balas memukul?” tanya Boa.
“kami tidak melihatnya berbuat itu,” jawab Minho, kemudian duduk. Ia merasa kasihan pada Taeyeon.
“sekarang akan bertanya pada Oh Sehun apa yang telah terjadi,” kata Siwon dengan suara yang berubah lembut. “berdirilah, Sehun, dan jawab pertanyaanku.”
Sehun yang baru berumur 12 tahun (anggap saja begitu! XD) itu berdiri. Kakinya gemetar. Ia sangat ketakutan melihat semua mata tertuju padanya.
“apakah Yesung mengayunkanmu terlalu tinggi?” tanya Siwon.
Sehun berpaling pada Yesung. Yesung memandangnya dengan pandangan aneh. Dan Sehun berbicara dengan suara yang bergetar, “ne, ia mengayunku cukup tinggi..”
“apakah kau ketakutan?” tanya Siwon.
“ttttidak..” jawab Sehun.
“apa kau menjerit minta tolong?” tanya Boa.
“tidak..” kata Sehun, melirik kearah Yesung. “aku hanya…aku hanya menjerit kegirangan..”
“terima kasih,” kata Siwon. “duduklah.”
Taeyeon meloncat berdiri. “Yesung pasti telah memaksanya untuk mengatakan itu semua tadi!” serunya. “coba tanyakan pada anak-anak kecil lainnya, apakah mereka ingin mengadu tentang Yesung!”
Boa berpaling pada tempat murid-murid kecil duduk. “Apakah ada diantara kalian yang akan mengadu tentang Yesung?” tanyanya. “kalau ia pernah berbuat kasar, membully atau menyakiti kalian, entah dengan cara apapun, harap menceritakan hal itu sekarang juga.”
Taeyeon menunggu. Menurut perkiraannya sekitar 6 orang anak akan berdiri dan memberi kesaksian. Tetapi ternyata tidak! Ruang itu sunyi. Tak seorang pun berdiri dan melapor sungguh aneh! Lantas, apa yang akan terjadi?
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 26, 2012, in SMTOWN and tagged , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Kasihan Taeng Eonnie:/

  2. Huaaaaa… Ngegemasin ceritanya. Kyuppa kapan munculnya?-,-

  3. lah kok?? yesung oppa jahat banget😦 kasihan taeyeon eonni ;(

  4. Nurati Suchi

    Komentarku dipart 3 nggak muncul lagi..😦

    Yesung, Oppa…!!
    Kau kejammm..!!😥

  5. Yesung kejem bingit #bikin gue alay

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: