Daily Archives: February 14, 2013

[SongFic] Healing For Myself

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
Other Cast : Lee Sungmin (Super Junior)
Genre : Angst
Language : Bahasa Indonesia
Disclaimer : This fiction based on Hero Jaejoong’s sad song,  Healing For Myself. The story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Don’t be silent reader, please~!
Alurnya maju-mundur(?), tapi moga pada ngerti deh jalan ceritanya. 😀

The ring I prepared for you lost its pair
It is only left on my finger, and so sorrow cries
Wish it rains so it can hide my tears
Cry, cry, cry again

Kyuhyun menatap sebuah cincin yang melingkar di jarinya. Airmatanya terus mengalir melihat cincin itu. Semula, cincin itu memiliki pasangannya namun kini hanya tinggal satu yang tersisa. Satu cincin yang lainnya ia berikan pada seorang yeoja bernama Kim Taeyeon.
Airmata yang semakin deras saat mengingat yeoja itu. Ia berharap hari itu turun hujan sehingga ia dapat menyembunyikan airmatanya yang semakin tidak dapat dibendung lagi.
Menangis. Ia hanya bisa menangis mengingatnya. Tidak memperdulikan orang-orang yang berbisik-bisik disekitarnya yang terus memperhatikannya.

I feel that the sad song flowing in my ears
might stop my heart that sank
The soul of love that isn’t leaving captures me again
Cry, cry, cry again

Kyuhyun semakin terisak saat teringat Taeyeon menyanyikan sebuah lagu di hari ulang tahunnya dengan semangat. Ia teringat saat-saat bersama Taeyeon. Yeoja yang akan segera ia nikahi namun hal itu tidak akan pernah terjadi. Kini ia tidak dapat lagi mendengar lagu ceria dari seorang yeoja bernama Kim Taeyeon. Yang ia rasakan hanyalah lagu-lagu sedih yang seolah-olah terus berdengung di telinganya.
Ia menangis lagi. Tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya yang berusaha menenangkannya.

Love love, the love that abandoned me
Love love, I live in memories and reminiscence
You are already my soul
How to live, without you

Beberapa hari yang lalu, di hari ia memutuskan untuk melamar Taeyeon merupakan hari terbaik yang pernah Kyuhyun rasakan. Ia tidak pernah merasakan hal sebahagia saat Taeyeon menerima lamarannya.
Namun kebahagiaan itu hanya bertahan untuk sesaat. Sebuah insiden didepan sebuah coffee shop, tempat favorit mereka, membuat Taeyeon pergi meninggalkannya.

“oppa, aku pergi. Sampai jumpa nanti.” pamit Taeyeon pada Kyuhyun saat hendak kembali menuju tempat kerjanya setelah istirahat makan siang.
“ne. hati-hati.” Balas Kyuhyun sebelum memberikan satu kecupan singkat di bibir mungil yeoja itu.
Kyuhyun melambaikan tangannya sambil tersenyum melihat yeojanya berjalan semakin menjauh. Saat Kyuhyun berbalik hendak kembali ke tempat kerjanya, tiba-tiba bunyi keras membuat langkahnya terhenti.

DORR!!!!!!!!!!

Kyuhyun terhenyak. Sedetik kemudian ia membalikkan badannya. Ia dapat melihat orang-orang berlarian mengerumuni tubuh seseorang yang tergeletak di tanah. Beberapa polisi mendekat dan menghalau orang-orang yang hanya menonton tanpa memberikan bantuan. Perlahan Kyuhyun mendekati kerumunan itu.
Ia membelalakan matanya, seraya airmata menyeruak saat ia melihat sosok yang dikerumuni orang-orang itu. Sosok yang dikenalnya yang beberapa saat lalu menghabiskan waktunya saat jam istirahat. Kim Taeyeon, tunangannya. Ia dapat melihat darah segar yang mengucur dari pelipisnya.

“Taeyeon-ah..” lirihnya jatuh terduduk meraih tubuh Taeyeon yang tidak lagi bergerak.
Peluru nyasar yang berasal dari kawanan perampok yang tengah diburu kepolisian, menembus kepalanya.

Even the cup of coffee that I unconsciously ordered for you is cold
like the you who cooled off unlike my heart
Trying to fix the puzzle of love that already went criss-cross
Cry, cry, cry again

“2 frappuccino, please!” pesan Kyuhyun pada pegawai coffee shop itu.

2 gelas frappuccino sudah berada ditangannya dan dengan tersenyum ia membawanya ke salah satu meja yang merupakan meja favoritnya karena dari meja itu ia dapat melihat pemandangan di luar toko itu.

“Taeyeon-ah, ini…” ucapan Kyuhyun terhenti saat ia melihat meja kosong itu.

Ia menatap kursi dimana Taeyeon selalu duduk menunggu Kyuhyun membawakan pesanannya.
Kyuhyun meletakkan kopi itu dan ia duduk di kursi yang selalu di tempati Taeyeon. Matanya berkaca-kaca dan sesaat kemudian ia menelusupkan wajahnya dikedua tangannya dan mulai terisak.

I love you I love you
also the love that abandoned me
I love you I love you
although I live in memories and reminiscence

“oppa, saranghaeyo~!” ucap Taeyeon dengan ceria membentuk hati dengan kedua tangannya.

Kyuhyun tertawa geli melihat Taeyeon yang tampak kekanak-kanakan. Kyuhyun berlari kecil menghampirinya, meraih pinggang Taeyeon dan mengangkatnya.

“nado saranghae.” Balas Kyuhyun membawa Taeyeon ke tempat tidurnya dan merebahkannya. Kyuhyun menatap kedua mata Taeyeon sambil tersenyum. Taeyeon membalas senyuman Kyuhyun dan ia melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon dan memiringkan kepalanya. Taeyeon menyambut ciuman hangat Kyuhyun dibibirnya.

You are already my soul
How to live, without you
Oh you are my love, where are you
Oh you are my love forever

Kehidupan Kyuhyun berubah total sejak kepergian Taeyeon. Depresi. Ia bukan lagi Kyuhyun yang jahil, selalu bersemangat dan membuat orang-orang disekitarnya tertawa.
Kini ia berdiri diatas tebing tinggi. Ia menatap air laut dengan gelombang yang besar dibawahnya.

“kenapa kau meninggalkanku?” lirihnya. “hari ini hari pernikahan kita kenapa kau pergi secepat ini?” Kyuhyun melangkahkan kakinya satu langkah kedepan. “aku ingin bersamamu. Tunggu aku.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan perlahan ia mencondongkan tubuhnya. Ia berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing curam itu.

“Kyuhyun-ah!!!” teriak seseorang berlari kearahnya dan menarik tubuhnya menjauh dari tebing itu.

“lepaskan!!! Biarkan aku mati menyusul Taeyeon!!!” pekik Kyuhyun.

“Kyu!!! Sadarlah!!!” orang itu terus memegangi Kyuhyun. “kau pikir Taeyeon akan senang jika kau melakukan ini??”

“lepas, hyung!!!” Kyuhyun terus berontak.

Sungmin, orang yang dipanggil hyung oleh Kyuhyun tidak kuasa meneteskan airmatanya melihat perilaku Kyuhyun.
Sungmin memeluk Kyuhyun yang tidak juga dapat mengontrol dirinya. “suatu hari kau akan bertemu dengannya, Kyu. Tapi bukan sekarang dan bukan dengan cara seperti ini.”

Perlahan Kyuhyun bisa mengendalikan dirinya. Ia kembali menangis terisak. Setelah mulai tenang, Sungmin akhirnya membawa Kyuhyun pergi dari tempat itu dan membawanya ke psikiater.

Setelah mobil Sungmin membawa Kyuhyun pergi, samar-samar tampak bayangan sosok yeoja berpakaian serba putih berdiri di tebing itu tersenyum dengan airmata yang mengalir di wajahnya.

“hiduplah dengan baik. Suatu saat kita akan bertemu lagi. Gidarilgeyo..” ucapnya sebelum akhirnya ia menghilang tersapu angin.

The End

P.S : mian kalo ceritanya kurang menarik. author lagi ga ada ide :3
tapi tetep tinggalin jejak ya… 😀