[FF] Trouble Maker – Chapter 23

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Don’t forget for RCL

-Trouble Maker- Chapter 23 : Surprise For Sunny
2 bulan dari semester Natal telah lewat. Rapat Besar telah diadakan 7 kali. Dan yang kedelapan akan diadakan Jumat ini. dalam rapat nanti itu akan dipilih seorang Pengawas baru, sebab salah seorang Pengawas lama, Kris, terpaksa harus tinggal di Sanatorium selama 1-2 minggu karena flu.
“bagaimana cara memilih Pengawas baru?” tanya Yesung. “belum ada Pengawas baru yang dipilih sejak aku ada disini. Semula kukira masa jabatan Pengawas satu bulan. Tapi sudah 2 bulan kita memiliki Pengawas yang sama.”
“ne, sebab Pengawas yang ada cukup bagus sehingga kita tidak menginginkan mereka diganti,” kata Sunny. “kalau kita menghendaki, setiap bulan kita bisa memilih Pengawas baru. Tapi tak ada gunanya memilih Pengawas baru kalau kita puas dengan Pengawas yang lama. Kukira saat ini semua Pengawas kita sangat bagus.”
“benar,” kata Taeyeon. ‘tadinya kukira jadi Pengawas sungguh tidak enak, harus menaati semua peraturan dan menjaga agar anak lain juga menaati peraturan itu. tapi sekarang berubah pendapat. Kurasa pasti menyenangkan kalau kita dipercaya oleh begitu banyak anak, dan menjadi tempat meminta tolong dan nasihat.”
“memang orang yang akan menjadi cukup berarti di dunia ini adalah mereka yang bisa dipercaya orang lain dan bisa dimintai pertolongan,” kata Sulli. “dan kita mendapat pelajaran untuk itu di SM ini. suatu hari nanti aku ingin sekali menjadi seorang Pengawas. Tapi seperti kau, taeng, rasanya keinginan tersebut tidak akan mungkin terkabul.”
“tapi belum ada yang menjawab pertanyaanku,” kata Yesung .
“apa pertanyaanmu tadi?” tanya Taeyeon.
“aku bertanya bagaimana Pengawas dipilih. Mereka dipilih oleh kita, oleh Juri, oleh hakim, atau oleh siapa?”
“mula-mula seluruh sekolah yang memilih,” kata Changmin. “tiap anak menulis di atas kertas nama anak yang mereka anggap baik untuk menjadi Pengawas, lalu ditutup rapat, dan diserahkan pada Juri.”
“lalu bagaimana?” tanya Yesung.
“lalu DewanJuri memilih 3 nama yang emndapat suara terbanyak,” kata Changmin. “kemudian setiap anggota Dewan Juri itu memilih satu nama yang terbaik menurut mereka masing-masing. Hasil pemilihan mereka diserahkan pada Hakim, Siwon dan Boa.” Kedua Hakim itu lalu memilih satu nama dari hasili pilihan Dewan Juri, dan terpilihlah seorang Pengawas baru.”
“oh, begitu.” Kata Yesung mengangguk-angguk. “sepertinya memang adil, semua memperoleh kesempatan untuk menyatakan pendapat. Itulah salah satu yang kusukai di SM ini. semua diberi kesempatan berbicara.”
“aku tak bisa berpikir siapa yang akan kupilih,” kataSulli. “sulit sekali menentukannya.”
“nado,” Sunny merenung. “sungguh suatu kehormatan untuk dipilih, jadi kita harus berpikir baik-baik, yang kita pilih haruslah orang yang memang pantas mendapat kehormatan itu.”
“bolehkah aku berjalan bersamamu dalam perjalanan pengamatan alam nanti?” Amber bertanya pada Sunny. “TAeyeon tidak bisa ikut, ia harus berlatih music dengan Kangta.”
“boleh,” kata Sunny. “tapi jangan datang terlambat, sebab aku yang harus memimpin nanti. Jadi kalau kau ingin berjalan bersamaku, kau harus datang tepat waktu.”
Amber datang tepat pada waktunya. Kedua anak itu berangkat dengan membawa buku catatan mereka, diikuti anak-anak lain yang juga berjalan berdua-dua. Mereka diharuskan mencari bunga ivy, jenis tanaman sulur-suluran, santapan terakhir serangga-serangga musim itu. mereka harus mencatat dan menggambar serangga-serangga yang mereka dapati pada bunga tersebut.
Sungguh menyenangkan berjalan-jalan berdua di sepanjang jalan setapak dan melintasi padang. Matahari musim dingin yang pucat bercahaya lembut, langit pun berwarna biru muda. Semua pohon sudah tak berdaun lagi, kecuali pohon pinus dan pohon fir yang ujung daun-daunnya berkilauan karena tetasan embun beku.
Amber menggumamkan sebuah lagu sambil matanya mencari bunga ivy. Sunny memandang heran padanya.
“aneh juga perubahan yang terjadi pada seseorang,” kata Sunny. “semester yang lalu aku menyaksikan betapa Taeyeon yang badung dan nakal berubah menjadi baik dan manis. Aku dan Yesung yang semula pemalu dan selalu merasa kesepian berubah menjadi senang bergaul. Dan sekarang aku juga berubah!”
“ne, ara. Tapi ada satu hal dariku yang tak bisa berubah, Sunny. Aku tetap seorang penakut.”
“apa maksudmu? Apa kau takut pada sapi, misalnya?” tanya Sunny heran.
“aniyo, tentu tidak. Aku takut akan pikiran orang lain. Itu lebih mengerikan daripada sapi! Tak seorang pun kecuali kau, Sulli, Sooyoung, dan Taeyeon yang tahu perbuatan jahatku. Ah, ya, juga Siwon dan Boa. Dan aku tahu pasti, misalkan saja yang berbuat itu kau, atau Sulli, atau Taeyeon, pastilah kalian dengan berani mengakuinya dihadapan seisi sekolah waktu Rapat Besar. Tapi aku tidak berani berbuat seperti itu.”
“tapi kenapa tidak? Kau tahu bahw seluruh murid akan sangat memuji keberanianmu mengaku. Dan ini akan mengurangi rasa marah mereka pada perbuatan jahatmu. Lain halnya kalau, entah karena apa, tersebar berita bahwa kaulah yang berbuat dan tidak mau mengaku. Semua akan tambah membencimu. Bahkan kau sendiri akan merasa benci pada caramu mengambil keputusan. Semua orang emmiliki keberanian yang sama. Hanya ada yang tidak bisa memutuskan kapan menggunakan keberanian tersebut.”
“jinjja?” tanya Amber. “maksudku, apakah aku juga punya keberanian? Apakah kau bisa menggunakannya kalau aku menghendakinya? Aku tidak harus menjadi penakut?”
“kau sungguh bodoh,” kata Sunny menggandeng tangan Amber. “bear! Tak seorang pun harus menjadi penakut. Setiap orang bisa menggunakan keberanian mereka pada saat mereka memutuskan utnuk menjadi berani. Cobalah di Rapat Besar nanti. Kau akan mengerti apa yang kumaksud.”
Saat itu mereka menemukan sekelompok bunga ivy yang sedang berkembang, dan percakapan mereka pun terputus. Mereka sibuk menulis dan menggambar. Namun Amber sebenarnya masih memikirkan kata-kata Sunny. Sungguh bagus kalau kata-kata itu benar. Kalau memang semua orang punya keberanian tersembunyi, tidak perlu ada penakut didunia ini! mereka tinggal menentukan saja kapan harus menggunakan keberanian itu.
“akan kucoba apakah aku bisa menggunakan keberanianku di Rapat berikutnya,” kata Amber dalam hati, walaupun makin dipikir, ia makin takut. “sungguh mengecilkan hati melihat anak-anak lain dengan mudah berdiri dan memberikan pengakuan mereka, sementara aku membuka mulut saja tidak berani.”
Sore itu sewaktu Rapat akan dimulai, Amber duduk dengan kaki gemetar, mencoba mengumpulkan keberaniannya. Ia tak berkata apa-apa pada sahabatnya. Dan Rapat pun di mulai. Uang dikumpulkan ,dibagikan, lalu diberikan tambahan pada mereka yang membutuhkan. Ada yang ditolak, ada yang diterima. Kemudian sampailah pada acara keluhan dan laporan.
Hanya ada satu laporan dan satu keluhan. Semuanya ditanggapi dengan cepat.. kemudian sebelum melanjutkan acara dengan pemilihan Pengawas Baru, Siwon minta waktu untuk bicara.
“ada pengumuman sedikit,” kata Siwon. “dengan ini diumumkan bahwa Suho telah kembali ke kamar tidurnya, dan sekarang ia tak lagi mendengkur.”
Semua tertawa dan bebapa anak malah bertepuk tangan. Suho pun ikut tertawa.
Kemudian Siwon minta agar hadirin tenang. “aku juga ingin mengumumkan bahwa berdasarkan pengamatan banyak orang, maka dengan bangga dan gembira kami menyatakan sangat puas akan perkembangan yang terjadi pada diri Yesung. Dari semua pengawas, Boa dan aku menerima laporan-laporan yang sangat memuaskan. Dari pengurus kuda didapat keterangan bahwa ia hampir tak bisa bekerja lagi tanpa Yesung.”
Yesung berseri-seri kegirangan. Dan semua hadirin juga merasa senang bahwa bantuan mereka untuk memperbaiki pribadi Yesung telah berhasil dengan baik.
Dan saat itulah Amber mendapatkan keberaniannya. Tahu-tahu ia sudah berdiri, kakinya tak lagi gemetar dan suaranya mantap. Ia memandang para Hakim dan Dewan Juri lurus ke depan.
“aku ingin mengatakan sesuatu yang mestinya sudah kukatakan sejak dulu.” Kata Amber. “aku ingin mengatakan bahwa akulah yang melakukan perbuatan-perbautan yang dituduhkan pada Yesung. Sebelum ini aku terlalu takut untuk mengakui perbuatan itu.”
Hening seketika. Semua orang terpesona. Mereka yang belum tahu merasa terkejut akan kenyataan itu. mereka yang sudah tahu terkejut melihat keberanian Amber. Apa yang menyebabkannya mengaku?
Kemudia Boa berbicara, “lalu apa yang membuatmu berani mengaku kali ini?”
“sesuatu yang dikatakan Sunny padaku. ia berkata bahwa tak ada perlunya bagi seseorang untuk merasa takut. Menurutnya semua orang punya keberanian, yang jadi soal adalah bagaimana kita bisa menggali keberanian itu dan menggunakannya. Aku telah menggali keberanianku, dan menggunakannya. Sunny memang benar. Sekarang aku tak merasa takut lagi.”
“gomawo, Amber,” kata Boa.
Amber duduk. Kepalanya terasa ringan. Seakan beban berat telah diambil dari pundaknya. Ia telah mendapatkan keberaniannya dan tidak akan melepaskannya lagi.
“kita tidak akan membicarakan apa yang baru saja diakui oleh Amber,” kata Boa. “kami sangat gembira bahwa akhirnya ia punya keberanian untuk mengaku. Tentu saja aku dan Siwon sudah mengetahuinya, dan kami berharap suatu hari ia akan cukup berani mengaku pada kalian semua. sekarang ia sudahmengakui perbuatannya, dan kami semua sangat senang.”
“sekarang kita akan melanjutkan acara dengan pemilihan Pengawas baru,” kata Siwon. “seohyun, tolong bagikan kertas-kertas suara.”
Seohyun pun membagikan kertas yang dipotong kecil-kecil itu.
Setiap anak menuliskan nama anak yang dipilihnya, nama seseorang yang mereka anggap cukup baik untuk dijadikan Pengawas. Kertas-kertas tadi kemudian dikumpulkan oleh Juri, dibuka, dan dihitung. Tiga nama yang memiliki suara terbanyak disisihkan. Dan anggota Dewan Juri memilih dari ketiga anak ini, siapa yang dianggap terbaik. Juri-juri ini juga menulis di kertas, yang secara tertutup diberikan pada kedua Hakim.
Siwon dan Boa membuka kedua belas kertas itu dan membaca pilihan Dewan Juri. Mereka berunding dengan suara perlahan, sementara hadirin menunggu dengan perasaan tegang, sunyi senyap, menunggu siapa yang akan terpilih.
Kemudian Siwon mengetuk meja. Kesunyian mekin terasa. “tampaknya tak terlalu sulit untuk menjatuhkan pilihan kali ini,” kata Siwon. “tampaknya hampir semua diantara kalian telah memilih nama yang sama. Nama ini muncul di hampir semua kertas suara. Lee Sunny!”
Riuh rendah sorak-sorai dan tepuk tangan. Muka Sunny merah padam bagaikan kepiting rebus. Ia sama sekali tak menduga akan terpilih! Agaknya seluruh isi sekolah telah mendengar betapa bijaksananya Sunny dari apa yang dikatakan oleh Amber. Sekarang Sunny memperoleh pahalanya. Ia jadi Pengawas!
“kami memperoleh laporan yang sangat baik tentangmu dari para Pengawas,” kata Boa. “kami tahu bahwa kau bisa dipercaya, kau baik hati, dan cukup bijaksana bila mengingat umurmu. Kami yakin kau akan berusaha sebaik mungkin untuk sekolah kita. Majulah dan duduklah di meja Pengawas, Sunny. Kami dengan gembira menerimamu di meja Juri.”
Sunny pergi ke meja Juri, bangga dan bahagia. Taeyeon bertepuk tangan sekeras-kerasnya. Ia begitu bangga dan gembira karena Sunny memperoleh kesempatan itu.
“Sunny pantas menerimanya.” Batin Taeyeon. “sangat pantas! Ya Tuhan, senang sekali kalau aku bisa jadi Pengawas. Tapi kurasa aku sama sekali tak punya bakat untuk itu. sama sekali tidak.”
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Tuh kan… cewek si pembawa apar pemadam kebakaran pasti akan berakhir bahagia juga! Hahahahahahaha… emang berat kalau harus jadi Sunny. Selain karena harus bawa2 tabung apar 6kg *loh-kok?* nggaklah… sedari awal Sunny tidak tertarik untuk mencari masalah dan justru selalu menenangkan Taeyeon yang beberapa kali masih sering terpancing emosi.
    Peran sahabat macam Sunny ini langka dalam kehidupan nyata kita. Daebak!

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: