Category Archives: SongFic

[SongFic] Healing For Myself

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
Other Cast : Lee Sungmin (Super Junior)
Genre : Angst
Language : Bahasa Indonesia
Disclaimer : This fiction based on Hero Jaejoong’s sad song,  Healing For Myself. The story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Don’t be silent reader, please~!
Alurnya maju-mundur(?), tapi moga pada ngerti deh jalan ceritanya. 😀

The ring I prepared for you lost its pair
It is only left on my finger, and so sorrow cries
Wish it rains so it can hide my tears
Cry, cry, cry again

Kyuhyun menatap sebuah cincin yang melingkar di jarinya. Airmatanya terus mengalir melihat cincin itu. Semula, cincin itu memiliki pasangannya namun kini hanya tinggal satu yang tersisa. Satu cincin yang lainnya ia berikan pada seorang yeoja bernama Kim Taeyeon.
Airmata yang semakin deras saat mengingat yeoja itu. Ia berharap hari itu turun hujan sehingga ia dapat menyembunyikan airmatanya yang semakin tidak dapat dibendung lagi.
Menangis. Ia hanya bisa menangis mengingatnya. Tidak memperdulikan orang-orang yang berbisik-bisik disekitarnya yang terus memperhatikannya.

I feel that the sad song flowing in my ears
might stop my heart that sank
The soul of love that isn’t leaving captures me again
Cry, cry, cry again

Kyuhyun semakin terisak saat teringat Taeyeon menyanyikan sebuah lagu di hari ulang tahunnya dengan semangat. Ia teringat saat-saat bersama Taeyeon. Yeoja yang akan segera ia nikahi namun hal itu tidak akan pernah terjadi. Kini ia tidak dapat lagi mendengar lagu ceria dari seorang yeoja bernama Kim Taeyeon. Yang ia rasakan hanyalah lagu-lagu sedih yang seolah-olah terus berdengung di telinganya.
Ia menangis lagi. Tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya yang berusaha menenangkannya.

Love love, the love that abandoned me
Love love, I live in memories and reminiscence
You are already my soul
How to live, without you

Beberapa hari yang lalu, di hari ia memutuskan untuk melamar Taeyeon merupakan hari terbaik yang pernah Kyuhyun rasakan. Ia tidak pernah merasakan hal sebahagia saat Taeyeon menerima lamarannya.
Namun kebahagiaan itu hanya bertahan untuk sesaat. Sebuah insiden didepan sebuah coffee shop, tempat favorit mereka, membuat Taeyeon pergi meninggalkannya.

“oppa, aku pergi. Sampai jumpa nanti.” pamit Taeyeon pada Kyuhyun saat hendak kembali menuju tempat kerjanya setelah istirahat makan siang.
“ne. hati-hati.” Balas Kyuhyun sebelum memberikan satu kecupan singkat di bibir mungil yeoja itu.
Kyuhyun melambaikan tangannya sambil tersenyum melihat yeojanya berjalan semakin menjauh. Saat Kyuhyun berbalik hendak kembali ke tempat kerjanya, tiba-tiba bunyi keras membuat langkahnya terhenti.

DORR!!!!!!!!!!

Kyuhyun terhenyak. Sedetik kemudian ia membalikkan badannya. Ia dapat melihat orang-orang berlarian mengerumuni tubuh seseorang yang tergeletak di tanah. Beberapa polisi mendekat dan menghalau orang-orang yang hanya menonton tanpa memberikan bantuan. Perlahan Kyuhyun mendekati kerumunan itu.
Ia membelalakan matanya, seraya airmata menyeruak saat ia melihat sosok yang dikerumuni orang-orang itu. Sosok yang dikenalnya yang beberapa saat lalu menghabiskan waktunya saat jam istirahat. Kim Taeyeon, tunangannya. Ia dapat melihat darah segar yang mengucur dari pelipisnya.

“Taeyeon-ah..” lirihnya jatuh terduduk meraih tubuh Taeyeon yang tidak lagi bergerak.
Peluru nyasar yang berasal dari kawanan perampok yang tengah diburu kepolisian, menembus kepalanya.

Even the cup of coffee that I unconsciously ordered for you is cold
like the you who cooled off unlike my heart
Trying to fix the puzzle of love that already went criss-cross
Cry, cry, cry again

“2 frappuccino, please!” pesan Kyuhyun pada pegawai coffee shop itu.

2 gelas frappuccino sudah berada ditangannya dan dengan tersenyum ia membawanya ke salah satu meja yang merupakan meja favoritnya karena dari meja itu ia dapat melihat pemandangan di luar toko itu.

“Taeyeon-ah, ini…” ucapan Kyuhyun terhenti saat ia melihat meja kosong itu.

Ia menatap kursi dimana Taeyeon selalu duduk menunggu Kyuhyun membawakan pesanannya.
Kyuhyun meletakkan kopi itu dan ia duduk di kursi yang selalu di tempati Taeyeon. Matanya berkaca-kaca dan sesaat kemudian ia menelusupkan wajahnya dikedua tangannya dan mulai terisak.

I love you I love you
also the love that abandoned me
I love you I love you
although I live in memories and reminiscence

“oppa, saranghaeyo~!” ucap Taeyeon dengan ceria membentuk hati dengan kedua tangannya.

Kyuhyun tertawa geli melihat Taeyeon yang tampak kekanak-kanakan. Kyuhyun berlari kecil menghampirinya, meraih pinggang Taeyeon dan mengangkatnya.

“nado saranghae.” Balas Kyuhyun membawa Taeyeon ke tempat tidurnya dan merebahkannya. Kyuhyun menatap kedua mata Taeyeon sambil tersenyum. Taeyeon membalas senyuman Kyuhyun dan ia melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon dan memiringkan kepalanya. Taeyeon menyambut ciuman hangat Kyuhyun dibibirnya.

You are already my soul
How to live, without you
Oh you are my love, where are you
Oh you are my love forever

Kehidupan Kyuhyun berubah total sejak kepergian Taeyeon. Depresi. Ia bukan lagi Kyuhyun yang jahil, selalu bersemangat dan membuat orang-orang disekitarnya tertawa.
Kini ia berdiri diatas tebing tinggi. Ia menatap air laut dengan gelombang yang besar dibawahnya.

“kenapa kau meninggalkanku?” lirihnya. “hari ini hari pernikahan kita kenapa kau pergi secepat ini?” Kyuhyun melangkahkan kakinya satu langkah kedepan. “aku ingin bersamamu. Tunggu aku.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan perlahan ia mencondongkan tubuhnya. Ia berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing curam itu.

“Kyuhyun-ah!!!” teriak seseorang berlari kearahnya dan menarik tubuhnya menjauh dari tebing itu.

“lepaskan!!! Biarkan aku mati menyusul Taeyeon!!!” pekik Kyuhyun.

“Kyu!!! Sadarlah!!!” orang itu terus memegangi Kyuhyun. “kau pikir Taeyeon akan senang jika kau melakukan ini??”

“lepas, hyung!!!” Kyuhyun terus berontak.

Sungmin, orang yang dipanggil hyung oleh Kyuhyun tidak kuasa meneteskan airmatanya melihat perilaku Kyuhyun.
Sungmin memeluk Kyuhyun yang tidak juga dapat mengontrol dirinya. “suatu hari kau akan bertemu dengannya, Kyu. Tapi bukan sekarang dan bukan dengan cara seperti ini.”

Perlahan Kyuhyun bisa mengendalikan dirinya. Ia kembali menangis terisak. Setelah mulai tenang, Sungmin akhirnya membawa Kyuhyun pergi dari tempat itu dan membawanya ke psikiater.

Setelah mobil Sungmin membawa Kyuhyun pergi, samar-samar tampak bayangan sosok yeoja berpakaian serba putih berdiri di tebing itu tersenyum dengan airmata yang mengalir di wajahnya.

“hiduplah dengan baik. Suatu saat kita akan bertemu lagi. Gidarilgeyo..” ucapnya sebelum akhirnya ia menghilang tersapu angin.

The End

P.S : mian kalo ceritanya kurang menarik. author lagi ga ada ide :3
tapi tetep tinggalin jejak ya… 😀

[SongFic] Time Machine

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun

Support Cast : Kim Heechul, Jung Jessica, Park Jungsoo

Don’t be silent reader~!

-Alone in this slightly wide room unlike always, it’s over, guess it’s over-

Yeoja berbaju merah itu duduk didepan gereja tempat dulu ia bersama teman dekatnya sering kunjungi dan juga tempat terakhir kali ia bertatap muka dengannya. Tempat itu terdapat banyak bunga mawar merah yang disiapkan untuk sebuah pernikahan sederhana namun terkesan sangat manis.

-The story that we made went in vain we fell apart this easily-

Kim Taeyeon, nama yeoja itu kembali mengenang masa lalunya yang menyakitkan dengan namja bernama Cho Kyuhyun.

-one mistake, got a one regret. No one’s perfect even if I tried saying that. Whatever I do, the wounds can’t heal-

Satu kesalahan yang ia sadari adalah karena kebodohannya sendiri. karena kebodohannya itu ia tidak bisa melihat lagi sahabat terbaiknya yang menghilang entah kemana 3 tahun lalu.

=flashback=

“tidak bisakah kau sedikit lebih peka?” ucap Kyuhyun dengan nada suara sedikit meninggi. Taeyeon yang duduk disebelahnya hanya terdiam menunduk. “tidak bisakah kau melihatku?” sambung Kyuhyun lagi. Taeyeon masih terdiam. Kyuhyun menghela napasnya kasar lalu pergi meninggalkan Taeyeon sendirian didepan gereja itu.

“mianhae, Kyu..” batin Taeyeon.

-I’m going to embark on a time machine If I would be able to go meet you again, I wouldn’t ask for more before it becomes a distant a fleeting memory. I need a time machine-

Taeyeon melirik kedalam gereja itu. ia melihat kakaknya, Kim Heechul dan juga calon kakak iparnya, Jung Jessica yang sibuk mengatur dekorasi gereja yang akan menjadi tempat pernikahan mereka. Kini ia menyesal  kenapa tidak mengikuti kata-kata kakaknya. Selama ini ia mencintai dan menunggu namja yang salah, Park Jungsoo. ia tidak menyadari keberadaan Kyuhyun yang begitu mencintainya dan harus menahan sakit hati saat Taeyeon bercerita tentang kekagumannya pada Jungsoo.

-the time I’m passing by alone is too slow. This mistake’s punishment is too heavy. The words that you last left up to now is replaying continuously. My heart still hurts-

“aku menyukaimu. Tidak bisakah kau sedikit lebih peka?” kalimat itu masih teringat jelas dibenak Taeyeon dan itu sangat membuat hatinya sakit karena mengabaikan namja tulus seperti Kyuhyun walaupun terkadang ia bersikap evil tapi ia tahu bahwa apa yang diucapkannya itu benar-benar tulus.

-Just one mistake, just one regret it’s selfish but it’s because love you-

Kini ia menyadari ia begitu mencintai Kyuhyun. Sangat. Bahkan selama 3 tahun sejak Kyuhyun menghilang, Taeyeon tidak berkencan dengan siapapun. Termasuk Jungsoo yang dulu menolak Taeyeon, begitu keadaan berbalik Taeyeon sudah tidak menyukai namja itu lagi. Yang ada dipikiran dan hatinya saat ini hanya seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

-I’m going to embark on a time machine if I would be able to go meet you again, I wouldn’t  ask for more before it becomes a distant fleeting memory. I need a time machine-

Jika saja mesin waktu itu benar-benar ada, ia ingin kembali ke 3 tahun lalu saat ia bersama Kyuhyun dan mengatakan bahwa ia pun memiliki perasaan yang sama bahkan lebih dalam dibanding saat ia menyukai Park Jungsoo.

-If I can jump through time and space and be able to meet you. Say even if we come to the same conclusion, there wouldn’t be any regrets for sure-

Taeyeon sangat ingin bertemu dengannya meskipun hanya beberapa menit. Taeyeon sangat merindukan dekapan hangat seorang Cho Kyuhyun, merindukan ramen bersaus strawberrynya, merindukan saat bermain starcraft yang dimana ia selalu kalah dan harus rela menjadi korban keevilan Kyuhyun, merindukan saat bernyanyi bersama di atap tengah malam hingga diteriaki para tetangga, merindukan kejahilan mereka bermain dengan bel rumah orang lain dan semua tindakan bodoh yang ia lakukan bersama Kyuhyun. Ia merindukan semua hal tentang Kyuhyun, bahkan sikap evilnya.

-I’m going to embark on a time machine if I would be able to go meet you again. I wouldn’t ask for more before it becomes a distant fleeting memory-

“kau merindukannya?” pertanyaan Jessica membuyarkan lamunannya dan menoleh kearahnya. Selama ini Taeyeon selalu bercerita pada Jessica dan juga Heechul tentunya. “yakinlah ia pasti akan kembali.” Ucap Jessica lagi sambil tersenyum penuh arti. Taeyeon hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman kecil. Taeyeon beranjak dan berjalan menuju kolam kecil di belakang gereja. Di kolam itu terdapat beberapa bunga teratai ungu yang dulu ia dan Kyuhyun tanam.  Ia pun menyentuh bunga itu, “setidaknya masih ada sedikit kenangannya yang tertinggal disini.” Lirih Taeyeon dengan airmata yang mulai menuruni pipi putihnya.

-before our memories are forgotten, gimme time machine-

Getar ponsel menyadarkan Taeyeon dari lamunannya. Ia kembali menyeka airmatanya dan membuka sebuah pesan dari Jessica.

‘Kau dimana? Cepat pulang! aku dan Heechul oppa punya HADIAH BESAR untukmu’

Taeyeon pergi dari tempat itu dan berjalan menuju rumahnya yang tidak begitu jauh dari gereja itu. sesampainya dihalaman rumahnya tampak seseorang berdiri menatap rumah Taeyeon.

“nuguseyo?” tanya Taeyeon hati-hati. Namja itu pun berbalik. Taeyeon membelalakan matanya melihat sosok didepannya.

“kk…kau?” kaget Taeyeon.

“Taeyeon-ah” ujar namja itu dan dengan cepat ia menarik Taeyeon ke dekapannya dan memeluknya erat.

“apa ini..benar kau?” tanya Taeyeon dengan suara serak berusaha menahan airmata yang ingin menyeruak keluar.

“ne, Taeng. Ini aku. Aku kembali…untukmu.” Jawab namja itu masih memeluk Taeyeon.

Taeyeon tidak dapat lagi menahan airmatanya. Kedua tangannya terangkat dan membalas pelukannya. “Kyuhyun-ah..” lirih Taeyeon. “mianhae..” ucap Taeyeon sesenggukan.

“aku sudah tahu semuanya dari Jessica.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Taeyeon, “Ia menceritakan semua tentangmu sejak aku pergi ke Amerika. Mian aku sudah meninggalkanmu begitu saja dan menanggung semuanya sendirian.” Sesal Kyuhyun.

“jadi selama ini kau berhubungan dengan Jessica?” kejut Taeyeon.

“ne. dengan Heechul hyung juga.” jawab Kyuhyun.

“kenapa kau tidak menghubungiku?! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau pergi ke Amerika?! Kau mau membiarkanku menderita sendirian disini??”  bentak Taeyeon disela tangisannya.

“mianhaeyo. Aku benar-benar menyesal. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Awalnya aku hanya ingin kau merasakan bagaimana rasanya diabaikan. Aku tidak tahu kau akan sesakit in..”

CHU~

Taeyeon memotong ucapan Kyuhyun dengan mengecup bibirnya kilat dan sukses membuat Kyuhyun terkejut. Ia tidak menyangka Taeyeon akan melakukannya.

“aku tidak ingin mengulangi kebodohanku untuk kedua kalinya.” Ucap Taeyeon setelah melepas ciuman singkat itu. “mungkin kau sudah tahu  bagaimana perasaanku dari Jessica tapi seperti yang ku bilang tadi, aku tidak ingin bertindak bodoh lagi. Sar…”

“Saranghae!” potong Kyuhyun. Ia tersenyum menatap Taeyeon. “yeoja tidak boleh mendahului namja. jeongmal saranghae. aku masih sangat mencintaimu. Would you be mine?”

Taeyeon tersenyum haru dan berhambur memeluk Kyuhyun. “yes, I would.”

FIN