[FF] Trouble Maker – Chapter 6

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.

–Trouble Maker– chapter 6 : Sulli’s Mouse

Taeyeon tidak bisa tidur nyenyak malam itu. ia berguling-guling gelisah di tempat tidurnya memikirkan rapat Besar tadi dan Yesung yang ia benci. Memalukan ia harus meminta maaf pada anak itu. ia harus bisa menangkap basah Yesung saat membully anak-anak kecil.

Keesokan harinya Taeyeon begitu capek dan matanya terasa sangat berat. Sulit sekali berkonsentrasi pada pelajaran, apalagi pelajaran bahasa Prancis. Mrs. Han sangat gusar melihatnya.

“Kim Taeyeon! Kenapa kau tidak menghafalkan kata kerja yang di tugaskan kemarin?” tegur Mrs. Han. “neo jinjja! Diam saja dan setengah mengantuk juga tidak memperhatikan kata-kataku!”Diam-diam Yesung mengeluarkan evil smirknya. Taeyeon melihat itu dan berusaha bersabar supaya tidak mengeluarkan kata-kata kasar.

“bagaimana? Kau tidak punya lidah?” tanya Mrs. Han tidak sabar. “kenapa kau tidak menghafalkan kata kerja kemarin?”

“kemarin aku sudah menghafalnya.” Jawab Taeyeon. “tapi entah kenapa hari ini aku jadi lupa semuanya.”

“kalau begitu hari ini kau harus menghafalnya lagi!” kata Mrs. Han dengan tajam. “kalau sudah hafal, temui aku dan ucapkan didepanku!”

“ne.” Jawab Taeyeon menunduk.

Tapi Mrs. Han masih merasa tidak puas. “kau boleh saja hanya berkata ‘ne’ begitu saja dengan caramu yang tidak sopan itu. kau harus berkata ‘ne, Han seonsaengnim’.”

“ne, Han seonsaengnim” kata Taeyeon. Dalam hati ia sangat kesal memikirkan Yesung yang pasti senang melihat hal ini. ingin rasanya ia mencabuti rambut hitam anak kurang ajar itu sekali lagi.

Selanjutnya pelajaran berjalan cukup lancar. Taeyeon bertekad untuk tidak memberi kesempatan dirinya menjadi bulan-bulanan kemarahan gurunya, sebab itu akan membuat Yesung semakin girang(?). tapi ia tidak bisa dengan mudah memusatkan pikiran pada pelajaran. Begitu ia berpikir, yang ia pikirkan adalah Yesung dan cara bagaimana ia bisa menjebak anak itu saat sedang membully anak lain.

Sorenya saat Taeyeon sedang berlatih piano, Tiffany, Sunny dan Sooyoung mengadakan pertemuan kecil. Merundingkan sahabat mereka itu.

“kita harus menjaga agar Taeyeon tidak bertemu dengan Yesung. Paling tidak untuk beberapa hari,” kata Sunny. “Taeyeon sangat marah dan membenci Yesung. Sedikit saja Yesung mencibirkan bibirnya saat mereka bertemu, Taeyeon langsung menyerangnya.”

“ne. ku pikir setelah beberapa hari kemungkinan besar kemarahan Taeyeon sudah mereda dan melupakan kejadian ini.” kata Sooyoung. “kita harus memberinya kegiatan, agar selalu jauh dari Yesung. Misalnya, kita ajak dia turun ke desa atau menyibukannya dengan berkebun bersama Changmin. Kupikir lebih jarang bertemu dengan Yesung lebih baik. Aku sendiri sebenarnya muak juga melihat anak itu.”

Hari-hari berikutnya Taeyeon dibuat sangat sibuk oleh teman-temannya. “ayolah, bantu aku memilih pita rambut, Taeng.” Pinta Tiffany. “aku harus membeli yang baru.

“Taeng, ayo latihan menangkap bola lacrosse,” ajak Sooyoung. “sepertinya kau semakin pandai bermain lacrosse. Kalau kau rajin berlatih, mungkin kau bisa jadi pemain utama kita.”

“Taeng, kita diminta Changmin membantunya mengumpulkan sampah untuk api unggun.” Pinta Sunny. “kajja!”

Begitulah. Hampir setiap saat Taeyeon harus berlari kesana kemari. Ia jarang bertemu Yesung kecuali di kelas. Tapi ia tidak melupakan tekadnya untuk menangkap basah Yesung membully anak-anak.

Tapi hasilnya nihil. Yesung seperti tidak peduli pada anak-anak lain dan malah selalu menghindari anak-anak kecil. Sepertinya ia tahu kalau Taeyeon memata-matainya dan tidak memberi kesempatan yeoja itu untuk menjebaknya. Ia berpendapat nanti juga Taeyeon bosan sendiri.

Yesung sangat suka pada kuda. Setiap ada kesempatan ia selalu berkuda. Ia tidak diperbolehkan untuk merawat kuda-kuda itu sebab tugas tersebut hanya boleh dilakukan oleh anak-anak yang sudah lebih besar. Meski begitu, Yesung sering terlihat menunggui kuda-kuda di kandangnya. Berbicara dengan mereka, mengusap-usap kepalanya dan kuda-kuda itu juga terlihat sudah dekat dengan Yesung. Tiap kali Yesung datang, mereka langsung menjulurkan kepala lewat pintu kandang. Binatang peliharaan lainnya sama sekali tidak menarik perhatian Yesung.

Jadi karena Yesung sibuk dengan kuda-kudanya dan Taeyeon disibukkan oleh sahabat-sahabatnya, maka kedua musuh bebuyutan ini hampir tidak punya kesempatan untuk bertemu dan bertengkar. Hanya di kelas saja mereka memperlihatkan permusuhan mereka.

Yesung juga bertekad untuk tidak memberi kesempatan pada Taeyeon untuk mengejeknya. Ia belajar dengan rajin, berusaha sebaik-baiknya untuk mengerjakan semua tugasnya. Mrs. Song, wali kelas mereka sendiri sedikit heran namun juga senang dengan perubahan itu. Yesung membuat kemajuan besar di semua mata pelajaran.

“Yesung, pekerjaanmu baik sekali.” Puji Mrs. Song. “aku tidak akan heran kalau suatu hari kau akan menjadi juara di kelas ini.”

Wajah Yesung langsung merah karena senang. sebenarnya ia anak yang malas belajar. Taeyeon sangat kesal mendengar pujian yang diberikan pada Yesung. Kalau ia mau, dengan mudah ia bisa memimpin dalam pengumpulan angka karena memang selama ini ia selalu menjadi bintang kelas.

Taeyeon makin rajin dan tekun belajar. Begitu pun Yesung. Tapi niat belajar mereka tidak benar. Hanya untuk bisa balik mengejek. Jadi, mereka rajin bukan karena senang belajar, tapi karena terpaksa!

Beberapa lama kemudia Taeyeon dan Yesung tampaknya mulai melupakan permusuhan mereka karena tertarik pada hal lain. Tikus-tikus Sulli membuat keributan besar dan Sulli sendiri hampir kewalahan menanganinya.

Tikus-tikus itu baru saja melahirkan 9 ekor anak tikus. Sangat lucu, menurut pendapat Sulli. Kulitnya putih lembut, hidungnya runcing lembek, matanya merah, dan ekornya kecil-kecil. Sulli sangat menyayangi peliharaannya itu. benar-benar aneh melihat yeoja ini dengan sekitar setengah lusin tikus berlarian naik turun dilengannya.

“Sulli, cepat kembalikan semua kedalam kandang.” Kata Taeyeon dengan pandangan jijik.”ppaliwa! nanti kita terlambat. Song seonsaengnim agaknya sedikit sensitive hari ini.”

“aigoo! Aku tidak bisa menemukan mereka semua!” seru Sulli meraba-raba seluruh tubuhnya. “Taeyeon, apa mereka ada dipunggungku?”

“ish, Sulli, bagaimana kau bisa tahan dirambati tikus-tikus itu. “kata Taeyeon. “tidak. Dipunggungmu tidak ada. Mungkin semua sudah masuk ke kandang. Ppali~! Kalau tidak ku tinggal kau!”

Sulli menutup kandang dengan teliti. Lalu ia berlari bersama Taeyeon. Mereka hampir saja terlambat tepat pada saat Mrs. Song masuk juga.

Mereka duduk ditempat masing-masing. Pelajaran geografi dan mereka mempelajari Indonesia dengan kepulauannya. Sulli duduk dibarisan depan, tepat dihadapan Sunny dan Taeyeon.

Ditengah pelajaran, tiba-tiba Taeyeon melihat ujung hidung seekor bayi tikus putih muncul dileher baju Sulli. Sulli juga merasakannya. Ia menggerakkan bahunya mendorong tikus-tikus itu masuk kembali ke punggungnya.

Taeyeon hampir tidak bisa menahan tawanya. Sulli merasa tikus itu seperti menggelitikinya. Ia menggerak-gerakan badan, mencoba memaksa tikus itu untuk kebahunya, tempat yang mungkin nyaman dan bisa membuatnya tertidur disana. Tapi si tikus tidak mengantuk. Malah semakin lincah. Ia berlari mengelilingi tubuh Sulli, dibawah bajunya, cium sana-sini, keluar masuk dari dalam baju dan naik ke bahu. Bolak-balik Sulli harus menggerakkan badan.

Mrs. Song melihatnya dan langsung menegurnya, “Sulli! Kenapa sih kau pagi ini? duduklah dengan tenang!”

“ne, seonsaengnim.” Jawab Sulli sambil menahan geli. Sedetik kemudian tikus itu masuk ke bawah ketiak kirinya. Sulli geli sekali. Ia terkikik sehingga Mrs. Song kembali menegurnya.

“Choi Sulli! Apa kau tidak bisa diam?! Kau juga, Taeyeon, kau kenapa sih?”

Sebenarnya Taeyeon tidak berbuat apapun. Ia hanya menahan tawanya melihat Sulli.

“benar-benar mengesalkan kelas ini.” gerutu Mrs. Song. “Sulli, maju ke papan tulis dan tunjukan padaku beberapa tempat di peta itu. kalau kau tidak bisa duduk dengan tenang, mungkin kau bisa berdiri dengan tenang.”

Sulli bangkit dan berjalan ke depan. Tikus itu merasa senang diajak berjalan-jalan. Dengan gembira ia berlarian dipunggung Sulli. Sulli susah payah mencoba meraihnya.

“Sulli, mwo haneungoya?” tanya Mrs. Song tidak sabar. Saat itu seluruh kelas sudah tahu apa yang terjadi. Semuanya terpaksa membungkuk ke buku masing-masing membunyi tawa mereka. Sampai-sampai merah padam menahan tawa. Hingga akhirnya suara tawa lolos juga dari Kangin dan Heechul.

“kalian pasti sedang menyembunyikan sebuah lelucon,” kata wali kelas mereka itu. “coba ceritakan, biar aku juga ikut mendengar. Kalau memang lucu, marilah kita tertawa bersama-sama. Kalau tidak, belajarlah dengan baik. Nah, apanya yang lucu?”

Tak seorang pun menjawab. Sulli memandang teman-temannya dengan pandangan memohon untuk tidak menceritakannya. Tikusnya juga memandang seisi kelas dari balik lengan baju Sulli. Mrs. Song sangat heran. Dan saat itu juga tikus itu memutuskan untuk meninjau dunia lebih luas. Ia lari keluar dari lengan baju Sulli dan meloncat ke meja Mrs. Song, menggosok-gosok kumisnya dengan tenang, seolah tempat itu memang khusus untuknya.

Seisi kelas tak tahan lagi. Tawa pun meledak(?). Mrs. Song terkejut dan memandang ke mejanya dengan sangat heran.

“bagaimana tikus ini bisa sampai disini?”

“mianseumnida, seonsaengnim. Tikus itu melompat keluar dari lengan bajuku,” kata Sulli. “Tadi aku sedang bermain-main dengan tikus-tikusku waktu lonceng berbunyi. Mungkin yang ini tertinggal dibajuku, tidak ikut masuk kekandangnya, bersembunyi dilengan bajuku.”

“jadi itu lelucon kalian?” kata Mrs. Song dan mulai tersenyum. “baiklah. Aku setuju, itu memang lucu. Tapi lelucon seperti ini tidak boleh diulang lagi. Kau mengerti itu, Sulli? Tikus putih lebih baik berada dikandangnya, tidak cocok berlarian dipunggung orang didalam kelas.”

“ne, arasseo seonsaengnim.” Kata Sulli bersungguh-sungguh. “ini sama sekali tidak disengaja. Boleh aku memasukannya kembali ke lengan bajuku?”

“lebih baik tidak,” kata Mrs. Song “aku percaya pelajaran kita tidak akan memperoleh banyak kemajuan selama tikus itu masih disini. Kembalikan ke kandangnya. Pasti banyak yang akan ia ceritakan pada saudara-saudaranya nanti.”

Sulli segera lari keluar dengan tikusnya sementara seisi kelas mulai belajar lagi. Sesi tawa tadi membuat gembira semua anak. Terutama Taeyeon. Setelah tertawa seperti itu, ia merasa bahwa dirinya seakan tak punya rasa dengki lagi. Tidak memikirkan keinginannya untuk balas dendam.

to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Posisi Ddangko diambil alih oleh kuda ..
    Ckckck xD
    Aigoo, Sulli eonnie! Apa nggak geli tikus dimasukin kedlm baju ..

  2. kapan Taeyeon eonni sama yesung oppa bisa akur?:/

  3. Puji seol Ienwho

    Hahahaha sumpahh bayanginya lucu bgt,,,

  4. Nurati Suchi

    Aigoo..
    siapapun help me!😦
    Kenapa aku nggak bisa komentar di part2 ganjil?😦 #NangisDiPojokanKamarTaeng

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: