[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 5)

Di part ini ada KyuTae moment nyempil(?).😀

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

“d..dari mana kau tahu namaku??” kejut Sooyoung.

Ia tersenyum lebar. “aku sudah lama menunggumu.” jawabnya. “namaku Yoona.” Ia bangkit, berbalik, dan mengeluarkan sesuatu dari balik tangga. Jubah mandi berwarna putih. Ia merentangkannya dan menaruhnya di pundak Sooyoung yang gemetaran. Tangannya begitu ringan, Sooyoung nyaris tak merasakan sentuhannya. Ia membantu Sooyoung menalikan tali pinggang kemudian ia mundur dan kembali tersenyum, “aku sudah menunggumu, Sooyoung.” ucapnya dengan suara pelan sekali, bagaikan bisikan angin.

“a..apa? menunggu?”

Ia mengangguk. Rambutnya berkibar-kibar setiap kali ia menggerakan kepala. “aku tidak bisa pergi tanpamu, Soo. Aku perlu pasangan.”

Sooyoung menatapnya dengan kening berkerut. “mana yang lainnya? kemana mereka? Kenapa hanya kita berdua yang ada disini?” Sooyoung menyeka sebutir salju yang menempel di alisnya. “Yoona, kenapa tiba-tiba sudah musim dingin?”

“kau mau jadi pasanganku, kan, Soo?”

“aku tidak mengerti, tolong jawab pertanyaanku!”

“kau mau berpasangan denganku, kan?” ia bertanya lagi dengan pandangan memohon, “sudah begitu lama aku menunggu seseorang yang mau berpasangan denganku, Soo. Lama sekali.”

“tapi, Yoona..”

Yoona mulai bernyanyi lagi. Sooyoung heran kenapa ia begitu sedih saat menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake itu? Kenapa ia tidak mau menjawab pertanyaan Sooyoung? dari mana ia tahu nama Sooyoung dan kenapa ia bilang ia sudah menunggunya?

“Yoona, tolonglah..” Sooyoung mencoba membujuk.

Sambil terus bernyanyi ia melayang ke teras gedung utama. Gumpalan-gumpalan kabut bergeser sedikit setiap kali ia bergerak. “oh!” Sooyoung memekik ketika sadar pandangannya bisa menembus tubuh Yoona. “Yoona?”

Ia melayang ke teras sambil mengayunkan kepala ke kiri dan ke kanan, seirama dengan lagu yang dinyanyikannya. “Yoona?” Yoona terdiam dan kembali tersenyum menatap Sooyoung. Butir-butir salju tersangkut di rambutnya.

“Soo, mulai sekarang kau pasanganku.” ia berbisik. “aku butuh pasangan. Setiap orang di Seoul Camp Lake perlu pasangan.”

“tapi..tapi kau sudah mati!” seru Sooyoung baru menyadarinya. “ia sudah mati dan aku pasangannya?” batin Sooyoung. “berarti….berarti aku juga sudah mati???”

-Chapter 5-

Yoona melayang-layang di atas Sooyoung. Rambutnya berkibar-kibar karena tiupan angin.

“kau sudah mati.” Gumam Sooyoung. “dan..aku juga?” Seketika ia langsung merinding ketika mengucapkan kata-kata itu. Ia mulai mengerti apa yang telah terjadi. Rupanya Yoona tenggelam di perkemahan ini. Di danau itu. Itu sebabnya semua orang di perkemahan begitu serius soal peraturan keselamatan di air. Pantas Yuri selalu berceramah panjang lebar tentang peraturan yang begitu banyak itu dan juga para pembina selalu menekankan bahwa semua peserta kemah harus berpasang-pasangan didanau. Karena Yoona mati tenggelam di danau itu.

“dan sekarang aku menjadi pasangannya? Aku jadi pasangannya….karena aku juga tenggelam.” Batin Sooyoung. “Aaaaaaaaaahhhhhh!!!” pekik Sooyoung. Ia mendongak dan meraung-raung seperti hewan utnuk melampiaskan kesedihannya.

Yoona memperhatikannya sambil terus melayang-layang. Ia menunggu Sooyoung tenang. Ia tahu apa yang sedang di pikirkan Sooyoung. Yoona menunggu Sooyoung dengan sabar.

Sooyoung mulai berpikir berapa lama Yoona menunggunya? Menunggu seseorang sebagai pasangannya. Pasangan yang sama-sama sudah mati. Sudah berapa lama ia menunggu orang lain tenggelam?

“ANDWAE!!” erang Sooyoung. “aku tidak mau! Aku tidak mau jadi pasanganmu! Aku tidak mau!” Sooyoung berbalik karena saking peningnya, ia hampir jatuh. Ia langsung kabur. Jubah mandinya terbuka dan mengepak-ngepak bagaikan sepasang sayap ketika ia lari menjauhi Yoona. Dengan kaki telanjang ia melintasi salju di tanah. Menembus gumpalan kabut, menerobos suasana yang serba kelabu.

“kajima, Sooyoung.” Sooyoung mendengar Yoona memanggil. “jangan pergi. Kembalilah! Kau harus jadi pasanganku! Aku terperangkap disini. Arwahku tidak bisa meninggalkan perkemahan. Aku tidak bisa masuk ke duniaku yang baru sebelum aku aku dapat pasangan!”

Sooyoung tidak berhenti, ia terus berlari melintasi perkemahan. Melewati pondok-pondok, melewati gudang persediaan di tepi hutan. Ia terus menjauhi suara Yoona yang begitu menyeramkan. “aku tidak mau jadi pasangannya. Aku tidak mau mati!”

Sooyoung berlari menerobos hutan salju, menyusup di antara pohon-pohon gundul tanpa daun yang berderak-derak. Berlari tanpa menoleh ke belakang. Ia baru berhenti setelah kakinya terbenam dalam air danau yang dingin. Air yang dingin dan suram.

Sooyoung megap-megap mengatur napasnya. Saat ia menoleh, ia melihat Yoona melayang ke arahnya di antara pohon-pohon.

“kau tidak bisa pergi tanpa aku, Soo!” seru Yoona. “kau tidak bisa pergi!”

Sooyoung berpaling darinya. Berpaling ke arah air.

Dadanya, kepalanya, semuanya terasa sakit. Ia tidak bisa bernapas. Dadanya seperti mau meledak. Ia terjatuh ke lumpur dan keadaan serba kelabu di sekelilingnya berubah menjadi hitam pekat.

**

Titik-titik cahaya yang terang benderang tampak menari-nari di atas kepalanya. Seperti kunang-kunang yang beterbangan di lapangan rumput pada malam hari.

Titik-titik itu semakin terang. Bulat, seperti berkas cahaya senter. Semakin terang hingga seolah tengah menatap bola emas yang berkilauan. Ia mengedipkan mata. Baru setelah beberapa lama akhirnya ia sadar ia sedang menatap matahari.

Tiba-tiba ia merasa berat. Ia bisa merasakan tanah di bawah tubuhnya. Ia bisa merasakan bobot tubuhnya yang di topang oleh tanah. Tubuhnya kembali seperti semula. Ia mengerang. Sesuatu bergerak di atasnya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali. Dan melihat Yuri. Wajahnya merah. Tampangnya tegang.

“ohh!” Sooyoung mengerang ketika Yuri menekan dadanya dengan dua tangan. Ia melepaskan tangannya, lalu kembali menekan. Sooyoung merasakan air mengalir dari mulutnya yang terbuka. Ia terbatuk-batuk. Semakin banyak air mengalir lewat dagunya.

“dia mulai siuman!” seru Yuri. “dia selamat!” Dibelakangnya Sooyoung melihat kaki-kaki telanjang, baju-baju renang, para peserta perkemahan itu.

Sooyoung kembali mengerang dan Yuri terus menanganinya dengan cara yang sama. Tidak lama kemudian Sooyoung sadar dan telentang di tanah. Ia telentang di tepi danau sementara Yuri terus memberinya napas buatan. Ia di kelilingi semua peserta perkemahan, mereka semua menonton bagaimana Yuri menyelamatkan nyawa Sooyoung.

“aku…selamat!” kata itu terlontar dengna nyaring dari tenggorokan Sooyoung. Ia duduk tegak dan memandang sekeliling. “semua sudah kembali.” Batin Sooyoung. “sekarang sudah musim panas lagi. Pohon-pohon kelihatan hijau, matahari bersinar cerah. Dan semuanya sudah kembali! Termasuk aku!”

Yuri menghela napas, lalu berlutut disamping Sooyoung. “gwaenchana?” ia bertanya dengan napas terengah-engah.

“kurasa aku baik-baik saja.” gumam Sooyoung. Mulutnya terasa masam dan ia masih merasakan kepalanya agak pusing.

Beberapa anak di belakang Yuri bersorak-sorai dan bertepuk tangan. “kami sempat khawatir kau celaka.” Ucap Yuri. “napasmu berhenti. Benar-benar menyeramkan!”

Dua pembina lain membantu Sooyoung berdiri. “aku baik-baik saja!” seru Sooyoung. “berkat kau, Yul. Kau menyelamatkanku!” Sooyoung memeluk Yuri kemudian ia berbalik dan memeluk Minho. Tiffany dan Taeyeon berdiri didekatnya. Keduanya kaget ketika tiba-tiba Sooyoung memeluk mereka.

Sooyoung begitu gembira karena masih hidup. Ia begitu gembira karena bisa lolos dari musim dingin yang serba kelabu dan lolos dari si gadis hantu di perkemahan itu.

“Soo, apa yang terjadi?” tanya Yuri.

“molla.” Sahut Sooyoung. “nan jeongmal mollaseyo.”

“ketika napasmu berhenti, aku…. Aku ketakutan sekali.” Ucap Yuri gemetaran.

“aku sudah tidak apa-apa sekarang.” Ujar Sooyoung tersenyum. “berkat kau.”

“dia cuma mau cari perhatian.” Tiba-tiba Sooyoung mendengar seseorang bergumam. Ia menoleh dan melihat Jessica berbisik pada orang disebelahnya. “sekarang semua orang harus merasa kasihan padanya,” Jessica mencemooh. “kita semua harus bersikap lebih ramah padanya.”

Sooyoung merasa sakit hati dengan ucapan Jessica. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Jessica tapi ia begitu gembira karena bisa kembali dengan selamat, sehingga ia memilih untuk diam saja.

Sooyoung memegang pundak Minho dan kemudian mengantarnya ke pondoknya, “aku akan menikmati sisa liburan ini.” Ucap Sooyoung pada Minho.

**

Petugas P3K memeriksa Sooyoung dengan teliti. Setelah itu ia pun beristirahat sepanjang sore. Setelah tidur lama, ia merasa perutnya lapar ketika bangun dan ia baru menyadari bahwa ia belum makan apapun dari pagi. Ia pun segera bergegas memakai sweater seragam perkemahan lalu menuju ke api unggun. Bau barbeque tercium jelas saat ia menuju lapangan di tepi hutan.

Leeteuk menyambutnya, “Soo, kau sudah segar lagi!” seru Leeteuk. “aku sudah dengar tentang….tentang apa yang terjadi di danau tadi siang..”

“aku sudah tidak apa-apa sekarang.” Ujar Sooyoung.

“hei, jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi.” Ia menegur Sooyoung. “atau kau akan kusuruh berenang di kolam balita saja.”

“aku akan lebih hati-hati.”

“sebaiknya begitu. Soalnya disini tidak ada kolam balita!” Leeteuk berkelakar membuat Sooyoung tertawa. “duduklah.” Setelah menyuruh Sooyoung duduk ia pun menengok ke sebelahnya. Ia langsung terkejut dengan tampang bete Taeyeon. Sepertinya ia cemburu karena Leeteuk begitu perhatian pada Sooyoung. “Ta..Taeyeon-ah, kenapa dengan tampangmu?”

“pikirkan sendiri!” sahut Taeyeon berbalik meninggalkan Leeteuk.

“ya! Kau marah?”

Taeyeon tidak menjawab dan ia menghempaskan dirinya di kotak kayu yang di jadikan tempat duduk. Ia duduk bersebelahan dengan salah satu peserta perkemahan itu juga, Cho Kyuhyun. Taeyeon mengaitkan tangannya di tangan Kyuhyun membuat namja itu mengerjap-ngerjapkan matanya bingung.

“ya! Kenapa kau menggandeng anak itu?!” sembur Leeteuk. Taeyeon tidak meresponnya dan malah semakin mengeratkan tangannya. “ya! Kim Taeyeon!”

“wae? Memangnya kau siapa melarang-larangku?” balas Taeyeon menjulurkan lidahnya. “pergi sana pada Sooyoung!”

Sesaat kemudian Leeteuk menyeringai, “hei, kau cemburu?” goda Leeteuk.

“aniyo!!” elak Taeyeon.

“jinjja?” tanya Leeteuk semakin melebarkan senyumnya. “kalau tidak, kenapa kau tampak kesal?”

“siapa yang kesal?!”

“lalu kenapa kau lari ke anak ini?” ucap Leeteuk menunjuk Kyuhyun.

“karena… karena aku menyukainya!”

“mwo??” kejut Leeteuk dan Kyuhyun pun ikut terkejut.

“ne! aku menyukainya!” sahut Taeyeon.

“haha.. mana mungkin!”

“kau tidak percaya? Baiklah akan kubuktikan.” CHU~ Tiba-tiba Taeyeon mencium pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun dan Leeteuk membelalakan matanya. Begitu juga dengan peserta lain yang sedari tadi menonton. Taeyeon menatap Leeteuk sambil mengeluarkan senyum evilnya. “bagaimana?”

“ya! Kau..”

“keumanhae!” potong Yuri menghentikan pertengkaran konyol itu. “lanjutkan pertengkaran kalian nanti saja! sekarang semuanya harus duduk dan mengadakan pertemuan dulu sebelum makan!”

Dengan raut wajah kesal, Leeteuk duduk di samping Taeyeon. Ia terus memelototi Taeyeon yang masih saja menggandeng tangan Kyuhyun. “ya! Lepaskan tanganmu dari anak itu!”

“sireo!” tolak Taeyeon.

“aisshh..”

Melihat wajah kesal Leeteuk, Kyuhyun terpancing untuk membuatnya mengeluarkan kejahilannya. “Taeyeon-ah..”

“ne?”

“bagaimana kalau kita duduk disana saja?” ajak Kyuhyun menunjuk kursi di sebrangnya yang di peruntukan hanya untuk 2 orang.

Taeyeon menoleh menatap Kyuhyun dan mengerti maksudnya, “ah~ tentu. Kajja!” Taeyeon menyeret Kyuhyun menuju kursi itu meninggalkan Leeteuk yang menganga lebar melihatnya. Dari jauh Taeyeon dan Kyuhyun melihat wajah kesal Leeteuk. “haha.. ia tampak sangat kesal.”

Kyuhyun menoleh pada Taeyeon melihat wajahnya yang tampak puas, “ne.” sahutnya. “Taeyeon-ah..”

“hm?”

“setelah acara ini selesai, bisa bicara sebentar berdua saja?”

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan beralih menatap Kyuhyun. “memangnya ada apa?”

“aniyo. Aku hanya ingin mengobrol sebentar.”

“kenapa tidak disini saja sekarang?”

“tidak bisa. Bukannya Yuri menyuruh kita mengikuti rapat? Tentu kita harus memperhatikannya.”

“ah~ benar juga.” Sahut Taeyeon. “baiklah.”

Kyuhyun tersenyum dan mengelus rambut Taeyeon. Dari jauh Leeteuk melihatnya dan wajahnya semakin memanas. Dengan emosi, ia menyeruput secangkir kopi di tangannya dan “akh panas! Panas!!” ia memuntahkan kembali kopi itu dan menjulurkan lidahnya yang kepanasan.

Yuri hendak memulai rapat dan sebagian para peserta telah mengambil tempat duduk masing-masing. Sooyoung memandang sekeliling untuk mencari tempat kosong.

“Sooyoung…?” terdengar sebuah suara memanggilnya. “Sooyoung.. sebelah sini!” Saat Sooyoung menoleh kearah suara, ia memekik kaget. Ia melihat Yoona di dekat tepi hutan. Rambutnya yang panjang berkibar-kibar di terpa angin dan cahaya senja yang kemerahan menembus tubuhnya. “kemarilah, Soo!” Yoona memanggil. “ayo temani aku. Kita kan berpasangan!”

Sooyoung menempelkan tangan ke pipi dan menjerit sejadi-jadinya.

“tidak mungkin! Kau tidak mungkin disini!” pekik Sooyoung. “kau hantu! Aku masih hidup!” Sooyoung berbalik dan melihat Yuri serta Leeteuk bergegas kearahnya. Minho pun bangkit dan berlari menghampirinya.

“noona! Wae??” cemas Minho.

“apa kalian tidak melihatnya??” ujar Sooyoung dengan suara melengking. Ia menunjuk balok kayu di tepi hutan. “dia hantu! Tapi aku masih hidup!”

Yuri segera merangkul Sooyoung, “tenang, Soo.” Bisik Yuri. “kau tidak apa-apa.”

“tapi..tapi dia duduk disitu!” ucap Sooyoung tergagap-gagap. Semuanya menoleh ke balok kayu itu.

“tidak ada siapa-siapa disitu.” Ujar Leeteuk dan kemudian ia menoleh ke arah Taeyeon dan Kyuhyun tidak jauh darinya. Ia terlihat marah melihat Kyuhyun melingkarkan tangannya di pundak Taeyeon yang tampak mencemaskan Sooyoung.

“mungkin kau masih bingung karena kejadian tadi.” Ucap Yuri dengan lembut. “itu wajar saja.”

“tapi..tapi..” Sooyoung tergagap-gagap. Ia melihat Tiffany dan Jessica berkumpul sambil berbisik-bisik dan kemudian Taeyeon ikut mendengar apa yang dibisikan kedua yeoja itu sambil terus memperhatikan Sooyoung. “apa yang sedang mereka pikirkan tentangku?” tanya Sooyoung dalam hati.

“kau mau diantar ke pondok?” tawar Leeteuk. Taeyeon menoleh kearahnya dan mengerutkan keningnya.

“tidak usah.” Jawab Sooyoung. “aku lapar sekali.”

Yuri tertawa, “mungkin itu masalahmu. Saking laparnya kau mulai melihat yang bukan-bukan. Ayo, biar kuambilkan makanan untukmu.”

Setelah makan cukup banyak, ia mulai merasa lebih baik. Pertemuan api unggun dibuka. Sooyoung duduk bersama beberapa peserta perempuan dari pondok lain. Sementara Leeteuk terus berbicara sambil sesekali melirik Taeyeon yang tampak akrab dengan Kyuhyun.

Sooyoung memperhatikan wajah para peserta perkemahan yang tampak kemerahan karena memantulkan cahaya api unggun. Sooyoung mengamati mereka satu persatu. “kenapa Taeyeon terlihat mesra dengan anak itu?” pikir Sooyoung. Sedetik kemudian ia teringat kembali pada Yoona. “dimana Yoona? Apa ia masih disini mengawasiku? Masih menunggu agar aku berpasangan dengannya?”

Sooyoung duduk dengan tegang. Seluruh tubuhnya terasa kaku. Matanya mencari-cari wajah Yoona yang pucat. Tapi ia telah lenyap. Untuk sementara.

Yuri menggantikan Leeteuk didepan. Hampir semua peserta mengeluh ketika ia mulai berceramah lagi tentang keselamatan di air. “kita mengalami kejadian yang tidak diinginkan hari ini,” ucap Yuri. “salah satu teman kita nyaris celaka.” Setelah Yuri mengatakan itu, semua orang langsung menoleh kearah Sooyoung. Ketika Sooyoung menoleh, ia melihat Tiffany, Jessica, dan Taeyeon di balok kayu sebelah. Mereka tampak masih berbisik-bisik. Namun tampaknya hanya Tiffany dan Jessica yang terus berbisik, sedangkan Taeyeon sesekali ia mengobrol dengan Kyuhyun yang duduk disebelahnya.

“peraturan keselamatan air sangat penting di perkemahan ini.” Kata Yuri. “di antara kalian ada yang menganggap bahwa banyaknya peraturan disini merupakan kutukan bagi Seoul Camp Lake.” Yuri berdiri sambil bertolak pinggang, menatap semua peserta satu persatu, “tapi seperti yang kita lihat tadi sore, sistem pasangan bukan kutukan, melainkan cara yang ampuh untuk menjaga keselamatan.”

Saat mendengar ucapan Yuri, Sooyoung menahan napas. Ia melihat sebuah wajah muncul di balik api unggun.

Yoona!

Namun kemudian…bukan! Ternyata ia anak perempuan dari pondok lain yang mau mengambil makanan lagi. Sooyoung menarik napas lega.

“aku harus pergi dari sini.” Ujar Sooyoung dalam hati. “aku tidak akan bisa bergembira disini. Aku pasti waswas terus karena terbayang-bayang wajah Yoona.”

Yuri kembal menjelaskan semua peraturan. Kemudian Leeteuk membacakan beberapa pengumuman, lalu semua bernyanyi bersama.

Sehabis acara semua peserta langsung bangkit dan menuju ke pondoknya masing-masing. Namun tidak dengan Kyuhyun dan Taeyeon. Diam-diam Kyuhyun membawa Taeyeon ke tempat lain yang cukup sepi.

“kenapa kau membawaku kemari?” tanya Taeyeon tampak waswas memperhatikan sekelilingnya yang begitu sepi.

“jangan takut. Aku tidak akan berbuat macam-macam.” Ucap Kyuhyun.

“lalu….ada apa?” tanya Taeyeon lagi sambil memeluk tubuhnya sendiri karena tiupan angin malam itu lumayan kencang. Kyuhyun melepas sweaternya dan mengenakannya di pundak Taeyeon.

“aku hanya ingin bertanya tentang…” Kyuhyun berhenti sejenak, “tentang ucapanmu tadi di depan Leeteuk.”

“hm?” Taeyeon mengerutkan keningnya, “yang mana?”

“soal kau…menyukaiku.” Sahut Kyuhyun pelan sambil menggaruk tengkuknya.

“oh soal itu.” Taeyeon mengangguk-angguk mengerti.

“jadi?”

“aku memang menyukaimu.”

Kyuhyun melebarkan matanya, “jinjja??”

“ne. Kau menarik, lucu, dan juga senang menjahili orang.” Ucap Taeyeon tertawa. “aku juga senang dengan caramu tadi mengerjai Leeteuk.

“hanya itu?” tanya Kyuhyun pelan. Terdengar seperti kekecewaan. Taeyeon mengangguk mengiyakan pertanyaan Kyuhyun. “tidak lebih?”

“hm? Maksudmu?” bingung Taeyeon.

“apa kau hanya mencintai Leeteuk?” tanya Kyuhyun membuat Taeyeon semakin bingung. “jadi ucapanmu tadi itu hanya untuk mengerjainya?”

“kau ini bicara apa?”

“Taeyeon-ah..” Kyuhyun meletakan kedua tangannya di pipi kiri dan kanan Taeyeon membuatnya terkejut. “apa kau tidak pernah melihatku?”

“Kyu..”

“apa aku tidak bisa menggantikan posisi Leeteuk di hatimu?”

“Kyu, jangan begini.” Ucap Taeyeon berusaha melepaskan kedua tangan Kyuhyun di wajahnya namun Kyuhyun menolaknya dan terus menangkup wajahnya.

“aku tidak peduli kau mempunyai hubungan dengan Leeteuk tapi tidak bisakah kau mulai mencintaiku dan….kita lakukan saja hubungan kita diam-diam di belakang Leeteuk.”

Ucapan Kyuhyun itu membuat Taeyeon membelalakan matanya. “mianhae, Kyu. Aku tidak bisa melaku…”

Kyuhyun tidak membiarkan Taeyeon melanjutkan ucapannya dengan membungkam mulutnya dengan bibirnya. Taeyeon membelalakan matanya menerima serangan(?) bibir Kyuhyun yang tiba-tiba. Taeyeon mendorong tubuh Kyuhyun dan seketika ia menamparnya. Taeyeon menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan kemudian ia melepaskan jaket Kyuhyun yang melekat di tubuhnya dan mengembalikannya pada Kyuhyun. Tanpa berkata-kata ia pergi meninggalkan Kyuhyun yang berdiri mematung di tempat itu melihat Taeyeon yang berjalan semakin menjauhinya.

“ku harap suatu hari kau bisa melihatku.” Gumam Kyuhyun.

Di tempat lain, Sooyoung berjalan menuju pondoknya. Di tengah perjalanan, ia mendengar suara langkah di belakangnya. Ia juga mendengar seseorang memanggil namanya. Ia mulai waswas khawatir jika itu adalah Yoona. Namun kemudian ia bisa bernapas lega saat melihat Minho berlari menyusulnya.

“kenapa kau jerit-jerit tadi?” tanya Minho “kau benar-benar percaya kau melihat hantu?”

“kenapa aku harus menjelaskannya padamu?” ketus Sooyoung sambil kembali berjalan menyusuri jalan setapak dengan langkah-langkah panjang. “paling-paling kau hanya akan menertwakanku nanti.”

“coba dulu.” Ucap Minho. “aku tidak akan tertawa. Aku janji!”

“aku melihat seorang perempuan yang sudah jadi hantu,” sahut Sooyoung. “sungguh. Dia memanggilku. Dia ingin aku jadi pasangannya.”

Minho tertawa, “yang benar saja. jangan bercanda.”

“aku serius!!” pekik Sooyoung kesal karena Minho menertawakannya. “aku mau pergi dari sini. Aku harus pergi! Aku harus cari telepon untuk menghubungi appa dan eomma malam ini juga! Aku akan menelepon mereka dan minta jemput!”

“hajima!” sahut Minho. Ia meraih lengan Sooyoung dan memaksanya berhenti.

“eomma dan appa pasti tidak mau dua kali kemari. Kalau kau menelepon mereka, aku pasti di suruh pulang sekalian.” Minho memprotes. “aku tidak mau pulang. Aku senang disini!”

“kau tidak mengerti! Aku tidak bisa tinggal disini. Aku tidak…”

“jebal.” Minho memohon. “coba lagi saja dulu. Kau masih bingung karena kejadian di danau tadi sore tapi sebentar lagi kau pasti sudah lupa.”

Sooyoung tidak menjawab ya dan juga tidak menjawab tidak. Ia hanya mengucapkan selamat mlaam pada adiknya itu lalu menuju ke pondoknya.

Sesampainya di pondok, Sooyoung berhenti di depan pintu. Semua lampu masih menyala. Ia mendengar Tiffany dan Jessica mengobrol pelan-pelan. Ia tidak mendengar suara Taeyeon.

Ketika Sooyoung masuk, Tiffany dan Jessica mndelik. Taeyeon ada disitu namun ia berbaring menelungkup di tempat tidurnya. Wajah Tiffany dan Jessica tampak tegang dan tiba-tiba mereka bergerak dengan cepat. Dalam sekejap saja, Sooyoung sudah terkepung.

“a..ada apa ini?” ucap Sooyoung tergagap-gagap. “kalian mau apa??”

“kami mau minta maaf.” Ujar Tiffany. Taeyeon mendengar ucapannya dan segera bangkit namun sebelum itu ia tampak mengusap matanya yang memerah.

“kami memang agak keterlaluan selama ini,” sesal Jessica.

“kami sempat membahas masalah ini,” kata Tiffany, “tapi…”

“kami merasa kami tidak adil padamu,” ucap Taeyeon sambil berjalan mendekat. “maafkan kami, Soo.”

Hal ini benar-benar di luar dugaan Sooyoung. Saking terkejutnya, ia nyaris tidak bisa berkata apa-apa.

“bagaimana kalau kita mulai dari awal lagi?” usul Tiffany. Ia meraih tangan Sooyoung. “mari berkenalan, Soo. Namaku Tiffany.”

“benar. Kita mulai dari awal!” seru Jessica.

“gomawo. Nan jeongmal haengbokhae.” Jawab Sooyoung bersungguh-sungguh.

Jessica berpaling pada Taeyeon. “hei, kapan kau mengecat kuku seperti itu?”

Taeyeon tersenyum dan mengangkat kedua tangannya. Kukunya berwarna ungu cerah. “ini warna baru. Warna favoritku. Aku mencat kuku sehabis berenang tadi.”

“wah, warna favoritmu sama dengan Kyuhyun.” Seru Tiffany membuat Taeyeon terkejut dan menoleh kearahnya. Mendengar nama Kyuhyun membuatnya teringat kembali kejadian beberapa waktu lalu. “warna apa sih itu?” tanya Tiffany lagi.

“eh? Mm..ini..Grape Juice, kalau tidak salah.” Jawab Taeyeon.

“kenapa kau terdengar gugup?” heran Jessica. “Grape Juice? Nama cat kuku memang selalu aneh-aneh. Boleh aku coba?”

“tentu.” Jawab Taeyeon. “Soo, kau mau juga?”

“mm…boleh.” Jawab Sooyoung. “tapi.. Taeyeon apa kau baik-baik saja? kenapa matamu merah seperti habis menangis?”

“eh? aniyo.” elak Taeyeon diselingi tawa kecil. “mungkin karena tadi aku sudah hampir tertidur dan tiba-tiba saja terbangun lagi.”

“oh begitu..” sahut Sooyoung manggut-manggut.

Akhirnya mereka larut dalam acara(?) itu hingga tidak peduli bahwa waktu untuk mematikan lampu telah lewat. Mereka terlalu asyik mengecat kuku.

Beberapa saat kemudian Sooyoung berbaring di tempat tidurnya sambil tersenyum. “aku telah mendapat tiga orang teman.” Batin Sooyoung. “mereka benar-benar membuatku gembira.”

Namun tidak lama kemudia senyum itu langsung meredup ketika ia mendengar bisikan dalam gelap. “Sooyoung.. Choi Sooyoung..” Sooyoung menahan napas. Tiba-tiba saja suara itu sudah begitu dekat..begitu dekat dengan telinganya. “Soo, kukira kita berpasangan. Kenapa kau meninggalkanku?”

“andwae…andwae..!” ucap Sooyoung memohon.

“Soo, aku sudah menunggumu begitu lama.” Suara itu berbisik. “ikutlah denganku. Ikutlah denganku, Soo..” dan tiba-tiba pundaknya digenggam tangan yang sedingin es.

“oh!!” Sooyoung langsung duduk tegak dan kemudian menatap mata Tiffany yang gelap.

Ia menurunkan tangannya dari pundak Sooyoung, “Soo, ada apa? Kau merintih-rintih tadi.”

“eh?? Apa??” suara Sooyoung gemetar, jantungnya berdegup kencang. Tubuhnya bermandikan keringat.

“kau merintih-rintih.” Ulang Tiffany. “jadi kupikir lebih baik kau di bangunkan saja.”

“ehm…gomawo.” Ujar Sooyoung. “mungkin gara-gara mimpi buruk.”

Tiffany mengangguk dan kembali ke tempat tidurnya. Sooyoung tidak bergerak, ia terus duduk sambil menatap kegelapan di sekelilingnya. “mimpi buruk?” tanya Sooyoung dalam hati. “rasanya bukan..”

To be continue..

Abis ini part terakhir dan TIDAK AKAN DI PROTEKSI!😀

RCL, please!😉

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on March 15, 2013, in Series and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. ummaya… serem banget si yoona-nya thor…
    kenapa ga sica aja jadi hantunya thor?
    kan tampang sica jauh lebih dingin datar dan seram dibanding yoona #plakk *dihajar gorjess*
    hueng… kyu muncul… jadi cinta segitiga nyempil nih…
    tadi kirain ppany sica bisik-bisik ngapain… ternyata mau minta maap toh haha… bagus deh😀
    mudah-mudahan endingnya mantep…
    mau happy atau sad sama aja… yang penting tragis… hehehehe

  2. Tae ma kyu z….
    Serem jg yah yoona…
    Yuri baru dpart um biasanya ketus n lempeung…
    Chingu ko part nanti usah ending lagi?kurain mw lbh dr 10 part..

  3. Dtggu2 dah lama,eh bru mncul skrg
    Tp gapapa yg pntg crtnya bgus dan ada kyu oppa tentunya. Saranghaeyo KyuTae mumumu

  4. yeay ikhrnx update jg…hehehe^^
    syukur lah soo msh bsa slmat n taenysic udh mw b’tmn ma soo…^^
    tp soo kcian sllu d kjar2 ma hntu yoona bwt jd psangannx…ckckckck

  5. Aaa eoonii bikin taeng ama kyuppa donk hehhehehe soo kasian bgt sabar ne’ q kira jesicca am tifanny gak suka am soo eh trnyata mereka baik,, next

  6. kok aq jadi berharap taeyeon sama kyuhyun aja y… hehe

  7. wkwkwk, lucu waktu teuki minum kopi :p
    Daebak ^^

  8. Saking bingungnya aku pikir si soo beneran mati, ternyata dia cuman tenggelam. Wahh~ kyuhyun nyempil juga disini, tapi kenapa jadi pingin endingnya kyu sama tae ?! Trs Kalo kyuhyun sama tae leeteuknya mau dikemanain? Haha, gak tahu deh terserah eon, mau taeteuk kek, mau kyutae aku tetep suka ini ff. Last partnya gak diproteksi? Yeay! Gak perlu pm eonnie lagi.

  9. wiiih sedikit merinding bacanya.—-. Masih penasaran sama yoona nya sihhaahaha… weks unni kentara banget kyk gak bsa hdup(?) tnpa kyutae moment:p weks itu kecesih haaah.. endingnya d tunggu…

  10. Tambah keren aja ff Ini apalagi part y ini Ada kyutae hehe # kumat lgi kyutae shippernya
    Akhirnya jesicca minta maaf ama soyoong
    Eonni aku jd binggung kenapa yoona bsa jdi hantu so eonni tolong di jelaskan y di part terakhir # ini Saran aku eonni…
    ff ini daebak deh

  11. yaaahh minyul moment ny mna nih??!

    msih ngakakk klo yoona jdi hntu wkwkwkk

  12. yoona mulai menghantui

  13. Aku langsung jatuh cinta sama cerita ini. Ahk, kyuppa asal nyosor aja sih! Jrlas lah taeng eonni marah. Asal nyium org sembarangan, siapa yg gak marah coba..!!
    Seneng soo, pany, sica, n tae baikan.. Daebak!
    Yoona mantap! Aku suka!
    Ada ya setan secantik Yoong eonni? Haha. Ditungu lanjutanny ya, eon!

    *39*

  14. Ah akhirnya kyutae nyempil, tapi thor, si kyu terlalu ganas, taeng kan lemah untuk itu(?) Keren thoooor

  15. Aku kok jadi ilfil gitu ama Tae/?
    Abis dia ninggalin Leeteuk😥
    Pdhal, mreka udh cocok jadi couple (‘)_(‘)

    Thor, nanti klo bisa bkin ffnya TaeTeuk, ne?

  16. Huwaaaa… daebak.. tpi nae gk suka di bgian Taeyeon lgi marah2 ama Leeteuk lalu ngedekatin Kyuhyun. Nae lngsung ilfil , masa-,-

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: