[FF] Trouble Maker – Chapter 26 (Last Part)

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Here we go! the last part of Trouble Maker! 😀
Don’t forget for RCL

-Trouble Maker- Last Chapter : Sweet Surprise
Minggu terakhir semester. Ulangan dilakukan setiap hari. Semua bekerja keras untuk meraih nilai-nilai terbaik. Terutama Taeyeon, Yesung, dan Amber. Mereka belajar lebih keras dari anak-anak lain! Taeyeon ingin berada diurutan teratas di kelasnya. Begitu juga Yesung. Sedangkan Amber ingin mendapat angka tertinggi paling tidak disalah satu mata pelajaran, dan bisa berada pada posisi mendekati urutan teratas. “senang sekali jika bisa kukatakan pada eomma bahwa aku mencapai angka tertinggi disalah satu pelajaran.” Pikir Amber. “dulu aku selalu dekat dengan kedudukan juru kunci, dan eomma tidak pernah marah. Akan merupakan kejutan manis baginya kalau ternyata aku meraih angka tertinggi disalah satu mata pelajaran!”
Pergelangan tangan Taeyeon sudah jauh lebih baik. Tapi masih tak boleh menggunakannya untuk main piano, berkuda, berolahraga, atau menggali tanah di kebun.
Di pertunjukan akhir nanti ia akan bernyanyi bersama Kyuhyun, Jessica, dan Donghae dengan membawakan lagu Way Back Into Love. Hanya itu.
Ia tidak main drama, dan tidak duet piano dengan Kangta. Sungmin yang menggantikan tempatnya.
Ia mencoba bersikap ceria. Ia berusaha agar tak ada yang tahu bahwa sebenarnya kadang-kadang ia merasa sangat sedih. Ia telah mencoba bangkit dari kesedihannya dan berusaha keras untuk membantu yang lain, dengan cara apapun. Ia telah mengecat mahkota-mahkota untuk pertunjukan drama. Ia telah membuat lukisan pemandangannya sangat indah.
Ia telah membuat 12 buku acara terbaik yang pernah dibuat disekolah itu. Mrs. Park akan menerima salah satu buku acara itu. begitu juga Mrs. Seo dan Mr. Sooman. Taeyeon sangat bangga karenanya.
Ia telah membacakan buku bagi Kris.
Menemaninya memainkan berbagai permainan tiap hari, sampai Kris boleh meninggalkan Sanatorium. Sementara itu berbagai pekerjaan Ibu Asrama dikerjakannya juga. Ia tidak bisa membantu Changmin dikebun seperti biasanya, tapi ia bisa membantu menulis daftar benih bunga yang akan ditanamnya musim semi nanti. Ia pun dengan penuh perhatian mendengarkan cerita Changmin tantang apa yang sedang dikerjakannya bersama Sehun.
“Taeyeon benar-benar luar biasa,” kata Sunny. “ia bisa jadi anak paling badung di sekolah kita, ia juga bisa jadi anak terbaik!”
Taeyeon ikut menonton pertandingan hockey, atau lacrosse. Ia bersorak-sorai gembira walaupun dalam hati ia merasa sedih karena tak bisa ikut main. Sungguh tidak menyenangkan untuk tidak bisa melakukan apa saja yang disenanginya.
“satu hal yang paling kusukai darimu adalah kemampuanmu untuk menanggung kesedihan dengan hati riang.” Kata Kangta pada Taeyeon.
Rasanya 2 minggu terakhir ini Taeyeon memberikan kesan tersendiri bagi semua murid SM. waktu yang 2 minggu itu membuat nama Taeyeon membumbung tinggi di mata mereka. Apa pun yang dilakukannya di masa lalu, terhapus oleh apa yang apa yang dilakukannya saat itu. semua anak mengaguminya. Semua tahu betapa pemarahnya ia dulu, tak sabaran dan bandel! Mereka tahu pasti, sangat berat untuk mengubah pribadi seperti itu menjadi seorang yang selalu ceria, sabar, dan siap membantu anak lain. Semua bangga pada Taeyeon.
Akhirnya hari terakhir tiba. Pertunjukan akhir semester yang dinanti-nantikan itu pun tiba. Sore yang semarak. Semua orangtua murid yang tak berhalangan, datang untuk menyaksikannya. Kedua orangtua Taeyeon, Mr. Kim dan Mrs. Kim, juga hadir. Mereka tinggal di sebuah hotel di dekat SM, agar keesokan harinya bisa membawa Taeyeon pulang. Taeyeon gembira sekali dengan kehadiran keduanya. Dipeluknya mereka erat-erat. Keduanya merasa sedih bahwa pergelangan tangan yang sakit membuat Taeyeon tak jadi menunjukan kemahirannya bermain piano.
“gwaenchanha, appa, eomma,” kata Taeyeon. “aku tetap akan tampil bernyanyi dengan beberapa temanku.”
Orangtuanya sangat mengagumi buku acara yang khusus dibuat oleh Taeyeon.
“ini kubuat untuk eomma dan appa,” bangga Taeyeon. “bagus, kan? Ketiga pimpinan sekolah juga memiliki buku acara buatanku. Dan, eomma, appa, pada pementasan drama nanti harap kalian perhatikan mahkota-mahkota emasnya. Semuanya aku yang mengecat. Juga pepohonan di panggung.”
Pertunjukan sukses. Dramanya lucu, hadirin tertawa terpingkal-pingkal. Sulli dan Amber sangat bangga karena merekalah yang menulis skenarionya. Kangta memainkan biolanya dengan sangat indah mempesona, kemudian ia berduet dengan Sungmin pada piano, penampilan yang sebenarnya akan dimainkan oleh Taeyeon.
Taeyeon merasa sedih mendengarkan duet tersebut, tapi ia berhasil memaksa diri untuk tersenyum dan bertepuk tangan paling keras saat duet itu berakhir. Dari sudut matanya Taeyeon melihat bahwa Sunny, Sulli, Yesung, Amber, Sooyoung, dan Changmin memperhatikannya.
Ia tahu bahwa sahabat-sahabatnya itu pasti bangga padanya, sebab ia masih mampu tersenyum dan bertepuk tangan, walaupun mereka tahu dalam hati sangat kecewa.
Penampilan terakhir adalah pertunjukan kwartet Taeyeon, Kyuhyun, Jessica, dan Donghae. Mereka naik ke panggung berpasangan. Alunan piano lagu Way Back Into Love yang dimainkan Kangta memulai pertunjukan itu dengan disusul suara merdu Taeyeon dan langsung mendapat applause yang meriah.
[Taeyeon] I’ve been living with a shadow over head, I’ve been sleeping with a cloud above my bed
[Jessica] I’ve been lonely for so long, trap in the past I just can’t seem to move on
[Kyuhyun] I’ve been hiding all my hopes and dreams away, just in case I ever need ‘em again someday
[Donghae] I’ve been setting aside time, to clear a little space in the corners of my mind
[KyuTae] All wanna do is find a way back into love, I can’t make it true without a way back into love
[Taeyeon] I’ve been watching but the stars refuse to shine, I’ve been searching but I just don’t see the signs
[Jessica] I know that it’s out there, there’s gotta be something for my soul somewhere
[Kyuhyun] I’ve been looking for someone to shed some light, not somebody just to get me through the night
[Donghae] I could use some direction and I open to your suggestion
[KyuSica] All I wanna do is find a way back into love
[KyuTaeHae] I can’t make it through without a way back into love
[KyuSica] And if I open my heart again, I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end
[Taeyeon] There are moments when I don’t know if it’s real, or if anybody feels the way I feel
[Jessica] I need inspiration not just another negotiation
[KyuSicaHae] All I wanna do is find a way back into love, I can’t make it through without a way back into love
[KyuTae] And if I open my heart to you, I’m hoping you’ll show me what to do, and if you help me decide again, you know that I’ll be there for you in the end~
Sorak-sorai, riuh-rendah, tepuk tangan di akhir 2 couple itu. Taeyeon tampak senang berhasil menampilkan penampilannya.
“good job, Taeng!” kata Kyuhyun sambil memegang tangan kanan Taeyeon membantunya menuruni tangga panggung.
“nado, gomawo, Kyu!”
Diakhir pertunjukan hasil ulangan umum terakhir diumumkan. Taeyeon mendengarkan dengan dada berdebar keras. Begitu juga Yesung dan Amber. Sulli tidak begitu peduli, asal dekat dengan kedudukan puncak ia sudah akan merasa senang. Amber lebih tegang sebab ia telah berusaha keras. Paling tidak jangan sampai ia masih berada dekat dengan juru kunci.
Akhirnya Mrs. Park sampai pada laporan untuk kelas Taeyeon. “Song seonsaengnim berkata bahwa kelas ini telah membuat kemajuan pesat. Semuanya berusaha keras. Beberapa orang murid memperoleh kemajuan luar biasa. Di tempat pertama, Kim Taeyeon dan…”
Kata-kata Mrs. Park terputus oleh sorak-sorai gemuruh. Semuanya tampak sangat gembira bahwa Taeyeon mencapai kedudukan puncak di kelasnya. Yesung juga bertepuk tangan kuat-kuat. Ia berharap ia bisa mencapai kedudukan nomor 2. Tadinya ia memang mengincar kedudukan pertama, tapi, yah, nomor 2 pun boleh.
Mrs. Park mengangkat tangan minta agar anak-anak diam. “chakkaman,” katanya. “biarkan aku menyelesaikan kalimatku. Di tempat pertama; Kim Taeyeon dan Kim Yesung! Keduanya mencapai nilai yang sama, maka keduanya menduduki tempat pertama!”
Yesung duduk tegak. Wajahnya berseri oleh rasa terkejut dan gembira. Jadi ia dan Taeyeon menduduki tempat teratas bersama-sama! Ini jauh lebih menyenangkan daripada berada sendirian di puncak atas. Taeyeon yang duduk dibelakangnya langsung menepuk punggungnya keras-keras.
“Yesung!” kata Taeyeon dengan wajah bersinar gembira. “jeongmal haengbokhae! Aku lebih suka berada dipuncak teratas bersamamu daripada sendirian! jinjja!”
Yesung mengangguk dan tersenyum. Ia tak bisa berbicara karena begitu gembira. Ia tidak sepandai Taeyeon, jadi keberhasilannya mencapai puncak teratas adalah semata-mata hasil kerja kerasnya! Betapa bangganya ayah dan ibunya, tampak dari tempat dia duduk.
Mrs. Park membaca daftarnya. Sulli keempat. Sunny kelima. Dan kedua anak itu sangat gembira. Amber keenam, jauh dari kedudukan juru kunci. Dan ia memeproleh nilai terbaik di mata pelajaran sejarah! Pipinya memerah saat Mrs. Park membacakan hal itu. ia dekat kedudukan puncak, dan mendapat nilai tertinggi dalam sejarah! Amber berpaling kearah tempat duduk para tamu. Dilihatnya ibunya. Sekali lihat saja Amber merasa ibunya sama bangganya dengan ibu-ibu lain!
“aku tak tahu apa yang dilakukan oleh SM pada uri-Amber,” pikir Mrs. Liu, ibu Amber. “ ia tampak berbeda. Tadinya ia begitu biasa wajahnya. Kini tampak cantik bila tersenyum. Dan betapa bahagia dan riangnya ia berkumpul dengan teman-temannya!”
Suatu sore yang indah. Dan malam harinya Rapat Besar terakhir diadakan. Siwon baru mengumumkan bahwa aka nada suatu kejutan nanti setelah segala kegiatan selesai dilaksanakan.
Kotak uang dikosongkan, isinya dituang dimeja dan dibagi rata untuk semua murid. Ini selalu dilakukan setiap akhir semester. Anak-anak gembira menerimanya, sebab ini berarti mereka akan memulai masa liburan mereka dengan sejumlah uang di saku.
Kemudian Siwon berkata, “dengan sangat menyesal aku mengumumkan bahwa kita akan kehilangan Key dalam semester mendatang. Ayah-ibu Key akan pergi ke luar negeri dan ia akan ikut mereka. Maka kita tidak akan bertemu dengannya lagi sampai ia kembali. Dan itu mungkin memakan waktu 6 bulan.”
Keadaan hening. Semua mendengarkan dengan penuh perhatian. “disini aku merasa terpanggil untuk berkata, bahwa kami sangat berterima kasih pada Key. Ia telah melakukan tugasnya sebagai Pengawas dengan sangat baik dan bijaksana selama beberapa semester. Ia telah melakukan banyak sekali tindakan yang menggambarkan kebaikan hatinya, tindakan yang sering tidak pernah kita ketahui dan hanya dinikmati oleh mereka yang dibantunya. Kami akan sangat kehilangan dia, dan kami akan sangat gembira bila ia nanti kembali ke tengah-tengah kita.”
“gomaseumnida,” sambut Key dengan muka merah. Ia seorang anak yang pendiam dan pemalu, tapi sangat disukai oleh semua anak. Seluruh sekolah memang merasa kehilangan atas kepergiannya.
“karena Key tidak akan berada diantara kita semester mendatang, maka kita harus memilih seorang Pengawas baru untuk menggantikannya,” kata Boa. “kalau kalian kehendaki, tentu saja Kris bisa kembali menjadi Pengawas, menggantikan Key. Tapi kalian boleh juga memilih orang lain, yang kalian anggap patut menjadi Pengawas. Sooyoung, bagikan kertas suara!”
Sooyoung berdiri, membagikan secarik kecil kertas kepada setiap murid yang ada disitu. anak-anak itu agak lama termenung, berpikir. Agak sulit juga tiba-tiba harus memilih, tanpa lebih dahulu mereka membicarakannya. Taeyeon menggigit-gigit pensilnya. Ia harus menulis nama siapa?
Akhirnya ia memutuskan untuk memilih nama Shim Changmin. Walaupun dalam hati ia merasa bahwa Changmin bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan Pengawas dengan hanya satu hal yang sangat diketahui Changmin, yaitu berkebun. Tapi tidak apa kalau ia diberi kesempatan. Maka akhirnya Taeyeon menulis di kertasnya : Shim Changmin.
Segera juga yang lain selesai menulis. Kertas-kertas dikumpulkan oleh Dewan Juri, dibuka dan dihitung. Setelah diketahui nama tiga calon dengan suara terbanyak, para Juri menuliskan pilihan mereka, dan menyerahkannya pada kedua Hakim.
Siwon dan Boa membaca kertas-kertas pilihan para Juri, membicarakannya dengan perlahan. Kemudian, Siwon mengetuk meja.
“tiga nama telah memperoleh suara terbanyak,” kata Siwon. “Shim Changmin, Kim Yesung, yang terutama dipilih oleh anak-anak kecil dank au mesti bangga untuk itu, Yesung, dan………Kim Taeyeon!”
Terlompat Taeyeon dari tempat duduknya. Tak pernah terpikir olehnya bahwa ada yang memilih namanya. Tak pernah terpikir olehnya ada anak yang menganggap ia cukup bijaksana untuk menjadi Pengawas! Suatu kejutan besar!
“dalam semester ini, kita telah mendengar banyak tentang Kim Taeyeon,” kata Siwon. “ada yang baik, ada yang buruk. Tapi baik Boa maupun aku telah memperhatikan betapa baiknya Taeyeon menanggung beban kekecewaan akhir-akhir ini. ia melupakan kekecewaannya, melupakan kepentingan dirinya dan giat membantu anak lain, membantu kelasnya. Maka tidak heran kalau banyak yang memilihnya.”
“kami tahu bahwa kekecewaannya itu datang padanya karena ulahnya sendiri,” Boa melanjutkan kata-kata Siwon. “tapi kita tidak boleh lupa bahwa ia sampai mengorbankan pergelangan tangannya karena mencoba menghentikan kuda Sehun. Itu suatu tindakan yang sangat berani. Taeyeon, kau memang campuran berbagai sifat. Kau bisa berbuat konyol, tapi kau juga bisa berlaku bijaksana. Kau bisa tidak sabaran, tapi kau juga bisa bersabar. Kau bisa bertindak keji, tapi kau juga bisa baik hati. Diatas semua itu kita tahu bahwa kau selalu berusaha untuk berlaku adil, bijaksana, dan setia.”
Boa berhenti sejenak. Taeyeon menunggu, dadanya berdebar keras. Apakah Boa akan mengatakan bahwa ia harus mencoba lagi, berusaha lagi, dan baru semester yang akan datang bisa jadi Pengawas kalau ia berusaha lebih baik?
Tidak. Boa ternyata tidak mengatakan begitu. Ia tersenyum pada Taeyeon dan berkata lagi, “Taeyeon, baik aku maupun Siwon telah sangat mengenalmu sekarang. Dan kami yakin kalau kami mengangkatmu menjadi Pengawas, kau tidak akan mengecewakan kami. Kau akan memperlakukan anak lain lebih daripada kau memperlakukan dirimu sendiri. karena itu kami merasa cukup aman untuk memanggilmu maju, dan duduk di meja para Pengawas, serta minta padamu untuk berusaha menjadi yang terbaik dalam semester yang akan datang.”
Dengan pipi serasa terbakar dan mata bersinar-sinar Taeyeon maju ke meja juri. Belum pernah ia begitu bangga dan bahagia. Ia tak peduli tak bisa berduet dengan Kangta di pertunjukan sekolah. ia tak peduli tak bisa main di berbagai pertandingan dan permainan olahraga. Nasib sialnya ternyata telah berubah menjadi nasib luar biasa baiknya. Ia telah diangkat menjadi Pengawas!
Ia mengambil tempat disamping Sunny yang langsung menjabat tangannya dan berbisik, “Taeyeon-ah, aku senang sekali!”
Dan disinilah kita meninggalkan Taeyeon. Duduk di meja Pengawas, melamunkan berbagai rencana hebat yang akan dilaksanakannya semester berikutnya. Ia jadi Pengawas! Jinjja? Si Trouble Maker itu sekarang jadi Pengawas?
“walaupun aku jadi Pengawas, mungkin sekali aku masih akan melakukan beberapa tindakan konyol.” Pikir Taeyeon. “Tapi tidak apa. Aku telah mendapat kesempatan ini. dan akan kutunjukkan pada semua orang bahwa aku mampu berbuat sesuatu dalam semester nanti!”
Kita harap Taeyeon akan mampu membuktikan kemampuannya!

-THE END-

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. Bagus unnie! Tapi, sayang gak ada KyuTae nya.

  2. akhirnya baca sampai endingnya juga.. 🙂
    ceritanya bagus 🙂

  3. Bagus chingu ..
    Walaupun ga ada kyu tae nya ..
    😦 ..

  4. Puji seol Ienwho

    Persahabatann yang indahh bgt hhuuaaahhh q jdi taeng unni rasanya seneng bgt hehhe

  5. aku ingin mempunyai persahabatan seperti itu :’)

  6. sedih… :’)
    bguss bgt cerita nya unnie…..

    oh ya,aku reader bru dsini…

  7. bgus bgt cerita nya unnie 🙂

    aku reader bru dsini

  8. Nurati Suchi

    Uri Taeng, jjang!
    Aku suka endingnya.
    Simple, tapi menarik.
    Alurnya jelas. Persahabatan itu indah. Sangat indah.
    Bagus, Chingu^^
    Aku suka..!!! 🙂

  9. Daebak eun !
    Critanya hnya terjurus pada Taeyeon yaa ??
    Oce dehh,, thanks ya eun,, maaf aku gk bisa comment di eps sblum’a,,

  10. Wah… ending juga… entah kenapa di dua chapter keseruannya berkurang.. yah mungkin karena emang udah pada cooling down. Hehhhehhhe..
    Bagus Chingu, buat lagi ya…
    Semoga di karya berikutnya minim typo-hahahaha..
    Good job, gomawo…

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: