Monthly Archives: January 2013

[FF] He’s Beautiful (Chapter 1)

Main Cast : Kim Junsu, Kim Taeyeon, Kim Heechul
Other Cast : Look at the teaser
Genre : Romance, Comedy
Rating : T
Disclaimer : The story is 100% mine and a lil bit adapted from Japan manga created by Hisaya Nakajo, titled Hanazakari No Kimitachi E
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Dilarang memplagiat ff ini! *pasang tampang serius Yunho #huh??

Tadinya author ga bakal publish ff dulu malem ini tapi untung tugas author udah kelar jadi ada waktu buat mampir kesini sebelum akhirnya ketemu Xiah Junsu ntar malem. hihihihi
FF ini tadinya ga bakal di publish dulu dan lanjutin yang Only One, tapi setelah diliat lagi yang Only One masih kependekan. jadi ini aja dulu deh. semoga suka~ 😀

-Chapter 1-
Dengan susah payah, Shindong berlari kencang menuju kelasnya, kelas 2A.
Kelas itu sangat ribut. Saking ributnya, bisa dibilang seperti kandang monyet. Ada yang berlarian, main bola, saling membully hingga ada yang adem-ayem damai sentosa tidur dengan iler kemana-mana.
“ya!! Semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..!” teriak Shindong, seketika gempa lokal terjadi di kelas itu. “hari ini kita akan kedatangan murid baru dari Amerika!” lanjut Shindong semangat.
“benarkah?? Waaahhh seperti apa ya?” tanya salah satu murid.
“aku bisa membayangkan, rambutnya pirang, badannya tinggi…”
“hidung mancung………”
“badan sexy dan hot….” Ucap Yunho mendesah dan segera ia mendapat seruan dan ada yang melemparinya dengan gumpalan kertas, buku, pulpen, piring, gelas, teko (3 yang terakhir gak deh. XD)
Kelas kembali ribut seperti penangkaran orang utan dengan penghuni yang berkeliaran, loncat kesana kemari.
Tidak berapa lama kemudian, Yoo Jaesuk, wakil kepala sekolah masuk ke kelas itu.
“perhatiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann!!!!” tiba-tiba saja gempa lokal kembali mengguncang kelas tersebut.
“hmm… sepertinya aku perlu berlatih lagi. Gempa Jaesuk-seonsaengnim lebih dahsyat dari gempa buatanku.” gumam Shindong.
“hari ini kalian kedatangan teman baru dari Amerika. Saya harap kalian bisa membimbingnya. Taeyeon-ssi.. silahkan masuk..”

Semua murid 2A tegang seperti menunggu pemenang arisan yang akan di umumkan bu RT. Mereka penasaran seperti apa murid dari Amerika itu. Lalu murid baru yang bernama Taeyeon itu masuk. Namun tiba-tiba…
DUENGGGGG!!!
Sebuah panci besar jatuh tepat mengenai kepalanya.
“Annyeong haseyo!! Kim Taeyeon imnida. Mohon petunjuknya!” salam Taeyeon ceria dengan masih merasakan beberapa burung menari-nari mengitari kepalanya.
Murid-murid yang tegang itu berubah lesu seketika.
“aku kira dia seperti Robert Pattinson, ternyata wajahnya tampak seperti orang Korea..” kata Yunho lesu yang diikuti anggukan siswa lain.
“tapi kejutan selamat datang kita berhasil!” bangga Shindong dan Eunhyuk.
“nah, Taeyeon-ssi silahkan cari tempat duduk. Sebentar lagi guru yang akan mengajar kelas ini akan datang. oh ya, aku harap kau betah di kelas dengan penghuni yang seperti ini.” tunjuk Jaesuk pada seluruh siswa kelas 2A, dan ia langsung mendapat death glare dari siswa-siswanya itu.
“ne, kamsahamnida.”
Lalu wakil kepala sekolah berkacamata tebal itu pergi meninggalkan kelas.
Taeyeon mencari tempat duduk yang kosong. Lalu ia berjalan menuju kursi paling belakang. Saat berjalan menuju kursi itu dia tertegun melihat namja yang duduk didepan kursi yang akan didudukinya. Segera ia mengucapkan salam dan mengulurkan tangannya. “annyeong haseyo. Kim Taeyeon imnida..”
Namja itu melirik Taeyeon sebentar lalu mengalihkan kembali pandangannya ke komik yang sedang dibacanya tanpa menghiraukan Taeyeon. Taeyeon menurunkan tangannya dengan kecewa karena namja itu tidak menyambutnya dan akhirnya kembali berjalan menuju kursinya.
Ia duduk di kursi itu sambil menatap punggung namja dingin itu. Lalu ia mengingat kejadian beberapa waktu lalu di Amerika.

Flashback
“go away! What do you want to do?? Don’t bother me!” teriak Taeyeon pada sekumpulan pria kekar bertato yang mengganggunya sepulang sekolah malam hari.
“where will you go, sweety girl~?” goda pria itu sambil mencolek dagu Taeyeon. Dan satu orang lain memegang tangannya kasar.
“don’t touch me!!” teriak Taeyeon lagi.
“let her go, b*stard!!” tiba-tiba seorang pria muda (ala pahlawan bertopeng) datang dan kemudian terjadi perkelahian. Salah satu dari mereka menusukkan pisau lipatnya ke pria itu namun meleset dan mengenai kaki pria yang menolong Taeyeon itu. Merasa terancam ia meraih tangan Taeyeon dan lari dari orang-orang itu.
“you’re bleeding. I’ll take you to the hospital!!” Taeyeon cemas dan takut melihat darah yang keluar dari kaki pria itu.
“no. better you go home.” Jawab pria itu sambil terengah-engah. Kemudian pergi meninggalkan Taeyeon.
“thank you so much!!” teriak Taeyeon namun pria itu tetap pergi tanpa menoleh lagi.
“who is he?” gumam Taeyeon. Lalu ia melihat sebuah buku yang tanpa sengaja di jatuhkan pria itu. Taeyeon mengambilnya.
“Kim Junsu. Seoul Namja High School.” gumam Taeyeon. “is he… that KIM JUNSU??” Taeyeon membelalakan matanya baru menyadari bahwa yang baru saja menolongnya adalah pemain bola favoritnya. “babo! Kenapa kau tidak mengenalinya??” Taeyeon memukul-mukul kepalanya sendiri.
Flashback end

Taeyeon POV
Ini adalah hari pertama aku masuk ke sekolah ini dengan menyamar sebagai pria. Ini ku lakukan karena ingin membalas kebaikan pria yang menolongku waktu di Amerika walaupun awalnya di tentang oleh kedua orangtuaku. Dan akhirnya aku memilih lari dan terbang ke Korea Selatan. Ia bersekolah disini. Dan tidak ku sangka ternyata aku satu kelas dengannya. Orangtuaku tidak tahu bahwa aku masuk sekolah khusus pria.

Author POV
Heechul menghampiri Taeyeon yang sedang melamun.
“ya! Taeyeon-ssi. Perkenalkan, Kim Heechul imnida. Namja paling tampan seantero Seoul Namja High School, calon pemain sepak bola dunia. Panggil aku Heechul.” Ucap Heechul percaya diri.
“eh? Oh.. emm, annyeong Heechul-ssi!” Taeyeon buru-buru berdiri dan membungkukan badannya memberikan salam.
“hmm…badanmu kecil tapi sepertinya kau cukup berotot. Apa kau sering fitness?”
“eh?? Aniyo…”jawab Taeyeon.
Tiba-tiba Heechul menarik tangan Taeyeon hingga berdiri dan mendorongnya ke dinding. Taeyeon yang kaget membelalakan matanya. Semua murid melihat adegan itu, termasuk Junsu. Lalu Heechul tiba-tiba mendaratkan tangannya di kedua dada Taeyeon yang tidak terlalu bidang (yah namanya juga perempuan). Taeyeon tersentak kaget. Heechul mengerutkan dahinya.
‘ommo!! Dia menyentuh dadaku?? Eottokke?? Eottokke?? Gimana kalau aku ketahuan??’ batin Taeyeon.
“hmmm..kau tampak seperti…yeoja??” ucap Heechul tetap meletakan kedua tangannya di dada Taeyeon dan tatapannya beralih ke kedua mata Taeyeon dengan tatapan serius.
“MWO??? Aku ketahuan??? Eottokke?? Belum satu hari aku disini penyamaranku sudah terbongkar!!” batin Taeyeon panik menggigit bibir bawahnya.
“aku kira badannya lebih bagus dariku.”
“eh?” kejut Taeyeon mendengar ucap Heechul
“Ternyata dia sama sekali tidak berotot. Hahaha…” Heechul tertawa keras sambil melepaskan tangannya dari dada Taeyeon.
‘fiuhh.. aku kira aku ketahuan. Tapi…..huaaaaa…dia..dia..menyentuh dadaku..?’ batin Taeyeon panik menutupi dadanya dengan kedua tangannya.

To be continue..

Vote Your Favorite FF

Author pengen tau nih, ff mana yang paling di sukai sama readers disini. So, author minta suaranya ya! 😀

Peraturan : boleh pilih lebih dari satu, boleh vote berkali-kali.

Keterangan : kalo ada FF yang belum selesai dan ternyata pollingnya tinggi, bakal author usahain buat ngelanjutin FF itu secepatnya. 😀 author bingung lanjutin yang mana dulu.

Vote di bawah ini:

감사합니다

[FF] Catch Me (Chapter 5)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 5-

Kyuhyun mendapat pesan dari ayahnya untuk menemuinya di sebuah café.
“kau tidak punya hak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauanmu, Cho Kyuhyun.” Ucap tuan Cho. “kau bukan kakaknya, bukan orangtuanya, apalagi namjachingunya.”
“aboji!”
“kau akan ku kirim ke China untuk mengurus perusahaan disana, arasseo?!”
“mwo?? Shireo!”
“ya!! Cho Kyuhyun!!” marah tuan Cho menggebrak meja café itu hingga membuat orang-orang menoleh kearahnya.
“aboji, Taeyeon memang bukan siapa-siapaku tapi aku mohon aku ingin…”
“sudah kuputuskan hari ini juga aku akan menyeretmu pergi dari akademi itu.” Ucap tuan Cho memotong ucapan Kyuhyun. “aku melakukan ini untuk masa depanmu juga, Kyu!”
“benarkah?” Kyuhyun mendengus. “benarkah ini untuk masa depanku? Masa depanku atau masa depan perusahaan?”
“YA!! CHO KYUHYUN!!” bentak tuan Cho.
“sejak kapan aboji benar-benar memperhatikanku? Bukannya selama ini aboji hanya peduli dengan perusahaan sialan itu dan tidak pernah..”
PLAKK!!!
Tuan Cho menampar pipi Kyuhyun dengan emosi. Kyuhyun terdiam. Ini pertama kalinya ia mendapat tamparan dari ayahnya. Tuan Cho tampak kaget dengan apa yag baru saja ia lakukan.
“Kyuhyun-ah..” ucap tuan tampak menyesal.
“beri aku waktu untuk mengembalikan Taeyeon ke atas panggung.” Ucap Kyuhyun.
Tuan Cho terdiam sejenak hingga akhirnya ia berkata, “baiklah. Ku beri waktu 1 bulan, jika kau tidak bisa melakukan keinginanmu itu dalam waktu 1 bulan, aku akan menyuruh orang-orang untuk membawamu keluar dari sana.”
“ne.” jawab Kyuhyun agak ragu karena ia tidak yakin dalam 1 bulan apakah ia bisa mengembalikan Taeyeon. Ia berdiri dan hendak pergi dari tempat itu.
“Kyuhyun-ah.” Panggil tuan Cho membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. “Maaf sudah menamparmu.” Sambung tuan Cho.
Kyuhyun tidak menjawab. Ia terus melangkah keluar dari café itu.
**
Sementara itu di dorm Super Generation, Tiffany dan Ryeowook terus berlatih untuk memenangkan kompetisi yang akan di selenggarakan di akademi itu satu bulan lagi.
“Tiffany, kau membuat banyak kemajuan dalam nada tinggi.” Ucap Yesung yang melatih Tiffany dan Ryeowook.
“gomawo.” Ucap Tiffany senang.
“kalau saja kau bisa ikut kompetisi ini dorm kita pasti menang.” Ucap Ryeowook pada Yesung.
Yesung tertawa kecil, “apa kau tidak ingat peraturannya? Pengajar ataupun asisten pengajar disini tidak di perbolehkan ikut kompetisi ini.”
“ne. itulah masalah.” jawab Ryeowook.
Saat mereka mengobrol, Kyuhyun berjalan melewati mereka bertiga.
“hey, Kyu!” sapa Ryeowook.
“oh, hey.” Balas Kyuhyun lesu.
“wae? Apa ada yang salah denganmu?”
“aniyo.” Jawab Kyuhyun mencoba tersenyum. “aku hanya lelah saja. Aku duluan.” Sambung Kyuhyun berjalan ke kamarnya.
“kenapa dia? Tidak seperti biasanya?” heran Tiffany.
**
Malam hari Kyuhyun tidak bisa tidur memikirkan perjanjiannya dengan ayahnya tadi siang. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia pergi ke studio dance karena mungkin ia bisa melihat Taeyeon disana. Namun ternyata di tempat itu tidak ada siapa-siapa dan gelap karena lampunya sudah di matikan.
Kyuhyun masuk ke ruangan kosong itu dan duduk di tengah-tengah ruangan gelap tersebut. Ia kembali memikirkan pertemuan tadi siang. “bagaimana kalau aku tidak bisa membuat Taeyeon kembali menyanyi?” batin Kyuhyun. Ia menenggak softdrink yang awalnya akan ia letakan di depan pintu untuk Taeyeon.
KLEK!!
Tiba-tiba seorang menyalakan lampu ruangan itu dan membuat Kyuhyun menoleh ke belakangnya. Di sana berdiri seorang namja yang sangat ia kenal.
“Sungmin-ssi?”
“sedang apa malam-malam disini, Kyu?” tanya Sungmin mengambil tempat duduk disampingnya.
“tidak ada. Aku hanya sedang terkena insomnia jadi ku putuskan untuk berjalan-jalan keluar.”
“oh.” Jawab Sungmin. “apa kau sedang ada masalah?” tanya Sungmin tiba-tiba.
“hm??” bingung Kyuhyun.
“sikapmu sejak pulang bertemu dengan ayahmu, kau jadi sering melamun. Apa ayahmu mengatakan sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”
“aniya.”
“benarkah?” tanya Sungmin tidak yakin dengan jawaban Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk. “apa ini tidak ada hubungannya dengan Taeyeon?” ucapan Sungmin membuat Kyuhyun menoleh kearahnya. “kalau kau tidak mau menceritakannya juga tidak apa-apa. Kalau begitu aku akan kembali ke dorm. Mungkin kau butuh sendirian.” Ucap Sungmin berdiri.
“Sungmin-ssi.”
“hm??”
“bisakah kau mendengarkanku sebentar?”
“tentu. Wae?” tanya Sungmin kembali duduk.
“siang tadi, aboji menyuruhku pindah ke China untuk mengurusi perusahaannya.”
“mwo?? Lalu bagaimana dengan niatmu untuk membuat Taeyeon kembali menyanyi?”
“aboji memberiku waktu 1 bulan untuk membuat Taeyeon mau menyanyi lagi, jika aku gagal terpaksa aku harus pergi dari sini tanpa menghasilkan apa-apa.” Jelas Kyuhyun.
Sungmin menghela napasnya mendengar curhatan(?) Kyuhyun. “sepertinya kau perlu berusaha lebih keras.” Ucap Sungmin. “jika Taeyeon masih keras kepala, mungkin sebaiknya kau mulai mencari idola baru.” Gurau Sungmin. “kesempatanmu hanya sebulan, jika kau bisa kau harus membuatnya tampil di Summer Competition itu karena setidaknya orang-orang akan tahu bahwa Kim Taeyeon telah kembali. Jika aku bisa mungkin aku bisa sedikit membantumu.” Sungmin menepuk pundak Kyuhyun. “oh ya, bagaimana soal perasaanmu padanya?”
“kupikir sepertinya ucapanmu waktu itu memang benar.” Jawab Kyuhyun.
“jadi kau benar-benar menyukainya bukan sebagai idola tapi benar-benar kau melihatnya sebagai Kim Taeyeon?” Kyuhyun mengangguk.
“apa kau pernah mengatakannya padanya?”
“ne. tapi sepertinya ia tidak menanggapinya.”
“bersabarlah. Mungkin suatu hari ia akan melihatmu.” Ucap Sungmin. “aku pergi dulu.”
Sungmin pun meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat itu. Kyuhyun kembali memikirkan perjanjiannya.
Beberapa menit kemudian, terdengar langkah seseorang memasuki ruangan itu.
“Sungmin-ssi, kenapa kembali la…” Kyuhyun menghentikan ucapannya saat ia berbalik dan melihat orang yang masuk itu. “Taeyeon-ssi?”
“kenapa kau ada di tempat ini?” heran Taeyeon.
“hm? A..aniyo.” gugup Kyuhyun.
“kenapa dengan nada bicaramu?” heran Taeyeon lagi. “kau seperti…gugup?”
Kyuhyun tercekat tidak dapat menjawab pertanyaan Taeyeon. Mati kutu(?)
Taeyeon berjalan menuju pemutar musik yang ada di ruangan itu. “apa kau bisa menari?” tanya Taeyeon.
“ne?” bingung Kyuhyun.
“mau menari denganku?” tanya Taeyeon. Kyuhyun membelalakan matanya mendengar ucapan Taeyeon. Ia berpikir apa telinganya  sedang rusak? Ataukah ia sedang bermimpi? Seorang Kim Taeyeon menawarinya menari bersama? “kalau kau tidak mau..”
“aku mau!” ucap Kyuhyun cepat seraya berdiri menghampiri Taeyeon. Taeyeon memasukan sebuah CD dan memplaynya. Tidak lama kemudian, alunan musik lembut mulai terdengar. Lagu dengan genre yang cocok di gunakan untuk berdansa. Ragu-ragu Taeyeon meletakkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun sambil berjinjit, begitu pun dengan Kyuhyun yang ragu-ragu meletakan kedua tangannya di pinggang ramping Taeyeon. Keduanya mulai bergerak mengikuti irama musik. Taeyeon menunduk menolak untuk menatap Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun ia terus memperhatikan Taeyeon. Dalam hati ia terus mencoba mempercayai situasi ini. Ia masih saja tidak mempercayaimya. Jantungnya berdebar-debar. Kyuhyun tersadar bahwa Taeyeon berusaha menyeimbangkan tinggi badannya yang jauh lebih pendek darinya. Kyuhyun mengangkat pinggang Taeyeon sehingga membuat Taeyeon terkejut dan menatapnya. Keduanya berhenti berdansa, mereka terus bertatapan. Semakin lama Kyuhyun mencondongkan badannya dan tangannya beralih menaikan dagu Taeyeon. Wajahnya semakin dekat dengan wajah Taeyeon. Taeyeon tidak dapat berbuat apa-apa, perlahan ia memejamkan matanya. Begitupun dengan Kyuhyun. Kyuhyun berhasil menempelkan bibirnya dengan bibir Taeyeon. Ia menciuminya dengan lembut. Taeyeon tidak membalas ciuman itu maupun menolaknya. Beberapa detik kemudian Kyuhyun melepas ciumannya.
“mianhae..” ucap Kyuhyun. Taeyeon tidak menjawab. Ia menjauhkan dirinya dari Kyuhyun dan berlari keluar dari studio itu meninggalkan Kyuhyun yang termenung sendirian di tempat itu.
**
Setelah kejadian itu, Kyuhyun tidak pernah bertemu Taeyeon. Ia merasa bersalah telah mencuri ciumannya malam itu. Ia merasa Taeyeon menghindarinya. Kyuhyun semakin putus asa untuk membuat Taeyeon kembali bernyanyi.
Acara Summer Competition hari ini akan di mulai. Dan itu artinya usaha Kyuhyun selama ini sia-sia. Ia tidak pernah bertemu Taeyeon lagi hampir 1 bulan ini. Hari ini hari terakhirnya di sekolah itu. Ia sudah berkemas karena setelah menonton kompetisi itu ia akan pergi.
Trainee dari Big A tampil yang pertama. Mereka menampilkan kemampuan bernyanyi Min dan rapp Jiyong. Mereka mendapat banyak tepuk tangan.
Selanjutnya adalah dari Wonder Shinki yang menampilkan dance battle Yunho dan Sohee. Setelah Wonder Shinki dilanjutkan dengan penampilan dari Blue Jack. Mereka menunjukan kemampuan bernyanyi Bom dan permainan gitar Yonghwa. Juri tampak kesulitan menentukan pemenang hingga saatnya giliran terakhir dari Super Generation. Setelah MC memanggil mereka (Tiffany dan Ryeowook), mereka tidak juga muncul. Para trainee Super Generation mulai panik.
“kenapa mereka belum keluar juga?” panik Leeteuk. Ia pun segera berlari menuju backstage. Sesampainya disana, ia melihat Tiffany dan Ryeowook yang masih duduk di ruang tunggu. Tiffany tampak bergetar.
“ya!! Kenapa kalian masih disini??” kesal Leeteuk. “kalian tidak dengar kalian sudah di panggil??”
“mi..mianhae..” ucap Tiffany terbata-bata.
“ya! Kau kenapa, Fany?” heran Leeteuk. Namun Tiffany tidak menjawab.
“ia demam panggung.” Ucap Ryeowook pelan.
“mwo???” kaget Leeteuk. “lalu bagaimana dengan kompetisinya??” tanya Leeteuk frustasi.
“Jungsoo-ssi.” Panggil seseorang membuat ketiga orang itu berbalik menghadap orang yang memanggil leader Super Generation itu.
**
Sementara itu di depan stage penonton sudah menyerukan mereka untuk segera keluar. Kyuhyun ingin berbuat sesuatu namun entah kenapa seperti ada sesuatu yang menahannya untuk tetap diam di situ. Saat penonton mulai ramai, tiba-tiba lampu stage padam dan terdengar suara piano. Penonton kembali tenang menunggu penampilan selanjutnya.
Saat lampu kembali menyala, semua membelalakan matanya. Begitu pun dengan Kyuhyun. Ia tidak mempercayai apa yang di lihatnya. Di atas panggung itu, Ryeowook memainkan piano dan seorang yeoja yang sudah lama tidak berdiri di sana, memegang micnya dan mulai bernyanyi. Kim Taeyeon. Ia menyanyikan lagu milik Suzy.

I have a weak heart , I get really lonely too
Sometimes, I cry by myself too
Because I’m a fool, I only know one thing
Even though I know how to give love, I don’t know how to throw it away

I have many thorns so I have a lot of scars
Can you still hug me, who is like this?
I want to lean against you in your embrace
I want to believe in my love that I kept throwing away, once again

Because I have many tears, because I fear love
I can’t take a step toward you although you are in front of me
If you really love me, run to me and hug me
I can’t see because I have many tears

I have many secrets, so there are a lot of lies too
Even if I’m this way, do you understand?
I want to erase, I want to turn it back
I want to forget the past love that deceived and deceived me, once again

The wind is blowing and I softly close my eyes
I feel your fragrance
Where are you? Are you looking at me?
I want it, I want you

Because tears overflow, because my fear for love overflows
I don’t recognize you although you’re right in front of me
If you really love me, run to me and hug me
I can’t see because I have many tears
With your hands, wipe away my tears
*author tulis translationnya biar gampang ngerti lyricnya. 😀 *

Hening. Setelah Taeyeon menyanyikan lagu sedih itu semua tampak ternganga. Meskipun suara Taeyeon tidak terlalu bagus seperti dulu, mungkin karena lama ia tidak melatih vocalnya, namun penonton bahkan juri tampak terkesima dengan penampilan Taeyeon. Sedangkan Kyuhyun, ia tampak terharu bahkan tanpa sadar ia sudah menitikkan airmata. Ia mengangkat kedua tangannya dan memberikan tepuk tangan sambil terus menatap Taeyeon di atas panggung. Penonton pun mulai mengikuti Kyuhyun bertepuk tangan. Begitupun dengan para juri. Taeyeon menatap Kyuhyun dan perlahan ia menaikan kedua sudut bibirnya memberikan senyumnya pada namja itu. Kyuhyun balas tersenyum pada Taeyeon. Setelah itu, Taeyeon dan Ryeowook kembali ke backstage.
Setelah beberapa saat berunding akhirnya juri telah mendapatkan keputusan pemenangnya. Pemilik akademi itu, Lee Sooman, naik ke atas panggung dan memberikan sedikit sambutan.
“Summer Competition tahun ini benar-benar mengejutkan. Selama aku mendirikan akademi ini, aku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Semua trainee telah berusaha dengan maksimal. Aku sangat senang dengan hal itu. Silahkan berusaha lebih keras lagi. Kalian semua telah membuat kemajuan besar.” Ucap Lee Sooman. “sekarang aku akan mengumumkan pemenang dari kompetisi ini. Aku telah berunding dengan para juri yang lainnya. Kami melihat begitu besar ikatan persahabatan dan cinta diantara kalian. Ku harap siapapun pemenangnya, kalian dapat menerimanya dengan lapang dada. Dan pemenang Summer Competition tahun ini yang mendapatkan hadiah berlibur di Jepang selama 3 hari untuk seluruh penghuni dorm adalah… SUPER GENERATION!!!” ucap Lee Sooman dengan mata berkaca-kaca. Rupanya ia pun terharu melihat Taeyeon yang mau kembali ke atas panggung. “aku tahu suara Taeyeon tidak sebagus sebelumnya mungkin karena ia cukup lama ia tidak melatihnya. Disini aku melihat bagaimana semangat kalian para sahabatnya yang mencoba membujuk Taeyeon kembali menyanyi. Aku sangat berterima kasih karena itu. Semoga setelah ini Taeyeon kembali tampil di depan umum.” Lee Sooman mengakhiri pidatonya. Dan para penonton setuju dengan perkataannya dan tidak ada perasaan iri di hati para penghuni asrama lain.
**
Kyuhyun menemui Taeyeon di depan gerbang akademi itu. Taeyeon terkejut melihat Kyuhyun yang menyeret kopernya.
“kau..mau pergi?” heran Taeyeon.
“ne.”
“wae?”
“sudah saatnya aku pergi. Kau sudah kembali bernyanyi dan…”
“jadi kau akan pergi begitu saja???” bentak Taeyeon dengan mata berkaca-kaca.
“Taeyeon-ssi..” kejut Kyuhyun yang melihat Taeyeon menangis.
“AKU MEMBENCIMU, CHO KYUHYUN!!” pekik Taeyeon berlari meninggalkan Kyuhyun yang terdiam mematung di tempat itu. Taeyeon membencinya. Ia menghela napasnya dan menyeret kopernya keluar dari akademi itu menuju mobil yang sudah menunggunya.
“semoga kita bertemu lagi, Kim Taeyeon.” Batin Kyuhyun dengan airmata yang mulai menyeruak keluar dari kedua matanya.
To be continue…

Abis ini chapter terakhir dan bakal di proteksi. Buat yang sering meninggalkan comment/like/rate, ntar author kasih passwordnya lewat fb. fb author : http://www.facebook.com/KizunaRyuzaki
kalian kirim message ke fb author buat minta passwordnya, nanti author kasih tapi author bakal liat dulu apa kalian sering ninggalin komentar/like/rate atau gak. kalo gak, mohon maaf aje nih, gak bakal author kasih. *evil smirk*
so, tinggalkan komentar sebanyak-banyaknya di tiap postingan author. kekekekeke~

[FF] He’s Beautiful (Teaser)

Author bawa teaser FF baru yang di ambil dari komik karya Hisaya Nakajo yang berjudul Hanazakari No Kimitachi E atau Hanakimi. Pernah denger kan? udah liat doramanya kan? atau yang versi Korea’nya, To The Beautiful You? 😀 kalo To The Beautiful You sih author belum sempet nonton karena ga begitu tertarik sama cast’nya. hahahaha.. lebih tertarik yang versi Jepang. 😛
Di ff ini sebagian besar author ngambil dari komik/manga’nya dan sedikit dari dorama Jepang dan juga tambahan karangan author sendiri. Genre tetep romance comedy.
Okay, pertama kita kenalan ma para cast’nya dulu. Postingan selanjutnya baru masuk ke cerita. Silakan berkenalan(?)

Kim Taeyeon
tumblr_m5l3orAs1G1rtawelo2_400
Yeoja Korea asal Amerika yang kabur ke Korea Selatan dan bersekolah di sekolah khusus pria dengan menyamar menjadi namja demi bertemu idolanya yang seorang pemain sepak bola.

Kim Junsu
Kim Junsu (Xiah) 2
Atlet sepak bola di Seoul Namja High School. Ia mendapat kecelakaan di Amerika saat menolong seorang yeoja yang tengah di ganggu pria-pria usil. Saat berkelahi dengan mereka, Junsu mengalami cedera dan membuatnya tidak dapat bermain sepak bola lagi. Saat Taeyeon datang ke sekolah itu, ia tidak menanggapinya namun kemudian tanpa sengaja ia mengetahui rahasia terbesar Taeyeon. Sejak saat itu ia mulai merasakan perasaan lain padanya bahkan menyembunyikan identitas Taeyeon yang sebenarnya dari orang lain demi keamanan yeoja itu. Termasuk Taeyeon sendiri yang tidak mengetahui kalau Junsu sudah mengetahui penyamarannya.

Kim Heechul
heechul
Siswa Seoul Namja High School yang juga atlet sepak bola, teman dekat Junsu. Sejak Taeyeon datang ke sekolah itu, ia meragukan ke normalannya sendiri karena ia menyukai Taeyeon yang ia tahu adalah seorang namja.

Jung Jessica
images (2)
Teman Taeyeon yang datang dari Amerika dan membantu Taeyeon mengetahui perasaan Junsu pada Taeyeon. Ia merasa Junsu menyukai Taeyeon hanya masalahnya apakah Junsu tahu kalau Taeyeon adalah yeoja?

Lee Donghae
dhae
Senior kelas 3. Prince sekolah itu yang banyak di gilai siswi-siswi sekolah perempuan yang dekat dengan sekolah itu. Playboy. Mempunyai banyak mantan pacar. Naksir Jessica.

Choi Siwon
images (3)
Religius, misterius, menyukai hal-hal yang berbau mistis. Memiliki kemampuan melihat makhluk halus dan membaca aura.

Shin Donghee/Shindong dan Lee Hyukjae/Eunhyuk
images (4)
Siswa Seoul Namja High School. Konyol, “bermulut ember”

Jung Yunho
csyh
Siswa Seoul Namja High school. Meskipun ia namja namun ia naksir Heechul. Agak feminin (beda banget ma aslinya! Hahaha)

Kim Junho
zuno (7)
Adik kembar Junsu (okay, berlawanan dengan fakta! kekekeke~)

Kim Jaejoong
images (5)
Dokter di sekolah Seoul Namja High School sekaligus namja tertampan di sekolah itu namun memiliki kelainan sexual. Yaoi. kekeke~

Hwang Tiffany
snsd_tiffany_wallpaper_by_fuckyeahkpop-d50q3d7
Sepupu Jaejoong yang juga teman Taeyeon dan Jessica di Amerika. Tiffany tahu tentang penyamaran Taeyeon walaupun awalnya ia menolak aksi nekat Taeyeon itu, namun akhirnya ia mengerti dan mendukungnya.

Song Jihyo
images (6)
Pemilik sekaligus kepala sekolah Seoul Namja High School

Yoo Jaesook
51yoo-jae-suk-ok
Wakil Kepala Sekolah yang sangat patuh pada perintah Song Jihyo. Berkepibadian unik.

Gimana teasernya, reader? 😀 seru? kalo banyak respon, d update secepatnya.^^

[FF] Purple Butterfly (Chapter 3)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror, Romance
Rating : M
Disclaimer : This story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly
crimson butterfly
Authornya gamer kayak Kyu. Dari belum masuk SD sampe sekarang kuliah tingkat akhir masih suka maen game. hehehe..

-Chapter 3-
Kyuhyun terus menyusuri perumahan desa yang sunyi itu. Saat berjalan, ia seperti menendang sesuatu di tanah. Ia berjongkok dan mengambil benda itu. Sebuah senter kecil yang masih menyala. Kyuhyun mengambil senter itu dan meneruskan perjalanannya. Setidaknya benda itu dapat membantu menerangi sekitarnya.
Saat ia berbelok, samar-samar ia melihat seseorang. Kyuhyun mengarahkan senter itu dan ia membelalakan matanya melihat punggung orang itu. Ia yakin itu adalah Taeyeon. Dari jalannya pun, orang itu tampak menyeret kakinya yang terluka. Ia mengenakan baju yang sama dengan Taeyeon sebelum menghilang.
“Taeyeon-ah!” teriak Kyuhyun memanggil orang itu namun ia tidak menghentikan langkahnya ataupun sekedar menoleh. “Taeyeon-ah!” panggil Kyuhyun lagi mengejar orang itu yang berjalan semakin menjauh dari Kyuhyun.
Kyuhyun mempercepat langkahnya, namun ketika Kyuhyun berbelok mengikuti orang itu, ia tidak menemukan siapa-siapa disana. Bulu kuduk Kyuhyun merinding. Ia yakin betul yang barusan dilihatnya itu adalah Taeyeon. Kyuhyun hampir putus asa mencari Taeyeon, matanya mulai berkaca-kaca takut kehilangan orang yang dicintainya yang sekarang entah dimana. Sedetik kemudian, mata Kyuhyun menangkap sesuatu yang bergerak di atas lantai 2 rumah didepannya. Kyuhyun mengarahkan senternya ke atas rumah itu dan ia melihat Taeyeon berjalan disana mengikuti seekor kupu-kupu ungu. “Taeyeon-ah!” teriak Kyuhyun berlari menuju pintu masuk rumah itu.
Pintu rumah yang terbuat dari kayu itu dikunci, namun karena kayunya yang sudah lapuk, Kyuhyun berhasil mendobraknya. Begitu pintu terbuka, Kyuhyun segera masuk kedalamnya. Bau aneh seperti kayu lembab menusuk hidungnya. Ia menyoroti setiap sudut rumah itu hingga sekilas ia melihat sesuatu berbentuk seperti manusia tapi juga seperti asap duduk berjongkok di balik penyekat ruangan yang terbuat dari kayu dan kertas yang sudah lusuh. Kyuhyun menyorotkan senternya ke makhluk itu namun secepat kilat, makhluk itu menghilang.
Kyuhyun cepat-cepat menepis pikiran buruknya tentang makhluk tadi dan ia mulai berjalan menaiki tangga menuju lantai atas. Dengan hati-hati Kyuhyun menaiki tangga kayu itu. Bunyi deritan tangga kayu tersebut membuat suasana semakin menyeramkan. Seluruh ruangan rumah itu begitu gelap. Hanya senter kecil yang membantu Kyuhyun mengelilingi rumah itu.
Begitu Kyuhyun sampai dilantai atas, ia mengedarkan cahaya senternya ke sekeliling ruangan gelap itu. Saat ia menyoroti satu sudut ruangan itu, ia melihat sesosok yeoja duduk memeluk lututnya dan tampak seperti sedang ketakutan. Kyuhyun mengenali yeoja itu dan ia segera menghampirinya.
“Taeyeon-ah!” yeoja itu mengangkat wajahnya.
“Kyuhyun.” Ucap yeoja itu langsung memeluk Kyuhyun dan menangis. Kyuhyun memeluknya erat.
“kenapa kau bisa berada di tempat seperti ini??” tanya Kyuhyun panik.
“molla.” Isak Taeyeon. “nan molla.”
“uljima.” Kyuhyun melepas pelukannya dan menyeka airmata Taeyeon dengan kedua ibu jarinya. “kita harus segera keluar dari sini.” Ucap Kyuhyun yang di balas anggukan Taeyeon.
Taeyeon terus memegang tangan Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun berjalan di depan dan Taeyeon mengikutinya di belakang.
Dengan hati-hati Kyuhyun membantu Taeyeon menuruni tangga. Saat mereka berada ditengah ruangan rumah itu, mata Kyuhyun kembali menangkap sesuatu yang bercahaya tergeletak di lantai. Dengan penuh penasaran, Kyuhyun mendekati benda itu. Taeyeon semakin mengeratkan pegangannya di tangan Kyuhyun.
Kyuhyun mengarahkan cahaya senternya ke benda itu.
FFII_camera_obscura
Seperti sebuah kamera kuno.
Kyuhyun hendak mengambilnya, namun Taeyeon mengeratkan tangannya di tangan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun menoleh kearah yeoja itu. “wae?” heran Kyuhyun.
“a..aniyo.” jawab Taeyeon menunduk ketakutan.
“Taeyeon-ah..” Kyuhyun berbalik dan mengangkat dagu yeoja itu. “gwaenchana?” Taeyeon tidak menjawab. “tenanglah. Aku disini.” Ucap Kyuhyun sebelum mengecup bibir Taeyeon lembut. Setelah itu Kyuhyun tersenyum menatap Taeyeon. “saranghaeyo. Aku tidak akan meninggalkanmu. Seperti janji itu, kita akan selalu bersama.”
Taeyeon tersenyum samar dan menganggukan kepalanya.
Perhatian Kyuhyun kembali teralih pada kamera kuno yang tadi dilihatnya. Ia berjongkok hendak mengambil kamera itu. Saat ia akan menyentuh kamera itu, sebuah tangan putih seperti asap terlebih dahulu menyentuhnya. Spontan hal itu membuat Kyuhyun terlonjak kaget dan Taeyeon menjerit ketakutan. Kyuhyun berbalik dan memeluk Taeyeon mencoba menenangkannya yang kembali menangis. Saat ia kembali menoleh ke kamera itu, tangan itu sudah menghilang. Perlahan Kyuhyun melepas pelukannya di tubuh Taeyeon namun Taeyeon menolaknya. Taeyeon kembali mengeratkan tubuhnya di tubuh Kyuhyun. Kyuhyun mengerti betapa ketakutannya Taeyeon dan ia kembali memeluknya.
Beberapa menit kemudian, Taeyeon sudah tampak tenang. Ia mulai melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Kyuhyun masih penasaran dengan kamera itu, ia berjongkok dan perlahan-lahan ia mengulurkan tangannya mengambil kamera itu.
Saat Kyuhyun menyentuhnya, tiba-tiba ia seperti melihat film hitam putih di benaknya. Ia melihat seorang lelaki tua berkepala botak memegang kamera yang sama dengan yang ia pegang mengarahkannya pada makhluk yang tampak mengerikan. Orang itu memotret makhluk tersebut dan seketika makhluk itu menjerit kesakitan dan akhirnya lenyap tak tersisa. Kyuhyun dapat mendengar orangtua itu berbicara sesuatu entah dengan siapa. “ini adalah kamera obscura. kamera ini dapat menyegel roh-roh jahat yang ada disekitarnya hanya dengan memotretnya dari sisi yang tepat dan menguncinya di dalam kamera ini. Jika tidak, roh itu akan menyerangmu dan mungkin saja bisa membunuhmu di tempat aneh ini.”
Kyuhyun kembali sadar dari bayangan itu. Saat ia membuka matanya, ia melihat raut wajah Taeyeon yang ketakutan seolah melihat sesuatu. Taeyeon perlahan berjalan mundur sambil terus menggeleng-gelengkan kepalanya seperti menolak sesuatu.
“ya! Taeng-ah, waegeurae??” panik Kyuhyun melihat ekspresi wajah Taeyeon. Taeyeon tidak menjawab, ia terus saja memperlihatkan wajah ketakutannya sambil menangis.
Saat Kyuhyun menyentuh Taeyeon, bayangan hitam putih seperti film kembali muncul di benaknya. Kyuhyun melihat puluhan orang mati di bantai di rumah itu. Seorang lelaki berpakaian pendeta berdiri di tengah ruangan itu memegang sebuah katana dengan tumpukan orang-orang mati yang baru saja ia bunuh disekelilingnya. Terakhir, ia mengangkat katana itu dan menebas lehernya sendiri.
Kyuhyun terengah-engah setelah melihat kejadian itu. Ia menoleh melihat Taeyeon yang masih ketakutan. Kyuhyun kembali memeluknya. Kyuhyun memikirkan peristiwa mengerikan itu dan ia memperhatikan kamera temuannya tadi. Kyuhyun akhirnya menyadari bahwa karena kamera itu, ia jadi memiliki kemampuan six sense dan juga karena saat ia mengambil kamera itu Taeyeon ada didekatnya dan juga tengah menyentuhnya, Taeyeon juga jadi memiliki kemampuan itu. Bahkan sepertinya jauh lebih kuat dari Kyuhyun karena Taeyeon dapat melihat kejadian di masa lalu yang terjadi di tempat itu. Sedangkan Kyuhyun hanya mampu mengetahuinya setelah membaca pikiran Taeyeon.
Kyuhyun merasa kemampuan Taeyeon ada hubungannya dengan saat ia menghilang beberapa waktu lalu dan juga ada hubungannya dengan desa itu.
“AAARGHHHHH!!!” tiba-tiba Taeyeon menjerit sambil menunjuk sesuatu dibelakang Kyuhyun. Kyuhyun membalikan badannya dan ia membelalakan matanya melihat sosok yang ia yakini adalah roh yang ia lihat di benaknya, tengah berlari sambil mengacungkan benda tajam ke arahnya.
Refleks Kyuhyun mengangkat kamera di tangannya dan memotret roh yang berlumuran darah itu.
fatal_frame32
KLIK!!!
Flashlight dari kamera membuat roh itu terpental mundur. Namun ia bangkit kembali mencoba menyerang Kyuhyun.
“tunggu mantra di sekeliling fokus kamera itu menyala lalu shot!!” ucap Taeyeon tiba-tiba.
Tidak ada waktu bagi Kyuhyun untuk meminta penjelasan ucapan Taeyeon, ia menuruti ucapan Taeyeon. Menunggu beberapa detik hingga mantra-mantranya menyala dan SHOT!!! Roh itu menjerit dan lenyap. Jeritan roh itu membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri.
Kyuhyun menurunkan kameranya dan terduduk lemas disamping Taeyeon.
“bagaimana kau bisa tahu cara menggunakan kamera ini bahkan kau belum pernah menggunakannya?” tanya Kyuhyun.
“molla.” Jawab Taeyeon menundukan kepalanya.
“tempat ini benar-benar berbahaya. Kita harus segera keluar dari sini.”
“tidak bisa.” Ujar Taeyeon cepat membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya. “kita tidak bisa pergi begitu saja. Kita sudah membuat kesalahan di tempat ini dan membuat roh-roh itu bangkit kembali.”
“apa maksudmu?” ucap Kyuhyun tercekat.
“kita harus menutup kembali kutukan desa ini.” Jawab Taeyeon semakin membuat Kyuhyun bingung. Kyuhyun mencoba membaca pikiran Taeyeon karena mungkin Taeyeon telah melihat sesuatu tapi ia tidak berhasil menjebol pembatas pikiran Taeyeon.

To be continue..

dapet ga feel horrornya? :3 kayaknya kurang serem ya? 😦
comment, please! 🙂

[Ficlet] Living Like A Dream

Author : Ashiya
Cast : Kim Taeyeon, Kim Junsu
Disclaimer : Title belongs to kim Jaejoong, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com dilarang memplagiat ff ini
Length : 472 words

Adakah yang kangen sama DBSK 5? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama uri Dolphin? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama duck butt’nya? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama eu kyang-kyang’nya? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama TaeSu moment? *author ngacungin tangan +pinjem tangan temen-temen author juga*
Author bikin FF pendek dengan pairing TaeSu. semoga suka^^
KangTae n DBSK at ChinChin

“oppa, aku pergi.”
“Kajima, Taeyeon!” Junsu menahan Taeyeon.
“aku akan kembali, jadi..”
“Kojitmal! Kau bohong.”
“aniya. Aku sangat mencintaimu.”
“bisakah kau tunjukan cintamu padaku sekarang?”
“saranghae.”
“tidak bisakah kau mencintaiku lagi?” Taeyeon terdiam. Lalu pergi meninggalkan Junsu.
Sejak saat itu Taeyeon tidak menemui Junsu lagi. Semua berawal karena hubungan mereka diketahui public dan SM meminta keduanya untuk mengakhiri hubungan itu karena mereka tidak diperbolehkan berkencan antara sesama artis SM. Namun Junsu menolak permintaan SM dan masalah semakin rumit ketika Junsu, Jaejoong dan Yoochun mendapatkan masalah kontrak ekslusif dengan SM. Mereka pun hengkang dari SM dan membentuk trio JYJ di bawah managemen C-Jes Entertainment.
28 November 2012, setelah 3 tahun berurusan dengan hukum dan menghadapi banyak larangan tampil di Korea, JYJ resmi menyelesaikan perkaranya dan memenangkan gugatannya dengan kesepakatan tidak akan saling mengganggu aktifitas masing-masing. Junsu berpikir jika dulu SM memiliki peraturan yang tidak memperbolehkan artis-artisnya berpacaran, mungkinkah sekarang setelah mereka berbeda agency, mereka bisa kembali melanjutkan hubungan mereka. Junsu sempat ragu dengan itu. Ia berpikir apakah tidak ada kemungkinan CEO SM Entertainment, Lee Sooman, tidak menaruh dendam padanya?
Taeyeon tampak serius membaca sebuah artikel di ipadnya disela-sela syuting album Jepang SNSD. Ia membaca informasi terkini mengenai penyelesaian kasus SM dan JYJ. Ia senang akhirnya JYJ memenangkan kasus itu tapi sisi lain ia merasa sedih karena itu artinya JYJ tidak akan pernah kembali lagi tampil diatas panggung bersama Yunho dan Changmin dibawah nama TVXQ.
Ia melihat foto Junsu yang tampak bahagia dengan World Tour solonya di Jerman. “oppa, kau berhasil meraih cita-citamu untuk bersolo karir.” Batin Taeyeon.
Dulu mereka memiliki cita-cita yang sama. Yaitu menjadi penyanyi solo namun tetap berjalan bersama grupnya masing-masing. Terlebih mereka pernah dinobatkan sebagai penyanyi Korea terbaik yang menempati posisi puncak. Junsu diurutan pertama dan Taeyeon kedua.
Taeyeon teringat saat dirinya, Junsu, dan Jaejoong belajar vokal bersama saat masih trainee karena mereka di ajari oleh guru vokal khusus untuk mereka bertiga. Dari situlah awal mereka saling menyukai dan mengagumi masing-masing.
Mereka berdua pernah berkata jika menikah, mereka akan melahirkan anak-anak dengan suara yang hebat dan menjadi bintang besar melebihi kedua orangtuanya saat itu. Mereka akan mengajari anak-anaknya berlatih vocal yang baik.
Junsu tersenyum miris mengingat kejadian itu. Apakah hal itu masih memungkinkan untuk terjadi? Bisakah Taeyeon kembali padanya?
Taeyeon memutar kembali memory kebersamaannya bersama Junsu. Jika ia mau, ia bisa saja meninggalkan SM dan SNSD seperti yang dilakukan JYJ pada TVXQ. Terlebih, CEO dan juga musisi hebat seperti JYP pernah mengatakan ingin bekerja sama dengannya. Namun, ia harus memikirkan nasib karir kedelapan dongsaengnya jika ia meninggalkan SNSD. Dan juga ia ingat pada janji SNSD didepan SONE bahwa mereka akan selalu tampil bersembilan. The Power of Nine. Meskipun sudah bertahu-tahun tidak saling menyapa, Taeyeon masih memperhatikan Junsu dari jauh. Bisakah Junsu kembali padanya?
**
Taeyeon menghela napasnya setelah membaca fanfiction itu. “fanfiction ini…terasa nyata.” pikir Taeyeon. “oppa, bogoshipo..”

=END=
taesu

Protected: [FF] You Are My Everything To Me (Final Chapter)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[FF] You Are My Everything To Me (10)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others
Genre : Romance, Angst, Sad, I don’t know. 0.O

Happy reading~^^

-Previous Chapter-
“apa kau sudah dengar cerita eommaku tentang perkataan appa sebelum ia jatuh?”
Taeyeon mengangguk, “ne, aku sudah mendengarnya.”
“jadi, menurutmu bagaimana?”
Taeyeon berpikir sejenak sebelum ia kembali menatap Kyuhyun dan tersenyum padanya, “ne. aku menyetujuinya.”
“kau serius? bagaimana dengan orangtuamu?”
“aku sudah membicarakan hal ini dengan mereka dan mereka menyerahkan semuanya padaku.”
Kyuhyun tersenyum, “boleh aku memelukmu?”
“kenapa tidak?” jawab Taeyeon dan Kyuhyun segera memeluknya dengan erat.
“appa, aku harap kau senang dengan ini.” Batin Kyuhyun sambil terus memeluk Taeyeon.

-Chapter 10-

Sejak kematian tuan Cho, Taeyeon rajin mengunjungi eomma Kyuhyun di rumahnya. Nyonya Cho senang dengan kehadiran Taeyeon dirumah itu karena ia bisa lebih cepat melupakan kesedihannya atas kepergian tuan Cho. Dan Kyuhyun ia mulai sibuk meneruskan perusahaan ayahnya. Hampir seharian Kyuhyun jarang berada di rumah. Pagi-pagi ia ke kantor dan malam ia kuliah. Waktunya ia habiskan diluar rumah dan jarang bertemu eommanya dan juga Taeyeon.
“rumah ini sepi sekali.” Gumam nyonya Cho. “untung ada kau yang menemani eomma disini, Taeng-ah.”
Taeyeon tersenyum lembut, “ne. oppa sangat bekerja keras untuk memenuhi keinginan ajussi.”
“Taeng-ah, berhentilah memanggilnya ajussi, mulailah memanggilnya appa eomma pada kami. Kau kan sudah bersedia akan menikah dengan Kyuhyun. Jadi, orangtua Kyuhyun orangtuamu juga.”
“oh, ne… eomma..”
“nah begitu.” Nyonya Cho mengelus rambut Taeyeon dengan lembut. “tak terasa kalian sudah tumbuh sebesar ini dan yang paling mengejutkan adalah bahwa hingga saat ini kalian saling menyukai. Aku masih ingat dulu kau selalu berkata ingin menikah dengan Kyuhyun.”
“eomma..” ucap Taeyeon blushing membuat nyonya Cho terkekeh.
“ternyata hal itu bukan hanya keinginanmu saja. Ternyata appa Kyuhyun juga menginginkan seperti itu. Sekarang sepertinya keinginan kalian itu akan terwujud. Cepatlah selesaikan sekolahmu dan kalian akan segera menikah supaya Kyuhyun juga ada yang memperhatikan.”
**
Taeyeon tengah sibuk mempersiapkan ujian akhirnya. Saat ia berjalan menuju perpustakaan, ia berpapasan dengan Leeteuk.
“kenapa kau sering sekali datang kesini?” heran Taeyeon.
“aku hanya sedang bosan saja jadi sesekali aku berkunjung kesini.” Jawab Leeteuk. “kau mau kemana?”
“perpustakaan. Mencari buku-buku untuk ujian nanti.”
“oh.” Balas Leeteuk. Keduanya berjalan menuju perpustakaan. “mmm…aku dengar kau dan Kyuhyun akan menikah begitu kau lulus?”
“begitulah.” Jawab Taeyeon datar membuat Leeteuk mengernyit.
“kenapa dengan nada bicaramu? Sepertinya kau tidak begitu menginginkan hal itu?”
“eh?? Aniya!! Siapa bilang. Aku hanya sedang memikirkan ujian nanti.”
“jinjja?” tanya Leeteuk dan tiba-tiba mendorong tubuh Taeyeon ke dinding koridor itu dan menghimpitnya.
“YA!! MWOHANEUNGOYA!!” pekik Taeyeon membuat orang-orang yang ada di tempat itu memperhatikan keduanya.
“kau masih terlalu muda untuk menikah. Datanglah padaku dan belajarlah untuk mulai meyukaiku. Aku tidak akan memaksamu untuk segera menikah.”
“YA!! Apa maksudmu??” teriak Taeyeon sembari terus berusaha melepaskan dirinya dari Leeteuk.
“maksudku ini.” Tiba-tiba Leeteuk mencium bibir Taeyeon dan membuat Taeyeon membelalakan matanya. Ia terus berusaha melepaskan cengkraman Leeteuk sementara Leeteuk terus menciumi bibirnya dengan paksa hingga lengan baju Taeyeon robek. Taeyeon menangis namun Leeteuk tidak menghiraukannya, ia malah menggigit bibir bawah Taeyeon hingga berdarah. Orang-orang disekitarnya tidak berani berbuat apa-apa untuk menolong Taeyeon hingga tiba-tiba seseorang menarik pundak Leeteuk dan menghajarnya tanpa ampun. Dengan emosi orang itu terus melayangkan pukulannya pada Leeteuk yang sudah tidak sadarkan diri terbaring di lantai karena terus dipukuli.
“oppa, sudah cukup.” Isak Taeyeon menarik Kyuhyun dari atas tubuh Leeteuk yang sudah penuh luka.
“gwaenchana?” cemas Kyuhyun pada Taeyeon yang tidak juga berhenti menangis. Taeyeon tidak menjawab, ia terus menundukan wajahnya. Kyuhyun melihat lengan baju Taeyeon yang robek dan segera melepas jasnya dan memakaikan jasnya itu ke tubuh Taeyeon. “sebaiknya kita pulang sekarang.” Kyuhyun pun membawa Taeyeon ke rumahnya.
Selama perjalanan keduanya tidak ada yang berbicara. Kyuhyun menyetir dengan pikiran kacau memikirkan kejadian tadi. Dan Taeyeon yang masih shock dengan tindakan Leeteuk.
Sesampainya dirumah Kyuhyun, Kyuhyun menuntun Taeyeon masuk dan disambut oleh wajah kaget nyonya Cho.
“ommona!! Kenapa kau, Taeyeon??” kejut nyonya Cho melihat mata sembab Taeyeon dan bibirnya yang sedikit berdarah.
“nanti aku ceritakan.” Jawab Kyuhyun. “sepertinya ia butuh istirahat untuk menenangkan dirinya.” Kyuhyun pun membawa Taeyeon ke kamarnya, ia mengambil obat luka dan mengoleskannya ke bibir Taeyeon yang luka.
“oppa..” ucap Taeyeon menatap kedua mata Kyuhyun. “mianhae..”
Kyuhyun tersenyum lembut dan mengelus rambut Taeyeon. “gwaenchana. Ini bukan salahmu.” Jawab Kyuhyun. “istirahatlah.” Kyuhyun menyelimuti tubuh Taeyeon dan mengecup keningnya sebelum ia keluar untuk menemui eommanya.
“sebenarnya ada apa, Kyu?” tanya nyonya Cho. Kyuhyun menghela napasnya sebelum menceritakan kejadian di sekolah tadi. “ya Tuhan! Taeyeon pasti sedih sekali.” Ucap nyonya Cho setelah mendengar penjelasan Kyuhyun. “sebaiknya Taeyeon pindah kesini saja. Eomma takut ada apa-apa jika ia tinggal di apartemen itu sendirian. Eomma khawatir Leeteuk mendatanginya dan berbuat yang tidak-tidak. Anak itu benar-benar keterlaluan. Eomma pikir ia sudah berubah.”
**
Besoknya Kyuhyun menyuruh orang-orang untuk mengemasi apartemen Taeyeon dan memindahkan barang-barang Taeyeon ke rumahnya.
“setidaknya kau aman disini dan juga kau bisa lebih sering menemani eomma.” Ucap nyonya Cho pada Taeyeon.
“ne. kamsahamnida, eomma.” Sahut Taeyeon memeluk nyonya Cho.
“Taeng-ah, kenapa hanya eomma yang kau peluk?” protes Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan membuat nyonya Cho tertawa.
“kau ini gampang sekali iri!” ucap nyonya Cho. “tunggu saja nanti setelah kau menikahinya, kau akan mendapatkan yang lebih dari ini.” Ucap nyonya Cho tersenyum jahil.
“eomma~!” Taeyeon blushing mendengar ucapan nyonya Cho. Begitupun Kyuhyun yang jadi salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Hal itu membuat nyonya Cho tertawa.
“baiklah, sudah eomma putuskan lusa kalian akan bertunangan.”
“MWO????” kejut Taeyeon dan Kyuhyun bersamaan.
“ne. eomma rasa itu satu-satunya cara supaya Leeteuk tidak mengganggu Taeyeon lagi.” Jelas nyonya Cho. “eomma sudah membicarakan hal ini dengan orangtua Taeyeon dan mereka sangat menyetujuinya.”
Setelah kejadian tidak mengenakan itu, Kyuhyun jadi sering mengantar dan menjemput Taeyeon ke sekolah. Hal itu membuat orang-orang iri.
“Taeng-ah, kau beruntung sekali memiliki calon suami perhatian seperti Kyuhyun.” Ucap Tiffany membuat Taeyeon tersenyum bangga.
“kapan kalian akan menikah?” tanya Sunny.
“setelah lulus sekolah, aku akan segera menikah. Dan karena kejadian kemarin itu eomma memutusan aku dan Kyuhyun-oppa akan bertunangan besok.”
“whoaaa~ chukkae!!”seru Tiffany. “kau benar-benar beruntung.”
“tapi, Taeng. Apa tidak terlalu cepat menikah di usia segini?” ucap Jessica.
Taeyeon tersenyum menanggapi Jessica, “memang terkesan seperti terburu-buru dan aku juga mempunyai cita-cita untuk menjadi guru matematika sebelum menikah tapi aku juga tidak mau mengecewakan orangtua kami jadi.. mau bagaimana lagi.”
Taeyeon melanjutkan obrolannya dengan teman-temannya tanpa menyadari seseorang yang menguping didekat mereka. Ia adalah Kyuhyun yang hendak menjemput Taeyeon pulang.
“jadi, ia menyetujui pernikahan ini karena orangtuaku? Bukan karena ia mencintaiku dan menginginkanku?” pikir Kyuhyun yang sedikit kecewa dengan apa yang ia dengar barusan.
“tapi…” terdengar Taeyeon melanjutkan perkataannya. “sejujurnya aku juga menginginkan pernikahan ini karena aku sangat menyukainya. Bahkan sebenarnya aku menginginkan pernikahan ini sejak kami masih kecil.” Ucap Taeyeon malu-malu. Kyuhyun tercengang mendengar ucapan Taeyeon dan senyuman bahagia(?) terukir di wajahnya.
Kyuhyun keluar dari persembunyiannya(?) dan menghampiri Taeyeon.
“wah pengantin kita sudah datang!” timpal Sunny membuat Kyuhyun dan Taeyeon blushing.
“Taeng, kajja.” Ucap Kyuhyun. Lalu keduanya pergi.
Sepanjang perjalanan, Taeyeon menyibukan dirinya bermain PSP yang ia pinjam dari Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun terus senyum-senyum mengingat ucapan Taeyeon tadi.
“oppa, kenapa kau senyum-senyum sendiri terus dari tadi?” heran Taeyeon yang ternyata memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun.
“hm? Ani.” Sahut Kyuhyun dengan senyum yang tidak juga hilang meskipun sudah tertangkap basah oleh Taeyeon.
“hari ini kau bena-benar aneh?”
CKIIIIITTTTTT!!!! Tiba-tiba mendadak Kyuhyun mengerem laju mobilnya membuat Taeyeon terkejut.
“YA!!! MWOHANEUNGOYA???” teriak Taeyeon.
Kyuhyun menoleh dan menatap Taeyeon, “dengarkan baik-baik apa yang akan kukatakan karena aku tidak akan mengatakannya 2 kali.”
“hm?” bingung Taeyeon.
“………………” Kyuhyun mengucapkan sesuatu namun tepat sebuah mobil besar melintas dan membuat ucapan Kyuhyun tidak terdengar oleh Taeyeon.
Kyuhyun tersenyum dan kembali melajukan mobilnya sedangkan Taeyeon mengerjap-ngerjapkan matanya tampak bingung dengan apa yang barusan Kyuhyun katakan.
“apa yang dia katakan?” batin Taeyeon.
To be continue..

gimana? menarik, kah? 😀 jelek, kah? 😦
pokoknya Rate, like, comment! 😉

[FF] You Are My Everything To Me (9)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others
Genre : Romance, Angst, Sad, I don’t know. 0.O

Happy reading~^^

-Previous Chapter-
Setelah menemui Donghae dan Yoona, Taeyeon berjalan-jalan sendiri melihat-lihat dekorasi di gedung resepsi itu dan juga terus mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun. Sebab dari awal ia tiba di tempat itu, ia belum melihatnya.
“aku penasaran ia datang dengan siapa.” Batin Taeyeon.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan ternyata itu adalah Jessica dan Tiffany yang ikut ke pesta itu bersama Heechul dan Siwon.
“hey, kau kesini dengan Leeteuk??” tanya Jessica yang sepertinya tidak percaya dengan kenyataan itu.
“ne. tadinya aku akan mengajak kalian tapi kalian sudah ada pasangan dan tiba-tiba saja dia mengajakku tanpa mendapat persetujuan dariku. kalian tahu, dia benar-benar tipe orang pemaksa!” dengus Taeyeon membuat Jessica dan Tiffany tertawa. Mereka akhirnya mengobrol dan Taeyeon sesekali mencari keberadaan Kyuhyun.
Saat ia mencari-cari Kyuhyun, seorang ajussi berjalan dengan cepat menuju Leeteuk dan membisikkan sesuatu padanya. Taeyeon memperhatikan ajussi itu dan juga Leeteuk. Leeteuk membelalakan matanya setelah mendengar ucapan ajussi itu. Leeteuk berjalan menghampiri Donghae, Siwon, Heechul, dan berbicara sesuatu pada mereka dengan serius. Wajah teman-temannya itu tampak menegang setelah mendengar ucapan Leeteuk.
Leeteuk berjalan menuju Taeyeon dan segera menarik tangannya keluar dari gedung itu.
“ya!! Mwohaneungoya!!” pekik Taeyeon yang merasa lelah di tarik-tarik Leeteuk seenaknya.
“ayo kita ke rumah sakit.” ucap Leeteuk datar.
“mwo??? Wae??”
“ada sesuatu yang buruk terjadi pada Kyuhyun.”
“mwo??” kejut Taeyeon. “waegeurae??”
“dia..”

-Chapter 9-
Taeyeon dan Leeteuk tiba di Rumah sakit. Saat didepan emergency room, Taeyeon dapat melihat seseorang yang dikenalnya duduk di kursi tunggu sambil menangis. Perlahan Taeyeon menghampirinya dan duduk disebelahnya. Ia menyentuh pundak orang itu hingga orang itu menoleh kearahnya.
“Taeyeon-ah..” orang itu memeluk Taeyeon dengan erat.
“ajumma..” ucap Taeyeon dengan suara yang gemetar. “apa yang terjadi dengan ajussi?”
Orang yang dipanggil ajumma itu melepas pelukannya dan menggenggam tangan Taeyeon, “appa Kyuhyun jatuh di kamar mandi dan kepalanya terbentur..” isak nyonya Cho. “sampai sekarang..ia masih diperiksa dokter..”
“ajumma..” Taeyeon mengelus punggung nyonya Cho mencoba menenangkannya. “tapi…dimana Kyuhyun-oppa?”
“molla.. dua jam yang lalu ia mengurus administrasi tapi sampai sekarang ia belum kemari.” Ucap nyonya Cho masih terisak. “Taeyeon-ah bisa tolong carikan dia?” pinta nyonya Cho.
“ne.” jawab Taeyeon dan menoleh kearah Leeteuk. “tolong jaga ajumma sebentar. Aku akan mencari Kyuhyun.” Pinta Taeyeon yang dibalas anggukan Leeteuk.
Taeyeon berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Ia menuju ruang administrasi namun ia tidak menemukannya disana. Ia kembali berjalan mencari Kyuhyun. Sesekali ia bertanya pada perawat atau orang-orang yang ada ditempat itu. Sampai seseorang berkata, “ah, sepertinya aku tadi berpapasan dengan orang dengan ciri-ciri yang kau sebutkan tadi. Aku melihat dia berjalan ke atas tangga darurat. Mungkin ia ada disana.”
“oh, kamsahamnida.” Setelah mendengar ucapan orang itu, Taeyeon segera menuju tempat yang disebutkan tadi. Taeyeon membuka pintu yang menuju tangga dan berjalan keatasnya. Di tengah-tengah tangga itu, Taeyeon memperlambat jalannya setelah melihat orang yang dicarinya duduk sendirian melamun. Taeyeon mengambil duduk disebelahnya dan memperhatikan Kyuhyun yang tengah melamun bahkan sepertinya tidak menyadari kehadiran orang lain disebelahnya. Taeyeon menyentuh pundaknya dan seketika Kyuhyun tersentak mendapati Taeyeon sudah duduk disebelahnya.
“oh, Taeng-ah.” Ucap Kyuhyun mencoba menarik kedua ujung bibirnya untuk menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja. “kenapa kau ada disini? Bukannya kau pergi ke pesta Donghae?”
“oppa, berhentilah berpura-pura tegar.” Taeyeon meraih tangan kanan Kyuhyun dan menggenggamnya. “kenapa kau selalu menyembunyikan perasaanmu dariku?”
“hm? Maksudmu?”
“jangan berpura-pura, oppa. Aku tahu kau sangat sedih dengan kejadian ini. Kau sangat menyayangi appamu dan begitu pun sebaliknya. Kau tahu, terkadang aku ingin mendengar isi hatimu yang sebenarnya. Bukan hanya perasaan senang tapi juga kesedihanmu. Aku tahu aku tidak ada hak berbicara seperti ini mengingat hubungan kita tidak lebih dari teman yang sangat baik untuk saat ini. Tapi, sebagai teman yang sudah mengenalmu sejak kecil, sesekali aku ingin mendengarmu menangis dan memberitahuku semua perasaanmu.” Ucap Taeyeon panjang lebar.
“Taeng-ah..” Kyuhyun memeluk Taeyeon dan mulai menangis terisak dipelukan yeoja itu. Taeyeon membalas pelukan hangat untuknya dan ia menepuk-nepuk punggung Kyuhyun untuk menenangkannya. Di tengah-tengah tangga darurat itu, Kyuhyun menumpahkan semua kesedihannya pada Taeyeon dan dengan lembut Taeyeon memberikan perhatian yang lebih pada namja itu.
**
Taeyeon dan Kyuhyun berjalan menuju emergency room, tampak nyonya Cho masih duduk didepan ruangan itu ditemani Leeteuk.
“dokter masih belum keluar?” tanya Taeyeon pada Leeteuk yang dibalas gelengan kepala Leeteuk. “oppa, tunggu dulu disini, aku mau menelpon orangtuaku dulu. Memberi tahu keadaan Cho-ajussi.” Ucap Taeyeon pada Kyuhyun.
“tidak usah, Taeng. Nanti mereka malah khawatir.” Balas Kyuhyun.
“gwaenchana. Siapa tahu mereka bisa menghibur eommamu.” Setelah berkata itu, Taeyeon pergi meninggalkan 3 orang itu untuk menelpon.
“moshi-moshi, eomma?” ucap sapa Taeyeon ditelepon.
“ne. ada apa, aegiya?”
“eomma, aku ingin memberitahumu kalau Cho-ajussi masuk rumah sakit. Tadi sore ia terpeleset di kamar mandi dan sampai sekarang dokter belum selesai memeriksanya.” Ucap Taeyeon dengan suara yang bergetar.
“ya Tuhan! Lalu bagaimana dengan Cho-ajumma? Apa dia baik-baik saja?”
“ia terus menangis dan tidak bisa menenangkan dirinya. Aku kasihan dengannya dan juga Kyuhyun-oppa. Eomma, bisa datang kemari dengan appa? Sepertinya ajumma perlu dihibur.”
“ne, ne. eomma dan appa akan segera kesana. Taeng, kau temani Cho-ajumma ia pasti sangat sedih dengan kejadian ini.”
“ne, arasseo.”
“ya sudah. Eomma tutup teleponnya ya. Eomma akan bersiap-siap dan menghubungi appamu.” Sambungan telepon Taeyeon dan eommanya pun terputus.
Taeyeon kembali menemui nyonya Cho, Kyuhyun dan Leeteuk. Namun sesampainya disana, ia hanya mendapati Leeteuk yang duduk dengan menundukan wajahnya.
“kemana yang lainnya?” tanya Taeyeon menghampiri Leeteuk.
Leeteuk mengangkat wajahnya dan membuat Taeyeon terkejut. Baru kali ini Taeyeon melihat Leeteuk menangis. “ya! Waegeurae??” panik Taeyeon mengguncang pundak Leeteuk. Namun bukannya menjawab, Leeteuk malah semakin terisak. Sedetik kemudian Taeyeon dikejutkan dengan tangisan histeris nyonya Cho. Dengan segera masuk ke ruang emergency dan ia mendapati tubuh tuan Cho yang sudah ditutupi kain putih. Taeyeon tercekat tidak dapat menahan airmatanya. Perlahan ia menghampiri nyonya Cho dan memeluknya yang semakin histeris memeluk suaminya itu. Sedangkan Kyuhyun ia menangis terisak disamping ayahnya.
**
Orang-orang tampak hilir mudik ditempat penghormatan terakhir tuan Cho. Semua menggunakan hanbok hitam. Kyuhyun tampak duduk menatap foto ayahnya yang berada di altar yang penuh bunga dengan pandangan kosong. Nyonya Cho terus dihibur oleh orangtua Taeyeon yang sudah tiba di Korea dan juga oleh para tamu pelayat yang berdatangan. Para rekan bisnis keluarga Cho pun banyak yang menghadiri dan memberikan penghormatan terakhir mereka.
Taeyeon menghampiri Kyuhyun dan mengelus punggungnya untuk membuatnya lebih bersabar melepas kepergian ayahnya. Kyuhyun menoleh dan memberikan senyuman kecil pada Taeyeon.
“sekarang tugasmu adalah menjaga eommamu. Jangan sampai kau mengecewakan appa.” Ucap Taeyeon.
Kyuhyun mengangguk, “arasseo.” Jawab Kyuhyun.
“orangtuaku akan pulang besok karena mereka tidak mendapatkan cuti panjang di perusahaan tapi aku akan sering mengunjungi eommamu dan menghiburnya. Aku harap kau tidak keberatan.”
“tentu saja. Aku sangat berterima kasih. Sepertinya eomma sangat memerlukan orang lain untuk menghiburnya.” Ucap Kyuhyun.
“lalu apa rencanamu selanjutnya?”
“seperti keinginan appa sejak aku masih SMA, aku akan belajar serius dan meneruskan perusahaan.”
“semoga kau berhasil, oppa.”
“ne. gomawo.” sahut Kyuhyun. “Taeng-ah.”
“ne?”
“apa kau sudah dengar cerita eommaku tentang perkataan appa sebelum ia jatuh?”
Taeyeon mengangguk, “ne, aku sudah mendengarnya.”
“jadi, menurutmu bagaimana?”
Taeyeon berpikir sejenak sebelum ia kembali menatap Kyuhyun dan tersenyum padanya, “ne. aku menyetujuinya.”
“kau serius? bagaimana dengan orangtuamu?”
“aku sudah membicarakan hal ini dengan mereka dan mereka menyerahkan semuanya padaku.”
Kyuhyun tersenyum, “boleh aku memelukmu?”
“kenapa tidak?” jawab Taeyeon dan Kyuhyun segera memeluknya dengan erat.
“appa, aku harap kau senang dengan ini.” Batin Kyuhyun sambil terus memeluk Taeyeon.
to be continue…

fiuhh~ jadi juga ni chapter 9 setelah menguras otak! tapi pendek banget ya? o.O
kira-kira apa ya yang diucapin appanya Kyu sebelum jatuh? 😀
Rate, Like, Comment~!^^

[FF] You Are My Everything To Me (8)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others
Genre : Romance, Angst, Sad, I don’t know. 0.O

Haiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!! Ashiya Says is back! *teriak-teriak gaje bareng Kim Jiwoong. kekeke~
adakah yang nunggu ff di blog ini?
adakah yang bolak-balik cek ff di blog ini? hehe.. sorry, baru nongol lagi nih. Maklum lagi sibuk-sibuknya ngerjain tugas sebagai mahasiswa praktikan di SMK Negeri, bikin RPP,  nyusun penelitian dan juga jadi sekretaris yang kerjanya ngerjain tumpukan file disana-sini. T.T kebetulan malem ini punya waktu senggang jadi d sempetin buat ngBlog.
kali ini author Ashiya ngelanjutin ff yang pertama publish di blog ini! 😀 adakah yang nunggu kelanjutan ceritanya? ^^
okay, happy reading!^^

-Previous Chapter-
Taeyeon tiba di sekolah. Saat ia sampai didepan kelasnya, ia terkejut karena disana ada Leeteuk yang tampak sedang menunggunya.
“Taeyeon-ah!” Leeteuk menghampiri Taeyeon.
“kenapa kau ada disini? Kau kan sudah tidak sekolah disini lagi?”
“Ini sekolah milik orangtuaku, jadi aku bebas datang kapan saja ke tempat ini. Lagipula aku ingin memberikan ini.” Ucap Leeteuk memberikan sebuah undangan pernikahan.
“undangan? Kau akan menikah???” kejut Taeyeon tanpa membaca undangan itu. “memangnya ada yeoja yang mau menikah denganmu??”
“dasar!” Leeteuk menoyor kepala Taeyeon gemas.
“YA!!” pekik Taeyeon tidak menerima perlakuan Leeteuk.
“Kurasa kau butuh operasi plastik supaya kau bisa membuka matamu lebar-lebar!” kesal Leeteuk. “itu undangan dari Donghae. Ia akan segera menikah dengan Yoona.”
“jinjja???” kejut Taeyeon membelalakan matanya.
“sebaiknya kutarik kembali ucapanku, sepertinya kau tidak memerlukan operasi plastik.” Leeteuk menggeleng-gelengkan kepalanya. “kau akan pergi dengan siapa?” tanya Leeteuk lagi.
“hmm..entahlah. mungkin aku akan mengajak Tiffany.”
“hey, Tiffany sudah dengan Siwon.”
“jinjja?? Kalau begitu, mungkin dengan Sica.”
“Heechul sudah mengajaknya.”
“aissh..lalu aku dengan siapa?? Sunny? Pasti ia pergi dengan Sungmin.”
“ya sudah, pergi denganku saja!”
“eh??”
“kau masih tinggal di apartemen itu kan? Aku akan menjemputmu saat waktunya tiba.” Ucap Leeteuk sebelum pergi meninggalkan Taeyeon yang masih bengong mengerjap-ngerjapkan matanya melihat sikap ajaib Leeteuk.
**
-Chapter 8-
“ada kiriman paket untuk Taeyeon-ssi!” seorang petugas kurir memberikan paket untuk Taeyeon di apartemennya.
“oh, ne.” jawab Taeyeon sambil menerima paket itu dengan bingung karena disana tidak ada nama pengirimnya. Ia menanda tangani bukti pengirimannya dan petugas itu pun pergi. Taeyeon membuka paket itu dan membelalakan matanya melihat isi paket tersebut. Sebuah gaun cantik berwarna merah dengan merk terkenal. “waah yeppeo.. tapi..siapa yang mengirimiku gaun mahal seperti ini?” gumam Taeyeon. Sedetik kemudian Taeyeon mendapati secarik kertas didalam kotak paket itu, ia pun segera membukanya.

Hey, jangan perlihatkan tampang bodohmu melihat gaun itu. pakai gaun itu ke pesta Donghae nanti malam. Aku akan menjemputmu jam 7. Dandan yang cantik! Jangan sampai membuatku malu di pesta nanti. Eh, tunggu, memangnya kau bisa berdandan? Ah, masa bodoh, pokoknya jam 7 kau harus sudah siap dan jangan sampai membuatku malu.
-Leeteuk-

“aissh..dasar orang gila! Sudah mengajak seenaknya, menjelek-jelekanku pula. Dasar orang tidak berguna!” ujar Taeyeon dengan kesal. “kalau aku jelek, kenapa dia mengajakku? Kenapa tidak ajak saja para pemujanya itu. Mereka jauh lebih cantik dan juga lebih kaya. Bodoh!”
Beberapa menit kemudian, bel apartemen Taeyeon kembali berbunyi.
“ck! Siapa lagi!” decak Taeyeon. Ia pun segera membuka pintunya dan tampak seorang namja berdiri dihadapannya dengan membawa sebuah kotak berukuran sedang.
“Oppa?” gumam Taeyeon.
“annyeong, Taeng.” Sapa Kyuhyun dan Taeyeon mempersilahkannya masuk. Kyuhyun duduk di sofa Taeyeon sedangkan Taeyeon duduk di sofa didepannya. “Taeng-ah, ige, aku membawa sesuatu untukmu.” Ucapnya meyerahkan bingkisan itu.
“ige mwo?”
“buka saja.” Jawab Kyuhyun tersenyum. Taeyeon membukanya dan tampaklah sebuah gaun yang cantik.
“oppa, ini..”
“itu hadiahku untukmu.” Jawab Kyuhyun malu-malu. “Aku diundang ke pernikahan Donghae tapi aku tidak ada partner jadi kupikir tidak ada salahnya kan kalau aku mengajakmu? Siapa tahu hubungan kita bisa membaik seperti dulu.”
“oppa, gomawo tapi.. aku sudah ada janji dengan orang lain.” Sesal Taeyeon. “kalau saja kau mengajakku lebih cepat darinya aku pasti akan pergi denganmu.”
Kyuhyun nampak kecewa dengan jawaban Taeyeon, “jinjja? Ternyata aku terlambat.”
“oppa..” Taeyeon berpindah tempat dan duduk disamping Kyuhyun. “mianhae..”
Kyuhyun tersenyum dan mengelus rambut Taeyeon, “gwaenchana.” Ucap Kyuhyun. “Tapi..kalau aku boleh tahu, kau akan pergi dengan siapa?”
“Leeteuk.”
“ne? Leeteuk??” kejut Kyuhyun yang dibalas anggukan lemah Taeyeon. “Kurasa dia mulai menyukaimu.”
“mwo?? Aniyo!!” bantah Taeyeon. “aku tidak menyukai namja seperti dia!” jawab Taeyeon mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun tertawa kecil melihat ekspresi Taeyeon.
“kau ini, jangan perlihatkan wajah cute mu itu!” ucap Kyuhyun dengan gemas mengacak rambut Taeyeon.
“ya! Jangan mengacak rambutku!” dengus Taeyeon menahan tangan Kyuhyun yang semakin liar mengacak rambutnya. “ya! Oppa!” kesal Taeyeon karena Kyuhyun tidak juga berhenti mengacak rambutnya.
Kyuhyun terus mengusili Taeyeon sedangkan Taeyeon terus berusaha untuk menghindar dari tangan Kyuhyun yang terus berusaha mengacak-acak rambutnya hingga tanpa sengaja Taeyeon terjengkang(?) ke belakang dan tangannya meraih leher T-shirt Kyuhyun. Otomatis Kyuhyun terbawa tarikan tangan Taeyeon hingga akhirnya ia jatuh hampir menindih tubuh Taeyeon di sofa itu. Kyuhyun terdiam diatas tubuh Taeyeon. Keduanya tampak shock namun tetap dalam posisi seperti itu. Kyuhyun menatap Taeyeon begitu pun Taeyeon yang menatap mata Kyuhyun. Beberapa saat kemudian mata Kyuhyun beralih ke bibir mungil Taeyeon. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Taeyeon tidak dapat bergerak. Ia memejamkan matanya saat bibir Kyuhyun semakin dekat dengan bibirnya. Namun..

Do it, do it chu~, do do do do it chu~

Bunyi ponsel Taeyeon membuat keduanya tersentak. Kyuhyun kembali menegakan tubuhnya dan mulai salah tingkah. Sedangkan Taeyeon ia segera bangun dari posisinya dan beranjak mengambil ponselnya. sembari menahan malu dengan bunyi ponselnya yang seolah menyindirnya dengan kejadian tadi.
Beberapa saat kemudian keduanya tampak canggung.
“mmm…oppa, gaun ini…”
“gaun itu untukmu. Simpan saja.” Jawab Kyuhyun yang masih berusaha mengembalikan detak jantungnya yang semula berdetak tidak karuan.
“oh.. gomawo. Aku akan memakainya lain waktu.”
“lain waktu? Kau tidak akan memakai gaun itu nanti malam?”
Taeyeon menggeleng, “aniyo. Leeteuk sudah mengirimiku gaun untuk nanti malam. Ku harap lain kali aku bisa memakai gaun darimu karena gaun ini tampak lebih cute dari gaun yang diberikan Leeteuk.”
“oh arata.”
**
Tepat jam 7 malam, Leeteuk menjemput Taeyeon. Begitu Taeyeon muncul dengan gaun yang ia berikan, ia tampak terpesona dengan penampilan Taeyeon.
Taeyeon Paparazzi
“wae?” bingung Taeyeon bergantian melihat wajah Leeteuk dan penampilannya sendiri.
“eh? Oh ani. Kajja!” Leeteuk pun menarik tangan Taeyeon menuju mobilnya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara. Taeyeon terus menatap jalan dan juga Leeteuk terus mengemudikan mobilnya dan sesekali ia melirik Taeyeon dan diam-diam ia tersenyum.
Beberapa menit kemudian keduanya tiba di tempat pernikahan Donghae. Semua menatap Leeteuk dan Taeyeon dengan tatapan iri.
“kenapa mereka terus memperhatikan kita?” bisik Taeyeon yang sedikit risih dengan tatapan orang-orang disekitarnya.
“mungkin karena kau tampak aneh dengan gaun itu.” Ucap Leeteuk menjahili Taeyeon.
“mwo??” Taeyeon memperhatikan penampilannya. “ini salahmu karena memberiku pakaian seperti ini!” kesal Taeyeon.
“sudahlah jangan pikirkan mereka. Kau tampak cantik dengan gaun itu.”
“eh??”
“kajja! Kita temui Donghae dan Yoona!” Leeteuk menarik Taeyeon dan tidak memperdulikan tatapan bingung Taeyeon.
Setelah menemui Donghae dan Yoona, Taeyeon berjalan-jalan sendiri melihat-lihat dekorasi di gedung resepsi itu dan juga terus mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun. Sebab dari awal ia tiba di tempat itu, ia belum melihatnya.
“aku penasaran ia datang dengan siapa.” Batin Taeyeon.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan ternyata itu adalah Jessica dan Tiffany yang ikut ke pesta itu bersama Heechul dan Siwon.
“hey, kau kesini dengan Leeteuk??” tanya Jessica yang sepertinya tidak percaya dengan kenyataan itu.
“ne. tadinya aku akan mengajak kalian tapi kalian sudah ada pasangan dan tiba-tiba saja dia mengajakku tanpa mendapat persetujuan dariku. kalian tahu, dia benar-benar tipe orang pemaksa!” dengus Taeyeon membuat Jessica dan Tiffany tertawa. Mereka akhirnya mengobrol dan Taeyeon sesekali mencari keberadaan Kyuhyun.
Saat ia mencari-cari Kyuhyun, seorang ajussi berjalan dengan cepat menuju Leeteuk dan membisikkan sesuatu padanya. Taeyeon memperhatikan ajussi itu dan juga Leeteuk. Leeteuk membelalakan matanya setelah mendengar ucapan ajussi itu. Leeteuk berjalan menghampiri Donghae, Siwon, Heechul, dan berbicara sesuatu pada mereka dengan serius. Wajah teman-temannya itu tampak menegang setelah mendengar ucapan Leeteuk.
Leeteuk berjalan menuju Taeyeon dan segera menarik tangannya keluar dari gedung itu.
“ya!! Mwohaneungoya!!” pekik Taeyeon yang merasa lelah di tarik-tarik Leeteuk seenaknya.
“ayo kita ke rumah sakit.” ucap Leeteuk datar.
“mwo??? Wae??”
“ada sesuatu yang buruk terjadi pada Kyuhyun.”
“mwo??” kejut Taeyeon. “waegeurae??”
“dia..”
To be continue..

pendek ya? hihi.. author stop disitu aja deh. biar penasaran apa yang terjadi dengan Kyuhyun. mianhae kalo penggunaan bahasanya kali ini agak boring, aneh, gimanaaaaaaaa gitu~

Rate/Like/Commentnya di tunggu!^^