[FF] Trouble Maker – Chapter 11

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 11 : Yesung, got you!
Untuk sekian lama Yesung menahan diri. Tidak menakut-nakuti seseorang atau berbuat jahat. Ia benar-benar takut kalau perbuatannya itu diketahui Taeyeon. Yesung tahu Taeyeon selalu mengawasinya dan ia tidak mau memberi kesempatan untuk melaporkannya lagi.
Tapi 2 atau 3 minggu setelah itu Yesung berpikir Taeyeon sudah bosan mengawasinya. Yesung tidak tahu bahwa Taeyeon menduga Yesung yang melakukan semua kenakalan. Ia bahkan melakukan pengawasan lebih sungguh-sungguh lagi.
Hari itu Yesung harus keluar mengambil air untuk melukis. Taeyeon mellihatnya keluar dari kelas dan ia berkata pada Sunny.
“Sunny, mungkin Yesung akan menyembunyikan bukuku lagi. Atau melakukan sesuatu yang akan merugikanku,” bisiknya pada Sunny. “ayo kita ikuti diam-diam.”
Kedua yeoja itu mengikuti Yesung. Ia memasuki gang dan berlari menuruni tangga. Dari balik tikungan muncul Luhan, anak yang pernah melaporkan temannya karena meminjam barang-barangnya tanpa dikembalikan. Luhan juga berlari dengan kecepatan tinggi, dan tanpa dapat dicegah langsung menubruk Yesung. Sangat keras hingga membuat Yesung jatuh ke lantai.
Luhan tertawa terkekeh-kekeh. Benar-benar lucu melihat Yesung yang angkuh itu jatuh tersungkur! Tapi bagi Yesung tentunya itu tidak lucu. Ia langsung berdiri dan tangannya langsung melesat terulur dan mencengkram Luhan. Begitu keras hingga anak itu menyeringai kesakitan.
“lepaskan!” pinta Luhan.
Yesung melihat sekeliling. Tak ada seorang pun. Ia menarik Luhan ke toilet, diguncangnya anak itu keras-keras. “berani sekali kau menubrukku seperti hah?!!” gertak Yesung. “berani sekali kau menertawakanku! Akan ku hajar kau, bocah tengil!”
“Yesung, lepaskan aku!” pinta Luhan. Ia tahu Yesung suka menyakiti anak kecil dan ia mulai takut padanya.
“kau harus bilang ‘aku mohon sudilah kiranya Tuan memaafkan hambamu ini’,” kata Yesung.
Tapi Luhan walaupun takut bukanlah seorang pengecut. Ia menggelengkan kepalanya.
“shireo!” balas Luhan. “lagipula bukan seluruhnya kesalahanku. Lepaskan aku, anak jahat!”
Yesung sangat marah. Diguncangkannya Luhan sekali lagi. “katakan apa yang ku suruh, kalau tidak kududukan kau di pipa air panas!” ancamnya.
Pipa air panas memang banyak terdapat di ruang itu untuk menghangatkan ruangan. Luhan takut melihat pipa-pipa itu, tapi tetap saja ia menggelengkan kepalanya.
“tidak! Aku tidak mau memohon maaf padamu,” katanya keras kepala. “kalau kau baik seperti anak yang lainnya aku pasti akan meminta maaf padamu. Lepaskan aku!”
“kau duduk di pipa panas dulu!” geram Yesung. Dengan sangat marah ia menyeret Luhan malang itu ke pipa terdekat. Dipaksanya anak itu duduk. Memang tidak terlalu panas, tapi cukup panas untuk membuat Luhan menjerit-jerit.
Lalu dimana Taeyeon dan Sunny? Mereka berdua bersembunyi di tikungan, melihat semua yang terjadi. Dan saat mereka mendengar jeritan Luhan, keduanya segera berlari memasuki toilet.
Yesung cepat menarik Luhan dari pipa panas, setelah melihat Taeyeon dan Sunny masuk. Tapi terlambat. Keduanya melihatnya. Muka Yesung memerah karena marah. Tertangkap basah oleh 2 orang yeoja dan salah satunya adalah Taeyeon.
“kau tertangkap basah, anak kejam!” geram Taeyeon. “Luhan, kami akan melaporkannya dalam Rapat Besar yang akan datang. Kami harap kau tidak berbohong dan membantu dia.”
“pasti.” Kata Luhan. “aku bukan pengecut seperti anak-anak lain yang tidak berani mengajukan keluhan tentang Yesung. Seperti Sehun itu. kau tahu kenapa dia tidak mengaku kalau Yesung mengayunkannya terlalu tinggi? Yesung mengancamnya dengan berbagai siksaan kalau ia menceritakannya.”
“tidak!” bantah Yesung marah, walaupun begitu apa yang dikatakan Luhan memang benar. “tunggu sampai ku temui kau sendirian, tahu rasa kau nanti!”
“see?” kata Luhan. “terang-terangan kau mengancamku. Tapi kau tidak akan mendapat kesempatan itu. aku akan melaporkanmu dalam Rapat besar, walau Taeyeon dan Sunny tidak melaporkannya.”
Luhan beranjak pergi dari tempat itu. Taeyeon berpaling pada Yesung, berkata dengan tajam, “aku tahu betul kalau kaulah yang melakukan berbagai muslihat jahat padaku dan Sulli..”
“bukan aku yang melakukannya!” tukas Yesung, dan kali ini ia memang berkata sebenarnya.
“kojitmal!” tukas Taeyeon. “kau cukup kejam untuk berbuat apa saja. kau terlalu jahat untuk berada di sekolah ini, kau patut diusir dari sekolah ini!”
Yesung menatap Taeyeon dengan mata yang berkilat-kilat lalu mendorongnya ke dinding dan menghimpitnya. Membuat Taeyeon ketakutan.
“ya!! apa yang kau laku…”
CHU~
Tidak disangka-sangka Yesung malah mendaratkan bibirnya dibibir Taeyeon.
Sunny terperangah terkejut dengan apa yang dilakukan Yesung.
Taeyeon membelalakan matanya dan sedetik kemudian ia mendorong Yesung dan menampar pipinya.
“apa yang kau lakukan hah???” geram Taeyeon menatap Yesung tajam. Yesung menyeringai sembari mengusap bibirnya yang sedikit basah.
“kau menamparku?” kata Yesung.
“kau memang pantas menerimanya!!”
“seharusnya kau yang diusir dari sekolah ini sejak semester lalu.” Yesung mengejek Taeyeon.
“diam kau!!” kata Sunny. “Taeyeon bukannya jahat, itu dilakukannya karena kebaikan hatinya padaku! aku tidak mau kau mengejeknya seperti itu!”
“akan ku katakan apa yang ingin ku katakan,” kata Yesung sambil meninggalkan tempat itu dengan tangan di saku dan bersiul seolah tidak peduli apapun.
“sekarang dia tahu kalau kita tahu dialah yang membuat kita mendapat masalah di kelas, dan ini berarti ia tidak akan berani berbuat lagi.” Kata Taeyeon senang. “lumayan juga kita bisa hidup dengan tenang.”
“Taeng..” panggil Sunny. “bagaimana soal…mmm..ciuman tadi?” tanya Sunny takut-takut. “bukankah itu ciuman pertamamu?”
Taeyeon tertegun dan menyentuh bibirnya dengan punggung jari telunjuknya. “namja gila itu!! KIM YESUNG!!!!” pekik Taeyeon.
Sunny dan Taeyeon tidak tahu kalau yang berbuat itu semua bukan Yesung. Melainkan Amber. Dan Amber tidak punya alasan untuk menghentikan perbuatannya. Amber sangat membenci Taeyeon dan Sulli. Keduanya cantik, pandai, dan disukai banyak orang.
Amber iri pada mereka. Iri melihat rambut mereka yang indah. Iri melihat mata mereka yang bersinar-sinar. Iri pada otak mereka yang cerdas serta gurauan mereka yang sungguh lucu. Ia ingin melukai hati kedua anak itu karena mereka memiliki segala hal yang diinginkannya dan tidak dimilikinya.
Taeyeon berkata pada Sulli bahwa ia merasa pasti Yesung yang mengambil tikus-tikusnya dan menaruhnya di laci Mrs. Song. Tikus-tikus itu tidak pernah bisa ditemukan lagi. Mata Sulli bersinar marah mendengar cerita Taeyeon.
“dan pasti dia juga yang menumpahkan tinta di bukuku,” kata Sulli. “dan aku tidak akan heran kalau ternyata dialah yang sudah membuat kotor alat-alat berkebunmu. Tadinya aku tidak pernah mengerti kenapa hal itu bisa terjadi.”
“ne. sekarang mungkin kita tidak akan menjadi korbannya lagi, sebab Yesung pasti takut kita melaporkannya dalam Rapat Besar,” kata Taeyeon. “padahal mau dia berbuat lagi atau tidak, kita pasti akan melaporkannya.”
Tapi keesokan harinya ternyata mereka dipermainkan lagi. Tiap hari Rabu, setiap pengawas memeriksa laci-laci serta lemari anak-anak yang ada dibawah pengawasannya, untuk menjaga agar segalanya rapi. Sooyoung sangat keras dalam hal kerapian.
Taeyeon dan Sulli selalu rapi. Apalagi hari Selasa, sebab mereka tahu hari Rabu Sooyoung akan memeriksa. Tiap selasa malam barang-barang mereka sudah teratur rapi.mereka tidak pernah lupa mengerjakannya. Sehingga hari Rabu itu ketika Sooyoung melihat laci mereka berantakan, keduanya begitu heran hingga tidak bisa berkata sepatah kata pun.
“Sulli! Taeyeon! Apa maksud kalian membuat barang-barang kalian tidak karuan begini?” seru Sooyoung dengan marah. “lihat! Semuanya campur aduk. Lusuh, kotor. Terus terang saja aku belum pernah kulihat tempat seberantakan ini! kalian biasanya rapi. Apa kalian lupa aku selalu memeriksa di hari Rabu?”
“tentu saja tidak.” Kata Sulli. “dan kami sudah merapikannya tadi malam sebelum tidur. Kau juga melihatnya kan, Soo?”
“aku tidak melihat kalian melakukannya.”kata Sooyoung. “tempatku kan jauh dari sini.”
Ketiga yeoja itu memandang laci Taeyeon dan Sulli. Semuanya terbalik-balik. Taeyeon dan Sulli tahu benar tidak mungkin mereka mengatur barang mereka seperti itu. seseorang pasti telah memberantakannya. Seseorang telah sengaja mempermainkan mereka, agar mereka terkena masalah.
“pasti Yesung,” kata Taeyeon. “ia selalu berusaha mencelakakan kami, Soo. Ia membuat kotor alat-alat kotorku hingga Changmin memarahiku, menyembunyikan bukuku, menaruh tikus Sulli didalam laci meja Mrs. Song…”
“anak manis, tidak mungkin Yesung melakukan ini,” kata Sooyoung. “kau tahu, anak laki-laki tidak pernah masuk ke daerah asrama perempuan. Kalau dia kesini, pasti segera ada yang tahu. Sebab diluar selalu ada anak…”
“tapi ini pasti perbuatannya, Soo!” kata Taeyeon bersikeras. “kalau kau ingin menyalahkan seseorang karena laci yang berantakan ini, kau harus memarahi Yesung.”
“aku tidak akan memarahi siapapun,” kata Sooyoung. “pokoknya kalian kali ini tidak rapi. Mungkin juga seseorang telah mempermainkan kalian, tapi yang jelas sekarang kalian harus merapikan semua ini!”
Taeyeon dan Sulli terpaksa bekerja lagi. Keduanya marah, dan tidak memperhatikan Amber yang tersenyum. “jadi Taeyeon dan Sulli mengira ini perbuatan Yesung? Bagus sekali!” pikir Amber. Tak ada seorang pun yang mengira bahwa dialah yang melakukan semua itu. sekarang ia merasa lebih aman.
Rapat Besar akan dilaksanakan hari Jumat malam. Di hari Kamis terjadi sesuatu yang sangat mengecewakan Taeyeon. Pertandingan lacrosse akan diadakan pada hari Sabtu. Taeyeon sudah berlatih keras agar bisa terpilih untuk mennjadi anggota tim sekolah. Hanya satu orang yang akan mewakili kelasnya, dan Taeyeon merasa yakin bahwa dialah yang terpilih.
Tapi pada waktu ia melihat ke papan pengumuman, dilihatnya nama Yesung ditulis sebagai anggota tim sekolah. Dan bukan namanya!
Di papan tersebut tertulis: “Kim Yesung dari kelas 2 telah terpilih untuk bermain dalam tim sekolah menghadapi pertandingan melawan Starship School pada hari Sabtu ini.”
Kerongkongan Taeyeon serasa tercekat. Ia sudah berlatih keras karena ingin terpilih. Tapi ternyata yang terpilih adalah Yesung, yang begitu dibencinya! Ia hampir tidak bisa mempercayai matanya.
“tidak apalah.” Hibur Sunny. “lain kali kau pasti akan dapat kesempatan!”
“benar-benar tidak adil!” geram Taeyeon. “dan dia pasti akan habis-habisan mengejekku sekarang. Oh, mudah-mudahan Rapat Besar akan menghukumnya sehingga ia tidak bisa main dalam pertandingan itu.”
Yesung sangat senang melihat namanya terpampang di papan pengumuman. Tapi dibalik itu, ia merasa sangat khawatir juga. Ia tahu Taeyeon dan Sunny pasti melaporkannya di Rapat Besar. Dalam hatinya ia merasa takut juga.
Hari Jumat tiba. Yesung gelisah. Kalau saja Rapat itu diadakan sesudah hari Sabtu, ia tidak akan peduli. Toh ia bisa main dalam pertandingan itu, walaupun kemudian ia akan mendapat hukuman. Sungguh bangga bisa mengalahkan Taeyeon yang suka ikut campur urusan orang lain itu!
Waktu untuk Rapat Besar tiba.
Anak-anak memasuki ruangan dengan perasaan sedikit tegang. Mereka tahu Rapat Besar kali ini tidak akan seperti biasanya.
to be continue..

Advertisements

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Kenapa kau begitu tega menyiksa orang lain, Yesung oppa? ?

  2. Nurati Suchi

    Jujur, aku nggak dapet feel buat perannya Amber. Nggak tau kenapa.
    Tapi karakternya Taeng, aku suka.. 🙂
    Bagus, Chingu^^

  3. Hmmm… Yesungie… Yesungie… dirimu benar2 nakal ya! Pake acara curi2 cium bibir gadis pula, wah2… hahahahahahaha!
    Hey… entah kenapa aku juga ikutan sebel ama Yesung dan Amber. Tapi juga ikutan adem waktu Sunny nenangin Taengoo. Untung ada Sunny yang selalu bawa apar pemadam kebakaran, jadi si Taengoo bisa tetap cantik tanpa perlu kebakaran jenggot, kan? (emangnyaTaengoo punya jenggot?? di-kick off taegangsters)

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: