Daily Archives: February 24, 2013

[FF] I Got A Boy (Season 2) Chapter 7

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

“Taeyeon?!” seru Victoria yang tiba-tiba menghampiri mereka berempat.

“oh, Vic. Annyeong!” sapa Taeyeon.

“kau datang sendiri kesini?”

“aniyo. Aku kesini dengan Yonghwa-oppa tapi ia sudah pulang.” Jawab Taeyeon.

“oh, begitu?” Victoria mengalihkan pandangannya pada Minhyuk dan Jungshin. “kalian berdua bisa ikut aku sebentar? Ayahku ingin bicara dengan kalian.”

“ada masalah apa?” tanya Jonghyun heran hanya Minhyuk dan Jungshin yang dipanggil.

“bukan apa-apa. Hanya mengatur jadwal kalian. Kau tunggu disini saja temani Taeyeon. Aku akan segera kembali. Nanti aku minta pelayan menambahkan minumannya.” Victoria pun pergi dengan Minhyuk dan Jungshin.

Tidak lama setelah itu, seorang pelayan menghampiri mereka dan meletakkan minumannya. Taeyeon dan Jonghyun segera meminum minuman itu.

Setelah beberapa menit, Taeyeon merasakan hal aneh pada dirinya. Ia merasa pusing dan pandangannya berkunang-kunang.

“Taeyeon, waegeurae?” tanya Jonghyun melihat Taeyeon yang memegangi kepalanya.

Taeyeon tidak menjawab dan sedetik kemudian ia jatuh pingsan.

“Taeyeon-ssi!” cemas Jonghyun mengguncang tubuh Taeyeon. Namun tidak lama kemudian ia merasakan hal yang sama dengan Taeyeon dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.

3 orang namja berbadan kekar menghampiri Jonghyun dan Taeyeon yang tidak sadarkan diri. Mereka segera mengangkat tubuh keduanya keluar dari café itu. Mereka membawa Jonghyun dan Taeyeon ke sebuah kamar hotel mewah yang telah di sewa Victoria.

“mereka sudah sampai?” tanya Victoria pada salah satu namja itu lewat telepon. “bagus. Aku segera kesana.” Victoria menutup teleponnya dan menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya. Minhyuk dan Jungshin yang masih bersamanya saling menatap bingung. “kalian turun disini.”

“MWO??” kejut kedua namja itu sambil turun dari mobil Victoria. “tapi….kau bilang ayahmu ingin menemui kita?”

“kalian naik taxi saja. Aku ada urusan.” Setelah memberikan sejumlah uang, Victoria pun pergi.

“kenapa kita selalu berakhir seperti ini?” keluh Minhyuk.

Victoria tiba di hotel itu dan ia tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya.

Ia menyuruh seorang anak buahnya untuk melepaskan baju Jonghyun dan membaringkannya di tempat tidur. Setelah itu ia menyuruhnya keluar. Ia mendekati Taeyeon dan menyentuh wajahnya.

“sebentar lagi hubunganmu dengan Kyuhyun akan berakhir, Kim Taeyeon!” ucap Victoria menyeringai.

Ia membuka baju Taeyeon dan membaringkannya disamping Jonghyun. Ia menutupi tubuh keduanya dengan selimut hingga sebatas dada. Victoria mengambil kameranya dan memposisikan Taeyeon tidur di dada Jonghyun yang topless dan memeluknya.

Klik!

Ia memotret Taeyeon dan Jonghyun dari berbagai sisi.

“welcome to my game!” gumam Victoria tersenyum puas.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 7-

Taeyeon dan Jonghyun terbangun karena suara ketukan housekeeper yang hendak membereskan kamar hotel itu. Begitu menyadari mereka tidur bersama, keduanya shock dan Taeyeon langsung menangis.

“apa yang sudah kita lakukan semalam??” tangis Taeyeon menutupi badannya dengan selimut.

“nado molla..” jawab Jonghyun kebingungan. Ia segera beranjak dan mengenakan T-shirtnya yang tergeletak di lantai. “aku tidak ingat apapun. Tapi…aku minta maaf.” Ia memandang Taeyeon dengan tatapan sedih dan menyesal. “mianhae.” Ucapnya memeluk Taeyeon yang semakin terisak.

**

Hampir setiap hari, Sora diam-diam meletakkan kotak berisi bekal untuk Leeteuk di mejanya. Hari ini pun ia berniat meletakkan makanan itu namun saat berjalan menuju kelas, ia melihat pemandangan yang menusuk hatinya. Sora melihat Leeteuk dan Yoona berciuman.

“gomawo, kau sudah menerimaku lagi.” Ucap Yoona dengan mata yang berkaca-kaca. Leeteuk tersenyum dan memeluknya.

Airmata Sora mengalir begitu saja dan ia segera berbalik hendak pergi. Namun saat berbalik, ia bertabrakan dengan seorang namja dan makanan yang dibawanya jatuh berserakan. Leeteuk dan Yoona pun terkejut mendengar suara itu.

“mianhae!” ucap namja itu. Sora hanya terdiam menunduk.

“ada apa?” Leeteuk dan Yoona menghampirinya. “Sora?”

“aku tidak sengaja menabraknya.” Ucap namja itu. “Sora-ssi, gwaenchana?” tanya namja itu memastikan. Ia pun mengangkat dagu Sora karena ia terus menunduk. Ia terkejut melihat Sora yang sudah banjir(?) airmata.

Sora tidak menjawab dan segera pergi sambil menyeret namja itu meninggalkan Leeteuk dan Yoona. Ia membawa namja itu ke belakang gedung kampus yang cukup sepi.

“Sora-ssi, kenapa kita ke..”

“huuwaaaaaaaaaaaaaa…” namja itu terkejut dengan Sora yang tiba-tiba menangis histeris. “huhu..hu..grok! hiks..hiks..grok…hiks..ngik!” JB tercengang mendengar isakan aneh Sora. *Sora: thor, apa-apaan itu????”*

“Sora-ssi, gwaenchana?” ia menyentuh bahu Sora dan tiba-tiba Sora memeluknya menangis dipelukan namja itu hingga membuatnya membelalakan matanya.

“JB, nappeun! Dia jahat!! Hiks..” racau Sora terisak pada namja itu.

**

“Sunny, kau lihat Taeyeon?” tanya Kyuhyun.

“aniyo. Hari ini ia tidak masuk. Yesung-oppa bilang ia sakit.”

“mwo??” kejut Kyuhyun. “kenapa ia tidak memberitahuku?” Sunny hanya mengerdikkan bahunya.

Kyuhyun hendak pergi namun Sunny menahannya, “apa kau mau menjenguknya? Boleh aku ikut?”

“baiklah. Kajja!”

SKIP

“chagiya, kau sakit apa?” ucap Kyuhyun mengelus wajah Taeyeon yang pucat.

“issh, oppa kau berlebihan sekali.” Dengus Sunny yang berdiri disebelahnya.

Taeyeon sedikit tersenyum mendengar ucapan Sunny, “hanya pusing saja.” Jawab Taeyeon.

“apa Yesung-oppa sedang tidak di rumah?” tanya Sunny yang dibalas anggukan Taeyeon. “kalau begitu kau istirahat saja. Akan ku buatkan makanan. Oppa, kajja bantu aku!” Sunny berjalan keluar dari kamar Taeyeon.

“ne.” Kyuhyun hendak beranjak namun Taeyeon segera meraih tangannya. “wae?”

“mianhae..” lirih Taeyeon membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya.

“untuk?” bingung Kyuhyun namun Taeyeon kembali diam. Kyuhyun kembali duduk di sisi tempat tidur Taeyeon. “hey, ada apa?” Taeyeon diam menundukan wajahnya. Kyuhyun menghela napasnya dan menaikan dagu Taeyeon agar bisa menatapnya. “kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja.” Ucapnya dengan lembut.

“eobseoyo.” Jawab Taeyeon setelah terdiam sesaat.

“baiklah. Kau istirahat saja. Akan kubuatkan makanan spesial untukmu.” Kyuhyun membaringkan Taeyeon, menyelimutinya dan mengecup keningnya sebelum akhirnya pergi membantu Sunny.

“kau terlalu baik, aku tidak tahu apa aku sanggup memberitahumu.” Batin Taeyeon menangis.

**

Keesokan harinya Taeyeon sudah kembali ke kampus. Saat ia berjalan menuju kelasnya, ia merasa semua orang memperhatikannya dengan pandangan jijik. Namun Taeyeon menepis dugaan itu dan meneruskan langkahnya menuju kelas.

“Taeyeon-ah!” panggil Sunny menghampiri Taeyeon. “aku tidak mengerti ada apa denganmu tapi….kenapa kau tega melakukan itu?!”ucap Sunny terdengar sebuah kekecewaan dari nada bicaranya.

“maksudmu?”

Sunny menghela napasnya dan meraih tangan Taeyeon membawanya ke sebuah tempat yang tengah di kerumuni orang.

“kenapa banyak orang berkumpul disini?” gumam Taeyeon.

Sunny menyerobot masuk kedalam kerumunan dan membuat orang-orang itu menoleh, mereka mulai saling berbisik.

“apa maksud ini, Taeng!!” bentak Sunny menunjuk beberapa foto yang terpampang di papan pengumuman.

Taeyeon membelalakan matanya melihat foto dirinya yang tidur dengan Jonghyun. “ini…”

“Jonghyun???” kejut Yonghwa yang tiba-tiba sudah berada disamping Taeyeon. Taeyeon menoleh namun pandangannya tidak tertuju pada Yonghwa. Kyuhyun berdiri disamping Yonghwa menatap foto-foto itu tanpa berkata-kata. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal disamping badannya.

“Kyuhyun-oppa..” lirih Taeyeon.

Kyuhyun menoleh dan menatap Taeyeon dengan tajam. Ia memecahkan kaca pelapis papan pengumuman itu dengan kepalan tangannya dan mencabut semua foto-foto itu lalu merobeknya. Ia tidak memperdulikan darah segar yang mengucur dari tangannya karena hatinya jauh lebih sakit daripada akibat serpihan kaca itu. Ia meraih tangan Taeyeon dengan kasar dan menyeretnya meninggalkan tempat itu. Taeyeon dapat merasakan kemarahan Kyuhyun yang menggenggam lengannya sangat kencang. Tanpa dilihat pergelangan tangannya sudah pasti memerah.

Setelah berada ditempat yang cukup sepi, Kyuhyun menghempaskan Taeyeon dengan kasar.

“KENAPA KAU MELAKUKAN ITU, HAH??!!”bentak Kyuhyun membuat Taeyeon terkejut. Ia belum pernah membentaknya sekeras itu. “JADI DIA YANG BERNAMA JONGHYUN??!!”

“oppa, mianhae..” lirih Taeyeon dengan airmata yang sudah membanjiri wajahnya.

“AKU TANYA APA DIA ITU JONGHYUN!!?” bentak Kyuhyun lagi lebih keras. Taeyeon menunduk ketakutan dan hanya mampu mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Amarah Kyuhyun semakin memuncak. Iaterlampau kecewa dengan Taeyeon yang mengkhianatinya. “aku membiarkanmu bertemu dengannya karena kupikir kau bisa menjaga kepercayaanku!” ucap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca memandang yeojanya itu dengan perih.

“oppa, aku bisa jelaskan semuanya…” Taeyeon berusaha meraih lengan Kyuhyun namun ia menepisnya.

“aku terlanjur kecewa denganmu, Taeyeon.” Ucap Kyuhyun. “aku tahu banyak namja yang berusaha mendekatimu. Aku berusaha menahan diri dan meyakinkan diriku sendiri bahwa kau tidak mungkin macam-macam dibelakangku. Tapi setelah melihat foto-foto itu..” Kyuhyun menghentikan ucapannya sejenak. “aku tidak tahu apa aku harus mendengar penjelasanmu dan mempercayaimu lagi.”

Taeyeon tercekat dan airmatanya semakin tak terkendali. “jebal! Dengar penjelasanku. Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa malam itu..” ucap Taeyeon cepat namun Kyuhyun segera memotong ucapannya.

“KEUMANHAE! Kupikir selama ini kau cukup memahamiku. Setiap kali aku mengatakan kecemburuanku, apa kau tidak pernah menanggapinya?!” Kyuhyun menghentikan ucapannya sesaat, “aku hanya ingin bertemu seseorang yang bisa memahamiku dan kupikir kau bukan orang yang tepat.”

“OPPA!!”

“sepertinya aku juga tidak cukup memahamimu dan mungkin Jonghyun jauh lebih memahamimu daripada aku.” Kyuhyun melepas genggaman Taeyeon dilengannya. “temui saja namja itu dan berusahalah untuk saling melupakan.” Ucap Kyuhyun pelan.

Taeyeon membelalakan matanya dan meraih lengan Kyuhyun lagi, “aniyo!! Kau harus mendengarkan penjelasanku! Malam itu aku mengantar Yonghwa-oppa menemui Jonghyun dan teman-temannya dan setelah itu….”

“KIM TAEYEON!!” bentak Kyuhyun membuat Taeyeon tersentak kaget. “jebal! Lakukan saja apa yang tadi kukatakan dan jangan sebut lagi namanya. Aku membenci nama itu.” Kyuhyun melepas pegangan Taeyeon dan pergi meninggalkannya yang jatuh menangis terisak. Ia pun tidak dapat menahan airmata yang terus menuruni pipinya menatap kepergian Kyuhyun.

Di sudut lain, Victoria melihat pertengkaran itu dan tersenyum puas. “itu akibatnya jika kau menolakku, Cho Kyuhyun.”

**

Setelah kejadian itu, Taeyeon terus mengurung diri di kamarnya. Yang dilakukannya dikamar itu hanya menangis mengingat Kyuhyun yang memutuskan hubungannya tanpa mendengar penjelasannya sedikitpun. Sudah 2 hari ia tidak keluar kamarnya dan hal itu membuat Yesung khawatir. Berkali-kali ia berusaha membujuknya keluar namun Taeyeon masih menolaknya dan tetap mengunci diri dikamarnya.

Hari ketiga, pagi hari Yesung membawakan sarapannya dan untuk pertama kalinya sejak peristiwa itu, Taeyeon membukakan pintunya membiarkan Yesung masuk.

Yesung terkejut dengan mata Taeyeon yang sembab dan penampilannya yang acak-acakan tidak seperti biasanya. Ia dapat melihat barang-barang Taeyeon yang hancur akibat emosinya yang tidak terkendali. Yesung menghela napasnya menatap Taeyeon yang duduk memeluk lututnya di tempat tidurnya dan masih enggan berbicara. Yesung mengambil bubur buatannya dan hendak menyuapinya namun Taeyeon memalingkan wajahnya menolak memakannya

“selama aku merawatmu, ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini. 3 hari kau mengurung di kamar tanpa memakan apapun, bagaimana kalau kau sakit? Apalagi kau ini baru saja sembuh.” ucap Yesung. “aku percaya kau tidak mungkin berbuat seperti itu. Aku tahu siapa yang kau cintai dan aku juga tahu Kyuhyun itu seperti apa. Aku yakin saat itu ia hanya sedang emosi. Suatu saat ia pasti akan kembali padamu.”

“bagaimana kalau tidak?” ucap Taeyeon akhirnya berbicara.

“tidak mungkin. Aku tahu anak itu tidak akan mampu menolak adikku yang cute ini.” Gurau Yesung berharap Taeyeon akan tertawa namun ternyata tidak berhasil. Taeyeon kembali terdiam. “asal kau tahu, cinta itu ibarat taman hiburan. Saat kau berada di dalamnya, kau ingin segera keluar tapi begitu kau sudah diluar, kau ingin masuk kembali kedalam. Saat ini Kyuhyun memutuskan untuk keluar tapi suatu saat pasti ia ingin kembali masuk ke dalam kehidupanmu. Kau harus yakin itu.” Nasihat Yesung. “sepertinya kau butuh sendirian. Jika kau perlu sesuatu, panggil saja aku ada di kamar. Aku mengambil cuti hari ini untuk menemanimu.” Yesung mengecup puncak kepala Taeyeon sebelum beranjak pergi dari kamar itu.

Setiap kali teringat kejadian itu, Taeyeon selalu menangis. Melihat wajah Kyuhyun yang tampak marah, kecewa, dan sedih membuatnya tidak mampu menahan isakannya. Belum lagi gunjingan orang-orang yang melihat fotonya tidur dengan namja membuatnya semakin berat menanggung beban itu. Taeyeon mengangkat wajahnya dan tatapannya tertuju pada gelas yang ditinggal Yesung.

**

“aku masuk kelas dulu. Nanti siang kita kumpul lagi disini.” Ucap Juniel.

“ne. hati-hati, yeobo!” sahut Jaejin.

“aisshh.. berhentilah memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu!” dengus Juniel. “Seungri-ah, kajja!” Juniel dan Seungri pun meninggalkan Jaejin dan Hoya di base camp itu.

Jaejin tersenyum melihat Juniel. “sepertinya kau benar-benar menyukai yeoja itu?” ucap Hoya membuat Jaejin menoleh.

“ah? Hm…begitulah. Kelihatan  ya?” jawab Jaejin  menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“sangat!” tawa Hoya. “apa aku katakan sekarang saja? Suasananya sedang baik. Kuharap ia tidak kaget mendengar pengakuanku.” pikir Hoya.

“hey, kenapa melamun?”

“oh aniya.” Jawab Hoya gelagapan. “Jaejin-ah..”

“hm?”

“aku ingin mengatakan sesuatu tapi kuharap kau tidak membenciku setelah mendengarnya.”

“ada masalah apa?” bingung Jaejin.

Hoya menarik napasnya sebelum akhirnya bicara, “kau hebat bisa terus terang pada orang yang kau sukai. Tidak sepertiku. Jika kau sepertiku, mungkin kalian tidak akan pernah bisa bersama.”

“aku tidak mengerti. Maksudmu..Juniel? Apa kau juga menyukainya? Banyak yang bilang kalau kau menyukainya.”

Hoya tertawa kecil, “meskipun itu rahasia yang sulit dikatakan, tapi lebih baik jika berterus terang.” Hoya menghentikan pembicaraannya sebelum akhirnya berkata, “mudah sekali menebak perasaan orang lain, tapi aku malah tidak mengerti dengan perasaanku sendiri.”

“kau ini bicara apa?”

“mungkin terdengar tidak normal tapi….” Hoya menggantung ucapannya. “aku menyukaimu.”

Jaejin terkesiap mendengar ucapan Hoya. “kau..”

“namja mencintai namja? Aku akui perasaan ini tidak wajar tapi aku tidak bisa mengelaknya. Kau tenang saja aku tidak memintamu membalas perasaanku.” Hoya menyunggingkan sedikit senyumnya sebelum meninggalkan Jaejin yang masih tidak mempercayai ucapannya.

“jadi bukan Juniel yang ia sukai tapi….aku?” batin Jaejin.

**

“Kyuhyun memutuskannya??” kejut Jonghyun mendengar cerita Yonghwa.

“sebenarnya apa hubunganmu dengan Taeyeon? Kenapa kau bisa tidur dengannya?” heran Yonghwa memperhatikan selembar foto yang di sobek Kyuhyun, dan ia menggabungkannya kembali.

“eobseo! Hanya teman biasa.” Jawab Jonghyun. “aku juga tidak tahu kejadiannya. Tiba-tiba saja saat aku bangun ia sudah ada di sebelahku. Dan sepertinya ia juga tidak ingat apa-apa.”

“hyung, apa kalian tidak berpikir bahwa ini jebakan?” ucap Jungshin tiba-tiba.

“maksudmu?”

“coba kalian ingat-ingat! Malam itu Taeyeon mengantar Yonghwa ke café dan setelah Yonghwa pergi, Victoria mendatangi kita lalu menyeretku dan Minhyuk pergi meninggalkanmu berdua dengan Taeyeon.”

“Victoria? Jadi kau pikir ini perbuatan Victoria?”

“aku belum berani menyimpulkan. Tapi aku juga tahu Victoria menyukai Kyuhyun dan pernah memintamu untuk mengganggu hubungan mereka tapi kau menolaknya.” Jelas Jungshin. Ia berbalik pada Minhyuk “hyung, apa kau ingat pembicaraan Victoria di telepon malam itu? Kau bilang kau mendengar lawan bicaranya itu menyebutkan kata hotel.”

“ah, kau benar!” seru Minhyuk. “aku duduk disebelahnya dan aku mendengar pembicaraan mereka cukup jelas!”

“sepertinya memang Victoria pelakunya.” gumam Yonghwa. “apa saja yang kau ingat setelah Jungshin dan Minhyuk pergi?”

“seingatku seorang pelayan membawakan kami minuman dan setelah meminumnya aku tidak ingat apa-apa.”

“benar dugaanku!” Jungshin menjentikkan jarinya. “ia sudah merencanakan ini untuk menjebakmu. Karena kau  menolaknya saat ia memintamu mendekati Taeyeon, makanya ia melakukannya dengan caranya sendiri!”

“kita sudah tahu siapa pelakunya dan sekarang kita hanya perlu mencari bukti bahwa memang Victorialah pelakunya.” Ucap Yonghwa memperhatikan foto itu.

“hyung, sepertinya kau betah sekali melihat foto itu?” heran Minhyuk dengan polos.

“mwo??”

“kau terus saja memperhatikan foto itu. Aku sedikit khawatir kau mempunyai pikiran aneh.”

“YA!! KANG MINHYUK!!” bentak Yonghwa memelototi Minhyuk.

“hyung! Lihat ini!” kejut Jungshin menemukan sesuatu di foto itu.

**

Yesung kembali mengetuk kamar Taeyeon untuk mengantarkan makan siang. Namun ternyata Taeyeon kembali mengunci kamarnya. Berkali-kali Yesung memanggilnya namun Taeyeon tidak menyahut. Akhirnya Yesung memutuskan memanggil Sunny dan Geunyoung untuk membantunya membujuk Taeyeon. Setelah beberapa menit, Sunny dan Geunyoung tiba di rumah Taeyeon dan segera menuju kamarnya.

“apa setiap hari ia selalu begini?” cemas Sunny yang dibalas anggukan Yesung. “Taeng, buka pintunya!” Sunny menggedor pintu.

“eonni, ayolah. Jangan mengurung diri terus. Kami sangat mengkhawatirkanmu. Cepatlah keluar.” Bujuk Geunyoung.

“oppa, kau tidak punya kunci cadangannya?” tanya Sunny yang tampak semakin cemas karena Taeyeon tidak menyahut.

“aku tidak tahu. Taeyeon yang menyimpannya.”

“kalau begitu kita buka paksa saja pintunya.” usul Geunyoung. “aku takut terjadi apa-apa didalam. Bagaimana kalau ternyata ia pingsan karena tidak makan minum berhari-hari?”

Akhirnya mereka sepakat untuk mendobrak pintu kamar Taeyeon. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya mereka berhasil mendobrak pintu itu.

Begitu pintu terbuka, mereka membelalakan matanya melihat Taeyeon yang terbaring tidak sadarkan diri dengan pergelangan tangan yang berlumuran darah dan sebuah pecahan kaca di dekatnya yang juga terdapat bercak darah.

“TAEYEON!!” pekik mereka bertiga berlari menghampiri Taeyeon.

Tempat tidurnya yang semula putih bersih, kini dipenuhi bercak darah. Taeyeon memotong urat nadinya sendiri dengan pecahan kaca. Ia berusaha mengakhiri hidupnya karena beban berat yang harus ia tanggung sendirian. Harga dirinya sebagai perempuan benar-benar hancur karena foto-foto itu. Orang-orang memandangnya rendah. Banyak pesan singkat yang memojokkan dan menghinanya. Hal itu membuat Taeyeon semakin depresi dan nekat mengiris nadinya sendiri.

Dalam keadaan panik, Sunny segera menelpon rumah sakit.

“ia masih bernapas!” seru Geunyoung mengecek pernapasan Taeyeon.

“TAEYEON-AH!! IREONA!!” histeris Yesung berkali-kali mengguncang tubuh Taeyeon yang lemas. Taeyeon merupakan keluarga yang ia miliki satu-satunya dan melihatnya seperti itu membuat Yesung sangat terpukul. “ini semua gara-gara kau, Kyuhyun!” geram Yesung memeluk Taeyeon yang detak jantungnya semakin melemah.

To be continue..

Apa yang terjadi dengan Taeyeon selanjutnya? kalo semua tau kondisi Taeyeon, siapa yang paling shock? Yesung, Kyuhyun, atau Jonghyun? Pas bagian Hoya-Jaejin ada yang o.O ngga? hihi… xD

Abis ini chapter terakhir dan seperti biasa, akan DI PROTEKSI! *nyengirevil*

Advertisements