Daily Archives: January 4, 2013

[K-News] Big Bang’s TOP mentions Jaejoong and Yoochun as his celebrity friends in HK Yes Magazine’s Interview

527543_359195924179176_792888078_n

Q27: Who are your celebrity friends?

A27: Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Hyunjoong, Big Bang, Se7en
F4

Source : JYJ3

[K-News] Girls’ Generation MV “Dancing Queen” to Edit Out Sunny’s Profane Cap

20130104020294_0

As reported before, Girls’ Generation member Sunny’s cap in the music video “Dancing Queen” has created controversy because it contains swear words. The cap has “WELCOME MOTHERF★CKERS” written on it which the Korean public has found to be inappropriate. Although, it does appear that this was all a part of the Girls’ Generation trying to move away from their usual cute and sweet image.

SM Entertainment has finally decided on damage control. A representative of SM Entertainment stated, on January 3, “We have decided to edit out the scene that is causing controversy. Once we have finished editing, we plan on releasing the edited version of the music video.”

Netizens that have come across the news stated, “So it appears like they are going to edit it,” I wonder what the edited version will look like,” and “For some reason, I feel bitter.”

Source : soompi

[K-News] F(X) Krystal and Sulli to join SHINee as models for ‘Etude House’ in 2013

20130104_fx_etude

f(x)‘s Krystal and Sulli will be joining SHINee to endorse the cosmetic brand ‘Etude House‘.

In 2012, the brand was endorsed by SHINee and 2NE1‘s Dara. However, it appears Dara has stepped down from the endorsement and handed the baton over to Krystal and Sulli.

Through a video posted on YouTube, the two girls were introduced by SHINee, and then came out to express their thoughts on becoming the new models. As Etude House goes for a cute, girly image, Krystal and Sulli matches perfectly with the brand. SHINee has also gained much love for the being the face of the brand, and many are looking forward to another year with them.

Source : allkpop

[K-News] JYJ Junsu burst out his singing ability at Ballad & Musical Concert

junsu-concert4
Older or little brother who’s great at singing and acting – Proves why his tickets are always sold out : Junsu Kim burst out his singing ability at Ballad & Musical Concert
The expression ‘Sold Out in a couple of minutes’ is just meaningless when you talk about this singer. About 20,000 tickets had been ready, but more than 200,000 fans wanted to get the tickets. 21,000 tickets of ‘XIA Ballad & Musical Concert with Orchestra’, held by the 27-year-old star Junsu Kim (XIA Junsu), were all sold out right after the sales begun on the Interpark website at 20:00 on NOV 04, leaving a record of 200,000 marks of simultaneous log-ins at the same time.
After his debut on the musical which made 45,000 seats sold out at Grand Theatre of Sejong Centre for Performing Arts, many idol singers stepped into musical industry, but no one has ever been able to shake the industry like him so far. The concert on DEC 31 showed why Junsu Kim is not just an ordinary idol, but the superstar.
The venue was Hall D at COEX, Gangnam in Seoul which holds about 7,000 seats (per a day). The concert continued for about 3 hours, started at 22:00 on DEC 31 and finished around 01:00 on JAN 01. There were various Korean dialects, Chinese and Japanese at every part of COEX building before 3~4 hours of the concert and mid-aged women with a suitcase were every corridor of COEX too.
The performance started with ‘I am, I am Music’ and ‘I want to get out of my fate’ from the musical . He continued with ‘The Last Dance’ from which made him the winner of the Best Actor for a Leading Role at 18th Korean Musical Awards, and also sang ‘This Is The Moment’ fromsaying it is one of the musical he would like to do some time. The emotion and appealing expression based on outstanding natural singing ability were enough to prove that his success in musical (that singing becomes acting itself) was not a just luck.
His manner of controlling the atmosphere was also outstanding by playing on the audience with a lot of requests from them. “I became 27 years old, and it makes me feel like I became grandfather as an idol singer!”, he joked, but also made the venue almost collapsed by cheers of the audience when he said that “I would burn myself no matter how hard the dance may be, if I could be able to be on TV”, after the stage of ‘Tarantallegra’. On that day, for his fans, before the superstar, he was the role model who was standing firm against hardship and external pressure, older brother[‘OPPA’ in Korean] who they must support for his victory and little brother who they should take care of.
The special guest of the concert was his mother. He invited his mother to the stage saying “Today is the day that my dream comes true”. Before he debuted as a singer, he had promised his mother whose dream was becoming a vocalist to make her dream come true when he became a singer. His mother shed tears of gratitude after singing together with her son.
Meanwhile, his next musical is still remaining uncertain. While this year’s almost every big musical is longing to be chosen by him, it was rumored that he would perform for again in July, however, his management C-JeS Entertainment announced that his comeback to musical was not decided because the time of JYJ’s group activity is up in the air at the moment.
source : dkpopnews

[FF] I Got A Boy (Season 2/First Version)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo/Leeteuk
Other Cast : You’ll find them later
Adakah yang nunggu ff ini? *krik krik*
it’s okay kalo ga ada. T.T
Setelah diliat lagi, ternyata ff ini panjangnya nanggung banget! dibikin twoshoot kependekan, oneshot kepanjangan. *author bingung sendiri* Akhirnya author mutusin buat dijadiin oneshot aja tapi ada 2 versi dengan jalan cerita dan ending yang berbeda tentunya. 😀
Okay, let’s begin..^^

From the moment I first saw you, it was always you
I take one step and again another step
Because to me, it needs to be only you

– Xiah Junsu – Love is Like Snowflake

Kyuhyun POV
Yeoja itu berjalan ke arahku. Wajahnya berseri ketika melihat ke arahku. Aku memeluknya begitu dia berdiri tepat didepanku. Hal yang sering kali aku lakukan ketika aku merasa merindukannya.
“oppa, ma’af aku terlambat.”
“gwaenchana.”
“ada apa menyuruhku kemari?” saat ini kami berada di balkon kampus.
“eommaku ingin bertemu denganmu.”
“eh?” dia tampak terkejut.
“dia memintaku mengajakmu makan malam dirumahku. Nanti malam aku jemput ke rumahmu ya.” aku mengusap lembut rambutnya.
**
Aku mengetuk pintu rumah Taeyeon dan munculah seorang namja bermata sipit.
“oh, Kyuhyun-ah. Kau mau menjemput Taeyeon, ya?”
“ne, hyung. Apa dia sudah siap?”
“entahlah. Dia masih di kamarnya. Masuk saja dulu.”
Aku mengikuti Yesung-hyung masuk rumahnya yang besar itu. Aku duduk di sofa ruang tamunya menunggu yeoja yang akan aku kenalkan pada orangtuaku. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara langkah kaki dari arah tangga. Aku mendongakkan kepalaku. Aku melihat yeoja itu berjalan menghampiriku.
taeyeon_in_simple_white_dress_tn-10205
Yeppeo. Ia menggunakan dress putih diatas lutut dan rambut yang diikat. cantik, cute, simple dan casual secara bersamaan.
“oppa, aku sudah siap.”
“ne, kajja.” Kami berpamitan pada Yesung, kakak Taeyeon.
Sesampainya dirumahku, eomma dan noonaku menyambut kami dengan ramah.
“jadi ini yang namanya Taeyeon? Manis ya?” Taeyeon tampak tersipu malu. Untunglah eomma dan noona menyukainya.
“eomma, appa belum pulang?” tanyaku.
“sebentar lagi. Ayo kalian masuk saja dulu. Eomma dan Ahra sudah menyiapkan banyak makanan.” Aku dan Taeyeon mengikuti eomma menuju ruang makan.
Tidak lama suara mobil menderu didepan rumah.
“ah, itu pasti appa!” Ahra-noona beranjak menghampiri appa. Lalu ia kembali dengan membawakan tasnya.
“appa, ayo cepat bersihkan badanmu dan segera turun. Makan malam sudah siap.” Perintah eomma.
Beberapa menit kemudian appa kembali dan duduk di ujung kursi meja makan.
“Kyuhyun-ah, siapa yeoja ini?” tanya appa ditengah-tengah makan malam.
“ini yeojachingunya Kyuhyun. Namanya Kim Taeyeon.” Aisshh eomma ini kadang menjengkelkan. Siapa yang ditanya siapa yang jawab.
“oh, Kim Taeyeon. Apa pekerjaan orangtuamu?” mwo?? Appa ini kenapa bertanya seperti itu??
“appa!!” aku sedikit menggertak appa.
“ayahku pemilik perusahaan softlens Kimmie dan ibuku dokter spesialis mata.” Taeyeon menjawab dengan tenang. Sekilas aku melihat wajah ayahku menegang. Wae?
“softlens Kimmie?? Bukankah itu perusahaan softlens terbesar di Korea Selatan??” Ahra-noona tampak terkejut. Taeyeon hanya tersenyum. “waahh, Hyun-ah, ternyata kau berpacaran dengan anak keluarga chaebol!”
“sssttt!! Ahra!!” Eomma menyuruh Ahra-noona diam.
Selesai makan aku mengajak Taeyeon berjalan-jalan di pinggir kolam renang yang ada dibelakang rumah.
“Taeng, mianhae..”
“eh? Wae?”
“ma’af atas kejadian tadi.”
“gwaenchana, oppa.” Kami berdiri memandangi riak air dalam kolam itu. Aku memeluknya dari belakang. “aku takut..” ucap Taeyeon tiba-tiba. Aku melepaskan pelukanku dan membalikan tubuhnya.
“wae?” tanyaku heran.
“aku takut appamu tidak menyukaiku.” Jawab Taeyeon menunduk.
“kenapa kau berbicara seperti itu?”
“aniyo. Aku ingin pulang sekarang, oppa.” Aku sedikit bingung dengan tingkahnya itu.
Setelah berpamitan dengan keluargaku, aku mengantar Taeyeon pulang. Sepanjang perjalanan ia hanya diam melihat keluar dari sisi kaca disebelah kirinya. Aku menggenggam tangannya. Ia menoleh padaku dan tersenyum. Senyum yang dipaksakan. Aku tahu itu. Sakit sekali rasanya melihat dia tersenyum seperti itu. Kau itu kenapa, Taeng? Apa karena ucapan appaku tadi? Akhirnya kami tiba didepan rumah Taeyeon. Kami terdiam sejenak lalu aku keluar membukakan pintu untuknya.
“oppa, terima kasih untuk hari ini.” ucapnya setelah keluar dari mobil. Aku tersenyum dan membelai pipinya yang putih. Tiba-tiba saja ia memelukku dan menangis.
“Taeng, uljima!” aku menghapus air matanya. “masuklah. Ini sudah malam.” Perintahku. Taeyeon berjalan menuju rumahnya. tidak lama kemudian ia menghentikan langkahnya berbalik ke arahku dan berlari menghampiriku lagi.
Chu~ ia mencium bibirku tiba-tiba. Aku membalas ciumannya. Entah kenapa aku merasa tidak akan merasakan ciuman hangat ini lagi. Ciuman yang hangat itu berubah menjadi ciuman yang hot! Aku benar-benar kalap. Taeyeon melepaskan ciumannya dan nafas kami terengah-engah. Aku menciumnya lagi sekilas dan mengusap sekitar bibirnya yang basah.
“selamat malam, oppa. Hati-hati menyetir.” Ia berbalik dan meninggalkanku yang masih termenung melihatnya yang berjalan semakin menjauhiku.
Kyuhyun POV End

Taeyeon POV
Aku benar-benar takut kehilangannya. Aku melangkahkan kakiku kedalam rumah.
“Taeyeon-ah, kau sudah pulang?” aku mendengar suara yang sudah tidak asing ditelingaku.
“eomma? Appa??” aku berlari memeluk orangtuaku.
“siapa namja itu? Pacarmu?” tanya eomma. Sepertinya mereka melihatku dan Kyuhyun-oppa tadi.
“ne.” jawabku malu-malu.
“uri Taeyeon sudah besar ya!” eomma menggodaku.
“eomma, appa, kenapa pergi lama sekali? 3 bulan kalian meninggalkanku dan Yesung-oppa.”
“mian, Taeyeon-ah.” Jawab appa.
**
Paginya aku, appa, eomma dan Yesung-oppa sarapan bersama. Saat-saat yang sangat aku rindukan karena kami jarang sekali berkumpul seperti ini. apalagi eomma memasakan kami nasi goreng kimchi. Aku sangat merindukan masakannya. Selesai makan aku bersiap-siap berangkat kekampus.
“Taeng, bisa eomma bicara sebentar?”
“ne, ada apa?”
“bisakah nanti malam kau mengajak namjachingumu kemari. Eomma mengundangnya makan malam.”
“eh? Makan malam?” aku sedikit bingung dengan permintaan eomma ini. eomma mengangguk. “baiklah.” Jawabku. Lalu aku berangkat menuju kampus dengan diantar Yesung-oppa.
**
Saat ini SuGen berkumpul di base camp baru kami. Ya, saat ini kami sudah memiliki base camp sendiri jadi kami tidak perlu berbagi ruang auditorium dengan anak-anak cheers. Aku melihat Kyuhyun-oppa yang sedang berbincang dengan anak-anak Sugen yang lain. Aku mengambil HPku dan mengirimnya pesan singkat.
‘oppa, nanti malam apa kau bisa datang ke rumahku? Eomma mengundangmu makan malam.’
Ia menoleh ke arahku lalu tersenyum dan mengangguk. Aku membalas senyumannya.
**
Aku mendengar suara motor berhenti didepan rumah. Aku langsung tahu siapa itu. Aku keluar menghampirinya.
“penampilanmu rapi sekali? tidak seperti biasanya.” ucapku sembari merapikan pakaiannya.
“tentu saja. Demi menarik perhatian calon mertua!” canda Kyuhyun membuatku tertawa.
20120716_kyuhyun_2
“ah sudah datang rupanya!” eomma menyambut dengan ramah dan mengajak kami ke ruang makan. Disana sudah ada appa dan Yesung-oppa duduk dengan rapi. Kyuhyun-oppa duduk disebelahku.
“jadi kau namjachingu uri Taeyeon?” tanya appa ramah.
“ne, ajjussi.”
“siapa namamu?” tanya appa lagi.
“Kyuhyun. Cho Kyuhyun imnida.” Jawab Kyu-oppa. Aku melihat raut wajah appa berubah. Wae?
“mm.. bagaimana makanannya?” tanya eomma mengalihkan pembicaraan. Oh kamsahamnida eomma!
“mashitta! Apa ajumma yang memasak sendiri?” tanya Kyu-oppa. Eomma mengangguk senang.
Selama makan kami terus berbincang. Yesung-oppa tidak henti-hentinya mengusiliku. Aigoo..
**
Hari ini aku tidak ada jadwal kuliah. Aku menghabiskan waktu dirumah saja dengan kuluargaku. Aku sedang menonton kartun favoritku, Pororo. Aku kembali teringat saat aku dan Kyu-oppa ribut soal Pororo dan aku jadi terkekeh sendiri.
“ya! Taetae, kenapa kau ini? tertawa sendiri.” Yesung-oppa duduk disampingku.
“hehe.. aniyo.”
“appa memintamu menemuinya di ruang kerja.” Ucap Yesung-oppa.
“kapan?”
“tahun gajah! Ya sekaranglah!” aissshh oppa ini! aku melemparkan bantal sopa kewajahnya dan segera melarikan diri. “aisssh dasar danshin!” teriak Yesung-oppa.
“appa, ada apa?” tanyaku saat masuk ke ruang kerja appa.
“masuk dulu.” Perintah appa. Aku duduk di sofa yang ada diruangan itu. Appa beranjak dari meja kerjanya duduk di sebelahku.
“Taeng, apa kau benar-benar mencintai namja itu?” aku terkejut dengan pertanyaan appa yang tiba-tiba.
“kenapa appa bertanya seperti itu?”
“appa tidak pernah meminta apapun darimu dan selalu menuruti permintaanmu dan kau pun tidak pernah mengecewakan appa. Jadi untuk kali ini, bolehkah appa meminta sesuatu darimu?”
“museun iyeyo?”
“jauhi namja itu.”
“MWO???” pekikku. “appa, wae??” aku sangat shock mendengar permintaan appa.
“kau tahu? Dia anak dari keluarga Cho. Keluarga cho yang sudah hampir membuat kita bangkrut 15 tahun yang lalu. Jadi appa tidak mau kau berhubungan lagi dengannya.”
“shireo! Aku tidak mau, appa! Aku mencintainya, appa!” mataku sudah berkaca-kaca.
“Taeyeon-ah, kau sudah kami jodohkan dengan anak keluarga Park. Kau tahu, keluarga Park sudah membantu kita dari ancaman kebangkrutan.”
“aku tidak mau, appa! Aku tidak mau dijodohkan!!” aku berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu dan hampir saja menabrak eomma yang membawakan minuman.
“Taeyeon, kenapa kau menangis?” tanya eomma. Aku tidak menghiraukan ucapan eomma dan terus berlari menuju kamarku.
“Taeyeooon….” Aku mendengar appa memanggilku tapi aku segera masuk kamar membanting pintu kamarku.
Taeyeon POV end

Author POV
“ommo!! appa!” pekik eomma Taeyeon dan menjatuhkan minuman yang dibawanya.
“astaga!!” Yesung melihat appanya kesulitan bernafas dengan tangan yang memegang dada kirinya.
“cepat panggil ambulance!!!” perintah eomma. Yesung segera menelpon RS.
Tidak berapa lama kemudian ambulance datang. Taeyeon yang mendengar suara ribut diluar segera keluar dari kamarnya.
“ada apa ini? kenapa ribut seka… ya Tuhan!! Appa!!!” Taeyeon terkejut melihat appanya yang tidak sadarkan diri ditandu menuju mobil ambulance.
Appa Taeyeon segera dilarikan ke emergency room. Yesung mencoba menenangkan eommanya dan Taeyeon terus mondar-mandir didepan ER.
“Taeng, duduklah! Jangan membuatku pusing dengan mondar-mandir seperti itu!” Taeyeon pun duduk disebelah eommanya.
“Taeyeon-ah, apa yang sudah kalian bicarakan?” tanya eomma. Belum sempat Taeyeon menjawab, seorang dokter keluar. Yesung, nyonya Kim dan Taeyeon segera menghampirinya.
“tuan Kim terkena serangan jantung. Saat ini kondisinya belum stabil dan juga belum sadarkan diri. Kami akan segera memindahkannya ke ruang inap.” Jawab Dokter itu.
**
“Taeyeon-ah, kau tidak kuliah?” tanya Yesung. Taeyeon tidak menjawab. Ia terus menatap appanya yang sudah 2 hari belum juga sadar.
Sementara itu di kampus, Kyuhyun mencari Taeyeon di kelasnya.
“Sunny, apa Taeyeon tidak masuk hari ini?” Sunny menggeleng, “kemana?”
“molla. Aku sudah menelponnya tapi ponselnya tidak aktif. Bagaimana kalau pulang kuliah kita ke rumahnya?” Kyuhyun pun mengiyakan.
Sepulang kuliah mereka pun menuju rumah Taeyeon.
“sepertinya didalam tidak ada orang.” Ucap Sunny. Akhirnya Sunny dan Kyuhyun menyerah dan pulang.
Di rumah sakit..
“Taeyeon, sebaiknya kau turuti saja keinginan appa.” Ucap Yesung.
“tapi, oppa..”
“kau tidak mau appa kenapa-napa kan?” Taeyeon mengangguk. “aku mengerti perasaanmu, Taeng.” Yesung memeluk adiknya itu.
**
2 hari kemudian tuan Kim sudah siuman namun belum di ijinkan pulang.
“Taeyeon-ah, sebentar lagi keluarga Park akan datang. Appa mohon jangan kecewakan appa.” Pinta tuan Kim. Yesung memandang iba adiknya itu.
Terdengar suara ketukan pintu, Yesung membukakan pintu dan tampak sepasang suami istri tersenyum padanya. Yesung mempersilahkannya masuk.
“semoga lekas sembuh.” Ucap wanita paruh baya itu sambil menyerahkan bunga pada nyonya Kim.
“terima kasih, nyonya Park.”
“apa ini yang bernama Kim Taeyeon?” tanya nyonya Park.
“annyeong haseyo..” sapa Taeyeon.
“oh, manis sekali.” Ucap nyonya Park memeluk Taeyeon.
“emm.. dimana putra kalian?” tanya Tuan Kim.
“dia sedang ke toilet. Sebentar lagi kesini.” Jawab tuan Park.
Tidak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dan masuklah seorang namja bertubuh tinggi. Taeyeon langsung menoleh.
“Leeteuk oppa??”
“Taeyeon??” keduanya tampak bingung.
“oh, kalian sudah saling kenal rupanya? Baguslah. Ini Park Jungsoo putra kami.” Tuan Park memperkenalkan Leeteuk pada keluarga Taeyeon.
“tampan sekali. Taeyeon-ah, bukankah ini tipemu? Kau selalu menginginkan seorang suami yang berwajah bak malaikat.” Ucap nyonya Kim. Pipi Taeyeon tampak memerah.
“Jungsoo-ah, pergilah! Ajak Taeyeon jalan-jalan.” Perintah nyonya Park. Leeeteuk dan Taeyeon pun pergi ke coffee shop didekat RS itu.
“aku tidak menyangka bahwa yang mereka jodohkan itu kau.” Ucap Leeteuk. Ia tampak senang.
“ne. oppa, menurutmu bagaimana perjodohan ini? apa kau senang?”
“kau sendiri?” Taeyeon tidak menjawab. “bagaimana dengan Kyuhyun? Apa dia tahu?” Taeyeon menggeleng.
“sejak appa masuk RS, aku belum berhubungan dengannya lagi.” Ucap Taeyeon lesu. Leeteuk mengerti bagaimana perasaan Taeyeon. Ia menggenggam tangan Taeyeon dan mengusap punggung tangannya.

Kyuhyun POV
4 hari ini aku tidak mendapat kabar dari Taeyeon. Aku benar-benar merindukannya. Kau kemana, Taeyeon? Aku duduk di bangku taman kampus sambil menatap layar HPku yang menampilkan gambar Taeyeon dan aku mengenakan topi Pororo. Kenapa kau tidak menghubungiku? aku terus mencoba menghubungimu tapi nomormu tidak pernah aktif.
**
Sudah 3 bulan Taeyeon tidak memberiku kabar. Bahkan ia tidak pernah lagi datang ke kampus. Semua orang-orang didekatku seperti menghilang begitu saja. Ahra-noona ikut dengan suaminya tinggal di AS, sahabatku Leeteuk pindah ke Jepang dan Taeyeon entah kemana.
Aku melajukan mobilku. Aku pergi ke padang rumput dimana aku pernah hampir mencium Taeyeon. Lalu aku pergi ke pelabuhan Incheon, tempat Taeyeon mengungkapkan perasaannya padaku. Malam hari aku baru akan pulang ke rumah tapi begitu melewati sebuah toko ice cream Italy, aku menghentikan mobilku dan memperjelaskan pandanganku. Aku melihatnya! Mereka! Leeteuk menghampiri Taeyeon dan mereka berpelukan. Leeteuk tampak senang. apa-apaan ini?? Taeyeon? Kau…? Bukankah Leeteuk ada di Jepang? Aku benar-benar tidak mengerti!
Kyuhyun POV End

Author POV
Mata Kyuhyun sudah berkaca-kaca. Ia sudah tidak mampu menahannya lagi. Ia menangis didalam mobil itu. Kyuhyun melihat Leeteuk menyuapi Taeyeon dan menjahilinya dengan ice cream. Taeyeon terlihat kesal. 30 menit kemudian keduanya keluar dari toko itu. Kyuhyun memutuskan untuk membuntuti mereka. Leeteuk dan Taeyeon keluar dari mobil begitu sampai di depan rumah Taeyeon.
“Taeyeon-ah!!” teriak Kyuhyun menghampiri Taeyeon dan Leeteuk.
BUKKK!!!
Kyuhyun melayangkan pukulan ke wajah Leeteuk hingga Leeteuk jatuh ke tanah. Kyuhyun hendak memukulinya lagi namun sepasang tangan yang memeluknya dari belakang menghentikannya.
“oppa, hentikan. Jebal..” Kyuhyun dapat merasakan airmata Taeyeon yang mengalir dipunggungnya. Ia berbalik dan menatap Taeyeon lekat-lekat.
“Taeyeon, kau kemana saja selama ini??? kenapa kau tidak pernah menghubungiku, hah??!” bentak Kyuhyun.
“mianhae..” ucap Taeyeon pelan. Kyuhyun memeluk Taeyeon. Taeyeon mengajak Kyuhyun ke coffee shop terdekat dan menjelaskan semua tentang perjodohannya dengan Leeteuk.
“aku hanya tidak ingin mengecewakan appa. Mian, oppa.” Lirih Taeyeon. “terima kasih untuk 1 tahun ini.” Taeyeon mengecup kening Kyuhyun, “saranghaeyo.” Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab. Ia menelusupkan wajahnya di kedua tangannya diatas meja dan pundaknya tampak bergetar. Ia benar-benar kehilangan yeoja yang dicintainya.
Kyuhyun pulang dengan perasaan yang kacau dan dalam keadaan mabuk.
“ommo!! Kyu, kau kenapa??” seru tuan Cho begitu melihat anak bungsunya untuk pertama kalinya pulang dalam keadaan mabuk.
“aaaarghhhh!!! Jangan sentuh aku!!! Aku membencimu!! Karena kau, aku kehilangan dia!!!” cerca Kyuhyun dengan langkah sempoyongan meninggalkan appanya yang terdiam membisu.
“sudah ku duga akan begini.” Gumam tuan Cho.
Dikamar Kyuhyun terus meracau menyebut nama Taeyeon. Hal itu membuat nyonya Cho sedih. Ia mengompres dahi Kyuhyun dan melepaskan sepatunya. “aku harus melakukan sesuatu. Kasihan Kyu dan Taeyeon.” Nyonya Cho mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut.
**
“Taeyeon, bulan depan kau akan menikah dengan Jungsoo! kami sudah mengatur semuanya.” Ucap tuan Kim saat sarapan dirumah.
“ne.” jawab Taeyeon lesu.
Tiba-tiba terdengar suara bell.
“siapa pagi-pagi sudah bertamu? Ah, mungkin Leeteuk-oppa.” Taeyeon beranjak membukakan pintu dengan malas.
“annyeong.” sapa orang didepannya.
“nyonya Cho??” Taeyeon terkejut melihat wanita didepannya.
“siapa, Tae..?” tanya nyonya Kim menghampiri Taeyeon, “kau?” nyonya Kim sama terkejutnya dengan Taeyeon.
“annyeong, nyonya Kim. Maaf kedatanganku mengejutkan kalian.” Nyonya Kim mempersilahkannya masuk dengan canggung.
“ada apa kau kemari?” sinis tuan Kim begitu tahu siapa tamu tersebut.
“ma’af jika kedatanganku mengganggu. Aku hanya ingin meluruskan permasalahan 15 tahun yang lalu.” Nyonya Cho menjelaskan semuanya. Masalah perusahaan itu ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman. Perusahaan keluarga Shin adalah saingan dari 2 perusahaan besar yang berniat menjatuhkan perusahaan Kim dan perusahaan keluarga Cho yang dulunya memiliki hubungan kerjasama yang erat. Untuk melancarkan siasatnya mereka mengadu domba 2 perusahaan itu. Mereka membuat seolah-olah keluarga Cho menghancurkan perusahaan Kim. Dan akhirnya 2 perusahaan itu terpecah. Keluarga Cho saat itu berpihak pada keluarga Shin dan keluarga Kim akhirnya dibantu oleh keluarga Park dengan menanam banyak saham dan berhasil mengangkat kembali kesuksesan perusahaan keluarga Kim. Sejak saat itu keluarga Kim tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga Cho.
**
1 hari sebelum pernikahan Taeyeon dan Leeteuk. Leeteuk mengunjungi Taeyeon dan mengajaknya jalan-jalan menyusuri sungai Han.
“hari ini mungkin kesempatan terakhirmu dengan Kyuhyun.” Ucap Leeteuk tiba-tiba. “sepertinya tidak ada waktu lagi. Sejak mengenalmu, aku hanya berharap satu hal darimu. Aku berharap kau bahagia, tidak ada airmata lagi. Saat pertama kali aku melihatmu tersenyum dengan ceria, aku sangat cemas setelah besok senyuman itu akan hilang. Aku cemas sekali.”
“oppa jangan khawatir. Aku bisa tersenyum dan akan selalu tersenyum. Karena kau akan menjagaku.” air matapun turun ke pipinya, “ah, kenapa aku menangis? Cengeng sekali.” Taeyeon mencoba menghapus airmatanya. Leeteuk mengeluarkan sapu tangannya. “aku tidak apa-apa. Kau terlalu sering mengusap air mataku. Karena itulah aku jadi menangis terus.” Reflex Leeteuk memeluk Taeyeon. Taeyeon makin terisak.
Setelah mengantar Taeyeon pulang, Leeteuk mengunjungi Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun sangat kacau. Wajahnya pucat dan rambut yang acak-acakan.
“sebagai sahabat aku sangat menyayangimu, Kyu. Kalau aku diminta memilih 2 orang paling penting dalam hidupku, aku akan memilihmu dan Taeyeon. Jadi, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf telah menyakiti perasaanmu. Aku akan berusaha menebusnya.” Lirih Leeteuk.
“jagalah Taeyeon. Bahagiakan dia.” Leeteuk mengangguk dan kedua sahabat itu berpelukan. Kyuhyun benar-benar jadi cengeng. Ia menangis.
“jalani hidupmu dengan baik, Kyu!”
**
Gereja itu penuh dengan warna putih dan ungu. Leeteuk berdiri di altar menunggu kedatangan Taeyeon.
“mempelai wanita dipersilahkan masuk.” seru pembawa acara pernikahan itu.
Tampak Taeyeon mengenakan gaun pengantin berwarna putih didampingi kakaknya, Yesung. Sebuah mahkota bunga melingkar dikepalanya dan juga seikat bunga ditangannya. Ia berjalan menunduk.
“Taeyeon-ah, bersemangatlah!” bisik Yesung. Yesung menyerahkan Taeyeon pada Leeteuk. keduanya kini berdiri berdampingan didepan altar.
“Tuan Park Jungsoo, apakah anda bersedia mendampingi nona Kim Taeyeon dalam keadaan suka dan duka?” Pendeta memulai upacara pernikahan itu.
Leeteuk menghela nafasnya, “ne, saya bersedia.” Jawab Leeteuk.
“nona Kim Taeyeon, apakah anda bersedia mendampingi tuan Park Jungsoo dalam keadaan suka dan duka?”
Taeyeon diam. Leeteuk menoleh kesebelahnya.
“saya ulangi, nona Kim Taeyeon, apakah anda bersedia mendampingi tuan Park Jungsoo dalam keadaan suka dan duka?” tanya Pendeka mengulangi.
“Taeyeon, kejarlah!” bisik Leeteuk. Taeyeon menatap Leeteuk. Leeteuk menyunggingkan senyumannya. Taeyeon berbalik dan menjatuhkan bunganya dan segera berlari dari tempat itu.
“ya!! Taeyeon-ah!!” tuan Kim meneriaki Taeyeon yang berlari keluar dari gereja itu.
Taeyeon berlari menuju jalan raya. Ia melihat orang yang dicintainya diseberang jalan mengenakan jas putih.
“oppa!!” Kyuhyun menoleh dan Taeyeon segera berlari ke arahnya.
TIIIIIIINNNNNNNN!!
“Taeyeon awas!!!” teriak Kyuhyun berlari ke arah Taeyeon.
BRAAAKKKKK!!!
Truk menghantam tubuh keduanya hingga terlempar beberapa meter. Keduanya bersimbah darah. Kyuhyun masih dapat melihat Taeyeon yang tergeletak tidak sadarkan diri di sebelahnya.
“Ta..Tae..yeon..” Kyuhyun berusaha menggapai tangan Taeyeon. Orang-orang tidak berani mendekat. Saat terdengar bunyi sirine, pandangan Kyuhyun menjadi gelap dan pegangan tangannya ditangan Taeyeon melemah.
**
Kondisi Taeyeon dan Kyuhyun kritis. keluarga Taeyeon dan Kyuhyun terus menangis. Keluarga Leeteuk pun turut menguatkan keluarga Taeyeon. Leeteuk tampak terpukul.
“Kyuhyun mulai stabil namun Taeyeon mengalami kebocoran jantung dan harus segera mendapat donor.” Ucap dokter itu. Nyonya Kim langsung jatuh pingsan.
2 hari kemudian Kyuhyun sudah sadar namun tidak dengan Taeyeon. Kyuhyun merasa bersalah, ia meminta untuk mendonorkan jantungnya untuk Taeyeon. Awalnya orangtua Kyuhyun maupun orangtua Taeyeon menolak namun Kyuhyun tetap bersikeras.
Operasi pun dijalani. Setelah 5 jam dokter baru keluar dari ruang operasi.
“bagaimana? Apa operasinya berhasil?” tanya nyonya Cho.
**
Leeteuk POV
Aku duduk memandangi nisan kedua orang yang sangat penting bagiku. Ditempat inilah mereka akan memulai kehidupan mereka yang baru. Kyuhyun, Taeyeon semoga kalian tenang disana.
THE END

gimana? :’)
kenapa ya author sering banget bikin cerita angst gini? o.O
Like,Rate, Comment! 😉
tunggu versi keduanya.

[FF] One Liter of Tears (7)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
1-litre-of-tears
jangan lupa abis baca Rate, Comment, Like!^^

-Chapter 7-
Taeyeon segera dibawa ke rumah sakit. Keluarga Taeyeon menunggunya di periksa dokter.
Beberapa hari kemudian Taeyeon keluar dari rumah sakit namun ia tidak pulang ke rumah. Ia di karantina kan di sebuah tempat perawatan khusus untuk beberapa hari kedepan supaya dapat mendapat perawatan intensif dan menjalani kemotheraphynya.
Pagi hari Taeyeon sudah bangun dan menuju halaman depan panti tersebut. Dengan wajah yang ceria ia menyiram tanaman dengan selang sambil duduk diatas kursi rodanya. Ia sudah tidak bisa berjalan normal.
“Taeyeon-ssi!!” seseorang memanggilnya. Taeyeon menoleh dan tersenyum. “sedang apa kau disini? Kenapa kau tidak masuk? Disini dingin.” Ucapnya sambil memakaikan scarf pada Taeyeon.
“KK..Kyu..Hyun-ssi, gg..gomawo..!” ucap Taeyeon yang dibalas senyum Kyuhyun.
Lalu Taeyeon menulis sesuatu di buku kecil yang selalu ia bawa dan menuliskan, “Kyuhyun-ssi, kenapa kau begitu baik padaku?” lalu menyerahkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. Ia duduk berjongkok didepan Taeyeon, memegang kedua tangannya dan menatap kedua mata Taeyeon.
“karena aku………menyukaimu. Bahkan mungkin…lebih dari itu..” ucap Kyuhyun dan mengecup kening Taeyeon lembut.
Taeyeon menulis lagi, “apa kau yakin? Atau kau merasa kasihan saja padaku?” Kyuhyun menjawab, “tidak, bukan karena itu. Aku sudah lama menyukaimu. Jauh sebelum aku mengetahui penyakitmu ini.”
Taeyeon terharu ia menatap Kyuhyun dan matanya mulai berkaca-kaca. Kyuhyun segera memeluknya. Tangan Taeyeon terangkat membalas pelukan itu.
**
Malamnya Taeyeon tidak bisa tidur. Ia berjalan dengan kursi rodanya menuju telepon yang ada di luar kamarnya. Dengan susah payah ia menekan nomor telepon namun gagal. Ia mencoba lagi, namun tetap gagal. Ia hampir putus asa. Lalu ia kembali memencet nomor-nomor itu dan akhirnya tersambung.
Di rumah keluarga Kim, nyonya Kim terus gelisah dan tidak bisa tidur memikirkan Taeyeon.
Kriiinnggg… kriiiing…
Nyonya Kim segera bangun dan mengangkat telepon.
“yeobosseo?”
“eoo..mma…” kata orang di ujung telepon sana.
“Taeyeon-ah?”
“eoo..mmaa.. aa..aku..takut..” Taeyeon berbicara dengan terisak. Mendengar itu nyonya Kim menangis dan menutup mulutnya dengan satu tangan.
“eomma akan kesana.” Lalu tanpa ragu, nyonya Kim segera bergegas menuju tempat Taeyeon.
Sesampainya disana, tempat itu sangat sepi. Nyonya Kim kaget melihat posisi duduk Taeyeon yang tertidur didekat telepon.
“Taeyeon.. Taeyeon-ah..?” nyonya Kim membangunkan Taeyeon pelan.
“eo..mma..?” nyonya Kim segera memeluknya. Dan membawanya ke kamar. Malam itu nyonya Kim tidur bersama anak sulungnya itu.
**
Paginya seluruh anggota keluarga Taeyeon dan juga Kyuhyun sudah berada di tempat Taeyeon. Mereka memandang Taeyeon yang masih tidur. Taeyeon bangun dan sedikit terkejut dengan kehadiran mereka. Nyonya Kim mengecup kening Taeyeon. Taeyeon tersenyum.
“aku kkka..ngen ssse..kali dengan dong..ssaengku di Girls’ Gene..ration…” gumam Taeyeon yang hanya didengar oleh Kwangmin. Kwangmin keluar dari kamar Taeyeon dan ia pergi ke dorm Girls’ Generation.
Begitu tiba di dorm itu, Kwangmin menekan bellnnya. Lalu seorang wanita berambut blonde membuka pintunya.
“Kwangmin-ah?? Waegeurae?? Kenapa kau menangis??” Jessica terkejut. Lalu mengajaknya masuk.
“noona, bisakah kau memanggil semua member?” pinta Kwangmin. Lalu Jessica menyuruh semua berkumpul diruang tengah.
“sebenarnya ada apa Kwangmin-ah?” tanya Sunny yang mulai khawatir karena ia merasa sedang terjadi sesuatu dengan Taeyeon.
“Taeyeon-noona sekarang tidak bisa berjalan dan ia juga kesulitan berbicara…” jawab Kwangmin.Ucapan Kwangmin membuat mereka tersentak dan mulai menitikan airmata. “noona ingin sekali bertemu kalian..” lanjut Kwangmin.
“baiklah. Sekarang juga kita akan berangkat.” Ujar Yuri.
“bagaimana kalau kita mengajak oppadeul Suju juga? Taeyeon pasti kangen dengan mereka.” Usul YoonA.
Mereka pun menyetujui usul itu dan pergi ke dorm Suju. Tidak semua member Suju ikut karena sebagian sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Hanya Leeteuk, Yesung, Donghae dan Shindong. Mereka ber13 pergi menemui Taeyeon.
Taeyeon senang melihat kehadiran mereka. Leeteuk memberikan seikat bunga lily putih untuk Taeyeon. Taeyeon sangat senang menerimanya. Mereka tertawa-tawa menghibur Taeyeon walaupun dalam hati mereka menangis melihat kondisi Taeyeon. Namun Taeyeon terus menutupi kesakitannya ia ingin bersenang-senang dengan teman-temannya itu.
**
Waktu sudah menunjukan jam 10 malam.
“Taeyeon-ah, kami pamit dulu. Kami janji akan sering-sering mengunjungimu. Fighting!!” ucap Leeteuk menyemangati.
“gg..go..mawooo..”
Mereka pun pulang ke dorm masing-masing.
“aku benar-benar tidak menyangka Taeng-eonni sekarang keadaannya seperti itu.” Ucap Seohyun sesampainya di dorm.
“aku benar-benar ingin terus menemaninya disana. Aku ingat betul waktu kita masih SMA, Taeyeon begitu ceria, periang, ramah, pintar. Membuat orang-orang disekitarnya mengaguminya. Tidak heran kalau Leeteuk-sunbae menyukainya.” Sunny mengingat kebersamaannya bersama Taeyeon karena dia yang paling dekat dengan Taeyeon. Semua termenung dalam lamunan masing-masing mengingat saat-saat bersama Taeyeon dulu.
“kita sekarang hanya berdelapan. Satu orang tergolek lemah disana dan………”
“ya!! Sica!! Kau berbicara seperti Taeyeon akan meninggalkan kita!! Aku yakin Taeyeon akan sembuh dan kembali ke tengah-tengah kita!! Kenapa kau berbicara seperti itu??” Sunny membentak Jessica dan hampir memukulnya. Beruntung yang lain mencegahnya.
“eonni sabar. Sica-eonni tidak bermaksud seperti itu.” Nasihat sang maknae Seohyun. Akhirnya semua diam.
Sementara itu di dorm Suju, Leeteuk langsung masuk kamarnya dan membanting keras pintu kamarnya. Yesung, Donghae, Shindong saling berpandangan terkejut.
Leeteuk berdiri dibalik pintu. Perlahan ia merosot turun dan air mata mulai menggenangi wajahnya. Ia benar-benar terpukul melihat Taeyeon yang benar-benar ia sukai. Ia terduduk dibalik pintu itu.
“mianhae, Taeyeon-ah. Aku terlalu pengecut untuk mengakui perasaanku. Aku tidak kuat melihatmu menderita seperti itu. Aku ingin melihatmu tersenyum lagi. Senyum dan tawa tanpa beban. Aku ingin kita bersama-sama lagi berlatih vocal dan bermain piano bersama. Aku ingin mendengar suara merdu itu lagi. Aku benar-benar takut kehilanganmu. Tapi kau pasti akan sembuh kan, Taeng? Saranghaeyo, Kim Taeyeon.” Batin Leeteuk.
Kembali ke Taeyeon. “menyenangkan sekali bisa bertemu bersama mereka. Kwangmin-ah, jeongmal gomawo.” Tulis Taeyeon di buku catatannya.
“noona, apa kau senang?” tanya Kwangmin. Taeyeon mengangguk dan tersenyum. Kwangmin mengecup pipi Taeyeon dan memeluknya. “malam ini aku ingin tidur disini dengan noona.” Ucap Kwangmin.
“nado.” Ucap Shinhye yang ikut memeluk Taeyeon. “eonni, aku punya kabar bagus untukmu. Aku dapat beasiswa kuliah kedokteran di Jerman. Dan aku mengambil jurusan neurologi supaya aku bisa menyembuhkan eonni.”
“jin..jja..? aakku..baangga ppa..ddamu, ssaengi..”
Orangtua Taeyeon terharu melihat anak-anaknya saling berpelukan.
“eoo…mma kkkennappa nnanngiis?”
“ah, anni. Eomma terharu melihat kalian.”jawab nyonya Kim. Taeyeon tersenyum.
“eoo..mmaa tterimaa kkasih ssuuddah mmerrawwwatkku. Aakku bbaahhaggia mmennjadi pputriimu. Aaappa, tterrimaa kkassih ssellallu mmenjjagaaku. Aakku bbangga mmemmilliki aappa sseppertttimu. KKyuhyunn-oopppa, tteriima kkasih kkau ssellalu mmennemaniku. Akku ssenang mmemilliki tteman sseppertimu.”
Semua menangis mendengar perkataan Taeyeon yang terbata-bata. Terutama Kyuhyun yang untuk pertama kalinya Taeyeon memanggilnya oppa.
“appa, eoomma.. aakku llellaahh. Aakku inngin tidur.” Kata Taeyeon lagi.
“tidurlah. Kami selalu disini menemanimu.” Jawab tuan Kim. Taeyeon kembali tersenyum.
“aaappaa, eoommaa bollehkahhh aakku mmemegganng tanngan kalian ssamppai aaku ttertiiddur?” pinta Taeyeon.
Tuan dan nyonya Kim duduk dikursi kiri dan kanan Taeyeon dan Taeyeon menggenggam tangan kedua orangtuanya. Tangan mungil yang dingin. Taeyeon tersenyum dan ia mulai memejamkan matanya. Semua memperhatikan Taeyeon. Beberapa menit kemudian Taeyeon sudah tertidur pulas dan tangan Taeyeon melepaskan tangan kedua orangtuanya.
“dia sudah tidur. wajahnya tenang sekali. Seperti tidak ada beban. Dan dia tidur dengan tersenyum.” Kata tuan Kim.
“kau benar, Taeyeon kita benar-benar cantik saat tidur.” Nyonya Kim mengelus kening Taeyeon lembut kemudian turun ke pipinya yang pucat dan seketika ia berhenti mengelusnya ketika tangannya menyentuh leher Taeyeon. Ia membelalakkan matanya.
“Taeyeon…?”
To Be Continue

Quote : I had a dream and in it I was running freely and I was walking. But I had another dream and in it I was in wheelchair. I thought I had accepted me for who I am now – Ikeuchi Aya

[FF] One Liter of Tears (6)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
main
jangan lupa abis baca Rate, Comment, Like!^^

-Chapter 6-
Taeyeon memasuki rumahnya dan terkejut melihat eommanya dan Shinhye menangis dan juga appanya yang terus menunduk.
“Kyuhyun-ssi, ada apa ini?” tanya Taeyeon.
“Duduklah.” Ajak Kyuhyun. Taeyeon dan Kwangmin saling menatap bingung.
“Taeyeon-ah, eomma ingin memberitahumu sesuatu.” Ungkap nyonya Kim sambil duduk di sebelah Taeyeon. Lalu memberikan Taeyeon sebuah amplop.
“ige mwoya?” tanya Taeyeon kebingungan. “Shinhye-ah, kau kenapa?” air mata Shinhye semakin membanjiri wajahnya.
images
Taeyeon yang kebingungan akhirnya membuka isi amplop itu. Ia membuka sebuah surat kemudian membaca isi surat tersebut.

HASIL PEMERIKSAAN
Nama Pasien : Kim Tae Yeon
Tempat, Tanggal Lahir : Jeonju, 9 Maret 1989
Golongan Darah : O
Dinyatakan positif diagnose Spinocerebellar Degeneration/Spinocerebellar Athrophy/Ataxia.

“eomma, ini…………” Taeyeon mulai berkaca-kaca. Akhirnya orangtuanya dan Shinhye memeluk Taeyeon.
“hyung, ini sebenarnya ada apa??” Kwangmin cemas.
“noonamu mengidap penyakit Ataxia.” Jawab Kyuhyun pelan.
“ataxia?? Apa itu?? Tidak berbahayakan??” Kwangmin mulai panik.
“ia akan mengalami gangguan keseimbangan. Pergerakannya akan terhambat bahkan terhenti secara tiba-tiba dan tidak bisa mengendalikan syaraf motorik tubuh jika sudah parah dan bisa menyebabkan ia tidak bisa berjalan dia juga akan kesulitan menelan makanan. Ibuku juga menderita penyakit yang sama dan dia sudah…………” Kyuhyun menghentikan pembicaraannya dan Kwangmin mengerti apa maksudnya.
“Noona……………” Kwangmin memeluk Taeyeon.
6 bulan kemudian Girls’ Generation sudah menjadi girl band besar kebanggan Korea Selatan dan Boyfriend tidak lama lagi akan segera debut. Beruntung Taeyeon masih kuat dan tidak menunjukan bahwa ia mengidap penyakit berbahaya. Tidak ada yang tahu tentang penyakitnya kecuali keluarganya, dokter Kim Jaejoong dan Kyuhyun. Bahkan member Girls’ Generation sendiri tidak mengetahui itu. Taeyeon tinggal di dorm bersama member GG yang lain tapi sesekali ia pulang.
“Taeng-eonni kemana? Belum bangun?” Tanya Seohyun.
“sepertinya begitu. Aku akan membangunkannya dulu.” Jawab Hyoyeon. Lalu berjalan ke kamarnya.
“eonni, apa kau belum bangun?” tanya Hyoyeon dari depan pintu kamar Taeyeon tapi tidak ada jawaban.
“eonni? Kau masih tidur?” masih belum ada jawaban. Hyoyeon pun akhirnya membuka pintu kamarnya. Tampak Taeyeon yang masih tertidur lelap.
“eonni, kau kelelahan ya? Ayo sarapan dulu.” Kata Hyoyeon namun Taeyeon tidak bergerak juga.
“eonni, eonni bangun! Eonni!” Hyoyeon panik dan mengguncang-guncangkan tubuh Taeyeon yang sama sekali tidak bergerak dengan mata tertutup.
“eonniiiiiiiiiii!! Bangun ini sudah siang. Eonni!! Eonni!!” mendengar Hyoyeon yang berteriak-teriak akhirnya member yang lain pun berlari ke kamar Taeyeon. Mereka melihat Taeyeon yang terbaring lemah dengan wajah pucat. Lalu mereka segera memanggil ambulance dan membawanya ke rumah sakit. Sunny menelpon keluarga Taeyeon. Mereka pun segera menuju Rumah Sakit.
Sesampainya disana mereka menghampiri member GG untuk menanyakan keadaan Taeyeon. Sementara Kwangmin menelpon Kyuhyun. Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang.
“Sebenarnya eonni kenapa?” gumam YoonA yang tampak sangat bersedih. Kyuhyun akhirnya memberitahu mereka tentang penyakit Taeyeon.
“jadi…ternyata dia menderita penyakit itu??” tanya YoonA lagi.
“aku sering mendapatinya tiba-tiba berhenti bergerak, dan jatuh tanpa sebab. Aku kira ia hanya kelelahan.” Ungkap Tiffany dengan terisak.
“apa kalian ingat waktu acara kompetisi dulu? Eonni tiba-tiba menjatuhkan gelas yang dipegangnya dan waktu dikantin sekolah tangannya bergetar dan sendok yang dipegangnya pun terjatuh begitu saja” ucap Yuri. Mereka akhirnya menangis tidak mempercayai penyakit leadernya yang sangat baik itu.
Dokter Jaejoong yang mirip sekali dengan Hero JYJ *ya iyalah!! Kekekeke~* keluar dan menghampiri orang-orang yang menunggu Taeyeon.
“untung Taeyeon segera dibawa kemari. Jika tidak, akibatnya akan fatal.”
“apa eonni sudah sadar?” tanya Shinhye. Dokter Jaejoong mengangguk. “tapi sepertinya Taeyeon harus berhenti dari GG.” Kata dokter Jaejoong.
“mwo??”
“sebaiknya kalian temui saja. Dia menanyakan kalian.” Kata dokter Jaejoong.
Mereka akhirnya masuk. “noona……” ucap Kwangmin terbata-bata.
“k..kk..kwang…mm..min..” rupanya penyakit itu sudah menyerang organ lisannya. Ia tidak bisa bicara dengan lancar.
“eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!” member GG segera memeluk Taeyeon dan tangisan pun pecah.
“dd..ddong…ssss..sae…ngi..” Taeyeon menangis.
**
Besoknya berita Taeyeon masuk rumah sakit segera menyebar namun tidak ada yang tahu pasti penyakit Taeyeon.
“eonni memang sedang sakit. Kami mohon do’anya dari kalian semua supaya eonni bisa menghibur kalian lagi. Kamsahamnida.” kata Yuri yang sedang diwawancarai wartawan mengenai berita Taeyeon. Penjagaan dirumah sakit sangat ketat, sehingga tidak ada seorang wartawan pun yang berhasil mendapatkan berita tentang Taeyeon.
Beberapa hari kemudian Taeyeon keluar dari rumah sakit namun ia vakum dari semua kegiatan Girls’ Generation. Suara merdunya sudah tidak ada lagi. Gerakan dancenya pun tidak selincah dulu karena ia sudah kesulitan berjalan walaupun ia masih mampu.
Taeyeon dan eommanya pergi ke sekolah Kwangmin untuk melihat latihan dancenya. Taeyeon tersenyum melihat gerakan dance Kwangmin yang sangat lincah.
“noona, eomma!!” Kwangmin berlari menuju ibu dan kakaknya dan memeluk keduanya.
“Kk..kkwang..mmmin, ddancemu sem..mmakin bbbaik. Akku bb..angga ppa..damu..” Ucap Taeyeon tersenyum.
“hehe.. gomawo, noona.”
“apa kau sudah makan? Kami bawakan makanan kesukaanmu. Kami bawa banyak supaya kau bisa makan bersama teman-temanmu.”
“waahh, kamsahamnida eomma, noona. Apa kalian juga mau makan bersama kami? Ayolah!!” ajak Kwangmin. Taeyeon dan eommanya mengangguk. Lalu Kwangmin memanggil teman-temannya untuk makan bersama.
“Kwangmin-ah, noonamu cantik sakali.” puji Youngmin.
“tentu saja! Lihat saja aku yang sangat tampan ini.” Jawab Kwangmin tertawa diikuti yang lainnya.
“Youngmin-ah wajahmu mirip sekali dengan Kwangmin kami? Kalian bersama seperti ini membuat eomma jadi merasa memiliki anak kembar.” *emang kembar, eomma! Kkkk~*
“hehehe.. kami juga tidak tahu kenapa wajah kami begitu mirip.” Jawab Youngmin.
“uuhuuk..uhhuuk..” Taeyeon tersedak.
“Noona!! Kau tidak apa-apa??” Kwangmin panik dan memberinya minum tapi Taeyeon terus batuk-batuk hingga akhirnya mulutnya mengeluarkan darah dan jatuh pingsan.
To Be Continue

Quote : This disease, why did it choose me? Fate. It can’t be put into words. – Ikeuchi Aya

[FF] Only One (Chapter 1)

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Lee Donghae, Victoria
Other Cast : SM Family
Genre : Alternate Universe, Comedy, I don’t know o.Oa
About : Kegalauan(?) waktu comeback SuJu, Kyuhyun nyebut nama Victoria di Thanks to nya. Ceritanya Taeyeon mo bikin “pembalasan” d album I Got a Boy dengan cara yang sama. hehe.. how is it? just read~^^

-Chapter 1-
“Taeyeon-ah!” panggil Kyuhyun membuat Taeyeon menoleh.
“ne?”
“duduk denganku ya.” ajak Kyuhyun.
“Kyuhyun-oppa!” teriak seorang yeoja belum sempat Taeyeon menjawab ajakan Kyuhyun. “duduk disebelahku ya!” yeoja itu bergelayut manja di tangan Kyuhyun, “oh, Taeyeon-ah, annyeong!” sapa yeoja itu yang baru menyadari keberadaan Taeyeon.
“ne, annyeong eonni.” Sahut Taeyeon.
“oppa, kajja kita duduk disana!” tunjuk yeoja itu ke kursi seat 2 orang.
“tapi Vic.. aku sudah mengajak Taeyeon untuk..”
“gwaenchana!” Taeyeon memotong ucapan Kyuhyun, “aku duduk ditempat lain saja.”
“tapi..”
“tuh kan, oppa. Taeyeon juga tidak apa-apa. Kajja!” Victoria menyeret Kyuhyun duduk di seat 2 orang itu.
Taeyeon menghela napasnya. Hatinya merasa sakit melihat kedekatan Kyuhyun dan Victoria. Ia sudah menyukai Kyuhyun sejak lama dan ia merasa Kyuhyun juga merasakan hal yang sama. Awalnya ia tidak begitu memperdulikan kedekatan Kyuhyun dan Victoria karena Kyuhyun selalu bilang bahwa ia hanya menganggap Victoria sebagai dongsaeng walaupun Taeyeon sendiri bingung mana ada orang yang lebih tua disebut dongsaeng. Tapi akhir-akhir ini Taeyeon merasa semakin sakit ketika ia tahu Kyuhyun menyebut nama Victoria di album keenam SuJu.
“jika dia menyukai Victoria lalu apa arti dari perhatian dan kedekatannya padaku? apa dia hanya mempermainkanku karena dia tahu bahwa dia adalah member favoritku di SuJu? Chukkae, kau berhasil.” Batin Taeyeon.
“Taengoo-ya!!” seseorang menepuk pundak Taeyeon dari belakang. “kenapa berdiri disini?”
“oh, Donghae-oppa, Eunhyuk-oppa! Annyeong..” sapa Taeyeon.
“kenapa berdiri disini? Belum dapat tempat duduk?” tanya Eunhyuk. Taeyeon menggeleng. “kalau begitu kau duduk dengan kita. Bagaimana?” Tanya Donghae antusias.
“ne.” jawab Taeyeon cepat.
Lalu mereka bertiga pun duduk di seat 3 dan tepat bersebelahan dengan kursi Kyuhyun dan Victoria.
“kau di tengah Taeng. Biar aku yang dekat jendela. Dan Eunhyuk di pinggir.” Ucap Donghae yang dibalas anggukan Taeyeon.
“oh, Kyu! Kau disitu?” seru Eunhyuk yang baru menyadarinya.
“ne, hyung.” Balas Kyuhyun dan melirik Taeyeon yang duduk diantara Eunhyuk dan Donghae.
“whoaaa~ haengbokhae?” goda Eunhyuk sembari menaik turunkan kedua alisnya.
“ya!! hyung!!” kesal Kyuhyun sedangkan Eunhyuk terbahak melihat wajah Kyuhyun yang tiba-tiba memerah. Tidak biasanya si maknae evil ini jadi berubah seperti itu.
“haha.. arasseo!” sahut Eunhyuk.
Kyuhyun melirik Taeyeon yang semakin menundukan wajahnya. “mianhae, Taeng.” Batin Kyuhyun.
“Taeng-ah!” Donghae yang menyadarinya dan tahu perasaan Taeyeon berusaha membuatnya tidak sedih. “gwaenchana?”
“ah? Oh, ye! Nan gwaenchana! Waeyo?” sahut Taeyeon dengan ceria.
“ani.” Balas Donghae sembari mengacak rambut Taeyeon dengan gemas,
“ya!! oppa!! Berhentilah mengacak rambutku!!” Taeyeon mengerucutkan bibirnya pura-pura kesal.
“aissshhh..berhentilah menunjukan wajah aegyo itu!” Donghae mencubit pipi Taeyeon dengan gemas.
“ya!! oppa!!” kesal Taeyeon membuat Donghae terbahak.
“hey, kalian berdua diamlah!!” kesal Eunhyuk yang merasa diabaikan.
“ssstt..ada monyet ngambek!” bisik Donghae pada Taeyeon namun masih bisa didengar Eunhyuk.
“mworago?!! Ya!!!” Eunhyuk mengambil boneka Ddookkong milik Taeyeon dan memukulkannya ke Donghae yang terus tertawa. “ya!! oppa!! Ddookkongku nanti rusak!!” Taeyeon merebut kembali bonekanya dari tangan Eunhyuk dengan kesal.
“kau ini, boneka seperti itu saja berlebihan sekali. Nanti aku belikan secountainer supaya dorm’mu nanti penuh dengan boneka kacang hijau.” Ejek Eunhyuk.
“ini bukan boneka sembarangan, oppa! Ini pemberian Heechul-oppa.”
“ckckck.. kau ini.” Eunhyuk mengacak rambut Taeyeon dengan gemas.
“aisshh kenapa kalian suka sekali menghancurkan rambutku yang indah ini.” kesal Taeyeon lagi membuat Donghae dan Eunhyuk tertawa.
“hey! Yang dibelakang diamlah!!!” teriak Yunho yang merasa terganggu dengan ulah Eunhyuk dan Donghae.
“rasakan!!” Taeyeon menjulurkan lidahnya.
**
Pesawat yang membawa rombongan SMTOWN itu terus terbang dari Korea menuju Indonesia untuk acara SMTOWN INA yang merupakan pertama kalinya mereka kunjungi, kecuali bagi SuJu dan SHINee.
“oppadeul, kalian kan sudah berkali-kali ke Indonesia, seperti apa disana?” tanya Taeyeon pada Donghae dan Eunhyuk.
“kami ke Indonesia bukan untuk berlibur, Taeng.” Jawab Eunhyuk. “kami tidak pernah punya waktu untuk keluar hotel kecuali untuk melakukan reherseal. Tapi makanan disana tidak kalah enaknya dengan makanan Korea. Aku paling suka pisang Indonesia!”
“mwo?? Pisang? Di Korea juga banyak. Apa bedanya?” bingung Taeyeon.
“rasanya berbeda dengan pisang di Korea walaupun jenisnya sama, Taengoo. Coba saja nanti kalau kita sudah sampai.”
“Taeng-ah, kalau kau tidak menemukan perbedaan pisang Indonesia dan Korea, berarti kau 100% manusia.” Jawab Donghae dengan usil.
“maksudnya?” bingung Taeyeon lagi.
“hanya monyetlah yang bisa membedakan rasa pisang yang sejenis! hahaha..” bahak Donghae yang di ikuti Taeyeon.
“aissh dasar ikan!!” dengus Eunhyuk kembali ribut dengan Donghae dan Taeyeon dan mendapatkan lemparan sandal dari Yunho yang tepat mendarat di dahi Eunhyuk.
To be continue..

ga jelas ya ffnya? kekeke~ Rate/Like/Comment!^^

[FF] One Liter of Tears (5)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
1-litre-of-tears
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 5-
Kyuhyun POV
Akhirnya dokter Jaejoong keluar dari Emergency Room.
“ah, nak Jaejoong bagaimana keadaan Taeyeon kami?” tanya nyonya Kim.
“Taeyeon sudah sadar hanya saja dia terluka di bagian rahangnya. Kalian sudah boleh menjenguknya. Ajussi, ajumma, bisa kita bicara sebentar?”
Ada apa ini? Kenapa dokter meminta orang tua Taeyeon menemuinya di ruangannya? Aku akan mengikutinya. Aku tiba di depan ruangan dokter Jaejoong. Diam-diam aku mendengarkan pembicaraan mereka.
“apakah Taeyeon sudah tahu mengenai penyakitnya?”
“belum. Kami belum siap memberitahunya.”
“hmmmmh… tapi kondisi Taeyeon semakin memburuk. Apa dia sering terjatuh?”
“ne.”
“ahjussi, ahjuma, spinocerebellar degeneration bukanlah penyakit biasa. Penyakit ini bisa mengancam jiwanya. Aku hanya memberinya beberapa obat penahan nyeri.”
Mwo?? Spinocerebellar Degeneration??? Ataxia?? Apa aku tidak salah dengar?? Taeyeon menderita penyakit yang sama dengan ibuku?? Jadi kecurigaanku benar? Aku membayangkan kembali saat dia jatuh waktu pertama kali melihatnya, lalu saat ia mengejar Kwangmin, tangan yang bergetar di kantin, dan jatuh di studio dance. Taeyeon…
Kyuhyun POV end

Kyuhyun kembali ke ruang ER dimana Taeyeon terbaring. Ia berdiri di depan pintu kamarnya dan memandang Taeyeon dengan sedih.
“Kyuhyun-ssi, kau darimana?” tanya Taeyeon yang baru menyadari keberadaan Kyuhyun.
“ah, ani.. aku..aku habis dari toilet. Kenapa? Kau merindukanku?” ledek Kyuhyun.
“mwo?? A..aniyo.” jawab Taeyeon gugup.
“Taeyeon-ssi, cepat sembuh!” ucap Kyuhyun.
“gomawo.” Taeyeon tersenyum.
Lalu orangtua Taeyeon datang. “Taeyeon-ah kau sudah boleh pulang besok.” Ucap tuan Kim.
**
Hari sabtu sore sepulang sekolah..
“eomma, aku minta izin nanti malam aku dan Kwangmin akan ke kantor SM.” ucap Taeyeon.
“baiklah.”
“gomawo.” Balas Taeyeon sambil mengecup pipi eommanya.
“Taeyeon, apa kau sudah minum obat?” tanya nyonya Kim.
“sudah. Eomma sebenarnya itu obat apa? Kenapa banyak sekali?”
“itu hanya vitamin supaya kau tidak kelelahan.” Nyonya Kim berbohong.
“oh.. tapi kenapa banyak sekali ya? Hmmpp.. ya sudahlah.” Taeyeon kembali ke kamarnya. Nyonya Kim memandang Taeyeon yang berjalan menuju kamarnya.
“mianhae, Taeyeon-ah.” Gumam nyonya Kim.
Sorenya Taeyeon dan Kwangmin bersiap-siap untuk berangkat.
“noona, kau sudah siap?”
“ne. kajja.”
Lalu mereka berdua pun hanya pamit ke nyonya Kim karena tuan Kim belum pulang dari kerjanya. Setelah mereka pergi, seorang namja datang ke rumah Taeyeon.
Namja itu memencet bell rumah Taeyeon. Nyonya Kim yang kebetulan sedang duduk di teras melihat namja itu dan menghampirinya.
“Kyuhyun-ah?” Kyuhyun membungkukan badannya. “Ada apa? Kau mau menjemput Taeyeon? Taeyeon baru saja berangkat. Apa kau tidak bertemu dijalan?” tanya nyonya Kim.
“aniyo. Aku tidak bertemu di jalan dan aku kesini juga bukan untuk menemui Taeyeon.” Ucap Kyuhyun serius.
“lalu?”
“aku kesini ada perlu dengan anda, nyonya Kim.” Lalu nyonya Kim mengajaknya masuk.
“ada apa sebenarnya?” tanya nyonya Kim saat Kyuhyun sudah duduk di kursi ruang tamu.
“begini, apa benar bahwa Taeyeon…mengidap spinocerebellar degeneration?” tanya Kyuhyun hati-hati nyonya Kim terkejut.
“ddd..darimana kau tahu???”
“jadi itu benar?”
“ne.” nyonya Kim sedih.
“mianhae. Apa Taeyeon sudah tahu?” nyonya Kim menggeleng. “sebenarnya ibuku juga menderita penyakit yang sama dengan Taeyeon. Beliau sudah meninggal 3 bulan yang lalu di Jepang.” Nyonya Kim tersentak mendengar ucapan Kyuhyun. “sebenarnya aku sudah curiga dari dulu kemudian waktu di rumah sakit aku diam-diam mendengar percakapan anda dengan dokter Jaejoong.” Lanjut Kyuhyun.
“eomma! Apa itu benar?? Taeyeon-eonni…” tiba-tiba Shinhye keluar dari balik dinding yang memisahkan ruang tamu dan ruang tengah. Air mata sudah membanjiri matanya.
“Shinhye-ah..?” nyonya Kim terkejut.
“eomma kenapa tidak memberitahu kami??” Shinhye duduk disebelah nyonya Kim.
-sementara itu di kantor SM-
“kalian kami resmikan menjadi keluarga besar SM Entertainment! Tapi Boyfriend harus melewati masa trainee dulu sambil menunggu kalian cukup umur untuk debut.” ujar Lee Sooman pada Girls’ Generation dan Boyfriend.
“Kamsahamnida!”
Setelah selesai mereka akhirnya pulang. Saat berjalan tanpa sengaja Taeyeon bertabrakan dengan seorang namja.
“ah jeosonghamnida!” ucap Taeyeon sambil membungkuk 90 derajat. Lalu ia melihat namja yang ia tabrak barusan. Matanya terbelalak. “Leeteuk-ssi??” tanya Taeyeon. “kau Leeteuk dari Super Junior kan?”
“ne. apa kau baik-baik saja?”
“ah.. ne.” Taeyeon masih terpesona dengan leader Suju ini.
“eonniiiiii!!” tiba-tiba Girls’ Generation datang menghampiri Taeyeon.
“hyung!!!!!” member Super Junior memanggil Leeteuk.
GG (Girls’ Generation) menoleh ke arah namja-namja yang memanggil orang yang sedang ngobrol dengan Taeyeon.
“ommo!! Itu Super Junior!!!!” seru YoonA. Lalu mereka berbelok dan mengerumuni member Suju itu. Mereka akhirnya berbincang-bincang.
Saat pulang..
“Taeyeon-ssi, kau mau pulang? Teman-temanmu sudah duluan. Mau ku antar?” tawar Leeteuk.
“ah, tidak usah. Aku mau pulang dengan adikku.”
“adik? Oh ya, member Boyfriend itu? Kau ajak saja adikmu ikut mobilku. Ini sudah malam.”
“eh? Mmm…baiklah.” Lalu Taeyeon mengajak Kwangmin.
Mereka akhirnya pulang bersama. Di mobil mereka terus mengobrol.
“Leeteuk-hyung, kau tahu tidak kalau Taeyeon-noona sangat mengidolakanmu?” Ucap Kwangmin polos.
“kwangmin-ah!!” Taeyeon menggertak adiknya.
“jinjja?? Wahh, seorang leader menyukai leader rupanya.” Goda Leeteuk yang sukses membuat yang pipi Taeyeon memerah karena malu. Lalu memandang Kwangmin dengan tatapan awas-kau-habislah-kau-nanti. Kwangmin justru terkekeh melihat ekspresi noonanya itu.
Sesampainya dirumah, Leeteuk membukakan pintu untuk Taeyeon. “kamsahamnida” Ucap Taeyeon dan Kwangmin.
“apa hyung mau masuk dulu?” tanya Kwangmin.
“tidak usah. Aku pulang saja.” Jawab Leeteuk.
Tiba-tiba Kyuhyun keluar dari rumah dan berlari ke arah mereka bertiga. Kyuhyun terkejut dengan kehadiran orang asing yang ada dihadapannya. Ia sedikit familiar dengan wajah Leeteuk.
“Kyuhyun-ssi?” Taeyeon terkejut karena keberadaan Kyuhyun di rumahnya.
“Taeyeon, kau baru pulang?” tanya Kyuhyun.
“ah, sebaiknya aku pulang dulu. Sampai jumpa.” Pamit Leeteuk. Lalu pergi dengan mobil putihnya.
“Kyuhyun-ssi, kau menungguku?” tanya Taeyeon.
“ne. masuklah. Eomma mu sudah menunggu kalian.”
Taeyeon memasuki rumahnya dan terkejut melihat eommanya dan Shinhye menangis dan appanya yang terus menunduk.
“Kyuhyun-ssi, ada apa ini?” tanya Taeyeon.
To Be Continue

Quote : Suffer and suffer through, and there’s a rainbow coloured happiness waiting on the other side. Do not rush it; do not be greedy. Don’t give up, because everybody takes a step at a time. It didn’t matter how insignificant, but I wanted to be useful to others – Ikeuchi Aya

[FF] Purple Butterfly (Chapter 2)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror, Romance
Rating : M

Annyeong~ I’m back. Mumpung ada waktu publish second chapternya Purple Butterfly.
Di chapter ini author masukin beberapa cast baru. Semoga suka.^^
RCL, this story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly.
crimson butterfly
Authornya gamer kayak Kyu. Dari belum masuk SD sampe sekarang kuliah tingkat akhir masih suka maen game. hehehe..

Quote : “Didn’t we always promise each other… that we would always be together?” (Mayu Amakura to Mio Amakura)

-Chapter 2-
Malam sebelum Taeyeon menghilang, keduanya tidur bersebelahan. Mereka saling bertatapan dalam diam hingga Taeyeon berkata, “berjanjilah kita akan selalu bersama.” Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Taeyeon membalas senyuman Kyuhyun dan Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Taeyeon.
“tidurlah. Sudah malam. Apa kau tidak ngantuk?” ucap Kyuhyun.
Beberapa menit kemudian Kyuhyun tertidur pulas karena kelelahan yang disebabkan oleh “aktifitasnya” dengan Taeyeon. *hahaha*
Namun tidak dengan Taeyeon. Taeyeon terus memandangi wajah Kyuhyun yang tidur memeluknya. Taeyeon tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang begitu tenang. Tidak dingin seperti yang sering ia lihat. Taeyeon membelai pipi kanan Kyuhyun dan mendaratkan bibirnya di bibir namjanya itu. Taeyeon kembali memandangi Kyuhyun seolah wajah Kyuhyun adalah satu-satunya pemandangan yang menarik baginya. Beberapa menit kemudian, pandangan Taeyeon teralih pada sesuatu yang melayang-layang dibelakang Kyuhyun. Seekor kupu-kupu ungu yang tampak seperti memperhatikan keduanya.
Taeyeon menyingkirkan tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya perlahan supaya tidak membangunkannya. Ia beranjak mendekati kupu-kupu itu.
“kenapa malam-malam begini ada kupu-kupu?” gumam Taeyeon. Saat Taeyeon mendekat, kupu-kupu itu terbang menjauhinya. Tanpa sadar, dengan langkah yang terpincang-pincang karena luka di kakinya, Taeyeon mengejar kupu-kupu itu menjauh dari tempatnya dan Kyuhyun semula.
**
Pagi hari Kyuhyun membuka matanya karena sinar matahari yang mengenai wajahnya. Ia tersenyum mengingat apa yang telah dilakukannya dengan Taeyeon semalam. Kyuhyun menengok kesebelahnya. Namun perlahan senyum itu menghilang. Ia baru menyadari bahwa Taeyeon sudah tidak ada disampingnya.
Kyuhyun bangkit dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. “TAEYEON-AH!!!” teriak Kyuhyun. Namun yang ia dapatkan hanya gema pantulan suaranya sendiri. Kyuhyun beranjak mencari Taeyeon ditengah hutan itu.
Berjam-jam Kyuhyun kebingungan mencarinya namun ia belum juga menemukan Taeyeon. “Taeyeon-ah, neo odiga??” panik Kyuhyun. Ia berlari kesana-kemari meninggalkan barang-barangnya di pondok itu.
**
Seharian Kyuhyun terus berjalan mencari Taeyeon, hingga malam kembali menjelang ia tiba di perumahan desa itu. Desa itu tampak sunyi dan seperti tidak berpenghuni. Rumah-rumah yang terbuat dari kayu tampak lapuk dimakan usia.
Angin yang berhembus membuat suasana semakin mencekam ditambah semakin gelapnya hari itu. Berkali-kali Kyuhyun mengetuk rumah-rumah itu namun tidak ada jawaban dan pintunya pun terkunci.
Hanya diterangi cahaya bulan, Kyuhyun menyusuri setiap perumahan desa itu. Sama sekali tidak ada penerangan. Setelah lama berjalan, ia melihat pintu samping sebuah rumah yang terbuka dan terhubung ke halaman belakang rumah itu. Disitu tampak sebuah ruangan yang hanya memiliki satu jendela kecil dan pintunya terkunci. Kyuhyun hendak mengintip kedalamnya namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara namja dari dalam ruangan itu.
“Taeyang?” ucap namja itu. “Taeyang, kaukah itu?” namja itu menampakan wajahnya ke jendela. Tatapannya tidak seperti melihat kearah Kyuhyun. Sepertinya ia buta. “Taeyang, kau kembali? Apa yang kau lakukan disini?” ucapnya lagi.
“nugu?” tanya Kyuhyun.
“ritual akan segera dilakukan.” Ucapnya tidak menghiraukan pertanyaan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya tidak mengerti. “Peristiwa itu akan terjadi lagi. Kenapa kau kembali? Kau dan Yuri harus segera keluar dari tempat ini. Ia berada di rumah pendeta Lee. Kau harus segera membawanya pergi! Masih ada waktu untuk menyusulnya. Cepat!!” gertaknya membuat Kyuhyun terkejut. “jika kau tidak bisa menemukan jalan keluar dari desa ini, temui aku. Mungkin aku bisa membantumu.” Setelah berkata itu, namja tersebut kembali menjauhi jendela.
“eu..jogio!” Kyuhyun melongokan kepalanya ke jendela kecil itu. “aku bukan Taeyang. Aku sedang mencari temanku. Seorang perempuan. Apa kau melihatnya?” tanya Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya kedalam ruangan gelap itu mencari orang tadi. Namun ia tidak menemukan apa-apa dan tidak ada jawaban dari orang itu. “aneh.” Pikir Kyuhyun.
Kyuhyun meninggalkan tempat itu dan berniat kembali keatas bukit tempat ia meninggalkan barang-barangnya. “kau kemana Taeyeon?” gumam Kyuhyun.
Sesaat kemudian ia teringat sesuatu, “ponsel!!” Kyuhyun segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Namun sayang, ternyata ponselnya mati. “sh*t!!” umpat Kyuhyun dengan emosi membanting ponselnya ke tanah. Kyuhyun berusaha mengendalikan emosinya sambil melihat ponselnya yang berantakan. Sesaat kemudian ia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya pada benda didekat ponselnya. Ia berjongkok mengambil benda itu. “ini..bukankah ini kain yang dipakai untuk membalut luka kaki Taeyeon??” gumam Kyuhyun. “berarti ia berada disekitar sini??”
PUK!!
Kyuhyun dikejutkan seseorang yang menepuk pundaknya. Ia segera berbalik dan…ia melihat yeoja yang sedang ia cari tersenyum kearahnya.
“Taeyeon-ah???” kejut Kyuhyun.
“Kyu.” ucap yeoja itu. Dengan cepat Kyuhyun memeluk yeoja itu seolah takut ia menghilang lagi.
“kau kemana saja?? Aku terus mencarimu!!” panik Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.
“mianhae.” Balas Taeyeon. Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap kedua mata Taeyeon. Kyuhyun dapat melihat wajah Taeyeon yang tampak pucat. “gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Taeyeon. “kita harus segera keluar dari tempat ini.” Ucap Kyuhyun menggenggam tangan Taeyeon yang dingin dan berjalan mendahuluinya.
“aniya.” Ucap Taeyeon melepaskan tangan Kyuhyun dan membuat langkah Kyuhyun terhenti.
“wae?”
“kita jauh-jauh datang ke tempat ini untuk melakukan sesuatu, kan? Kenapa harus buru-buru?”
“sepertinya ini bukan tempat yang tepat, Taeng.” Balas Kyuhyun. “apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan tempat ini?” tanya Kyuhyun.
“ani.” Jawab Taeyeon menggelengkan kepalanya.
“pokoknya kita harus segera pergi dari tempat ini, Taeng.” Ucap Kyuhyun bersikeras. “kajja. Kita kembali ke bukit itu dan mengambil barang-barang kita.” Kyuhyun dan Taeyeon pun berjalan bersebelahan menuju bukit.
“Taeng-ah, mianhae aku membawamu ke tempat seperti ini.” Ucap Kyuhyun tanpa memandang Taeyeon yang berjalan disebelahnya.
“gwaenchana.”
“kakimu baik-baik saja? Apa masih sakit?”
“sedikit. Tapi aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” Jawab Taeyeon. “Kyu..”
“ne?”
“ah..tidak.” Taeyeon tampak enggan meneruskan perkataannya.
Keduanya kembali berjalan dalam diam. Kyuhyun terus berpikir kemana Taeyeon pergi seharian ini.
“Taeng-ah, seharian ini kau kemana sa…” ucapan Kyuhyun terhenti ketika ia melihat kesebelahnya. Taeyeon seharusnya berada disampingnya namun ia tidak menemukan siapa-siapa. Apakah Taeyeon menghilang lagi? “Taeyeon?” Kyuhyun mengedarkan pandangan ke sekelilingnya mencari Taeyeon. “Taeyeon-ah!”
Benarkah Taeyeon menghilang lagi? Apakah yang ditemui Kyuhyun tadi itu benar-benar Taeyeon?
to be continue..

pendek ya?
mianhae kalo pemilihan katanya ngebosenin dan feel horrornya ga dapet. :3
don’t plagiarize!!