[FF] Trouble Maker – Chapter 5

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 5 : Angry Taeyeon
Kedua pengaduan yang diajukan dalam Rapat Besar itu begitu berat, sehingga lama sekali kedua hakim dan anggota Dewan Juri berunding. Sementara itu anak-anak lainnya juga sibuk membicarakan persoalan tersebut. Tak banyak yang memihak Yesung, sebab ia memang tidak disukai. Tapi hampir semua juga merasakan bahwa Taeyeon seharusnya tidak naik pitam dan melakukan pemukulan.
“lagipula,” kata Kibum pada temannya, Donghae. “dulu ia memang anak yang paling badung di sekolah kita.”
“memang. Dulu dia kita beri nama si Trouble Maker.” Sahut Donghae. “tapi setelah tengah semester kelakuannya sungguh sangat baik.”
“dan aku yakin benar ia berusaha menjadi murid yang baik semester ini,” kata Sungmin yang ikut nimbrung(?). “aku sering mendengar dia mengatakan itu. semester lalu ia pernah bertengkar denganku, tapi kemudian ia minta maaf, dan sejak itu kelakuannya terhadapku sangat baik.”
Begitulah pembicaraan terus berlangsung sementara Taeyeon dan Yesung duduk tegak, dihati saling membenci, saling ingin agar yang lain dihukum seberat-beratnya.Para hakim dan juri sulit sekali mengambil kata sepakat. Beberapa anggota juri berpendapat bahwa Yesung memang seorang yang suka menyakiti anak-anak yang lebih kecil tapi kenapa Sehun tidak memberi kesaksian tentang itu? mungkinkah desas-desus bahwa Yesung sok jago itu hanya desas-desus belaka? Semua anggota dewan juri memang terbiasa untuk berpikir dan mengambil keputusan seadil-adilnya. Mereka pun sadar bahwa mereka tidak bisa menjatuhkan keputusan tanpa bukti. Dilain pihak, semua anggota dewan juri tahu betapa badungnya Taeyeon semester lalu, dan tahu juga betapa yeoja mungil itu akhirnya bisa mengalahkan dirinya sendiri dan mengubah pribadinya menjadi pribadi yang sangat menyenangkan. Mereka tidak percaya bahwa Taeyeon menampar Yesung hanya karena iseng saja, hanya ingin berbuat nakal. Mereka tidak ingin menghukum Taeyeon, sebab jangan-jangan Yesung memang suka menyiksa anak kecil.
Akhirnya Siwon mengetuk meja, minta agar hadirin diam. Semua terdiam, menunggu dengan berdebar-debar apa yang akan diputuskan hakim. Taeyeon masih merah pipinya karena marah dan gelisah. Yesung tampak pucat namun tenang.
“menurut kami persoalan ini sungguh pelik, tak mudah untuk diputuskan,” kata Siwon dengan suaranya yang enak didengar. “memang jelas Taeyeon tidak bisa mengendalikan diri dan menyerang Yesung. Tapi tidak jelas apakah Yesung benar-benar menyiksa Sehun. Sebab betapapun kita harus mempercayai kata-kata Sehun. Toh ia mengerti bahwa tidak baik bagi kita untuk berbohong. Kita juga sudah tahu pribadi Taeyeon dan tahu benar bahwa dia biasanya bersikap sangat adil. Jadi, kalau tidak ada suatu hal yang dianggapnya keterlaluan, sulit untuk percaya bahwa ia menyerang Yesung tanpa alasan.”
Hening sejenak.
Seluruh hadirin seakan menahan napas untuk mendengarkan apa kata Siwon selanjutnya. Siwon berpikir sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya.
“baiklah. Taeyeon mungkin bersalah tapi mungkin ia merasa yakin Yesung melakukan perbuatan buruk. Karena itu ia tidak bisa menahan diri, menyerang Yesung untuk menghentikannya. Disitulah kau salah, Taeyeon. Kalau kau cepat naik darah, maka kau sulit untuk bisa berpikir secara jernih. Seharusnya kalau kau melihat sesuatu yang kau anggap salah, kau harus berpikir tenang, agar kau bisa mempertimbangkannya secara wajar, tidak melebih-lebihkannya, tidak memutar balikkannya. Kau tadi berbicara dengan sikap sangat membenci Yesung. Dan itu tidak saja melukai hatinya tapi juga pasti melukai hatimu sendiri.”
“aku memang membencinya!” sembur Taeyeon marah.
“tapi tanpa bukti yang cukup kuat bahwa Yesung sering menindas anak-anak kecil, kami tidak bisa mengadili atau menghukumnya.” Kata Siwon. “dan karena kami yakin bahwa kau sungguh berpendapat bahwa Yesung melakukan sesuatu yang salah, kami juga tidak menghukummu. Tapi kau harus meminta maaf pada Yesung karena berlaku begitu kasar padanya.”
Semua berpendapat bahwa keputusan ini adil sekali. Tak seorang pun menginginkan Taeyeon dihukum berat, sebab semua menyukai yeoja pemarah ini. jadi, semua berpendapat bahwa kemungkinan besar Taeyeon salah tafsir tentang Yesung dan karena itu Taeyeon harus meminta maaf.
Taeyeon tak berkata sepatah katapun. Ia duduk kaku, wajahnya masam. Yesung tampak senang. Siwon berunding lagi dengan Boa, kemudian ia berbicara untuk menutup persoalan itu, “itulah keputusan kami. Taeyeon kau harus meminta maaf pada Yesung. Dan Yesung, kau harus menerima permintaan maaf itu dengan baik-baik. Taeyeon, kau harus mengendalikan dirimu. Yesung, jangan sampai kau mendapat kesan bahwa kau menindas anak-anak kecil. Sebab kalau itu terjadi, maka hukumanmu akan sangat berat.”
Pertemuan itu pun beralih membicarakan hal lain. Dan setelah beberapa saat, Rapat Besar dibubarkan, sebab sudah melebihi waktu biasanya. Murid-murid keluar dari ruang auditorium tak semeriah biasanya. Persoalan yang tadi mereka hadapi, masih membekas. Perkelahian dan penindasan! Masalah seperti itu sangat jarang terjadi.
Yesung berjalan dengan riang, tangannya dimasukkan ke dalam saku. Ia merasa dirinya tiba-tiba jadi anak penting. Dan ia merasa senang. ia menang.
Sekarang Taeyeon akan terpaksa meminta maaf padanya.Tapi Taeyeon tidak sudi meminta maaf. Sunny memperhatikan wajah merah sahabatnya itu saat mereka pergi ke kantin.
“Taeng, itu Yesung disana. Cepatlah minta maaf, agar persoalan ini segera selesai.” Pinta Sunny.
“SHIREO!” tukas Taeyeon, menggelengkan kepalanya keras-keras. “aku tidak mau! aku senang sudah menamparnya, menyakitinya! Untuk apa berkata menyesal kalau dalam hati sangat tidak menyesal?”
“kau kan hanya minta maaf, tidak perlu mengatakan menyesal. Itu kan tata cara kesopanan saja,” Sunny mencoba membujuk Taeyeon. “dekati dia dan bicaralah, ‘Yesung, aku minta maaf’ begitu saja. tidak usah berbicara hal-hal lainnya.”
“shireo!” kata Taeyeon. “kali ini para Hakim dan Dewan Juri sudah berbuat kesalahan. Tak seorangpun bisa memaksaku meminta maaf.”
“Taeyeon, tidak peduli bagaimana perasaanmu, kau harus mematuhi Siwon dan Boa,” kata Sunny gelisah. “perasaanmu tak penting, yang penting adalah apa yang dirasakan anak-anak lain terhadapmu. Ini adalah masalah kau sendiri menghadapi pendapat seluruh warga sekolah ini!”
“mungkin juga. Tapi harus diingat kalau kali ini aku dipihak yang benar.” Kata Taeyeon dengan suara gemetar. “aku yakin Yesung memang suka menindas anak kecil!”
“Taeyeon, kerjakan saja apa yang sudah diputuskanoleh Rapat Besar, lalu kita berdua akan mengawasi Yesung, agar suatu saat kita bisa mengangkap basah dia,” pinta Sunny. “lakukan saja. demi aku, Taeyeon. Aku akan sangat sedih kalau kau tidak mematuhi Rapat Besar, sebab seisi sekolah pasti mengira kau takut minta maaf.”
“aku tidak takut!” kata Taeyeon dengan mata memerah.
Sunny tersenyum. Ia berpaling meninggalkan Taeyeon sambil berkata lagi,”kau takut. Kau takut menyakiti hatimu sendiri, meruntuhkan keangkuhanmu sendiri.”
Taeyeon langsung berjalan mantap kearah Yesung dan berdiri kaku, “aku minta maaf.”
Yesung membungkuk sopan dan menjawab, “kuterima permintaan maafmu.”
Taeyeon bergegas meninggalkan tempat itu, begitu cepat sehingga Sunny terpaksa berlari-lari kecil mengikutinya. “jangan mengikutiku!” bentak Taeyeon marah. Ia masuk ke ruang music, duduk di kursi piano. Dimainkannya sebuah lagu, dengan keras dan menggambarkan kemarahan. Kangta yang memang berniat ke ruangan itu dengan heran memasuki ruangan itu.
“GEE! Taeyeon.” seru Kangta. “belum pernah ku dengar lagu itu dimainkan sedemikian dahsyatnya. Berdirilah. Biar ku mainkan sebuah lagu yang lebih dahsyat dari itu, penuh rasa marah, dengan hujan badai hebat didalamnya.”
Taeyeon bangkit. Kangta memainkan lagu yang yang benar-benar dahsyat, penuh bayangan angin, laut, awan hitam, angin meraung-raung, dan pepohonan yang hampir bertumbangan. Kemudian badai reda, hujan turun rintik-rintik, angin berhenti bertiup, matahari terbit. Music pun menjadi lembut dan teduh.
Taeyeon mendengarkan itu semua. hatinya menjadi sejuk juga. Teduh dan lembut pula. Ia begitu mencintai music. Kangta meliriknya.
Yeoja mungil itu kini tampak tenang, tidak gelisah dan marah seperti tadi. Ia terus mainkan lagunya sampai terdengar lonceng berbunyi waktu tidur untuk Taeyeon.
“nah, sudah.” Kata Kangta, kemudian menutup pianonya. “sehabis badai, datang keteduhan. Sekarang pergilah tidur. Tidurlah dengan nyenyak, tidak usah memikirkan hal yang tidak-tidak lagi, arasseo?”
“ne, gomawo, oppa.” Ucap Taeyeon. Kangta tersenyum dan mengacak gemas rambutnya. “sekarang aku merasa lebih baik. Tadi hatiku panas dan mendendam. Tapi sekarang aku lega. Annyeongi jumuseyo!”
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 26, 2012, in SMTOWN and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Ini akan benar2 jadi lebih menarik, jika ada kyuhyun oppa didalamnya😮

  2. Kyuhyuuunn kemana dirimuuuuuu?~

  3. Nurati Suchi

    Taeng eonni temperament banget..
    But, over all is good. Aku suka narasinya, Chingu..
    Detail dan hidup..
    Nggak monoton..🙂

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: