[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 4)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

“aku mau kabur!!” ujar Sooyoung pada Minho.

“selamat jalan.” sahutnya dengan tenang. “semoga berhasil.”

“aku serius, Choi Minho!!” pekik Sooyoung. “aku tidak main-main! aku benar-benar mau kabur dari perkemahan ini!

“jangan lupa kirim kartu.” kata Minho.

Sooyoung menyeretnya keluar dari bangsal utama seusai makan malam. Sooyoung menggiringnya ke tepi danau. Disana tidak ada siapa-siapa karena semua orang berkumpul di bangsal utama. Sooyoung menoleh ke arah perahu-perahu yang ditumpuk tiga-tiga di tepi air. Ia kembali teringat rambut Jessica yang pirang dan baju renangnya yang merah. Ia teringat bagaimana Jessica berenang menjauh, meninggalkannya di tengah danau. Dan juga Jessica telah berbohong pada Yuri sehingga ia yang mendapat masalah.

Sooyoung mengguncang-guncang pundak Minho, “kenapa kau tidak percaya? aku serius!” gertak Sooyoung. Namun Minho malah tertawa.

“orang yang baru makan kenyang jangan di guncang-guncang.” kata Minho yang kemudian bersendawa keras.

“ish! jorok!” gerutu Sooyoung. Minho hanya nyengir lebar. “jangan bercanda! Aku benar-benar tidak betah disini, Minho! Aku benci perkemahan ini. Disini tidak ada telepon yang bisa kita pakai. Aku tidak bisa menelepon eomma dan appa. Jadi aku terpaksa kabur!”

Raut wajah Minho berubah, ia baru sadar bahwa Sooyoung tidak main-main. “kau mau kabur kemana?”

“aku mau menerobos hutan.” jawab Sooyoung sambil menunjuk. “ada sebuah kota di balik hutan itu. Aku akan menelepon eomma dan appa dari situ supaya mereka bisa menjemputku.”

“andwae!”

“wae??”

“kita dilarang masuk hutan.” sahutnya. “Leeteuk pernah bilang hutan ini berbahaya, kan?”

“aku tidak peduli Leeteuk bicara apa! Pokoknya aku mau kabur!”

“Jangan terburu-buru, noona.” Minho mendesak. “kita belum satu minggu disini. Lebih baik kau tunggu saja dulu.”

“aku paling sebal kalau melihatmu sok kalem begini!” Sooyoung mendorongnya keras-keras dengan kedua tangan.

Minho kaget dan kehilangan keseimbangan hingga jatuh ke belakang. Ia terhempas ke lumpur tepi danau.

“akh!!”

“mian!” Sooyoung segera meminta maaf. “aku tidak sengaja. aku…”

Minho bangkit dengan susah payah. Punggungnya kotor oleh lumpur bercampur ganggang. Ia mengacungkan tinju sambil mencaci-maki. Sooyoung menghela napas. Sekarang adiknya sendiri pun marah padanya.

“apa yang harus kulakukan?” batin Sooyoung. “apa yang bisa kulakukan?”

**

Ketika Sooyoung kembali ke pondok, sebuah rencana baru mulai terbentuk dalam benaknya. Rencana yang benar-benar nekat. Rencana yang benar-benar berbahaya.

“besok!” gumam Sooyoung. “aku akan memberi pelajaran kepada mereka semua!”

-Chapter 4-

Keeseokan paginya Sooyoung terus memikirkan rencananya. Sebenarnya ia gugup sekali tapi ia tahu ia tidak boleh mundur.

Acara kelompok pada sore itu adalah renang bebas. Semua peserta sudah memiliki pasangan……..kecuali Sooyoung. Ia berdiri di tepi danau yang berlumpur dan memperhatikan peserta lain masuk ke air. Awan-awan putih tercermin di permukaan danau yang tenang. Serangga-serangga kecil tampak meluncur di permukaan air. Sooyoung memperhatikan makhluk-makhluk itu sambil memikirkan kenapa mereka tidak terbenam.

“Soo, sudah waktunya berenang!” seru Yuri. Ia bergegas menghampiri Sooyoung. Sooyoung membetulkan letak baju renangnya. Tangannya gemetaran. Ia benar-benar gugup. “kenapa kau tidak berenang?” tanya Yuri.

“a..aku belum dapat pasangan.” ujarnya tergagap-gagap.

Yuri memandang sekeliling untuk mencari seseorang untuk pasangan Sooyoung. Tapi semua sudah masuk ke air. “hmm..ya sudah, kau berenang sendirian saja. Tapi jangan ke tengah. Aku akan mengawasimu dari pinggir.”

“ne. Gomawo.” jawab Sooyoung tersenyum lalu segera menuju tepi air. Ia tidak ingin Yuri tahu bahwa baginya ini bukan acara renang biasa. Ia tidak ingin Yuri tahu bahwa ia telah merencanakan sesuatu yang akan membuat heboh.

Sooyoung melangkah ke air yang dingin itu. Segumpal awan melintas di depan matahari. Langit langsung bertambah gelap dan suhu udara pun turun. Kaki Sooyoung terbenam dalam lumpur di dasar danau. Di depannya ia melihat ratusan serangga kecil meluncur di permukaan air. Ia bergidik jijik. “kenapa aku harus berenang di air berlumpur yang banyak serangganya?” gumam Sooyoung. Ia menarik napas dalam-dalam dan terus melangkah maju. Ketika air yang dingin sudah hampir setinggi pinggang, ia membungkuk dan mulai berenang. Ia berenang berputar-putar dan membiasakan diri dengan air yang dingin.

Tidak jauh dari tempat Sooyoung berenang, Tiffany dan beberapa peserta yeoja lainnya sedang mengadakan lomba renang estafet. Mereka tertawa-tawa dan bersorak-sorai saat Taeyeon mencapai finish. Tampaknya mereka gembira sekali.

“sebentar lagi, mereka akan berhenti tertawa.” pikir Sooyoung menyeringai dan ia tersentak kaget saat tiba-tiba wajahnya terciprat air. Belum sempat ia berbuat apa-apa, wajahnya kembali di hujani percikan air. Baru kemudian ia sadar bahwa itu adalah ulah Minho. Ia muncul didepan Sooyoung dan menyemburkan air dari mulutnya ke wajah Sooyoung. “ish! Bagaimana bisa kau memasukkan air jorok ini ke dalam mulutmu!” seru Sooyoung. Minho hanya tertawa dan kembali berenang menghampiri pasangannya. “sebentar lagi ia juga akan berhenti tertawa. Mulai hari ini sikapnya akan lain padaku.” batin Sooyoung. “semua orang akan bersikap lain padaku.”

Namun baru saja Sooyoung berpikir begitu, tiba-tiba saja ia dihantui rasa bersalah. Ia berpikir seharusnya ia menceritakan rencananya itu pada Minho, bukan menjadikannya sasarannya. Tapi kemudian ia berpikir kembali, seandainya ia memberitahu Minho, ia pasti akan membujuknya untuk membatalkan rencananya. Atau ia akan memberitahu Yuri agar Yuri bisa mencegahnya. “tidak ada yang bisa mencegahku!” pikir Sooyoung.

Ia sudah merencanakannya sejak kemarin. Rencana yang sederhana namun pasti akan menimbulkan kehebohan. Ia akan berpura-pura tenggelam. Ia akan menyelam ke dasar danau, lalu tetap disana untuk waktu lama agar yang lain menyangka ia tenggelam. Sooyoung sanggup menahan napas untuk waktu lama. Ia bisa menyelam selama 2 sampai 3 menit. Cukup lama untuk membuat orang lain ketakutan. “semua akan panik. Termasuk Tiffany, Taeyeon, dan Jessica.” pikir Sooyoung. “semua akan menyesal karena telah bersikap begitu jahat padaku. Dengan begitu aku bisa memulai semuanya dari awal. Setelah kejadian di danau, semua orang di perkemahan ini akan bersikap ramah padaku. Semua mau menjadi pasanganku.”

Sooyoung menatap mereka semua yang asyik tertawa dan bersorak-sorai. Kemudian ia menarik napas dalam-dalam. Dan akhirnya menyelam ke dasar danau.

Air danau masih dangkal di bagian tepi. Tapi setelah itu dasar danau langsung curam. Sooyoung mengayunkan kakinya keras-keras untuk menjauhi para perenang lain. Kemudian menegakkan badan dan menurunkan kaki. Ia merapatkan tangan ke sisi badan dan membiarkan dirinya meluncur ke bawah. Ia membuka matanya saat meluncur ke dasar danau. Sekelilingnya tampak hijau. Hanya sedikit cahaya yang sanggup menerobos sampai ke bawah air.

Sooyoung membayangkan betapa sedihnya kedua orang tuanya jika ia benar-benar tenggelam. Seharusnya Sooyoung jangan dikirim ke perkemahan olahraga air! Sooyoung membayangkan mereka mengatakannya dengan perasaan penuh penyesalan.

Kaki Sooyoung menginjak dasar danau yang lunak. Segelembung udara lolos dari mulutnya. Ia merapatkan bibirnya untuk menahan udara. Perlahan-lahan ia naik ke permukaan. Ia memejamkan mata. Ia sengaja tidak bergerak untuk menimbulkan kesan tenggelam. Ia membayangkan kengerian di wajah Yuri ketika melihat tubuhnya melayang-layang dibawah permukaan air. Ia nyaris tertawa ketika membayangkan Yuri melompat ke danau untuk menyelamatkannya. Ia akan terpaksa mengorbankan celana tenisnya yang putih bersih.

Sooyoung memaksakan diri untuk tidka bergerak. Ia memejamkan mata rapat-rapat dan memikirkan Tiffany, Taeyeon, dan Jessica. Mereka akan merasa bersalah. Mereka akan menyesal seumur hidup karena bersikap buruk padanya. Gara-gara kejadian ini, mereka akan sadar betapa jahatnya mereka padanya. Lalu mereka akan mau bersahabat dengannya. Itulah yang ada dipikiran Sooyoung. Ia membayangkan mereka akan menjadi sahabat karib dan akan menikmati liburan musim panas yang menyenangkan.

Dada Sooyoung mulai sesak. Tenggorokannya mulai serasa terbakar. Ia membuka mulut dan melepaskan gelembung udara. Ia melayang dengan posisi tengkurap. Kakinya terjulur lurus ke belakang, sementara lengannya tergantung lemas di sisi badannya. Ia memasang telinga untuk mendengar teriakan panik. Mestinya sudah ada yang melihatnya.

Sooyoung menunggu teriakan meminta tolong. Teriakan yang memanggil-manggil Yuri. Tapi ia tidak mendengar apa-apa selain keheningan yang menguasai dunia bawah air. Ia kembali melepaskan gelembung udara. Dadanya terasa sesak sekarang, seperti mau meledak. Ia membuka mata. “apakah ada orang di dekatku? Apakah ada yang datang untuk menyelamatkanku?” batin Sooyoung. Namun yang ia lihat hanya warna hijau. Ia bingung kemana mereka semua? seharusnya Yuri sudah melihatnya. Tapi kenapa ia belum juga diangkat dari air?

Ia kembali membayangkan Yuri dengan celana tenisnya yang putih. Ia membayangkan tangan dan kakinya yang kecoklatan dan rambut panjangnya yang hitam. “Yuri, dimana kau?” batin Sooyoung. “apa kau tidak melihat aku sedang tenggelam? aku bilang kau akan mengawasiku dari tepi danau?”

Sooyoung sudah tidak tahan. Dadanya sudah hampir meledak. Seluruh tubuhnya serasa ditusuk-tusuk. Kepalanya serasa mau pecah. “apa mereka belum melihatku?” pelipisnya mulai berdenyut-denyut. Ia memejamkan mata namun kepalanya tetap pening. Ia menghembuskan sisa udara yang masih tersimpan di paru-parunya. Ia kehabisan napas, lengan dan kakinya mulai nyeri. dadanya serasa terbakar.

Tidak lama kemudian, ia melihat titik-titik berwarna kening cerah, walaupun matanya terpejam rapat. Titik-titik itu berputar-putar. Bertambah cerah, menari-nari di sekelilingnya. Mengelilingi tubuhnya yang seperti terbakar. Dadanya terasa meledak dan tiba-tiba saja ia merasa sangat kedinginan. Titik-titik kuning tadi semakin terang, seterang lampu sorot. Berputar-putar di sekeliling tubuhnya yang kaku. Ia menggigil kedinginan. Air dingin dan kotor masuk ke dalam mulutnya. Ia sadar ia menyelam terlalu lama. Tidak ada yang datang untuk menyelamatkannya. Ia berusaha melihat sekelilingnya namun titik-titik kuning itu terlalu terang. Ia tidak bisa melihat. Ia menelan seteguk air danau. Tidak bisa melihat dan tidak bisa bernapas. Ia sudah tidak kuat lagi. Ia tidak bisa menunggu lebih lama.

Sooyoung berjuang untuk muncul di permukaan tapi terasa berat. Kepalanya mendadak seberat satu ton. “harus naik!” sambil mengerahkan segenap kekuatannya, ia menggerakkan bahu keatas, menegakkan kepala. Ia berpaling ke tepi danau dan memicingkan matanya karena air yang mengalir di wajahnya.

Ia memicingkan matanya…tapi..tidak ada siapa-siapa! Sooyoung menoleh ke arah lain, tidak ada siapa-siapa! Tidak ada yang berenang. Tidak ada yang berdiri di tepi danau. “kemana mereka semua??” panik Sooyoung menggigil gemetaran.

Dengan susah payah ia berenang ke tepi. Kakinya mati rasa. Ia tidak merasakan lumpur di dasar danau ketika keluar dari air. Ia menggosok-gosok lengannya. Sentuhan tangannya tidak terasa di kulitnya. Ia juga tidak merasakan air yang mengalir turun di punggungnya. Ia tidak merasakan apapun!

“hei, dimana kalian?!” teriak Sooyoung. Tapi kemudian ia berpikir, apa ia memang bersuara? Apakah ia masih punya suara? Ia tidak mendengar apapun!

Sooyoung berjalan ke rumput dan menggoyangkan tubuhnya persis seperti puddle yang sedang mengeringkan bulunya. “kemana mereka?” gumam Sooyoung. Ia berjalan terhuyung-huyung sambil memeluk badannya sendiri. Semua perahu tampak berjajar dan terikat dalam posisi terbalik di tepi danau. “bukankah semua perahu sedang dipakai tadi?” gumam Sooyoung. “hei!” seru Sooyoung namun ia tidak bisa mendengar suaranya sendiri. “dimana kalian?” Ia melihat tidak ada siapapun di tepi danau.

Ia cepat-cepat berbalik dan nyaris kehilangan keseimbangannya, ternyata di air juga tidak ada siapa-siapa. Tidak ada seorang pun di sekitarnya! Ia berjalan melewati tumpukan ban dan perahu karet. Semuanya ditutupi terpal. “kenapa tidak dipakai? kenapa semuanya ditutupi terpal?” batin Sooyoung. “dan kenapa tidak ada siapa-siapa di danau?”

Sooyoung menggigil kedinginan ketika ia berjalan menuju bangsal utama. Ia terperanjat ketika melihat pepohonan. Semua daun telah gugur. Seperti di musim dingin. “aaaahhhhh!” Ia memekik tanpa suara. Ia tidak tahu apakah ada yang mendengarnya. “kenapa daun-daun telah gugur? Ini masih pertengahan musim panas!”

Ia mulai menyusuri jalan setapak ke bangsal utama. Ia kedinginan. Sangat kedinginan. Dan tiba-tiba sesuatu yang dingin mengenai pundaknya.

“salju?”

Butiran-butiran salju turun dari langit, tertiup angin. Pohon-pohon yang gundul berderak-derak. Ia menepis salju yang menempel pada rambutnya yang basah. “salju? tapi…ini tidak mungkin! Semuanya tidak masuk akal!” pikir Sooyoung. Ia kembali berteriak berharap ada yang mendengarnya. “tolooooong!”

Tak ada suara apapun selain dahan-dahan yang berderak-derak diatasnya. Ia berlari. Kakinya yang telanjang tak bersuara di tanah yang dingin. Pondok-pondok perkemahan mulai kelihatan ketika ia keluar dari hutan. Semua atap tertutup lapisan salju tipis. Tanah sama suramnya dengan langit. Semua pondok tampak gelap. Segala sesuatu serba kelabu. Ia berada di dunia yang dingin dan kelabu. Ia membuka pintu pondok pertama yang dilewatinya, “hei, aku butuh bantuan!” seru Sooyoung. Ia memandang ke sekeliling ruangan itu. Kosong, tidak ada siapa-siapa. Tak ada barang maupun pakaian berserakan. Pandangannya teralih ke tempat tidur, selimut, seprai, bahkan kasur…semuanya sudah diangkat. Sooyoung berpikir pondok itu sudah tidak dipakai lagi. Ia keluar dan berlari menyusuri deretan pondok. Semuanya gelap dan sunyi. Ia berlari menuju pondoknya yang berada di kaki bukit, setelah sampai ia menarik napas lega dan segera membuka pintunya.

“Tiffany? Taeyeon?” namun kamar itu kosong dan gelap. Kasur-kasur telah diangkat. Poster-poster telah di copot, tidak ada pakaian, tidak ada tas atau ransel. Tidak ada tanda-tanda bahwa tempat ini pernah di huni manusia. “dimana kalian?” seru Sooyoung lagi. “dimana barang-barangku?? Dimana tempat tidurku??” kejut Sooyoung. Ia memekik ketakutan dan berlari keluar.

Ia berlari menembus hawa dingin dengan pakaiannya yang basah. Ia melewati semua pondok dan membuka pintunya satu persatu sambil memanggil-manggil siapa saja yang bisa menolongnya. Ia masuk ke gedung utama. Sooyoung merasakan teriakannya bergema dari langit-langit yang tinggi namun ia tidak mendengar suara teriakan itu. Ia kembali berlari ke ruang makan. Bangku-bangku kayu yang panjang telah di tumpuk di atas meja. Dapur tampak gelap dan kosong. “kenapa jadi begini?” panik Sooyoung dengan tubuh gemetaran. “kemana mereka semua? kenapa mereka pergi? Bagaimana mungkin mereka pergi begitu cepat? Dan….mana mungkin sekarang sudah turun salju??”

Sooyoung kembali berlari keluar. Gumpalan-gumpalan kabut kelabu melayang rendah di atas permukaan tanah. Ia merangkul diri sendiri supaya lebih hangat. Ia ketakutan dan juga bingung. Ia berjalan dari satu bangunan ke bangunan berikutnya. Rasanya seperti berenang, berenang dalam kabut tebal.

Tidak lama kemudian ia mendengar sesuatu. Sebuah suara. Suara seorang yeoja. Ia sedang bernyanyi. Bernyanyi dengan suara melengking. “aku tidak sendirian!” seru Sooyoung. Ia mendengarkan nyanyiannya. Lagunya sedih dan dilantunkan dengan lembut. “dimana kau?” panggil Sooyoung. “aku tidak bisa melihatmu! kau dimana?”

Sooyoung mengikuti suara itu sampai ke gedung utama. Disana ia melihat seorang yeoja duduk di tangga teras yang terbuat dari kayu. “hei!” seru Sooyoung memanggil yeoja itu. “hei, apa kau bisa menolongku?” Yeoja itu terus bernyanyi, seakan-akan tidak melihat kehadiran Sooyoung. Sooyoung berjalan mendekatinya, kemudian ia sadar yeoja itu sedang menyanyikan lagu Seoul Camp Lake dengan suaranya yang kecil. Rambutnya panjang sebahu dan bergelombang. Wajahnya cantik, halus dan pucat. Sangat pucat. Ia mengenakan baju putih tanpa lengan. Butir-butir salju masih terus berjatuhan. Sooyoung menggigil, tapi tampaknya yeoja itu tidak kedinginan.

Ia bernyanyi sambil mengayunkan kepala ke kiri-kanan. Sooyoung menghampirinya sambil menepis butir-butir saju dari keningnya. Ia baru berpaling pada Sooyoung saat lagunya selesai. Kemudian ia tersenyum. “hai, Sooyoung.” sapa yeoja itu.

tumblr_m3dtxpikWh1r9kse8o1_500

“d..dari mana kau tahu namaku??” kejut Sooyoung.

Ia tersenyum lebar. “aku sudah lama menunggumu.” jawabnya. “namaku Yoona.” Ia bangkit, berbalik, dan mengeluarkan sesuatu dari balik tangga. Jubah mandi berwarna putih. Ia merentangkannya dan menaruhnya di pundak Sooyoung yang gemetaran. Tangannya begitu ringan, Sooyoung nyaris tak merasakan sentuhannya. Ia membantu Sooyoung menalikan tali pinggang kemudian ia mundur dan kembali tersenyum, “aku sudah menunggumu, Sooyoung.” ucapnya dengan suara pelan sekali, bagaikan bisikan angin.

“a..apa? menunggu?”

Ia mengangguk. Rambutnya berkibar-kibar setiap kali ia menggerakan kepala. “aku tidak bisa pergi tanpamu, Soo. Aku perlu pasangan.”

Sooyoung menatapnya dengan kening berkerut. “mana yang lainnya? kemana mereka? Kenapa hanya kita berdua yang ada disini?” Sooyoung menyeka sebutir salju yang menempel di alisnya. “Yoona, kenapa tiba-tiba sudah musim dingin?”

“kau mau jadi pasanganku, kan, Soo?”

“aku tidak mengerti, tolong jawab pertanyaanku!”

“kau mau berpasangan denganku, kan?” ia bertanya lagi dengan pandangan memohon, “sudah begitu lama aku menunggu seseorang yang mau berpasangan denganku, Soo. Lama sekali.”

“tapi, Yoona..”

Yoona mulai bernyanyi lagi. Sooyoung heran kenapa ia begitu sedih saat menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake itu? Kenapa ia tidak mau menjawab pertanyaan Sooyoung? dari mana ia tahu nama Sooyoung dan kenapa ia bilang ia sudah menunggunya?

“Yoona, tolonglah..” Sooyoung mencoba membujuk.

Sambil terus bernyanyi ia melayang ke teras gedung utama. Gumpalan-gumpalan kabut bergeser sedikit setiap kali ia bergerak. “oh!” Sooyoung memekik ketika sadar pandangannya bisa menembus tubuh Yoona. “Yoona?”

Ia melayang ke teras sambil mengayunkan kepala ke kiri dan ke kanan, seirama dengan lagu yang dinyanyikannya. “Yoona?” Yoona terdiam dan kembali tersenyum menatap Sooyoung. Butir-butir salju tersangkut di rambutnya.

“Soo, mulai sekarang kau pasanganku.” ia berbisik. “aku butuh pasangan. Setiap orang di Seoul Camp Lake perlu pasangan.”

“tapi..tapi kau sudah mati!” seru Sooyoung baru menyadarinya. “ia sudah mati dan aku pasangannya?” batin Sooyoung. “berarti….berarti aku juga sudah mati???”

To be continue…

Happy birthday, Taengoo!^^onion-emoticons-set-6-86onion-emoticons-set-6-101onion-emoticons-set-6-157onion-emoticons-set-6-158

Sebenernya author gak bisa bikin FF yang main castnya bukan Taeyeon, tapi coba-coba aja pake cast lain. biar gak Taeng mulu. hehe…

Oh ya, nanti jam 19.00 WIB author bakal ngumumin pemenang event Thanks Giveaway, jadi tongkrongin terus blog ini ya! Dan juga author bakal publish FF Oneshot special Taeng’s birthday sequel dari I Got A Boy. onion-emoticons-set-6-99 Di tunggu aja ya~

Tetap tinggalkan jejak ya~onion-emoticons-set-6-81onion-emoticons-set-6-72

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on March 9, 2013, in Series and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. First first first😀 Castnya dapat bangeet un aku sedikit merinding waktu soo tenggelam.. itu kehidupan di bawah air bukan un? Yoona? Yoona unni jadi hantunya? tpi kyknya hantu baikdeh hhe asal tebak akuu😀
    Happybornday uri leaderrrrr ;D yeaaay o(^-^)o
    waaah ada sequeel? Asiiiikk taengkyu again~ im waiting un😀

  2. Sereeemmm.. Ngebayangin yoona jadi hantu, ff nya makin seru aja, eon.
    Sequel i got a boy, jadi gak sabar.

  3. Soo mati ? :O
    benarkah?

    Ditunggu next chap ini, dan ff special taeyeon brithday nya ^^

  4. ikh.ngeri juga..sooyoung kynya udah tenggelam bnrn…yoona hantu yah???
    update soon

  5. eonnie seru nih ceritanya biasanya suka ketabak jalan ceritanya tapi ini mah ga ketabak beneran…
    terus eonnie aku kan readers baru jadi ga event yang eonnie buat jadi ga bakal menang… nanti kalau eonnie buat lagi aku pasti ikutan…

  6. yoona udah mati… jadi penasaran dia mati gara-gara apa
    deuh soo… makanya ilangin sifat jailnya… kena sendiri kan -__-”
    sequel igab ditunggu😀

  7. t’nyta yg jd hntunx yoona…
    tga bnget taeyeon, tiffany, ma jessica k sooyoung…mna d krjain trus lg…ckckck
    aq hrap sooyoung gak bnar2 mti…

  8. Wa~ daebak
    soo mati ga.ya?.
    Trs bkal gangguin taeny ga?

  9. Mind sumpah ngeri bget,gx sbr lhat kelanjtanya

  10. Plg tu hnya hyalan soo smata
    Tp kren bget

  11. wah yoona jd hantunya…soo tenggelam beneran nih

  12. Daebak😉
    merinding nih bacanya juga

  13. kya bingungg . knp yoona yg jdi hantu nya wkwkwkk

  14. Akhirnya, soo menemukan jodohnya/? Biar bisa bales jailnya taeny, wkwk

  15. Darbak ff nya, eonie… (y)
    Haha, Yoona eonnie jdi hantu/? O.o

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: