[FF] The Weird Sister (Chapter 1)

Previewhttps://ashiya19.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=2415&action=edit

“setiba di rumah nanti, kita ngobrol yuk,” ajak Soyeon. “semalam aku terlalu capek, padahal ingin rasanya bertukar cerita.”

“oh ya, sepertinya menyenangkan!” Taeyeon menyetujui dengan gembira. “aku.. aku juga ingin ngobrol denganmu.”

Taeyeon melihat ibunya memandangi mereka sambil tersenyum senang. ‘Keadaan benar-benar sudah membaik,’ pikir Taeyeon.

Makan pagi itu berlangsung selama 2 jam. Acara makan pagi keluarga yang paling lama dan paling berisik yang bisa diingat Taeyeon.

Ketika mereka akhirnya tiba di rumah, Soyeon dan Taeyeon  menyelinap ke ruang baca. Ruangan itu gelap. Tirai-tirainya tertutup. ‘Sehun pasti baru dari sini, nonton film horor lagi.’ Pikir Taeyeon. Sehun paling senang bergelap-gelapan begini, menutup semua tirai sehingga ruangan itu menjadi segelap gua.

Taeyeon meraba-raba dinding, mencari tombol lampu. Namun sebelum ia sempat mencapainya, dirasakannya tangan dingin Soyeon mencengkram tenggorokannya.

weird sistAuthor : Ashiya

Cast :

  • Taeyeon (Girls’ Generation)

18 tahun, memiliki seorang kakak kandung perempuan. Ayahnya meninggal karena sebuah kecelakaan & ibunya menikah lagi. Kini ia memiliki 2 orang adik tiri.

  • Soyeon (T-ARA)

20 tahun, kakak kandung Taeyeon. Tahun lalu ia mencoba menghabisi nyawa Taeyeon karena berpikir bahwa Taeyeonlah penyebab kematian ayahnya. Ia stress hingga akhirnya ia terpaksa di masukan ke rumah sakit jiwa.

  • Eunji (A-Pink)

17 tahun, adik tiri Taeyeon dan Soyeon.

  • Sehun (EXO)

14 tahun, adik kandung Eunji. Setelah ayahnya menikah lagi, ia mendapatkan 2 kakak tiri, Soyeon dan Taeyeon.

  • Chorong (A-Pink)

17 tahun, teman dekat Eunji.

  • Suho (EXO)

20 tahun, pacar Taeyeon.

Genre :

  • Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Inspired by R.L Stine’s novel ‘The Stepsister’

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

No bash! Just Enjoy this fiction!

***

Chapter 1

Soyeon akan pulang.

Kata-kata itu terus terngiang di telinga Taeyeon dan membuatnya bergidik. Meskipun entah sudah berapa kali ia mengulangi kalimat itu dalam benaknya, ketiga kata itu masih saja membuatnya tidak tenang, resah,……ketakutan.

“Aku takut pada Soyeon-eonni,” akunya suatu hari pada Suho, pacarnya.

“dia kakakmu dan pasti ia juga sudah di tangani dokter. Jika ia sudah diijinkan pulang, artinya ia sudah sembuh, bukan?”

Taeyeon menghela napasnya sebelum meletakan kepalanya ke bahu lebar Suho sambil menikmati pemandangan malam dari balkon kamar Taeyeon, “aku tidak tahu. Aku masih trauma dengan kejadian tahun lalu.” Ia terdiam sesaat sebelum kembali berujar, “benar-benar aneh, aku takut pada kakak kandungku sendiri.”

Suho meletakan kepalanya di atas kepala Taeyeon dan mengelus rambut Taeyeon dengan lembut, “jangan takut. Kau masih punya ibumu, ayah tirimu, aku, Eunji, dan juga Sehun. Ya walaupun hubunganmu dan Sehun tidak terlalu baik.”

Memang benar, hubungan Taeyeon dan Sehun tidaklah harmonis. Entah masalahnya apa, Sehun selalu memberikan tatapan tajam pada Taeyeon. Dan parahnya selalu ada saja jalan bagi kedua kakak adik tiri itu untuk bertengkar. Taeyeon selalu berusaha untuk berbicara baik-baik dengannya namun selalu di tanggapi dengan kasar sehingga akhirnya Taeyeon pun ikut terbawa emosi dan pertengkaran pun tak terelakan.

**

Taeyeon menatap pohon-pohon gundul di halaman depan rumahnya. Pohon-pohon yang tampak kusam di balik lapisan tipis es. Sinar matahari pagi yang cerah membias di atas tanah yang tertutup salju. Cerah namun dingin.

Sebuah SUV putih lewat di muka rumah. Jalannya pelan, mobil itu sarat dengan penumpang. SUV putih tersebut selip sedikit saat berhenti di ujung jalan.

‘apakah benar-benar setahun telah lewat sejak aku terakhir bertemu dengan kakakku?’ batin Taeyeon. Tubuhnya terasa dingin, meskipun kehangatan sinar mentari menyusup masuk lewat jendela. Ia kedinginan meskipun baru saja mandi dengan air panas.

Getar ponsel di atas meja rias membuyarkan lamunannya. Sebuah pesan singkat dari Suho.

Morning, my sunshine. Jangan terlalu tegang!  Tersenyumlah! Hari ini cukup cerah, tidak lucu jika wajah cutemu justru tampak mendung. -Suho

Taeyeon tertawa kecil membaca pesan dari namjachingunya itu. Dengan cepat, Taeyeon membalas kembali pesan itu,

Entahlah. Aku masih agak khawatir kalau peristiwa setahun yang lalu terulang kembali. Aku takut ia masih dendam padaku. –Taeyeon

Percaya padaku! Semua akan baik-baik saja. – Suho

Taeyeon kembali membayangkan bagaimana hidup Soyeon selama setahun terakhir ini. Terkurung di rumah sakit jiwa. Jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Di awasi terus-menerus oleh dokter dan perawat, menjalani berbagai macam tes. Sungguh tak terbayangkan. Taeyeon sendiri cukup mengalami kesulitan dalam mengatasi perasaannya. Bagaimanapun juga, Soyeon pernah mencoba membunuhnya. Setahun yang lalu kakak kandungnya telah mencoba membunuhnya.

Taeyeon mengalihkan pandangannya. Ia melirik jam dinding. Sudah waktunya untuk bersiap-siap. Soyeon akan segera tiba. Ibunya dan suami barunya (ayah tirinya) sudah sejak tadi pagi berangkat untuk menjemput Soyeon.

‘Begitu banyak kepedihan, begitu banyak kesusahan,’ Taeyeon berpikir sambil mendesah. Semua itu dimulai ketika ayah Taeyeon tewas dalam kecelakaan perahu motor. Taeyeon selamat, namun ayahnya mati tenggelam. Dan di luar dugaannya, Soyeon ternyata menyimpan dendam padanya. Soyeon menyalahkan Taeyeon atas kematian ayah mereka.

Tak lama setelah kecelakaan itu, ibu mereka menikah lagi. Soyeon dan Taeyeon mendapatkan 2 orang adik tiri, Eunji dan Sehun. Sebuah keluarga besar yang bahagia. Kecuali Sehun yang berusia 14 tahun mulai bertingkah aneh dan suka ngambek. Dan Taeyeon selalu menaruh curiga pada Eunji, adik tirinya yang hampir sebaya dengannya. Dan Soyeon… kakak kandungnya, orang yang sangat dihargai dan selalu menjadi panutannya… ternyata mencoba membunuhnya.

Banyak perubahan yang telah terjadi dalam waktu setahun. Sejak Soyeon di kirim ke rumash sakit jiwa, Sehun menjadi makin pemurung dan lebih tertutup daripada sebelumnya. Tapi Taeyeon menyadari bahwa ia telah keliru, sangat keliru menilai Eunji. Kini mereka berdua sangat akrab, seperti kakak kandung saja. dan bagaimana keadaan kakak kandungnya yang sesungguhnya? Seperti apa Soyeon setelah setahun pergi dari rumah? Apakah dia berubah? Apakah dia masih membenci Taeyeon? apakah dia ingat akan perbuatannya dulu?

“aku kembali lagi!” seru seseorang dari ambang pintu.

Taeyeon berbalik dengan terkejut, “Eunji-ya…!” ia mengawasi adik tirinya yang sedang menarik sebuah kardus ke dalam kamarnya.

“aku tidak percaya kita bakal tidur sekamar lagi,” gerutu Eunji. “setelah punya kamar sendiri-sendiri selama setahun penuh.”

“aku tidak percaya barangmu ternyata sebanyak itu!” balas Taeyeon.

Sepanjang pagi itu Eunji sudah bolak-balik ke kamarnya, sibuk memindahkan barang-barangnya dari kamar Soyeon yang selama ini ditempatinya. “setengah dari laci-laci lemari itu milikku. Jangan diisi apa-apa, arasseo?” Taeyeon mengingatkan Eunji.

Sebenarnya Taeyeon senang Eunji akan tidur sekamar dengannya lagi. Entah mengapa, hal itu membuatnya merasa lebih tenang, lebih aman. ‘aman dari gangguan kakakku,’ pikirnya dengan sedih.

Taeyeon melepas handuk yang dililitkan di kepalanya sehabis mandi tadi. Ia menggeraikan rambut panjangnya yang berwarna kecoklatan, seperti yang dilakukan para model di TV. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk tadi dan setelah kering ia menyisirnya dengan rapi.

“aku harus bersiap-siap. Sebentar lagi Soyeon sampai.” Ucapnya sambil menguncir rambutnya, kemudian memasangkan pengikat rambut pada kunciran itu. Taeyeon menoleh menatap Eunji yang sedang berusah memasukan setumpuk majalah mode ke tingkat paling bawah rak buku. Eunji mengenakan kaus lengan panjang abu-abu dengan celana panjang longgar merah jambu.

Setelah rambutnya tertata rapi, ia menghampiri lemari pakaiannya yang kini penuh sesak dengan baju-baju Eunji. Taeyeon menarik keluar celana montirnya yang berwarna beige.

“kau mau pakai itu?” Eunji berseru dengan nada tinggi.

Taeyeon menggerak-gerakan tubuhnya membirakan celana montir itu jatuh menutupi tubuhnya seperti tenda. “ini celana keberuntunganku,” jawab Taeyeon. Ia membeli celana montir itu pada saat obral, dan sudah sering sekali memakainya. Celana itu lima nomor kebesaran untuknya, tapi ia merasa nyaman mengenakannya. Tubuh mungilnya tersembunyi di dalamnya.

Begitu aman.

Didengarnya derit ban di atas salju. Menatap keluar jendela, dilihatnya sebuah mobil pick up putih pudar melesat lewat. Bukan mereka. Sinar matahari membakar jalanan yang dingin. Taeyeon memejamkan matanya dan mencoba membayangkan Soyeon. Rambut Soyeon yang panjang dan berwarna hitam legam. Tubuhnya yang sama mungilnya dengan Taeyeon, namun sedikit lebih tinggi beberapa centi. Matanya sama bulat seperti boneka. Ia mencoba mengingat-ingat penampilan Soyeon sebelum musibah itu terjadi. Soyeon yang mendampinginya pada saat beranjak remaja. Soyeon yang menjadi tempat curahan perasaannya dan dipercayainya seratus persen.

Setahun penuh tanpa kakaknya. Tak ada surat, tak ada telepon. Ia berusaha mengingat-ingat suara tawa Soyeon. Suara Eunji memecah lamunan Taeyeon. “kau takut?”

Taeyeon membuka matanya. Ia menggelengkan kepalanya. “aniyo. Aku tidak takut. Maksudku, Soyeon memang pernah kena gangguan jiwa, tapi sekarang dia sudah sembuh, kan? Kalau tidak, masa dokter mengijinkannya pulang?”

“yeah, benar” sahut Eunji menyetujui pendapatnya. Ia menjatuhkan diri ke tempat tidurnya. “aku belum pernah melihat eomma segelisah ini.”

“ara. Semalam dia sibuk bersih-bersih.”

“ne, aku juga dengar.” Gumam Eunji pelan.

Taeyeon menatap Eunji. “kau tidak tidur? Lalu apa yang kau lakukan? Mimpi buruk lagi?”

Eunji mengangguk. Taeyeon berdecak. Eunji yang malang mulai dihantui mimpi buruk tentang Naeun lagi. Eunji juga punya masalah. Ia mempunyai kenangan-kenangan pahit. Mimpi-mimpi buruk.

Naeun, sahabat Eunji di sekolahnya yang lama. Naeun meninggal akibat kecelakaan pada waktu sekolah mereka sedang berkemah. Eunji yang menemukan mayat Naeun dan dia dituduh yang membunuh Naeun oleh peserta-peserta lain.

“kukira aku telah berhasil melupakan Naeun.” Kata Eunji terdengar frustasi. “tak tau kenapa sekarang aku mulai memimpikannya lagi.”

“pasti gara-gara Soyeon-eonni.” Sahut Taeyeon lirih. “kita semua resah karena dia akan pulang. Ketegangan itu terbawa dalam mimpi.”

Eunji menghampiri meja rias. Ia mengambil botol parfum Taeyeon dan menyemprotkan isinya ke leher serta pergelangan tangannya. Wangi buah persik bercampur bunga mawar segera memenuhi kamar.

“ya! Jangan banyak-banyak!” tegur Taeyeon. “parfum itu mahal.”

Sebenarnya bukan mahalnya parfum itu yang di permasalahkan Taeyeon. tapi karena parfum itu pemberian Suho, dan Taeyeon selalu menggunakannya sehemat mungkin. Parfum yang dikemas dalam botol cantik berbentuk seruling itu dibeli orangtua Suho ketika mereka sedang bepergian ke Paris. Itu hadiah paling mengesankan yang pernah diberikan Suho pada Taeyeon. Ma Chérie  tertulis di samping botolnya. Di kartunya Suho menulis, “itu artinya, sayangku.”

Eunji menyemprotkan parfum itu lagi. “ini namanya mandi gaya Prancis,” katanya sambil menyeringai di depan cermin. “kau menyemprot dirimu dengan parfum, bukan dengan air.”

Taeyeon menggertakan giginya. Eunji sudah memakai hampir setengah botol parfum. Taeyeon tiba-tiba ingat bahwa tidur sekamar dengan Eunji bukan hal yang mudah baginya. Ia harus berusaha menjadi lebih penyabar. Tapi ia menahan diri dan menutup mulutnya rapat-rapat. Ia tidak mau memulai keributan dengan Eunji pada saat mereka sedang menantikan kedatangan Soyeon.

“semua barangmu sudah kau keluarkan dari kamar Soyeon?” tanya Taeyeon, menghirup wangi parfum yang memenuhi kamar.

Eunji akhirnya meletakkan botol parfum itu. “aku akan memeriksanya.” Beberapa saat kemudian ia kembali, membawa sebuah angsa mungil yang terbuat dari kristal. “lihat! Siapa yang kulupakan. Aku lupa membawa Grace.”

Angsa kristal itu adalah harta kesayangan Eunji. Ia sangat menyayanginya sebab benda itu mengingatkannya pada masa-masa bahagianya dulu. Angsa itu pemberian ibunya pada hari ulang tahunnya yang ketiga belas, empat tahun yang lalu sebelum kedua orangtuanya bercerai. Sebelum Naeun meninggal. Eunji menamai angsa itu Grace sebab menurutnya dia adalah makhluk paling anggun yang pernah ia temui. Angsa kristal itu memang benar-benar cantik. Sinar matahari musim dingin yang menyusup masuk lewat jendela membias melalui kristal itu, dan membentuk bayangan warna-warni di karpet.

“sebaiknya Grace kutaruh dimana?” tanya Eunji melayangkan pandangannya ke seputar kamar yang berantakan.

“bagaimana kalau di meja rias saja?” usul Taeyeon. “pasti bagus kelihatannya disandingkan dengan botol parfumku.”

“ah~ memang bagus sekali,” kata Eunji sependapat. Ia meletakkan angsa itu dalam kedua telapak tangannya dan mulai melangkah menuju meja rias. Namun mendadak terdengar jeritan dari ruang depan, membuat Eunji tersentak. Pegangan tangannya terlepas.

Pandangan Taeyeon mengikuti si angsa yang melayang jatuh. Kepala angsa itu putus ketika tubuhnya membentur lantai. Taeyeon melihat bagaimana angsa kristal rapuh itu pecah, sementara jeritan melengking itu terdengar semakin keras.

Taeyeon menatap serpihan-serpihan kristal yang berserakan di dekat kaki Eunji. “jangan bergerak!” serunya sambil menunjuk ke lantai. “kau tidak pakai sandal.”

Sehun menerobos masuk ke dalam kamar. “kau benar-benar kelewatan!!” ia berteriak pada Taeyeon.

Taeyeon menatap adik tirinya dengan bingung. Biasanya kulit Sehun seputih kulit Eunji. Tapi sekarang wajahnya tampak merah, dipenuhi kegusaran dan sakit hati. Ia menjerit lagi, jeritan frustasi dan ketidakberdayaan. “neo saekkia! Kau busuk dan brengsek!!” ia memaki-maki Taeyeon.

“aku??” Taeyeon terperanjat. “memangnya apa yang kulakukan??”

“kau mengadukanku!!”

“mwo??” bingung Taeyeon mengerutkan keningnya. Taeyeon berpaling pada Eunji meminta bantuannya.

Sambil berlutut, dengan hati-hati Eunji memunguti pecahan-pecahan angsa kristalnya. “kau yang brengsek, Sehun!!” kata Eunji dengan berang. “Lihat akibat perbuatanmu!”

Sehun tidak mengacuhkan kakaknya. Ia terus memberondong Taeyeon. “appa menghukumku karena pesta semalam.” Ia menudingkan jari ke Taeyeon. “gara-gara pengaduanmu!”

Rupanya itu masalahnya. Pesta di rumah Kai. Orangtua Kai sedang ke luar kota, maka Kai mengundang beberapa kawannya untuk main ke rumahnya. Dan teman-temannya itu mengundang teman mereka yang lain. Acara kumpul-kumpul itu akhirnya menjadi pesta yang ramai dan tak terkendali. Taeyeon dan Suho mengikuti pesta itu selama beberapa waktu tapi teman-teman mereka tak ada yang datang. Taeyeon berhasil membujuk Suho untuk meninggalkan pesta itu pada sekitar pukul sepuluh. Ketika mereka baru mau pulang, mereka melihat Sehun dan beberapa temannya sedang minum-minum di dapur. Salah satu dari mereka mengeluarkan enam kaleng bir dari kulkas dan menyodorkan sekaleng pada Sehun. Taeyeon tidak tahu apakah Sehun meminumnya atau tidak.

“aku tidak mengadukanmu,” bela Taeyeon dengan ngotot. “aku tidak tahu bagaimana appa bisa tahu—“

“sudahlah!” tukas Sehun memotong ucapan Taeyeon. “tidak usah bohong! Kau ada disana waktu itu. kau melihatku, dan apa yang terjadi kemudian? Aku dihukum oleh appa. Semuanya jelas seperti satu ditambah satu sama dengan dua.”

“oh, begitu ya!” timbrung Eunji dengan nada sinis. “jago benar kau berhitung, bocah kecil!” Eunji memasukkan serpihan-serpihan kristal itu ke tong sampah di bawah meja tulis Taeyeon.

“mungkin kau masih bisa mengelemnya kembali.” Ucap Taeyeon.

“mustahil. Pecahannya terlalu kecil.” Sahut Eunji. Ia menatap adiknya dengan kesal.

“Sehun-ah, aku bersumpah tidak mengatakan apapun pada appa.” Kata Taeyeon mencoba meyakinkan adik tirinya itu.

“kojitmal!” teriak Sehun. “aissh, eottoke?” keluhnya dengan nada tinggi. “aku tidak percaya ini terjadi padaku. Aku dihukum tidak boleh keluar rumah. TIDAK BOLEH KELUAR RUMAH!!”

“aigoo, itu hanya masalah sepele,” timpal Eunji sambil memutar bola matanya. “paling-paling kau tidak bisa pergi satu malam bersama teman-temanmu yang sama gilanya denganmu itu.”

“satu malam?” Sehun tertawa melengking. “satu malam dengkulmu! Appa menghukumku selama enam minggu!! Kau tahu apa itu artinya?? Itu artinya aku dan teman-temanku tidak akan bisa menyelesaikan 14th Friday!”

“oh, sayang sekali!” kata Eunji dengan sinis.

Sehun memutar badannya dan menghadapi kakaknya, “diam kau, babo!”

Taeyeon sependapat dengan Eunji. Film horor yang sedang dibuat Sehun itu memang konyol. Taeyeon sempat menyaksikannya sendiri, ketika mereka melakukan pengambilan gambar di halaman rumahnya. Tapi bagi Sehun film itu penting sekali.

Taeyeon berusaha menguasai emosinya, “Sehun-ah,” ucap Taeyeon dengan tenang. “aku turut prihatin. Tapi aku benar-benar tidak tahu siapa yang mengadukanmu pada appa.”

“dengar!” kata Eunji menasihati adiknya, “daripada repot-repot memikirkan siapa yang mengadu, lebih baik kau perbaiki kelakuanmu. Bersikaplah lebih dewasa sedikit, supaya appa mengurangi hukumanmu.”

Sehun tidak menghiraukan kakaknya. Ia maju mendekati Taeyeon dengan sikap mengancam dan mata melotot. Semua insting dalam tubuh Taeyeon mendadak mengingatkannya untuk mundur, menjauh, berwaspada. Ia memang telah menjadi sangat sensitif setelah peristiwa tahun lalu itu.

“tunggu pembalasanku,” Sehun menggeram padanya, suara bergetar. “tunggu pembalasanku, Taeyeon. Sejak dulu aku memang tidak mau menjadi bagian dari keluarga konyol ini. Kau menghancurkan hidupku dan aku akan balas perbuatanmu itu.” ia bergegas keluar. Pintu kamar dibantingnya keras-keras.

Taeyeon terhenyak di tepi tempat tidur. Eunji menjatuhkan diri ke sebelahnya. Mereka sama-sama membisu.

“sial, pagi-pagi begini Sehun sudah mengajak ribut.” Umpat Eunji.

“aku tidak mengadukannya,” kata Taeyeon pada Eunji.

“arata.”

“kau tahu?” Taeyeon menatap Eunji lekat-lekat. Kecurigaannya timbul. “bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan mata disipitkan.

“karena,” jawab Eunji dengan wajah merah, “setiap kali Sehun merasa yakin akan sesuatu, dia pasti keliru.”

“adikmu itu memang aneh,” gumam Taeyeon sambil menatap lantai.

“semua anak empat belas tahun memang begitu,” sahut Eunji.

Taeyeon mengalihkan pandangannya ke pintu. Ia memelankan suaranya, “kau pernah lihat video-video yang dipinjamnya dari Tao? Aku tidak bisa tidur setelah menonton film itu.”

“Sehun memang sering tidak tidur,” kata Eunji. “semalaman dia duduk di ruang baca dengan mata tertuju ke TV.”

“kau perhatikan tidak, bagaimana dia juga sering membaca cerita-cerita fiksi ilmiah yang aneh-aneh di internet?” tambah Taeyeon. “menurutku, hal-hal seperti itu membuat otaknya jadi miring.”

“memang dari sananya sudah miring.” Eunji tersenyum mengejek. Namun Taeyeon masih gelisah. Perasaan itu tidak dapat dihilangkannya. “wae?” tanya Eunji.

“molla. Aku merasa Sehun sedang mengatur rencana untuk membunuhku atau apa. Kau dengar ucapannya, kan? ‘tunggu pembalasanku!’ Hidupku sudah cukup sulit. Aku tidak sanggup menghadapi hal seperti ini lagi.”

Eunji mendekat dan memeluk saudara tirinya itu, “jangan khawatir. Sehun hanya asal bicara. Pasti dia juga sedang stress. Menghadapi kepulangan Soyeon, maksudku.”

Eunji melepas pelukannya. ‘mungkin Eunji benar.’ Pikir Taeyeon. ‘mungkin itulah sebabnya aku begitu serius menanggapi ancaman Sehun. Karena Soyeon akan pulang.’

Eunji berdiri. “tunggu dulu!” Taeyeon memperingatkan. “mungkin masih ada pecahan kristal di lantai.” Ia mengeluarkan sepasang sepatu karet dari dasar lemari dan dilemparkannya benda itu pada Eunji. “aku akan membersihkan lantai.”

“hajima, biar aku saja.” Eunji bersikeras.

Taeyeon tersenyum. Adik tirinya ini telah berubah. Setahun yang lalu Eunji takkan mau melakukan itu. Dia hanya pura-pura rajin kalau orangtua mereka sedang melihat. Tiba-tiba Taeyeon mendengar gemerincing kalung leher dan gemerisik kaki-kaki mungil pada lantai kayu di koridor di luar kamarnya. Ia membuka pintu dan tersenyum ketika Ginger, anjingnya yang berbulu hitam kriting, menjulurkan moncongnya ke dalam kamar. Anjing itu menatap Taeyeon dengan matanya yang hitam gelap, segelap bulu-bulunya.

“Ginger!” panggil Taeyeon dengan penuh sayang. Ia membungkuk menyambut anjing kecil itu. “anjing manis. Kau datang untuk menghiburku, kan? Kemari, anjing mungilku.” Taeyeon membawanya ke dalam pelukannya namun Ginger meloloskan diri dari bawah lengannya dan berlari-lari kecil menghampiri ranjang Eunji.

“hus! Hus! Pergi sana, Ginger!” usir Eunji sambil melompat berdiri. “pergilah ke ibumu! Aku tidak menyukaimu.”

“hajima!” kata Taeyeon sambil tertawa. “dia bisa tersinggung.”

“bagus!” seru Eunji. “duduk, Ginger!” Anjing itu tidak menuruti perintah Eunji. Ia melompat ke ranjang Eunji dan berbaring telentang di atas bed covernya. “andwae!!!” erang Eunji dengan suara melengking. “bulunya pasti berserakan di seluruh ranjang. Aku bakal kerepotan membersihkan bulu-bulu yang menempel di pakaianku dan bisa-bisa aku kena penyakit anjing gila!!!”

“dia menyukaimu,” ucap Taeyeon. “Ginger-ah, bisa-bisanya kau lebih menyukai Eunji daripada aku? Hah? Pengkhianat cilik?”

Belum sempat Ginger menjawab, bel pintu berbunyi taeyeon berhenti tertawa. Dia menatap Eunji.

“itu Soyeon!” seru Eunji. “dia sudah datang!”

Jantung Taeyeon berdegup kencang. ‘sepertinya aku benar-benar ketakutan.’ Pikir Taeyeon seolah baru menyadarinya. Kakinya mendadak terasa lemas dan berat.

Eunji bergegas ke pintu depan. Taeyeon membuntuti tepat di belakangnya. Kakinya hampir tersandung Ginger yang sudah memburu ke pintu. Ginger mendahului mereka menuruni tangga. Di depan pintu dia menyalak dengan galak. Di tengah tangga, Taeyeon terdiam. Tubuhnya seakan-akan membeku. Ia mengawasi Eunji yang melangkahi tangga dua-dua sekaligus. Eunji meraih gagang pintu. Taeyeon menatap ke pintu seakan-akan terhipnotis.

Seperti apa Soyeon sekarang?

To be Continue…

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on March 10, 2014, in Series, SuTae and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 17 Comments.

  1. aahhh aku penasaran eonn, kok sehun gitu amat ke taeyeon…??
    aku pikir sehun bakalan buat rencana buat ngebunuh taeyeon…. tpi terlalu sadis…
    soyeon sekarang gmna ya ? penasaran eonn….
    lanjut eonn FIGHTAENG !!!

  2. Bgus eon…gx nyangka dsni sehun prannya jdi orang sadis…hohoho…
    Tpi aku suka..jlan crta.y jg gx bsa dtbak,jdi bkin penasaran nd gregetan eon…

    Next.y jngan lma” yah eon…

  3. Ngeri thor ..
    Seyeon dan Sehun itu lo yg buat aku pnsran ..
    Keren deh alurnya, gabisa ditebak ..
    Update soon ya thor .
    Btw, ff yg May I Love U? itu kpn publishnya yaa?? Can’t wait!!
    Fightaeng!!!

  4. intan sekarsari

    Sebenarnya aku belum nyambung sama jalan ceritanya eon 😦
    apa akunya lagi lemot mikirin tugas ya -_- yang pasti aku seneng banget eonni comeback lagi dalam membuat ff 🙂
    fighting eonni 🙂

  5. Aigo sehun kenapa galak sekali knapa dia benci bgt ama taeng penasaran??
    Seyeon ntah knapa yg kebayang2 wajah sica eonii hahhaa jahat bener mau bunuh taeng unni gara2 salah paham feellingku dia masih dendam dehh *soktau*
    Suho sweet bgt sihh my sunshine cie-ciee ….
    Eunji sma taeng cocok tuh sma2 melengking suaranya …
    Next chap dtunggu ,,,,,
    ff lainnya jga dtunggu kelanjutannya…

  6. Daebak!! Hay unnie bertambah lg epep-mu -_-

  7. Daebakk! Fanficnya duh bikin penasaran wkwk.aplgi ada SuTae makin cinta saya kepadamu thor (?) Sehunnya kok gitu sih ;;( minta ditampol masa /?

    Kepp write and fighting ^^

    Nb: mian komment nya kelamaan

  8. Putri Wardania

    Yaampun ini penasaran syekaleh akunyah, mystery bener2 kebanyakan mysterynya/? Aku aja sampe lupa aku penasaran yang mana aja._. Cakep thor idialah nge fans deh

  9. Ada apa dengan sehun? o.o
    kaget banget liat sehun kaya gitu, ya ampun~

  10. ahh eonni come back dengan ff baru nie ah senengnya…kemana aj sih kamu eonni kok baru come back, aku udah lumutan nie gara2 nunggu ff mu heheh # peace eonni
    wih ada sehun disini,kok radang2 aneh tuh sehun jadi takut aku.
    ah yang penting cepat updatenya eonni karna kalau ff kyk suka penasaran sendiri…hehe
    keep writing ya eonni…

  11. semuanya seperti terlihta jelas tp entah kenapa y ada sesuatu yg ganjal gmn gto d keempat bersaudara tersebut….ato cm persaan ja…??

  12. itu sehun kenapa sih bawaannya emosi terus ke taeng-__-
    aaa ga sempet apdet ff kesini gara2 sibuk, jadi sering ketinggalan;__; masih ngutang baca 5 ff disini;; semoga minggu uda bisa baca semua wks
    oiya un, aku mau baca yg naughty noona tapi ga punya password nya;_;

  13. Udah seneng tadi chast ny juga ada soyeon eeehhh pas baca soyeonnya jadi peran begitu huaaaaa kasian bias bias :33

    walau gitu tapi ada yeonsist 22nya bias wueehhe

  14. Susananya kek hidup taeng tdk ada yg bisa menjamin ye, eunji juga bisa aja picik licik penuh tipu daya, wkwk, ini udah berjejak thor, mau lanjut ya

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: