[FF] The Weird Sister (Chapter 2)

weird sist

Author : Ashiya

Cast :

  • Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Soyeon (T-ARA)
  • Eunji (A-Pink)
  • Sehun (EXO)
  • Chorong (A-Pink)
  • Suho (EXO)

Genre :

  • Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Inspired by R.L Stine’s novel ‘The Stepsister’

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

Chapter 1

Previous Chapter

Tiba-tiba Taeyeon mendengar gemerincing kalung leher dan gemerisik kaki-kaki mungil pada lantai kayu di koridor di luar kamarnya. Ia membuka pintu dan tersenyum ketika Ginger, anjingnya yang berbulu hitam kriting, menjulurkan moncongnya ke dalam kamar. Anjing itu menatap Taeyeon dengan matanya yang hitam gelap, segelap bulu-bulunya.

“Ginger!” panggil Taeyeon dengan penuh sayang. Ia membungkuk menyambut anjing kecil itu. “anjing manis. Kau datang untuk menghiburku, kan? Kemari, anjing mungilku.” Taeyeon membawanya ke dalam pelukannya namun Ginger meloloskan diri dari bawah lengannya dan berlari-lari kecil menghampiri ranjang Eunji.

“hus! Hus! Pergi sana, Ginger!” usir Eunji sambil melompat berdiri. “pergilah ke ibumu! Aku tidak menyukaimu.”

“hajima!” kata Taeyeon sambil tertawa. “dia bisa tersinggung.”

“bagus!” seru Eunji. “duduk, Ginger!” Anjing itu tidak menuruti perintah Eunji. Ia melompat ke ranjang Eunji dan berbaring telentang di atas bed covernya. “andwae!!!” erang Eunji dengan suara melengking. “bulunya pasti berserakan di seluruh ranjang. Aku bakal kerepotan membersihkan bulu-bulu yang menempel di pakaianku dan bisa-bisa aku kena penyakit anjing gila!!!”

“dia menyukaimu,” ucap Taeyeon. “Ginger-ah, bisa-bisanya kau lebih menyukai Eunji daripada aku? Hah? Pengkhianat cilik?”

Belum sempat Ginger menjawab, bel pintu berbunyi taeyeon berhenti tertawa. Dia menatap Eunji.

“itu Soyeon!” seru Eunji. “dia sudah datang!”

Jantung Taeyeon berdegup kencang. ‘sepertinya aku benar-benar ketakutan.’ Pikir Taeyeon seolah baru menyadarinya. Kakinya mendadak terasa lemas dan berat.

Eunji bergegas ke pintu depan. Taeyeon membuntuti tepat di belakangnya. Kakinya hampir tersandung Ginger yang sudah memburu ke pintu. Ginger mendahului mereka menuruni tangga. Di depan pintu dia menyalak dengan galak. Di tengah tangga, Taeyeon terdiam. Tubuhnya seakan-akan membeku. Ia mengawasi Eunji yang melangkahi tangga dua-dua sekaligus. Eunji meraih gagang pintu. Taeyeon menatap ke pintu seakan-akan terhipnotis.

Seperti apa Soyeon sekarang?

***Chapter 2***

Eunji membuka pintu, membuat udara dingin menerpa masuk. “Chorong-ah!” serunya.

Taeyeon tersenyum dan membungkuk untuk menggendong Ginger, yang masih menyalak-nyalak. Ia merasa lega——kemudian merasa bersalah karena kelegaan itu.

Taeyeon menyukai Chorong, sahabat karib Eunji sekarang. Terkadang memang timbul rasa iri hati Taeyeon melihat keakraban adik tirinya dengan Chorong. Tapi itu kadang-kadang saja. Biasanya dia senang kalau Chorong datang.

“apa aku datang pada waktu yang kurang tepat?” tanya Chorong, menatap Taeyeon dan Eunji bergantian dengan wajah bingung. Senyumnya tampak ragu-ragu.

“oh, aniyo,” Eunji menyahut dengan canggung. “kami hanya mengira kau ini…… orang lain.”

Chorong tampak semakin bingung. Kemudian ia menepuk dahinya. “tunggu dulu! Hari ini Sabtu. Hari…. Kalian pikir aku… aigoo! Nan baboya! Soyeon-eonni akan pulang hari ini, kan? Ah, aku telah mengganggu kalian.”

“kau tidak mengganggu,” kata Eunji meyakinkannya. Ia memelankan suaranya dan berbisik dengan nada tegang yang dibuat-buat, “kami justru memerlukanmu sebagai tameng pelindung!”

“Eunji-ya!” tegur Taeyeon.

Ketika Soyeon baru masuk ke rumah sakit jiwa, orangtua Taeyeon memberi perintah kepada seluruh keluarga agar merahasiakan keadaan Soyeon yang sebenarnya. Mereka harus mengatakan kepada semua orang bahwa Soyeon pergi mengunjungi saudara mereka di China. ‘percuma saja. orang tak akan percaya.’ pikir Taeyeon waktu itu.

Bulan demi bulan berlalu, makin sulit bagi mereka untuk menyimpan rahasia itu. Menurut perkiraan Taeyeon, kini seluruh penduduk Ilsan sudah tahu hal yang sebenarnya tentang Soyeon.

“kalian benar-benar tidak ingin aku pergi?” tanya Chorong. “jangan sungkan-sungkan, berterus terang saja.”

Taeyeon menarik tangan Chorong. “ayo naik,” ajaknya. Chorong berjalan di belakang mengikutinya.

Di puncak tangga, Taeyeon berhenti sebentar. Pandangannya menyapu koridor di depannya dan berhenti di depan kamar Sehun. Pintu kamar itu tertutup. Rasa panik menjalari tubuhnya.

‘dia membenciku.’ Batin Taeyeon.

“oh, wow!!” seru Chorong ketika ia masuk ke kamar Taeyeon yang seperti kapal pecah. “rupanya kalian bakal tidur sekamar lagi.”

“kami tidak keberatan!” sahut Eunji cepat. “sini biar kugantung mantelmu.” Eunji menyambar mantel biru Chorong———dan menjatuhkannya ke lantai.

“gomawo, chingu.” Ucap Chorong. Gadis ini tidak pernah marah, bagaimanapun perlakuan eunji padanya. Tidak heran kalau Eunji menyukainya.

Taeyeon memungut mantel itu dan menggantungnya. “Eunji-ya, sekarang karena kita akan tidur sekamar, aku ingin kau tahu dimana kita harus menyimpan mantel ini. Lihat ini?”

“aisshh~ aku ini bukan Bibi Titi Teliti sepertimu atau ibumu, jadi…” Eunji mulai memprotes.

“kalian tidak sedang bertengkar, kan?” tanya Chorong.

“tentu saja tidak,” jawab Taeyeon. “kau pasti tahu kalau kami benar-benar sedang bertengkar. Kami adu jotos!”

Wajah Chorong memerah dan terlihat sebuah senyum yang tampak di paksakan. Eunji melemparkan tatapan tajam pada Taeyeon.

‘aigoo, gurauanku tidak lucu,’ pikir Taeyeon dengan penuh sesal. ‘jangan-jangan Chorong merasa tersindir.’

Orangtua Chorong tak henti-hentinya bertengkar, dan bukan hanya bertengkar mulut. Mungkin itu sebabnya Chorong sering sekali pergi main ke rumah Eunji.

Chorong duduk di tepi ranjang Taeyeon, “apa kedatanganku benar-benar tidak mengganggu?” tanyanya lagi.

Taeyeon kadang sebal menanggapi sikap Chorong yang begitu merendah. Chorong gadis yang menyenangkan dan cukup cantik, dengan rambut hitam panjang, tapi dia selalu bersikap seakan-akan orang yang mau menghabiskan waktu bersamanya sudah berjasa besar terhadapnya.

“Chorong-ah,” Eunji menyahut. “kau tidak perlu terus menerus bertanya seperti itu. Rumah kami selalu terbuka untukmu. Selalu.”

‘hmm.. tidak selalu juga, sih.’ Batin Taeyeon.

“eh, ada yang perlu ku ceritakan padamu, Eunji-ya!” kata Chorong dengan bersemangat. “kau tahu, siapa yang di datang bersama Jessica di ulang tahun Sooyoung kemarin?”

“nuguji?” tanya Eunji dan Taeyeon berbarengan.

Chorong tersenyum, membuat mereka makin penasaran. “Jay. Kau percaya?”

“andwae!!” seru Eunji dengan mata terbelalak. “masa sih Jessica sebegitu bodohnya?”

“molla. Aku juga tidak mengerti. Maksudku, Jessica pernah bilang dia masih belum bisa melupakan Donghae.”

Taeyeon duduk di meja tulisnya dan membuka laci paling atas. “hei, kemana persediaanku?”

“oh, barang-barangmu kupindahkan ke laci bawah, sebab rak buku paling atas sudah kau ambil. Adilkan?”

“ya, ya, terserahlah.” Sungut Taeyeon. tapi ia tidak sungguh-sungguh keberatan. Eunji memang begitu orangnya. Kenapa harus pusing-pusing? Terima saja dia apa adanya. Suasana hati Taeyeon mendadak mejadi lebih cerah. “bersandarlah,” ucapnya pada Chorong. “kau kelihatan tegang sekali, membuatku ikut gelisah.”

“apa? Oh, oke.” Chorong bersandar pada kepala ranjang, tapi sebentar kemudian sudah duduk tegak di tepi ranjang. Taeyeon menemukan sebungkus biskuit coklat di laci paling bawah. Ia memberikan sekeping biskuit itu pada Chorong. “wah, gomawo!” seru Chorong dengan menggebu-gebu.

‘Dia selalu begitu, berterima kasih untuk hal sekecil apapun.’ Pikir Taeyeon. ‘menyedihkan.’

Chorong memakan biskuit itu dan menadahkan tangannya di bawah biskuit itu supaya remah-remahnya tidak mengotori ranjang. “hei, apa kalian ingin aku turun dan mengambil jus atau susu?”

“tidak usah. Kau bukan pelayan,” sahut Eunji tajam. “Taeyeon, pergi ambil susu!” Mereka bertiga tertawa.

“jadi, bagaimana ceritanya Donghae?” desak Taeyeon, kembali bergosip. *Gossip girls! xD

“malam itu Jessica mestinya pergi ke pesta di rumah Kai.”

“Taeyeon dan Suho-oppa juga pergi ke pesta itu.” sela Eunji. Ia masih enggan memanggil Taeyeon dengan sebutan eonni, karena ia pikir jarak usia mereka hanya terpaut beberapa bulan.

“jinja?” tanya Chorong melebarkan matanya. “kudengar polisi datang dan membubarkan pesta itu sekitar tengah malam.”

‘sudah kuduga hal seperti itu akan terjadi. Syukurlah aku dan Suho pulang lebih dulu.’ Kata Taeyeon dalam hati.

“ayo ceritakan lagi soal Donghae.” Tuntut Eunji tidak sabar.

“jadi malam itu Donghae hadir ke pesta ulang tahun Sooyoung bersama salah  seorang teman Jesica. Kalau tidak salah namanya Yoona.” (A/N : Seunggi-ssi, Yoong di pinjem dulu ya! xD)

“Donghae benar-benar playboy. Semua yeoja pernah diajaknya kencan. Mungkin hanya aku saja yang belum.” Cerocos Eunji asal.

“oh ya, aku ingat!” seru Chorong sambil bertepuk tangan. “aku sudah menemukan namja yang cocok untukmu. Malam minggu nanti kita double date! Kau, aku, namja itu dan namjachinguku. Oh, eonni, kalau kau mau kau bisa ikut juga. Ajak saja namjamu.”

“tidak, terima kasih. Aku sudah ada rencana lain dengan Suho.” Sahut Taeyeon tersenyum.

“aisssh~ kau seperti tidak tahu dia saja, dia ini kan sukanya hanya berduaan di tempat sepi.” Timpal Eunji menunjuk Taeyeon.

“yah! Tutup mulutmu!” tegur Taeyeon tidak terima dengan tuduhan adik tirinya itu. “ayo, ceritakan lagi! Kau belum cerita tentang Donghae!”

“aku baru akan bercerita.” Kata Chorong ngotot. Mereka bertiga tertawa, sudah setengah histeris. Dasar, Park Chorong! kisah yang sederhana selalu dibuatnya jadi rumit.

“Taeyeon, buka jendelanya! Kamar ini pengapnya seperti dalam sauna.”

“enak saja kau nyuruh-nyuruh! Kau pikir aku ini budakmu?” sahut Taeyeon. Tapi dia beranjak dan membuka jendela. Angin dingin yang masuk terasa nyaman.

“nah,” Chorong melanjutkan ceritanya, “Jessica jengkel sekali pada Donghae. Jadi ketika Jay menelponnya dan untuk keseratus juta kalinya mengajaknya kencan, akhirnya dia mengiyakan. Kata Hyoyeon, dia melihat mereka di tempat parkir mall, bermesraan tanpa memperdulikan sekitarnya.”

“eeeewww!!” komentar Eunji dengan jijik. “aku masih lebih suka mencium anjing Taeyeon.”

“ya! Apa maksudmu?!” protes Taeyeon berkacak pinggang. “Ginger tidak sejelek itu!”

Mereka bertiga cekikikan lagi.

Tawa mereka langsung berhenti ketika terdengar derit ban mobil ayah Eunji di jalan masuk yang tertutup salju. Taeyeon mendengar bunyi guratan cakar pada lantai kayu, kemudian bunyi kaki Ginger ketika anjing itu berlari menuruni tangga. Taeyeon membalikkan badan dan melihat ke luar jendela, ke arah halaman di bawahnya. Ia melihat ibunya membuka pintu kursi penumpang. Lalu Soyeon muncul di belakangnya.

“Soyeon sudah datang!” kata Taeyeon pada Eunji dan Chorong. Entah kenapa, ia merasa perlu berbisik.

“apa sebaiknya aku tinggal disini saja?” tanya Chorong.

Taeyeon menggelengkan kepalanya. “ani. Ayo turun! Kau kan sudah seperti anggota keluarga kami. Aku ingin Soyeon berkenalan denganmu.” Taeyeon berjalan mendahului keluar kamar. Menuruni tangga.

Pintu depan terbuka. Taeyeon berhenti mendadak membuat Eunji dan Chorong menabraknya dari belakang.

“hai!” ibu Taeyeon tersenyum pada mereka. Senyumnya terlalu lebar, sehingga terkesan agak di paksakan. “pagi Taeyeon, pagi Eunji… oh, hai, pagi Chorong-ssi! senang sekali kau bisa berkunjung ke sini.”

Taeyeon selalu tahu kalau ibunya sedang bingung dan gugup, dia jadi terlalu sopan. Ayah Eunji berjalan di belakang istrinya (ibu Taeyeon). Ia masuk sambil membuka topi skinya yang berwarna hitam. Kepalanya yang botak kini terlihat jelas.

“susuran tangga itu sudah longgar lagi. Anak-anak sudah kuperingatkan untuk tidak duduk diatasnya, tapi apa mereka mendengarkan?” dia mengangkat kepala menatap mereka, “oh, hai!”

Taeyeon, Eunji, dan Chorong semuanya sudah tiba dibawah sekarang. Taeyeon mencoba melihat melewati bahu ayah tirinya. Ia tak sanggup lagi menahan ketegangan. “Soyeon-eonni, eodiga?” tanyanya.

Ayah tirinya telah membiarkan pintu terbuka di belakangnya.

Sekarang Soyeon melangkah masuk. Taeyeon langsung membeku di tempat.

Soyeon tampak begitu aneh, seperti orang tersihir. Ia masuk dengan terhuyung-huyung. Matanya melotot.

“ANDWAEEEE!!!” pekik Taeyeon, melihat pisau berlumuran darah di tangan Soyeon.

Soyeon mengacungkan pisau itu. Taeyeon berteriak dan dengan melangkah mundur.

To be continue…

Agak pendek ya? Read and leave comment, please~! :3

 

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on March 11, 2014, in Series, SuTae and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. Itu knp thor seyeon bwa pisau?? Khayalan Taeng aja kali yaw ..
    Kpndekan thor, blm puas, brrti chap slnjutnya lbh panjang, he he ..
    Update soon yaa, fighting!!!

  2. Aduh ngeri bnget low byangi soyeon eonni bgtu…
    Duh jdi pnsran sma klanjutan.y…

  3. Huaaaa kenapa itu seyeon jgan2 taeng unni cuman menhayal terbayang2 waktu dia maiu dibunuh aiihh serem … Meski pendek tp update cpet gak pp hehhee ttep semngat lanjutin,,
    penasaran sma seyeon trus sehun…

  4. inthan taegangsterjewelsfishy

    bingung eon mau coment apa yg pasti ff karya eonni itu deabak🙂 update terus yya eon

  5. iya eonn agak pendek… tpi gpp ttp seru kok….
    itu apa bneran soyeon bawa pisau berlumuran darah ? atau hanya khayalan taeyeon doang…. ??
    penasaran…..

  6. Ngeri bayangin soyeon gitu ih,,bawa pisau segala >< khayalan itu khayalan /maksa /dibakar/ wahaha iya tuh,seyeon kan sehun taeyeon xD

    Daebakk deh,2 jempol buat author. Keep write and Fighting!

  7. Putri Wardania

    Soyeon kembali, makin serem aja nih ceritanya waw waw waw, sehun ga muncul ilah/?

  8. Ih soyeonnya serem banget, kenapa bawa pisau segala? Terus kenapa bisa keluar dari rumah sakit kalau misalkan masih ‘gila’? Atau emng sebenernya soyeon itu ga ‘gila’?

  9. Ini bener2 misterius… masih berlanjut kan?

  10. jg bilang skrang taeyeon yg mulai gila???ngpain seyeon bw2 pisau pdhal ortu’a biasa j?

  11. Ah agak pendek eonni tapi gk apa2 ttp bgus walaupun tnp pnsrn dgn part selanjutnya…keep writing y eonni and update next partnya

  12. iih soyeon habis ngapain kok bawa bawa pisau?.___.

  13. Buset piso berdarah “-“

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: