Category Archives: Uncategorized

[Ashiya Says] Long Time No See

Hai hai hai~~ how’s life going? Apa kabar reader semuahhh? 😀 Lama gak update FF ya Hihi…
Mian author ketjehh baru nongol lagi nih. 😆 Ini pun cuma sekedar ngidupin lagi blognya ya, soalnya belum sempet bikin lagi FFnya. Ya sekalian nyapa kalian juga yang masih aktif (mudah-mudahan masih ada). Read the rest of this entry

Advertisements

[Ashiya Says] “wow! I Got US$44.500.000!! But….ugh!”

Image

Hampir tiap hari aku selalu mengecheck email, baik itu ngecheck di HP ataupun PC. Kemarin tanggal 27 Agustus 2013, dapet email dari alamat yang tidak dikenal, yaitu; subhash.deshpande@hotmail.co.uk, dilihat dari tanggalnya, email itu dikirim tanggal 26 Agustus 2013. Email tersebut berpesan seperti ini: “Please i need your assistance for a business project.” Read the rest of this entry

[FF] Baby Don’t Cry (Oneshot)

Image

Author : Ashiya

Cast :

  • Kris Wu (EXO)
  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)

Genre : I don’t know. lol xD

Rating : T

Disclaimer : This fiction is mine.

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2013. All Rights Reserved. Read the rest of this entry

Ashiya Says, “Friends in Overseas”

Punya teman asing memang menyenangkan apalagi kalau pernah ketemu langsung. Entah itu janjian ketemuan di suatu tempat atau pun yang nemu di jalan.

Dengan kemajuan teknologi, komunikasi dan informatika, teman asing yang berbeda benua sekalipun bisa kita jumpai.

Punya kenalan orang asing itu tentu ada sisi baik dan buruknya. Salah satu sisi baiknya, seandainya kita berkunjung ke negara mereka, bisa saja kita ketemu dan bisa di mintain nunjukin tempat-tempat yang asyik buat jalan atau kalau gak malu kita bisa minta numpang tinggal di tempatnya. Syukur-syukur di tawarin tanpa kita minta. Hehe…

Ngomong-ngomong, kalian punya kenalan orang asing gak? Baik itu kenalan di dunia nyata maupun di dunia maya. Kalau aku sih karena aku tinggal di tempat yang bukan (atau mungkin belum jadi) daerah tujuan wisata turis asing, gak punya kenalan deket. Paling banter orang Chinese. Itu pun keturunan, yang tidak bisa berbahasa Mandarin. :3 Kalau pun ada orang asing kesini pun gak rame-rame amat. Tapi kayaknya belakangan ini mulai berdatangan wisatawan asing. Seperti tahun lalu waktu ada kontes Paralayang se-Asia, banyak turis dari berbagai negara yang datang sekedar untuk menonton. Di tambah lagi, di kotaku tinggal sedang di bangun Bandara Internasional, kalau udah rampung pasti wisatawan asing banyak yang berdatangan meskipun nantinya akan ada efek negatif dan positifnya.

Kenalan orang asing (asli) di dunia nyata, paling karena gak sengaja nemu waktu lagi traveling ke tempat wisata. Kayak orang Prancis, Korea, Australia, Ohio, Jerman. Itu pun sekarang udah lost contact, walaupun ada yang kadang masih say hi’an di socmed. T.T

Foreigner di dunia nyata masih bisa di itung pake jari, tapi kalo di dunia maya……gak tau dah berapa. Gak ke itung. Hihihihi… Aku sebutin aja beberapa yang deket dan beberapa cerita lucu tentang percakapan dengan orang asing di dunia maya:

1. United States of America
Seorang kenalan orang California, sebut aja Mr. M. Read the rest of this entry

Ashiya Says, “Thanks Giveaway II”

onion-emoticons-set-6-67 Annyeong~!

Seperti yang udah author bilang di postingan sebelumnya tentang event quiz Thanks Giveaway, sekarang dengan publishnya postingan ini, event Thanks Giveaway resmi di buka! Yeeeeee~onion-emoticons-set-6-66onion-emoticons-set-6-49onion-emoticons-set-6-147

Gimana udah siap yang mau ikutan? 😀

Event ini adalah salah salah satu event rutin yang di adakan tiap bulan* dengan quiz yang berbeda-beda dan juga hadiah yang berbeda.

Oke langsung aja author sebutin ya persyaratannya :

1. Yang mau ikutan event ini di haruskan membuat fan art asli buatan sendiri. Dilarang mengklaim milik orang lain. Bagi yang ketahuan ngambil yang bukan miliknya, akan di diskualifikasi dari event ini.

2. Fan art boleh berupa animasi, manga, meme, foto editan, poster, graffiti, puisi, dan sebagainya.

3. Boleh mengambil contoh dari fan art yang ada (milik orang lain) namun hanya sebatas meniru. Bukan menjiplak sampe 100% sama.

4. Jika mengambil contoh dari fan art milik orang lain, serta kan fan art aslinya beserta fan art buatan kalian.

5. Fan art tidak boleh melenceng dari tema Korea, Jepang, dan China.

6. Fan art tidak selalu harus berupa art idola kalian. Boleh berupa fan art tokoh game, tokoh anime, pakaian tradisional, tempat terkenal di Korea, Jepang, atau China, makanan, gambar Lee Sooman juga boleh. *PLAKK!!

7. Di fan artnya serta kan nama kalian. Boleh nama asli, username FB, username di blog ini, twitter, blog, dan sebagainya tapi cukup 1 (satu) saja! Kayak di manga buatan author yang nyantumin link blog ini. Hal ini supaya fan art kalian tidak di klaim orang lain.

2013-03-11 18-56-02_0025ashiyasays

sekedar pemberitahuan, ini gambarnya Ashiya Mizuki dari manga Hanazakari No Kimitachi E atau Hana Kimi 😀

8. Fan art yang di kirim boleh lebih dari satu.

Nah, itu beberapa persyaratannya. Nggak ribet, kan? 😉

Untuk yang point nomor 4, kalian harus menyertakan art aslinya. Contohnya seperti di bawah ini :

tumblr_mgezuivXom1qb1285o3_r1_1280

cr : itsallrendifw.blogspot.com

Gambar asli :

1206_10151390760525281_3516898_n

Misalnya kalian bikin fan art IGAB versi animasi, serta kan juga gambar aslinya. Ngerti, ya? onion-emoticons-set-2-59

Reader : fan artnya kirim kemana?

Fan art kalian kirim via email ke ashiyaxiah@gmail.com dengan subject FanArt

Reader : hadiahnya apa?

Hadiahnya gak seberapa sih. Tapi jangan di lihat dari nominalnya ya, tapi liat dari sisi bagaimana memotivasi kreativitas kalian. Hadiah hanya sebagai bonus. 😀 Oke, hadiahnya adalah KENCAN BARENG BIGBANG DI SMTOWN PARIS!!

Reader : WHAT??? Kencan Bareng BigBang???onion-emoticons-set-2-9onion-emoticons-set-6-7

Ada yang cengo(?) baca hadiahnya? haha.. onion-emoticons-set-2-61onion-emoticons-set-2-61 Maksudnya hadiahnya adalah reader yang beruntung akan mendapatkan sebuah buku Kencan Dalam Bahasa Korea karya Sri Endang Setia Lestari + DVD Big Bang + DVD SMTOWN Paris. onion-emoticons-set-2-95 Author cuma ngambil 1 (satu) pemenang. Jadi pemenangnya akan mendapat 3 hadiah sekaligus.

Untuk preview gambar hadiahnya nanti aja ya nyusul. Soalnya author baru order DVDnya tadi pagi dan baru dateng hari rabu depan. Event ini tidak di pungut biaya apapun. Biaya pengiriman hadiah ditanggung admin Ashiya Says. onion-emoticons-set-2-74onion-emoticons-set-2-73

Setiap fan art yang masuk akan di pajang di galeri Ashiya Says supaya karya kalian dapat di nikmati(?) orang lain. 😀

Event di mulai hari ini tanggal 16 Maret 2013 sampe tanggal 30 April 2013, bertepatan dengan hari ulang tahunnya Wooyoung 2PM. Hehe..

Itu tentang lomba fan art yang di adakan Ashiya Says kali ini. Jika ada pertanyaan, tinggalkan saja komentar. Pasti di jawab (tapi maaf kalo telat jawabnya. hehehe)

Oh ya, yang mau titip FFnya buat di publish di blog ini, kirim aja FFnya dalam format Ms. Word ke email ashiyaxiah@gmail.com dengan subject fanfiction.

Reader : kenapa harus pake Word? nggak langsung di emailnya aja?onion-emoticons-set-6-59

Cara ini supaya mempermudah author kalau-kalau ada tulisan yang gejlok(??) biar begitu di publish udah rapi. Serta kan juga detail-detailnya seperti nama author, cast, genre, dan lain-lain.

Reader : FFnya boleh yang berchapter-chapter?

Boleh. Mau chaptered, one/twoshoot silahkan aja kirim ke email yang udah di sebutin tadi.

Udah segitu aja pembukaannya. Ayo kirim fan art kalian sebanyak-banyaknya! onion-emoticons-set-2-70onion-emoticons-set-2-87

onion-emoticons-set-2-128onion-emoticons-set-6-14onion-emoticons-set-6-72

Ashiya Says, “Quiz (again)” Coming Soon

Annyeong~~onion-emoticons-set-6-67

Adakah yang excited baca judul postingan ini? onion-emoticons-set-6-49 atau biasa aja? hehe..

Blog Ashiya Says kemaren baru aja bagiin 2 DVD gratis, album jepang SNSD Girls & Peace dan Drama Korea Salamander Guru. Dan pemenangnya Farra dari Surabaya. Congratulation!!

Sekarang rencana mau bagi-bagi hadiah lagi nih, tapi sebelumnya mau nanya dulu kira-kira banyak yang minat gak? Quiznya kali ini beda. Hadiahnya pun beda. hehe…

Jadi, quiznya adalah yang mau ikutan, bikin fan art boleh berbentuk foto editan/poster atau pun bikin/menggambar chibi/manga/animasi idolanya (yang pasti KPOP idol. Jepang juga boleh^^)

Contohnya kayak gini :

2013-03-11 18-56-02_0025ashiyasays

2013-03-11 18-55-27_0024ashiyasays

2013-03-11 18-54-47_0023ashiyasays

HAHAHAHA…NO COMMENT!! xD

2013-03-11 18-53-58_0022ashiyasays

Itu semuanya iseng-iseng bikinan author. Tulis tangan. Jelek ya? haha… emang gak jago ngegambar sih -.-

Oh ya itu bukan KPOP ya.. onion-emoticons-set-6-26Lagian kalo artis Korea siapa yang kayak gitu? onion-emoticons-set-2-61

Syaratnya fan art kalian harus asli bikinan kalian. Jangan ngambil punya orang lain. Boleh liat contoh dari punya orang lain, asal itu bikinan/karya kalian sendiri. Be creative, ok?! ^^onion-emoticons-set-6-147onion-emoticons-set-6-146 Boleh pake photoshop, photoscape, illustrator, paint, corel draw, tulis tangan kayak author gitu, atau apa pun lah terserah kalian. 😀

Yang kayak gini juga boleh :

TaeSu

cr : soshified
cocoooookkkk!!!! gambaran suami istri bahagia rumah tangga sejahtera! LOL

deepwithintheheart

cr : asianfanfic (random)

Fan-art-The-Gazette-Chibi-the-gazette-6262551-470-405

cr : fanpop

312366_360092514108911_709233240_n

Gimana? Tertarik? Kalo banyak yang minat, quiz akan segera di buka. Hadiah masih di rahasiakan.onion-emoticons-set-6-96

Kasih komentar yaaa~ onion-emoticons-set-2-33

Ashiya Says, “The Winner is….”

Haiiii onion-emoticons-set-2-100

Saatnya ngumumin pemenang event Thanks Give Away nih.. onion-emoticons-set-6-66onion-emoticons-set-6-147

Mian ya telat..janjinya jam 19.00 WIB, soalnya tadi di tempat author sempet mati lampu dan laptopnya lowbatt, terus udah idup susah masuk jaringan wifi’nya. onion-emoticons-set-6-134  Jadi author lari dulu ngisi modem ke toko matrial terdekat *eh?? onion-emoticons-set-6-26onion-emoticons-set-6-4

Nah, sekarang langsung aja ya ngasih tau pemenangnya. Buat yang belum beruntung jangan berkecil hati onion-emoticons-set-6-155 masih ada event-event lainnya, ok?

Author bingung milih pemenangnya soalnya jawabannya lengkap, bener dan banyak yang aktif juga di blog ini. Jadi author milihnya pake di undi aja kayak arisan. Hahaha..onion-emoticons-set-2-61 tapi tetep di liat dulu keaktifannya muncul di blog. 😀

Reader : udah thor buruan kasih tau pemenangnya!

Hoho..okeh, okeh.. Dan pemenang yang mendapatkan DVD Album Girls’ Generation Girls & Peace dan DVD Salamander Guru & The Gang adalaaaaaahh…. reader dengan username FARRAonion-emoticons-set-6-66onion-emoticons-set-6-69onion-emoticons-set-6-5

ashiya19.wordpress.comashiya19.wordpress.com

Selamat ya~~~ pm’in nama lengkap, alamat lengkap, sama nomor hp ke facebook author. ^^onion-emoticons-set-6-50

Untuk reader lain yang belum beruntung, jangan sedih ya! Masih banyak kesempatan lain di event-event selanjutnya~onion-emoticons-set-2-59

Sekali lagi, chukkae, Farra! Di tunggu PMnyaonion-emoticons-set-6-29.onion-emoticons-set-6-14

Ashiya Says, “This Is How You Get A Password”

onion-emoticons-set-2-100

Author sering banget ngejelasin tentang gimana dapetin  password FF yang di proteksi.

Seperti yang udah readers tau kalo semua FF yang berchapter-chapter(?) di sini part akhirnya selalu pake password. Kecuali yang Trouble Maker itu nggak di proteksi. Maksud author memprotect FF-FF itu adalah supaya banyak reader yang aktif muncul di tiap postingan. Dan ternyata cara itu cukup efektif. Sekarang udah banyak yang sering “ngomong” disini. Author makasih banget sama reader aktif! onion-emoticons-set-4-17 hehe… Ini beberapa reader paling aktif di blog ini

cItulah 6 teratas reader yang paling sering ngasih komentarnya disini. shndyulfha, a_ryu, kyutaesarang, KyuTae, Farra, kim_jung_ah. Gomawo, saengdeul! onion-emoticons-set-4-10

Belakangan ini banyak reader yang sekalinya komen, minta password doank. onion-emoticons-set-4-11 contohnya :

keliatan kalo ada reader baru yang komen, disananya ada keterangan pending
nama komentatornya di sengaja ditutupin. hehe…

Nah, kalo reader yang ngomen sekali cuma minta password doank ataupun ngomen FFnya baru sekali itu aja, maaf aja author belum bisa ngasih passwordnya. Apalagi yang belum pernah sekalipun muncul. contohnya :

n

Perasaan belum pernah deh bikin ff judulnya Catch Me If You Can onion-emoticons-set-2-61 tapi okelah author juga ngerti maksudnya yang mana.

Disini author cuma berusaha bersikap adil aja sama reader lain yang aktif. Kalo author ngasih itu password sama silent reader, kan gak lucu(?) onion-emoticons-set-4-3

Author juga nyaranin buat reader yang suka baca FF nggak cuma ngasih rate atau ngevote aja. Soalnya author gak bisa ngedetect siapa yang ngasih rate atau vote. Authornya masih innocent(?) di WP onion-emoticons-set-2-3  jadi masih nyari cara mengetahui pemberi rate/vote. Maklum author cuma ngotak-ngatik sendiri aja ngejalanin ini blog. dari rate dan vote itu author cuma dapet hasilnya aja tanpa pemberitahuan yang ngasihnya. Kayak gini:

m

Untitled

Tapi bukan berarti kalian berenti vote atau rate ya! onion-emoticons-set-2-59cuma kalo bisa muncul di komenan. Tapi kalo ngeLike juga bisa. Kalo like suka muncul di notifnya. Ada pemberitahuan yang ngasih like.

Pernah ada lho yang gak author kasih passwordnya soalnya emang dia belum pernah muncul ngasih komen ataupun like, di tanya pernah ngeVote/rate juga belum pernah eh dia malah ngamuk2 di inbox. onion-emoticons-set-2-37onion-emoticons-set-2-21 Padahal author sering bilang kan passwordnya cuma buat reader yang aktif/sering muncul di blog. Masih inget tuh kata-katanya “kayak yang bagus aja FFnya!” hahaha… iya deh FFnya emang jelek sampe-sampe kamu minta passwordnya onion-emoticons-set-2-61

Tapi lupa lagi siapa ya? Soalnya dia gak ngeAdd author dan inbox’nya juga udah ketumpuk-tumpuk sama yang lain susah nyarinya. Lagian males ah nyari pm kayak gitu. Gak usah didengerin onion-emoticons-set-2-69 Buat reader yang aktif tapi belum tahu cara dapetin passwordnya (tapi kayaknya gak ada, semuanya udah tau) dapetinnya inbox aja ke FB author disini atau DM ke twitter @kimikasaki onion-emoticons-set-2-95
Itu aja ya yang kali ini author sampein. Terus aktif di blog ini yaw~ onion-emoticons-set-2-97

Next FF author bakal publish yang Purple Butterfly.

onion-emoticons-set-2-128

 

[FF] Seoul Camp Lake (Chapter 2)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ‘em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

Previous Chapter onion-emoticons-set-2-150

“Taeyeon, kau harus selalu berpasangan denganku! Jangan lirik-lirik yang lain!” ucap Leeteuk membuat tawa Taeyeon yang tadinya bercanda dengan Tiffany menurun.

“shireo! Memangnya kau siapa?” balas Taeyeon.

“ya! aku ini namjachingu mu!”

Yuri menarik napas dalam-dalam berusaha tidak memperdulikan ocehan kedua orang itu. “ada pertanyaan?”

“mau kah kau jadi pasanganku?” seru salah satu peserta laki-laki.

Semuanya tertawa. Aku juga. Canda anak itu memang benar-benar pas. Tapi sekali lagi Yuri tidak terpengaruh. “sebagai coordinator olahraga air, aku akan bertindak sebagai pasangan semua peserta kemah,” ia menjawab dengan serius. “sekarang, peraturan nomor dua,” ia melanjutkan. “jangan berenang terlalu jauh dari perahu-perahu pengaman. Peraturan nomor tiga, dilarang berteriak atau berpura-pura mengalami kesulitan di dalam air. Jangan bergurau. Jangan main-main. Peraturan nomor empat…” ia terus berbicara sampai kedua puluh peraturan selesai dibacakannya.

Aku menghela napas. Yuri memperlakukan kami seperti anak-anak lima tahun. Padahal usia kami semua tidak begitu jauh. Banyak sekali peraturan yang harus dihapal.

“aku akan mengulang sekali lagi soal system pasangan..” Yuri berkata.

Aku memandang lewat api unggun dan melihat danau yang gelap. Permukaannya tampak licin dan hitam dan tenang. Di danau itu Cuma ada riak kecil. Tak ada arus. Tak ada gelombang pasang yang berbahaya.

Jadi kenapa harus ada begitu banyak peraturan? Apa yang harus ditakuti?

Chapter 2 onion-emoticons-set-2-143

Sooyoung POV

Yuri terus berbicara selama paling tidak setengah jam. Leeteuk terus melucu dan berusaha membuat rekannya tertawa. Tapi sia-sia. Bahkan sekedar tersenyum pun Yuri tampak enggan. Ia kembali membahas setiap peraturan yang ada dalam daftarnya. Kemudian ia menyuruh kami membaca daftar itu dengan seksama setelah kami kembali ke pondok masing-masing.

“selamat berlibur semuanya!” ia berseru. “sampai ketemu di danau!”

Semua bersorak sorai dan bersuit-suit ketika Yuri menjauhi api unggun. Aku menguap dan meluruskan tangan keatas kepala. Ini benar-benar membosankan. Baru sekarang aku tahu ada tempat yang punya begitu banyak peraturan. Aku kembali menepuk nyamuk yang hinggap di tengkukku. Badanku mulai gatal-gatal. Begitulah akibatnya kalau aku berada di alam bebas. Aku langsung gatal-gatal.

Api unggun telah padam. Bara berwarna ungu teronggok di tanah yang gelap. Udara malam makin dingin. Untuk menutup acara api ungun, Leeteuk meminta semua anak berdiri dan menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake.

“para peserta baru tentu belum tahu liriknya,” ia berkata. “kalian beruntung!”

Semua tertawa. Kemudian Leeteuk mulai bernyanyi sambil berjalan menghampiri Taeyeon. Semuanya langsung angkat suara. Aku pun berusaha ikut. Tapi liriknya cuma kutangkap sepenggal demi sepenggal.

Wetter is better

Get in the swim

Show your vigor and vim

Every son and daughter

Should be in the water

The cold, cold water

Of Seoul Camp Lake

Wah, ternyata aku sependapat dengan Leeteuk. lirik lagu itu memang konyol minta ampun! Aku memandang ke seberang api unggun dan melihat Minho bernyanyi sepenuh hati. Tampaknya ia sudah hapal seluruh syairnya. Bagaimana caranya? Aku bertanya dalam hati sambil menggaruk kakiku yang gatal. Kok ia bisa begitu cepat hapal? Dan begitu mudah bergaul?

Setelah lagu itu berakhir, Leeteuk kembali ke tengah lapangan sambil mengangkat tangan supaya semua tenang. “masih ada beberapa pengumuman,” ia berseru. “pertama, suara kalian sumbang! Kedua..”

Aku tidak mendengar sisanya. Aku menoleh dan melihat Tiffany dan Taeyeon berdiri disampingku. Aku langsung mundur selangkah. “mau apa kalian?” tanyaku dengan ketus.

“kami ingin minta maaf,” ujar Tiffany.

Taeyeon mengangguk. “ne. kami mau minta maaf karena lelucon konyol tadi.”

Leeteuk masih terus berpidato dibelakang kami. Tiffany meletakkan sebelah tangan dipundakku. “perkenalan kita kurang enak,” katanya. “bagaimana kalau kita mulai dari awal lagi? Kau setuju, Sooyoungie?”

“ye. kita mulai dari awal saja,” Taeyeon menimpali.

Aku langsung mengembangkan senyum. “setuju.” Kataku. “setuju sekali.”

“oke!” ujar Tiffany. Ia juga tersenyum lebar hingga kedua bola matanya tidak terlihat. Ia menepuk punggungku. “mari kita mulai dari awal.”

Leeteuk masih sibuk memberikan pengumuman. “jam setengah lima sore besok, semua yang berminat pada selancar angin…”

Minho pasti akan mencobanya. Aku memperhatikan Tiffany dan Taeyeon berjalan menjauh. Awal yang baru, pikirku. Perasaanku mendadak jauh lebih enak.

Tapi perasaan gembira itu cuma bertahan sekitar dua detik. Tiba-tiba punggungku gatal-gatal.

Aku berbalik ke api unggun dan melihat Tiffany dan Taeyeon memandang ke arahku. Keduanya tertawa cekikikan. Peserta lain mulai mengalihkan perhatian dari Leeteuk dan menatapku.

“oooh.” Aku mengerang ketika merasakan sesuatu yang hangat dan kering bergerak-gerak dibalik T-shirt-ku. “ah!!.” Aku menyelipkan sebelah tangan ke balik bajuku. Apa itu? apa yang ditaruh Tiffany dipunggungku tadi? Aku menggenggamnya dan menariknya keluar. Dan aku pun langsung menjerit.

Ular itu menggeliat-geliut ditanganku. Bentuknya seperti tali sepatu berwarna hitam. Dengan mata! Dan mulut yang menyambar-nyambar, membuka dan menutup. “aaaaaaaarghhhh!” aku menjerit sejadi-jadinya. Kemudian kulempar ular itu dengan sekuat tenaga. Ular itu terpental ke hutan. Punggungku masih gatal-gatal. Aku masih bisa merasakan ular tadi menggeliat-geliut di kulitku. Aku berusaha menggaruk punggung dengan kedua tangan.

Anak-anak disekitarku mulai tertawa. Berita mengenai keisengan Tiffany menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut. Aku tidak peduli. Aku terus menggaruk-garuk. Seluruh tubuhku terasa gatal. Aku berteriak dengan gusar. “apa-apaan sih kalian??!” aku menghardik Tiffany dan Taeyeon. “apa sih yang kalian inginkan?”

Minho menghampiriku. Ia pasti sudah siap untuk bersikap sok tahu lagi. Huh, menyebalkan!

“noona, kau digigit?” ia bertanya dengan suara pelan.

Aku menggeleng kepala. “rasanya ular itu masih merambat dipunggungku!” aku berseru. “kau lihat, tidak? Panjangnya hampir satu meter!”

“tenang dulu,” bisik minho. “semua orang menoleh kemari.”

“Kau pikir aku tidak tahu?” balasku dengan ketus.

“hmm, itu kan cuma ular kecil,” ujar Minho. “sama sekali tidak berbahaya. Kau tidak perlu sewot begini.”

“aku-aku…” aku tergagap-gagap. Tapi aku terlalu emosi hingga tak sanggup bicara.

Minho menoleh kearah Tiffany dan Taeyeon. “kenapa mereka terus menggangumu? Ia bertanya.

“mana kutahu!” jawabku. “karena.. karena mereka memang brengsek! Itu sebabnya!”

“coba tenang dulu,” kata Minho. “tubuhmu sampai gemetaran, noona.”

“bagaiman aku tidak gemetaran? Kau pasti juga gemetaran kalau ada ular dipunggungmu!” aku menyahut. “dan aku tidak butuh nasihatmu, Choi Minho! Aku tidak butuh!”

“ya, sudah,” kata Minho. Serta merta ia berbalik dan kembali ke tempat temaan-temannya.

“aissh..jinjja!” aku bergumam.

Appa kami dokter, dan Minho persis seperti appa. Ia pikir ia harus mengurusi semua orang didunia. Hah, aku bisa mengurus diri sendiri. aku tidak butuh nasihat dari adikku.

Leeteuk memanggil temannya untuk melanjutkan pidato. Dan kulihat ia menarik Taeyeon entah kemana menjauh dari kerumunan. Aku tidak peduli. Akhirnya aku meninggalkan tempat api unggun dan kembali ke pondok.

Aku melewati jalan setapak yang menembus hutan dan menaiki bukit. Suasananya benar-benar gelap. Ditengah kegelapan itu, samar-samar aku mendengar suara tawa seorang perempuan. Aku mengikuti arah suara itu. Dan mataku terbelalak ketika kulihat dengan jelas Leeteuk dan Taeyeon yang asyik berciuman. Ya Tuhan! Aku pun segera meninggalkan tempat itu tanpa meninggalkan suara sedikit pun. Bisa-bisanya mereka bermesraan ditempat menakutkan seperti ini. Aku hanya menghela napas mengingat kejadian itu.

Aku kembali berjalan dengan memilih jalan lain yang menuju pondok. Aku menyalakan senter dan mengarahkan sinarnya ke tanah didepan kakiku. Sepatuku menginjak daun mati dan ranting kering. Pohon-pohon disekililingku berdesir-desir.

Kenapa jadi begini? Kenapa Tiffany dan Taeyeon begitu benci padaku? mungkin mereka memang konyol. Mungkin mereka bersikap seperti itu kepada semua orang. Mereka pikir mereka paling hebat karena tahun lalu sudah kemari.

Tanpa sadar, aku menyimpang dari jalan setapak. “hei..!” aku mengarahkan senter ke sekelilingku untuk mencari jalan itu. cahaya senter menyapu batang-batang pohon rumpun ilalang, dan sebatang pohon tumbang.

Aku mulai panic. Mana jalannya?? Aku maju beberapa langkah. Daun-daun kering bekersak-kersak terinjak olehku.

Berikutnya kakiku terbenam dalam sesuatu yang lembek.

Pasir hisap!!

Tapi….

Bukan. Bukan pasir hisap.

Pasir hisap sebenarnya tidak ada. Buku IPA yang kubaca dikelas lima menyatakan hal itu. aku mengarahkan sentar kebawah. “ohhh!” ternyata lumpur. Lumpur yang kental dan lengket. Sepatu sneakersku terbenam dalam lumpur itu. aku mengangkat kaki sambil mengerang dan nyaris jatuh terjengkang. Tenang saja, ini cuma lumpur. Memang menjijikkan tapi bukan sesuatu yang aneh.

Tapi kemudian aku melihat gerombolan laba-laba itu. jumlahnya lusinan. Laba-laba paling besar yang pernah kulihat. Rupanya mereka bersarang didalam lumpur. Makhluk-makhluk itu merangkak melewati sepatuku, menaiki kaki celanaku. “OMMONA!! Ih!” lusinan laba-laba bergelantungan padaku. Aku mengayunkan kaki keras-keras. Aku mulai menepis-nepis dengan tanganku yang bebas. “AKU BENCI PERKEMAHAN INI!!” aku menjerit. Beberapa laba-laba kusingkirkan dengan menggunakan senter.

Dan tiba-tiba aku mendapat ide. Apa salahnya kalau aku membalas perbuatan Tiffany dan Taeyeon  padaku? Mereka telah mempermalukanku didepan semua peserta perkemahan. Padahal aku tidak berbuat apa-apa terhadap mereka.

Aku mengeluarkan baterai senter. Aku  menarik napas dalam-dalam, lalu aku membungkuk dan memasukkan segenggam laba-laba kedalam selongsong senter.

Isshh. Aku sampai merinding! Bayangkan saja aku harus memegangi laba-laba! Tapi aku tahu pengorbananku takkan sia-sia. Aku mengisi senterku dengan makhluk-makhluk hitam yang bergeliut tanpa henti. Setelah penuh. tutupnya kupasang lagi.

Kemudian aku mencari jalan pulang. Aku melangkahi pohon tumbang. Dalam waktu singkat, jalan setapak sudah ku temukan kembali. Sambil membawa senter dengan hati-hati, aku bergegas ke pondokku.

Aku berhenti didepan pintu. Lampu-lampu di dalam masih menyala. Aku mengintip lewat jendela yang terbuka. Tidak ada siapa-siapa didalam. Aku pun menyelinap masuk.

Aku menyibak selimut di tempat tidur Tiffany. Kemudian kutuangkan setengah dari laba-labaku ke tempat tidurnya. Selimutnya kurapikan kembali. Sekarang aku akan menuangkankan sisa laba-laba itu di tempat tidur Taeyeon  namun saat aku sedang menuangkannya, terdengar suara langkah di belakangku. Cepat-cepat aku merapikan selimut Taeyeon dan berbalik.

Seseorang muncul di pintu, “hei, apa yang kau lakukan?!”

To be continue… onion-emoticons-set-6-48

TaeNy yang evil! onion-emoticons-set-6-109 Siapa yang mergokin Soo ya? onion-emoticons-set-2-62

Ingat! onion-emoticons-set-6-155 Budayakan meninggalkan jejak onion-emoticons-set-5-31onion-emoticons-set-5-25

[FF] Seoul Camp Lake (Teaser + Chapter 1)

Author : Ashiya
Cast : Choi Sooyoung (Girls’ Generation), Choi Minho (SHINee), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Jessica Jung (Girls’ Generation), Tiffany Hwang (Girls’ Generation), Leeteuk (Super Junior), Kwon Yuri (Girls’ Generation), etc. You’ll find ’em later
Genre : Horror
Rating : T
Disclaimer : This story based on horror fiction series Goosebumps created by R.L Stine
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

Teaser onion-emoticons-set-4-5

Seharusnya ikut perkemahan itu asyik, tapi Sooyoung membenci Seoul Camp Lake! Danau di perkemahan itu kotor dan berlendir! Ia tidak mau berenang disana! teman-teman sekamarnya membencinya, sehingga mereka selalu membuat gara-gara dengannya.

Jadi Sooyoung menyusun rencana! Ia akan berpura-pura tenggelam sehingga mereka akan menyesal telah bersikap jahat padanya.

Tapi rencana itu tidak sejalan sesuai keingin Sooyoung! Karena jauh di dasar danau yang dingin dan gelap, arwah seorang gadis membayanginya! Menghantui kemana pun ia pergi! Gadis yang mati penasaran itu menginginkan kematian Sooyoung, agar bisa menemaninya di alam kubur…

Chapter 1onion-emoticons-set-4-9

Sooyoung POV

Hari pertamaku di Seoul Camp Lake tidak bisa dibilang asyik. Aku gugup sekali ketika baru datang. Dan rasanya sempat melakukan hal-hal konyol. Habis, aku memang tidak berniat menghabiskan liburan musim panas diperkemahan yang menempatkan olahraga air sebagai atraksi utamanya. Aku tidak suka berada di alam bebas. Aku tidak suka kalau rumput menyerempet pergelangan kakiku. Aku bahkan tidak suka menyentuh pohon. Dan yang paling penting, aku tidak suka basah-basahan.

Memang sih, sesekali aku juga senang berenang. Tapi jangan setiap hari! Itu kan keterlaluan! Aku suka berenang di kolam renang yang bersih. Jadi begitu aku melihat danau didekat perkemahan, aku langsung merinding. Danau itu pasti penuh makhluk mengerikan. Pasti banyak makhluk seram yang mengintai dibawah permukaan air sambil berpikir: “ayo, Choi Sooyoung, kami sudah menunggumu. Terjun dan berenanglah. Kami akan menggosokkan tubuh kami yang berlendir ke kakimu. Dan kami juga akan menggigit jari kakimu sampai putus, satu persatu!”

Hih! Siapa yang mau berenang di air berlendir? Reaksi Minho justru berlawanan. Saking gembiranya, ia seolah mau meledak.

Ketika kami turun dari bus, ia melompat-lompat sementara mulutnya nyerocos tanpa titik dan koma. Sepertinya ia berbakat menjadi seorang rapper! Aku sempat mengira dia bakal buka baju dan langsung terjun ke danau. Adikku ini memang senang perkemahan musim panas. Ia suka olahraga dan kegiatan di alam bebas. Ia menyukai segala hal dan bisa akrab dengan semua orang. Semua orang juga menyukai Minho. Soalnya ia selalu penuh semangat dan selalu gembira.

Hei, jangan salah sangka, aku bukannya seorang pemurung tapi bagaimana kita bisa gembira kalau tidak ada mall, bioskop atau restoran untuk membeli pizza atau kentang goreng? Bagaimana kita bisa gembira kalau setiap hari harus berendam di danau sedingin es? Di bumi perkemahan yang jaraknya berkilo-kilometer dari kota terdekat? Ditengah hutan lebat lagi?

“wah, liburan disini bakal heboh” seru Minho. Ia menyeret ranselnya dan bergegas untuk mencari pondoknya.

“apanya yang heboh?” aku bergumam dengan lesu. Jadi, kenapa aku datang ke Seoul Camp Lake? Jawabannya cukup dengan 4 kata; karena eomma dan appa.

Mereka bilang aku akan tambah percaya diri kalau berlibur diperkemahan olahraga air. Mereka bilang aku akan merasa lebih nyaman di alam bebas. Mereka juga bilang akan punya kesempatan bertemu teman-teman baru. Memang sih, aku agak sulit berteman. Tidak seperti Minho. Aku tidak bisa menghampiri seseorang dan langsung mengajaknya mengobrol dan bercanda. Aku agak pemalu. Mungkin karena tubuhku lebih jangkung dibanding yeoja lain seusiaku pada umumnya. Aku dan Minho hanya selisih 1 tahun. Aku 19 tahun dan Minho 18 tahun. Aku jangkung dan kurus sekali. Sebanyak apapun aku makan, tubuhku tidak akan bertambah gemuk. Kadang-kadang aku dipanggil “Shikshin” oleh keluargaku karena aku ini sangat doyan makan. Terus terang aku sebal dengan julukan itu, sama sebalnya dengan berenang di danau dingin yang penuh makhluk tersembunyi.

“cobalah untuk menikmati pengalaman ini, Sooyoung.” Eomma berpesan. Aku Cuma bisa menghela napas panjang.

“ne, coba lihat dulu bagaimana keadaan disana” appa menambahkan. “siapa tahu kau menyukainya.” Aku kembali menghela napas panjang. “nanti, kalau tiba waktunya pulang, bisa-bisa kau malah memohon-mohon untuk diajak berkemah lagi!” appa berkelakar.

Aku hendak menghela napas panjang lagi, tapi tiga kali berturut-turut rasanya terlalu banyak. Aku Cuma mendesah, merangkul eomma dan appa, lalu menyusul Minho yang sudah naik ke bus.

Sepanjang jalan Minho terus cengar-cengir. Ia sudah tidak sabar untuk belajar main ski air. Dan ia juga terus bertanya apakah dibumi perkemahan ada menara untuk belajar lompat indah. Minho mendapat tiga atau empat teman baru dalam perjalanan ke perkemahan.

Akhirnya kami tiba di Seoul Camp Lake. Semua peserta perkemahan ini membawa tas masing-masing. Semua tertawa dan bercanda gembira. Rombongan kami disambut sekelompok pembina yang memakai T-shirt biru shappire. Perasaanku mulai lebih enak.

Hmm, mungkin aku bisa mendapat teman baru disini. Mungkin ada anak-anak yang seperti aku dan kami bisa menikmati liburan musim panas bersama-sama.

Aku masuk ke pondokku. Aku melihat ketiga teman sekamarku, lalu memandang sekeliling. Dan kemudian aku berseru, “oh, ini tidak bisa! Pokoknya, tidak bisa!”

**

Aku tahu reaksiku agak berlebihan. Aku tahu baru muncul aku sudah memberi kesan buruk. Tapi bagaimana lagi? Di dalam pondok ada dua tempat tidur tingkat. Ketiga teman sepondokku semuanya yeoja dan mereka sudah memilih tempat tidur. Jadi hanya ada satu yang tersisa, tepat di depan jendela. Dan jendela itu tidak ada kawat nyamuknya. Berarti tempat tidurku akan di hinggapi serangga yang merayap-rayap. Aku langsung tahu semalam suntuk aku bakal sibuk mengusir nyamuk. Di samping itu, aku tidak bisa tidur di bagian atas tempat tidur tingkat. Kalau aku tidur di atas, aku pasti jatuh. Aku harus tidur di bawah, di tempat tidur yang paling jauh dari jendela.

“a…aku tidak bisa!” aku tergagap-gagap.

Ketiga teman sepondokku langsung menoleh. Satu berambut pirang terurai. Di dekatnya duduk seorang yeoja yang sepertinya berdarah campuran Korea-Amerika berambut coklat. Dan ditempat tidur yang bersebrangan dengan jendela berdiri yeoja mungil dengan rambut berwarna kecokelatan yang menatapku sambil mengerutkan kening.

20120326 taeyeon 1

Kurasa mereka ingin menyapaku dan memperkenalkan diri. Tapi aku tidak memberi kesempatan pada mereka.

“salah satu dari kalian harus tukar tempat tidur denganku!” aku memekik. Aku sebenarnya tidak bermaksud memekik. Tapi aku benar-benar panik.

Pintu pondok terbuka sebelum mereka sempat menyahut. Seorang namja berambut pirang dengan T-shirt seragam biru shappire masuk.

“namaku Leeteuk.” katanya. “aku bos disini, alias Pembina kalian. Bagaimana, semuanya beres?”

“tidak!” seruku. Aku tidak sanggup menahan diri. Aku begitu gugup dan tegang. “aku tidak bisa tidur disitu!” ujarku. “aku tidak mau didekat jendela. Dan aku harus tidur ditempat tidur bagian bawah.” Ketiga yeoja itu tercengang melihat tingkahku.

Leeteuk berpaling pada yeoja yang berdiri di samping tempat tidur di seberang jendela. “Taeyeon-ah, maukah kau bertukar tempat tidur dengan…”

“Sooyoung” aku memberitahunya.

“maukah kau bertukar tempat tidur dengan Sooyoung?” Leeteuk bertanya pada Taeyeon. Sepertinya mereka sudah saling mengenal.

Yeoja itu langsung menggeleng kepala dengan tegas, “shireo!” ujarnya. Ia menunjuk yeoja yang duduk sambil memegang tasnya. “Tiffany dan aku tidur sama-sama tahun lalu.” Kata Taeyeon kepada Leeteuk. “jadi tahun ini kami ingin bersama-sama lagi.” Tiffany mengangguk.

“pokoknya aku tidak bisa tidur di depan jendela” aku berkeras. “sungguh. Aku takut serangga.”

Leeteuk menatap Taeyeon dengan tajam. “bagaimana?”

Taeyeon menghela napas. “Baiklah.” Ia meringis padaku. Raut wajahnya terlihat sangat kesal.

“terima kasih” ujar Leeteuk sambil meraih lengan kiri Taeyeon tapi Taeyeon menepisnya dengan kasar dan menatapku marah. Aku pasti dianggapnya tukar pembuat onar. Taeyeon menyeret tasnya ke tempat tidur di depan jendela.

“biar ku bantu..” Leeteuk menawarkan diri.

“andwae! Shireo!” gertak Taeyeon. Leeteuk hanya menghela napas.

“kita harus bicara nanti.” Ucap Leeteuk pada Taeyeon sebelum keluar dari kamar ini.

“tuh, pakai saja tempat tidurku!” ia bergumam. Nada suaranya sama sekali tidak bersahabat. Aku merasa tidak enak. Belum apa-apa aku sudah dibenci teman-teman sekamarku. Kenapa aku selalu begitu? Kenapa aku selalu gugup dan memberi kesan awal yang buruk kepada orang lain?

Sekarang aku harus berusaha ekstra keras untuk berteman dengan mereka. Tapi semenit kemudian, aku melakukan sesuatu yang sangat bodoh.

**

“terima kasih kau mau bertukar tampat tidur, Taeyeon.” Kataku. “kau baik sekali.”

Ia mengangguk tapi tidak mengatakan apa-apa. Tiffany membuka tasnya dan mulai memindahkan pakaiannya ke lemari pakaian. Yeoja berambut pirang menatapku sambil tersenyum.

-c3-Pr-nc3Ss-jessica-snsd-23577682-480-800

“annyeong, aku Jung Sooyeon” ia menyapa. Suaranya seperti anak kecil. “tapi semua orang memanggilku Jessica atau Sica.” Sica tersenyum ramah. Rambutnya yang pirang panjang dan dibiarkan tergerai.

“kau juga berlibur disini waktu musim panas tahun lalu?” aku bertanya padanya.

Ia menggelengkan kepala. “tidak. Taeyeon dan Tiffany memang berlibur disini. Tapi ini pertama kali aku kemari. Tahun lalu aku berlibur di perkemahan tenis.”

“aku baru sekali ini berlibur di perkemahan,” aku berterus-terang. “jadi aku agak gugup.”

“kau jago berenang?” tanya Taeyeon.

Aku mengangkat bahu. “lumayan, sih. Tapi aku jarang berenang. Aku kurang suka.”

Tiffany berpaling dari lemari pakaian. “kau tidak suka berenang, tapi kau berlibur di perkemahan olahraga air?” Taeyeon dan Sica langsung tertawa.

Wajahku mendadak panas. Aku enggan mengaku bahwa aku kemari karena disuruh orangtuaku. Kedengarannya payah banget. Tapi aku tidak tahu harus berkata apa.

“aku..ehm.. aku suka kegiatan lain.” Aku tergagap-gagap.

“oh, baju renangmu bagus sekali!” seru Tiffany. Ia mengambil baju renang berwarna pink dari tas Taeyeon yang sedang dirapikan pemiliknya dan mengamatinya dengan seksama.

Taeyeon segera merebutnya. “memangnya kau muat!” ia bergumam.

“apa kau tambah kurus selama musim dingin?” Tiffany bertanya padanya. “kau tampak kurusan.”

ashiya19.wordpress.com_Profil_Tiffany_SNSD_02

“berat badanku memang turun sedikit.” Sahut Taeyeon. Ia menghela napas. “tapi aku tidak tambah tinggi.”

“aku tambah tinggi sekitar tiga puluh senti waktu SD.” Aku menimpali. “aku anak perempuan paling jangkung di sekolah. Semua orang menoleh kalau aku lewat.”

“oh, kasihan.” Taeyeon berkomentar sambil meringis. “mungkin kau lebih suka jadi kurcaci seperti aku?”

“ehm.. tidak juga sih” jawabku.

Oops! Baru sekarang aku sadar aku seharusnya tidak berkata begitu. Taeyeon tampak sakit hati. Kenapa aku bilang begitu? Kenapa aku selalu keseleo lidah?

Aku meraih tas ranselku yang masih tergeletak dilantai. Aku membawanya ke tempat tidurku untuk ku bongkar isinya.

“hei, itu ranselku! Mau dibawa kemana?” Sica bergegas menghampiriku.

Aku menatap ransel yang kubawa. “bukan. Ini punyaku.” Aku berkeras.

Aku menarik resletingnya. Dan ransel itu jatuh dari tempat tidur. Setumpuk barang langsung berserakan di lantai pondok. “oh!” aku memekik tertahan. Barang-barang itu bukan milikku. Aku melihat botol-botol obat dan alat pernapasan dari plastik. “obat asma?” seruku.

Jessica cepat-cepat berlutut dan memungut barang-barangnya. Ia menatapku dengan gusar. “kenapa kau harus memberitahu semua orang bahwa aku asma? Kenapa tidak sekalian saja kau mengumumkannya saat acara api unggun nanti malam?”

“mianhae..” aku bergumam.

“kan sudah ku bilang itu ranselku!” hardik Sica.

Tiffany membungkuk dan membantu mengumpulkan barang-barang Sica. “kau tidak perlu malu karena asma” katanya.

“itu urusanku sendiri.” balas Sica dengan ketus. Ia memasukkan semua obat-obatan kedalam kantong dan menarik ranselnya.

“mianhae,” aku berkata lagi.

Mereka bertiga menatapku tajam. Tiffany geleng-geleng kepala. Taeyeon berdecak-decak. Mereka membenciku. Aku sedih sekali.

Mereka membenciku, padahal ini baru pertama. Aku baru satu jam berkenalan dengan mereka. Aku menghela napas dan duduk di tempat tidur. Rasanya tidak ada keadaan yang lebih parah dari pada ini, pikirku.

Tapi ternyata aku keliru.

**

Malam itu pertama kali kali membuat api unggun di lapangan luas di dekat hutan. Balok-balok kayu di susun melingkar untuk di gunakan sebagai bangku. Aku mencari tempat kosong dan duduk membelakangi pepohonan. Api unggun besar di hadapanku menari-nari dan menerangi langit senja yang kelabu. Para Pembina melemparkan lebih banyak ranting ke dalam api. Dalam sekejap lidah apinya sudah lebih tinggi dari mereka. Aku berbalik dan memandang ke hutan. Pohon-pohon yang gelap tampak berayun pelan karena tiupan angin. Dalam cahaya remang-remang, aku melihat seekor tupai melintas diantara alang-alang. Aku bertanya-tanya, makhluk apa lagi yang mengintai di hutan gelap itu? pasti ada binatang yang lebih besar daripada tupai. Lebih besar dan lebih berbahaya.

KRAK!!

Bunyi patahan api unggun membuatku tersentak kaget. Seram juga di luar kalau sudah gelap. Kenapa api unggunnya tidak di buat didalam ruangan saja? di tempat perapian, misalnya?

Aku melihat Tiffany dan Taeyeon duduk di salah satu balok kayu. Mereka sedang tertawa-tawa sambil mengobrol dengan Leeteuk dan seorang pria yang tidak kukenal tapi dilihat dari pakaian yang dikenakannya, sepertinya ia juga salah satu dari pembina kami.

Aku melihat Minho duduk diseberang api unggun. Ia sedang bercanda dengan dua anak laki-laki. Mereka bergulat dan saling dorong. Aku menghela napas. Minho sudah mendapat teman-teman baru. Semua sudah mendapat teman baru, kecuali aku.

Di balok kayu sebelah, tiga orang yeoja duduk sambil mendongakkan kepala. Mereka sedang menyanyikan lagu kebesaran Seoul Camp Lake. Aku mendengar mereka sambil mencoba menghapal syair lagu itu. tapi ditengah jalan mereka mulai tertawa cekikikan dan berhenti bernyanyi.

Dua yeoja yang merupakan Pembina kami duduk di ujung balok yang ku duduki. Aku menoleh untuk menyapa mereka tapi mereka terlalu asyik mengobrol berdua.

Leeteuk, si ketua Pembina, melangkah ke depan api unggun. Ia memakai topi rusa yang membuatnya tampak menggelikan. Setidaknya menurutku begitu.

teuk561

Celananya tampak kotor akibat mempersiapkan api unggun tadi. Ia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. “semua sudah kumpul?” ia berseru. Suaranya nyaris tidak terdengar. Semua masih asyik mengobrol dan tertawa. Dibalik api unggun aku melihat Minho bangkit dan menggeliat-geliut tak karuan. Teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Salah satu dari mereka mengajak Minho berhigh-five.

“sudah bisa dimulai?” Leeteuk berseru. “acara api unggun selamat datang sudah bisa dimulai?”

Sebuah balok kayu berderak di makan api. Bunga api berwarna merah beterbangan ke segala arah. “oh!” aku memekik ketika ada yang menyentuh pundakku.

“nugu..?” aku langsung berbalik dan melihat Tiffany dengan Taeyeon. Mereka berdiri dihadapannku. Raut muka mereka ketakutan.

“Soo, lari!” Tiffany berbisik.

“ireona, ppali~!” Taeyeon menarik-narik lenganku. “lari!”

“wae?” tanyaku kalang kabut. Aku cepat-cepat berdiri. “ada apa, sih?”

“namja-namja itu,” Taeyeon berbisik. Ia menunjuk ke seberang api unggun. “mereka melempar petasan ke dalam api. Sebentar lagi petasannya akan meledak!”

“lari!!!” keduanya berseru. Taeyeon mendorongku dari belakang. Aku terhuyung-huyung sejenak. Lalu melesat maju. Sambil berlari aku memejamkan mata rapat-rapat. Petasannya sudah mau meledak! Apakah aku sempat lari? Apakah Taeyeon dan Tiffany juga bisa meloloskan diri?

Aku mendadak berhenti ketika mendengar suara tawa. Tawa berderai-derai.

“hah?” aku menelan ludah dan menoleh ke belakang.

Ternyata separuh peserta perkemahan sedang menertawakanku. Taeyeon dan Tiffany berhigh-five.

“oh, aisshh,” aku mendengus. Bisa-bisanya aku ketipu. Dan tega-teganya mereka mempermainkanku seperti ini. Mereka pasti telah menyuruh semua anak memperhatikanku. Rasanya semua mata tertuju kearahku ketika aku berdiri sendirian di tepi hutan. Aku melihat Sica tertawa. Dan aku melihat Leeteuk dan beberapa Pembina lain tersenyum sambil geleng-geleng kepala.

Ara! Ara! Seharusnya aku ikut tertawa. Seharusnya aku menganggap semuanya cuma lelucon saja. Seharusnya aku tidak kesal. Tapi sejak awal kedatanganku kesini perasaanku sudah tidak enak. Aku gugup sekali. Aku berusaha keras untuk tidak membuat kesalahan lagi.

Pundakku mulai bergetar. Dan mataku mulai berair. Andwae! Jangan menangis! Kau tidak boleh menangis didepan seluruh peserta perkemahan. Memang, kau pasti malu sekali, Choi Sooyoung. Tapi sudahlah. Ini Cuma lelucon. Lelucon konyol. Seseorang menggamit lenganku. Aku segera melepaskan diri.

“noona..” Minho muncul disampingku. Ia menatapku dengan matanya yang bulat.

“aku tidak apa-apa,” ujarku dengan ketus, “pergilah!”

“jangan sewot gitu dong!” ia berkata pelan. “kenapa sih kau susah sekali diajak bercanda? Ini kan cuma lelucon. Kenapa kau harus marah-marah gara-gara lelucon konyol?”

Kau tau apa yang paling kubenci? Aku paling benci kalau ucapan Minho benar. Maksudku, Minho adikku kan? Kenapa justru Minho yang selalu tenang dan kalem? Aku benar-benar sebal kalau Minho bersikap seakan-akan ia kakakku.

“jangan sok tahu!” aku menggeram. “sudah, jangan ganggu aku lagi.” Aku mendorongnya kearah api unggun. Ia hanya angkat bahu dan kembali ke teman-temannya. Aku berjalan lambat-lambat tapi tidak kembali ke tempat dudukku tadi. Balok itu terlalu dekat dengan api unggun….dan terlalu dekat dengan Taeyeon dan Tiffany. Aku memilih balok kayu didekat tepi hutan, yang tak terjangkau cahaya api unggun. Kegelapan di sekelilingku terasa menyejukkan dan sekaligus membantu menenangkan diriku.

Sejak tadi Leeteuk terus berbicara. Aku baru sadar bahwa aku sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatakannya. Ia berdiri di depan api unggun. Suaranya besar dan lantang. Tapi semua anak mencondongkan badan ke depan untuk mendengar lebih jelas.

Aku memandang berkeliling. Wajah para peserta perkemahan bersinar jingga karena memantulkan cahaya api unggun. Mata mereka tampak berbinar-binar. Dalam hati aku bertanya apakah ada diantara mereka yang sepertiku? Aku tahu aku mengasihani diriku sendiri dan bertanya-tanya, adakah diantara mereka yang baru sekali ini berkemah yang merasakan perasaan yang sama.

Suara Leeteuk terngiang-ngiang di telingaku. Ia mengatakan sesuatu tentang bangunan utama. Lalu ia menyinggung soal jadwal makan. Lalu ia berbicara tentang handuk. Dan kemudian secara mengejutkan ia berkata bahwa ia mencintai seseorang. Kau tahu siapa? Yeoja mungil yang memiliki mata indah dan sekamar denganku. Ya, Taeyeon. Aku baru tahu ternyata marganya adalah Kim. Ia terlihat tersipu-sipu saat Leeteuk menariknya ketengah lapangan dan menyatakan perasaannya. Hmh.. kapan aku bisa seperti itu? beruntung sekali Taeyeon.

Setelah selesai sesi “katakan cinta” itu, Leeteuk memperkenalkan coordinator kegiatan olahraga air. Namanya Kwon Yuri.

Semua orang bertepuk tangan ketika Yuri melangkah maju. Salah satu namja peserta perkemahan malah bersuit-suit.

“wow, boleh juga!” seru yang lainnya. Semuanya tertawa. Yuri pun tersenyum. Ia sadar penampilannya memang heboh. Ia mengenakan celana pendek dan atasan tanpa lengan membentuk tubuhnya yang langsing dan sexy.

kkab-yul1

Aku menoleh kearah Minho. Kulihat ia tampak terpesona dengan Yuri. Ternyata uri dongsaeng sudah besar.

Yuri melambaikan tangan, meminta semuanya tenang. “kalian semua senang disini?” ia berseru. Semua peserta bersorak-sorai dan bertepuk tangan. Beberapa laki-laki kembali bersuit-suit. “nah, besok adalah hari pertama di danau.” Yuri mengumumkan. “tapi sebelum kalian masuk ke danau, ada beberapa peraturan yang harus kalian ketahui.”

“Misalnya, jangan minum air danau!” Leeteuk menimpali. “kecuali kalau kalian benar-benar haus!” beberapa anak tertawa. Aku diam saja. Ish, mana mungkin ada yang mau minum air kotor berlendir itu?

Yuri juga tidak tertawa. Ia menatap Leeteuk sambil mengerutkan kening. “kita harus serius,” ia menegur rekannya.

“aku memang serius!” Leeteuk berkelakar. Yuri tidak menggubrisnya.

“ya! ajussi, lebih seriuslah sedikit. Kau membuatku malu saja!” teriak Taeyeon dari bangku balok kayu.

“mwo?? Ajussi?? Ya, ajumma! Kenapa kau memanggilku ajussi??”

“karena kau seperti ajussi penjual baso ikan dekat  rumahku!” balas Taeyeon. Semua peserta kembali tertawa-tawa. Pasangan yang aneh. Baru saja mereka bermesra-mesraan sekarang mempertengkarkan hal tidak penting seperti itu.

“kalau kalian kembali ke pondok masing-masing nanti, kalian akan menemukan daftar peraturan di tempat tidur,” Yuri melanjutkan sambil menyibakkan rambutnya yang panjang. “ada 20 peraturan pada daftar itu dan kalian harus menghapal semuanya.”

Mwo?? Dua puluh peraturan? Mana mungkin ada dua puluh peraturan? Kenapa banyak sekali?! Liburan musim panas kurang panjang untuk menghapalkan dua puluh peraturan.

Yuri mengangkat selembar kertas. “kita akan membahas semuanya satu persatu sekarang. Silakan tanya kalau kurang jelas.”

“apakah kami sudah boleh berenang sekarang?” seru anak laki-laki yang bermaksud melucu. Sebagian besar anak tertawa. Tapi Yuri diam saja. jangankan tertawa, tersenyum pun tidak. “itu peraturan nomor delapan,” jawab Yuri. “dilarang berenang pada malam hari, meskipun kalian ditemani Pembina.”

“jangan sekali-kali berenang kalau ada Pembina!” Leeteuk bergurau. “soalnya mereka semua membawa kuman!”

Leeteuk memang kocak, tapi Yuri kelihatan begitu serius. “peraturan paling penting di Seoul Camp Lake adalah sistem pasangan.” Yuri mengumumkan. “setiap kali kalian bermain di danau, kalian harus didampingi pasangan kalian.” Ia menatap para peserta yang duduk disekelilingnya. “walaupun kalian cuma jalan-jalan di air semata kaki, kalian harus didampingi pasangan,” katanya. “kalian bebas berganti pasangan setiap kali. Atau bisa juga kalian memilih satu pasangan untuk sepanjang liburan. Tapi kalian harus selalu punya pasangan.”

“Taeyeon, kau harus selalu berpasangan denganku! Jangan lirik-lirik yang lain!” ucap Leeteuk membuat tawa Taeyeon yang tadinya bercanda dengan Tiffany menurun.

“shireo! Memangnya kau siapa?” balas Taeyeon.

“ya! aku ini namjachingu mu!”

Yuri menarik napas dalam-dalam berusaha tidak memperdulikan ocehan kedua orang itu. “ada pertanyaan?”

“mau kah kau jadi pasanganku?” seru salah satu peserta laki-laki.

Semuanya tertawa. Aku juga. Canda anak itu memang benar-benar pas. Tapi sekali lagi Yuri tidak terpengaruh. “sebagai coordinator olahraga air, aku akan bertindak sebagai pasangan semua peserta kemah,” ia menjawab dengan serius. “sekarang, peraturan nomor dua,” ia melanjutkan. “jangan berenang terlalu jauh dari perahu-perahu pengaman. Peraturan nomor tiga, dilarang berteriak atau berpura-pura mengalami kesulitan di dalam air. Jangan bergurau. Jangan main-main. Peraturan nomor empat…” ia terus berbicara sampai kedua puluh peraturan selesai dibacakannya.

Aku menghela napas. Yuri memperlakukan kami seperti anak-anak lima tahun. Padahal usia kami semua tidak begitu jauh. Banyak sekali peraturan yang harus di hapal.

“aku akan mengulang sekali lagi soal system pasangan..” Yuri berkata.

Aku memandang lewat api unggun dan melihat danau yang gelap. Permukaannya tampak licin dan hitam dan juga tenang. Di danau itu hanya ada riak kecil. Tak ada arus. Tak ada gelombang pasang yang berbahaya.

Jadi kenapa harus ada begitu banyak peraturan? Apa yang harus ditakutkan?

To be continue…onion-emoticons-set-4-8

Jangan lupa RCL!  onion-emoticons-set-2-59