Monthly Archives: March 2013

Ashiya Says, “Quiz (again)” Coming Soon

Annyeong~~onion-emoticons-set-6-67

Adakah yang excited baca judul postingan ini? onion-emoticons-set-6-49 atau biasa aja? hehe..

Blog Ashiya Says kemaren baru aja bagiin 2 DVD gratis, album jepang SNSD Girls & Peace dan Drama Korea Salamander Guru. Dan pemenangnya Farra dari Surabaya. Congratulation!!

Sekarang rencana mau bagi-bagi hadiah lagi nih, tapi sebelumnya mau nanya dulu kira-kira banyak yang minat gak? Quiznya kali ini beda. Hadiahnya pun beda. hehe…

Jadi, quiznya adalah yang mau ikutan, bikin fan art boleh berbentuk foto editan/poster atau pun bikin/menggambar chibi/manga/animasi idolanya (yang pasti KPOP idol. Jepang juga boleh^^)

Contohnya kayak gini :

2013-03-11 18-56-02_0025ashiyasays

2013-03-11 18-55-27_0024ashiyasays

2013-03-11 18-54-47_0023ashiyasays

HAHAHAHA…NO COMMENT!! xD

2013-03-11 18-53-58_0022ashiyasays

Itu semuanya iseng-iseng bikinan author. Tulis tangan. Jelek ya? haha… emang gak jago ngegambar sih -.-

Oh ya itu bukan KPOP ya.. onion-emoticons-set-6-26Lagian kalo artis Korea siapa yang kayak gitu? onion-emoticons-set-2-61

Syaratnya fan art kalian harus asli bikinan kalian. Jangan ngambil punya orang lain. Boleh liat contoh dari punya orang lain, asal itu bikinan/karya kalian sendiri. Be creative, ok?! ^^onion-emoticons-set-6-147onion-emoticons-set-6-146 Boleh pake photoshop, photoscape, illustrator, paint, corel draw, tulis tangan kayak author gitu, atau apa pun lah terserah kalian. 😀

Yang kayak gini juga boleh :

TaeSu

cr : soshified
cocoooookkkk!!!! gambaran suami istri bahagia rumah tangga sejahtera! LOL

deepwithintheheart

cr : asianfanfic (random)

Fan-art-The-Gazette-Chibi-the-gazette-6262551-470-405

cr : fanpop

312366_360092514108911_709233240_n

Gimana? Tertarik? Kalo banyak yang minat, quiz akan segera di buka. Hadiah masih di rahasiakan.onion-emoticons-set-6-96

Kasih komentar yaaa~ onion-emoticons-set-2-33

[FF] Only One (Chapter 4)

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Lee Donghae, Victoria
Other Cast : SM Family
Genre : Alternate Universe, Comedy, I don’t know o.Oa
Language : Bahasa Indonesia tanpa EYD sehingga typo(s) bertebaran dimana-mana. -.-”

-Previous Chapter-

Sementara SNSD kembali berlatih, Kyuhyun menghampiri ketiganya dan mengerutkan dahinya melihat Suho, Baekhyun dan Chanyeol begitu rukun tidak seperti biasanya.

“hey, kiddos!!” sapa Kyuhyun mengambil tempat duduk di pangkuan Suho.

“ya!! Hyung! Berat!!” Suho menendang bokong Kyuhyun.

“ya!! Kau tidak belajar sopan santun pada hyungmu??” Kyuhyun menatap evil  Suho.

“memangnya kau selalu melakukan hal seperti itu?” dengus Suho.

“ya.. tidak juga sih.” Cengir Kyuhyun menyadari keevilannya pada hyung-hyungnya. Apalagi dongsaengnya. “tumben kalian begitu tenang saat nonton SNSD?”

“kami baru saja di sembur manager-hyung karena ribut saat menonton mereka.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun tertawa mendengar penjelasan Chanyeol. “memangnya apa yang kalian ributkan?”

“kami memperebutkan Taeyeon-noona.” Jawab Baekhyun.

“eh?” tawa Kyuhyun berhenti seketika saat mendengar jawaban Baekhyun.

“aku sangat sangat sangat menyukai Taeyeon-noona! Lebih dari sekedar fans.” ucap Baekhyun lagi.

“aku juga.”

“eh?” kejut Kyuhyun mendengar Suho juga menyukai Taeyeon.

“aku juga!” seru Chanyeol membuat Kyuhyun semakin membelalakan matanya.

“aku juga!” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dan ternyata itu adalah Sehun.

“heeeeeeeeeeeeeeeeeeeh????” shock Kyuhyun mengetahui keempat member EXO itu juga menyukai Taeyeon.

“Sebenarnya aku juga.” Muncul lagi seseorang yang memiliki tubuh paling tinggi di grup EXO.

“KRIS????” kejut Kyuhyun membelalakan matanya.

“hyung, awas matamu copot.” Ujar Onew yang tiba-tiba nimbrung sambil memakan ayamnya. “aku juga sepertinya begitu. Aku menyukai Taeyeon-noona. Ia sangat cute.” Kenyataan(?) ini membuat Kyuhyun semakin menganga lebar.

“setelah Donghae, Changmin, Leeteuk, sekarang Suho, Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kris, bahkan Onew yang selama ini hanya peduli pada ayam?? Taeyeon-ah, apa aku bisa bersaing dengan mereka?? Apa setelah ini masih ada namja lain yang terang-terangan mengakui menyukaimu padaku??” batin Kyuhyun tidak percaya diri.

-Chapter 4-

Konser SMTOWN INA berjalan dengan lancar. Saat SNSD selesai menampilkan The Boys, ke sembilan member itu pun satu persatu menuruni panggung. Sooyoung turun terlebih dahulu karena sejak perform tadi ia takut kehilangan nasi kotaknya di ruang make up. -.-

Taeyeon turun paling belakang. Saat Taeyeon akan turun, ia terkejut dengan banyaknya tangan-tangan yang tersodor kedepannya untuk membantunya menuruni tangga panggung itu.

“OMMO!!” kejut Taeyeon.

Ia melihat satu persatu para pemilik tangan itu. Leeteuk, Changmin, Baekhyun, Sehun, Chanyeol, Suho, Kris, Onew, Donghae, dan juga Kyuhyun.

Taeyeon mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia kebingungan akan memegang tangan siapa. Di tengah kebingungannya, muncul lagi satu tangan dan ternyata itu Tiffany yang tersenyum menunjukan eyes smilenya. Akhirnya Taeyeon menerima uluran tangan Tiffany dan turun dari atas panggung lalu berjalan meninggalkan para fanboysnya yang segera menurunkan tangannya dan beralih menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal karena salah tingkah menahan malu.

“benar-benar lucu ekspresi mereka!” tawa Tiffany saat menceritakan kejadian itu pada member SNSD yang lain.

“eonni, kalau disana tidak ada Fany-eonna, kau akan menerima uluran tangan siapa?” tanya Seohyun.

“eh? Mmm…” Taeyeon tampak bingung menjawab pertanyaan maknaenya.

“aku tahu siapa yang akan kau pilih.” Ucap Jessica.

“jeongmal? Nugu?” tanya Hyoyeon penasaran.

Jessica tersenyum melirik Taeyeon yang tampak mengisyaratkan jangan-mengatakan-apapun. “secret!” sahut Jessica memeletkan lidahnya.

“aissssh..menyebalkan!” dengus Sooyoung mengeluarkan mentimun yang ada di dalam nasi kotaknya dan menyodorkan mentimun itu pada Jessica.

“YA!! CHOI SOOYOUNG!!” teriak Jessica berlari menghindari Sooyoung yang mengejarnya sambil mengacung-ngacungkan mentimun itu. Ia naik ke atas meja rias sambil terus berteriak, “BUANG ITU, SHIKSHIN!”

“huh? Kau mengataiku shikshin? Baiklah, aku akan naik kesana dan menjejalkan mentimun ini ke mulutmu.”

“YA!! ANDWAE!! AKHHH!!!” jerit Jessica sementara member yang lain hanya tertawa melihat penderitaan(?) Jessica.

“EONNI!!” pekik seseorang dari luar ruangan itu membuat mereka bersembilan menoleh.

“Krystal..”

“Sooyoung-eonni! Berhenti mengganggu eonniku!” Krystal menghampiri Sooyoung, merebut mentimun itu dengan kasar dan membuangnya ke tempat sampah.

“oh nooooo, my cucumber!!” panik Sooyoung dengan aksen British yang gagal, tidak rela mentimunnya terjerembab(?) dalam tumpukan sampah.

“Krystal belakangan ini agak menyeramkan.” Bisik Sunny pada Yuri.

“mungkin ia sedang datang bulan.” Jawab Yuri.

Krystal menghampiri Jessica yang sudah berkeringat dingin akibat ulah usil Sooyoung. “eonni, gwaenchana?” Jessica mengangguk dan turun dari meja rias itu. Krystal berbalik pada Sooyoung yang meratapi mentimunnya di dalam tempat sampah. “eonni, kalau kau menakut-nakuti Sica-eonni lagi, terima akibatnya!” ancam Krystal dengan mata merah menyala-nyala.

“Krystal pake softlens ya? Matanya menyala. Keren!” Bisik Sunny pada Yuri.

“itu bukan softlens, tapi dia memang ada keturunan vampir California.” Sahut Yuri.

“aissh, eonni! Ia bukan vampir, tapi dia sedang marah!” ucap Seohyun mengoreksi ucapan Yuri.

“oooh..” sahut Yuri dan Sunny manggut-manggut mengerti.

“mentimunku…” ratap Sooyoung pada mentimun itu tidak memperdulikan ancaman Krystal.

“Krys!” panggil Victoria yang tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka. “kajja! Giliran kita naik.” Krystal pun meninggalkan Jessica dan member SNSD yang lain.

“my cucumber~” lirih Sooyoung masih meratapi mentimun itu.

“sudahlah, Soo. Kau ini berlebihan sekali.” Ucap Taeyeon.

“my cucumber.. hiks..hiks..”

“waaah gadis itu beruntung sekali bisa di peluk Changmin dan Kyuhyun!” seru Yoona menonton pertunjukan duet kedua maknae itu dari tv kecil yang ada di ruang itu mengalihkan perhatian dari nelangsanya(?) Sooyoung.

Taeyeon menoleh dan ikut menontonnya. “beruntung sekali dia. Apa aku juga harus jadi fansnya agar mendapat perlakuan yang sama?” keluh Taeyeon dalam hati.

Tanpa diketahui Taeyeon, Jessica memperhatikan tatapannya yang tampak sedih. “jadi dia benar-benar menyukainya? Lalu bagaimana dengan Donghae?” batin Jessica.

**

Konser SM TOWN sudah selesai di gelar dengan sukses. Kini mereka bersiap untuk segera kembali ke Korea.

“hatcchiiiiii!!”

“Taeng-ah, kau flu?” tanya Kyuhyun saat berjalan menuju pesawat.

“ah? Oh..sepertinya begitu. Dari tadi aku bersin-bersin terus. Hatccchiiiiii!!!!” bersin Taeyeon lagi dan kali ini ia sedikit mengenai baju Kyuhyun. “oh, mian, oppa!” Taeyeon segera mengelapnya namun Kyuhyun menahan tangan Taeyeon hingga Taeyeon heran menatapnya.

Mereka terdiam saling bertatapan hingga tanpa sengaja Eunhyuk menubruk Taeyeon dari belakang dan mengakibatkan Taeyeon terdorong ke depan dan Kyuhyun refleks memeluknya.

“oh, mian, Taeng. Aku sedang buru-buru!” ucap Eunhyuk sambil memegangi perut dan bokongnya. “toilet! Toilet! Mana toilet!” gumam Eunhyuk berlari menuju toilet.

“gwaenchana?” tanya Kyuhyun melepaskan pelukannya.

“n..ne.” jawab Taeyeon gugup.

Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan memberikan sapu tangan itu pada Taeyeon, “pakai ini.”

“gomawo.” Ucap Taeyeon menerima sapu tangan itu.

“kau akan duduk dengan siapa?”

“molla.” Jawab Taeyeon .

“kalau begitu denganku saja.”

“lalu Vic-eonni?”

“ia sudah duduk dengan Amber disana.” Tunjuk Kyuhyun ke barisan kursi depan.

“oh, baiklah.” Akhirnya Taeyeon duduk bersebelahan dengan Kyuhyun.

“yes!” ucap Kyuhyun pelan sambil mengepalkan tangannya.

“mwo?”

“eh? A..aniya. Kajja, kita duduk  disana!”

Kyuhyun sangat menantikan saat-saat seperti ini. Ia membayangkan Taeyeon yang tidur di pundaknya. “eheheheheh…” Kyuhyun menyeringai sendiri membayangkannya. Namun saat ia menoleh ke sebelahnya, Taeyeon tidak juga terlelap. Ia masih asyik bermain game di ponselnya. Hal itu sedikit membuatnya kecewa. Semula ia mengira Taeyeon akan segera tidur karena kelelahan di tambah dengan flunya dan juga karena waktu sudah sangat larut. Hingga hampir satu jam pesawat itu membawa mereka, Taeyeon belum juga tidur. Padahal yang lain sudah terlelap sejak memasuki pesawat itu.

“kau tidak ngantuk?” tanya Kyuhyun.

“aniyo.” Jawab Taeyeon.

“kalau ngantuk, bersandar saja ke pundakku.” Ucap Kyuhyun menepuk pundaknya.

“ne, gomawo. Tapi aku belum mengantuk sekarang.”

“baiklah.”

Kyuhyun kembali menunggu Taeyeon menyandarkan kepalanya namun ternyata Taeyeon masih terjaga. Bahkan dirinya sudah lelah menahan matanya yang semakin berat.

“kalau ngantuk tidur saja.” ucap Taeyeon membuat Kyuhyun langsung melebarkan kembali matanya.

“ah, aniya. Aku belum….” Kyuhyun belum sempat menyelesaikan ucapannya, ia sudah terlelap duluan. “zz..zzz..”

Taeyeon tertawa kecil melihat namja itu. “belum ngantuk apanya?” gumam Taeyeon membetulkan posisi kepala Kyuhyun yang sedikit miring. “kalau miring begini, lehermu akan sakit.” Taeyeon memperhatikan wajah Kyuhyun yang tidur dengan mulut sedikit terbuka, “bagaimana aku bisa tidur kalau kau ada di sebelahku? Apa kau tidak tahu kalau aku sangat gugup?” batin Taeyeon.

Sementara itu di belakangnya, tampak Donghae menatap Taeyeon yang tengah memperhatikan Kyuhyun. “apa kau benar-benar tidak pernah melihatku seperti kau melihat Kyuhyun?”

**

Setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam, akhirnya rombongan SM TOWN tiba di bandara Incheon. Mereka segera bergegas menuju dorm masing-masing untuk beristirahat karena beberapa jam lagi mereka harus datang ke kantor SM di daerah Gangnam.

Beberapa jam kemudian mereka tiba di kantor SM, para leader langsung menuju ruang rapat untuk mengadakan evaluasi SM TOWN di Jakarta yang baru saja mereka gelar. Sedangkan para member ada yang menunggu di dorm dan ada juga yang turut ikut ke kantor SM.

Lee Sooman memberikan pendapatnya tentang SM TOWN INA dan kini saatnya ia memberikan jadwal baru untuk artis-artisnya yang ia berikan pada manager masing-masing.

“Taeyeon-noona!!” teriak Baekhyun dan Sehun membuat Taeyeon menoleh saat ia baru saja keluar dari ruang rapat itu dan berjalan menuju lift.

“oh, hei.” Jawab Taeyeon dengan lesu.

“noona, wae? Apa kau sakit?” cemas Baekhyun. “wajahmu terlihat pucat. Ku dengar kemarin noona flu?” *jiwa fanboy Bacon kumat.kkkk*

“hm? Ah..ani.” jawab Taeyeon menyunggingkan senyumnya. “kalian mau kemana?”

“kita mau ke studio dance tapi karena melihat noona disini, jadi kita kesini dulu sekedar menyapa.” Jawab Sehun.

“oh, kalau begitu, cepatlah. Nanti kalian dimarahi manager.”

“hmm..baiklah. tapi…ini dulu.” CHU~ Baekhyun mendaratkan ciumannya di pipi kanan Taeyeon lalu lari terbirit-birit.

“ya! Byun Baekhyun!” teriak Taeyeon.

“dasar, tidak sopan!” cela Sehun. “noona, aku juga pergi dulu ya. Annyeong~” CHU~ lagi-lagi Taeyeon menerima ciuman kejutan di pipi dari kedua member EXO itu.

“ya! Oh Sehun!!” Taeyeon meneriaki Sehun yang lari sambil tertawa-tawa. “aissh! Dasar usil!!”

Taeyeon kembali berjalan sendirian menuju lift. Semenjak pulang dari Indonesia, tampaknya flunya semakin parah. Wajahnya tampak pucat dan ia merasa sedikit pusing. Begitu ia tiba di depan lift, setelah menunggu beberapa menit, pintu lift itu terbuka.

TING!

Taeyeon mengangkat wajahnya dan ia melihat seseorang di dalam lift itu.

“oh, Hae-oppa. Annyeong~” Ucap Taeyeon dengan suara yang lemah sambil berjalan masuk ke dalam lift itu dan lift itu segera tertutup.

Donghae tidak langsung membalas sapaannya, ia terlihat khawatir mendengar suara Taeyeon dan juga wajahnya yang pucat. “Taeng-ah, gwaenchana?”

“ne?”

“kau sakit?” Donghae meletakkan punggung tangannya di dahi Taeyeon. “kau demam.”

“gwaenchana. Hanya flu biasa.” Jawab Taeyeon sambil menahan kepalanya yang semakin pening.

“Kau sudah memeriksakannya ke dokter?” namun belum sempat Taeyeon menjawab, Taeyeon terkulai jatuh pingsan dan Donghae segera menahan tubuhnya. “ya! Taeng-ah! Wae??” panik Donghae. Ia menekan-nekan tombol lift itu agar segera terbuka dan membawanya keluar. “ya! Taeng, ireona!” Donghae mengguncang tubuh Taeyeon. Taeyeon tampak masih sadar namun ia sangat lemas dan tidak kuat untuk membuka kedua matanya sendiri.

TING!

Pintu terbuka, Donghae segera mengangkat tubuh Taeyeon keluar dari lift itu.

“ya! Hyung, kenapa dia??” kejut Key saat berpapasan dengannya.

“ia pingsan. Cepat panggil dokter!” perintah Donghae sambil membaringkan Taeyeon di sofa. Key segera mengambi ponselnya dan menelpon dokter kepercayaan keluarga SM.

Saat itu masih pagi dan para staff belum banyak yang hadir di kantor itu. Key memberitahu manager SNSD dan ia segera datang dengan raut wajah yang sangat cemas.

“bagaimana keadaannya??” panik manager  berkacamata itu. “kenapa bisa begini??”

Tidak lama kemudian, dokter datang dan segera memeriksa Taeyeon. “ia kelelahan dan kurang istirahat.” Ucap dokter. “sebaiknya biarkan ia istirahat 2 sampai 3 hari.”

“mwo??” kejut manager. “tapi..dia harus segera ke Jepang siang ini untuk promo album dan…”

“HYUNG!!” bentak Donghae tiba-tiba. “kondisi Taeyeon seperti ini apa kau tidak kasihan dengannya?! Kau tidak dengar ucapan dokter??”

“bukan begitu, Hae. Tapi ini soal profesional kerja..”

“bagaimana kalau kau berada di posisinya??” marah Donghae memotong ucapannya. “kondisinya lemah sampai pingsan begini kau masih bisa memikirkan profesionalisme pekerjaan??”

Manager itu menghela napasnya, “Hae, kau bukan anak baru kan disini? Kita semua tahu semua artis SM sangat sibuk dan hampir tidak bisa istirahat seharian. Kau sendiri tahu, paling lama bisa beristirahat itu hanya 2 jam.”

“apa kau tidak bisa memberinya waktu sebentar untuk memulihkan kondisinya? Kau lihat dia..”

“hei..” ucap Taeyeon yang baru sadar dari pingsannya. “kenapa ribut-ribut?”

“Taeyeon-ah, gwaenchana??” ucap Donghae di balas anggukan lemah Taeyeon yang masih merasakan pusing di kepalanya.

“masih pusing?” tanya Donghae lagi.

“sedikit.”

“baiklah. Aku harus kembali ke klinik.” Ucap dokter itu. “ini resepnya, jangan lupa kau harus meminumnya secara teratur.” Kata dokter itu lagi pada Taeyeon sambil memberikan resepnya pada manager SNSD lalu pergi dari tempat itu.

“oppa, jam berapa kita berangkat?” tanya Taeyeon.

“jam 1 siang.”

“Taeng-ah..” ucap Donghae tampak khawatir. “sebaiknya kau tunda dulu keberangkatanmu sampai kau benar-benar pulih.”

“gwaenchana. Masih ada waktu beberapa jam. Aku akan menggunakannya untuk beristirahat.” Sahut Taeyeon lalu berbalik pada managernya. “oppa, boleh aku minta waktu untuk istirahat sampai waktunya kita berangkat?”

“baiklah.”

“oppa, aku pergi dulu. Annyeong~” Taeyeon pun pergi dengan manajernya meninggalkan Donghae di tempat itu.

“ku harap kau baik-baik saja, Taeng. Saranghae.” Batin Donghae.

**

“MWO?? Taeng pingsan??” kejut Kangin membuat gempar dorm SuJu setelah mendengar laporan(?) Donghae.

“hyung, kau sudah bisa mengecilkan badanmu, apa kau juga bisa mengecilkan volume suaramu?” kesal Ryeowook yang merasa telinganya mendadak budek(?).

Kyuhyun pun berada di situ. Sama terkejutnya dengan Kangin namun ia tidak memperlihatkannya dengan tetap fokus pada PSPnya.

“aku akan ke dormnya.” ucap Kangin. “aku ingin memastikan dia baik-baik saja.”

“hyung, boleh aku ikut?” pinta Kyuhyun tiba-tiba membuat member yang lain mengerutkan keningnya. Kyuhyun menyadari tatapan hyung-hyungnya itu dan segera mengeles. “ah, aku mau mengambil CD game yang di pinjam Sunny.”

“memang Sunny pernah meminjam gamemu?” heran Sungmin.

“n..ne. Kemarin ia meminjamnya.” jawab Kyuhyun gelagapan.

“ya sudah, kajja!”

“boleh aku ikut juga?” Donghae menyusul keduanya sebelum membukakan pintu.

“baiklah. Masih ada yang mau ikut? Biar aku bisa memesan bus saja sekalian.” sahut Kangin sedikit kesal.

“aku ikut!” teriak Leeteuk yang baru keluar dari kamarnya. Ia baru saja selesai mandi dan mendengar pembicaraan mereka.

“ya! Ajussi, kau benar-benar mau di kerubuti fansmu?” tanya Yesung.

“maksudmu?” tanya Leeteuk dengan bingung.

“kau mau keluar hanya dengan mengenakan boxer polkadot merah seperti itu?”

Leeteuk menunduk melihat bagian bawahnya. “ommo! Aku lupa pakai celana! Raccoon, evil, ikan, tunggu aku jangan dulu berangkat!” Leeteuk segera lari menuju kamarnya.

“dasar orang tua. ckckckck..” ucap Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya.

**

Kangin, Kyuhyun, Donghae, dan Leeteuk tiba di depan dorm SNSD dan mereka segera menekan bellnya. Tidak lama kemudian, pintu di bukakan oleh Seohyun. Member yang lain tampaknya sedang ada kegiatan masing-masing.

“oh, oppadeul?”

“Seo, kudengar Taeyeon sakit. Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kangin sambil nyelonong(?) masuk.

“heh, raccoon! Kau pikir kau dimana? Main masuk saja!” sembur Leeteuk.

“gwaenchana, oppa. Masuk saja. Eonni sedang istirahat.” Seohyun mempersilahkan mereka masuk dan mengantarnya ke kamar Taeyeon. “apa perlu ku bangunkan?” tanya Seohyun sedikit berbisik.

“tidak usah. Nanti dia terganggu. Dia harus banyak beristirahat.” jawab Donghae. Namun tidak lama kemudian Taeyeon terbangun.

“kalian? kenapa kesini?” bingung Taeyeon sambil berusaha duduk.

“kau tiduran saja, Taeng.” suruh Leeteuk membaringkannya lagi.

“Donghae bilang kau sakit, jadi kami kesini untuk menjengukmu.” ujar Kangin.

Taeyeon menoleh pada Donghae, “oppa, kau berlebihan sekali. nan gwaenchana..”

“baik bagaimana kalau kau sampai pingsan begini??” pekik Kyuhyun tiba-tiba membuat semua terkejut dan beralih menoleh padanya. “ah..o..mm.. mian. Aku tidak bermaksud berteriak.” sambung Kyuhyun tergagap.

“oppa, kalian mau minum apa?” Seohyun mengalihkan pembicaraan. “aku ambil minuman dulu.”

Seohyun pun beranjak dari kamar Taeyeon. “Kyu, cepat bantu Seo!” Leeteuk mendorong Kyuhyun keluar dari kamar Taeyeon.

“tapi hyung..”

“sudah sana cepat!” gertak Kangin akhirnya Kyuhyun menurut.

Kyuhyun berjalan malas-malasan menuju dapur menghampiri Seohyun yang tengah mempersiapkan minuman.

“oh, oppa? Kenapa kesini? Tunggu saja disana, nanti aku bawakan minumannya.”

“gwaenchana. aku akan membantumu.”

“baiklah.” jawab Seohyun akhirnya. “ah, kalau tidak salah Sooyoung-eonni masih punya beberapa makanan kecil di atas lemari.”

“mwo? Apa sebegitu pelitnya dia pada makanan sampai menaruh makanan di tempat tinggi?” heran Kyuhyun.

“hehe.. begitulah.” sahut Seohyun menarik kursi dan mendekatkannya pada lemari.

“untuk apa kursi itu? kau mau naik? biar ku ambilkan saja.” tawar Kyuhyun.

“tidak usah. tolong peras saja jeruknya biar aku yang mengambil makanannya.”

“baiklah.”

Seohyun menaiki kursi itu dan karena lemari itu cukup tinggi, ia menjinjitkan kakinya. “ah, susah sekali.” gumam Seohyun sambil berusaha meraih makanan itu dengan tangan kanannya. Sementara Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat Seohyun yang tampak kesulitan. Namun tawa itu seketika berubah ketika Seohyun tampak kehilangan keseimbangannya.

“waaa….waaaah…” pekik Seohyun.

“Seohyun-ah!” cepat-cepat Kyuhyun berlari kearahnya dan menahan tubuh Seohyun sebelum terbentur lantai.

BRUGGHH!!

Seohyun mendarat tepat diatas tubuh Kyuhyun dan bibir mereka sedikit bersentuhan. Keduanya membelalakan matanya shock dengan kejadian itu.

Sementara itu di kamar Taeyeon..

“oppa, aku ke toilet dulu.” ucap Taeyeon.

“aku antar ya!” ucap Leeteuk .

PLETAK!!

Kangin menjitak kepalanya. “mau apa kau mengantar yeoja ke toilet? mengintip??”

“aissshh.. kau ini tidak sopan! ingat aku lebih tua darimu!”

“so what?” cuek Kangin dengan bahasa Inggrisnya yang lulus uji (Kangin : thank you, author. kau tidak mempermalukankuonion-emoticons-set-6-84 )

“sudah jangan bertengkar! kalian ini sudah tua masih saja suka bertengkar. Tidak ingat umur!” ejek Taeyeon sambil berjalan menuju toilet yang berada di dekat dapur. “dasar, sudah tua masih saja suka ri….” ucapan Taeyeon terhenti saat melihat pemandangan didepannya. Ia melihat Seohyun yang menindih Kyuhyun dan bibir mereka hampir bersentuhan. “Seo…” gumam Taeyeon tanpa sadar membuat Kyuhyun dan Seohyun tersentak dan segera kembali berdiri.

“eo..eonni..” ucap Seohyun tergagap..

“permisi. Aku mau ke toilet.” sahut Taeyeon segera meninggalkan keduanya menuju toilet.

Taeyeon masuk ke toilet itu dan menguncinya. Ia berdiri membelakangi pintu dan mengingat apa yang barusan dilihatnya. Ia terlihat masih shock dengan pemandangan itu. Tanpa sadar, air matanya segera menuruni kedua pipinya.

To be continue…

Akhirnya Only One di update juga.^^ walaupun kayaknya kurang seru onion-emoticons-set-6-41

Oh ya, FF yang sequel I Got A Boy special ulang tahun Taeyeon gak jadi di update. Filenya gak tau kehapus apa gimana, udah ilang ajaonion-emoticons-set-6-52Jadi gantinya ngebut bikin lanjutan yang ini.

Jangan lupa tinggalkan jejak~ onion-emoticons-set-6-14

Ashiya Says, “The Winner is….”

Haiiii onion-emoticons-set-2-100

Saatnya ngumumin pemenang event Thanks Give Away nih.. onion-emoticons-set-6-66onion-emoticons-set-6-147

Mian ya telat..janjinya jam 19.00 WIB, soalnya tadi di tempat author sempet mati lampu dan laptopnya lowbatt, terus udah idup susah masuk jaringan wifi’nya. onion-emoticons-set-6-134  Jadi author lari dulu ngisi modem ke toko matrial terdekat *eh?? onion-emoticons-set-6-26onion-emoticons-set-6-4

Nah, sekarang langsung aja ya ngasih tau pemenangnya. Buat yang belum beruntung jangan berkecil hati onion-emoticons-set-6-155 masih ada event-event lainnya, ok?

Author bingung milih pemenangnya soalnya jawabannya lengkap, bener dan banyak yang aktif juga di blog ini. Jadi author milihnya pake di undi aja kayak arisan. Hahaha..onion-emoticons-set-2-61 tapi tetep di liat dulu keaktifannya muncul di blog. 😀

Reader : udah thor buruan kasih tau pemenangnya!

Hoho..okeh, okeh.. Dan pemenang yang mendapatkan DVD Album Girls’ Generation Girls & Peace dan DVD Salamander Guru & The Gang adalaaaaaahh…. reader dengan username FARRAonion-emoticons-set-6-66onion-emoticons-set-6-69onion-emoticons-set-6-5

ashiya19.wordpress.comashiya19.wordpress.com

Selamat ya~~~ pm’in nama lengkap, alamat lengkap, sama nomor hp ke facebook author. ^^onion-emoticons-set-6-50

Untuk reader lain yang belum beruntung, jangan sedih ya! Masih banyak kesempatan lain di event-event selanjutnya~onion-emoticons-set-2-59

Sekali lagi, chukkae, Farra! Di tunggu PMnyaonion-emoticons-set-6-29.onion-emoticons-set-6-14

[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 4)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

“aku mau kabur!!” ujar Sooyoung pada Minho.

“selamat jalan.” sahutnya dengan tenang. “semoga berhasil.”

“aku serius, Choi Minho!!” pekik Sooyoung. “aku tidak main-main! aku benar-benar mau kabur dari perkemahan ini!

“jangan lupa kirim kartu.” kata Minho.

Sooyoung menyeretnya keluar dari bangsal utama seusai makan malam. Sooyoung menggiringnya ke tepi danau. Disana tidak ada siapa-siapa karena semua orang berkumpul di bangsal utama. Sooyoung menoleh ke arah perahu-perahu yang ditumpuk tiga-tiga di tepi air. Ia kembali teringat rambut Jessica yang pirang dan baju renangnya yang merah. Ia teringat bagaimana Jessica berenang menjauh, meninggalkannya di tengah danau. Dan juga Jessica telah berbohong pada Yuri sehingga ia yang mendapat masalah.

Sooyoung mengguncang-guncang pundak Minho, “kenapa kau tidak percaya? aku serius!” gertak Sooyoung. Namun Minho malah tertawa.

“orang yang baru makan kenyang jangan di guncang-guncang.” kata Minho yang kemudian bersendawa keras.

“ish! jorok!” gerutu Sooyoung. Minho hanya nyengir lebar. “jangan bercanda! Aku benar-benar tidak betah disini, Minho! Aku benci perkemahan ini. Disini tidak ada telepon yang bisa kita pakai. Aku tidak bisa menelepon eomma dan appa. Jadi aku terpaksa kabur!”

Raut wajah Minho berubah, ia baru sadar bahwa Sooyoung tidak main-main. “kau mau kabur kemana?”

“aku mau menerobos hutan.” jawab Sooyoung sambil menunjuk. “ada sebuah kota di balik hutan itu. Aku akan menelepon eomma dan appa dari situ supaya mereka bisa menjemputku.”

“andwae!”

“wae??”

“kita dilarang masuk hutan.” sahutnya. “Leeteuk pernah bilang hutan ini berbahaya, kan?”

“aku tidak peduli Leeteuk bicara apa! Pokoknya aku mau kabur!”

“Jangan terburu-buru, noona.” Minho mendesak. “kita belum satu minggu disini. Lebih baik kau tunggu saja dulu.”

“aku paling sebal kalau melihatmu sok kalem begini!” Sooyoung mendorongnya keras-keras dengan kedua tangan.

Minho kaget dan kehilangan keseimbangan hingga jatuh ke belakang. Ia terhempas ke lumpur tepi danau.

“akh!!”

“mian!” Sooyoung segera meminta maaf. “aku tidak sengaja. aku…”

Minho bangkit dengan susah payah. Punggungnya kotor oleh lumpur bercampur ganggang. Ia mengacungkan tinju sambil mencaci-maki. Sooyoung menghela napas. Sekarang adiknya sendiri pun marah padanya.

“apa yang harus kulakukan?” batin Sooyoung. “apa yang bisa kulakukan?”

**

Ketika Sooyoung kembali ke pondok, sebuah rencana baru mulai terbentuk dalam benaknya. Rencana yang benar-benar nekat. Rencana yang benar-benar berbahaya.

“besok!” gumam Sooyoung. “aku akan memberi pelajaran kepada mereka semua!”

-Chapter 4-

Keeseokan paginya Sooyoung terus memikirkan rencananya. Sebenarnya ia gugup sekali tapi ia tahu ia tidak boleh mundur.

Acara kelompok pada sore itu adalah renang bebas. Semua peserta sudah memiliki pasangan……..kecuali Sooyoung. Ia berdiri di tepi danau yang berlumpur dan memperhatikan peserta lain masuk ke air. Awan-awan putih tercermin di permukaan danau yang tenang. Serangga-serangga kecil tampak meluncur di permukaan air. Sooyoung memperhatikan makhluk-makhluk itu sambil memikirkan kenapa mereka tidak terbenam.

“Soo, sudah waktunya berenang!” seru Yuri. Ia bergegas menghampiri Sooyoung. Sooyoung membetulkan letak baju renangnya. Tangannya gemetaran. Ia benar-benar gugup. “kenapa kau tidak berenang?” tanya Yuri.

“a..aku belum dapat pasangan.” ujarnya tergagap-gagap.

Yuri memandang sekeliling untuk mencari seseorang untuk pasangan Sooyoung. Tapi semua sudah masuk ke air. “hmm..ya sudah, kau berenang sendirian saja. Tapi jangan ke tengah. Aku akan mengawasimu dari pinggir.”

“ne. Gomawo.” jawab Sooyoung tersenyum lalu segera menuju tepi air. Ia tidak ingin Yuri tahu bahwa baginya ini bukan acara renang biasa. Ia tidak ingin Yuri tahu bahwa ia telah merencanakan sesuatu yang akan membuat heboh.

Sooyoung melangkah ke air yang dingin itu. Segumpal awan melintas di depan matahari. Langit langsung bertambah gelap dan suhu udara pun turun. Kaki Sooyoung terbenam dalam lumpur di dasar danau. Di depannya ia melihat ratusan serangga kecil meluncur di permukaan air. Ia bergidik jijik. “kenapa aku harus berenang di air berlumpur yang banyak serangganya?” gumam Sooyoung. Ia menarik napas dalam-dalam dan terus melangkah maju. Ketika air yang dingin sudah hampir setinggi pinggang, ia membungkuk dan mulai berenang. Ia berenang berputar-putar dan membiasakan diri dengan air yang dingin.

Tidak jauh dari tempat Sooyoung berenang, Tiffany dan beberapa peserta yeoja lainnya sedang mengadakan lomba renang estafet. Mereka tertawa-tawa dan bersorak-sorai saat Taeyeon mencapai finish. Tampaknya mereka gembira sekali.

“sebentar lagi, mereka akan berhenti tertawa.” pikir Sooyoung menyeringai dan ia tersentak kaget saat tiba-tiba wajahnya terciprat air. Belum sempat ia berbuat apa-apa, wajahnya kembali di hujani percikan air. Baru kemudian ia sadar bahwa itu adalah ulah Minho. Ia muncul didepan Sooyoung dan menyemburkan air dari mulutnya ke wajah Sooyoung. “ish! Bagaimana bisa kau memasukkan air jorok ini ke dalam mulutmu!” seru Sooyoung. Minho hanya tertawa dan kembali berenang menghampiri pasangannya. “sebentar lagi ia juga akan berhenti tertawa. Mulai hari ini sikapnya akan lain padaku.” batin Sooyoung. “semua orang akan bersikap lain padaku.”

Namun baru saja Sooyoung berpikir begitu, tiba-tiba saja ia dihantui rasa bersalah. Ia berpikir seharusnya ia menceritakan rencananya itu pada Minho, bukan menjadikannya sasarannya. Tapi kemudian ia berpikir kembali, seandainya ia memberitahu Minho, ia pasti akan membujuknya untuk membatalkan rencananya. Atau ia akan memberitahu Yuri agar Yuri bisa mencegahnya. “tidak ada yang bisa mencegahku!” pikir Sooyoung.

Ia sudah merencanakannya sejak kemarin. Rencana yang sederhana namun pasti akan menimbulkan kehebohan. Ia akan berpura-pura tenggelam. Ia akan menyelam ke dasar danau, lalu tetap disana untuk waktu lama agar yang lain menyangka ia tenggelam. Sooyoung sanggup menahan napas untuk waktu lama. Ia bisa menyelam selama 2 sampai 3 menit. Cukup lama untuk membuat orang lain ketakutan. “semua akan panik. Termasuk Tiffany, Taeyeon, dan Jessica.” pikir Sooyoung. “semua akan menyesal karena telah bersikap begitu jahat padaku. Dengan begitu aku bisa memulai semuanya dari awal. Setelah kejadian di danau, semua orang di perkemahan ini akan bersikap ramah padaku. Semua mau menjadi pasanganku.”

Sooyoung menatap mereka semua yang asyik tertawa dan bersorak-sorai. Kemudian ia menarik napas dalam-dalam. Dan akhirnya menyelam ke dasar danau.

Air danau masih dangkal di bagian tepi. Tapi setelah itu dasar danau langsung curam. Sooyoung mengayunkan kakinya keras-keras untuk menjauhi para perenang lain. Kemudian menegakkan badan dan menurunkan kaki. Ia merapatkan tangan ke sisi badan dan membiarkan dirinya meluncur ke bawah. Ia membuka matanya saat meluncur ke dasar danau. Sekelilingnya tampak hijau. Hanya sedikit cahaya yang sanggup menerobos sampai ke bawah air.

Sooyoung membayangkan betapa sedihnya kedua orang tuanya jika ia benar-benar tenggelam. Seharusnya Sooyoung jangan dikirim ke perkemahan olahraga air! Sooyoung membayangkan mereka mengatakannya dengan perasaan penuh penyesalan.

Kaki Sooyoung menginjak dasar danau yang lunak. Segelembung udara lolos dari mulutnya. Ia merapatkan bibirnya untuk menahan udara. Perlahan-lahan ia naik ke permukaan. Ia memejamkan mata. Ia sengaja tidak bergerak untuk menimbulkan kesan tenggelam. Ia membayangkan kengerian di wajah Yuri ketika melihat tubuhnya melayang-layang dibawah permukaan air. Ia nyaris tertawa ketika membayangkan Yuri melompat ke danau untuk menyelamatkannya. Ia akan terpaksa mengorbankan celana tenisnya yang putih bersih.

Sooyoung memaksakan diri untuk tidka bergerak. Ia memejamkan mata rapat-rapat dan memikirkan Tiffany, Taeyeon, dan Jessica. Mereka akan merasa bersalah. Mereka akan menyesal seumur hidup karena bersikap buruk padanya. Gara-gara kejadian ini, mereka akan sadar betapa jahatnya mereka padanya. Lalu mereka akan mau bersahabat dengannya. Itulah yang ada dipikiran Sooyoung. Ia membayangkan mereka akan menjadi sahabat karib dan akan menikmati liburan musim panas yang menyenangkan.

Dada Sooyoung mulai sesak. Tenggorokannya mulai serasa terbakar. Ia membuka mulut dan melepaskan gelembung udara. Ia melayang dengan posisi tengkurap. Kakinya terjulur lurus ke belakang, sementara lengannya tergantung lemas di sisi badannya. Ia memasang telinga untuk mendengar teriakan panik. Mestinya sudah ada yang melihatnya.

Sooyoung menunggu teriakan meminta tolong. Teriakan yang memanggil-manggil Yuri. Tapi ia tidak mendengar apa-apa selain keheningan yang menguasai dunia bawah air. Ia kembali melepaskan gelembung udara. Dadanya terasa sesak sekarang, seperti mau meledak. Ia membuka mata. “apakah ada orang di dekatku? Apakah ada yang datang untuk menyelamatkanku?” batin Sooyoung. Namun yang ia lihat hanya warna hijau. Ia bingung kemana mereka semua? seharusnya Yuri sudah melihatnya. Tapi kenapa ia belum juga diangkat dari air?

Ia kembali membayangkan Yuri dengan celana tenisnya yang putih. Ia membayangkan tangan dan kakinya yang kecoklatan dan rambut panjangnya yang hitam. “Yuri, dimana kau?” batin Sooyoung. “apa kau tidak melihat aku sedang tenggelam? aku bilang kau akan mengawasiku dari tepi danau?”

Sooyoung sudah tidak tahan. Dadanya sudah hampir meledak. Seluruh tubuhnya serasa ditusuk-tusuk. Kepalanya serasa mau pecah. “apa mereka belum melihatku?” pelipisnya mulai berdenyut-denyut. Ia memejamkan mata namun kepalanya tetap pening. Ia menghembuskan sisa udara yang masih tersimpan di paru-parunya. Ia kehabisan napas, lengan dan kakinya mulai nyeri. dadanya serasa terbakar.

Tidak lama kemudian, ia melihat titik-titik berwarna kening cerah, walaupun matanya terpejam rapat. Titik-titik itu berputar-putar. Bertambah cerah, menari-nari di sekelilingnya. Mengelilingi tubuhnya yang seperti terbakar. Dadanya terasa meledak dan tiba-tiba saja ia merasa sangat kedinginan. Titik-titik kuning tadi semakin terang, seterang lampu sorot. Berputar-putar di sekeliling tubuhnya yang kaku. Ia menggigil kedinginan. Air dingin dan kotor masuk ke dalam mulutnya. Ia sadar ia menyelam terlalu lama. Tidak ada yang datang untuk menyelamatkannya. Ia berusaha melihat sekelilingnya namun titik-titik kuning itu terlalu terang. Ia tidak bisa melihat. Ia menelan seteguk air danau. Tidak bisa melihat dan tidak bisa bernapas. Ia sudah tidak kuat lagi. Ia tidak bisa menunggu lebih lama.

Sooyoung berjuang untuk muncul di permukaan tapi terasa berat. Kepalanya mendadak seberat satu ton. “harus naik!” sambil mengerahkan segenap kekuatannya, ia menggerakkan bahu keatas, menegakkan kepala. Ia berpaling ke tepi danau dan memicingkan matanya karena air yang mengalir di wajahnya.

Ia memicingkan matanya…tapi..tidak ada siapa-siapa! Sooyoung menoleh ke arah lain, tidak ada siapa-siapa! Tidak ada yang berenang. Tidak ada yang berdiri di tepi danau. “kemana mereka semua??” panik Sooyoung menggigil gemetaran.

Dengan susah payah ia berenang ke tepi. Kakinya mati rasa. Ia tidak merasakan lumpur di dasar danau ketika keluar dari air. Ia menggosok-gosok lengannya. Sentuhan tangannya tidak terasa di kulitnya. Ia juga tidak merasakan air yang mengalir turun di punggungnya. Ia tidak merasakan apapun!

“hei, dimana kalian?!” teriak Sooyoung. Tapi kemudian ia berpikir, apa ia memang bersuara? Apakah ia masih punya suara? Ia tidak mendengar apapun!

Sooyoung berjalan ke rumput dan menggoyangkan tubuhnya persis seperti puddle yang sedang mengeringkan bulunya. “kemana mereka?” gumam Sooyoung. Ia berjalan terhuyung-huyung sambil memeluk badannya sendiri. Semua perahu tampak berjajar dan terikat dalam posisi terbalik di tepi danau. “bukankah semua perahu sedang dipakai tadi?” gumam Sooyoung. “hei!” seru Sooyoung namun ia tidak bisa mendengar suaranya sendiri. “dimana kalian?” Ia melihat tidak ada siapapun di tepi danau.

Ia cepat-cepat berbalik dan nyaris kehilangan keseimbangannya, ternyata di air juga tidak ada siapa-siapa. Tidak ada seorang pun di sekitarnya! Ia berjalan melewati tumpukan ban dan perahu karet. Semuanya ditutupi terpal. “kenapa tidak dipakai? kenapa semuanya ditutupi terpal?” batin Sooyoung. “dan kenapa tidak ada siapa-siapa di danau?”

Sooyoung menggigil kedinginan ketika ia berjalan menuju bangsal utama. Ia terperanjat ketika melihat pepohonan. Semua daun telah gugur. Seperti di musim dingin. “aaaahhhhh!” Ia memekik tanpa suara. Ia tidak tahu apakah ada yang mendengarnya. “kenapa daun-daun telah gugur? Ini masih pertengahan musim panas!”

Ia mulai menyusuri jalan setapak ke bangsal utama. Ia kedinginan. Sangat kedinginan. Dan tiba-tiba sesuatu yang dingin mengenai pundaknya.

“salju?”

Butiran-butiran salju turun dari langit, tertiup angin. Pohon-pohon yang gundul berderak-derak. Ia menepis salju yang menempel pada rambutnya yang basah. “salju? tapi…ini tidak mungkin! Semuanya tidak masuk akal!” pikir Sooyoung. Ia kembali berteriak berharap ada yang mendengarnya. “tolooooong!”

Tak ada suara apapun selain dahan-dahan yang berderak-derak diatasnya. Ia berlari. Kakinya yang telanjang tak bersuara di tanah yang dingin. Pondok-pondok perkemahan mulai kelihatan ketika ia keluar dari hutan. Semua atap tertutup lapisan salju tipis. Tanah sama suramnya dengan langit. Semua pondok tampak gelap. Segala sesuatu serba kelabu. Ia berada di dunia yang dingin dan kelabu. Ia membuka pintu pondok pertama yang dilewatinya, “hei, aku butuh bantuan!” seru Sooyoung. Ia memandang ke sekeliling ruangan itu. Kosong, tidak ada siapa-siapa. Tak ada barang maupun pakaian berserakan. Pandangannya teralih ke tempat tidur, selimut, seprai, bahkan kasur…semuanya sudah diangkat. Sooyoung berpikir pondok itu sudah tidak dipakai lagi. Ia keluar dan berlari menyusuri deretan pondok. Semuanya gelap dan sunyi. Ia berlari menuju pondoknya yang berada di kaki bukit, setelah sampai ia menarik napas lega dan segera membuka pintunya.

“Tiffany? Taeyeon?” namun kamar itu kosong dan gelap. Kasur-kasur telah diangkat. Poster-poster telah di copot, tidak ada pakaian, tidak ada tas atau ransel. Tidak ada tanda-tanda bahwa tempat ini pernah di huni manusia. “dimana kalian?” seru Sooyoung lagi. “dimana barang-barangku?? Dimana tempat tidurku??” kejut Sooyoung. Ia memekik ketakutan dan berlari keluar.

Ia berlari menembus hawa dingin dengan pakaiannya yang basah. Ia melewati semua pondok dan membuka pintunya satu persatu sambil memanggil-manggil siapa saja yang bisa menolongnya. Ia masuk ke gedung utama. Sooyoung merasakan teriakannya bergema dari langit-langit yang tinggi namun ia tidak mendengar suara teriakan itu. Ia kembali berlari ke ruang makan. Bangku-bangku kayu yang panjang telah di tumpuk di atas meja. Dapur tampak gelap dan kosong. “kenapa jadi begini?” panik Sooyoung dengan tubuh gemetaran. “kemana mereka semua? kenapa mereka pergi? Bagaimana mungkin mereka pergi begitu cepat? Dan….mana mungkin sekarang sudah turun salju??”

Sooyoung kembali berlari keluar. Gumpalan-gumpalan kabut kelabu melayang rendah di atas permukaan tanah. Ia merangkul diri sendiri supaya lebih hangat. Ia ketakutan dan juga bingung. Ia berjalan dari satu bangunan ke bangunan berikutnya. Rasanya seperti berenang, berenang dalam kabut tebal.

Tidak lama kemudian ia mendengar sesuatu. Sebuah suara. Suara seorang yeoja. Ia sedang bernyanyi. Bernyanyi dengan suara melengking. “aku tidak sendirian!” seru Sooyoung. Ia mendengarkan nyanyiannya. Lagunya sedih dan dilantunkan dengan lembut. “dimana kau?” panggil Sooyoung. “aku tidak bisa melihatmu! kau dimana?”

Sooyoung mengikuti suara itu sampai ke gedung utama. Disana ia melihat seorang yeoja duduk di tangga teras yang terbuat dari kayu. “hei!” seru Sooyoung memanggil yeoja itu. “hei, apa kau bisa menolongku?” Yeoja itu terus bernyanyi, seakan-akan tidak melihat kehadiran Sooyoung. Sooyoung berjalan mendekatinya, kemudian ia sadar yeoja itu sedang menyanyikan lagu Seoul Camp Lake dengan suaranya yang kecil. Rambutnya panjang sebahu dan bergelombang. Wajahnya cantik, halus dan pucat. Sangat pucat. Ia mengenakan baju putih tanpa lengan. Butir-butir salju masih terus berjatuhan. Sooyoung menggigil, tapi tampaknya yeoja itu tidak kedinginan.

Ia bernyanyi sambil mengayunkan kepala ke kiri-kanan. Sooyoung menghampirinya sambil menepis butir-butir saju dari keningnya. Ia baru berpaling pada Sooyoung saat lagunya selesai. Kemudian ia tersenyum. “hai, Sooyoung.” sapa yeoja itu.

tumblr_m3dtxpikWh1r9kse8o1_500

“d..dari mana kau tahu namaku??” kejut Sooyoung.

Ia tersenyum lebar. “aku sudah lama menunggumu.” jawabnya. “namaku Yoona.” Ia bangkit, berbalik, dan mengeluarkan sesuatu dari balik tangga. Jubah mandi berwarna putih. Ia merentangkannya dan menaruhnya di pundak Sooyoung yang gemetaran. Tangannya begitu ringan, Sooyoung nyaris tak merasakan sentuhannya. Ia membantu Sooyoung menalikan tali pinggang kemudian ia mundur dan kembali tersenyum, “aku sudah menunggumu, Sooyoung.” ucapnya dengan suara pelan sekali, bagaikan bisikan angin.

“a..apa? menunggu?”

Ia mengangguk. Rambutnya berkibar-kibar setiap kali ia menggerakan kepala. “aku tidak bisa pergi tanpamu, Soo. Aku perlu pasangan.”

Sooyoung menatapnya dengan kening berkerut. “mana yang lainnya? kemana mereka? Kenapa hanya kita berdua yang ada disini?” Sooyoung menyeka sebutir salju yang menempel di alisnya. “Yoona, kenapa tiba-tiba sudah musim dingin?”

“kau mau jadi pasanganku, kan, Soo?”

“aku tidak mengerti, tolong jawab pertanyaanku!”

“kau mau berpasangan denganku, kan?” ia bertanya lagi dengan pandangan memohon, “sudah begitu lama aku menunggu seseorang yang mau berpasangan denganku, Soo. Lama sekali.”

“tapi, Yoona..”

Yoona mulai bernyanyi lagi. Sooyoung heran kenapa ia begitu sedih saat menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake itu? Kenapa ia tidak mau menjawab pertanyaan Sooyoung? dari mana ia tahu nama Sooyoung dan kenapa ia bilang ia sudah menunggunya?

“Yoona, tolonglah..” Sooyoung mencoba membujuk.

Sambil terus bernyanyi ia melayang ke teras gedung utama. Gumpalan-gumpalan kabut bergeser sedikit setiap kali ia bergerak. “oh!” Sooyoung memekik ketika sadar pandangannya bisa menembus tubuh Yoona. “Yoona?”

Ia melayang ke teras sambil mengayunkan kepala ke kiri dan ke kanan, seirama dengan lagu yang dinyanyikannya. “Yoona?” Yoona terdiam dan kembali tersenyum menatap Sooyoung. Butir-butir salju tersangkut di rambutnya.

“Soo, mulai sekarang kau pasanganku.” ia berbisik. “aku butuh pasangan. Setiap orang di Seoul Camp Lake perlu pasangan.”

“tapi..tapi kau sudah mati!” seru Sooyoung baru menyadarinya. “ia sudah mati dan aku pasangannya?” batin Sooyoung. “berarti….berarti aku juga sudah mati???”

To be continue…

Happy birthday, Taengoo!^^onion-emoticons-set-6-86onion-emoticons-set-6-101onion-emoticons-set-6-157onion-emoticons-set-6-158

Sebenernya author gak bisa bikin FF yang main castnya bukan Taeyeon, tapi coba-coba aja pake cast lain. biar gak Taeng mulu. hehe…

Oh ya, nanti jam 19.00 WIB author bakal ngumumin pemenang event Thanks Giveaway, jadi tongkrongin terus blog ini ya! Dan juga author bakal publish FF Oneshot special Taeng’s birthday sequel dari I Got A Boy. onion-emoticons-set-6-99 Di tunggu aja ya~

Tetap tinggalkan jejak ya~onion-emoticons-set-6-81onion-emoticons-set-6-72

[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 3)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-  

“AKU BENCI PERKEMAHAN INI!!” aku menjerit. Beberapa laba-laba kusingkirkan dengan menggunakan senter.

Dan tiba-tiba aku mendapat ide. Apa salahnya kalau aku membalas perbuatan Tiffany dan Taeyeon  padaku? Mereka telah mempermalukanku didepan semua peserta perkemahan. Padahal aku tidak berbuat apa-apa terhadap mereka.

Aku mengeluarkan baterai senter. Aku  menarik napas dalam-dalam, lalu aku membungkuk dan memasukkan segenggam laba-laba kedalam selongsong senter.

Isshh. Aku sampai merinding! Bayangkan saja aku harus memegangi laba-laba! Tapi aku tahu pengorbananku takkan sia-sia. Aku mengisi senterku dengan makhluk-makhluk hitam yang bergeliut tanpa henti. Setelah penuh. tutupnya kupasang lagi.

Kemudian aku mencari jalan pulang. Aku melangkahi pohon tumbang. Dalam waktu singkat, jalan setapak sudah ku temukan kembali. Sambil membawa senter dengan hati-hati, aku bergegas ke pondokku.

Aku berhenti didepan pintu. Lampu-lampu di dalam masih menyala. Aku mengintip lewat jendela yang terbuka. Tidak ada siapa-siapa didalam. Aku pun menyelinap masuk.

Aku menyibak selimut di tempat tidur Tiffany. Kemudian kutuangkan setengah dari laba-labaku ke tempat tidurnya. Selimutnya kurapikan kembali. Sekarang aku akan menuangkankan sisa laba-laba itu di tempat tidur Taeyeon  namun saat aku sedang menuangkannya, terdengar suara langkah di belakangku. Cepat-cepat aku merapikan selimut Taeyeon dan berbalik.

Seseorang muncul di pintu, “hei, apa yang kau lakukan?!”

-Chapter 3-

Jessica muncul di pintu.

“eo..eobseo!” jawab Sooyoung menyembunyikan senternya di belakang punggung.

Jessica menguap. “sepuluh menit lagi lampu-lampu harus dimatikan.”

“n..ne. araseumnida.” Jawab Sooyoung. Ia melirik ke tempat tidur Tiffany. Salah satu sudut selimutnya belum sempat ia rapikan. Tapi Tiffany tidak akan tahu, pikir Sooyoung.

Tanpa sadar, Sooyoung senyum-senyum sendiri. Tapi kemudian ia cepat-cepat pasang tampang serius tidak ingin Jessica melihatnya dan mencurigainya.

“besok kau ikut kegiatan apa?” tanya Jessica sambil berlalu menuju lemarinya mengeluarkan piyamanya. “renang bebas?”

“bukan. Dayung.” Jawab Sooyoung. “aku ingin naik perahu dayung yang kering dan aman. Aku tidak berminat mondar-mandir di danau kotor yang penuh ikan dan makhluk lainnya.”

“hei, aku juga!” seru Jessica.

Sooyoung hendak bertanya apakah Jessica mau jadi pasangannya untuk berdayung besok, namun Tiffany dan Taeyeon keburu masuk. Mereka melihat Sooyoung dan langsung tertawa terbahak-bahak mengingat keusilan mereka.

“seru sekali tarian yang kau bawakan waktu api unggun tadi,” ucap Tiffany menertawai Sooyoung.

“gayanya seperti kalau ada ular dipunggungmu!” Taeyeon menimpali dan mereka berdua kembali tertawa terbahak-bahak.

“tertawalah sepuas-puasnya. Beberapa menit lagi giliranku yang tertawa. Aku sudah tidak sabar.” Batin Sooyoung.

Beberapa menit kemudian, Jessica mematikan lampu.

Sooyoung berbaring di kasurnya yang keras dan menatap kasur Tiffany di atasnya. Ia cengar-cengir sendiri dan menunggu..

Menunggu..

Tiffany berbalik di tempat tidurnya. Sooyoung bisa mendengarnya menarik napas keras. Dan kemudian Taeyeon dan Tiffany mulai menjerit-jerit. Sooyoung tertawa keras, ia tidak sanggup menahan diri.

“aku digigit! Aku digigit!” panik Tiffany. Lampu-lampu dinyalakan kembali.

“tolong!” Taeyeon memekik. Ia melompat turun dari tempat tidur.

“aku digigit!” teriak Tiffany lagi. Ia dan Taeyeon melompat-lompat dan menggeliat-geliut. Mereka menepuk-nepuk lengan, kaki, dan punggung masing-masing. Sooyoung sampai harus menggigit bibir untuk menahan tawa.

“laba-laba! Mereka ada di mana-mana!” Taeyeon memekik. “akh!! Mereka menggigitku!” ia menarik lengan baju tidurnya, “akh!! Appo!” pekiknya mulai menangis.

Jessica berdiri di samping saklar lampu. Sooyoung masih duduk di tempat tidur menonton Taeyeon dan Tiffany yang masih disibukan oleh laba-laba itu. Tapi kemudian, ucapan Jessica menyingkirkan senyum dari wajah Sooyoung.

“Sooyoung yang menaruh laba-laba di tempat tidur kalian!” ia memberitahu Tiffany dan Taeyeon. “aku memergokinya mengotak-atik tempat tidur kalian waktu aku masuk tadi.”

“Dasar tukang ngadu!” batin Sooyoung. “Mungkin ia masih marah padaku karena aku menumpahkan obat asmanya.”

Sedetik kemudian terdengar suara ketukan pintu dan Jessica segera membukakannya.

“ada apa malam-malam begini ribut-ribut?” heran Leeteuk. Ia segera melihat Taeyeon yang sudah berurai airmata, “ya! Taeyeon-ah! Waegeurae?” paniknya menghampiri yeojanya itu. Ia tercengang melihat tangan dan kaki Taeyeon serta Tiffany yang memerah.

“oppa, Sooyoung menaruh laba-laba di tempat tidur Taeyeon dan Tiffany!” lapor Jessica pada Leeteuk.

“mwo?” kejut Leeteuk berganti menatap Sooyoung tidak percaya. “ah, sebaiknya kalian segera ke ruang P3K untuk memastikan laba-laba itu tidak beracun. Kajja!” Leeteuk pun membawa Taeyeon dan Tiffany menuju ruang P3K.

“kau ingin mereka masuk rumah sakit karena di gigit laba-laba itu??” sinis Jessica.

“mana ku tahu laba-laba jenis itu beracun.” Sahut Sooyoung tanpa bersalah, “lagi pula mereka pantas menerimanya karena telah mengerjaiku terlebih dahulu!”

Jessica hanya mencibir dan kembali ke tempat tidurnya.

Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan Tiffany masuk seorang diri.

“bagaimana luka gigitannya? Mana Taeyeon?” tanya Jessica menghampiri Tiffany.

“aku sudah di obati. Taeyeon terpaksa harus menginap di ruang P3K karena luka gigitannya cukup parah.” Jawab Tiffany dan ia melirik Sooyoung dengan tatapan marah.

“mianhae..” ucap Sooyoung namun Tiffany tidak menanggapinya.

“Sica, aku tidur denganmu ya. Aku takut laba-laba itu masih berkeliaran di tempat tidurku.” Jessica pun mengangguk.

“mereka tidak mau berteman denganku? Sepertinya mereka semakin tidak menyukaiku. Tapi…ya sudah, aku akan mencari teman lain.” Batin Sooyoung.

Sementara itu di ruang P3K, Leeteuk menunggui Taeyeon yang terus menangis kesakitan akibat gigitan laba-laba itu.

“uljima.” Leeteuk menyeka airmata Taeyeon.

“temani aku disini. Aku takut tidur sendirian disini.”

“ne.”

“kalau kau ngantuk berbaring saja di sebelahku.” Ucap Taeyeon menggeser tubuhnya memberikan sedikit tempat untuk Leeteuk.

“baiklah.” Leeteuk beranjak dan membaringkan dirinya disebelah Taeyeon dan memeluknya.

“gomawo, ajussi.”

Leeteuk tertawa mendengar ucapan Taeyeon, “cheonma, ajumma!” ucap Leeteuk semakin mengeratkan pelukannya.

“ajussi..”

“hm?”

“terlalu erat.” Ucap Taeyeon. “sesak.”

“o..oh..ne.” sahut Leeteuk tergagap dan melonggarkan pelukannya.

**

Keesokan pagi, di bangsal asrama, Sooyoung sarapan seorang diri. Diruangan itu ada 2 meja panjang yang membentang dari dinding ke dinding. Satu untuk anak laki-laki, satu lagi untuk perempuan.

Sooyoung duduk di ujung meja dan makan sereal tanpa berkata apa-apa. Semua yeoja yang duduk disitu asyik bercerita. Taeyeon sudah lebih baik dan kini ia duduk disamping Tiffany dan menatap Sooyoung dengan pandangan tidak menyenangkan.

Sooyoung mengacuhkan tatapan Tiffany dan Taeyeon, kini ia beralih melihat Minho di meja lain. Ia dan teman-temannya asyik bercanda. Minho menaruh sepotong kue panekuk di  keningnya, dan anak lain menepuknya sampai jatuh. “paling tidak ada yang gembira.” Pikir Sooyoung. Ingin rasanya ia menghampiri Minho dan memberitahunya betapa tertekannya ia di tempat ini. Tapi ia tahu pasti Minho akan menyuruhnya jangan terlalu serius. Karena itu Sooyoung memilih untuk diam di meja itu sambil mengunyah sarapannya.

“apakah keadaan nanti akan bertambah baik dalam kegiatan dayung?” batin Sooyoung.

**

Tiba waktunya kegiatan dayung. Peserta lain sudah mulai mendorong perahu masing-masing ke dalam air. Mereka semua sudah punya pasangan. Kecuali Sooyoung.

Yuri menghampiri Sooyoung. Pagi itu Yuri begitu sexy dengan pakaian yang dikenakannya. Tak sedikit namja yang bersuit-suit melihat kemolekan tubuhnya.

tumblr_lf7eo3qgSC1qb8lxuo1_500

“siapa namamu?” tanyanya sambil terus mengawasi peserta lain.

“Sooyoung.” Jawab Sooyoung. “aku mendaftarkan diri untuk kegiatan dayung, tapi…”

“kau perlu pasangan.” Yuri menyela. “cari pasangan dulu. Perahu-perahu disimpan disebelah sana.” Ia menunjuk, lalu berjalan menjauh.

Satu persatu perahu itu meluncur ke air. Gemericik air terdengar dimana-mana. Sooyoung bergegas ke tempat perahu sambil mencari pasangan. Sooyoung hampir menyerah saat ia melihat Jessica yang sedang menyeret perahunya ke air.

“kau sudah dapat pasangan?” tanya Sooyoung. Jessica menggelengkan kepala. “bagaimana kalau kita bergabung saja?”

“tidak usah.” Balas Jessica dengan ketus. “jangan-jangan ada serangan laba-laba lagi nanti.”

“oh, ayolah~!” Sooyoung berusaha membujuknya.

“kalian berpasangan?” tanya Yuri yang tiba-tiba sudah muncul di belakang Sooyoung dan Jessica.

“aniyo. Aku..”

“aku ingin berpasangan dengannya tapi ia tidak mau.” Sooyoung menyela. Jessica tampak kesal.

“kalau begitu bawa perahu kalian ke air.” Yuri memerintahkan. “tinggal kalian yang masih di darat.”

Jessica hendak memprotes tapi akhirnya ia angkat bahu dan menghela napas, “oke, Soo. Kajja.”

Sooyoung dan Jessica mengenakan jaket pelampung kemudian meraih dayung dan memegang haluan perahu. Mereka menyeret perahu itu ke air.

Perahu kecil itu berayun-ayun. Arusnya kecil namun ternyata cukup deras. Ombak kecil terus menjilati  tepi danau yang ditumbuhi rumput.

Jessica masuk ke perahu dan mengambil tempat duduk di depan. “terima kasih kau telah mempermalukanku didepan Yuri.” Ucap Jessica.

“aku tidak bermaksud..” Sooyoung berusaha menjelaskan namun Jessica cepat-cepat menyelanya.

“dorong perahunya!”

Sooyoung melemparkan dayungnya ke dalam perahu. Kemudian membungkuk dan mendorong perahu itu. Perahu meluncur, ia melangkah ke air dan memanjat masuk ke perahu.

“aduh!” perahu itu nyaris terbalik ketika Sooyoung menaiki perahu itu.

“ya! Hati-hati!” bentak Jessica. “huh, dasar! Begini saja tidak bisa!”

“mianhae.” Ucap Sooyoung. Ia tidak mau kehilangan pasangannya dan berusaha tidak membuat masalah lagi.

Sooyoung duduk di belakang Jessica. Perahunya berayun-ayun ketika mereka mulai mendayung.  Permukaan danau berkilau terkena pantulan sinar matahari pagi yang cerah. Keduanya membisu. Satu-satunya suara yang terdengar adalah gemericik air dari kayuhan dayung itu. Beberapa perahu berada didepan dan Jessica serta Sooyoung tertinggal jauh di belakang.

Jaket pelampung yang mereka kenakan membuat mereka gerah. Mereka melepas pelampung itu dan meletakkannya di dalam perahu itu. Mereka mendayung dengan kecepatan sedang. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu pelan.

Sooyoung menoleh ke belakang. Tepi danau tampak jauh sekali. Ia langsung merinding. Ia tidak terlalu pintar berenang. Mendadak ia ragu apakah ia bisa berenang ke tepi danau itu jika terjadi sesuatu.

“hei!” kejut Sooyoung saat perahu itu tiba-tiba terombang-ambing. “ah!!” Sooyoung berpegangan pada pinggiran perahu.

Sooyoung menoleh ke depan dan  ia terkejut melihat Jessica berdiri! “Sica, apa yang kau lakukan??!”

Perahu semakin oleng. Sooyoung mencengkram tepi perahu erat-erat. Jessica maju selangkah. Perahu bertambah miring. Air segera masuk dan  membasahi kaki Sooyoung. “Sica, stop!!” Sooyoung berteriak. “duduklah! Kau  mau apa??!!”

Jessica berbalik menatap Sooyoung sambil memicingkan mata. “selamat tinggal, Sooyoung!” ia membuka T-shirt yang menutupi baju renangnya, lalu membuangnya ke danau.

“andwae!!” Sooyoung memohon. “jangan tinggalkan aku disini. Aku tidak jago berenang! Bagaimana kalau perahunya terbalik?? Aku tidak sanggup berenang ke tepi danau!”

“gara-gara kau liburanku jadi kacau!” tukas Jessica dengan sengit. “gara-gara kau  juga aku  tidak boleh ikut perjalanan enam hari menjelajahi danau dengan perahu.”

“t..tapi aku tidak sengaja..” Sooyoung tergagap.

“dan kau juga mencari gara-gara dengan Tiffany dan Taeyeon,”

“a..ani!” Sooyoung berusaha menyela. “aku sudah minta maaf. Aku tidak bermaksud..”

Jessica bergeser sedikit, sehingga perahu itu oleng ke arah berlawanan. Kemudian ia bergeser lagi ke arah semula. Sekali lagi. Dan sekali lagi. Ia sengaja membuat perahu oleng, ia sengaja menakut-nakuti Sooyoung.

“jangan, Sica! Nanti perahunya terbalik!” Sooyoung memohon. Namun tingkahnya malah semakin menjadi. “aku tidak pandai berenang. Aku tidak bisa…”

Jessica mendengus kesal. Kemudian ia mengangkat tangannya, menekuk lutut, bertolak kuat-kuat dan terjun ke danau.

“ANDWAE!!!” pekik Sooyoung sementara perahu terombang-ambing dengan hebat. Air bercipratan ke segala arah.

Perahu itu oleng.. berayun-ayun.. dan akhirnya terbalik!

Sooyoung terpental dan disambut air danau yang dingin. Saking kagetnya, ia tidak bisa bergerak. Perahu itu terombang-ambing di  permukaan danau. Sooyoung terbatuk-batuk karena mulut dan hidung yang kemasukan air. Ia mengayunkan tangan dan kakinya. Dengan susah payah akhirnya ia berhasil naik ke permukaan air.

Terbatuk-batuk, menarik napas dalam-dalam. Ia melakukan itu berkali-kali. Sooyoung memandang sekeliling, dan melihat perahu mengapung dalam posisi terbalik. Sesaat kemudian napasnya mulai normal, begitu juga detak jantungnya.

Ia berenang ke perahu, memeluknya dengan sebelah tangan, dan berpegangan erat-erat. Sambil memicingkan mata karena silau, ia menoleh ke kiri-kanan untuk mencari Jessica.

“Sica? Sica? Dimana kau?” Sooyoung berbalik dan memandang ke segala arah. Dadanya seakan-akan di cengkram tangan-tangan dingin. “Sica? Sica? Kau bisa mendengarku?”

Sebelah tangannya berpegang pada perahu, dan tangan yang satunya lagi melindungi matanya dari sinar matahari. “Sica? Jessica!?” ia memanggil nama itu sekeras mungkin. Dan tidak lama kemudian, ia melihatnya. Sooyoung melihat rambut pirangnya yang berkilau terkena cahaya matahari. Ia juga melihat baju renangnya yang berwarna merah. Lengannya bergerak dengan mantap. Tendangan kakinya meninggalkan buih di permukaan air. Ia sedang berenang ke tepi danau.

Sooyoung berbalik dan mencari perahu-perahu lain. Sambil memicingkan mata, ia melihat semua perahu jauh di depan. Terlalu jauh untuk mendengar teriakannya. “mungkin perahunya bisa ku tegakkan lagi. Dan aku bisa naik lalu mendayungnya hingga ke tepi.” Gumam Sooyoung. “tapi…mana dayungnya??”

Sooyoung memandang ke arah perkemahan dan melihat Jessica yang berbicara dengan Yuri. Ia melambai-lambaikan tangan dan menunjuk-nunjuk ke danau. Menunjuk kearah Sooyoung. Peserta lain mulai berkerumun di sekeliling mereka. Kemudian terlihat Yuri menyeret perahu ke air.

“ia mau menyelamatkanku?” pikir Sooyoung. “sepertinya Jessica memberitahunya bahwa aku tidak sanggup berenang ke tepi.”

Anak-anak itu memperhatikan Sooyoung dan Sooyoung berpikir mereka menganggap dirinya payah yang tidak bisa berenang ke tepi namun Sooyoung tidak peduli dengan itu. Yang ia inginkan hanya bisa kembali ke daratan yang aman dan kering.

Yuri tidak butuh waktu lama untuk berdayung ke tempat Sooyoung mengapung. Saat Sooyoung naik ke perahunya, ia bermaksud segera berterima kasih namun Yuri tidak memberinya kesempatan berbicara. “kenapa kau melakukannya, Soo??”

“eh? Melakukan apa?” bingung Sooyoung.

“membalikkan perahu!!” Yuri mendesak. Sooyoung hendak memprotes tapi suaranya seakan-akan tersangkut di tenggorokan. Yuri menatapnya sambil mengerutkan kening, “Jessica bilang kau sengaja membalikkan perahu. Apa kau tidak tahu itu sangat berbahaya?!”

“tapi..tapi..”

“aku akan mengadakan pertemuan khusus karena kejadian ini.” Ujar Yuri. “keselamatan di air sangat penting. Semua peraturan harus selalu di taati! Seoul Camp Lake tidak akan ada kalau peserta tidak mentaati semua peraturan.”

“kenapa malah jadi begini?” gumam Sooyoung.

**

Yuri mengadakan pertemuan di bangsal utama. Dan semua peserta diwajibkan hadir. Ia kembali membahas semua peraturan keselamatan satu persatu. Setelah itu ia menjelaskan kembali tentang sistem pasangan.

Sooyoung duduk sambil menundukan kepala. Tapi setiap kali ia menoleh, ia melihat Tiffany, Taeyeon, dan Jessica melotot dengan gusar ke arahnya. Peserta yang lain juga menatapnya sambil mendelik. Sepertinya mereka semua menganggap Sooyoung sebagai penyebab pertemuan yang membosankan itu. Mungkin Jessica memberitahu mereka bahwa Sooyounglah yang membalikkan perahu itu.

“aku minta kalian menghapal kedua puluh peraturan keselamatan di air.” Kata Yuri membuat peserta itu semakin banyak yang melotot ke arah Sooyoung.

“mereka semua membenciku.” Batin Sooyoung. Ia menundukkan kepala dengan sedih dan tak ada yang bisa ia lakukan.

Lalu, tiba-tiba saja, Sooyoung mendapat ide.

**

“aku mau kabur!!” ujar Sooyoung pada Minho.

“selamat jalan.” sahutnya dengan tenang. “semoga berhasil.”

“aku serius, Choi Minho!!” pekik Sooyoung. “aku tidak main-main! aku benar-benar mau kabur dari perkemahan ini!

“jangan lupa kirim kartu.” kata Minho.

Sooyoung menyeretnya keluar dari bangsal utama seusai makan malam. Sooyoung menggiringnya ke tepi danau. Disana tidak ada siapa-siapa karena semua orang berkumpul di bangsal utama. Sooyoung menoleh ke arah perahu-perahu yang ditumpuk tiga-tiga di tepi air. Ia kembali teringat rambut Jessica yang pirang dan baju renangnya yang merah. Ia teringat bagaimana Jessica berenang menjauh, meninggalkannya di tengah danau. Dan juga Jessica telah berbohong pada Yuri sehingga ia yang mendapat masalah.

Sooyoung mengguncang-guncang pundak Minho, “kenapa kau tidak percaya? aku serius!” gertak Sooyoung. Namun Minho malah tertawa.

“orang yang baru makan kenyang jangan di guncang-guncang.” kata Minho yang kemudian bersendawa keras.

“ish! jorok!” gerutu Sooyoung. Minho hanya nyengir lebar. “jangan bercanda! Aku benar-benar tidak betah disini, Minho! Aku benci perkemahan ini. Disini tidak ada telepon yang bisa kita pakai. Aku tidak bisa menelepon eomma dan appa. Jadi aku terpaksa kabur!”

Raut wajah Minho berubah, ia baru sadar bahwa Sooyoung tidak main-main. “kau mau kabur kemana?”

“aku mau menerobos hutan.” jawab Sooyoung sambil menunjuk. “ada sebuah kota di balik hutan itu. Aku akan menelepon eomma dan appa dari situ supaya mereka bisa menjemputku.”

“andwae!”

“wae??”

“kita dilarang masuk hutan.” sahutnya. “Leeteuk pernah bilang hutan ini berbahaya, kan?”

“aku tidak peduli Leeteuk bicara apa! Pokoknya aku mau kabur!”

“Jangan terburu-buru, noona.” Minho mendesak. “kita belum satu minggu disini. Lebih baik kau tunggu saja dulu.”

“aku paling sebal kalau melihatmu sok kalem begini!” Sooyoung mendorongnya keras-keras dengan kedua tangan.

Minho kaget dan kehilangan keseimbangan hingga jatuh ke belakang. Ia terhempas ke lumpur tepi danau.

“akh!!”

“mian!” Sooyoung segera meminta maaf. “aku tidak sengaja. aku…”

Minho bangkit dengan susah payah. Punggungnya kotor oleh lumpur bercampur ganggang. Ia mengacungkan tinju sambil mencaci-maki. Sooyoung menghela napas. Sekarang adiknya sendiri pun marah padanya.

“apa yang harus kulakukan?” batin Sooyoung. “apa yang bisa kulakukan?”

**

Ketika Sooyoung kembali ke pondok, sebuah rencana baru mulai terbentuk dalam benaknya. Rencana yang benar-benar nekat. Rencana yang benar-benar berbahaya.

“besok!” gumam Sooyoung. “aku akan memberi pelajaran kepada mereka semua!”

**

To be continue..

[FF] Purple Butterfly (Chapter 5)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror
Rating : M
Language : Bahasa Indonesia
Disclaimer : This story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly
Copyright : ashiya19.wordpress.com

crimson butterfly

-Previous Chapter-

Kyuhyun dan Taeyeon lanjut jalan setelah penampakan itu hilang. Kemudian melewati tangga. Satu per satu mereka berjalan menuruni tangga. Terdengar suara, “Kalian datang ke tempat ini untuk tujuan ini.”

Suaranya sama persis dengan suara lelaki yang muncul di koridor tadi. Kyuhyun menoleh ke belakang namun tidak ada apa-apa kecuali Taeyeon. Kyuhyun mulai bersiap dengan kameranya. Untuk barjaga-jaga kalau-kalau makhluk halus itu menyerangnya. Tapi tiba-tiba Taeyeon berlari mendahului Kyuhyun. “kenapa dia?” pikir Kyuhyun.

Kyuhyun mengikutinya. Taeyeon berdiri tepat di tengah ruangan sambil menunduk. Kyuhyun melangkah mendekatinya.
Bulu kuduk Kyuhyun meremang, tubuhnya gemetaran. Kyuhyun bergumam, “Perasaan ini…”

Tiba-tiba terdengar jeritan yang memilukan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya terkejut dengan suara itu. Seperti jeritan seorang perempuan yang menjerit kesakitan. Tidak lama kemudian tampak sosok yeoja memakai hanbok putih, penuh darah dan sekitarnya berserakan mayat-mayat dengan kondisi mengenaskan. Tapi sosok itu perlahan berganti-ganti dengan Taeyeon. Kyuhyun menyentuh bahunya dari belakang, “Taeng, ada apa?”

Taeyeon mengangkat wajahnya. “Eh… eobseo.”

Kyuhyun menarik nafas lega. Ia bergerak ke pintu lain untuk melanjutkan perjalanan. “Oppa, kita harus keluar dari sini. Aku tidak mau membunuh lagi…” Gumaman Taeyeon terdengar oleh Kyuhyun.

Tidak mau membunuh lagi? Apa maksudnya itu. Aku tidak mengerti. Apa ia baik-baik saja? Ataukah makhluk-makhluk ditempat ini sudah….

-Chapter 5- onion-emoticons-set-4-9

“Taeyeon-ah, apa maksud kata-katamu itu?” tanya Kyuhyun dengan bingung namun Taeyeon tetap diam. “Taeng!” Kyuhyun menyentuh pundak Taeyeon hingga membuat yeoja itu terkesiap seperti baru tersadar dari dunianya sendiri.

“oh? Apa?” jawab Taeyeon seperti orang linglung.

“kau ini sebenarnya kenapa?” tanya Kyuhyun hati-hati. “kenapa sikapmu jadi aneh?”

“maksudmu?”

“kau berkata tidak mau membunuh lagi. Apa maksud ucapanmu itu?”

“apa aku berkata seperti itu?” tanya Taeyeon dengan wajah bingung. “aku tidak mengingatnya. Lagi pula…membunuh? Membunuh apa?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar jawaban Taeyeon. “Taeng-ah….”

“hm?”

“apa kau bisa ceritakan padaku saat kau menghilang? Siapa yang membawamu?”

Taeyeon tampak berpikir keras berusaha mengingat-ingat kejadian yang menimpanya, “seingatku….ada sekitar 5 namja memakai hanbok putih….dan mereka membawa tombak yang cukup panjang. Dan mereka juga mengacungkan tombak itu ke arahku agar aku ikut mereka.”

“kenapa kau tidak berteriak membangunkanku?” tanya Kyuhyun.

“aku sudah berteriak meminta tolong padamu sambil terus berontak di tangan mereka. Tapi kau tidak juga bangun bahkan tidak bergerak sama sekali..”

Kyuhyun menghela napasnya, “mianhae…”

“saat itu aku benar-benar takut. Mereka memaksaku untuk mengikuti mereka ke suatu tempat.”

“kemana?”

“molla. Aku tidak ingat.” Jawab Taeyeon menundukan kepalanya. “tapi terakhir yang ku ingat aku melihat sebuah foyer besar menuju gua yang besar. Dan setelah itu….aku tidak ingat apa-apa. Dan begitu aku sadar, aku sudah berada di dalam rumah gelap ini sendirian.”

fatalFrame2_1_thumb

Kyuhyun menatapnya dengan pandangan menyesal, “seharusnya aku bangun dan melepaskanmu dari mereka. Aku minta maaf..” Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“oppa, cepat kita keluar dari sini. Aku takut berada di rumah ini.”

“ne. kajja!”

Mereka kembali melanjutkan berjalan mencari pintu yang sesuai dengan kunci kupu-kupu yang mereka temukan. Tidak lama kemudian, mereka berhadapan dengan sebuah pintu besar.

“kita coba pintu ini. Mudah-mudahan ini jalan keluarnya.” Ucap Kyuhyun.

Saat Kyuhyun akan memasukan kunci itu, tiba-tiba Taeyeon menjerit.

“AAARRRGHHHHHH!!!”

“Taeyeon!!!” Kyuhyun membelalakan matanya melihat Taeyeon yang di kerubuti puluhan pasang tangan  roh yang mengerubunginya dan ada pula yang mencoba mencekiknya. Kyuhyun mencoba menghalau tangan-tangan yang menggapai-gapai seluruh tubuh Taeyeon namun tidak berhasil karena ia tidak dapat menyentuh tangan-tangan roh itu.

Kyuhyun mengambil kamera obscuranya dan memotret tangan-tangan itu berkali-kali hingga akhirnya lenyap.

Kyuhyun menarik napasnya dan menghampiri Taeyeon yang menangis shock karena serangan tiba-tiba itu.

“tenanglah, mereka sudah pergi. Uljima.” Ucap Kyuhyun memeluk Taeyeon berusaha menenangkannya.

Namun tampaknya Kyuhyun dan Taeyeon belum bisa bernapas lega. Tiba-tiba dari arah lain muncul sesosok roh aneh berbentuk manusia namun memiliki banyak tangan. Tangan yang menyerang Taeyeon tadi. Namun jumlahnya lebih banyak lagi. Makhluk itu tidak mendekat namun tiba-tiba beberapa dari tangan-tangan itu, terbang dan menyerang kearahnya.

Taeyeon segera bersembunyi dengan berjongkok dibelakang Kyuhyun berharap makhluk itu tidak menyerangnya lagi. Sementara Kyuhyun berusaha menghalau tangan-tangan itu hingga tangan-tangan itu bergerak kembali menuju makhluk aneh itu.

Roh itu berjalan perlahan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun segera memotret roh itu hingga beberapa kali terpental. Namun sepertinya lawannya kali ini cukup tangguh. Ia cukup sulit untuk dilawan. Terlebih jika tangan-tangan itu melayang menjauh dari roh itu dan menyerang Kyuhyun.

Kyuhyun berhasil membuat tangan-tangan yang berusaha mencekiknya itu kembali mundur pada roh itu. Tiba-tiba roh itu menghilang. Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari kemana perginya roh itu.

“apa ia sudah pergi?’ gumam Kyuhyun.

Sedetik kemudian Kyuhyun kembali di kejutkan karena roh itu tiba-tiba sudah berada didepannya dan berusaha mencekiknya. Kyuhyun berontak hingga kamera itu terjatuh. Taeyeon mengambil kamera itu dan memotret roh yang hampir membuat Kyuhyun kehabisan udara itu hingga akhirnya ia lenyap.

“gwaenchana?” cemas Taeyeon melihat Kyuhyun yang megap-megap mencari udara.

Kyuhyun menganggukan kepalanya sambil terengah-engah dan memastikan bahwa Taeyeon tidak apa-apa.

Kyuhyun memasukan kunci dan…CKREK!!

Pintu itu berhasil terbuka dan memang itu adalah jalan keluar dari rumah seram itu.

Perlahan Kyuhyun membuka pintu itu dan menghasilkan bunyi deritan yang membuat suasana semakin mencekam.

“akhirnya kita bisa keluar!” seru Kyuhyun.

“ne. syukurlah.”

“sekarang kita harus kemana?” gumam Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat itu dan tiba-tiba ia melihat seorang perempuan mengenakan hanbok dan berjalan memunggunginya. “siapa itu?”

Taeyeon menoleh ke arah yang di tunjuk Kyuhyun, “itu….Yuri?!!” seru Taeyeon membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“kau mengenalnya?”

“ne! Dia yang membebaskanku dari orang-orang yang menculikku dan membawaku ke rumah ini.”

“apa dia juga…..hantu?”

“molla.” Jawab Taeyeon terus melihat sosok yang ia sebut Yuri berjalan menjauh darinya. “tapi ia tidak jahat. Ia juga berkata akan membantuku keluar dari tempat ini.”

“benarkah? Kalau begitu, kita harus mengejarnya!” usul Kyuhyun yang di balas anggukan Taeyeon.

Mereka mulai mengejar Yuri, “YURI-SSI!!” teriak Taeyeon memanggilnya namun ia tidak menoleh dan terus berjalan.

“YURI-SSI!!” teriak Kyuhyun.

Mereka terus mengejarnya hingga Yuri berbelok dan saat mereka berbelok, tidak ada siapa-siapa. Keadaan di situ sangat sunyi.

“kemana dia?” gumam Kyuhyun kebingungan.

“disana!” seru Taeyeon menunjuk kearah lain dan segera bergegas mengejarnya. Namun lagi-lagi, Yuri menghilang.

“sebenarnya makhluk apa dia?” pikir Kyuhyun.

“sepertinya ia tengah membantu kita menemukan jalan keluar.” Ucap Taeyeon membuat Kyuhyun menoleh.

“benarkah?” tanya Kyuhyun.

Ia berniat meraih tangan Taeyeon untuk segera kembali mencari wanita itu, namun saat ia memegang tangan Taeyeon, tiba-tiba gambaran hitam putih muncul di benaknya. Kyuhyun dapat membaca pikiran Taeyeon lagi.

“sementara kau disini saja. Tempat ini cukup aman.” Ucap Yuri pada Taeyeon saat ia membawanya ke rumah menakutkan itu.

“tapi…rumah ini tampak menakutkan..”

“kau tenang saja.” Yuri hendak beranjak pergi dari tempat itu namun Taeyeon segera menahannya.

“kau mau kemana? Kau tidak akan meninggalkanku sendirian disini kan??” panik Taeyeon ketakutan.

“aku akan memanggil temanmu untuk membawamu pergi dari tempat ini.”

“teman?”

“ne. Teman priamu. Kau datang ke desa ini bersama dia, kan? Cho Kyuhyun?”

“dari mana kau tahu?”

Yuri hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan Taeyeon. Ia sudah pergi meninggalkan Taeyeon di rumah itu.

Kyuhyun tersentak setelah membaca pikiran Taeyeon.

“apa kau bertemu dengan Yuri sebelum akhirnya kau menemukanku?” Tanya Taeyeon.

“ani.” Jawab Kyuhyun tampak bingung dengan apa yang dialaminya. “Taeyeon-ah…apa kau terus berada di rumah itu sampai aku menemukanmu?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Taeyeon. Kyuhyun terkesiap, “lalu siapa ‘Taeyeon’ yang aku temui itu? Apa itu Yuri? Yuri yang menunjukan jalan dimana keberadaan Taeyeon?” batin Kyuhyun.

“oppa? Wae? Kau memikirkan apa?”

“oh, eobseo.” Jawab Kyuhyun.

“kita harus kembali mencari Yuri. Ia satu-satunya harapan kita keluar dari desa yang menakutkan ini.”

Mereka terus mengikuti jalan itu sementara Kyuhyun terus memikirkan Yuri.

“apa Taeyeon yang kutemui itu memang Yuri? Tapi…siapa dia? Kenapa ia mau membantu kami? Dan juga…sebenarnya ia makhluk apa? Apa dia juga salah satu dari roh yang ada di tempat ini?” batin Kyuhyun.

“oh! Dia disana!” seru Taeyeon menunjuk Yuri berjalan menuju bukit dan tiba-tiba saja ia menghilang didepan mata Kyuhyun dan Taeyeon hingga membuatnya terkejut. “jadi…..ia bukan manusia?” gumam Taeyeon tampak sedikit ketakutan.

Kyuhyun semakin yakin bahwa “Taeyeon” yang ia temui di awal adalah Yuri yang menjelma menjadi Taeyeon agar bisa memberikan petunjuk keberadaan Taeyeon.

“sepertinya ia menyuruh kita naik ke bukit itu.” Ucap Kyuhyun yang dibalas anggukan setuju Taeyeon.

Akhirnya Kyuhyun dan Taeyeon berjalan menaiki bukit itu. Kyuhyun terus menggenggam tangan Taeyeon dan memastikan ia berada disampingnya.

“semoga kita bisa cepat pulang.” Ucap Taeyeon.

“ne.”

“Yuri-ssi, apa kau mendengarku?” gumam Taeyeon tiba-tiba membuat Kyuhyun menoleh, “terima kasih sudah menunjukan jalannya.”

Kelegaan mereka ternyata tidak bertahan lama. Saat berada di bawah anak tangga yang memiliki foyer besar berwarna merah, tiba-tiba muncul puluhan roh yang mendekati Kyuhyun dan Taeyeon. Keduanya membelalakan mata melihat sekumpulan roh-roh itu.

fatal-frame-2-crimson-butterfly-20040823044614236-000-horz

Blinded-horz

“oppa.. eottokke? Jumlah mereka banyak sekali..” lirih Taeyeon memegang tangan Kyuhyun dengan erat dan segera bersembunyi di belakangnya.

Kyuhyun segera mengeluarkan kamera obscuranya dan memotret roh-roh itu secepat mungkin sebelum mereka menyerangnya. Tampak beberapa dari mereka ada yang membawa senjata tombak dan perisai. Seperti hendak berperang.

Banyaknya jumlah roh-roh itu membuat film di kamera obscura Kyuhyun menipis sementara roh-roh semakin bertambah entah mereka datang dari mana.

KREK! KREK!

Kyuhyun menekan tombol shooter itu tapi roh-roh itu tidak mundur. Ia kehabisan filmnya. Saat kebingungan tiba-tiba Taeyeon menjerit di belakangnya dan begitu ia berbalik, 2 roh berusaha membawa Taeyeon.

“TAEYEON!!!” teriak Kyuhyun melihat Taeyeon yang diseret kedua roh itu dan Taeyeon terus meronta-ronta sambil terus berteriak di tangan kedua roh itu. Ia tidak dapat mencegah kedua roh itu karena puluhan roh itu menahannya di tempat. “TAEYEON!!!” teriak Kyuhyun lagi melihat Taeyeon yang sudah hilang dari pandangannya di bawa roh itu. Tidak lama kemudian, puluhan roh itu juga ikut menghilang meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat sunyi dan gelap itu.

Kyuhyun jatuh merosot ke tanah dan ia mulai menitikan airmatanya karena menyesal tidak bisa mencegah roh-roh itu membawa Taeyeon lagi. “Taeyeon-ah…mianhae..jeongmal mianhae..” lirih Kyuhyun terisak.

Sesaat kemudian, ia kembali bangkit dan melihat sesuatu yang tampak bersinar di tanah. Sebuah film untuk kameranya.

Type_14_film1

Kyuhyun segera memasang film itu. Ia yakin siapapun atau apapun itu ada yang sedang membantunya. Jika tidak, darimana datangnya film kamera itu? Mungkin saja itu Yuri?

“aku harus membawa Taeyeon kembali!” ucap Kyuhyun kemudian berlari kearah roh-roh itu membawa Taeyeon. Ia berlari menaiki tangga sambil terus menyalahkan dirinya yang membawa yeoja itu ke tempat berbahaya seperti ini.

Setelah berlari jauh, ia tertegun. Kini ia baru menyadari bahwa ia berada di desa itu lagi. Jadi ia berlari memutari desa itu. Dalam kebingungan itu, tiba-tiba ia teringat namja yang terkurung didalam ruangan sempit di belakang sebuah rumah. Ia segera mencari rumah itu dan setelah menemukannya, ia segera melongokan kepalannya ke dalam ruangan itu melalui jendela kecil di dindingnya.

“jogiyo! Apa kau masih disini??”

“nugu?” balas seseorang dari dalam.

“ini aku yang beberapa lalu kemari.. aku membutuhkan bantuanmu. Kau bilang kau bisa membantuku keluar dari sini dan juga apa kau bisa membantuku menemukan kembali seseorang? Ia barusan di bawa oleh roh-roh jahat!”

Orang itu terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata, “apa kau melakukan sebuah dosa di desa ini?”

“eh?”

“apa kau kesini dengan seorang yeoja dan berhubungan intim dengannya?”

“a..apa maksudmu??” tanya Kyuhyun tergagap.

“ini adalah desa suci. Jika ada yang melanggar adat desa ini, mereka harus menerima kutukannya.”

“aku tidak mengerti.”

“menurut cerita rakyat disini, puluhan tahun yang lalu ada seorang yeoja bernama Jieun. Ia keturunan dari keluarga Lee dan pamannya adalah seorang pendeta di desa ini yang sangat di segani warga.” Orang itu mulai bercerita. “Jieun sangat cantik dan banyak di puja pemuda desa ini. Suatu hari ada seorang namja dari luar desa ini yang jatuh hati padanya. Namanya Lee Hyukjae. Mereka saling tertarik hingga akhirnya mereka melakukan sesuatu yang di luar batas. Warga mengetahuinya dan segera menyeret mereka menuju Hellish Abyss.”

“Hellish Abyss? Apa itu?” tanya Kyuhyun.

“Hellish Abyss adalah sebuah lubang yang biasa di gunakan untuk para pelanggar adat. Mereka akan menjalani ritual mencekik dan salah satunya akan di lempar ke lubang Hellish Abyss itu.”

300px-Hellish_abyss

“MWO??” kejut Kyuhyun. “lalu…kenapa disini banyak roh-roh yang berkeliaran?”

“itu adalah akibat kesalahan saat ritual yang dijalankan Jieun dan Hyukjae. Sehingga roh-roh itu menjadi bagian dari kutukan tersebut. Siapapun yang melanggar adat itu, roh-roh akan bangkit kembali hingga pelanggar itu bisa menutup kembali kutukannya dengan menjadi tumbal Hellish Abbys itu.”

Flashback

Saat itu Hyukjae berniat menggagalkan ritualnya. Pendeta dan puluhan pengikutnya berkumpul di Hellish Abyss itu. Jieun berbaring di atas batu persembahan. Ia yang akan di lemparkan ke lubang Hellish Abyss itu dan Hyukjae yang mencekiknya hingga mati.

Pendeta yang juga merupakan paman dari Jieun dan juga para pengikutnya menghentak-hentakkan tongkatnya yang terbuat dari besi hingga menghasilkan dentingan nyaring. Pendeta itu memimpin membacakan mantra yang bertujuan menghilangkan kesadaran mereka agar tidak ragu-ragu saat melakukan ritual itu.

Ritual dimulai, Hyukjae berjalan mendekati Jieun. Namun rupanya ia memiliki rencana untuk menyelamatkan Jieun dari ritual itu. Ia tidak terkena oleh mantra itu. Ia masih berada dalam kesadarannya. Ia berpura-pura terkena mantra itu dan mendekati Jieun. Sedetik kemudian ia beralih dan menyerang pendeta itu dan mencekiknya. Namun, pengikutnya cepat-cepat bertindak. Mereka melepaskan cekikan Hyukjae dari pendeta itu dan memukulinya hingga ambruk ke tanah. Bahkan ada yang mengayunkan tongkat besinya ke tubuh Hyukjae. Mantra yang terhenti itu membuat Jieun sadar dari pengaruhnya dan ia langsung terkejut melihat Hyukjae yang sudah meregang nyawa di tangan para pengikut itu.

“ANDWAE!!!!” pekik Jieun membelalakan matanya. Dengan penuh amarah, ia merebut pedang yang dipegang salah satu pengikut itu dan membantai mereka semua termasuk pamannya sendiri yang merupakan pendeta yang memimpin mereka melakukan ritual ini.

Semua orang tergeletak bersimbah darah. Jieun terengah-engah setelah melakukan pembantaian brutal itu. Tubuhnya dan juga hanboknya yang semula putih bersih kini penuh dengan darah orang-orang yang ia bantai.

fatalframe2_e3_1200_screen003

anggap aja itu pake hanbok ya! xD

Dengan airmata yang mengalir, ia membuang pedang itu dan mendekati Hyukjae yang sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi mengenaskan. Jieun menangis memeluk Hyukjae.

Tanpa disadari Jieun, salah satu pengikut itu yang juga mengenakan pakaian pendeta, masih hidup dan berjalan kearahnya sambil membawa pedang yang dipakai Jieun untuk membunuh.

“Jieun-ah…” panggil orang itu membuat Jieun tersentak dan begitu ia berbalik, orang itu segera menancapkan pedang itu ke perutnya. Jieun menjerit kesakitan dan membelalakan matanya merasakan perihnya pedang yang menusuk perutnya. Sedetik kemudian, orang itu mencabut pedangnya dan Jieun pun jatuh tak bernyawa di samping Hyukjae.

Orang itu menatap Jieun yang sudah tewas dan mulai menitikan air matanya.

“Jieun-ah,maafkan  appa…” ucap orang itu. Ia mengangkat pedang itu menebas lehernya sendiri.

Flashback End

“menurut cerita, orang yang dilempar ke Hellish Abyss itu akan berubah menjadi kupu-kupu. Jika kau menemukan kupu-kupu berwarna ungu, itu adalah korban ritual Hellish Abyss.”

Kyuhyun tercekat mendengar cerita orang itu. “lalu apa yang terjadi dengan yang mencekiknya?”

“begitu ritual selesai, roh-roh itu akan menghilang dan meninggalkan pencekik itu sendirian menyesali perbuatannya. Tidak sedikit pula yang memilih bunuh diri di tempat itu.”

“jadi…kami harus menerima kutukan itu dan melakukan ritualnya?”

Orang itu tidak langsung menjawab, “aku juga berada disini karena berniat menggagalkan ritual yang dijalankan kedua temanku. Aku pikir ritual seperti ini sudah tidak perlu di lakukan di jaman sekarang. Teman-temanku itu tidak mengetahui adanya kutukan itu dan mereka melakukannya. Akhirnya kutukan itu terjadi lagi dan mereka harus menjalani ritualnya. Mereka adalah Taeyang dan Yuri..”

“YURI???” kejut Kyuhyun mendengar nama itu.

“ne. apa kau mengenalnya?”

“aku bertemu dengannya, dia juga yang memberiku petunjuk agar bisa bertemu yeojaku.”

“benarkah??” tanya orang itu terdengar antusias. “apa dia selamat? Apa kau juga bertemu Taeyang?”

“aku rasa……mereka tidak berhasil menghindari ritual itu.” Ucap Kyuhyun. “aku tidak bertemu yang namanya Taeyang. Dan Yuri….sepertinya ia menjadi salah satu dari roh itu. Tapi ia bukan roh yang jahat.”

Seketika orang itu menitikan air matanya. “Yuri-ya…” lirihnya.

“apa aku dan yeojaku bisa terbebas dari kutukan itu dan keluar dari desa ini??” panik Kyuhyun.

“molla…” jawab orang itu. “aku tidak tahu…”

Kyuhyun terdiam sesaat, “siapa namamu?”

“Kang Daesung..”

To be continue…

Mian ya kalo kurang serem onion-emoticons-set-4-8 RCL ya… onion-emoticons-set-2-59onion-emoticons-set-2-128

Ashiya Says, “This Is How You Get A Password”

onion-emoticons-set-2-100

Author sering banget ngejelasin tentang gimana dapetin  password FF yang di proteksi.

Seperti yang udah readers tau kalo semua FF yang berchapter-chapter(?) di sini part akhirnya selalu pake password. Kecuali yang Trouble Maker itu nggak di proteksi. Maksud author memprotect FF-FF itu adalah supaya banyak reader yang aktif muncul di tiap postingan. Dan ternyata cara itu cukup efektif. Sekarang udah banyak yang sering “ngomong” disini. Author makasih banget sama reader aktif! onion-emoticons-set-4-17 hehe… Ini beberapa reader paling aktif di blog ini

cItulah 6 teratas reader yang paling sering ngasih komentarnya disini. shndyulfha, a_ryu, kyutaesarang, KyuTae, Farra, kim_jung_ah. Gomawo, saengdeul! onion-emoticons-set-4-10

Belakangan ini banyak reader yang sekalinya komen, minta password doank. onion-emoticons-set-4-11 contohnya :

keliatan kalo ada reader baru yang komen, disananya ada keterangan pending
nama komentatornya di sengaja ditutupin. hehe…

Nah, kalo reader yang ngomen sekali cuma minta password doank ataupun ngomen FFnya baru sekali itu aja, maaf aja author belum bisa ngasih passwordnya. Apalagi yang belum pernah sekalipun muncul. contohnya :

n

Perasaan belum pernah deh bikin ff judulnya Catch Me If You Can onion-emoticons-set-2-61 tapi okelah author juga ngerti maksudnya yang mana.

Disini author cuma berusaha bersikap adil aja sama reader lain yang aktif. Kalo author ngasih itu password sama silent reader, kan gak lucu(?) onion-emoticons-set-4-3

Author juga nyaranin buat reader yang suka baca FF nggak cuma ngasih rate atau ngevote aja. Soalnya author gak bisa ngedetect siapa yang ngasih rate atau vote. Authornya masih innocent(?) di WP onion-emoticons-set-2-3  jadi masih nyari cara mengetahui pemberi rate/vote. Maklum author cuma ngotak-ngatik sendiri aja ngejalanin ini blog. dari rate dan vote itu author cuma dapet hasilnya aja tanpa pemberitahuan yang ngasihnya. Kayak gini:

m

Untitled

Tapi bukan berarti kalian berenti vote atau rate ya! onion-emoticons-set-2-59cuma kalo bisa muncul di komenan. Tapi kalo ngeLike juga bisa. Kalo like suka muncul di notifnya. Ada pemberitahuan yang ngasih like.

Pernah ada lho yang gak author kasih passwordnya soalnya emang dia belum pernah muncul ngasih komen ataupun like, di tanya pernah ngeVote/rate juga belum pernah eh dia malah ngamuk2 di inbox. onion-emoticons-set-2-37onion-emoticons-set-2-21 Padahal author sering bilang kan passwordnya cuma buat reader yang aktif/sering muncul di blog. Masih inget tuh kata-katanya “kayak yang bagus aja FFnya!” hahaha… iya deh FFnya emang jelek sampe-sampe kamu minta passwordnya onion-emoticons-set-2-61

Tapi lupa lagi siapa ya? Soalnya dia gak ngeAdd author dan inbox’nya juga udah ketumpuk-tumpuk sama yang lain susah nyarinya. Lagian males ah nyari pm kayak gitu. Gak usah didengerin onion-emoticons-set-2-69 Buat reader yang aktif tapi belum tahu cara dapetin passwordnya (tapi kayaknya gak ada, semuanya udah tau) dapetinnya inbox aja ke FB author disini atau DM ke twitter @kimikasaki onion-emoticons-set-2-95
Itu aja ya yang kali ini author sampein. Terus aktif di blog ini yaw~ onion-emoticons-set-2-97

Next FF author bakal publish yang Purple Butterfly.

onion-emoticons-set-2-128

 

[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 2)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

Previous Chapter onion-emoticons-set-2-150

“Taeyeon, kau harus selalu berpasangan denganku! Jangan lirik-lirik yang lain!” ucap Leeteuk membuat tawa Taeyeon yang tadinya bercanda dengan Tiffany menurun.

“shireo! Memangnya kau siapa?” balas Taeyeon.

“ya! aku ini namjachingu mu!”

Yuri menarik napas dalam-dalam berusaha tidak memperdulikan ocehan kedua orang itu. “ada pertanyaan?”

“mau kah kau jadi pasanganku?” seru salah satu peserta laki-laki.

Semuanya tertawa. Aku juga. Canda anak itu memang benar-benar pas. Tapi sekali lagi Yuri tidak terpengaruh. “sebagai coordinator olahraga air, aku akan bertindak sebagai pasangan semua peserta kemah,” ia menjawab dengan serius. “sekarang, peraturan nomor dua,” ia melanjutkan. “jangan berenang terlalu jauh dari perahu-perahu pengaman. Peraturan nomor tiga, dilarang berteriak atau berpura-pura mengalami kesulitan di dalam air. Jangan bergurau. Jangan main-main. Peraturan nomor empat…” ia terus berbicara sampai kedua puluh peraturan selesai dibacakannya.

Aku menghela napas. Yuri memperlakukan kami seperti anak-anak lima tahun. Padahal usia kami semua tidak begitu jauh. Banyak sekali peraturan yang harus dihapal.

“aku akan mengulang sekali lagi soal system pasangan..” Yuri berkata.

Aku memandang lewat api unggun dan melihat danau yang gelap. Permukaannya tampak licin dan hitam dan tenang. Di danau itu Cuma ada riak kecil. Tak ada arus. Tak ada gelombang pasang yang berbahaya.

Jadi kenapa harus ada begitu banyak peraturan? Apa yang harus ditakuti?

Chapter 2 onion-emoticons-set-2-143

Sooyoung POV

Yuri terus berbicara selama paling tidak setengah jam. Leeteuk terus melucu dan berusaha membuat rekannya tertawa. Tapi sia-sia. Bahkan sekedar tersenyum pun Yuri tampak enggan. Ia kembali membahas setiap peraturan yang ada dalam daftarnya. Kemudian ia menyuruh kami membaca daftar itu dengan seksama setelah kami kembali ke pondok masing-masing.

“selamat berlibur semuanya!” ia berseru. “sampai ketemu di danau!”

Semua bersorak sorai dan bersuit-suit ketika Yuri menjauhi api unggun. Aku menguap dan meluruskan tangan keatas kepala. Ini benar-benar membosankan. Baru sekarang aku tahu ada tempat yang punya begitu banyak peraturan. Aku kembali menepuk nyamuk yang hinggap di tengkukku. Badanku mulai gatal-gatal. Begitulah akibatnya kalau aku berada di alam bebas. Aku langsung gatal-gatal.

Api unggun telah padam. Bara berwarna ungu teronggok di tanah yang gelap. Udara malam makin dingin. Untuk menutup acara api ungun, Leeteuk meminta semua anak berdiri dan menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake.

“para peserta baru tentu belum tahu liriknya,” ia berkata. “kalian beruntung!”

Semua tertawa. Kemudian Leeteuk mulai bernyanyi sambil berjalan menghampiri Taeyeon. Semuanya langsung angkat suara. Aku pun berusaha ikut. Tapi liriknya cuma kutangkap sepenggal demi sepenggal.

Wetter is better

Get in the swim

Show your vigor and vim

Every son and daughter

Should be in the water

The cold, cold water

Of Seoul Camp Lake

Wah, ternyata aku sependapat dengan Leeteuk. lirik lagu itu memang konyol minta ampun! Aku memandang ke seberang api unggun dan melihat Minho bernyanyi sepenuh hati. Tampaknya ia sudah hapal seluruh syairnya. Bagaimana caranya? Aku bertanya dalam hati sambil menggaruk kakiku yang gatal. Kok ia bisa begitu cepat hapal? Dan begitu mudah bergaul?

Setelah lagu itu berakhir, Leeteuk kembali ke tengah lapangan sambil mengangkat tangan supaya semua tenang. “masih ada beberapa pengumuman,” ia berseru. “pertama, suara kalian sumbang! Kedua..”

Aku tidak mendengar sisanya. Aku menoleh dan melihat Tiffany dan Taeyeon berdiri disampingku. Aku langsung mundur selangkah. “mau apa kalian?” tanyaku dengan ketus.

“kami ingin minta maaf,” ujar Tiffany.

Taeyeon mengangguk. “ne. kami mau minta maaf karena lelucon konyol tadi.”

Leeteuk masih terus berpidato dibelakang kami. Tiffany meletakkan sebelah tangan dipundakku. “perkenalan kita kurang enak,” katanya. “bagaimana kalau kita mulai dari awal lagi? Kau setuju, Sooyoungie?”

“ye. kita mulai dari awal saja,” Taeyeon menimpali.

Aku langsung mengembangkan senyum. “setuju.” Kataku. “setuju sekali.”

“oke!” ujar Tiffany. Ia juga tersenyum lebar hingga kedua bola matanya tidak terlihat. Ia menepuk punggungku. “mari kita mulai dari awal.”

Leeteuk masih sibuk memberikan pengumuman. “jam setengah lima sore besok, semua yang berminat pada selancar angin…”

Minho pasti akan mencobanya. Aku memperhatikan Tiffany dan Taeyeon berjalan menjauh. Awal yang baru, pikirku. Perasaanku mendadak jauh lebih enak.

Tapi perasaan gembira itu cuma bertahan sekitar dua detik. Tiba-tiba punggungku gatal-gatal.

Aku berbalik ke api unggun dan melihat Tiffany dan Taeyeon memandang ke arahku. Keduanya tertawa cekikikan. Peserta lain mulai mengalihkan perhatian dari Leeteuk dan menatapku.

“oooh.” Aku mengerang ketika merasakan sesuatu yang hangat dan kering bergerak-gerak dibalik T-shirt-ku. “ah!!.” Aku menyelipkan sebelah tangan ke balik bajuku. Apa itu? apa yang ditaruh Tiffany dipunggungku tadi? Aku menggenggamnya dan menariknya keluar. Dan aku pun langsung menjerit.

Ular itu menggeliat-geliut ditanganku. Bentuknya seperti tali sepatu berwarna hitam. Dengan mata! Dan mulut yang menyambar-nyambar, membuka dan menutup. “aaaaaaaarghhhh!” aku menjerit sejadi-jadinya. Kemudian kulempar ular itu dengan sekuat tenaga. Ular itu terpental ke hutan. Punggungku masih gatal-gatal. Aku masih bisa merasakan ular tadi menggeliat-geliut di kulitku. Aku berusaha menggaruk punggung dengan kedua tangan.

Anak-anak disekitarku mulai tertawa. Berita mengenai keisengan Tiffany menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut. Aku tidak peduli. Aku terus menggaruk-garuk. Seluruh tubuhku terasa gatal. Aku berteriak dengan gusar. “apa-apaan sih kalian??!” aku menghardik Tiffany dan Taeyeon. “apa sih yang kalian inginkan?”

Minho menghampiriku. Ia pasti sudah siap untuk bersikap sok tahu lagi. Huh, menyebalkan!

“noona, kau digigit?” ia bertanya dengan suara pelan.

Aku menggeleng kepala. “rasanya ular itu masih merambat dipunggungku!” aku berseru. “kau lihat, tidak? Panjangnya hampir satu meter!”

“tenang dulu,” bisik minho. “semua orang menoleh kemari.”

“Kau pikir aku tidak tahu?” balasku dengan ketus.

“hmm, itu kan cuma ular kecil,” ujar Minho. “sama sekali tidak berbahaya. Kau tidak perlu sewot begini.”

“aku-aku…” aku tergagap-gagap. Tapi aku terlalu emosi hingga tak sanggup bicara.

Minho menoleh kearah Tiffany dan Taeyeon. “kenapa mereka terus menggangumu? Ia bertanya.

“mana kutahu!” jawabku. “karena.. karena mereka memang brengsek! Itu sebabnya!”

“coba tenang dulu,” kata Minho. “tubuhmu sampai gemetaran, noona.”

“bagaiman aku tidak gemetaran? Kau pasti juga gemetaran kalau ada ular dipunggungmu!” aku menyahut. “dan aku tidak butuh nasihatmu, Choi Minho! Aku tidak butuh!”

“ya, sudah,” kata Minho. Serta merta ia berbalik dan kembali ke tempat temaan-temannya.

“aissh..jinjja!” aku bergumam.

Appa kami dokter, dan Minho persis seperti appa. Ia pikir ia harus mengurusi semua orang didunia. Hah, aku bisa mengurus diri sendiri. aku tidak butuh nasihat dari adikku.

Leeteuk memanggil temannya untuk melanjutkan pidato. Dan kulihat ia menarik Taeyeon entah kemana menjauh dari kerumunan. Aku tidak peduli. Akhirnya aku meninggalkan tempat api unggun dan kembali ke pondok.

Aku melewati jalan setapak yang menembus hutan dan menaiki bukit. Suasananya benar-benar gelap. Ditengah kegelapan itu, samar-samar aku mendengar suara tawa seorang perempuan. Aku mengikuti arah suara itu. Dan mataku terbelalak ketika kulihat dengan jelas Leeteuk dan Taeyeon yang asyik berciuman. Ya Tuhan! Aku pun segera meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan suara sedikit pun. Bisa-bisanya mereka bermesraan ditempat menakutkan seperti ini. Aku hanya menghela napas mengingat kejadian itu.

Aku kembali berjalan dengan memilih jalan lain yang menuju pondok. Aku menyalakan senter dan mengarahkan sinarnya ke tanah didepan kakiku. Sepatuku menginjak daun mati dan ranting kering. Pohon-pohon disekililingku berdesir-desir.

Kenapa jadi begini? Kenapa Tiffany dan Taeyeon begitu benci padaku? mungkin mereka memang konyol. Mungkin mereka bersikap seperti itu kepada semua orang. Mereka pikir mereka paling hebat karena tahun lalu sudah kemari.

Tanpa sadar, aku menyimpang dari jalan setapak. “hei..!” aku mengarahkan senter ke sekelilingku untuk mencari jalan itu. cahaya senter menyapu batang-batang pohon rumpun ilalang, dan sebatang pohon tumbang.

Aku mulai panic. Mana jalannya?? Aku maju beberapa langkah. Daun-daun kering bekersak-kersak terinjak olehku.

Berikutnya kakiku terbenam dalam sesuatu yang lembek.

Pasir hisap!!

Tapi….

Bukan. Bukan pasir hisap.

Pasir hisap sebenarnya tidak ada. Buku IPA yang kubaca dikelas lima menyatakan hal itu. aku mengarahkan sentar kebawah. “ohhh!” ternyata lumpur. Lumpur yang kental dan lengket. Sepatu sneakersku terbenam dalam lumpur itu. aku mengangkat kaki sambil mengerang dan nyaris jatuh terjengkang. Tenang saja, ini cuma lumpur. Memang menjijikkan tapi bukan sesuatu yang aneh.

Tapi kemudian aku melihat gerombolan laba-laba itu. jumlahnya lusinan. Laba-laba paling besar yang pernah kulihat. Rupanya mereka bersarang didalam lumpur. Makhluk-makhluk itu merangkak melewati sepatuku, menaiki kaki celanaku. “OMMONA!! Ih!” lusinan laba-laba bergelantungan padaku. Aku mengayunkan kaki keras-keras. Aku mulai menepis-nepis dengan tanganku yang bebas. “AKU BENCI PERKEMAHAN INI!!” aku menjerit. Beberapa laba-laba kusingkirkan dengan menggunakan senter.

Dan tiba-tiba aku mendapat ide. Apa salahnya kalau aku membalas perbuatan Tiffany dan Taeyeon  padaku? Mereka telah mempermalukanku didepan semua peserta perkemahan. Padahal aku tidak berbuat apa-apa terhadap mereka.

Aku mengeluarkan baterai senter. Aku  menarik napas dalam-dalam, lalu aku membungkuk dan memasukkan segenggam laba-laba kedalam selongsong senter.

Isshh. Aku sampai merinding! Bayangkan saja aku harus memegangi laba-laba! Tapi aku tahu pengorbananku takkan sia-sia. Aku mengisi senterku dengan makhluk-makhluk hitam yang bergeliut tanpa henti. Setelah penuh. tutupnya kupasang lagi.

Kemudian aku mencari jalan pulang. Aku melangkahi pohon tumbang. Dalam waktu singkat, jalan setapak sudah ku temukan kembali. Sambil membawa senter dengan hati-hati, aku bergegas ke pondokku.

Aku berhenti didepan pintu. Lampu-lampu di dalam masih menyala. Aku mengintip lewat jendela yang terbuka. Tidak ada siapa-siapa didalam. Aku pun menyelinap masuk.

Aku menyibak selimut di tempat tidur Tiffany. Kemudian kutuangkan setengah dari laba-labaku ke tempat tidurnya. Selimutnya kurapikan kembali. Sekarang aku akan menuangkankan sisa laba-laba itu di tempat tidur Taeyeon  namun saat aku sedang menuangkannya, terdengar suara langkah di belakangku. Cepat-cepat aku merapikan selimut Taeyeon dan berbalik.

Seseorang muncul di pintu, “hei, apa yang kau lakukan?!”

To be continue… onion-emoticons-set-6-48

TaeNy yang evil! onion-emoticons-set-6-109 Siapa yang mergokin Soo ya? onion-emoticons-set-2-62

Ingat! onion-emoticons-set-6-155 Budayakan meninggalkan jejak onion-emoticons-set-5-31onion-emoticons-set-5-25

[FF] Seoul Camp Lake (Teaser + Chapter 1)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ’em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

Teaser onion-emoticons-set-4-5

Seharusnya ikut perkemahan itu asyik, tapi Sooyoung membenci Seoul Camp Lake! Danau di perkemahan itu kotor dan berlendir! Ia tidak mau berenang disana! teman-teman sekamarnya membencinya, sehingga mereka selalu membuat gara-gara dengannya.

Jadi Sooyoung menyusun rencana! Ia akan berpura-pura tenggelam sehingga mereka akan menyesal telah bersikap jahat padanya.

Tapi rencana itu tidak sejalan sesuai keingin Sooyoung! Karena jauh di dasar danau yang dingin dan gelap, arwah seorang gadis membayanginya! Menghantui kemana pun ia pergi! Gadis yang mati penasaran itu menginginkan kematian Sooyoung, agar bisa menemaninya di alam kubur…

Chapter 1onion-emoticons-set-4-9

Sooyoung POV

Hari pertamaku di Seoul Camp Lake tidak bisa dibilang asyik. Aku gugup sekali ketika baru datang. Dan rasanya sempat melakukan hal-hal konyol. Habis, aku memang tidak berniat menghabiskan liburan musim panas diperkemahan yang menempatkan olahraga air sebagai atraksi utamanya. Aku tidak suka berada di alam bebas. Aku tidak suka kalau rumput menyerempet pergelangan kakiku. Aku bahkan tidak suka menyentuh pohon. Dan yang paling penting, aku tidak suka basah-basahan.

Memang sih, sesekali aku juga senang berenang. Tapi jangan setiap hari! Itu kan keterlaluan! Aku suka berenang di kolam renang yang bersih. Jadi begitu aku melihat danau didekat perkemahan, aku langsung merinding. Danau itu pasti penuh makhluk mengerikan. Pasti banyak makhluk seram yang mengintai dibawah permukaan air sambil berpikir: “ayo, Choi Sooyoung, kami sudah menunggumu. Terjun dan berenanglah. Kami akan menggosokkan tubuh kami yang berlendir ke kakimu. Dan kami juga akan menggigit jari kakimu sampai putus, satu persatu!”

Hih! Siapa yang mau berenang di air berlendir? Reaksi Minho justru berlawanan. Saking gembiranya, ia seolah mau meledak.

Ketika kami turun dari bus, ia melompat-lompat sementara mulutnya nyerocos tanpa titik dan koma. Sepertinya ia berbakat menjadi seorang rapper! Aku sempat mengira dia bakal buka baju dan langsung terjun ke danau. Adikku ini memang senang perkemahan musim panas. Ia suka olahraga dan kegiatan di alam bebas. Ia menyukai segala hal dan bisa akrab dengan semua orang. Semua orang juga menyukai Minho. Soalnya ia selalu penuh semangat dan selalu gembira.

Hei, jangan salah sangka, aku bukannya seorang pemurung tapi bagaimana kita bisa gembira kalau tidak ada mall, bioskop atau restoran untuk membeli pizza atau kentang goreng? Bagaimana kita bisa gembira kalau setiap hari harus berendam di danau sedingin es? Di bumi perkemahan yang jaraknya berkilo-kilometer dari kota terdekat? Ditengah hutan lebat lagi?

“wah, liburan disini bakal heboh” seru Minho. Ia menyeret ranselnya dan bergegas untuk mencari pondoknya.

“apanya yang heboh?” aku bergumam dengan lesu. Jadi, kenapa aku datang ke Seoul Camp Lake? Jawabannya cukup dengan 4 kata; karena eomma dan appa.

Mereka bilang aku akan tambah percaya diri kalau berlibur diperkemahan olahraga air. Mereka bilang aku akan merasa lebih nyaman di alam bebas. Mereka juga bilang akan punya kesempatan bertemu teman-teman baru. Memang sih, aku agak sulit berteman. Tidak seperti Minho. Aku tidak bisa menghampiri seseorang dan langsung mengajaknya mengobrol dan bercanda. Aku agak pemalu. Mungkin karena tubuhku lebih jangkung dibanding yeoja lain seusiaku pada umumnya. Aku dan Minho hanya selisih 1 tahun. Aku 19 tahun dan Minho 18 tahun. Aku jangkung dan kurus sekali. Sebanyak apapun aku makan, tubuhku tidak akan bertambah gemuk. Kadang-kadang aku dipanggil “Shikshin” oleh keluargaku karena aku ini sangat doyan makan. Terus terang aku sebal dengan julukan itu, sama sebalnya dengan berenang di danau dingin yang penuh makhluk tersembunyi.

“cobalah untuk menikmati pengalaman ini, Sooyoung.” Eomma berpesan. Aku Cuma bisa menghela napas panjang.

“ne, coba lihat dulu bagaimana keadaan disana” appa menambahkan. “siapa tahu kau menyukainya.” Aku kembali menghela napas panjang. “nanti, kalau tiba waktunya pulang, bisa-bisa kau malah memohon-mohon untuk diajak berkemah lagi!” appa berkelakar.

Aku hendak menghela napas panjang lagi, tapi tiga kali berturut-turut rasanya terlalu banyak. Aku Cuma mendesah, merangkul eomma dan appa, lalu menyusul Minho yang sudah naik ke bus.

Sepanjang jalan Minho terus cengar-cengir. Ia sudah tidak sabar untuk belajar main ski air. Dan ia juga terus bertanya apakah dibumi perkemahan ada menara untuk belajar lompat indah. Minho mendapat tiga atau empat teman baru dalam perjalanan ke perkemahan.

Akhirnya kami tiba di Seoul Camp Lake. Semua peserta perkemahan ini membawa tas masing-masing. Semua tertawa dan bercanda gembira. Rombongan kami disambut sekelompok pembina yang memakai T-shirt biru shappire. Perasaanku mulai lebih enak.

Hmm, mungkin aku bisa mendapat teman baru disini. Mungkin ada anak-anak yang seperti aku dan kami bisa menikmati liburan musim panas bersama-sama.

Aku masuk ke pondokku. Aku melihat ketiga teman sekamarku, lalu memandang sekeliling. Dan kemudian aku berseru, “oh, ini tidak bisa! Pokoknya, tidak bisa!”

**

Aku tahu reaksiku agak berlebihan. Aku tahu baru muncul aku sudah memberi kesan buruk. Tapi bagaimana lagi? Di dalam pondok ada dua tempat tidur tingkat. Ketiga teman sepondokku semuanya yeoja dan mereka sudah memilih tempat tidur. Jadi hanya ada satu yang tersisa, tepat di depan jendela. Dan jendela itu tidak ada kawat nyamuknya. Berarti tempat tidurku akan di hinggapi serangga yang merayap-rayap. Aku langsung tahu semalam suntuk aku bakal sibuk mengusir nyamuk. Di samping itu, aku tidak bisa tidur di bagian atas tempat tidur tingkat. Kalau aku tidur di atas, aku pasti jatuh. Aku harus tidur di bawah, di tempat tidur yang paling jauh dari jendela.

“a…aku tidak bisa!” aku tergagap-gagap.

Ketiga teman sepondokku langsung menoleh. Satu berambut pirang terurai. Di dekatnya duduk seorang yeoja yang sepertinya berdarah campuran Korea-Amerika berambut coklat. Dan ditempat tidur yang bersebrangan dengan jendela berdiri yeoja mungil dengan rambut berwarna kecokelatan yang menatapku sambil mengerutkan kening.

20120326 taeyeon 1

Kurasa mereka ingin menyapaku dan memperkenalkan diri. Tapi aku tidak memberi kesempatan pada mereka.

“salah satu dari kalian harus tukar tempat tidur denganku!” aku memekik. Aku sebenarnya tidak bermaksud memekik. Tapi aku benar-benar panik.

Pintu pondok terbuka sebelum mereka sempat menyahut. Seorang namja berambut pirang dengan T-shirt seragam biru shappire masuk.

“namaku Leeteuk.” katanya. “aku bos disini, alias Pembina kalian. Bagaimana, semuanya beres?”

“tidak!” seruku. Aku tidak sanggup menahan diri. Aku begitu gugup dan tegang. “aku tidak bisa tidur disitu!” ujarku. “aku tidak mau didekat jendela. Dan aku harus tidur ditempat tidur bagian bawah.” Ketiga yeoja itu tercengang melihat tingkahku.

Leeteuk berpaling pada yeoja yang berdiri di samping tempat tidur di seberang jendela. “Taeyeon-ah, maukah kau bertukar tempat tidur dengan…”

“Sooyoung” aku memberitahunya.

“maukah kau bertukar tempat tidur dengan Sooyoung?” Leeteuk bertanya pada Taeyeon. Sepertinya mereka sudah saling mengenal.

Yeoja itu langsung menggeleng kepala dengan tegas, “shireo!” ujarnya. Ia menunjuk yeoja yang duduk sambil memegang tasnya. “Tiffany dan aku tidur sama-sama tahun lalu.” Kata Taeyeon kepada Leeteuk. “jadi tahun ini kami ingin bersama-sama lagi.” Tiffany mengangguk.

“pokoknya aku tidak bisa tidur di depan jendela” aku berkeras. “sungguh. Aku takut serangga.”

Leeteuk menatap Taeyeon dengan tajam. “bagaimana?”

Taeyeon menghela napas. “Baiklah.” Ia meringis padaku. Raut wajahnya terlihat sangat kesal.

“terima kasih” ujar Leeteuk sambil meraih lengan kiri Taeyeon tapi Taeyeon menepisnya dengan kasar dan menatapku marah. Aku pasti dianggapnya tukar pembuat onar. Taeyeon menyeret tasnya ke tempat tidur di depan jendela.

“biar ku bantu..” Leeteuk menawarkan diri.

“andwae! Shireo!” gertak Taeyeon. Leeteuk hanya menghela napas.

“kita harus bicara nanti.” Ucap Leeteuk pada Taeyeon sebelum keluar dari kamar ini.

“tuh, pakai saja tempat tidurku!” ia bergumam. Nada suaranya sama sekali tidak bersahabat. Aku merasa tidak enak. Belum apa-apa aku sudah dibenci teman-teman sekamarku. Kenapa aku selalu begitu? Kenapa aku selalu gugup dan memberi kesan awal yang buruk kepada orang lain?

Sekarang aku harus berusaha ekstra keras untuk berteman dengan mereka. Tapi semenit kemudian, aku melakukan sesuatu yang sangat bodoh.

**

“terima kasih kau mau bertukar tampat tidur, Taeyeon.” Kataku. “kau baik sekali.”

Ia mengangguk tapi tidak mengatakan apa-apa. Tiffany membuka tasnya dan mulai memindahkan pakaiannya ke lemari pakaian. Yeoja berambut pirang menatapku sambil tersenyum.

-c3-Pr-nc3Ss-jessica-snsd-23577682-480-800

“annyeong, aku Jung Sooyeon” ia menyapa. Suaranya seperti anak kecil. “tapi semua orang memanggilku Jessica atau Sica.” Sica tersenyum ramah. Rambutnya yang pirang panjang dan dibiarkan tergerai.

“kau juga berlibur disini waktu musim panas tahun lalu?” aku bertanya padanya.

Ia menggelengkan kepala. “tidak. Taeyeon dan Tiffany memang berlibur disini. Tapi ini pertama kali aku kemari. Tahun lalu aku berlibur di perkemahan tenis.”

“aku baru sekali ini berlibur di perkemahan,” aku berterus-terang. “jadi aku agak gugup.”

“kau jago berenang?” tanya Taeyeon.

Aku mengangkat bahu. “lumayan, sih. Tapi aku jarang berenang. Aku kurang suka.”

Tiffany berpaling dari lemari pakaian. “kau tidak suka berenang, tapi kau berlibur di perkemahan olahraga air?” Taeyeon dan Sica langsung tertawa.

Wajahku mendadak panas. Aku enggan mengaku bahwa aku kemari karena disuruh orangtuaku. Kedengarannya payah banget. Tapi aku tidak tahu harus berkata apa.

“aku..ehm.. aku suka kegiatan lain.” Aku tergagap-gagap.

“oh, baju renangmu bagus sekali!” seru Tiffany. Ia mengambil baju renang berwarna pink dari tas Taeyeon yang sedang dirapikan pemiliknya dan mengamatinya dengan seksama.

Taeyeon segera merebutnya. “memangnya kau muat!” ia bergumam.

“apa kau tambah kurus selama musim dingin?” Tiffany bertanya padanya. “kau tampak kurusan.”

ashiya19.wordpress.com_Profil_Tiffany_SNSD_02

“berat badanku memang turun sedikit.” Sahut Taeyeon. Ia menghela napas. “tapi aku tidak tambah tinggi.”

“aku tambah tinggi sekitar tiga puluh senti waktu SD.” Aku menimpali. “aku anak perempuan paling jangkung di sekolah. Semua orang menoleh kalau aku lewat.”

“oh, kasihan.” Taeyeon berkomentar sambil meringis. “mungkin kau lebih suka jadi kurcaci seperti aku?”

“ehm.. tidak juga sih” jawabku.

Oops! Baru sekarang aku sadar aku seharusnya tidak berkata begitu. Taeyeon tampak sakit hati. Kenapa aku bilang begitu? Kenapa aku selalu keseleo lidah?

Aku meraih tas ranselku yang masih tergeletak dilantai. Aku membawanya ke tempat tidurku untuk ku bongkar isinya.

“hei, itu ranselku! Mau dibawa kemana?” Sica bergegas menghampiriku.

Aku menatap ransel yang kubawa. “bukan. Ini punyaku.” Aku berkeras.

Aku menarik resletingnya. Dan ransel itu jatuh dari tempat tidur. Setumpuk barang langsung berserakan di lantai pondok. “oh!” aku memekik tertahan. Barang-barang itu bukan milikku. Aku melihat botol-botol obat dan alat pernapasan dari plastik. “obat asma?” seruku.

Jessica cepat-cepat berlutut dan memungut barang-barangnya. Ia menatapku dengan gusar. “kenapa kau harus memberitahu semua orang bahwa aku asma? Kenapa tidak sekalian saja kau mengumumkannya saat acara api unggun nanti malam?”

“mianhae..” aku bergumam.

“kan sudah ku bilang itu ranselku!” hardik Sica.

Tiffany membungkuk dan membantu mengumpulkan barang-barang Sica. “kau tidak perlu malu karena asma” katanya.

“itu urusanku sendiri.” balas Sica dengan ketus. Ia memasukkan semua obat-obatan kedalam kantong dan menarik ranselnya.

“mianhae,” aku berkata lagi.

Mereka bertiga menatapku tajam. Tiffany geleng-geleng kepala. Taeyeon berdecak-decak. Mereka membenciku. Aku sedih sekali.

Mereka membenciku, padahal ini baru pertama. Aku baru satu jam berkenalan dengan mereka. Aku menghela napas dan duduk di tempat tidur. Rasanya tidak ada keadaan yang lebih parah dari pada ini, pikirku.

Tapi ternyata aku keliru.

**

Malam itu pertama kali kali membuat api unggun di lapangan luas di dekat hutan. Balok-balok kayu di susun melingkar untuk di gunakan sebagai bangku. Aku mencari tempat kosong dan duduk membelakangi pepohonan. Api unggun besar di hadapanku menari-nari dan menerangi langit senja yang kelabu. Para Pembina melemparkan lebih banyak ranting ke dalam api. Dalam sekejap lidah apinya sudah lebih tinggi dari mereka. Aku berbalik dan memandang ke hutan. Pohon-pohon yang gelap tampak berayun pelan karena tiupan angin. Dalam cahaya remang-remang, aku melihat seekor tupai melintas diantara alang-alang. Aku bertanya-tanya, makhluk apa lagi yang mengintai di hutan gelap itu? pasti ada binatang yang lebih besar daripada tupai. Lebih besar dan lebih berbahaya.

KRAK!!

Bunyi patahan api unggun membuatku tersentak kaget. Seram juga di luar kalau sudah gelap. Kenapa api unggunnya tidak di buat didalam ruangan saja? di tempat perapian, misalnya?

Aku melihat Tiffany dan Taeyeon duduk di salah satu balok kayu. Mereka sedang tertawa-tawa sambil mengobrol dengan Leeteuk dan seorang pria yang tidak kukenal tapi dilihat dari pakaian yang dikenakannya, sepertinya ia juga salah satu dari pembina kami.

Aku melihat Minho duduk diseberang api unggun. Ia sedang bercanda dengan dua anak laki-laki. Mereka bergulat dan saling dorong. Aku menghela napas. Minho sudah mendapat teman-teman baru. Semua sudah mendapat teman baru, kecuali aku.

Di balok kayu sebelah, tiga orang yeoja duduk sambil mendongakkan kepala. Mereka sedang menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake. Aku mendengar mereka sambil mencoba menghapal syair lagu itu. tapi ditengah jalan mereka mulai tertawa cekikikan dan berhenti bernyanyi.

Dua yeoja yang merupakan Pembina kami duduk di ujung balok yang ku duduki. Aku menoleh untuk menyapa mereka tapi mereka terlalu asyik mengobrol berdua.

Leeteuk, si ketua Pembina, melangkah ke depan api unggun. Ia memakai topi rusa yang membuatnya tampak menggelikan. Setidaknya menurutku begitu.

teuk561

Celananya tampak kotor akibat mempersiapkan api unggun tadi. Ia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. “semua sudah kumpul?” ia berseru. Suaranya nyaris tidak terdengar. Semua masih asyik mengobrol dan tertawa. Dibalik api unggun aku melihat Minho bangkit dan menggeliat-geliut tak karuan. Teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Salah satu dari mereka mengajak Minho berhigh-five.

“sudah bisa dimulai?” Leeteuk berseru. “acara api unggun selamat datang sudah bisa dimulai?”

Sebuah balok kayu berderak di makan api. Bunga api berwarna merah beterbangan ke segala arah. “oh!” aku memekik ketika ada yang menyentuh pundakku.

“nugu..?” aku langsung berbalik dan melihat Tiffany dengan Taeyeon. Mereka berdiri dihadapannku. Raut muka mereka ketakutan.

“Soo, lari!” Tiffany berbisik.

“ireona, ppali~!” Taeyeon menarik-narik lenganku. “lari!”

“wae?” tanyaku kalang kabut. Aku cepat-cepat berdiri. “ada apa, sih?”

“namja-namja itu,” Taeyeon berbisik. Ia menunjuk ke seberang api unggun. “mereka melempar petasan ke dalam api. Sebentar lagi petasannya akan meledak!”

“lari!!!” keduanya berseru. Taeyeon mendorongku dari belakang. Aku terhuyung-huyung sejenak. Lalu melesat maju. Sambil berlari aku memejamkan mata rapat-rapat. Petasannya sudah mau meledak! Apakah aku sempat lari? Apakah Taeyeon dan Tiffany juga bisa meloloskan diri?

Aku mendadak berhenti ketika mendengar suara tawa. Tawa berderai-derai.

“hah?” aku menelan ludah dan menoleh ke belakang.

Ternyata separuh peserta perkemahan sedang menertawakanku. Taeyeon dan Tiffany berhigh-five.

“oh, aisshh,” aku mendengus. Bisa-bisanya aku ketipu. Dan tega-teganya mereka mempermainkanku seperti ini. Mereka pasti telah menyuruh semua anak memperhatikanku. Rasanya semua mata tertuju kearahku ketika aku berdiri sendirian di tepi hutan. Aku melihat Sica tertawa. Dan aku melihat Leeteuk dan beberapa Pembina lain tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

Ara! Ara! Seharusnya aku ikut tertawa. Seharusnya aku menganggap semuanya cuma lelucon saja. Seharusnya aku tidak kesal. Tapi sejak awal kedatanganku kesini perasaanku sudah tidak enak. Aku gugup sekali. Aku berusaha keras untuk tidak membuat kesalahan lagi.

Pundakku mulai bergetar. Dan mataku mulai berair. Andwae! Jangan menangis! Kau tidak boleh menangis didepan seluruh peserta perkemahan. Memang, kau pasti malu sekali, Choi Sooyoung. Tapi sudahlah. Ini Cuma lelucon. Lelucon konyol. Seseorang menggamit lenganku. Aku segera melepaskan diri.

“noona..” Minho muncul disampingku. Ia menatapku dengan matanya yang bulat.

“aku tidak apa-apa,” ujarku dengan ketus, “pergilah!”

“jangan sewot gitu dong!” ia berkata pelan. “kenapa sih kau susah sekali diajak bercanda? Ini kan cuma lelucon. Kenapa kau harus marah-marah gara-gara lelucon konyol?”

Kau tau apa yang paling kubenci? Aku paling benci kalau ucapan Minho benar. Maksudku, Minho adikku kan? Kenapa justru Minho yang selalu tenang dan kalem? Aku benar-benar sebal kalau Minho bersikap seakan-akan ia kakakku.

“jangan sok tahu!” aku menggeram. “sudah, jangan ganggu aku lagi.” Aku mendorongnya kearah api unggun. Ia hanya angkat bahu dan kembali ke teman-temannya. Aku berjalan lambat-lambat tapi tidak kembali ke tempat dudukku tadi. Balok itu terlalu dekat dengan api unggun….dan terlalu dekat dengan Taeyeon dan Tiffany. Aku memilih balok kayu didekat tepi hutan, yang tak terjangkau cahaya api unggun. Kegelapan di sekelilingku terasa menyejukkan dan sekaligus membantu menenangkan diriku.

Sejak tadi Leeteuk terus berbicara. Aku baru sadar bahwa aku sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatakannya. Ia berdiri di depan api unggun. Suaranya besar dan lantang. Tapi semua anak mencondongkan badan ke depan untuk mendengar lebih jelas.

Aku memandang berkeliling. Wajah para peserta perkemahan bersinar jingga karena memantulkan cahaya api unggun. Mata mereka tampak berbinar-binar. Dalam hati aku bertanya apakah ada diantara mereka yang sepertiku? Aku tahu aku mengasihani diriku sendiri dan bertanya-tanya, adakah diantara mereka yang baru sekali ini berkemah yang merasakan perasaan yang sama.

Suara Leeteuk terngiang-ngiang di telingaku. Ia mengatakan sesuatu tentang bangunan utama. Lalu ia menyinggung soal jadwal makan. Lalu ia berbicara tentang handuk. Dan kemudian secara mengejutkan ia berkata bahwa ia mencintai seseorang. Kau tahu siapa? Yeoja mungil yang memiliki mata indah dan sekamar denganku. Ya, Taeyeon. Aku baru tahu ternyata marganya adalah Kim. Ia terlihat tersipu-sipu saat Leeteuk menariknya ketengah lapangan dan menyatakan perasaannya. Hmh.. kapan aku bisa seperti itu? beruntung sekali Taeyeon.

Setelah selesai sesi “katakan cinta” itu, Leeteuk memperkenalkan coordinator kegiatan olahraga air. Namanya Kwon Yuri.

Semua orang bertepuk tangan ketika Yuri melangkah maju. Salah satu namja peserta perkemahan malah bersuit-suit.

“wow, boleh juga!” seru yang lainnya. Semuanya tertawa. Yuri pun tersenyum. Ia sadar penampilannya memang heboh. Ia mengenakan celana pendek dan atasan tanpa lengan membentuk tubuhnya yang langsing dan sexy.

kkab-yul1

Aku menoleh kearah Minho. Kulihat ia tampak terpesona dengan Yuri. Ternyata uri dongsaeng sudah besar.

Yuri melambaikan tangan, meminta semuanya tenang. “kalian semua senang disini?” ia berseru. Semua peserta bersorak-sorai dan bertepuk tangan. Beberapa laki-laki kembali bersuit-suit. “nah, besok adalah hari pertama di danau.” Yuri mengumumkan. “tapi sebelum kalian masuk ke danau, ada beberapa peraturan yang harus kalian ketahui.”

“Misalnya, jangan minum air danau!” Leeteuk menimpali. “kecuali kalau kalian benar-benar haus!” beberapa anak tertawa. Aku diam saja. Ish, mana mungkin ada yang mau minum air kotor berlendir itu?

Yuri juga tidak tertawa. Ia menatap Leeteuk sambil mengerutkan kening. “kita harus serius,” ia menegur rekannya.

“aku memang serius!” Leeteuk berkelakar. Yuri tidak menggubrisnya.

“ya! ajussi, lebih seriuslah sedikit. Kau membuatku malu saja!” teriak Taeyeon dari bangku balok kayu.

“mwo?? Ajussi?? Ya, ajumma! Kenapa kau memanggilku ajussi??”

“karena kau seperti ajussi penjual baso ikan dekat  rumahku!” balas Taeyeon. Semua peserta kembali tertawa-tawa. Pasangan yang aneh. Baru saja mereka bermesra-mesraan sekarang mempertengkarkan hal tidak penting seperti itu.

“kalau kalian kembali ke pondok masing-masing nanti, kalian akan menemukan daftar peraturan di tempat tidur,” Yuri melanjutkan sambil menyibakkan rambutnya yang panjang. “ada 20 peraturan pada daftar itu dan kalian harus menghapal semuanya.”

Mwo?? Dua puluh peraturan? Mana mungkin ada dua puluh peraturan? Kenapa banyak sekali?! Liburan musim panas kurang panjang untuk menghapalkan dua puluh peraturan.

Yuri mengangkat selembar kertas. “kita akan membahas semuanya satu persatu sekarang. Silakan tanya kalau kurang jelas.”

“apakah kami sudah boleh berenang sekarang?” seru anak laki-laki yang bermaksud melucu. Sebagian besar anak tertawa. Tapi Yuri diam saja. jangankan tertawa, tersenyum pun tidak. “itu peraturan nomor delapan,” jawab Yuri. “dilarang berenang pada malam hari, meskipun kalian ditemani Pembina.”

“jangan sekali-kali berenang kalau ada Pembina!” Leeteuk bergurau. “soalnya mereka semua membawa kuman!”

Leeteuk memang kocak, tapi Yuri kelihatan begitu serius. “peraturan paling penting di Seoul Camp Lake adalah sistem pasangan.” Yuri mengumumkan. “setiap kali kalian bermain di danau, kalian harus didampingi pasangan kalian.” Ia menatap para peserta yang duduk disekelilingnya. “walaupun kalian cuma jalan-jalan di air semata kaki, kalian harus didampingi pasangan,” katanya. “kalian bebas berganti pasangan setiap kali. Atau bisa juga kalian memilih satu pasangan untuk sepanjang liburan. Tapi kalian harus selalu punya pasangan.”

“Taeyeon, kau harus selalu berpasangan denganku! Jangan lirik-lirik yang lain!” ucap Leeteuk membuat tawa Taeyeon yang tadinya bercanda dengan Tiffany menurun.

“shireo! Memangnya kau siapa?” balas Taeyeon.

“ya! aku ini namjachingu mu!”

Yuri menarik napas dalam-dalam berusaha tidak memperdulikan ocehan kedua orang itu. “ada pertanyaan?”

“mau kah kau jadi pasanganku?” seru salah satu peserta laki-laki.

Semuanya tertawa. Aku juga. Canda anak itu memang benar-benar pas. Tapi sekali lagi Yuri tidak terpengaruh. “sebagai coordinator olahraga air, aku akan bertindak sebagai pasangan semua peserta kemah,” ia menjawab dengan serius. “sekarang, peraturan nomor dua,” ia melanjutkan. “jangan berenang terlalu jauh dari perahu-perahu pengaman. Peraturan nomor tiga, dilarang berteriak atau berpura-pura mengalami kesulitan di dalam air. Jangan bergurau. Jangan main-main. Peraturan nomor empat…” ia terus berbicara sampai kedua puluh peraturan selesai dibacakannya.

Aku menghela napas. Yuri memperlakukan kami seperti anak-anak lima tahun. Padahal usia kami semua tidak begitu jauh. Banyak sekali peraturan yang harus di hapal.

“aku akan mengulang sekali lagi soal system pasangan..” Yuri berkata.

Aku memandang lewat api unggun dan melihat danau yang gelap. Permukaannya tampak licin dan hitam dan juga tenang. Di danau itu hanya ada riak kecil. Tak ada arus. Tak ada gelombang pasang yang berbahaya.

Jadi kenapa harus ada begitu banyak peraturan? Apa yang harus ditakutkan?

To be continue…onion-emoticons-set-4-8

Jangan lupa RCL!  onion-emoticons-set-2-59

Ashiya Says, “About Horror Fan Fiction”

onion-emoticons-set-2-100

Dari sekian banyaknya genre fanfiction, apa sih yang paling chingudeul sukai?

Kalo author sih yang ada comedy-comedy’nya. hehe.. Tapi gak tau deh kalo bikin justru seringnya yang mewek-mewek(?) gitu onion-emoticons-set-2-114

Ngomongin ff, pasti langsung inget sama ff-ff disini yang belum beres. Mian, beberapa belum bisa di update. author lagi kekurangan  ide onion-emoticons-set-2-58onion-emoticons-set-2-70

Sekarang pun begitu. Author pengen update tapi gak ada yang harus di updatenya onion-emoticons-set-2-61

Yang paling baru aja yang I’ll Protect You baru 1 chapter. Author belum baca ulang novelnya jadi belum sempet nulis lagi. Udah beberapa kali baca buku itu tapi kalo gak di baca ulang takutnya ada bagian yang tertinggal dan pas udah jauh, muncul sedangkan bagian itu kelewat gak di ceritain. Jadi bingung kan nantinya? Ya itulah resiko kalo ngambil dari buku orang. -_-

Setelah baca komenannya, kayaknya masih pada bingung ya sama ff itu? Bingung yang mana vampir yang mana bukan? onion-emoticons-set-2-114

Oke, sampe chapter 1 itu yang vampir cuma Jaejoong doank. Kalo Hyuna dan Hyunseung atau pasangan trouble maker itu manusia biasa yang suka ngambil darah vampir. Udah jelas sekarang? onion-emoticons-set-2-85Dan Se7en atau Choi Dongwook kayaknya bakal di ganti. Soalnya agak kurang cocok di pasangin sama Park Bom. Kira-kira siapa ya yang cocok sama Park Bom? onion-emoticons-set-2-62

Chingu, suka ff horror? Author sebenernya udah ada ff lain yang genre horror juga. Judulnya Seoul Camp Lake. Tapi cast utamanya Sooyoung.

Taeyeon ada tapi kali ini pairingnya sama Leeteuk. Ada yang suka TaeTeuk? 😀

FF itu udah lama bikin walapun masih setengah jalan. Author ngambil dari novel juga. Novel Goosebumps karya R.L Stine tau kan? Kalo para penggemar novel horror asing pasti pada tau deh. :DNovel seri ke 56. Judulnya Arwah Penasaran. onion-emoticons-set-2-129 Novel terjemahan tapi judulnya Suzzana banget ya? onion-emoticons-set-2-61 Gak ada keterangan judul aslinya sih. -_-

ashiya says
cover novelnya

Jadi sinopsisnya gini :

Seharusnya ikut perkemahan itu asyik, tapi Sooyoung membenci Seoul Camp Lake! Danau di perkemahan itu kotor dan berlendir! Ia tidak mau berenang disana! teman-teman sekamarnya membencinya, sehingga mereka selalu membuat gara-gara dengannya.

Jadi Sooyoung menyusun rencana! Ia akan berpura-pura tenggelam sehingga mereka akan menyesal telah bersikap jahat padanya.

Tapi rencana itu tidak sejalan sesuai keingin Sooyoung! Karena jauh di dasar danau yang dingin dan gelap, arwah seorang gadis membayanginya! Menghantui kemana pun ia pergi! Gadis yang mati penasaran itu menginginkan kematian Sooyoung, agar bisa menemaninya di alam kubur…

ashiya19.wordpress.com-beberapa castnya-

Gimana nih? mau di update sekarang apa nunggu lanjutan yang belum jadi? Tapi kayaknya kalo lanjut ff sebelumnya, gak hari ini. onion-emoticons-set-2-119

Author lagi gak mood + belum ada ide merangkai(?) kata-katanya + lagi ada tugas dari kampus. onion-emoticons-set-2-19onion-emoticons-set-2-12

Kalo mau sekarang update yang baru, komen ya, chingu~! onion-emoticons-set-2-59

onion-emoticons-set-2-33