[FF] Trouble Maker – Chapter 19

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– Chapter 19 : The Peace Sunday
Seohyun sedang berada di ruang senam. Ia memang sangat pandai dalam berbagai cabang olahraga. Ia sedang bersenam saat Taeyeon datang dan minta bicara dengannya.
“ada apa, Taeyeon?” tanyanya ramah.
“Seohyun, bagaimana kalau Yesung saja yang bermain hari Sabtu ini,” kata Taeyeon. “alasannya begini. Ternyata bukan dia yang mempermainkanku dan Sulli seperti yang ku tuduhkan padanya dulu di Rapat Besar. Jadi kukira cukup adil kalau kali ini aku memberinya kesempatan untuk main dalam pertandingan nanti. Sebab Sabtu lalu ia tidak jadi main karena aku.”
“boleh saja,” kata Seohyun yang kemudian mengeluarkan sebuah buku catatan dan menuliskan sesuatu didalamnya. “akan kuatur itu. seperti katamu, memang inilah yang paling adil bagi Yesung. Sayang sekali kau tidak jadi main, Taeng, tapi yakinlah bahwa kau telah bertindak dengan tepat.”
Taeyeon mencari Yesung. Tapi tidak ditemukannya. Dan sebelum ia bisa bercerita sendiri pada Yesung, Seohyun telah memasang pengumuman baru, mengganti pengumuman sebelumnya.
“Kim Yesung akan ikut bermain dalam pertandingan melawan sekolah JYP Sabtu ini,” demikian bunyi pengumuman baru itu. Yesung membaca pengumuman tersebut sewaktu akan pergi makan. Ia sangat heran. Bukankah tadi anak-anak berkata bahwa yang terpilih adalah Taeyeon? Dengan kening berkerut dibacanya pengumuman tadi berulang-ulang. Dan pada waktu itulah Ryeowook datang, ikut membaca. Ia pun heran.
“annyeong,” kata Ryeowook. “kenapa pengumuman ini diubah? Semula isinya Kim Taeyeon yang terpilih untuk bermain melawan JYP. Aku ingat betul itu!”
“ne, menurutku isinya memang begitu,” kata Yesung masih bingung. “kenapa diubah? Memang berita yang menyenangkan bagiku, apalagi aku sangat kecewa tadi pagi,”
“aku berani bertaruh Taeyeon akan merasa kecewa sekarang,” kata Ryeowook, dan mereka pun masuk ke ruang makan. Yesung tak ingin membicarakan pengumuman itu dengan Taeyeon dihadapan orang banyak, dan sepertinya Taeyeon pun begitu.
Sooyoung-lah kemudian yang bercerita tentang apa yang terjadi pada Yesung, “apa kau sudah melihat pengumuman?” tanya Sooyoung. “ternyata akhirnya kau juga yang bermain di pertandingan nanti.”
“ya, tapi kenapa?” tanya Yesung. “kenapa Taeyeon tidak dipasang?”
“itu atas permintaan Taeyeon sendiri. ia minta agar kau saja yang dipasang,” kata Sooyoung. “katanya dengan begitu barulah adil. Dan aku setuju dengan pendapatnya.”
“sangat adil memang,” pipi Yesung jadi merah. “tapi seharusnya tak perlu dilakukannya. Aku tahu bahwa ia sangat ingin bermain mewakili sekolah kita.”
Yesung segera mencari Taeyeon.
Didapatinya Taeyeon sedang berada di kebun, sedang menanam umbi berbagai macam bunga bersama Changmin.
“hei, Taeng,” sapa Yesung. “terima kasih atas kebesaran hatimu yang memungkinkan aku dipasang di tim sekolah. Tapi aku lebih senang kalau kau saja yang bermain Sabtu ini. kalau kau tidak keberatan.”
“gwaenchana,” kata Taeyeon tersenyum. “aku telah mengambil keputusan. Kurasa itu cara terbaik untuk menebus kesalahan yang kubuat padamu. Aku akan merasa sangat malu kalau tidak memberikan kesempatan itu padamu.”
“tapi aku tak peduli apa kau menebus kesalahanmu atau tidak,” kata Yesung.
“ne, tapi aku keberatan kalau tak memberimu ganti rugi atas kesalahanku dulu itu. aku merasa lega setelah aku berbuat ini. benar-benar tak punya beban pikiran lagi.”
“geuraesseo. Gomapta! Aku hanya berharap kau bisa datang untuk menontonku, Taeng.”
“aku harap kau bisa mencetak gol banya sekali,” kata Taeyeon, kembali meneruskan pekerjaannya. Berat juga. Umbi bunga krokus yang mereka pesan telah tiba. Bidang-bidang rumput harus diangkat sebelum umbi-umbi itu boleh ditanam. Kemudian ada juga umbi-umbi daffodil dan tulip. Namun yang ini mudah cara penanamannya.
“begitu banyak pekerjaan, dan begitu sedikit waktu untuk mengerjakannya,” keluh Taeyeon. “aku ingin lebih sering berkuda, aku ingin berkebun sepanjang hari, aku ingin lebih sering bermain music, aku ingin lebih sering bermain bersama kelinci-kelinciku, dan aku ingin lebih sering berolahraga. Oh, Changmin aku..”
“panggil aku oppa!” potong Changmin.
Taeyeon menghela napasnya, “sebegitu tertariknya kah kau ingin dipanggil oppa?” tanya Taeyeon yang dibalas tawa kecil Changmin. “Baiklah. Oppa, kadang-kadang aku ingin sepertimu, hanya mempunyai satu kegemaran, jadi tidak sebingung aku yang mempunyai sepuluh kegemaran.”
“tapi kau lebih banyak merasakan kegembiraannya daripada aku,” kata Changmin bersungguh-sungguh. “Kwon seonsaengnim sering berkata padaku bahwa mestinya aku punya perhatian lain daripada berkebun melulu. Kata beliau dengan hanya mempunyai kegemaran berkebun, maka aku akan membosankan kalau diajak bicara.”
“aniyo!” potong Taeyeon cepat. “aku tak berpendapat kau membosankan,” kata Taeyeon. “kau sungguh menarik bila mulai berbicara tentang berkebun.”
“itu hanya karena kau juga suka berkebun dan mengerti tentang berkebun,” kata Changmin. “tapi kalau yang kuajak bicara tidak menyukai berkebun, pasti ia akan mengira aku bodoh. Tolong pikirkan hal lain kecuali berkebun untukku, Taeng.”
“bagaimana kalau berkuda? Oppa, aku belum pernah melihatmu menunggang kuda. Mintalah Yesung untuk mengajakmu menunggang captain. Pasti kau kaan terlihat keren. Dan Yesung juga akan senang bisa membantumu, dank au akan senang memperoleh pengalaman baru.”
Hari-hari terus berlalu. Hari Jumat tiba. Waktu untuk mengadakan Rapat Besar. Anak-anak memasuki ruangan tanpa bersikap sungguh-sungguh seperti minggu lalu, sebab kali ini tidak aka nada perkara berat yang akan dibicarakan. Anak-anak selalu senang menghadiri Rapat Besar, sebab mereka senang bisa memerintah diri sendiri, membuat berbagai peraturan dan menjaga agar peraturan dipatuhi.
Uang-uang tambahan dimasukkan ke dalam kotak. Dengan bangga Key memasukkan sejumlah won, kiriman pamannya. Kemudian uang saku dibagikan.
Shim Changmin minta uang untuk pembelian umbi krokus. Uang tersebut diberikan. Kemudian ia juga minta uang tambahan untuk membeli garpu tanah yang lebih kecil dari yang biasa digunakannya.
“Sehun akan membantuku menggali tanah,” kata Changmin. “dan garpu tanah kami terlalu besar untuknya. Selama ini kita tidak punya alat kebun yang sesuai untuk anak kecil.”
Permintaan itu pun dikabulkan. Kangta minta uang tambahan untuk membeli CD permainan biola seorang musisi terkenal. Ia ingin memainkan lagu yang sama, dan Shin seonsaengnim berkata ia bisa belajar banyak dari CD itu. Siwon langsung mengabulkan permintaan tersebut. Seluruh sekolah merasa sangat bangga punya seseorang seperti Kangta yang juga mampu memainkan alat music piano dan biola.
“ada laporan atau keluhan?” tanya Siwon.
Ryeowook bangkit. Sedikit segan ia berkata, “keluhanku ini sedikit konyol, memang. Tentang Suho. Ia mendengkur terlalu keras di malam hari. Aku jadi tak bisa tidur. Dan kalian tahu, aku harus bangun pagi-pagi sekali untuk memerah susu. Kalau malamnya aku tidak bisa tidur, maka sulit bagiku untuk bangun pagi. Kami semua sudah membicarakan hal ini dengan Suho. Tapi Suho tak bisa menghilangkan dengkurnya itu.”
Suho berdiri.
“aku sedang pilek,” katanya. “kukira dengkuranku itu akan lenyap kalau aku sudah sembuh nanti. Mungkin aku boleh tidur di Sanatorium sampai Ibu Asrama menyatakan aku sudah tidak mendengkur lagi?”
“ne, kupikir itu jalan keluar yang tepat,” Siwon tersenyum. “terus terang saja ini keluhan paling lucu yang pernah kudengar. Tapi memang Ryeowook harus bisa tidur nyenyak. Kalau tidak, kita semua tidak akan bisa memperoleh susu waktu sarapan.”
Semua tertawa . siwon mengetuk meja, minta agar semua diam.
“sebelum kita membubarkan rapat ini,” kata Siwon, “Taeyeon ingin mengatakan sesuatu. Berdirilah, Taeyeon.”
Taeyeon berdiri, mukanya terasa panas. Ia telah memikirkan baik-baik apa yang akan dikatakannya, maka ia bisa berbicara dengan lancar, tanpa tertegun atau pun berhenti.
“aku ingin menyampaikan tentang tuduhanku pada Yesung minggu lalu. Aku menuduhnya mempermainkau dan Sulli dengan berbagai tipuannya. Dan kalian semua percaya pada tuduhanku itu, sehingga memutuskan untuk menghukum Yesung dengan jalan melarangnya ikut bertanding. Ternyata tuduhanku salah. Yang melakukan perbuatan keji itu sama sekali bukan Yesung, tapi orang lain.”
“nuguji? Malhaebwa!” seru beberapa orang anak, ada yang bernada gusar. Siwon mengetuk meja dengan palunya, dan semua terdiam.
“chankkaman, Taeyeon.” Kata Siwon. “Aku ingin mengatakan sesuatu. Aku dan Boa, sebagai Hakim, telah memutuskan bahwa untuk saat ini sungguh tidak bijaksana untuk mengumumkan nama anak yang bersalah itu. kalian mestinya setuju bahwa ada kalanya tidak bijaksana untuk mengumumkan sesuatu pada orang banyak. Dan perkara ini adalah salah satu perkara seperti itu. kuharap kalian mengerti dan puas, sebab ini kami lakukan demi kebaikan kita bersama juga.”
“arasseo,” kata beberapa orang anak. Siwon dan Boa memang disenangi dan dikagumi. Semua anak percya bahwa apa yang dilakukan keduanya pastilah bijaksana.
Amber yang malang mau tak mau gemetar kakinya. Sesaat ia mengira bahwa seluruh sekolah telah mengetahui bahwa dialah yang berbuat begitu keji. Ia tak berani mengangkat muka. Rasanya ingin lenyap dari situ. Sulli dan Sunny yang duduk mengapitnya merasakan betapa Amber gemetar. Keduanya segera merapat untuk menenangkan anak malang itu. untung sekali kedua Hakim tidak membicarakan perkara itu secara berkepanjangan.
Taeyeon masih berdiri. Pembicaraannya belum habis. Ia menunggu sampai anak-anak tenang, lalu berkata lagi, “tak banyak lagi yang ingin aku sampaikan. Aku hanya ingin meminta maaf sedalam-dalamnya pada kalian akan apa yang kukatakan minggu lalu. Aku berjanji bahwa kelak aku akan selalu berhati-hati dan baru setelah yakin benar aku akan menuduh seseorang. Yesung benar-benar pengertian tentang kesalahanku ini.”
Taeyeon duduk. Siwon sudah mengangkat palu untuk membubarkan Rapat waktu Yesung berdiri. Mukanya berseri, matanya bersinar-sinar. Sungguh sangat berbeda (selain rambutnya yang di cat pirang) dengan Yesung yang minggu lalu diadili oleh Rapat.
“bolehkah aku berkata sesuatu, Siwon?” tanyanya. “begini, Taeyeon telah mengundurkan diri dari anggota tim lacrosse untuk memberiku kesempatan terpilih menjadi anggota tim. Itu dilakukannya untuk menebus kesalahannya karena minggu lalu ia merasa telah menuduhku secara keliru. Aku berpikir tindakannya itu sungguh sangat baik, dan aku ingin agar seluruh sekolah mengetahuinya.”
“hidup Taeyeon!!” seseorang berseru. Semua anak merasa bahwa tindakan Taeyeon sangat tepat dan adil. Taeyeon sendiri merasakan perasaan hangat ini, dan ia benar-benar bahagia.
Rapat Besar bubar. Anak-anak keluar untuk melakukan apa saja sesuai kegemaran mereka dalam waktu setengah jam, sebelum makan malam.
Sunny menulis surat untuk ibunya. Sulli menyetel gramofon, lalu menggoyang-goyangkan badannya dengan kocak ditengah ruangan, membuat yang ada disitu tertawa tergelak.
Taeyeon berlatih music dan vocal disalah satu ruang latihan music.
Yesung membaca buku tentang kuda.
Amber sibuk dengan alat menjahitnya. Ia telah menghabiskan seluruh uang sakunya untuk membeli 2 tempat syal untuk di sulam. Dan sekarang ia mulai menyulam syal tersebut. Bila selesai nanti, kedua benda itu akan diberikan pada Taeyeondan Sulli. Boa bilang bahwa sungguh mungkin menebus kesalahan seseorang dengan berbuat kebaikan. Dan sekarang Amber berharap bisa berbuat kebaikan, membuatkan syal untuk teman-temannya itu.
“kami belajar banyak sekali, disamping pelajaran sekolah, di SM School ini,” batin Amber sementara ia menjahit. Dan Amber memang benar!
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Syukurlah semua mulai berangsur membaik. Horee.. akhirnya ada ChangTae lagi *jiwa shipper mode on*
    Makin seru!
    Cuma… heeheehehehehe.. bakal ada konflik lagi gak ya? #di kick off lagi sama Taegangsters

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: