Monthly Archives: March 2013

[FF] Only One (Chapter 5)

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Lee Donghae, Victoria
Other Cast : SM Family
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance, I don’t know o.Oa
Language : Bahasa Indonesia tanpa EYD sehingga typo(s) bertebaran dimana-mana. -.-”

-Previous Chapter-

Seohyun menaiki kursi itu dan karena lemari itu cukup tinggi, ia menjinjitkan kakinya. “ah, susah sekali.” gumam Seohyun sambil berusaha meraih makanan itu dengan tangan kanannya. Sementara Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat Seohyun yang tampak kesulitan. Namun tawa itu seketika berubah ketika Seohyun tampak kehilangan keseimbangannya.

“waaa….waaaah…” pekik Seohyun.

“Seohyun-ah!” cepat-cepat Kyuhyun berlari kearahnya dan menahan tubuh Seohyun sebelum terbentur lantai.

BRUGGHH!!

Seohyun mendarat tepat diatas tubuh Kyuhyun dan Read the rest of this entry

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 4)

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

Taeyeon mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya, tangannya gemetaran. Ia sedikit gugup saat akan memberikan amplop itu kepada lelaki paruh baya tersebut. Soo Man hanya menatap heran ke arah amplop yang Taeyeon berikan kepadanya.

“Mwoya? Apa ini?” Ucapnya dan kemudian membuka amplop itu.

Sejenak menjadi hening saat Soo Man membaca isi amplop tersebut, ia kaget melihat isinya, bahkan ia membacanya hingga berkali-kali untuk membuktikan bahwa apa yang di pegangnya memang hasil pemeriksaan Taeyeon. Soo Man menatap lekat ke arah Taeyeon, Taeyeon hanya tunduk ia tak mampu menatap seseorang yang sudah berhasil membuat mimpinya menjadi nyata itu.

“Apa maksudnya ini? Apa maksudnya kau memberiku hasil pemeriksaanmu, Taeng-ah?” terdengar dingin dalam suara Soo Man saat bertanya kepada Taeyeon. Hening. Taeyeon tidak menjawab.

“Apa maksudnya ini KIM TAEYEON?!” Soo Man meninggikan suaranya membuat yeoja di depannya menatapnya. Akhirnya tatapan Lee Soo Man dan Taeyeon bertemu, mata Taeyeon berkaca-kaca. Lee Soo Man sendiri rasanya ingin marah tetapi harus marah kepada siapa? Sepenuhnya ini bukan kesalahan Taeyeon, bukan Taeyeon yang menginginkan penyakit itu.

“Appa.. Mianhe.. Jeongmal mianhaeyo..” Hening. Tak ada suara.

“Aku….” lanjut Taeyeon terdengar ragu-ragu. “aku ingin berhenti dari dunia entertainment.”

-TaengKyu For Loving Me Chapter 4-

“MWO?” ia berdiri mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Airmata Taeyeon mengalir lagi, rasanya sangat sakit mendapati dirinya harus mengambil keputusan ini.

Lee Soo Man kembali terduduk di tempatnya semula, ia tak kuasa untuk marah ia hanya bisa menatap Taeyeon yang sedang tertunduk terisak di depannya. Read the rest of this entry

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 3)

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

“Takut? Takut apa?” Kali ini Ryewook yang bertanya. Kyuhyun terdiam, bibirnya tak mampu lagi menuturkan kata-kata, ntah mengapa ia juga tak tahu mengapa ia takut untuk mengetahui namja yang mampu membuat Taeyeon menangis. Rasanya ia juga ingin menangis melihat yeoja yang sudah bertahun-tahun mengisi hatinya meneteskan airmata berharganya hanya karena seorang namja. Member SuJu yang lain hanya bisa menatap iba ke arah magnae itu yang masih menutup matanya, mereka mengetahui kepedihan yang di rasakan oleh Kyuhyun, suasana menjadi hening tak ada satupun yang bersuara sebelum akhirnya Siwon memecah keheningan.

“Kita tak tau kau takut karena apa, tapi kami ini hyungmu kami mengerti perasaanmu. Tetapi yakinlah kalau kau mencoba untuk menghilangkan rasa itu sekarang pasti  sangat sulit bayangkan saja kau telah menyukainya selama hampir 5 tahun, dan selama itu perasaanmu tidak berubah padanya. Tetapi maafkan kami, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain membantumu dalam doa, semua itu perasaanmu yang tentukan, kau tak perlu menghilangkan perasaan itu nantinya kau menyakiti dirimu sendiri.” Kyuhyun membuka matanya ia menatap hyung-hyungnya matanya berkaca-kaca.

“Tetapi tunggu sebentar, darimana kau tau ia menyukai namja lain? Siapa tau namja itu dirimu?” Pernyataan Donghae mendapat anggukan dari member lain kecuali Kyuhyun.

“Tidak mungkin ia bercerita padaku kalau memang ia menyukaiku. Mana mungkin ia bercerita di depanku? Itu tidak mungkin, hyung.” Volume suara Kyuhyun masih lemah.

“Siapa yang duga? Tidak sedikit yeoja yang melakukan hal itu. Tetapi tidak ada salahnya kau berharap, belum ada kepastian darinya tentang namja yang ia sukai. Kau masih punya harapan banyak sekali. Tenanglah Kyu.” Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun, magnae itu tersenyum melihat hyung-hyungnya yang begitu peduli padanya. ‘Gomapta hyung.’ Batin Kyuhyun lalu tersenyum.

-TaengKyu For Loving Me Chapter 3- Read the rest of this entry

[FF] Bad Girl Good Girl (Chapter 1)

onion-emoticons-set-6-67

Author bikin FF baru lagi.

Ide FF ini udah cukup lama nyangkut(?) di otak tapi karena terlalu males di tuangkan(?) kedalam tulisan, jadinya baru bikin sekarang. Lega deh kalo udah di tulis gini. hohoho…

Tadinya ini mau ChangTae (Changmin Taeyeon) tapi karena kebanyakan readernya KyuTae shipper, jadi di ganti Changminnya ma Kyuhyun. ^^v

Semoga suka! Happy reading~

Author : Ashiya
Main Cast  : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Victoria Song (F(x))
Other Cast : Sandara Park (2NE1), etc.
Genre : romance, revenge
Disclaimer : The story is 100% mine. Inspired by some dramas.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Bad Girl Good Girl Chapter 1-

“Hanhwa Corporation, perusahaan besar Korea yang bergerak dibidang manufaktur, keuangan, dan pelayanan. Perusahaan yang pada 2 tahun lalu memiliki total aset penjualan lebih dari US$ 83 Miliar, kini tengah di terpa isu keruntuhan.” Seorang reporter berbicara tengah melaporkan berita di depan sebuah perusahaan besar Korea Selatan. “Beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebabnya adalah direktur baru perusahaan itu yang terkenal dengan keras kepalanya. Saat ini beberapa pekerja tengah berdemo menuntut pembayaran upah mereka yang belum di bayarkan sejak 6 bulan yang lalu.” Reporter itu berjalan menghampiri salah satu pekerja yang berdemo dan kemudian meminta keterangannya.

“kami sudah 6 bulan bekerja tanpa di bayar!!” ucap pekerja itu dengan emosi. “kami mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi. Kami menuntut hak kami!”

“apakah anda tahu penyebab masalah pelik ini hingga anda dan rekan-rekan tidak mendapatkan haknya?” tanya reporter itu.

“ne. Semua ini karena direktur baru yang juga anak pemilik perusahaan ini!” jawab orang itu di sambut seruan setuju para rekannya.

“bisa anda jelaskan penyebabnya secara rinci?”

“sejak presiden Kim jatuh sakit, ia menggantikan posisinya tapi ia belum pantas memegang kekuasaan perusahaan sebesar ini! Usianya baru 25 tahun dan ia belum memiliki kemampuan serta pengalaman memimpin perusahaan.”

“tapi kami dengar ia seorang anak yang pintar dan juga ia lulusan terbaik di universitas terkemuka di Amerika, bahkan di usianya yang saat itu baru menginjak 23 tahun, sudah menyandang gelar doktor?” tanya reporter itu lagi.

Seseorang maju dan menyerobot mengambil mic reporter itu, “ia memang berpendidikan tinggi dan pintar namun untuk mengendalikan perusahaan sebesar Hanhwa, ia masih perlu pengalaman! Anda lihat sekarang, baru 2 tahun ia memimpin perusahaan ini, sudah membuat kekacauan dan sebentar lagi perusahaan ini pasti akan bangkrut!” orang itu beralih menghadap ke kamera dengan tatapan tajam, “Kim Taeyeon-ssi, kami disini semua menuntutmu!! Keluar dari persembunyianmu dan penuhi permintaan kami!”

Sementara itu, Taeyeon menatap geram berita itu. Saat ini ia berada di Jepang demi keamanannya. Ia mematikan televisinya dan beralih pada pengacaranya yang berdiri di sampingnya. “oppa, siapkan tiket ke Korea. Aku akan menghadap orang-orang itu.”

Pengacara yang juga teman baiknya sejak kecil itu menatap Taeyeon khawatir, “tapi… sebaiknya tetap disini hingga keadaan kembali normal.”

“sampai kapan??” sahut Taeyeon sedikit berteriak. “jika aku terus diam di tempat ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun!”

“tapi…”

“kalau kau tidak mau, aku akan pergi sendiri!” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya hendak pergi menuju bandara.

“baiklah.” Jawab pengacara itu. “kau tunggu disini. Biar aku yang memesan tiketnya.” ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi perusahaan penerbangan.

Senyuman segera terkembang di wajah Taeyeon, “kalau begitu aku bersiap-siap dulu. Gomawo, Jaejoong-oppa!” CHU~ Taeyeon mengecup pipi Jaejoong dan segera berlari menuju kamar mandi meninggalkan Jaejoong yang tertawa kecil melihat reaksi Taeyeon barusan.

ashiya19.wordpress.com

Beberapa menit kemudian setelah Jaejoong memesan tiket, pintu kamar mandi terbuka dan saat ia menoleh, ia melihat Taeyeon yang hanya mengenakan handuk dan rambut yang masih dipenuhi busa shampoo serta tangan yang sibuk menggosok giginya. Ia membelalakan matanya melihat bagian dada dan paha Taeyeon yang putih mulus, cepat-cepat ia membalikan badannya.

“oh ya, setelah tiba di Korea, kita langsung ke perusahaan dan setelah itu kita ke Hanhwa Hospital. Aku ingin mengecek perkembangan rumah sakit itu.” Ucap Taeyeon sambil terus menggosok giginya.

“n..ne..” jawab Jaejoong dengan gugup sambil membelakangi Taeyeon.

Taeyeon sedikit mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Jaejoong yang gugup. “ah, aku lupa membawa pakaianku.” Ucap Taeyeon berjalan melewati Jaejoong menuju kamarnya. Jaejoong segera kembali menghadap ke arah lain. Taeyeon kembali keluar dari kamarnya dan melihat Jaejoong yang tampak canggung, “oppa, wae?” heran Taeyeon memegang pundak Jaejoong hingga membuatnya berbalik menghadap Taeyeon.

“a..aniyo.” jawab Jaejoong dengan pipi memerah.

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandinya. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Jaejoong menghela napasnya dan menghempaskan dirinya ke sofa. “hufftt… aku tidak yakin bisa menahan diri jika kejadian seperti ini terulang kembali.”

***

Namja itu tengah menunggu seseorang di sebuah café. Ia terus tersenyum menunggu seseorang yang akan ia temui. Sudah hampir sebulan ia tidak bertemu dengannya dan ketika orang itu menghubunginya untuk menemuinya, tentu saja ia senang. Bahkan ia mengambil cuti dari pekerjaannya di sebuah coffe shop hanya sekedar untuk menunggu orang ini.

Tidak lama kemudian, denting bunyi lonceng di atas pintu café  membuat namja itu menoleh dan mendapati seorang yeoja bermata bulat tengah mengedarkan pandangannya mencari orang yang menunggunya.

“noona!” panggil namja itu mengangkat tangan kanannya.

Yeoja yang dipanggil noona itu menoleh dan tersenyum kearahnya lalu berjalan menghampirinya. “mian, Kyu. Apa kau sudah lama menunggu?”

Namja yang dipanggil Kyu itu tersenyum, “aniyo. Duduklah.”

Yeoja itu duduk di seberangnya, “bagaimana kabarmu?”

“baik. Bagaimana denganmu?”

Yeoja itu menghembuskan napasnya, “beginilah. Hampir setiap hari aku harus mengurus perusahaan itu.”

Namja itu menurunkan senyumnya mendengar kata ‘perusahaan’ yang di ucapkn yeoja itu. “Vic, apa kau masih berambisi menguasai perusahaan itu?”

Yeoja itu tertawa kecil mendengar pertanyaan dari namja di depannya itu, “tentu saja, Kyuhyun-ah. Aku sudah lelah hidup dalam kemiskinan. Sekarang setelah eommaku menikah dengan pemilik perusahaan itu, aku harus bisa menyingkirkan anaknya dan membuat perusahaan itu beralih ke tanganku.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Victoria. Sejujurnya ia tidak menyukai rencananya itu. Ia kembali mengingat ke masa lalunya saat pertama kali ia bertemu dengan Victoria.

Flashback

Victoria yang saat itu baru berusia 10 tahun duduk di depan rumah Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Tidak lama kemudian, Kyuhyun  yang baru saja pulang  sekolah, tiba di depan rumahnya dan melihat yeoja itu yang merintih kesakitan.

“noona, gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang waktu itu masih berusia 9 tahun. Ia memperhatikan wajah Victoria yang pucat dan pakaiannya yang kotor. Victoria tidak menjawabnya dan terus memegangi perutnya. “apa kau lapar?” tanya Kyuhyun lagi. Victoria berpaling menatapnya dan mengangguk. Kyuhyun menatapnya iba dan segera mengambil sebungkus roti dari dalam tasnya. “makanlah roti ini.” Kyuhyun  memberikan roti itu. Victoria mengangkat wajahnya dan menerima roti itu. “sebenarnya ini untuk makan siangku tapi… untuk kau saja. sepertinya kau sangat kelaparan.”

“gomawo.” Ucap Victoria tersenyum lemah. Ia membuka roti itu namun saat akan memakannya, ia merasa tidak enak karena roti itu adalah makan siang milik Kyuhyun dan ia tahu Kyuhyun juga berasal dari keluarga yang tidak jauh berbeda darinya. Akhirnya Victoria membagi 2 roti itu dan memberikan salah satunya pada Kyuhyun.

“ah, tidak usah, noona. Untukmu saja.” tolak Kyuhyun dengan halus.

“sudahlah, aku tahu kau juga lapar. Kita makan bersama saja.”

Kyuhyun tersenyum dan menerima roti itu. Keduanya memakan roti kecil itu sambil bercakap-cakap.

“oh ya, siapa  namamu? Namaku Victoria, Song Victoria.”

“aku tahu.” Jawab Kyuhyun.

“ne?”

“aku tahu namamu Victoria. Siapa yang tidak tahu noona tercantik di daerah ini.” Sahut Kyuhyun membuat Victoria tertawa. “aku Cho Kyuhyun.”

Sejak saat itu, mereka berteman dan beberapa tahun kemudian, keduanya berhasil masuk universitas yang sama. Keduanya sama-sama berotak cemerlang meskipun mereka bukan berasal dari keluarga mampu.

“haaah..akhirnya aku berhasil diterima di perusahaan Hanhwa.” Ucap Victoria saat menemani Kyuhyun mengerjakan tugasnya di taman kampus.

“jinjja? Chukkae..” sahut Kyuhyun sambil terus fokus pada buku-bukunya.

“walaupun sekarang aku hanya bekerja sebagai staff biasa, aku akan berusaha mendapatkan posisi teratas di perusahaan itu. Kalau perlu aku harus bisa menjadi direktur perusahaan itu!”

“ne. semoga keinginanmu itu tercapai.” Kyuhyun hanya menanggapinya seadanya karena sebenarnya ia tidak terlalu menyukai ambisi Victoria itu.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Victoria. “apa kau tidak suka kalau aku bisa mencapai mimpiku itu?”

Kyuhyun menyunggingkan senyumnya dan menutup buku-bukunya lalu beralih menatap Victoria. “noona, aku senang jika kau sukses. Tapi aku hanya berpesan jangan terlalu mengejar harta. Kau tahu, kekayaan bukan segalanya.”

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Victoria sedikit tersinggung, “aku bosan makan ramen setiap hari, aku bosan setiap hari harus berdesak-desakan di bus, aku lelah di kejar-kejar penagih utang itu, aku ingin mengubah kehidupanku, aku ingin dunia tunduk padaku!”

Kyuhyun menghela napasnya, “baiklah. Terserah kau saja, noona. Asal kau tidak berbuat sesuatu yang salah, aku akan mendukungmu.”

Victoria kembali tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, “gomawo, Kyu!” Victoria memeluknya dan itu membuat jantung Kyuhyun berdegup tidak karuan. Ia menyukai Victoria sejak lama, namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut jika Victoria mengetahui perasaannya, Victoria akan menjauhinya dan ia tidak bisa lagi dekat dengannya.

Flashback  End

“jadi, ada apa kau mengajakku bertemu?” tanya Kyuhyun.

Victoria menggantung jawabannya karena seorang pelayan menghampiri mejanya dan meletakkan makanan kesukaannya yang sudah di pesan Kyuhyun. Setelah pelayan itu pergi, ia baru menjawab, “apa harus selalu ada alasan untuk bertemu denganmu? Seperti orang penting saja!” gurau Victoria membuat Kyuhyun tertawa. “aku hanya ingin bertemu saja. Sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini.”

“benar juga. Ya sudah, ayo makan dulu. Aku sudah pesankan seafood kesukaanmu.”

“wah, ternyata kau masih ingat makanan favoritku. Gomawo, Kyu!” sahut Victoria segera melahap makanan itu dan keduanya kembali berbincang-bincang.

Taeyeon serta Jaejoong tiba di Korea dan mereka segera bergegas menuju perusahaan induk Hanhwa. Sesampainya disana, Taeyeon segera menghampiri puluhan orang yang tengah berdemo didepan perusahaan itu.

Begitu mereka melihat kehadiran Taeyeon, mereka kembali berseru dengan lebih lantang meminta gaji mereka. Para reporter pun segera bergegas meminta penjelasan Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, kami disini untuk meminta gaji kami yang belum di bayarkan selama 6 bulan! Kami memiliki keluarga yang harus kami biayai!” ucap seseorang mewakili para pendemo itu yang kembali disertai seruan rekan-rekannya.

“SEMUANYA TOLONG TENANG!!” teriak Taeyeon yang pusing dengan tuntutan para pekerjanya. “aku mohon beri kami waktu. Perusahaan sedang tidak baik dan kami sedang mengusahakan mencari dana untuk menutupi gaji kalian.”

“itu bukan urusan kami!” teriak seseorang. “kau yang membuat perusahaan jatuh. Sejak perusahaan ini berada dibawah kendalimu, semuanya jadi kacau! Bahkan hampir semua anak perusahaan ini sudah kau jual.”

“YA! BENAR!!” seru pekerja lain sambil maju hendak mendekati Taeyeon namun para security dan juga Jaejoong segera mencegah mereka berbuat anarkis.

Suasana semakin ricuh saat salah satu pekerja wanita berhasil menjambak rambut Taeyeon. Jaejoong melihatnya dan segera berpaling menolong Taeyeon dari wanita itu. “ajumma, tolong hentikan!” Jaejoong melindungi Taeyeon dari amarah wanita itu.

“kumohon kalian bersabarlah. Kami akan segera membayar tuntutan kalian!” sahut Taeyeon. ”beri kami waktu lagi!”

“sampai kapan?? Kau terus saja meminta kami memberikan waktu. sebulan yang lalu kau mengatakan hal yang sama!! Kami minta gaji kami di bayarkan sekarang juga!!”

“aku akan berusaha secepat mungkin membayarkannya dan…”

CPROTT!!! *suara yang aneh*

Belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya, seseorang melemparkan telur padanya. Taeyeon tampak shock dengan apa yang baru saja di alaminya hingga tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Jaejoong terkejut melihat itu dan segera menghampiri Taeyeon. “Taeyeon-ah…” ia kembali berbalik menatap para pekerja itu yang juga tampak terkejut melihat ada yang berani melemparkan telur pada anak pemilik perusahaan itu. “SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN ITU, HAH??!” bentak Jaejoong namun tidak ada seorang pun yang mengaku. “jinjja!” umpat Jaejoong hendak membawa Taeyeon pergi dari kerumunan itu. Namun Taeyeon menolaknya dan kembali menghadap para pekerja itu.

Taeyeon terdiam sejenak sebelum akhirnya tiba-tiba ia berlutut di hadapan mereka. Semua orang yang melihat itu membelalakan matanya melihat apa yang dilakukan Taeyeon. “aku bersungguh-sungguh! Beri waktu satu bulan, dan aku akan membayarkan gaji kalian.” Ucap Taeyeon menunduk. Jaejoong mencoba membuatnya berdiri namun Taeyeon menepisnya. “jika dalam waktu satu bulan aku tidak mampu membayarnya……” Taeyeon berhenti sejenak sebelum akhirnya berkata, “kalian boleh menjebloskanku ke penjara.”

Sontak perkataan itu membuat Jaejoong dan juga semua yang berada di tempat itu shock.

Setelah para pekerja itu berdiskusi satu sama lain, akhirnya mereka setuju memberikan kesempatan terakhir itu.

“baiklah. Kami pegang kata-katamu. Jika dalam  waktu satu bulan kau tidak membayar kami, kami akan menyeretmu ke penjara.”

Setelah mendengar persetujuan itu, Jaejoong meraih lengan Taeyeon dan membawanya pergi dari tempat itu. Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Taeyeon masuk. Jaejoong mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“APA KAU SUDAH GILA??!” bentak Jaejoong di dalam mobil. “APA KAU YAKIN  DALAM WAKTU SATU BULAN KAU BISA MENDAPATKAN DANA ITU??”

Taeyeon terdiam menunduk tidak menjawab perkataan Jaejoong.

“TAEYEON-AH..”

“antar aku ke Jeju!” Taeyeon memotong ucapan Jaejoong. Ia berpaling menatap namja disebelahnya itu dan membuat Jaejoong terkejut melihat wajah Taeyeon yang sudah dibanjiri airmata. “jebal.” Jaejoong menghela napasnya sebelum akhirnya memutar balik arah mobilnya menuju pulau Jeju.

Selama perjalanan, keduanya tidak ada yang berbicara hingga akhirnya beberapa jam kemudian mereka tiba di Jeju. Mobil Jaejoong masuk ke sebuah resort milik keluarga Taeyeon, lebih tepatnya milik Taeyeon. Karena resort itu adalah peninggalan eommanya sebelum meninggal.

Jaejoong memarkirkan mobilnya didepan sebuah villa yang cukup megah. Ia segera turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Taeyeon setelah itu mereka masuk kedalam villa itu.

“bersihkan dulu badanmu. Kau tampak berantakan.” Ucap Jaejoong memberikan sebuah handuk pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya dan segera berjalan menuju kamar mandi.

Sementara itu di kediaman Victoria..

“aku pulang!” seru Victoria dan ia segera mendapati eommanya yang tampak senang. “eomma, wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” heran Victoria.

“coba kau lihat itu!” nyonya Song menunjuk televisi yang sedang di tontonnya.

Begitu Victoria berpaling, ia membelalakan matanya melihat tayangan di televisi itu, “MWO??? Bukankah itu Taeyeon???” kejut Victoria. Ia melihat Taeyeon yang tampak shock setelah  dilempar telur.

“ne. Taeyeon! Adik tirimu!” jawab nyonya Song dengan senyum yang terus mengembang di wajahmu.

“aissh! Hentikan itu, eomma! Aku tidak mau mengakui yeoja itu sebagai adik tiriku!” dengus Victoria membuat nyonya Song tertawa.

“arata.” Sahut nyonya Song. “jika bukan karena kekayaannya, eomma juga tidak sudi menikahi lelaki tua itu. Apalagi saat ini ia benar-benar tidak berguna. Yang ia lakukan hanya berbaring di ranjang rumah sakit!”

Victoria tertawa mendengar ucapan eommanya. “tapi justru itu bagus, eomma. Jika Tuan Kim tidak ada, kita akan lebih mudah menyingkirkan Taeyeon dan menguasai hartanya!”

“kau benar. Eomma bangga memiliki anak pintar sepertimu.” Sahut nyonya Song. “oh ya, kau habis darimana?”

“aku baru saja menemui Kyuhyun dan..”

“untuk apa kau anak miskin itu lagi??” nyonya Song memotong ucapan Victoria dan sedikit membentaknya.

“eomma…”

“kau tidak boleh bertemu lagi dengan anak itu! Derajatmu sekarang berbeda! Kau ingin teman-temanmu tahu kau bergaul dengan orang rendahan seperti dia??”

Victoria menggelengkan kepalanya, “mianhaeyo, eomma.”

Nyonya Song menghela napasnya, “kau harus ingat tujuan kita masuk ke keluarga ini dan jangan sampai kau menghancurkan usaha kita selama ini.”

“ne. arasseo.”

“oh ya, apa kau sudah menemui anak perusahaan dari Thailand itu?”

“ne. Sebelum bertemu Kyuhyun, aku menemuinya terlebih dahulu.” Sahut Victoria.

“bagaimana tampang anak itu?”

“mmm… ia cukup tampan tapi…ia bukan seleraku.” Jawab Victoria membuat nyonya Song terkekeh.

“wae? Apa ia tidak lebih kaya dari keluarga ini?” tanya nyonya Song yang di balas anggukan Victoria. Nyonya Song kembali tertawa.

Sementara itu di sudut lain, pelayan keluarga Kim yang sudah bekerja sejak Taeyeon belum lahir mendengar percakapan keduanya. Ia mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan ibu dan anak itu.

“kita harus menyusun kembali strategi untuk menjatuhkan Taeyeon.” ucap nyonya Song. “besok kau datangi tuan Lee pemilik perusahaan Hyundai. Kau hasut orang itu agar menarik kembali saham-sahamnya di Hanhwa.”

“ne, arasseo.” sahut Victoria.

“bagus. Dengan begitu, Hanhwa akan jatuh dan Taeyeon akan tersingkir. Setelah itu, kita gantikan posisi Taeyeon dan membangun kembali perusahaan itu.” ucap nyonya Song. “kita sudah melangkah sejauh ini dan tidak boleh gagal. Eomma kagum dengan kehebatanmu mempengaruhi para konglomerat itu.”

Kembali ke Taeyeon dan Jaejoong di Jeju..

Jaejoong memperhatikan Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi. “bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah lebih baik?” tanya Jaejoong yang di balas anggukan Taeyeon.

Taeyeon duduk di sebelah Jaejoong dan ikut menonton siaran berita tentangnya dan perusahaannya, namun kemudian Jaejoong langsung mematikan televisinya.

“wae?” heran Taeyeon melihat Jaejoong mematikan televisi itu.

“aku tidak mau kau melihatnya dan kau kembali bersedih.”

Taeyeon menyunggingkan sedikit senyumnya dan menggenggam tangan Jaejoong, “gomawo. Kau selalu berada di sampingku saat orang-orang lain justru menjauhiku.”

Jaejoong tersenyum menatap Taeyeon dan mengeratkan genggaman Taeyeon di tangannya, “aku hanya berusaha melindungimu dan juga melakukan perintah eommamu.”

Taeyeon membalas senyuman Jaejoong dan merebahkan kepalanya di bahu Jaejoong tanpa melepas genggaman tangannya. “aku beruntung memiliki teman sepertimu.” Ucap Taeyeon.

Mendengar kata ‘teman’ yang meluncur(?) dari mulut Taeyeon sedikit membuat hati Jaejoong mencelos. Ia menyukai Taeyeon namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut Taeyeon malah menjauhinya setelah tahu bagaimana perasaannya sebenarnya. Yang ia bisa lakukan hanya selalu berada di sampingnya dan terus mensupportnya. Hingga kini, Taeyeon tidak pernah berkencan dan semua orang mengira bahwa Taeyeon dan Jaejoong memiliki hubungan spesial. Namun hal itu tidak membuat Taeyeon merasa risih dan Jaejoong pun tidak merasa terganggu dengan rumor itu. Justru ia merasa senang ketika orang-orang menganggapnya seperti itu dan mengatakan mereka pasangan yang serasi.

Dulu saat masih sekolah, saat ia dan Taeyeon berjalan berdua, semua mata menatap dengan pandangan iri. Namja maupun yeoja, sebab keduanya sangat populer di sekolah itu. Mereka selalu tampak bersama hingga tidak heran jika banyak yang menyangka bahwa mereka berkencan dan ada pula yang berpikiran bahwa mereka di jodohkan oleh orang tuanya mengingat orang tua mereka sangat dekat satu sama lain.

Jaejoong senyum-senyum sendiri mengingat masa-masa itu. Sesaat kemudian ia menoleh dan mendapati Taeyeon yang tertidur di bahunya. Jaejoong terkekeh dan akhirnya ia mengangkat tubuh Taeyeon dan memindahkannya ke kamar. Ia merebahkan Taeyeon di tempat tidurnya. Jaejoong memandangi Taeyeon yang tertidur pulas hingga tiba-tiba Taeyeon mengigau memanggil eommanya.

“eomma..”

Jaejoong kembali teringat pada nyonya Kim yang begitu baik dan juga penyabar.

Flash back

“saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida~ saengil chukka uri Taeyeon~ saengil chukkahamnida~”

Taeyeon meniup lilin yang berbentuk angka 17. Saat itu merupakan hari yang sangat berharga bagi Jaejoong dimana untuk pertama kalinya, nyonya Kim mempercayainya untuk menjaga Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, pada siapa potongan pertama kue itu kau berikan?” tanya seorang MC yang mengisi acara ulang tahun Taeyeon.

“mm…untuk eommaku.” Jawab Taeyeon memberikan sepotong kue pada eommanya dan menyuapinya. Dan kemudian ia juga menyuapi appanya.

Pesta ulang tahun yang diadakan di rumah Taeyeon itu sangat meriah. Semua teman dekat Taeyeon hadir dan juga beberapa rekan bisnis tuan Kim juga ikut menghadiri acara itu. Tidak sedikit dari mereka yang membawa pula anak laki-lakinya. Mereka berusaha mendapatkan perhatian Taeyeon yang merupakan anak satu-satunya dari keluarga chaebol dan juga selain itu ia sangat cantik dan juga ramah.

“apakah kau mempunyai seseorang yang special, Taeyeon-ssi? Bagaimana kalau kau juga menyuapinya?” ucap MC itu membuat suasana menjadi riuh.

Taeyeon tersenyum malu-malu dan tidak langsung menjawab hingga akhirnya nyonya Kim memanggil Jaejoong. Awalnya Jaejoong malu-malu namun kemudian ia berdiri di sebelah nyonya  Kim, namun nyonya Kim segera meyuruhnya berdiri di samping Taeyeon.

“wah~ tampan sekali namja ini. Kalian tampak serasi. Ah, aku jadi iri.” Seru MC itu. “nah, Taeyeon-ssi, ayo suapi namja disebelahmu itu.”

Dengan ragu-ragu, Taeyeon menyuapi Jaejoong.

“aissh.. aku benar-benar iri!” ucap MC itu lagi membuat Taeyeon dan Jaejoong tersipu malu.

“saengil chukkae, Taeyeon-ah.” Ucap Jaejoong pada Taeyeon.

“ne. gomawo, oppa.”

“aigoo, aigoo.. kalian membuat semua yang ada disini terbakar api cemburu(?).” goda MC itu lagi membuat pipi Taeyeon dan Jaejoong semakin memerah.

Setelah itu, acara di lanjutkan dengan mempersilahkan para tamu undangan menikmati acara itu. Jaejoong duduk tidak jauh dari Taeyeon yang sedang bergurau dengan teman-temannya. Ia terus memperhatikan yeoja itu dan tanpa sadar ia ikut tersenyum.

“Jaejoong-ah!” nyonya Kim menepuk pundaknya membuatnya terkejut lalu duduk disampingnya. “kau memperhatikan Taeyeon?”

“oh, aniyo, ajumma. Aku hanya…”

“panggil aku eomma.” Potong nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut dengan permintaannya. “anggap saja aku ini eommamu.”

“n..ne, eomma.” Gugup Jaejoong.

“tidak terasa kalian sudah sebesar ini.” Ucap nyonya Kim sambil mengelus rambut Jaejoong dengan lembut. “aku jadi ingat bagaimana kalian waktu masih kecil.”

Jaejoong tersenyum menanggapi ucapan nyonya Kim. “Jaejoong-ah..”

“ne?”

“apa kau bersedia menjaga Taeyeon?” tanya nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut. “aku mengenalmu sejak kecil dan kalian sangat dekat. Taeyeon anak kami satu-satunya. Aku khawatir ia bergaul dengan orang yang salah. Kau sangat baik dan selalu disampingnya. Apa kau bisa melakukan itu hingga kami tidak bisa lagi menjaganya?”

“kenapa…. Aj.. mm.. maksudku, kenapa eomma berkata seperti itu?”

Nyonya Kim tersenyum sebelum akhirnya berkata, “eomma hanya ingin kau selalu menjaganya. Kau anak yang baik dan eomma sangat mempercayaimu. Apa kau bisa memenuhi permintaan eomma?”

Jaejoong tersenyum, “ne.”

“good boy.” Nyonya Kim tertawa sambil mengacak rambut Jaejoong dengan gemas sebelum akhirnya beranjak meninggalkannya.

Jaejoong kembali melihat Taeyeon yang kini sendirian karena teman-temannya pergi menikmati jamuan pesta itu. Jaejoong beranjak dari tempat duduknya dan melepaskan blazzernya. Ia berdiri di depan Taeyeon dan memakaikan blazzer itu menutupi dadanya.

“terlalu terbuka.” Bisik Jaejoong.

Taeyeon sedikit mengernyitkan keningnya hingga akhirnya ia tertawa kecil menerima perlakuan Jaejoong. “gomawo.” Ucap Taeyeon yang dibalas senyuman Jaejoong.

Jaejoong melayangkan(?) pandangannya ke arah lain dan mendapati nyonya Kim yang tersenyum ke arahnya. “gomapta.” Nyonya Kim menggerakan bibirnya tanpa suara mengucapkan kalimat itu pada Jaejoong.

Beberapa jam kemudian, acara itu selesai dan para tamu sudah meninggalkan tempat itu. Namun tidak dengan Jaejoong, ia masih berada di tempat itu. Ia berniat memberikan sesuatu untuk Taeyeon. Ia menemui Taeyeon di kamarnya.

“Taeyeon-ah, ini hadiah untukmu dariku.” Jaejoong memberikan sebuah boneka beruang besar.

“waaah, kyeopta~” seru Taeyeon menerima boneka itu. “gomawo~”

ashiya19.wordpress.com

Jaejoong mengangguk dantersenyum lembut padanya.
Flash back end
Jaejoong masih ingat bagaimana sifat Taeyeon sebelum eommanya meninggal. Setelah nyonya Kim meninggal karena satu hal, sifat Taeyeon berubah 180 derajat. Dulu ia begitu manis, namun sekarang ia berubah menjadi yeoja yang keras kepala dan bertindak semaunya sendiri.
Jaejoong menghela napasnya. Ia menyelimuti Taeyeon dan mengecup keningnya. Setelah itu ia beranjak keluar dari kamar itu.

To be continue..

Pasti ada yang nanya, “mana KyuTae momentnya? Kok TaeJae doank? terus Dara’nya mana?” haha.. sabar ya~  😉 tunggu aja kelanjutannya!

FYI, perusahaan Hanhwa itu beneran ada. Bukan fiktif. Hanhwa termasuk perusahaan besar, sederajat(?)lah sama Kia, Hyundai, LG, dan kawan-kawan. Author pinjem namanya aja. Hehe…

RCL, please~! onion-emoticons-set-6-81

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 2)

Author                  : Shindy Ulfha
Cast                       : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre                    : Romance, Sad, etc.
Disclaimer           : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

 

-Previous Chapter-

“KAU TERLALU BERLEBIHAN! KALAU KAU TIDAK MENYUKAI KEHADIRANKU DAN KALAU KAU MEMBENCIKU, KAU TIDAK USAH MENATAPKU BAHKAN MELIHATKU! KAU TIDAK USAH MUNCUL DI HADAPANKU! MENJAUHLAH!!! APA SUSAHNYA? DAN KALAU KAU MEMANG INGIN MEMBUNUHKU, TIDAK PERLU DENGAN SEGALA MACAM KEJAHILANMU SELAMA INI! KAU CUKUP MEMBUNUHKU SECARA LANGSUNG! KAU BISA SAJA MEMUSNAHKANKU! KU KIRA KAU ORANG TERHEBAT? BUKANKAH ITU HAL MUDAH BAGIMU?????” Ucap Taeyeon semakin emosi, sekarang airmatanya tak bisa terbendung lagi. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia berlari keluar dari ruangan itu. Tidak peduli dengan teriakan Tiffany dan yang lainnya menyebut namanya. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam, harusnya ia senang karena sudah berhasil membuat Taeyeon menderita, tetapi ntah mengapa ia merasa sakit mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Mulai hari itu, karena merasa bersalah Kyuhyun tidak pernah lagi muncul di hadapan Taeyeon.

-TaengKyu For Loving Me Chapter 2-

Chukkae!!! Akhirnya penantian panjang ke sembilan member SNSD bisa terjawab, hari ini mereka resmi menjadi sebuah girlband di bawah naungan SM, dan tanpa di duga ternyata kehadiran mereka telah di nanti oleh banyak k-pop lovers. Hari ini mereka melakukan debut stage dengan lagu ‘Into The New World’, dan di acara ini di umumkan pula leader SNSD yaitu Kim Taeyeon. Selain seorang leader, Taeyeon merupakan seorang lead vocal, jelas saja suaranya mampu membuat dirinya menjadi penyanyi Internasional. Beberapa Sunbae mereka yang duluan debut datang menghadiri acara debut mereka termasuk SuJu, tetapi hingga acara berakhir, Kyuhyun belum menampakkan dirinya, hingga akhirnya Kangin mencoba menghubungi Kyuhyun, dan ternyata………

“Hyung, aku baru saja mendapatkan kabar ….” Ucap Kangin menghampiri segerombolan member SuJu yang sedang memberi selamat kepada member SNSD. Raut muka Kangin berubah, dan hal itu mampu mengambil perhatian mereka semua.

“Kabar apa? Cepat katakan!” Ucap Yesung.

“Kyuhyun.. Kyuhyun.. ia.. Kyuhyun… Mengalami ke.. kecelakaan lalu lintas..” Semua kaget mendengar pernyataan Kangin barusan termasuk Taeyeon. Jujur saja setelah kejadian waktu itu Taeyeon terkadang merindukan kejahilan Kyuhyun. Ntah harus berbuat apa, dengan refleks Taeyeon berlari keluar menuju rumah sakit setelah mendengar Kangin mengucapkan rumah sakit tempat Kyuhyun di rawat.

Taeyeon melangkahkan kakinya melalui koridor rumah sakit, setelah bertanya kepada perawat ruang perawatan Kyuhyun, ia segera memasuki ruangan tersebut. Tak ada orang di dalam kecuali Kyuhyun yang masih tertidur dengan bantuan oksigen. Taeyeon terduduk, ia menatap ke arah Kyuhyun, ntah mengapa matanya mulai mengeluarkan butiran-butiran bening. Ia menggenggam tangan Kyuhyun, tanpa ia sadari member SuJu memperhatikannya dari luar.

“Cepatlah sembuh, dan kembalilah menjahiliku. Kau tau? Sekarang derajat kita sama, aku sudah debut, dan aku menempati posisi leader, jauh di bandingkan kau yang hanya menempati posisi magnae. Cepatlah sadar, banyak yang mengkhawatirkanmu. Aku berjanji, ketika kau telah sadar, aku akan bersikap baik padamu.. bo.. Bogoshipposso.” Ucap Taeyeon kemudian menyeka airmatanya. Ia rasa cukup, ia takut jika member SuJu mendapatinya berada di tempat tersebut. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, sedangkan member SuJu yang lainnya bersembunyi agar Taeyeon tidak curiga bahwa mereka mendengar dan melihat tingkah Taeyeon tadi.

***

“Hey.. Yeon-nie.. Kau kemana kemarin malam? Mengapa langsung menghilang?” Ucap Tiffany menghampiri Taeyeon yang sedang memperbaiki tali sepatunya.

“Oh.. itu.. anu.. Aku merasa pusing, makanya aku langsung berlari karena tidak menahannya lagi.” Ucap Taeyeon seadanya, Tiffany tau bahwa saat itu Taeyeon sedang berbohong tetapi ia tidak mencoba mencari tau yang sebenarnya, karena menurut Tiffany, Taeyeon punya alasan tersendiri untuk melakukan hal itu. Tiffany tersenyum merespon pernyataan Taeyeon.

“Oh, tapi bagaimana sekarang? Kau sudah tidak apa-apa? Rencananya sebentar sore, aku dan member SNSD yang lainnya akan mengunjungi Kyuhyun oppa. Kami baru mendapat kabar dari Sungmin oppa bahwa Kyuhyun oppa telah sadar. Apa kau ingin ikut?” Tanya Tiffany, jujur saja dalam hati Taeyeon sedikit lega mendengar bahwa Kyuhyun telah sadar.

“Ah, ne gwenchana. Jinjja? Ah.. Baiklah, aku akan ikut. Tetapi mungkin aku akan menyusul, soalnya aku harus pulang terlebih dahulu. Ada hal yang harus ku selesaikan di rumah.” Mengetahui Kyuhyun telah sadar, Taeyeon memilih untuk membuat kejutan kepada SuJu khususnya Kyuhyun.

“Oh.. ne, tak apa. Yang penting kau datang. Yasudah ayo kita ke kantin.” Ucap Tiffany disambut anggukan oleh Taeyeon.

-di Rumah Sakit-

“Ya! Kyuhyun-ssi, apa yang menyebabkanmu bisa mengalami kecelakaan seperti itu?” Tanya Eunhyuk kepada Kyuhyun saat Kyuhyun sudah pulih dari masa kritisnya. Saat ini seluruh member SuJu sedang berkumpul di rumah sakit untuk menemani dan menghibur Kyuhyun.

“Molla, hyung. Aku sendiri tidak tau apa yang terjadi semalam.” Jawab Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Sejenak suasana menjadi hening saat Kyuhyun kembali bertanya.

“Bagaimana acara debut SNSD semalam? Apakah lancar-lancar saja?” Leeteuk mengangguk menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Ne.. Semalam kami menunggumu, kau tau mereka sangat berbakat, suara mereka juga sangat unik. Apalagi Taeyeon waktu bernyanyi solo.” Ada sedikit penyesalan dalam diri Kyuhyun, tujuannya untuk melihat debut SNSD semalam salah satunya untuk melihat Taeyeon bernyanyi solo, yang benar saja ia mulai merindukan gadis itu.

“Wah. Ngomong-ngomong tentang Taeyeon, apa kau masih menyimpan dendam padanya?” Tanya Ryeowook mewakili pertanyaan seluruh hyungnya.

“Ntahlah. Tapi akhir-akhir ini aku merasa ada hal yang aneh jika tidak mengganggunya.”

“Ah! Kau rindu padanya, kan? Bilang saja kau menyukainya.” Pernyataan Donghae barusan membuat seluruh member SuJu menggoda Kyuhyun, hingga akhirnya Eunhyuk menyadari satu hal.

“YA! Chamkamman. Bukankah semalam Taeyeon menjenguk Kyuhyun?” Kyuhyun sedikit kaget bercampur senang mendengar pernyataan Eunhyuk barusan.

“Ne. Itu betul, semalam sewaktu aku baru saja menyebutkan rumah sakit tempatmu di rawat, ia berlari keluar gedung, kami kira ia akan pulang, ternyata sesampai kami di sini Taeyeon sedang menggenggam tanganmu sambil mengucapkan kata-kata romantis.” Ucap Kangin.

“MWO??? JINJJA? Apa yang ia katakan?” Kyuhyun yang tadinya masih terbaring sekarang  terduduk setelah mendengar pernyataan Kangin, ia tersenyum, tapi juga sedikit menyesal, mengapa ia tidak sadarkan diri sewaktu Taeyeon menggenggam tangannya.

“Buahahahahahahahahahaha” Tawa terpecah di antara member SuJu yang lainnya kecuali Kyuhyun pastinya. Mereka menertawakan tingkah Kyuhyun yang begitu penasaran.

“Ya! Hyung, jebal.. apa yang…”

“Annyeonghaseo..”  Perkataan Kyuhyun dan tawaan member SuJu berhenti seketika saat member SNSD memasuki ruangan tempat Kyuhyun di rawat.

“Ah. Annyeonghaseo.” Sapa member SuJu serentak. Seketika Kyuhyun tersadar bahwa Taeyeon tidak ada di antara mereka.

“Mana Kim Taeyeon?” Semua member SNSD maupun SuJu sedikit ngeh(?) mendengar pertanyaan Kyuhyun. Jujur saja mereka merasa aneh, bagaimana tidak Kyuhyun seorang ketua siswa yang merupakan musuh besar Taeyeon tiba-tiba mencari gadis itu.

“Oppa, mengapa tiba-tiba kau mencari Taeyeon eonni? Apa terjadi sesuatu pada otakmu setelah kecelakaan itu? Kau tau siapa itu Taeyeon kan? Kim-Tae-Yeon?” Ucap Sooyoung mempertegas nama Taeyeon.

“Ne, tidak ada yang salah denganku, memangnya ada yang salah kalau aku mencari Taeyeon?” Kyuhyun seperti orang bodoh menjawab pertanyaan Sooyoung barusan. Tidak, bukan hanya Kyuhyun yang bodoh tetapi semua makhluk hidup yang berada di ruangan itu ikut bodoh mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Taeyeon akan datang, tapi mungkin agak terlambat..” Ucap Tiffany sambil tersenyum dan menaruh parsel buah di atas meja. Ia menyadari bahwa Kyuhyun merindukan Taeyeon. Menurutnya Kyuhyun dan Taeyeon saling merindukan.

-di Rumah Taeyeon-

“Eomma, aku pergi dulu ne..” Pamit Taeyeon pada ibunya sambil membawa dua buah kotak makanan bertingkat 5 yang berisi makanan untuk sunbae dan teman-temannya di rumah sakit. Taeyeon sengaja membuat makanan khusus untuk mereka, ntah dalam rangka apa tapi ia ingin saja memasak untuk mereka, ah khususnya untuk Kyuhyun.

“Ne, berhati-hatilah di jalan, ah chamkamman Yeon-nie.. Bawalah payung, sepertinya akan hujan.” Ibu Taeyeon menghampiri Taeyeon dan membawa sebuah payung untuknya. Taeyeon tersenyum.

“Eomma, aku mengendarai motor, bagaimana mungkin aku membawa payung? Sudahlah eomma, aku tak apa.” CHU~ Taeyeon mengecup pipi eommanya dan kemudian berlalu pergi. Eomma Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat anaknya yang sudah berhasil mencapai mimpinya menjadi seorang penyanyi.

Dalam perjalanan, hujan turun dengan cukup derasnya, Taeyeon mempercepat laju motornya tetapi tidak bisa di hindari saat tiba di rumah sakit ia sudah basah kuyup. Tidak lama kemudian Taeyeon melangkahkan kakinya kedalam ruangan rawat Kyuhyun, awalnya ia agak ragu untuk masuk, takutnya Kyuhyun malah mengusirnya mengingat lelaki itu telah memberinya predikat sebagai musuh. Dengan segenap keberanian dan percaya diri(?) Taeyeon memantapkan dirinya untuk masuk ke ruangan itu.

“A.. a… annyeong..” Sapa Taeyeon membuka knop pintu, seluruh sunbae dan teman-temannya menatap ke arahnya, bukan dengan tatapan senyuman melainkan tatapan terkejut melihat Taeyeon yang basah kuyup.

“eonni, mengapa kau bisa basah kuyup seperti itu?” Seohyun menghampiri Taeyeon yang masih berdiri terpaku di depan pintu, ia mengambil dua kotak makanan yang di bawa Taeyeon dan meletekkannya di atas meja. Kyuhyun menatap ke arah Taeyeon ia senang melihat Taeyeon yang datang.

“Mengapa kau basah seperti itu? Harusnya kau membawa payung atau mantel, atau mungkin kau bisa menunggu hujan reda dulu baru kesini. Kalau kau sakit bagaimana? Kau baru saja debut, harusnya kau menjaga kesehatanmu bukannya hujan-hujanan seperti ini.” Untuk kesekian kalinya seluruh member SuJu dan SNSD menatap ngeh(?) ke arah Kyuhyun, tak terkecuali Taeyeon yang tak mengira akan mendapatkan respon seperti itu dari Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Sejak kapan kau mulai memperhatikan Taeyeon?” Ucap Eunhyuk dan di sadari oleh Kyuhyun. Akhirnya Seohyun mengajak Taeyeon mendekati yang lainnya.

“Bagaimana keadaanmu? Ku harap kau cepat sembuh.” Ucap Taeyeon di hadapan Kyuhyun tanpa menatap lelaki itu. Seketika suasana menjadi hening, menurut mereka –member SNSD dan SuJu selain Taeyeon dan Kyuhyun- ini merupakan hal langka yang harus di abadikan(?) bagaimana tidak, untuk pertama kalinya Taeyeon menggenggam tangan Kyuhyun, Kyuhyun mencari Taeyeon, Kyuhyun mengkhawatirkan Taeyeon, dan Taeyeon nampak sangat ramah kepada Kyuhyun dan yang lebih luar biasa lagi adalah semua kejadian itu terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam dan berlokasi di tempat yang sama yaitu di ruang rawat Kyuhyun.

“Kau masih memanggilku dengan sebutan ‘kau’? tidak bisakah kau sedikit lebih sopan dengan memanggilku ‘oppa’? Mengapa saeng-saengmu yang lebih sopan kepadaku. Apakah itu susah?” Ucap Kyuhyun membuat Taeyeon mengarahkan wajahnya menatap Kyuhyun. Member lain terdiam, mereka khawatir kalau saja Taeyeon akan membentak Kyuhyun lagi atau apapun itu yang akan membuat sang leader SNSD dan magnae SuJu itu saling adu mulut, saat ini mereka sudah cukup senang melihat kelakuan Kyuhyun pada Taeyeon maupun sebaliknya yang sudah sedikit membaik.

“Ah.. Mianhaeyo o.. opp.. oppa.”

DUAR!!!!!!

Semua di luar dugaan, refleks mereka membelalakkan mata mendengar ucapan Taeyeon barusan. Tak sedikit dari mereka yang speechless meneriakkan kata “MWO?” ada yang berfikir ini sangat lebih dari luar biasa untuk pertama kalinya Taeyeon memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘oppa’.

“Yasudah, aku tadi membuat makanan di rumah, aku tahu kalian semua pasti belum makan, mari makan bersama.” Ucap Taeyeon mengalihkan perhatian mereka, Taeyeon juga dapat merasakan mengapa dirinya bisa berubah menjadi sangat baik kepada Kyuhyun, ia rasa ini tidak masuk akal. Begitupun dengan Kyuhyun yang menyadari perubahan dalam dirinya yang menjadi begitu peduli terhadap Taeyeon, tapi jujur saja ia menyukai perubahannya itu.

“Wah.. Taeyeon kau tau saja ketika kami sedang lapar.. gomawo.” Shindong segera membuka makanan itu dan mengajak yang lainnya untuk makan, sedangkan Taeyeon tidak makan, sebelum ia menuju rumah sakit ia menyempatkan untuk makan sebentar, sementara itu Kyuhyun……

“ya!ya!ya! kalian enak-enakan makan sedangkan aku? Hyung, apakah kau tak berniat menyuapi ku?” Wajah Kyuhyun terlihat pasrah di tempatnya, dokter masih melarangnya banyak bergerak, jadi untuk minum saja ia masih membutuhkan bantuan.

“Ah mian. Oh, Taeyeon-nie bisakah kau membantuku menyuapi magnae manja itu?” Ucap Siwon melihat ke arah Taeyeon yang sedang duduk membaca sebuah majalah.

“Mwo? Aku? Ah, ne baiklah jika ia tidak keberatan.” Jawab Taeyeon seadanya, Siwon berbalik ke arah Kyuhyun meminta persetujuan namja itu dan Kyuhyun hanya mengangguk senang, yang lainnya terkekeh melihat tingkah Kyuhyun.

Semua pasang mata tertuju pada Taeyeon yang sedang sibuk menyuapi Kyuhyun, tak ada yang menduga bahwa mereka akan seakur ini bahkan mereka kelihatan seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Sedangkan di antara Taeyeon maupun Kyuhyun tidak ada yang bersuara, entah mengapa baik Taeyeon maupun Kyuhyun merasa canggung untuk memulai pembicaraan.

“hmm. Taeyeon-ah, gwenchana?” Kyuhyun mencoba memulai pembicaraan, Taeyeon menatapnya.

“Ne, gwenchana. Waeyo?” Jawab Taeyeon seadanya.

“Ah, aniyo. Apa aku tak merepotkan jika kau menyuapiku?” Taeyeon tersenyum mendengar pernyataan Kyuhyun, hati Kyuhyun serasa meleleh melihat senyuman Taeyeon.

“Ani oppa, gwenchana. Tidak merepotkan sama sekali. Habiskanlah makanan ini.” Taeyeon menyodorkan suapannya lagi dan di sambut oleh mulut Kyuhyun yang terbuka lebar.

“Gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan mulut yang di penuhi oleh makanan, Taeyeon hanya terkekeh melihat tingkah Kyuhyun.

“Taeyeon-nie…” Ucap Kyuhyun lagi, Taeyeon hanya berdeham dan menatap Kyuhyun. “Mi.. mianhae..” Kyuhyun sedikit gugup saat mengucapkan kalimat itu, Taeyeon sedikit heran mendengar Kyuhyun meminta maaf, tapi sepersekian detik kemudian ia menyadari mengapa Kyuhyun meminta maaf. Taeyeon tersenyum dan kembali menyuapi Kyuhyun.

“Gwenchana oppa.. aku juga.. maafkan aku sewaktu itu membentakmu.”

Kini Kyuhyun tersenyum, hatinya sangat senang. Ada penyesalan dalam dirinya menyadari mengapa tidak sedari dulu ia berteman saja dengan Taeyeon dan tidak membenci yeoja itu. ‘Ah sepertinya Siwon Hyung benar.. Aku menyukai gadis ini.’ Batin Kyuhyun dan masih menatap kearah Taeyeon yang sedang menunggu dirinya membuka mulut.

“Oppa..” Taeyeon menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya, ia terkekeh melihat Kyuhyun yang gelagapan seperti salah tingkah.

“Mereka sangat romantis. Sangat serasi.” Ucap Jessica kepada YoonA yang melihat kedekatan Taeyeon dan Kyuhyun.

“Ne, kau benar, eonni. Aku rasa mereka saling menyukai.” Balas YoonA yang menatap ke arah leader SNSD itu dengan senyuman.

***

Semenjak hari itu sampai Kyuhyun menyelesaikan sekolahnya, ia begitu dekat dengan Taeyeon bahkan tanpa saling mengetahui ternyata mereka menyimpan rasa yang sama. Tetapi karena banyaknya kesibukan SuJu maupun SNSD membuat mereka jarang bahkan tidak pernah lagi menghabiskan waktu berdua, Kyuhyun terkadang ingin kembali ke masa sekolahnya saat ia bisa menghabiskan banyak waktu berdua dengan Taeyeon di sekolah.

-FLASHBACK END-

“Benarkah kau masih menyimpan rasa itu?” Ucap Sungmin membuyarkan Kyuhyun dari lamunannya. Sungmin sudah mengetahui mengenai perasaan Kyuhyun terhadap Taeyeon dan bukan hanya dia yang mengetahui perasaan Kyuhyun, tetapi seluruh member SuJu juga telah mengetahui perasaan Kyu.

“Ne. Bahkan sesibuk apapun kita, sedari dulu aku masih sangat menyukainya. Hyung, apakah menurutmu dia menyukaiku?” Tanya Kyuhyun yang masih asik mengedarkan pandangan ke segerombolan yeoja-yeoja cantik yang tak lain adalah SNSD.

“Molla. Tapi aku berharap ia menyukaimu. Lihatlah dia sekarang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang begitu dewasa.” Sungmin mengikuti arah pandangan Kyuhyun.

“Ya!Ya!Ya! kalian berdua! Bisakah kalian tidak sibuk sendiri dan membantu kami menyiapkan konsep?” Leeteuk memanggil Kyuhyun dan Sungmin untuk kembali fokus dalam pembentukan konsep.

Beberapa waktu kemudian, pria paruh baya yang tak lain adalah Lee Soo Man masuk kedalam aula besar itu, ia menepuk tangannya mengisyaratkan untuk semua member kembali berkumpul membentuk satu lingkaran besar.

“Baiklah, bagaimana konsep kalian apa sudah siap? Bagaimana dengan kolaborasinya?” Tanya Soo Man appa dan duduk tepat di tengah-tengah lingkaran itu.

“Aku akan melakukan kaloborasi bersama Hyoyeon dan Yuri”Ucap Henry.

“f(x) dan SHINee akan melakukan kolaborasi 5 lagu di jadikan satu.” Ucap Onew.

“Amber akan melakukan battle rap bersamaku.” Ucap Key

“Kalau biasanya aku berduet dengan Taeyeon ataupun Sulli, kali ini aku akan berduet dengan Luna.” Sambung Kangta.

“Aku dan Kai akan melakukan battle dance.” Ucap Taemin.

“Aku juga bersama BoA noona akan duet.” Lanjut D.O

“TVXQ dan Luhan, Sehun akan menyanyikan lagu Payphone.” Ucap Changmin.

“Aku dan Eunhyuk akan dance di iringi lagu Indonesia.” Timpal Shindong.

“Baiklah, yang lainnya bagaimana?” Tanya Soo Man appa menatap ke arah deretan member SuJu.

“Bagaimana kalau Kyuhyun duet bersama Taeyeon?” Ucap Sungmin, seketika ruangan hening tatapan Kyuhyun dan Taeyeon bertemu hingga akhirnya Taeyeon memalingkan wajahnya.

“Aniyo. Tidak boleh.” Semua kaget mendengar perkataan Soo Man appa tak terkecuali Kyuhyun maupun Taeyeon.

“Tapi.. Mengapa appa? Apa ada yang salah jika mereka berduet? Suara mereka terdengar lembut jika di padu padankan.” Yunho mencoba protes, Soo Man appa hanya tersenyum.

“Apa kalian ingin membuat gosip? Apa kalian ingin menghasilkan anti fans? Sudah cukup gosip kedekatan Kyuhyun dan Seohyun. Sudahlah, kalau mau berduet Kyuhyun berduetlah dengan Seohyun, dan Taeyeon berduetlah bersama Tiffany.” Jujur saja ada sedikit rasa kecewa di antara Taeyeon dan Kyuhyun, tetapi apa boleh buat, mereka harus mengikuti peraturan ini.

“Baiklah, selebihnya kalian yang atur, aku ada urusan sebentar. Segeralah berlatih. Annyeong.” Ucap Soo Man appa dan berlalu dari ruangan tersebut.

“mian. Aku sudah mencoba semampuku Kyu, tapi kau tau Soo Man appa seperti apa.” Ucap Sungmin menepuk pundak Kyuhyun yang kecewa mendengar keputusan itu.

“Gwenchana, Hyung. Biarkan saja. Itu tak menjadi masalah buatku.” Kyuhyun tersenyum mencoba menutupi kekecewaannya.

Sedangkan di sisi lain hal yang sama pun di rasakan oleh Taeyeon. “Seo sangat beruntung bisa berduet dengan Kyuppa.” Ucap Taeyeon kepada Tiffany dengan raut wajah murung.

“Suatu saat nanti pasti kau bisa berduet dengannya Taeng-ah. sudahlah tidak usah bersedih.” Ucap Tiffany mengelus-elus kepala Taeyeon, Tiffany satu-satunya orang yang mengetahui perasaan Taeyeon terhadap Kyuhyun. “Ya sudah ayo kita latihan..” Lanjut Tiffany dan di respon anggukan oleh Taeyeon.

***

*H -2 sebelum SM Town Indonesia*

Lee Soo Man memberikan waktu beristirahat kepada member SM selama dua hari sebelum akhirnya mereka akan berangkat ke Indonesia untuk melakukan konser. Rencananya mereka akan berangkat pada hari senin pagi dengan jam keberangkatan yang sama. Dan pada hari selasa mereka akan mengadakan konser di Indonesia.

Minggu pagi yang cerah membangunkan Taeyeon dari mimpi indahnya, Taeyeon menatap teman sekamarnya, Sunny, yang masih tertidur pulas. Taeyeon melirik jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Taeyeon memutuskan untuk pergi beribadah ke gereja sebelum berangkat besok. Bisa dibilang ke gereja adalah aktivitas rutin Taeyeon di minggu pagi. Biasanya ia pergi bersama Tiffany dan beberapa member SNSD lainnya, tetapi entah mengapa pagi ini belum juga ada yang bangun dari tidurnya, Taeyeon merasa tidak enak jika harus mengganggu mereka. Untuk itu Taeyeon memutuskan pergi sendirian.

Dress putih polos selutut membaluti tubuhnya. Dress itu kelihatan indah di pakai oleh Taeyeon, dengan rambut yang di biarkan terurai dan memakai high heels berwarna putih serta membawa sebuah Alkitab di tangannya, Taeyeon melangkahkan kakinya menuju ke gereja, gadis itu memutuskan menaiki taxi untuk ke gereja di karenakan ia sedang malas mengendarai mobil.

Setibanya di depan gereja, ia segera melangkahkan kakinya menuju bangunan megah di hadapannya itu sebelum akhirnya sebuah suara menghentikan langkah kakinya.

“Taeng-ah..” Lelaki itu berlari kecil ke arah Taeyeon lengkap dengan Alkitab digenggamnya, lelaki itu tersenyum melihat Taeyeon sedangkan Taeyeon sedikit kaget melihat kehadiran Cho Kyuhyun di hadapannya.

“Kyuhyun oppa?” Ucap Taeyeon lirih, dalam hatinya berkecamuk ingin memeluk lelaki di hadapannya ini, yang benar saja Taeyeon sangat merindukan Kyuhyun, sudah lama sekali sejak mereka terakhir kali bisa saling menyapa, tetapi Taeyeon tersadar bahwa ia dan Kyuhyun hanya sebatas teman.

“Kau sendirian? Kemana member SNSD yang lain?” Tanya Kyuhyun mencoba mencari-cari member SNSD tapi ia tak menemukannya.

“Mereka masih tertidur, kasihan jika membangunkan mereka apalagi besok dan lusa kita akan melalui hari yang panjang. Oppa sendiri? Mana member SuJu yang lain?” Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Taeyeon barusan, bukannya makin berkurang tapi rasa sayangnya makin bertambah terhadap Taeyeon.

“Siwon hyung memilih untuk beribadah bersama kedua orang tuanya, dan yang lainnya memilih untuk ibadah jam ke dua, karena aku sudah duluan siap, aku memilih untuk ke gereja duluan.” Taeyeon mengangguk.

“Ya sudah, ayo kita masuk oppa, sebentar lagi ibadahnya akan di mulai.” Taeyeon berjalan di depan Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan Taeyeon yang berjalan di depannya. ‘bisakah suatu hari nanti aku menggenggam tanganmu ke dalam gereja ini dan mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan untuk menjagamu?’ batin Kyuhyun dan segera mengejar Taeyeon yang telah menjauh.

Selama ibadah tatapan Kyuhyun tidak pernah lepas dari yeoja cantik yang duduk di sampingnya, bahkan Kyuhyun juga berdoa kepada Tuhan agar Taeyeon-lah yang kelak akan menjadi Nyonya Cho.

Setelah ibadah selesai, Kyuhyun menawarkan diri untuk mengantar Taeyeon pulang, tetapi Taeyeon menolak dengan alasan ia bisa kembali ke dorm naik taxi. Akal Kyuhyun tidak terhenti di situ, menurutnya jika bukan sekarang kapan lagi ia bisa memiliki waktu berdua untuk bercerita dengan Taeyeon.

“Kalau begitu, maukah kau menemaniku ke taman dekat sini? Sebentar saja, aku sedang malas di dorm. Jebal..” Bujuk Kyuhyun, beberapa detik Taeyeon mencoba berfikir dan akhirnya memutuskan untuk menemani Kyuhyun ke taman. “Gomawo.” Ucap Kyuhyun dan menggenggam tangan Taeyeon ke dalam mobil, “Eh?” Taeyeon sedikit kaget tapi jujur saja ia menyukainya.

-Di Taman-

“Duduklah di sini.” Kyuhyun menepuk tempat di sampingnya dan mempersilahkan Taeyeon untuk duduk. Sejenak terasa canggung, tak ada suara dari mereka berdua yang ada hanyalah hembusan angin menerpa wajah mereka.

“Aku merindukan saat-saat seperti ini, ah bukan, aku merindukan masa sekolah kita ah tidak juga, aku merindukan bercerita denganmu, bukan.. intinya aku merindukan… mu.” Ucap Kyuhyun memecah keheningan, tatapan Taeyeon tidak beralih sedikitpun ketika Kyuhyun mengucapkan kalimat itu, ia tetap menatap lurus ke depan. Kyuhyun menatap Taeyeon lekat-lekat, ia tersenyum melihat yeoja di sampingnya itu. Taeyeon yang merasa di perhatikan membalas tatapan Kyuhyun, ia menemukan kedamaian di kedua bola mata namja itu, ia juga tak mengerti perasaannya mengapa ia harus memiliki perasaan kepada namja yang dulu merupakan musuh terbesarnya, begitupun pikiran Kyuhyun.

“Aku ingin kembali ke masa kecilku.” Ucap Taeyeon dan kembali memfokuskan tatapannya lurus kedepan sedangkan Kyuhyun masih menatapnya dengan tatapan heran, ia tak mengerti arti perkataan yeoja tersebut.

“Mengapa? Mengapa kau menginginkannya? Menurutku kau begitu dewasa saat ini, kau harusnya menyukai hal itu.” Kyuhyun tidak beralih dari posisinya masih sama seperti tadi, menatap ke arah Taeyeon.

“Haha. Kau benar oppa, tetapi masa kecilku jauh lebih indah.. Waktu aku kecil aku tidak mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta, aku melakukan hal sesukaku, tidak mau tau dengan apapun yang terjadi, aku belum mengetahui apapun seperti sekarang. Sekarang aku bahkan memiliki perasaan yang tak seharusnya ku miliki, aku harus merasakan sakit setiap kali melihatnya bersama orang lain, merindukannya ketika aku sedang sendiri, mencarinya ketika ia menghilang dari pandanganku dan yang terparah yaitu aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini. Mungkin aku kelihatan bodoh ketika berbicara seperti ini, tetapi jujur saja aku ingin kembali menjadi anak kecil yang polos, yang tak tau apapun itu. Aku tak menyukai diriku yang sekarang, paboya! Mengapa aku harus menyanyanginya selama ini? Ah! Bukan menyayanginya! Mengapa aku harus mencintainya? Mengapa aku harus mengenalnya? Bertemu dengannya? Mengapa semua ini terjadi padaku? Perasaan ini sangat salah!” Ucap Taeyeon matanya berkaca-kaca dan sedikit demi sedikit butiran bening itu keluar dari ujung matanya dan berhasil membasahi pipi Taeyeon. Ia merasa bodoh, mengapa ia harus menangis di hadapan Kyuhyun? Di hadapan namja yang ia cintai.

Kyuhyun merasakan kesesakan di dadanya mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Hatinya seperti terkena jatuhan meteor panas, ia tak menyadari bahwa lelaki yang di maksud Taeyeon adalah dirinya. Refleks Kyuhyun membawa Taeyeon kedalam pelukannya, ia mengelus rambut gadis itu.

“Uljima.. Kau tidak salah Taeyeon-nie.. Harusnya kau bersyukur memiliki perasaan itu, dengan adanya perasaan itu membuatmu belajar betapa berharganya perasaan. Dan tidak ada larangan di dunia ini untuk mencintai seseorang, kau tidak perlu menyalahkan siapapun dalam hal ini, cinta tumbuh dengan sendirinya. Kau tak pernah memintanya tapi ia datang dan konsekuensinya kau harus menerima apapun yang terjadi, karena dengan mencintai kau juga harus siap untuk merasakan sakit. Satu lagi, bukan hanya kau yang mengalami hal seperti itu di dunia ini, banyak orang di luar sana yang mungkin mengalami hal yang sama sepertimu atau bahkan ada yang lebih menyedihkan darimu, berfikirlah seperti itu, kau tak perlu mencari bukti jauh-jauh, aku adalah salah satu bukti nyata.” Kyuhyun tak melepaskan pelukannya, Taeyeon juga menikmati hal itu, ntah mengapa ia merasa sangat tenang berada dalam pelukan Kyuhyun. ‘aku mencintai yeoja yang tidak mencintaiku, dan itu kau Kim Taeyeon.’ Batin Kyuhyun.

-At SNSD Dorm-

Kyuhyun mengantar Taeyeon pulang ketika suasana hati Taeyeon mulai tenang, Taeyeon melangkahkan kakinya memasuki dorm saat mobil Kyuhyun telah melaju pergi.

“Annyeong.. Aku pulang” Sapa Taeyeon mengalihkan kegiatan para member SNSD.

“eonni, mengapa tadi kau tak membangunkan kami? Dan ah eonni mengapa matamu sembab? Kau habis menangis? Siapa yang berani membuatmu menangis?” Ucap Hyoyeon memperhatikan Taeyeon lekat-lekat. Taeyeon tersenyum dan merebahkan tubuhnya di samping Jessica.

“Tidur kalian terlalu nyenyak aku tidak enak membangunkan kalian, apalagi besok dan lusa kita akan melalui hari-hari yang melelahkan, jadi ada baiknya jika aku tak mengganggu kalian. Aku.. ah tidak tadi sewaktu di gereja ada sebuah lagu yang membuatku menangis.. Ini tak apa-apa. Yasudah, Hyoyeon-ah apakah kau telah masak? Aku sudah sangat lapar.” Taeyeon mengelus perutnya.

“Ya! eonni, kau ini baru saja pulang sudah mencari makanan, sudah ganti pakaianmu sana, lalu kita makan bersama.” Ucap YoonA dan Taeyeon menanggapinya dengan terkekeh, ia lalu bangkit menuju kamar dan mengganti dressnya kemudian makan bersama dongsaeng-dongsaengnya.

-At SuJu Dorm-

Dalam perjalanan menuju dorm, kalimat Taeyeon terus menghampiri pikiran Kyuhyun dan setibanya di dorm ia melangkahkan kakinya dengan malas memasuki bangunan yang cukup besar tersebut, ia mendapati para hyungnya sedang berkumpul di ruang tengah dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa dan menghela nafas panjang, ia tak berhenti memikirkan Taeyeon ‘beruntung sekali namja itu.’ Batin Kyuhyun sambil mengurut-urut dahinya seperti seseorang yang sedang sakit kepala. Siwon akhirnya menyadari kedatangan Kyuhyun dan mendekati namja itu.

“Eotte? Apa kau bertemu dengannya di sana?” Tanya Siwon tak sabar mendengar cerita Kyuhyun. Yah, ternyata member SuJu yang membuat rencana Kyuhyun pergi ke gereja sendirian agar ia bisa bertemu dengan Taeyeon, awalnya mereka fikir ini tak akan berhasil karena takutnya member SNSD yang lain akan ikut, tetapi Kyuhyun tetap saja ingin mencobanya.

“Ia pergi sendirian hyung.” Ucap Kyuhyun singkat masih dalam posisi yang sama. Seluruh member SuJu yang mendengar pernyataan Kyuhyun barusan berhasil meninggalkan aktivitas mereka dan mendekat ke arah Kyuhyun, mereka tak sabar mendengar cerita Kyuhyun saat berduaan bersama Taeyeon. Kyuhyun sebenarnya tak berniat untuk menceritakan hal itu, tetapi melihat hyung-hyungnya yang sudah membantunya agar bisa bertemu dengan Taeyeon, akhirnya ia memutuskan untuk menceritakannya dari awal ia bertemu di depan gereja dan kejadian di taman serta saat Kyuhyun memeluk Taeyeon.

“Mworago? Itu harusnya di abadikan!” Kaget Eunhyuk yang sontak berdiri mendengar cerita Kyuhyun, tetapi sejenak kemudian ia kembali terduduk. -__-

“Tapi, chamkammanyo. Tadi kau mengatakan Taeyeon menyukai seorang namja? Nugu?” Tanya Yesung.

“Molla, hyung. Itulah yang tak ku ketahui, aku ingin bertanya padanya tetapi ia sangat sedih. Aku juga takut.” Suara Kyuhyun semakin melemah, ntah mengapa rasa sesak di hatinya tak hilang-hilang.

“Takut? Takut apa?” Kali ini Ryewook yang bertanya. Kyuhyun terdiam, bibirnya tak mampu lagi menuturkan kata-kata, ntah mengapa ia juga tak tahu mengapa ia takut untuk mengetahui namja yang mampu membuat Taeyeon menangis. Rasanya ia juga ingin menangis melihat yeoja yang sudah bertahun-tahun mengisi hatinya meneteskan airmata berharganya hanya karena seorang namja. Member SuJu yang lain hanya bisa menatap iba ke arah magnae itu yang masih menutup matanya, mereka mengetahui kepedihan yang di rasakan oleh Kyuhyun, suasana menjadi hening tak ada satupun yang bersuara sebelum akhirnya Siwon memecah keheningan.

“Kita tak tau kau takut karena apa, tapi kami ini hyungmu kami mengerti perasaanmu. Tetapi yakinlah kalau kau mencoba untuk menghilangkan rasa itu sekarang pasti  sangat sulit bayangkan saja kau telah menyukainya selama hampir 5 tahun, dan selama itu perasaanmu tidak berubah padanya. Tetapi maafkan kami, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain membantumu dalam doa, semua itu perasaanmu yang tentukan, kau tak perlu menghilangkan perasaan itu nantinya kau menyakiti dirimu sendiri.” Kyuhyun membuka matanya ia menatap hyung-hyungnya matanya berkaca-kaca.

“Tetapi tunggu sebentar, darimana kau tau ia menyukai namja lain? Siapa tau namja itu dirimu?” Pernyataan Donghae mendapat anggukan dari member lain kecuali Kyuhyun.

“Tidak mungkin ia bercerita padaku kalau memang ia menyukaiku. Mana mungkin ia bercerita di depanku? Itu tidak mungkin, hyung.” Volume suara Kyuhyun masih lemah.

“Siapa yang duga? Tidak sedikit yeoja yang melakukan hal itu. Tetapi tidak ada salahnya kau berharap, belum ada kepastian darinya tentang namja yang ia sukai. Kau masih punya harapan banyak sekali. Tenanglah Kyu.” Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun, magnae itu tersenyum melihat hyung-hyungnya yang begitu peduli padanya. ‘Gomapta hyung.’ Batin Kyuhyun lalu tersenyum.

To be continue…

Panjang banget ya? onion-emoticons-set-6-92onion-emoticons-set-6-40 RCLnya ditunggu ya~! ;)

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 1)

Annyeong~onion-emoticons-set-6-67

Wah, udah berapa hari gak update ya? hihi.. Mian, lagi sibuk soalnya, jadi gak ada waktu nulis lanjutan FFnya. onion-emoticons-set-6-41Tapi syukurlah akhirnya ada yang mau bantu author meramaikan(?) kembali blog ini dengan mengirimkan FF untuk di publish disini. Gomawo, saeng~! onion-emoticons-set-6-81

FF ini FF kiriman uri saengie Shindy (shndylfha). Kalo ada reader lain yang juga mau FFnya publish disini, kirim aja FFnya via email ke ashiyaxiah@gmail.com dengan subject FanFiction. Tapi syaratnya FFnya belum pernah publish dimana pun ya~ 😉

Oke, sekarang langsung aja ya ke FFnya. Jangan lupa setelah baca, tinggalkan jejak! ^^ Happy reading~!

onion-emoticons-set-6-5

Author                  : Shindy Ulfha
Cast                       : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre                    : Romance, Sad, etc.
Disclaimer           : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

 

-TaengKyu For Loving Me Chapter 1-

“Hyung!!! Palli.. Kita sudah tidak ada waktu lagi. Nanti kalau Soo Man appa marah bagaimana? Kau sudah tau dia kalau marah kan?” Ryewook menarik tangan Siwon untuk segera menaiki mobil. Yang benar saja sepagi ini seluruh member SM –BoA, Kangta, TVXQ, SuJu, SNSD, SHINee, f(x), Exo- sudah mendapat panggilan untuk segera berkumpul di SM Building, siapa lagi yang menyuruh mereka kalau bukan Lee Soo Man, pemilik saham management terbesar di Korea Selatan itu.

“Ada apa sebenarnya? Mengapa kita harus pergi sepagi ini?” Tanya Siwon saat baru memasuki mobil yang cukup untuk mereka –SuJu-.

“Molla. Tadi pagi Leeteuk hyung mendapat telfon dari Soo Man appa. Katanya pagi ini sebelum jam 08.00 semua member SM sudah harus berada disana.” Kyuhyun merespon pertanyaan Siwon.

“Haish!!! Jinjja, apakah appa kesepian makanya kita di undang sepagi ini? Tidak seperti biasanya.” Ucap Eunhyuk lalu menyandarkan tubuhnya di jok mobil.

Perjalanan tidak memakan waktu yang cukup lama di karenakan dorm SuJu yang tidak begitu jauh dari SM Building. Saat sampai di tempat tujuan, mereka lalu memasuki sebuah aula besar yang biasanya di gunakan untuk berlatih. Di tempat tersebut sudah terlihat banyak member SM yang berkumpul kecuali SNSD dan Exo, karena jarak dorm mereka cukup jauh.

Member SuJu langsung duduk dan berpencar, ada beberapa yang duduk bersama Hoobae dan Sunbae mereka. Yang jelas mereka sudah saling berbaur, inilah kebersamaan mereka di pagi hari.

Beberapa waktu kemudian, Lee Soo Man memasuki ruangan tersebut lengkap dengan member SNSD dan Exo yang menyusul di belakangnya. Kyuhyun memperhatikan kedatangan member SNSD, tidak semua dari mereka ia perhatikan,tapi hanya seseorang dari 9 barbie itu.

“Annyeonghaseo. Bagaimana tidur kalian semalam? Apa nyenyak saja?” Sapa Lee Soo Man dan duduk tepat di depan mereka semua.

“Ne.. Appa. Ada apa sebenarnya mengajak kami berkumpul sepagi ini?” Pertanyaan Taemin barusan merupakan perwakilan dari seluruh pertanyaan member SM yang lain.

“Oh ya, Minggu depan akan ada SM Town live in Indonesia. Dan apakah kalian tau bahwa lebih dari 50% fans kalian yang berada di Asia berasal dari Indonesia? Untuk itu kita akan membuat konsep baru dalam SM Town kali ini.” Semua member mendengus, apa hanya karena hal itu mereka harus di bangunkan sepagi ini? Pikir beberapa orang dari mereka.

“Arrasseo, tapi apakah tidak terlalu pagi untuk membahas hal ini?” Tanya Baekhyun, di sambut oleh senyuman Lee Soo Man.

“Ani. Ini adalah waktu yang bagus, karena konsepnya harus kalian sendiri yang pilih! Jadi seminggu ini kalian tidak boleh mengikuti acara variety apapun, kalian harus latihan semaksimal mungkin. Yang jelas, ini pertama kalinya kalian ke Indonesia. Tanyakan pada Super Junior dan SHINee yang sudah pernah ke Indonesia, bagaimana perasaan mereka saat disana? Kyuhyun? Bagaimana pendapatmu?” Semua hening, ternyata Kyuhyun tidak memperhatikan penjelasan Soo Man sedari tadi, ia sibuk dengan urusannya sendiri, memperhatikan salah satu member SNSD. Hingga akhirnya Changmin yang duduk di sampingnya, memberi kode kepada Kyuhyun.

“Ah?Oh.. Ne.. Arrasseo. Aku akan berlatih.” Jawab Kyuhyun seadanya direspon oleh tertawaan member lain yang mendengar jawaban Kyuhyun menyimpang dari pertanyaan.–.

“Ya!ya!ya! Ya sudah, sekarang kalian duduk secara tim dan memikirkan konsep kalian sendiri. Aku beri kalian waktu satu jam untuk berfikir, aku akan pergi sebentar. Ingat kalian harus menciptakan hasil panggung yang indah dan kolaborasi-kolaborasi yang menakjubkan.”

“Ne..” Balas seluruh member SM serempak, kemudian Soo Man beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

Sekarang mereka duduk secara grup, kecuali BoA dan Kangta yang membaurkan diri bersama f(x) serta TVXQ yang membaurkan diri bersama SHINee.

-Sementara itu di tempat permusyawarahan(?) member SuJu-

“Kita akan membuat konsep baru apa?” Tanya Donghae.

“Bagaimana kalau kita menyanyikan salah satu lagu Indonesia saja?” Saran Shindong.

“Itu ide bagus, tapi kau tau kan kalau bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang sulit. Bagaimana menurutmu Kyuhyun?” Balas Yesung yang lagi-lagi di sambut oleh keheningan.

“YA!!! KYUHYUN-SSI!!! Apa yang kau fikirkan???” Teriak Leeteuk membuyarkan Kyuhyun dari tatapannya.

“Ah. Oh mian hyung.. Silahkan di lanjutkan..” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Apa sebenarnya yang kau fikirkan? Mengapa sedari tadi kau melamun terus?” Bisik Sungmin kepada Kyuhyun ketika yang lainnya sibuk menyiapkan konsep.

“A.. aniyo hyung, aku hanya menatapnya, jujur saja aku merindukannya.” Ucap Kyuhyun yang di sambut gelengan kepala oleh Sungmin.

-FLASH BACK-

Kim Taeyeon adalah seorang siswi tahun ajaran baru di Seoul Art High School. Selagi bersekolah, Taeyeon merupakan salah satu trainer management terkenal yaitu SM Entertainment. Bukan hanya dia sendiri seorang trainer yang berasal dari Seoul Art High School, tetapi ada beberapa sunbaenya yang juga menjadi trainer management tersebut. Saat ini, Kim Taeyeon sedang di training untuk debut menjadi sebuah Girlband yang beranggotakan 9 orang.

Selain itu, Cho Kyuhyun juga merupakan salah seorang siswa kelas 2 di Seoul Art High School, saat ini Kyuhyun menyandang predikat sebagai ketua siswa, siapa yang tak kenal dengannya ia merupakan seorang magnae dari Boyband ternama di Korea Selatan yaitu “SUPER JUNIOR” salah satu boyband di bawah naungan SM Entertainment. Memang, tahun ini merupakan tahun debut bagi SuJu, dan Kyuhyun adalah member terakhir yang debut bersama SuJu. Walaupun sekarang ia sudah menjadi salah satu anggota boyband, ia tetap ingin menyelesaikan sekolahnya. Dan berkat Seoul Art High School, ia di pertemukan dengan seseorang yang ia sebut Cinta Sejati.

“Mana data siswa-siswi baru?” Tanya Kyuhyun kepada sekretaris siswa, Lee Jonghyun, sambil berjalan ke arah lapangan.

“Ini, tapi kelas mereka belum di tetapkan, ada baiknya kita mengadakan pembagian kelas sekarang. Kasihan mereka sudah berjemur sedari tadi di lapangan.” Jonghyun memberikan sebuah map yang berisikan daftar nama siswa-siswi baru.

Kyuhyun dan Jonghyun serta beberapa pengurus kesiswaan lainnya berjalan menuju lapangan untuk melakukan upacara pembukaan kepada siswa-siswi baru, lumayan banyak yang memasuki sekolahan ini, tetapi lumayan banyak juga yang gugur saat pendaftaran.

-Ditempat kerumunan para siswa-siswi baru-

“Haish!!! Jinjja, kapan pembagian kelasnya di tetapkan? Ini sangat panas, belum lagi sebentar kita harus latihan di tempat training.” Keluh Tiffany kepada Taeyeon, sahabatnya sedari sekolah menengah pertama dulu.

“Sudahlah, Fany. Bersabar saja, tak akan selamanya kita akan berdiam di…….”

“Annyeonghaseo, Cho Kyuhyun imnida, aku adalah ketua siswa di sekolah ini. Selamat datang dan bergabung bersama keluarga besar Seoul Art High School.” Perkataan Taeyeon terputus saat Kyuhyun memperkenalkan dirinya kepada seluruh siswa-siswi baru Seoul Art High School. Seketika lapangan yang tadinya riuh menjadi hening .

“Yeon-nie.. Lihatlah dia, aku tak menyangka kita bisa bersekolah di tempat ini.” Bisik Tiffany kepada Taeyeon sambil menunjuk ke arah Kyuhyun.

“Biasa saja. Ketika berlatih kau sering melihatnya, kan?  Apa yang membuatmu terpesona padanya?” Jawab Taeyeon di sambut dengusan oleh Tiffany.

“Tapi itu dulu nona Kim. Sekarang ia telah menjadi seorang bintang, kapan lagi kita bisa bertemu dengannya? Apalagi Siwon oppa. Aku harap ketika kita telah debut nanti, aku bisa mendapat julukan couple teromantis dengan Siwon oppa. Huaaaaa….” Tiffany berhasil membuat Taeyeon menjitaknya.

“Ya! Kau ini, belum juga apa-apa sudah bermimpi yang ting….” Kalimat Taeyeon lagi-lagi terputus, tapi kali ini karena………………

“Ya! Kalian berdua disana!!! Kemari!!!!” Teriak Kyuhyun sambil menunjuk ke arah Taeyeon dan Tiffany. Mereka terdiam, sekali lagi Kyuhyun memanggil mereka. “Ya!!! Kalian yang disana, aku katakan cepat kesini!!!” Tiffany yang merasa di panggil, akhirnya menggandeng Taeyeon menuju ke arah Kyuhyun, sedangkan Taeyeon menatap sinis ke arah magnae SuJu itu.

“Apa yang kalian lakukan disana?” Tanya Kyuhyun mengintrogasi mereka dengan nada yang sedikit tinggi. Hening… Taeyeon maupun Tiffany tidak ada yang menjawab pertanyaan tersebut. Kyuhyun menatap mereka sambil memperlihatkan evil smirknya. “Cih. Kalian ini, apa kalian tidak tau siapa aku?” Suasana makin menegang, saat ini Taeyeon dan Tiffany menundukkan kepala. Jelas saja mereka di panggil karena bercerita saat Kyuhyun menjelaskan peraturan sekolah tersebut.

“Oke, baiklah, mungkin kalian berasal dari pedesaan makanya tidak mengenal aku. Sekarang, aku perkenalkan namaku CHO KYUHYUN member SUPER JUNIOR dan KETUA SISWA di SEKOLAH ini!!!!” Kyuhyun membesarkan volume suaranya, Taeyeon mengepal tangannya, ia geram mendengar perkataan pria di hadapannya itu. Taeyeon mendongakkan kepalanya, ia menatap sinis ke arah Kyuhyun.

“Hey kau TUAN CHO KYUHYUN member SUPER JUNIOR dan KETUA SISWA DI SEKOLAH ini, bisakah kau tidak usah terlalu angkuh? KAU PIKIR KALAU KAU SUDAH MENJADI MEMBER SUJU DAN MENEMPATI JABATAN SEBAGAI KETUA SISWA, KAU ADALAH SEGALANYA?” Perkataan Taeyeon barusan mampu mengambil perhatian para staff kesiswaan, Tiffany dan seluruh siswa-siswi baru. Kyuhyun membelalakkan matanya mendengar perkataan Taeyeon.

“Kau berani berkata seperti itu? Kau pikir kau siapa yang berani membentakku? Kau harusnya lebih menghargaiku, Kim Taeyeon!!!” Kyuhyun melihat papan nama Taeyeon dan menjawab tidak kalah geramnya.

“Kau mau di hargai? Hargai kami!!! Jangan terlalu angkuh!!! Sudahlah! Aku malas meladeni orang angkuh dan sok sepertimu! Tiffany, ayo kita pergi.” Taeyeon menyelesaikan perkataannya dan pergi dari hadapan Kyuhyun.

Tiffany yang merasa bersalah, meminta maaf kepada Kyuhyun dan mengejar Taeyeon. “Mianhamnida sunbae.. Tolong maafkan temanku, Jeongmal mianhaeyo..” Tiffany membungkukkan dirinya dan berlalu.

“Abaikan mereka. Sekarang kalian sudah tau peraturan di sekolah ini, kan? Soal pembagian kelas, kalian bisa melihatnya besok di papan pengumuman. Sekarang pulanglah dan beristirahat. Ingat, kalian tidak boleh seperti gadis kurang ajar itu. Annyeong.” Ucap Kyuhyun kepada seluruh siswa siswi baru, lalu ia melangkahkan kakinya pergi di ikuti staff kesiswaan. Mulai hari ini, Kyuhyun menetapkan Taeyeon sebagai musuh terbesarnya, ‘lihat saja kau KIM TAEYEON’ Batin Kyuhyun.

***

Taeyeon melangkahkan kakinya memasuki SM Building, sebuah bangunan besar tempatnya menjadi seorang trainer. Hari ini setelah ia melewati hari ketidak-enakannya di sekolah barunya tadi, ia memutuskan untuk datang berlatih bersama ke delapan orang trainer lainnya termasuk Tiffany yang tergabung dalam sebuah calon girlband ‘SNSD’ yang di perkirakan akan debut pada akhir tahun nanti.

“Taeyeon unni, chamkamman-yo..” Langkah Taeyeon terhenti mendengar sebuah teriakan di belakangnya, saat berbalik ia mendapati YoonA –salah satu calon anggota SNSD- berlari menghampirinya.

“Huaaa… Unni, bagaimana hari pertamamu di sekolah?” Ucap YoonA saat tiba di dekat Taeyeon, ia mengajak Taeyeon untuk duduk sebentar di lobby sebelum menuju tempat latihan.

“Biasa saja, kau tau? Aku bertengkar dengan ketua siswa sekolah itu!” Ucap Taeyeon dengan raut wajah masih menyimpan dendam kepada Kyuhyun.

“Mwo? Kenapa bisa un? Chamkamman, bukankah ketua siswa Seoul Art High School itu adalah salah satu member SuJu sunbae?” Respon YoonA menghadapkan wajahnya ke arah Taeyeon.

“Kau benar, dia CHO KYUHYUN! Namja yang angkuh!” Jawab Taeyeon masih dengan raut wajah yang sama.

Sedangkan di halaman depan SM Building, member SuJu termasuk Kyuhyun baru saja tiba di tempat itu untuk mengunjungi para trainer di sana. Lagipula, semenjak debut baru kali ini mereka sempat mengunjungi trainer yang satu agency dengan mereka.

Namja-namja itu memasuki ruangan tersebut dan mendapat sambutan hangat oleh para trainer yang berlalu lalang di sekitaran tempat itu.

“Whoaaa….. Tidak di sangka, sekarang kita bukan seorang trainer lagi. Mimpi kita menjadi kenyataan!!” Ucap Ryewook yang mengira ini semua masih seperti mimpi.

“Yah, kau benar. Eh, coba lihat ke arah sana, dua yeoja yang duduk di sofa itu! Bukankah mereka calon anggota SNSD?” Ucap Leeteuk, leader SuJu sambil menunjuk kearah Taeyeon dan YoonA yang masih asyik bercerita. Sontak, semua member melihat ke arah mereka. “Kajja. Ayo kita menyapa mereka!” Lanjut Leeteuk kemudian berjalan ke arah Taeyeon dan YoonA dan di ikuti oleh member yang lain.

Kyuhyun menatap ke arah yeoja mungil itu, ia mencoba mengingat-ngingat siapa dia sebenarnya, ‘aku rasa pernah bertemu dengannya, tapi siapa?’ batin Kyuhyun masih mengingat-ingat, hingga sebuah suara mengganggu konsentrasi ingatannya(?)

“Annyeonghaseo sunbae.” Ucap Taeyeon dan YoonA bersamaan saat mereka melihat segerombolan namja yang merupakan sunbae mereka sudah berdiri di hadapan kedua yeoja itu. Kyuhyun yang berdiri di paling belakang melihat ke arah Taeyeon yang sedang asyik bercerita dengan beberapa member SuJu lainnya.

“Hyung, apakah benar dia yang bernama Kim Taeyeon?” Tanya Kyuhyun kepada Sungmin.

“Ne, wae? Kau  menyukainya?” Jawab Sungmin mengganggu Kyuhyun.

“Aniyo, hyung. Mana mungkin aku menyukainya. Dialah siswi baru yang ku ceritakan padamu dan kepada hyung lainnya tadi sewaktu di mobil.”

“MWO?!” Teriak Sungmin yang membuat semua member termasuk Taeyeon dan YoonA membalikkan tubuh ke arah Sungmin dan Kyuhyun.

“Ah.. Ani,ani. Annyeong Taeyeon-ssi, YoonA-ssi.” Sapa Sungmin mengalihkan pembicaraan dan di sambut oleh senyuman dari Taeyeon dan YoonA. Dengan tidak sengaja, tatapan Kyuhyun dan Taeyeon bertemu, Taeyeon menatapnya dengan tatapan benci, begitupula dengan Kyuhyun.

***

Hari ini merupakan hari pertama Taeyeon melakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah. Sebelum berangkat sekolah, Nyonya Kim tengah mempersiapkan bekal untuk Taeyeon dan teman-temannya.

“Taeyeon-nie, chamkamman-yo! Eomma telah membuatkan nasi goreng kimchi beserta telur balado kesukaanmu.. Bawalah dan berbagilah dengan teman-teman barumu.” Nyonya Kim mengejar Taeyeon yang telah memasuki mobil. Taeyeon tersenyum melihat eommanya dan mengambil kotak makan yang cukup besar itu dari tangan wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunda Taeyeon.

“Ne.. Gomawo eomma.. Aku berangkat dulu.. Annyeong.” Chu~ Taeyeon menyempatkan diri mengecup pipi eommanya dan kembali menaiki mobil lalu siap berangkat ke sekolah.

“Wah.. Tidak terasa anak appa sudah besar sekarang. Bagaimana dengan masa trainee mu? Kapan kau akan debut?” Tanya Tuan Kim yang masih memusatkan perhatiannya pada jalanan di depannya.

“Hahaha.. ne appa. hmm.. Molla appa, doakan aku dan teman-temanku saja.. Mungkin tahun ini kalau Tuhan memberkati.” Taeyeon tersenyum. Tuan Kim ikut tersenyum, ia sangat berterimakasih kepada Tuhan karena mimpi anaknya akan segera terpenuhi.

Tidak terasa akhirnya Taeyeon tiba di depan sekolahnya. Ia berpamitan kepada appanya dan memasuki sekolah itu.

“Appa, aku masuk dulu ne.. Annyeong..” Chu~ Taeyeon mengecup pipi appanya dan berlalu memasuki sekolah yang cukup besar itu.

Sementara di dalam sekolah, Kyuhyun dan staff kesiswaan sedang sibuk mengunjungi kelas-kelas untuk mengecek para siswa-siswi apakah sudah memasuki kelas yang benar atau tidak. Saat berhenti di salah satu kelas, ia melihat nama Kim Taeyeon di antara nama-nama siswa yang menempati kelas itu. Ia menampakkan senyum evilnya melihat nama itu dan seketika ia melihat seseorang berjalan menghampiri ruang kelas tersebut. Siapa dia? Yah, dialah gadis itu, Kim Taeyeon.

Setelah bertanya pada salah satu siswa dimana ruang kelasnya, Taeyeon menuju ruangan kelas itu dengan tas punggung di belakangnya dan sebuah kotak bekal di genggamannya. Ia sangat senang bahkan sangat ceria. Saking senangnya ia tidak menyadari bahwa di depan kelas seseorang telah menunggu kehadirannya dan BRUK!!! Senyum itu memudar seketika saat ia mendapati tubuhnya telah terkulai mencium tanah air(?) dan isi kotak makanan itu terhambur keluar. Seisi kelas menertawakan kejadian itu termasuk Kyuhyun yang dengan sengaja menghalangi jalan Taeyeon dengan kakinya hingga menyebabkan yeoja itu terjatuh.

“Welcome to our school, Kim Taeyeon.” Ucap Kyuhyun dengan senyum evilnya dan berlalu di ikuti para staff kesiswaan di belakangnya.

Taeyeon mencoba berdiri, tiba-tiba Tiffany datang dari belakangnya dan membantu Taeyeon berdiri. Taeyeon terdiam, matanya berkaca-kaca bukan karena malu tetapi karena jengkel melihat tingkah ketua siswa itu yang sangat kekanak-kanakan.

Tiffany menopang Taeyeon duduk di sampingnya, dan ia meminta bantuan salah satu teman kelasnya untuk membersihkan bekal Taeyeon yang berhamburan. Taeyeon menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Tiffany mencoba menenangkan yeoja itu.

“Uljima.. jangan menangis lagi.. Dia pasti akan menerima imbalannya.. Uljima Taeyeon-nie..” Tiffany mengelus punggung Taeyeon. Taeyeon menurunkan tangan yang menyembunyikan wajahnya.

“Aniyo. Aku tidak marah dan tidak malu karena hal itu! Aku marah karena eommaku sudah capek-capek bangun pagi-pagi hanya untuk membuatkan bekal untukku! Ini serasa aku tidak menghargai pengorbanan eommaku.” Taeyeon masih terisak dengan nafas yang memburu.__.

“Ah.. ne.. Berfikir positiflah, eommamu tidak akan memarahimu. Inikan murni kecelakaan, kau tidak menginginkan hal ini terjadi.. Sudahlah Taeyeon.. Janganlah menangis terus.” Tiffany menenggelamkan wajah Taeyeon dalam pelukannya.

‘Cho Kyuhyun. Jangan harap aku akan memaafkanmu.’ Batin Taeyeon.

Hari-hari berlalu seperti biasanya, Taeyeon sekarang sudah menjadi siswi Seoul Art High School, meskipun demikian, Kyuhyun tidak henti-hentinya menjahili Taeyeon dengan cara apapun itu. Tidak hanya di sekolah, tapi juga di tempat latihan. Pernah sekali, Kyuhyun membuat Taeyeon di keluarkan saat latihan vocal, tetapi Taeyeon tidak menanggapi kejahilan Kyuhyun, karena menurutnya, jika ia meladeni lelaki itu, berarti ia rugi sendiri. Hingga akhirnya……….

“Mengapa kau tak henti-henti mengerjai Taeyeon? Menurut kami dia yeoja yang cerdas, imut dan memiliki aegyo. Lagipula dia dewasa dan pantas menjadi seorang leader.” Tanya Donghae saat member SuJu sedang berkumpul merayakan hari ulang tahun Shindong. Yah, semua member SuJu sudah mengetahui masalah Kyuhyun dan Taeyeon, menurut mereka itu hanyalah hal sepele yang bisa di selesaikan secara baik-baik, tetapi berhubung Kyuhyun merupakan lelaki yang keras kepala, ia tetap menjalankan rencananya untuk selalu mengerjai Taeyeon.

“Tidak hyung, aku harus membuat dia tunduk kepadaku. Bayangkan saja, berani-beraninya dia membentakku di hadapan siswa siswi baru saat itu. Dia pikir dia itu siapa?” Jawab Kyuhyun dengan evil smirknya, sontak seluruh member SuJu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hati-hati Tuan Cho Kyuhyun, lama-lama kau bisa jatuh cinta kepadanya.” Ucap Siwon dan sekarang seluruh member kecuali Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Tidak akan, hyung!” Ucap Kyuhyun.

Keesokan paginya, saat dalam perjalanan ke sekolah, Taeyeon mengalami kecelakaan kecil, ia terjatuh dari sepeda. Memang, tidak biasanya ia mengendarai sepeda ke sekolah, tapi berhubung appanya yang terlalu sibuk tidak bisa mengantarnya, akhirnya dengan modal pas-pasan dalam mengendarai sepeda ia memberanikan diri untuk mengendarainya. Tidak terjadi luka yang parah, hanya lutut kanannya yang menimbulkan luka akibat kulitnya bertemu dengan aspal. Akhirnya, ia tetap mengendarai sepeda tersebut hingga sampai di sekolah.

Lain dari itu, Kyuhyun telah menunggu Taeyeon di koridor utama, ia sedang memikirkan rencana untuk menjahili Taeyeon, hingga matanya menatap seorang gadis mungil berjalan dengan tergopoh-gopoh. Kyuhyun melihat ke arah lutut Taeyeon, ia mendapati sebuah luka di lutut gadis tersebut. Entah mengapa Kyuhyun seperti terhipnotis menghampiri Taeyeon.

Taeyeon yang menyadari kehadiran Kyuhyun menampakkan raut wajah kesal, dalam benaknya ia berfikir bahwa Kyuhyun pasti ingin mengganggunya.

“Sudahlah, aku lagi tidak minat menerima kejahilanmu! Tolong jangan ganggu aku! Kali ini saja, sunbae!” Ucap Taeyeon dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam, ia menatap Taeyeon yang masih tergopoh-gopoh menjauh darinya, ia mencoba mencerna ulang kalimat Taeyeon tadi, dan ia mendapati…. “Mwo? Ia memanggilku sunbae?” Ucap Kyuhyun dengan sebuah senyuman.

-di kelas Taeyeon-

Tiffany melihat ke arah Taeyeon yang tergopoh-gopoh berjalan ke arah bangkunya.

“Yeon-nie.. Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau?? Mwo? Lututmu terluka? Ceritakan padaku apa yang terjadi padamu!” Ucap Tiffany menghampiri Taeyeon dan mendapati luka di lutut Taeyeon.

“Aniyo, Fany-ah. Gwenchanayo.. Tadi aku hanya terjatuh dari sepeda. Appa sedang sibuk, ia tidak sempat mengantarku.” Respon Taeyeon seadanya.

“Tapi kalau begitu, kau bisa menelfonku! kita bisa berangkat bersama-sama. Kalau sudah begini bagaimana? Yasudah, kau duduk dulu, aku akan mengambilkan obat merah di UKS.” Ucap Tiffany dan berlalu menuju UKS. Taeyeon hanya tersenyum, ia mengetahui sahabatnya itu sangat peduli terhadapnya.

‘Gomawo fany-ah..’ batin Taeyeon.

***

Keesokan harinya, setelah istirahat beberapa saat di rumah, Taeyeon mendapatkan pesan singkat dari Tiffany bahwa mereka dan calon member SNSD lainnya di harapkan berkumpul di tempat latihan pada pukul 19.00 KST, sebenarnya Taeyeon tidak memiliki mood untuk beranjak dari tempat tidur, tetapi untuk masa depannya, ia harus mengikuti perintah itu. Kyuhyun yang mengetahui hal itu, menyiapkan sebuah rencana untuk menjahili Taeyeon.

Taeyeon berjalan memasuki SM Building, ia segera menuju keruang latihan, tetapi saat ia membuka ruangan tersebut, tiba-tiba ia….. BRUK!

Tiffany dan calon member SNSD yang lain mendapati Taeyeon terjatuh, mereka lalu berdiri membantu Taeyeon. Raut wajah Taeyeon menjadi geram saat ia mendapati penyebab ia terjatuh, ternyata ada seseorang yang menaruh minyak di lantai tersebut. Ia melepaskan genggaman Tiffany dan Yuri yang mencoba membantunya, dengan langkah terpincang-pincang Taeyeon keluar dan menuju ke ruangan tepat di samping ruangan latihan tersebut. Karena merasa khawatir, calon member SNSD yang lainnya mengikuti Taeyeon. Semua member tahu jika Taeyeon marah, tidak ada seorang pun yang dapat meredakan kemarahannya.

Taeyeon membuka paksa ruangan tersebut, ia mendapati seluruh member SuJu berkumpul untuk merayakan anniversary satu tahun mereka menjadi sebuah Boyband, seluruh member termasuk manager SuJu kaget dengan kedatangan Taeyeon. Taeyeon tidak peduli lagi, ia melangkahkan kakinya menuju seseorang, yah, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“APA KAU SUDAH PUAS? KAU MAU APA LAGI? KENAPA TIDAK SEKALIAN MEMBUNUHKU! HAH? PERMAINANMU TIDAK LUCU, TUAN CHO!!!” Ucap Taeyeon tepat di hadapan Kyuhyun. Sontak semua member SuJu dan member SNSD yang juga sudah berada di tempat kejadian kaget mendengar kalimat Taeyeon barusan. Kyuhyun terdiam, jujur saja ia paling tidak sanggup melihat seorang yeoja menangis, dan saat ini mata Taeyeon sudah berkaca-kaca.

“KAU TERLALU BERLEBIHAN! KALAU KAU TIDAK MENYUKAI KEHADIRANKU DAN KALAU KAU MEMBENCIKU, KAU TIDAK USAH MENATAPKU BAHKAN MELIHATKU! KAU TIDAK USAH MUNCUL DI HADAPANKU! MENJAUHLAH!!! APA SUSAHNYA? DAN KALAU KAU MEMANG INGIN MEMBUNUHKU, TIDAK PERLU DENGAN SEGALA MACAM KEJAHILANMU SELAMA INI! KAU CUKUP MEMBUNUHKU SECARA LANGSUNG! KAU BISA SAJA MEMUSNAHKANKU! KU KIRA KAU ORANG TERHEBAT? BUKANKAH ITU HAL MUDAH BAGIMU?????” Ucap Taeyeon semakin emosi, sekarang airmatanya tak bisa terbendung lagi. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia berlari keluar dari ruangan itu. Tidak peduli dengan teriakan Tiffany dan yang lainnya menyebut namanya. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam, harusnya ia senang karena sudah berhasil membuat Taeyeon menderita, tetapi ntah mengapa ia merasa sakit mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Mulai hari itu, karena merasa bersalah Kyuhyun tidak pernah lagi muncul di hadapan Taeyeon.

To be continue..

RCL, please biar cepet di publish lanjutannya dan penulisnya senyum-senyum sendiri *lirik Shindy* kkekekeke~ xDonion-emoticons-set-6-159onion-emoticons-set-6-159

[Pic/Comic] 7 Mini FanFics o.O

1. SeoKyuTae

ashiya19.wordpress.com

2. TaeYongSeo

ashiya19.wordpress.com

3. Taengoo & Jo Twins

ashiya19.wordpress.com

4. Blank Taeyeon

ashiya19.wordpress.com

5. KyuTaeHae

ashiya19.wordpress.comashiya19.wordpress.com

6. We Got Married – TaeSu

ashiya19.wordpress.com

7. TaeSu Effect *lol*

ashiya19.wordpress.com

All these pictures are mine! 😀

Rate, comment, like please! 😉

[FF] Seoul Camp Lake (Last Chapter)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Im Yoona (Girls’ Generation), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-previous chapter-

Beberapa saat kemudian Sooyoung berbaring di tempat tidurnya sambil tersenyum. “aku telah mendapat tiga orang teman.” Batin Sooyoung. “mereka benar-benar membuatku gembira.”

Namun tidak lama kemudia senyum itu langsung meredup ketika ia mendengar bisikan dalam gelap. “Sooyoung.. Choi Sooyoung..” Sooyoung menahan napas. Tiba-tiba saja suara itu sudah begitu dekat..begitu dekat dengan telinganya. “Soo, kukira kita berpasangan. Kenapa kau meninggalkanku?”

“andwae…andwae..!” ucap Sooyoung memohon.

“Soo, aku sudah menunggumu begitu lama.” Suara itu berbisik. “ikutlah denganku. Ikutlah denganku, Soo..” dan tiba-tiba pundaknya digenggam tangan yang sedingin es.

“oh!!” Sooyoung langsung duduk tegak dan kemudian menatap mata Tiffany yang gelap.

Ia menurunkan tangannya dari pundak Sooyoung, “Soo, ada apa? Kau merintih-rintih tadi.”

“eh?? Apa??” suara Sooyoung gemetar, jantungnya berdegup kencang. Tubuhnya bermandikan keringat.

“kau merintih-rintih.” Ulang Tiffany. “jadi kupikir lebih baik kau di bangunkan saja.”

“ehm…gomawo.” Ujar Sooyoung. “mungkin gara-gara mimpi buruk.”

Tiffany mengangguk dan kembali ke tempat tidurnya. Sooyoung tidak bergerak, ia terus duduk sambil menatap kegelapan di sekelilingnya. “mimpi buruk?” tanya Sooyoung dalam hati. “rasanya bukan..”

-Chapter 6/Ending-

“kau tidak perlu ikut acara renang jarak jauh hari ini,” Yuri memberitahu Sooyoung waktu sarapan keesokan paginya.

“ehm.. seberapa jauh kita harus berenang?

“kita berenang sampai ke tengah danau,” jawab Yuri. “sampai ke tengah, lalu kembali lagi. Aku akan naik perahu ke tengah. Jaraknya tidak terlalu jauh. Tapi kalau kau ragu-ragu..”

Sooyoung menaruh sendoknya dan melihat Tiffany dan Taeyeon yang memperhatikannya dari ujung meja. Disampingnya ada Jessica.

“ayolah ikut saja,” desak Tiffany.

“biar aku yang jadi pasanganmu,” kata Jessica. “aku akan berenang bersamamu, Soo.”

Sooyoung teringat kejadian mengerikan di perahu dayung. Ia kembali teringat bagaimana Jessica terjun ke air, membalikkan perahu, dan meninggalkannya seorang diri ditengah danau.

Tapi sekarang keadaannya sudah berbeda, pikir Sooyoung. Mereka sekarang sudah berteman. Ia harus melupakan kejadian di perahu dayung. Ia harus melupakan bahwa perkenalan mereka pada awalnya kurang mulus.

“oke,” jawab Sooyoung akhirnya. “gomawo, Sica. Aku akan berpasangan denganmu.” Sooyoung kembali berpaling pada Yuri. “aku siap ikut berenang.”

**

Matahari pagi masih rendah di langit, dan berulang kali tertutup awan kelabu. Setiap kali matahari menghilang, udara langsung sedingin air danau. Air danau itu sangat dingin pada pagi hari. Para peserta tampak enggan memasuki air. Semuanya menggigil dan mengeluh. Sooyoung pun berhenti di air sedalam mata kaki dan menunggu sampai ia terbiasa dengan dinginnya air.

Sooyoung menoleh ketika mendengar suara perahu motor. Yuri sedang menuju ke tempatnya di tengah danau. Begitu sampai, ia langsung mematikan mesin kemudian ia meraih megafon.

“ayo pemanasan dulu semuanya!” Yuri memberi instruksi namun para peserta itu malah tertawa.

“pemanasan? Bagaimana caranya? Udaranya begitu dingin!”

Sooyoung maju beberapa langkah lagi sambil merapikan baju renangnya yang berwarna biru. “mestinya kita pakai baju penyelam.” Ucapnya pada Jessica.

Jessica mengangguk lalu maju ke air sedalam pinggang. “ayo, Soo. Kita tidak boleh berpencar.” Jessica memberi isyarat agar Sooyoung mengikutinya.

Sooyoung menarik napas dalam-dalam dan kemudian terjun ke dalam air. Hawa dingin menyerang dari segala arah. Tapi ia tetap meluncur di bawah permukaan dan berenang beberapa meter. Kemudian ia menyembulkan kepalanya dan berpaling pada Jessica.

“tukang pamer,” gumam Jessica sebelum akhirnya ia mencelupkan(?) kedua tangannya ke dalam air.

Sooyoung tertawa, “segar kok! Ayo, terjun saja. kau bakal lebih cepat terbiasa.”

Jessica mengikuti saran Sooyoung. Sebagian peserta sudah berada di dalam air. Ada yang berenang berputar, ada yang  mengapung, ada juga yang mengerakkan kaki seperti mengayuh sepeda.

“silakan ambil posisi semuanya!” Yuri memberi aba-aba dari perahunya. Suaranya terdengar keras dan memantul pada pepohonan. “baris dua-dua! Ayo, cepat!”

Mereka butuh waktu agak lama sebelum semuanya siap. Jessica dan Sooyoung berada di baris kedua. Di belakang mereka tampak Taeyeon berbaris dengan Tiffany.

“Taeyeon, aku ke belakang sebentar ya.” Ucap Tiffany.

“mau kemana?”

“toilet.” Jawab Tiffany sambil pergi menuju toilet meninggalkan Taeyeon.

“lalu aku berpasangan dengan siapa?” gumam Taeyeon.

“denganku saja.” ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berada disampingnya.

“Kyu?”

Kyuhyun tersenyum, “tenang saja aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak akan berenang cepat-cepat.”

“n..ne..” sahut Taeyeon dengan gugup.

Pasangan pertama berangkat, 2 anak perempuan. Yang satu berenang dengan mantap, yang satu lagi membuat air bercipratan ke segala arah. Yang lainnya bersorak-sorai untuk memberi semangat kepada mereka.

2 menit kemudian, Sooyoung dan Jessica hendak menyusul namun Kyuhyun menahan keduanya. “boleh aku dan Taeyeon duluan?” tanya Kyuhyun membuat Sooyoung dan Jessica mengerutkan keningnya.

“nanti saja, Kyu..”

“tidak apa-apa, kan?” tanya Kyuhyun lagi tidak memperdulikan ucapan Taeyeon.

“baiklah.” Jawab Jessica akhirnya. “silahkan.” Jessica memberi jalan untuk Kyuhyun dan Taeyeon untuk maju bersiap-siap.

“kajja!” Kyuhyun menarik lengan Taeyeon. Dan kemudian mereka berenang bersama dengan mantap. Kyuhyun tidak terlalu cepat berenangnya karena ia tidak mau Taeyeon ketinggalan.

Saat di tengah-tengah danau tiba-tiba Kyuhyun berhenti dan berbalik pada Taeyeon.

“kenapa berhenti?” bingung Taeyeon ikut berhenti berenang.

“apa kau sudah memikirkan ucapanku semalam?”

“Kyu, kumohon jangan begini. Aku hanya menganggapmu teman..”

“apa setelah aku lakukan ini kau masih menganggapku teman?” ucap Kyuhyun cepat dan meraih Taeyeon ke dalam air. Di bawah permukaan air, Kyuhyun memanggut bibir Taeyeon. Taeyeon berontak namun ia tidak bisa melepaskan pegangan Kyuhyun. Kyuhyun memeluknya sambil terus menciuminya d bawah air itu selama beberapa detik hingga akhirnya Kyuhyun melepaskan ciuman itu dan kembali ke permukaan karena kehabisan napas. “mianhae..” lirih Kyuhyun melihat Taeyeon yang tampak menangis.

Taeyeon tidak memperdulikannya dan segera berenang mendekati perahu Yuri, tidak berniat berbalik kembali ke tepi danau meneruskan renangnya. Kyuhyun hanya memandanginya dan kemudian ikut menyusulnya.

Yuri menarik Taeyeon ke atas perahu dan kemudian disusul Kyuhyun. Taeyeon duduk terdiam menunduk di salah satu sisi perahu itu dan Kyuhyun duduk di seberangnya sambil terus memperhatikannya.

“Taeyeon, kenapa kau berhenti? Kau juga, Kyu?” tanya Yuri.

“aku.. lenganku pegal tidak kuat berenang lebih lama lagi.” Jawab Taeyeon.

“oh.. baiklah. Lalu kau?” Yuri berbalik pada Kyuhyun.

“bukannya kita harus berpasangan dalam sistem keselamatan di air? Jika aku meneruskan berenang berarti aku berenang sendirian tidak ada pasangannya.”

“ah, benar juga.” Sahut Yuri. “ya sudah kalian tunggu saja disini sampai semua selesai.”

Di tepi danau Sooyoung dan Jessica bersiap-siap meluncur ke air. Sooyoung berusaha tidak menciptakan cipratan ke segala arah. Ia berusaha untuk tidak kikuk di perhatikan semua peserta perkemahan itu. Tidak lama kemudian Jessica mendahuluinya. Sambil berenang berulang kali ia menoleh ke belakang untuk memastikan ia tidak meninggalkan Sooyoung terlalu jauh. Titik untuk berbalik arah terletak di dekat perahu motor Yuri. Sooyoung terus menatap titik itu sambil terus mengikuti Jessica yang berada di depannya.

Jessica berenang semakin cepat, Sooyoung mulai merasakan lengannya pegal padahal jaraknya masih jauh dari perahu. Perahu Yuri berayun-ayun di depan Sooyoung. Yuri sedang menyerukan sesuatu melalui megafon tapi Sooyoung tidak bisa mendengarnya karena suara percikan air di sekelilingnya.

Jessica semakin jauh, “hei, jangan cepat-cepat!” seru Sooyoung namun ia kemudian sadar Jessica pasti tidak akan mendengar suaranya.

Sooyoung mengabaikan rasa pegal di lengannya dan berusaha mengejar Jessica. Ia mengayunkan kakinya lebih keras sehingga air pun bercipratan ke segala arah.

Matahari kembali menghilang di balik awan tebal. Langit menjadi gelap dan air danau langsung bertambah dingin. Sooyoung sudah hampir sampai di perahu yang dinaiki Yuri. Pandangannya tertuju pada Jessica. Sooyoung memperhatikan ayunan kakinya yang berirama. Rambutnya yang pirang mengapung di permukaan air, bagaikan sejenis makhluk penghuni laut. Kalau Jessica berbalik, aku juga ikut berbalik, pikir Sooyoung.

Sooyoung berenang sedikit lebih cepat. Perahu Yuri sudah lewat. Mereka sudah boleh berbalik. Tapi diluar dugaan Sooyoung, Jessica terus berenang mengayunkan kaki dan tangannya. Kepalanya terbenam. Lengannya bergerak dengan ringan dan anggun, dan Sooyoung tertinggal semakin jauh.

“Jess..?” panggil Sooyoung. Lengannya sudah berat sekali. Dadanya serasa terbakar. “hei, Jess! Kita sudah boleh balik!” namun Jessica terus berenang. Sooyoung mengerahkan segenap tenaga untuk menyusulnya, “Sica, tunggu!” seru Sooyoung. “kita harus balik!”

Jessica berhenti.

“apa ia mendengarku?” pikir Sooyoung sambil menghampirinya dengan napas terengah-engah.

Ia berbalik pada Sooyoung.

“Sica??” Sooyoung memekik tertahan.

Bukan. Bukan Jessica. Ternyata bukan Jessica. Tapi…Yoona! Matanya yang gelap tampak berseri-seri ketika mengembangkan senyumnya.

“ayo berenang terus, Soo,” bisik Yoona. “kita harus berenang lebih jauh dan lebih jauh lagi. Kau sudah jadi pasanganku sekarang.” Yoona langsung meraih lengan Sooyoung. Sooyoung berusaha membebaskan diri dan hampir berhasil melepaskan lengannya yang basah dari genggaman Yoona tapi kemudian ia mencengkram pergelangan tangan Sooyoung dan menariknya keras-keras.

“akh!” pekik Sooyoung. Yoona cukup kuat. Sangat kuat untuk seorang perempuan yang tampak begitu rapuh. Bukan, bukan seorang perempuan tapi hantu yang tampak begitu rapuh. “lepaskan aku!” Sooyoung meronta-ronta, menendang-nendang dan berputar-putar. “Yoon, aku tidak mau ikut denganmu!” Sooyoung berbalik dan berhasil melepaskan diri. Kepalanya terbenam dalam air. Terbatuk-batuk dan mengangkat kedua tangannya lalu naik ke permukaan air.

“dimana Yoona?” batin Sooyoung mengedarkan pandangannya mencari hantu itu. “apakah ia persis di belakangku? Apakah ia sudah siap menyeretku ke tengah danau, supaya aku tidak bisa berenang ke tepi?” dengan kalang kabut ia memandang ke segala arah.

Awan-awan di atas seakan-akan melintas dengan kecepatan tinggi.

“Sooyoung.. Sooyoung..” Sooyoung mendengar suaranya namun ia tidak bisa melihatnya. Sooyoung kembali berbalik, pandangannya tertuju pada perahu motor. Tanpa menghiraukan jantungnya yang berdetak kencang, tanpa menghiraukan lengannya yang pegal, ia mulai melesat maju. “aku harus mencapai perahu sebelum Yoona kembali menyeretku.” Batin Sooyoung.

Sooyoung mengerahkan segenap tenaganya yang masih tersisa untuk berenang ke perahu motor. Tangannya menjangkau….dan berhasil meraih pinggiran perahu. Dengan terbatuk-batuk, ia berusaha naik. “Yul, tolong!” Sooyoung memohon dengan suara parau. “bantu aku naik!” matahari muncul dari balik awan. Sooyoung menatap cahaya keemasan yang menyilaukan. “Yul, tolong..” Sooyoung melihat sepasang tangan terulur kearahnya. Ia membungkuk untuk menarik Sooyoung naik ke perahu. Ia mencondongkan badan ke depan dan menariknya ke atas. Sooyoung mengedip-ngedipkan matanya ketika menatap wajah orang yang menolongnya.

“andwae!!” Pekik Sooyoung tiba-tiba. Yang dilihatnya bukan wajah Yuri! Tapi wajah Yoona! Yoona menariknya naik ke perahu.

“ada apa, Soo?” ia berbisik sambil menarik Sooyoung. “jangan khawatir, kau tidak apa-apa.”

“lepaskan aku!!” jerit Sooyoung berusaha membebaskan diri dari pegangan Yoona. Matanya berkedip-kedip karena silau. Dan kemudian ia melihat wajah Yuri dihadapannya. Bukan wajah Yoona, tapi wajah Yuri. Wajah yang tampak cemas.

“Soo, kau tidak apa-apa?”

Sooyoung menatapnya dengan membelalakan matanya menyangka wajahnya akan berubah lagi menjelma menjadi Yoona.

“apa aku salah lihat?” pikir Sooyoung. “mungkinkah aku salah lihat karena silau akibat sinar matahari?” ia menghela napas membiarkan dirinya di tarik naik oleh Yuri dan juga di bantu Kyuhyun.

Sooyoung berlutut di perahu yang terayun-ayun. Taeyeon yang duduk di sebelahnya menatapnya sambil memicingkan matanya, “apa yang terjadi?” belum Sooyoung menjawab pertanyaan Taeyeon, ia mendengar bunyi gemericik di samping perahu.

“Yoona!” pikir Sooyoung. Ia langsung diam seperti patung.

Ternyata bukan. Jessica memanjat ke perahu. “Soo, kenapa kau tidak mendengarku memanggil-manggil tadi?” tanya Jessica.

“Jes, aku tidak melihat. Kupikir kau..” suaranya tercekat di tenggorokan.

“kenapa kau meninggalkanku?” tanya Jessica lagi. “kita kan harus berpasangan!”

**

Yuri mengantar Sooyoung ke tepi danau. Ia berganti baju lalu menemui Leeteuk. Ia berada di ruang kerjanya, sebuah ruangan kecil di gedung utama. Ia sedang duduk sambil menaikan kaki ke meja dan memandang selembar foto di tangannya.

“oh, Soo! Ada apa?” ia tersenyum ramah dan memberi syarat agar Sooyoung duduk di kursi lipat di depan mejanya. Ia mengamati Sooyoung dengan seksama. “aku dengar ada masalah lagi didanau.” Ucap Leeteuk dengan lembut. Foto yang semula ia pegang cepat-cepat ia masukan ke laci mejanya. “ada apa sebenarnya?”

Sooyoung menarik napas dalam-dalam memikirkan apa ia harus berterus terang kalau ia diikuti arwah seorang gadis? Arwah penasaran yang menginginkannya menjadi pasangannya.

“kau mengalami kejadian yang sangat mengejutkan kemarin.” Ujar Leeteuk. “kami sempat menyangka kau tenggelam.” Ia mencondongkan badannya ke arah Sooyoung. “barangkali kau terlalu cepat kembali ke danau. Barangkali kau seharusnya menunggu dulu.”

“mungkin juga.” Gumam Sooyoung dan kemudian ia melontarkan apa yang selama ini mengganggu pikirannya. “Teuk, tolong ceritakan tentang yeoja yang tenggelam di sini.”

Leeteuk langsung melongo, “hah?”

“aku tahu ada yang pernah tenggelam di danau perkemahan ini!” ucap Sooyoung bersikeras. “aku ingin tahu apa yang terjadi.”

Leeteuk menggelengkan kepalanya, “belum pernah ada yang tenggelam di danau perkemahan ini.” Jawab Leeteuk. “belum pernah.”

Sooyoung merasa ia bohong. Ia punya bukti, ia telah melihat Yoona. Dan bahkan sempat berbicara dengannya. “Leeteuk-ssi, aku perlu tahu. Tolong ceritakan tentang dia.”

Leeteuk mengerutkan kening. “kenapa kau tidak percaya, Soo? Aku tidak bohong. Belum pernah ada yang tenggelam di danau. Baik yeoja maupun namja.”

Tiba-tiba Sooyoung mendengar suara mendesah. Ia melirik ke arah pintu yang terbuka, dan……melihat Yoona berdiri disitu. Sooyoung kaget setengah mati. Serta merta ia berdiri dan menunjuk. “Teuk! Itu yeoja yang kumaksud! Dia berdiri disitu! Masa kau tidak mellihatnya???”

Leeteuk menoleh ke arah pintu. “ne.” ucapnya pelan. “aku melihatnya.”

“eh?” Sooyoung memekik tertahan. “kau melihatnya??”

Leeteuk mengangguk, raut wajahnya serius. “kalau itu bisa membuatmu lebih tenang, maka akan kubilang bahwa aku melihatnya.”

“kau tidak benar-benar melihatnya??”

“tidak. Aku tidak melihat apa-apa.”

Sooyoung berpaling ke ambang pintu. Yoona menatapnya sambil tersenyum lebar.

“duduklah.” Ucap Leeteuk. “kadang-kadang kita bisa dikelabui oleh daya khayal kita sendiri. Terutama kalau kita baru saja mengalami sesuatu yang sangat menakutkan.”

Sooyoung tetap berdiri di depan meja Leeteuk dan menatap Yoona. Pandangannya menerobos tubuh Yoona yang tembus pandang. “aku tidak mengada-ada! Dia ada disitu!” seru Sooyoung. “dia berdiri di pintu! Namanya Yoona. Dia tenggelam di danau perkemahan ini. Dan sekarang dia berusaha membuatku celaka. Dia ingin aku tenggelam juga!”

“Soo, tenang dulu.” Leeteuk berkata dengan lembut. Ia berjalan mengitari meja dan meletakkan sebelah tangan di pundak Sooyoung. Kemudian ia menggiring Sooyoung ke pintu, berhadap-hadapan dengan Yoona. Yoona menjulurkan lidahnya pada Sooyoung. “tuh, tidak ada siapa-siapa, kan?”

“tapi..tapi..”

“bagaimana kalau kau tidak usah ke danau dulu selama beberapa hari.” Usul Leeteuk, “kau bisa bersantai di perkemahan.” Yoona meniru ucapan Leeteuk dengan menggerak-gerakan bibirnya tanpa suara. Sooyoung memalingkan wajahnya membuat Yoona tertawa cekikikan.

“tidak pergi ke danau?” Tanya Sooyoung.

“ne. Beristirahatlah selama beberapa hari. Aku yakin kau akan merasa jauh lebih enak nanti.”

Sooyoung tahu cara itu takkan berguna. Ia tahu Yoona tetap akan membuntutinya kemana pun ia pergi untuk menjadikannya pasangannya. Sooyoung menghela napasnya, “rasanya percuma.”

“kalau begitu aku ada ide lain. Bagaimana kalau kau pilih olahraga baru? Olahraga yang belum kau coba? Sesuatu yang benar-benar sulit, misalnya, ski air.”

“aku tidak mengerti.” Sahut Sooyoung. “untuk apa?”

“karena kau akan begitu sibuk sehingga tidak sempat memikirkan soal hantu.”

“ne, pasti.” Ujar Sooyoung sinis.

“aku hanya mau membantu,” ujar Leeteuk dengan ketus. “atau bagaimana kalau kau membantuku?”

“membantu? Membantu apa?”

“jadi begini.. Apa kau tahu beberapa hari ini Taeyeon tampak dekat dengan namja salah satu peserta perkemahan ini.”

“maksudmu Kyuhyun?”

“ne, Kyuhyun.” Jawab Leeteuk mengiyakan.

“lalu apa hubungannya denganku?”

“mm…bagaimana ya? Mm…apa kau mau membantuku dengan berpura-pura menjadi yeojaku di depan Taeyeon supaya ia cemburu?” Tanya Leeteuk malu-malu. “tapi aku tidak akan memaksa kalau kau tidak mau.” Sambungnya cepat.

“ehm..aku..aku tidak tahu.” Jawab Sooyoung tidak tahu harus berkata apa, “kurasa sudah waktunya makan siang.” lanjut Sooyoung mengalihkan pembicaraan dan berjalan meninggalkan ruang kerja Leeteuk yang sempit.

Setelah berada di luar, ia menarik napas dalam-dalam. Udaranya jauh lebih sejuk di tempat itu. Ia berjalan menuju bangsal utama bagian depan. Tapi ketika ia sedang menyusuri lorong, ia kembali mendengar suara Yoona di belakangnya. “kau tidak bisa lolos, Soo. Kau pasanganku. Percuma saja kau berusaha kabur. Kau akan selalu menjadi pasanganku.”

Sooyoung merinding ketika mendengar bisikan itu. Bisikan yang diucapkan begitu dekat dengan telinganya. Tiba-tiba ia kehilangan kendali, “DIAM!!” pekik Sooyoung. “DIAM!! DIAM!! DIAM DAN JANGAN GANGGU AKU LAGI!!” Sooyoung berbalik untuk melihat apakah ia mendengar ucapannya. Saat Sooyoung berbalik, ia membelalakan matanya.

Tiffany berdiri di belakangnya. Saking kagetnya, ia sampai melongo. “oke, oke, aku pergi.” Ucap Tiffany sambil mundur teratur. “jangan marah-marah begitu, dong. Aku kan cuma mau tanya bagaimana keadaanmu.”

Mendengar Tiffany berkata seperti itu membuat Sooyoung tidak enak. Tiffany pasti mengira ia yang di caci-maki oleh Sooyoung. “aku..aku..”

“kupikir kita berteman,” kata Tiffany ketus. “aku tidak bilang apa-apa tadi, tapi kau langsung membentak-bentak!”

“bukan kau yang kuajak bicara tadi!” Sooyoung berusaha menjelaskan. “aku berbicara dengan dia!” Sooyoung menunjuk Yoona yang melambaikan tangannya sambil tersenyum lebar di dekat jendela. “aku sedang berbicara dengan dia!” ujar Sooyoung lagi.

Tiffany menoleh ke arah jendela yang di tunjuk Sooyoung, lalu mengerutkan kening. Raut mukanya berubah jadi aneh.

**

Keesokan pagi setelah sarapan, Sooyoung pergi menuju dermaga. Ia memutuskan untuk mencoba ski air. Entah kenapa ia ingin mencoba mengikuti saran Leeteuk. Mungkin karena ia kasihan pada Minho. Semalam ia kembali memohon-mohon agar jangan menelpon orangtuanya. Minho benar-benar tidak mau pulang. Menurutnya inilah liburan musim panas paling mengasyikan yang pernah dialaminya. “kau memang bisa menikmati liburan ini. Kau tidak terus dibuntuti hantu kemana pun kau pergi.” Pikir Sooyoung.

Semalam Sooyoung memutuskan untuk tidak pergi ke danau dan menghabiskan waktu di pondok dengan membaca tapi keesokan paginya ia sadar bahwa rencana itu tidak sehebat perkiraannya. Mana mungkin ia berani sendirian di pondok sementara semua orang berada di danau. Tidak akan ada yang bisa melindunginya dari Yoona. Seharusnya ia menjauhi danau tapi ia benar-benar tidak ingin sendirian. Karena itu ia mengikuti saran Leeteuk. Ia pergi ke dermaga dan memberitahu Yuri bahwa ia ingin belajar ski air.

“bagus, Soo!” seru Yuri sambil tersenyum lebar. “kau sudah pernah mencobanya? Main ski air sebenarnya lebih mudah dari  yang kita sangka.” Yuri mengambil jaket pelampung berwarna kuning dan sepasang ski air dari gudang perlengkapan. Kemudian ia memberikan kursus singkat pada Sooyoung. Ia memperlihatkan bagaimana harus mencondongkan badan ke belakang dan menekuk lutut.

Tak lama kemudian Sooyoung sudah berada di air sambil menunggu giliran di tarik perahu motor. Taeyeon sedang melaju dengan kencang. Baju renangnya yang berwarna jingga tampak berkilauan dalam cahaya pagi.

Dengung mesin perahu bergema. Gelombang yang ditimbulkan perahu itu menjilat-jilat tepi danau. Taeyeon berseru keras-keras dan melepaskan tali penarik ketika perahu melesat melewati dermaga. Ia menjatuhkan diri ke air, lalu segera melepaskan ski-nya. Kemudian ia naik ke darat.

Tidak jauh dari situ, Kyuhyun tersenyum dan hendak menghampiri Taeyeon sambil membawakan  handuk. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti. Taeyeon berlari kecil menuju Leeteuk yang langsung memberikan handuk padanya. Kyuhyun memandangnya dengan pandangan perih dan ia meremas kencang handuk di tangannya. Ia dapat melihat bagaimana Taeyeon tertawa lepas dengan Leeteuk dan Leeteuk membantu mengeringkan rambutnya.

Sooyoung bersiap-siap dengan ski-nya. Dengan susah payah ia memasang ski di kakinya. Kemudian ia meraih tali penarik, dan menggenggamnya dengan kedua tangan. Sooyoung mengambil posisi seperti yang contohkan Yuri.

“siap!” seru Sooyoung.

Mesin perahu terbatuk-batuk dan kemudian meraung-raung. Perahu itu melesat begitu kencang sehingga tali yang digenggamnya nyaris terlepas dari tangannya. Sooyoung memekik nyaring ketika ia mulai terangkat dari air. Kedua ski yang dipakainya meluncur di permukaan. Ia menekuk lutut dan menggenggam tali penarik erat-erat.

“aku berhasil! Aku bisa bermain ski air!” perahu meluncur semakin kencang, melesat lurus melintasi danau yang berkilau-kilau. Wajah dan rambutnya basah terkena percikan air danau yang dingin. Tidak lama kemudian ia mulai kehilangan keseimbangan, tapi kemudian berhasil menegakkan kembali badannya. Ia menggenggam kencang tali penarik dan terus melesat dengan kencang. “yes!!” seru Sooyoung.  “menyenangkan sekali!”

Tapi kemudian pengemudi perahu motor itu menoleh ke belakang. Sooyoung mengenal senyum itu.

Yoona!

Senyumnya semakin lebar ketika ia melihat ketakutan yang terlukis di wajah Sooyoung. “kembali! kembali ke tepi!” ujar Sooyoung memohon. Tapi ia membelokkan perahu itu dengan tajam membuat Sooyoung nyaris jatuh. Tali penariknya ia cengkram erat-erat. Kedua ski di  kakinya menampar-nampar permukaan air. Tubuhnya basah kuyup terkena cipratan air dingin. Sooyoung megap-megap seraya berusaha menarik napas.

Yoona mendongakkan kepala dan tertawa, tapi suara tawanya ditenggelamkan oleh deru mesin perahu. Sooyoung bisa melihat langit lewat tubuhnya yang tembus pandang. Tubuhnya di terobos sinar matahari. “kembalilah!” teriak Sooyoung. “stop! Aku mau dibawa kemana??”

Yoona tidak menyahut. Ia kembali menghadap ke depan. Rambutnya berkibar-kibar karena tiupan angin. Perahunya meloncat-loncat, meninggalkan gelombang buih dan percikan air dibelakangnya. Gelombang itu menerjang Sooyoung, ia menggigil kedinginan. Ia tidak bisa melihat karena pandangannya terhalang gelombang itu. Saking paniknya, ia perlu waktu lama untuk menyadari bahwa sebenarnya ada cara mudah untuk meloloskan diri. Ia tinggal melepas tali penariknya.

Sooyoung mengangkat tangan, dan talinya pun jatuh ke air. Ia meluncur sejenak kemudian jatuh ke air dan tenggelam. Jaket pelampung yang dikenakannya membawanya kembali ke permukaan. Ia megap-megap dan menyemburkan air yang sempat masuk ke mulutnya. Jantungnya berdegup kencang. Kepalanya terasa sangat pening seakan-akan dikelilingi cahaya matahari yang terang benderang. “dimana permukaan air? Dimana tepi danau?” pikir Sooyoung. Ia berbalik dan melihat perahu motor melaju di kejauhan. “kali ini kau tidak berhasil!” seru Sooyoung pada Yoona. Tapi sesaat kemudian ia segera terdiam. Perahu itu berputar arah. Yoona membelokkan perahu dan menuju tepat kearahnya. Sooyoung menahan napas ketika mendengar mesin perahu meraung-raung. Ia terapung-apung di permukaan, tak berdaya sama sekali.

Perahu motor mulai melesat kencang. “ia datang!” pikir Sooyoung. “ia mau menjadikanku sebagai pasangannya untuk selama-lamanya! Aku terperangkap disini. Ia mau menabrakku?!!”

Sooyoung mengayunkan kakinya didalam air. Dengan mata terbelalak ia memperhatikan perahu motor yang melesat kearahnya.

“aku harus menyelam!” ucapnya dalam hati. Satu-satunya cara untuk lolos adalah melalui bawah air.

Sooyoung menarik napas dalam-dalam. Setiap otot ditubuhnya menegang. Ia sadar harus menunggu saat yang tepat untuk menyelam.

Perahu motor semakin dekat. Raungan mesinnya semakin keras. Ia melihat Yoona mengarahkan perahu. Perahu itu dibidikkannya kearah Sooyoung. Sooyoung kembali menarik napas dalam-dalam. Tapi tiba-tiba ia sadar bahwa ia tidak bisa menyelam. Jaket pelampung yang dipakainya menahannya di permukaan.

Sambil memekik nyaring, ia meraih bagian depan jaket pelampung dengan kedua tangannya dan menariknya keras-keras. “ah, tidak bisa! Aku tidak bisa melepasnya!”

Permukaan danau kian bergolak ketika perahu motor semakin dekat. Seluruh danau seperti ikut bergoyang dan berputar. “a..aku akan tercabik-cabik!” Ia terus menarik dan mendorong jaket pelampungnya berharap bisa terlepas. “tidak ada waktu lagi! Aku tidak bisa menyelam!”

Raungan mesin perahu mengalahkan jeritannya. Sambil mengerahkan segenap tenaga, akhirnya ia berhasil menarik jaket pelampung ke atas melewati pundaknya.

Tapi terlambat!

Haluan perahu melesat melewatinya. Detik berikutnya, baling-baling perahu terasa memancung kepalanya.

**

Sooyoung menunggu rasa sakit yang akan menyerangnya. Ia menunggu kegelapan yang akan menyelubunginya. Tapi air disekelilingnya hanya bergolak hebat dan berubah warna. Mula-mula biru, lalu hijau

Sooyoung muncul di permukaan sambil terbatuk-batuk. Ia megap-megap dan terombang-ambing mengikuti alunan gelombang. “jaket pelampungku!” seru Sooyoung melihat jaket pelampungnya yang terbelah menjadi dua karena baling-baling perahu motor itu. “aku hidup!!” pekik Sooyoung. “aku masih hidup!!” ia berbalik dan melihat perahu motor melaju melintasi danau. “ia pasti menyangka aku sudah mati.” Sooyoung mengamati sekeliling untuk mencari tepi danau, lalu segera berenang menepi. Seakan-akan mendapat energi baru, arus yang deras ikut mendorongnya kearah perkemahan.

Beberapa peserta perempuan memanggil-manggilnya ketika ia naik ke darat. Ia melihat Yuri bergegas menghampirinya. “Soo…!” seru Yuri. “Sooyoung, tunggu!” Sooyoung tidak menggubrisnya. Semua orang tidak ia hiraukan. Ia malah mulai berlari.

Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia harus pergi dari perkemahan itu. Ia harus pergi sejauh mungkin. “aku tidak akan aman disini. Aku tidak akan aman selama Yoona menginginkanku sebagai pasangannya! Selama Yoona ingin agar aku juga tenggelam.” Ia tahu tidak ada yang mempercayainya. Semua bilang mereka mau membantu. Tapi tidak ada yang bisa menolongnya. Tidak ada yang sanggup melawan hantu.

Sooyoung menyerbu ke pondoknya dan segera berganti pakaian. Pakaian renangnya yang basah ia campakkan ke lantai, kemudian memakai celana pendek dan T-shirt. Ia menyibakkan rambut, lalu mengenakan kaus kaki dan sepatu kets. “aku harus pergi, harus pergi!” ia terus bergumam. “aku akan  menerobos hutan dan menuju ke kota di seberangnya. Aku akan menelepon eomma dan appa. Aku akan memberitahu mereka bahwa aku bersembunyi di kota. Aku akan meminta mereka datang untuk menjemputku.” Selesai mengemasi barangnya ia segera pergi namun sampai pintu ia menghentikan langkahnya. “apa aku perlu memberitahu Minho?” pikir Sooyoung. “ah, ani. Tidak usah. Ia pasti akan berusaha mencegahku.”

Akhirnya Sooyoung memutuskan untuk mengabari adiknya itu setelah sampai di kota, di tempat yang lebih aman. Sooyoung melongok dari pintu dan memandang ke kiri-kanan untuk memastikan keadaan  diluar aman. Kemudian ia melangkah keluar dan menyelinap ke belakang pondok. Namun kemudian ia bertabrakan dengan Tiffany. Ia mengamati wajah Sooyoung sambil memicingkan matanya. “kau mau pergi?” tanya Tiffany.

Sooyoung mengangguk, “ne. aku mau pergi.”

Sekali lagi raut wajah Tiffany berubah. Sorot matanya seakan-akan mati. “semoga berhasil.” Bisik Tiffany.

“kenapa ia bersikap aneh?” tanya Sooyoung dalam hati. Ia tidak sempat memikirkannya, ia melambaikan tangan pada Tiffany, lalu bergegas memasuki hutan.

Saat berjalan menyusuri jalan setapak diantara pohon-pohon, Sooyoung menoleh ke belakang dan melihat Tiffany masih berdiri di belakang pondok. Ia memandang ke arah Sooyoung. Sooyoung menarik napas dalam-dalam kemudian berbalik dan bergegas melangkah.

Pohon-pohon di kiri-kanan jalan setapak menghalangi sebagian besar sinar matahari. Semakin lama keadaan semakin gelap dan dingin. Duri tajam pada semak belukar menggores-gores lengan dan kakinya membuatnya menyesal karena tidak memakai celana panjang dan baju lengan panjang.

Sepatu ketsnya tergelincir karena menginjak lapisan daun mati. Berulang kali ia harus melewati dahan-dahan tumbang dan rumpun ilalang berduri. Akar-akar pohon tumbuh melintang di jalan setapak.

Akhirnya ia tiba di jalan bercabang. Ia berhenti sejenak, napasnya tersengal-sengal sambil menentukan jalan yang akan ia lewati. “apakah kedua cabang jalan itu menuju kota?”

Tiba-tiba Sooyoung menahan napasnya ketika mendengar suara bernyanyi. “seekor burung?” pikir Sooyoung. “bukan. Suaranya lembut sekali. Suara seorang perempuan.” Sooyoung menoleh ke arah sumber suara dan ia langsung mengerang ketika melihat Yoona duduk di sebuah dahan pohon yang rendah. Ia benyanyi sambil memiringkan kepala ke kiri-kanan. Matanya yang gelap tampak berkilauan ketika menatap Sooyoung.

“kau..kau membuntutiku?!” Sooyoung tergagap-gagap. “bagaimana kau bisa tahu bahwa aku..”

Yoona tertawa cekikikan. “kau pasanganku.” Sahutnya. “kita harus selalu bersama-sama.”

“tidak! Tidak bisa!” teriak Sooyoung. “kau kalah, Yoon! Aku tidak akan jadi pasanganmu karena aku tidak akan pernah lagi pergi ke danau. Aku tidak akan tenggelam seperti kau!”

Senyum Yoona lenyap, “tenggelam?” ia menggelengkan kepala. “Soo, kenapa kau berpikir begitu? Tampaknya kau bingung sekali. Aku tidak tenggelam.”

“hah?” Sooyoung tercengang karena terkejut.

“jangan bengong, Soo. Nanti kemasukan lalat.” Yoona menengadahkan kepala dan tertawa kemudian ia kembali menggelengkan kepala. “mana mungkin ada yang tenggelam di Seoul Camp Lake?” ujarnya. “setiap lima menit ada ceramah tentang keselamatan di air! Belum pernah ada yang tenggelam di Seoul Camp Lake!”

“kau tidak tenggelam?” pekik Sooyoung. “kalau begitu, bagaimana kau mati?”

Yoona mencondongkan badan ke depan dan menunduk menatapnya. Pandangan Sooyoung menerobos tubuhnya yang tembus pandang. Daun-daun di belakangnya tampak bergoyang karena tiupan angin.

“mau tahu?” tanya Yoona. “oke. Suatu malam pada waktu acara api unggun, aku tidak tahan lagi mendengar ceramah tentang keselamatan di air. Karena itu aku menyelinap ke hutan.” Ia menyibakan rambutnya ke belakang. “tapi aku melakukan satu kesalahan,” ia melanjutkan. “aku tidak tahu bahwa hutan ini penuh ular beracun yang mematikan.”

Sooyoung memekik tertahan. “di hutan ini ada ular??”

Yoona mengangguk. “hampir tidak mungkin ada yang bisa melintasi hutan ini tanpa digigit. Aku mati karena digigit ular, Soo.”

“tapi..tapi..” Sooyoung tergagap. “tapi kau selalu muncul didanau. Kenapa kau selalu muncul disana?”

“masa kau belum mengerti juga?” sahut Yoona. “itu memang sengaja. Aku sengaja membuatmu takut terhadap danau. Karena aku tahu kau akan berusaha kabur melalui hutan. Aku tahu kau akan lari ke hutan dan mati seperti aku… lalu jadi pasanganku.”

“andwae!!” pekik Sooyoung. “aku tidak mau! Aku..”

“Soo, lihat!” Yoona menunjuk ke tanah. Sooyoung menoleh dan melihat seekor ular gendut berwarna hitam melingkar di kakinya. “kita akan jadi pasangan abadi.” Yoona berkata dengan gembira. “pasangan abadi.”

Sooyoung berdiri seperti patung. Tanpa berkedip, ia memperhatikan ular gendut itu melilit di kakinya. “ahhh!!!” ia mengerang ketika ular itu mengambil ancang-ancang untuk memanggutnya.

“sakitnya tidak seberapa, kok,” Yoona menjelaskan. “rasanya seperti disengat tawon. Cuma begitu saja.” Ular itu mendesis nyaring. Mulutnya menganga lebar. Tubuhnya semakin kencang melilit kaki Sooyoung. “pasangan abadi,” Yoona bersenandung. “pasangan abadi…”

“bukan! Sooyoung bukan pasanganmu!” sebuah suara berseru.

Sooyoung hendak berpaling kearah suara itu, tapi ia tidak bisa bergerak. Lilitan ular di kakinya terlalu keras. “Tiffany!” seru Sooyoung. “sedang apa kau disini?”

Dengan  gerakan gesit, Tiffany meraih ular di kaki Sooyoung. Menariknya sampai terlepas, lalu melemparnya ke antara pohon-pohon. Tiffany menoleh ke arah Yoona. “Sooyoung tidak akan jadi pasanganmu, karena dia pasanganku!” seru Tiffany.

Yoona membelalakan mata, ia memekik kaget. Ia segera berpegangan pada dahan pohon agar tidak jatuh. “kau?!” seru Yoona. “kenapa kau ada disini??”

“ya, aku!” balas Tiffany. “aku datang lagi, Yoona!”

“tapi..tapi bagaimana kau..”gumam Yoona.

“kau berusaha mencelakakan aku tahun lalu,’ ujar Tiffany. “sepanjang musim panas kau berusaha menjadikan aku sebagai pasanganmu. Kau terus menakut-nakutiku. Ya, kan, Yoon?” ia mendengus. “kau pasti tidak menyangka bahwa aku akan kembali. Tapi aku datang lagi…untuk melindungi korbanmu berikutnya!”

“andwae!!” Yoona meraung.

Akhirnya Sooyoung mengerti. Ia menghampiri Tiffany dan berdiri disampingnya. “Tiffany pasanganku!” tegas Sooyoung. “dan tahun depan aku akan kembali untuk melindungi korban berikutnya!”

“andwae! Andwaeeee!!” Yoona meratap. “kau tidak boleh begitu! Aku sudah menunggu begitu lama! Sangat lama!!” ia melepaskan dahan pohon dan mengacungkan tinju ke arah Tiffany dan Sooyoung namun ia kehilangan keseimbangan. Ia berusaha meraih dahan pohon , tapi melesat. Tanpa suara ia terhempas ke tanah. Dan langsung lenyap. Hilang.

Sooyoung bangkit sambil menghela napas. “apakah ia pergi untuk selama-lamanya?” gumam Sooyoung.

Tiffany angkat bahu. “molla. Aku tidak tahu.”

Sooyoung berpaling pada Tiffany. “kau..kau telah menyelamatkanku!” seru Sooyoung. “gomawo, Tif!” Sooyoung menghampirinya sambil bersorak gembira. Ia ingin memeluknya karena telah menyelamatkannya.

Tapi……tangan Sooyoung menembus tubuhnya. Ia menahan napas. Ia meraih bahu Tiffany, tapi tangannya tidak merasakan apapun. Serta merta ia melompat mundur dengan mata terbelalak.

Tiffany menatapnya sambil memicingkan matanya. “Yoona membunuhku waktu liburan musim panas tahun lalu.” Ia berkata dengan suara pelan. “pada hari terakhir. Tapi aku tidak mau berpasangan dengannya. Aku tidak menyukai anak itu.” Ia mulai melayang kearah Sooyoung. “tapi aku perlu pasangan,” bisiknya. “semua orang harus punya pasangan. Kau mau jadi pasanganku, Soo?”

Sooyoung melihat ular berdesis-desis ditangannya tapi ia tidak bisa bergerak.

“kau mau  jadi pasanganku, kan?” Tiffany bertanya sekali lagi. “kau akan menjadi pasanganku untuk selama-lamanya.”

 THE END

Huaaaah selesai juga. Gimana endingnya? Ngegantung ya? kkkkkk~ Nasib Kyuhyun disini agak tragis ya? *dipelototin KyuTae shipper*

Yang mau ikutan Giveaway mana nih? Belum ada yang masuk ke email author. onion-emoticons-set-6-121onion-emoticons-set-6-113 Baru satu orang onion-emoticons-set-6-92onion-emoticons-set-6-100

Ditunggu ya sampe tanggal 30 April fan art-nya. onion-emoticons-set-6-72

Ashiya Says, “Thanks Giveaway II”

onion-emoticons-set-6-67 Annyeong~!

Seperti yang udah author bilang di postingan sebelumnya tentang event quiz Thanks Giveaway, sekarang dengan publishnya postingan ini, event Thanks Giveaway resmi di buka! Yeeeeee~onion-emoticons-set-6-66onion-emoticons-set-6-49onion-emoticons-set-6-147

Gimana udah siap yang mau ikutan? 😀

Event ini adalah salah salah satu event rutin yang di adakan tiap bulan* dengan quiz yang berbeda-beda dan juga hadiah yang berbeda.

Oke langsung aja author sebutin ya persyaratannya :

1. Yang mau ikutan event ini di haruskan membuat fan art asli buatan sendiri. Dilarang mengklaim milik orang lain. Bagi yang ketahuan ngambil yang bukan miliknya, akan di diskualifikasi dari event ini.

2. Fan art boleh berupa animasi, manga, meme, foto editan, poster, graffiti, puisi, dan sebagainya.

3. Boleh mengambil contoh dari fan art yang ada (milik orang lain) namun hanya sebatas meniru. Bukan menjiplak sampe 100% sama.

4. Jika mengambil contoh dari fan art milik orang lain, serta kan fan art aslinya beserta fan art buatan kalian.

5. Fan art tidak boleh melenceng dari tema Korea, Jepang, dan China.

6. Fan art tidak selalu harus berupa art idola kalian. Boleh berupa fan art tokoh game, tokoh anime, pakaian tradisional, tempat terkenal di Korea, Jepang, atau China, makanan, gambar Lee Sooman juga boleh. *PLAKK!!

7. Di fan artnya serta kan nama kalian. Boleh nama asli, username FB, username di blog ini, twitter, blog, dan sebagainya tapi cukup 1 (satu) saja! Kayak di manga buatan author yang nyantumin link blog ini. Hal ini supaya fan art kalian tidak di klaim orang lain.

2013-03-11 18-56-02_0025ashiyasays

sekedar pemberitahuan, ini gambarnya Ashiya Mizuki dari manga Hanazakari No Kimitachi E atau Hana Kimi 😀

8. Fan art yang di kirim boleh lebih dari satu.

Nah, itu beberapa persyaratannya. Nggak ribet, kan? 😉

Untuk yang point nomor 4, kalian harus menyertakan art aslinya. Contohnya seperti di bawah ini :

tumblr_mgezuivXom1qb1285o3_r1_1280

cr : itsallrendifw.blogspot.com

Gambar asli :

1206_10151390760525281_3516898_n

Misalnya kalian bikin fan art IGAB versi animasi, serta kan juga gambar aslinya. Ngerti, ya? onion-emoticons-set-2-59

Reader : fan artnya kirim kemana?

Fan art kalian kirim via email ke ashiyaxiah@gmail.com dengan subject FanArt

Reader : hadiahnya apa?

Hadiahnya gak seberapa sih. Tapi jangan di lihat dari nominalnya ya, tapi liat dari sisi bagaimana memotivasi kreativitas kalian. Hadiah hanya sebagai bonus. 😀 Oke, hadiahnya adalah KENCAN BARENG BIGBANG DI SMTOWN PARIS!!

Reader : WHAT??? Kencan Bareng BigBang???onion-emoticons-set-2-9onion-emoticons-set-6-7

Ada yang cengo(?) baca hadiahnya? haha.. onion-emoticons-set-2-61onion-emoticons-set-2-61 Maksudnya hadiahnya adalah reader yang beruntung akan mendapatkan sebuah buku Kencan Dalam Bahasa Korea karya Sri Endang Setia Lestari + DVD Big Bang + DVD SMTOWN Paris. onion-emoticons-set-2-95 Author cuma ngambil 1 (satu) pemenang. Jadi pemenangnya akan mendapat 3 hadiah sekaligus.

Untuk preview gambar hadiahnya nanti aja ya nyusul. Soalnya author baru order DVDnya tadi pagi dan baru dateng hari rabu depan. Event ini tidak di pungut biaya apapun. Biaya pengiriman hadiah ditanggung admin Ashiya Says. onion-emoticons-set-2-74onion-emoticons-set-2-73

Setiap fan art yang masuk akan di pajang di galeri Ashiya Says supaya karya kalian dapat di nikmati(?) orang lain. 😀

Event di mulai hari ini tanggal 16 Maret 2013 sampe tanggal 30 April 2013, bertepatan dengan hari ulang tahunnya Wooyoung 2PM. Hehe..

Itu tentang lomba fan art yang di adakan Ashiya Says kali ini. Jika ada pertanyaan, tinggalkan saja komentar. Pasti di jawab (tapi maaf kalo telat jawabnya. hehehe)

Oh ya, yang mau titip FFnya buat di publish di blog ini, kirim aja FFnya dalam format Ms. Word ke email ashiyaxiah@gmail.com dengan subject fanfiction.

Reader : kenapa harus pake Word? nggak langsung di emailnya aja?onion-emoticons-set-6-59

Cara ini supaya mempermudah author kalau-kalau ada tulisan yang gejlok(??) biar begitu di publish udah rapi. Serta kan juga detail-detailnya seperti nama author, cast, genre, dan lain-lain.

Reader : FFnya boleh yang berchapter-chapter?

Boleh. Mau chaptered, one/twoshoot silahkan aja kirim ke email yang udah di sebutin tadi.

Udah segitu aja pembukaannya. Ayo kirim fan art kalian sebanyak-banyaknya! onion-emoticons-set-2-70onion-emoticons-set-2-87

onion-emoticons-set-2-128onion-emoticons-set-6-14onion-emoticons-set-6-72

[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 5)

Di part ini ada KyuTae moment nyempil(?). 😀

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

“d..dari mana kau tahu namaku??” kejut Sooyoung.

Ia tersenyum lebar. “aku sudah lama menunggumu.” jawabnya. “namaku Yoona.” Ia bangkit, berbalik, dan mengeluarkan sesuatu dari balik tangga. Jubah mandi berwarna putih. Ia merentangkannya dan menaruhnya di pundak Sooyoung yang gemetaran. Tangannya begitu ringan, Sooyoung nyaris tak merasakan sentuhannya. Ia membantu Sooyoung menalikan tali pinggang kemudian ia mundur dan kembali tersenyum, “aku sudah menunggumu, Sooyoung.” ucapnya dengan suara pelan sekali, bagaikan bisikan angin.

“a..apa? menunggu?”

Ia mengangguk. Rambutnya berkibar-kibar setiap kali ia menggerakan kepala. “aku tidak bisa pergi tanpamu, Soo. Aku perlu pasangan.”

Sooyoung menatapnya dengan kening berkerut. “mana yang lainnya? kemana mereka? Kenapa hanya kita berdua yang ada disini?” Sooyoung menyeka sebutir salju yang menempel di alisnya. “Yoona, kenapa tiba-tiba sudah musim dingin?”

“kau mau jadi pasanganku, kan, Soo?”

“aku tidak mengerti, tolong jawab pertanyaanku!”

“kau mau berpasangan denganku, kan?” ia bertanya lagi dengan pandangan memohon, “sudah begitu lama aku menunggu seseorang yang mau berpasangan denganku, Soo. Lama sekali.”

“tapi, Yoona..”

Yoona mulai bernyanyi lagi. Sooyoung heran kenapa ia begitu sedih saat menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake itu? Kenapa ia tidak mau menjawab pertanyaan Sooyoung? dari mana ia tahu nama Sooyoung dan kenapa ia bilang ia sudah menunggunya?

“Yoona, tolonglah..” Sooyoung mencoba membujuk.

Sambil terus bernyanyi ia melayang ke teras gedung utama. Gumpalan-gumpalan kabut bergeser sedikit setiap kali ia bergerak. “oh!” Sooyoung memekik ketika sadar pandangannya bisa menembus tubuh Yoona. “Yoona?”

Ia melayang ke teras sambil mengayunkan kepala ke kiri dan ke kanan, seirama dengan lagu yang dinyanyikannya. “Yoona?” Yoona terdiam dan kembali tersenyum menatap Sooyoung. Butir-butir salju tersangkut di rambutnya.

“Soo, mulai sekarang kau pasanganku.” ia berbisik. “aku butuh pasangan. Setiap orang di Seoul Camp Lake perlu pasangan.”

“tapi..tapi kau sudah mati!” seru Sooyoung baru menyadarinya. “ia sudah mati dan aku pasangannya?” batin Sooyoung. “berarti….berarti aku juga sudah mati???”

-Chapter 5-

Yoona melayang-layang di atas Sooyoung. Rambutnya berkibar-kibar karena tiupan angin.

“kau sudah mati.” Gumam Sooyoung. “dan..aku juga?” Seketika ia langsung merinding ketika mengucapkan kata-kata itu. Ia mulai mengerti apa yang telah terjadi. Rupanya Yoona tenggelam di perkemahan ini. Di danau itu. Itu sebabnya semua orang di perkemahan begitu serius soal peraturan keselamatan di air. Pantas Yuri selalu berceramah panjang lebar tentang peraturan yang begitu banyak itu dan juga para pembina selalu menekankan bahwa semua peserta kemah harus berpasang-pasangan didanau. Karena Yoona mati tenggelam di danau itu.

“dan sekarang aku menjadi pasangannya? Aku jadi pasangannya….karena aku juga tenggelam.” Batin Sooyoung. “Aaaaaaaaaahhhhhh!!!” pekik Sooyoung. Ia mendongak dan meraung-raung seperti hewan utnuk melampiaskan kesedihannya.

Yoona memperhatikannya sambil terus melayang-layang. Ia menunggu Sooyoung tenang. Ia tahu apa yang sedang di pikirkan Sooyoung. Yoona menunggu Sooyoung dengan sabar.

Sooyoung mulai berpikir berapa lama Yoona menunggunya? Menunggu seseorang sebagai pasangannya. Pasangan yang sama-sama sudah mati. Sudah berapa lama ia menunggu orang lain tenggelam?

“ANDWAE!!” erang Sooyoung. “aku tidak mau! Aku tidak mau jadi pasanganmu! Aku tidak mau!” Sooyoung berbalik karena saking peningnya, ia hampir jatuh. Ia langsung kabur. Jubah mandinya terbuka dan mengepak-ngepak bagaikan sepasang sayap ketika ia lari menjauhi Yoona. Dengan kaki telanjang ia melintasi salju di tanah. Menembus gumpalan kabut, menerobos suasana yang serba kelabu.

“kajima, Sooyoung.” Sooyoung mendengar Yoona memanggil. “jangan pergi. Kembalilah! Kau harus jadi pasanganku! Aku terperangkap disini. Arwahku tidak bisa meninggalkan perkemahan. Aku tidak bisa masuk ke duniaku yang baru sebelum aku aku dapat pasangan!”

Sooyoung tidak berhenti, ia terus berlari melintasi perkemahan. Melewati pondok-pondok, melewati gudang persediaan di tepi hutan. Ia terus menjauhi suara Yoona yang begitu menyeramkan. “aku tidak mau jadi pasangannya. Aku tidak mau mati!”

Sooyoung berlari menerobos hutan salju, menyusup di antara pohon-pohon gundul tanpa daun yang berderak-derak. Berlari tanpa menoleh ke belakang. Ia baru berhenti setelah kakinya terbenam dalam air danau yang dingin. Air yang dingin dan suram.

Sooyoung megap-megap mengatur napasnya. Saat ia menoleh, ia melihat Yoona melayang ke arahnya di antara pohon-pohon.

“kau tidak bisa pergi tanpa aku, Soo!” seru Yoona. “kau tidak bisa pergi!”

Sooyoung berpaling darinya. Berpaling ke arah air.

Dadanya, kepalanya, semuanya terasa sakit. Ia tidak bisa bernapas. Dadanya seperti mau meledak. Ia terjatuh ke lumpur dan keadaan serba kelabu di sekelilingnya berubah menjadi hitam pekat.

**

Titik-titik cahaya yang terang benderang tampak menari-nari di atas kepalanya. Seperti kunang-kunang yang beterbangan di lapangan rumput pada malam hari.

Titik-titik itu semakin terang. Bulat, seperti berkas cahaya senter. Semakin terang hingga seolah tengah menatap bola emas yang berkilauan. Ia mengedipkan mata. Baru setelah beberapa lama akhirnya ia sadar ia sedang menatap matahari.

Tiba-tiba ia merasa berat. Ia bisa merasakan tanah di bawah tubuhnya. Ia bisa merasakan bobot tubuhnya yang di topang oleh tanah. Tubuhnya kembali seperti semula. Ia mengerang. Sesuatu bergerak di atasnya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali. Dan melihat Yuri. Wajahnya merah. Tampangnya tegang.

“ohh!” Sooyoung mengerang ketika Yuri menekan dadanya dengan dua tangan. Ia melepaskan tangannya, lalu kembali menekan. Sooyoung merasakan air mengalir dari mulutnya yang terbuka. Ia terbatuk-batuk. Semakin banyak air mengalir lewat dagunya.

“dia mulai siuman!” seru Yuri. “dia selamat!” Dibelakangnya Sooyoung melihat kaki-kaki telanjang, baju-baju renang, para peserta perkemahan itu.

Sooyoung kembali mengerang dan Yuri terus menanganinya dengan cara yang sama. Tidak lama kemudian Sooyoung sadar dan telentang di tanah. Ia telentang di tepi danau sementara Yuri terus memberinya napas buatan. Ia di kelilingi semua peserta perkemahan, mereka semua menonton bagaimana Yuri menyelamatkan nyawa Sooyoung.

“aku…selamat!” kata itu terlontar dengna nyaring dari tenggorokan Sooyoung. Ia duduk tegak dan memandang sekeliling. “semua sudah kembali.” Batin Sooyoung. “sekarang sudah musim panas lagi. Pohon-pohon kelihatan hijau, matahari bersinar cerah. Dan semuanya sudah kembali! Termasuk aku!”

Yuri menghela napas, lalu berlutut disamping Sooyoung. “gwaenchana?” ia bertanya dengan napas terengah-engah.

“kurasa aku baik-baik saja.” gumam Sooyoung. Mulutnya terasa masam dan ia masih merasakan kepalanya agak pusing.

Beberapa anak di belakang Yuri bersorak-sorai dan bertepuk tangan. “kami sempat khawatir kau celaka.” Ucap Yuri. “napasmu berhenti. Benar-benar menyeramkan!”

Dua pembina lain membantu Sooyoung berdiri. “aku baik-baik saja!” seru Sooyoung. “berkat kau, Yul. Kau menyelamatkanku!” Sooyoung memeluk Yuri kemudian ia berbalik dan memeluk Minho. Tiffany dan Taeyeon berdiri didekatnya. Keduanya kaget ketika tiba-tiba Sooyoung memeluk mereka.

Sooyoung begitu gembira karena masih hidup. Ia begitu gembira karena bisa lolos dari musim dingin yang serba kelabu dan lolos dari si gadis hantu di perkemahan itu.

“Soo, apa yang terjadi?” tanya Yuri.

“molla.” Sahut Sooyoung. “nan jeongmal mollaseyo.”

“ketika napasmu berhenti, aku…. Aku ketakutan sekali.” Ucap Yuri gemetaran.

“aku sudah tidak apa-apa sekarang.” Ujar Sooyoung tersenyum. “berkat kau.”

“dia cuma mau cari perhatian.” Tiba-tiba Sooyoung mendengar seseorang bergumam. Ia menoleh dan melihat Jessica berbisik pada orang disebelahnya. “sekarang semua orang harus merasa kasihan padanya,” Jessica mencemooh. “kita semua harus bersikap lebih ramah padanya.”

Sooyoung merasa sakit hati dengan ucapan Jessica. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Jessica tapi ia begitu gembira karena bisa kembali dengan selamat, sehingga ia memilih untuk diam saja.

Sooyoung memegang pundak Minho dan kemudian mengantarnya ke pondoknya, “aku akan menikmati sisa liburan ini.” Ucap Sooyoung pada Minho.

**

Petugas P3K memeriksa Sooyoung dengan teliti. Setelah itu ia pun beristirahat sepanjang sore. Setelah tidur lama, ia merasa perutnya lapar ketika bangun dan ia baru menyadari bahwa ia belum makan apapun dari pagi. Ia pun segera bergegas memakai sweater seragam perkemahan lalu menuju ke api unggun. Bau barbeque tercium jelas saat ia menuju lapangan di tepi hutan.

Leeteuk menyambutnya, “Soo, kau sudah segar lagi!” seru Leeteuk. “aku sudah dengar tentang….tentang apa yang terjadi di danau tadi siang..”

“aku sudah tidak apa-apa sekarang.” Ujar Sooyoung.

“hei, jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi.” Ia menegur Sooyoung. “atau kau akan kusuruh berenang di kolam balita saja.”

“aku akan lebih hati-hati.”

“sebaiknya begitu. Soalnya disini tidak ada kolam balita!” Leeteuk berkelakar membuat Sooyoung tertawa. “duduklah.” Setelah menyuruh Sooyoung duduk ia pun menengok ke sebelahnya. Ia langsung terkejut dengan tampang bete Taeyeon. Sepertinya ia cemburu karena Leeteuk begitu perhatian pada Sooyoung. “Ta..Taeyeon-ah, kenapa dengan tampangmu?”

“pikirkan sendiri!” sahut Taeyeon berbalik meninggalkan Leeteuk.

“ya! Kau marah?”

Taeyeon tidak menjawab dan ia menghempaskan dirinya di kotak kayu yang di jadikan tempat duduk. Ia duduk bersebelahan dengan salah satu peserta perkemahan itu juga, Cho Kyuhyun. Taeyeon mengaitkan tangannya di tangan Kyuhyun membuat namja itu mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.

“ya! Kenapa kau menggandeng anak itu?!” sembur Leeteuk. Taeyeon tidak meresponnya dan malah semakin mengeratkan tangannya. “ya! Kim Taeyeon!”

“wae? Memangnya kau siapa melarang-larangku?” balas Taeyeon menjulurkan lidahnya. “pergi sana pada Sooyoung!”

Sesaat kemudian Leeteuk menyeringai, “hei, kau cemburu?” goda Leeteuk.

“aniyo!!” elak Taeyeon.

“jinjja?” tanya Leeteuk semakin melebarkan senyumnya. “kalau tidak, kenapa kau tampak kesal?”

“siapa yang kesal?!”

“lalu kenapa kau lari ke anak ini?” ucap Leeteuk menunjuk Kyuhyun.

“karena… karena aku menyukainya!”

“mwo??” kejut Leeteuk dan Kyuhyun pun ikut terkejut.

“ne! aku menyukainya!” sahut Taeyeon.

“haha.. mana mungkin!”

“kau tidak percaya? Baiklah akan kubuktikan.” CHU~ Tiba-tiba Taeyeon mencium pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun dan Leeteuk membelalakan matanya. Begitu juga dengan peserta lain yang sedari tadi menonton. Taeyeon menatap Leeteuk sambil mengeluarkan senyum evilnya. “bagaimana?”

“ya! Kau..”

“keumanhae!” potong Yuri menghentikan pertengkaran konyol itu. “lanjutkan pertengkaran kalian nanti saja! sekarang semuanya harus duduk dan mengadakan pertemuan dulu sebelum makan!”

Dengan raut wajah kesal, Leeteuk duduk di samping Taeyeon. Ia terus memelototi Taeyeon yang masih saja menggandeng tangan Kyuhyun. “ya! Lepaskan tanganmu dari anak itu!”

“sireo!” tolak Taeyeon.

“aisshh..”

Melihat wajah kesal Leeteuk, Kyuhyun terpancing untuk membuatnya mengeluarkan kejahilannya. “Taeyeon-ah..”

“ne?”

“bagaimana kalau kita duduk disana saja?” ajak Kyuhyun menunjuk kursi di sebrangnya yang di peruntukan hanya untuk 2 orang.

Taeyeon menoleh menatap Kyuhyun dan mengerti maksudnya, “ah~ tentu. Kajja!” Taeyeon menyeret Kyuhyun menuju kursi itu meninggalkan Leeteuk yang menganga lebar melihatnya. Dari jauh Taeyeon dan Kyuhyun melihat wajah kesal Leeteuk. “haha.. ia tampak sangat kesal.”

Kyuhyun menoleh pada Taeyeon melihat wajahnya yang tampak puas, “ne.” sahutnya. “Taeyeon-ah..”

“hm?”

“setelah acara ini selesai, bisa bicara sebentar berdua saja?”

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan beralih menatap Kyuhyun. “memangnya ada apa?”

“aniyo. Aku hanya ingin mengobrol sebentar.”

“kenapa tidak disini saja sekarang?”

“tidak bisa. Bukannya Yuri menyuruh kita mengikuti rapat? Tentu kita harus memperhatikannya.”

“ah~ benar juga.” Sahut Taeyeon. “baiklah.”

Kyuhyun tersenyum dan mengelus rambut Taeyeon. Dari jauh Leeteuk melihatnya dan wajahnya semakin memanas. Dengan emosi, ia menyeruput secangkir kopi di tangannya dan “akh panas! Panas!!” ia memuntahkan kembali kopi itu dan menjulurkan lidahnya yang kepanasan.

Yuri hendak memulai rapat dan sebagian para peserta telah mengambil tempat duduk masing-masing. Sooyoung memandang sekeliling untuk mencari tempat kosong.

“Sooyoung…?” terdengar sebuah suara memanggilnya. “Sooyoung.. sebelah sini!” Saat Sooyoung menoleh kearah suara, ia memekik kaget. Ia melihat Yoona di dekat tepi hutan. Rambutnya yang panjang berkibar-kibar di terpa angin dan cahaya senja yang kemerahan menembus tubuhnya. “kemarilah, Soo!” Yoona memanggil. “ayo temani aku. Kita kan berpasangan!”

Sooyoung menempelkan tangan ke pipi dan menjerit sejadi-jadinya.

“tidak mungkin! Kau tidak mungkin disini!” pekik Sooyoung. “kau hantu! Aku masih hidup!” Sooyoung berbalik dan melihat Yuri serta Leeteuk bergegas kearahnya. Minho pun bangkit dan berlari menghampirinya.

“noona! Wae??” cemas Minho.

“apa kalian tidak melihatnya??” ujar Sooyoung dengan suara melengking. Ia menunjuk balok kayu di tepi hutan. “dia hantu! Tapi aku masih hidup!”

Yuri segera merangkul Sooyoung, “tenang, Soo.” Bisik Yuri. “kau tidak apa-apa.”

“tapi..tapi dia duduk disitu!” ucap Sooyoung tergagap-gagap. Semuanya menoleh ke balok kayu itu.

“tidak ada siapa-siapa disitu.” Ujar Leeteuk dan kemudian ia menoleh ke arah Taeyeon dan Kyuhyun tidak jauh darinya. Ia terlihat marah melihat Kyuhyun melingkarkan tangannya di pundak Taeyeon yang tampak mencemaskan Sooyoung.

“mungkin kau masih bingung karena kejadian tadi.” Ucap Yuri dengan lembut. “itu wajar saja.”

“tapi..tapi..” Sooyoung tergagap-gagap. Ia melihat Tiffany dan Jessica berkumpul sambil berbisik-bisik dan kemudian Taeyeon ikut mendengar apa yang dibisikan kedua yeoja itu sambil terus memperhatikan Sooyoung. “apa yang sedang mereka pikirkan tentangku?” tanya Sooyoung dalam hati.

“kau mau diantar ke pondok?” tawar Leeteuk. Taeyeon menoleh kearahnya dan mengerutkan keningnya.

“tidak usah.” Jawab Sooyoung. “aku lapar sekali.”

Yuri tertawa, “mungkin itu masalahmu. Saking laparnya kau mulai melihat yang bukan-bukan. Ayo, biar kuambilkan makanan untukmu.”

Setelah makan cukup banyak, ia mulai merasa lebih baik. Pertemuan api unggun dibuka. Sooyoung duduk bersama beberapa peserta perempuan dari pondok lain. Sementara Leeteuk terus berbicara sambil sesekali melirik Taeyeon yang tampak akrab dengan Kyuhyun.

Sooyoung memperhatikan wajah para peserta perkemahan yang tampak kemerahan karena memantulkan cahaya api unggun. Sooyoung mengamati mereka satu persatu. “kenapa Taeyeon terlihat mesra dengan anak itu?” pikir Sooyoung. Sedetik kemudian ia teringat kembali pada Yoona. “dimana Yoona? Apa ia masih disini mengawasiku? Masih menunggu agar aku berpasangan dengannya?”

Sooyoung duduk dengan tegang. Seluruh tubuhnya terasa kaku. Matanya mencari-cari wajah Yoona yang pucat. Tapi ia telah lenyap. Untuk sementara.

Yuri menggantikan Leeteuk didepan. Hampir semua peserta mengeluh ketika ia mulai berceramah lagi tentang keselamatan di air. “kita mengalami kejadian yang tidak diinginkan hari ini,” ucap Yuri. “salah satu teman kita nyaris celaka.” Setelah Yuri mengatakan itu, semua orang langsung menoleh kearah Sooyoung. Ketika Sooyoung menoleh, ia melihat Tiffany, Jessica, dan Taeyeon di balok kayu sebelah. Mereka tampak masih berbisik-bisik. Namun tampaknya hanya Tiffany dan Jessica yang terus berbisik, sedangkan Taeyeon sesekali ia mengobrol dengan Kyuhyun yang duduk disebelahnya.

“peraturan keselamatan air sangat penting di perkemahan ini.” Kata Yuri. “di antara kalian ada yang menganggap bahwa banyaknya peraturan disini merupakan kutukan bagi Seoul Camp Lake.” Yuri berdiri sambil bertolak pinggang, menatap semua peserta satu persatu, “tapi seperti yang kita lihat tadi sore, sistem pasangan bukan kutukan, melainkan cara yang ampuh untuk menjaga keselamatan.”

Saat mendengar ucapan Yuri, Sooyoung menahan napas. Ia melihat sebuah wajah muncul di balik api unggun.

Yoona!

Namun kemudian…bukan! Ternyata ia anak perempuan dari pondok lain yang mau mengambil makanan lagi. Sooyoung menarik napas lega.

“aku harus pergi dari sini.” Ujar Sooyoung dalam hati. “aku tidak akan bisa bergembira disini. Aku pasti waswas terus karena terbayang-bayang wajah Yoona.”

Yuri kembal menjelaskan semua peraturan. Kemudian Leeteuk membacakan beberapa pengumuman, lalu semua bernyanyi bersama.

Sehabis acara semua peserta langsung bangkit dan menuju ke pondoknya masing-masing. Namun tidak dengan Kyuhyun dan Taeyeon. Diam-diam Kyuhyun membawa Taeyeon ke tempat lain yang cukup sepi.

“kenapa kau membawaku kemari?” tanya Taeyeon tampak waswas memperhatikan sekelilingnya yang begitu sepi.

“jangan takut. Aku tidak akan berbuat macam-macam.” Ucap Kyuhyun.

“lalu….ada apa?” tanya Taeyeon lagi sambil memeluk tubuhnya sendiri karena tiupan angin malam itu lumayan kencang. Kyuhyun melepas sweaternya dan mengenakannya di pundak Taeyeon.

“aku hanya ingin bertanya tentang…” Kyuhyun berhenti sejenak, “tentang ucapanmu tadi di depan Leeteuk.”

“hm?” Taeyeon mengerutkan keningnya, “yang mana?”

“soal kau…menyukaiku.” Sahut Kyuhyun pelan sambil menggaruk tengkuknya.

“oh soal itu.” Taeyeon mengangguk-angguk mengerti.

“jadi?”

“aku memang menyukaimu.”

Kyuhyun melebarkan matanya, “jinjja??”

“ne. Kau menarik, lucu, dan juga senang menjahili orang.” Ucap Taeyeon tertawa. “aku juga senang dengan caramu tadi mengerjai Leeteuk.

“hanya itu?” tanya Kyuhyun pelan. Terdengar seperti kekecewaan. Taeyeon mengangguk mengiyakan pertanyaan Kyuhyun. “tidak lebih?”

“hm? Maksudmu?” bingung Taeyeon.

“apa kau hanya mencintai Leeteuk?” tanya Kyuhyun membuat Taeyeon semakin bingung. “jadi ucapanmu tadi itu hanya untuk mengerjainya?”

“kau ini bicara apa?”

“Taeyeon-ah..” Kyuhyun meletakan kedua tangannya di pipi kiri dan kanan Taeyeon membuatnya terkejut. “apa kau tidak pernah melihatku?”

“Kyu..”

“apa aku tidak bisa menggantikan posisi Leeteuk di hatimu?”

“Kyu, jangan begini.” Ucap Taeyeon berusaha melepaskan kedua tangan Kyuhyun di wajahnya namun Kyuhyun menolaknya dan terus menangkup wajahnya.

“aku tidak peduli kau mempunyai hubungan dengan Leeteuk tapi tidak bisakah kau mulai mencintaiku dan….kita lakukan saja hubungan kita diam-diam di belakang Leeteuk.”

Ucapan Kyuhyun itu membuat Taeyeon membelalakan matanya. “mianhae, Kyu. Aku tidak bisa melaku…”

Kyuhyun tidak membiarkan Taeyeon melanjutkan ucapannya dengan membungkam mulutnya dengan bibirnya. Taeyeon membelalakan matanya menerima serangan(?) bibir Kyuhyun yang tiba-tiba. Taeyeon mendorong tubuh Kyuhyun dan seketika ia menamparnya. Taeyeon menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan kemudian ia melepaskan jaket Kyuhyun yang melekat di tubuhnya dan mengembalikannya pada Kyuhyun. Tanpa berkata-kata ia pergi meninggalkan Kyuhyun yang berdiri mematung di tempat itu melihat Taeyeon yang berjalan semakin menjauhinya.

“ku harap suatu hari kau bisa melihatku.” Gumam Kyuhyun.

Di tempat lain, Sooyoung berjalan menuju pondoknya. Di tengah perjalanan, ia mendengar suara langkah di belakangnya. Ia juga mendengar seseorang memanggil namanya. Ia mulai waswas khawatir jika itu adalah Yoona. Namun kemudian ia bisa bernapas lega saat melihat Minho berlari menyusulnya.

“kenapa kau jerit-jerit tadi?” tanya Minho “kau benar-benar percaya kau melihat hantu?”

“kenapa aku harus menjelaskannya padamu?” ketus Sooyoung sambil kembali berjalan menyusuri jalan setapak dengan langkah-langkah panjang. “paling-paling kau hanya akan menertwakanku nanti.”

“coba dulu.” Ucap Minho. “aku tidak akan tertawa. Aku janji!”

“aku melihat seorang perempuan yang sudah jadi hantu,” sahut Sooyoung. “sungguh. Dia memanggilku. Dia ingin aku jadi pasangannya.”

Minho tertawa, “yang benar saja. jangan bercanda.”

“aku serius!!” pekik Sooyoung kesal karena Minho menertawakannya. “aku mau pergi dari sini. Aku harus pergi! Aku harus cari telepon untuk menghubungi appa dan eomma malam ini juga! Aku akan menelepon mereka dan minta jemput!”

“hajima!” sahut Minho. Ia meraih lengan Sooyoung dan memaksanya berhenti.

“eomma dan appa pasti tidak mau dua kali kemari. Kalau kau menelepon mereka, aku pasti di suruh pulang sekalian.” Minho memprotes. “aku tidak mau pulang. Aku senang disini!”

“kau tidak mengerti! Aku tidak bisa tinggal disini. Aku tidak…”

“jebal.” Minho memohon. “coba lagi saja dulu. Kau masih bingung karena kejadian di danau tadi sore tapi sebentar lagi kau pasti sudah lupa.”

Sooyoung tidak menjawab ya dan juga tidak menjawab tidak. Ia hanya mengucapkan selamat mlaam pada adiknya itu lalu menuju ke pondoknya.

Sesampainya di pondok, Sooyoung berhenti di depan pintu. Semua lampu masih menyala. Ia mendengar Tiffany dan Jessica mengobrol pelan-pelan. Ia tidak mendengar suara Taeyeon.

Ketika Sooyoung masuk, Tiffany dan Jessica mndelik. Taeyeon ada disitu namun ia berbaring menelungkup di tempat tidurnya. Wajah Tiffany dan Jessica tampak tegang dan tiba-tiba mereka bergerak dengan cepat. Dalam sekejap saja, Sooyoung sudah terkepung.

“a..ada apa ini?” ucap Sooyoung tergagap-gagap. “kalian mau apa??”

“kami mau minta maaf.” Ujar Tiffany. Taeyeon mendengar ucapannya dan segera bangkit namun sebelum itu ia tampak mengusap matanya yang memerah.

“kami memang agak keterlaluan selama ini,” sesal Jessica.

“kami sempat membahas masalah ini,” kata Tiffany, “tapi…”

“kami merasa kami tidak adil padamu,” ucap Taeyeon sambil berjalan mendekat. “maafkan kami, Soo.”

Hal ini benar-benar di luar dugaan Sooyoung. Saking terkejutnya, ia nyaris tidak bisa berkata apa-apa.

“bagaimana kalau kita mulai dari awal lagi?” usul Tiffany. Ia meraih tangan Sooyoung. “mari berkenalan, Soo. Namaku Tiffany.”

“benar. Kita mulai dari awal!” seru Jessica.

“gomawo. Nan jeongmal haengbokhae.” Jawab Sooyoung bersungguh-sungguh.

Jessica berpaling pada Taeyeon. “hei, kapan kau mengecat kuku seperti itu?”

Taeyeon tersenyum dan mengangkat kedua tangannya. Kukunya berwarna ungu cerah. “ini warna baru. Warna favoritku. Aku mencat kuku sehabis berenang tadi.”

“wah, warna favoritmu sama dengan Kyuhyun.” Seru Tiffany membuat Taeyeon terkejut dan menoleh kearahnya. Mendengar nama Kyuhyun membuatnya teringat kembali kejadian beberapa waktu lalu. “warna apa sih itu?” tanya Tiffany lagi.

“eh? Mm..ini..Grape Juice, kalau tidak salah.” Jawab Taeyeon.

“kenapa kau terdengar gugup?” heran Jessica. “Grape Juice? Nama cat kuku memang selalu aneh-aneh. Boleh aku coba?”

“tentu.” Jawab Taeyeon. “Soo, kau mau juga?”

“mm…boleh.” Jawab Sooyoung. “tapi.. Taeyeon apa kau baik-baik saja? kenapa matamu merah seperti habis menangis?”

“eh? aniyo.” elak Taeyeon diselingi tawa kecil. “mungkin karena tadi aku sudah hampir tertidur dan tiba-tiba saja terbangun lagi.”

“oh begitu..” sahut Sooyoung manggut-manggut.

Akhirnya mereka larut dalam acara(?) itu hingga tidak peduli bahwa waktu untuk mematikan lampu telah lewat. Mereka terlalu asyik mengecat kuku.

Beberapa saat kemudian Sooyoung berbaring di tempat tidurnya sambil tersenyum. “aku telah mendapat tiga orang teman.” Batin Sooyoung. “mereka benar-benar membuatku gembira.”

Namun tidak lama kemudia senyum itu langsung meredup ketika ia mendengar bisikan dalam gelap. “Sooyoung.. Choi Sooyoung..” Sooyoung menahan napas. Tiba-tiba saja suara itu sudah begitu dekat..begitu dekat dengan telinganya. “Soo, kukira kita berpasangan. Kenapa kau meninggalkanku?”

“andwae…andwae..!” ucap Sooyoung memohon.

“Soo, aku sudah menunggumu begitu lama.” Suara itu berbisik. “ikutlah denganku. Ikutlah denganku, Soo..” dan tiba-tiba pundaknya digenggam tangan yang sedingin es.

“oh!!” Sooyoung langsung duduk tegak dan kemudian menatap mata Tiffany yang gelap.

Ia menurunkan tangannya dari pundak Sooyoung, “Soo, ada apa? Kau merintih-rintih tadi.”

“eh?? Apa??” suara Sooyoung gemetar, jantungnya berdegup kencang. Tubuhnya bermandikan keringat.

“kau merintih-rintih.” Ulang Tiffany. “jadi kupikir lebih baik kau di bangunkan saja.”

“ehm…gomawo.” Ujar Sooyoung. “mungkin gara-gara mimpi buruk.”

Tiffany mengangguk dan kembali ke tempat tidurnya. Sooyoung tidak bergerak, ia terus duduk sambil menatap kegelapan di sekelilingnya. “mimpi buruk?” tanya Sooyoung dalam hati. “rasanya bukan..”

To be continue..

Abis ini part terakhir dan TIDAK AKAN DI PROTEKSI! 😀

RCL, please! 😉