Blog Archives

Protected: [FF] One Liter of Tears (Final Chapter)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

[FF] One Liter of Tears (6)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
main
jangan lupa abis baca Rate, Comment, Like!^^

-Chapter 6-
Taeyeon memasuki rumahnya dan terkejut melihat eommanya dan Shinhye menangis dan juga appanya yang terus menunduk.
“Kyuhyun-ssi, ada apa ini?” tanya Taeyeon.
“Duduklah.” Ajak Kyuhyun. Taeyeon dan Kwangmin saling menatap bingung.
“Taeyeon-ah, eomma ingin memberitahumu sesuatu.” Ungkap nyonya Kim sambil duduk di sebelah Taeyeon. Lalu memberikan Taeyeon sebuah amplop.
“ige mwoya?” tanya Taeyeon kebingungan. “Shinhye-ah, kau kenapa?” air mata Shinhye semakin membanjiri wajahnya.
images
Taeyeon yang kebingungan akhirnya membuka isi amplop itu. Ia membuka sebuah surat kemudian membaca isi surat tersebut.

HASIL PEMERIKSAAN
Nama Pasien : Kim Tae Yeon
Tempat, Tanggal Lahir : Jeonju, 9 Maret 1989
Golongan Darah : O
Dinyatakan positif diagnose Spinocerebellar Degeneration/Spinocerebellar Athrophy/Ataxia.

“eomma, ini…………” Taeyeon mulai berkaca-kaca. Akhirnya orangtuanya dan Shinhye memeluk Taeyeon.
“hyung, ini sebenarnya ada apa??” Kwangmin cemas.
“noonamu mengidap penyakit Ataxia.” Jawab Kyuhyun pelan.
“ataxia?? Apa itu?? Tidak berbahayakan??” Kwangmin mulai panik.
“ia akan mengalami gangguan keseimbangan. Pergerakannya akan terhambat bahkan terhenti secara tiba-tiba dan tidak bisa mengendalikan syaraf motorik tubuh jika sudah parah dan bisa menyebabkan ia tidak bisa berjalan dia juga akan kesulitan menelan makanan. Ibuku juga menderita penyakit yang sama dan dia sudah…………” Kyuhyun menghentikan pembicaraannya dan Kwangmin mengerti apa maksudnya.
“Noona……………” Kwangmin memeluk Taeyeon.
6 bulan kemudian Girls’ Generation sudah menjadi girl band besar kebanggan Korea Selatan dan Boyfriend tidak lama lagi akan segera debut. Beruntung Taeyeon masih kuat dan tidak menunjukan bahwa ia mengidap penyakit berbahaya. Tidak ada yang tahu tentang penyakitnya kecuali keluarganya, dokter Kim Jaejoong dan Kyuhyun. Bahkan member Girls’ Generation sendiri tidak mengetahui itu. Taeyeon tinggal di dorm bersama member GG yang lain tapi sesekali ia pulang.
“Taeng-eonni kemana? Belum bangun?” Tanya Seohyun.
“sepertinya begitu. Aku akan membangunkannya dulu.” Jawab Hyoyeon. Lalu berjalan ke kamarnya.
“eonni, apa kau belum bangun?” tanya Hyoyeon dari depan pintu kamar Taeyeon tapi tidak ada jawaban.
“eonni? Kau masih tidur?” masih belum ada jawaban. Hyoyeon pun akhirnya membuka pintu kamarnya. Tampak Taeyeon yang masih tertidur lelap.
“eonni, kau kelelahan ya? Ayo sarapan dulu.” Kata Hyoyeon namun Taeyeon tidak bergerak juga.
“eonni, eonni bangun! Eonni!” Hyoyeon panik dan mengguncang-guncangkan tubuh Taeyeon yang sama sekali tidak bergerak dengan mata tertutup.
“eonniiiiiiiiiii!! Bangun ini sudah siang. Eonni!! Eonni!!” mendengar Hyoyeon yang berteriak-teriak akhirnya member yang lain pun berlari ke kamar Taeyeon. Mereka melihat Taeyeon yang terbaring lemah dengan wajah pucat. Lalu mereka segera memanggil ambulance dan membawanya ke rumah sakit. Sunny menelpon keluarga Taeyeon. Mereka pun segera menuju Rumah Sakit.
Sesampainya disana mereka menghampiri member GG untuk menanyakan keadaan Taeyeon. Sementara Kwangmin menelpon Kyuhyun. Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang.
“Sebenarnya eonni kenapa?” gumam YoonA yang tampak sangat bersedih. Kyuhyun akhirnya memberitahu mereka tentang penyakit Taeyeon.
“jadi…ternyata dia menderita penyakit itu??” tanya YoonA lagi.
“aku sering mendapatinya tiba-tiba berhenti bergerak, dan jatuh tanpa sebab. Aku kira ia hanya kelelahan.” Ungkap Tiffany dengan terisak.
“apa kalian ingat waktu acara kompetisi dulu? Eonni tiba-tiba menjatuhkan gelas yang dipegangnya dan waktu dikantin sekolah tangannya bergetar dan sendok yang dipegangnya pun terjatuh begitu saja” ucap Yuri. Mereka akhirnya menangis tidak mempercayai penyakit leadernya yang sangat baik itu.
Dokter Jaejoong yang mirip sekali dengan Hero JYJ *ya iyalah!! Kekekeke~* keluar dan menghampiri orang-orang yang menunggu Taeyeon.
“untung Taeyeon segera dibawa kemari. Jika tidak, akibatnya akan fatal.”
“apa eonni sudah sadar?” tanya Shinhye. Dokter Jaejoong mengangguk. “tapi sepertinya Taeyeon harus berhenti dari GG.” Kata dokter Jaejoong.
“mwo??”
“sebaiknya kalian temui saja. Dia menanyakan kalian.” Kata dokter Jaejoong.
Mereka akhirnya masuk. “noona……” ucap Kwangmin terbata-bata.
“k..kk..kwang…mm..min..” rupanya penyakit itu sudah menyerang organ lisannya. Ia tidak bisa bicara dengan lancar.
“eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!” member GG segera memeluk Taeyeon dan tangisan pun pecah.
“dd..ddong…ssss..sae…ngi..” Taeyeon menangis.
**
Besoknya berita Taeyeon masuk rumah sakit segera menyebar namun tidak ada yang tahu pasti penyakit Taeyeon.
“eonni memang sedang sakit. Kami mohon do’anya dari kalian semua supaya eonni bisa menghibur kalian lagi. Kamsahamnida.” kata Yuri yang sedang diwawancarai wartawan mengenai berita Taeyeon. Penjagaan dirumah sakit sangat ketat, sehingga tidak ada seorang wartawan pun yang berhasil mendapatkan berita tentang Taeyeon.
Beberapa hari kemudian Taeyeon keluar dari rumah sakit namun ia vakum dari semua kegiatan Girls’ Generation. Suara merdunya sudah tidak ada lagi. Gerakan dancenya pun tidak selincah dulu karena ia sudah kesulitan berjalan walaupun ia masih mampu.
Taeyeon dan eommanya pergi ke sekolah Kwangmin untuk melihat latihan dancenya. Taeyeon tersenyum melihat gerakan dance Kwangmin yang sangat lincah.
“noona, eomma!!” Kwangmin berlari menuju ibu dan kakaknya dan memeluk keduanya.
“Kk..kkwang..mmmin, ddancemu sem..mmakin bbbaik. Akku bb..angga ppa..damu..” Ucap Taeyeon tersenyum.
“hehe.. gomawo, noona.”
“apa kau sudah makan? Kami bawakan makanan kesukaanmu. Kami bawa banyak supaya kau bisa makan bersama teman-temanmu.”
“waahh, kamsahamnida eomma, noona. Apa kalian juga mau makan bersama kami? Ayolah!!” ajak Kwangmin. Taeyeon dan eommanya mengangguk. Lalu Kwangmin memanggil teman-temannya untuk makan bersama.
“Kwangmin-ah, noonamu cantik sakali.” puji Youngmin.
“tentu saja! Lihat saja aku yang sangat tampan ini.” Jawab Kwangmin tertawa diikuti yang lainnya.
“Youngmin-ah wajahmu mirip sekali dengan Kwangmin kami? Kalian bersama seperti ini membuat eomma jadi merasa memiliki anak kembar.” *emang kembar, eomma! Kkkk~*
“hehehe.. kami juga tidak tahu kenapa wajah kami begitu mirip.” Jawab Youngmin.
“uuhuuk..uhhuuk..” Taeyeon tersedak.
“Noona!! Kau tidak apa-apa??” Kwangmin panik dan memberinya minum tapi Taeyeon terus batuk-batuk hingga akhirnya mulutnya mengeluarkan darah dan jatuh pingsan.
To Be Continue

Quote : This disease, why did it choose me? Fate. It can’t be put into words. – Ikeuchi Aya

[FF] One Liter of Tears (4)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 4-
Taeyeon terjatuh.
“Taeyeon!!” Kyuhyun berlari menuju Taeyeon.
Kwangmin pun berbalik, “noona!!” Kwangmin menghampiri Taeyeon. “noona, gwaenchanayo??? Mianhae jeongmal mianhae…” sesal Kwangmin.
“sudahlah aku tidak apa-apa.” Ucap Taeyeon. Begitu hendak berdiri, “aaaawhh..” Taeyeon tidak bisa berdiri.
“kakimu terkilir. Ayo naik ke punggungku!” perintah Kyuhyun. Awalnya Taeyeon ragu tapi akhirnya ia menurutinya.
“apa aku berat?” tanya Taeyeon.
“lumayan. Padahal badanmu kecil.” Sindir Kyuhyun.
“aisshh.. padahal berat badanku turun dari 44 jadi 41.” Kesal Taeyeon.
“mwo??? Sebanyak itu? noona kau pasti kelelahan karena kompetisi itu kan?” tanya Kwangmin.
“mungkin. Tapi tidak apalah yang penting kita sudah menang.” Ucap Taeyeon yang masih menempel(?) di punggung Kyuhyun.
Sesampainya dirumah.
“Taeyeon?? Apa yang terjadi???” nyonya Kim kaget melihat Taeyeon yang di gendong Kyuhyun dan melihat lutut dan tangannya yang terluka.
“eomma, ini salahku. aku menggoda noona dan berlari mengejarku lalu noona jatuh dan…”
PLAKK!!
Nyonya Kim menampar Kwangmin.
“Kwangmin-ah!! Kamu mau mencelakakan noonamu?? noonamu ini sangat menyayangimu, kenapa kau malah membuatnya celaka hah??? Kau tahu kalau noona mu…” nyonya Kim menghentikan ucapannya karena melihat Kwangmin yang mulai berurai airmata dan ingat bahwa sekarang belum saatnya Taeyeon dan keluarganya mengetahui penyakit Taeyeon.
“eomma! Kenapa eomma menampar Kwangmin?? Kasihan Kwangmin dia tidak bersalah, eomma. Aku yang salah karena terlalu emosi dan mengejarnya dan aku tidak berhati-hati sampai akhirnya aku terjatuh.” Ucap Taeyeon yang juga menangis melihat adik kesayangannya menangis.
Kwangmin berlari ke kamarnya. Taeyeon turun dari punggung Kyuhyun dengan dibantu Shinhye. Nyonya Kim masih terkejut dengan apa yang dilakukannya pada Kwangmin, anak bungsunya.
“Kyuhyun-ah, sebaiknya kau pulang ini sudah malam.” Ucap tuan Kim yang tidak enak dengan Kyuhyun.
“ne. kalau begitu aku pulang dulu.”
Setelah Kyuhyun pergi, Taeyeon pergi ke kamarnya dengan dibantu Shinhye. Nyonya Kim mulai menangis. Tuan Kim hanya menepuk pundak nyonya Kim.
“apa Kwangmin baik-baik saja?” tanya Taeyeon pada Shinhye begitu sampai di kamarnya.
“entahlah. Aku kaget sekali melihat eomma menampar Kwangmin. Padahal kita tahu eomma sangat menyayangi Kwangmin. Eonni istirahat saja, aku mau menemui Kwangmin di kamarnya.”
Dikamar tuan dan nyonya Kim sedang berbincang.
“aku harus memberitahu ini padamu. Tapi aku harap kau jangan dulu memberitahu anak-anak. Tidak enak rasanya menanggung beban ini sendirian.” Ucap nyonya Kim.
“ada apa?”
“aku sangat mencemaskan Taeyeon. Beberapa hari yang lalu aku memeriksakan kesehatan anak-anak. Shinhye dan Kwangmin sehat-sehat saja tapi tidak dengan Taeyeon.”
“apa maksudmu??” tuan Kim agak terkejut.
“Taeyeon sebenarnya menderita penyakit spinocerebellar degeneration.”
“MWO????” nyonya Kim mulai menangis. Tuan Kim memeluknya.
“dia akan kehilangan keseimbangannya dan kesulitan berjalan serta berkomunikasi.” Ucap nyonya Kim terisak. Mata tuan Kim pun mulai berkaca-kaca.
“kenapa harus Taeyeon?? Kenapa tidak aku saja?? Aku rela menggantikannya. Taeyeon masih sangat muda.” Nyonya kim masih terisak, tuan Kim pun semakin mengeratkan pelukannya.
**
Besoknya saat sarapan tuan Kim terus memperhatikan Taeyeon yang duduk didepannya menunggu Kwangmin turun.
“Kwangmin mana?” tanya Taeyeon membuyarkan lamunan ayahnya.
“aku akan memanggilnya” ucap Shinhye bangkit dari duduknya tapi Taeyeon menahannya.
“tidak. Biar aku saja.”
Taeyeon pun berjalan menuju kamar Kwangmin dilantai 2 dan membuka pintu kamarnya yang tidak dikunci.
“Kwangmin-ah, kenapa kau masih disini?” tanya Taeyeon menghampiri Kwangmin yang melamun dipinggir kasur.
“noona, mianhaeyo. Jeongmal mianhae.” Kwangmin memeluk Taeyeon.
“kau tidak perlu minta maaf. Ini bukan salahmu. Cepatlah turun yang lain sudah menunggumu.” Lalu mereka berdua pun turun dan sarapan bersama.
“Kwangmin-ah, maafkan eomma.” Nyonya Kim mengelus rambut Kwangmin dan memeluknya.
“ne, eomma.” Jawab Kwangmin membalas pelukan eommanya.
“eomma, appa, kami berangkat dulu. Annyeong.” Ucap Taeyeon, Shinhye dan Kwangmin.
Setibanya dikelas, Taeyeon segera duduk di bangkunya.
“Taeyeon-ssi, kau sudah baikan?” tanya Kyuhyun.
“ne, yeodongsaengku merawatku dengan baik.” Ujar Taeyeon tersenyum.
“oh, syukurlah. Bagaimana dengan Kwangmin?”
“dia baik-baik saja.” Lalu Sunny datang. “Sunny, aku ada kabar bagus hari ini. Nanti istirahat kita berkumpul dengan member Girls’ Generation yang lain ya di ruang OSIS.” Kata Taeyeon.
“memang ada apa? Aaaaahh, aku tahu kau mau bilang kan kalau kau jadian dengan Kyuhyun?” canda Sunny dengan aegyonya.
PLETAKK!
Taeyeon menjitak kepala Sunny, “aniya!! Ini tentang grup kita.” Kesal Taeyeon.
“hehe.. mian..” jawab Sunny sambil mengelus kepalanya yang dijitak Taeyeon. Kyuhyun yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
Waktu istirahat.
“jinjja??? SM Entertainment itu kan managemennya Super Junior??” kata Yuri.
“waahhh kalau begitu aku bisa ketemu biasku, Siwon-oppa. Siwon-oppa, cup cup cup cup..” lebay YoonA.
“ya!! Yoong! sikapmu menjijikan sekali!!” Tiffany menimpali. YoonA langsung menatap tajam Tiffany.
“hari sabtu besok kita dimintanya untuk datang ke gedung SM. arasseo?” jelas Taeyeon. “oh ya, group adikku juga sepertinya berhasil menarik perhatian pihak SM karena dia juga diundang.” *anggap aja Boyfriend dari SM juga. mian Starship!* XD
“maksudmu Kwangmin?? Wahh adikmu itu memang punya daya tarik yang tinggi. Aku pun sangat tertarik padanya.” Ucap Jessica.
“ingat umur, eonni.” Ujar YoonA, Jessica langsung menjitak kepala YoonA. Semua menertawakan Jessica dan YoonA.
“eonni, aku lapar sekali. Bagaimana kalau sekarang kita ke kantin?” pinta Sooyoung.
Mereka semua pergi ke kantin. Disana sudah ada Kyuhyun yang tengah minum orange juicenya. “itu ada Kyuhyun. Kita duduk disana saja!” ajak Sunny.
“ne, kajja.” kata Taeyeon dan segera menghampiri Kyuhyun. “apa kita boleh duduk disini?” tanya Taeyeon. Kyuhyun mengangguk. Mereka pun memesan makanan. Makanan datang.
“selamat makan!!” ujar Taeyeon. Tapi saat ia mengangkat sendoknya, tangannya bergetar dan tidak bisa digerakan hingga sendoknya jatuh.
“Taeyeon-ssi, kau kenapa?” Kyuhyun ternyata terus memperhatikan Taeyeon. Tapi Taeyeon diam saja dengan tatapan kosong. Hingga akhirnya tersadar setelah Seohyun menyentuh tangannya.
“kau kenapa, eonni?”
“ah, ani. Ayo kita makan.” Sahut Taeyeon.
**
Sepulang sekolah Taeyeon dan member Girls’ Generation hendak pergi ke studio dance untuk berlatih.
“Taeyeon, kau mau kemana?” Kyuhyun menghampiri Taeyeon.
“aku mau latihan dance. Kau mau ikut?”
“apa aku tidak akan mengganggu?”
“tentu saja tidak. Kajja. Teman-temanku sudah menunggu disana.” Kata Taeyeon.
Kyuhyun menggandeng tangan Taeyeon. Taeyeon terkejut dan menoleh ke arahnya.
“bolehkan?” tanya Kyuhyun tersenyum.
“eh? mmm.., ne.” gugup Taeyeon.
Kyuhyun menonton mereka berlatih dance. Ia terus memperhatikan Taeyeon dan tiba-tiba…. BRUUKKKK!!
“Taeyeon!!” “eonni!!” semua mengerubungi Taeyeon yang jatuh dan tidak sadarkan diri. Rahangnya berdarah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Kyuhyun pun menghubungi keluarga Taeyeon.
“dimana Taeyeon?? dimana Taeyeon??” panik nyonya Kim sesampainya di rumah sakit.
“dokter sedang memeriksanya.”jawab Kyuhyun.
“kenapa dia bisa jatuh?” tanya tuan Kim.
“eonni sedang berlatih dance bersama kami dan tiba-tiba saja dia jatuh dan pingsan. Kami langsung membawanya kemari karena rahangnya mengeluarkan darah banyak sekali.” Terang Seohyun. Nyonya Kim menangis dipelukan tuan Kim. Lalu dokter keluar.
“ah, nak Jaejoong bagaimana keadaan Taeyeon kami?” tanya nyonya Kim.
“Taeyeon sudah sadar hanya saja dia terluka di bagian rahangnya. Kalian sudah boleh menjenguknya. Ajussi, ajumma, bisa kita bicara sebentar?”
“ne,” orangtua Taeyeon pun pergi dengan dokter Jaejoong.
-di kamar periksa Taeyeon-
“Eonni, bagaimana keadaanmu?”
“aku baik-baik saja.” Jawab Taeyeon dan kemudian menyadari ketidakhadiran Kyuhyun. “Kyuhyun mana? Bukankah kalian kesini dengannya?” tanya Taeyeon. 8 member itu pun celingukan.
“mungkin sedang ke toilet.” Jawab Tiffany.
‘kemana dia?’ gumam Taeyeon.
To Be Continue

gimana?^^
oh ya, abis ini mungkin author mo hiatus dulu soalnya author lagi sibuk ngerjain tugas kuliah author. PPL, ngajar di SMA. tapi do’ain aja mudah-mudahan semuanya lancar dan punya waktu ngurus blog ini biar ga ada acara hiatus-hiatusan segala.
tinggalkan pesan.
Annyeong~

[FF] One Liter of Tears (3)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 3-
“Kyuhyun-ssi, apa kau menyukai Taeyeon?” tanya Jaejoong.
“mungkin…” jawab Kyuhyun. Jaejoong membelalakan matanya.
“mungkin aku menyukainya. Karena perkataanya dulu menyadarkanku yang membenci orangtuaku sendiri.”
-flashback-
“Kyuhyun! Kau mau kemana?” teriak ayah Kyuhyun mengejarnya yang hendak keluar dari rumah. Kyuhyun tidak menjawab. Ia lalu membuka pintu pagarnya dan tanpa sengaja melihat Taeyeon yang kebetulan lewat.
“Kyuhyun-ssi?” Taeyeon kaget. Mereka saling bertatapan beberapa detik lalu Kyuhyun menarik tangan Taeyeon pergi dari tempat itu. Mereka akhirnya duduk di bangku yang ada dipinggir sungai.
“aaaahhhh… segar sekali udara disini.” Ucap Taeyeon senang. Ia menoleh ke Kyuhyun yang duduk diam saja disebelahnya. “Kyuhyun-ssi, waeyo? Gwaenchana?”
“aku kabur dari rumah.”
“mwo??” Taeyeon terkejut dengan ucapan Kyuhyun.
“ne. Aku membenci ayahku.”
“eh?? Kalau aku boleh tahu kenapa?”
Kyuhyun menatap Taeyeon sekilas dan kembali menatap sungai didepannya. “ibuku belum lama meninggal tapi dia sudah mau menikah lagi.”
“Kyuhyun-ssi..”
“jangan menatapku dengan pandangan menyedihkan seperti itu.”
“mianhae.” Taeyeon menunduk. Kyuhyun menghela napasnya dan kembali berbicara.
“ayahku bilang ini demi aku supaya tidak lagi larut dalam kesedihan kehilangan ibuku tapi bagaimana mungkin aku bisa melupakan ibu kandungku sendiri. Dia yang melahirkanku dan juga membesarkanku. Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisinya. Sepertinya dia sudah tidak mencintai ibuku lagi karena lelah mengurusi penyakit yang diderita ibuku sewaktu masih hidup dan berniat menyingkirkanku juga. Bahkan ia meninggalkan kuburan ibuku di Jepang. Karena itu waktu aku dipindahkan kesini aku terus menghindar darinya. Aku ingin menentukan jalan hidupku sendiri. Saat aku datang ke sekolah disini aku terus berusaha melarikan diri dan akhirnya aku bertemu denganmu yang waktu itu terjatuh dan berlari ke kelasmu.” Terang Kyuhyun. Taeyeon mendengarkan dengan seksama.
“apakah calon ibumu itu tidak baik padamu?” tanya Taeyeon hati-hati.
“aniya. Dia orang yang cukup baik. Tapi aku kecewa dengan keputusan ayahku yang tiba-tiba.”
“mungkin ayahmu ada benarnya juga..”
“mwo???” Kyuhyun terkejut dengan ucapan Taeyeon.
“lihatlah dari sisi positivenya. ayahmu tidak ingin kau terus bersedih dengan kepergian ibumu. Makanya dia mencari wanita lain yang baik untuk mengurusmu. Tidak sepantasnya kamu berpikiran bahwa ayahmu membencimu juga ibumu. Apa kau tidak pernah berpikir kesitu?“ Ucapan Taeyeon membuat Kyuhyun berpikir sejenak.
“Taeyeon-ssi, gomawo.” Ucap Kyuhyun tersenyum pada Taeyeon.
-Flashback End-

**
Mereka akhirnya pulang dari stadium itu. “Ajussi, ajumma aku pulang dulu. Maaf aku tidak bisa mengantar kalian pulang.” pamit Jaejoong saat keluar dari stadium. “ne, tidak masalah.” Ucap Tuan Kim menepuk pundak Jaejoong.
“Taeyeon-ah, sunbae pergi dulu. Hati-hati pulangnya.” Jaejoong mengecup kening Taeyeon tiba-tiba dan sukses membuat Taeyeon mematung. Kyuhyun menatap Jaejoong dengan raut wajah yang dingin. Jaejoong pun pergi dengan mobilnya.
“Taeyeon, chukkae!” ucap Kyuhyun.
“ne, gomawo, Kyuhyun-ssi.”
Lalu tiba-tiba seorang pria berlari kearah mereka
“permisi, bolehkah aku berbicara dengan Taeyeon-ssi?” ucap pria itu.
“ada masalah apa?” tanya tuan Kim.
“begini, saya Joon dari perusahaan SM Entertainment. Kami sedang mencari artis baru dan setelah tadi menyaksikan Taeyeon-ssi dan Girls’ Generation saya berinisiatif untuk mengorbitkannya.”
“jinjja?? Wahhh, eonni! Kau akan jadi artis seperti Wonder Girls.” Seru Shinhye.
“terserah kau Taeyeon.” Ucap tuan Kim.
“baiklah.” Ujar Taeyeon.
“sebentar, bukankah ini salah satu member Boyfriend itu?” tanya orang SM itu pada Kwangmin.
“ah ne, Kim Kwangmin imnida.” Kwangmin membungkukan badannya memperkenalkan diri.*mian marganya diganti*
“apa kalian kakak adik? Wahh sepertinya kami sudah menemukan calon artis-artis baru. Saya tadi juga berminat untuk mengorbitkan Boyfriend. Kalau begitu bagaimana kalau kau ikut noonamu ini denganku mengobrol di café sana?”
“wahh eonni dan namdongsaengku akan jadi artis!” seru Shinhye lagi.
“kalau begitu kalian kami izinkan. Kyuhyun-ssi, bisakah kau ikut dengan mereka? Tolong jaga mereka. Aku hanya mempercayaimu karena kau teman dekat Taeyeon.” Ucap nyonya Kim.
“baiklah. Dengan senang hati.” Jawab Kyuhyun. Mereka berempat pun pergi ke café yang dituju dan membicarakan masalahnya.
**
Diperjalanan pulang.
“noona, apa kau pacaran dengan Kyuhyun-hyung? Aku lihat kalian pasangan yang cukup serasi dan kalian sering bersama-sama.” Goda Kwangmin dan lari takut noonanya marah.
“mwo?? Ya!! Kwangmin-ah!! Aisssshh anak itu, benar-benar.” Kesal Taeyeon lalu mengejar Kwangmin. Kyuhyun hanya tersenyum melihat kelakuan kakak adik itu hingga akhirnya…
BRUUKKKK!!
Taeyeon terjatuh.
“Taeyeon!!” Kyuhyun berlari menuju Taeyeon. Kwangmin pun berbalik, “noona!!” Kwangmin menghampiri Taeyeon.
“noona, gwaenchanayo??? Mianhae jeongmal mianhae…” sesal Kwangmin.
“sudahlah aku tidak apa-apa.” Ucap Taeyeon. Begitu hendak berdiri, “aaaawhh..” Taeyeon tidak bisa berdiri.
To Be Continue

[FF] One Liter of Tears (2)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. :D sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 2-
“aku haus sekali!” ucap Taeyeon lalu mengambil air yang ada digelas. Namun tiba-tiba gelas yang dipegang Taeyeon lepas dari genggamannya.
“eonni! waeyo? Kau tidak apa-apa kan?” tanya YoonA.
“iya, kenapa eonni?” tanya Sooyoung.
“a..aniyo. gwaenchana.” Ucap Taeyeon gugup. Dan berjongkok berniat membersihkan pecahan gelas.
“sudah eonni, biar nanti cleaning service yang membersihkan. Kita sudah dipanggil.” Ucap Tiffany.
“ne, kajja!” ucap Taeyeon yang masih sedikit gugup. ‘kenapa tadi tiba-tiba tanganku tidak bisa digerakan?’ kata Taeyeon dalam hati.
**
Girls’ Generation pun memberikan penampilan terbaik mereka dengan menari dan bernyanyi Run Devil Run. Kemudian disusul dengan penampilan dari Boyfriend. Diantara jajaran bangku penonton ada orangtua dan adik Taeyeon juga ada Kyuhyun. Kyuhyun dan Taeyeon sudah menjadi teman baik. Dokter Kim Jaejoong pun ikut hadir demi menonton orang yang dia sukai, Taeyeon. Nyonya Kim dan dokter Kim sedikit khawatir karena mereka tahu bagaimana kondisi Taeyeon sebenarnya.
Dibelakang panggung, Kwangmin menghampiri Taeyeon.
“noona, penampilan kalian tadi benar-benar hebat. Charanda!!” ucap Kwangmin sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempol tangannya.
“gomawo, Kwangmin-ah!” ucap Taeyeon mengacak-acak rambut Kwangmin.
“ya!! noona, kenapa kau selalu mengacak-acak rambutku?” Kwangmin menggembungkan pipinya sambil merapikan rambut coklatnya.
“aigoo.. neomu kyeoptaaaa!” ucap Seohyun, Sunny dan Tiffany. Kwangmin tampak memerah pipinya.
“omo!! Pipinya memerah!” ucap YoonA seraya mencubit pipi Kwangmin gemas.
“sayang sekali kau masih kecil” celetuk Jessica.
“mwo??” semua serentak heran dengan ucapan Jessica.
“kalau saja dia seumuran denganku, aku dengan senang hati akan menjadikannya namjachinguku.” Ucap Jessica menggoda Kwangmin.
“eh? Oh..mmmm.. noona, aku pergi dulu ya..” ucap Kwangmin gugup sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“ne..” jawab Taeyeon. Kwangmin pun pergi meninggalkan mereka.
Tiba waktunya kompetisi penyanyi solo.
“Eonni, Fighting!” ucap 8 member Girls’ Generation menyemangati Taeyeon yang juga terpilih sebagai peserta penyanyi solo. Taeyeon naik ke panggung, dia menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan kegugupannya.
“NOONAAAAA, FIGHTING!!!” teriak 6 member Boyfriend yang menonton di bangku penonton. Taeyeon tersenyum. kemudian melihat orangtuanya, Shinhye, Kyuhyun dan dokter Kim sekilas. Ia agak sedikit terkejut dengan kehadiran Jaejoong. Taeyeon mulai bernyanyi dengan menyanyikan lagu yang ia ciptakan sendiri waktu masih duduk di bangku SMP. Lagu yang berjudul I Love You ini adalah pelampiasan perasaannya pada sunbaenya yang waktu itu hendak pergi ke Amerika untuk meneruskan kuliah kedokterannya, Kim Jaejoong. Orang yang ia sukai. Taeyeon mulai bernyanyi,
Seuchyeo ganayo uriui sarangeun
Kaseum apeun chuoekingayo
Doraseoneyo keudaeui maeunmeun
Nunmullodo jabeulsun obnayo
My love saranghaeyo, saranghaeyo
Keudae deutgo ittnayo
My love ijimarayo jiuji marayo
Uriui sarangeul
Naui nunmuri keudaen boinayo
haruharu keuriwohamnida
kaseum ddeollideon keudae
ibmachumdo ijeneun chuoeki dwoettnabwayo
My love saranghaeyo, saranghaeyo
Keudae deutgo ittnayo
My love ijimarayo jiuji marayo
Uriui sarangeul
Maeil nan keuriumsoge harureul
Beotineunde keudaen eodittnayo
Naega mianhaeyo mianhaeyo keudae iji mothaeseo
My love dorawajwoyo
Ddeonaji marayo naegyeoteseo jebal

Semua penonton bertepuk tangan sangat kencang. Selama Taeyeon menyanyi Jaejoong tidak berkedip menyaksikannya dan matanya sedikit menguraikan airmata, Kyuhyun yang duduk disebelahnya tanpa sengaja melihat airmatanya itu. Ia tertegun. ‘dia menangis? Apa dia punya hubungan khusus dengan Taeyeon?’ batin Kyuhyun.
Taeyeon membungkukan badannya, “kamsahamnida” ujar Taeyeon. Kemudian menatap Jaejoong sekilas yang tersenyum ke arahnya kemudian kembali ke belakang panggung.
‘Jaejoong-sunbae, kamsahamnida!’ gumam Taeyeon dan airmatanya mengalir dipipi putihnya.
“eonni, wae??” tanya Hyoyeon dan Yuri.
“aniya. Aku hanya terlalu gugup.”
Tiba saatnya pengumuman pemenang. MC naik ke panggung untuk mengumumkannya.
“…pemenang pertama Dance and Sing Battle Competition 2007 tingkat SMA adalah…” penonton dan peserta harap-harap cemas.
“Girls’ Generation!! Dari Jeonju Art High School!!”
Semua bertepuk tangan, Girls’ Generation terharu dan segera naik ke panggung untuk menerima hadiah.
“sekarang waktunya pengumuman pemenang Dance and Sing Battle Competition 2007 tingkat SMP, pemenangnya adalah…” jantung Kwangmin berdebar-debar tidak karuan.
“Boyfriend!! Dari Jeonju Art Junior School!!” member Boyfriend melonjak dan mereka bersemangat naik ke panggung untuk menerima hasil kerja keras mereka.
“sekarang waktunya pengumuman pemenang best singer Competition 2007. Pemenangnya adalah…..Kim Taeyeon dari Jeonju Art High School!!” semua berseru, terutama member Girls’ Generation.
“adik-kakak yang hebat.” Ucap Jaejoong.
“kau benar. Tapi Taeyeon yang terbaik.” Jawab Kyuhyun. Jaejoong melihat ke orang yang duduk disebelahnya itu.
“benar. Taeyeon memang yang terbaik.”
“apa kau menyukainya?” tanya Kyuhyun tiba-tiba tanpa melihat Jaejoong. Jaejoong tercekat mendengar pertanyaan Kyuhyun. “jika kau menyukainya, bicaralah padanya.” Kata Kyuhyun lagi sambil menunduk.
“dulu aku memang pernah menyukainya, bahkan sekarang pun aku masih menyukainya. Tapi aku tidak bisa memberitahunya karena aku sudah dijodohkan dengan yeoja lain yang juga seorang dokter oleh orangtuaku. Aku tidak ingin menyakiti hati Taeyeon.” Ucap Jaejoong. Kyuhyun hanya diam.
“Kyuhyun-ssi, apa kau menyukai Taeyeon?” tanya Jaejoong.
“mungkin……” jawab Kyuhyun enteng. Jaejoong membelalakan matanya.
to be continue..

[FF] One Liter of Tears (1)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. 😀 sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 1-
Wanita paruh baya itu memasuki sebuah kamar yang tertata rapi. Ia mengamati sekelilingnya yang di dominasi warna biru. Lalu duduk di tepi tempat tidur. Ia membuka laci yang ada dipinggir tempat tidur itu. Kim Taeyeon’s Diary. Itu adalah nama di sampul buku yang ia pegang. Wanita itu berurai airmata. Perlahan ia membuka buku tersebut. Dan mulai membacanya.
**
Yeoja itu terburu-buru berlari di koridor sekolahnya menuju kelas “bagaimana ini aku terlambat, ini gara-gara semalam terlalu lama berlatih vocal. Huaaaaaa..eottokke??” batin Taeyeon. Karena saking paniknya dia terjatuh.
Seorang murid laki-laki melihatnya. Dia hendak menolongnya tapi kemudian dia mengurungkan niatnya karena yeoja itu segera bangkit dan kembali berlari, mengabaikan luka dilututnya akibat terjatuh tadi. Tiba-tiba seseorang memanggil murid laki-laki itu tapi entah kenapa dia malah lari.
Begitu tiba di kelas, Taeyeon menarik napas dalam-dalam begitu dia masuk, dia lega karena ternyata seonsaengnim belum masuk.
“Taeyeon, kenapa kau terlambat? Untung Kangta seonsaengnim belum datang.” tanya Sunny teman sebangkunya.
“aku bangun kesiangan karena tadi malam aku terlambat pulang setelah berlatih vocal bersama adikku, Kwangmin.”
“aigoo.. kau ini. Jaga kesehatanmu Taeng, jangan terlalu capek. Aku lihat semakin hari kau semakin kurus.”
“hehe.. ne. gomawo Sunny-ah.”
Kangta seonsaengnim pun masuk kelas. “anak-anak, maaf saya terlambat. Tadi ada sedikit masalah. Geurae, hari ini kalian kedatangan teman baru dari Jepang. Kyuhyun-ah ayo masuk.” Seonsaengnim memanggilnya. Kemudian munculah anak laki-laki berkulit putih bertubuh tinggi masuk ke kelas itu.
“nah ini teman baru kalian namanya Cho Kyuhyun. Dia orang Korea tapi sejak kecil tinggal di Jepang dan sekarang ia kembali ke tempat kelahirannya untuk menuntut ilmu di Jeonju Art High School ini.” Lanjut Kangta seonsaengnim. Kyuhyun pun memberi salam saling membungkukan badannya, “annyeong.” salamnya dengan ekspresi datar.
“Taeng, anak ini lumayan tampan tapi sepertinya kepribadiannya tidak begitu baik. Lihat saja ekspresinya, dingin sekali.” Bisik Sunny. Taeyeon hanya tersenyum.
“Kyuhyun-ah, silahkan duduk dan jangan membuat masalah lagi.” Pelajaran pun dimulai. Kyuhyun duduk tepat di belakang Taeyeon.
Waktu istirahat, tiba-tiba Kyuhyun menghampiri orang yang duduk didepannya, Taeyeon yang hendak ke kantin.
“apa luka di lututmu baik-baik saja?” tanya Kyuhyun dingin.
“mwo?? Luka?” Sunny terkejut dan melihat lutut Taeyeon. “Taeng, lututmu? Kau terjatuh?”
“ne, tadi aku berlari lalu terjatuh di koridor. Tapi aku tidak menyadari kalau lututku berdarah.” Jawab Taeyeon sambil mengelus-elus lututnya.
“aigoo~ ayo aku antar ke UKS!” ajak Sunny.
“Kyuhyun-ssi, gomawo.” Ucap Taeyeon. Mereka pun pergi ke ruang UKS.
Pulang sekolah, Kyuhyun berjalan menuju tempat sepedanya diparkirkan. Tanpa sengaja ia melihat Taeyeon yang berjalan sendirian sambil berjalan agak pincang. Kyuhyun pun menghampirinya.
“kakimu……?”
“ah, gwaenchana. Kau mau pulang ya?” ucap Taeyeon.
“ne. oh ya, siapa namamu? Cho Kyuhyun imnida.”
“arata, kau tadi mengenalkan dirimu dikelas. Kim Taeyeon imnida. Panggil saja Taeyeon.”
“geurae. Kau mau pulang? Mau aku antar?” masih dengan ekspresi datarnya.
“eh? A..aniyo. tidak usah. Aku pulang dengan temanku, Sunny. Sebentar lagi dia keluar.”
“oh. Baiklah. Aku duluan.” Lalu Kyuhyun pergi mengayuh sepedanya. Sedangkan Taeyeon pulang bersama Sunny naik bis.
“omo!! Noona, kau kenapa?” tanya Kwangmin, namdongsaeng Taeyeon sesampainya dirumah.
“gwaenchana. Aku tadi terjatuh, tapi sudah diobati kok.” Jawab Taeyeon tersenyum. “oh ya, kemana Eomma?” tanya Taeyeon.
“Eomma sedang ke rumah sakit.”
“memangnya siapa yang sakit?” tanya Taeyeon lagi.
“mollayo. Eomma hanya bilang mau menyerahkan file-file. File apa itu aku tidak tahu.” Jawab Kwangmin.
“oh.. Kau sudah makan?”
“belum. Eomma tidak sempat masak.”
“aigoo.. ya sudah aku ke kamar dulu nanti aku masakan untukmu.”
“gomawo, noona.” Taeyeon mengacak-acak rambut adik kesayangannya itu.
**
Sementara itu di rumah sakit..
“positive!” ucap dokter Kim Jaejoong, dokter muda berbakat yang juga sunbaenya Taeyeon.
“mwo??? Jadi..” eomma Taeyeon terkejut.
“nyonya Kim, jeosonghamnida. Tapi Taeyeon menderita spinocerebellar degeneration.. sedikit demi sedikit dia akan mengalami gangguan koordinasi atau keseimbangan. Pergerakannya akan terhambat bahkan terhenti secara tiba-tiba dan tidak bisa mengendalikan syaraf motorik tubuh jika sudah akut dan bisa menyebabkan ia tidak bisa berjalan. Saat ini kami belum menemukan obatnya.” Mendengar itu eomma Taeyeon menangis.
**
Dirumah..
“Kwangmin-ah, Ppali! Hyukjae seonsaengnim sudah menunggu. Hari ini kita ada jadwal latihan dance.” Teriak Taeyeon dari depan kamar Kwangmin. Kwangmin keluar dari kamarnya lalu mereka pergi bersama. Dua kakak beradik ini sangat menyukai bernyanyi dan menari dan guru mereka sama.
Sesampainya di studio dance. Mereka segera berlatih bersama 8 yeoja dan 5 namja lain. Mereka adalah 2 team yang diutus Jeonju Art Junior & High School untuk kompetisi vocal dan dance nasional. Taeyeon bergabung dengan 8 yeoja lainnya dan memberi nama mereka Girls’ Generation sedangkan Kwangmin bersama 5 namja imut lainnya yang diberi nama Boyfriend.
2 jam kemudian..
“bagus. Kalian menunjukan banyak kemajuan. Ingat kompetisi diadakan sebulan lagi. Kalian harus banyak berlatih, arasseo?” ucap Hyukjae seonsaengnim.
“ne, seonsaengnim!” jawab mereka serempak.
“bagus. Latihan berikutnya aku akan mengajak temanku yang juga pelatih dance. Namanya Meng Jia, dia akan khusus mengajari Girls’ Generation. Sekarang kalian boleh pulang. Kalian sudah bekerja keras hari ini.”
Mereka akhirnya pulang. Sesampainya dirumah, semua sudah menunggu Taeyeon dan Kwangmin.
“Eonni, saengi, bagaimana latihan kalian?” tanya Shinhye, adik Taeyeon yang pertama.
“melelahkan sekali, noona!” ucap Kwangmin menyeka keringat dipelipisnya.
“kalian pasti berhasil. Fighting!!” ucap Shinhye menyemangati kakak dan adiknya.
“sebaiknya kalian cepat mandi dan segera makan malam.” Perintah nyonya Kim.
“ne.” jawab Taeyeon dan Kwangmin serempak. Nyonya Kim memperhatikan punggung Taeyeon yang berlalu menuju kamarnya.
“yeobo, waegeurae?” tuan Kim memecahkan lamunannya.
“eh? Emm.. aniya.”
Kemudian semua makan malam bersama.
“eomma, appa, bulan depan Boyfriend dan Girls’ Generation akan berkompetisi. Dan Taeyeon noona juga akan bernyanyi solo. Kalian akan pergi menonton kami kan?” ucap Kwangmin.
“benarkah?? Wah, anak-anak appa memang hebat!”
“eomma, appa, aku juga punya kabar baik. Aku mendapat juara umum.” Ucap Shinhye riang.
“jinja?? Kalian memang kebanggaan eomma dan appa!” kata tuan Kim. Semua tertawa senang kecuali nyonya Kim yang tampak tidak berselera dengan makanannya.
“eomma, waeyo?” tanya Taeyeon.
“Gwaenchana.”ujar nyonya Kim dan segera menyantap makanannya. Taeyeon agak khawatir tapi ia segera menepis kekhawatirannya.
**
Sebulan kemudian..
“eomma, appa, noona kajja!” teriak Kwangmin semangat karena hari ini dia dan noonanya akan berkompetisi.
Sesampainya di stadium tempat mereka akan berlomba merebut kemenangan.
“eonni, aku deg-degan sekali..” ucap Seohyun member Girls’ Generation.
“tenangkan hatimu, Seo. Kita harus semangat! Kita berikan yang terbaik! Fighting!” ucap Taeyeon menyemangati.
“FIGHTING!!”
“aku haus sekali!” ucap Taeyeon lalu mengambil air yang ada digelas. Namun tiba-tiba gelas yang dipegang Taeyeon lepas dari genggamannya.
“eonni! waeyo? Kau tidak apa-apa kan?” tanya YoonA.
“iya, kenapa eonni?” tanya Sooyoung.
“a..aniyo. gwaenchana.” Ucap Taeyeon gugup. Dan berjongkok berniat membersihkan pecahan gelas.
“sudah eonni, biar nanti cleaning service yang membersihkan. Kita sudah dipanggil.” Ucap Tiffany.
“ne, kajja!” ucap Taeyeon yang masih sedikit gugup. ‘kenapa tadi tiba-tiba tanganku tidak bisa digerakan?’ kata Taeyeon dalam hati.
To Be Continue