[FF] Trouble Maker – Chapter 14

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
udah nyampe chapter 14! 😀 enjoy~!
–Trouble Maker– Chapter 14 : The Match’s Day
Keesokan harinya, hari sabtu adalah hari pertandingan lacrosse! Taeyeon bangun lebih pagi dari biasanya. Penuh harap ia melihat ke luar jendela. Apakah cuaca cukup baik?
Tidak terlalu baik. Agak mendung. Yang penting tidak hujan, sudah bagus. Sungguh menyenangkan untuk mengikuti pertandingan pertamanya nanti.
“Sulli,” bisik Taeyeon kesebelahnya saat ia mendengar sahabatnya itu mulai bergerak ditempat tidur. “Sulli! Hari ini hari pertandingan! Dan aku yang main, bukan Yesung!”
Sulli mendengus. Ia tidak begitu senang pada Taeyeon, karena ia bergembira diatas kemalangan Yesung. Memang Yesung harus di hukum, tapi bergembira karena orang lain dihukum itu tidak baik menurut pendapat Sulli.
Amber juga sudah bangun. Ia mendengar kata-kata Taeyeon. Dan ia merasa berdosa. Tadinya ia merasa senang bahwa ada orang lain yang dihukum karena perbuatannya. Tapi sekarang tidak. Bahkan ia marah karena Taeyeon ternyata senang karena ulahnya itu. ia sangat membenci Taeyeon! Jadi kacau semuanya!
Dan bagaimana dengan Yesung? Yesung juga bangun lebih pagi dari biasanya. Ia langsung teringat pada apa yang terjadi semalam. Ia duduk ditempat tidur. Matanya berseri-seri saat memikirkan kuda yang dipilihnya untuk dirawat. Rasanya tidak apalah seluruh warga sekolah mengetahui ia anak jahat, sebab ia tahu kalau mereka mengetahui penyebabnya itu. dan minggu-minggu ini akan ia tunjukkan pada seluruh sekolah bahwa pada dasarnya ia memang anak baik.
Ia teringat pada pertandingan lacrosse yang semestinya diikutinya. Hatinya sedikit kecewa mengingat bahwa Taeyeon-lah yang akan menggantikannya.
“aku sebenarnya sangat ingin ikut pertandingan itu,” pikir Yesung. “sayang sekali Rapat memberikan hukuman seperti itu. padahal bukan aku yang berbuat. Tapi kukira memang sewajarnya kalau kali ini mereka lebih mempercayai Taeyeon. Aku harus menerima hukuman itu, dan kuharap siapa pun yang mempermainkan Taeyeon segera ditemukan. Dan semua orang akan menyesal karena telah menghukumku.”
Ia berpikir-pikir lagi, sementara terus duduk ditempat tidurnya, bertopang dagu. “Taeyeon itu lucu. Ia sangat pemarah tapi sangat ingin berlaku adil. Tapi ia telah berbuat sangat tidak adil padaku. seharusnya ia tahu tidak mungkin aku melakukan semua perbuatan yang menyulitkan orang yang menarik perhatianku itu dan…” Yesung tertegun dengan pikirannya sendiri. “Ya!! Kim Yesung! Apa yang kau pikirkan!? Dia anak yang pemarah dan suka ikut campur urusan orang lain! Kau tidak menyukainya!” Yesung teringat saat ia mencium bibir Taeyeon di toilet.
“arghhh! Babo! Babo!” Yesung memukul-mukul kepalanya sendiri.
“Ya! Yesung! Kenapa kau memukul-mukul kepalamu sendiri? apa kau perlu bantuanku untuk memukul kepalamu? Sepertinya menarik.” Ucap Kyuhyun dengan evil smirknya.
Yesung tidak menjawab. Ia bangkit bergegas keluar dari kamar itu.
Kim Taeyeon. Yesung hampir saja memutuskan untuk tidak mau berbicara lagi dengannya. tidak mau bergaul dengannya. tapi kemudian terpikir olehnya kegembiraan hatinya nanti saat ia merawat kuda-kuda kesayangannya. Ah, sangat menyenangkan. Dan hatinya pun melembut. Ia bahkan tidak bisa memaksakan dirinya untuk membenci Taeyeon. Bahkan mungkin sebaliknya?
Bagaimana pun ia sudah berjanji untuk menunjukkna dirinya bahwa sebenarnya ia berhati baik, dan sama sekali tidak jahat. “aku tahu apa yang akan kulakukan.” Katanya kemudian pada dirinya sendiri. “aku akan menonton pertandingan. Dan kalau Taeyeon mencetak gol, aku akan bersorak seperti yang lainnya. Dan aku akan menunjukan pada semua orang bahwa aku mampu mengalahkan rasa iriku padanya.”
Yesung pergi ke kandang kuda. Ia akan berbicara pada kedua kuda yang telah dipilihnya. Dan ia akan berkuda menjelajahi bukit-bukit dengan kuda kesayangannya. Ia merasa dirinya sangat penting dan bangga saat membuka pintu kandang dan berbicara pada pengurus kandang.
“bolehkah aku berbicara pada Horsie dan Captain?” tanyanya. “aku sudah mendapat izin untuk merawat keduanya.”
“ne, ara. Aku sudah diberitahu,” kata pengurus kandang itu. “baiklah. Tapi aku harus ikut mengawasi pekerjaanmu pada minggu pertama ini. sesudah itu, kalau pekerjaanmu baik, kau boleh mengurusnya sendiri.”
Yesung mendengar suara langkah kaki berlari di halaman. Dilihatnya Ryeowook dan Victoria. Mereka hendak memerah susu. Mereka berdua menyapa Yesung. “annyeong, Yesung. Kau sudah memilih kudamu?”
“sudah,” kata Yesung. “kemarilah. Dan lihatlah kuda-kuda yang kupilih. Lihat! Ini Horsie, dia sangat manis dan penurut. Dan ini Captain. Usaplah hidungnya.”
Ryeowook dan Victoria melihat kedua kuda itu dan memperhatikan Yesung. Mereka tampak begitu heran sehingga Yesung merasa gelisah.
“ada apa?” tanya Yesung. “ada noda dimukaku? atau apa?”
“aniyo.” Jawab Victoria. “hanya saja… kau tampak berbeda. Biasanya kau selalu tampak keji, selalu cemberut dan gusar, tapi kali ini kau penuh senyum dan matamu bersinar-sinar. Benar-benar aneh melihat seseorang yang bisa berubah hanya dalam satu malam! Kajja! Lihat sapi-sapi kami. Nanti kuberi segelas susu yang masih hangat.”
Victoria dan Ryeowook menggandeng Yesung di kiri-kanan. Mereka menariknya ke kandang sapi, tempat sapi-sapi sudah menunggunya untuk diperah susunya. Mereka saling bercanda. Hati yesung merasa hangat oleh persahabatan itu. kemudian menikmati susu hangat yang baru saja diperah dari sapi pertama.
“jeongmal haengbokhae,” pikirnya. “setiap pagi aku akan menemui Ryeowook dan Victoria kalau aku akan merawat kuda-kudaku. Aku akan segera punya sahabat!”
Lima menit kemudian ia telah berpacu diperbukitan, merasakan belaian angin di rambutnya, dan guncangan punggung kuda dibawahnya. Setiap ia berbicara pada Horsie, kuda itu menggerak-gerakkan telinga seakan-akan mendengarkannya. Semua kuda menyukai Yesung, tapi baru sekarang ia menyadari hal itu. Sungguh hampir tidak bisa dipercaya bahwa sekarang ia bisa berbuat apa saja dengan binatang-binatang yang sangat dicintainya itu.
“sesudah minum teh nanti aku akan mengajak Sehun naik Captain,” pikirnya. “aku akan membuat anak itu segera melupakan kekejianku padanya.”
Setiap anak yang bertemu dengan Yesung pagi itu tersenyum melihat perubahannya. Semua menyapanya dengan riang, menepuk punggungnya, membuatnya benar-benar mereasa bahwa seluruh sekolah bersedia membantunya.
Hanya Amber dan Taeyeon yang belum bertemu dengannya pagi itu. Taeyeon sibuk menggali dengan Changmin di kebun sekolah, sedang Amber mengikuti kegiatan pengamatan alam dengan beberapa orang temannya. Taeyeon tak henti-hentinya berbicara dengan Changmin tentang pertandingan nanti.
“sangat beruntung kan. Akhirnya aku ikut main.” Kata Taeyeon. “tadinya aku benar-benar kecewa karena melihat nama Yesung yang ditulis di papan pengumuman.”
“aku rasa sekarang Yesung juga akan merasa kecewa sekali.” Kata Changmin sambil menggali kuat-kuat.
“salahnya sendiri.” kata Taeyeon. “ia benar-benar keterlaluan mempermainkanku dan Sulli. Dulu ia mengotori alat-alat berkebunku sehingga kau memarahiku.”
“aku minta maaf karena dulu memarahimu.” Kata Changmin. “tapi apa kurasa tidak baik kau bersenang-senang diatas kesedihan Yesung.”
“biarkan saja!” tukas Taeyeon. “dia pantas menerimanya.”
“bagaimana kalau akhirnya dia menyukaimu? Soal yang kau bilang di rapat itu..”
“sudahlah!” potong Taeyeon. “Aku tidak mau membahas kejadian memalukan itu. kalau aku disuruh memilih kau atau anak itu, jelas aku akan memilihmu karena aku jauh lebih menyukaimu daripada Yesung.”
Changmin menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah Taeyeon, “jinjja?”
“ne.” jawab Taeyeon. “aku menyukaimu karena kau begitu baik. Kau sudah kuanggap seperti kakakku sendiri.”
“kakak?” gumam Changmin.
“ne.” kata Taeyeon. “wae? Kau keberatan?”
“oh, aniyo. Gwaenchana.” Ucap Changmin tersenyum tipis. “kalau kau menganggapku kakak, kenapa kau tidak pernah memanggilku oppa?”
“eh?” kejut Taeyeon memandang Changmin yang sedari tadi memperhatikannya.
“ayo! Katakan oppa~. Changmin oppa! Kau bilang aku ini kakakmu kan?”
“mm..tapi..” ragu Taeyeon. “rasanya aneh memanggilmu seperti itu.”
“wae? Aneh kenapa? Bukannya kau juga memanggil Kangta dengan sebutan oppa?”
“i..iya sih.”
“cha! Panggil aku oppa~”
“mm.. o..opp..oopp…” ucap Taeyeon ragu-ragu dan Changmin menunggunya mengucapkan kata itu dengan senyum-senyum. “aaarrghh…shireo! Aku tidak mau memanggilmu seperti itu, Changmin!”
“ya!! MWOYA!? menyebut oppa saja susah sekali.” Kata Changmin pura-pura marah dan kembali menggali dengan kasar.
“Cha..Changmin! kau marah?” tanya Taeyeon takut-takut. Changmin diam saja namun diam-diam ia tersenyum kecil karena sepertinya Taeyeon tampak takut ia marah. “jebal jangan marah, Changmin o..opp..oppa.” kata Taeyeon akhirnya.
Changmin mengangkat wajahnya menatap Taeyeon yang tertunduk malu. “hey~ angkat kepalamu! Jangan menunduk!” kata Changmin dengan tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Taeyeon mengangkat wajahnya dan menatap Changmin sekilas kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain. “berkata seperti itu saja susah sekali!” Changmin mengangkat tangannya mengacak-acak puncak kepala Taeyeon dengan gemas.
“ya!! Shim Changmin!” pekik Taeyeon. “Tanganmu kotor! Jangan menyentuh rambutku!!”
“ya! panggil aku oppa!”
“shireo!! Aku tidak akan mengatakannya lagi!” kesal Taeyeon.
“ya sudah.” Changmin kembali mengacak rambut Taeyeon.
“YA! YA!! keumanhae~!” Taeyeon berusaha menghentikan tangan Changmin yang semakin liar(?) di kepalanya. “okay! Okay! Cukup, Changmin oppa!”
Changmin berhenti dan menatap Taeyeon yang menatap tajam kearahnya. Changmin tertawa melihat ekspresi kesal Taeyeon sebelum akhirnya berkata.
“kuharap aja apa yang kau perkirakan tentang Yesung itu benar. Kasihan sekali kalau dia harus menderita karena hal yang tidak dilakukannya.” Kata Changmin kembali menggali.
“salah atau tidak, ia memang anak yang jahat,” kata Taeyeon. “aku senang ia tidak bisa ikut bertanding. Aku yakin ia tidak akan berani datang menonton pertandingan itu. ia akan malu sekali karena akhirnya ia tidak bisa ikut bertanding.”
Tapi dugaan Taeyeon itu salah!
Anak-anak yang akan ikut bertanding harus segera berganti pakaian diruang senam, segera setelah mereka makan siang. Pertandingan biasanya dimulai pukul setengah 3, maka mereka tidak punya banyak waktu. Anak-anak sekolah Starship yang menurut rencana akan tiba pukul 2 lebih 20, dan regu SM harus berada di pintu gerbang untuk menyambut kedatangan mereka.
Taeyeon hampir tidak bisa makan. Ia begitu tegang. Ia mencuri pandang melirik Yesung, dan terlihat Yesung tampak ceria dan bahagia. Lalu ia menjauhkan piring makanannya.
“seonsaengnim, rasanya aku tidak bisa makan lagi. Aku sudah tidak sabar menunggu pertandingan nanti,” kata Taeyeon pada Mrs. Song.
“baiklah, kali ini kau boleh meninggalkan piringmu dengan makanan masih tersisa,” kata Mrs. Song tersenyum. “aku tahu bagaimana rasanya pertama kali ikut bertanding dalam tim sekolah.”
Taeyeon bergegas dengan anggota tim lainnya ke ruang senam. Kemudian bersama-sama mereka menyambut kedatangan tim Starship, mengantar mereka ke lapangan tempat akan bertanding. Tim tamu menaruh pakaian mereka di paviliun yang ada di tepi lapangan.
“lihat, hampir seluruh murid sekolah kita datang untuk menonton.” Kata Taeyeon pada Sooyoung, saat ia melihat anak-anak berlarian menuju lapangan pertandingan.
“ne, bahkan Yesung!” Kata Sooyong yang sekilas melihat Yesung diantara anak-anak tadi.
“mana?” tanya Taeyeon heran. Kemudian ia bisa melihat Yesung. Heran.
Yesung datang untuk menonton pertandingan yang seharusnya diikutinya! Pertandingan yang tempatnya telah diberikan pada anak lain sebagai hukuman untuknya!
Taeyeon hampir tak mempercayai matanya. Tiba-tiba ia merasa malu. Ia tahu kalau ia tidak akan bisa berlapang dada seperti itu jika ia berada diposisi Yesung.
“dewasa sekali pikiran Yesung, mau datang dan menontonmu bermain.” Kata Sooyoung. “ia benar-benar seorang yang berpikiran dewasa dan berlapang dada. Aneh juga melihat orang yang mampu berbuat berbagai tipuan keji ternyata bisa cepat berubah pribadinya. Aku jadi bertanya-tanya apa benar dia yang melakukan perbuatan itu.”
Taeyeon mengambil tongkat lacrosse-nya. Tadinya ia merasa yakin bahwa Yesung tidak akan berani datang menonton. Tapi ternyata dugaannya salah. Bagaimana kalau seperti yang dikatakan Sooyoung bahwa ternyata Yesung dihukum secara terburu-buru? Dan itu semua karena tuduhannya! Benar-benar pikiran yang tidak menyenangkan.
“oh, biarlah!” kata Taeyeon akhirnya dalam hati. “aku tidak akan memikirkan hal itu. lebih baik aku menikmati pertandingan pertamaku ini.” ia pun segera berlari keluar paviliun dan memasuki lapangan.
Tapi ia segera merasa kecewa. Hujan mulai turun! Kedua tim dengan gelisah memandang ke langit. Mudah-mudahan hujan tidak begitu besar. Sayang sekali jika pertandingan dibatalkan.
Anak-anak berdesakan di paviliun, menunggu. Tapi makin lama hujan makin deras, makin lebat. Awan-awan hitam malah berdatangan, makin banyak, makin rendah, makin hitam. Tak ada harapan lagi.
“kurasa pertandingan terpaksa dibatalkan,” kata Mr. Choi. “semua harap pergi ke ruang senam, dan kita akan mengadakan beberapa permainan untuk menghibur tim tamu.”
Anak-anak berhamburan tunggang langgang kembali ke sekolah. Taeyeon ikut lari juga, sedih dan kecewa. Benar-benar sial! Pertandingan pertamanya, dan hujan telah menghancurkan harapannya!
Tiba-tiba seseorang membantu melindungi kepala Taeyeon dari air hujan dengan jaketnya, dan berkata, “Taeyeon! Sayang sekali! Aku juga ikut kecewa kau tidak jadi bertanding!”
Taeyeon berpaling. Yesung! Anak itu berlari disebelahnya dengan tangan keatas merentangkan jaketnya diatas kepalanya dan kepala Taeyeon. Taeyeon tertegun sehingga tidak bisa menjawabnya. Yesung terlalu ajaib saat itu.
Yesung mengatakan itu dan melindunginya dari hujan. Yesung ikut menyesal karena tidak jadi bertanding? Taeyeon sama sekali tidak mengerti.
“ya! kau ingin basah kuyup? Ppaliwa, babo!!” seru Yesung disebelahnya menyuruhnya cepat-cepat lari menuju ruang senam.
Dan Taeyeon mempercepat larinya bersama Yesung memasuki sekolah. Masih sangat heran. Tidak tahu harus berbuat apa atas kejadian yang baru dialaminya ini.
to be continue..

Advertisements

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Good story unnie^^

  2. yesung oppa baik banget, *tumben :p

    bagus thor 🙂

  3. Nurati Suchi

    Yesung Oppa romantis banget… 🙂

  4. Kyaaa~ Waduh ikutan galau nih!
    Aku pilih Changmin Oppa atau Yesung Oppa?? *pede mode on*
    Taegangsters : “Ya! Kim Taeyeon! Bukan kau!
    Aku : *merong mode on*
    Taegangsters : *bersiap memberi kartu merah*
    Apa sih gaje bingit begini-hahahahahaha
    Aduh itu Yesungie beneran suka ama Taengoo gak sih…
    Tapi seenggaknya semua mulai cooling down di sini (emangnya senam??)

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: