Daily Archives: January 21, 2013

[FF] Purple Butterfly (Chapter 4)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror
Rating : M
Disclaimer : This story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly
crimson butterfly

-Previuos Chapter-

KLIK!!!
Flashlight dari kamera membuat roh itu terpental mundur. Namun ia bangkit kembali mencoba menyerang Kyuhyun.

“tunggu mantra di sekeliling fokus kamera itu menyala lalu shot!!” ucap Taeyeon tiba-tiba.

Tidak ada waktu bagi Kyuhyun untuk meminta penjelasan ucapan Taeyeon, ia menuruti ucapan Taeyeon. Menunggu beberapa detik hingga mantra-mantranya menyala dan SHOT!!! Roh itu menjerit dan lenyap. Jeritan roh itu membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri.
Kyuhyun menurunkan kameranya dan terduduk lemas disamping Taeyeon.

“bagaimana kau bisa tahu cara menggunakan kamera ini bahkan kau belum pernah menggunakannya?” tanya Kyuhyun.

“molla.” Jawab Taeyeon menundukan kepalanya.

“tempat ini benar-benar berbahaya. Kita harus segera keluar dari sini.”

“tidak bisa.” Ujar Taeyeon cepat membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “kita tidak bisa pergi begitu saja. Kita sudah membuat kesalahan di tempat ini dan membuat roh-roh itu bangkit kembali.”

“apa maksudmu?” ucap Kyuhyun tercekat.

“kita harus menutup kembali kutukan desa ini.” Jawab Taeyeon semakin membuat Kyuhyun bingung. Kyuhyun mencoba membaca pikiran Taeyeon karena mungkin Taeyeon telah melihat sesuatu tapi ia tidak berhasil menjebol pembatas pikiran Taeyeon.

-Chapter 4-

Kyuhyun dan Taeyeon masih berada di dalam rumah itu dan entah mengapa mereka seperti tidak bisa keluar dari rumah yang besar seperti mansion itu.

“kemana jalan keluarnya?” gumam Kyuhyun. Taeyeon berjalan mengikutinya di belakang. Kyuhyun terus memegang tangannya seolah takut tiba-tiba Taeyeon menghilang lagi.

Mereka masih menyusuri dalam rumah itu, tiba-tiba Taeyeon menggumamkan sesuatu yang membuat Kyuhyun merinding.

“kita berjanji untuk selalu bersama, karena itu kita melarikan diri tapi semua orang-orang itu mati.” Gumam Taeyeon sambil terus berjalan mengikuti Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Taeyeon. “Taeyeon-ah kau bicara apa?”

““kita berjanji untuk selalu bersama, karena itu kita melarikan diri tapi semua orang-orang itu mati.” Ulang Taeyeon lagi dengan suara pelan.

“ya! Taeng-ah! Jangan menakutiku!” Kyuhyun mengguncang-guncang pundak Taeyeon.

Taeyeon terkesiap seperti baru sadar dari lamunannya. “oh, waegeurae?” bingung Taeyeon melihat wajah panik Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Taeyeon dengan pandangan tidak mengerti. Ia menarik Taeyeon dan memeluknya. “berhentilah membuatku cemas!” ucap Kyuhyun sambil memeluk Taeyeon.

Kyuhyun kembali berjalan dan Taeyeon mengikutinya dibelakang sambil terus menggumamkan kalimat tadi. “kita berjanji untuk selalu bersama, karena itu kita melarikan diri tapi semua orang-orang itu mati.”

Tidak lama kemudian mereka berhadapan dengan sebuah pintu.

“kuharap ini pintu keluarnya.” Ujar Kyuhyun yang sudah kelelahan tersesat dirumah itu.

Kyuhyun membuka pintu yang terbuat dari kayu itu. Saat pintu itu terbuka, sekilas bayangan hitam melintas didepannya. Kyuhyun masuk kedalam sebuah ruangan yang gelap. Saat ia menyenterkan lampu senternya, tiba-tiba pintu dibelakangnya tertutup dan Taeyeon tertinggal di luar ruangan itu.

“TAEYEON-AH!!” teriak Kyuhyun menggedor-gedor pintu tua itu. Pintu itu seperti terkunci. Ia tidak bisa membukanya. Kyuhyun terus menggedor-gedor pintu itu dan meneriakan nama Taeyeon.

“oppa!!” balas Taeyeon berteriak.

“Taeyeon-ah! Kau baik-baik saja disitu???” panik Kyuhyun. Tidak ada jawaban dari Taeyeon membuat Kyuhyun tambah panik. Saat ia meneriakan nama Taeyeon, Kyuhyun merasakan ada sesuatu yang melintas di belakangnya. Begitu ia menoleh, ia tidak menemukan apa-apa. Ia mulai kembali merinding. Ia memegang erat kamera obscura temuannya dan menyoroti ruangan gelap itu dengan senternya.

SSSSTTTTTTTTT!!!

Bayangan hitam itu kembali muncul didepannya.

“siapa disana??” teriak Kyuhyun terus menyoroti sekitarnya.

Tidak lama kemudian, ia kembali dikejutkan dengan sesuatu yang berjalan kearahnya. Tampak seperti manusia yang berjalan sempoyongan. Kyuhyun segera mengetahui makhluk apa itu setelah melihat lehernya patah dan menghadap ke belakang. Sepertinya sebelum ia mati, ia terjatuh dari tempat yang tinggi.
images
Makhluk itu berjalan kearahnya. Kyuhyun sudah bersiap-siap dengan kamera obscuranya.
Flash!

Ia memotretnya dan makhluk itu terpental mundur namun ia kembali berjalan kearahnya. Kyuhyun memotretnya lagi, namun belum ia memotretnya, makhluk itu sudah menggapai tubuh Kyuhyun dan berusaha mencekiknya.

“AKHHH!!!” erang Kyuhyun berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman makhluk itu. Saat ia berhasil melepas cengkramannya, Kyuhyun cepat-cepat mengarahkan kameranya. Mantra-mantra itu sudah menyala, satu kali tembak, makhluk itu menjerit kesakitan dan muncul bola-bola kecil yang terhisap ke dalam kamera itu. Makhluk itu telah berhasil terkunci didalam kamera itu. Samar-samar Kyuhyun melihat sesuatu yang bersinar di lantai tepat dimana makhluk tadi berdiri. Kyuhyun berjongkok mengambil benda itu. Sebuah kepala boneka kayu kecil. Kyuhyun mengerutkan dahinya melihat benda itu.

“OPPA!!” seru Taeyeon membuka pintu itu dan segera berlari ke arah Kyuhyun dan memeluknya ketakutan. “kenapa kau meninggalkanku?” isak Taeyeon memeluk Kyuhyun.

“mianhae..” ucap Kyuhyun. “kajja, kita cari lagi jalan keluarnya.” Taeyeon mengangguk dan keduanya kembali mencari pintu keluar mansion itu.

Mereka mendekati sudut lain ruangan gelap itu. “oppa, apa itu?” tanya Taeyeon merapatkan dirinya pada Kyuhyun sambil menunjuk sebuah altar yang di penuhi boneka aneh yang terbuat dari kayu. Boneka-boneka itu dipakaikan hanbok yang seragam. Satu dari boneka itu tidak memiliki kepala.

“tempat apa ini?” gumam Taeyeon memperhatikan sekelilingnya.

Kyuhyun menangkap aura lain dari boneka-boneka itu. Ia mengarahkan kamera obscuranya pada boneka-boneka itu. Dan anehnya, ia melihat sesuatu yang lain di display kamera itu. Fokus kamera itu berwarna biru. Berbeda dengan saat di arahkan pada roh yang fokusnya berubah menjadi warna merah.

Flash!

Kyuhyun memotret boneka-boneka itu dan ia kembali terkejut dengan tampilan di display kamera itu. Ia melihat boneka yang tanpa kepala itu tiba-tiba menjadi utuh memiliki kepala. Kyuhyun teringat pada kepala boneka yang ia temukan setelah melawan roh wanita dengan leher yang terputus tadi.

Kyuhyun meletakan kepala boneka temuannya pada boneka itu dan sedetik kemudian boneka itu bergerak dan dibawah boneka tadi terdapat sebuah kotak kecil. Kyuhyun membuka kotak itu dan ia menemukan sebuah kunci.

“kunci kupu-kupu?” ucap Taeyeon yang berdiri disamping Kyuhyun. Kyuhyun menemukan benda lain di kotak itu, secarik kertas dengan tulisan yang sebagian sudah pudar. Kyuhyun membaca tulisan itu.

Ritual itu semakin dekat, dan aku harus segera keluar melarikan diri dari pintu samping pada malam hari. Mereka pergi begitu cepat. Aku bahkan tidak sempat meminta mereka tentang hal itu. Orang-orang lain di rumah itu bertindak aneh. Apakah tidak ada cara lain melepaskan kutukan ini?

Begitulah tulisan yang berada dalam kertas yang dipegang Kyuhyun. Ia sama sekali tidak mengerti dengan tulisan itu. Kyuhyun membalik kertas itu dan menemukan hal lain lagi. Seperti sebuah peta. Peta Mansion Lee. Jadi pemilik rumah ini adalah Lee? Pikir Kyuhyun.

Kyuhyun dan Taeyeon kembali melanjutkan jalan. Kyuhyun menyimpan peta itu disaku celana jeansnya. Mereka melewati koridor. Tiba-tiba saat belok kiri.

Deg!!

Taeyeon nyaris menjerit. Ia memegang tangan Kyuhyun kuat-kuat.

“Kenapa… kau lari?” itu kata sesosok lelaki tua yang muncul di hadapan Kyuhyun dan Taeyeon. Kyuhyun menyiapkan kamera obscuranya dan segera mengusirnya dengan jepretannya.

Kyuhyun dan Taeyeon lanjut jalan setelah penampakan itu hilang. Kemudian melewati tangga. Satu per satu mereka berjalan menuruni tangga. Terdengar suara, “Kalian datang ke tempat ini untuk tujuan ini.”

Suaranya sama persis dengan suara lelaki yang muncul di koridor tadi. Kyuhyun menoleh ke belakang namun tidak ada apa-apa kecuali Taeyeon. Kyuhyun mulai bersiap dengan kameranya. Untuk barjaga-jaga kalau-kalau makhluk halus itu menyerangnya. Tapi tiba-tiba Taeyeon berlari mendahului Kyuhyun. “kenapa dia?” pikir Kyuhyun.

Kyuhyun mengikutinya. Taeyeon berdiri tepat di tengah ruangan sambil menunduk. Kyuhyun melangkah mendekatinya.
Bulu kuduk Kyuhyun meremang, tubuhnya gemetaran. Kyuhyun bergumam, “Perasaan ini…”

Tiba-tiba terdengar jeritan yang memilukan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya terkejut dengan suara itu. Seperti jeritan seorang perempuan yang menjerit kesakitan. Tidak lama kemudian tampak sosok yeoja memakai hanbok putih, penuh darah dan sekitarnya berserakan mayat-mayat dengan kondisi mengenaskan. Tapi sosok itu perlahan berganti-ganti dengan Taeyeon. Kyuhyun menyentuh bahunya dari belakang, “Taeng, ada apa?”

Taeyeon mengangkat wajahnya. “Eh… eobseo.”

Kyuhyun menarik nafas lega. Ia bergerak ke pintu lain untuk melanjutkan perjalanan. “Oppa, kita harus keluar dari sini. Aku tidak mau membunuh lagi…” Gumaman Taeyeon terdengar oleh Kyuhyun.

Tidak mau membunuh lagi? Apa maksudnya itu. Aku tidak mengerti. Apa ia baik-baik saja? Ataukah makhluk-makhluk ditempat ini sudah….

To be continue…

okay, udah nyampe chapter 4 tapi ceritanya masih agak abstrak. haha.. next part mulai keliatan konflik intinya.  Tinggalkan jejak~ 😀