Category Archives: TaeJae

[FF] I’ll Protect You (Chapter 2)

taejae

Author : Ashiya

Cast :

  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Kim Jaejoong (JYJ)
  • Kim Junsu (JYJ)

Other cast :

  • Park Bom (2NE1)
  • Gong Minzy (2NE1)
  • Choi Seunghyun (Big Bang)
  • Kim Bum
  • Kim Soeun
  • etc. You’ll find them later..

Genre :

  • Fantasy, Action, Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Adapted by Charlaine Haris’s novel “Dead Until Dark”

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

Warn : Tokoh Choi Dongwook/Se7en di chapter 1 di ganti oleh Choi Seunghyun/TOP Big Bang. Soalnya agak kurang sreg SE7EN di pasangin sama Bom. :3 TOP juga sih sebenernya kurang sreg juga. tapi ga pa-pa deh. hihi..

Happy reading~ Read the rest of this entry

[FF] Bad Girl Good Girl (Chapter 1)

onion-emoticons-set-6-67

Author bikin FF baru lagi.

Ide FF ini udah cukup lama nyangkut(?) di otak tapi karena terlalu males di tuangkan(?) kedalam tulisan, jadinya baru bikin sekarang. Lega deh kalo udah di tulis gini. hohoho…

Tadinya ini mau ChangTae (Changmin Taeyeon) tapi karena kebanyakan readernya KyuTae shipper, jadi di ganti Changminnya ma Kyuhyun. ^^v

Semoga suka! Happy reading~

Author : Ashiya
Main Cast  : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Victoria Song (F(x))
Other Cast : Sandara Park (2NE1), etc.
Genre : romance, revenge
Disclaimer : The story is 100% mine. Inspired by some dramas.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Bad Girl Good Girl Chapter 1-

“Hanhwa Corporation, perusahaan besar Korea yang bergerak dibidang manufaktur, keuangan, dan pelayanan. Perusahaan yang pada 2 tahun lalu memiliki total aset penjualan lebih dari US$ 83 Miliar, kini tengah di terpa isu keruntuhan.” Seorang reporter berbicara tengah melaporkan berita di depan sebuah perusahaan besar Korea Selatan. “Beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebabnya adalah direktur baru perusahaan itu yang terkenal dengan keras kepalanya. Saat ini beberapa pekerja tengah berdemo menuntut pembayaran upah mereka yang belum di bayarkan sejak 6 bulan yang lalu.” Reporter itu berjalan menghampiri salah satu pekerja yang berdemo dan kemudian meminta keterangannya.

“kami sudah 6 bulan bekerja tanpa di bayar!!” ucap pekerja itu dengan emosi. “kami mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi. Kami menuntut hak kami!”

“apakah anda tahu penyebab masalah pelik ini hingga anda dan rekan-rekan tidak mendapatkan haknya?” tanya reporter itu.

“ne. Semua ini karena direktur baru yang juga anak pemilik perusahaan ini!” jawab orang itu di sambut seruan setuju para rekannya.

“bisa anda jelaskan penyebabnya secara rinci?”

“sejak presiden Kim jatuh sakit, ia menggantikan posisinya tapi ia belum pantas memegang kekuasaan perusahaan sebesar ini! Usianya baru 25 tahun dan ia belum memiliki kemampuan serta pengalaman memimpin perusahaan.”

“tapi kami dengar ia seorang anak yang pintar dan juga ia lulusan terbaik di universitas terkemuka di Amerika, bahkan di usianya yang saat itu baru menginjak 23 tahun, sudah menyandang gelar doktor?” tanya reporter itu lagi.

Seseorang maju dan menyerobot mengambil mic reporter itu, “ia memang berpendidikan tinggi dan pintar namun untuk mengendalikan perusahaan sebesar Hanhwa, ia masih perlu pengalaman! Anda lihat sekarang, baru 2 tahun ia memimpin perusahaan ini, sudah membuat kekacauan dan sebentar lagi perusahaan ini pasti akan bangkrut!” orang itu beralih menghadap ke kamera dengan tatapan tajam, “Kim Taeyeon-ssi, kami disini semua menuntutmu!! Keluar dari persembunyianmu dan penuhi permintaan kami!”

Sementara itu, Taeyeon menatap geram berita itu. Saat ini ia berada di Jepang demi keamanannya. Ia mematikan televisinya dan beralih pada pengacaranya yang berdiri di sampingnya. “oppa, siapkan tiket ke Korea. Aku akan menghadap orang-orang itu.”

Pengacara yang juga teman baiknya sejak kecil itu menatap Taeyeon khawatir, “tapi… sebaiknya tetap disini hingga keadaan kembali normal.”

“sampai kapan??” sahut Taeyeon sedikit berteriak. “jika aku terus diam di tempat ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun!”

“tapi…”

“kalau kau tidak mau, aku akan pergi sendiri!” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya hendak pergi menuju bandara.

“baiklah.” Jawab pengacara itu. “kau tunggu disini. Biar aku yang memesan tiketnya.” ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi perusahaan penerbangan.

Senyuman segera terkembang di wajah Taeyeon, “kalau begitu aku bersiap-siap dulu. Gomawo, Jaejoong-oppa!” CHU~ Taeyeon mengecup pipi Jaejoong dan segera berlari menuju kamar mandi meninggalkan Jaejoong yang tertawa kecil melihat reaksi Taeyeon barusan.

ashiya19.wordpress.com

Beberapa menit kemudian setelah Jaejoong memesan tiket, pintu kamar mandi terbuka dan saat ia menoleh, ia melihat Taeyeon yang hanya mengenakan handuk dan rambut yang masih dipenuhi busa shampoo serta tangan yang sibuk menggosok giginya. Ia membelalakan matanya melihat bagian dada dan paha Taeyeon yang putih mulus, cepat-cepat ia membalikan badannya.

“oh ya, setelah tiba di Korea, kita langsung ke perusahaan dan setelah itu kita ke Hanhwa Hospital. Aku ingin mengecek perkembangan rumah sakit itu.” Ucap Taeyeon sambil terus menggosok giginya.

“n..ne..” jawab Jaejoong dengan gugup sambil membelakangi Taeyeon.

Taeyeon sedikit mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Jaejoong yang gugup. “ah, aku lupa membawa pakaianku.” Ucap Taeyeon berjalan melewati Jaejoong menuju kamarnya. Jaejoong segera kembali menghadap ke arah lain. Taeyeon kembali keluar dari kamarnya dan melihat Jaejoong yang tampak canggung, “oppa, wae?” heran Taeyeon memegang pundak Jaejoong hingga membuatnya berbalik menghadap Taeyeon.

“a..aniyo.” jawab Jaejoong dengan pipi memerah.

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandinya. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Jaejoong menghela napasnya dan menghempaskan dirinya ke sofa. “hufftt… aku tidak yakin bisa menahan diri jika kejadian seperti ini terulang kembali.”

***

Namja itu tengah menunggu seseorang di sebuah café. Ia terus tersenyum menunggu seseorang yang akan ia temui. Sudah hampir sebulan ia tidak bertemu dengannya dan ketika orang itu menghubunginya untuk menemuinya, tentu saja ia senang. Bahkan ia mengambil cuti dari pekerjaannya di sebuah coffe shop hanya sekedar untuk menunggu orang ini.

Tidak lama kemudian, denting bunyi lonceng di atas pintu café  membuat namja itu menoleh dan mendapati seorang yeoja bermata bulat tengah mengedarkan pandangannya mencari orang yang menunggunya.

“noona!” panggil namja itu mengangkat tangan kanannya.

Yeoja yang dipanggil noona itu menoleh dan tersenyum kearahnya lalu berjalan menghampirinya. “mian, Kyu. Apa kau sudah lama menunggu?”

Namja yang dipanggil Kyu itu tersenyum, “aniyo. Duduklah.”

Yeoja itu duduk di seberangnya, “bagaimana kabarmu?”

“baik. Bagaimana denganmu?”

Yeoja itu menghembuskan napasnya, “beginilah. Hampir setiap hari aku harus mengurus perusahaan itu.”

Namja itu menurunkan senyumnya mendengar kata ‘perusahaan’ yang di ucapkn yeoja itu. “Vic, apa kau masih berambisi menguasai perusahaan itu?”

Yeoja itu tertawa kecil mendengar pertanyaan dari namja di depannya itu, “tentu saja, Kyuhyun-ah. Aku sudah lelah hidup dalam kemiskinan. Sekarang setelah eommaku menikah dengan pemilik perusahaan itu, aku harus bisa menyingkirkan anaknya dan membuat perusahaan itu beralih ke tanganku.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Victoria. Sejujurnya ia tidak menyukai rencananya itu. Ia kembali mengingat ke masa lalunya saat pertama kali ia bertemu dengan Victoria.

Flashback

Victoria yang saat itu baru berusia 10 tahun duduk di depan rumah Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Tidak lama kemudian, Kyuhyun  yang baru saja pulang  sekolah, tiba di depan rumahnya dan melihat yeoja itu yang merintih kesakitan.

“noona, gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang waktu itu masih berusia 9 tahun. Ia memperhatikan wajah Victoria yang pucat dan pakaiannya yang kotor. Victoria tidak menjawabnya dan terus memegangi perutnya. “apa kau lapar?” tanya Kyuhyun lagi. Victoria berpaling menatapnya dan mengangguk. Kyuhyun menatapnya iba dan segera mengambil sebungkus roti dari dalam tasnya. “makanlah roti ini.” Kyuhyun  memberikan roti itu. Victoria mengangkat wajahnya dan menerima roti itu. “sebenarnya ini untuk makan siangku tapi… untuk kau saja. sepertinya kau sangat kelaparan.”

“gomawo.” Ucap Victoria tersenyum lemah. Ia membuka roti itu namun saat akan memakannya, ia merasa tidak enak karena roti itu adalah makan siang milik Kyuhyun dan ia tahu Kyuhyun juga berasal dari keluarga yang tidak jauh berbeda darinya. Akhirnya Victoria membagi 2 roti itu dan memberikan salah satunya pada Kyuhyun.

“ah, tidak usah, noona. Untukmu saja.” tolak Kyuhyun dengan halus.

“sudahlah, aku tahu kau juga lapar. Kita makan bersama saja.”

Kyuhyun tersenyum dan menerima roti itu. Keduanya memakan roti kecil itu sambil bercakap-cakap.

“oh ya, siapa  namamu? Namaku Victoria, Song Victoria.”

“aku tahu.” Jawab Kyuhyun.

“ne?”

“aku tahu namamu Victoria. Siapa yang tidak tahu noona tercantik di daerah ini.” Sahut Kyuhyun membuat Victoria tertawa. “aku Cho Kyuhyun.”

Sejak saat itu, mereka berteman dan beberapa tahun kemudian, keduanya berhasil masuk universitas yang sama. Keduanya sama-sama berotak cemerlang meskipun mereka bukan berasal dari keluarga mampu.

“haaah..akhirnya aku berhasil diterima di perusahaan Hanhwa.” Ucap Victoria saat menemani Kyuhyun mengerjakan tugasnya di taman kampus.

“jinjja? Chukkae..” sahut Kyuhyun sambil terus fokus pada buku-bukunya.

“walaupun sekarang aku hanya bekerja sebagai staff biasa, aku akan berusaha mendapatkan posisi teratas di perusahaan itu. Kalau perlu aku harus bisa menjadi direktur perusahaan itu!”

“ne. semoga keinginanmu itu tercapai.” Kyuhyun hanya menanggapinya seadanya karena sebenarnya ia tidak terlalu menyukai ambisi Victoria itu.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Victoria. “apa kau tidak suka kalau aku bisa mencapai mimpiku itu?”

Kyuhyun menyunggingkan senyumnya dan menutup buku-bukunya lalu beralih menatap Victoria. “noona, aku senang jika kau sukses. Tapi aku hanya berpesan jangan terlalu mengejar harta. Kau tahu, kekayaan bukan segalanya.”

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Victoria sedikit tersinggung, “aku bosan makan ramen setiap hari, aku bosan setiap hari harus berdesak-desakan di bus, aku lelah di kejar-kejar penagih utang itu, aku ingin mengubah kehidupanku, aku ingin dunia tunduk padaku!”

Kyuhyun menghela napasnya, “baiklah. Terserah kau saja, noona. Asal kau tidak berbuat sesuatu yang salah, aku akan mendukungmu.”

Victoria kembali tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, “gomawo, Kyu!” Victoria memeluknya dan itu membuat jantung Kyuhyun berdegup tidak karuan. Ia menyukai Victoria sejak lama, namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut jika Victoria mengetahui perasaannya, Victoria akan menjauhinya dan ia tidak bisa lagi dekat dengannya.

Flashback  End

“jadi, ada apa kau mengajakku bertemu?” tanya Kyuhyun.

Victoria menggantung jawabannya karena seorang pelayan menghampiri mejanya dan meletakkan makanan kesukaannya yang sudah di pesan Kyuhyun. Setelah pelayan itu pergi, ia baru menjawab, “apa harus selalu ada alasan untuk bertemu denganmu? Seperti orang penting saja!” gurau Victoria membuat Kyuhyun tertawa. “aku hanya ingin bertemu saja. Sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini.”

“benar juga. Ya sudah, ayo makan dulu. Aku sudah pesankan seafood kesukaanmu.”

“wah, ternyata kau masih ingat makanan favoritku. Gomawo, Kyu!” sahut Victoria segera melahap makanan itu dan keduanya kembali berbincang-bincang.

Taeyeon serta Jaejoong tiba di Korea dan mereka segera bergegas menuju perusahaan induk Hanhwa. Sesampainya disana, Taeyeon segera menghampiri puluhan orang yang tengah berdemo didepan perusahaan itu.

Begitu mereka melihat kehadiran Taeyeon, mereka kembali berseru dengan lebih lantang meminta gaji mereka. Para reporter pun segera bergegas meminta penjelasan Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, kami disini untuk meminta gaji kami yang belum di bayarkan selama 6 bulan! Kami memiliki keluarga yang harus kami biayai!” ucap seseorang mewakili para pendemo itu yang kembali disertai seruan rekan-rekannya.

“SEMUANYA TOLONG TENANG!!” teriak Taeyeon yang pusing dengan tuntutan para pekerjanya. “aku mohon beri kami waktu. Perusahaan sedang tidak baik dan kami sedang mengusahakan mencari dana untuk menutupi gaji kalian.”

“itu bukan urusan kami!” teriak seseorang. “kau yang membuat perusahaan jatuh. Sejak perusahaan ini berada dibawah kendalimu, semuanya jadi kacau! Bahkan hampir semua anak perusahaan ini sudah kau jual.”

“YA! BENAR!!” seru pekerja lain sambil maju hendak mendekati Taeyeon namun para security dan juga Jaejoong segera mencegah mereka berbuat anarkis.

Suasana semakin ricuh saat salah satu pekerja wanita berhasil menjambak rambut Taeyeon. Jaejoong melihatnya dan segera berpaling menolong Taeyeon dari wanita itu. “ajumma, tolong hentikan!” Jaejoong melindungi Taeyeon dari amarah wanita itu.

“kumohon kalian bersabarlah. Kami akan segera membayar tuntutan kalian!” sahut Taeyeon. ”beri kami waktu lagi!”

“sampai kapan?? Kau terus saja meminta kami memberikan waktu. sebulan yang lalu kau mengatakan hal yang sama!! Kami minta gaji kami di bayarkan sekarang juga!!”

“aku akan berusaha secepat mungkin membayarkannya dan…”

CPROTT!!! *suara yang aneh*

Belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya, seseorang melemparkan telur padanya. Taeyeon tampak shock dengan apa yang baru saja di alaminya hingga tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Jaejoong terkejut melihat itu dan segera menghampiri Taeyeon. “Taeyeon-ah…” ia kembali berbalik menatap para pekerja itu yang juga tampak terkejut melihat ada yang berani melemparkan telur pada anak pemilik perusahaan itu. “SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN ITU, HAH??!” bentak Jaejoong namun tidak ada seorang pun yang mengaku. “jinjja!” umpat Jaejoong hendak membawa Taeyeon pergi dari kerumunan itu. Namun Taeyeon menolaknya dan kembali menghadap para pekerja itu.

Taeyeon terdiam sejenak sebelum akhirnya tiba-tiba ia berlutut di hadapan mereka. Semua orang yang melihat itu membelalakan matanya melihat apa yang dilakukan Taeyeon. “aku bersungguh-sungguh! Beri waktu satu bulan, dan aku akan membayarkan gaji kalian.” Ucap Taeyeon menunduk. Jaejoong mencoba membuatnya berdiri namun Taeyeon menepisnya. “jika dalam waktu satu bulan aku tidak mampu membayarnya……” Taeyeon berhenti sejenak sebelum akhirnya berkata, “kalian boleh menjebloskanku ke penjara.”

Sontak perkataan itu membuat Jaejoong dan juga semua yang berada di tempat itu shock.

Setelah para pekerja itu berdiskusi satu sama lain, akhirnya mereka setuju memberikan kesempatan terakhir itu.

“baiklah. Kami pegang kata-katamu. Jika dalam  waktu satu bulan kau tidak membayar kami, kami akan menyeretmu ke penjara.”

Setelah mendengar persetujuan itu, Jaejoong meraih lengan Taeyeon dan membawanya pergi dari tempat itu. Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Taeyeon masuk. Jaejoong mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“APA KAU SUDAH GILA??!” bentak Jaejoong di dalam mobil. “APA KAU YAKIN  DALAM WAKTU SATU BULAN KAU BISA MENDAPATKAN DANA ITU??”

Taeyeon terdiam menunduk tidak menjawab perkataan Jaejoong.

“TAEYEON-AH..”

“antar aku ke Jeju!” Taeyeon memotong ucapan Jaejoong. Ia berpaling menatap namja disebelahnya itu dan membuat Jaejoong terkejut melihat wajah Taeyeon yang sudah dibanjiri airmata. “jebal.” Jaejoong menghela napasnya sebelum akhirnya memutar balik arah mobilnya menuju pulau Jeju.

Selama perjalanan, keduanya tidak ada yang berbicara hingga akhirnya beberapa jam kemudian mereka tiba di Jeju. Mobil Jaejoong masuk ke sebuah resort milik keluarga Taeyeon, lebih tepatnya milik Taeyeon. Karena resort itu adalah peninggalan eommanya sebelum meninggal.

Jaejoong memarkirkan mobilnya didepan sebuah villa yang cukup megah. Ia segera turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Taeyeon setelah itu mereka masuk kedalam villa itu.

“bersihkan dulu badanmu. Kau tampak berantakan.” Ucap Jaejoong memberikan sebuah handuk pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya dan segera berjalan menuju kamar mandi.

Sementara itu di kediaman Victoria..

“aku pulang!” seru Victoria dan ia segera mendapati eommanya yang tampak senang. “eomma, wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” heran Victoria.

“coba kau lihat itu!” nyonya Song menunjuk televisi yang sedang di tontonnya.

Begitu Victoria berpaling, ia membelalakan matanya melihat tayangan di televisi itu, “MWO??? Bukankah itu Taeyeon???” kejut Victoria. Ia melihat Taeyeon yang tampak shock setelah  dilempar telur.

“ne. Taeyeon! Adik tirimu!” jawab nyonya Song dengan senyum yang terus mengembang di wajahmu.

“aissh! Hentikan itu, eomma! Aku tidak mau mengakui yeoja itu sebagai adik tiriku!” dengus Victoria membuat nyonya Song tertawa.

“arata.” Sahut nyonya Song. “jika bukan karena kekayaannya, eomma juga tidak sudi menikahi lelaki tua itu. Apalagi saat ini ia benar-benar tidak berguna. Yang ia lakukan hanya berbaring di ranjang rumah sakit!”

Victoria tertawa mendengar ucapan eommanya. “tapi justru itu bagus, eomma. Jika Tuan Kim tidak ada, kita akan lebih mudah menyingkirkan Taeyeon dan menguasai hartanya!”

“kau benar. Eomma bangga memiliki anak pintar sepertimu.” Sahut nyonya Song. “oh ya, kau habis darimana?”

“aku baru saja menemui Kyuhyun dan..”

“untuk apa kau anak miskin itu lagi??” nyonya Song memotong ucapan Victoria dan sedikit membentaknya.

“eomma…”

“kau tidak boleh bertemu lagi dengan anak itu! Derajatmu sekarang berbeda! Kau ingin teman-temanmu tahu kau bergaul dengan orang rendahan seperti dia??”

Victoria menggelengkan kepalanya, “mianhaeyo, eomma.”

Nyonya Song menghela napasnya, “kau harus ingat tujuan kita masuk ke keluarga ini dan jangan sampai kau menghancurkan usaha kita selama ini.”

“ne. arasseo.”

“oh ya, apa kau sudah menemui anak perusahaan dari Thailand itu?”

“ne. Sebelum bertemu Kyuhyun, aku menemuinya terlebih dahulu.” Sahut Victoria.

“bagaimana tampang anak itu?”

“mmm… ia cukup tampan tapi…ia bukan seleraku.” Jawab Victoria membuat nyonya Song terkekeh.

“wae? Apa ia tidak lebih kaya dari keluarga ini?” tanya nyonya Song yang di balas anggukan Victoria. Nyonya Song kembali tertawa.

Sementara itu di sudut lain, pelayan keluarga Kim yang sudah bekerja sejak Taeyeon belum lahir mendengar percakapan keduanya. Ia mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan ibu dan anak itu.

“kita harus menyusun kembali strategi untuk menjatuhkan Taeyeon.” ucap nyonya Song. “besok kau datangi tuan Lee pemilik perusahaan Hyundai. Kau hasut orang itu agar menarik kembali saham-sahamnya di Hanhwa.”

“ne, arasseo.” sahut Victoria.

“bagus. Dengan begitu, Hanhwa akan jatuh dan Taeyeon akan tersingkir. Setelah itu, kita gantikan posisi Taeyeon dan membangun kembali perusahaan itu.” ucap nyonya Song. “kita sudah melangkah sejauh ini dan tidak boleh gagal. Eomma kagum dengan kehebatanmu mempengaruhi para konglomerat itu.”

Kembali ke Taeyeon dan Jaejoong di Jeju..

Jaejoong memperhatikan Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi. “bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah lebih baik?” tanya Jaejoong yang di balas anggukan Taeyeon.

Taeyeon duduk di sebelah Jaejoong dan ikut menonton siaran berita tentangnya dan perusahaannya, namun kemudian Jaejoong langsung mematikan televisinya.

“wae?” heran Taeyeon melihat Jaejoong mematikan televisi itu.

“aku tidak mau kau melihatnya dan kau kembali bersedih.”

Taeyeon menyunggingkan sedikit senyumnya dan menggenggam tangan Jaejoong, “gomawo. Kau selalu berada di sampingku saat orang-orang lain justru menjauhiku.”

Jaejoong tersenyum menatap Taeyeon dan mengeratkan genggaman Taeyeon di tangannya, “aku hanya berusaha melindungimu dan juga melakukan perintah eommamu.”

Taeyeon membalas senyuman Jaejoong dan merebahkan kepalanya di bahu Jaejoong tanpa melepas genggaman tangannya. “aku beruntung memiliki teman sepertimu.” Ucap Taeyeon.

Mendengar kata ‘teman’ yang meluncur(?) dari mulut Taeyeon sedikit membuat hati Jaejoong mencelos. Ia menyukai Taeyeon namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut Taeyeon malah menjauhinya setelah tahu bagaimana perasaannya sebenarnya. Yang ia bisa lakukan hanya selalu berada di sampingnya dan terus mensupportnya. Hingga kini, Taeyeon tidak pernah berkencan dan semua orang mengira bahwa Taeyeon dan Jaejoong memiliki hubungan spesial. Namun hal itu tidak membuat Taeyeon merasa risih dan Jaejoong pun tidak merasa terganggu dengan rumor itu. Justru ia merasa senang ketika orang-orang menganggapnya seperti itu dan mengatakan mereka pasangan yang serasi.

Dulu saat masih sekolah, saat ia dan Taeyeon berjalan berdua, semua mata menatap dengan pandangan iri. Namja maupun yeoja, sebab keduanya sangat populer di sekolah itu. Mereka selalu tampak bersama hingga tidak heran jika banyak yang menyangka bahwa mereka berkencan dan ada pula yang berpikiran bahwa mereka di jodohkan oleh orang tuanya mengingat orang tua mereka sangat dekat satu sama lain.

Jaejoong senyum-senyum sendiri mengingat masa-masa itu. Sesaat kemudian ia menoleh dan mendapati Taeyeon yang tertidur di bahunya. Jaejoong terkekeh dan akhirnya ia mengangkat tubuh Taeyeon dan memindahkannya ke kamar. Ia merebahkan Taeyeon di tempat tidurnya. Jaejoong memandangi Taeyeon yang tertidur pulas hingga tiba-tiba Taeyeon mengigau memanggil eommanya.

“eomma..”

Jaejoong kembali teringat pada nyonya Kim yang begitu baik dan juga penyabar.

Flash back

“saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida~ saengil chukka uri Taeyeon~ saengil chukkahamnida~”

Taeyeon meniup lilin yang berbentuk angka 17. Saat itu merupakan hari yang sangat berharga bagi Jaejoong dimana untuk pertama kalinya, nyonya Kim mempercayainya untuk menjaga Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, pada siapa potongan pertama kue itu kau berikan?” tanya seorang MC yang mengisi acara ulang tahun Taeyeon.

“mm…untuk eommaku.” Jawab Taeyeon memberikan sepotong kue pada eommanya dan menyuapinya. Dan kemudian ia juga menyuapi appanya.

Pesta ulang tahun yang diadakan di rumah Taeyeon itu sangat meriah. Semua teman dekat Taeyeon hadir dan juga beberapa rekan bisnis tuan Kim juga ikut menghadiri acara itu. Tidak sedikit dari mereka yang membawa pula anak laki-lakinya. Mereka berusaha mendapatkan perhatian Taeyeon yang merupakan anak satu-satunya dari keluarga chaebol dan juga selain itu ia sangat cantik dan juga ramah.

“apakah kau mempunyai seseorang yang special, Taeyeon-ssi? Bagaimana kalau kau juga menyuapinya?” ucap MC itu membuat suasana menjadi riuh.

Taeyeon tersenyum malu-malu dan tidak langsung menjawab hingga akhirnya nyonya Kim memanggil Jaejoong. Awalnya Jaejoong malu-malu namun kemudian ia berdiri di sebelah nyonya  Kim, namun nyonya Kim segera meyuruhnya berdiri di samping Taeyeon.

“wah~ tampan sekali namja ini. Kalian tampak serasi. Ah, aku jadi iri.” Seru MC itu. “nah, Taeyeon-ssi, ayo suapi namja disebelahmu itu.”

Dengan ragu-ragu, Taeyeon menyuapi Jaejoong.

“aissh.. aku benar-benar iri!” ucap MC itu lagi membuat Taeyeon dan Jaejoong tersipu malu.

“saengil chukkae, Taeyeon-ah.” Ucap Jaejoong pada Taeyeon.

“ne. gomawo, oppa.”

“aigoo, aigoo.. kalian membuat semua yang ada disini terbakar api cemburu(?).” goda MC itu lagi membuat pipi Taeyeon dan Jaejoong semakin memerah.

Setelah itu, acara di lanjutkan dengan mempersilahkan para tamu undangan menikmati acara itu. Jaejoong duduk tidak jauh dari Taeyeon yang sedang bergurau dengan teman-temannya. Ia terus memperhatikan yeoja itu dan tanpa sadar ia ikut tersenyum.

“Jaejoong-ah!” nyonya Kim menepuk pundaknya membuatnya terkejut lalu duduk disampingnya. “kau memperhatikan Taeyeon?”

“oh, aniyo, ajumma. Aku hanya…”

“panggil aku eomma.” Potong nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut dengan permintaannya. “anggap saja aku ini eommamu.”

“n..ne, eomma.” Gugup Jaejoong.

“tidak terasa kalian sudah sebesar ini.” Ucap nyonya Kim sambil mengelus rambut Jaejoong dengan lembut. “aku jadi ingat bagaimana kalian waktu masih kecil.”

Jaejoong tersenyum menanggapi ucapan nyonya Kim. “Jaejoong-ah..”

“ne?”

“apa kau bersedia menjaga Taeyeon?” tanya nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut. “aku mengenalmu sejak kecil dan kalian sangat dekat. Taeyeon anak kami satu-satunya. Aku khawatir ia bergaul dengan orang yang salah. Kau sangat baik dan selalu disampingnya. Apa kau bisa melakukan itu hingga kami tidak bisa lagi menjaganya?”

“kenapa…. Aj.. mm.. maksudku, kenapa eomma berkata seperti itu?”

Nyonya Kim tersenyum sebelum akhirnya berkata, “eomma hanya ingin kau selalu menjaganya. Kau anak yang baik dan eomma sangat mempercayaimu. Apa kau bisa memenuhi permintaan eomma?”

Jaejoong tersenyum, “ne.”

“good boy.” Nyonya Kim tertawa sambil mengacak rambut Jaejoong dengan gemas sebelum akhirnya beranjak meninggalkannya.

Jaejoong kembali melihat Taeyeon yang kini sendirian karena teman-temannya pergi menikmati jamuan pesta itu. Jaejoong beranjak dari tempat duduknya dan melepaskan blazzernya. Ia berdiri di depan Taeyeon dan memakaikan blazzer itu menutupi dadanya.

“terlalu terbuka.” Bisik Jaejoong.

Taeyeon sedikit mengernyitkan keningnya hingga akhirnya ia tertawa kecil menerima perlakuan Jaejoong. “gomawo.” Ucap Taeyeon yang dibalas senyuman Jaejoong.

Jaejoong melayangkan(?) pandangannya ke arah lain dan mendapati nyonya Kim yang tersenyum ke arahnya. “gomapta.” Nyonya Kim menggerakan bibirnya tanpa suara mengucapkan kalimat itu pada Jaejoong.

Beberapa jam kemudian, acara itu selesai dan para tamu sudah meninggalkan tempat itu. Namun tidak dengan Jaejoong, ia masih berada di tempat itu. Ia berniat memberikan sesuatu untuk Taeyeon. Ia menemui Taeyeon di kamarnya.

“Taeyeon-ah, ini hadiah untukmu dariku.” Jaejoong memberikan sebuah boneka beruang besar.

“waaah, kyeopta~” seru Taeyeon menerima boneka itu. “gomawo~”

ashiya19.wordpress.com

Jaejoong mengangguk dantersenyum lembut padanya.
Flash back end
Jaejoong masih ingat bagaimana sifat Taeyeon sebelum eommanya meninggal. Setelah nyonya Kim meninggal karena satu hal, sifat Taeyeon berubah 180 derajat. Dulu ia begitu manis, namun sekarang ia berubah menjadi yeoja yang keras kepala dan bertindak semaunya sendiri.
Jaejoong menghela napasnya. Ia menyelimuti Taeyeon dan mengecup keningnya. Setelah itu ia beranjak keluar dari kamar itu.

To be continue..

Pasti ada yang nanya, “mana KyuTae momentnya? Kok TaeJae doank? terus Dara’nya mana?” haha.. sabar ya~  😉 tunggu aja kelanjutannya!

FYI, perusahaan Hanhwa itu beneran ada. Bukan fiktif. Hanhwa termasuk perusahaan besar, sederajat(?)lah sama Kia, Hyundai, LG, dan kawan-kawan. Author pinjem namanya aja. Hehe…

RCL, please~! onion-emoticons-set-6-81

[FF] I’ll Protect You (Chapter 1)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Kim Junsu (JYJ)
Support Cast : Kim Bum, Kim Hyuna (4minutes), Jang Hyunseung (B2ST), Park Bom (2NE1), Choi Dongwook (SE7EN), Kim Soeun, Gong Minzy (2NE1)
Genre : Dark Fantasy
Rating : M
Disclaimer : Title belongs to Kim Jaejoong. The story is inspired by Charlaine Harris’s novel, Death Until Dark.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
No Plagiat!

Teaser

 

Taeyeon POV

Aku sudah lama menantikan kedatangannya selama bertahun-tahun ketika ia melangkah memasuki bar. Sejak para vampir keluar dari peti-peti mati mereka beberapa tahun lalu, aku selalu berharap ada satu  saja vampir yang datang ke kota ini. Bertahun-tahun aku menunggu vampirku datang menemuiku.

Bisa dibilang aku jarang sekali berkencan. Bukan karena aku tidak cantik. Aku cantik. Rambutku panjang, mataku bersinar cemerlang, dan usiaku 25 tahun usia Korea. Meskipun aku tidak terlalu tinggi, namun aku tampak lumayan sebagai pelayan bar. Aku selalu mengenakan seragam yang dipilih bosku, Kim Junsu : celana pendek hitam, T-shirt putih, kaus kaki putih, dan sneakers hitam.

Selain itu, aku juga punya “kelainan”. Orang-orang banyak yang menganggap aku ini gila. Yah, setidaknya aku menyebutnya begitu. Kelainan atau kegilaan, sama saja. Aku nyaris tidak pernah berkencan, maka dari itu perhatian kecil sangat berarti bagiku.

Dan hari ini dia, vampir itu, duduk di salah satu meja yang menjadi tanggung jawabku. Aku langsung tahu makhluk apa dia. Namun entah kenapa orang-orang tidak ada yang menyadari perbedaannya. Bagiku, kulitnya berpendar, dan seketika aku tahu.

Taeyeon POV End

Taeyeon begitu gembira dengan kehadiran vampir itu. Ia berjalan dengan penuh percaya diri mendekati meja vampir itu. Bosnya, Junsu mendongak dari minuman yang sedang diraciknya dan tersenyum pada Taeyeon.

Vampir itu tampak terserap dalam pikirannya, dan itu memberikan kesempatan bagi Taeyeon untuk mengamatinya secara menyeluruh sebelum akhirnya vampir itu mendongak. Taeyeon memperkirakan tingginya hanya sedikit di bawah 180 cm. Rambutnya hitam tebal dan lurus, alisnya tebal, bibirnya elok, terpahat tajam, dan ia sangat pucat. Hidungnya yang mancung, membuatnya seperti tokoh-tokoh pria dalam komik manga. Matanya gelap, bahkan lebih gelap dari rambutnya, dan bagian putihnya sangat putih.

“siap untuk memesan?” tanya Taeyeon dengan ramah.

Vampir itu mengangkat alis, “ada darah sintetis?”

“sayang sekali tidak ada. Tapi Junsu sudah memesannya dan baru datang minggu depan.” Jawab Taeyeon.

“kalau begitu anggur merah saja.” kata vampir itu dengan suara yang sejuk dan jernih, seperti aliran air diatas batu-batu yang licin.

Taeyeon tergelak, “ia terlalu sempurna.” Batin Taeyeon.

“jangan hiraukan, Taeyeon, tuan, dia memang gila!” terdengar suara yang sangat dikenal oleh Taeyeon dan kebahagiaannya seketika memudar, walaupun ia masih merasakan senyum yang masih tersungging dibibirnya.

Vampir itu menatap Taeyeon, menyaksikan kehidupan yang menghilang dari wajahnya.

“aku akan segera kembali membawakan anggurmu.” Ucap Taeyeon sambil berlalu, tanpa sedetik pun melirik tampang angkuh Jang Hyunseung dan kekasihnya, Kim Hyuna. Taeyeon menyebut mereka pasangan trouble maker karena mereka selalu saja mengacaukan kehidupannya. Mereka akan melakukan apa saja untuk mengganggu Taeyeon. Taeyeon sangat membenci mereka dan berharap mereka terlempar keluar Paju semendadak mereka terlempar masuk.

Pertama kali mereka datang ke bar Xiah itu, tanpa sengaja Taeyeon mendengar pikiran mereka. Jadi Taeyeon tahu hal tentang pasangan trouble maker ini yang tidak diketahui orang lain. Satu contoh, Taeyeon tahu mereka pernah di penjara, namun Taeyeon tidak mengetahui penyebabnya. Contoh lainnya, Taeyeon selalu mendengar pikiran mesum Hyunseung. Dan juga mendengar pikiran Hyuna yang pernah menelantarkan bayi yang dilahirkannya 2 tahun lalu, bayi yang bukan anak Hyunseung. Dan juga mereka tidak pernah memberikan tip pada para pelayan di bar itu.

Junsu menuangkan anggur ke dalam gelas, memandang ke meja vampir itu sambil meletakan anggur itu di nampan yang dipegang Taeyeon. Junsu tahu bahwa tamunya itu adalah makhluk abadi. Junsu adalah bos Taeyeon dan juga pemilik bar itu. Matanya kecoklatan, rambutnya pun berwarna coklat. Kulitnya putih dan jika tertawa, tawanya sangat unik. Meskipun ia tampak ramping dalam pakaiannya, namun taeyeon pernah melihatnya bertelanjang dada saat mengangkut barang-barang di belakang bar itu dan badannya cukup kekar dan berotot. Taeyeon tidak pernah menyadap pikiran Junsu karena ia adalah atasannya. Taeyeon berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena mengetahui hal-hal yang sangat pribadi dan tidak ingin di ketahui orang lain.

Junsu tidak berkomentar, hanya memberikan anggur pesanan tamu. Setelah itu Taeyeon kembali menghampiri vampir itu.

“anggur anda, tuan.” Taeyeon meletakan gelas anggur itu di mejanya. Vampir itu memandangnya sekali lagi, dan Taeyeon menatap balik matanya yang indah itu selagi ada kesempatan. “silahkan,” kata Taeyeon dengan ramah.

Dibelakangnya, Hyunseung berteriak, “hey, Taeyeon! Bawakan lagi sojunya kesini!”

Taeyeon menarik napas panjang dan berputar untuk  mengambilkan apa yang dimintanya. Hyuna tampak menarik malam ini. Ia mengenakan baju terusan bermotif macan. (*raawrrrrr #author konslet! xD) Rambut hitam tebal dan panjang di tata modis. Lipstiknya yang berwarna merah terang menyapu bibirnya yang penuh.

Sesaat kemudian, Taeyeon baru menyadari bahwa pasangan itu sudah pindah ke meja vampir itu. Dan hal itu membuat Taeyeon kesal. Mereka mengajaknya mengobrol. Vampir itu terlihat tidak terlalu menanggapi, tapi juga tidak beranjak dari tempat duduknya.

“lihat itu!” kata Taeyeon pada Bom, rekannya sesama pelayan. Bom berambut merah dan kulitnya sangat putih matanya bulat dan akan membentuk eyesmile jika tersenyum. Usianya 5 tahun lebih tua dari Taeyeon namun sudah pernah menikah 2 kali. Bom memiliki 2 anak, dan terkadang ia juga menganggap Taeyeon anak ketiganya.

“orang baru ya?” tanya Bom tampak tidak tertarik. Saat ini Bom berkencan dengan seorang namja bernama Choi Dongwook. Walaupun mereka tampak tidak terlalu cocok namun Bom tampak begitu bahagia. Dongwook adalah suami pertamanya yang pernah ia ceraikan namun tampaknya kini mereka rujuk kembali.

“dia seorang vampir, eonni!” ujar Taeyeon seperti ingin berbagi kesenangannya dengan orang lain.

“benarkah? Di Paju? Wah,” sahut Bom sedikit memperlihatkan bahwa ia menghargai antusiasme Taeyeon. “pasti ia tidak pintar jika bersama dengan pasangan trouble maker. Dan tampaknya Hyuna sedang menggodanya.”

Taeyeon baru sadar setelah Bom mengemukakan hal itu. Bom sangat pandai menangkap gelagat seseorang berkat pengalamannya dibanding Taeyeon yang masih hijau.

Vampir itu sedang lapar. Taeyeon sering mendengar bahwa darah sintetis yang dikembangkan di Jepang bisa memenuhi nutrisi, namun tidak memuaskan rasa lapar mereka. Itulah sebabnya selalu ada “insiden sial” dari waktu ke waktu. Dan di meja itu, Hyuna tengah membelai tenggorokannya memamerkan leher jenjangnya.

“dasar sundal!” umpat Taeyeon.

Tidak lama kemudian, Kim Bum, kakak Taeyeon masuk dan memeluknya. Dia tahu para wanita menyukai pria yang menyayangi keluarganya. Jadi, ia mendapatkan nilai itu dengan memeluk adiknya itu. Padahal ia tidak perlu melakukan itu untuk menaikan pamornya. Ia tampan. Walaupun terkadang ia bisa menyebalkan juga dimata Taeyeon, namun kebanyakan para perempan memilih mengabaikan itu.

“hey, Taeng. Bagaimana kabar halmoni?” tanya Kim Bum.

“baik-baik saja, seperti biasa. Tengoklah!”

“ne. aku akan kesana. Siapa yang kosong malam ini?” tanyanya lagi.

“cari saja sendiri.” Jawab Taeyeon.

Ketika Kim Bum mulai mengedarkan pandangannya, seketika para yeoja yang ada di bar itu mengangkat tangannya panik untuk merapikan rambut, pakaian, bibir mereka. Bahkan saat ia masuk ke bar itu, Bom ikut merapikan kausnya. Rekan kerja Taeyeon yang lain, Minzy, mengibaskan rambutnya dan menegakkan punggungnya agar dadanya terlihat membusung. Kim Bum melambaikan tangannya. Minzy pura-pura mengacuhkannya, sepertinya saat ini mereka sedang tidak akur. Tapi meskipun begitu, ia masih ingin mendapatkan perhatian Kim Bum.

Taeyeon kembali mengalihkan perhatiannya pada vampir itu. Ia sedang mengobrol dengan Hyuna. Hyunseung menatapnya dengan ekspresi begitu antusias sampai-sampai Taeyeon merasa cemas.

Taeyeon berjalan mendekati meja vampir itu dan  mengamati Hyunseung. Akhirnya ia menurunkan penjagaannya untuk mendengarkan pikiran pasangan itu.

Begitu Taeyeon tahu apa yang ada dipikiran mereka, ia membelalakan matanya. Hyunseung dan Hyuna dipenjara karena menguras darah vampir!

Marah bercampur cemas, Taeyeon bergerak mengambil minuman dan membawanya ke meja lain yang dekat dengan meja vampir itu.

Setelah mendengar pikiran mereka, Taeyeon baru tahu bahwa darah vampir dipercaya berkhasiat meringankan gejala penyakit dan meningkatkan gairah. Ada pasar gelap untuk memperjual belikan darah vampir dengan harga yang cukup tinggi. Dan pasangan trouble maker ini adalah salah satu pemasoknya.

Mereka pernah menjebak vampir dan menguras darahnya, lalu menjual darah vampir dalam ampul seharga 200 ribu won perunit . Biasanya vampir yang telah terkuras tidak akan bertahan hidup. Para penguras itu akan meninggalkan korbannya dalam keadaan terpancang atau dibuang begitu saja di tempat terbuka. Begitu matahari terbit, habislah mereka. Keadaan berbalik jika si vampir berhasil meloloskan diri. Penguraslah yang akan mati terkuras.

Taeyeon melihat vampir itu bangkit dan beranjak pergi bersama pasangan itu. Hyunseung menatap Taeyeon dan ia terlihat terkejut melihat ekspresi di wajah Taeyeon. Lalu ia berbalik, mengerdikkan bahu meremehkan, sama seperti semua orang yang selalu menganggapnya gila karena kemampuan membaca pikirannya itu. Sikap itu membuat Taeyeon marah. Sangat marah.

“eottoke?” pikir Taeyeon melihat mereka mulai keluar dari bar itu.”apa vampir itu akan mempercayaiku jika aku mengejarnya dan memberitahunya? Tidak ada yang percaya padaku. Kalaupun kebetulan ada yang percaya, mereka akan benci dan takut padaku karena telah membaca pikiran mereka. Orang-orang tidak mau mengakuinya meskipun mereka percaya dengan kelainanku ini. Tapi mereka hanya akan menganggapku gila. Dan memang terkadang aku merasa hampir gila!”

Bom pernah meminta Taeyeon membaca pikiran suami keduanya karena ia merasa suaminya itu akan meninggalkan dirinya dan kedua anaknya. Namun Taeyeon menolak permintaan itu karena ia ingin mempertahankan satu-satunya teman yang ia punya.

Taeyeon gugup, bingung, takut, dan marah. Tapi kemudian ia tahu ia harus bertindak. Taeyeon mendekati kakanya yang sedang merayu Soeun, salah satu pelanggan setia bar itu. Menurut kabar, Soeun tidak mudah tergoda.

“oppa!” panggilan Taeyeon mendesak. Kim Bum pun menoleh dengan memberikan tatapan jangan-menggangguku. “apa kau masih menyimpan rantai itu di bagasi mobilmu?”

“tidak pernah pergi kemana pun tanpa membawanya.” Ujarnya malas. Mata Kim Bum menyelidik wajah Taeyeon mencari tanda-tanda masalah, “kau mau berkelahi?”

Taeyeon memberikan senyum manisnya pada kakaknya itu, “kuharap tidak.” Kata Taeyeon dengan riang.

“hey, kau butuh bantuan?” tawar Kim Bum.

“tidak, terima kasih.” Tolak Taeyeon lalu menghampiri Bom memintanya melayani meja yang menjadi tanggung jawabnya untuk sementara.

“aku akan segera kembali setelah menyelesaikan urusanku. Kalau kau membersihkan meja-meja bagianku, aku akan membersihkan bagianmu lain kali.” Bom menganggukan kepalanya menyanggupi permintaan Taeyeon.

Taeyeon keluar melalui pintu karyawan yang berada di belakang bar itu. Dan ia menunjuk pintu itu pada Junsu memberitahunya bahwa ia meminta ijinnya keluar. Junsu mengangguk dan kembali meneruskan pekerjaannya menuangkan minuman namun ia tampak tidak senang.

Taeyeon berjalan mengendap-ngendap menuju belakang mobil Kim Bum yang terparkir di belakang bar bernama Xiah itu. Ia berusaha sebisa mungkin tidak mengeluarkan bunyi saat ia menapaki jalanan berkerikil itu.  Taeyeon mengambil rantai milik Kim Bum dan kembali berjalan mengendap-ngendap menuju sisi lain bar. Bar itu masih di kelilingi hutan. Junsu memastikan lingkungan cukup terang, tapi cahaya menyilaukan  dari lampu yang dipasang tinggi, membuat segalanya tampak ganjil.

Taeyeon melihat mobil sport merah milik pasangan itu. Taeyeon menggulung rantai itu ke tubuhnya agar tidak berbunyi saat bergerak. Taeyeon mengedaran pandangannya mencari mereka. Di satu sudut yang dekat hutan dengan dahan-dahan pepohonan yang menjuntai, ia mendengar suara erangan kesakitan dan bisik-bisik pelan. Taeyeon melihat vampir itu terbaring terlentang di tanah, wajahnya memperlihatkan penderitaan dengan taring yang mencuat keluar. Kilauan rantai menyilang kedua pergelangan tangannya dan turun hingga ke mata kaki. Rantai perak. Menurut cerita-cerita populer, vampir sangat alergi pada perak dan jika benda itu mengenai kulitnya, akan melepuh.

Di tanah, di dekat kaki Hyuna, tergeletak 2 ampul darah yang telah disedot. Dan Taeyeon melihat wanita itu sedang memasang penyedot baru pada jarum.

Mereka memunggungi Taeyeon dan vampir itu belum melihat Taeyeon yang mendekatinya pelan-pelan. Taeyeon melepaskan rantai yang menggulung di tubuhnya. Taeyeon teringat pandangan Hyunseung yang merendahkannya dan juga tidak pernah memberinya tip. Ia memutuskan menjerat Hyunseung terlebih dahulu. Taeyeon belum pernah terlibat perkelahian sebelumnya namun entah kenapa, ia benar-benar menantikan kesempatan itu sekarang.

Taeyeon mengayunkan rantainya dan benda itu menghantam punggung Hyunseung hingga membuatnya jatuh tersungkur disebelah korbannya. Ia menjerit dan segera melompat bangun. Sementara itu, ampul ketiga Hyuna hampir penuh dengan darah vampir.

Tangan Hyunseung merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu yang bersinar. Taeyeon menelan ludahnya. Hyunseung memegang pisau. Ia mencoba menyerang Taeyeon namun beruntung Taeyeon dapat menghindarinya walaupun ia terkena sedikit goresan di pahanya. Taeyeon mengayunkan rantainya dan sukses melilit di leher Hyunseung. Ia tercekik rantai itu sementara Taeyeon semakin mengeratkannya. Ia menjatuhkan pisaunya dan mencoba melepas rantai itu dengan kedua tangannya. Kehabisan udara, ia berlutut di aspal kasar, merenggut rantai itu dari tangan Taeyeon.

Begitu rantai itu terlepas, Taeyeon segera membungkuk menyambar pisau Hyunseung dan mengacung-acungkan kearahnya. Hyuna menyerbu maju tampak seperti penyihir fanatik diantara garis-garis bayangan yang dihasilkan cahaya lampu.

Ia berhenti di tempat ketika melihat pisau itu berada di tangan Taeyeon. Dia mengutuk, mencerca, dan mengumpat. Taeyeon menunggunya sampai ia kehabisan kata-kata dan membentak, “pergi!!”

Hyuna menatap Taeyeon dengan penuh kebencian. Dia berusaha meraup ampul-ampul darah, tetapi Taeyeon menghardiknya agar meninggalkan semuanya. Hyuna menarik Hyunseung hingga berdiri. Namja itu masih berdeguk, tercekik dan memegangi rantainya. Hyuna menyeretnya ke mobil mereka dan mendorongnya ke kursi penumpang. Lalu ia segera menghempaskan dirinya di kursi kemudi.

Saat mendengar deru mobil itu, Taeyeon segera sadar bahwa mereka punya senjata baru. Taeyeon berlari menuju vampir itu dan terengah-engah, “dorong dengan kakimu!” Taeyeon memegangi ketiaknya dan menariknya mundur dengan menjejakkan kaki. Mobil itu nyaris saja menerjang keduanya namun beruntung mereka dapat luput dari serangan Hyuna. Hyuna membanting setirnya untuk menghindari tabrakan dengan pohon pinus, lalu mobil berjalan menjauh.

“fiuhh..” Taeyeon menarik napas dan berlutut di sebelah vampir itu karena kakinya tak mampu lagi bergerak. Taeyeon terengah-engah, mencoba menenangkan diri sendiri. Vampir itu bergerak sedikit dan Taeyeon memandangnya. Taeyeon terkejut melihat gumpalan asap dari pergelangan tangannya yang tersentuh perak.

“oh, kasihan sekali kau!” ucap Taeyeon. Ia merasa marah pada dirinya sendiri karena terlambat menolongnya. Taeyeon segera melepaskan rantai perak tipis dan panjang itu dari kaki dan tangan vampir itu. Ia penasaran dengan cara apa Hyunseung dan Hyuna mengalihkan perhatiannya sementara mereka mengambil posisi untuk menjeratnya dengan perak.

“mianhae, aku tidak datang lebih cepat.” Ucap Taeyeon penuh penyesalan. “kau akan segera pulih, kan? Apa kau ingin aku pergi?”

“ani.” Jawaban itu membuat Taeyeon senang hingga ia menambahkan, “mereka bisa datang lagi, dan aku belum bisa melawan.”

Taeyeon memasang wajah masam. Dan sementara vampir itu memulihkan diri, Taeyeon berjaga-jaga. Taeyeon duduk membelakanginya memberinya sedikit privasi. Taeyeon mengerti tidak nyaman di pandangi orang lain sementara ia sedang terluka. Tidak lama kemudian vampir itu sudah duduk.

Ia tidak langsung bicara. Taeyeon menoleh menatapnya dan menyadari bahwa vampir itu berada lebih dekat dari yang ia kira. Matanya yang tajam menatap Taeyeon. Taringnya sudah kembali tertarik masuk.

“gomawo.” Ujarnya kaku.

Taeyeon POV

“gomawo.” Ucapnya terdengar kaku.

Jadi ia tidak senang sudah diselamatkan oleh yeoja? Dasar namja!

Ternyata ia begitu tidak tahu terima kasih, kupikir aku bisa membalasnya dengan ketidaksopananku cukup setimpal. Aku menurunkan penjagaanku hendak mendengar pikirannya. Lalu aku….. eh? Aku tak mendengar apa-apa!

“Oh!” seruku terkejut. “aku tak bisa mendengarmu!”

“gomawo.” Kata vampir itu menggerakan bibirnya secara berlebihan.

“ani, bukan begitu maksudku. Aku bisa mendengarmu berbicara, tapi….” Dan didalam ledakan semangat, aku melakukan sesuatu yang takkan  kulakukan dalam keadaan biasa. Aku berbalik menghadapnya dan meletakka tanganku di kedua sisi wajahnya yang pucat kemudian aku menatapnya lekat-lekat. Ku fokuskan energiku  untuk membaca pikirannya. Tapi…aku tak mendengar apapun!

Taeyeon POV end

Mata vampir itu melebar dan menggelap, tetapi ia tetap diam.

“oh, mianhae.” Taeyeon terkesiap baru menyadari apa yang baru dilakukannya. Taeyeon menarik tangannya dari wajah vampir itu.

Taeyeon mulai berbicara tentang Hyunseung dan Hyuna namun di benaknya sibuk memikirkan betapa luar biasanya berada di dekat  seseorang yang tak bisa ia baca pikirannya. Taeyeon tidak akan mengetahui apa yang ada dibenak vampir itu kecuali kalau ia mengatakannya keras-keras. Betapa senangnya Taeyeon mendapatkan kesunyian itu.

“…jadi, kupikir aku datang kesini saja untuk melihat bagaimana keadaanmu.” ucap Taeyeon.

“kau datang kesini untuk menolongku. Itu sungguh tindakan yang sangat berani,” sahut vampir itu dengan suara yang begitu halus seperti hendak memikat korbannya.

“hajima!” ketus Taeyeon.

Vampir itu tampak tercengang sesaat sebelum ekspresi wajahnya kembali datar. “apa kau tidak takut berduaan saja dengan vampir yang kelaparan?” tanyanya. Ada kesan menggoda namun berbahaya pada kata-katanya.

“aniyo.”

“apa kau pikir bahwa dengan menyelamatkanku kau sudah aman, bahwa aku memiliki sedikit saja perasaan sentimental setelah menjadi vampir bertahun-tahun? Vampir sering berbalik menyerang orang yang mempercayainya. Kau tahu, kami tidak menganut nilai-nilai manusia.”

“manusia juga banyak yang mengkhianati sesamanya,” ujar Taeyeon. “aku tidak sebodoh itu.” Taeyeon menelengkan lehernya dan melilitkan rantai perak itu di leher dan lengannya sendiri. Hal itu membuat vampir tersebut menggigil.

“tapi ada arteri yang tampak nikmat di pahamu.” Ucap vampir itu setelah jeda beberapa saat untuk menguasai diri.

“itu tidak sopan, aku tidak mau mendengar!”

Sekali lagi mereka saling bertatapan dalam keheningan. Taeyeon takut tidak bisa bertemu dengannya lagi. Kunjungan pertamanya ke bar Xiah berakhir seperti ini. Maka Taeyeon mencoba menyerap setiap detil moment-moment langka itu. Baginya ini adalah sebuah hadiah yang sangat berharga. Taeyeon ingin menyentuhnya sekali lagi karena ia sudah lupa bagaimana rasanya menyentuh vampir itu. Tapi Taeyeon berpikir kembali, tindakan itu akan melewati batas-batas tata krama, dan mungkin akan mendorong vampir itu melancarkan godaannya lagi.

“apa kau mau meminum darah yang sudah mereka kumpulkan?” tanya vampir itu tiba-tiba, “sebagai tanda terima kasihku.” Ia menunjuk ampul-ampul darah yang tergeletak di aspal. “darahku dipercaya meningkatkan kesehatan dan menyalakan gairah suami-istri.”

“aku sehat seperti kuda, dan aku belum menikah.” Jawab Taeyeon cepat. “kau bisa melakukan apapun dengan darahmu itu.”

“kau bisa menjualnya,” sarannya, tapi sepertinya ia hanya ingin melihat reaksi Taeyeon.

“aku tidak mau menyentuhnya!” ketus Taeyeon.

“kau berbeda,” ucap vampir itu memandang Taeyeon. “makhluk apa kau?”

“aku Kim Taeyeon, seorang pelayan.” Sahut Taeyeon. “siapa namamu?”

“Jaejoong.” Jawab vampir itu.

“vampir Jaejoong!” seru Taeyeon. “kukira namamu Robert, Edward, atau Jasper! Aigoo.. Jaejoong!” tawa Taeyeon. Sudah lama ia tidak merasakan tawa selepas itu. “baiklah, Jaejoong, sampai nanti. Aku harus kembali bekerja.” Ucap Taeyeon.

Taeyeon meletakan tangannya di bahu Jaejoong dan menjadikannya tumpuan untuk bangkit. Bahunya sekeras batu. Taeyeon merapikan kaus kakinya dan memastikan tingginya sama. Dan juga ia merapikan pakaiannya kalau-kalau kotor atau robek akibat perkelahian tadi. Setelah itu melambaikan tangannya pada Jaejoong sambil berjalan kembali menuju bar.

Taeyeon merasa begitu gembira hingga tersenyum terus. Tapi Kim Bum pasti akan sangat marah tentang rantainya.

To be continue..

A5-4Q_DCYAEZRo8-horz

[FF] I’ll Protect You (Teaser)

Kim Taeyeon menikmati pekerjaannya sebagai pramusaji di Paju, Gyeonggi.

Dia cantik dan lucu. Tetapi di kota yang mempercayai vampir bukan sekedar legenda itu, hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikirannya.

Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Kim Jaejoong, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.

Tetapi Jaejoong adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Paju dikejutkan dengan misteri pembunuhan, dan salah satu rekan kerja Taeyeon menjadi korban.

Jaejoong dan vampir lainnya di kota itu menjadi tersangka. Dan Taeyeon takut, dialah korban berikutnya.

**

Main Cast :

_kim_tae_yeon__03042010202945

Kim Taeyeon

428109_588062304543673_97869460_n

Kim Jaejoong

**

Annyeong~

Author nyiapin satu lagi FF yang di ambil dari novel karya Charlaine Harris, Death Until Dark.

Ada yang pernah baca? 😀 ini novel top banget dah. Recommended banget buat di masukin ke koleksi buku-buku kalian!^^

Oh ya, disini ada yang suka baca ff TaeJae? Emang di kita gak se-BOOMSHAKALAKA-BOOMSHAKALAKA di luar *kebanyakan maen ma TOP*

Tapi Taeyeon itu ajaib apa gimana ya? di pasangin ma siapa pun cocok aja. Apa lagi Xiah *jiwa TaeSu kumat*

FF ini cuma buat selingan aja kalo author lagi macet ide bikin ff yang 100% bikinan sendiri, dalam artian tanpa di pengaruhi novel. Tapi ini juga tentu saja FF’nya pake bahasa author sendiri.

Oh ya, nanti ada vampir muda yang umur belasan dan author mau ngambil dari anak-anak EXO. Kira-kira yang cocok jadi vampir siapa ya? Author mikirnya Tao. Setuju ga? Soalnya mukanya agak-agak misterius gimanaaaaaa gitu. hehe..

FF yang belum jadi ditunggu aja~ Dan barangkali ada yang mau FFnya di post disini, pm aja ke Facebook author disini . Tapi syaratnya FFnya belum pernah di publish dimana pun.