[FF] Trouble Maker – Chapter 18

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– Chapter 18 : It’s Better
Taeyeon bangun pagi-pagi sekali, dan langsung pergi ke kandang. Yesung sudah ada disana, memasang pelana pada kuda-kuda peliharaannya, bersiul-siul bahagia. Ia melakukan suatu tugas yang disenanginya, merawat kuda-kuda yang tampak langsung membalas cintanya juga.
“suatu perasaan yang menghangatkan hati,” katanya pada Taeyeon. “dulu aku tak pernah merasakan seperti ini, sebab dulu aku tak punya binatang peliharaan. Lagipula waktu itu aku sama sekali tidak menyukai hewan. Kecuali kuda. Kurasa Boa dan Siwon tidak akan bisa memikirkan yang lebih baik lagi untukku. Aneh bukan? Bukannya di hukum, aku malah mendapat sesuatu yang ku gemari. Tapi dengan begini aku bisa menghilangkan sifat burukku lebih cepat daripada dihukum. Sekarang aku sama sekali tidak mau berbuat buruk lagi.”
“kita tidak bisa berbuat jahat pada siapapun saat kita merasa bahagia,” kata Taeyeon bijak, “paling tidak begitulah yang terjadi padaku. jika aku bahagia, aku hanya ingin bersikap hangat dan murah hati. Kajja, kita berangkat. Oh, Yesung, aneh bukan bahwa kita bisa bersahabat sertelah musuhan begitu sengit.”
Yesung tertawa, melompat ke punggung Horsie. Kuda itu meringkik, menengadahkan kepala. Ia sangat senang mengetahui bahwa Yesung yang menungganginya. Kedua kuda mereka berjalan pelan sepanjang jalan berumput, kemudian berpacu kearah perbukitan. Taeyeon sudah pandai menunggang kuda sejak beberapa tahun, jadi ia bisa berkuda dengan baik walaupun ia selalu kesulitan saat hendak menaikinya. Mereka menikmati perjalanan pagi itu. mereka saling berteriak, berbicara. Kemudian taeyeon mengemukakan sebuah usul.
“hei, bagaimana kalau kapan-kapan kau ajak Liu Amber berkuda bersama? Biar pipinya merah sehat!”
“Amber? Aku tidak menyukainya!” teriak Yesung. “dia itu anak nakal! Apa kau akan bermain dengannya?”
“memang!” sahut Taeyeon. “dulu aku juga tidak menyukainya, seperti halnya aku tidak menyukaimu. Tapi kukira aku telah sudah sering salah menafsir orang. Mungkin juga aku bisa berteman dengannya. paling tidak ia akan ku beri kesempatan. Kau mau membantukukan?”
“geurae,” kata Yesung. “ia cukup pandai berkuda. Tapi kau juga harus ikut. Aku tidak akan tahan berdua saja dengannya. bisa kaku karena bosan! Satu hal tentangmu, Taeyeon, kau tidak pernah membosankan. Kalau kau sedang baik hati, kau bisa baik sekali, begitu juga sebaliknya, kalau sedang jahat, kau bisa jahat sekali!”
“YA!! jangan ingatkan aku tentang itu!” kesal Taeyeon memperlambat kudanya, “aku sedang berusaha memperbaiki diri. Aku ingin agar selamanya aku jadi anak yang baik. Malah waktu aku kembali ke sekolah ini aku telah bertekad untuk berusaha keras menjadi anak terbaik. Tapi ternyata aku membuat begitu banyak kesalahan dan kekeliruan! Rasanya aku tidak akan mungkin jadi Pengawas.”
“kau tahu tidak, sebenarnya aku juga ingin jadi Pengawas,” kata Yesung, “mestinya senang sekali merasa bahwa kita dipercaya dan disegani oleh seisi sekolah, segala pendapat kita didengar dan dipatuhi. Dan betapa bangganya duduk sebagai anggota Dewan Juri. Tapi..yah, tidak mungkin seorang diantara kita berdua bisa sampai terpilih. Aku membuat awal yang buruk semester ini. dan kau adalah anak paling badung semester yang lalu. Tak bisa ku bayangkan betapa nakalnya kau dulu sampai memperoleh julukan seperti itu.”
Waktu keduanya memasuki ruang makan untuk sarapan, Yesung dan Taeyeon sama-sama tampak sangat berbahagia. Pipi mereka merah oleh angin dingin, mata mereka bersinar-sinar. Taeyeon tersenyum pada Amber yang duduk di tempat biasanya, tampak sedikit ceria tapi agak gugup.
“annyeong, Amber! Annyeong yeorobun,” sapa Taeyeon, “wah, aku lapar sekali! Rasanya aku bisa menghabiskan 20 sosis dan 12 telur.”
“baru berkuda, ya?” tanya Amber sambil mendorong piring tempat roti panggang kearah Taeyeon. “wah, kau benar-benar merah seperti orang Indian.”
Taeyeon tertawa. “tapi sungguh menyenangkan! Mestinya kau juga bangun pagi dan berkuda bersama kami,”
“ne, ayolah,” ajak Yesung. “kau kan cukup pandai berkuda, Amber. Datang saja, dan mari berkuda denganku dan Taeyeon. Kita bisa berkuda sampai bermil-mil!”
Amber berseri-seri kegirangan. Ia tersenyum lebar, “oh, aku akan senang sekali,” katanya. “gomapta. Aku sangat menyukai kuda bernama Horsie itu.”
“jeongmal?” tanya Yesung heran. “aneh, aku juga menyukai kuda itu! ia memang kuda yang sangat manis! Kemarin kakinya pincang dan aku benar-benar khawatir…”
Dan Yesung langsung saja tenggelam dalam percakapan yang hangat dengan Amber, membicarakan Horsie dan Captain. Percakapan mereka cukup seru, karena Amber cukup banyak tahu tentang kuda. Kali ini ia sama sekali tidak membual. Ia menahan diri untuk bisa mendengarkan dengan sopan, sementara hatinya begitu gembira karena ada seseorang yang berbicara dengan begitu hangat dan bersahabat. Ia berusaha keras untuk tidak membuat bibirnya melengkung turun di ujung-ujungnya, sesuatu yang membuat wajahnya tampak bodoh. Dengan berseri-seri ia mengikuti pembicaraan Yesung, dan sekali-kali tertawa ceria karena lelucon Yesung.
Tadinya ia sangat takut unutk ikut sarapan. Pastilah akan sangat berat baginya untuk duduk berhadapan dengan Taeyeon, Sulli, Sunny, dan Sooyoung. Keempat anak itu tahu rahasianya. Tapi setelah duduk bersama ternyata dugaannya salah. Keempatnya menyambutnya secara wajar saja, walaupun jelas lebih hangat dan ramah dari biasanya. Sikap mereka membuat Amber merasa sangat bersyukur dan berbahagia, bukannya kikuk dan malu.
Sungguh menyenangkan suasana sarapan itu. tapi beberapa anak ada juga yang heran melihat Yesung dan Taeyeon tiba-tiba saja tampak begitu akrab.
“kau benar-benar aneh, Taeng,” kata Key. “suatu hari kau bermusuhan setengah mati, dan hari berikutnya kau sudah bersahabat begitu akrab!”
“semester lalu Taeyeon pernah menjadi musuhku yang paling kubenci,” kata Sungmin sambil tertawa. “sampai di punggungnya ku tempelkan kertas dengan tulisan ‘Aku anak badung, bandel, Bengal! Aku menyalak! Aku menggigit! Awas!’ wah. Waktu itu kau marah sekali, Taeyeon.”
“memang,” kata Taeyeon teringat saat ia diusili Sungmin. “tapi sekarang peristiwa itu terasa lucu bagiku. Eh, ayo kita lihat papan pengumuman, kayaknya ada pengumuman baru.”
Mereka menyeberangi ruangan. Memang ada pengumuman baru.
“Kim Taeyeon terpilih untuk ikut main dalam pertandingan lacrosse melawan Sekolah JYP,” demikian bunyi pengumuman tersebut.
Taeyeon ternganga membacanya. Pipinya serasa terbakar.
“Ommo!!” ia berseru. “saekarang aku benar-benar terpilih! Dulu Yesung yang terpilih, tapi karena ia dihukum aku yang ditunjuk untuk menggantikannya. Tapi sekarang aku benar-benar terpilih!”
“tentu saja, apa lagi kali ini adalah pertandignan perlawatan, bertanding di kandang lawan!” kata Sungmin. “kau bisa pergi naik bus ke sekolah JYP. Kau benar-benar beruntung!”
“memang menyenangkan!” seru Taeyeon. Bagaikan menari ia langsung mendekati Sulli dan Sunny untuk memberitahu tentang pengumuman tersebut. Amber msih bersama mereka berdua, dan berempat mereka membicarakan hal itu dengan gembira.
“kalau saja kami bisa ikut pergi untuk menyaksikan kau menembakkan bola ke gawang lawan, pasti menyenangkan!” Sunny kegirangan menggandeng lengan sahabatnya. “mudah-mudahan kali ini tidak hujan lagi, Taeng.”
“oh, jangan sampai hujan lagi!” seru Taeyeon. “Sunny, Amber, nanti bantu aku berlatih, ya, sebelum makan siang!”
Amber semakin berseri. Jarang sekali ada anak yang meminta bantuannya. Sungguh menyenangkan merasa bahwa dirinya dianggap teman sekelompok sekarang.
“hei, senyummu benar-benar manis,” kata Sunny memperhatikan Amber. “kajja! Lonceng sudah berbunyi. Jangan sampai aku terlambat. Kemarin aku hanya setengah detik, tapi Song seonsaengnim sudah ngamuk-ngamuk!”
Tak terasa Amber bernyanyi kecil saat pergi ke kamarnya untuk mengambil buku. Betapa baik hati teman-temannya! Ternyata memang sangat mudah untuk tersenyum bila kita merasa bahagia. Pagi ini Amber sudah bisa tersenyum di kacanya. Diperhatikannya wajahnya. Kini sudah berbeda, tidak sederhana lagi, tapi berseri-seri dan manis! Dengan tegas ia berbicara pada bayangan wajahnya di cermin.
“sekarang kau tidak boleh lagi makan permen. Kau tidak boleh rakus! Tak boleh berbuat bodoh sedikit pun! Senyumlah dan jadilah anak manis!”
Dan wajah di cermin itu tersenyum membalasnya.
Ketika pelajaran pagi selesai, Taeyeon, Amber, dan Sunny bergegas mengambil tongkat-tongkat lacrosse, untuk berlatih menangkap dan memukul bola. Mereka bertubrukan dengan Yesung di gang.
“aigoo.. kalian ini seperti topan saja!” seru Yesung. “mau kemana tergesa-gesa?”
“kami mau membantu Taeyeon menangkap bola,” kata Sunny. “apa kau tidak tahu? Taeyeon terpilih untuk ikut main dalam pertandingan di Sekolah JYP sabtu depan.”
“jinja?” sesaat wajah Yesung terlihat sangat kecewa. Ia telah begitu berharap dirinya akan terpilih kembali. Sebab dulu dia yang dipilih, dan akhirnya Taeyeon menggantikannya, walaupun akhirnya pertandingan dibatalkan kareana hujan lebat. Yah, tak apalah.
“aku tidak boleh merasa iri,” katanya dalam hati. “toh masih banyak kesempatan untuk bisa dipilih.“ dan ia berseru pada Taeyeon, “chukkae, Taeyeon! Betapa menyenangkannya kalau aku bisa melihatmu memasukkan bola ke gawang lawan!”
Ia berlari meninggalkan yeojadeul itu. Taeyeon berpaling pada Sunny, “Yesung baik sekali, kan?”
Sunny menatap wajah Taeyeon, “kau perhatikan wajahnya waktu ia ku beritahu bahwa kau yang terpilih?”
“ani, wae?” tanya Taeyeon heran.
“ia terlihat sangat kecewa,” kata Sunny mengeluarkan tongkat lacrosse-nya. “mungkin sekali ia berharap akan terpilih kali ini, sebab dulu ia dihalangi oleh keputusan rapat.”
“oh,” hanya itu yang keluar dari mulut Taeyeon. Ia juga mengeluarkan tongkat lacrosse-nya, dan ketiga yeoja itu pergi ke lapangan. tak lama mereka telah sibuk, saling melempar, saling menangkap bola. Kemudian Amber menjadi penjaga gawang, sementara kedua rekannya berusaha memasukkan bolanya.
Tapi sekarang Taeyeon tak begitu menikmati latihannya. Ia berpikir tentang Yesung. Sabtu lau, dengan tuduhannya ia berhasil mencegah Yesung bermain di pertandingan. Makin dipikirkannya terasa makin tak adil bahwa sekarang dialah yang bermain dan bukan Yesung.
“walaupun akhirnya aku tak jadi main karena hujan,” demikian pikirnya sambil menangkap bola dan melontarkannya pada Sunny.
“tapi kalau tidak hujan, maka mestinya aku sudah main satu kali. Jadinya kalau sabtu ini aku main lagi, itu berarti aku main dua Sabtu berturut-turut, sementara Yesung sama sekali belum bermain sekali pun. Padahal sebenarnya dialah yang terpilih minggu lalu. Rasanya hatiku tidak enak. Biarlah kutanyakan hal ini pada Sooyoung.”
Sehabis makan, Taeyeon menemui Sooyoung.
Sebagai pengawas, maka Sooyoung selalu siap untuk mendengar kesulitan anak-anak dibawah pengawasannya. Sebaliknya mereka yang diawasi selalu dengan senang hati minta nasihat seorang pengawas bila memang diperlukan.
“Soo, bagaimana menurutmu kalau aku minta agar Yesung bermain dalam pertandingan hari Sabtu ini, dan bukannya aku?” tanya Taeyeon. “kau tahu, Sabtu kemarin ia tak jadi main karena aku telah menuduhnya berbuat salah. Dan aku tahu ia sangat kecewa sekali. Bagaimana kalau aku minta pada Seohyun agar mengganti namaku dengan nama Yesung?”
“ne, kukira itu sangat adil, Taeng.” Kata Sooyoung segera. “bagus sekali keputusanmu ini. aku sangat senang kau berpikir sampai ke situ. Ada satu hal sangat kukagumi pada dirimu, kau selalu berusaha untuk bertindak sangat adil.”
“aku akan mencari Seohyun sekarang juga,” kata Taeyeon, dan berlari meninggalkan Sooyoung, takut kalau pikirannya berubah lagi. Hal ini memang tidak enak bagi Taeyeon, tapi akan merupakan kejutan manis bagi Yesung!
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Nurati Suchi

    Poor Yesung… 😦

    Proudly Taeng… 😀

  2. Wah… sulit loh bisa lapang dada di kehidupan nyata. Seenggaknya melalui tulisan ini, bisa sedikit membantu kita untuk mau lebih berusaha baik dalam kehidupan nyata.
    Benar2 membantu memotivasi!

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: