Monthly Archives: February 2013

Protected: [FF] I Got A Boy (Season 2) End + Epilog

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: [FF] I Got A Boy (Season 2) Final Chapter/Part-1

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[FF] I Got A Boy (season 2) Chapter 8

Yang rajin ngikutin blog ini pasti mikir gini, “katanya abis yang kemaren itu chapter terakhir, kok sekarang yang publish gak ada keterangan part endingnya?”

Nah, author yang (kata reader shndyulfha) kece badainya selangit *ngakak* baru nongol lagi. Author emang sebelumnya mau ngepost langsung sampe part akhir tapi ternyata terlalu panjang. Jadi di bagi lagi jadi 2 bagian. Tapi beneran deh abis ini chapter terakhir dan akan di proteksi. Password hanya untuk reader yang sering muncul di notifikasi author. Dan passwordnya pm aja ke fb atau twitter juga boleh. Link fb dan twitternya ada di bagian bawah blog ini.

Sebelum baca, author saranin siapin dulu tracklist lagu-lagu Korea yang menyayat-nyayat(?) hati. Jadi bacanya sambil dengerin lagu-lagu galaunya Korea. Biar tambah JLEB! ceritanya. :3

Oke, siap-siap menuju ending~! 😀

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia Read the rest of this entry

[FF] I Got A Boy (Season 2) Chapter 7

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

“Taeyeon?!” seru Victoria yang tiba-tiba menghampiri mereka berempat.

“oh, Vic. Annyeong!” sapa Taeyeon.

“kau datang sendiri kesini?”

“aniyo. Aku kesini dengan Yonghwa-oppa tapi ia sudah pulang.” Jawab Taeyeon.

“oh, begitu?” Victoria mengalihkan pandangannya pada Minhyuk dan Jungshin. “kalian berdua bisa ikut aku sebentar? Ayahku ingin bicara dengan kalian.”

“ada masalah apa?” tanya Jonghyun heran hanya Minhyuk dan Jungshin yang dipanggil.

“bukan apa-apa. Hanya mengatur jadwal kalian. Kau tunggu disini saja temani Taeyeon. Aku akan segera kembali. Nanti aku minta pelayan menambahkan minumannya.” Victoria pun pergi dengan Minhyuk dan Jungshin.

Tidak lama setelah itu, seorang pelayan menghampiri mereka dan meletakkan minumannya. Taeyeon dan Jonghyun segera meminum minuman itu.

Setelah beberapa menit, Taeyeon merasakan hal aneh pada dirinya. Ia merasa pusing dan pandangannya berkunang-kunang.

“Taeyeon, waegeurae?” tanya Jonghyun melihat Taeyeon yang memegangi kepalanya.

Taeyeon tidak menjawab dan sedetik kemudian ia jatuh pingsan.

“Taeyeon-ssi!” cemas Jonghyun mengguncang tubuh Taeyeon. Namun tidak lama kemudian ia merasakan hal yang sama dengan Taeyeon dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.

3 orang namja berbadan kekar menghampiri Jonghyun dan Taeyeon yang tidak sadarkan diri. Mereka segera mengangkat tubuh keduanya keluar dari café itu. Mereka membawa Jonghyun dan Taeyeon ke sebuah kamar hotel mewah yang telah di sewa Victoria.

“mereka sudah sampai?” tanya Victoria pada salah satu namja itu lewat telepon. “bagus. Aku segera kesana.” Victoria menutup teleponnya dan menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya. Minhyuk dan Jungshin yang masih bersamanya saling menatap bingung. “kalian turun disini.”

“MWO??” kejut kedua namja itu sambil turun dari mobil Victoria. “tapi….kau bilang ayahmu ingin menemui kita?”

“kalian naik taxi saja. Aku ada urusan.” Setelah memberikan sejumlah uang, Victoria pun pergi.

“kenapa kita selalu berakhir seperti ini?” keluh Minhyuk.

Victoria tiba di hotel itu dan ia tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya.

Ia menyuruh seorang anak buahnya untuk melepaskan baju Jonghyun dan membaringkannya di tempat tidur. Setelah itu ia menyuruhnya keluar. Ia mendekati Taeyeon dan menyentuh wajahnya.

“sebentar lagi hubunganmu dengan Kyuhyun akan berakhir, Kim Taeyeon!” ucap Victoria menyeringai.

Ia membuka baju Taeyeon dan membaringkannya disamping Jonghyun. Ia menutupi tubuh keduanya dengan selimut hingga sebatas dada. Victoria mengambil kameranya dan memposisikan Taeyeon tidur di dada Jonghyun yang topless dan memeluknya.

Klik!

Ia memotret Taeyeon dan Jonghyun dari berbagai sisi.

“welcome to my game!” gumam Victoria tersenyum puas.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 7-

Taeyeon dan Jonghyun terbangun karena suara ketukan housekeeper yang hendak membereskan kamar hotel itu. Begitu menyadari mereka tidur bersama, keduanya shock dan Taeyeon langsung menangis.

“apa yang sudah kita lakukan semalam??” tangis Taeyeon menutupi badannya dengan selimut.

“nado molla..” jawab Jonghyun kebingungan. Ia segera beranjak dan mengenakan T-shirtnya yang tergeletak di lantai. “aku tidak ingat apapun. Tapi…aku minta maaf.” Ia memandang Taeyeon dengan tatapan sedih dan menyesal. “mianhae.” Ucapnya memeluk Taeyeon yang semakin terisak.

**

Hampir setiap hari, Sora diam-diam meletakkan kotak berisi bekal untuk Leeteuk di mejanya. Hari ini pun ia berniat meletakkan makanan itu namun saat berjalan menuju kelas, ia melihat pemandangan yang menusuk hatinya. Sora melihat Leeteuk dan Yoona berciuman.

“gomawo, kau sudah menerimaku lagi.” Ucap Yoona dengan mata yang berkaca-kaca. Leeteuk tersenyum dan memeluknya.

Airmata Sora mengalir begitu saja dan ia segera berbalik hendak pergi. Namun saat berbalik, ia bertabrakan dengan seorang namja dan makanan yang dibawanya jatuh berserakan. Leeteuk dan Yoona pun terkejut mendengar suara itu.

“mianhae!” ucap namja itu. Sora hanya terdiam menunduk.

“ada apa?” Leeteuk dan Yoona menghampirinya. “Sora?”

“aku tidak sengaja menabraknya.” Ucap namja itu. “Sora-ssi, gwaenchana?” tanya namja itu memastikan. Ia pun mengangkat dagu Sora karena ia terus menunduk. Ia terkejut melihat Sora yang sudah banjir(?) airmata.

Sora tidak menjawab dan segera pergi sambil menyeret namja itu meninggalkan Leeteuk dan Yoona. Ia membawa namja itu ke belakang gedung kampus yang cukup sepi.

“Sora-ssi, kenapa kita ke..”

“huuwaaaaaaaaaaaaaa…” namja itu terkejut dengan Sora yang tiba-tiba menangis histeris. “huhu..hu..grok! hiks..hiks..grok…hiks..ngik!” JB tercengang mendengar isakan aneh Sora. *Sora: thor, apa-apaan itu????”*

“Sora-ssi, gwaenchana?” ia menyentuh bahu Sora dan tiba-tiba Sora memeluknya menangis dipelukan namja itu hingga membuatnya membelalakan matanya.

“JB, nappeun! Dia jahat!! Hiks..” racau Sora terisak pada namja itu.

**

“Sunny, kau lihat Taeyeon?” tanya Kyuhyun.

“aniyo. Hari ini ia tidak masuk. Yesung-oppa bilang ia sakit.”

“mwo??” kejut Kyuhyun. “kenapa ia tidak memberitahuku?” Sunny hanya mengerdikkan bahunya.

Kyuhyun hendak pergi namun Sunny menahannya, “apa kau mau menjenguknya? Boleh aku ikut?”

“baiklah. Kajja!”

SKIP

“chagiya, kau sakit apa?” ucap Kyuhyun mengelus wajah Taeyeon yang pucat.

“issh, oppa kau berlebihan sekali.” Dengus Sunny yang berdiri disebelahnya.

Taeyeon sedikit tersenyum mendengar ucapan Sunny, “hanya pusing saja.” Jawab Taeyeon.

“apa Yesung-oppa sedang tidak di rumah?” tanya Sunny yang dibalas anggukan Taeyeon. “kalau begitu kau istirahat saja. Akan ku buatkan makanan. Oppa, kajja bantu aku!” Sunny berjalan keluar dari kamar Taeyeon.

“ne.” Kyuhyun hendak beranjak namun Taeyeon segera meraih tangannya. “wae?”

“mianhae..” lirih Taeyeon membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya.

“untuk?” bingung Kyuhyun namun Taeyeon kembali diam. Kyuhyun kembali duduk di sisi tempat tidur Taeyeon. “hey, ada apa?” Taeyeon diam menundukan wajahnya. Kyuhyun menghela napasnya dan menaikan dagu Taeyeon agar bisa menatapnya. “kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja.” Ucapnya dengan lembut.

“eobseoyo.” Jawab Taeyeon setelah terdiam sesaat.

“baiklah. Kau istirahat saja. Akan kubuatkan makanan spesial untukmu.” Kyuhyun membaringkan Taeyeon, menyelimutinya dan mengecup keningnya sebelum akhirnya pergi membantu Sunny.

“kau terlalu baik, aku tidak tahu apa aku sanggup memberitahumu.” Batin Taeyeon menangis.

**

Keesokan harinya Taeyeon sudah kembali ke kampus. Saat ia berjalan menuju kelasnya, ia merasa semua orang memperhatikannya dengan pandangan jijik. Namun Taeyeon menepis dugaan itu dan meneruskan langkahnya menuju kelas.

“Taeyeon-ah!” panggil Sunny menghampiri Taeyeon. “aku tidak mengerti ada apa denganmu tapi….kenapa kau tega melakukan itu?!”ucap Sunny terdengar sebuah kekecewaan dari nada bicaranya.

“maksudmu?”

Sunny menghela napasnya dan meraih tangan Taeyeon membawanya ke sebuah tempat yang tengah di kerumuni orang.

“kenapa banyak orang berkumpul disini?” gumam Taeyeon.

Sunny menyerobot masuk kedalam kerumunan dan membuat orang-orang itu menoleh, mereka mulai saling berbisik.

“apa maksud ini, Taeng!!” bentak Sunny menunjuk beberapa foto yang terpampang di papan pengumuman.

Taeyeon membelalakan matanya melihat foto dirinya yang tidur dengan Jonghyun. “ini…”

“Jonghyun???” kejut Yonghwa yang tiba-tiba sudah berada disamping Taeyeon. Taeyeon menoleh namun pandangannya tidak tertuju pada Yonghwa. Kyuhyun berdiri disamping Yonghwa menatap foto-foto itu tanpa berkata-kata. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal disamping badannya.

“Kyuhyun-oppa..” lirih Taeyeon.

Kyuhyun menoleh dan menatap Taeyeon dengan tajam. Ia memecahkan kaca pelapis papan pengumuman itu dengan kepalan tangannya dan mencabut semua foto-foto itu lalu merobeknya. Ia tidak memperdulikan darah segar yang mengucur dari tangannya karena hatinya jauh lebih sakit daripada akibat serpihan kaca itu. Ia meraih tangan Taeyeon dengan kasar dan menyeretnya meninggalkan tempat itu. Taeyeon dapat merasakan kemarahan Kyuhyun yang menggenggam lengannya sangat kencang. Tanpa dilihat pergelangan tangannya sudah pasti memerah.

Setelah berada ditempat yang cukup sepi, Kyuhyun menghempaskan Taeyeon dengan kasar.

“KENAPA KAU MELAKUKAN ITU, HAH??!!”bentak Kyuhyun membuat Taeyeon terkejut. Ia belum pernah membentaknya sekeras itu. “JADI DIA YANG BERNAMA JONGHYUN??!!”

“oppa, mianhae..” lirih Taeyeon dengan airmata yang sudah membanjiri wajahnya.

“AKU TANYA APA DIA ITU JONGHYUN!!?” bentak Kyuhyun lagi lebih keras. Taeyeon menunduk ketakutan dan hanya mampu mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Amarah Kyuhyun semakin memuncak. Iaterlampau kecewa dengan Taeyeon yang mengkhianatinya. “aku membiarkanmu bertemu dengannya karena kupikir kau bisa menjaga kepercayaanku!” ucap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca memandang yeojanya itu dengan perih.

“oppa, aku bisa jelaskan semuanya…” Taeyeon berusaha meraih lengan Kyuhyun namun ia menepisnya.

“aku terlanjur kecewa denganmu, Taeyeon.” Ucap Kyuhyun. “aku tahu banyak namja yang berusaha mendekatimu. Aku berusaha menahan diri dan meyakinkan diriku sendiri bahwa kau tidak mungkin macam-macam dibelakangku. Tapi setelah melihat foto-foto itu..” Kyuhyun menghentikan ucapannya sejenak. “aku tidak tahu apa aku harus mendengar penjelasanmu dan mempercayaimu lagi.”

Taeyeon tercekat dan airmatanya semakin tak terkendali. “jebal! Dengar penjelasanku. Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa malam itu..” ucap Taeyeon cepat namun Kyuhyun segera memotong ucapannya.

“KEUMANHAE! Kupikir selama ini kau cukup memahamiku. Setiap kali aku mengatakan kecemburuanku, apa kau tidak pernah menanggapinya?!” Kyuhyun menghentikan ucapannya sesaat, “aku hanya ingin bertemu seseorang yang bisa memahamiku dan kupikir kau bukan orang yang tepat.”

“OPPA!!”

“sepertinya aku juga tidak cukup memahamimu dan mungkin Jonghyun jauh lebih memahamimu daripada aku.” Kyuhyun melepas genggaman Taeyeon dilengannya. “temui saja namja itu dan berusahalah untuk saling melupakan.” Ucap Kyuhyun pelan.

Taeyeon membelalakan matanya dan meraih lengan Kyuhyun lagi, “aniyo!! Kau harus mendengarkan penjelasanku! Malam itu aku mengantar Yonghwa-oppa menemui Jonghyun dan teman-temannya dan setelah itu….”

“KIM TAEYEON!!” bentak Kyuhyun membuat Taeyeon tersentak kaget. “jebal! Lakukan saja apa yang tadi kukatakan dan jangan sebut lagi namanya. Aku membenci nama itu.” Kyuhyun melepas pegangan Taeyeon dan pergi meninggalkannya yang jatuh menangis terisak. Ia pun tidak dapat menahan airmata yang terus menuruni pipinya menatap kepergian Kyuhyun.

Di sudut lain, Victoria melihat pertengkaran itu dan tersenyum puas. “itu akibatnya jika kau menolakku, Cho Kyuhyun.”

**

Setelah kejadian itu, Taeyeon terus mengurung diri di kamarnya. Yang dilakukannya dikamar itu hanya menangis mengingat Kyuhyun yang memutuskan hubungannya tanpa mendengar penjelasannya sedikitpun. Sudah 2 hari ia tidak keluar kamarnya dan hal itu membuat Yesung khawatir. Berkali-kali ia berusaha membujuknya keluar namun Taeyeon masih menolaknya dan tetap mengunci diri dikamarnya.

Hari ketiga, pagi hari Yesung membawakan sarapannya dan untuk pertama kalinya sejak peristiwa itu, Taeyeon membukakan pintunya membiarkan Yesung masuk.

Yesung terkejut dengan mata Taeyeon yang sembab dan penampilannya yang acak-acakan tidak seperti biasanya. Ia dapat melihat barang-barang Taeyeon yang hancur akibat emosinya yang tidak terkendali. Yesung menghela napasnya menatap Taeyeon yang duduk memeluk lututnya di tempat tidurnya dan masih enggan berbicara. Yesung mengambil bubur buatannya dan hendak menyuapinya namun Taeyeon memalingkan wajahnya menolak memakannya

“selama aku merawatmu, ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini. 3 hari kau mengurung di kamar tanpa memakan apapun, bagaimana kalau kau sakit? Apalagi kau ini baru saja sembuh.” ucap Yesung. “aku percaya kau tidak mungkin berbuat seperti itu. Aku tahu siapa yang kau cintai dan aku juga tahu Kyuhyun itu seperti apa. Aku yakin saat itu ia hanya sedang emosi. Suatu saat ia pasti akan kembali padamu.”

“bagaimana kalau tidak?” ucap Taeyeon akhirnya berbicara.

“tidak mungkin. Aku tahu anak itu tidak akan mampu menolak adikku yang cute ini.” Gurau Yesung berharap Taeyeon akan tertawa namun ternyata tidak berhasil. Taeyeon kembali terdiam. “asal kau tahu, cinta itu ibarat taman hiburan. Saat kau berada di dalamnya, kau ingin segera keluar tapi begitu kau sudah diluar, kau ingin masuk kembali kedalam. Saat ini Kyuhyun memutuskan untuk keluar tapi suatu saat pasti ia ingin kembali masuk ke dalam kehidupanmu. Kau harus yakin itu.” Nasihat Yesung. “sepertinya kau butuh sendirian. Jika kau perlu sesuatu, panggil saja aku ada di kamar. Aku mengambil cuti hari ini untuk menemanimu.” Yesung mengecup puncak kepala Taeyeon sebelum beranjak pergi dari kamar itu.

Setiap kali teringat kejadian itu, Taeyeon selalu menangis. Melihat wajah Kyuhyun yang tampak marah, kecewa, dan sedih membuatnya tidak mampu menahan isakannya. Belum lagi gunjingan orang-orang yang melihat fotonya tidur dengan namja membuatnya semakin berat menanggung beban itu. Taeyeon mengangkat wajahnya dan tatapannya tertuju pada gelas yang ditinggal Yesung.

**

“aku masuk kelas dulu. Nanti siang kita kumpul lagi disini.” Ucap Juniel.

“ne. hati-hati, yeobo!” sahut Jaejin.

“aisshh.. berhentilah memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu!” dengus Juniel. “Seungri-ah, kajja!” Juniel dan Seungri pun meninggalkan Jaejin dan Hoya di base camp itu.

Jaejin tersenyum melihat Juniel. “sepertinya kau benar-benar menyukai yeoja itu?” ucap Hoya membuat Jaejin menoleh.

“ah? Hm…begitulah. Kelihatan  ya?” jawab Jaejin  menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“sangat!” tawa Hoya. “apa aku katakan sekarang saja? Suasananya sedang baik. Kuharap ia tidak kaget mendengar pengakuanku.” pikir Hoya.

“hey, kenapa melamun?”

“oh aniya.” Jawab Hoya gelagapan. “Jaejin-ah..”

“hm?”

“aku ingin mengatakan sesuatu tapi kuharap kau tidak membenciku setelah mendengarnya.”

“ada masalah apa?” bingung Jaejin.

Hoya menarik napasnya sebelum akhirnya bicara, “kau hebat bisa terus terang pada orang yang kau sukai. Tidak sepertiku. Jika kau sepertiku, mungkin kalian tidak akan pernah bisa bersama.”

“aku tidak mengerti. Maksudmu..Juniel? Apa kau juga menyukainya? Banyak yang bilang kalau kau menyukainya.”

Hoya tertawa kecil, “meskipun itu rahasia yang sulit dikatakan, tapi lebih baik jika berterus terang.” Hoya menghentikan pembicaraannya sebelum akhirnya berkata, “mudah sekali menebak perasaan orang lain, tapi aku malah tidak mengerti dengan perasaanku sendiri.”

“kau ini bicara apa?”

“mungkin terdengar tidak normal tapi….” Hoya menggantung ucapannya. “aku menyukaimu.”

Jaejin terkesiap mendengar ucapan Hoya. “kau..”

“namja mencintai namja? Aku akui perasaan ini tidak wajar tapi aku tidak bisa mengelaknya. Kau tenang saja aku tidak memintamu membalas perasaanku.” Hoya menyunggingkan sedikit senyumnya sebelum meninggalkan Jaejin yang masih tidak mempercayai ucapannya.

“jadi bukan Juniel yang ia sukai tapi….aku?” batin Jaejin.

**

“Kyuhyun memutuskannya??” kejut Jonghyun mendengar cerita Yonghwa.

“sebenarnya apa hubunganmu dengan Taeyeon? Kenapa kau bisa tidur dengannya?” heran Yonghwa memperhatikan selembar foto yang di sobek Kyuhyun, dan ia menggabungkannya kembali.

“eobseo! Hanya teman biasa.” Jawab Jonghyun. “aku juga tidak tahu kejadiannya. Tiba-tiba saja saat aku bangun ia sudah ada di sebelahku. Dan sepertinya ia juga tidak ingat apa-apa.”

“hyung, apa kalian tidak berpikir bahwa ini jebakan?” ucap Jungshin tiba-tiba.

“maksudmu?”

“coba kalian ingat-ingat! Malam itu Taeyeon mengantar Yonghwa ke café dan setelah Yonghwa pergi, Victoria mendatangi kita lalu menyeretku dan Minhyuk pergi meninggalkanmu berdua dengan Taeyeon.”

“Victoria? Jadi kau pikir ini perbuatan Victoria?”

“aku belum berani menyimpulkan. Tapi aku juga tahu Victoria menyukai Kyuhyun dan pernah memintamu untuk mengganggu hubungan mereka tapi kau menolaknya.” Jelas Jungshin. Ia berbalik pada Minhyuk “hyung, apa kau ingat pembicaraan Victoria di telepon malam itu? Kau bilang kau mendengar lawan bicaranya itu menyebutkan kata hotel.”

“ah, kau benar!” seru Minhyuk. “aku duduk disebelahnya dan aku mendengar pembicaraan mereka cukup jelas!”

“sepertinya memang Victoria pelakunya.” gumam Yonghwa. “apa saja yang kau ingat setelah Jungshin dan Minhyuk pergi?”

“seingatku seorang pelayan membawakan kami minuman dan setelah meminumnya aku tidak ingat apa-apa.”

“benar dugaanku!” Jungshin menjentikkan jarinya. “ia sudah merencanakan ini untuk menjebakmu. Karena kau  menolaknya saat ia memintamu mendekati Taeyeon, makanya ia melakukannya dengan caranya sendiri!”

“kita sudah tahu siapa pelakunya dan sekarang kita hanya perlu mencari bukti bahwa memang Victorialah pelakunya.” Ucap Yonghwa memperhatikan foto itu.

“hyung, sepertinya kau betah sekali melihat foto itu?” heran Minhyuk dengan polos.

“mwo??”

“kau terus saja memperhatikan foto itu. Aku sedikit khawatir kau mempunyai pikiran aneh.”

“YA!! KANG MINHYUK!!” bentak Yonghwa memelototi Minhyuk.

“hyung! Lihat ini!” kejut Jungshin menemukan sesuatu di foto itu.

**

Yesung kembali mengetuk kamar Taeyeon untuk mengantarkan makan siang. Namun ternyata Taeyeon kembali mengunci kamarnya. Berkali-kali Yesung memanggilnya namun Taeyeon tidak menyahut. Akhirnya Yesung memutuskan memanggil Sunny dan Geunyoung untuk membantunya membujuk Taeyeon. Setelah beberapa menit, Sunny dan Geunyoung tiba di rumah Taeyeon dan segera menuju kamarnya.

“apa setiap hari ia selalu begini?” cemas Sunny yang dibalas anggukan Yesung. “Taeng, buka pintunya!” Sunny menggedor pintu.

“eonni, ayolah. Jangan mengurung diri terus. Kami sangat mengkhawatirkanmu. Cepatlah keluar.” Bujuk Geunyoung.

“oppa, kau tidak punya kunci cadangannya?” tanya Sunny yang tampak semakin cemas karena Taeyeon tidak menyahut.

“aku tidak tahu. Taeyeon yang menyimpannya.”

“kalau begitu kita buka paksa saja pintunya.” usul Geunyoung. “aku takut terjadi apa-apa didalam. Bagaimana kalau ternyata ia pingsan karena tidak makan minum berhari-hari?”

Akhirnya mereka sepakat untuk mendobrak pintu kamar Taeyeon. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya mereka berhasil mendobrak pintu itu.

Begitu pintu terbuka, mereka membelalakan matanya melihat Taeyeon yang terbaring tidak sadarkan diri dengan pergelangan tangan yang berlumuran darah dan sebuah pecahan kaca di dekatnya yang juga terdapat bercak darah.

“TAEYEON!!” pekik mereka bertiga berlari menghampiri Taeyeon.

Tempat tidurnya yang semula putih bersih, kini dipenuhi bercak darah. Taeyeon memotong urat nadinya sendiri dengan pecahan kaca. Ia berusaha mengakhiri hidupnya karena beban berat yang harus ia tanggung sendirian. Harga dirinya sebagai perempuan benar-benar hancur karena foto-foto itu. Orang-orang memandangnya rendah. Banyak pesan singkat yang memojokkan dan menghinanya. Hal itu membuat Taeyeon semakin depresi dan nekat mengiris nadinya sendiri.

Dalam keadaan panik, Sunny segera menelpon rumah sakit.

“ia masih bernapas!” seru Geunyoung mengecek pernapasan Taeyeon.

“TAEYEON-AH!! IREONA!!” histeris Yesung berkali-kali mengguncang tubuh Taeyeon yang lemas. Taeyeon merupakan keluarga yang ia miliki satu-satunya dan melihatnya seperti itu membuat Yesung sangat terpukul. “ini semua gara-gara kau, Kyuhyun!” geram Yesung memeluk Taeyeon yang detak jantungnya semakin melemah.

To be continue..

Apa yang terjadi dengan Taeyeon selanjutnya? kalo semua tau kondisi Taeyeon, siapa yang paling shock? Yesung, Kyuhyun, atau Jonghyun? Pas bagian Hoya-Jaejin ada yang o.O ngga? hihi… xD

Abis ini chapter terakhir dan seperti biasa, akan DI PROTEKSI! *nyengirevil*

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 6

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

Taeyeon dan Jonghyun pun akhirnya pergi dari toko buku itu menuju tempat tinggal Jonghyun. Sesampainya disana, ternyata Jonghyun tinggal di sebuah rumah kecil yang tampak kumuh. Begitu Taeyeon masuk rumah itu, ia segera di suguhi ruangan yang berantakan. Jonghyun melihat boxer Minhyuk yang tergeletak sembarangan di lantai. Ia segera menendang boxer itu dan membuat Taeyeon tertawa.

“mian, tempatnya berantakan.”

“gwaenchana.” Jawab Taeyeon. “bukannya kau tinggal dengan Minhyuk dan Jungshin? Kemana mereka?”

“mereka sedang bekerja paruh waktu.” Jawab Jonghyun sambil membereskan barang-barang yang berantakan.

“jadi kalian bekerja paruh waktu juga?” kejut Taeyeon.

“ne. jika tidak begitu kita akan kelaparan.” Jawab Jonghyun tertawa kecil. “dan juga tempat ini kami harus menyewanya.”

“ia dan teman-temannya benar-benar ingin mengejar mimpi mereka hingga berbuat seperti ini.” Batin Taeyeon memandangi Jonghyun.

“waegeurae? Apa ada aneh di wajahku?”

“ah? Oh..ani.” gugup Taeyeon.

“nah, sekarang kita bisa memulainya.” Jonghyun mengambil gitarnya dan memberikannya pada Taeyeon. Mereka duduk dilantai. “kita mulai dari dasar, kunci C. pastikan jari-jarimu tidak kaku.” Jonghyun memulai instruksinya dan Taeyeon mengikutinya. “bukan seperti itu. Letakkan jari telunjukmu di string nomor 2..”

Karena kesulitan mengajari sambil duduk berhadapan, akhirnya Jonghyun beralih ke belakang Taeyeon dan menuntun tangan Taeyeon. Posisi itu membuatnya seperti memeluk dari belakang.

Jantung Taeyeon berdebar saat Jonghyun melakukannya. “kenapa jantungku deg-degan begini?” batin Taeyeon.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 6-

“Jaejin-ah, jangan begini.” Juniel mencoba melepaskan tangan Jaejin yang terus menggenggam tangannya saat berjalan menuju kampus.

“wae?”

“aku malu. Orang-orang memperhatikan kita.” Jawab Juniel menundukan wajahnya.

“biarkan saja. Supaya mereka tahu kalau kau sekarang adalah milikku dan tidak akan ada yang berani mengganggumu!” sahut Jaejin mengeratkan genggamannya.

Sesampainya di kelas, pandangan Hoya langsung tertuju pada tangan Jaejin dan Juniel.

“hey!” Jaejin dan Juniel mendekati Hoya.

“oh, hi!” sahut Hoya gugup. “kalian….datang bersama?”

“ne.” jawab Jaejin. “kau lihat, sekarang aku dan Juniel adalah sepasang kekasih.” Sambung Jaejin dengan suara yang cukup keras hingga membuat orang-orang di kelas itu menoleh.

“jeongmal?” tanya Hoya pelan setengah tidak percaya.

“ne. kemarin aku menyatakan perasaanku dan ternyata ia menerimaku!”

“Jaejin-ah, sudahlah. Ayo duduk!” kata Juniel yang merasa malu karena seluruh penghuni kelas itu memperhatikannya.

“jadi…kalian sudah pacaran?” batin Hoya sedih melihat Jaejin mengelus rambut Juniel. “kau memang tidak pernah memandangku lebih dari sahabat.”

Hoya menghela napasnya dan beranjak pergi dari kelas itu. Dadanya terasa sesak melihat Juniel dengan Jaejin. Ia berjalan ke balkon kampus itu dan menatap gedung-gedung di hadapannya. Ia menghirup udara dalam-dalam. Saat ia menunduk, pandangannya tertuju pada sebuah gambar di dinding balkon itu.

“evilroro?” gumam Hoya mengerutkan keningnya membaca tulisan di gambar itu. Tidak lama kemudian terdengar langkah seseorang dibelakangnya dan begitu berbalik ternyata itu adalah seniornya. Jung Ilwoo.

“hyung?”

“ya! Sedang apa kau disini?” heran Ilwoo.

“aniya. Aku hanya ingin mencari udara segar.”

“oh.” Jawab Ilwoo. Ia mendekat dan berdiri disamping Hoya memperhatikan pemandangan didepannya. “apa kau kesini karena sedang patah hati?” tanya Ilwoo tiba-tiba.

“eh?” bingung Hoya.

“kau tahu, tempat ini dikenal sebagai tempat pelarian orang-orang yang patah hati. Setelah kau datang kesini, hatimu akan lega.”

“begitu, kah? Kau juga sedang patah hati?” tanya Hoya.

Ilwoo tertawa kecil, “mungkin.”

“wae?”

“yeoja yang ku sukai pergi dengan namja yang ia suka.”

“boleh aku tahu siapa yeoja itu?”

“kau juga mengenalnya. Gyuri. Nam Gyuri.”

“Gyuri-noona??” kejut Hoya. “aku tidak tahu kalau ia sudah berpacaran. Siapa namja itu?”

“seniormu. Kim Bum, mantan anggota SuGen.”

“Kim Bum-hyung?? apa Gyuri-noona tahu kalau kau menyukainya?”

“ani. Aku tidak pernah mengatakannya karena ia selalu bercerita padaku tentang kekagumannya pada namja itu.”

“jadi kau mendengarkannya sementara kau berusaha menyembunyikan perasaan sakit hatimu?” tanya Hoya. Ilwoo hanya menjawab dengan anggukan singkat. “sepertinya kita bernasib sama.”

“tapi meskipun begitu, aku cukup bahagia hanya dengan berada disampingnya. Jika aku bisa melihat senyumnya, itu sudah cukup. Walaupun aku tidak bisa memilikinya, bagiku cukup hanya dengan melihat senyumnya.” Ucap Ilwoo membayangkan wajah Gyuri. “aku senang ia selalu berbagi pikirannya padaku, bukankah itu artinya ia merasa nyaman denganku?”

“kau benar.” Jawab Hoya.

“ah, aku harus kembali ke kelas. Terima kasih sudah mendengarkanku. Bebanku terasa lebih ringan setelah berbicara denganmu. Gomawo.” Ucap Ilwoo. “oh ya, jika kau masih punya kesempatan, akan jauh lebih baik jika kau berterus terang tentang perasaanmu pada orang yang kau sukai itu. Menyukai seseorang bukanlah tindakan kriminal dan tidak ada yang salah dengan perasaan itu. Ia datang sendiri dari hatimu dan kau tidak bisa menghindarinya.”

Hoya terdiam mendengar ucapan Ilwoo. “apa aku harus mengatakan perasaanku padanya walaupun mereka sudah bersama? Tapi….apa dia tidak akan menjauhi setelah mengetahuinya?” batin Hoya.

**

Taeyeon membawa gitarnya menuju rumah Jonghyun untuk berlatih. Saat ia sudah dekat dengan rumah Jonghyun, ia melihat namja itu sedang membuka kunci rumahnya. Sepertinya ia baru selesai bekerja freelance. Taeyeon tersenyum melihat Jonghyun dan berniat memanggilnya namun ia mengurungkannya ketika melihat sebuah mobil hitam berhenti didepan rumah Jonghyun dan keluarlah 2 orang bodyguard mengawal seorang namja paruh baya. Namja itu berjalan mendekati Jonghyun dan tampak berbicara serius dengannya.

Taeyeon menyembunyikan dirinya mengintip mereka. Ia berdiri cukup jauh sehingga tidak dapat mendengar ucapan mereka.

“apa yang mereka bicarakan? Kenapa Jonghyun menatapnya dengan tatapan penuh kebencian?” gumam Taeyeon. Taeyeon terus memperhatikan mereka hingga tiba-tiba tangan namja itu terangkat dan..

PLAKK!!!

Ia menampar Jonghyun dengan keras. Taeyeon membelalakan matanya melihat kejadian itu. Tidak lama kemudian namja itu kembali masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Jonghyun yang masih berdiri kaku.

Setelah orang-orang itu pergi, Jonghyun berbalik hendak masuk  rumahnya namun langkahnya terhenti saat Taeyeon memanggilnya.

“Jonghyun-ssi!” teriak Taeyeon berlari kecil menghampirinya. “kau tidak apa-apa?” Taeyeon meyentuh pipi Jonghyun yang merah bekas tamparan orang itu.

“apa kau melihat dan mendengar pembicaraanku dengan orang itu?” kejut Jonghyun tampak khawatir.

“aniyo. Aku tidak mendengarnya dan aku hanya melihat orang tadi menamparmu. Apa masih sakit?” Jonghyun tertegun melihat Taeyeon yang tampak mengkhawatirkannya. “Jonghyun-ssi?” Taeyeon tampak bingung melihat Jonghyun yang terdiam memandangnya.

‘eh? Oh.. kenapa?” Jonghyun gelagapan.

“siapa orang itu? Kenapa ia menamparmu? Apa kau mengenal mereka?”

“mereka…mereka penagih utang.” Jawab Jonghyun. “aku belum bisa membayar pinjamanku dan ia marah karena kesal dan menamparku.”

Taeyeon menatapnya dengan sedih, “apa kau perlu bantuanku? Mungkin aku bisa membantumu membayarnya?”

“aniyo! Tidak apa-apa, besok juga aku akan menerima gajiku. Jadi tidak perlu di pikirkan.” Jawab Jonghyun. “oh ya, apa yang membawamu datang kemari?”

“aku ingin berlatih gitar lagi. Hari ini kau tidak ada kegiatan, kan?”

Jonghyun pun akhirnya membawa Taeyeon masuk ke rumahnya dan segera mengajarinya. Jonghyun menyuruh Taeyeon duduk di depannya membelakanginya supaya ia lebih mudah mengajarinya. Awalnya Taeyeon ragu-ragu namun akhirnya ia menurutinya juga. *posisi yang membuat Taeyeon deg-degan di chapter sebelumnya*

Setelah 2 jam berlatih, tiba-tiba terdengar suara aneh dari perut Taeyeon. Jonghyun tertawa mendengarnya. “kau lapar?”

“hmmm… aniyo.” Elak Taeyeon.

“kojitmal. Jelas-jelas perutmu mengatakannya.” Jonghyun berdiri dan berjalan menuju dapurnya. Ia membuka lemari dan hanya menemukan satu bungkus ramen. Ia mengambil ramen itu dan segera memasaknya.

Taeyeon menghampirinya dan melihat apa yang di masak Jonghyun. “kenapa hanya satu?”

“ramennya hanya tersisa satu. Aku belum sempat membelinya lagi.” Jawab Jonghyun.

Taeyeon terdiam memikirkan Jonghyun dan teman-temannya. “ramennya hanya satu dan itupun akan ia berikan padaku. Lalu bagaimana nanti makan malam mereka? Sedangkan mereka baru akan menerima gaji besok.” Batin Taeyeon. Sesaat kemudian ia mendapat ide. “Jonghyun-ssi, aku keluar dulu sebentar ya!” pamit Taeyeon langsung berlari keluar rumah itu.

“ya! Taeyeon-ssi!! Mau kemana??!” teriak Jonghyun namun Taeyeon tidak mendengarnya dan terus berlari. Jonghyun hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Taeyeon itu.

Beberapa menit kemudian Taeyeon kembali dengan membawa 2 kantong besar berisi makanan.

“Jonghyun-ssi!!” Taeyeon memanggil Jonghyun yang masih berada di dapur. Ia melepas sepatunya dan berlari kecil membawa belanjaan itu menuju dapur. “aku membawa sesuatu untukmu dan teman-te.. aaaakkhh!!”

“Taeyeon!!!”

Taeyeon terpeleset karena lantai yang licin dan dengan cepat Jonghyun menahan tubuhnya sebelum menyentuh lantai dingin itu. Taeyeon jatuh tepat di atas tubuh Jonghyun. Mereka saling bertatapan dengan raut wajah shock.

Tanpa sadar Jonghyun mengangkat wajahnya dan menyentuh bibir Taeyeon dengan bibirnya. Taeyeon membelalakan matanya dan segera bangun dari posisi itu dan duduk terdiam. Jonghyun yang baru menyadari perbuatannya itu, segera bangkit dan meminta maaf.

“mianhae.” Sesal Jonghyun.

**

“tapi aku sangat mencintaimu!” tegas Victoria pada Kyuhyun.

“mian, Vic.” Tolak Kyuhyun dengan lembut. “Aku hanya menganggapmu teman. Kau tahu kan dan Taeyeon sudah…”

“berpacaran?” potong Victoria. “arasseo! Aku bersedia kau membagi perasaanmu dengan Taeyeon asal aku bisa memilikimu.” Ucapan Victoria membuat Kyuhyun tercengang. “aku tidak masalah jika hanya menjadi selingkuhanmu.”

“MWO??” kejut Kyuhyun. “mian, Vic. Aku tidak bisa mengkhianati Taeyeon.” Kyuhyun hendak pergi namun Victoria menahannya.

“apa kau yakin Taeyeon tidak bermain di belakangmu??”

“mwo?”

“kau yakin Taeyeon tidak berselingkuh dengan namja lain?”

Rahang Kyuhyun mengeras mendengar ucapan Victoria. Ia menghempaskan tangan Victoria dengan kasar dan segera pergi tanpa memperdulikan teriakannya.

“michiyeosso!” umpat Kyuhyun.

“baiklah, kau yang membuatku memulai permainanku.” Gumam Victoria melihat kepergian Kyuhyun. Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. “Jonghyun-ssi, bisa kita bertemu?”

**

“aku tahu kau menyukainya.” Ucap Victoria saat ia bertemu dengan Jonghyun. “aku bisa membantumu mendapatkannya asal kau melakukan perintahku itu.”

“memisahkan Taeyeon dari Kyuhyun?” Jonghyun mendengus. “aku memang menyukainya tapi aku tidak berniat mengganggu hubungan mereka.”

“jadi kau menolak permintaanku?” sinis Victoria.

“ne!” tegas Jonghyun.

“kau tidak menyesal? Kau tidak ingat ayahku pemilik café tempat kalian bekerja? Aku bisa saja memintanya menghentikan bandmu tampil disana.” Ancam Victoria.

“kau mengancamku?”

Victoria tertawa, “ne. kalau kau bisa melakukan perintahku, aku akan memberikan apa yang kau mau. Jika perlu aku akan meminta pamanku, pemilik perusahaan SM untuk mengorbitkan bandmu.”

“Aku tidak tertarik melakukan cara licik seperti itu. Kalau kau mau mengeluarkanku dari café ayahmu, silahkan saja. Maaf, aku harus pergi.” Jonghyun beranjak meninggalkan Victoria.

“pikirkan baik-baik permintaanku itu, Jonghyun-ssi!” teriak Victoria namun Jonghyun tidak menggubrisnya.

Sesaat kemudian, tiba-tiba ponsel Victoria berdering.

“yoboseyo? Ada apa? Tumben kau menelponku?” ucap Victoria.

“………….”

“tidak. Aku terlanjur menyukai namja itu dan aku akan memulai permainanku.” Sahut Victoria menyeringai.

“…………”

“jangan ikut campur!!” bentak Victoria pada lawan bicaranya itu dan menutup teleponnya dengan kasar. “babo yeoja! Untuk apa ia mencampuri urusanku?!”

**

“aku pulang.” Seru Jonghyun memasuki rumahnya dan disana ia menemukan Minhyuk yang menangis tertunduk tengah di tenangkan oleh Jungshin. “Kau kenapa?”

“adiknya kambuh lagi dan ia harus segera di operasi.” Jawab Jungshin. “operasinya membutuhkan biaya yang besar.”

Jonghyun tertegun mendengar jawaban Jungshin. Ia kembali teringat pada tawaran Victoria yang sanggup memberikan apapun dengan satu syarat. Namun ia menggeleng tidak berniat menerima tawaran itu.

“kalian tunggu disini. Biar aku cari pinjaman.” Ucap Jonghyun kembali keluar dari rumah itu.

**

“ne. aku tunggu di base camp saja sambil membantu Yonghwa-oppa.” Ucap Taeyeon pada Kyuhyun melalui telepon.

“berdua saja? Jangan macam-macam!” ancam Kyuhyun.

“aigoo.. kau ini cemburuan sekali!” decak Taeyeon.

“aku cemburu karena mencintaimu, Taeng-ah!”

Taeyeon menghela napasnya menghadapi namjanya yang cerewet itu. “arasseo!” Taeyeon pun mengakhiri pembicaraannya dan meneruskan pekerjaannya membantu Yonghwa membereskan base camp sambil menunggu Kyuhyun pulang karena ia akan pulang bersama.

“Kyuhyun cemburu lagi?” tawa Yonghwa.

“begitulah. Sepertinya ia tidak memperbolehkanku dekat dengan namja lain selain dirinya!”

“itu artinya ia menyayangimu.”

“ya tapi kalau terlalu sering mengatur hidupku, aku juga merasa terkekang.”

Yonghwa tersenyum, “hal seperti itu akan kau mengerti jika kau tidak lagi mendapatkan perhatian darinya. Jadi, selama ia masih memperhatikanmu nikmati saja.”

“kenapa kau berbicara seperti itu?” heran Taeyeon.

“eobseo. Hanya mengingatkan.”

Taeyeon hanya mengerdikan bahunya dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Saat ia membereskan sebuah buku musik milik Yonghwa, selembar foto terjatuh dan Taeyeon segera memungutnya.

20110804_cnblue_0

“Jonghyun?” ucap Taeyeon, nama itu meluncur begitu saja dari organ lisannya.

Yonghwa mendengar ucapan Taeyeon dan menoleh, “kau mengenalnya?”

“ini…..bukannya ini Jonghyun, Minhyuk, dan Jungshin?” tanya Taeyeon yang masih tekejut dengan foto itu. “dan ini……kau?”

“ne. mereka teman bandku dulu di Busan. Lee Jungshin, ia berasal dari keluarga sederhana yang harmonis dan juga merupakan anak tunggal. Kang Minhyuk, ia mempunyai seorang yeodongsaeng yang sering sakit-sakitan. Dan Jonghyun..” Yonghwa menghentikan pembicaraannya.

“bagaimana Jonghyun?” tanya Taeyeon penasaran. Ia tidak pernah menyinggung tentang masalah keluarganya.

“Jonghyun ini seorang rich son undercover.”

“huh? Maksudmu?” Tanya Taeyeon lagi meminta penjelasan.

“ia anak dari golongan chaebol yang memiliki banyak perusahaan besar.”

“MWO???” kejut Taeyeon.

“tapi ia tidak pernah merasa bahagia dengan keadaan itu. Sejak kecil ia dibesarkan oleh para pelayannya dan hampir tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtuanya. Suatu hari ia berontak dan meninggalkan keluarganya karena ayahnya memintanya meneruskan perusahaan-perusahaan raksasa itu. Ia menolaknya karena ia membenci pekerjaan yang telah membuat ibunya pergi meninggalkannya.”

“pergi? Kemana?”

“ibunya mati bunuh diri karena merasa tertekan dengan kehidupan keluarga chaebol yang penuh aturan dan juga banyak hal-hal yang membuatnya depresi.” Penjelasan Yonghwa membuat Taeyeon merasa iba pada Jonghyun. “yang ia sukai hanya musik karena sewaktu ibunya masih hidup, ibunya sering mengajarinya bermain musik. Ia pergi dari keluarga itu tanpa membawa apapun sampai akhirnya ia bertemu denganku, Minhyuk dan Jungshin di Busan. Setelah ia pergi, ayahnya menyuruh orang-orang suruhannya untuk mencari Jonghyun. Begitu ia ditemukan di Busan, ia segera membawa kami ke Jinan. Dan ternyata disana cukup aman. Aku terpaksa meninggalkan mereka demi melanjutkan kuliahku disini. Oh ya, bagaimana ceritanya kau bisa mengenal mereka?”

Taeyeon pun menjelaskan awal pertemuannya dengan Jonghyun dan teman-temannya. “apa kau tidak tahu kalau mereka sekarang ada di Seoul?”

‘jeongmal??” kejut Yonghwa.

“ne. mereka bekerja di café ayahnya Victoria. Apa kau ingin menemui mereka?”

“tentu! Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka.” Sahut Yonghwa terdengar antusias. “apa kau bisa mengantarku kesana?”

“boleh saja. Tapi jangan hari ini. Aku ada janji dengan Kyuhyun-oppa.”

“baiklah. Hubungi aku kalau kau mau kesana.” Pinta Yonghwa yang dibalas anggukan Taeyeon.

Mereka berdua kembali meneruskan pekerjaannya hingga akhirnya Kyuhyun datang menjemput Taeyeon dan membawanya ke rumahnya.

Ini pertama kalinya Taeyeon mengunjungi rumah Kyuhyun. Ia ragu-ragu memasuki rumah itu karena takut orangtua Kyuhyun tidak menyukainya. Namun beruntung ternyata orangtua Kyuhyun menyambutnya dengan baik.

Kyuhyun mengajak Taeyeon ke kamarnya agar bisa mengobrol dengan leluasa. Taeyeon mengedarkan pandangannya memperhatikan kamar Kyuhyun yang sangat luas.

Taeyeon duduk di sofa dan Kyuhyun duduk disebelahnya. Mereka menonton tv bersama sambil mengobrol.

“oppa, mian belakangan ini aku tidak memberitahumu kalau aku sering menemui Jonghyun untuk belajar gitar.”

“Jonghyun? Nugu?”tanya Kyuhyun merasa asing dengan nama itu.

“teman Yonghwa-oppa.”

“kenapa kau tidak memintaku mengajarimu saja? Kenapa harus orang lain?” heran Kyuhyun.

Taeyeon mendengus, “kemampuan bermain gitarmu itu pas-pasan. Aku tidak mau mendapat nilai jelek!”

“dasar!” Kyuhyun mengacak rambut Taeyeon gemas. “baiklah aku ijinkan asal jangan macam-macam di belakangku, ara!”

“ne, tuan Cho!”

Kyuhyun membaringkan dirinya di pangkuan Taeyeon dan menatap yeojanya itu. Sementara Taeyeon mengelus rambut Kyuhyun dengan lembut sambil terus fokus menonton tv.

“Taeng-ah..”

“hm?”

“halmoni sakit.”

“mwo??” ucapan Kyuhyun membuatnya menundukan kepalanya menatap Kyuhyun yang berada di pangkuannya. “sejak kapan??”

“sehari setelah kita kembali dari Jinan, halmoni masuk rumah sakit dan di rawat beberapa hari.”

“kenapa kau baru mengatakannya sekarang??”

“aku juga baru tahu tadi malam.” Jawab Kyuhyun. “tapi eomma bilang kesehatannya sudah membaik dan sudah keluar dari rumah sakit.”

“syukurlah.” Sahut Taeyeon lega.

Kyuhyun bangun dari posisinya dan duduk menghadap Taeyeon. “Taeyeon-ah..”

“hm?”

Kyuhyun menghela napasnya sebelum akhirnya berbicara, “halmoni menginginkanmu untuk jadi cucunya.” Ucap Kyuhyun serius.

“eh?? Maksudmu??”

“bagaimana kalau kita menikah?” ucap Kyuhyun menatapnya dalam. Taeyeon terkejut dengan ucapan Kyuhyun namun ia tidak bisa berkata-kata. “bagaimana? Kau mau, kan?”

Taeyeon masih terdiam dan berusaha menghindari tatapan Kyuhyun yang sangat serius tidak seperti biasanya “eottokke?” tanya Kyuhyun lagi menunggu jawaban Taeyeon. “aku hitung sampai 10 kalau kau tidak menjawab, aku akan menciumimu puluhan kali tanpa ampun.” Ancam Kyuhyun.

“il…i..sam..” Kyuhyun mulai berhitung namun Taeyeon masih menolak menatapnya dan tetap diam.

“sa…o…yuk…” Kyuhyun semakin mendekatkan dirinya dengan Taeyeon sementara Taeyeon terus diam.

“chil…pal…gu..” hitungan ke sembilan Kyuhyun hampir mencium Taeyeon sebelum akhirnya Taeyeon berkata.

“baiklah.” Jawab Taeyeon pelan tanpa menatap Kyuhyun.

Kyuhyun mengerjapkan matanya, “apa? Aku tidak mendengarnya.”

“baiklah.” Ucap Taeyeon masih pelan dan tidak menatap Kyuhyun.

“apa?”

“aku bilang baiklah aku mau!!” jawab Taeyeon sedikit meninggikan suaranya karena kesal dengan Kyuhyun yang pura-pura tidak mendengarnya.

Kyuhyun tersenyum puas dan ia kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon namun Taeyeon segera menahannya.

“ya! Mwohaneungoya?”

“aku ingin melakukan apa yang pasangan lain lakukan.” CHU~ Kyuhyun segera mencium bibir Taeyeon. Keduanya memejamkan mata dan mulai menikmati(?) ciuman itu lebih dalam.

**

“aku akan memberikan uang itu asal kau kembali ke keluarga ini, Lee Jonghyun.” Ucap seorang pria paruh baya.

‘aboji! Aku mohon. Aku sangat membutuhkan uang itu untuk membantu temanku.”

“kau tahu aku tidak pernah memberikan uangku pada siapapun secara cuma-cuma. Jika kau menginginkan uang itu, harus ada timbal baliknya.”

Jonghyun yang sudah lelah memohon pada ayahnya itu, nekat berlutut dihadapannya. Hal itu membuat ayahnya dan juga beberapa pelayan serta pengawalnya terkejut. “jebal. Aku sangat membutuhkan uang itu dan ijinkan aku memutuskan jalanku sendiri di jalan ini.” Ucap Jonghyun menundukan kepalanya memohon.

Ayahnya menghela napasnya sebelum akhirnya membuat keputusan, “baiklah. Aku akan memberikan uang itu dan aku mengijinkanmu memilih jalan hidupmu sendiri. Tapi ada syaratnya. Jika kau mampu sukses dengan bandmu dalam waktu 3 bulan dan menunjukannya pada seluruh publik Korea, kau boleh meneruskan jalanmu. Tapi kalau tidak, kau harus kembali.”

Jonghyun terdiam sejenak. Ia merasa kesal dengan sikap ayahnya. Namun ia teringat kembali dengan kondisi adik Minhyuk. “baiklah. Aku akan buktikan dalam 3 bulan aku akan dikenal dan jika aku tidak mampu melakukannya, aku akan kembali padamu.”

Ayah Jonghyun tersenyum puas sebelum akhirnya ia menyuruh asistennya mempersiapkan sejumlah uang untuk Jonghyun.

**

Taeyeon kembali menemui Jonghyun untuk belajar gitar. Awalnya mereka agak canggung karena kejadian beberapa hari yang lalu di rumah Jonghyun.

“kenapa kau tidak berterus terang?” tanya Taeyeon di sela-sela latihannya.

“hm? Maksudmu?” bingung Jonghyun.

“namja yang waktu itu datang kesini dan menamparmu, dia ayahmu kan?”

“ah? Mm…itu…” Jonghyun gelagapan.

“aku sudah tahu semuanya dari Yonghwa-oppa.”

“Yonghwa?!” kejut Jonghyun. “kau mengenalnya??”

“ne. ia seniorku di kampus. Dan kemarin aku tidak sengaja menemukan foto kalian berempat.” Jawab Taeyeon. “kenapa kau membohongiku? Kukira kita teman.” tanya Taeyeon sedikit kecewa.

Jonghyun menatapnya dengan penuh penyesalan, “mianhae. Aku hanya merasa kau tidak perlu mengetahui kehidupanku yang kacau itu. Aku sudah cukup senang walaupun harus hidup seperti sekarang ini.”

“baiklah. Aku mengerti.” Sahut Taeyeon tersenyum. “Yonghwa-oppa ingin menemui kalian. Apa besok kalian ada jadwal di café Victoria?”

**

“NU ABO? Jadi ini café Victoria?” tanya Yonghwa. “sepertinya bukan café untuk orang biasa.”

Taeyeon mengajaknya untuk menemui ketiga teman lamanya itu.

Suara dentuman drum dan alat musik lainnya segera memekakan telinga Yonghwa dan Taeyeon begitu mereka masuk. Yonghwa tersenyum senang melihat Jonghyun, Minhyuk, dan Jungshin yang tengah beraksi di panggung itu.

“hyung!!” seru Minhyuk memeluk Yonghwa setelah menyelesaikan penampilannya dan diikuti Jonghyun dan Jungshin.

“permainan drummu semakin baik.” Puji Yonghwa. “kau juga, maknae! Kau semakin keren saja!” tawa Yonghwa.

Mereka terus mengobrol dan dari jauh tampak Victoria tersenyum melihat mereka berlima.

“sepertinya sekarang waktu yang tepat.” Gumam Victoria.

Tanpa terasa waktu semakin larut. Yonghwa pulang lebih dahulu, sedangkan Taeyeon menunggu Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin karena mereka berjanji akan mengantar Taeyeon pulang.

“Taeyeon?!” seru Victoria yang tiba-tiba menghampiri mereka berempat.

“oh, Vic. Annyeong!” sapa Taeyeon.

“kau datang sendiri kesini?”

“aniyo. Aku kesini dengan Yonghwa-oppa tapi ia sudah pulang.” Jawab Taeyeon.

“oh, begitu?” Victoria mengalihkan pandangannya pada Minhyuk dan Jungshin. “kalian berdua bisa ikut aku sebentar? Ayahku ingin bicara dengan kalian.”

“ada masalah apa?” tanya Jonghyun heran hanya Minhyuk dan Jungshin yang dipanggil.

“bukan apa-apa. Hanya mengatur jadwal kalian. Kau tunggu disini saja temani Taeyeon. Aku akan segera kembali. Nanti aku minta pelayan menambahkan minumannya.” Victoria pun pergi dengan Minhyuk dan Jungshin.

Tidak lama setelah itu, seorang pelayan menghampiri mereka dan meletakkan minumannya. Taeyeon dan Jonghyun segera meminum minuman itu.

Setelah beberapa menit, Taeyeon merasakan hal aneh pada dirinya. Ia merasa pusing dan pandangannya berkunang-kunang.

“Taeyeon, waegeurae?” tanya Jonghyun melihat Taeyeon yang memegangi kepalanya.

Taeyeon tidak menjawab dan sedetik kemudian ia jatuh pingsan.

“Taeyeon-ssi!” cemas Jonghyun mengguncang tubuh Taeyeon. Namun tidak lama kemudian ia merasakan hal yang sama dengan Taeyeon dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.

3 orang namja berbadan kekar menghampiri Jonghyun dan Taeyeon yang tidak sadarkan diri. Mereka segera mengangkat tubuh keduanya keluar dari café itu. Mereka membawa Jonghyun dan Taeyeon ke sebuah kamar hotel mewah yang telah di sewa Victoria.

“mereka sudah sampai?” tanya Victoria pada salah satu namja itu lewat telepon. “bagus. Aku segera kesana.” Victoria menutup teleponnya dan menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya. Minhyuk dan Jungshin yang masih bersamanya saling menatap bingung. “kalian turun disini.”

“MWO??” kejut kedua namja itu sambil turun dari mobil Victoria. “tapi….kau bilang ayahmu ingin menemui kita?”

“kalian naik taxi saja. Aku ada urusan.” Setelah memberikan sejumlah uang, Victoria pun pergi.

“kenapa kita selalu berakhir seperti ini?” keluh Minhyuk.

Victoria tiba di hotel itu dan ia tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya.

Ia menyuruh seorang anak buahnya untuk melepaskan baju Jonghyun dan membaringkannya di tempat tidur. Setelah itu ia menyuruhnya keluar. Ia mendekati Taeyeon dan menyentuh wajahnya.

“sebentar lagi hubunganmu dengan Kyuhyun akan berakhir, Kim Taeyeon!” ucap Victoria menyeringai.

Ia membuka baju Taeyeon dan membaringkannya disamping Jonghyun. Ia menutupi tubuh keduanya dengan selimut hingga sebatas dada. Victoria mengambil kameranya dan memposisikan Taeyeon tidur di dada Jonghyun yang topless dan memeluknya.

Klik!

Ia memotret Taeyeon dan Jonghyun dari berbagai sisi.

“welcome to my game!” gumam Victoria tersenyum puas.

To be Continue..

Panjang banget ya ni ff? sampe 3520 kata!

budayakan RCL ya! 😀 Dan ikuti event thanks give away (keterangan bisa dilihat di postingan sebelumnya)

Ashiya Says, “QUIZ, guys! QUIZ!!”

Annyeong, reader! 😀

Author tiba-tiba nongol lagi di postingan ke-100 ini buat bagi-bagi hadiah nih! *what??? horeeeee!!!* #heboh sendiri -.-

Yaaa…anggap aja sebagai ucapan terima kasih author buat reader yang setia(?) ngikutin perkembangan blog ini.^^

Author tahu hadiahnya ga seberapa kalo dibanding sama kesetiaan(???) reader untuk baca, komen, like, rate, promote blog ini dan juga penghargaan kalian atas tulisan-tulisan author.

Reader : “hadiahnya apa sih, thor?”

Ngomongin hadiah, author ga bisa ngasih banyak. Author cuma bisa bagiin 2 (dua) buah DVD Korea untuk 1 (satu) orang reader beruntung yang bisa jawab pertanyaan author dengan tepat.

Reader : “DVD apa, thor?”

Sebenernya tadinya author mau bagiin DVD  konser JYJ di Tokyo Dome, tapi author ga rela(?) ngelepasin ntu kaset. kekekeke..

Setelah di pertimbangin, melihat reader yang kebanyakan (bahkan mungkin hampir semua) adalah fansnya Taeyeon, jadi author mau ngeluarin DVD Salamander Guru and The Gang aja. Mungkin kalian udah nonton drama ini dan Taeyeon juga cuma muncul sebagai cameo. Tapi di drama ini banyak juga bintang-bintang K-POP lainnya. Peran utamanya aja Minho SHINee. 😀 Selain Taeyeon dan Minho, nanti juga ada Leeteuk, Taemin, IU, dan lain-lain. Semoga reader ga kecewa dan tertarik dengan quiz perdana ini.^^.

Reader : “thor, katanya ada 2, satunya lagi apa?”

Satunya lagi, masih dari SNSD. Hadiahnya adalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah……………………….DVD Japan Album SNSD ‘Girls and Peace’!!!!

Author agak berat lepas tu DVD tapi gak pa-pa deh. Author jadiin hadiah buat reader.^^

Well, cuma itu yang bisa author kasih. Tapi kalo ada kesempatan lain, author bakal bagi-bagi hadiah lagi lain waktu.^^ semua hadiah itu milik  author pribadi dan baru sekali pake (sebenernya Salamader Guru 2 kali sih. hehe..). Ingat, satu pemenang dapet 2 DVD sekaligus!

Reader : “cara dapetinnya gimana, thor?”

Kalian cukup jawab pertanyaan author di bawah ini, masih seputar FF di blog ini :

1. “tidak bisakah kau sedikit lebih peka?”. Apa nama judul FF dari kutipan ini?

2. Sebutkan 4 cast di FF itu beserta nama dan grup mereka selengkap-lengkapnya!

Tulis jawaban kalian di kotak komentar dan sertakan juga nama facebook atau twitter kalian biar kalo menang author gampang ngehubunginnya. Quiz ini akan ditutup tepat di hari ulang tahun Taeyeon. 9 Maret 2013, jam 19.00 WIB.

Reader yang jawabannya tepat akan author pilih dan keaktifannya muncul di blog ini juga jadi bahan pertimbangan author buat cari pemenangnya. Jadi, para silent reader tentu saja gak bakal dapet kesempatan ini. Cukup adil, kan?^^

Pemenang akan langsung author hubungi dan juga akan author umumkan di facebook author atau mungkin di blog ini juga.

Hati-hati penipuan, pemenang tidak dipungut biaya apapun. Biaya pengiriman author yang tanggung *aiiihhh…author bae banget!! #haha..muji diri sendiri! xD

Okay, segitu aja bagi-bagi hadiahnya. Mian ya cuma gitu doank hadiahnya.

Author ngilang lagi bentar ya. Mau ngumpulin buat ongkos kirim *PLAKK!!

Annyeong~!^^/

P.s : this quiz for Indonesian only!

Penampakan(?) hadiahnya:

ashiya19.wordpress.com

ashiya19.wordpress.com

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 5

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia
Chapter 5 ini lebih panjang dari biasanya. Jadi sorry kalo agak membosankan. :3

-Previous Chapter-

Kyuhyun dan Victoria tiba didepan sebuah rumah besar. Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung kenapa Victoria malah membawanya ke tempat asing itu.

“emm.. Vic.. ini…”

“oppa, ayo masuk dulu ke rumahku!” sahut Victoria.

“eh? Kenapa kau membawaku kesini? Bukannya sudah ku bilang aku harus pulang ke rumahku?”

“sekali-kali mampir tidak apa-apa, kan?” jawab Victoria menyeret Kyuhyun memasuki rumahnya. Namun Kyuhyun menahannya menolak ajakan Victoria dan melepaskan tangan Victoria yang mencengkram tangannya.

“mian, Vic. Aku harus pulang.” Kyuhyun pun cepat-cepat pergi dari tempat itu.

“kau mengabaikanku?” gumam Victoria. “lihat saja nanti. Kau akan bertekuk lutut di hadapanku.” Victoria menunjukan evil smirknya sebelum akhirnya ia melenggang masuk kedalam rumahnya.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 5-

“MWO???” kejut Sungmin, Donghae, dan Eunhyuk ketika mendengar cerita Kyuhyun tentang Victoria beberapa hari lalu saat yeoja itu menaikan resleting celananya dan juga saat membawanya ke rumahnya.

“untung kau bukan namja seperti dia.” Donghae menunjuk Eunhyuk. “bisa-bisa Victoria tidak bisa ke kampus selama seminggu.”

“ya, hyung! Apa maksudmu??” sembur Eunhyuk yang merasa tersinggung dengan kata-kata Donghae.

“wajar saja Donghae membandingkannya denganmu. Kau itu kan rajanya yadong.” Ucap Sungmin.

“walaupun aku gemar nonton yadong, tapi kalau harus berhadapan dengan yeoja seperti itu lututku bisa gemetar.” Sahut Eunhyuk membuat ketiga temannya tertawa. “tipeku itu yeoja manis dan baik-baik. Misalnya Geunyoung, Juniel, Gyuri, atau…..Taeyeon?”

“ya! Kenapa kau menyebut yeojaku?!” sembur Kyuhyun.

“wae? Aku hanya memberi contoh. Tidak boleh?”

“tentu saja tidak boleh!!” sahut Kyuhyun.

“dasar namja posesif!” umpat Eunhyuk pelan. “toh aku hanya mencontohkan, bukan memacarinya.”

“ya! Mworago!?” Kyuhyun menatap tajam Eunhyuk. Ternyata telinga Kyuhyun cukup tajam untuk mendengar ucapan Eunhyuk. Eunhyuk segera lari sebelum Kyuhyun mengeluarkan tanduknya. -.-

**

“penampilan kalian sangat bagus. Tamu-tamu banyak yang menyukai penampilan kalian.” Ucap manager café pada Jonghyun dan teman-temannya. “jangan lupa besok kalian harus kembali kesini dan menandatangani kontraknya.”

“ne. kamsahamnida!” ucap Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin dengan wajah berseri.

“syukurlah penampilan kita tidak mengecewakan.” Ucap Jungshin setelah manager café itu pergi.

“benar. Tapi sekarang kita akan berhadapan dengan masalah baru.” Jawab Jonghyun. “kita akan  tinggal dimana?”

“hyung, aku masih punya sedikit tabungan. Mungkin cukup untuk beberapa hari.” Kata Minhyuk.

“tapi uang itu bukannya untuk membayar pengobatan adikmu?” sahut Jonghyun tidak enak hati.

“gwaenchana, hyung. Aku sudah menyisakannya.”

“benarkah? Mian, aku tidak bisa banyak membantu. Biaya kesini pun Jungshin yang membayarnya.” Jonghyun menundukkan kepalanya merasa tidak berguna.

“sudahlah. Toh kita sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan itu. Sekarang kita hanya perlu bekerja lebih keras supaya orang-orang menyukai penampilan kita.” Jungshin menepuk pundak Jonghyun menyemangatinya. “oh ya, apakah orang-orang itu masih mencarimu?”

“ne. kemarin mereka mencariku tapi beruntung aku berhasil lolos.” Jawab Jonghyun.

“semoga masalahmu itu cepat selesai.” Ucap Minhyuk menunjukan perhatiannya. “tapi apa tidak sebaiknya kau kembali dan…”

“aniya.” Ucap Jonghyun tegas. “susah payah aku membuat keputusan ini.”

“baiklah.” Minhyuk menghela napasnya. “sekarang kita harus mencari penginapan murah sebelum kemalaman.”

**

Base camp SuGen tampak lengang dan disana hanya terdapat 3 anggota baru yang sibuk mengarang lagu. Jaejin, Hoya, dan Juniel.

“…jadi di bagian intro di masukkan nada aransemen latin seperti ini..” Jaejin menjelaskan idenya pada temannya itu.

“wah, kau benar-benar jenius!” puji Juniel.

“hehe.. bukan apa-apa. Ini juga hasil kerja keras kita bersama.” Jawab Jaejin.

“hebat juga kau bisa berpikiran kesitu. Musik kita akan berbeda dengan yang lain.” Puji Hoya.

Jaejin tersenyum puas mendengar pujian kedua temannya itu. Ia mengangkat tangan kirinya melihat jamnya. “sudah sore. Junhee-ya (nama asli Juniel) kau pulang denganku ya.”

“hm? Tapi…Hoya sudah mengajakku lebih dulu.” Bingung Juniel.

“benarkah?” tanya Jaejin sedikit kecewa. “kalau begitu, aku duluan. Annyeong!” Jaejin pun pergi meninggalkan Hoya dan Juniel yang tengah membereskan alat musik mereka.

“sepertinya ia menyukaimu.” Ucap Hoya dengan serius tanpa menatap Juniel sambil membereskan barang-barangnya.

“hm? Nugu?” bingung Juniel berbalik menatapnya.

“Jaejin. Apa kau tidak tahu ia seringkali memperhatikanmu?”

“jinjjayo?” tanya Juniel tersenyum.

“ya! Kenapa kau tersenyum seperti itu?”

“a..aniyo.” jawab Juniel tergagap. Senyum itu tidak juga lepas di wajahnya dan Hoya melihatnya. Ia menatap Juniel dengan dingin dan tampak kecewa.

**

Setelah pulang kuliah, Victoria mengajak Taeyeon dan Seungri pulang bersama. Saat dalam perjalanan, ponsel Victoria berdering.

“yoboseyo? Appa?” seru Victoria bersemangat mendapat telepon dari ayahnya. “jadi mereka sudah datang?” tanya Victoria pada ayahnya. “baguslah. Ne, aku akan kesana sekarang.” Victoria mengakhiri pembicaraan itu dan berbalik pada Taeyeon dan Seungri. “hey, kalian mau ikut ke café appaku? Disana ada grup band baru dan kudengar mereka sangat bagus!”

“jinjja??!” seru Seungri yang sangat menyukai band. “ne, kami ikut! Benar, kan noona?”

“eh? Tapi..” ragu Taeyeon hendak menolak ajakan Victoria namun melihat Seungri yang begitu antusias ia jadi tidak bisa menolaknya. “hmmm…baiklah.” Jawab Taeyeon akhirnya.

“ajussi, kita ke café appa dulu.” Suruh Victoria pada sopir pribadinya.

“tapi..kita akan mendapat makan dan minum gratis, kan? Hehe…” tanya Seungri cengengesan membuat Victoria tertawa.

“tentu saja. Pesan apa saja apa yang kalian suka.”

Beberapa menit kemudian mereka bertiga tiba di café itu dan Victoria segera membawa Taeyeon dan Seungri masuk.

“appa!” Victoria memanggil ayahnya dan memeluknya dengan hangat.

“ah rupanya kau sudah datang.” Ucap ayahnya.

“ne. aku juga membawa teman-temanku. Taeyeon dan Seungri.” Victoria mengenalkan Taeyeon dan Seungri pada ayahnya.

“annyeong haseyo~” Taeyeon dan Seungri membungkukan badannya dengan hormat.

“oh ya, mana grup band itu? Aku penasaran sekali.” tanya Victoria.

“mereka sedang istirahat, tapi sebentar lagi mereka akan naik. Kalian duduk saja dulu.” Jawab ayah Victoria.

Mereka bertiga akhirnya mencari tempat duduk yang dekat dengan panggung.

“aku sudah tidak sabar melihat pertunjukan mereka. Aku pernah melihat mereka sebelumnya di Jinan.” Ucap Victoria antusias.

“kau pernah tinggal di Jinan?” tanya Taeyeon.

“bukan. Waktu itu aku ikut ayahku menemui relasi bisnisnya.”

“noona, harga makanan disini kenapa mahal-mahal sekali?” tanya Seungri membaca daftar menu.

“haha.. memang sedikit mahal karena café ini untuk kalangan atas dan menunya disajikan oleh para chef profesional.” Jawab Victoria. “tapi kali ini kau tidak perlu membayarnya. Aku akan memberikannya secara gratis. Pesan saja yang kalian mau.”

“waaah.. gomawo!!” seru Seungri dan Taeyeon bersamaan dan segera memilih-milih menunya.

Tidak lama kemudian, 3 namja keluar dari backstage dan mulai mengambil alat musiknya masing-masing yang sudah disediakan diatas panggung.

Suara tepuk tangan yang menyambut mereka membuat Taeyeon yang semula masih menunduk membaca daftar menu, mendongakkan wajahnya melihat keatas panggung itu. Sesaat kemudian ia membelalakan matanya melihat 3 orang itu.

“Jonghyun..?” gumam Taeyeon tidak mempercayai pandangannya.

“Kau mengenalnya?” tanya Victoria mendengar gumaman Taeyeon.

“ne. aku pernah berkenalan dengannya beberapa waktu lalu.” Jawab Taeyeon tanpa mengalihkan tatapannya dari Jonghyun.

Victoria hanya menjawab ‘oh’ dan kembali memperhatikan grup band itu.

Saat akan mulai menyapa pengunjung café itu, tanpa sengaja Jonghyun melihat kearah Taeyeon dan ia sedikit terkejut. “Taeyeon?” pikir Jonghyun. Tanpa sadar ia menyunggingkan senyumnya dan Taeyeon membalas senyuman Jonghyun dengan gugup.

“noona, ia tersenyum padamu!” seru Seungri.

“ehm!” Jonghyun berdeham. “selamat malam. Kami CNBLUE. Kali ini kami akan membawakan sebuah lagu baru, Love Light. Lagu ini ciptaanku sendiri yang terinspirasi dari seorang yeoja yang datang ke dalam hidupku dan berhasil membuatku jatuh hati.” pengakuan Jonghyun membuat para tamu café itu berseru. “dan aku berharap yeoja itu merasakan hal yang sama denganku.” Jonghyun melirik Taeyeon dan kembali tersenyum sebelum akhirnya ia memainkan gitarnya.

“geudael bomyeon eolguri ppalgaejigo geudael bomyeon gaseumi dugeundugeun
aicheoreom sujupgiman hago
geudael bomyeon gwaensiri useumi na babocheoreom jakkuman geurae
ama naege sarangi on geonga bwa”

(when I look at you my face gets red when I see you my heart goes thump thump
I talk with shyness like a kid
when I look at you I just smile out of nowhere like a fool I keep doing that
I think love came to me)

Jonghyun terus menyanyikan lagu itu hingga selesai sambil sesekali melirik Taeyeon. Setelah lagu selesai, saat mereka turun dari panggung pemilik café itu yang juga merupakan ayah Victoria, meminta Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin untuk menyapa Victoria dan teman-temannya.

“hi!” sapa Vicctoria menjabat tangan mereka satu persatu. “aku Victoria. Ini temanku Seungri dan…”

“Taeyeon.” Potong Jonghyun.

“ah, sepertinya kalian sudah saling kenal?” tanya Victoria yang di balas anggukan Jonghyun. “baguslah.”

“Minhyuk-ssi, permainan drum’mu benar-benar bagus!” puji Seungri yang memiliki ketertatikan dengan drum.

“gomawo.” Jawab Minhyuk tersenyum.

Mereka akhirnya berbincang dan Victoria memperhatikan Jonghyun yang mengobrol dengan Taeyeon. Dan ia menemukan sesuatu yang lain dari cara Jonghyun menatap Taeyeon.

“sepertinya ia menyukainya. Apa lagu itu memang untuk Taeyeon?” batin Victoria. Sedetik kemudian ia tersenyum menyeringai. “kesempatan bagus.”

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Dan mereka akan segera bergegas pulang karena Seungri yang sudah mabuk terlalu banyak minum soju.

“Jonghyun-ssi, bisa kau antar Taeyeon pulang? Aku harus mengantar Seungri. Ia sudah mabuk berat.”

“tentu.” Jawab Jonghyun.

“tapi…apa tidak merepotkan?” ucap Taeyeon tidak enak.

“gwaenchana. Tidak mungkin aku membiarkanmu pulang sendirian malam-malam begini.”

“baiklah. Gomawoyo.” Taeyeon dan Jonghyun pun akhirnya keluar dari café itu meninggalkan Victoria yang masih memegangi Seungri. Setelah Taeyeon dan Jonghyun hilang dari pandangannya, ia melemparkan(?) Seungri pada Minhyuk dan Jungshin hingga membuat mereka terkejut.

ashiya19.wordpress.com

“kalian antar pulang anak ini.” Ucap Victoria memberikan beberapa lembar won dan berlalu meninggalkan mereka bertiga

**

Yesung sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya. Saat berjalan melewati sebuah taman, matanya tertuju pada pasangan yang berciuman. Ia mengenal namja itu tapi tidak dengan yeojanya.

“jadi dia mempermainkan Geunyoung?” gumam Yesung mengepalkan tangannya sambil menatap tajam pasangan itu. Ia mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka.

435

Setelah itu ia segera kembali berjalan ke rumahnya. Sesampainya di rumah, ia menemukan Taeyeon dan Geunyoung yang mampir ke rumahnya. Tanpa pikir panjang, ia menghampiri Geunyoung.

“oppa, waegeurae?” bingung Taeyeon melihat ekspresi kesal Yesung.

“Geunyoung-ssi, sebaiknya kau jauhi namjamu itu sebelum kau sakit hati! Ia telah mempermainkanmu dengan yeoja lain.”

“hm?” bingung Geunyoung tidak mengerti dengan ucapan Yesung. “namja? Maksudmu siapa?”

“namja yang kemarin datang kesini menemanimu. Song Joongki.” Yesung mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto Joongki yang berciuman itu. “lihat ini. Ia mengkhianatimu.”

Geunyoung membelalakan matanya dan merebut ponsel itu. Taeyeon pun ikut melihat foto itu.

“ommo!!” seru Taeyeon membelalakan matanya. “Geunyoung-ah…” Taeyeon berbalik menatap Geunyoung. Namun yang ditatapnya malah senyum-senyum. “eh? Kenapa kau malah tersenyum?”

Geunyoung terkekeh melihat keterkejutan kakak adik itu. “apa kalian mengira aku ini yeojanya Joongki-oppa?” tanya Geunyoung menatap mereka satu persatu. “ia bukan namjaku.”

“eh??”

“yeoja ini kakakku. Moon Chaewon. Mereka sudah bertunangan dan Chaewon-eonni menitipkanku pada Joongki-oppa karena ia sering bepergian keluar kota. Dan juga Joongki-oppa tertarik untuk meneruskan sekolahnya di jurusan yang sama denganku jadi ya….seperti sekarang ini.” Jelas Geunyoung.

“geuraesseo?” ucap Yesung dan Taeyeon bersamaan. Geunyoung mengangguk.

“sudah malam. Aku harus pulang.” Pamit Geunyoung.

“kenapa buru-buru?” tanya Taeyeon.

“aku ingin menemui eonniku. Sudah sebulan aku tidak bertemu dengannya.”

“aku antar ya.” Yesung berinisiatif mengantarnya pulang.

“hmmm… sepertinya oppaku yang menyeramkan ini menyukai temanku yang manis ini.” Goda Taeyeon.

“YA!!” bentak Yesung membuat Taeyeon tertawa. Sedangkan Geunyoung memerah mendengar ucapan Taeyeon.

Begitu Yesung dan Geunyoung pergi, Taeyeon beranjak ke kamarnya. Saat ia akan membaringkan dirinya, ponselnya berdering. Kyuhyun menelponnya.

“oppa?”

“Taeng, bisa keluar sebentar? Aku menunggumu dibawah.”

“eh?” kejut Taeyeon segera menghampiri jendela kamarnya dan ia melihat Kyuhyun melambaikan tangannya di bawah. Taeyeon menutup teleponnya dan segera turun menghampiri Kyuhyun. “ada apa malam-malam datang kesini?” heran Taeyeon.

“bogoshipooooo~” ucap Kyuhyun dengan nada aegyonya membuat Taeyeon bergidik geli.

Taeyeon membawa Kyuhyun duduk di ayunan yang berada di halaman rumahnya. “aku merindukan nenekmu.” Ucap Taeyeon sambil menyandarkan kepalanya  di bahu Kyuhyun.

“kau ingin mengunjunginya?” tanya Kyuhyun membuat Taeyeon menoleh.

“tentu! Apa kau akan mengajakku kesana? Eonje?”

“mm… mungkin bulan depan. Aku sedang sibuk dengan kegiatanku.”

“baiklah. Jangan lupa mengajakku.”

“tentu.” Jawab Kyuhyun mengecup puncak kepala Taeyeon dan menikmati suasana malam itu.

**

“tugas akhir bulan ini kalian akan ditugaskan memainkan sebuah lagu dengan alat musik yang kalian dapatkan melalui undian.” Dosen itu mengajar di kelas Taeyeon. Ia menunjukan sebuah gelas berisi potongan kertas kecil yang tergulung rapi. “disini ada berbagai alat musik tradisional dan modern. Kalian akan mengambil satu orang satu. Dan pelajari alat musik itu selama sebulan!”

Satu persatu mereka mengambil gulungan kertas itu.

“Wookie, kau memainkan apa?” tanya Taeyeon.

“piano.” Ucap Ryeowook dengan lesu.

“kenapa kau tampak tidak bersemangat? Bukannya kau sangat mahir dalam bermain piano?”

“itulah masalahnya. Aku ingin mempelajari alat musik lain.” Jawab Ryeowook. “kalau kau?”

“gitar. Aku pernah memainkannya tapi itu sudah lama. Aku tidak tahu apa aku bisa melakukannya.”

“kau pasti bisa! Fighting!” Ryeowook menyemangati Taeyeon.

Taeyeon mengangguk, “neodo. Fighting!”

**

“mian aku tidak bisa ikut menemanimu mencari buku-buku itu.” Ucap Kyuhyun.

“gwaenchana. Kerjakan saja tugas-tugasmu itu.” Jawab Taeyeon tersenyum. “kalau begitu aku pergi dulu.” Taeyeon mengecup pipi kanan Kyuhyun sebelum pergi.

“ne. hati-hati.” Ucap Kyuhyun membukakan pintu taxi untuk Taeyeon.

Dan dari jauh, Victoria memperhatikan mereka dengan tatapan tajam.

127953_original

“sekarang kalian bisa bermesra-mesraan tapi tunggu aku memulai permainanku.” Gumam Victoria menyeringai.

**

Taeyeon tiba di book store dan segera mencari buku yang ia perlukan. Ia berjalan ke barisan buku-buku musik mencari buku tentang gitar.

“ah, ketemu!” seru Taeyeon.

Namun begitu ia akan mengambil buku itu, seseorang juga hendak mengambilnya. Taeyeon menoleh dan ternyata, “Jonghyun-ssi?”

“oh, Taeyeon?!” ucap Jonghyun. “kau mencari buku gitar ini?”

“ne. aku mendapat tugas untuk mempelajari gitar. Biaya kursus cukup mahal jadi kuputuskan untuk mempelajarinya sendiri saja.”

“jinjja? Kalau begitu kenapa kau tidak belajar denganku saja? Kau lupa aku ini seorang gitaris?”

“ah, benar juga!” seru Taeyeon. “tapi…apa kau mau mengajariku?”

“kenapa tidak?”

“hmm..biayanya?”

Jonghyun tertawa mendengar pertanyaan Taeyeon, “gratis, nona Kim!”

“benarkah??” Jonghyun mengangguk. “apa sekarang kau ada waktu luang? Bisa ajari aku dari sekarang saja?”

“geurae. Kita belajar di tempatku saja.”

“ne! gomawo.” Ucap Taeyeon.

Taeyeon dan Jonghyun pun akhirnya pergi dari toko buku itu menuju tempat tinggal Jonghyun. Sesampainya disana, ternyata Jonghyun tinggal di sebuah rumah kecil yang tampak kumuh. Begitu Taeyeon masuk rumah itu, ia segera di suguhi ruangan yang berantakan. Jonghyun melihat boxer Minhyuk yang tergeletak sembarangan di lantai. Ia segera menendang boxer itu dan membuat Taeyeon tertawa.

“mian, tempatnya berantakan.”

“gwaenchana.” Jawab Taeyeon. “bukannya kau tinggal dengan Minhyuk dan Jungshin? Kemana mereka?”

“mereka sedang bekerja paruh waktu.” Jawab Jonghyun sambil membereskan barang-barang yang berantakan.

“jadi kalian bekerja paruh waktu juga?” kejut Taeyeon.

“ne. jika tidak begitu kita akan kelaparan.” Jawab Jonghyun tertawa kecil. “dan juga tempat ini kami harus menyewanya.”

“ia dan teman-temannya benar-benar ingin mengejar mimpi mereka hingga berbuat seperti ini.” Batin Taeyeon memandangi Jonghyun.

“waegeurae? Apa ada aneh di wajahku?”

“ah? Oh..ani.” gugup Taeyeon.

“nah, sekarang kita bisa memulainya.” Jonghyun mengambil gitarnya dan memberikannya pada Taeyeon. Mereka duduk dilantai. “kita mulai dari dasar, kunci C. pastikan jari-jarimu tidak kaku.” Jonghyun memulai instruksinya dan Taeyeon mengikutinya. “bukan seperti itu. Letakkan jari telunjukmu di string nomor 2..”

Karena kesulitan mengajari sambil duduk berhadapan, akhirnya Jonghyun beralih ke belakang Taeyeon dan menuntun tangan Taeyeon. Posisi itu membuatnya seperti memeluk dari belakang.

i3
(bayangin aja ini Taeng sama Jonghyun #maksa! kkkk)

Jantung Taeyeon berdebar saat Jonghyun melakukannya. “kenapa jantungku deg-degan begini?” batin Taeyeon.

To be continue….

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 4

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

“aku bingung harus memanggil kalian eonni atau saeng.” Ucap seorang anggota baru pada Taeyeon dan Sunny. “aku memang junior kalian tapi usiaku diatas usia kalian.” Sambungnya lagi di selingi tawa.

“haha..gwaenchana, Vic. Lebih baik kita berbicara seperti dengan yang seumuran saja.” Jawab Taeyeon.

Yeoja bernama Victoria itu tersenyum, “baiklah.”

Saat mereka bertiga mengobrol, Kyuhyun datang menghampiri Taeyeon bermaksud mengajaknya pulang.

“annyeong, oppa!” sapa Victoria.

“oh, annyeong, Vic.” Jawab Kyuhyun membalas sapaannya.

“kau tidak bingung untuk memanggilnya oppa?” gurau Sunny. Kyuhyun hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“hehe…lebih baik aku memanggilnya oppa saja walaupun aku lebih tua satu tahun darinya.” Jawab Victoria. Ia beralih pada Kyuhyun. “tidak apa-apa kan aku memanggilmu oppa?”

“ne. gwaenchana.” Jawab Kyuhyun.

Victoria tersenyum dan sesaat kemudian, pandangannya teralih pada celana jeans Kyuhyun.

“ommo! Oppa, kau lupa menaikan resleting celanamu.” Ucap Victoria.

Tanpa ragu-ragu ia mengulurkan tangannya dan menaikan resleting celana Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun, Taeyeon dan juga Sunny membelalakan matanya terkejut dengan apa yang dilakukan Victoria. Terlebih tangan Victoria sedikit menyentuh ‘juniornya’. (kkkkk~)

Kyuhyun berdeham dan segera mengalihkan tatapannya pada Taeyeon. “Taeng, kajja. Sunny, Vic, aku duluan ya.” Ucapnya gugup.

Kyuhyun pun pergi dengan Taeyeon mendahului Sunny dan Victoria. Sunny masih bengong dengan aksi Victoria barusan. Sedangkan Victoria terus memperhatikan Kyuhyun dan Taeyeon yang berjalan semakin menjauh. Sesaat kemudian sebuah senyum samar seperti menyeringai tampak di wajahnya.

-Chapter 4-

Dalam perjalanan pulang didalam taxi, Kyuhyun terus diam dan Taeyeon pun tidak mengungkit kejadian Victoria tadi. Namun Taeyeon terus melirik bagian resleting Kyuhyun sementara Kyuhyun terus melihat lurus ke depan. Saat Kyuhyun menoleh ia membelalakan matanya mengikuti arah pandangan Taeyeon.

“ya! Apa yang kau lihat??” seru Kyuhyun sambil menutupi bagian tersensitifnya itu dengan kedua tangannya.

“huh? Ah,,ani.” Gugup Taeyeon mengetahui Kyuhyun memergokinya.

“apa kau masih memikirkan perbuatan Victoria tadi?”

“mmm… mungkin.” Jawab Taeyeon. “aku sangat terkejut ia melakukan itu.”

“nado. Entah apa yang ada di pikirannya.”

Sesampainya didepan rumah Taeyeon..

“Taeng-ah!” panggil Kyuhyun membuat Taeyeon menoleh padanya.

“hm?”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan menyentuhnya dengan jari telunjuknya, “kisseu!” ucap Kyuhyun dengan aegyonya.

Taeyeon tertawa kecil, ia maju mendekati Kyuhyun dan…

BUKK!!!

“aakkhhh!!!” jerit Kyuhyun karena Taeyeon menendang kakinya. “kenapa kau menendangku??”

“kau pantas mendapatkannya!” sahut Taeyeon. “sudah, sana pulang!” usir Taeyeon.

“aku akan pulang kalau kau sudah memberiku ciuman di bibir!” jawab Kyuhyun.

“isssh… menyebalkan! Terserah kalau kau masih mau diam disitu.” Taeyeon berbalik meninggalkan Kyuhyun dan masuk ke rumahnya.

“aku tidak akan pulang sebelum aku mendapatkan apa yang ku mau. Eheheheheh….” Gumam Kyuhyun mengeluarkan evil smirknya. “Tunggu!” Kyuhyun menahan Taeyeon menutup pintunya. “cuaca hari ini panas sekali. Boleh aku masuk sebentar untuk minum? Aku sangat haus!” keluh Kyuhyun.

Taeyeon menghela napasnya, “baiklah tapi setelah minum kau harus segera pulang.”

“ne. arata~” Kyuhyun pun masuk dan segera duduk manis di kursi tamu.

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan namjanya. Ia pun berjalan menuju dapur mengambil minuman dingin untuk Kyuhyun. Beberapa saat kemudian ia kembali membawakan minuman. Taeyeon duduk berjauhan dengan Kyuhyun.

“setelah minum, ku harus segera pulang!” pinta Taeyeon yang merasa tidak aman berduaan dengan Kyuhyun di rumahnya apalagi Yesung sedang tidak ada.

Begitu minumannya habis, Taeyeon memperingatinya untuk segera pulang. Namun Kyuhyun malah meminta ijin ke toilet.

“perutku tiba-tiba sakit. Kau tidak akan membiarkanku kesakitan di jalan, kan?” pinta Kyuhyun dengan puppy eyesnya yang terlihat aneh bagi Taeyeon. Taeyeon berdecak dan membiarkan Kyuhyun meminjam toiletnya.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun keluar dari toilet dan segera duduk kembali di sofa tempat Taeyeon dan keluarganya bersantai. Sebelum Kyuhyun mendaratkan bokongnya di sofa itu, Taeyeon segera menariknya dan mendorongnya menuju pintu keluar.

“ya! Aku ingin menonton tv dulu sebentar.” Ucap Kyuhyun.

“andwae! Nonton saja di rumahmu. Kau harus segera pulang!”

“kalau begitu, kisseu!” pinta Kyuhyun.

“shireo!!” tolak Taeyeon kembali mendorong Kyuhyun.

“ya sudah, kalau begitu aku tidak akan pergi.” Kyuhyun tetap bersikeras tetap di tempat itu melawan pertahanan Taeyeon.

“ara! Ara!” sahut Taeyeon yang lelah dengan tingkah Kyuhyun. Kyuhyun nyengir mendengar Taeyeon akan memberikan apa yang ia inginkan.

Taeyeon memegang kedua pipi Kyuhyun dan memberikan satu kecupan singkat di bibirnya. “sudah. Sana pulang!”

Kyuhyun menghela napasnya kasar dan menatap Taeyeon dengan tajam membuat Taeyeon ketakutan. Kyuhyun tidak puas dengan kecupan sekilas itu. Ia berjalan mendekati Taeyeon dan Taeyeon memundurkan langkahnya. “ya! Mwohaneungoya?”

Kyuhyun tidak menjawab ia terus membuat Taeyeon melangkah mundur hingga akhirnya terpojok karena terantuk sebuah lemari pendek. Kyuhyun mencondongkan badannya ke depan berusaha meraih bibir Taeyeon dengan bibirnya. Sementara Taeyeon mencondongkan badannya ke belakang berusaha menghindari Kyuhyun. Tidak lama kemudian Kyuhyun berhasil mendaratkan bibirnya dibibir Taeyeon. Ia menarik tubuh Taeyeon hingga berdiri dengan benar tanpa melepaskan ciumannya. Kyuhyun memegang wajah Taeyeon memperdalam ciumannya. Tidak lama kemudian Taeyeon meletakkan tangannya dipinggang Kyuhyun dan balas mencium bibir Kyuhyun.

**

“hyungdeul! Kita di terima bekerja di café di Seoul!!” seorang namja berambut panjang bernama Jungshin menghampiri Jonghyun dan Minhyuk yang sibuk mengarang lagu di sebuah studio musik.

“jinjja??” tanya Jonghyun tampak antusias. Ia menerima surat panggilan kerja sebagai penyanyi cafe di Seoul bersama bandnya.

“wah, ini awal yang baik untuk menaikan pamor grup kita.” Ucap Minhyuk. “bahkan mungkin kita bisa mengajak Yonghwa-hyung bergabung kembali, bukannya dia sekarang kuliah di Seoul?”

“ah, benar juga!” seru Jungshin.

“kapan kita berangkat?” tanya Jonghyun.

“lusa kita mulai mengisi acara. Bagaimana kalau besok saja kita berangkat? Lebih cepat lebih baik, bukan?” usul Minhyuk.

“geuraesseo!” jawab Jonghyun dan Jungshin bersamaan.

“Seoul? Apa aku bisa bertemu lagi dengan Taeyeon?” pikir Jonghyun sambil senyum-senyum mengingat pertemuannya dengan Taeyeon.

“ya! Hyung! Waegeurae? Kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?” heran Minhyuk.

“hm? Oh, ani.” Jawab Jonghyun gugup. “cha! Kita mulai latihan lagi. Kita coba lagu baru kita.” Akhirnya mereka bertiga kembali berlatih.

Beberapa jam kemudian, mereka bertiga mulai keluar dari studio itu.

“kita pulang duluan, hyung! Jangan lupa besok kita berangkat ke Seoul.” Ucap Jungshin.

“ne. aku tunggu kalian di pelabuhan.” Setelah itu, Jungshin dan Minhyuk pun pergi meninggalkan Jonghyun.

Jonghyun menghela napasnya sebelum akhirnya ia pun meninggalkan tempat itu dengan berjalan kaki. Ia terus tersenyum mengingat Taeyeon. “semoga kita bertemu lagi.” Gumamnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba sebuah mobil hitam melintas dan berhenti di sampingnya. 2 orang namja berbadan tegap kekar keluar dari mobil itu menghampirinya.

“oh, sh*t!” umpat Jonghyun. Ia pun berbalik lari dari orang-orang itu.

“Jonghyun-ssi!!!” teriak salah satu dari orang berbadan tegap itu.

“aku harus segera meninggalkan Jinan.” Batin Jonghyun terus berlari menjauhi orang-orang yang mengejarnya.

**

SuGen kembali berkumpul, kini mereka memiliki basecamp sendiri sehingga tidak perlu berbagi auditorium dengan kelompok lain. Saat ini, Yonghwa meminta 4 orang anggota baru untuk menunjukan kemampuan mereka. Mereka adalah Jaejin, Juniel, Hoya, dan Seungri. Mereka memilih berkolaborasi membuat grup band. Jaejin menjadi vokalis utama, Juniel yang mahir bermain gitar mengambil bagian lead gitar, Hoya sebagai rapper sekaligus bassist dan Seungri bermain drum. Jaejin menyanyikan sebuah lagu dan vokalnya tidak perlu diragukan lagi.

“…baby naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh naui sarang. Ne sarangdo nayeosseumyeon jokesseo. Baby  naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh saranghaejwo. Deo isangeun honjaigin sirheunde. I love you..”

“saranghae love me nal mideo believe me. Mwodeunji hal su isseo neol wihae uh uh uh. Teukbyeolhan sarang inna amuri chajado. Namanhan sarang inna chajabwado eobseul geol..” Hoya mengambil bagian rappnya.

Mereka berhasil mendapatkan pujian dari sunbae dan juga teman seangkatan mereka dan bahkan ada yang memberikan standing applause.

“mereka keren sekali! Aku suka vokal Jaejin yang begitu powerfull!” ucap Taeyeon pada Geunyoung dan Sora yang duduk di dekatnya.

“aku juga bisa lebih dari itu.” Ucap seseorang yang duduk dibelakang mereka bertiga.

“oh, Kyuhyun-oppa!” ucap Geunyoung.

“kau cemburu pada Jaejin karena Taeyeon-eonni memujinya?” tawa Sora membuat Kyuhyun malu sendiri.

“kalau kalian suka siapa?” tanya Taeyeon pada Geunyoung dan Sora.

“aku suka Juniel. Ia terlihat keren berdiri dengan namja-namja itu. Permainan gitarnya juga sangat baik.” Ucap Geunyoung.

“kalau aku suka….” Sora menghentikan ucapannya saat melihat seseorang yang baru masuk ruangan itu. “Leeteuk-oppa?”

“huh??” kejut Taeyeon dan Geunyoung. “kau menyukai Leeteuk-oppa?”

“eh??” Sora terkejut seolah baru tersadar kembali dari dunianya sendiri. “ah, bukan! Aku barusan melihat Leeteuk-oppa masuk dan tanpa sadar menyebut namanya. Hehe…” Sora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Geunyoung dan Taeyeon hanya ber’oh dan manggut-manggut.

“kurasa aku memang menyukainya.” Batin Sora memperhatikan Leeteuk yang tengah bercanda dengan Donghae dan Minyoung. Ia mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Leeteuk.

Beberapa hari yang lalu saat Leeteuk menyuruh Taeyeon mengejar Kyuhyun. Dan begitu Taeyeon sudah pergi, Leeteuk berjalan meninggalkan tempat itu menuju kelasnya. Saat berbelok, tanpa sengaja ia menabrak Sora yang tampak kebingungan mencari kelasnya.

“jeosonghamnida!” ucap Sora tanpa memandang orang didepannya.

“ne. gwaenchana.” Jawab Leeteuk sambil membantunya berdiri. “kau tidak apa-apa, kan? Tidak ada yang luka?” tanya Leeteuk memastikan Sora tidak terluka saat jatuh karena bertabrakan tadi.

Sora mendongakan wajahnya. Ia terpaku melihat wajah Leeteuk. Waktu seperti terhenti, Sora terus memandanginya. “agashi? Gwaenchanayo?” Leeteuk mengibaskan tangannya membuat Sora yang bengong kembali tersadar.

“oh? Hm.. ne.” jawab Sora gugup.

Setelah itu Leeteuk mengantar Sora kekelasnya. Dan sejak itulah Sora mulai memperhatikannya sampai akhirnya ia ikut pemilihan anggota SuGen dan beruntung ia berhasil masuk kelompok itu. Tidak ada yang mengetahui kejadian itu kecuali Sora dan Leeteuk sendiri. Namun sepertinya Leeteuk tidak mengingat kejadian itu. Hal itu sedikit membuat Sora kecewa.

**

Saat pulang kuliah, Taeyeon pulang bersama Geunyoung dan Joongki karena Geunyoung ada janji untuk belajar teknik vocal bersama Taeyeon dan akhirnnya Taeyeon memutuskan untuk mengajarinya dirumahnya. Dan Joongki ikut menemani Geunyoung.

“oppa, kulihat kau selalu bersama dengan Geunyoung. Apa kalian pacaran?” tanya Taeyeon saat di halte menunggu bus.

Geunyoung dan Joongki tertawa mendengar pertanyaan Taeyeon. “apakah terlihat begitu?” tawa Joongki.

“kenapa kalian tertawa?” bingung Taeyeon.

“eonni, Joongki-oppa ini…”

“ah, busnya datang!” seru Joongki memutus ucapan Geunyoung. Akhirnya mereka bertiga naik ke bus itu.

Saat pintu bus itu tertutup, dan mulai bergerak meninggalkan halte itu, seseorang memanggil Taeyeon sambil berlari.

“Taeyeon!!” teriaknya sambil mengejar bus itu. Ia adalah Kyuhyun yang hendak pulang bersama Taeyeon namun ternyata Taeyeon pulang terlebih dahulu tanpa memberitahunya. *poor Kyuhyun! Kkkk~*

Ditengah musim panas yang mencapai 40 derajat, Kyuhyun berlari mengejar bus itu berharap busnya berhenti. Cuaca yang panas itu cepat membuat tenaga Kyuhyun habis. Ia berhenti berlari sambil memegang lututnya mengatur napasnya yang terasa sesak. Ia terduduk di pinggir jalan itu dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.

Tidak lama setelah itu, sebuah mobil mewah berhenti didekatnya. Dan seorang yeoja menurunkan jendela mobilnya.

“Kyuhyun-oppa!” panggil yeoja itu.

“Vic?”

“ne. ini aku.” Victoria keluar dari mobilnya. “kenapa duduk disitu?”

“aku baru saja mengejar bus tapi mereka meninggalkanku.” Jawab Kyuhyun masih mengatur napasnya.

“oh, geurae? Kalau begitu ikut mobilku saja!” usul Victoria.

“ti..tidak usah, Vic. Aku masih bisa menunggu bus selanjutnya.” Sahut Kyuhyun. Ia teringat kembali kejadian resleting celananya.

“sudah tidak apa-apa. Toh, kita searah.” Victoria meraih tangan Kyuhyun dan menyeretnya ke dalam mobilnya.

“tapi Vic…”

“tidak ada tapi-tapian.” Victoria membuka pintunya dan membiarkan Kyuhyun masuk terlebih dahulu. “ajussi, kajja!” Victoria menyuruh sopirnya kembali menjalankan mobilnya.

Mobil itu melaju membawa Kyuhyun dan Victoria. Dalam perjalanan Victoria membisikkan sesuatu ke telinga sopirnya. Kyuhyun mulai tidak tenang saat sopir itu meliriknya lewat kaca spion dan menyeringai aneh.

**

Taeyeon, Geunyoung, dan Joongki turun dari bus itu dan mulai berjalan masuk ke rumah Taeyeon.

“ah, aku lupa mengambil titipan kakakku!” ucap Taeyeon. “Joongki-oppa, bisa antar aku sebentar ke super market depan?” *Joongki lebih tua dari Taeng dan Geunyoung jadi mereka manggilnya oppa*

“eh? Tapi..bagaimana dengan Geunyoung?” tanya Joongki.

“Geunyoung-ah, kau duluan saja. Kakakku ada di dalam. Aku harus segera mengambil titipannya kalau tidak, bisa gawat! Telingaku akan panas diomelinya.”

“hahaha..baiklah. Oppa, antar saja Taeyeon-eonni. Biar aku duluan masuk.” Sahut Geunyoung.

“baiklah. Taeyeon-ah, kajja!” Joongki dan Taeyeon pun akhirnya meninggalkan Geunyoung didepan pintu rumahnya.

Setelah Taeyeon dan Joongki pergi, Geunyoung berbalik dan menekan bel rumah Taeyeon. Tidak lama kemudian seorang namja bermata sipit membukakan pintu. Yesung. Begitu ia melihat tamu itu, ia tertegun menatap yeoja itu. Ia langsung terpesona dengan kecantikan dan kepolosan wajah Geunyoung.

“annyeong haseyo~” sapa Geunyoung memiringkan kepalanya melihat Yesung yang tidak berkedip menatapnya.

“a..annyeong haseyo.” Jawab Yesung tergagap.

“aku teman Taeyeon-eonni. Ia sedang ke super market depan dan menyuruhku menunggunya di rumahnya. Apa aku boleh menunggunya di dalam?”

“oh. Tentu, silahkan masuk.” Yesung mempersilahkannya masuk.

“kamsahamnida~” Geunyoung pun masuk ke rumah itu. Sementara Yesung masih berdiri di ambang pintu itu menatap Geunyoung. “ada apa?” heran Geunyoung melihat Yesung yang tampak bengong.

“oh, aniyo.” Jawab Yesung menutup pintunya dan berjalan masuk ke rumahnya.

**

Kyuhyun dan Victoria tiba didepan sebuah rumah besar. Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung kenapa Victoria malah membawanya ke tempat asing itu.

“emm.. Vic.. ini…”

“oppa, ayo masuk dulu ke rumahku!” sahut Victoria.

“eh? Kenapa kau membawaku kesini? Bukannya sudah ku bilang aku harus pulang ke rumahku?”

“sekali-kali mampir tidak apa-apa, kan?” jawab Victoria menyeret Kyuhyun memasuki rumahnya. Namun Kyuhyun menahannya menolak ajakan Victoria dan melepaskan tangan Victoria yang mencengkram tangannya.

“mian, Vic. Aku harus pulang.” Kyuhyun pun cepat-cepat pergi dari tempat itu.

“kau mengabaikanku?” gumam Victoria. “lihat saja nanti. Kau akan bertekuk lutut di hadapanku.” Victoria menunjukan evil smirknya sebelum akhirnya ia melenggang masuk kedalam rumahnya.

To be continue…

Annyeong, reader! Menurut kalian gimana FF ini? Mian kalo kurang bagus. :/
oh ya, today is my special day without special thing. -.-”
Makasih buat reader yang udah ngucapin do’anya d FB. 😀
reader disini ada yang belum tahu kah kalau di blog ini ngadain vote Korea? sekarang hari terakhir voting sampe jam 19.00 WIB. Jadi, ayo yang belum ngasih suaranya vote di halaman Vote Korea sebelum jam 7 malem. Vote di https://ashiya19.wordpress.com/vote-here/ atau kalo buka di PC, bisa liat di sebelah kanan atas dengan tulisan Vote Korea
kalian bisa vote bias kalian sebanyak-banyaknya! 😀
okay, segitu aja ngerecok(?)nya. jangan lupa leave comment/like/rate.
Thank you~

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 3

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul :D)
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

Keesokan harinya adalah hari terakhir Taeyeon dan Kyuhyun di Jinan. Taeyeon meminta ijin pada nenek dan Kyuhyun untuk berjalan-jalan di sekitar kota itu. Kyuhyun tidak bisa menemaninya karena harus membantu neneknya berkebun.

Taeyeon memasuki sebuah toko cindera mata dan membeli beberapa untuk oleh-oleh. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya. Ia sampai di tempat kemarin ia dan Kyuhyun menonton konser jalanan. Hari ini orang-orang tidak terlalu banyak berlalu-lalang disitu. Karena lelah setelah berjalan kaki, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk duduk beristirahat di sebuah bangku taman yang mengelilingi kolam kecil.

Taeyeon mengeluarkan iPodnya dan menjejalkan(?) headset ke kedua telinganya dan memutar musiknya. Taeyeon menikmati lagu yang mengalun di telinganya sambil menutup matanya merasakan angin yang menerpa wajahnya.

Taeyeon begitu menikmatinya hingga tidak menyadari seseorang duduk disampingnya dan terus memandanginya. Begitu ia membuka matanya, ia sedikit tersentak kaget.

“annyeong!” sapa orang itu.

“oh, annyeong.” Balas Taeyeon.

“kau yang kemarin menonton pertunjukan bandku, kan?” tanya namja itu dengan ramah.

‘hm?” bingung Taeyeon

“kau tidak mengingatku?” tanyanya lagi.

Taeyeon tampak mengingat-ingat sesuatu, “aah, kau yang kemarin bernyanyi disini dan memberiku bunga?” ucap Taeyeon antusias.

Namja itu tertawa kecil, “ne. ternyata kau masih mengingatku.”

“gomawo bunganya.”

“cheonmaneyo.” Jawab namja itu. “oh, ya kita belum berkenalan. Namaku Jonghyun. Lee Jonghyun.”

“aku Kim Taeyeon.”

Mereka akhirnya terus mengobrol tanpa ada rasa canggung. Keduanya sama-sama sangat tertarik pada musik sehingga mereka bisa mengobrol dengan leluasa. Taeyeon menceritakan tentang dirinya yang masuk fakultas musik di Seoul dan Jonghyun menceritakan tentang pengalaman bermusiknya bersama kedua temannya.

“sudah sore. Aku harus segera pulang.” Ucap Taeyeon.

“Mau ku antar?” tawar Jonghyun. “kau bukan orang sini. Bagaimana kalau kau tersesat?”

“ah, tidak usah. Aku masih hafal jalan pulang.”

“hm..baiklah. semoga lain kali kita bertemu lagi.”

Taeyeon tersenyum mendengar ucapan Jonghyun, “ne. aku  pergi dulu. Annyeong~!”

**

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Taeyeon berpamitan pada nenek. Hari ini mereka harus kembali ke Seoul.

“halmoni, aku masih ingin tinggal disini.” Ucap Taeyeon manja pada nenek Kyuhyun.

“kau boleh datang kesini kapanpun kau mau.” Jawab nenek Kyuhyun.

“jeongmalyo??” nenek Kyuhyun mengangguk.

“halmoni, kami pulang dulu.” Pamit Kyuhyun mengecup pipi neneknya.

“ne. hati-hati.”

Kyuhyun dan Taeyeon memasuki taxi yang sudah bersiap mengantar mereka ke pelabuhan. Taeyeon tampak enggan meninggalkan nenek Kyuhyun. Taxi itu segera melaju meninggalkan nenek Kyuhyun yang tersenyum melambaikan tangannya.

“sampai jumpa nanti, halmoni!!” teriak Taeyeon mengeluarkan kepalanya dari jendela taxi itu.

Setelah taxi itu menjauh dari pandangan nenek Kyuhyun, senyumannya memudar. Tangannya berpindah memegang dadanya dan wajahnya berubah pucat. Keringat dingin menjalari tubuhnya.

-Chapter 3-

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Jinan, akhirnya Kyuhyun dan Taeyeon sampai di Seoul. Kyuhyun tidak langsung pulang. Ia mengantar Taeyeon terlebih dahulu. Saat baru memasuki halaman rumah Taeyeon, Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“apa kakakmu ada di rumah?” tanya Kyuhyun tampak mengkhawatirkan sesuatu.

“molla. Tapi sepertinya ia masih kerja. Wae?”

“hm..a..aniya.”

Taeyeon mengerutkan dahinya melihat Kyuhyun yang tampak gugup. Sedetik kemudian ia teringat sesuatu, “aaah, arasseo! Kau takut Yesung-oppa karena ancamannya di telepon itu, kan?”

“mwo?? Ani!! Aku tidak takut bahkan tidak ingat dengan ancaman itu!” Kyuhyun mengeles.

“haha..kojitmal! aku tahu kau bohong.” Tawa Taeyeon. “wajahmu memerah!”

“ya!” sentak Kyuhyun membuat Taeyeon semakin tertawa kencang.

Mereka berdua akhirnya masuk ke rumah Taeyeon. Rumah itu sepi dan terkunci. Tampaknya Yesung memang tidak ada dirumah. Beruntung Taeyeon membawa kunci cadangannya sehingga ia bisa masuk tanpa membobol pintunya. Kyuhyun menghela napasnya lega mengetahui Yesung tidak ada di rumah.

“duduk dulu. Aku buatkan minuman.” Ucap Taeyeon berjalan menuju dapur mengambil minuman untuk Kyuhyun.

“ne. gomawo.” Jawab Kyuhyun tersenyum.

Beberapa menit kemudian Taeyeon kembali menghampiri Kyuhyun dengan membawa 2 minuman dingin. Taeyeon duduk di seberang Kyuhyun.

“kenapa duduk berjauhan seperti itu?” heran Kyuhyun.

“hm? Memangnya kenapa?”

“duduk disini!” Kyuhyun menepuk sofa sebelahnya.

“ck! Sudahlah. Sama saja.” Jawab Taeyeon meminum minumannya.

Kyuhyun menghela napasnya dan beranjak duduk disebelah Taeyeon.

“kenapa pindah kesini?” heran Taeyeon.

“sejak beberapa hari yang lalu di kapal sudah kubilang jauh-jauh dariku.”

“terserah kaulah.” Jawab Taeyeon tidak peduli sambil meletakan minumannya di meja.

Kyuhyun memulai aksinya. Diam-diam ia merentangkan sebelah tangannya ke belakang Taeyeon dan meletakkannya di pundak Taeyeon. *wah, Kyu modus nih! xD*

“wae?” tanya Taeyeon menoleh pada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab, ia mendekatkan wajahnya dengan Taeyeon. Bibir Kyuhyun hampir menempel dengan bibir Taeyeon saat tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Seseorang masuk dan langsung berteriak membuat Kyuhyun dan Taeyeon menjauhkan tubuhnya masing-masing.

“YA!! CHO KYUHYUN!!”

Kyuhyun melebarkan matanya terkejut melihat orang yang berdiri didepannya dengan tatapan pembunuh. “Ye..Yesung…hyung..”

“rupanya kau sudah datang, huh?” ucap Yesung tersenyum menyeringai. Ia berjalan mendekati Kyuhyun. “kau datang kemari untuk mengantarkan nyawamu?”

“a..aniyo, hyung..” Kyuhyun berdiri dan berjalan mundur ketakutan. Sementara Taeyeon terkekeh melihat wajah pucat Kyuhyun.

“tuan Cho, kemari!” Yesung menggerakan telunjuk tangan kanannya menyuruh Kyuhyun mendekat. “tentu kau masih ingat dengan ucapanku di telepon, kan? Sudah kau siapkan asuransimu?”

Dengan takut-takut Kyuhyun maju mendekatinya, “mianhae, hyung. Aku tidak bermaksud..”

“KEMARI!!!” bentak Yesung membuat Kyuhyun terkejut dan mengelus dadanya. Sedangkan Taeyeon masih anteng(?) menertawakan namjanya itu.

Secepat kilat Yesung segera mempiting Kyuhyun hingga membuatnya mengaduh, “ampun, hyung!” Yesung tertawa puas dan pitingannya semakin mengencang. “Taeng-ah, tolong aku!!”

“shireo!” Taeyeon memeletkan lidahnya dan berlari menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang masih menjadi sasaran kejahilan Yesung.

**

“Taeyeon, kudengar kemarin kau pergi ke Jinan dengan Kyuhyun-oppa?” Tanya Sunny saat kembali masuk kampus. Taeyeon mengangguk. “hanya berdua??”

“ne.”

Sunny celingukan sebelum membisikan sesuatu ke telinga Taeyeon, “apa disana terjadi sesuatu?”

Taeyeon mengerutkan keningnya tidak mengerti ucapan Sunny, “maksudmu?”

“oh ayolah! Kalian baru saja pacaran dan pergi berdua saja ke luar kota. Tentu terjadi sesuatu yang di kategorikan dalam NC, kan?”

“MWO???” Taeyeon membelalakan matanya mendengar ucapan Sunny. “ya! Lee Sunkyu! Sejak kapan kau jadi berpikiran yadong?? Apa Eunhyuk yang mengajarimu?? Atau Sungmin-oppa??”

“hehehe…aku hanya bercanda, Taeng.” Sunny membentuk huruf V dengan jari tangannya. “apa saja yang kalian lakukan disana?”

“aku hanya bertemu dengan neneknya.”

“hanya itu? Kau tidak bertemu dengan keluarganya atau kakeknya?”

“ia sudah tidak mempunyai kakek dan keluarganya ada di Seoul.” Sunny manggut-manggut mendengar penjelasan Taeyeon.

“seperti apa neneknya? Apa dia nenek menyebalkan yang sangat cerewet?”

“ani. Neneknya sangat baik. Bahkan sifatnya tidak jauh beda dengan Kyuhyun yang senang sekali menjahili orang lain.”

“jinjja?”

“ne. bahkan Kyuhyun-oppa sendiri menjadi korban kejahilannya.” Lanjut Taeyeon membuat Sunny tertawa.

Saat mereka membicarakan nenek Kyuhyun, sesuatu menarik perhatian mereka. Orang-orang tiba-tiba berlarian menuju papan pengumuman.

“ada apa disana?” tanya Taeyeon.

“molla.” Jawab Sunny. “ayo kita lihat kesana.” Sunny pun berjalan mendahului Taeyeon. “ada apa ini?” tanya Sunny pada seorang mahasiswa yang mengerumuni papan pengumuman itu.

“oh, ini pengumuman perekrutan anggota baru kelompok SuGen.” Jawab orang itu.

“ah, benar. Aku lupa hari ini pencarian anggota baru akan dimulai.” Ucap Sunny.

Taeyeon terdiam melihat orang-orang yang berdesakan membaca pengumuman itu.

“ada apa, Taeng?” heran Sunny.

“apa kau tidak ingat kejadian ini?” ucap Taeyeon. “apa kau tidak ingat pada Seohyun?” Taeyeon berbalik menatap Sunny. “saat itu awal aku berkenalan dengannya karena pengumuman ini. Kau mengenalkanku pada Seohyun.” Kenang Taeyeon.

“kau benar.” Jawab Sunny mengenang masa-masa mereka sekitar satu tahun yang lalu. *I Got a Boy season 1*

“bagaimana kabarnya sekarang? Aku tidak pernah mendengar kabarnya.”

“entahlah. Tapi beberapa bulan yang lalu kudengar ia mengikuti kelompok musik di universitas barunya di Busan dan kudengar mereka cukup sukses.” Terang Sunny.

“benarkah? Aku senang mendengarnya.”

“kau tidak membencinya?” tanya Sunny.

Taeyeon tersenyum, “kenapa aku harus membencinya?”

“tentu saja kau akan membencinya. Ia sudah mencelakaimu berkali-kali demi mendapatkan Kyuhyun.”

“memang terkadang aku berpikir untuk membencinya tapi aku kembali mengingat kebaikannya dan aku tidak bisa benar-benar membencinya. Ia yeoja yang baik dan polos.”

**

Seperti biasa setiap tahun akademik baru, SuGen mencari anggota baru. Setelah memilih para kandidat, akhirnya terpilihlah 8 orang anggota baru. Mereka adalah Lee Jaejin, Moon Geunyoung, Song Joongki, Kang Sora, Song Victoria, Lee Hoya, Choi Juniel, dan Choi Seungri.

p

Mereka memiliki kelebihan masing-masing yang berbeda-beda di bidang seni. Terutama dalam musik.

“selamat kalian terpilih menjadi anggota baru SuGen.” Ucap Hyunjoong ketua kelompok itu yang disambut tepuk tangan meriah para anggotanya. “seperti biasa, setelah perekrutan anggota baru, anggota lama harus melepas jabatannya karena habis masa jabatannya. Jadi, sekarang aku akan mencari ketua baru. Aku dan yang lain sudah memutuskan beberapa calonnya.  Somin akan mengumumkannya dan yang disebut namanya silahkan maju.”

Somin pun melaksanakan perintah Hyunjoong. “calon ketua umumnya ada 4 orang yaitu dari semester 5 dan 3. Masing-masing angkatan ada 2 orang.” Somin membuka file yang ada ditangannya. “dari semester 5, Jung Yonghwa dan Cho Kyuhyun. Dan dari semester 3, Nichkhun Horvejkul dan Nam Gyuri!”

ashiya19.wordpress.com

Pemungutan suara di mulai dan akhirnya ketua umum terpilih adalah Jung Yonghwa.

“chukkae!” Hyunjoong menjabat tangan Yonghwa menyerahkan jabatannya. “semoga kau bisa memimpin kelompok ini.’

“ne. kamsahamnida, hyung.” Setelah itu, Yonghwa menjelaskan peraturan-peraturan SuGen pada anggota barunya.

**

“aku bingung harus memanggil kalian eonni atau saeng.” Ucap seorang anggota baru pada Taeyeon dan Sunny. “aku memang junior kalian tapi usiaku diatas usia kalian.” Sambungnya lagi di selingi tawa.

“haha..gwaenchana, Vic. Lebih baik kita berbicara seperti dengan yang seumuran saja.” Jawab Taeyeon.

Yeoja bernama Victoria itu tersenyum, “baiklah.”

Saat mereka bertiga mengobrol, Kyuhyun datang menghampiri Taeyeon bermaksud mengajaknya pulang.

“annyeong, oppa!” sapa Victoria.

“oh, annyeong, Vic.” Jawab Kyuhyun membalas sapaannya.

“kau tidak bingung untuk memanggilnya oppa?” gurau Sunny. Kyuhyun hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“hehe…lebih baik aku memanggilnya oppa saja walaupun aku lebih tua satu tahun darinya.” Jawab Victoria. Ia beralih pada Kyuhyun. “tidak apa-apa kan aku memanggilmu oppa?”

“ne. gwaenchana.” Jawab Kyuhyun.

Victoria tersenyum dan sesaat kemudian, pandangannya teralih pada celana jeans Kyuhyun.

“ommo! Oppa, kau lupa menaikan resleting celanamu.” Ucap Victoria.

Tanpa ragu-ragu ia mengulurkan tangannya dan menaikan resleting celana Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun, Taeyeon dan juga Sunny membelalakan matanya terkejut dengan apa yang dilakukan Victoria. Terlebih tangan Victoria sedikit menyentuh ‘juniornya’. (kkkkk~)

Kyuhyun berdeham dan segera mengalihkan tatapannya pada Taeyeon. “Taeng, kajja. Sunny, Vic, aku duluan ya.” Ucapnya gugup.

Kyuhyun pun pergi dengan Taeyeon mendahului Sunny dan Victoria. Sunny masih bengong dengan aksi Victoria barusan. Sedangkan Victoria terus memperhatikan Kyuhyun dan Taeyeon yang berjalan semakin menjauh. Sesaat kemudian sebuah senyum samar seperti menyeringai tampak di wajahnya.

To be continue…

Author mo ngucapin makasih ma yang kemarin promosiin blog ini di grup di fb. 😀
kalo ada yang pengen kenal author, bisa lewat fb http://www.facebook.com/KizunaRyuzaki usernamenya Kizuna Ika Hinasaki. kalo ga ada juga ga apa-apa sih. hohoho…
Udah baca RCL yaaaaaaaa~ 😉

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 2

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc.
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

Keesokan harinya, Taeyeon menghampiri nenek Kyuhyun yang tengah sibuk merawat tanamannya di halaman depan rumah.

“selamat pagi, halmoni!” sapa Taeyeon.

“oh, Taeyeon-ah! Kau sudah bangun?”

Taeyeon mengambil selang air yang tergeletak ditanah dan menyiram tanaman-tanaman itu.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya nenek Kyuhyun dengan lembut.

“ne. rumah halmoni nyaman sekali. Rasanya aku tidak ingin kembali ke Seoul.” Ucapan Taeyeon membuat nenek Kyuhyun tertawa.

“kau boleh saja tinggal disini. Tapi ada syaratnya.”

“hm? Apa?”

“kau harus menyelesaikan kuliahmu dulu lalu menikah dengan cucuku dan setelah itu kau boleh tinggal disini sampai kapanpun.” Ucap nenek Kyuhyun membuat Taeyeon tertawa.

“apa nenek membolehkan Kyuhyun-oppa menikahiku?”

“kenapa tidak?” jawab nenek Kyuhyun cepat. “kau anak yang baik, sopan, pintar memasak dan juga kau sangat cantik. Ternyata cucuku pintar sekali mencari yeoja.”

“hehe..gomawo.” jawab Taeyeon tersipu malu.

Taeyeon terus membantu nenek Kyuhyun merawat taman itu. Saat ia berdiri cukup jauh dari nenek Kyuhyun, tiba-tiba sepasang tangan mendekap tubuhnya dari belakang. Sontak Taeyeon terkejut dan menoleh kebelakang melihat orang yang memeluknya itu.

“pagi, Taeng!”

“oh, oppa! Kau mengagetkanku!”

“mianhae.” Jawab Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya. “bagaimana tidurmu semalam?”

“nyenyak sekali. Rumah nenekmu benar-benar nyaman.”

“tentu saja. Itu kamarku. Kau pasti menyukainya.”

Mereka terus bermesraan pagi itu didepan rumah nenek Kyuhyun. Orang-orang yang lalu lalang melihat mereka dengan tatapan iri. Kyuhyun tidak memperdulikannya hingga tiba-tiba seseorang menyemprotkan air ke tubuh bagian belakang Kyuhyun membuatnya terkejut dan berbalik.

“halmoni!” Kyuhyun berusaha menghindari semprotan air itu.

“berhentilah bermesraan didepan umum, tuan Cho Kyuhyun!” omel nenek Kyuhyun sambil terus menyemprotkan air.

Taeyeon hanya tertawa melihat namjanya yang sudah basah kuyup.

“kau juga, nona Kim Taeyeon!” nenek Kyuhyun mengalihkan semprotannya pada Taeyeon membuat Taeyeon berhenti tertawa dan berusaha menghindari air.

Kyuhyun melihat Taeyeon yang basah kuyup terus di serang air oleh neneknya dan ia tertawa terbahak-bahak. Neneknya melihat Kyuhyun yang tertawa puas melihat penderitaan(?) Taeyeon, kembali menyemprotkan air itu pada Kyuhyun.

“halmoni, keumanhae~!”

-Chapter 2-

“gara-gara kau aku jadi basah kuyup begini!” keluh Taeyeon pada Kyuhyun.

“ya! Kau sendiri menikmatinya kan waktu aku memelukmu?”

“aisssh!!” Taeyeon mencubit lengan Kyuhyun dengan kencang membuat Kyuhyun meringis kesakitan.

“kenapa sejak kita resmi berpacaran kau jadi kasar sekali padaku?” keluh Kyuhyun.

“memang kita pacaran? Sejak kapan?” Taeyeon mulai menjahili Kyuhyun lagi.

“mwo??” kejut Kyuhyun.

“siapa yang bilang kita pacaran? Memangnya aku pernah mengatakan itu?” tanya Taeyeon memasang wajah bingung membuat Kyuhyun speechless.

“Ta…Taeyeon..”

“hahahahaha…..” Tawa Taeyeon melihat raut wajah bingung Kyuhyun.

“kenapa tertawa?” bingung Kyuhyun, “ya! Kau mengerjaiku lagi?” Taeyeon tidak menjawab dan terus tertawa terbahak-bahak.

“ada apa, Taeng? Kenapa kau tertawa seperti itu?” tiba-tiba nenek Kyuhyun muncul dengan membawakan pakaian kering untuk Taeyeon.

“oh..halmoni.” Taeyeon berusaha mengontrol tawanya. “aku baru saja mengerjai Kyuhyun-oppa dan ekspresinya lucu sekali.” Taeyeon cekikikan(?) sendiri.

“aissh..diamlah!” gertak Kyuhyun menahan malu.

“haha..malang sekali kau, Kyu. Jadi sasaran kejahilan yeojamu sendiri!” nenek Kyuhyun ikut menertawakannya. “nah, Taeyeon, cepat ganti bajumu nanti masuk angin.” Nenek Kyuhyun memberikan pakaian itu pada Taeyeon.

“kamsahamnida, halmoni.”

Setelah menerima baju itu, Taeyeon segera masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian dan nenek Kyuhyun pun pergi. Begitu pun dengan Kyuhyun yang segera berganti pakaian di kamar mandi rumah itu. Namun baru beberapa langkah, ia menghentikan langkahnya dan teringat sesuatu.

“ah, aku lupa tidak membawa pakaian dalamku(?).” Ia pun berbalik kembali menuju kamarnya. Setelah berdiri didepan pintu kamarnya, ia mengetuk pintunya namun Taeyeon tidak juga membukakan pintunya. “apa dia masih di kamar mandi?” pikir Kyuhyun.

Kyuhyun yang sudah kedinginan akhirnya menerobos masuk ke kamarnya yang tidak di kunci itu. Begitu pintu terbuka,

16043-taeyeon-im-just-covering-with-my-shirt-shirtless-deceiving-look

“OMMO!!!!”

Kyuhyun mendapati Taeyeon yang belum selesai mengenakan pakaiannya.

“mian..aku…aku tidak sengaja.” Ucap Kyuhyun tergagap sementara Taeyeon terus berusaha menutupi tubuh atasnya.

“kenapa kau main masuk saja??” marah Taeyeon.

“mianhae, aku hanya mau mengambil pakaianku.” Kyuhyun berjalan masuk kamar itu berniat mengambil pakaian dalamnya. Namun saat akan menuju lemari, kakinya terantuk kaki meja dan ia terjatuh menindih Taeyeon dan tepat mendarat di tempat tidurnya.

Keduanya membelalakan mata karena terkejut. Kyuhyun segera tersadar dan cepat-cepat berdiri.

“mianhae..” Kyuhyun segera mengambil pakaiannya dan cepat-cepat berlari keluar kamar itu meninggalkan Taeyeon yang masih shock.

**

Sore hari Kyuhyun mengajak Taeyeon bersepeda mengelilingi daerah itu. Taeyeon duduk di depan dan Kyuhyun yang mengayuh sepeda itu dibelakang sehingga tampak seperti sedang memeluk Taeyeon dari belakang.

“kita mau kemana?” tanya Taeyeon.

“ke suatu tempat. Dulu waktu kecil aku sering bermain kesana dan kau tahu? dulu aku berniat suatu hari akan membawa yeoja yang kucintai ke tempat itu.” Ucapan Kyuhyun itu membuat pipi Taeyeon memerah.

Mereka tiba disebuah ladang kosong yang dipenuhi ilalang.

“waah, yeppeuta..” seru Taeyeon melihat pemandangan di depannya.

Kyuhyun tersenyum mengetahui Taeyeon menyukai tempat itu. Ia terus mengayuh sepeda itu hingga tanpa sengaja ia melindas batu hingga sepeda itu oleng.

“wohh..whaaa..waaaaaaaa” teriak keduanya.

BRAK!!!

Sepeda itu terjatuh dan mereka berdua jatuh berguling-guling karena permukaan tanahnya yang menurun. Mereka berguling hingga terhenti karena tubuhnya tertahan oleh batang-batang ilalang yang lebat itu. Kyuhyun yang berada diatas tubuh Taeyeon menatap kedua mata bening Taeyeon.

“oppa…” lirih Taeyeon menatap Kyuhyun.

“ne?” jawab Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya dari Taeyeon.

“berat.”

GLEK!

Kyuhyun tergagap. Ia segera bangkit menyingkir dari tubuh Taeyeon dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, salah tingkah.

**

Kyuhyun menuntun sepedanya saat dalam perjalanan pulang. Di tengah perjalanan Taeyeon melihat kerumunan orang-orang. Tampaknya sedang ada sebuah pertunjukan jalanan.

“oppa, ada apa disana? Kenapa banyak orang berkerumun disitu?”

“molla. Tapi..sepertinya sedang ada pertunjukan musik.” Jawab Kyuhyun.

“wah, jinjja?!” seru Taeyeon antusias. “ayo kita lihat!” Taeyeon menyeret Kyuhyun mendekati kerumunan itu.

Dan ternyata memang benar sedang ada pertunjukan musik. Terlihat 3 namja memegang alat musiknya masing-masing.

tumblr_m2lyf12nBA1r8bfy0o1_500-horz

“..goodbye darling hey you oh my darling hey you jugeul mankeum saranghae jebal naege dorawah jwo saranghanikka neoman anikka tashi hanbeonman love forever..” satu orang yang memegang gitar menyanyikan sebuah lagu. Mungkin ia vokalis utama band itu.

“keren..” Taeyeon tampak terpesona dengan penampilannya.

Kyuhyun mendengar ucapan Taeyeon dan segera meliriknya dengan mengerutkan keningnya. Cemburu. “ya! Aku juga bisa seperti mereka!”

Taeyeon menoleh pada Kyuhyun dan mengerdikan bahunya. Taeyeon kembali menyaksikan penampilan band itu.

Vokalis band itu mengedarkan pandangannya melihat para penonton yang semakin banyak berkumpul. Pandangannya terhenti saat melihat seorang yeoja berbaju orange bertuliskan I AM yang berdiri bersebelahan dengan namja yang menuntun sepedanya. Ia tersenyum pada Taeyeon.

Taeyeon tertegun dan sedetik kemudian ia sedikit menyunggingkan senyumnya pada orang itu. Kyuhyun melihatnya dan ia semakin kesal.

Kekesalan atau lebih tepatnya cemburu Kyuhyun semakin menjadi-jadi saat vokalis itu selesai menyanyikan lagunya dan berjalan menghampirinya dan Taeyeon. Ia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya dan menyerahkannya pada Taeyeon. Setangkai bunga mawar putih. Taeyeon menerimanya dengan senang. Namja itu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya membuat kedua Taeyeon merona. Sementara Kyuhyun, jika ia sedang didalam sebuah komik, akan jelas tergambar asap yang keluar dari telinganya dan wajahnya yang memerah karena amarah.

Kyuhyun tidak ingin Taeyeon semakin terpesona pada namja itu, ia segera membawa Taeyeon pergi dari hadapan namja itu.

“yeppeo.” Gumam namja itu menatap kepergian Taeyeon dan Kyuhyun.

“Jonghyun-hyung, ayo kita mulai lagi pertunjukan selanjutnya.” drummer band tersebut mengingatkan vokalis yang bernama Jonghyun itu.

**

Keesokan harinya adalah hari terakhir Taeyeon dan Kyuhyun di Jinan. Taeyeon meminta ijin pada nenek dan Kyuhyun untuk berjalan-jalan di sekitar kota itu. Kyuhyun tidak bisa menemaninya karena harus membantu neneknya berkebun.

Taeyeon memasuki sebuah toko cindera mata dan membeli beberapa untuk oleh-oleh. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya. Ia sampai di tempat kemarin ia dan Kyuhyun menonton konser jalanan. Hari ini orang-orang tidak terlalu banyak berlalu-lalang disitu. Karena lelah setelah berjalan kaki, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk duduk beristirahat di sebuah bangku taman yang mengelilingi kolam kecil.

Taeyeon mengeluarkan iPodnya dan menjejalkan(?) headset ke kedua telinganya dan memutar musiknya. Taeyeon menikmati lagu yang mengalun di telinganya sambil menutup matanya merasakan angin yang menerpa wajahnya.

Taeyeon begitu menikmatinya hingga tidak menyadari seseorang duduk disampingnya dan terus memandanginya. Begitu ia membuka matanya, ia sedikit tersentak kaget.

“annyeong!” sapa orang itu.

“oh, annyeong.” Balas Taeyeon.

“kau yang kemarin menonton pertunjukan bandku, kan?” tanya namja itu dengan ramah.

‘hm?” bingung Taeyeon

“kau tidak mengingatku?” tanyanya lagi.

Taeyeon tampak mengingat-ingat sesuatu, “aah, kau yang kemarin bernyanyi disini dan memberiku bunga?” ucap Taeyeon antusias.

Namja itu tertawa kecil, “ne. ternyata kau masih mengingatku.”

“gomawo bunganya.”

“cheonmaneyo.” Jawab namja itu. “oh, ya kita belum berkenalan. Namaku Jonghyun. Lee Jonghyun.”

“aku Kim Taeyeon.”

Mereka akhirnya terus mengobrol tanpa ada rasa canggung. Keduanya sama-sama sangat tertarik pada musik sehingga mereka bisa mengobrol dengan leluasa. Taeyeon menceritakan tentang dirinya yang masuk fakultas musik di Seoul dan Jonghyun menceritakan tentang pengalaman bermusiknya bersama kedua temannya.

“sudah sore. Aku harus segera pulang.” Ucap Taeyeon.

“Mau ku antar?” tawar Jonghyun. “kau bukan orang sini. Bagaimana kalau kau tersesat?”

“ah, tidak usah. Aku masih hafal jalan pulang.”

“hm..baiklah. semoga lain kali kita bertemu lagi.”

Taeyeon tersenyum mendengar ucapan Jonghyun, “ne. aku  pergi dulu. Annyeong~!”

**

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Taeyeon berpamitan pada nenek. Hari ini mereka harus kembali ke Seoul.

“halmoni, aku masih ingin tinggal disini.” Ucap Taeyeon manja pada nenek Kyuhyun.

“kau boleh datang kesini kapanpun kau mau.” Jawab nenek Kyuhyun.

“jeongmalyo??” nenek Kyuhyun mengangguk.

“halmoni, kami pulang dulu.” Pamit Kyuhyun mengecup pipi neneknya.

“ne. hati-hati.”

Kyuhyun dan Taeyeon memasuki taxi yang sudah bersiap mengantar mereka ke pelabuhan. Taeyeon tampak enggan meninggalkan nenek Kyuhyun. Taxi itu segera melaju meninggalkan nenek Kyuhyun yang tersenyum melambaikan tangannya.

“sampai jumpa nanti, halmoni!!” teriak Taeyeon mengeluarkan kepalanya dari jendela taxi itu.

Setelah taxi itu menjauh dari pandangan nenek Kyuhyun, senyumannya memudar. Tangannya berpindah memegang dadanya dan wajahnya berubah pucat. Keringat dingin menjalari tubuhnya.

To be continue…

Kayaknya ini special chapter adegan tindih-tindihan(??). kkkkkk
Satu persatu other cast mulai bermunculan. 😀
Jangan lupa RCL! 😉