[FF] Trouble Maker – Chapter 21

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Chapter kali ini aku masukin beberapa artis dari JYP Nation. Enjoy, readers!
Don’t forget RCL

-Trouble Maker- Chapter 21 :Final
“tinggal 3 menit, Yesung!” seru Taeyeon terengah-engah. “kita harus berusaha lebih keras. Jangan sampai mereka mencetak gol lagi!”
Bola cepat melesat dari satu pemain ke pemain lainnya. Taeyeon lari untuk menyergap seorang pemain lawan yang larinya sangat cepat. Dibenturkannya tongkatnya pada tongkat lawan itu. bola meloncat ke udara. Taeyeon mencoba menangkapnya, tapi bola jatuh ke tanah. Disambarnya dengan jaring tongkatnya dan dibawa lari dengan cepat.
Tapi seorang anggota regu lawan menyergapnya.
Walaupun Taeyeon mencoba menghindar, tak ada gunanya. Ia terjatuh lagi, bola lepas. Anak JYP langsung menyambarnya dan melesat ke arah gawang SM. dilemparkan ke anak JYP lainnya. Di lemparkan kembali ke seorang teman mereka dekat gawang.
Dan anak itu langsung menembak ke arah gawang! Cepat sekali laju bolanya. Sepertinya akan masuk. Tapi Seohyun langsung membuang diri, meluncur tepat untuk menangkap bola tersebut. Seohyun terjatuh keras, namun gawangnya selamat. Dan bola dilempar ke arah seorang anak SM. anak tersebut segera lari ke arah gawang lawan.
“lemparkan! Lemparkan!” teriak Taeyeon, meloncat kesana kemari. “awas! Lawan dibelakangmu! Lemparkan!”
Anak SM itu melepaskan bolanya tepat pada saat ia diserang lawan. Bola langsung menuju Taeyeon. Ia menangkapnya dan lari secepat angin diikuti oleh seorang anak JYP yang terus membayanginya.
Taeyeon melontarkan bola pada Yesung. Yesung diserang lawan. Yesung melemparkan bola ke Taeyeon yang telah berlari maju. Gawang sudah dekat. Apakah ia harus menembak langsung? Mungkin akan masuk. Dan ia akan memenangkan SM.
Tetapi Yesung telah berlari maju, dan sekarang lebih dekat dengan gawang! Ia harus melemparkannya pada Yesung! Dan tanpa ragu-ragu Taeyeon melakukannya.
Yesung menangkap bola dengan cermat. Langsung menembak ke arah gawang. Penjaga gawang berusaha menangkap bola itu. tapi bola melewati tongkat jaringnya, dan bersarang di sudut gawang! Gol untuk SM!
Dan hampir bersamaan terdengar peluit berbunyi. Pertandingan selesai!
“3 gol untuk SM!” seru wasit. “3-2! Untuk kemenangan SM!”
Kemudian semua penonton pendukung JYP juga bersorak ramai menyambut kemenangan lawan mereka. Sebuah pertandingan yang cukup menarik. Semua pemain telah bermain sebaik-baiknya.
“oh, hampir saja terlambat, Yesung,” kata TAeyeon terengah-engah kehabisan napas. “tepat sekali tembakanmu tadi!”
“tapi tidak mungkin itu kulakukan kalau kau tidak begitu tepat melemparkannya padaku,” Yesung juga kehabisan napas, harus bertopang pada tongkat lacrosse-nya. Mukanya merah padam. Badannya basah oleh keringat. “gila, Taeyeon! Kita menang! Coba pikirkan itu! kita belum pernah mengalahkan JYP. Aku senang sekali kau juga mencetak 1 gol! Oh, ya, luka di lututmu sebaiknya cepat diobati.”
Kedua tim meninggalkan lapangan. mandi. Sungguh segar terasa air dingin, sebab semuanya begitu kepanasan. Kemudian semua berjabat tangan. Kapten tim JYP menepuk punggung Seohyun, kapten tim SM.
“bagus sekali pertandingan tadi,” katanya. “ini pertama kalinya kami kalah dalam semester ini. selamat, ya!”
Mereka dijamu acara minum teh. Taeyeon tak begitu banyak makan siang tadi. Sekarang ia melahap apa saja yang terhidang. Sandwich, macam-macam kue, dan kimchi yang sangat lezat. Semua makan dengan lahap.
“aku ingin sekali segera pulang ke SM,” kataYesung pada Taeyeon. “untuk segera menceritakan berita baik ini. akhirnya aku bisa ikut main. Mudah-mudahan kita masih bisa bermain bersama untu kbanyak pertandingan lagi.”
“kau mencetak gol kemenangan itu begitu bagus,” kata Taeyeon dengan riang. “huff aku lelah sekali. Tapi juga senang sekali! Rasanya aku tidak bisa berdiri lagi. Kakiku begitu berat!”
Mereka memang kecapekan, tapi mereka masih bisa sibuk bercakap-cakap, tertawa, dan bercanda sambil duduk di ruang tunggu, menunggu kedatangan bus mereka. Senangnya bisa pulang membawa kemenangan!
Semua naik ke bus dan melambaikan tangan pada anak-anak JYP yang juga bersorak-sorai meriah sampai bus keluar dari sekolah itu.
Tak berapa lama kemudian anak-anak telah duduk kelelahan didalam bus. Muka mereka masih merah padam dan kaki mereka masih pegal-pegal karena terlalu banyak berlari. Hampir tak ada yang berbicara lagi.
Tetapi begitu mendekati sekolah SM, mereka duduk tegak, tak sabar untuk segera melihat sekolah mereka, tak sabar untuk melihat teman-teman mereka yang sudah pasti menunggu.
Selama setengah jam Sunny dan Sulli serta Amber menunggu. Dan begitu terdengar suara bus datang, mereka bersorak berlari ke pintu gerbang, diikuti oleh puluhan anak lainnya. Memang sudah menjadi kebiasaan sekolah SM untuk menyambut dengan meriah tim yang baru bertanding di tempat lawan.
Tim lacrosse itu juga bersorak-sorai liar saat bus mereka masuk.
“kita menang! Menang! 3-2! 3-2!
“kita menang! Hebat sekali permainan tadi!”
“ini pertama kalinya JYP kalah!”
“3-2! 3-2!”
Anak-anak SM bersorak-sorai seperti orang gila. Mereka menghambur mengerumuni bus, membantu anggota tim yang sudah hampir tak kuat lagi melangkah.
“hidup SM! hidup SM!” semua anak berteriak-teriak. “ayo cepat, ceritakan pada kami!” pinta Eunhyuk, Leeteuk dan Sungmin.
Tim lacrosse diarak menuju ruang auditorium. Para pimpinan sekolah ikut datang untuk mendengarkan peristiwa yang menggembirakan itu. Mr. Choi berpidato beberapa saat bahawa semua anggota tim telah main sangat baik. Kemudian Changmin bertanya.
“siapa yang mencetak gol?”
“Taeyeon, Sooyoung, dan Yesung!” kata Mr. Choi. “gol-gol yang indah. Gol Yesung sangat mendebarkan, sebab bebrapa detik terlambat saja maka waktu akan habis.”
“hidup Sooyoung! Hidup Taeyeon! Hidup Yesung!” gemuruh anak-anak berteriak. Ketiga anak itu berseri-seri bangga. Taeyeon hampir tak bisa menahan tangisnya. Bagaimana tidak bangga, pada pertandingan pertamanya ia telah menyumbangkan satu gol! Hampir tak bisa dipercaya.
Sooyoung sudah sering bertanding, maka ia hanya tersenyum-senyum saja. tapi bagi Yesung dan Taeyeon tentu saja sambutan meriah itu sungguh luar biasa.
Taeyeon menggandeng tangan Yesung dan berkata, “aku gembira kita bisa bermain bersama! Dan aku sangat senang bisa menyumbangkan sesuatu untuk SM walaupun hanya berbentuk sebuah gol. Waktu pertama kali kesini, aku sangat membenci sekolah ini. tapi sekarang aku menyukainya. Tunggulah sampai kau disini 1-2 semester. Kau akan menyukainya juga.” Kata Taeyeon terharu.
“aku bahkan sudah menyukainya sekarang,” kata Yesung mempererat genggaman tangan Taeyeon. “dan aku bertekad untuk menyumbangkan tidak hanya gol-gol dalam pertandingan, tapi lebih dari itu!” Taeyeon tersenyum senang mendengarnya.
Malam itu dihidangkan makanan khusus bagi anggota tim. Sosis panas muncul di meja makan mereka. Masing-masing anggota tim memperoleh 2 buah sosis. Jeongmal mashita! Lebih dari itu, semua anak yang kebetulan mempunyai makanan kecil juga membagikannya pada anggota tim, hingga saat lonceng untuk tidur berbunyi, perut Yesung dan Taeyeon sudah penuh dan sesak.
Amber merasa gembira seperti yang lain juga. Mukanya berseri-seri sewaktu membawa sekaleng permen untuk Taeyeon. Taeyeon memandangnya heran.
“Amber, kau sangat berbeda,” kata Taeyeon. “matamu selalu tersenyum, rambutmu berkilau. Kau berjalan seolah menari, dan bintik-bintik di wajahmu telah lenyap!”
Amber tertawa.
Ia telah menepati janjinya pada dirinya sendiri, tak makan permen sebutir pun. Ia tak lagi mementingkan dirinya sendiri, selalu ikut bergaul dan bercanda dengan yang lain. Sekarang ia berjalan dengan kepala diangkat, dan senyumnya siap terpancar. Kini ia merasa heran mengingat kenapa dulu ia bisa melakukan hal-hal yang bersifat nakal.
Ia telah mengembalikan buku Taeyeon yang dulu disembunyikannya, setelah membersihkannya dengan hari-hati. Dengan pipi merah ia mengembalikan buku-buku itu. hampir saja Taeyeon meluapkan amarahnya jika mengingat ia harus menderita karena ulah Amber. Tapi ia cepat menguasai diri dan mengucapkan terima kasih.
Dengan tekun dan rajin Amber mengerjakan scarfnya dengan sulaman halus. Ia membuat 2. Masing-masing bertuliskan kata ‘chingu’ dengan huruf Hangeul dan diberi gambar bunga-bunga ungu kecil untuk Taeyeon. Dan satu lagi mawar merah untuk Sulli.
Tepat saat Amber menyelesaikan sulamannya, Sulli datang dan melihatnya bekerja di kamarnya itu.
“wah, senangnya kalau aku juga ikut bertanding,” Sulli mulai berkata, dan menjatuhkan dirinya duduk dipinggir ranjangnya. “apa saja mau kulakukan asal diberi hadiah sosis panas untuk makan malam. Hei, Amber, kau sedang apa? Coba lihat.”
Sulli mendekati Amber dan memperhatikan pekerjaan Amber. “wah, halus sekali sulamanmu! Bunga-bunganya juga sangat cantik. Aku tidak yakin apa aku bisa menyulam sehalus ini. aku ingin memiliki scarf ini.”
“kau bisa memilikinya. Ini memang untukmu. Dan yang ini untuk Taeyeon.”
“wah! Tapi untuk apa?” heran Sulli.
“hanya sekedar untuk menghilangkan rasa kesalmu karena aku dulu mempermainkanmu,” Amber tersenyum. “nah, ini punyamu, Sulli. Pakailah, udara mulai dingin. Aku senang bisa memberikannya padamu.”
Sulli sangat berterima kasih. Diterimanya pemberian Amber itu. “kau baik sekali! Gomapta! Oh, itu Taeyeon! Hey, taeng! Lihat, kau dapat hadiah bagus nih!”
Segera keduanya asyik mengagumi pemberian indah itu. anak-anak lain yang melihatnya juga memuji-muji keindahannya. Amber merasa sangat bangga mendengar kata-kata mereka.
“rasanya lebih menyenangkan mengerjakan sesuatu untuk kesenangan mereka daripada untuk mencelakakan mereka,” batin Amber. “tapi rasanya aku tak akan pernah cukup berani untuk mengakui kesalahanku dihadapan seluruh sekolah. Sekarang aku lebih baik hati, lebih manis pula. Tapi aku tetap penakut.”
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Akhirnya menang juga… Jadi inget jaman sekolah dulu juga sempet mewakili untuk pertandingan basket *curcol mode on*
    Wah, Sulli-Taengoo-Amber bener2 rukun. Syal simbol persahabatannya bagus juga tuh!

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: