[FF] Trouble Maker – Chapter 13

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– Chapter 13 : Yesung is Given a Chance
Seluruh hadirin rapat tampak bersungguh-sungguh. Tak terlihat secercah senyum pun. Tak terdengar sedikitpun suara saat guru-guru kepala itu duduk di kursi-kursi yang cepat disiapkan oleh Dewan Juri.
“kurasa persoalan ini lebih baik kita bicarakan secara terbuka diantara kita semua,” kata Mrs. Park. “mari kita bicarakan satu persatu tuduhan yang ditujukan pada Yesung. Pertama, tuduhan bahwa ia menindas anak-anak yang lebih kecil darinya. Nah, apakah ada persoalan seperti ini, Siwon dan Boa, sejak kalian berdua menjadi Hakim?”
“tidak,”kata Siwon. “tapi kalau tidak salah pernah terjadi perkara yang hampir serupa, tentang seorang murid yang menindas murid yang lebih kecil, sewaktu aku masih berada di kelas rendah. Mungkinkah perkara itu dicatat di Buku Besar?”
Buku Besar adalah buku tempat segala perkara yang terjadi di Rapat Besar di catat. Berbagai tuduhan dan keluhan ada disitu, dengan catatan tentang bagaimana perkara-perkara itu akhirnya ditanggulangi. Buku Besar tersebut selalu terletak di meja Hakim. Buku itu memang besar dan dan separuh isinya penuh dengan berbagai tulisan kecil-kecil. Setiap Hakim diharuskan mencatat apa saja yang terjadi di setiap Rapat Besar, sebab kata Mrs. Seo dan Mrs. Park, kadang-kadang Buku Besar tersebut bisa dijadikan sumber bantuan untuk memutuskan sesuatu. Siwon membolak-balik buku tersebut.
Akhirnya ia menemukan apa yang dicarinya. “ini dia,” katanya. “seorang anak perempuan bernama Kim Hyoyeon dituduh menindas anak-anak yang lebih kecil darinya.”
“ah, aku ingat,” kata Mrs. Seo. “ternyata kemudian rapat waktu itu menemukan penyebab kelakuannya. Bacalah, Siwon, mungkin bisa membantu kita untuk memecahkan persoalan Yesung.”
Siwon membaca dalam hati cepat-cepat. Kemudian ia berkata pada hadirin, “disini tertulis, setelah diadakan penyelidikan, dan ternyata Hyoyeon selama 7 tahun hidup sebagai anak tunggal. Kemudian ia mendapat adik kembar, yang ditempatkan bersamanya dalam satu kamar. Selanjutnya setiap hari ia melihat bahwa semua perhatian dicurahkan pada bayi kembar itu. ayahnya, ibunya, bahkan perawatnya. Hyoyeon merasa bahwa dirinya dikucilkan. Karena itu ia sangat membenci bayi-bayi itu, yang dikiranya telah mencuri kasih sayang kedua orangtuanya darinya.”
“teruskan,” kata Mrs. Seo.
“tentu saja Hyoyeon tidak bisa menyakiti adik-adiknya itu untuk melampiaskan kemarahannya, sebab kedua bayi itu selalu dijaga,” Siwon melanjutkan. “karena itu ia melampiaskan perasaan marah, benci, dan iri hati itu pada anak lain. Ia selalu memilih anak-anak yang lebih kecil, sebab mereka tidak bisa membalas, dan karena mereka mengingatkannya pada kedua adiknya.”
“dan kukira kebiasaan itu makin lama makin berkembang dan tertanam pada diri Hyoyeon,” kata Boa, penuh perhatian. “apa yang seperti itu biasanya yang menjadikan seseorang suka menindas mereka yang lebih kecil?”
“itu salah satu dari sekian banyak sebab seseorang menjadi sok jago terhadap anak yang lebih lemah,” kata Mrs. Park. “tapi sekarang yang harus kita selidiki apakah kebiasaan Yesung juga disebabkan oleh sebab yang sama.”
Semua mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian. Setiap orang tahu apa dan bagaimana kelakuan seorang anak yang suka membully anak yang lebih kecil. Mereka tidak suka pada anak seperti itu. diam-diam anak-anak itu melirik Yesung, ingin tahu apakah Yesung juga memperhatikan.
Memang Yesung juga memperhatikan. Memang Yesung dengan cermat memperhatikan setiap kata yang diucapkan Siwon.
“kalau begitu,” kata Mr. Lee Sooman, “kita akan bertanya pada Yesung, kalau-kalau ia bisa bercerita tentang dirinya. Yesung, apa kau punya adik?”
“ne. aku punya 2 orang adik laki-laki. Masing-masing 5 tahun dan 4 tahun lebih muda dariku,” kata Yesung.
“Apa waktu kau masih kecil kau menyukai mereka?” tanya Siwon.
“tidak,” kata Yesung. “keduanya merampas perhatian semua orang. Tidak ada lagi yang memperhatikanku. Suatu hari aku sakit. Tapi tidak ada yang ribut memikirkanku seperti sebelum adik-adikku lahir. Aku tahu itu semua karena kedua adikku itu. begitulah. Waktu aku sembuh, aku membenci anak-anak yang lebih kecil dariku. Menyiksa mereka. Kuanggap saja anak-anak itu kedua adikku. Jelas aku tidak bisa memukuli kedua adikku, sebab semua orang pasti menghalangiku dan pasti akan memarahiku.”
“dan begitulah akhirnya sifat itu selalu dibawa Yesung,” kata Sooman sajangnim. “kau selalu menyakiti anak-anak yang lebih kecil darimu sebab kau tidak bisa menyingkirkan kedua adikmu yang menurut pendapatmu telah mencuri perhatian kedua orangtuamu. Kasihan sekali kau, Yesung. Sebenarnya kau membuat sedih dirimu jauh lebih besar dari kesedihan yang kau timbulkan pada orang lain.”
“ne, orang-orang sudah menuduhku suka menindas anak-anak kecil.” Kata Yesung murung. “jadi ku anggap saja mereka benar. Kuanggap saja memang begitulah sifatku, tak bisa diubah lagi, tak bisa dihentikan.”
“sebenarnya masih bisa diubah, dan kau sendiri bisa menghentikan kebiasaan buruk itu,” kata Mrs. Seo. “begini, Yesung, kalau kau tahu bagaimana suatu kebiasaan timbul dan tumbuh, kau akan bisa mengetahui cara melawannya. Sekarang, setelah kami tahu penyebabmu, aku yakin tak seorangpun diantara kami yang akan membencimu. Kau hanya tidak begitu beruntung. Kau sebenarnya tidak jahat, kau itu seorang anak yang punya kebiasaan mengganggu anak kecil karena iri pada kedua adikmu. Kau bisa menghentikan sikap itu kapan saja, dan menjadi dirimu yang sebenarnya.”
“aku ingat,” kata Kangin. “kukira aku bisa mengerti perasaan Yesung.”
“nado.” Kata Eunhyuk. “perasaan seperti itu memang perasaan yang sangat tidak menyenangkan.”
“tapi sebenarnya itu suatu perasaan yang wajar terjadi,” kata Mrs. Seo. “hampir semua diantara kita mengalaminya, dan sebagian besar bisa mengalahkannya. Tapi memang ada yang tidak bisa mengalahkan perasaan itu. misalnya saja Yesung. Tapi sekarang ia sudah sadar apa sesungguhnya yang telah terjadi, karena itu ia juga pasti bisa mengalahkan perasaan buruk itu. bukankah memalukan, Yesung, anak sebesarmu menyakiti anak-anak seperti Sehun dan Luhan hanya karena kau merasa iri pada adikmu? Sudah waktunya kau membuang perasaan itu.”
“ne, memang.” Kata Yesung seakan-akan sebuah cahaya terang mulai bersinar di kegelapan hatinya. “aku sebenarnya tidak berbakat jadi anak jahat. Sebenarnya aku ingin berbaik hati pada manusia dan juga binatang. Entah kenapa aku malah bertindak sebaliknya. Tapi sekarang aku sudah sadar dan kukira akan mudah bagiku untuk mengubah pribadiku. Bahkan sekarang pun aku sudah merasa berubah. Aku menyesal telah menyakiti anak-anak itu. kurasa sekarang tidak akan ada lagi orang yang mau menolongku.”
“oh, kita semua akan membantumu, Yesung.” Seru Boa. “itulah salah satu kelebihan sekolah ini. kami selalu saling membantu satu sama lain. Tak seorang pun di sekolah kita ini yang menolak untuk menolongmu, atau tidak memberimu kesempatan untuk mengubah sikapmu.”
“bagaimana dengan Taeyeon?” kata Yesung segera.
“akan kita tanyakan padanya.” Kata Boa. “Taeyeon, bagaimana pendapatmu?”
“mmm…” Taeyeon ragu-ragu sejenak. “mmm..tentu saja aku mau membantu Yesung, kalau ia benar-benar ingin mencoba mengubah kebiasaan buruknya. Tapi rasanya aku tidak bisa memaafkan ulahnya yang menyebabkan aku dan Sulli mendapat banyak kesulitan. Kukira ia harus mendapat hukuman karena itu.”
“sudah kubilang, bukan aku yang melakukannya!” kata Yesung.
“pasti ada yang melakukan akal licik,” kata Boa. “kalau Yesung tidak melakukannya, lalu siapa? Apakah anak yang melakukannya cukup berani untuk mengaku?”
Tak seorang pun bersuara. Wajah Amber jadi merah, tapi ia menundukkan kepala memperhatikan lantai. Ia mulai merasa tidak enak melihat Yesung yang dituduh melakukan perbuatannya.
“Siwon, Boa,” kata Taeyeon. “kalian tidak mempercayaiku waktu aku melaporkan tentang Yesung dulu itu. dan ternyata aku benar. Ku kira kalian tidak adil kalau sekarang masih juga tidak mempercayaiku. Aku yakin kalau aku benar.”
Dewan Juri dan Hakim berunding. Sulit untuk mencari suatu keputusan. Akhirnya Siwon berbicara lagi.
“Taeyeon, mungkin kau benar. Kami dulu tidak mempercayaimu. Dan sekarang kami tidak akan mempercayai Yesung. Kami akan bertindak seadil-adilnya pada kalian berdua. Kami putuskan bahwa kau boleh bermain lacrosse besok, menggantikan Yesung, sebab kata Sooyoung kau sangat kecewa karena tidak terpilih menjadi anggota tim.”
“ah, jeongmal gomawo!” kata Taeyeon gembira.
Yesung berdiri, ia tampak sangat kecewa. “baiklah.kukira cukup adil bahwa kali ini aku harus mengalah pada Taeyeon. Dulu ia terpaksa meminta maaf padaku, padahal aku sudah berbohong. Tapi sekali lagi aku katakan disini bahwa bukan aku yang mempermainkan Taeyeon dan Sulli.”
“kita tidak akan membicarakan hal itu lagi.” Kata Siwon. “sekarang kita akan membicarakan bagaimana kita semua bisa membantumu, Yesung. Sooman sajangnim berkata bahwa yang terbaik adalah memberikan suatu tugas untukmu, yaitu kau harus merawat sesuatu atau seseorang, agar perasaan menyayangi timbul padamu, menggantikan perasaan membenci. Kau sangat menyukai kuda, kan?”
“oh, ne!” kata Yesung segera.
“nah, walaupun sebenarnya anak dari kelasmu belum boleh merawat kuda, dan hanya boleh menaikinya, kami akan membuat sebuah peraturan baru khusus untukmu,” kata Siwon. “kau harus memilih 2 ekor kuda yang paling kau sukai. Dan kau bertugas khusus untuk merawat keduanya. Kau harus memberinya makan, minum, memandikan dan membersihkan tubuhnya. Lalu kalau kelasmu mendapat pelajaran berkuda, kau harus membawa salah seorang anak yang lebih kecil darimu untuk berkuda dan mengajarinya sebaik yang kau bisa.”
Yesung mendengarkan penuh perhatian, hampir tidak bisa mempercayai telinganya! Diberi tugas merawat 2 ekor kua yang dipilihnya sendiri! merawatnya setiap hari! Ini bukan hukuman baginya, sebab memang itulah selalu diinginkannya. Ia menyukai kuda daripada binatang lainnya. Hampir saja ia menangis karena terlalu gembira. Ia tidak peduli ia tidak bisa bermain lacrosse besok. Ia tak peduli apapun. Ia merasa dirinya telah berubah. Ia tersenyum senang.
“gomaseumnida, Siwon!” kata Yesung dengan suara agak bergetar. “kau boleh yakin aku akan merawat kuda-kuda itu sebaik-baiknya. Dan aku akan memilih anak-anak yang dulu sering ku ganggu untuk kuajari menunggang kuda.”
“kami sudah mengira kau akan melakukan itu,” kata Boa dengan perasaan senang. “baiklah. Laporkanlah perkembangan dirimu dalam Rapat yang akan datang. Kami sangat ingin mengetahuinya.”
“aku akan berkuda denganmu, Yesung.” Kata seorang anak laki-laki yang ternyata adalah Sehun. Ternyata ia juga memperhatikan apa yang sedang dibicarakan denga seksama. Dan hatinya ikut mencair, penuh perasaan ingin ikut membantu Yesung. Dalam hati sebenarnya ia juga merasa berdosa, sebab ia juga pernah merasa sangat iri pada adiknya, bahkan ia sering memukul adiknya kalau tidak ada yang melihat. Ia takut kelak akan jahat seperti Yesung.
“kukira sudah waktunya rapat bubar.” Kata Mrs. Park. “sudah lewat waktu yang ditentukan, bahkan sudah lewat jam tidur bagi anak-anak yang kecil. Tapi kukira malam ini kita mendapat pelajaran yang sangat berharga. Dan sekali lagi mendapat kesempatan untuk membantu teman kalian. Sungguh senang untuk ditolong. Tapi lebih senang lagi untuk menolong.”
“rapat dibubarkan,” seru Siwon dan mengetuk meja keras-keras dengan palu kayunya.
Semua keluar. Mereka tampak berwajah serius, tapi dalam hati merasa senang. sebuah persoalan yang sulit dipecahkan dengan baik. Mereka puas.
Hanya seorang anak yang tidak merasa senang atau pun puas. Amber! Yesung telah kehilangan kesempatan untuk bermain dalam pertandingan lacrosse hanya karena perbuatannya! Semua anak di sekolah itu berjanji akan membantu Yesung, tapi dia, Amber, merugikannya!
Ia merasa gelisah, sedih. Tapi apa yang bisa dilakukannya?
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Nurati Suchi

    Naluri Amber disentuh tangan seorang Angel. Siapa Angel itu? Aku. Xixixi.. :p

  2. Wow… Memang yah,andai realita hidup semudah goresan tinta-wkwkwkwkwkwkwk
    Tapi di situlah letak kemuliaan hidup itu sendiri, untuk mengajarkan pada kita tidak ada yang mudah didapat di dalamnya. Dan bagaimana proses untuk mencapainya itu kita jalani adalah untuk membentuk diri kita menjadi hamba-Nya yang mulia di antara semua makhluk hidup ciptaan-Nya yang lain. *ceramah mode on*
    Banyak pelajaran dan nilai moral yang bisa kita ambil dari karya2 Enid Blyton. Gak heran kalau beliau akhirnya memang menginspirasimu untuk menuangkannya dalam bentuk ff kpop begini. Good idea!

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: