[FF] Trouble Maker – Chapter 3

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters

FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 3 : Taeyeon Got an Enemy

Suasana tenang itu ternyata dirusak oleh 2 dari anak-anak baru. Mereka segera menyadari bahwa Yesung itu dengki dan keji. Juga segera diketahui bahwa Liu Amber, si anak perempuan yang tomboy, suka bertengkar dan sulit bergaul.
Sebaliknya, ternyata Sulli sangat lucu. Ia pandai sekali menirukan gerak-gerik dan cara berbicara semua guru, terutama Han seonsaengnim yang mengajar bahasa Prancis. Jika berbicara, ia banyak sekali menggerakan tangan, dan nada suaranya selalu naik-turun dengan cepat. Sulli bisa meniru raut muka, cara bicara, dan cara menggerakan tangan Mrs. Han dengan tepat, sehingga seisi kelas bisa terpingkal-pingkal dibuatnya.
“Sulli menyenangkan,” kata Taeyeon. “tetapi kurasa aku tak bisa berteman dengan Yesung dan Amber. Menurut pendapatku Yesung seorang anak yang kejam, Sunny.”
“wae?” tanya Sunny. “apa mereka pernah kurang ajar padamu?”
“aniyo.. tidak padaku,” kata Taeyeon. “kemarin aku mendengar seseorang menjerit. Ku lihat Sehun lari dari Yesung, dengan wajah yang memerah seperti menahan air mata. Ku tanyai anak itu, tapi ia tidak mengaku. Mungkin sekali Yesung telah mengerjainya atau entah diapakan anak itu.”
“kurasa sih memang begitu,” kata Sunny.
Tiffany Hwang mendengar percakapan mereka dan mendekat sambil membawa puddle kesayangannya, Romeo.
“kukira Yesung merasa dirinya jagoan, paling berani, paling kuat,” kata Tiffany. “ia selalu mengganggu juniornya, menggertak mereka, mengganggu permainan mereka, dan bila iseng memukul siapa saja.”
“kurang ajar!” desis Taeyeon, yang selalu membenci ketidakadilan. “awas kalau sampai kulihat sendiri. akan ku laporkan dia ke Rapat Besar!”
“hati-hati saja,” kata Tiffany. “kau harus yakin bahwa apa yang kau laporkan benar. Kalau tidak kau takkan didengar oleh sidang.”
Saat ituYesung muncul. Ketiga gadis itu langsung diam. Yesung sengaja menubruk Taeyeon, hingga hampir saja Taeyeon terbanting ke dinding.
“oh, mian, aku tak melihatmu!” Yesung menyeringai, melanjutkan perjalanan masuk ke dalam kelas. Kemarahan Taeyeon meluap. Ia sudah melangkah untuk mengejar Yesung, tapi Sunny cepat menangkap tangannya.
“ia sengaja ingin membuatmu marah,” kata Sunny. “Jangan sampai kau terpancing olehnya!”
“bagaimana aku tidak marah. Dia memang kurang ajar!” geram Taeyeon.
Bel berbunyi dan pelajaran akan dimulai sehingga tak ada waktu untuk berbuat apapun terhadap kejadian tadi. Taeyeon yang sekelas dengan Yesung memandang marah kearahnya. Sedangkan Yesung mengejeknya dari jauh. Dan mulai saat itu mereka pun bermusuhan.
Ketika Yesung hampir salah semua dalam soal matematikanya, Taeyeon tersenyum kegirangan. “syukur!” katanya. Sayangnya, Mrs. Song mendengar dan melihat tingkah Taeyeon itu. Dengan tajam guru itu berkata, “apakah kita perlu senang kalau orang lain berbuat salah?” giliran Yesung sekarang yang menyeringai senang.
Baik Yesung maupun Taeyeon sama-sama senang jika salah satu diantara mereka mendapat nilai buruk. Tetapi Taeyeon lebih sering punya kesempatan untuk menertawakan Yesung, sebab ia termasuk anak cerdas, cepat menguasai pelajaran dengan baik. Sementara Yesung agak lambat berpikir, walaupun tubuhnya lebih tinggi dan lebih besar dari Taeyeon.
Dalam permainan pun mereka berusaha keras untuk saling mengalahkan atau menyakiti. Dan mereka sering secara kebetulan merupakan pihak-pihak yang berlawanan. Dan setiap ada kesempatan bagi Yesung untuk memukul tangan Taeyeon dengan tongkat lacrosse, atau menghantam kakinya dengan tongkat hockey, maka itu dilakukannya dengan senang hati. Begitu juga dengan Taeyeon.
Mr. Choi, guru olahraga, segera melihat hal ini. dipanggilnya kedua anak tersebut.
“kalian sedang bertanding, bermain. Bukannya bertempur!” kata Mr. Choi dengan tegas. “jangan bawa rasa permusuhanmu kedalam pertandingan hockey dan lacrosse, dan bermainlah dengan baik, arasseo?!”
Taeyeon jadi malu oleh teguran ini, dan menghentikan usahanya untuk menyakiti Yesung. Tapi Yesung tampaknya semakin bersemangat untuk menghadiahkan pukulan yang menyakitkan pada Taeyeon, hanya kini ia melakukannya dengan licik, setiap kali guru mereka tak melihat.
“Taeyeon, neo jinjja baboya bermusuhan dengan Yesung!” kata Sooyoung suatu hari. “dia lebih besar darimu. Menghindar sajalah darinya. Suatu saat kau akan kehilangan kesabaranmu, kehilangan akal warasmu dan kau akan terjebak untuk melakukan suatu perbuatan yang melanggar peraturan. Sepertinya itulah yang sedang direncanakan oleh Yesung.”
Tetapi Taeyeon sama sekali tak mau mendengar nasihat seperti itu. “aku tak takut pada Yesung.”
“bukan itu masalahnya.” Kata Sooyoung. “ia berbuat itu semua hanya untuk membuatmu marah. Kalau kau tak memperhatikannya, tak membalas apapun yang dilakukannya, maka ia akan bosan dengan sendirinya.”
“dia itu sok jago dan keji!” kata Taeyeon.
“kau tidak boleh mengatakan seperti itu, kecuali kalau kau punya bukti-bukti yang cukup.” Kata Sooyoung. “dan bahkan kalau kau punya bukti yang cukup, kau harus melaporkannya di Rapat Besar. Disitulah tempat untuk menegur siapapun yang kau anggap bersalah. Tentu kau tahu itu.”
Dengan muka cemberut, Taeyeon meninggalkan Sooyoung. Kenapa Sooyoung tidak mempercayainya? Sooyoung memang tidak sekelas dengannya, jadi tidak tahu betapa menyebalkannya Yesung.
~~
Sore hari berikutnya, Taeyeon pergi mengunjungi kelincinya. Dalam perjalanan ia mendengar seseorang menjerit dengan suara memohon, “jangan ayunkan aku terlalu tinggi! Jangan!” Taeyeon mengintip ke arah tempat ayunan. Dilihatnya seorang anak lelaki, junior tingkatnya bermain ayunan. Dan Yesung mendorong ayunan tersebut hingga terayun tinggi-tinggi. “aku takut sekali!” teriak anak bernama Oh Sehun itu.
“aku ingin muntah! Aku bisa jatuh nanti! Hentikan, hyung! Jangan ayun lagi!”
Tapi Yesung tidak memperdulikan jeritan anak itu. bibir tipisnya menyeringai, dan ia mengayunkan ayunan lebih tinggi lagi, lebih tinggi, dan lebih tinggi lagi.
Taeyeon marah sekali hingga terpaksa ia mengerjap-ngerjapkan matanya untuk bisa melihat dengan jelas.
“hentikan!” ia berteriak, dan berlari mendekat. “hentikan! Sehun bisa sakit!”
“jangan ikut campur!” bentak Yesung. “ia sendiri yang minta di ayun. Pergi kau, sok usil! Selalu ikut campur urusan orang lain!”
“tidak!” seru Taeyeon. Ia berusaha menangkap ayunan waktu berayun kebawah. Tetapi Yesung lebih cepat. Ia mendorong Taeyeon sehingga terbanting ke dalam semak-semak, kemudian diayunkannya Sehun lebih tinggi lagi.
“akan kukatakan pada yang lain!” teriak Taeyeon.
“tukang ngadu! Tu-kang nga-du!” teriak Yesung, kembali mendorong ayunan tinggi-tinggi. Habis kesabaran Taeyeon. Diserbunya anak yang menjengkelkan itu. dicengkramnya rambut Yesung, dihentakkannya sehingga sejumlah rambutnya ikut tercabut! Kemudian ditamparnya Yesung dan tinjunya perutnya keras-keras! Yesung mengerang lalu roboh, terbungkuk-bungkuk.
Taeyeon menghentikan ayunan dan membantu Sehun yang gemetar ketakutan turun. “kalau ingin muntah, muntahlah.” Kata Taeyeon. “jangan minta diayun lagi oleh Yesung.”
Sehun pergi dengan terhuyung-huyung, wajahnya pucat sekali. Taeyeon berpaling pada Yesung. Tetapi saat itu muncul beberapa orang murid lainnya, 3 orang, dan baik Yesung maupun Taeyeon tahu bahwa tidak baik berkelahi disaksikan anak lain.
“akan kulaporkan kau dalam rapat yang akan datang!” geram Taeyeon masih sangat marah. “tunggu saja nanti! Kau pasti dihukum, anak kejam!”
Taeyeon pun pergi. Yesung melihat pada anak-anak yang mendekatinya itu dan berpura-pura heran. “galak sekali anak itu!” katanya. “lihatlah! Rambutku dicabutinya!”
Diambilnya beberapa lembar rambutnya yang dibuang Taeyeon, ditunjukannya pada anak-anak itu. mereka jadi keheranan. “pasti kau berbuat sesuatu yang sangat menggusarkan hatinya sampai-sampai Taeyeon semarah itu,” kata Key.
“aku hanya membantu seorang anak berayun, mendorong ayunannya,” kata Yesung, “dan seperti biasa Taeyeon ikut campur. Kenapa sih dia selalu menggangguku? Tidak heran kalau dalam semester lalu dia dijuluki si Trouble Maker.”
“kami menempelkan selembar kertas dipunggungnya, dan memberikan julukan si Trouble Maker.” Seseorang berkata, tertawa, teringat betapa marahnya Taeyeon waktu itu. “kau memukulnya, Yesung? Kalau kau memukulnya, maka kau salah, keji. Anak perempuan memang kadang-kadang kelewatan. Tetapi kita sebagai anak laki-laki tak boleh memukul mereka.”
“tidak, menyentuh sedikit pun tidak,” kata Yesung, walaupun sebenarnya ia tadi akan menyerang Taeyeon kalau anak-anak itu tidak muncul. Ia akan menampar Taeyeon sebagai balasan. “aku tidak melakukan apa-apa,” kata Yesung. “tiba-tiba saja dia meledak marah dan menyerangku! Dasar badung!”
Taeyeon waktu itu berlari menemui Sunny dan menceritakan kejadian tadi. “Yesung memang anak kurang ajar,” kata Sunny. “dan ia memang harus dihentikan. Tapi..oh, Taeyeon, sayang sekali kau menyerangnya duluan. Sayang sekali kau kehilangan kesabaranmu! Kau betul-betul terlalu pemarah!”
“siapapun akan marah melihat bagaimana dia mengayunkan Sehun!” kata Taeyeon dengan emosi yang kembali meluap, “Sehun sampai pucat, ingin muntah.”
“menurut pikiranmu, kalau kau melapor pada Rapat Besar nanti, kau yakin laporanmu akan diterima, tidak dianggap hanya mengadu dan mengarang saja?” tanya Sunny ragu-ragu. “kalau aku jadi kau, aku akan bertanya dulu pada Sooyoung.”
“untuk apa?” kata Taeyeon, teringat Sooyoung tak mau mempercayainya. “aku bisa menentukan sendiri. aku melihat semuanya itu dengan mata kepalaku sendiri! baiklah. Akan ku laporkan perbuatan Yesung pada Rapat Besar besok. Kita lihat saja nanti apa yang akan dikatakan Dewan Juri. Yesung pantas mendapat hukuman yang berat, seberat-beratnya!”
Seharian itu Taeyeon marah-marah terus dan tidak sabar menunggu hari esok untuk mengadukan Yesung di Rapat Besar. Sementara Yesung tampaknya tidak peduli sama sekali akan kemungkinan Taeyeon melaporkannya. Setiap kali Taeyeon memandangnya, Yesung mengolok-oloknya dari jauh. Tak heran makin lama Taeyeon makin marah saja. “tunggu saja nanti dalam rapat besar! Tahu rasa kau nanti!” geram Taeyeon. Tetapi ternyata nanti Taeyeon-lah yang “tahu rasa”

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 26, 2012, in SMTOWN and tagged , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Aku rasa Yesung oppa rada kurang cocok jadi ‘Bad Boy’ ..
    Tapi, Bagus kok Eonnie ..

  2. ini ff Taeyeon-Yesung ya??
    tapi gak papa aku selain suka KyuTae, aku juga suka TaeSung couple.. hehehe😉

  3. Puji seol Ienwho

    Kalo menurutku yesung gak jahat cuman taeng yg salah ngambil kesimpulan mungkin karna yesung aneh mian ne bukan aneh unik jdi salah paham

  4. Nurati Suchi

    Omona.. muka baby kayak yesung ternyata bad boy..
    Trouble Maker Couple ini punya cara yg menarik buat bikin image di SM. Keren, Chingu^^🙂

  5. Nurati Suchi

    Omona.. muka baby kayak yesung ternyata bad boy..
    Trouble Maker Couple ini punya cara yg menarik buat bikin image di SM. Keren, Chingu^^😉

  6. Thor, blm bisa bayangin yesung jd anak nakal, kalo kek bang kyu malah bisa /?

  7. jd maincast ny taeng sm yesung ya? knp yesung jahat ma taeng,, kan kasihan taengny

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: