[FF] We Belong Together (Oneshot)

Author : Ashiya

Main Cast :

  • Shim Changmin (TVXQ)
  • Kim Taeyeon (SNSD)

Support Cast :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Ryu Hwayoung
  • Lee Yeonhee
  • Jung Yunho (TVXQ)
  • Kim Joonmyeon/Suho (EXO)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jessica Jung (SNSD)

Genre : Romance, sad, little bit angst

Disclaimer : this fiction is mine. Inspired by some MV I’ve ever watched.

©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-We Belong Together-

Changmin menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan yang bertuliskan ‘Jeonju Art High School’. Ia mematikan mesin mobilnya dan mulai melangkah ke luar mobil itu. Ia berdiri menatap bangunan yang  merupakan sekolahnya 7 tahun silam.

Udara di bulan Oktober cukup dingin, musim gugur akan segera beralih ke musim dingin. Daun-daun kering berderak terinjak sepatu namja itu. Tidak lama kemudian ia telah tiba di depan gerbang sekolah. Beberapa pengurus sekolah menyambutnya dengan hangat.

“kau tumbuh dengan baik, Changmin-ah.” Ucap kepala sekolah Choi. Orang yang sangat memperhatikannya saat ia masih bersekolah di sana. Setelah cukup lama mengobrol dengan mereka, Changmin meminta ijin untuk berkeliling sekolah itu sendirian. Ia ingin mengenang kembali saat-saat ia berada di sekolah itu. Sekolah yang ia tempati selama tidak genap 2 tahun.

Dengan langkah perlahan, ia memperhatikan sekeliling koridor kelas yang lengang itu karena semua murid tengah berada didalam kelas mengikuti pelajaran. Hingga tidak lama kemudian ia tiba di depan kelas 2-4. Ia mengintip dari balik jendela. Di sana ia melihat Lee seonsaengnim, gurunya dulu yang terkenal killer.

“kau tidak mengerjakan tugasmu?” tanya Lee seonsaengnim pada seorang yeoja yang nampak gugup.

“jeoseonghamnida, seonsaengnim. Kurasa aku lupa membawa buku tugasku.” Sahut murid perempuan itu menundukan wajahnya.

Lee seonsaengnim menghela napasnya sebelum akhirnya berbicara, “aku sudah bosan dengan alasan seperti itu. Berdiri di luar kelas sampai pelajaran selesai!”

“seonsaengnim!” seru seorang murid laki-laki di belakangnya membuat guru itu dan yeoja yang di hukum tadi menoleh. “aku..aku juga tidak mengerjakan tugas.” Ucapnya terbata-bata.

“mwo??” kejut Lee seonsaengnim. “Chanyeol-ah, sejak kapan kau jadi malas begini, huh? Kau murid yang rajin dan pintar kenapa tidak mengerjakan tugasmu??”

“jeoseonghamnida, seonsaengnim.” Ucap murid bernama Chanyeol itu membungkukan badannya.

Guru itu menghela napasnya lagi, “kalau begitu, kau dan Hwayoung  berdiri di luar kelas sampai pelajaran selesai, arasseo!”

Chanyeol dan Hwayoung pun segera keluar kelas itu dan menunggu di depan kelasnya.  Saat mereka keluar kelas, mereka berpapasan dengan Changmin dan sedikit membungkukan badannya sebelum akhirnya keduanya berdiri di depan kelas itu.

“kenapa kau menyembunyikan bukumu dan memilih di hukum bersamaku?” tanya Hwayoung.

“em.. keuge. Ani. Aku memang tidak mengerjakannya.” Sahut Chanyeol. Hwayoung tidak menanggapinya lagi. Ia tahu Chanyeol berbohong.

Changmin terus memperhatikan keduanya dan ia tersenyum kecil melihat kedua anak itu. Ia teringat dulu ia pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Chanyeol.

Flashback

Changmin duduk di luar kelasnya dan di sebelahnya seorang yeoja yang terus menundukan wajahnya. Diam-diam ia melirik yeoja itu dan sedikit menyunggingkan senyumnya. Yeoja itu, Kim Taeyeon, kehilangan buku tugasnya sehingga Lee seonsaengnim menghukumnya dan karena tidak tega, Changmin akhirnya mengatakan bahwa ia tidak mengerjakan tugas itu. Hingga akhirnya mereka berdua di hukum dengan tidak mengikuti pelajarannya.

2 jam kemudian pelajaran selesai, namun Lee seonsaengnim menyuruh mereka untuk membersihkan kelas setelah kelas selesai. Mereka berdua mengerjakannya tanpa saling bicara. Changmin dan Taeyeon memang tidak terlalu dekat dan mereka jarang mengobrol. Namun setelah beberapa saat akhirnya mereka mulai bertegur sapa. Taeyeon memang murid yang pendiam dan jarang berbaur dengan teman-temannya namun justru itu yang membuat Changmin tertarik padanya. Ia tidak seperti murid perempuan lainnya yang gemar bergunjing, berdandan, ia menyukai Kim Taeyeon yang seorang kutu buku, yang menghabiskan waktunya di sekolah hanya dengan membaca buku-buku tebal.

Satu jam kemudian, mereka selesai membersihkan kelas itu. Mereka melepas lelah sejenak dengan duduk di kursi kelas itu. Saat itu, tiba-tiba terdengar bunyi aneh yang membuat Taeyeon menoleh kearah Changmin. Sedangkan Changmin yang menyadari Taeyeon mendengar suara aneh itu hanya tertawa keki sambil memegangi perutnya.

Taeyeon tersenyum kecil sebelum akhirnya ia mengeluarkan sebuah kotak bekal dari dalam tasnya dan memberikannya pada Changmin.

“kau lapar? Makanlah.” Ucap Taeyeon.

“oh..ani. Kau saja, bukankah kau juga tidak makan saat istirahat tadi?”

“gwaenchana. Aku belum lapar.” Sahut Taeyeon tersenyum lembut.

Dengan ragu-ragu Changmin menerima kotak bekal itu. “baiklah..” sahut Changmin akhirnya. Ia membukanya, dan tampaklah sekotak sushi yang terlihat lezat. Ia menelan ludahnya melihat makanan itu. Ia menoleh pada Taeyeon yang tengah membereskan tasnya. “Taeyeon-ah, kita makan bersama saja ya. Aku tahu kau pasti lapar, hampir seharian kau tidak memakan apapun.” Changmin mengambil sebuah sumpit yang masih terbungkus rapi didalam kotak makan itu dan memberikannya pada Taeyeon.

“baiklah.” Sahut Taeyeon menyambut sumpit itu. “tapi apakah makanan ini akan cukup? Bukankah kau ini tipe orang yang mudah sekali lapar dan bisa makan hingga 5 kali sehari?” gurau Taeyeon.

Changmin terkekeh mendengar ucapannya, “kau tahu itu dari mana? Memang. Aku ini memang sikshin tapi aku tidak pernah bisa gemuk.”

“geurae? Kurasa semua gizi dalam makanan berubah menjadi kalsium ketika masuk kedalam tubuhmu hingga akhirnya kau bisa tumbuh setinggi ini. Kau seperti raksasa di kelas ini. Tidak ada yang mampu menandingi tinggi badanmu.” Ucap Taeyeon terkekeh.

Changmin tertawa mendengar ucapan Taeyeon. Ia baru mengetahui bahwa ternyata ia juga senang bergurau. Mereka akhirnya memakan sekotak sushi itu sambil mengobrol dan hal itu membuat Changmin sadar bahwa Taeyeon tidak seperti yang teman-temannya pikirkan. Mereka selalu berpendapat bahwa Taeyeon adalah yeoja dingin yang hanya berteman akrab dengan buku-bukunya.

**

Beberapa hari kemudian keduanya semakin dekat. Seringkali mereka pergi berdua ke taman belakang sekolah hanya untuk menikmati makan siang mereka. Awalnya Taeyeon terkejut melihat Changmin membawa 4 kotak makanan. Ia mengira bahwa Changmin akan mengajak temannya yang lain. Namun ternyata keempat kotak makan itu untuk dirinya sendiri. Taeyeon hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya melihat selera makan Changmin yang besar.

Flashback End

Changmin kembali melangkahkan kakinya menyusuri tiap ruangan sekolah itu hingga akhirnya ia berhenti di depan ruang musik. Ia memasuki ruang itu. Ruangan tersebut sudah tidak terpakai. Mereka menggunakan ruang lain yang lebih besar untuk dijadikan ruang musik. Changmin menduduki sebuah bangku yang menghadap sebuah grand piano hitam yang sudah tak terpakai. Ia menyentuh sebuah tuts piano yang tidak ada pada tempatnya. Ia kembali menyunggingkan senyumnya mengetahui kemana tuts itu hilang dan ingatannya kembali terulang pada peristiwa 7 tahun yang lalu.

25688_338420782261_290336237261_3446875_5586088_n

Flashback

Saat itu, Changmin adalah seorang pemain piano terbaik di sekolahnya. Ia tergabung dalam sebuah kelompok musik orkestra sekolah. Suatu hari, Changmin melakukan kolaborasi piano dengan seorang siswi bernama Lee Yeonhee. Mereka cukup baik memainkan piano itu mengingat Yeonhee juga bisa dikatakan sangat baik dalam bermain piano. Mereka tertawa-tawa saat beberapa kali melakukan kesalahan. Guru musik dan para siswa lainnya menyukai permainan mereka, kecuali satu orang siswi yang tampak tidak terlalu antusias dengan kenyataan itu. Ia adalah seorang pemain biola yang juga tergabung dalam kelompok tersebut dan juga orang yang dekat dengan Changmin beberapa hari ini. Kim Taeyeon.

Keesokan harinya, dengan semangat Changmin mengeluarkan 4 kotak makan dari dalam tasnya dan menghampiri meja Taeyeon.

“Taeyeon-ah, kajja! Sudah waktunya istirahat!” seru Changmin.

Taeyeon mendongakkan wajahnya sekilas dan kembali fokus pada catatannya, “mian, hari ini aku tidak bisa menemanimu makan siang.” ucapnya dengan nada datar.

Changmin mengerutkan keningnya mendengar jawaban Taeyeon, “wae?” Taeyeon tidak menanggapinya dan tetap sibuk dengan catatannya. “Taeyeon?” panggil Changmin melihat Taeyeon tidak menyahutnya.

Taeyeon memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya ia beranjak meninggalkan Changmin yang masih terheran-heran dengan sikap Taeyeon yang tiba-tiba berubah.

Beberapa hari Taeyeon tidak pernah menanggapi Changmin. Jika tiba waktunya istirahat, ia akan cepat-cepat keluar dari kelas. Saat latihan musik, ia selalu saja ada alasan tidak bisa mengikuti latihan itu. Changmin yang lelah di acuhkan, akhirnya memberanikan diri bertanya padanya.

“Taeyeon-ah, apa aku berbuat salah padamu?”

“ani.” Sahut Taeyeon tanpa menatap Changmin. Ia selalu saja menyibukan dirinya dengan catatan-catatannya.

Changmin mengambil bukunya membuat Taeyeon mendongakkan wajahnya menatap namja itu, “kenapa kau selalu mengacuhkanku?”

Taeyeon memalingkan wajahnya tidak ingin menatap namja didepannya yang tampak bingung dengan sikapnya, “eobseo.” Sahut Taeyeon.

Changmin hendak bertanya lagi, namun tertahan karena seonsaengnim memasuki kelas itu dan akhirnya ia kembali ke mejanya. Changmin terus memperhatikan Taeyeon yang tampak serius mengikuti pelajaran.

Keesokan harinya, Changmin tidak menyapa Taeyeon maupun sebaliknya. Salah satu teman Changmin, Jung Yunho mendekatinya dan duduk disebelahnya.

“ya, Changmin-ah. Kurasa ia cemburu padamu dan Yeonhee.” Ucap Yunho melirik Taeyeon di mejanya.

“mwo??”

“apa kau tidak merasa kalau ia menyukaimu?”

Changmin terkejut dengan ucapan Yunho dan beralih memperhatikan Taeyeon. “benarkah?” batin Changmin.

Waktu istirahat, Taeyeon tidak keluar kelas dan tetap saja diam di kelas hingga waktu istirahat habis. Setelah bunyi bel tanda pelajaran kembali dimulai, Changmin memasuki kelas itu tanpa melirik Taeyeon. Ia tidak meliriknya namun ia meletakan sekotak susu dengan 3 lembar catatan kecil menempel di kemasan susu itu.

Taeyeon mengerutkan keningnya mengambil susu itu sambil melirik Changmin. Sedangkan Changmin tampak tidak bereaksi dan berpura-pura sibuk dengan buku-bukunya. Taeyeon membaca catatan kecil itu.

‘tampangmu benar-benar menakutkan’  Taeyeon mengerutkan keningnya membaca catatan kecil itu. Ia membuka catatan kecil lain yang tertempel di belakangnya. ‘ekspresi wajah seperti itu tidak cocok denganmu.’  Taeyeon membuka kertas terakhir itu. ‘naega geuriwosseo.’ Taeyeon terkejut dengan tulisan itu. Ia memandang Changmin dengan pandangan sulit di artikan.

Selama pelajaran berlangsung, Taeyeon tidak fokus pada apa yang di jelaskan Lee seonsaengnim. Hingga guru itu menegurnya dan memintanya mengerjakan satu soal didepan kelas. Taeyeon maju kedepan, namun ia tampaknya tidak bisa mengerjakannya.

“seonsaengnim!” seru Changmin tiba-tiba membuat semua orang didalam kelas itu menatap kearahnya. “boleh aku membantunya mengerjakan soal-soal itu?” akhirnya Changmin mengerjakan soal itu tanpa berbicara sepatah katapun pada Taeyeon. Jangankan berbicara, melirikpun tidak. Taeyeon memandanginya dengan heran.

Kelas telah selesai, waktunya para siswa pulang. Taeyeon berjalan keluar gedung sekolah itu dengan setumpuk buku di tangannya yang baru saja ia pinjam dari perpustakaan sekolah.

“Taeyeon-ah!” panggil Changmin tiba-tiba membuat Taeyeon menoleh. “aku bawakan bukumu.” Ucapnya sambil mencoba mengambil buku-buku itu dari tangan Taeyeon.

“a..ani. gwaenchana.” Tolak Taeyeon. Namun Changmin tidak menyerah, ia mengambil buku itu dan berlari mendahuluinya. Taeyeon awalnya terkejut dengan sikap Changmin itu. Namun akhirnya ia menyunggingkan senyumnya dan berlari menyusul Changmin.

**

Waktunya kembali berlatih musik, Changmin duduk sendirian memainkan piano itu. Di belakangnya, diam-diam Taeyeon meliriknya dan tersenyum kecil melihat Yeonhee tidak lagi memainkan piano dengannya karena salah satu tuts itu hilang. Sehingga mereka merubah sedikit aransemennya dan Changmin memainkan piano itu sendirian.

Hubungan Changmin dan Taeyeon sudah kembali membaik dan mereka kerap kali menghabiskan waktu istirahat di taman belakang sekolah dengan setumpuk makanan yang di bawa Changmin. Keduanya tampak menikmati kebersamaan itu hingga suatu hari Taeyeon menemukan Changmin hendak meninggalkan sekolah itu.

Saat berjalan menuju kelasnya, tanpa sengaja Taeyeon mendengar percakapan di ruang kepala sekolah.

“Di Amerika kau akan mendapatkan hal yang lebih baik daripada berada di sekolah ini. Sangat disayangkan jika kau menolak beasiswa itu. Disana fasilitasnya jauh lebih baik.” ucap kepala sekolah sambil menepuk pundak Changmin. Taeyeon berdiri kaku didepan ruangan itu melihat Changmin yang terus menundukan kepalanya.

**

Berita tentang Changmin yang akan pindah ke Amerika telah tersebar di sekolah itu. 2 hari setelah Taeyeon mendengar percakapan itu, Changmin memasuki kelasnya hendak berpamitan pada teman-teman sekelasnya. Namun Changmin tidak menemukan Taeyeon di kelasnya. Hal itu tentu membuat Changmin sedih. Selama 2 hari ini Taeyeon tidak masuk sekolah dan tidak ada pemberitahuan kemana perginya yeoja itu.

Dengan langkah berat, Changmin mulai berjalan meninggalkan sekolah itu. Ia sangat ingin menemui Taeyeon terlebih dahulu sebelum pergi. Ia berjalan keluar sekolah itu menuju orang tuanya yang menunggunya di samping mobilnya dengan tersenyum. Changmin menengok sekali lagi kebelakangnya, berharap Taeyeon akan muncul. Dengan gontai Changmin menghampiri orang tuanya saat tiba-tiba terdengar suara seseorang yang terdengar familiar memanggil namanya.

“Changmin-ah!”

Changmin membalikan badannya dan melihat Taeyeon berjalan perlahan mendekatinya. Ia menatap Changmin dengan sedih dan tanpa berkata apa-apa, ia merogoh saku blazer seragamnya dan memberikan sebuah benda yang selama ini di cari para anggota kelompok musik. Sebuah tuts piano yang hilang. Changmin menerimanya dengan membelalakan matanya menatap Taeyeon tidak percaya.

Taeyeon menundukan kepalanya dan tiba-tiba saja ia berbalik dan berlari kembali masuk kedalam sekolah. Changmin hendak memanggilnya namun orangtuanya menyuruhnya untuk segera berangkat.

Flashback end

Changmin merindukan yeoja itu. Yeoja pertama yang ia sukai. Kim Taeyeon. Ia tengah dalam perjalanan menuju suatu tempat. Ia berniat menemui Taeyeon setelah meminta alamatnya pada pihak sekolah. Saat ia menanyakan alamatnya, entah kenapa petugas sekolah itu tampak terkejut. Dan tanpa banyak bicara lagi, petugas itu memberikan alamat yang diminta Changmin.

Changmin menghentikan kendaraannya tepat didepan sebuah rumah mungil. Ia mencocokan kembali alamat itu sebelum keluar dan menekan bel rumah tersebut. Ia merasa jantungnya berdebar tidak karuan karena akan bertemu dengan seseorang yang ia sukai sejak 7 tahun yang lalu. Hingga sekarang pun perasaannya tidak pernah berubah. Ia masih menyukai yeoja itu.

Setelah menunggu beberapa saat terdengar suara langkah seseorang dari dalam. Begitu pintu itu terbuka, Changmin menemukan sosok yang tidak asing baginya. Orang itu membelalakan matanya melihat kehadiran Changmin dihadapannya.

“Changmin-hyung???” kejutnya.

“annyeong, Joonmyeon-ah!” sapa Changmin tersenyum. Joonmyeon membalas senyumnya dan memeluknya dan segera mengajaknya masuk kedalam rumahnya.

“bagaimana kabarmu?” tanya Joonmyeon yang tampak masih tidak percaya melihat Changmin kembali ke kota itu.

“baik.” Sahut Changmin. Joonmyeon adalah adik Taeyeon. Changmin mengenalnya karena ia bersekolah di sekolah yang sama sebelum akhirnya ia harus pindah ke Amerika. Mereka mengobrol hingga akhirnya, Changmin mengutarakan maksudnya datang ke tempat itu. “Joonmyeon-ah, apa Taeyeon masih tinggal bersamamu?”

Seketika raut wajah Joonmyeon berubah. Ia menatap Changmin tanpa berkedip. “Joonmyeon?” panggil Changmin melihat namja itu terdiam.

“Taeyeon..Taeyeon-noona tidak lagi tinggal disini.” Ucap Joonmyeon akhirnya dan menundukan kepalanya.

“geurae? Kalau begitu, dimana ia sekarang? Bisa kau mengantarkanku ke tempatnya?”

Joonmyeon mendongakkan kembali wajahnya dan  menatap Changmin, “kau ingin menemuinya?” tanya Joonmyeon. Changmin mengangguk mengiyakan. “baiklah. Tunggu sebentar.” Joonmyeon beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Tidak lama kemudian, ia kembali menghampiri Changmin. “kajja.”

Joonmyeon mengantar Changmin ke tempat Taeyeon. “hyung, kita berhenti sebentar di toko bunga itu.” Joonmyeon menunjuk sebuah toko bunga di pinggir jalan itu. Changmin meminggirkan mobilnya dan Joonmyeon memasuki toko bunga itu dan kembali ke dalam mobil membawa seikat bunga berwarna putih.

“kau sudah punya yeojachingu, huh?” tanya Changmin menunjuk bunga itu. “bunga itu untuk yeojamu?”

Joonmyeon mengembangkan senyum tipisnya, “ani. ini untuk Taeyeon-noona.”

“oh, iya menyukai bunga itu?” Joonmyeon mengangguk. “apa aku juga harus membawakan untuknya?”

“tidak usah, hyung.”

Changmin akhirnya kembali melajukan mobilnya dan Joonmyeon mengarahkan jalannya. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya Joonmyeon memerintahkan Changmin menghentikan mobilnya.

“disini?” bingung Changmin menatap sekelilingnya. Tempat itu cukup sepi dan tidak terdapat satu pun rumah didekat situ. “apa tidak salah?”

Joonmyeon menggelengkan kepalanya, “ani. Kajja! Kita temui noona.” Joonmyeon keluar dari mobil itu dan berjalan mendahului Changmin yang tampak masih bingung melihat sekelilingnya. Joonmyeon dan Changmin berjalan kaki menaiki bukit kecil diatas jalan itu.

**

Changmin membelalakan matanya tidak mempercayai yang dihadapannya. Ia jatuh berlutut di samping ‘benda’ berbentuk persegi panjang di hadapannya. Ia membaca sebuah tulisan di ‘benda’ tersebut:

Kim Taeyeon

9 Maret 1989 – 9 agustus 2006

Rest In Peace

Joonmyeon meletakkan bunga itu di atasnya. “Taeyeon-noona mengalami kecelakaan seminggu setelah kau pergi.” ucap Joonmyeon. Changmin terdiam mendengarkan penjelasan Joonmyeon sambil terus memandangi batu nisan itu. “setelah kau pergi, ia tidak banyak bicara. Aku tahu disekolah ia memang pendiam. Tapi di rumah, ia bersikap biasa saja. Tidak pendiam seperti saat di sekolah. Aku sangat mengkhawatirkannya karena ia jarang keluar kamar dan saat ia tengah dalam perjalanan menuju sekolah, ia tidak memperhatikan sekitar. Dan saat menyebrang, sebuah mobil melaju kencang kearahnya. Ia tidak sempat menghindar dan……” Joonmyeon menghentikan ucapannya. Airmata mengalir menuruni pipinya. “saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, ia tidak tertolong lagi.”

**

Changmin berjalan menyusuri setiap tempat yang pernah ia kunjungi bersama Taeyeon. Langkahnya terhenti saat ia berada di depan sebuah toko ice cream. Memorynya berputar mengingat saat dulu ia bersama Taeyeon mengunjungi tempat tersebut. Setelah berada didalamnya, ia berdiri mengantri untuk mendapat ice creamnya. Saat tiba gilirannya memesan, ia menoleh kesebelahnya, seorang anak kecil tampak menjilati bibirnya menginginkan ice cream yang berada dibalik etalase itu. Changmin tersenyum dan memesan ice cream 2 porsi. Setelah itu ia memberikan salah satunya anak itu. Dengan malu-malu, anak itu menerima ice cream tersebut dan mulai menjilatinya. Changmin tersenyum melihat anak itu dan mengacak lembut rambutnya, kemudian ia berjalan menuju meja didalam toko tersebut.

Saat ia menikmati ice creamnya, anak kecil tadi menghampirinya. “ajussi..” Changmin menoleh pada anak itu. “jika kau bisa memutar kembali waktu ke masa lalu, hal apa yang paling ingin kau lakukan?” ucapnya tiba-tiba.

Changmin terlihat bingung menanggapi pertanyaan anak itu, namun akhirnya ia menyahut, “geuraesseo..” tiba-tiba Changmin membayangkan wajah Taeyeon yang tersenyum, “aku tidak ingin meninggalkan seseorang yang sangat berarti bagiku. Begitu banyak hal yang tidak sempat aku lakukan untuknya..” Changmin sedikit menyunggingkan senyumnya. “mm…ngomong-ngomong kenapa kau menanya…” ucapan Changmin terhenti ketika ia menoleh kearah anak tadi. Anak itu menghilang. Changmin terkejut dan melihat sekelilingnya mencari anak tadi. “kemana dia??”

**

Pagi itu, Changmin terbangun karena alarm jam yang memekakan telinganya. Ia beranjak menuju dapur karena merasakan tenggorokannya yang terasa haus. Ia meneguk air itu dan entah kenapa ia merasa ada hal yang aneh pagi itu. Ia meletakan gelas itu di wastafel dan kembali berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap mandi. Dengan malas, ia mengambil handuk yang berada didalam lemari dan berjalan menuju kamar mandi. Saat ia melewati cermin yang tergantung di dinding dekat kamar mandi, ia merasa ada sesuatu yang aneh. Ia memundurkan langkahnya dan berbalik menghadap cermin itu. Saat ia berhadapan dengan pantulan dirinya di cermin, ia membelalakan matanya. Ia melihat dirinya yang terlihat seperti saat dirinya masih di high school.

“IGE MWOYA????!!!” pekik Changmin melihat bayangannya sendiri di cermin. Sesaat kemudian, ia teringat dengan pertemuannya dengan anak  misterius di toko ice cream. Dengan cepat, ia berlari menuju meja belajarnya dimana di meja tersebut terdapat sebuah kalender kecil.

2 Agustus 2006

Belum sempat ia memahami kejadian aneh yang dialaminya ini, terdengar suara ketukan pintu kamarnya. Ia pun segera membukakan pintu itu dan ia kembali dikejutkan oleh orang yang berdiri dipintu itu.

“ya! Changmin-ah, kau baru bangun???” kejut orang itu.

“Kyuhyun?” Changmin terperangah melihat teman sekolahnya yang selalu berangkat bersamanya.

“ya!! Ppalli! Kita bisa terlambat!!” kesal Kyuhyun. Changmin segera bergegas kekamar mandi dan mengenakan seragamnya sambil terus memikirkan kejadian ini. “ppalli!!” gertak Kyuhyun lagi.

**

Changmin terhenyak melihat Taeyeon yang tampak sedang mendiskusikan sesuatu dengan temannya. Jessica Jung. Jessica melihat kedatangan Changmin dan menyikut Taeyeon membuatnya mengikuti arah pandangannya. Ia menoleh dan tersenyum pada Changmin yang masih berdiri di ambang pintu.

“ya!! Cepat masuk!” Kyuhyun mendorong Changmin karena menghalangi jalannya.

“a..annyeong!” sapa Changmin pada Taeyeon dan Jessica yang dibalas anggukan keduanya. Changmin berjalan menuju tempat duduknya yang tidak jauh dari tempat duduk Taeyeon yang hanya terhalang meja Jessica di tengahnya. Tidak lama kemudian, guru masuk dan pelajaran pun dimulai.

Saat istirahat, Taeyeon menghampiri meja Changmin sambil membawa kotak makannya. Ia mengajak Changmin makan seperti biasa di taman belakang sekolah. Changmin membuka tasnya dan ia mengerutkan keningnya, melihat isi tasnya.

“wae?” tanya Taeyeon.

“sepertinya aku lupa membawa bekal.”

Taeyeon tertawa kecil mendengar jawaban Changmin, “tidak biasanya kau melupakan bekalmu?” Changmin hanya tertawa keki sambil menggaruk tengkuknya, “kalau begitu, kau makan bekalku saja. Kebetulan hari ini aku membawa banyak makanan.” Lanjut Taeyeon sambil mengangkat kedua tangannya yang membawa 2 kotak makanan.

Keduanya berjalan menuju taman belakang sekolah sambil mengobrol dengan santai. Changmin merasa sangat bersyukur ia bisa memiliki kesempatan bertemu lagi dengan orang yang ia sukai meskipun ia masih tidak mengerti mengapa ia bisa kembali ke waktu 7 tahun yang lalu.

Taeyeon duduk dibangku panjang yang ada ditaman itu dan Changmin duduk di sebelahnya. Taeyeon sedikit heran dengan Changmin yang terlihat berbeda dari biasanya.

“Changmin-ah, wae? Kenapa hari ini kau banyak melamun?”

“hm? Ah..ani. Gwaenchana.” Sahut Changmin.

Taeyeon hanya ber’oh sambil mengangguk mengerti. Changmin menatap Taeyeon yang menikmati makanannya dan sesaat kemudian perhatiannya teralih pada sudut bibir Taeyeon yang sedikit terdapat saus menempel di sekitar bibirnya. Changmin mengangkat tangan kanannya dan mengusap sudut bibir Taeyeon. Hal itu tentu membuat Taeyeon terkejut.

“ada saus disekitar mulutmu.” Ujar Changmin.

“oh.” Sahut Taeyeon menundukan wajahnya yang memerah. Changmin melihat itu dan diam-diam ia tersenyum melihat reaksinya.

“Changmin-ah!” teriak seseorang tidak jauh dari tempat mereka berdua. “kepala sekolah memintamu menemuinya!” lanjut orang itu kemudian pergi.

“kepala sekolah?” pikir Changmin. Ia melihat jam tangannya.

“pergilah.” Ucap Taeyeon. “temui kepala sekolah. Biar aku membereskan kotak makanan ini.” Changmin menatap Taeyeon, membuat yeoja itu mengerutkan keningnya. “wae?”

Changmin mengalihkan pandangannya dan menyahut, “ani.” Kemudian ia pergi menuju ruang kepala sekolah.

Seperti dugaan Changmin, kepala sekolah memberitahunya tentang beasiswanya di Amerika. Changmin tidak begitu mendengar ucapannya karena ia terus memikirkan kemungkinan bagaimana jika ia menolak beasiswa itu dan tetap berada disekolah ini. Ia tidak ingin Taeyeon meninggalkannya di masa depan.

Changmin hendak kembali ke kelasnya, namun begitu ia keluar ruangan kepala sekolah, ia melihat Taeyeon berdiri disana dengan raut wajah bingung.

“Taeyeon-ah..” ucap Changmin membuat Taeyeon menatapnya. “kau mendengarnya?” Taeyeon tidak menyahut dan pergi mendahului Changmin.

**

Dengan ragu-ragu, Changmin berpamitan dengan teman-teman sekelasnya. Situasi yang sama seperti sebelumnya, Taeyeon tidak berada didalam kelas itu. Kemudian ia berjalan menuju orangtuanya yang telah menunggu di depan sekolah.

“Changmin-ah!” Changmin tersenyum mendengar seseorang yang memanggilnya. Ia menoleh dan melihat Taeyeon berjalan kearahnya dan seperti sebelumnya, Taeyeon memberikan tuts piano yang hilang itu. Namun kali ini Changmin tidak terkejut. Taeyeon berbalik dan kembali berlari masuk kedalam sekolah. Changmin terdiam sejenak menatap benda itu. Sesaat kemudian, ia berbalik menghampiri orangtuanya.

“eomma, aboji…”

**

Taeyeon berlari menuju taman belakang sekolah tempat biasa ia dan Changmin menghabiskan waktu istirahatnya. Ia duduk dibangku taman itu dan menangis terisak, menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya di kedua lengannya yang ia lingkarkan dilututnya.

Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah mendekatinya namun ia tidak menghiraukannya. Ia terus menyembunyikan wajahnya dan terus menangis.

“Taeyeon-ah…” ucapnya. Dengan cepat, Taeyeon mendongakan wajahnya mendengar suara yang sangat ia kenal.

Taeyeon membulatkan matanya melihat sosok yang berdiri dihadapannya, “Changmin-ah..?” kejut Taeyeon berdiri dari tempat duduknya. “kenapa..kenapa kau masih disini??”

Changmin maju perlahan dan mengangkat kedua tangannya menyeka airmata yang mengalir di wajah yeoja itu. “apa kau tidak ingin aku tetap disini?” tanyanya. “uljima. Aku tidak akan kemana-mana.”

“keuge.. bagaimana dengan beasis…” Taeyeon menghentikan ucapannya saat tiba-tiba Changmin memeluknya.

“aku menolak beasiswa itu. Aku ingin tetap disini. Ingin tetap belajar di sekolah ini. Ingin terus makan siang di taman ini dan…” Changmin melepas pelukannya menatap Taeyeon yang tampak terkejut dengan perlakuannya yang tiba-tiba. “aku ingin tetap berada disampingmu.” Changmin memberanikan diri mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon hingga akhirnya bibir mereka bertemu. FIRST KISS!

Walau hanya menempelkan bibirnya dengan bibir Taeyeon, namun Changmin merasa jantungnya berdegup hebat. Ia melepas ciumannya dan kembali menatap Taeyeon. “saranghaeyo.” Ucapnya. Taeyeon kembali menitikan airmata. Ia menarik kedua ujung bibirnya dan berhambur memeluk namja yang baru saja mengambil ciuman pertamanya. Changmin balas memeluknya dengan erat.

**

“Taeyeon-ah!” panggil Changmin tersenyum cerah sambil menuntun sepedanya. Hari ini ia mengajak Taeyeon berkeliling dengan sepedanya.

“kita akan kemana?” tanya Taeyeon melingkarkan tangannya dipinggang Changmin, sementara Changmin mengayuh sepedanya.

“kencan.” sahut Changmin singkat. Taeyeon hanya tersenyum mendengar jawaban Changmin. Changmin membawa Taeyeon ke sebuah tempat yang menghadap sebuah danau besar. Udara di tempat itu masih sangat sejuk dan bersih. Taeyeon menghirup udara dengan tersenyum tenang. Changmin ikut tersenyum melihat yeojanya tampak bahagia. “kau senang?”

“tentu.” Sahut Taeyeon. Changmin mengelus rambut Taeyeon dengan lembut dan kembali menikmati udara tempat itu.

**

Changmin tidak segan-segan menunjukan kemesraannya dengan Taeyeon di depan teman-temannya. Tidak memperdulikan sahabatnya, Kyuhyun, yang sering menggodanya dengan canda-candaan khasnya.

Changmin mengajak Taeyeon ke sebuah pet shop. Changmin ingin ‘mengadopsi’ seekor binatang peliharaan untuk ia rawat bersama Taeyeon. Taeyeon tampak antusias melihat berbagai macam binatang peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Changmin hanya mengikutinya di belakang sambil terus tersenyum melihat Taeyeon yang tampak bahagia.

“annyeong~!” sapa seorang anak membuat Changmin menoleh.

“oh! Kau???” kejut Changmin melihat anak kecil yang pernah ia lihat di toko ice cream. “kau yang waktu itu..”

“senang melihatmu begitu bahagia. Yeojamu juga tampak baik-baik saja.” ucap anak itu memperhatikan Taeyeon yang tengah bermain-main dengan seekor puddle hitam. “pergunakan waktumu sebaik-baiknya.”

“hm? Maksudmu?” bingung Changmin.

“kembali ke masa lalu tidak akan mengubah masa depan.” Ucapnya. Changmin menoleh memperhatikan Taeyeon yang bertanya-tanya pada pemilik pet shop itu. “kau harus ingat itu.”

**

Changmin tiba di sekolah lebih awal. Ia tengah mengerjakan tugas yang tidak sempat ia kerjakan di rumah. Beberapa siswa lain mulai berdatangan dan menempati tempat duduk mereka. Changmin menoleh ke meja di seberangnya. Meja Taeyeon. Tempat itu masih kosong.

“sepertinya ia kesiangan.” Gumam Changmin tersenyum membayangkan wajah panik Taeyeon yang terlambat masuk kelas. Kemudian ia kembali mengerjakan tugasnya.

Jam pelajaran di mulai 10 menit lagi, namun Taeyeon belum juga datang. Changmin sudah mulai khawatir kalau-kalau Taeyeon tidak hadir hari ini.

“Yunho-ya, tanggal berapa sekarang?” Tanya seorang siswa laki-laki tidak jauh dari tempat duduk Changmin sehingga ia bisa mendengar ucapan mereka.

“9 agustus.”

DEG!

“9 Agustus..” pikir Changmin. Tiba-tiba ia mulai berfirasat buruk. 9 Agustus, ia merasa tidak asing dengan tanggal itu. Ia mengingat-ingat kembali peristiwa apa yang pernah menimpanya di tanggal 9 Agustus. Bayangan sebuah batu nisan bertuliskan Kim Taeyeon 9 Maret 1989 – 9 Agustus 2006 Rest In Peace, terlintas di benaknya. Dan juga ucapan Joonmyeon, “Taeyeon-noona mengalami kecelakaan seminggu setelah kau pergi.” keringat dingin mulai menjalari tubuhnya saat ia kembali teringat ucapan anak kecil itu saat berada di pet shop. “kembali ke masa lalu tidak akan mengubah masa depan.”

Pikirannya mulai membayangkan hal yang tidak-tidak. Ia berdiri dari tempat duduknya dan berlari keluar kelas itu tidak menghiraukan Lee seonsaengnim yang memanggilnya saat ia akan memasuki kelasnya.

Changmin berlari kencang menuju jalan arah rumah Taeyeon. “kumohon jangan sampai terjadi hal yang tidak-tidak.” Batin Changmin sambil terus berlari. Saat tiba di tempat penyebrangan, ia berhenti berlari dan tersenyum lega melihat Taeyeon berdiri menunggu waktunya menyebrang. “syukurlah.” Batin Changmin.

Taeyeon terlihat sibuk dengan tasnya hingga saat orang-orang di sebelahnya mulai berjalan menyebrang, ia pun mulai mengikuti mereka namun masih saja sibuk dengan tasnya. Changmin berjalan hendak menghampirinya menunggu di seberang jalan. Namun, dari arah lain  Changmin melihat sebuah mobil melaju kencang kearah Taeyeon. “andwae!!” pekik Changmin dan tanpa berpikir panjang ia berlari kearah Taeyeon. Taeyeon yang baru menyadari sebuah mobil melaju kearahnya, hanya mampu membelalakan matanya dan tidak dapat bergerak seolah kakinya terpancang di tempat.

Saat mobil itu hanya tinggal beberapa centimeter, sepasang tangan merengkuhnya dan membuatnya ikut terjatuh kesisi lain jalanan itu.

**

Sepasang yeoja dan namja berjalan di sebuah taman yang terdapat beberapa patung malaikat. Namja yang berpakaian serba putih itu tampak menggenggam tangan yeoja di sebelahnya yang juga mengenakan pakaian yang senada. Setelah berjalan menyusuri taman itu, kemudian duduk di sebuah bangku panjang yang menghadap kolam kecil dengan ikan yang berwarna-warni saling berkejaran di dalamnya.

Namja itu menolehkan wajahnya memperhatikan yeoja di sebelahnya yang terus tersenyum. Yeoja itu meletakkan kepalanya di bahu sang namja. Namja tersebut semakin mengeratkan genggamannya di tangan yeoja itu.

“Taeyeon-ah, gomawo. Kau telah mengajarkanku bagaimana mencintai dengan tulus.” Ucap namja itu. Changmin.

Taeyeon tersenyum mendengar ucapan namja disebelahnya, “saranghae.”

**

9 Agustus 2013

Joonmyeon berjalan menaiki bukit sepi itu dengan 2 ikat bunga ditangannya. Ia meletakkan bunga itu dan memandangi 2 gundukan tanah yang terletak bersebelahan. Disana terdapat tulisan:

Kim Taeyeon

9 Maret 1989 – 9 Agustus 2006

Rest In Peace

Dan satu lagi di sebelahnya:

Shim Changmin

18 Februari 1988 – 9 Agustus 2006

Rest In Peace

Joonmyeon tersenyum menatap kedua nisan itu, “noona, hyung, annyeong..”

-THE END-

YEAH, ASHIYA IS BACK!! HERE COME TROUBLE!! *plak!! ngerusak lagu orang. xD

Comeback dengan ff oneshot yang terinspirasi dari 2 mv kpop. Bisa tebak MV apa? Yep, Return’nya Lee Seunggi dan In Heaven milik JYJ^^ 2 MV di gabungin ke dalam 1 ff. Semoga suka ya, walaupun bahasanya amburadul. lol

Jangan lupa selalu tinggalkan jejak! 😉

Advertisements

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on June 18, 2013, in ChangTae, Oneshot and tagged , , , . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. Puji rahayu taenggangstar

    Huaaa hiks hikss sad end ehh gak happy end sih mreka bersatu mski didunia lain q kira tadi bakalan salah satu yg meninggal trnyata dua2anya daebbaakk ff’nya alurnya susah ditebakk

  2. inthan taegangsterjewelsfishy

    . wah super deabak unnie ff.x
    .. feel.x dapet bgt 😦
    .. kasian taeng unnie 😦 kematian memang tak bisa d hindari
    .. akhir.x changtae bersatu walau di dunia yg berbeda dgn kita 🙂

  3. FF ini sangat mengharukan eonni dan FF ini feel kerasa banget sama 2 mv tadi
    Akhirnya eonni comeback lagi ah senangnya dan juga i miss you sama eonni dan ff nya # heheeh
    Daebak deh ff changtae nya 🙂 ❤

  4. woahhhh…!! Daebak eonni… !!!!
    walaupun genre nya sad, tpi tetap kerenn….. :’)
    semoga changmin & Tae betah disana ……. *siapa sih yg gk betah disana(surga) ???

    buat sequel dong… 🙂
    dan lanjutin dong FF only one nya, udh nuggu laammmmmmmmmmaaaaaaaa…. banget….
    di tunggu FF nya eonn 🙂

  5. pas baca awal-awalnya… ehm…
    chanyeol-hwayoung
    satang ama galah, cocok laaah 😀
    changmiiiin, itu bekalnya banyak banget yak… minta satu boleh #plakk
    ff changtae-nya keren
    cuma… kenapa harus mati ):
    tapi ga papa deh… mati bareng juga
    joonmyuuuuunaaaaa
    karena mukamu minggu kemarin amat sangat nista, maka maafkan aku kalau pas baca ini wajahmu berubah jadi jongdae
    aku tak sanggup membayangkan wajah nistamu pas nangis dikuburan
    dari angst jadi lawak entar *dipelototin aquarian*

  6. Hwa!!!!! Keren thor!! Menyentuh hati banget (?) Bacanya bikin sedih nih thor!! Good FF^^

    Oh ya, jangan lupa lanjutin FF KyuTae ya thor 🙂 HWAITING^^

  7. Eonnie Request ff donk
    Buatin ff Exotaeng kristaeng donk ne !! Jebal oya kapan yg ff sehun-taeyeon nya dilanjut udah lumutan tau nunggu nya -_-
    Ngeluarin jurus ah *bbuing-bbuing* ala kris yg LIMITED EDITION
    Hehehe 😄

  8. Sad ending 😦
    tapi Daebak =D

  9. baru nemu ff yg ngepairingin changmin taeyeon
    suka jalan cerita’a, keren ff’a ^^

  10. yulie'an (Yuli Aja)

    Sad ending~~ hmm.. sebenarnya gk suka yg sad ending.. tp gak apa apa deh.. yang ptg mereka masih satu dunia.. gk peduli itu dunia real ata di alam laen.. keke

    Keren keren.. dtunggu ff slnjutnya eon..

    Eon.. yg only one dong…. penasaran tingkat akut pengen baca lanjutannya..hehe”

  11. ChangTae Couple , Baru Pertama Kali Denger Ini Couple:O Tapi DAEBAK Kok Thor! (:
    Sayang Sad EndingT.T
    LIKE THIS YO~ LIKE THIS~ ‘_’)d

  12. awh . . . keren ^^b
    like this 🙂
    nice story ^^

  13. Nguras air mata bro…
    Daebak! :”D

  14. wah..sad ending
    chingu..kmn z?lama bgt br uodate lg

  15. aaaaaaaaaa author bikin mewek;_;

  16. anastasya_sone

    Sedih bgt udh lama gk buka wp ini dan tia2 aa ff ini #maaf ya thor saya kudet# btw over all ffnya daebak
    pokonya selalu kutunggu ff yg lain terutama yg haunted house ehehe
    buat authornya keep.fighting ya (^.^)9

  17. Huuaa..eonni..aku sedih bca.y…jadi ga mau ngbayangin ah…

  18. mereka hidup bahagia di surga.. 🙂
    bagus eonni!! ;D

  19. eonnie, ada ff baru lg ternyata#telat -,-‘
    sad ending ternyata 😥
    tapi bahagia disurga lebih baik deng hehe
    ah gatau mau ngmng apa lg, ffnya eonnie daebak keke~

  20. waa… di awal-awal aku sempet nggak percaya kalo taeng unnie bakalan ninggalin changmin oppa.. eh tapi ternyata akhirnya mreka malah bahagia..
    🙂

  21. Anyeonghaseo unnie
    minhae aku baru coment, padahal dulu udah prnh baca >_< tapi dulu aku belum punya akun wp jadinya belum bisa coment 🙂

    ngomong2 ttg ff ini aku suka bgt unn ^^ feelnya dapet.. Next ff ditunggu 😀

  22. Waaa, baru ngintip, eh ada kachang ganteng amat fotonya xD pas flashback pertama, loh ini berasa kek lagunya lee seung gi, hahahaha, bagus thor, berasa sequel mv nya

  23. Hai, sorry baru komen, aku udah lama baca cuma belum sempat komen karena waktu itu baca lewat hape. Bagus Chingu, aku suka sama momen2 ChangTae di sini. Cinta memang selalu penuh kejutan dan tidak dapat disangka dengan tepat mau berakhir seperti apa… #ngawur+sotoy=alay (hahahahahahaha)

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: