[FF] Trouble Maker- Chapter 10

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 10 Crowded in The Class
Pelajaran pertama pagi itu adalah matematika.
“keluarkan buku kalian, kita akan mencoba mengerjakan beberapa soal seperti ini,” kata Mrs. Song kemudian mulai menulis beberapa soal di papan tulis. “aku yakin kalian sudah bisa mengerjakannya dengan baik. Tapi kalau ada yang belum jelas, jangan malu bertanya.”
Taeyeon membuka laci mejanya, untuk mengambil buku matematika. Tapi ternyata tidak ada. Padahal kemarin sudah disiapkannya dengan meletakkannya ditumpukan paling atas. Ia mencarinya dengan teliti. Tapi hasilnya nihil! Dimana buku itu?
“Taeyeon! Kapan kau akan mengeluarkan kepalamu dari laci meja itu?” tegur Mrs. Song.
“bukuku hilang.” Kata Taeyeon.
“kemarin kan ada,” kata Mrs. Song. “apa kau membawanya keluar kelas?”
“aniyo, seonsaengnim.” Kata Taeyeon. “tidak ada tugas matematika. Aku kemarin memasukkannya lagi kedalam laci ini sesudah pelajaran. Tapi sekarang tidak ada!”
“ambil saja selembar kertas dari lemari,” kata Mrs. Song akhirnya. “dan kerjakan soal ini disitu. Kita tidak bisa menunggu sepanjang hari sampai kau menemukan bukumu.”
Taeyeon mengambil kertas dan mengerjakan soal dikertas tersebut. Masih untung ia tidak dihukum apa-apa. Ia tidak habis pikir, kemana buku itu. ia terus memikirkannya saat mengerjakan soal-soal itu.
Amber bertanya-tanya dalam hati apa yang akan terjadi nanti, kalau ketahuan Taeyeon tidak bisa menemukan buku-bukunya yang lain. Ia juga menunggu penuh harap Mrs. Song membuka laci mejanya. Tapi tidak ada alasan bagi Mrs. Song untuk membuka tutup laci itu selama pelajaran berhitung. Maka saat itu tikus-tikus itu pun tidak terganggu disudut laci dan tertidur.
Mata pelajaran berikutnya adalah bahasa Inggris. Kemudian geografi. Mrs. Song memerintahkan murid-muridnya untuk membuat peta. Maka semua mengeluarkan buku latihannya, kecuali Taeyeon. Sekali lagi ia tidak bisa menemukan bukunya.
“aigoo! Taeyeon, masa buku geografimu juga hilang?” tanya Mrs. Song mulai kehilangan kesabaran.
“seonsaengnim, aku juga tidak mengerti bagaimana hal ini terjadi, tapi buku geografiku betul-betul tidak ada.” Kata Taeyeon cemas.
“benar-benar keterlaluan kau sampai 2 kali kehilangan buku,” kata Mrs. Song. “ini tidak bisa kuterima, Taeyeon. Mungkin harus kulihat sendiri di mejamu agar aku yakin bahwa buku-buku itu memang tidak ada. Aku tidak habis pikir bisa-bisanya seorang murid kehilangan 2 bukunya sekaligus, sedangkan kau bilang kau tidak membawanya keluar kelas.”
Bahkan mata tajam Mrs. Song pun tidak menemukan buku-buku itu. Yesung tampak senang melihat Taeyeon mengalami kesulitan. Amber juga merasa puas dengan ulahnya tapi ia tidak berani melihat Sulli dan Taeyeon. Takut kalau-kalau kegirangannya(?) menimbulkan kecurigaan.
“akan ku beri kau selembar kertas peta. Kalau bukumu sudah ketemu, kau harus menempelkan peta yang kau gambar pada buku itu.” kata Mrs. Song. Dibukanya tutup laci mejanya, untuk mengambil kertas peta. Tapi gerakannya itu membuat 2 tikus terbangun.
Dengan cicitan dan jeritan(?), keduanya melompat ketakutan dan berlarian didalam laci itu. berloncatan diantara buku-buku dan alat tulis. Mrs. Song sampai tidak mengeluarkan suara karena kagetnya.
Ia sudah akan menutup tutup laci itu, namun dengan gesit tikus-tikus itu meloncat keluar, lari ke rok Mrs. Han (lol) dan turun ke lantai. Semua murid juga menganga terpesona(?).
Mrs. Song dengan wajah marah menatap Sulli yang juga terheran-heran.
“SULLI!!” pekik Mrs. Song. “aku yakin hanya kau saja di sekolah ini yang memelihara tikus. Apa kau merasa lucu menaruh tikus-tikus malang itu didalam laci mejaku yang tidak ada saluran udaranya sama sekali, hanya untuk menjebakku?”
Mula-mula Sulli sama sekali tidak bisa berkata-kata. Ia begitu terpukau sehingga lidahnya serasa kelu. Apakah tadi itu tikusnya? Bagaimana tikus-tikus itu bisa ada di laci meja Mrs. Song?
“seonsaengnim, tentu saja bukan aku yang menaruh tikus-tikus itu di meja anda.” Akhirnya Sulli berkata. “percayalah padaku, aku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu pada tikus-tikusku. Dan lagi pula, aku selalu ingat, dulu anda begitu baik tidak menegurku waktu aku masuk ke dalam kelas dengan seekor tikus di dalam bajuku. Tidak mungkin aku begitu tak berperasaan untuk sekali lagi mempermainkanmu, seonsaengnim.”
Sementara itu, tikus-tikus Sulli berlarian didalam kelas. Dengan rasa khawatir Sulli terus memperhatikannya, takut kalau-kalau mereka menyelinap ke bawah pintu dan lari ke luar, hilang, atau bisa-bisa di makan kucing!
“kau harus segera menangkapnya,” kata Mrs. Song. “kita tidak bisa membiarkan kelas kacau seperti ini. aku tak bisa berpikir bagaimana tikus-tikus ini masuk ke laciku kalau bukan kau yang memasukkannya. Aku harus mempertimbangkan hal itu. aku benar-benar kecewa terhadapmu!”
Sulli beranjak dari tempat duduknya dan berusaha menangkap tikus-tikus itu. tapi ternyata sulit. Kedua hewan pengerat itu berlarian kesana-kemari. Beberapa anak perempuan pura-pura ketakutan bila tikus mendekat, mereka menjerit-jerit menambah ramai suasana. Taeyeon dan Tiffany turun tangan membantu Sulli, tapi kedua tikus itu benar-benar gesit.
Kemudian Sulli benar-benar melihat tikusnya berlari ke bawah pintu dan ke luar. Sulli cepat-cepat lari ke pintu, membukanya dan melihat keluar. Hilang sudah! Entah kemana! Yeoja itu berlarian di koridor dengan kebingungan melihat ke segala arah. Tikus-tikusnya tak terlihat lagi.
Sulli sangat mencintai tikus-tikusnya. Tak terasa air matanya mengalir. Kemudian di hapusnya. Tapi air mtanya mengalir terus. Sulli tidak mau kembali ke kelas dengan menangis. Susah payah Sulli menahan tangisnya, bersandar di dinding dan mencoba berpikir; siapa yang tega berbuat itu. seseorang tengah mencoba membuatnya dimarahi guru! Seseorang telah membuatnya kehilangan 2 tikus itu!
Terdengar langkah kaki mendekatinya dari arah tikungan. Ternyata yang muncul Boa, salah seorang ketua murid! Boa tercengang melihat Sulli berdiri sendirian dan menangis.
“ada apa?” tanya Boa. “kau dikeluarkan dari kelas?”
“aniyo.” Kata si malang Sulli. “tikus-tikus putihku hilang! Aku takut kalau-kalau kucing memakannya.”
Sulli menceritakan semuanya pada Boa dan Boa mendengarkannya dengan penuh perhatian.
“aku tidak suka pada kenyataan ini, seseorang berusaha memburukan namamu,” kata Boa. “tapi apa kau yakin kalau ini bukan perbuatanmu sendiri, Sulli?”
“mana mungkin aku berbuat sekejam itu pada tikus-tikus kesayanganku,” kata Sulli. “percayalah!”
“kalau begitu persoalan ini harus di bawa ke rapat Besar.” Kata Boa.”kita harus menyelidikinya sampai tuntas. Sudah, kembalilah ke kelasmu. Jangan menangis, mungkin tikusmu akan muncul lagi nanti.”
Sulli kembai ke kelasnya. Mrs. Song melihat mata Sulli merah, bekas menangis, dan ia tidak mau menghardik anak itu lagi. Lonceng berbunyi. Waktunya istirahat.
Saat anak-anak keluar kelas, Yesung menubruk Taeyeon. Taeyeon marah dan memelototinya.
Yesung menyeringai dan berkata, “berapa buku lagi yang akan kau hilangkan?”

Dengan geram Taeyeon meninggalkan tempat itu dengan Sunny. Tapi suatu pikiran muncul di kepalanya. Apa mungkin Yesung yang menyembunyikan buku-bukunya? Ia menemui Sulli dan mengajaknya bicara.
“bagaimana pendapatmu? Apa mungkin Yesung yang menyembunyikan bukuku dan menaruh tikus di meja Song Seonsaengnim?” tanya Taeyeon. “dia kan memang selalu ingin membuatku mendapat kesulitan.”
“memang, tapi kenapa juga ia mempermainkanku? Aku kan tidak bermusuhan dengannya?” kata Sulli.
“oh, itu mungkin sekali. Kalau ia hanya mempermainkanku, maka orang bisa langsung mencurigainya.” Kata Taeyeon. “tapi kalau ia mempermainkan beberapa orang sekaligus, diantaranya yang tidak bermusuhan dengannya, maka kecurigaan tidak mengarah padanya, kan?”
“benar juga, dan kalau itu memang benar, dia benar-benar jahat!” geram Sulli. “aku ingin segera tahu siapa yang mempermainkan tikus-tikusku.”
Lebih buruk lagi bagi Taeyeon, saat pelajaran sejarah tiba. Ia harus memberitahu lagi Mrs. Han bahwa bukunya hilang!
“Taeyeon! Ini sungguh ajaib!” marah Mrs. Song. “satu buku sudah lebih dari cukup untuk hilang tanpa alasan. Tapi 3! Pasti kau sudah membawanya keluar kelas dan meninggalkannya entah dimana. Cari lagi! Kalau kau tidak menemukannya, kau harus membeli lagi yang baru!”
“sial!” keluh Taeyeon. “harga buku-buku itu masing-masing 1500 won. Jadi semuanya 4500 won. Sedangkan uang sakuku hanya 2000 won. Sial! Kalau terbukti Yesung yang mengambil buku-bukuku, akan ku cabuti semua rambutnya!”
Ia mengatakan itu pada Sunny yang langsung menyahutnya, “jangan bertindak seperti itu. kalau memang Yesung yang berbuat, kau harus melaporkannya di Rapat Besar. Sebab untuk hal-hal seperti inilah kita mengadakan Rapat Besar itu. untuk membantu kita semua menjernihkan persoalan yang rumit, memberi jalan keluar dari keruwetan. Memberi pertolongan pada kita untuk masalah yang mungkin tidak bisa kita selesaikan sendiri. akan lebih baik kalau para Hakim dan Juri memutuskan jalan keluar persoalan kita. Bukankah mereka kita pilih karena kebijaksanaan mereka? Kau begitu tidak sabaran, nanti kau terlibat masalah yang lebih sulit lagi.”
“harusnya kau membantuku, bukan menasehati seperti itu!” marah Taeyeon.
“justru aku membantumu!” sangkal Sunny. “karena aku sahabatmu, maka aku menganjurkanmu untuk tidak gegabah. Dan bukan seorang sahabat yang baik kalau aku malah menyarankanmu untuk mencabuti rambut Yesung, bahkan sebelum kita tahu pasti kalau dia betul-betul bersalah.
“tapi kau lihat, betapa girangnya ia melihatku di marahi Song seonsaengnim,” ketus Taeyeon. “pasti dia yang menjadi dalang semua ini! tunggu saja nanti. Aku akan berhasil menangkap basah anak itu membully anak-anak. Oh, benar-benar menyenangkan bisa melaporkannya di Rapat Besar nanti!”
Ternyata harapan Taeyeon segera terkabul. Keesokan harinya ia berhasil menangkap basah Yesung!
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Apa tidak ada peliharaan lain selain tikus putih, yang bisa dipelihara sulli eonnie? ?

  2. Nurati Suchi

    Matilah kau Yesung..!! xixixi… :p
    #DigamparClouds ,
    dalam cerita doang kok,
    Mati kutu maksudnya..
    Ya kan chingu??

  3. Hahahaha…
    Man… imut2 suka tikus, ada2 aja. Taeyeon di sini emang gampang nyolot banget ya?
    Kena minyak gas sedikit eh apinya langsung besar (emangnya kompor?) hahahaha…
    Aduh untung Taeyeon yang asli gag pemarah gini yah… kalau aku yang jadi Sunny atau salah satu temennya, ogah juga ke mana – mana bawa apar pemadam kebakaran… hahahahaha-makin gag nyambung aku, mian ya Chingu, bercanda aja kok…
    Oke aku lanjut lagi ya…

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: