[FF] Trouble Maker – Chapter 12

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 12 : A Tense Meeting
Bahkan anak-anak kecil pun merasakan keluarbiasaan Rapat Besar kali ini. mereka masuk tanpa banyak ribut seperti biasanya. Luhan telah mengatakan pada semua orang bahwa ia akan melaporkan Yesung dalam Rapat Besar. Beberapa anak bahkan mengatakan akan menggunakan kesempatan ini untuk ikut melaporkan Yesung.
“seharusnya aku tidak berbohong waktu itu,” kata Sehun. “itu semua karena dia mengancam akan membuka kandang marmutku dan melepaskan semua binatang peliharaanku itu. waktu itu aku tidak berani berbuat apa-apa. Tapi kali ini aku akan berani.”
Siwon dan Boa agak muram waktu mereka mulai duduk. Boa sudah menceritakan tentang berbagai tipuan licik yang digunakan seseorang untuk menjatuhkan Sulli. Kedua hakim itu sependapat bahwa akan sangat sulit untuk memecahkan persoalan kali ini. tapi masih ada Lee Sooman sajangnim, Mrs. Seo, dan Mrs. Park. Para pimpinan sekolah tersebut akan siap membantu bila persoalan tidak bisa mereka tangani.
Yesung tampak pucat. Sebaliknya Taeyeon tampak merah karena tegang. Begitu pun Sulli. Sunny juga merasa tegang, tapi ia tidak memperlihatkannya.
Rapat dimulai dengan pengumpulan uang dan pembagian uang. 2000 won dibagikan, dan 2 anak diberi uang tambahan. Dan sampailah Rapat Besar itu pada acara yang dinantikan semua anak.
“ada yang akan melapor atau meyampaikan keluhan?” tanya Siwon.
Taeyeon langsung berdiri. Disusul oleh Luhan. Hampir bersamaan.
“Taeyeon dulu,” kata Boa. “Luhan, duduklah. Giliranmu nanti setelah Taeyeon.”
Luhan duduk. Taeyeon mulai berbicara, kata-katanya meluncur cepat, tergesa-gesa.
“aku akan melaporkan sesuatu yang sangat serius,” katanya. “mungkin sama dengan apa yang akan dilaporkan Luhan. Tentang Yesung.”
“teruskan,” kata Siwon.
“kalian ingat, aku pernah melaporkannya menyakiti Sehun?” Taeyeon melanjutkan laporannya. “karena waktu itu tidak ada bukti, dan juga karena aku begitu marah sampai menampar Yesung dan menyuruhku minta maaf padanya. Sekarang coba dengarkan laporanku kali ini.”
“tenanglah, Taeyeon. Jangan terlalu tegang.” Kata Boa.
Taeyeon berusaha berbicara dengan tenang. Tapi ia sangat membenci Yesung, hingga nada suaranya berubah menjadi suara orang marah.
“begini, Siwon, Boa. Aku dan Sunny benar-benar melihat Yesung menyiksa Luhan,” katanya. “Yesung memaksanya duduk di pipa air panas! Dan satu hal lagi, kami sekarang tahu kenapa dulu Sehun tidak mengadukan perlakuannya. Ternyata Yesung mengancamnya akan melepas semua marmut-marmutnya kalau ia berani melaporkannya. Jadi ternyata aku benar! Yesung memang penindas yang jahat!”
“jangan memberi sebutan pada seseorang,” kata Boa, “sebelum Rapat Besar memberi keputusan yang menentukan. Ada lagi yang ingin kau katakan?”
“ne. Yesung bukan saja keji pada anak-anak yang lebih kecil, tapi juga membuat aku dan Sulli berulang-ulang kena marah karena akal liciknya,” kata Taeyeon lagi.
“akal licik bagaimana?” kata Siwon, mulai tampak khawatir.
“ia mengambil 3 bukuku dan menyembunyikannya entah dimana,” sahut Taeyeon. “kemudian dikotorinya alat-alat berkebunku sehingga Changmin memarahiku. Ia juga menaruh 2 ekor tikus milik Sulli di laci meja Song seonsaengnim. Tikus-tikus itu lepas dan tidak bisa ditemukan lagi.”
“apa itu benar, Sulli?” tanya Siwon.
“memang benar,” kata Sulli, berdiri. “aku tak bisa menemukan lagi tikus-tikusku. Aku tidak keberatan kalau aku jadi sasaran lelucon, tapi sungguh keterlaluan kalau tikusku juga ikut menderita.”
“duduklah, Sulli,” kata Siwon. Kemudian ia berbicara dengan Boa, lalu kembali menghadap hadirin.
“Luhan, berdirilah dan katakan apa yang ingin kau katakan,” perintah Siwon.
Luhan yang sedikit urakan itu berdiri, dengan tangan didalam saku dan penuh gaya. Tapi Siwon langsung memotongnya, sebelum ia sempat bicara, “keluarkan tanganmu dari dalam saku, Luhan, berdirilah dengan baik. Ingat, ini peristiwa yang sangat penting, jadi jangan main-main.”
Hilang sedikit keangkuhan Luhan. Ia mengeluarkan tangannya dan wajahnya jadi merah. Dengan nada sopan ia mulai bercerita. Dengan teliti ia menceritakannya pada kedua Hakim dan Dewan Juri.
“dan sekarang kami minta Sehun berbicara,” kata Boa setelah Luhan selesai. Sehun berdiri dengan kaki gemetar ketakutan. Ia memang sangat segan pada kedua Ketua Murid. Dengan suara terbata-bata ia mulai berbicara.
“bbbegggini…Siwon dan Boa.. YYesssung memmang meng..mengayunkan aku terlalu tinggi saat itttu,” katanya dengan gemetar. “dan akku jadi mual karenanya.”
“lalu kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya waktu dulu kami bertanya?” tanya Siwon.
“sebab aku takut,” kata Sehun. “aku takut pada Yesung.”
“kau tidak boleh jadi pengecut,” kata Siwon dengan lemah-lembut. “jauh lebih baik kau berhati berani, Sehun. Kalau saja saat itu kau bisa memberanikan hatimu untuk mengatakan yang sebenarnya, kita akan bisa mencegah Yesung berbuat keji pada anak-anak lain. Karena kau takut, maka kau jadi penyebab anak-anak lain menderita ditangan Yesung. Kau juga membuat kami tak percaya pada Taeyeon, hingga tentu saja Taeyeon jadi sedih. Kau harus ingat untuk selalu mengatakan yang sebenarnya,”
“tak peduli betapa beratnya bebanmu karena itu. kalau kau berani berkata benar, maka kami akan lebih menghargaimu.” Sambung Siwon.
“baiklah, Siwon,” kata Sehun dengan bertekad tidak akan pernah berbuat pengecut lagi.
“walaupun misalnya kau takut untuk mengatakannya di Rapat Besar, mestinya kau bisa mengatakannya pada pengawasmu,” kata Siwon lagi. “untuk itulah kita semua membentuk para pengawas, yaitu agar akal sehat mereka bisa membantu kita. Duduklah, Sehun.”
Sehun duduk. Senang karena tidak harus berbicara lebih banyak lagi. Siwon berpaling pada Yesung yang tampak sangat murung dan gusar.
“dan sekarang bagaimana, Yesung?” tanya Siwon. “apa yang akan kau katakana? Tuduhan yang cukup berat telah diajukan padamu. Apa kau merasa bersalah atau tidak?”
“hanya satu tuduhan yang benar,” kata Yesung dengan berdiri. Suaranya begitu lemah sehingga anggota Dewan Juri tidak bisa mendengarnya.
“bicaralah lebih keras,” kata Siwon. “apa maksudmu, hanya satu tuduhan yang benar? Yang mana?”
“memang benar aku memaksa Luhan duduk di pipa panas,” kata Yesung. “walaupun pipa tersebut sebenarnya tidak terlalu panas. Tapi bukan aku yang mempermainkan Taeyeon dan Sulli. Sama sekali bukan aku. Sekali pun tak pernah.”
“oooh!” kata Taeyeon. “pasti kau yang melakukannya, Yesung. Kau selalu tampak senang kalau aku mendapat kesulitan atau kena marah. Dasar anak jahat!”
“kalau aku anak jahat, lalu kau apa??” balas Yesung. “2 kali kau menamparku.”
“kau memang pantas menerimanya karena kau beraninya menciumku dan…” ucapan Taeyeon terhenti karena ia baru saja keceplosan menceritakan kejadian memalukan itu. hadirin pun mulai berbisik-bisik. Pimpinan sekolah sendiri awalnya tertegun dan saling pandang namun akhirnya mereka tersenyum geli. Changmin yang duduk disebelah Taeyeon menundukan kepalanya dan tangannya mengepal keras-keras. Wajahnya suram, tidak seperti biasanya.
Siwon mengetuk mejanya meminta para hadirin untuk tenang.
“masalah ciuman itu kalian selesaikan berdua secara pribadi.” Kata Siwon. “tapi Yesung, kau bilang bukan kau yang mempermainkan Taeyeon seperti yang dikatakan Taeyeon. Kau ingat bukan, kau pernah berbohong, waktu kau berkata kau tidak mengayunkan Sehun hingga ia ketakutan. Sekarang akan sangat sulit bagi kami untuk mempercayaimu lagi. Sebab kami bisa saja berpikir bahwa kali ini pun kau berbohong, untuk meloloskan diri dari kesulitan yang mungkin akan kau terima.”
“pokoknya aku berkata benar kali ini,” kata Yesung gusar. “bukan aku yang mempermainkannya. Aku tidak tahu siapa, jeongmal mollayo! Aku tidak menyukai Taeyeon. Aku berpendapat dia itu sungguh menyebalkan, suka ikut campur urusan orang lain. Tapi aku benar-benar tidak mempermainkannya hanya agar ia terkena marah guru! Dan juga untuk apa aku mengerjai Sulli? Aku tidak membencinya. Percayalah! Ada orang lain yang mempermainkan mereka.”
Sungguh malang Yesung. Tak seorang pun, kecuali Amber tentunya, yang mau mempercayainya lagi. Mereka semua ingat bahwa Yesung pernah berbohong. Kemungkinan besar kali ini pun begitu. Siwon mengetuk meja supaya hadirin yang mulai berbicar sendiri-sendiri lagi kembali diam.
“harap tenang!” kata Siwon. “sekarang kita menghadapi sebuah persoalan yang sangat rumit. 3 buah tuduhan diajukan pada seorang anak. Pertama, dia dituduh menindas anak-anak kecil. Kedua, dia dituduh mempermainkan 2 anak perempuan dikelasnya sehingga keduanya mendapat kesulitan. Ketiga, dia dituduh berbohong. Dewan Juri, Boa, dan aku akan membicarakan apa yang akan kita lakukan untuk persoalan ini. kalian semua juga dipersilahkan berunding sendiri, dan barang siapa yang berpendapat menemukan suatu jalan keluar harap segera mengutarakannya pada waktu yang ditentukan nanti.” Hadirin mulai agak ramai berbicara. Para Juri dan Hakim berunding dengan berbisik-bisik. Mereka tampak bersungguh-sungguh. Yesung duduk sendirian. anak-anak di kiri kanannya mulai berpaling pada teman-temannya yang lain dan mulai membicarakannya. Yesung kesal. Kenapa ia mengganggu anak yang lebih kecil darinya itu? kenapa ia selalu berbuat kejam pada mereka? Mungkin sekali ia diusir karena ulahnya ini, dan apa kata orangtuanya nanti?
ketiga pimpinan sekolah yang hadir juga tampak serius. Lee Sooman sajangnim berbicara dengan mereka beberapa saat, kemudian ketiganya menunggu apa yang akan dikatakan oleh para Hakim. Mereka tidak pernah ikut campur dalam Rapat, kecuali di minta.
Setelah beberapa lama, Siwon dan Boa mengetuk meja, minta agar hadirin tenang. Seketika itu juga semua hening. Kira-kira apa yang akan dikatakan para Hakim dan Dewan Juri?
“Mrs. Seo, Mrs. Park dan juga Sooman sajangnim,” kata Siwon dengan tenang. “kami berpendapat kami harus meminta bantuan anda semua kali ini. silahkan maju ke depan untuk memberi petunjuk.”
“baiklah,” kata Mrs. Park. Ketiga pimpinan sekolah itu pun maju ke panggung didepan. Dan mulailah suatu perbincangan yang akan mengubah seluruh kehidupan Yesung.
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Sebenarnya ini sekolah atau apa? Kenapa setiap hari selalu muncul masalah? ?

  2. Hahahahahaha… wah… Yesungie mulai gusar tuh, acha!
    Xixixixixixxi… kasihan Changmin, dia cembokur tuh ama Yesung yang curi start cium Taeyeon.
    Oke, tinggal sedikit lagi sampai mereka semua akan segera sadar mengenai dalang di balik pewayangan SM ini! *lho-kok* hahahahahaha… maksudku dalang di balik semua masalah yang muncul, si Amber! #Jjajan~
    Oke deh, aku lanjut lagi. Oia, FYI, dari semaleman aku tongkrongin terus wp ini gara2 ff yang satu ini sampai ketiduran dan bangun – bangun langsung lanjut baca lagi, habis mandi lanjut lagi, habis makan, lanjut lagi~
    Siip lah!

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: