[FF] Beautiful Goodbye (Oneshot)

ashiya19.wordpress.com

Author : Ashiya

Cast :

  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Kim Hyunjoong (SS501)
  • Kim Hyungjun (SS501)

Genre :

  • Alternate Universe

Disclaimer : This fiction is mine.

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

***

Udara malam di musim panas itu cukup hangat. Seorang yeoja berkali-kali menghela napasnya memandangi pemandangan kota dari atas perbukitan. Cahaya terang lampu malam perkotaan yang berwarna-warni sedikit mengurangi perasaan aneh di dadanya.

Gemerisik daun kering yang terinjak sepatu boot membuatnya tersadar kini ia tidak sendirian di tempat itu. Ia membalikkan tubuhnya dan tampaklah seorang pria yang tengah berjalan ke arahnya.

“Taeyeon?” ucap pria itu, menatap gadis yang berdiri di hadapannya. Dari kedua matanya tersirat sebuah penyesalan dan kesedihan yang mendalam.

“Hyunjoong-oppa!” ujar gadis bernama Taeyeon itu. Namun raut wajahnya berlawanan dengan pria tadi. Ia tampak tegar dan ia terlihat ceria bahkan tersenyum lembut pada pria itu. “kau membawa pesananku, kan?” tanya gadis itu tanpa beban padahal ia tahu dalam hatinya ia terasa sakit melihat kehadiran pria itu. Melihat ekspresi wajahnya. Bahkan sebelumnya ia berharap agar pria itu tidak datang menemuinya di tempat itu meskipun ia sendiri yang memintanya. Namun ia berusaha menutupinya. Jika ia adalah seorang aktris, mungkin ia akan menjadi saingan berat untuk Park Shinhye, Choi Jiwoo, Jun Jihyun, atau bahkan mungkin Song Hyegyo.

Ia melirik sebuah kantong plastik yang di berada di tangan Hyunjoong dan ia segera menghampiri lalu mengambilnya. “kajja!” ia menarik salah satu lengan Hyunjoong dan mencari tempat duduk di atas hamparan rumput kering. Mereka duduk saling berhadapan dan Taeyeon segera membuka bungkusan itu.

“waaa~” seru Taeyeon begitu membuka 2 kotak makan berisi jajangmyeon hitam favoritnya. Aroma khas makanan itu langsung menusuk indra penciuman Taeyeon dan seketika membuat perutnya meronta minta di isi. Ia memberikan 1 kotak makanan itu pada Hyunjoong. “ayo makan!” ucapnya tersenyum lebar dan segera menyantap makanannya sendiri dengan lahap.

Biasanya Hyunjoong akan mengejek Taeyeon yang makan seperti seekor babi karena selera makannya yang besar. Namun kali ini berbeda. Hyunjoong terdiam dan memandangi Taeyeon yang terus memasukkan jajangmyeon itu kedalam mulutnya. Hyunjoong bahkan tidak menyentuh makanannya sedikit pun. Ia hanya memandangi Taeyeon dengan perasaan bersalah.

Taeyeon mendongakkan wajahnya dari kotak makan dan balik memandang Hyunjoong. “wae?” bingung Taeyeon. “ini bukan pertama kalinya kau melihatku makan seperti ini, ‘kan?” Taeyeon mengambil sepasang sumpit yang masih terbungkus rapi dan membukanya lalu meletakkan sumpit itu di telapak tangan Hyunjoong. “aku memintamu membawa makanan ini kesini untuk menemaniku makan. Kau tidak mau menemaniku makan?”

Hyunjoong tidak menyahut namun mengalihkan pandangannya, menundukkan wajahnya dan mulai menyantap makanannya. Taeyeon tersenyum dan akhirnya kembali memakan makanannya.

Keduanya makan dalam diam. Tidak satu pun angkat bicara. Berkali-kali Hyunjoong mendongakkan wajahnya dan sesekali melirik yeoja di hadapannya.

“ah, aku benar-benar lapar.” Ucap Taeyeon tanpa mengangkat wajahnya. “mungkin karena kelelahan setelah seharian kita berkeliling Dongdaemun.

Flashback

Pagi hari sebelumnya, mereka berdua berjanji untuk berkencan. Namun tidak seperti kebanyakan pasangan lainnya yang memilih tempat-tempat romantis seperti misalnya ke taman bermain, restoran mahal dan romantis, bersepeda di sungai Han, menaiki Namsan Tower, dan sebagainya. Mereka memilih untuk jalan-jalan di tengah keramaian pasar di Dongdaemun. Masuk dari satu toko ke toko lainnya, mencoba beberapa pakaian, mencicipi berbagai makanan kecil di pinggir jalan, melihat-lihat cendera mata khas Korea, bahkan sempat-sempatnya mereka memasuki toko herbal dan mencicipi teh ginseng yang sangat pahit itu. Saat akan pulang, mereka melewati seorang gadis muda berpakaian sailor moon yang tengah membagi-bagikan boneka pada tiap orang yang melintas. Gadis itu tengah mempromosikan produk perusahaannya. Tentu saja Taeyeon langsung menerima boneka gratis itu.

“boneka babi? Benar-benar sesuai dengan karaktermu.” Gurau Hyunjoong membuat Taeyeon mendengus dan langsung mencubit pinggangnya cukup kencang hingga membuat pria itu meringis kesakitan.

Hyunjoong mengantar Taeyeon pulang hingga akhirnya Taeyeon memintanya untuk datang ke bukit malam harinya dengan membawa 2 kotak jajangmyeon hitam. Hyunjoong hendak menolak namun ia segera teringat ia tidak ingin melewatkan moment terakhir mereka. Kencan terakhir mereka.

Flashback End

Dan kini, di atas perbukitan itu, mereka duduk sembari menikmati jajangmyeonnya. Suasananya sangat sunyi, karena tidak ada yang bersuara, kecuali suara-suara serangga malam di antara pepohonan. Hyunjoong hendak membuka suara ketika tiba-tiba ia mendengar suara dengusan hidung yang tidak lain tidak bukan berasal dari yeoja yang berada di hadapannya.

“ah, jajangmyeonnya pedas sekali.” Ucap Taeyeon menyeka hidungnya yang sedikit berair. “oppa, kau terlalu banyak memasukkan cabainya,” protes Taeyeon, ia tertawa samar di sela-sela dengusannya. Dan detik berikutnya, Hyunjoong baru menyadari bahwa ia melihat air yang menggenang di wajah Taeyeon. “aigoo, oppa, kau berniat membuatku sakit perut? Lihat! Bahkan aku sampai mengeluarkan air mata seperti ini. Haha..” tawanya mengusap air matanya.

Taeyeon tertawa. Namun Hyunjoong tahu Taeyeon sedang berusaha menahan dirinya sendiri. Ia tahu Taeyeon sedang berbohong karena ia tidak memasukkan cabai ke makanan itu. Namun ia tidak mengelaknya. Ia cukup lama mengenal Taeyeon dan bukan hal baru ketika gadis itu berusaha menutupi perasaannya sendiri. “ne. Sepertinya aku terlalu banyak memasukkan cabainya. Wajahmu sampai memerah seperti itu.” Ujar Hyunjoong. “mianhae.”

“haha.. gwaenchana. Lagi pula ini terakhir kalinya kita bisa makan bersama seperti ini.”

“Taeyeon-ah..”

“kurasa kau memang sengaja memasukkan banyak cabai supaya aku terus mengingat moment ini.” Taeyeon menyela ucapan Hyunjoong. “saat-saat ketika seorang Kim Hyunjoong, pewaris perusahaan Kim & Co., berusaha membuat mantan kekasihnya sendiri, Kim Taeyeon, pewaris toko kue di pojok jalanan Apgujeong, menderita diare hebat karena jajangmyeon ajaibnya. Wah~ pasti akan jadi berita besar sekaligus berita terbodoh yang pernah di muat di koran. Haha..”

Mendengar ucapan Taeyeon, Hyunjoong seolah merasakan sengatan listrik yang tiba-tiba menghantam sekujur tubuhnya. Ia meletakkan kotak makannya dan menarik lengan Taeyeon, membawanya ke dalam pelukannya.

“oppa?!” kejut Taeyeon.

“kau tidak perlu datang ke pernikahanku besok.” Ucap Hyunjoong di telinga Taeyeon.

“wae?” Taeyeon melepas pelukan Hyunjoong dan memasang tampang polosnya. Hyunjoong selalu menyukai tampang innocent Taeyeon, tapi kali ini ia sangat membencinya. Bagaimana bisa ia memasang wajah seperti itu dalam situasi seperti ini? Benar-benar aktris yang hebat! —tentu saja jika ia sedang berakting untuk serial drama. “kau tidak mengundangku?? Jahat sekali!” Taeyeon memukul pelan dada Hyunjoong.

Hyunjoong terdiam sejenak menatap wajah Taeyeon yang menunjukkan seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. “aku hanya tidak ingin menyakitimu lebih dalam.” Perkataan Hyunjoong membuat Taeyeon terdiam. Hyunjoong mengambil kotak makan Taeyeon dan meletakkannya di sampingnya. Ia menggenggam kedua telapak tangan Taeyeon. Taeyeon menundukkan wajahnya menatap tangan Hyunjoong yang hangat menyentuh kulitnya. “Taeyeon-ah..” ucap Hyunjoong membuat Taeyeon menatap kedua matanya. “aku tahu ini sulit bagi kita berdua. Tidak mudah bagi kita untuk akhirnya bisa menjalin hubungan selama 1 tahun ini. Dan ketika semuanya harus berakhir seperti ini, aku ingin kau terus tersenyum, tetap menjadi Taeyeon yang kukenal. Aku tidak ingin melihatmu menangis. Jika saja bukan karena permintaan mendiang kakekku, aku tidak akan pernah menikahi yeoja itu. Aku ingin kau yang menjadi pendampingku dan ibu dari anak-anakku kelak. Aku—“ ucapan Hyunjoong terhenti ketika ia merasakan Taeyeon melepas genggamannya.

“aku mengerti, oppa. Kau tidak perlu mencemaskanku.” Ucap Taeyeon tersenyum tulus. “seharusnya kau mencemaskan dirimu sendiri. Apa kau siap untuk pemberkatan besok? Kau tidak ingin mengecewakan keluargamu, ‘kan?” Tangan Taeyeon terangkat dan mengelus lembut wajah Hyunjoong. “Somin-eonni adalah yeoja yang baik. Aku yakin kau akan bahagia dengannya.”

“lalu bagaimana denganmu? Apa kau bahagia?”

Pertanyaan itu membuat senyum Taeyeon pudar dan melepaskan tangannya dari wajah Hyunjoong. Ia kembali menarik kembali senyumnya, “aku yakin suatu hari nanti aku juga akan bertemu dengan jodohku. Namja itu juga mungkin sedang menungguku. Entah di belahan bumi mana.” Taeyeon terdiam sejenak hingga akhirnya kembali berujar. “ah, bisa jadi ia adalah Kim Jaejoong!!” seru Taeyeon. “kekeke~ kau tahu kan aku menyukai idola-ku itu? Siapa tahu ternyata suatu hari nanti Tuhan mempertemukanku dengannya, lalu ia mencintaiku pada pandangan pertama, memintaku menjadi pacarnya, lalu melamarku dan memintaku menjadi istrinya lalu…eh, tapi…. saat pernikahan nanti, bagaimana kalau ternyata ia malah lebih cantik dariku??? Ommo!! Bagaimana jika saat perayaan kenaikan kelas anak kami, teman-temannya mengira Jaejoong ibunya?? Ani! Ani! Andwae!! Atau…Kim Heechul? Aaah, tidak ada bedanya dengan Jaejoong. Atau mungkin Jung Yunho?? Ya~ dia terlihat berkarisma, auranya memancarkan bahwa ia benar-benar seorang pria. Tapi…. bagaimana para reaksi para fan girlnya?? Bisa-bisa nasibku berakhir di tangan mereka!! Andwae!! Aku tidak mau mati konyol!! Lalu.. kalau begitu… mungkin dengan… Yoo Jaesuk? Eh? MWO?? Andwae! Ia sudah beristri! Aigoo.. oh, mungkin bisa jadi Song Joongki—-“

“Taeyeon.” Hyunjoong memotong Taeyeon yang tengah berkhayal terlalu tinggi. “setelah aku menikah, apa kau masih mau berteman denganku?”

“tidak.”

“MWO??” Hyunjoong membelalakan mata bulatnya.

Taeyeon tertawa dengan ajumma laughnya, “tentu saja kita tetap berteman! Dasar bodoh. Untung aku tidak menikah denganmu. Kasihan Somin-eonni harus menikah dengan babo namja sepertimu.”

Hyunjoong tertawa lega.

You’re my destiny my girl, my girl, my girl~

Terdengar suara ponsel Hyunjoong. Ia mengeluarkan ponselnya dan membuka 1 pesan masuk. Setelah membacanya, ia menghela napasnya.

“ibumu?” tanya Taeyeon. Hyunjoong menganggukkan kepalanya dengan lesu. “sebaiknya kau kembali. Kau harus bersiap-siap untuk acara besok. Kau harus beristirahat yang cukup. Kau tidak mau kan terlihat seperti mayat hidup di hari pernikahanmu sendiri?”

“geurae. Kajja!” Hyunjoong meraih lengan Taeyeon namun Taeyeon melepaskannya dan membuat Hyunjoong mengerutkan keningnya.

“kau duluan saja. Aku masih ingin disini.”

“kau yakin?” ragu Hyunjoong. Taeyeon menganggukan kepalanya. “tapi—-“

“sudah kau pergi duluan saja! Aku tidak apa-apa.” Taeyeon mendorong Hyunjoong.

“baiklah. Tapi begitu kau sudah sampai rumah, kau harus menghubungiku dan jangan terlalu lama di tempat ini, ara?”

“ne~~ arata. Cepat pulang sana!” Taeyeon mendorong Hyunjoong lagi.

“tunggu!”

“wae?”

Hyunjoong mendekati Taeyeon dan mendaratkan satu kecupan lembut di keningnya. “jalja!” ucapnya pelan hampir tidak terdengar. Kemudian berbalik dan meninggalkan Taeyeon sendirian di bukit itu.

Setelah Hyunjoong lenyap dari pandangannya, Taeyeon membalikkan badannya dan kembali menghadap pemandangan kota.

5 menit..

10 menit..

15 menit..

Ia berdiam diri tidak bergeming di tempatnya. Sesaat kemudian, ia merasakan setetes air jatuh mengenai lengannya yang tengah memeluk badannya sendiri dan tepat saat itu juga, ia mendapati sebuah tangan kekar melingkar di sekitar pundaknya. Tangan itu memeluknya. Taeyeon terkejut namun ia tidak menimbulkan reaksi yang berlebihan karena ia mengenal siapa pemilik lengan itu. Dari aroma khas tubuhnya, Taeyeon mengenali orang itu.

“tidak perlu kau sembunyikan. Jika kau ingin menangis, menangislah.” Ucap orang itu dengan lembut dan menimbulkan sensasi nyaman pada Taeyeon yang perasaannya tengah kacau.

Taeyeon ingin menahannya namun ia sudah tidak mampu lagi. Ia membalikkan badannya dan langsung menghambur memeluk orang itu, seketika pertahanan air matanya tidak dapat di bendung lagi. “Hyungjun-ah.”

Orang itu, Hyungjun, mengeratkan pelukannya di tubuh Taeyeon. Taeyeon menangis terisak di pelukannya dan ia menepuk-nepuk punggung Taeyeon, berusaha menenangkannya. “aku akan selalu ada di sampingmu.” Bisik Hyungjun di telinga Taeyeon. “jika kau memberiku kesempatan.” Dan seketika tangisan Taeyeon semakin hebat. T-shirt hitam Hyungjun kini basah dengan tumpahan air mata Taeyeon.

“Hyungjun-ah.” lirih Taeyeon di sela tangisannya.

**

7 tahun kemudian…

Taeyeon POV

Di bawah pohon rindang ini, aku tersenyum melihat seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang berlarian dengan aktif di antara hamparan kebun strawberry. Di belakangnya, babysitter yang setia menemaninya tampak kelelahan mengejar anak itu.

“hmhh…” suara helaan napas nyaman yang berasal dari seorang namja yang kini tengah berbaring di pangkuanku. Aku menundukkan kepalaku memandang wajahnya yang terus tersenyum lembut sementara kedua mata terpejam. Tanganku tidak pernah lepas mengelus rambutnya dengan lembut, sedangkan tanganku yang satunya berada dalam genggaman namja itu dan meletakkannya di dada bidangnya sehingga aku dapat merasakan detak jantungnya yang berirama.

Di bawah naungan langit cerah Australia, aku dan Hyungjun yang kini adalah suamiku, tengah menikmati cuaca cerah ini. Secerah perasaan kami saat ini. Oh, dan jangan lupakan Taejun, Kim Taejun. Anak laki-laki kami satu-satunya yang sedari tadi berlarian di hiasi tawa lucunya. Dan tentu saja tidak lupa dengan babysitternya yang telah membantuku membesarkan Taejun sejak ia masih bayi.

Setelah perpisahanku dengan Hyunjoong di malam musim panas itu, Hyungjun, sahabatku, datang dan menata kembali hatiku yang sempat porak-poranda. Bahkan aku sendiri saat itu tidak yakin apakah aku bisa kembali menjalani kehidupanku sejak sedia kala. Kim Hyungjun, namja berkulit putih dan tampak lugu itu berhasil menarikku kembali dari keterpurukanku setelah berpisah dengan Hyunjoong. Sekarang aku semakin yakin dengan perasaanku. Aku menyayangi namja ini, Kim Hyungjun. Aku menyayanginya, mencintainya, terlebih ketika Taejun hadir di antara kami.

Saat Taejun berusia 1 tahun, Hyungjun memutuskan untuk memboyongku dan Taejun ke Australia karena ia harus menjalankan bisnis resort milik orang tuanya. Sebenarnya aku bisa mengurus Taejun sendiri, namun ibu mertuaku, eomma Hyungjun, tidak ingin membuatku kelelahan mengurus suami dan anakku. Oh, ayolah, mana mungkin aku lelah mengurus orang-orang yang sangat ku cintai itu. Tapi, aku tidak bisa membantahnya. Akhirnya eomma memutuskan untuk mengambil seorang pengasuh muda bernama Han Seungyeon. Sebenarnya Seungyeon bukanlah babysitter. Ia adalah seorang sister di sebuah gereja di Melbourne, kota tempat kami tinggal sekarang. Seungyeon orang yang baik dan sangat menyukai anak-anak. Karena itulah, ia tidak menolak ketika eomma memintanya membantuku mengurus segala keperluan Taejun.

Kim Hyungjun, Kim Taeyeon, Kim Taejun. Inilah kami sekarang. Sebuah keluarga kecil yang selalu di warnai kebahagiaan setiap harinya. God bless us.

Aku tidak pernah menyangka bahwa setelah perpisahaan itu, akan datang pertemuan lain yang jauh lebih indah. Ibarat sebuah pelangi yang muncul dengan indahnya setelah di terpa hujan, kilat, badai. Aku berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir. Kim Hyungjun, gomawo, saranghae.

–The  End–

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on May 2, 2014, in Oneshot and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. Nji sone yeoja

    Wah happy ending🙂 aku pikir taeng bakalan galau terus setelah di tinggalin pacar nya menikah.

  2. Akhirnya taeyeon menikah. Aku kira bakalan sad ending mengingat judulnya aja udah ada goodbye nya.

  3. Nyesek Thor.. nyesek bgd sumpaah.. Keren bgd ff
    Pairing bru ugaa
    Keren, keren, keren keren

  4. Uuhh.. Qu fikir sad ending..tpi syukur deh happy ending…
    Jdi byang.in tae eonni pnya anak..psti lucu deh anak.y..

  5. pairing baru ya eon? keren ceritanya eon ^^ *mian cuman bisa comment ini

  6. suliskhasanah

    OMO! kukira taeng eonni bersama kim hyunjoong, ternyata bukan yaa!! ah, author selalu berhasil membuat ff taeng eonni yang daebak!! fighting thor!🙂

  7. daebak eon:D

  8. daebak thor ff’nya..
    4 jempol buat author

  9. Waw..
    Ff ny benar2 DAEBAK!!😀

  10. waaaaa . .

    Daebak thor , Ceritanya simple , kata ” nya juga bagus . .

    I like it . .🙂

  11. iiiih eonni, inspiring bgt ffnya;;
    nice ff as always!<3

  12. taeng eonnimenurutku cocok jg jdi aktris hohohoo
    pas bagian ama hyunjoong ituloohh sakit bgt ya ampun pura2 tegar dsaat kekasihnya eh mantan kekasihnya mau nikahh aaaaaaaaa ga kebayang tp untungnya ad sseorang yng jdfi sandarann ,,,ff nya bgus eon … ff lainnya dtunggu

  13. Huft lega…gx jdi sad ending…

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: