Monthly Archives: January 2013

[FF] Catch Me (Chapter 4)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 4-

“eomma..” lirih Taeyeon memandangi eommanya yang terbaring koma di rumah sakit.
“Taeyeon-ah, kau tampak semakin kurus. Apa kau makan dengan baik?” tanya Kim Jiwoong, kakak Taeyeon.
“molla.” Sahut Taeyeon sambil terus memandangi eommanya.
Jiwoong menghela napasnya. “sampai kapan kau akan terus seperti ini?” ucapnya, “appa pasti sedih melihatmu seperti ini.” Jiwoong mengelus kepala Taeyeon dengan lembut, “kau harus ingat masih banyak orang yang menyayangimu.” Taeyeon terdiam mendengar ucapan kakaknya. “sebaiknya kau makan dulu. Apa perlu aku bawakan makanan kemari?”
“oppa, kenapa ucapanmu sama dengan orang itu?” tanya Taeyeon menatap Jiwoong.
“hm? Nugu? Kangta-hyung?” tebak Jiwoong. Taeyeon tersenyum sekilas dan kembali memandangi eommanya.
‘Cho Kyuhyun..’ batin Taeyeon.
**
“arghhh..” ringis Sungmin memegangi kepalanya.
“ya! Sungmin-ssi, waegeurae??” panik kyuhyun.
“kepalaku..tiba-tiba sakit.”
“ommo! Hidungmu berdarah!” kejut Kyuhyun, “sebaiknya kita ke rumah sakit!” Kyuhyun pun mengantar Sungmin ke rumah sakit.
**
“tidak apa-apa. Kau hanya terlalu kelelahan.”ucap dokter.
“tidak ada yang serius kan, dok?” tanya Kyuhyun cemas.
“tidak. Ia hanya kurang istirahat dan juga kekurangan cairan. Sebaiknya kau dirawat dulu sehari disini.”
Sungmin pun di rawat hari itu juga. Kyuhyun terus menemaninya.
“aku tidak apa-apa, Kyu. Lebih baik kau kembali saja ke asrama.” Bujuk Sungmin yang merasa tidak enak.
“gwaenchana. Aku akan menemanimu.” Tolak Kyuhyun. “aku keluar dulu. Perutku lapar. Kau mau ku bawakan makanan?”
“baiklah. Terserah kau saja.” Kyuhyun pun pergi ke kantin rumah sakit membeli beberapa makanan untuk dirinya dan Sungmin. Namun saat di jalan menuju kantin..
BRUKKK!!
“ah mianhae!” karena matanya terus terfokus ke ponselnya tanpa sengaja ia menubruk seseorang.
“gwaenchana.” Sahut orang itu.
Kyuhyun yang merasa kenal dengan suaranya segera melihat orang itu, “Taeyeon-ssi?”
**
Kyuhyun mengajak Taeyeon duduk di bangku rumah sakit itu.
“mian, aku tidak sengaja menabrakmu.” Ucap Kyuhyun sedikit canggung.
“ne.” sahut Taeyeon.
Hening. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“mmm..Taeyeon-ssi!” Kyuhyun mulai bicara, “apa kau kesini menjenguk eommamu?”
“ne.”
“apa sudah ada perkembangan?” tanya Kyuhyun lagi. Taeyeon menggeleng.
“Taeyeon-ah!!” panggil seorang namja yang berwajah mirip dengan Taeyeon tidak jauh dari tempat mereka duduk. Berjalan mendekati keduanya.
tumblr_lkx5513ai11qainpj
*kakaknya Taeyeon cakep banget!! *o*

“oppa?” Taeyeon berdiri dan di ikuti Kyuhyun.
“kenapa lama sekali?” tanya Jiwoong, tatapannya beralih ke pria yang berdiri disamping Taeyeon, “nuguseyo?”
“ah, joneun Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya.
Jiwoong melirik Taeyeon, “neoui namja chingu?” Jiwoong menggoda Taeyeon.
“aniyo!!” bantah Taeyeon membuat Jiwoong terkekeh.
Kyuhyun tersenyum, “aku temannya di akademi.” Kyuhyun membantu Taeyeon menjelaskan.
“haha.. arasseo~!” goda Jiwoong lagi. “Taeyeon-ah apa ini orang yang tadi kau maksud?”
“ya!! oppa!!” kesal Taeyeon malu. Kyuhyun sedikit bingung namun ia tampak senang mungkin Taeyeon menceritakan sesuatu tentangnya pada kakaknya ini.
“ya sudah. Mana makananku?” Taeyeon memberikan bungkusan makanan pada Jiwoong, “kalian teruskan mengobrolnya. Taeyeon-ah, aku pergi dulu menjemput Hayeon.” Jiwoong pun pergi meninggalkan keduanya.
“mianhae, oppaku memang sedikit aneh.” Ucap Taeyeon menahan malu.
“gwaenchana.” Balas Kyuhyun tersenyum. “duduklah”
“kenapa kau ada disini?” tanya taeyeon.
“aku..aku mengantar Sungmin.”
“Sungmin? wae?” tanya Taeyeon.
“dia kelelahan dan harus dirawat. Mungkin besok sudah boleh pulang.” Sahut Kyuhyun merasa senang karena akhirnya Taeyeon mau mengobrol dengannya.
“oh~ kalau begitu sebaiknya kau kembali. Nanti dia mencarimu.”
“tidak apa. Aku masih ingin disini mengobrol dengan orang yang kusuka.”
“eh?” kaget Taeyeon.
“ah..a..aniyo. lupakan saja.” gugup Kyuhyun karena keceplosan.
Tanpa disadari keduanya, mereka menjadi akrab dan tidak lagi canggung.
“apa kau benar-benar tidak akan kembali bernyanyi?” tanya Kyuhyun kembali menyinggung hal itu.
“kenapa kau terus membahas hal itu?”
“karena aku sangat ingin mendengarmu menyanyi lagi. Hanya itu yang ku inginkan.” jawab Kyuhyun. “oh ya, tadi kudengar kakakmu menyebut nama Hayeon. kalau boleh tahu, siapa Hayeon?”
“Hayeon adalah adik kami yang paling kecil.” jawab Taeyeon.
**
Trainee diasrama Super Generation duduk berkumpul di sebuah ruangan di lantai 2 bersiap mendengarkan pengumuman dari Jungsoo dan Yuri.
“aku dan Yuri baru saja mendapat informasi tentang Summer Competition.” Ucap Jungsoo.
“Summer Competition? Mwoya?” tanya Hyukjae.
“Summer Competition adalah kompetisi seni yang diselenggarakan akademi ini untuk memotivasi traineenya supaya lebih bersemangat menjalani trainee. Kompetisi ini diadakan setiap musim panas dan juga tentu ada hadiahnya yang berbeda tiap tahunnya!” jawab Jungsoo.
“dan hadiah untuk tahun ini adalah…” Yuri membuat penasaran. “hadiahnya adalah.. BERLIBUR KE JEPANG SELAMA 3 HARI, GRATIS!!! dan hadiah itu untuk seluruh penghuni dorm yang menang!!” seru Yuri yang langsung dibalas sorak sorai dan tepuk tangan penghuni asrama itu.
“stop! Stop!” Jungsoo mencoba menenangkan suasana. “untuk mendapatkannya, kita harus memilih 1 pasangan yang akan diikut sertakan.”
“pasangan?” bingung beberapa trainee.
“menurut kalian siapa yang paling bagus dari asrama kita?” mereka mulai berbisik-bisik.
“aku dan Jungsoo mengusulkan bagaimana kalau kita memilih Jessica dan Donghae?” ucap Yuri.
“ide yang bagus!” ujar Hyukjae. “tapi Donghae sedang sakit typus dan ia harus istirahat total.”
“ah, benar juga!” gumam Jungsoo. “kenapa aku bisa lupa?”
“Ya!!” kesal Yuri memukul kepala Jungsoo, “kau ini bagaimana! Anggotamu sakit bisa tidak ingat!”
“mian, Yuri-ya. aku benar-benar lupa!”
“aissshh, dasar Ajussi!”
“MWOYA?? AJUSSI?! YA!! YURI SAURUS!! KAU TIDAK BOLEH MEMANGGILKU SEPERTI ITU! MEMANGNYA KAU TAE..yeon..” bentakan Jungsoo melemah saat mengucapkan nama seseorang. Hening. Beberapa diantara mereka melirik Taeyeon yang duduk menyendiri agak berjauhan.
“ehm…ehmm..” Yuri berdeham meminta perhatian. “kita kembali ke topic semula. Apakah ada yang bisa memberikan saran?”
Yeoja bernama Tiffany mengangkat tangannya.
“bagaimana dengan Ryeowook? Ku pikir kemampuan bernyanyinya cukup baik.”
“oh, terima kasih sarannya, Fany-ah.” Ucap Jungsoo. “apa kalian setuju jika Ryeowook kita pasangkan dengan Jessica?” sebagian dari mereka mengangguk setuju hingga yeoja yang bernama Jessica sendiri mengacungkan tangannya.
“ada apa, Sica?” tanya Yuri.
“mianhae, sepertinya aku tidak bisa ikut berpartisipasi.” Ucap Jessica dengan sedih.
“wae??” kejut Jungsoo mewakili pertanyaan seluruh trainee yang ada disitu.
“aku akan kembali ke Amerika dalam waktu dekat ini. orangtuaku memintaku untuk menghabiskan waktu musim panas dengan berkumpul bersama mereka dan adikku, Krystal.”
“sayang sekali.” Ucap Jungsoo. “baiklah, kami tidak akan memaksamu. Apakah ada yang punya usul lain?”
Kyuhyun mengangkat tangan kanannya. “kenapa kalian tidak mengusulkan Taeyeon?” ucapan Kyuhyun membuat trainee lainnya tercekat.
**
“sudah kubilang aku tidak mau!! kenapa kau terus memaksaku??!!” teriak Taeyeon pada Kyuhyun yang terus membuntutinya. Taeyeon terus berjalan dengan kesal keluar dari dorm.
“ini bukan untukku tapi untuk semua anak dorm Super Generation mereka sangat menginginkan hadiah itu.”
“Shireo!!”
“Taeyeon-ssi..” Kyuhyun menangkap sebelah tangan Taeyeon membuat yeoja itu membalikan badannya. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan marah.
“berhentilah membuatku marah, Cho Kyuhyun!!” Taeyeon melepas tangan Kyuhyun dengan kasar dan segera berlari menjauhinya. Kyuhyun masih mematung menatap Taeyeon dengan pandangan tidak percaya.
“dia..dia menyebut namaku?” gumamnya. “dia mengingat namaku?” sedetik kemudian ia tersenyum senang. Ia menatap tangan kanannya yang tadi menyentuh tangan Taeyeon dengan senyum yang tidak juga menghilang di wajahnya.
Cho Kyuhyun 21
**
Taeyeon pulang ke rumahnya. Rumah itu sangat besar namun tampak sepi. Taeyeon merebahkan dirinya di tempat tidurnya.
“eonni..” tiba-tiba seorang anak kecil berusia 6 tahun berlari kearahnya.
tumblr_lafrg93PRr1qe9jz0o1_500
*mirip banget ma Taeng kalo lagi tanpa ekspresi gitu!!*

“Hayeon-ah?” Taeyeon bangun dan membawa adiknya ke atas tempat tidurnya.
“eonni, lihat tadi di sekolah aku membuat gambar ini.” Hayeon menunjukan gambarnya pada Taeyeon.
“ige mwo..?”
“ini eomma, oppa dan Hayeon menonton eonni bernyanyi.” Ucap Hayeon dengan riang. “dan yang memakai sayap ini adalah appa.”
“appa?”
“ne. lihat, appa tersenyum bahagia melihat eonni menyanyi.” Taeyeon memandang Hayeon dan tanpa sadar ia menitikkan air mata. “eonni, kenapa menangis?”
“ah, aniya.” Jawab Taeyeon menyeka airmatanya.
“eonni, kenapa tidak pernah muncul lagi di televisi? Hayeon selalu bercerita pada teman-teman bahwa Hayeon memiliki eonni yang seorang penyanyi hebat dan mereka ingin melihat itu.” Taeyeon tercengang mendengar ucapan Hayeon. “eonni, aku ngantuk. Malam ini aku tidur dengan eonni ya?” pinta Hayeon.
Taeyeon tersenyum dan mengelus rambut Hayeon lembut. “ne.”
Taeyeon tidur disamping Hayeon. Hayeon terus memeluk eonninya itu. Taeyeon terus memperhatikan wajah Hayeon yang tengah tertidur pulas.
“dia yang baru berusia 6 tahun begitu kuat menghadapi kematian appa, tapi kenapa aku tidak?” pikirnya. Lalu Taeyeon kembali teringat orang-orang yang berusaha membujuknya untuk kembali bernyanyi. Para penggemarnya, manager, trainee di akademi, Lee Sooman, guru-guru di akademi, Kangta, hingga Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun. Kenapa aku terus mengingat ucapannya?” gumam Taeyeon. “Benarkah ia menyukaiku?”
**
To be continue..

New chapter. 😀
Rate/Comment/Like!! ^^

[FF] Catch Me (Chapter 3)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 3-

Hankuk Academy of Art. Akademi ini sudah cukup banyak melahirkan penyanyi, penari, model, actor, aktris, host. Dan tidak sedikit dari mereka yang sudah debut tetap belajar di tempat ini. contohnya, Kim Taeyeon. Bahkan beberapa dari mereka ada yang pernah bermain film. Seperti Kwon Jiyong yang mengubah namanya menjadi G-Dragon, Seungri, TOP, Taeyang, Daesung dan juga si ketua asrama Wonder Shinki, Jung Yunho. Mereka berenam pernah bermain di sebuh film berdurasi 30 menit. Meski hanya hanya 30 menit, namun film ini mendapat apresiasi yang cukup tinggi karena mempromosikan Korea pada Dunia. Pengajarnya pun sebagian adalah lulusan academy ini dan tentunya mereka adalah artis.
**
“Taeyeon-ssi.” Sapa Kyuhyun mendekati meja Taeyeon. Taeyeon tidak menjawab sapaan Kyuhyun. Hanya melirik sekilas dan kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela. “aku..aku mau minta maaf atas kejadian di lapang basket itu.” Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari tasnya, “ige, kudengar kau suka coklat putih. Aku harap kau mau menerimanya dan memaafkanku.” Kyuhyun meletakkan coklat itu di meja Taeyeon, “mm…Taeyeon-ssi, aku harap kau bisa kembali lagi bernyanyi.” Lanjut Kyuhyun sebelum akhirnya ia keluar dari kelas itu menghampiri Sungmin yang menunggunya didepan kelas.
**
“menyebalkan!” sungut Minhyuk
“waegeurae?” tanya Yonghwa.
“kau tau, di kelas vocal ada guru baru yang sangat sangat sangat menyebalkan!” kesal Minhyuk.
“jinjja? Yeoja??” tanya Hyukjae yang tiba-tiba muncul di sebelah Minhyuk dengan antusias membuat Minhyuk tersedak jusnya.
“uhuk..uhukkk…ya!!” marah Minhyuk.
“hehe..mian.” cengir Hyukjae, “jadi guru baru itu namja atau yeoja?” tanya Hyukjae lagi.
“yeoja.”
“jinjja?? Nugu? Kwon BoA? Lee Hyori?”
“Ock Joohyun.” Jawab Minhyuk.
“Ock Joohyun?” Hyukjae mengernyitkan dahinya. “Dia artis? Rasanya aku tidak pernah dengar nama itu?” bingung Hyukjae.
“kau ini payah sekali. Masa Ock Joohyun saja tidak tahu.” Dengus Yonghwa. “dia aktris teater musical. Dan juga member FIN K.L yang sangat populer di tahun 90’an. Kemampuan menyanyinya sudah tidak perlu diragukan bahkan sudah pernah melakukan broadway di New York. Kau tahu Lee Hyori tapi tidak tahu Ock Joohyun.”
“kau tau banyak tentang dia?” tanya Hyukjae lagi.
“tentu saja. semua orang tahu itu kecuali kau karena kau monyet, bukan orang.” *Yonghwa kejem xD
“ya!!” kesal Hyukjae. Sedangkan Yonghwa dan Minhyuk tergelak melihat ekspresi Hyukjae.
**
“lagu ini sangat bagus tapi kuncinya adalah sedikit terlalu rendah. Apa kau bisa meningkatkan kuncinya?” guru vocal baru bernama Ock Joohyun itu tengah mengajari trainee bernama Bae Suji.
Suzy Bae
“oh, ne seonsaengnim.” Ucap Suji lemah karena ini sudah kesekian kalinya ia melakukan kesalahan.
“Seohyun-ssi, bisa kau tingkatkan nadanya?” Seohyun mengangguk dan kembali memainkan pianonya.
“nah, seperti itu.” ucapnya puas dengan usaha Seohyun.
Seohyun memainkan piano dan Joohyun seonsaengnim memberikan contoh bernyanyi dengan sangat mengagumkan. Nada-nada tinggi berhasil ia raih dan membuat semua trainee terperangah kagum dengan suaranya. “begitu. Kau bisa?” tanyanya pada Suzy.
ock Joohyun
“emm..ne. aku akan mencobanya, seonsaengnim.” Ucap Suji ragu.
“seonsaengnim!” seorang trainee laki-laki menginterupsi.
“ne, wae Jungshin-ssi?”
“sepertinya kunci ini tidak sesuai dengan Suji.” Ucap Jungshin. “sepertinya itu terlalu tinggi.”
Guru itu tertawa kecil menanggapi pertanyaan Jungshin, “benar. Tapi seorang penyanyi professional harus bisa menyanyi dengan nada apapun. Apalagi lagu ini kan akan jadi lagu di pentas drama musical dan juga Suji adalah pemeran utamanya. Kalian tahu, ini masih sangat standar.” Ucap guru itu dengan serius.
“seonsaengnim, boleh saya mencobanya?” seorang trainee yeoja bernama Gong Minji menawarkan diri.
“ani. Aku ingin mendengarkan Suji.” Sahut JooHyun seonsaengnim menatap serius Suji yang terus menunduk.
“n..ne..aku..akan mencobanya.” Gugup Suji.
Suji bernyanyi dengan seluruh kemampuannya supaya dapat mencapai nada yang diinginkan. Namun sayang suaranya malah terdengar fals dan raut wajah trainee tampak kecewa.
“Suji-ah, sebaiknya kau belajar lebih baik lagi. Kau sudah di pilih menjadi peran utama drama itu jangan sampai kau mengecewakan kami. Arasso?” ucap JooHyun seonsaengnim dengan lembut namun terdengar tajam. Suji mengangguk. JooHyun tersenyum dan mengelus rambut Suji.
**
Yeoja berambut panjang itu duduk di halaman belakang dormnya. Ia menenggelamkan wajahnya ke kedua lututnya dan tubuhnya terlihat gemetar. Sepertinya yeoja itu tengah menangis.
“Suji-ah, mwohaneun geoya?” seorang yeoja lain menghampirinya. Yeoja yang tengah menangis itu mengangkat wajahnya dan menatap orang yang menyapanya.
“JiA eonni.” Suji berdiri dan langsung memeluk yeoja bernama JiA itu. isakannya semakin kencang.
“he..hey, waegeurae? Kau kenapa?” panic JiA balas memeluk Suji dan mengelus punggungnya dengan lembut.
“aku..aku malu eonni..” isak Suji.
“sudahlah, tenangkan dirimu.”
**
“kasihan sekali anak itu.” ucap Sungmin pelan.
“hm? Nugu?” tanya Kyuhyun yang berjalan disebelahnya saat menuju asrama.
“kau tahu anak asrama Big A yang bernama Bae Suji?” Kyuhyun mengangguk, “dia dibatalkan untuk main pentas musikalnya. Padahal pentas akan ditampilkan kurang dari satu bulan lagi.”
“mwo??” kejut Kyuhyun. “bagaimana bisa??”
“kau tahu guru vocal baru itu?”
“mm..Ock JooHyun seonsaengnim?”
“ne. guru itu meragukan kemampuan Suji dan menyampaikannya ke direktur musical dan setelah Suji di panggil dan di tes ternyata direktur menyetujui ucapan JooHyun-seonsaengnim jadi karena itu Suji dikeluarkan dari pertunjukan.” Jelas Sungmin.
“kenapa guru bertindak seperti itu? baru mengajar 1 minggu sudah bertindak seenaknya. aissh jinjja..” Kyuhyun ikut-ikutan kesal.
“molla. Aku kasihan dengannya. dia sudah memberitahu orangtua dan keluarganya bahwa dia akan segera debut bahkan sudah berencana akan menggunakan nama panggung Suzy tapi..”
“kita harus membantu Suji!”
“eh??” kaget Sungmin
“jika dia terpilih sebelumnya, aku yakin dia layak mendapat peran itu.”
“benar juga. tapi bagaimana caranya?” tanya Sungmin.
**
“jadi maksud kalian kesini untuk memprotes keputusan itu?” tanya JooHyun seonsaengnim dengan ekspresi tanpa bersalah.
“ne seonsaengnim. Apa kau tidak kasihan padanya?” tanya Sungmin. “dia sudah berusaha keras untuk mendapat peran ini dan..”
“kalau dia berusaha keras seharusnya dia mampu tampil maksimal.” JooHyun menyela ucapan Sungmin.
“menurutku dia sudah bagus. Kau hanya perlu sedikit membantunya memperbaiki kekurangannya.” Bela Kyuhyun.
“kalau kalian sudah selesai, aku pikir kalian masih ingat betul letak pintu keluar.” Usir Joohyun dengan lembut.
“seonsaengnim! Apa kau tidak berpikir bagaimana jika kau ada di posisinya?!” pekik Sungmin, “apa kau pikir kemampuan orang itu sama? Aku tahu kemampuanmu jauh diatas guru-guru yang ada disini, tapi ingat, tidak ada manusia yang sempurna, seonsaengnim!” Sungmin pun keluar dari ruangan itu dengan kesal.
“kalau kau merasa kau seorang guru yang baik, seharusnya kau membimbingnya lebih baik lagi. Bukan dengan cara seperti ini.” ucap Kyuhyun “dan satu lagi, perlu kau ketahui semua trainee disini kecewa dengan sikapmu itu.” ia pun segera pergi menyusul Sungmin.
Guru itu tertawa sinis mendengar ucapan trainee-trainee’nya.
“kalian tidak mengerti maksudku.” gumamnya.
**
Malam hari Kyuhyun berniat pergi ke studio tari. Karena hampir setiap malam ia melihat Taeyeon berada di ruangan itu dan juga ia selalu diam-diam meletakan minuman didepan pintu.
Saat berada tidak jauh dari ruangan itu, ia melihat sosok namja yang sangat familiar baginya tengah mengobrol dengan Taeyeon di depan pintu studio dance.
“bersabarlah, aku yakin ibumu pasti akan sembuh” terdengar ucapan namja itu. Taeyeon menunduk dan tampak mulai menangis. Namja itu maju perlahan dan meraih tubuh Taeyeon membawanya kedalam dekapannya. Taeyeon balas memeluknya dan menangis didada bidangnya itu.
Kyuhyun hanya terdiam melihat pemandangan itu dan entah kenapa hatinya merasa panas. Ia meremas kuat kaleng minuman ditangannya hingga sedikit penyok(?).
**
“Bae Suji!” panggil Joohyun saat di kelas vocal.
“n..ne?” gugup Suji.
“kemarilah.” Suji pun mengangguk dan maju ke hadapan Joohyun. Joohyun tersenyum menatap gadis terus menunduk itu. “angkat wajahmu, jangan menunduk seperti itu.” Joohyun mengangkat dagu Suzy supaya balas menatapnya. “mana ada pemeran utama murung seperti itu.”
“eh?” kaget Suji dan seluruh trainee yang mengikuti kelasnya.
“apa maksudnya? Apa Suji akan kembali mendapat peran itu?” beberapa trainee tampak berbisik-bisik.
“cha! Aku akan membantumu menyempurnakan penampilanmu nanti.”
“ss..seonsaengnim, apa maksudnya?” bingung dan gugup Suji.
“kau masih menginginkan peran itu kan?” Suji mengangguk pelan. “jadi, ayo kita berlatih!” lanjut Joohyun.
“seonsaengnim!”
“ne?”
Tanpa aba-aba Suji memeluk Joohyun, “kamsahamnida, seonsaengnim!” Suji menangis terharu di sertai riuh tepuk tangan para trainee.
“ne, cheonmaneyo.” Suji melepaskan pelukannya “ayo kita mulai berlatih!” lanjut Joohyun yang dibalas anggukan mantap Suji. “kau lakukan dengan nada tinggi, aku akan mendukungmu dengan nada rendah.”
“tapi aku masih buruk dalam nada tinggi.” Ragu Suji.
“itulah kenapa kau harus melakukannya. Renggangkan telinga dan bahumu, tarik sedikit dagumu dan tarik napas dalam-dalam. Seohyun-ssi!” Joohyun memberikan aba-aba pada Seohyun yang bermain piano.
La~ la~la~la~ la..aa~ *anggap aja lagi nyanyi*
“hey, apa yang salah denganmu?” heran Joohyun karena suara Suji yang fals saat mengambil nada tinggi. “renggangkan telinga dan bahu, bayangkan ada string diatas kepalamu, lemaskan bahu dan tarik napas”
La~ la~ la~ la~ la..aaa~
“aku pikir kau mampu mencapai target yang diharapkan jika kau terus berlatih. Pergunakan kekuatan tulang pipimu, tarik dagumu, ambil napas dalam-dalam dan jangan ragu-ragu.”
“ne, seonsaengnim.” Suji menghela napasnya dan kembali bernyanyi.
La~ la~ la~ la~ laaaaaa~~
“whoaaa.. kau berhasil!” kagum Joohyun dan mengacak rambut Suji gemas. “sepertinya kau sudah bisa menggunakan nama Suzy itu.” Trainee yang sedari tadi tegang menonton langsung memberikan applause untuk Suji.
**
Hari ini pementasan drama digelar. Beberapa trainee dan media sudah memenuhi teater untuk menonton debut Suzy dan beberapa temannya yang terpilih dalam drama musical Dream High ini. *anggap aja Dream High adalah drama musical, bukan drama seri*
“banyak sekali yang datang.” Gumam Kyuhyun melihat sekeliling teater itu.
“tentu saja. ini adalah moment penting bagi seorang trainee yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk debut.” Sahut Sungmin yang duduk disebelahnya.
Kyuhyun terus mengedarkan pandangannya disekeliling teater itu. pandangannya terpaku saat melihat Taeyeon duduk bersebelahan dengan namja yang ia lihat beberapa waktu lalu di depan studio dance. Ia melihat namja itu menggenggam tangan Taeyeon.
“dulu mereka pernah berpacaran.”ungkap Sungmin yang menyadari tatapan Kyuhyun.
“eh??” Kyuhyun berbalik menatap Sungmin meminta penjelasan.
“Taeyeon dan Kangta seonsaengnim dulu sangat dekat.” Lanjut Sungmin. “saat Kangta seonsaengnim debut, Taeyeon terpaksa memutuskannya karena ia takut menghambat karir Kangta.”
“berapa perbedaan usia mereka?” tanya Kyuhyun.
“mm..10 tahun. Saat mereka berpisah, Taeyeon sangat dekat dengan Kim Junsu tapi aku tidak tahu apakah mereka berpacaran atau tidak.” Sungmin tetap memandang lurus panggung teater didepannya. “saat itu Taeyeon masih SMP. Walaupun begitu, Taeyeon sangat dewasa di usianya yang masih belasan tahun. Dan juga ia sangat lucu. Itu yang membuat Kangta tertarik padanya selain kepiawaiannya dalam hal musik.”
“apa sekarang mereka berpacaran lagi?” tanya Kyuhyun dan terdengar sebuah kecemasan di nadanya.
“sepertinya tidak. Saat Taeyeon memutuskan untuk berhenti bernyanyi, kepala akademi memanggil Kangta untuk membujuk Taeyeon kembali ke atas panggung. Ia tahu bagaimana kedekatan mereka. Kami pikir juga sepertinya cara itu akan berhasil tapi…” Sungmin menggantung kalimatnya dan melihat kearah Taeyeon dan Kangta, “sepertinya cara itu belum berhasil. Sudah berbulan-bulan ia disini tapi Taeyeon masih tidak mau bernyanyi. Benar-benar keras kepala. Bahkan para penggemarnya perlahan mulai melupakannya karena kesal dengan keras kepalanya itu.” Sungmin kembali menghadap kedepan.
Kyuhyun menunduk dan kembali menatap 2 orang itu, ‘dia orang yang pernah dekat dengannya dan sudah berbulan-bulan disini belum berhasil membujuknya, apa aku yang hanya seorang fanboy yang tidak dikenalnya bisa membuatnya kembali ke atas panggung?’ batin Kyuhyun meragukan dirinya sendiri. Sungmin memperhatikan tatapan Kyuhyun pada Taeyeon dan ia pun tersenyum.
760_900
**
Berhari-hari Kyuhyun terus mencoba membujuk Taeyeon untuk kembali bernyanyi namun Taeyeon tidak pernah menanggapi Kyuhyun. Berhari-hari pula Kyuhyun terus memikirkan ucapan Sungmin saat di teater 2 hari yang lalu.
“kau menyukainya?” tanya Sungmin melihat Kyuhyun melamun menatap langit-langit di tempat tidurnya.
“eh? Maksudmu?”
“Kim Taeyeon. Kau menyukainya kan?” tanya Sungmin lagi.
Kyuhyun bangkit dan duduk di pinggiran kasurnya. “semua orang menyukai idola hebat seperti dia.”
“ahh..bukan itu maksudku. Kau menyukainya bukan sebagai idola tapi sebagai Kim Taeyeon kan?” tebak Sungmin.
“mwo??”
“aku bisa melihat itu dari tatapanmu, Kyu. Saat kau melihatnya dan berbicara dengannya berbeda dengan tatapan seorang penggemar pada idolanya.” Sungmin bangkit dari tempat duduknya dan pindah duduk di sebelah Kyuhyun, “menyukai seseorang itu tidak ada salahnya, Kyu. Menyukai seseorang bukanlah tindakan kriminal.” Kyuhyun terdiam memikirkan kata-kata Sungmin.
“molla. Aku bingung dengan perasaanku sendiri.”
Sungmin menghela napasnya, “akan lebih baik jika kau berusaha lebih jujur pada dirimu sendiri. menyukai seseorang adalah hal yang baik, tidak ada alasan untuk menyembunyikannya. Dan menyukai seseorang juga bukan pilihan karena itu datang dari hatimu sendiri. Jika kau sudah menyukainya, tidak ada lagi yang bisa mencegahnya. Lakukanlah saja apa kata hatimu.” Sungmin menepuk bahu Kyuhyun. Kyuhyun berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kamar. “kau mau kemana?”
“jalan-jalan sebentar.” Kyuhyun pergi kembali menuju studio dance dan tidak lupa membawa sekaleng minuman soft drink.
Kyuhyun memperhatikan Taeyeon menari. ‘apa aku benar-benar menyukainya atau hanya perasaan simpati?’ batin Kyuhyun.
tibe-tiba, “akhh..” ringis Taeyeon saat ia terjatuh. Reflex Kyuhyun berlari masuk dan membantunya.
“gwaenchana?” panik Kyuhyun sembari memegang kaki Taeyeon yang tampaknya terkilir. Taeyeon terkejut dengan kehadiran Kyuhyun di ruangan itu.
“kau?”
“apa masih sakit?” Kyuhyun memijat-mijat pergelangan kaki Taeyeon, “tahan sebentar, ini akan sedikit sakit.” Kyuhyun menarik kaki Taeyeon.
“akkhhh!! Appo!” ringis Taeyeon kesakitan.
“mianhae, itu cara supaya kakimu tidak cedera lebih parah.” Kyuhyun membantunya berdiri dan duduk di kursi panjang di ruangan itu.
“berhentilah memperhatikanku.” Ucap Taeyeon pelan.
“ye??” kejut Kyuhyun.
“jangan lagi diam-diam memperhatikanku di studio. Jangan menungguku hingga tengah malam dan berhenti meletakan minuman-minuman itu didepan pintu.”
“kau..kau tahu itu?”
“Jika aku dehidrasi, jika kakiku terluka, jangan khawatir dan jangan melakukan apapun.” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar dengan terpincang-pincang.
Kyuhyun terdiam karena ucapan Taeyeon. Sedetik kemudian ia baru sadar Taeyeon sudah keluar dari ruangan itu. ia pun bangkit mengejarnya.
“TAEYEON-SSI!!!” teriak Kyuhyun menghentikan langkah Taeyeon dan berbalik menghadapnya. Kyuhyun berlari kecil berhadapan dengannya, “aku hanya ingin kau kembali bernyanyi.”
“bukan urusanmu!” dengus Taeyeon. “kau tidak tahu apa-apa.”
“aku tahu semuanya! Kau bernyanyi hanya untuk appamu dan karena sekarang appamu sudah meninggal kau berpikir tidak ada alasan bagimu untuk bernyanyi.” Taeyeon terkejut dengan ucapan Kyuhyun. “apa dengan hidup seperti ini appamu akan senang? apa kau lupa kau masih punya eommamu? oppamu? Fans? Teman-temanmu?” tegas Kyuhyun, “kau lupa dengan mereka? Apa kau akan terus seperti ini? hidup bukan sebagai Kim Taeyeon yang selalu tersenyum ceria dan ramah pada semua orang tapi sebagai Kim Taeyeon yang dingin bahkan lebih dingin dari Jessica?”
“apa pedulimu! Bahkan aku tidak mengenalmu.” dengus Taeyeon berbalik meninggalkan Kyuhyun.
“TENTU AKU SANGAT PEDULI!!!” teriak Kyuhyun membuat langkah Taeyeon berhenti. “namaku Cho Kyuhyun. aku tidak peduli kau melarangku untuk memperhatikanmu. aku tidak peduli jika kau membenciku. aku akan terus melindungimu dan memperhatikanmu karena aku tahu hati kecilmu masih ingin terus bernyanyi. aku tahu menyanyi adalah hal yang penting bagimu. jangan membohongi diri sendiri, Taeyeon-ssi! Seseorang yang berbohong pada dirinya sendiri adalah seseorang yang kesepian dan sakit.” Ucap Kyuhyun panjang lebar. Setelah mendengar itu airmata Taeyeon turun di wajah putihnya dan ia segera berlari kecil meninggalkan Kyuhyun. “AKU MELAKUKAN INI KARENA AKU MENYUKAIMU!!” teriak Kyuhyun lagi. Meskipun jarak mereka sudah jauh namun Taeyeon masih bisa mendengarnya dan airmatanya bercucuran semakin deras.
**
“Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi, aku sangat berterima kasih pada kalian.” Ucap Suzy, “aku sudah mendengar semuanya dari Joohyun seonsaengnim bahwa kalian datang dan memintanya mengembalikanku ke drama itu. jeongmal gomawoyo.”
“ne, cheonmaneyo. Kami senang akhirnya kau bisa debut.” Ucap Sungmin.
“kalau kalian perlu bantuan, jangan sungkan-sungkan. Anggap saja sebagai balas budiku.” Ucap Suzy.
“ne, gomapta.” Balas Kyuhyun tersenyum. “eh? Joohyun seonsaengnim?” Kyuhyun melihat Joohyun keluar dari pintu utama akademi membawa sebuah kotak berisi barang-barang.
“mau kemana dia?” gumam Sungmin.
“seonsaengnim?” Suzy berlari menghampiri Joohyun dan diikuti Kyuhyun dan Sungmin,
“oh, Suzy, Kyuhyun, Sungmin.” Joohyun tersenyum melihat ketiga orang yang berdiri didepannya.
“seonseongnim, kenapa kau membawa barang-barangmu keluar?” heran Suzy.
“aku akan berhenti mengajar disini.” Ucapnya dengan santai.
“mwo???”
“ne.”
“seonsaengnim, wae?” tanya Suzy dengan mata berkaca-kaca. Joohyun tersenyum menatap Suzy dan mengelus rambutnya dengan lembut.
“Suzy-ah, chukkae akhirnya kau debut juga. Sejak awal aku tahu kau pasti bisa melakukan yang terbaik. Mian waktu itu aku membuatmu menangis. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu karena kau sangat berbakat.”
“seonsaengnim!” Suzy menghambur memeluk Joohyun, “jebal, tetaplah disini.” Ucap Suzy sambil menangis. Joohyun melepas pelukannya dan menghapus airmata Suzy.
“ani, aku tidak bisa terus disini. Aku harus mengajar di tempat lain dan mencari orang untuk menjadi sainganmu.” Sahut Joohyun setengah bergurau dan membuat Suzy tertawa kecil dalam tangisnya. Suzy kembali memeluknya.
“gomaseumnida, seonsaengnim. Kau orang yang memiliki pengaruh besar dalam debutku. Jeongmal gomawoyo.”

To be continue..

Rate/like/comment! ^^

[FF] Catch Me (Chapter 2)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 2-

Purple Taeyeon

Kim Taeyeon. Seorang penyanyi muda berbakat. Dengan suara emasnya ia berhasil menyabet berbagai penghargaan di usianya yang baru mencapai 23 tahun. Ia debut saat berusia 16 tahun. Tidak hanya penampilannya, tapi juga kepribadiannya juga menarik. Ceria, ramah, murah senyum, berhati malaikat karena ia selalu menyumbangkan 30% dari penghasilannya didunia tarik suara untuk membantu yayasan penderita kanker di Korea Selatan.
Namun yeoja ceria itu saat ini sudah hilang. 6 bulan yang lalu saat ia berada dipuncak kesuksesannya justru ia malah mengundurkan diri dari dunia yang membesarkan namanya itu.
Semua berawal dari kecelakaan yang menimpa orang yang sangat berharga baginya dan juga orang yang selalu memberinya dukungan penuh serta menjadi alasannya menjadi seorang penyanyi. Ayahnya. Ia tewas dalam sebuah kecelakaan mobil bersama istrinya. Beruntung istrinya selamat meskipun sejak kejadian itu ia tidak pernah bangun dari tidur panjangnya. Koma. Yeoja  itu sangat terpukul oleh kejadian tersebut sehingga memutuskan untuk berhenti menyanyi. Sifatnya pun berubah. Ia menjadi pendiam, dingin, mudah marah, dan sangat tidak peduli pada apapun disekitarnya.
**
Semua trainee masih menatap gadis yang berdiri tanpa ekspresi itu. tatapannya kosong seperti tidak ada semangat hidup.
“duduklah!” ucapan Kangta seonsaengnim membuat penghuni kelas itu mengernyitkan keningnya dan mulai berbisik-bisik. Biasanya jika ada yang terlambat, guru charming ini akan melarangnya mengikuti pelajarannya dengan tegas. Ia memperhatikan gadis yang tengah berjalan menuju kursinya yang berada di pojok jajaran paling belakang dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia menghela nafasnya dan kembali melanjutkan pelajaran.
Kyuhyun POV
Dia yang menjadi alasanku kabur dari rumah dan datang ke akademi ini.
Hankuk Academy of Art. aku mengagumi yeoja ini dan aku ingin membuatnya kembali bernyanyi. Kurasa 6 bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk berduka. Aku tahu alasan mengapa ia melepas ketenarannya. Semua lagu-lagunya yang mencapai puluhan track tersusun rapi di iPod-ku. Suaranya yang khas membuatku nyaman saat mendengarnya. Lengkingan nada tingginya membuatku merinding(?). Bahkan sebelum ia pensiun dini, ia sempat meraih penghargaan berkat satu lagu yang ia nyanyikan untuk sebuah drama.
Aku harus bisa membuatnya kembali bernyanyi.

Author POV
Jam istirahat sudah dimulai 3 menit yang lalu. Kelas itu sepi dan hanya beberapa orang yang tengah berlatih bernyanyi seperti yang tengah dilakukan seorang yeoja dari dorm Blue Jack yang bernama Park Bom dan temannya Park Dara. Dan gadis itu, Kim Taeyeon. Ia terlihat duduk melamun menatap keluar lewat jendela yang berada disebelahnya tanpa ekspresi. Kyuhyun yang duduk didepan memperhatikannya diam-diam.
“hei, Kyu!” seseorang menepuk pundak Kyuhyun dan membuatnya tersentak.
“oh, kau Jungsoo-ssi. waegeurae?”
“kau tidak ke kantin?” Kyuhyun menggeleng dan kembali memperhatikan Taeyeon. Jungsoo mengikuti arah pandangan Kyuhyun. “kau sedang memperhatikannya?” ucapan Jungsoo membuat Kyuhyun kembali menghadap kedepan. “kau pasti sudah tahu dia kan?” tanya Jungsoo. “sangat di sayangkan ia harus menghentikan karirnya padahal disini banyak yang menunggu debut dan bisa seperti dia menjadi penyanyi hebat.” Lanjut Jungsoo.
“ne.” balas Kyuhyun kembali menengok ke belakang. Sedetik kemudian ia bertemu pandang dengan Taeyeon dan itu membuatnya salah tingkah. Kyuhyun memalingkan pandangannya kearah lain dan seketika itu Taeyeon bangkit melangkah keluar kelas itu. ‘mau kemana dia?’ batin Kyuhyun.
“dulu dia ketua asrama Super Generation bersamaku tapi sejak peristiwa yang…yah kau tahulah..ia jadi kehilangan jiwa leadernya.” Ucap Jungsoo menjelaskan.
“jadi dia tinggal di asrama Super Generation?” tanya Kyuhyun.
“ne. ia tinggal disana dan posisi leader digantikan Yuri. Oh ya, ngomong-ngomong kau akan tinggal dimana?”
Kyuhyun tampak berpikir, “apakah masih ada kamar kosong di asramamu?”
**
“yeorobun, mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang mengenalnya, dia adalah Cho Kyuhyun. Trainee baru di akademi ini dan akan tinggal didorm kita.” Jungsoo mengenalkan Kyuhyun pada seluruh penghuni asrama Super Generation yang tengah berkumpul di sebuah ruangan luas yang dipergunakan untuk bersantai di lantai 2.
Kyuhyun sudah berbaur dengan seluruh penghuni asrama itu. tidak jarang ia juga sering kali berbincang-bincang dengan trainee asrama lain. Ia berusaha mengorek informasi dari mereka yang pernah mengenal Taeyeon.
“sekitar sebulan yang lalu aku pernah melihatnya keluar dari dorm tengah malam.” Ucap seorang namja dari asrama Wonder Shinki yang bernama Shim Changmin. “Karena aku takut ia melakukan hal bodoh yang tidak diinginkan, diam-diam aku mengikutinya. Ia masuk ke studio tari. Aku mengintip dari celah pintu kulihat ia duduk menangis memeluk lututnya. Saat aku akan menghampirinya, belum sempat membuka pintu dia bangun tanpa disangka-sangka menyetel tape dan mulai menari.”
“menari?” heran Kyuhyun karena sepengetahuannya Taeyeon tidak begitu pandai dance.
“ne. saat itu aku mengurungkan niatku untuk menghampirinya dan hanya memperhatikannya dari balik pintu.” Kyuhyun mencerna ucapan Changmin, “kenapa jadi serius begini?” Changmin mendengus tertawa, “mau bermain basket?” Kyuhyun mendongakkan kembali wajahnya dan mengangguk menerima ajakan namja tertinggi di dorm Wonder Shinki.
**
Kyuhyun dan Changmin larut dalam permainan basketnya bersama beberapa trainee lain.
“Kyu! Over sini!!” teriak Changmin. Kyuhyun yang mendengar teriakan Changmin segera melempar bolanya kuat-kuat karena jaraknya yang lumayan jauh.
DUKK!!
“OMONA!!!” pekik Hyukjae yang tadi sempat menghadang Kyuhyun. Semua membelalakan matanya melihat bola yang dilempar Kyuhyun nyasar mengenai pipi kiri seorang yeoja yang berjalan melewati tempat itu. Kyuhyun segera menghampiri yeoja yang sangat ia kenal itu.
“Taeyeon-ssi, gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun panik sambil mencoba menyentuh pipi Taeyeon namun dengan cepat gadis itu menepis tangan Kyuhyun. Kyuhyun kembali mencoba menyentuhnya.
“JANGAN SENTUH AKU!!!” bentak Taeyeon membuat semua orang memandang kearahnya. Taeyeon yang menyadari orang-orang memperhatikannya hanya berdecak kesal, “aisshh!!” Taeyeon menatap Kyuhyun tajam dan berlari menjauhi Kyuhyun.
‘kurasa dia akan membenciku’ batin Kyuhyun.
“apa dia baik-baik saja?” tanya Changmin yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Kyuhyun sambil menatap Taeyeon yang berjalan semakin jauh.
“molla.”
**
Kyuhyun POV

Michige bogosipeun saram
Michige deudgosipeun neoui hanmadi
Saranghae saranghaeyo
Geudaeneun eoditnayo
Gaseum gipi baghin geuriun saram..

Lagu itu mengalun lewat headset yang menempel di kedua telingaku. suara ini..suara yang menyadarkanku bahwa Korea Selatan memiliki penyanyi yang kualitasnya tidak kalah dengan penyanyi luar.
Dulu aku terlalu dibutakan oleh musik-musik barat dan tidak melirik sedikitpun pada musisi-musisi negeri sendiri. hingga kemudian aku mendapat kiriman CD dari kakak perempuanku. Ia bilang aku pasti akan menyukainya dan memang benar seketika aku menyukai suaranya. Sejak saat itu aku mulai mencari informasi mengenal penyanyi yang bernama Kim Taeyeon itu dan mulai mengoleksi lagu-lagunya. Aku menonton drama musikalnya yang diadaptasi dari drama Jepang Taiyou No Uta. Bahkan setelah pertunjukan usai, aku sering menontonnya di situs internet dan juga mendownload lagu-lagunya.
Kim Taeyeon adalah pertama dan satu-satunya penyanyi Korea yang aku sukai dan kuakui kehebatannya. Memang ada beberapa penyanyi yang bisa disejajarkan atau mungkin lebih bagus darinya tapi entah kenapa hanya dia mampu membuatku kagum hanya dengan mendengar suaranya.

Author POV
Suara ketukan pintu begitu keras membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya tentang Taeyeon. Ia bangun dari tempat tidurnya dan melepas headset yang terpasang ditelinganya. Saat pintu terbuka yang ia lihat adalah raut panik teman sekamarnya, Lee Sungmin.
“waegeurae?” tanya Kyuhyun.
“Kyu, cepat bantu kami!!” pinta Sungmin dengan panik. “Shindong..”
“kenapa dengan Shindong?” tanpa berkata-kata lagi Sungmin menyeret Kyuhyun keluar dari kamarnya dan berlari menuju belakang asrama mereka.
“ada apa ini??” kaget Kyuhyun melihat beberapa siswa berkumpul dengan raut wajah yang sama paniknya dengan Sungmin. Semuanya mendongak ke atas gedung. “MWO???” kaget Kyuhyun begitu melihat keatas. “apa yang dia lakukan??”
“Shindong akan bunuh diri..” ucap Sungmin.
“MWO???” kaget Kyuhyun lagi.
“dia tidak tahan dengan ejekan anak-anak perempuan dari Wonder Shinki.”
“memangnya kenapa? Mereka bicara apa??”
“kau tahu anak-anak Wonder Shinki itu sangat sombong terutama perempuannya.*I LOVE TVXQ, I LOVE WONDER GIRLS* Mereka selalu mengejek fisik Shindong. Dan tadi pagi mereka mempermalukannya didepan umum.” Setelah mendengar penjelasan Sungmin tanpa aba-aba ia berlari meninggalkan tempat itu. “Ya! Kyu! Mau kemana??” teriak Sungmin.
Kyuhyun terus berlari hingga akhirnya ia berdiri didepan bangunan yang sebagian besar dindingnya bercat merah *Cassiopeia gitu! kekeke~*
Kyuhyun membungkuk sambil mengatur nafasnya setelah berlari. Ia masuk ke gedung itu dan bertanya sesuatu pada namja yang ternyata adalah ketua asramanya, Jung Yunho.
“trainee perempuan ada di lantai 3 dan 4.” Jelas Yunho dan Kyuhyun segera berlari menuju tempat yang disebutkan Yunho, “apa kau kemari karena Shindong?” teriak Yunho menghentikan langkah Kyuhyun dan berbalik menghadapnya.
“kau tahu masalah itu?”
“tentu saja. barusan aku menyuruh Sunye menasehati anggota-anggotanya tapi mereka seperti tidak mendengar ucapan ketuanya sendiri. aku sendiri sudah lelah menasehati mereka.” Keluh Yunho.
“apa mereka sebegitu keras kepalanya hingga tidak mendengar ketuanya sendiri?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Yunho. “aku akan berbicara dengan mereka.” Kyuhyun berlari kembali menuju lantai 3 dan 4.
“SEMOGA BERHASIL!!” teriak Yunho.
**
“tidak usah berlaga sok pemimpin, Min Sunye.” ejek salah seorang trainee itu.
“ya! Yoobin-ah, aku berbicara seperti ini untuk kebaikan kalian juga!” bentak yeoja bernama Sunye itu dan dibalas dengan cibiran Yoobin dan 3 teman lainnya.
“kau seperti ini karena ingin mendapatkan perhatian ketua asrama Super Generation itu kan?” sindir Hyelim.
“ah, benar! Shindong kan anak Super Generation otomatis pasti Jungsoo akan memintamu untuk mendesak kita untuk meminta maaf.” Sambung Sohee.
“mwo?? Kau..” kejut Sunye yang tidak menerima tuduhan yang dilontarkan padanya.
“apa kau tidak sadar, kau juga pernah mengejek anak itu? hah, dasar munafik!”
PLAK!!!
Satu tamparan dari Sunye mendarat di pipi kanan Yeeun. Yeeun menatapnya garang sementara 3 temannya yang lain masih terkejut dengan reaksi Sunye.
“kau..” Yeeun tersentak, “KAU BERANI MENAMPARKU???” tangan kanan Yeeun terangkat hendak membalas tamparan Sunye. namun sebuah tangan lain menahannya untuk tidak menampar yeoja yang tengah ketakutan didepannya. “kau..?” Yeeun tersentak melihat namja yang berada didepannya.
“hormati dia. Dia lebih tua darimu.” Ucap namja itu, “dan cepatlah kalian minta maaf pada Shindong.”
“cih!” Yeeun melepas tangan namja itu dengan kasar, “bukan urusanmu.”
“TENTU SAJA ITU URUSANKU! SHINDONG TEMAN BAIKKU!!!” bentak namja itu membuat kelima yeoja tersebut terlonjak kaget. “kau pikir hanya karena penampilanmu menarik dan juga populer kau merasa lebih hebat dari orang lain?” Tanpa berpikir panjang, namja itu menyeret paksa Yeeun untuk mengikutinya.
“ya!! apa kau lakukan!!” rengek Yeeun sambil berusaha melepas cengkraman namja itu ditangannya.
“hey!! Apa yang kau lakukan!!” teriak teman-teman Yeeun yang berlari mengejar namja yang menyeret Yeeun.
“sebaiknya kalian ikut aku kalau ingin teman kalian ini selamat!” ancam namja itu dan kembali menyeret Yeeun tanpa memperdulikan erangannya.
**
Namja itu membawa Yeeun dan teman-temannya termasuk Sunye keatap tempat Shindong akan bunuh diri.
“Shindong-ssi!” teriak namja itu.
“Kyuhyun?” gumam Shindong.
“kalian bicaralah!” bentak Kyuhyun. Dan mereka pun mengangguk ketakutan.
“Shindong-ssi, mianhae.” Ucap Yeeun pelan.
“yang keras!!” bentak Kyuhyun lagi.
“MIANHAE!!” teriak Yeeun.
“Shindong-ssi” Sunye maju perlahan mendekati Shindong. “mianhaeyo. Kami mengejekmu karena kami iri padamu..”
“mwo??” kejut Shindong.
“kau sangat baik dalam dance dan selalu mendapat pujian dari seonsaengnim. Ada hal yang berbeda dari dirimu. Kami selalu berpikir bagaimana bisa tubuh gemuk bisa dance dengan begitu energik. Sedangkan kami, tubuh kami 2 kali lebih kecil darimu tapi kami tidak bisa sepertimu.” Jelas Sunye.
“itu benar, Shindong-ssi. Kami iri karena kami dengar kau akan segera debut. Kami semua minta maaf.” Ucap Hyelim.
“sekarang turunlah. Jangan membuat kami semakin merasa bersalah.” Bujuk Sohee.
Shindong tampak berpikir apakah mereka benar-benar menyesali perbuatannya.
“Shindong-ssi, ayolah.” Bujuk Sohee lagi sambil mengulurkan tangannya.
Shindong menghela napasnya dan berbalik, “baiklah. Kalian aku maafkan.” Ucap Shindong dan meraih uluran tangan Sohee. Namun saat akan melangkah, Shindong menginjak tali sepatunya yang terlepas dan “Aaarghhhhh!!!” pekik Shindong
“SHINDONG!!!” Teriak panik semua orang yang disitu. Beruntung tangannya sempat meraih lengan Sohee.
Shindong tergantung di atap itu. Kyuhyun, Sunye dan beberapa siswa yang berada di atap pun tidak tinggal diam membantu Sohee yang sudah kesakitan menahan beban tubuh Shindong supaya tidak terjatuh.
“Sohee-ssi, kau lepaskan saja tanganku.” pasrah Shindong yang sudah tidak kuat bergelantungan disana.
“ani! Aku..tidak mau kau..mati! pegang…tanganku…erat-erat!” ucap Sohee terbata-bata menahan sakit.
“bertahanlah. Kami akan menarikmu!” ujar Kyuhyun. Setelah 5 menit penuh perjuangan(?) akhirnya Shindong berhasil ditarik ke atas.
“syukurlah, kau selamat.” Ucap Yoobin dan memeluk Shindong yang kemudian diikuti Sunye dan yang lainnya.
“whoaa..beruntung sekali kau Shindong, dipeluk 5 yeppo yeoja.” Kagum Hyukjae.
Kyuhyun hanya tersenyum melihat kejadian itu. ia mengalihkan pandangannya kebawah dan tanpa sengaja matanya menangkap seorang yeoja yang berdiri tidak cukup jauh dari kerumunan siswa di bawah. Sedetik kemudian yeoja itu pun meninggalkan tempat itu.
**
“Sungmin-ssi, kau sudah tidur?” tanya Kyuhyun. Tidak ada jawaban, Kyuhyun pun menengok ke tempat tidur disebelahnya. “sudah tidur.” Gumam Kyuhyun.
Sudah lewat tengah malam Kyuhyun belum bisa memejamkan matanya. Ia masih memikirkan yeoja tadi.
Kyuhyun bangkit dari kubur *PLAK!! Rusak suasana nih author!!* Dari tempat tidur dan duduk dipinggiran tempat tidur itu. ‘kenapa aku terus memikirkannya?’ batin Kyuhyun. Kyuhyun pun berdiri dan memutuskan untuk berjalan-jalan diluar.
Entah kenapa Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju gedung akademi yang sangat sepi di malam hari. Samar-samar ia mendengar suara music. “siapa malam-malam begini menyalakan music?” gumam Kyuhyun mempertajam pendengarannya mencari asal suara.
Music itu berasal dari ruang studio dance. Kyuhyun mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka. Ia membelalakan matanya melihat seseorang disana tengah menari Purple Line.
Kyuhyun tahu betul lagu tersebut adalah lagu favorit orang yang tengah menari lagu yang sangat menguras tenaga itu sekaligus orang yang menjadi alasannya berada di tempat ini. Kim Taeyeon.
Keringat yang mengalir diseluruh tubuh yeoja mungil itu menandakan bahwa ia sudah menari cukup lama. Ingin sekali Kyuhyun menghampirinya namun kejadian di lapang basket 2 hari yang lalu itu membuatnya mengurungkan niat itu. ia takut Taeyeon masih kesal padanya.
Kyuhyun akhirnya mendapat ide lain. Ia berlari menuju mesin penjual minuman dan membeli 1 kaleng soft drink. Ia kembali ke tempat semula dan meletakan minuman itu didepan pintunya.
Beberapa saat kemudian dari dalam terdengar suara langkah menghampiri pintu. Dengan cepat Kyuhyun pun bersembunyi di balik dinding sebelah kiri dekat ruangan itu.
Ia dapat melihat Taeyeon yang keluar dari studio dan menghentikan langkahnya karena kakinya menendang kaleng minuman itu. Taeyeon mengambilnya dan menoleh ke kiri kanannya. Dengan raut wajah bingung ia pun membawa minuman kaleng itu pergi. Kyuhyun keluar dari persembunyiannya dan menatap Taeyeon yang semakin berjalan menjauh. Tersenyum.
images (3)
To be continue..

[FF] Catch Me (Chapter 1)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 1-

Kyuhyun POV
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Nowon, akhirnya aku tiba di akademi yang sangat terkenal itu. Hari ini aku akan mulai menjadi trainee disana. Sebenarnya orangtuaku melarangku pindah ke tempat ini tapi karena satu hal aku ingin berada di akademi ini. Beruntung aku lulus audisi dan akhirnya terpaksa kabur dari rumah dan mengurus semua kepindahanku sendiri. Mungkin saat ini mereka kecewa padaku tapi aku harap keputusanku ini tidak akan sia-sia. Beruntung Ahra noona mengerti dan diam-diam ia membantuku. Dan karena ia jugalah aku nekat melakukan ini.
Hankuk Academy of Art. Begitulah tulisan besar didepan gerbang. Pandanganku menyapu gedung-gedung tinggi akademi seni ini. Yang pertama kulihat adalah sebuah menara dengan jam besar yang berada ditengah-tengah gedung yang bisa ku tebak akan menjadi tempat belajarku nanti.
“silyehamnida, kau yang bernama Cho Kyuhyun dari Nowon kan?” seorang pria paruh baya menghampiriku.
jyp
Aku membungkukan badanku tanda hormat dan tersenyum ramah padanya. “ikut aku.” Aku pun mengikuti pria itu menuju kantor kepala akademi.
Sepanjang jalan aku mengedarkan pandanganku menatap sekeliling isi akademi ini. Aku melihat beberapa trainee ditempat ini dengan seragam yang berbeda-beda. Unik. Aku seperti kembali ke SMA. Apakah seragam ini menunjukan tingkatan seperti di SMA ku dulu? Entahlah. Saat berada didepan sebuah ruangan, pria itu mengetuk pintunya dan dari dalam terdengar suara berat mempersilahkannya masuk.
Lee_Soo_Man_unveils_plans_for_upcoming_12_member_boyband_M1_and_M2_07052011232835
Lee Soo Man. Pria yang kuperkirakan berusia separuh abad itu duduk di meja kerjanya tengah di sibukan dengan tumpukan file yang dikerjakannya. Pria yang bernama Park Jinyoung ini menjelaskan tentang diriku pada pria itu.
“baiklah, kau boleh pergi perwakilan Park.” Ucap Lee Sooman itu pada pria yang mengantarku tadi setelah ia menerangkan perihal kedatanganku. “dan tolong panggilkan Park Jungsoo.” Ia membungkuk dan keluar dari ruangan itu meninggalkanku dengan pria ini. “semoga kau bisa betah di sini dan berhasil membantu murid kesayanganku itu.” ucapnya seperti memohon padaku. Ya, dia tahu maksud lain kedatanganku ke akademi ini.
Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dan masuklah seorang pria berambut hitam mengenakan seragam akademi ini. mungkin ia masih trainee. Sooman seonsaengnim ternyata menyuruh trainee itu untuk mengantarku berkeliling akademi.
“joneun Park Jungsoo imnida.” Ucapnya saat kami mulai berjalan menyusuri koridor akademi yang cukup megah ini. ia menjelaskan setiap ruangan yang ada di akademi satu persatu dengan jelas dan detail. Dari ruang kelas vocal, teater, acting, lukis, perpustakaan, studio tari, studio music, auditorium dan sebagainya. “nah , sekarang kita keluar dari sini. Aku akan mengajakmu berkeliling dorm yang ada di akademi ini.”
Author POV
Jungsoo dan Kyuhyun berjalan menuju dorm atau asrama yang terletak 3 KM dari lingkungan akademi. Jungsoo menjelaskan bahwa tiap asrama memiliki seragam yang berbeda supaya mudah dikenal dari asrama mana mereka. Jadi seragam itu bukan untuk menunjukan tingkatan mereka tapi sebagai pengenal asrama.
Masing-masing asrama memiliki 4 lantai. 2 lantai untuk namja dan 2 lantai untuk yeoja. Di akademi itu terdapat 4 asrama yang mengelilingi akademi. Di sebelah utara, dorm Big A. Sebagian besar dari mereka sudah debut. Ketua di dorm itu adalah Kwon Jiyong atau lebih dikenal dengan nama G-Dragon yang sudah debut dengan 4 orang temannya yang lain dengan membuat sebuah grup  bernama Big Bang. Dan ketua asrama perempuannya adalah Fei.
Disebelah barat, dorm Blue Jack. asrama ini kebanyakan dihuni oleh para rocker sekaligus rapper. Jadi tidak heran jika sering kali kita mendengar suara teriakan-teriakan. Ketua asramanya adalah Jung Yonghwa dan Lee Chaerin atau lebih dikenal dengan nama CL.
Disebelah Selatan, dorm Wonder Shinki. Asrama ini adalah dorm paling populer karena kesombongan, keangkuhan, popularitas, dan kehebatannya. Mereka terlalu jaga image karena terlalu menyombongkan bakat mereka yang bisa dibilang terbaik dibanding 3 asrama lainnya. Satu hal yang unik dari anak-anak dorm ini, semua perempuannya bertingkah layaknya princess. Ketuanya Jung Yunho dan Min Sunye.
Dan terakhir disebelah timur adalah dorm Super Generation. asrama ini bisa dibilang dormnya komedian atau MC karena penghuninya kebanyakan lebih jago dibidang itu walaupun kemampuan musikalitas mereka pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa diantaranya sudah debut dan juga ada yang menjadi asisten pengajar di akademi itu. Ia adalah Kim Jongwoon atau lebih dikenal dengan nama Yesung.
cm
“aku ketua asrama Super Generation. kau akan masuk dorm mana?” tanya Jungsoo.
“entahlah..” ucap Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“baiklah, kau pikirkan dulu baik-baik.” Jungsoo menepuk pundak Kyuhyun. Kyuhyun pun mengangguk. Jungsoo berjalan kembali menuju gedung akademi. Kyuhyun dan Jungsoo bersama-sama masuk kelas music tradisional. Mereka pun segera masuk dan berkenalan dengan beberapa trainee lain.
“kau sudah memutuskan akan tinggal di dorm mana?” tanya namja yang mirip monyet bernama Hyukjae *digeplak Jewels*
“aku tidak tahu aku akan memikirkannya dulu.” Jawab Kyuhyun.
“annyeong haseyo..” seorang guru masuk dan langsung membuat kelas yang sudah seperti pasar itu jadi sesepi kuburan berkat kehadiran guru bernama Ahn Chilhyun atau akrab disapa Kangta. Guru yang baru 3 bulan mengajar tapi sangat disegani oleh semua trainee.
kangta
Kangta seonsaengnim mulai mengajari mereka tentang Gayageum. Sebuah alat music tradisional Korea.
“..jadi, gayageum ini melambangkan…” ucapan Kangta terhenti karena suara ketukan pintu yang berada dibelakang murid trainee. Otomatis mereka menoleh ke belakang dan disana berdiri seorang gadis dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
“dia???” gumam Kyuhyun membelalakan matanya melihat yeoja itu.
To be continue..

ok, ini masih tahap introduction. ni ff cast’nya borongan. kkkkk~
just wait for the next chapter~
RCL, please! 😀

Protected: [FF] One Liter of Tears (Final Chapter)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[K-News] Big Bang’s TOP mentions Jaejoong and Yoochun as his celebrity friends in HK Yes Magazine’s Interview

527543_359195924179176_792888078_n

Q27: Who are your celebrity friends?

A27: Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Hyunjoong, Big Bang, Se7en
F4

Source : JYJ3

[K-News] Girls’ Generation MV “Dancing Queen” to Edit Out Sunny’s Profane Cap

20130104020294_0

As reported before, Girls’ Generation member Sunny’s cap in the music video “Dancing Queen” has created controversy because it contains swear words. The cap has “WELCOME MOTHERF★CKERS” written on it which the Korean public has found to be inappropriate. Although, it does appear that this was all a part of the Girls’ Generation trying to move away from their usual cute and sweet image.

SM Entertainment has finally decided on damage control. A representative of SM Entertainment stated, on January 3, “We have decided to edit out the scene that is causing controversy. Once we have finished editing, we plan on releasing the edited version of the music video.”

Netizens that have come across the news stated, “So it appears like they are going to edit it,” I wonder what the edited version will look like,” and “For some reason, I feel bitter.”

Source : soompi

[K-News] F(X) Krystal and Sulli to join SHINee as models for ‘Etude House’ in 2013

20130104_fx_etude

f(x)‘s Krystal and Sulli will be joining SHINee to endorse the cosmetic brand ‘Etude House‘.

In 2012, the brand was endorsed by SHINee and 2NE1‘s Dara. However, it appears Dara has stepped down from the endorsement and handed the baton over to Krystal and Sulli.

Through a video posted on YouTube, the two girls were introduced by SHINee, and then came out to express their thoughts on becoming the new models. As Etude House goes for a cute, girly image, Krystal and Sulli matches perfectly with the brand. SHINee has also gained much love for the being the face of the brand, and many are looking forward to another year with them.

Source : allkpop

[K-News] JYJ Junsu burst out his singing ability at Ballad & Musical Concert

junsu-concert4
Older or little brother who’s great at singing and acting – Proves why his tickets are always sold out : Junsu Kim burst out his singing ability at Ballad & Musical Concert
The expression ‘Sold Out in a couple of minutes’ is just meaningless when you talk about this singer. About 20,000 tickets had been ready, but more than 200,000 fans wanted to get the tickets. 21,000 tickets of ‘XIA Ballad & Musical Concert with Orchestra’, held by the 27-year-old star Junsu Kim (XIA Junsu), were all sold out right after the sales begun on the Interpark website at 20:00 on NOV 04, leaving a record of 200,000 marks of simultaneous log-ins at the same time.
After his debut on the musical which made 45,000 seats sold out at Grand Theatre of Sejong Centre for Performing Arts, many idol singers stepped into musical industry, but no one has ever been able to shake the industry like him so far. The concert on DEC 31 showed why Junsu Kim is not just an ordinary idol, but the superstar.
The venue was Hall D at COEX, Gangnam in Seoul which holds about 7,000 seats (per a day). The concert continued for about 3 hours, started at 22:00 on DEC 31 and finished around 01:00 on JAN 01. There were various Korean dialects, Chinese and Japanese at every part of COEX building before 3~4 hours of the concert and mid-aged women with a suitcase were every corridor of COEX too.
The performance started with ‘I am, I am Music’ and ‘I want to get out of my fate’ from the musical . He continued with ‘The Last Dance’ from which made him the winner of the Best Actor for a Leading Role at 18th Korean Musical Awards, and also sang ‘This Is The Moment’ fromsaying it is one of the musical he would like to do some time. The emotion and appealing expression based on outstanding natural singing ability were enough to prove that his success in musical (that singing becomes acting itself) was not a just luck.
His manner of controlling the atmosphere was also outstanding by playing on the audience with a lot of requests from them. “I became 27 years old, and it makes me feel like I became grandfather as an idol singer!”, he joked, but also made the venue almost collapsed by cheers of the audience when he said that “I would burn myself no matter how hard the dance may be, if I could be able to be on TV”, after the stage of ‘Tarantallegra’. On that day, for his fans, before the superstar, he was the role model who was standing firm against hardship and external pressure, older brother[‘OPPA’ in Korean] who they must support for his victory and little brother who they should take care of.
The special guest of the concert was his mother. He invited his mother to the stage saying “Today is the day that my dream comes true”. Before he debuted as a singer, he had promised his mother whose dream was becoming a vocalist to make her dream come true when he became a singer. His mother shed tears of gratitude after singing together with her son.
Meanwhile, his next musical is still remaining uncertain. While this year’s almost every big musical is longing to be chosen by him, it was rumored that he would perform for again in July, however, his management C-JeS Entertainment announced that his comeback to musical was not decided because the time of JYJ’s group activity is up in the air at the moment.
source : dkpopnews

[FF] I Got A Boy (Season 2/First Version)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo/Leeteuk
Other Cast : You’ll find them later
Adakah yang nunggu ff ini? *krik krik*
it’s okay kalo ga ada. T.T
Setelah diliat lagi, ternyata ff ini panjangnya nanggung banget! dibikin twoshoot kependekan, oneshot kepanjangan. *author bingung sendiri* Akhirnya author mutusin buat dijadiin oneshot aja tapi ada 2 versi dengan jalan cerita dan ending yang berbeda tentunya. 😀
Okay, let’s begin..^^

From the moment I first saw you, it was always you
I take one step and again another step
Because to me, it needs to be only you

– Xiah Junsu – Love is Like Snowflake

Kyuhyun POV
Yeoja itu berjalan ke arahku. Wajahnya berseri ketika melihat ke arahku. Aku memeluknya begitu dia berdiri tepat didepanku. Hal yang sering kali aku lakukan ketika aku merasa merindukannya.
“oppa, ma’af aku terlambat.”
“gwaenchana.”
“ada apa menyuruhku kemari?” saat ini kami berada di balkon kampus.
“eommaku ingin bertemu denganmu.”
“eh?” dia tampak terkejut.
“dia memintaku mengajakmu makan malam dirumahku. Nanti malam aku jemput ke rumahmu ya.” aku mengusap lembut rambutnya.
**
Aku mengetuk pintu rumah Taeyeon dan munculah seorang namja bermata sipit.
“oh, Kyuhyun-ah. Kau mau menjemput Taeyeon, ya?”
“ne, hyung. Apa dia sudah siap?”
“entahlah. Dia masih di kamarnya. Masuk saja dulu.”
Aku mengikuti Yesung-hyung masuk rumahnya yang besar itu. Aku duduk di sofa ruang tamunya menunggu yeoja yang akan aku kenalkan pada orangtuaku. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara langkah kaki dari arah tangga. Aku mendongakkan kepalaku. Aku melihat yeoja itu berjalan menghampiriku.
taeyeon_in_simple_white_dress_tn-10205
Yeppeo. Ia menggunakan dress putih diatas lutut dan rambut yang diikat. cantik, cute, simple dan casual secara bersamaan.
“oppa, aku sudah siap.”
“ne, kajja.” Kami berpamitan pada Yesung, kakak Taeyeon.
Sesampainya dirumahku, eomma dan noonaku menyambut kami dengan ramah.
“jadi ini yang namanya Taeyeon? Manis ya?” Taeyeon tampak tersipu malu. Untunglah eomma dan noona menyukainya.
“eomma, appa belum pulang?” tanyaku.
“sebentar lagi. Ayo kalian masuk saja dulu. Eomma dan Ahra sudah menyiapkan banyak makanan.” Aku dan Taeyeon mengikuti eomma menuju ruang makan.
Tidak lama suara mobil menderu didepan rumah.
“ah, itu pasti appa!” Ahra-noona beranjak menghampiri appa. Lalu ia kembali dengan membawakan tasnya.
“appa, ayo cepat bersihkan badanmu dan segera turun. Makan malam sudah siap.” Perintah eomma.
Beberapa menit kemudian appa kembali dan duduk di ujung kursi meja makan.
“Kyuhyun-ah, siapa yeoja ini?” tanya appa ditengah-tengah makan malam.
“ini yeojachingunya Kyuhyun. Namanya Kim Taeyeon.” Aisshh eomma ini kadang menjengkelkan. Siapa yang ditanya siapa yang jawab.
“oh, Kim Taeyeon. Apa pekerjaan orangtuamu?” mwo?? Appa ini kenapa bertanya seperti itu??
“appa!!” aku sedikit menggertak appa.
“ayahku pemilik perusahaan softlens Kimmie dan ibuku dokter spesialis mata.” Taeyeon menjawab dengan tenang. Sekilas aku melihat wajah ayahku menegang. Wae?
“softlens Kimmie?? Bukankah itu perusahaan softlens terbesar di Korea Selatan??” Ahra-noona tampak terkejut. Taeyeon hanya tersenyum. “waahh, Hyun-ah, ternyata kau berpacaran dengan anak keluarga chaebol!”
“sssttt!! Ahra!!” Eomma menyuruh Ahra-noona diam.
Selesai makan aku mengajak Taeyeon berjalan-jalan di pinggir kolam renang yang ada dibelakang rumah.
“Taeng, mianhae..”
“eh? Wae?”
“ma’af atas kejadian tadi.”
“gwaenchana, oppa.” Kami berdiri memandangi riak air dalam kolam itu. Aku memeluknya dari belakang. “aku takut..” ucap Taeyeon tiba-tiba. Aku melepaskan pelukanku dan membalikan tubuhnya.
“wae?” tanyaku heran.
“aku takut appamu tidak menyukaiku.” Jawab Taeyeon menunduk.
“kenapa kau berbicara seperti itu?”
“aniyo. Aku ingin pulang sekarang, oppa.” Aku sedikit bingung dengan tingkahnya itu.
Setelah berpamitan dengan keluargaku, aku mengantar Taeyeon pulang. Sepanjang perjalanan ia hanya diam melihat keluar dari sisi kaca disebelah kirinya. Aku menggenggam tangannya. Ia menoleh padaku dan tersenyum. Senyum yang dipaksakan. Aku tahu itu. Sakit sekali rasanya melihat dia tersenyum seperti itu. Kau itu kenapa, Taeng? Apa karena ucapan appaku tadi? Akhirnya kami tiba didepan rumah Taeyeon. Kami terdiam sejenak lalu aku keluar membukakan pintu untuknya.
“oppa, terima kasih untuk hari ini.” ucapnya setelah keluar dari mobil. Aku tersenyum dan membelai pipinya yang putih. Tiba-tiba saja ia memelukku dan menangis.
“Taeng, uljima!” aku menghapus air matanya. “masuklah. Ini sudah malam.” Perintahku. Taeyeon berjalan menuju rumahnya. tidak lama kemudian ia menghentikan langkahnya berbalik ke arahku dan berlari menghampiriku lagi.
Chu~ ia mencium bibirku tiba-tiba. Aku membalas ciumannya. Entah kenapa aku merasa tidak akan merasakan ciuman hangat ini lagi. Ciuman yang hangat itu berubah menjadi ciuman yang hot! Aku benar-benar kalap. Taeyeon melepaskan ciumannya dan nafas kami terengah-engah. Aku menciumnya lagi sekilas dan mengusap sekitar bibirnya yang basah.
“selamat malam, oppa. Hati-hati menyetir.” Ia berbalik dan meninggalkanku yang masih termenung melihatnya yang berjalan semakin menjauhiku.
Kyuhyun POV End

Taeyeon POV
Aku benar-benar takut kehilangannya. Aku melangkahkan kakiku kedalam rumah.
“Taeyeon-ah, kau sudah pulang?” aku mendengar suara yang sudah tidak asing ditelingaku.
“eomma? Appa??” aku berlari memeluk orangtuaku.
“siapa namja itu? Pacarmu?” tanya eomma. Sepertinya mereka melihatku dan Kyuhyun-oppa tadi.
“ne.” jawabku malu-malu.
“uri Taeyeon sudah besar ya!” eomma menggodaku.
“eomma, appa, kenapa pergi lama sekali? 3 bulan kalian meninggalkanku dan Yesung-oppa.”
“mian, Taeyeon-ah.” Jawab appa.
**
Paginya aku, appa, eomma dan Yesung-oppa sarapan bersama. Saat-saat yang sangat aku rindukan karena kami jarang sekali berkumpul seperti ini. apalagi eomma memasakan kami nasi goreng kimchi. Aku sangat merindukan masakannya. Selesai makan aku bersiap-siap berangkat kekampus.
“Taeng, bisa eomma bicara sebentar?”
“ne, ada apa?”
“bisakah nanti malam kau mengajak namjachingumu kemari. Eomma mengundangnya makan malam.”
“eh? Makan malam?” aku sedikit bingung dengan permintaan eomma ini. eomma mengangguk. “baiklah.” Jawabku. Lalu aku berangkat menuju kampus dengan diantar Yesung-oppa.
**
Saat ini SuGen berkumpul di base camp baru kami. Ya, saat ini kami sudah memiliki base camp sendiri jadi kami tidak perlu berbagi ruang auditorium dengan anak-anak cheers. Aku melihat Kyuhyun-oppa yang sedang berbincang dengan anak-anak Sugen yang lain. Aku mengambil HPku dan mengirimnya pesan singkat.
‘oppa, nanti malam apa kau bisa datang ke rumahku? Eomma mengundangmu makan malam.’
Ia menoleh ke arahku lalu tersenyum dan mengangguk. Aku membalas senyumannya.
**
Aku mendengar suara motor berhenti didepan rumah. Aku langsung tahu siapa itu. Aku keluar menghampirinya.
“penampilanmu rapi sekali? tidak seperti biasanya.” ucapku sembari merapikan pakaiannya.
“tentu saja. Demi menarik perhatian calon mertua!” canda Kyuhyun membuatku tertawa.
20120716_kyuhyun_2
“ah sudah datang rupanya!” eomma menyambut dengan ramah dan mengajak kami ke ruang makan. Disana sudah ada appa dan Yesung-oppa duduk dengan rapi. Kyuhyun-oppa duduk disebelahku.
“jadi kau namjachingu uri Taeyeon?” tanya appa ramah.
“ne, ajjussi.”
“siapa namamu?” tanya appa lagi.
“Kyuhyun. Cho Kyuhyun imnida.” Jawab Kyu-oppa. Aku melihat raut wajah appa berubah. Wae?
“mm.. bagaimana makanannya?” tanya eomma mengalihkan pembicaraan. Oh kamsahamnida eomma!
“mashitta! Apa ajumma yang memasak sendiri?” tanya Kyu-oppa. Eomma mengangguk senang.
Selama makan kami terus berbincang. Yesung-oppa tidak henti-hentinya mengusiliku. Aigoo..
**
Hari ini aku tidak ada jadwal kuliah. Aku menghabiskan waktu dirumah saja dengan kuluargaku. Aku sedang menonton kartun favoritku, Pororo. Aku kembali teringat saat aku dan Kyu-oppa ribut soal Pororo dan aku jadi terkekeh sendiri.
“ya! Taetae, kenapa kau ini? tertawa sendiri.” Yesung-oppa duduk disampingku.
“hehe.. aniyo.”
“appa memintamu menemuinya di ruang kerja.” Ucap Yesung-oppa.
“kapan?”
“tahun gajah! Ya sekaranglah!” aissshh oppa ini! aku melemparkan bantal sopa kewajahnya dan segera melarikan diri. “aisssh dasar danshin!” teriak Yesung-oppa.
“appa, ada apa?” tanyaku saat masuk ke ruang kerja appa.
“masuk dulu.” Perintah appa. Aku duduk di sofa yang ada diruangan itu. Appa beranjak dari meja kerjanya duduk di sebelahku.
“Taeng, apa kau benar-benar mencintai namja itu?” aku terkejut dengan pertanyaan appa yang tiba-tiba.
“kenapa appa bertanya seperti itu?”
“appa tidak pernah meminta apapun darimu dan selalu menuruti permintaanmu dan kau pun tidak pernah mengecewakan appa. Jadi untuk kali ini, bolehkah appa meminta sesuatu darimu?”
“museun iyeyo?”
“jauhi namja itu.”
“MWO???” pekikku. “appa, wae??” aku sangat shock mendengar permintaan appa.
“kau tahu? Dia anak dari keluarga Cho. Keluarga cho yang sudah hampir membuat kita bangkrut 15 tahun yang lalu. Jadi appa tidak mau kau berhubungan lagi dengannya.”
“shireo! Aku tidak mau, appa! Aku mencintainya, appa!” mataku sudah berkaca-kaca.
“Taeyeon-ah, kau sudah kami jodohkan dengan anak keluarga Park. Kau tahu, keluarga Park sudah membantu kita dari ancaman kebangkrutan.”
“aku tidak mau, appa! Aku tidak mau dijodohkan!!” aku berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu dan hampir saja menabrak eomma yang membawakan minuman.
“Taeyeon, kenapa kau menangis?” tanya eomma. Aku tidak menghiraukan ucapan eomma dan terus berlari menuju kamarku.
“Taeyeooon….” Aku mendengar appa memanggilku tapi aku segera masuk kamar membanting pintu kamarku.
Taeyeon POV end

Author POV
“ommo!! appa!” pekik eomma Taeyeon dan menjatuhkan minuman yang dibawanya.
“astaga!!” Yesung melihat appanya kesulitan bernafas dengan tangan yang memegang dada kirinya.
“cepat panggil ambulance!!!” perintah eomma. Yesung segera menelpon RS.
Tidak berapa lama kemudian ambulance datang. Taeyeon yang mendengar suara ribut diluar segera keluar dari kamarnya.
“ada apa ini? kenapa ribut seka… ya Tuhan!! Appa!!!” Taeyeon terkejut melihat appanya yang tidak sadarkan diri ditandu menuju mobil ambulance.
Appa Taeyeon segera dilarikan ke emergency room. Yesung mencoba menenangkan eommanya dan Taeyeon terus mondar-mandir didepan ER.
“Taeng, duduklah! Jangan membuatku pusing dengan mondar-mandir seperti itu!” Taeyeon pun duduk disebelah eommanya.
“Taeyeon-ah, apa yang sudah kalian bicarakan?” tanya eomma. Belum sempat Taeyeon menjawab, seorang dokter keluar. Yesung, nyonya Kim dan Taeyeon segera menghampirinya.
“tuan Kim terkena serangan jantung. Saat ini kondisinya belum stabil dan juga belum sadarkan diri. Kami akan segera memindahkannya ke ruang inap.” Jawab Dokter itu.
**
“Taeyeon-ah, kau tidak kuliah?” tanya Yesung. Taeyeon tidak menjawab. Ia terus menatap appanya yang sudah 2 hari belum juga sadar.
Sementara itu di kampus, Kyuhyun mencari Taeyeon di kelasnya.
“Sunny, apa Taeyeon tidak masuk hari ini?” Sunny menggeleng, “kemana?”
“molla. Aku sudah menelponnya tapi ponselnya tidak aktif. Bagaimana kalau pulang kuliah kita ke rumahnya?” Kyuhyun pun mengiyakan.
Sepulang kuliah mereka pun menuju rumah Taeyeon.
“sepertinya didalam tidak ada orang.” Ucap Sunny. Akhirnya Sunny dan Kyuhyun menyerah dan pulang.
Di rumah sakit..
“Taeyeon, sebaiknya kau turuti saja keinginan appa.” Ucap Yesung.
“tapi, oppa..”
“kau tidak mau appa kenapa-napa kan?” Taeyeon mengangguk. “aku mengerti perasaanmu, Taeng.” Yesung memeluk adiknya itu.
**
2 hari kemudian tuan Kim sudah siuman namun belum di ijinkan pulang.
“Taeyeon-ah, sebentar lagi keluarga Park akan datang. Appa mohon jangan kecewakan appa.” Pinta tuan Kim. Yesung memandang iba adiknya itu.
Terdengar suara ketukan pintu, Yesung membukakan pintu dan tampak sepasang suami istri tersenyum padanya. Yesung mempersilahkannya masuk.
“semoga lekas sembuh.” Ucap wanita paruh baya itu sambil menyerahkan bunga pada nyonya Kim.
“terima kasih, nyonya Park.”
“apa ini yang bernama Kim Taeyeon?” tanya nyonya Park.
“annyeong haseyo..” sapa Taeyeon.
“oh, manis sekali.” Ucap nyonya Park memeluk Taeyeon.
“emm.. dimana putra kalian?” tanya Tuan Kim.
“dia sedang ke toilet. Sebentar lagi kesini.” Jawab tuan Park.
Tidak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dan masuklah seorang namja bertubuh tinggi. Taeyeon langsung menoleh.
“Leeteuk oppa??”
“Taeyeon??” keduanya tampak bingung.
“oh, kalian sudah saling kenal rupanya? Baguslah. Ini Park Jungsoo putra kami.” Tuan Park memperkenalkan Leeteuk pada keluarga Taeyeon.
“tampan sekali. Taeyeon-ah, bukankah ini tipemu? Kau selalu menginginkan seorang suami yang berwajah bak malaikat.” Ucap nyonya Kim. Pipi Taeyeon tampak memerah.
“Jungsoo-ah, pergilah! Ajak Taeyeon jalan-jalan.” Perintah nyonya Park. Leeeteuk dan Taeyeon pun pergi ke coffee shop didekat RS itu.
“aku tidak menyangka bahwa yang mereka jodohkan itu kau.” Ucap Leeteuk. Ia tampak senang.
“ne. oppa, menurutmu bagaimana perjodohan ini? apa kau senang?”
“kau sendiri?” Taeyeon tidak menjawab. “bagaimana dengan Kyuhyun? Apa dia tahu?” Taeyeon menggeleng.
“sejak appa masuk RS, aku belum berhubungan dengannya lagi.” Ucap Taeyeon lesu. Leeteuk mengerti bagaimana perasaan Taeyeon. Ia menggenggam tangan Taeyeon dan mengusap punggung tangannya.

Kyuhyun POV
4 hari ini aku tidak mendapat kabar dari Taeyeon. Aku benar-benar merindukannya. Kau kemana, Taeyeon? Aku duduk di bangku taman kampus sambil menatap layar HPku yang menampilkan gambar Taeyeon dan aku mengenakan topi Pororo. Kenapa kau tidak menghubungiku? aku terus mencoba menghubungimu tapi nomormu tidak pernah aktif.
**
Sudah 3 bulan Taeyeon tidak memberiku kabar. Bahkan ia tidak pernah lagi datang ke kampus. Semua orang-orang didekatku seperti menghilang begitu saja. Ahra-noona ikut dengan suaminya tinggal di AS, sahabatku Leeteuk pindah ke Jepang dan Taeyeon entah kemana.
Aku melajukan mobilku. Aku pergi ke padang rumput dimana aku pernah hampir mencium Taeyeon. Lalu aku pergi ke pelabuhan Incheon, tempat Taeyeon mengungkapkan perasaannya padaku. Malam hari aku baru akan pulang ke rumah tapi begitu melewati sebuah toko ice cream Italy, aku menghentikan mobilku dan memperjelaskan pandanganku. Aku melihatnya! Mereka! Leeteuk menghampiri Taeyeon dan mereka berpelukan. Leeteuk tampak senang. apa-apaan ini?? Taeyeon? Kau…? Bukankah Leeteuk ada di Jepang? Aku benar-benar tidak mengerti!
Kyuhyun POV End

Author POV
Mata Kyuhyun sudah berkaca-kaca. Ia sudah tidak mampu menahannya lagi. Ia menangis didalam mobil itu. Kyuhyun melihat Leeteuk menyuapi Taeyeon dan menjahilinya dengan ice cream. Taeyeon terlihat kesal. 30 menit kemudian keduanya keluar dari toko itu. Kyuhyun memutuskan untuk membuntuti mereka. Leeteuk dan Taeyeon keluar dari mobil begitu sampai di depan rumah Taeyeon.
“Taeyeon-ah!!” teriak Kyuhyun menghampiri Taeyeon dan Leeteuk.
BUKKK!!!
Kyuhyun melayangkan pukulan ke wajah Leeteuk hingga Leeteuk jatuh ke tanah. Kyuhyun hendak memukulinya lagi namun sepasang tangan yang memeluknya dari belakang menghentikannya.
“oppa, hentikan. Jebal..” Kyuhyun dapat merasakan airmata Taeyeon yang mengalir dipunggungnya. Ia berbalik dan menatap Taeyeon lekat-lekat.
“Taeyeon, kau kemana saja selama ini??? kenapa kau tidak pernah menghubungiku, hah??!” bentak Kyuhyun.
“mianhae..” ucap Taeyeon pelan. Kyuhyun memeluk Taeyeon. Taeyeon mengajak Kyuhyun ke coffee shop terdekat dan menjelaskan semua tentang perjodohannya dengan Leeteuk.
“aku hanya tidak ingin mengecewakan appa. Mian, oppa.” Lirih Taeyeon. “terima kasih untuk 1 tahun ini.” Taeyeon mengecup kening Kyuhyun, “saranghaeyo.” Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab. Ia menelusupkan wajahnya di kedua tangannya diatas meja dan pundaknya tampak bergetar. Ia benar-benar kehilangan yeoja yang dicintainya.
Kyuhyun pulang dengan perasaan yang kacau dan dalam keadaan mabuk.
“ommo!! Kyu, kau kenapa??” seru tuan Cho begitu melihat anak bungsunya untuk pertama kalinya pulang dalam keadaan mabuk.
“aaaarghhhh!!! Jangan sentuh aku!!! Aku membencimu!! Karena kau, aku kehilangan dia!!!” cerca Kyuhyun dengan langkah sempoyongan meninggalkan appanya yang terdiam membisu.
“sudah ku duga akan begini.” Gumam tuan Cho.
Dikamar Kyuhyun terus meracau menyebut nama Taeyeon. Hal itu membuat nyonya Cho sedih. Ia mengompres dahi Kyuhyun dan melepaskan sepatunya. “aku harus melakukan sesuatu. Kasihan Kyu dan Taeyeon.” Nyonya Cho mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut.
**
“Taeyeon, bulan depan kau akan menikah dengan Jungsoo! kami sudah mengatur semuanya.” Ucap tuan Kim saat sarapan dirumah.
“ne.” jawab Taeyeon lesu.
Tiba-tiba terdengar suara bell.
“siapa pagi-pagi sudah bertamu? Ah, mungkin Leeteuk-oppa.” Taeyeon beranjak membukakan pintu dengan malas.
“annyeong.” sapa orang didepannya.
“nyonya Cho??” Taeyeon terkejut melihat wanita didepannya.
“siapa, Tae..?” tanya nyonya Kim menghampiri Taeyeon, “kau?” nyonya Kim sama terkejutnya dengan Taeyeon.
“annyeong, nyonya Kim. Maaf kedatanganku mengejutkan kalian.” Nyonya Kim mempersilahkannya masuk dengan canggung.
“ada apa kau kemari?” sinis tuan Kim begitu tahu siapa tamu tersebut.
“ma’af jika kedatanganku mengganggu. Aku hanya ingin meluruskan permasalahan 15 tahun yang lalu.” Nyonya Cho menjelaskan semuanya. Masalah perusahaan itu ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman. Perusahaan keluarga Shin adalah saingan dari 2 perusahaan besar yang berniat menjatuhkan perusahaan Kim dan perusahaan keluarga Cho yang dulunya memiliki hubungan kerjasama yang erat. Untuk melancarkan siasatnya mereka mengadu domba 2 perusahaan itu. Mereka membuat seolah-olah keluarga Cho menghancurkan perusahaan Kim. Dan akhirnya 2 perusahaan itu terpecah. Keluarga Cho saat itu berpihak pada keluarga Shin dan keluarga Kim akhirnya dibantu oleh keluarga Park dengan menanam banyak saham dan berhasil mengangkat kembali kesuksesan perusahaan keluarga Kim. Sejak saat itu keluarga Kim tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga Cho.
**
1 hari sebelum pernikahan Taeyeon dan Leeteuk. Leeteuk mengunjungi Taeyeon dan mengajaknya jalan-jalan menyusuri sungai Han.
“hari ini mungkin kesempatan terakhirmu dengan Kyuhyun.” Ucap Leeteuk tiba-tiba. “sepertinya tidak ada waktu lagi. Sejak mengenalmu, aku hanya berharap satu hal darimu. Aku berharap kau bahagia, tidak ada airmata lagi. Saat pertama kali aku melihatmu tersenyum dengan ceria, aku sangat cemas setelah besok senyuman itu akan hilang. Aku cemas sekali.”
“oppa jangan khawatir. Aku bisa tersenyum dan akan selalu tersenyum. Karena kau akan menjagaku.” air matapun turun ke pipinya, “ah, kenapa aku menangis? Cengeng sekali.” Taeyeon mencoba menghapus airmatanya. Leeteuk mengeluarkan sapu tangannya. “aku tidak apa-apa. Kau terlalu sering mengusap air mataku. Karena itulah aku jadi menangis terus.” Reflex Leeteuk memeluk Taeyeon. Taeyeon makin terisak.
Setelah mengantar Taeyeon pulang, Leeteuk mengunjungi Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun sangat kacau. Wajahnya pucat dan rambut yang acak-acakan.
“sebagai sahabat aku sangat menyayangimu, Kyu. Kalau aku diminta memilih 2 orang paling penting dalam hidupku, aku akan memilihmu dan Taeyeon. Jadi, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf telah menyakiti perasaanmu. Aku akan berusaha menebusnya.” Lirih Leeteuk.
“jagalah Taeyeon. Bahagiakan dia.” Leeteuk mengangguk dan kedua sahabat itu berpelukan. Kyuhyun benar-benar jadi cengeng. Ia menangis.
“jalani hidupmu dengan baik, Kyu!”
**
Gereja itu penuh dengan warna putih dan ungu. Leeteuk berdiri di altar menunggu kedatangan Taeyeon.
“mempelai wanita dipersilahkan masuk.” seru pembawa acara pernikahan itu.
Tampak Taeyeon mengenakan gaun pengantin berwarna putih didampingi kakaknya, Yesung. Sebuah mahkota bunga melingkar dikepalanya dan juga seikat bunga ditangannya. Ia berjalan menunduk.
“Taeyeon-ah, bersemangatlah!” bisik Yesung. Yesung menyerahkan Taeyeon pada Leeteuk. keduanya kini berdiri berdampingan didepan altar.
“Tuan Park Jungsoo, apakah anda bersedia mendampingi nona Kim Taeyeon dalam keadaan suka dan duka?” Pendeta memulai upacara pernikahan itu.
Leeteuk menghela nafasnya, “ne, saya bersedia.” Jawab Leeteuk.
“nona Kim Taeyeon, apakah anda bersedia mendampingi tuan Park Jungsoo dalam keadaan suka dan duka?”
Taeyeon diam. Leeteuk menoleh kesebelahnya.
“saya ulangi, nona Kim Taeyeon, apakah anda bersedia mendampingi tuan Park Jungsoo dalam keadaan suka dan duka?” tanya Pendeka mengulangi.
“Taeyeon, kejarlah!” bisik Leeteuk. Taeyeon menatap Leeteuk. Leeteuk menyunggingkan senyumannya. Taeyeon berbalik dan menjatuhkan bunganya dan segera berlari dari tempat itu.
“ya!! Taeyeon-ah!!” tuan Kim meneriaki Taeyeon yang berlari keluar dari gereja itu.
Taeyeon berlari menuju jalan raya. Ia melihat orang yang dicintainya diseberang jalan mengenakan jas putih.
“oppa!!” Kyuhyun menoleh dan Taeyeon segera berlari ke arahnya.
TIIIIIIINNNNNNNN!!
“Taeyeon awas!!!” teriak Kyuhyun berlari ke arah Taeyeon.
BRAAAKKKKK!!!
Truk menghantam tubuh keduanya hingga terlempar beberapa meter. Keduanya bersimbah darah. Kyuhyun masih dapat melihat Taeyeon yang tergeletak tidak sadarkan diri di sebelahnya.
“Ta..Tae..yeon..” Kyuhyun berusaha menggapai tangan Taeyeon. Orang-orang tidak berani mendekat. Saat terdengar bunyi sirine, pandangan Kyuhyun menjadi gelap dan pegangan tangannya ditangan Taeyeon melemah.
**
Kondisi Taeyeon dan Kyuhyun kritis. keluarga Taeyeon dan Kyuhyun terus menangis. Keluarga Leeteuk pun turut menguatkan keluarga Taeyeon. Leeteuk tampak terpukul.
“Kyuhyun mulai stabil namun Taeyeon mengalami kebocoran jantung dan harus segera mendapat donor.” Ucap dokter itu. Nyonya Kim langsung jatuh pingsan.
2 hari kemudian Kyuhyun sudah sadar namun tidak dengan Taeyeon. Kyuhyun merasa bersalah, ia meminta untuk mendonorkan jantungnya untuk Taeyeon. Awalnya orangtua Kyuhyun maupun orangtua Taeyeon menolak namun Kyuhyun tetap bersikeras.
Operasi pun dijalani. Setelah 5 jam dokter baru keluar dari ruang operasi.
“bagaimana? Apa operasinya berhasil?” tanya nyonya Cho.
**
Leeteuk POV
Aku duduk memandangi nisan kedua orang yang sangat penting bagiku. Ditempat inilah mereka akan memulai kehidupan mereka yang baru. Kyuhyun, Taeyeon semoga kalian tenang disana.
THE END

gimana? :’)
kenapa ya author sering banget bikin cerita angst gini? o.O
Like,Rate, Comment! 😉
tunggu versi keduanya.