Blog Archives

[FF] Bad Girl Good Girl (Chapter 1)

onion-emoticons-set-6-67

Author bikin FF baru lagi.

Ide FF ini udah cukup lama nyangkut(?) di otak tapi karena terlalu males di tuangkan(?) kedalam tulisan, jadinya baru bikin sekarang. Lega deh kalo udah di tulis gini. hohoho…

Tadinya ini mau ChangTae (Changmin Taeyeon) tapi karena kebanyakan readernya KyuTae shipper, jadi di ganti Changminnya ma Kyuhyun. ^^v

Semoga suka! Happy reading~

Author : Ashiya
Main Cast  : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Victoria Song (F(x))
Other Cast : Sandara Park (2NE1), etc.
Genre : romance, revenge
Disclaimer : The story is 100% mine. Inspired by some dramas.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Bad Girl Good Girl Chapter 1-

“Hanhwa Corporation, perusahaan besar Korea yang bergerak dibidang manufaktur, keuangan, dan pelayanan. Perusahaan yang pada 2 tahun lalu memiliki total aset penjualan lebih dari US$ 83 Miliar, kini tengah di terpa isu keruntuhan.” Seorang reporter berbicara tengah melaporkan berita di depan sebuah perusahaan besar Korea Selatan. “Beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebabnya adalah direktur baru perusahaan itu yang terkenal dengan keras kepalanya. Saat ini beberapa pekerja tengah berdemo menuntut pembayaran upah mereka yang belum di bayarkan sejak 6 bulan yang lalu.” Reporter itu berjalan menghampiri salah satu pekerja yang berdemo dan kemudian meminta keterangannya.

“kami sudah 6 bulan bekerja tanpa di bayar!!” ucap pekerja itu dengan emosi. “kami mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi. Kami menuntut hak kami!”

“apakah anda tahu penyebab masalah pelik ini hingga anda dan rekan-rekan tidak mendapatkan haknya?” tanya reporter itu.

“ne. Semua ini karena direktur baru yang juga anak pemilik perusahaan ini!” jawab orang itu di sambut seruan setuju para rekannya.

“bisa anda jelaskan penyebabnya secara rinci?”

“sejak presiden Kim jatuh sakit, ia menggantikan posisinya tapi ia belum pantas memegang kekuasaan perusahaan sebesar ini! Usianya baru 25 tahun dan ia belum memiliki kemampuan serta pengalaman memimpin perusahaan.”

“tapi kami dengar ia seorang anak yang pintar dan juga ia lulusan terbaik di universitas terkemuka di Amerika, bahkan di usianya yang saat itu baru menginjak 23 tahun, sudah menyandang gelar doktor?” tanya reporter itu lagi.

Seseorang maju dan menyerobot mengambil mic reporter itu, “ia memang berpendidikan tinggi dan pintar namun untuk mengendalikan perusahaan sebesar Hanhwa, ia masih perlu pengalaman! Anda lihat sekarang, baru 2 tahun ia memimpin perusahaan ini, sudah membuat kekacauan dan sebentar lagi perusahaan ini pasti akan bangkrut!” orang itu beralih menghadap ke kamera dengan tatapan tajam, “Kim Taeyeon-ssi, kami disini semua menuntutmu!! Keluar dari persembunyianmu dan penuhi permintaan kami!”

Sementara itu, Taeyeon menatap geram berita itu. Saat ini ia berada di Jepang demi keamanannya. Ia mematikan televisinya dan beralih pada pengacaranya yang berdiri di sampingnya. “oppa, siapkan tiket ke Korea. Aku akan menghadap orang-orang itu.”

Pengacara yang juga teman baiknya sejak kecil itu menatap Taeyeon khawatir, “tapi… sebaiknya tetap disini hingga keadaan kembali normal.”

“sampai kapan??” sahut Taeyeon sedikit berteriak. “jika aku terus diam di tempat ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun!”

“tapi…”

“kalau kau tidak mau, aku akan pergi sendiri!” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya hendak pergi menuju bandara.

“baiklah.” Jawab pengacara itu. “kau tunggu disini. Biar aku yang memesan tiketnya.” ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi perusahaan penerbangan.

Senyuman segera terkembang di wajah Taeyeon, “kalau begitu aku bersiap-siap dulu. Gomawo, Jaejoong-oppa!” CHU~ Taeyeon mengecup pipi Jaejoong dan segera berlari menuju kamar mandi meninggalkan Jaejoong yang tertawa kecil melihat reaksi Taeyeon barusan.

ashiya19.wordpress.com

Beberapa menit kemudian setelah Jaejoong memesan tiket, pintu kamar mandi terbuka dan saat ia menoleh, ia melihat Taeyeon yang hanya mengenakan handuk dan rambut yang masih dipenuhi busa shampoo serta tangan yang sibuk menggosok giginya. Ia membelalakan matanya melihat bagian dada dan paha Taeyeon yang putih mulus, cepat-cepat ia membalikan badannya.

“oh ya, setelah tiba di Korea, kita langsung ke perusahaan dan setelah itu kita ke Hanhwa Hospital. Aku ingin mengecek perkembangan rumah sakit itu.” Ucap Taeyeon sambil terus menggosok giginya.

“n..ne..” jawab Jaejoong dengan gugup sambil membelakangi Taeyeon.

Taeyeon sedikit mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Jaejoong yang gugup. “ah, aku lupa membawa pakaianku.” Ucap Taeyeon berjalan melewati Jaejoong menuju kamarnya. Jaejoong segera kembali menghadap ke arah lain. Taeyeon kembali keluar dari kamarnya dan melihat Jaejoong yang tampak canggung, “oppa, wae?” heran Taeyeon memegang pundak Jaejoong hingga membuatnya berbalik menghadap Taeyeon.

“a..aniyo.” jawab Jaejoong dengan pipi memerah.

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandinya. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Jaejoong menghela napasnya dan menghempaskan dirinya ke sofa. “hufftt… aku tidak yakin bisa menahan diri jika kejadian seperti ini terulang kembali.”

***

Namja itu tengah menunggu seseorang di sebuah café. Ia terus tersenyum menunggu seseorang yang akan ia temui. Sudah hampir sebulan ia tidak bertemu dengannya dan ketika orang itu menghubunginya untuk menemuinya, tentu saja ia senang. Bahkan ia mengambil cuti dari pekerjaannya di sebuah coffe shop hanya sekedar untuk menunggu orang ini.

Tidak lama kemudian, denting bunyi lonceng di atas pintu café  membuat namja itu menoleh dan mendapati seorang yeoja bermata bulat tengah mengedarkan pandangannya mencari orang yang menunggunya.

“noona!” panggil namja itu mengangkat tangan kanannya.

Yeoja yang dipanggil noona itu menoleh dan tersenyum kearahnya lalu berjalan menghampirinya. “mian, Kyu. Apa kau sudah lama menunggu?”

Namja yang dipanggil Kyu itu tersenyum, “aniyo. Duduklah.”

Yeoja itu duduk di seberangnya, “bagaimana kabarmu?”

“baik. Bagaimana denganmu?”

Yeoja itu menghembuskan napasnya, “beginilah. Hampir setiap hari aku harus mengurus perusahaan itu.”

Namja itu menurunkan senyumnya mendengar kata ‘perusahaan’ yang di ucapkn yeoja itu. “Vic, apa kau masih berambisi menguasai perusahaan itu?”

Yeoja itu tertawa kecil mendengar pertanyaan dari namja di depannya itu, “tentu saja, Kyuhyun-ah. Aku sudah lelah hidup dalam kemiskinan. Sekarang setelah eommaku menikah dengan pemilik perusahaan itu, aku harus bisa menyingkirkan anaknya dan membuat perusahaan itu beralih ke tanganku.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Victoria. Sejujurnya ia tidak menyukai rencananya itu. Ia kembali mengingat ke masa lalunya saat pertama kali ia bertemu dengan Victoria.

Flashback

Victoria yang saat itu baru berusia 10 tahun duduk di depan rumah Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Tidak lama kemudian, Kyuhyun  yang baru saja pulang  sekolah, tiba di depan rumahnya dan melihat yeoja itu yang merintih kesakitan.

“noona, gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang waktu itu masih berusia 9 tahun. Ia memperhatikan wajah Victoria yang pucat dan pakaiannya yang kotor. Victoria tidak menjawabnya dan terus memegangi perutnya. “apa kau lapar?” tanya Kyuhyun lagi. Victoria berpaling menatapnya dan mengangguk. Kyuhyun menatapnya iba dan segera mengambil sebungkus roti dari dalam tasnya. “makanlah roti ini.” Kyuhyun  memberikan roti itu. Victoria mengangkat wajahnya dan menerima roti itu. “sebenarnya ini untuk makan siangku tapi… untuk kau saja. sepertinya kau sangat kelaparan.”

“gomawo.” Ucap Victoria tersenyum lemah. Ia membuka roti itu namun saat akan memakannya, ia merasa tidak enak karena roti itu adalah makan siang milik Kyuhyun dan ia tahu Kyuhyun juga berasal dari keluarga yang tidak jauh berbeda darinya. Akhirnya Victoria membagi 2 roti itu dan memberikan salah satunya pada Kyuhyun.

“ah, tidak usah, noona. Untukmu saja.” tolak Kyuhyun dengan halus.

“sudahlah, aku tahu kau juga lapar. Kita makan bersama saja.”

Kyuhyun tersenyum dan menerima roti itu. Keduanya memakan roti kecil itu sambil bercakap-cakap.

“oh ya, siapa  namamu? Namaku Victoria, Song Victoria.”

“aku tahu.” Jawab Kyuhyun.

“ne?”

“aku tahu namamu Victoria. Siapa yang tidak tahu noona tercantik di daerah ini.” Sahut Kyuhyun membuat Victoria tertawa. “aku Cho Kyuhyun.”

Sejak saat itu, mereka berteman dan beberapa tahun kemudian, keduanya berhasil masuk universitas yang sama. Keduanya sama-sama berotak cemerlang meskipun mereka bukan berasal dari keluarga mampu.

“haaah..akhirnya aku berhasil diterima di perusahaan Hanhwa.” Ucap Victoria saat menemani Kyuhyun mengerjakan tugasnya di taman kampus.

“jinjja? Chukkae..” sahut Kyuhyun sambil terus fokus pada buku-bukunya.

“walaupun sekarang aku hanya bekerja sebagai staff biasa, aku akan berusaha mendapatkan posisi teratas di perusahaan itu. Kalau perlu aku harus bisa menjadi direktur perusahaan itu!”

“ne. semoga keinginanmu itu tercapai.” Kyuhyun hanya menanggapinya seadanya karena sebenarnya ia tidak terlalu menyukai ambisi Victoria itu.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Victoria. “apa kau tidak suka kalau aku bisa mencapai mimpiku itu?”

Kyuhyun menyunggingkan senyumnya dan menutup buku-bukunya lalu beralih menatap Victoria. “noona, aku senang jika kau sukses. Tapi aku hanya berpesan jangan terlalu mengejar harta. Kau tahu, kekayaan bukan segalanya.”

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Victoria sedikit tersinggung, “aku bosan makan ramen setiap hari, aku bosan setiap hari harus berdesak-desakan di bus, aku lelah di kejar-kejar penagih utang itu, aku ingin mengubah kehidupanku, aku ingin dunia tunduk padaku!”

Kyuhyun menghela napasnya, “baiklah. Terserah kau saja, noona. Asal kau tidak berbuat sesuatu yang salah, aku akan mendukungmu.”

Victoria kembali tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, “gomawo, Kyu!” Victoria memeluknya dan itu membuat jantung Kyuhyun berdegup tidak karuan. Ia menyukai Victoria sejak lama, namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut jika Victoria mengetahui perasaannya, Victoria akan menjauhinya dan ia tidak bisa lagi dekat dengannya.

Flashback  End

“jadi, ada apa kau mengajakku bertemu?” tanya Kyuhyun.

Victoria menggantung jawabannya karena seorang pelayan menghampiri mejanya dan meletakkan makanan kesukaannya yang sudah di pesan Kyuhyun. Setelah pelayan itu pergi, ia baru menjawab, “apa harus selalu ada alasan untuk bertemu denganmu? Seperti orang penting saja!” gurau Victoria membuat Kyuhyun tertawa. “aku hanya ingin bertemu saja. Sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini.”

“benar juga. Ya sudah, ayo makan dulu. Aku sudah pesankan seafood kesukaanmu.”

“wah, ternyata kau masih ingat makanan favoritku. Gomawo, Kyu!” sahut Victoria segera melahap makanan itu dan keduanya kembali berbincang-bincang.

Taeyeon serta Jaejoong tiba di Korea dan mereka segera bergegas menuju perusahaan induk Hanhwa. Sesampainya disana, Taeyeon segera menghampiri puluhan orang yang tengah berdemo didepan perusahaan itu.

Begitu mereka melihat kehadiran Taeyeon, mereka kembali berseru dengan lebih lantang meminta gaji mereka. Para reporter pun segera bergegas meminta penjelasan Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, kami disini untuk meminta gaji kami yang belum di bayarkan selama 6 bulan! Kami memiliki keluarga yang harus kami biayai!” ucap seseorang mewakili para pendemo itu yang kembali disertai seruan rekan-rekannya.

“SEMUANYA TOLONG TENANG!!” teriak Taeyeon yang pusing dengan tuntutan para pekerjanya. “aku mohon beri kami waktu. Perusahaan sedang tidak baik dan kami sedang mengusahakan mencari dana untuk menutupi gaji kalian.”

“itu bukan urusan kami!” teriak seseorang. “kau yang membuat perusahaan jatuh. Sejak perusahaan ini berada dibawah kendalimu, semuanya jadi kacau! Bahkan hampir semua anak perusahaan ini sudah kau jual.”

“YA! BENAR!!” seru pekerja lain sambil maju hendak mendekati Taeyeon namun para security dan juga Jaejoong segera mencegah mereka berbuat anarkis.

Suasana semakin ricuh saat salah satu pekerja wanita berhasil menjambak rambut Taeyeon. Jaejoong melihatnya dan segera berpaling menolong Taeyeon dari wanita itu. “ajumma, tolong hentikan!” Jaejoong melindungi Taeyeon dari amarah wanita itu.

“kumohon kalian bersabarlah. Kami akan segera membayar tuntutan kalian!” sahut Taeyeon. ”beri kami waktu lagi!”

“sampai kapan?? Kau terus saja meminta kami memberikan waktu. sebulan yang lalu kau mengatakan hal yang sama!! Kami minta gaji kami di bayarkan sekarang juga!!”

“aku akan berusaha secepat mungkin membayarkannya dan…”

CPROTT!!! *suara yang aneh*

Belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya, seseorang melemparkan telur padanya. Taeyeon tampak shock dengan apa yang baru saja di alaminya hingga tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Jaejoong terkejut melihat itu dan segera menghampiri Taeyeon. “Taeyeon-ah…” ia kembali berbalik menatap para pekerja itu yang juga tampak terkejut melihat ada yang berani melemparkan telur pada anak pemilik perusahaan itu. “SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN ITU, HAH??!” bentak Jaejoong namun tidak ada seorang pun yang mengaku. “jinjja!” umpat Jaejoong hendak membawa Taeyeon pergi dari kerumunan itu. Namun Taeyeon menolaknya dan kembali menghadap para pekerja itu.

Taeyeon terdiam sejenak sebelum akhirnya tiba-tiba ia berlutut di hadapan mereka. Semua orang yang melihat itu membelalakan matanya melihat apa yang dilakukan Taeyeon. “aku bersungguh-sungguh! Beri waktu satu bulan, dan aku akan membayarkan gaji kalian.” Ucap Taeyeon menunduk. Jaejoong mencoba membuatnya berdiri namun Taeyeon menepisnya. “jika dalam waktu satu bulan aku tidak mampu membayarnya……” Taeyeon berhenti sejenak sebelum akhirnya berkata, “kalian boleh menjebloskanku ke penjara.”

Sontak perkataan itu membuat Jaejoong dan juga semua yang berada di tempat itu shock.

Setelah para pekerja itu berdiskusi satu sama lain, akhirnya mereka setuju memberikan kesempatan terakhir itu.

“baiklah. Kami pegang kata-katamu. Jika dalam  waktu satu bulan kau tidak membayar kami, kami akan menyeretmu ke penjara.”

Setelah mendengar persetujuan itu, Jaejoong meraih lengan Taeyeon dan membawanya pergi dari tempat itu. Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Taeyeon masuk. Jaejoong mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“APA KAU SUDAH GILA??!” bentak Jaejoong di dalam mobil. “APA KAU YAKIN  DALAM WAKTU SATU BULAN KAU BISA MENDAPATKAN DANA ITU??”

Taeyeon terdiam menunduk tidak menjawab perkataan Jaejoong.

“TAEYEON-AH..”

“antar aku ke Jeju!” Taeyeon memotong ucapan Jaejoong. Ia berpaling menatap namja disebelahnya itu dan membuat Jaejoong terkejut melihat wajah Taeyeon yang sudah dibanjiri airmata. “jebal.” Jaejoong menghela napasnya sebelum akhirnya memutar balik arah mobilnya menuju pulau Jeju.

Selama perjalanan, keduanya tidak ada yang berbicara hingga akhirnya beberapa jam kemudian mereka tiba di Jeju. Mobil Jaejoong masuk ke sebuah resort milik keluarga Taeyeon, lebih tepatnya milik Taeyeon. Karena resort itu adalah peninggalan eommanya sebelum meninggal.

Jaejoong memarkirkan mobilnya didepan sebuah villa yang cukup megah. Ia segera turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Taeyeon setelah itu mereka masuk kedalam villa itu.

“bersihkan dulu badanmu. Kau tampak berantakan.” Ucap Jaejoong memberikan sebuah handuk pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya dan segera berjalan menuju kamar mandi.

Sementara itu di kediaman Victoria..

“aku pulang!” seru Victoria dan ia segera mendapati eommanya yang tampak senang. “eomma, wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” heran Victoria.

“coba kau lihat itu!” nyonya Song menunjuk televisi yang sedang di tontonnya.

Begitu Victoria berpaling, ia membelalakan matanya melihat tayangan di televisi itu, “MWO??? Bukankah itu Taeyeon???” kejut Victoria. Ia melihat Taeyeon yang tampak shock setelah  dilempar telur.

“ne. Taeyeon! Adik tirimu!” jawab nyonya Song dengan senyum yang terus mengembang di wajahmu.

“aissh! Hentikan itu, eomma! Aku tidak mau mengakui yeoja itu sebagai adik tiriku!” dengus Victoria membuat nyonya Song tertawa.

“arata.” Sahut nyonya Song. “jika bukan karena kekayaannya, eomma juga tidak sudi menikahi lelaki tua itu. Apalagi saat ini ia benar-benar tidak berguna. Yang ia lakukan hanya berbaring di ranjang rumah sakit!”

Victoria tertawa mendengar ucapan eommanya. “tapi justru itu bagus, eomma. Jika Tuan Kim tidak ada, kita akan lebih mudah menyingkirkan Taeyeon dan menguasai hartanya!”

“kau benar. Eomma bangga memiliki anak pintar sepertimu.” Sahut nyonya Song. “oh ya, kau habis darimana?”

“aku baru saja menemui Kyuhyun dan..”

“untuk apa kau anak miskin itu lagi??” nyonya Song memotong ucapan Victoria dan sedikit membentaknya.

“eomma…”

“kau tidak boleh bertemu lagi dengan anak itu! Derajatmu sekarang berbeda! Kau ingin teman-temanmu tahu kau bergaul dengan orang rendahan seperti dia??”

Victoria menggelengkan kepalanya, “mianhaeyo, eomma.”

Nyonya Song menghela napasnya, “kau harus ingat tujuan kita masuk ke keluarga ini dan jangan sampai kau menghancurkan usaha kita selama ini.”

“ne. arasseo.”

“oh ya, apa kau sudah menemui anak perusahaan dari Thailand itu?”

“ne. Sebelum bertemu Kyuhyun, aku menemuinya terlebih dahulu.” Sahut Victoria.

“bagaimana tampang anak itu?”

“mmm… ia cukup tampan tapi…ia bukan seleraku.” Jawab Victoria membuat nyonya Song terkekeh.

“wae? Apa ia tidak lebih kaya dari keluarga ini?” tanya nyonya Song yang di balas anggukan Victoria. Nyonya Song kembali tertawa.

Sementara itu di sudut lain, pelayan keluarga Kim yang sudah bekerja sejak Taeyeon belum lahir mendengar percakapan keduanya. Ia mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan ibu dan anak itu.

“kita harus menyusun kembali strategi untuk menjatuhkan Taeyeon.” ucap nyonya Song. “besok kau datangi tuan Lee pemilik perusahaan Hyundai. Kau hasut orang itu agar menarik kembali saham-sahamnya di Hanhwa.”

“ne, arasseo.” sahut Victoria.

“bagus. Dengan begitu, Hanhwa akan jatuh dan Taeyeon akan tersingkir. Setelah itu, kita gantikan posisi Taeyeon dan membangun kembali perusahaan itu.” ucap nyonya Song. “kita sudah melangkah sejauh ini dan tidak boleh gagal. Eomma kagum dengan kehebatanmu mempengaruhi para konglomerat itu.”

Kembali ke Taeyeon dan Jaejoong di Jeju..

Jaejoong memperhatikan Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi. “bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah lebih baik?” tanya Jaejoong yang di balas anggukan Taeyeon.

Taeyeon duduk di sebelah Jaejoong dan ikut menonton siaran berita tentangnya dan perusahaannya, namun kemudian Jaejoong langsung mematikan televisinya.

“wae?” heran Taeyeon melihat Jaejoong mematikan televisi itu.

“aku tidak mau kau melihatnya dan kau kembali bersedih.”

Taeyeon menyunggingkan sedikit senyumnya dan menggenggam tangan Jaejoong, “gomawo. Kau selalu berada di sampingku saat orang-orang lain justru menjauhiku.”

Jaejoong tersenyum menatap Taeyeon dan mengeratkan genggaman Taeyeon di tangannya, “aku hanya berusaha melindungimu dan juga melakukan perintah eommamu.”

Taeyeon membalas senyuman Jaejoong dan merebahkan kepalanya di bahu Jaejoong tanpa melepas genggaman tangannya. “aku beruntung memiliki teman sepertimu.” Ucap Taeyeon.

Mendengar kata ‘teman’ yang meluncur(?) dari mulut Taeyeon sedikit membuat hati Jaejoong mencelos. Ia menyukai Taeyeon namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut Taeyeon malah menjauhinya setelah tahu bagaimana perasaannya sebenarnya. Yang ia bisa lakukan hanya selalu berada di sampingnya dan terus mensupportnya. Hingga kini, Taeyeon tidak pernah berkencan dan semua orang mengira bahwa Taeyeon dan Jaejoong memiliki hubungan spesial. Namun hal itu tidak membuat Taeyeon merasa risih dan Jaejoong pun tidak merasa terganggu dengan rumor itu. Justru ia merasa senang ketika orang-orang menganggapnya seperti itu dan mengatakan mereka pasangan yang serasi.

Dulu saat masih sekolah, saat ia dan Taeyeon berjalan berdua, semua mata menatap dengan pandangan iri. Namja maupun yeoja, sebab keduanya sangat populer di sekolah itu. Mereka selalu tampak bersama hingga tidak heran jika banyak yang menyangka bahwa mereka berkencan dan ada pula yang berpikiran bahwa mereka di jodohkan oleh orang tuanya mengingat orang tua mereka sangat dekat satu sama lain.

Jaejoong senyum-senyum sendiri mengingat masa-masa itu. Sesaat kemudian ia menoleh dan mendapati Taeyeon yang tertidur di bahunya. Jaejoong terkekeh dan akhirnya ia mengangkat tubuh Taeyeon dan memindahkannya ke kamar. Ia merebahkan Taeyeon di tempat tidurnya. Jaejoong memandangi Taeyeon yang tertidur pulas hingga tiba-tiba Taeyeon mengigau memanggil eommanya.

“eomma..”

Jaejoong kembali teringat pada nyonya Kim yang begitu baik dan juga penyabar.

Flash back

“saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida~ saengil chukka uri Taeyeon~ saengil chukkahamnida~”

Taeyeon meniup lilin yang berbentuk angka 17. Saat itu merupakan hari yang sangat berharga bagi Jaejoong dimana untuk pertama kalinya, nyonya Kim mempercayainya untuk menjaga Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, pada siapa potongan pertama kue itu kau berikan?” tanya seorang MC yang mengisi acara ulang tahun Taeyeon.

“mm…untuk eommaku.” Jawab Taeyeon memberikan sepotong kue pada eommanya dan menyuapinya. Dan kemudian ia juga menyuapi appanya.

Pesta ulang tahun yang diadakan di rumah Taeyeon itu sangat meriah. Semua teman dekat Taeyeon hadir dan juga beberapa rekan bisnis tuan Kim juga ikut menghadiri acara itu. Tidak sedikit dari mereka yang membawa pula anak laki-lakinya. Mereka berusaha mendapatkan perhatian Taeyeon yang merupakan anak satu-satunya dari keluarga chaebol dan juga selain itu ia sangat cantik dan juga ramah.

“apakah kau mempunyai seseorang yang special, Taeyeon-ssi? Bagaimana kalau kau juga menyuapinya?” ucap MC itu membuat suasana menjadi riuh.

Taeyeon tersenyum malu-malu dan tidak langsung menjawab hingga akhirnya nyonya Kim memanggil Jaejoong. Awalnya Jaejoong malu-malu namun kemudian ia berdiri di sebelah nyonya  Kim, namun nyonya Kim segera meyuruhnya berdiri di samping Taeyeon.

“wah~ tampan sekali namja ini. Kalian tampak serasi. Ah, aku jadi iri.” Seru MC itu. “nah, Taeyeon-ssi, ayo suapi namja disebelahmu itu.”

Dengan ragu-ragu, Taeyeon menyuapi Jaejoong.

“aissh.. aku benar-benar iri!” ucap MC itu lagi membuat Taeyeon dan Jaejoong tersipu malu.

“saengil chukkae, Taeyeon-ah.” Ucap Jaejoong pada Taeyeon.

“ne. gomawo, oppa.”

“aigoo, aigoo.. kalian membuat semua yang ada disini terbakar api cemburu(?).” goda MC itu lagi membuat pipi Taeyeon dan Jaejoong semakin memerah.

Setelah itu, acara di lanjutkan dengan mempersilahkan para tamu undangan menikmati acara itu. Jaejoong duduk tidak jauh dari Taeyeon yang sedang bergurau dengan teman-temannya. Ia terus memperhatikan yeoja itu dan tanpa sadar ia ikut tersenyum.

“Jaejoong-ah!” nyonya Kim menepuk pundaknya membuatnya terkejut lalu duduk disampingnya. “kau memperhatikan Taeyeon?”

“oh, aniyo, ajumma. Aku hanya…”

“panggil aku eomma.” Potong nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut dengan permintaannya. “anggap saja aku ini eommamu.”

“n..ne, eomma.” Gugup Jaejoong.

“tidak terasa kalian sudah sebesar ini.” Ucap nyonya Kim sambil mengelus rambut Jaejoong dengan lembut. “aku jadi ingat bagaimana kalian waktu masih kecil.”

Jaejoong tersenyum menanggapi ucapan nyonya Kim. “Jaejoong-ah..”

“ne?”

“apa kau bersedia menjaga Taeyeon?” tanya nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut. “aku mengenalmu sejak kecil dan kalian sangat dekat. Taeyeon anak kami satu-satunya. Aku khawatir ia bergaul dengan orang yang salah. Kau sangat baik dan selalu disampingnya. Apa kau bisa melakukan itu hingga kami tidak bisa lagi menjaganya?”

“kenapa…. Aj.. mm.. maksudku, kenapa eomma berkata seperti itu?”

Nyonya Kim tersenyum sebelum akhirnya berkata, “eomma hanya ingin kau selalu menjaganya. Kau anak yang baik dan eomma sangat mempercayaimu. Apa kau bisa memenuhi permintaan eomma?”

Jaejoong tersenyum, “ne.”

“good boy.” Nyonya Kim tertawa sambil mengacak rambut Jaejoong dengan gemas sebelum akhirnya beranjak meninggalkannya.

Jaejoong kembali melihat Taeyeon yang kini sendirian karena teman-temannya pergi menikmati jamuan pesta itu. Jaejoong beranjak dari tempat duduknya dan melepaskan blazzernya. Ia berdiri di depan Taeyeon dan memakaikan blazzer itu menutupi dadanya.

“terlalu terbuka.” Bisik Jaejoong.

Taeyeon sedikit mengernyitkan keningnya hingga akhirnya ia tertawa kecil menerima perlakuan Jaejoong. “gomawo.” Ucap Taeyeon yang dibalas senyuman Jaejoong.

Jaejoong melayangkan(?) pandangannya ke arah lain dan mendapati nyonya Kim yang tersenyum ke arahnya. “gomapta.” Nyonya Kim menggerakan bibirnya tanpa suara mengucapkan kalimat itu pada Jaejoong.

Beberapa jam kemudian, acara itu selesai dan para tamu sudah meninggalkan tempat itu. Namun tidak dengan Jaejoong, ia masih berada di tempat itu. Ia berniat memberikan sesuatu untuk Taeyeon. Ia menemui Taeyeon di kamarnya.

“Taeyeon-ah, ini hadiah untukmu dariku.” Jaejoong memberikan sebuah boneka beruang besar.

“waaah, kyeopta~” seru Taeyeon menerima boneka itu. “gomawo~”

ashiya19.wordpress.com

Jaejoong mengangguk dantersenyum lembut padanya.
Flash back end
Jaejoong masih ingat bagaimana sifat Taeyeon sebelum eommanya meninggal. Setelah nyonya Kim meninggal karena satu hal, sifat Taeyeon berubah 180 derajat. Dulu ia begitu manis, namun sekarang ia berubah menjadi yeoja yang keras kepala dan bertindak semaunya sendiri.
Jaejoong menghela napasnya. Ia menyelimuti Taeyeon dan mengecup keningnya. Setelah itu ia beranjak keluar dari kamar itu.

To be continue..

Pasti ada yang nanya, “mana KyuTae momentnya? Kok TaeJae doank? terus Dara’nya mana?” haha.. sabar ya~  😉 tunggu aja kelanjutannya!

FYI, perusahaan Hanhwa itu beneran ada. Bukan fiktif. Hanhwa termasuk perusahaan besar, sederajat(?)lah sama Kia, Hyundai, LG, dan kawan-kawan. Author pinjem namanya aja. Hehe…

RCL, please~! onion-emoticons-set-6-81

Protected: [FF] I Got A Boy (Season 2) End + Epilog

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: [FF] I Got A Boy (Season 2) Final Chapter/Part-1

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[FF] I Got A Boy (season 2) Chapter 8

Yang rajin ngikutin blog ini pasti mikir gini, “katanya abis yang kemaren itu chapter terakhir, kok sekarang yang publish gak ada keterangan part endingnya?”

Nah, author yang (kata reader shndyulfha) kece badainya selangit *ngakak* baru nongol lagi. Author emang sebelumnya mau ngepost langsung sampe part akhir tapi ternyata terlalu panjang. Jadi di bagi lagi jadi 2 bagian. Tapi beneran deh abis ini chapter terakhir dan akan di proteksi. Password hanya untuk reader yang sering muncul di notifikasi author. Dan passwordnya pm aja ke fb atau twitter juga boleh. Link fb dan twitternya ada di bagian bawah blog ini.

Sebelum baca, author saranin siapin dulu tracklist lagu-lagu Korea yang menyayat-nyayat(?) hati. Jadi bacanya sambil dengerin lagu-lagu galaunya Korea. Biar tambah JLEB! ceritanya. :3

Oke, siap-siap menuju ending~! 😀

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia Read the rest of this entry

[FF] I Got A Boy (Season 2) Chapter 7

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

“Taeyeon?!” seru Victoria yang tiba-tiba menghampiri mereka berempat.

“oh, Vic. Annyeong!” sapa Taeyeon.

“kau datang sendiri kesini?”

“aniyo. Aku kesini dengan Yonghwa-oppa tapi ia sudah pulang.” Jawab Taeyeon.

“oh, begitu?” Victoria mengalihkan pandangannya pada Minhyuk dan Jungshin. “kalian berdua bisa ikut aku sebentar? Ayahku ingin bicara dengan kalian.”

“ada masalah apa?” tanya Jonghyun heran hanya Minhyuk dan Jungshin yang dipanggil.

“bukan apa-apa. Hanya mengatur jadwal kalian. Kau tunggu disini saja temani Taeyeon. Aku akan segera kembali. Nanti aku minta pelayan menambahkan minumannya.” Victoria pun pergi dengan Minhyuk dan Jungshin.

Tidak lama setelah itu, seorang pelayan menghampiri mereka dan meletakkan minumannya. Taeyeon dan Jonghyun segera meminum minuman itu.

Setelah beberapa menit, Taeyeon merasakan hal aneh pada dirinya. Ia merasa pusing dan pandangannya berkunang-kunang.

“Taeyeon, waegeurae?” tanya Jonghyun melihat Taeyeon yang memegangi kepalanya.

Taeyeon tidak menjawab dan sedetik kemudian ia jatuh pingsan.

“Taeyeon-ssi!” cemas Jonghyun mengguncang tubuh Taeyeon. Namun tidak lama kemudian ia merasakan hal yang sama dengan Taeyeon dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.

3 orang namja berbadan kekar menghampiri Jonghyun dan Taeyeon yang tidak sadarkan diri. Mereka segera mengangkat tubuh keduanya keluar dari café itu. Mereka membawa Jonghyun dan Taeyeon ke sebuah kamar hotel mewah yang telah di sewa Victoria.

“mereka sudah sampai?” tanya Victoria pada salah satu namja itu lewat telepon. “bagus. Aku segera kesana.” Victoria menutup teleponnya dan menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya. Minhyuk dan Jungshin yang masih bersamanya saling menatap bingung. “kalian turun disini.”

“MWO??” kejut kedua namja itu sambil turun dari mobil Victoria. “tapi….kau bilang ayahmu ingin menemui kita?”

“kalian naik taxi saja. Aku ada urusan.” Setelah memberikan sejumlah uang, Victoria pun pergi.

“kenapa kita selalu berakhir seperti ini?” keluh Minhyuk.

Victoria tiba di hotel itu dan ia tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya.

Ia menyuruh seorang anak buahnya untuk melepaskan baju Jonghyun dan membaringkannya di tempat tidur. Setelah itu ia menyuruhnya keluar. Ia mendekati Taeyeon dan menyentuh wajahnya.

“sebentar lagi hubunganmu dengan Kyuhyun akan berakhir, Kim Taeyeon!” ucap Victoria menyeringai.

Ia membuka baju Taeyeon dan membaringkannya disamping Jonghyun. Ia menutupi tubuh keduanya dengan selimut hingga sebatas dada. Victoria mengambil kameranya dan memposisikan Taeyeon tidur di dada Jonghyun yang topless dan memeluknya.

Klik!

Ia memotret Taeyeon dan Jonghyun dari berbagai sisi.

“welcome to my game!” gumam Victoria tersenyum puas.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 7-

Taeyeon dan Jonghyun terbangun karena suara ketukan housekeeper yang hendak membereskan kamar hotel itu. Begitu menyadari mereka tidur bersama, keduanya shock dan Taeyeon langsung menangis.

“apa yang sudah kita lakukan semalam??” tangis Taeyeon menutupi badannya dengan selimut.

“nado molla..” jawab Jonghyun kebingungan. Ia segera beranjak dan mengenakan T-shirtnya yang tergeletak di lantai. “aku tidak ingat apapun. Tapi…aku minta maaf.” Ia memandang Taeyeon dengan tatapan sedih dan menyesal. “mianhae.” Ucapnya memeluk Taeyeon yang semakin terisak.

**

Hampir setiap hari, Sora diam-diam meletakkan kotak berisi bekal untuk Leeteuk di mejanya. Hari ini pun ia berniat meletakkan makanan itu namun saat berjalan menuju kelas, ia melihat pemandangan yang menusuk hatinya. Sora melihat Leeteuk dan Yoona berciuman.

“gomawo, kau sudah menerimaku lagi.” Ucap Yoona dengan mata yang berkaca-kaca. Leeteuk tersenyum dan memeluknya.

Airmata Sora mengalir begitu saja dan ia segera berbalik hendak pergi. Namun saat berbalik, ia bertabrakan dengan seorang namja dan makanan yang dibawanya jatuh berserakan. Leeteuk dan Yoona pun terkejut mendengar suara itu.

“mianhae!” ucap namja itu. Sora hanya terdiam menunduk.

“ada apa?” Leeteuk dan Yoona menghampirinya. “Sora?”

“aku tidak sengaja menabraknya.” Ucap namja itu. “Sora-ssi, gwaenchana?” tanya namja itu memastikan. Ia pun mengangkat dagu Sora karena ia terus menunduk. Ia terkejut melihat Sora yang sudah banjir(?) airmata.

Sora tidak menjawab dan segera pergi sambil menyeret namja itu meninggalkan Leeteuk dan Yoona. Ia membawa namja itu ke belakang gedung kampus yang cukup sepi.

“Sora-ssi, kenapa kita ke..”

“huuwaaaaaaaaaaaaaa…” namja itu terkejut dengan Sora yang tiba-tiba menangis histeris. “huhu..hu..grok! hiks..hiks..grok…hiks..ngik!” JB tercengang mendengar isakan aneh Sora. *Sora: thor, apa-apaan itu????”*

“Sora-ssi, gwaenchana?” ia menyentuh bahu Sora dan tiba-tiba Sora memeluknya menangis dipelukan namja itu hingga membuatnya membelalakan matanya.

“JB, nappeun! Dia jahat!! Hiks..” racau Sora terisak pada namja itu.

**

“Sunny, kau lihat Taeyeon?” tanya Kyuhyun.

“aniyo. Hari ini ia tidak masuk. Yesung-oppa bilang ia sakit.”

“mwo??” kejut Kyuhyun. “kenapa ia tidak memberitahuku?” Sunny hanya mengerdikkan bahunya.

Kyuhyun hendak pergi namun Sunny menahannya, “apa kau mau menjenguknya? Boleh aku ikut?”

“baiklah. Kajja!”

SKIP

“chagiya, kau sakit apa?” ucap Kyuhyun mengelus wajah Taeyeon yang pucat.

“issh, oppa kau berlebihan sekali.” Dengus Sunny yang berdiri disebelahnya.

Taeyeon sedikit tersenyum mendengar ucapan Sunny, “hanya pusing saja.” Jawab Taeyeon.

“apa Yesung-oppa sedang tidak di rumah?” tanya Sunny yang dibalas anggukan Taeyeon. “kalau begitu kau istirahat saja. Akan ku buatkan makanan. Oppa, kajja bantu aku!” Sunny berjalan keluar dari kamar Taeyeon.

“ne.” Kyuhyun hendak beranjak namun Taeyeon segera meraih tangannya. “wae?”

“mianhae..” lirih Taeyeon membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya.

“untuk?” bingung Kyuhyun namun Taeyeon kembali diam. Kyuhyun kembali duduk di sisi tempat tidur Taeyeon. “hey, ada apa?” Taeyeon diam menundukan wajahnya. Kyuhyun menghela napasnya dan menaikan dagu Taeyeon agar bisa menatapnya. “kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja.” Ucapnya dengan lembut.

“eobseoyo.” Jawab Taeyeon setelah terdiam sesaat.

“baiklah. Kau istirahat saja. Akan kubuatkan makanan spesial untukmu.” Kyuhyun membaringkan Taeyeon, menyelimutinya dan mengecup keningnya sebelum akhirnya pergi membantu Sunny.

“kau terlalu baik, aku tidak tahu apa aku sanggup memberitahumu.” Batin Taeyeon menangis.

**

Keesokan harinya Taeyeon sudah kembali ke kampus. Saat ia berjalan menuju kelasnya, ia merasa semua orang memperhatikannya dengan pandangan jijik. Namun Taeyeon menepis dugaan itu dan meneruskan langkahnya menuju kelas.

“Taeyeon-ah!” panggil Sunny menghampiri Taeyeon. “aku tidak mengerti ada apa denganmu tapi….kenapa kau tega melakukan itu?!”ucap Sunny terdengar sebuah kekecewaan dari nada bicaranya.

“maksudmu?”

Sunny menghela napasnya dan meraih tangan Taeyeon membawanya ke sebuah tempat yang tengah di kerumuni orang.

“kenapa banyak orang berkumpul disini?” gumam Taeyeon.

Sunny menyerobot masuk kedalam kerumunan dan membuat orang-orang itu menoleh, mereka mulai saling berbisik.

“apa maksud ini, Taeng!!” bentak Sunny menunjuk beberapa foto yang terpampang di papan pengumuman.

Taeyeon membelalakan matanya melihat foto dirinya yang tidur dengan Jonghyun. “ini…”

“Jonghyun???” kejut Yonghwa yang tiba-tiba sudah berada disamping Taeyeon. Taeyeon menoleh namun pandangannya tidak tertuju pada Yonghwa. Kyuhyun berdiri disamping Yonghwa menatap foto-foto itu tanpa berkata-kata. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya terkepal disamping badannya.

“Kyuhyun-oppa..” lirih Taeyeon.

Kyuhyun menoleh dan menatap Taeyeon dengan tajam. Ia memecahkan kaca pelapis papan pengumuman itu dengan kepalan tangannya dan mencabut semua foto-foto itu lalu merobeknya. Ia tidak memperdulikan darah segar yang mengucur dari tangannya karena hatinya jauh lebih sakit daripada akibat serpihan kaca itu. Ia meraih tangan Taeyeon dengan kasar dan menyeretnya meninggalkan tempat itu. Taeyeon dapat merasakan kemarahan Kyuhyun yang menggenggam lengannya sangat kencang. Tanpa dilihat pergelangan tangannya sudah pasti memerah.

Setelah berada ditempat yang cukup sepi, Kyuhyun menghempaskan Taeyeon dengan kasar.

“KENAPA KAU MELAKUKAN ITU, HAH??!!”bentak Kyuhyun membuat Taeyeon terkejut. Ia belum pernah membentaknya sekeras itu. “JADI DIA YANG BERNAMA JONGHYUN??!!”

“oppa, mianhae..” lirih Taeyeon dengan airmata yang sudah membanjiri wajahnya.

“AKU TANYA APA DIA ITU JONGHYUN!!?” bentak Kyuhyun lagi lebih keras. Taeyeon menunduk ketakutan dan hanya mampu mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

Amarah Kyuhyun semakin memuncak. Iaterlampau kecewa dengan Taeyeon yang mengkhianatinya. “aku membiarkanmu bertemu dengannya karena kupikir kau bisa menjaga kepercayaanku!” ucap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca memandang yeojanya itu dengan perih.

“oppa, aku bisa jelaskan semuanya…” Taeyeon berusaha meraih lengan Kyuhyun namun ia menepisnya.

“aku terlanjur kecewa denganmu, Taeyeon.” Ucap Kyuhyun. “aku tahu banyak namja yang berusaha mendekatimu. Aku berusaha menahan diri dan meyakinkan diriku sendiri bahwa kau tidak mungkin macam-macam dibelakangku. Tapi setelah melihat foto-foto itu..” Kyuhyun menghentikan ucapannya sejenak. “aku tidak tahu apa aku harus mendengar penjelasanmu dan mempercayaimu lagi.”

Taeyeon tercekat dan airmatanya semakin tak terkendali. “jebal! Dengar penjelasanku. Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa malam itu..” ucap Taeyeon cepat namun Kyuhyun segera memotong ucapannya.

“KEUMANHAE! Kupikir selama ini kau cukup memahamiku. Setiap kali aku mengatakan kecemburuanku, apa kau tidak pernah menanggapinya?!” Kyuhyun menghentikan ucapannya sesaat, “aku hanya ingin bertemu seseorang yang bisa memahamiku dan kupikir kau bukan orang yang tepat.”

“OPPA!!”

“sepertinya aku juga tidak cukup memahamimu dan mungkin Jonghyun jauh lebih memahamimu daripada aku.” Kyuhyun melepas genggaman Taeyeon dilengannya. “temui saja namja itu dan berusahalah untuk saling melupakan.” Ucap Kyuhyun pelan.

Taeyeon membelalakan matanya dan meraih lengan Kyuhyun lagi, “aniyo!! Kau harus mendengarkan penjelasanku! Malam itu aku mengantar Yonghwa-oppa menemui Jonghyun dan teman-temannya dan setelah itu….”

“KIM TAEYEON!!” bentak Kyuhyun membuat Taeyeon tersentak kaget. “jebal! Lakukan saja apa yang tadi kukatakan dan jangan sebut lagi namanya. Aku membenci nama itu.” Kyuhyun melepas pegangan Taeyeon dan pergi meninggalkannya yang jatuh menangis terisak. Ia pun tidak dapat menahan airmata yang terus menuruni pipinya menatap kepergian Kyuhyun.

Di sudut lain, Victoria melihat pertengkaran itu dan tersenyum puas. “itu akibatnya jika kau menolakku, Cho Kyuhyun.”

**

Setelah kejadian itu, Taeyeon terus mengurung diri di kamarnya. Yang dilakukannya dikamar itu hanya menangis mengingat Kyuhyun yang memutuskan hubungannya tanpa mendengar penjelasannya sedikitpun. Sudah 2 hari ia tidak keluar kamarnya dan hal itu membuat Yesung khawatir. Berkali-kali ia berusaha membujuknya keluar namun Taeyeon masih menolaknya dan tetap mengunci diri dikamarnya.

Hari ketiga, pagi hari Yesung membawakan sarapannya dan untuk pertama kalinya sejak peristiwa itu, Taeyeon membukakan pintunya membiarkan Yesung masuk.

Yesung terkejut dengan mata Taeyeon yang sembab dan penampilannya yang acak-acakan tidak seperti biasanya. Ia dapat melihat barang-barang Taeyeon yang hancur akibat emosinya yang tidak terkendali. Yesung menghela napasnya menatap Taeyeon yang duduk memeluk lututnya di tempat tidurnya dan masih enggan berbicara. Yesung mengambil bubur buatannya dan hendak menyuapinya namun Taeyeon memalingkan wajahnya menolak memakannya

“selama aku merawatmu, ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini. 3 hari kau mengurung di kamar tanpa memakan apapun, bagaimana kalau kau sakit? Apalagi kau ini baru saja sembuh.” ucap Yesung. “aku percaya kau tidak mungkin berbuat seperti itu. Aku tahu siapa yang kau cintai dan aku juga tahu Kyuhyun itu seperti apa. Aku yakin saat itu ia hanya sedang emosi. Suatu saat ia pasti akan kembali padamu.”

“bagaimana kalau tidak?” ucap Taeyeon akhirnya berbicara.

“tidak mungkin. Aku tahu anak itu tidak akan mampu menolak adikku yang cute ini.” Gurau Yesung berharap Taeyeon akan tertawa namun ternyata tidak berhasil. Taeyeon kembali terdiam. “asal kau tahu, cinta itu ibarat taman hiburan. Saat kau berada di dalamnya, kau ingin segera keluar tapi begitu kau sudah diluar, kau ingin masuk kembali kedalam. Saat ini Kyuhyun memutuskan untuk keluar tapi suatu saat pasti ia ingin kembali masuk ke dalam kehidupanmu. Kau harus yakin itu.” Nasihat Yesung. “sepertinya kau butuh sendirian. Jika kau perlu sesuatu, panggil saja aku ada di kamar. Aku mengambil cuti hari ini untuk menemanimu.” Yesung mengecup puncak kepala Taeyeon sebelum beranjak pergi dari kamar itu.

Setiap kali teringat kejadian itu, Taeyeon selalu menangis. Melihat wajah Kyuhyun yang tampak marah, kecewa, dan sedih membuatnya tidak mampu menahan isakannya. Belum lagi gunjingan orang-orang yang melihat fotonya tidur dengan namja membuatnya semakin berat menanggung beban itu. Taeyeon mengangkat wajahnya dan tatapannya tertuju pada gelas yang ditinggal Yesung.

**

“aku masuk kelas dulu. Nanti siang kita kumpul lagi disini.” Ucap Juniel.

“ne. hati-hati, yeobo!” sahut Jaejin.

“aisshh.. berhentilah memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu!” dengus Juniel. “Seungri-ah, kajja!” Juniel dan Seungri pun meninggalkan Jaejin dan Hoya di base camp itu.

Jaejin tersenyum melihat Juniel. “sepertinya kau benar-benar menyukai yeoja itu?” ucap Hoya membuat Jaejin menoleh.

“ah? Hm…begitulah. Kelihatan  ya?” jawab Jaejin  menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“sangat!” tawa Hoya. “apa aku katakan sekarang saja? Suasananya sedang baik. Kuharap ia tidak kaget mendengar pengakuanku.” pikir Hoya.

“hey, kenapa melamun?”

“oh aniya.” Jawab Hoya gelagapan. “Jaejin-ah..”

“hm?”

“aku ingin mengatakan sesuatu tapi kuharap kau tidak membenciku setelah mendengarnya.”

“ada masalah apa?” bingung Jaejin.

Hoya menarik napasnya sebelum akhirnya bicara, “kau hebat bisa terus terang pada orang yang kau sukai. Tidak sepertiku. Jika kau sepertiku, mungkin kalian tidak akan pernah bisa bersama.”

“aku tidak mengerti. Maksudmu..Juniel? Apa kau juga menyukainya? Banyak yang bilang kalau kau menyukainya.”

Hoya tertawa kecil, “meskipun itu rahasia yang sulit dikatakan, tapi lebih baik jika berterus terang.” Hoya menghentikan pembicaraannya sebelum akhirnya berkata, “mudah sekali menebak perasaan orang lain, tapi aku malah tidak mengerti dengan perasaanku sendiri.”

“kau ini bicara apa?”

“mungkin terdengar tidak normal tapi….” Hoya menggantung ucapannya. “aku menyukaimu.”

Jaejin terkesiap mendengar ucapan Hoya. “kau..”

“namja mencintai namja? Aku akui perasaan ini tidak wajar tapi aku tidak bisa mengelaknya. Kau tenang saja aku tidak memintamu membalas perasaanku.” Hoya menyunggingkan sedikit senyumnya sebelum meninggalkan Jaejin yang masih tidak mempercayai ucapannya.

“jadi bukan Juniel yang ia sukai tapi….aku?” batin Jaejin.

**

“Kyuhyun memutuskannya??” kejut Jonghyun mendengar cerita Yonghwa.

“sebenarnya apa hubunganmu dengan Taeyeon? Kenapa kau bisa tidur dengannya?” heran Yonghwa memperhatikan selembar foto yang di sobek Kyuhyun, dan ia menggabungkannya kembali.

“eobseo! Hanya teman biasa.” Jawab Jonghyun. “aku juga tidak tahu kejadiannya. Tiba-tiba saja saat aku bangun ia sudah ada di sebelahku. Dan sepertinya ia juga tidak ingat apa-apa.”

“hyung, apa kalian tidak berpikir bahwa ini jebakan?” ucap Jungshin tiba-tiba.

“maksudmu?”

“coba kalian ingat-ingat! Malam itu Taeyeon mengantar Yonghwa ke café dan setelah Yonghwa pergi, Victoria mendatangi kita lalu menyeretku dan Minhyuk pergi meninggalkanmu berdua dengan Taeyeon.”

“Victoria? Jadi kau pikir ini perbuatan Victoria?”

“aku belum berani menyimpulkan. Tapi aku juga tahu Victoria menyukai Kyuhyun dan pernah memintamu untuk mengganggu hubungan mereka tapi kau menolaknya.” Jelas Jungshin. Ia berbalik pada Minhyuk “hyung, apa kau ingat pembicaraan Victoria di telepon malam itu? Kau bilang kau mendengar lawan bicaranya itu menyebutkan kata hotel.”

“ah, kau benar!” seru Minhyuk. “aku duduk disebelahnya dan aku mendengar pembicaraan mereka cukup jelas!”

“sepertinya memang Victoria pelakunya.” gumam Yonghwa. “apa saja yang kau ingat setelah Jungshin dan Minhyuk pergi?”

“seingatku seorang pelayan membawakan kami minuman dan setelah meminumnya aku tidak ingat apa-apa.”

“benar dugaanku!” Jungshin menjentikkan jarinya. “ia sudah merencanakan ini untuk menjebakmu. Karena kau  menolaknya saat ia memintamu mendekati Taeyeon, makanya ia melakukannya dengan caranya sendiri!”

“kita sudah tahu siapa pelakunya dan sekarang kita hanya perlu mencari bukti bahwa memang Victorialah pelakunya.” Ucap Yonghwa memperhatikan foto itu.

“hyung, sepertinya kau betah sekali melihat foto itu?” heran Minhyuk dengan polos.

“mwo??”

“kau terus saja memperhatikan foto itu. Aku sedikit khawatir kau mempunyai pikiran aneh.”

“YA!! KANG MINHYUK!!” bentak Yonghwa memelototi Minhyuk.

“hyung! Lihat ini!” kejut Jungshin menemukan sesuatu di foto itu.

**

Yesung kembali mengetuk kamar Taeyeon untuk mengantarkan makan siang. Namun ternyata Taeyeon kembali mengunci kamarnya. Berkali-kali Yesung memanggilnya namun Taeyeon tidak menyahut. Akhirnya Yesung memutuskan memanggil Sunny dan Geunyoung untuk membantunya membujuk Taeyeon. Setelah beberapa menit, Sunny dan Geunyoung tiba di rumah Taeyeon dan segera menuju kamarnya.

“apa setiap hari ia selalu begini?” cemas Sunny yang dibalas anggukan Yesung. “Taeng, buka pintunya!” Sunny menggedor pintu.

“eonni, ayolah. Jangan mengurung diri terus. Kami sangat mengkhawatirkanmu. Cepatlah keluar.” Bujuk Geunyoung.

“oppa, kau tidak punya kunci cadangannya?” tanya Sunny yang tampak semakin cemas karena Taeyeon tidak menyahut.

“aku tidak tahu. Taeyeon yang menyimpannya.”

“kalau begitu kita buka paksa saja pintunya.” usul Geunyoung. “aku takut terjadi apa-apa didalam. Bagaimana kalau ternyata ia pingsan karena tidak makan minum berhari-hari?”

Akhirnya mereka sepakat untuk mendobrak pintu kamar Taeyeon. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya mereka berhasil mendobrak pintu itu.

Begitu pintu terbuka, mereka membelalakan matanya melihat Taeyeon yang terbaring tidak sadarkan diri dengan pergelangan tangan yang berlumuran darah dan sebuah pecahan kaca di dekatnya yang juga terdapat bercak darah.

“TAEYEON!!” pekik mereka bertiga berlari menghampiri Taeyeon.

Tempat tidurnya yang semula putih bersih, kini dipenuhi bercak darah. Taeyeon memotong urat nadinya sendiri dengan pecahan kaca. Ia berusaha mengakhiri hidupnya karena beban berat yang harus ia tanggung sendirian. Harga dirinya sebagai perempuan benar-benar hancur karena foto-foto itu. Orang-orang memandangnya rendah. Banyak pesan singkat yang memojokkan dan menghinanya. Hal itu membuat Taeyeon semakin depresi dan nekat mengiris nadinya sendiri.

Dalam keadaan panik, Sunny segera menelpon rumah sakit.

“ia masih bernapas!” seru Geunyoung mengecek pernapasan Taeyeon.

“TAEYEON-AH!! IREONA!!” histeris Yesung berkali-kali mengguncang tubuh Taeyeon yang lemas. Taeyeon merupakan keluarga yang ia miliki satu-satunya dan melihatnya seperti itu membuat Yesung sangat terpukul. “ini semua gara-gara kau, Kyuhyun!” geram Yesung memeluk Taeyeon yang detak jantungnya semakin melemah.

To be continue..

Apa yang terjadi dengan Taeyeon selanjutnya? kalo semua tau kondisi Taeyeon, siapa yang paling shock? Yesung, Kyuhyun, atau Jonghyun? Pas bagian Hoya-Jaejin ada yang o.O ngga? hihi… xD

Abis ini chapter terakhir dan seperti biasa, akan DI PROTEKSI! *nyengirevil*

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 6

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

Taeyeon dan Jonghyun pun akhirnya pergi dari toko buku itu menuju tempat tinggal Jonghyun. Sesampainya disana, ternyata Jonghyun tinggal di sebuah rumah kecil yang tampak kumuh. Begitu Taeyeon masuk rumah itu, ia segera di suguhi ruangan yang berantakan. Jonghyun melihat boxer Minhyuk yang tergeletak sembarangan di lantai. Ia segera menendang boxer itu dan membuat Taeyeon tertawa.

“mian, tempatnya berantakan.”

“gwaenchana.” Jawab Taeyeon. “bukannya kau tinggal dengan Minhyuk dan Jungshin? Kemana mereka?”

“mereka sedang bekerja paruh waktu.” Jawab Jonghyun sambil membereskan barang-barang yang berantakan.

“jadi kalian bekerja paruh waktu juga?” kejut Taeyeon.

“ne. jika tidak begitu kita akan kelaparan.” Jawab Jonghyun tertawa kecil. “dan juga tempat ini kami harus menyewanya.”

“ia dan teman-temannya benar-benar ingin mengejar mimpi mereka hingga berbuat seperti ini.” Batin Taeyeon memandangi Jonghyun.

“waegeurae? Apa ada aneh di wajahku?”

“ah? Oh..ani.” gugup Taeyeon.

“nah, sekarang kita bisa memulainya.” Jonghyun mengambil gitarnya dan memberikannya pada Taeyeon. Mereka duduk dilantai. “kita mulai dari dasar, kunci C. pastikan jari-jarimu tidak kaku.” Jonghyun memulai instruksinya dan Taeyeon mengikutinya. “bukan seperti itu. Letakkan jari telunjukmu di string nomor 2..”

Karena kesulitan mengajari sambil duduk berhadapan, akhirnya Jonghyun beralih ke belakang Taeyeon dan menuntun tangan Taeyeon. Posisi itu membuatnya seperti memeluk dari belakang.

Jantung Taeyeon berdebar saat Jonghyun melakukannya. “kenapa jantungku deg-degan begini?” batin Taeyeon.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 6-

“Jaejin-ah, jangan begini.” Juniel mencoba melepaskan tangan Jaejin yang terus menggenggam tangannya saat berjalan menuju kampus.

“wae?”

“aku malu. Orang-orang memperhatikan kita.” Jawab Juniel menundukan wajahnya.

“biarkan saja. Supaya mereka tahu kalau kau sekarang adalah milikku dan tidak akan ada yang berani mengganggumu!” sahut Jaejin mengeratkan genggamannya.

Sesampainya di kelas, pandangan Hoya langsung tertuju pada tangan Jaejin dan Juniel.

“hey!” Jaejin dan Juniel mendekati Hoya.

“oh, hi!” sahut Hoya gugup. “kalian….datang bersama?”

“ne.” jawab Jaejin. “kau lihat, sekarang aku dan Juniel adalah sepasang kekasih.” Sambung Jaejin dengan suara yang cukup keras hingga membuat orang-orang di kelas itu menoleh.

“jeongmal?” tanya Hoya pelan setengah tidak percaya.

“ne. kemarin aku menyatakan perasaanku dan ternyata ia menerimaku!”

“Jaejin-ah, sudahlah. Ayo duduk!” kata Juniel yang merasa malu karena seluruh penghuni kelas itu memperhatikannya.

“jadi…kalian sudah pacaran?” batin Hoya sedih melihat Jaejin mengelus rambut Juniel. “kau memang tidak pernah memandangku lebih dari sahabat.”

Hoya menghela napasnya dan beranjak pergi dari kelas itu. Dadanya terasa sesak melihat Juniel dengan Jaejin. Ia berjalan ke balkon kampus itu dan menatap gedung-gedung di hadapannya. Ia menghirup udara dalam-dalam. Saat ia menunduk, pandangannya tertuju pada sebuah gambar di dinding balkon itu.

“evilroro?” gumam Hoya mengerutkan keningnya membaca tulisan di gambar itu. Tidak lama kemudian terdengar langkah seseorang dibelakangnya dan begitu berbalik ternyata itu adalah seniornya. Jung Ilwoo.

“hyung?”

“ya! Sedang apa kau disini?” heran Ilwoo.

“aniya. Aku hanya ingin mencari udara segar.”

“oh.” Jawab Ilwoo. Ia mendekat dan berdiri disamping Hoya memperhatikan pemandangan didepannya. “apa kau kesini karena sedang patah hati?” tanya Ilwoo tiba-tiba.

“eh?” bingung Hoya.

“kau tahu, tempat ini dikenal sebagai tempat pelarian orang-orang yang patah hati. Setelah kau datang kesini, hatimu akan lega.”

“begitu, kah? Kau juga sedang patah hati?” tanya Hoya.

Ilwoo tertawa kecil, “mungkin.”

“wae?”

“yeoja yang ku sukai pergi dengan namja yang ia suka.”

“boleh aku tahu siapa yeoja itu?”

“kau juga mengenalnya. Gyuri. Nam Gyuri.”

“Gyuri-noona??” kejut Hoya. “aku tidak tahu kalau ia sudah berpacaran. Siapa namja itu?”

“seniormu. Kim Bum, mantan anggota SuGen.”

“Kim Bum-hyung?? apa Gyuri-noona tahu kalau kau menyukainya?”

“ani. Aku tidak pernah mengatakannya karena ia selalu bercerita padaku tentang kekagumannya pada namja itu.”

“jadi kau mendengarkannya sementara kau berusaha menyembunyikan perasaan sakit hatimu?” tanya Hoya. Ilwoo hanya menjawab dengan anggukan singkat. “sepertinya kita bernasib sama.”

“tapi meskipun begitu, aku cukup bahagia hanya dengan berada disampingnya. Jika aku bisa melihat senyumnya, itu sudah cukup. Walaupun aku tidak bisa memilikinya, bagiku cukup hanya dengan melihat senyumnya.” Ucap Ilwoo membayangkan wajah Gyuri. “aku senang ia selalu berbagi pikirannya padaku, bukankah itu artinya ia merasa nyaman denganku?”

“kau benar.” Jawab Hoya.

“ah, aku harus kembali ke kelas. Terima kasih sudah mendengarkanku. Bebanku terasa lebih ringan setelah berbicara denganmu. Gomawo.” Ucap Ilwoo. “oh ya, jika kau masih punya kesempatan, akan jauh lebih baik jika kau berterus terang tentang perasaanmu pada orang yang kau sukai itu. Menyukai seseorang bukanlah tindakan kriminal dan tidak ada yang salah dengan perasaan itu. Ia datang sendiri dari hatimu dan kau tidak bisa menghindarinya.”

Hoya terdiam mendengar ucapan Ilwoo. “apa aku harus mengatakan perasaanku padanya walaupun mereka sudah bersama? Tapi….apa dia tidak akan menjauhi setelah mengetahuinya?” batin Hoya.

**

Taeyeon membawa gitarnya menuju rumah Jonghyun untuk berlatih. Saat ia sudah dekat dengan rumah Jonghyun, ia melihat namja itu sedang membuka kunci rumahnya. Sepertinya ia baru selesai bekerja freelance. Taeyeon tersenyum melihat Jonghyun dan berniat memanggilnya namun ia mengurungkannya ketika melihat sebuah mobil hitam berhenti didepan rumah Jonghyun dan keluarlah 2 orang bodyguard mengawal seorang namja paruh baya. Namja itu berjalan mendekati Jonghyun dan tampak berbicara serius dengannya.

Taeyeon menyembunyikan dirinya mengintip mereka. Ia berdiri cukup jauh sehingga tidak dapat mendengar ucapan mereka.

“apa yang mereka bicarakan? Kenapa Jonghyun menatapnya dengan tatapan penuh kebencian?” gumam Taeyeon. Taeyeon terus memperhatikan mereka hingga tiba-tiba tangan namja itu terangkat dan..

PLAKK!!!

Ia menampar Jonghyun dengan keras. Taeyeon membelalakan matanya melihat kejadian itu. Tidak lama kemudian namja itu kembali masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan Jonghyun yang masih berdiri kaku.

Setelah orang-orang itu pergi, Jonghyun berbalik hendak masuk  rumahnya namun langkahnya terhenti saat Taeyeon memanggilnya.

“Jonghyun-ssi!” teriak Taeyeon berlari kecil menghampirinya. “kau tidak apa-apa?” Taeyeon meyentuh pipi Jonghyun yang merah bekas tamparan orang itu.

“apa kau melihat dan mendengar pembicaraanku dengan orang itu?” kejut Jonghyun tampak khawatir.

“aniyo. Aku tidak mendengarnya dan aku hanya melihat orang tadi menamparmu. Apa masih sakit?” Jonghyun tertegun melihat Taeyeon yang tampak mengkhawatirkannya. “Jonghyun-ssi?” Taeyeon tampak bingung melihat Jonghyun yang terdiam memandangnya.

‘eh? Oh.. kenapa?” Jonghyun gelagapan.

“siapa orang itu? Kenapa ia menamparmu? Apa kau mengenal mereka?”

“mereka…mereka penagih utang.” Jawab Jonghyun. “aku belum bisa membayar pinjamanku dan ia marah karena kesal dan menamparku.”

Taeyeon menatapnya dengan sedih, “apa kau perlu bantuanku? Mungkin aku bisa membantumu membayarnya?”

“aniyo! Tidak apa-apa, besok juga aku akan menerima gajiku. Jadi tidak perlu di pikirkan.” Jawab Jonghyun. “oh ya, apa yang membawamu datang kemari?”

“aku ingin berlatih gitar lagi. Hari ini kau tidak ada kegiatan, kan?”

Jonghyun pun akhirnya membawa Taeyeon masuk ke rumahnya dan segera mengajarinya. Jonghyun menyuruh Taeyeon duduk di depannya membelakanginya supaya ia lebih mudah mengajarinya. Awalnya Taeyeon ragu-ragu namun akhirnya ia menurutinya juga. *posisi yang membuat Taeyeon deg-degan di chapter sebelumnya*

Setelah 2 jam berlatih, tiba-tiba terdengar suara aneh dari perut Taeyeon. Jonghyun tertawa mendengarnya. “kau lapar?”

“hmmm… aniyo.” Elak Taeyeon.

“kojitmal. Jelas-jelas perutmu mengatakannya.” Jonghyun berdiri dan berjalan menuju dapurnya. Ia membuka lemari dan hanya menemukan satu bungkus ramen. Ia mengambil ramen itu dan segera memasaknya.

Taeyeon menghampirinya dan melihat apa yang di masak Jonghyun. “kenapa hanya satu?”

“ramennya hanya tersisa satu. Aku belum sempat membelinya lagi.” Jawab Jonghyun.

Taeyeon terdiam memikirkan Jonghyun dan teman-temannya. “ramennya hanya satu dan itupun akan ia berikan padaku. Lalu bagaimana nanti makan malam mereka? Sedangkan mereka baru akan menerima gaji besok.” Batin Taeyeon. Sesaat kemudian ia mendapat ide. “Jonghyun-ssi, aku keluar dulu sebentar ya!” pamit Taeyeon langsung berlari keluar rumah itu.

“ya! Taeyeon-ssi!! Mau kemana??!” teriak Jonghyun namun Taeyeon tidak mendengarnya dan terus berlari. Jonghyun hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Taeyeon itu.

Beberapa menit kemudian Taeyeon kembali dengan membawa 2 kantong besar berisi makanan.

“Jonghyun-ssi!!” Taeyeon memanggil Jonghyun yang masih berada di dapur. Ia melepas sepatunya dan berlari kecil membawa belanjaan itu menuju dapur. “aku membawa sesuatu untukmu dan teman-te.. aaaakkhh!!”

“Taeyeon!!!”

Taeyeon terpeleset karena lantai yang licin dan dengan cepat Jonghyun menahan tubuhnya sebelum menyentuh lantai dingin itu. Taeyeon jatuh tepat di atas tubuh Jonghyun. Mereka saling bertatapan dengan raut wajah shock.

Tanpa sadar Jonghyun mengangkat wajahnya dan menyentuh bibir Taeyeon dengan bibirnya. Taeyeon membelalakan matanya dan segera bangun dari posisi itu dan duduk terdiam. Jonghyun yang baru menyadari perbuatannya itu, segera bangkit dan meminta maaf.

“mianhae.” Sesal Jonghyun.

**

“tapi aku sangat mencintaimu!” tegas Victoria pada Kyuhyun.

“mian, Vic.” Tolak Kyuhyun dengan lembut. “Aku hanya menganggapmu teman. Kau tahu kan dan Taeyeon sudah…”

“berpacaran?” potong Victoria. “arasseo! Aku bersedia kau membagi perasaanmu dengan Taeyeon asal aku bisa memilikimu.” Ucapan Victoria membuat Kyuhyun tercengang. “aku tidak masalah jika hanya menjadi selingkuhanmu.”

“MWO??” kejut Kyuhyun. “mian, Vic. Aku tidak bisa mengkhianati Taeyeon.” Kyuhyun hendak pergi namun Victoria menahannya.

“apa kau yakin Taeyeon tidak bermain di belakangmu??”

“mwo?”

“kau yakin Taeyeon tidak berselingkuh dengan namja lain?”

Rahang Kyuhyun mengeras mendengar ucapan Victoria. Ia menghempaskan tangan Victoria dengan kasar dan segera pergi tanpa memperdulikan teriakannya.

“michiyeosso!” umpat Kyuhyun.

“baiklah, kau yang membuatku memulai permainanku.” Gumam Victoria melihat kepergian Kyuhyun. Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. “Jonghyun-ssi, bisa kita bertemu?”

**

“aku tahu kau menyukainya.” Ucap Victoria saat ia bertemu dengan Jonghyun. “aku bisa membantumu mendapatkannya asal kau melakukan perintahku itu.”

“memisahkan Taeyeon dari Kyuhyun?” Jonghyun mendengus. “aku memang menyukainya tapi aku tidak berniat mengganggu hubungan mereka.”

“jadi kau menolak permintaanku?” sinis Victoria.

“ne!” tegas Jonghyun.

“kau tidak menyesal? Kau tidak ingat ayahku pemilik café tempat kalian bekerja? Aku bisa saja memintanya menghentikan bandmu tampil disana.” Ancam Victoria.

“kau mengancamku?”

Victoria tertawa, “ne. kalau kau bisa melakukan perintahku, aku akan memberikan apa yang kau mau. Jika perlu aku akan meminta pamanku, pemilik perusahaan SM untuk mengorbitkan bandmu.”

“Aku tidak tertarik melakukan cara licik seperti itu. Kalau kau mau mengeluarkanku dari café ayahmu, silahkan saja. Maaf, aku harus pergi.” Jonghyun beranjak meninggalkan Victoria.

“pikirkan baik-baik permintaanku itu, Jonghyun-ssi!” teriak Victoria namun Jonghyun tidak menggubrisnya.

Sesaat kemudian, tiba-tiba ponsel Victoria berdering.

“yoboseyo? Ada apa? Tumben kau menelponku?” ucap Victoria.

“………….”

“tidak. Aku terlanjur menyukai namja itu dan aku akan memulai permainanku.” Sahut Victoria menyeringai.

“…………”

“jangan ikut campur!!” bentak Victoria pada lawan bicaranya itu dan menutup teleponnya dengan kasar. “babo yeoja! Untuk apa ia mencampuri urusanku?!”

**

“aku pulang.” Seru Jonghyun memasuki rumahnya dan disana ia menemukan Minhyuk yang menangis tertunduk tengah di tenangkan oleh Jungshin. “Kau kenapa?”

“adiknya kambuh lagi dan ia harus segera di operasi.” Jawab Jungshin. “operasinya membutuhkan biaya yang besar.”

Jonghyun tertegun mendengar jawaban Jungshin. Ia kembali teringat pada tawaran Victoria yang sanggup memberikan apapun dengan satu syarat. Namun ia menggeleng tidak berniat menerima tawaran itu.

“kalian tunggu disini. Biar aku cari pinjaman.” Ucap Jonghyun kembali keluar dari rumah itu.

**

“ne. aku tunggu di base camp saja sambil membantu Yonghwa-oppa.” Ucap Taeyeon pada Kyuhyun melalui telepon.

“berdua saja? Jangan macam-macam!” ancam Kyuhyun.

“aigoo.. kau ini cemburuan sekali!” decak Taeyeon.

“aku cemburu karena mencintaimu, Taeng-ah!”

Taeyeon menghela napasnya menghadapi namjanya yang cerewet itu. “arasseo!” Taeyeon pun mengakhiri pembicaraannya dan meneruskan pekerjaannya membantu Yonghwa membereskan base camp sambil menunggu Kyuhyun pulang karena ia akan pulang bersama.

“Kyuhyun cemburu lagi?” tawa Yonghwa.

“begitulah. Sepertinya ia tidak memperbolehkanku dekat dengan namja lain selain dirinya!”

“itu artinya ia menyayangimu.”

“ya tapi kalau terlalu sering mengatur hidupku, aku juga merasa terkekang.”

Yonghwa tersenyum, “hal seperti itu akan kau mengerti jika kau tidak lagi mendapatkan perhatian darinya. Jadi, selama ia masih memperhatikanmu nikmati saja.”

“kenapa kau berbicara seperti itu?” heran Taeyeon.

“eobseo. Hanya mengingatkan.”

Taeyeon hanya mengerdikan bahunya dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Saat ia membereskan sebuah buku musik milik Yonghwa, selembar foto terjatuh dan Taeyeon segera memungutnya.

20110804_cnblue_0

“Jonghyun?” ucap Taeyeon, nama itu meluncur begitu saja dari organ lisannya.

Yonghwa mendengar ucapan Taeyeon dan menoleh, “kau mengenalnya?”

“ini…..bukannya ini Jonghyun, Minhyuk, dan Jungshin?” tanya Taeyeon yang masih tekejut dengan foto itu. “dan ini……kau?”

“ne. mereka teman bandku dulu di Busan. Lee Jungshin, ia berasal dari keluarga sederhana yang harmonis dan juga merupakan anak tunggal. Kang Minhyuk, ia mempunyai seorang yeodongsaeng yang sering sakit-sakitan. Dan Jonghyun..” Yonghwa menghentikan pembicaraannya.

“bagaimana Jonghyun?” tanya Taeyeon penasaran. Ia tidak pernah menyinggung tentang masalah keluarganya.

“Jonghyun ini seorang rich son undercover.”

“huh? Maksudmu?” Tanya Taeyeon lagi meminta penjelasan.

“ia anak dari golongan chaebol yang memiliki banyak perusahaan besar.”

“MWO???” kejut Taeyeon.

“tapi ia tidak pernah merasa bahagia dengan keadaan itu. Sejak kecil ia dibesarkan oleh para pelayannya dan hampir tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtuanya. Suatu hari ia berontak dan meninggalkan keluarganya karena ayahnya memintanya meneruskan perusahaan-perusahaan raksasa itu. Ia menolaknya karena ia membenci pekerjaan yang telah membuat ibunya pergi meninggalkannya.”

“pergi? Kemana?”

“ibunya mati bunuh diri karena merasa tertekan dengan kehidupan keluarga chaebol yang penuh aturan dan juga banyak hal-hal yang membuatnya depresi.” Penjelasan Yonghwa membuat Taeyeon merasa iba pada Jonghyun. “yang ia sukai hanya musik karena sewaktu ibunya masih hidup, ibunya sering mengajarinya bermain musik. Ia pergi dari keluarga itu tanpa membawa apapun sampai akhirnya ia bertemu denganku, Minhyuk dan Jungshin di Busan. Setelah ia pergi, ayahnya menyuruh orang-orang suruhannya untuk mencari Jonghyun. Begitu ia ditemukan di Busan, ia segera membawa kami ke Jinan. Dan ternyata disana cukup aman. Aku terpaksa meninggalkan mereka demi melanjutkan kuliahku disini. Oh ya, bagaimana ceritanya kau bisa mengenal mereka?”

Taeyeon pun menjelaskan awal pertemuannya dengan Jonghyun dan teman-temannya. “apa kau tidak tahu kalau mereka sekarang ada di Seoul?”

‘jeongmal??” kejut Yonghwa.

“ne. mereka bekerja di café ayahnya Victoria. Apa kau ingin menemui mereka?”

“tentu! Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka.” Sahut Yonghwa terdengar antusias. “apa kau bisa mengantarku kesana?”

“boleh saja. Tapi jangan hari ini. Aku ada janji dengan Kyuhyun-oppa.”

“baiklah. Hubungi aku kalau kau mau kesana.” Pinta Yonghwa yang dibalas anggukan Taeyeon.

Mereka berdua kembali meneruskan pekerjaannya hingga akhirnya Kyuhyun datang menjemput Taeyeon dan membawanya ke rumahnya.

Ini pertama kalinya Taeyeon mengunjungi rumah Kyuhyun. Ia ragu-ragu memasuki rumah itu karena takut orangtua Kyuhyun tidak menyukainya. Namun beruntung ternyata orangtua Kyuhyun menyambutnya dengan baik.

Kyuhyun mengajak Taeyeon ke kamarnya agar bisa mengobrol dengan leluasa. Taeyeon mengedarkan pandangannya memperhatikan kamar Kyuhyun yang sangat luas.

Taeyeon duduk di sofa dan Kyuhyun duduk disebelahnya. Mereka menonton tv bersama sambil mengobrol.

“oppa, mian belakangan ini aku tidak memberitahumu kalau aku sering menemui Jonghyun untuk belajar gitar.”

“Jonghyun? Nugu?”tanya Kyuhyun merasa asing dengan nama itu.

“teman Yonghwa-oppa.”

“kenapa kau tidak memintaku mengajarimu saja? Kenapa harus orang lain?” heran Kyuhyun.

Taeyeon mendengus, “kemampuan bermain gitarmu itu pas-pasan. Aku tidak mau mendapat nilai jelek!”

“dasar!” Kyuhyun mengacak rambut Taeyeon gemas. “baiklah aku ijinkan asal jangan macam-macam di belakangku, ara!”

“ne, tuan Cho!”

Kyuhyun membaringkan dirinya di pangkuan Taeyeon dan menatap yeojanya itu. Sementara Taeyeon mengelus rambut Kyuhyun dengan lembut sambil terus fokus menonton tv.

“Taeng-ah..”

“hm?”

“halmoni sakit.”

“mwo??” ucapan Kyuhyun membuatnya menundukan kepalanya menatap Kyuhyun yang berada di pangkuannya. “sejak kapan??”

“sehari setelah kita kembali dari Jinan, halmoni masuk rumah sakit dan di rawat beberapa hari.”

“kenapa kau baru mengatakannya sekarang??”

“aku juga baru tahu tadi malam.” Jawab Kyuhyun. “tapi eomma bilang kesehatannya sudah membaik dan sudah keluar dari rumah sakit.”

“syukurlah.” Sahut Taeyeon lega.

Kyuhyun bangun dari posisinya dan duduk menghadap Taeyeon. “Taeyeon-ah..”

“hm?”

Kyuhyun menghela napasnya sebelum akhirnya berbicara, “halmoni menginginkanmu untuk jadi cucunya.” Ucap Kyuhyun serius.

“eh?? Maksudmu??”

“bagaimana kalau kita menikah?” ucap Kyuhyun menatapnya dalam. Taeyeon terkejut dengan ucapan Kyuhyun namun ia tidak bisa berkata-kata. “bagaimana? Kau mau, kan?”

Taeyeon masih terdiam dan berusaha menghindari tatapan Kyuhyun yang sangat serius tidak seperti biasanya “eottokke?” tanya Kyuhyun lagi menunggu jawaban Taeyeon. “aku hitung sampai 10 kalau kau tidak menjawab, aku akan menciumimu puluhan kali tanpa ampun.” Ancam Kyuhyun.

“il…i..sam..” Kyuhyun mulai berhitung namun Taeyeon masih menolak menatapnya dan tetap diam.

“sa…o…yuk…” Kyuhyun semakin mendekatkan dirinya dengan Taeyeon sementara Taeyeon terus diam.

“chil…pal…gu..” hitungan ke sembilan Kyuhyun hampir mencium Taeyeon sebelum akhirnya Taeyeon berkata.

“baiklah.” Jawab Taeyeon pelan tanpa menatap Kyuhyun.

Kyuhyun mengerjapkan matanya, “apa? Aku tidak mendengarnya.”

“baiklah.” Ucap Taeyeon masih pelan dan tidak menatap Kyuhyun.

“apa?”

“aku bilang baiklah aku mau!!” jawab Taeyeon sedikit meninggikan suaranya karena kesal dengan Kyuhyun yang pura-pura tidak mendengarnya.

Kyuhyun tersenyum puas dan ia kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon namun Taeyeon segera menahannya.

“ya! Mwohaneungoya?”

“aku ingin melakukan apa yang pasangan lain lakukan.” CHU~ Kyuhyun segera mencium bibir Taeyeon. Keduanya memejamkan mata dan mulai menikmati(?) ciuman itu lebih dalam.

**

“aku akan memberikan uang itu asal kau kembali ke keluarga ini, Lee Jonghyun.” Ucap seorang pria paruh baya.

‘aboji! Aku mohon. Aku sangat membutuhkan uang itu untuk membantu temanku.”

“kau tahu aku tidak pernah memberikan uangku pada siapapun secara cuma-cuma. Jika kau menginginkan uang itu, harus ada timbal baliknya.”

Jonghyun yang sudah lelah memohon pada ayahnya itu, nekat berlutut dihadapannya. Hal itu membuat ayahnya dan juga beberapa pelayan serta pengawalnya terkejut. “jebal. Aku sangat membutuhkan uang itu dan ijinkan aku memutuskan jalanku sendiri di jalan ini.” Ucap Jonghyun menundukan kepalanya memohon.

Ayahnya menghela napasnya sebelum akhirnya membuat keputusan, “baiklah. Aku akan memberikan uang itu dan aku mengijinkanmu memilih jalan hidupmu sendiri. Tapi ada syaratnya. Jika kau mampu sukses dengan bandmu dalam waktu 3 bulan dan menunjukannya pada seluruh publik Korea, kau boleh meneruskan jalanmu. Tapi kalau tidak, kau harus kembali.”

Jonghyun terdiam sejenak. Ia merasa kesal dengan sikap ayahnya. Namun ia teringat kembali dengan kondisi adik Minhyuk. “baiklah. Aku akan buktikan dalam 3 bulan aku akan dikenal dan jika aku tidak mampu melakukannya, aku akan kembali padamu.”

Ayah Jonghyun tersenyum puas sebelum akhirnya ia menyuruh asistennya mempersiapkan sejumlah uang untuk Jonghyun.

**

Taeyeon kembali menemui Jonghyun untuk belajar gitar. Awalnya mereka agak canggung karena kejadian beberapa hari yang lalu di rumah Jonghyun.

“kenapa kau tidak berterus terang?” tanya Taeyeon di sela-sela latihannya.

“hm? Maksudmu?” bingung Jonghyun.

“namja yang waktu itu datang kesini dan menamparmu, dia ayahmu kan?”

“ah? Mm…itu…” Jonghyun gelagapan.

“aku sudah tahu semuanya dari Yonghwa-oppa.”

“Yonghwa?!” kejut Jonghyun. “kau mengenalnya??”

“ne. ia seniorku di kampus. Dan kemarin aku tidak sengaja menemukan foto kalian berempat.” Jawab Taeyeon. “kenapa kau membohongiku? Kukira kita teman.” tanya Taeyeon sedikit kecewa.

Jonghyun menatapnya dengan penuh penyesalan, “mianhae. Aku hanya merasa kau tidak perlu mengetahui kehidupanku yang kacau itu. Aku sudah cukup senang walaupun harus hidup seperti sekarang ini.”

“baiklah. Aku mengerti.” Sahut Taeyeon tersenyum. “Yonghwa-oppa ingin menemui kalian. Apa besok kalian ada jadwal di café Victoria?”

**

“NU ABO? Jadi ini café Victoria?” tanya Yonghwa. “sepertinya bukan café untuk orang biasa.”

Taeyeon mengajaknya untuk menemui ketiga teman lamanya itu.

Suara dentuman drum dan alat musik lainnya segera memekakan telinga Yonghwa dan Taeyeon begitu mereka masuk. Yonghwa tersenyum senang melihat Jonghyun, Minhyuk, dan Jungshin yang tengah beraksi di panggung itu.

“hyung!!” seru Minhyuk memeluk Yonghwa setelah menyelesaikan penampilannya dan diikuti Jonghyun dan Jungshin.

“permainan drummu semakin baik.” Puji Yonghwa. “kau juga, maknae! Kau semakin keren saja!” tawa Yonghwa.

Mereka terus mengobrol dan dari jauh tampak Victoria tersenyum melihat mereka berlima.

“sepertinya sekarang waktu yang tepat.” Gumam Victoria.

Tanpa terasa waktu semakin larut. Yonghwa pulang lebih dahulu, sedangkan Taeyeon menunggu Jonghyun, Minhyuk dan Jungshin karena mereka berjanji akan mengantar Taeyeon pulang.

“Taeyeon?!” seru Victoria yang tiba-tiba menghampiri mereka berempat.

“oh, Vic. Annyeong!” sapa Taeyeon.

“kau datang sendiri kesini?”

“aniyo. Aku kesini dengan Yonghwa-oppa tapi ia sudah pulang.” Jawab Taeyeon.

“oh, begitu?” Victoria mengalihkan pandangannya pada Minhyuk dan Jungshin. “kalian berdua bisa ikut aku sebentar? Ayahku ingin bicara dengan kalian.”

“ada masalah apa?” tanya Jonghyun heran hanya Minhyuk dan Jungshin yang dipanggil.

“bukan apa-apa. Hanya mengatur jadwal kalian. Kau tunggu disini saja temani Taeyeon. Aku akan segera kembali. Nanti aku minta pelayan menambahkan minumannya.” Victoria pun pergi dengan Minhyuk dan Jungshin.

Tidak lama setelah itu, seorang pelayan menghampiri mereka dan meletakkan minumannya. Taeyeon dan Jonghyun segera meminum minuman itu.

Setelah beberapa menit, Taeyeon merasakan hal aneh pada dirinya. Ia merasa pusing dan pandangannya berkunang-kunang.

“Taeyeon, waegeurae?” tanya Jonghyun melihat Taeyeon yang memegangi kepalanya.

Taeyeon tidak menjawab dan sedetik kemudian ia jatuh pingsan.

“Taeyeon-ssi!” cemas Jonghyun mengguncang tubuh Taeyeon. Namun tidak lama kemudian ia merasakan hal yang sama dengan Taeyeon dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.

3 orang namja berbadan kekar menghampiri Jonghyun dan Taeyeon yang tidak sadarkan diri. Mereka segera mengangkat tubuh keduanya keluar dari café itu. Mereka membawa Jonghyun dan Taeyeon ke sebuah kamar hotel mewah yang telah di sewa Victoria.

“mereka sudah sampai?” tanya Victoria pada salah satu namja itu lewat telepon. “bagus. Aku segera kesana.” Victoria menutup teleponnya dan menyuruh sopirnya menghentikan mobilnya. Minhyuk dan Jungshin yang masih bersamanya saling menatap bingung. “kalian turun disini.”

“MWO??” kejut kedua namja itu sambil turun dari mobil Victoria. “tapi….kau bilang ayahmu ingin menemui kita?”

“kalian naik taxi saja. Aku ada urusan.” Setelah memberikan sejumlah uang, Victoria pun pergi.

“kenapa kita selalu berakhir seperti ini?” keluh Minhyuk.

Victoria tiba di hotel itu dan ia tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya.

Ia menyuruh seorang anak buahnya untuk melepaskan baju Jonghyun dan membaringkannya di tempat tidur. Setelah itu ia menyuruhnya keluar. Ia mendekati Taeyeon dan menyentuh wajahnya.

“sebentar lagi hubunganmu dengan Kyuhyun akan berakhir, Kim Taeyeon!” ucap Victoria menyeringai.

Ia membuka baju Taeyeon dan membaringkannya disamping Jonghyun. Ia menutupi tubuh keduanya dengan selimut hingga sebatas dada. Victoria mengambil kameranya dan memposisikan Taeyeon tidur di dada Jonghyun yang topless dan memeluknya.

Klik!

Ia memotret Taeyeon dan Jonghyun dari berbagai sisi.

“welcome to my game!” gumam Victoria tersenyum puas.

To be Continue..

Panjang banget ya ni ff? sampe 3520 kata!

budayakan RCL ya! 😀 Dan ikuti event thanks give away (keterangan bisa dilihat di postingan sebelumnya)

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 4

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

“aku bingung harus memanggil kalian eonni atau saeng.” Ucap seorang anggota baru pada Taeyeon dan Sunny. “aku memang junior kalian tapi usiaku diatas usia kalian.” Sambungnya lagi di selingi tawa.

“haha..gwaenchana, Vic. Lebih baik kita berbicara seperti dengan yang seumuran saja.” Jawab Taeyeon.

Yeoja bernama Victoria itu tersenyum, “baiklah.”

Saat mereka bertiga mengobrol, Kyuhyun datang menghampiri Taeyeon bermaksud mengajaknya pulang.

“annyeong, oppa!” sapa Victoria.

“oh, annyeong, Vic.” Jawab Kyuhyun membalas sapaannya.

“kau tidak bingung untuk memanggilnya oppa?” gurau Sunny. Kyuhyun hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“hehe…lebih baik aku memanggilnya oppa saja walaupun aku lebih tua satu tahun darinya.” Jawab Victoria. Ia beralih pada Kyuhyun. “tidak apa-apa kan aku memanggilmu oppa?”

“ne. gwaenchana.” Jawab Kyuhyun.

Victoria tersenyum dan sesaat kemudian, pandangannya teralih pada celana jeans Kyuhyun.

“ommo! Oppa, kau lupa menaikan resleting celanamu.” Ucap Victoria.

Tanpa ragu-ragu ia mengulurkan tangannya dan menaikan resleting celana Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun, Taeyeon dan juga Sunny membelalakan matanya terkejut dengan apa yang dilakukan Victoria. Terlebih tangan Victoria sedikit menyentuh ‘juniornya’. (kkkkk~)

Kyuhyun berdeham dan segera mengalihkan tatapannya pada Taeyeon. “Taeng, kajja. Sunny, Vic, aku duluan ya.” Ucapnya gugup.

Kyuhyun pun pergi dengan Taeyeon mendahului Sunny dan Victoria. Sunny masih bengong dengan aksi Victoria barusan. Sedangkan Victoria terus memperhatikan Kyuhyun dan Taeyeon yang berjalan semakin menjauh. Sesaat kemudian sebuah senyum samar seperti menyeringai tampak di wajahnya.

-Chapter 4-

Dalam perjalanan pulang didalam taxi, Kyuhyun terus diam dan Taeyeon pun tidak mengungkit kejadian Victoria tadi. Namun Taeyeon terus melirik bagian resleting Kyuhyun sementara Kyuhyun terus melihat lurus ke depan. Saat Kyuhyun menoleh ia membelalakan matanya mengikuti arah pandangan Taeyeon.

“ya! Apa yang kau lihat??” seru Kyuhyun sambil menutupi bagian tersensitifnya itu dengan kedua tangannya.

“huh? Ah,,ani.” Gugup Taeyeon mengetahui Kyuhyun memergokinya.

“apa kau masih memikirkan perbuatan Victoria tadi?”

“mmm… mungkin.” Jawab Taeyeon. “aku sangat terkejut ia melakukan itu.”

“nado. Entah apa yang ada di pikirannya.”

Sesampainya didepan rumah Taeyeon..

“Taeng-ah!” panggil Kyuhyun membuat Taeyeon menoleh padanya.

“hm?”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya dan menyentuhnya dengan jari telunjuknya, “kisseu!” ucap Kyuhyun dengan aegyonya.

Taeyeon tertawa kecil, ia maju mendekati Kyuhyun dan…

BUKK!!!

“aakkhhh!!!” jerit Kyuhyun karena Taeyeon menendang kakinya. “kenapa kau menendangku??”

“kau pantas mendapatkannya!” sahut Taeyeon. “sudah, sana pulang!” usir Taeyeon.

“aku akan pulang kalau kau sudah memberiku ciuman di bibir!” jawab Kyuhyun.

“isssh… menyebalkan! Terserah kalau kau masih mau diam disitu.” Taeyeon berbalik meninggalkan Kyuhyun dan masuk ke rumahnya.

“aku tidak akan pulang sebelum aku mendapatkan apa yang ku mau. Eheheheheh….” Gumam Kyuhyun mengeluarkan evil smirknya. “Tunggu!” Kyuhyun menahan Taeyeon menutup pintunya. “cuaca hari ini panas sekali. Boleh aku masuk sebentar untuk minum? Aku sangat haus!” keluh Kyuhyun.

Taeyeon menghela napasnya, “baiklah tapi setelah minum kau harus segera pulang.”

“ne. arata~” Kyuhyun pun masuk dan segera duduk manis di kursi tamu.

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan namjanya. Ia pun berjalan menuju dapur mengambil minuman dingin untuk Kyuhyun. Beberapa saat kemudian ia kembali membawakan minuman. Taeyeon duduk berjauhan dengan Kyuhyun.

“setelah minum, ku harus segera pulang!” pinta Taeyeon yang merasa tidak aman berduaan dengan Kyuhyun di rumahnya apalagi Yesung sedang tidak ada.

Begitu minumannya habis, Taeyeon memperingatinya untuk segera pulang. Namun Kyuhyun malah meminta ijin ke toilet.

“perutku tiba-tiba sakit. Kau tidak akan membiarkanku kesakitan di jalan, kan?” pinta Kyuhyun dengan puppy eyesnya yang terlihat aneh bagi Taeyeon. Taeyeon berdecak dan membiarkan Kyuhyun meminjam toiletnya.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun keluar dari toilet dan segera duduk kembali di sofa tempat Taeyeon dan keluarganya bersantai. Sebelum Kyuhyun mendaratkan bokongnya di sofa itu, Taeyeon segera menariknya dan mendorongnya menuju pintu keluar.

“ya! Aku ingin menonton tv dulu sebentar.” Ucap Kyuhyun.

“andwae! Nonton saja di rumahmu. Kau harus segera pulang!”

“kalau begitu, kisseu!” pinta Kyuhyun.

“shireo!!” tolak Taeyeon kembali mendorong Kyuhyun.

“ya sudah, kalau begitu aku tidak akan pergi.” Kyuhyun tetap bersikeras tetap di tempat itu melawan pertahanan Taeyeon.

“ara! Ara!” sahut Taeyeon yang lelah dengan tingkah Kyuhyun. Kyuhyun nyengir mendengar Taeyeon akan memberikan apa yang ia inginkan.

Taeyeon memegang kedua pipi Kyuhyun dan memberikan satu kecupan singkat di bibirnya. “sudah. Sana pulang!”

Kyuhyun menghela napasnya kasar dan menatap Taeyeon dengan tajam membuat Taeyeon ketakutan. Kyuhyun tidak puas dengan kecupan sekilas itu. Ia berjalan mendekati Taeyeon dan Taeyeon memundurkan langkahnya. “ya! Mwohaneungoya?”

Kyuhyun tidak menjawab ia terus membuat Taeyeon melangkah mundur hingga akhirnya terpojok karena terantuk sebuah lemari pendek. Kyuhyun mencondongkan badannya ke depan berusaha meraih bibir Taeyeon dengan bibirnya. Sementara Taeyeon mencondongkan badannya ke belakang berusaha menghindari Kyuhyun. Tidak lama kemudian Kyuhyun berhasil mendaratkan bibirnya dibibir Taeyeon. Ia menarik tubuh Taeyeon hingga berdiri dengan benar tanpa melepaskan ciumannya. Kyuhyun memegang wajah Taeyeon memperdalam ciumannya. Tidak lama kemudian Taeyeon meletakkan tangannya dipinggang Kyuhyun dan balas mencium bibir Kyuhyun.

**

“hyungdeul! Kita di terima bekerja di café di Seoul!!” seorang namja berambut panjang bernama Jungshin menghampiri Jonghyun dan Minhyuk yang sibuk mengarang lagu di sebuah studio musik.

“jinjja??” tanya Jonghyun tampak antusias. Ia menerima surat panggilan kerja sebagai penyanyi cafe di Seoul bersama bandnya.

“wah, ini awal yang baik untuk menaikan pamor grup kita.” Ucap Minhyuk. “bahkan mungkin kita bisa mengajak Yonghwa-hyung bergabung kembali, bukannya dia sekarang kuliah di Seoul?”

“ah, benar juga!” seru Jungshin.

“kapan kita berangkat?” tanya Jonghyun.

“lusa kita mulai mengisi acara. Bagaimana kalau besok saja kita berangkat? Lebih cepat lebih baik, bukan?” usul Minhyuk.

“geuraesseo!” jawab Jonghyun dan Jungshin bersamaan.

“Seoul? Apa aku bisa bertemu lagi dengan Taeyeon?” pikir Jonghyun sambil senyum-senyum mengingat pertemuannya dengan Taeyeon.

“ya! Hyung! Waegeurae? Kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?” heran Minhyuk.

“hm? Oh, ani.” Jawab Jonghyun gugup. “cha! Kita mulai latihan lagi. Kita coba lagu baru kita.” Akhirnya mereka bertiga kembali berlatih.

Beberapa jam kemudian, mereka bertiga mulai keluar dari studio itu.

“kita pulang duluan, hyung! Jangan lupa besok kita berangkat ke Seoul.” Ucap Jungshin.

“ne. aku tunggu kalian di pelabuhan.” Setelah itu, Jungshin dan Minhyuk pun pergi meninggalkan Jonghyun.

Jonghyun menghela napasnya sebelum akhirnya ia pun meninggalkan tempat itu dengan berjalan kaki. Ia terus tersenyum mengingat Taeyeon. “semoga kita bertemu lagi.” Gumamnya. Sesaat kemudian, tiba-tiba sebuah mobil hitam melintas dan berhenti di sampingnya. 2 orang namja berbadan tegap kekar keluar dari mobil itu menghampirinya.

“oh, sh*t!” umpat Jonghyun. Ia pun berbalik lari dari orang-orang itu.

“Jonghyun-ssi!!!” teriak salah satu dari orang berbadan tegap itu.

“aku harus segera meninggalkan Jinan.” Batin Jonghyun terus berlari menjauhi orang-orang yang mengejarnya.

**

SuGen kembali berkumpul, kini mereka memiliki basecamp sendiri sehingga tidak perlu berbagi auditorium dengan kelompok lain. Saat ini, Yonghwa meminta 4 orang anggota baru untuk menunjukan kemampuan mereka. Mereka adalah Jaejin, Juniel, Hoya, dan Seungri. Mereka memilih berkolaborasi membuat grup band. Jaejin menjadi vokalis utama, Juniel yang mahir bermain gitar mengambil bagian lead gitar, Hoya sebagai rapper sekaligus bassist dan Seungri bermain drum. Jaejin menyanyikan sebuah lagu dan vokalnya tidak perlu diragukan lagi.

“…baby naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh naui sarang. Ne sarangdo nayeosseumyeon jokesseo. Baby  naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh saranghaejwo. Deo isangeun honjaigin sirheunde. I love you..”

“saranghae love me nal mideo believe me. Mwodeunji hal su isseo neol wihae uh uh uh. Teukbyeolhan sarang inna amuri chajado. Namanhan sarang inna chajabwado eobseul geol..” Hoya mengambil bagian rappnya.

Mereka berhasil mendapatkan pujian dari sunbae dan juga teman seangkatan mereka dan bahkan ada yang memberikan standing applause.

“mereka keren sekali! Aku suka vokal Jaejin yang begitu powerfull!” ucap Taeyeon pada Geunyoung dan Sora yang duduk di dekatnya.

“aku juga bisa lebih dari itu.” Ucap seseorang yang duduk dibelakang mereka bertiga.

“oh, Kyuhyun-oppa!” ucap Geunyoung.

“kau cemburu pada Jaejin karena Taeyeon-eonni memujinya?” tawa Sora membuat Kyuhyun malu sendiri.

“kalau kalian suka siapa?” tanya Taeyeon pada Geunyoung dan Sora.

“aku suka Juniel. Ia terlihat keren berdiri dengan namja-namja itu. Permainan gitarnya juga sangat baik.” Ucap Geunyoung.

“kalau aku suka….” Sora menghentikan ucapannya saat melihat seseorang yang baru masuk ruangan itu. “Leeteuk-oppa?”

“huh??” kejut Taeyeon dan Geunyoung. “kau menyukai Leeteuk-oppa?”

“eh??” Sora terkejut seolah baru tersadar kembali dari dunianya sendiri. “ah, bukan! Aku barusan melihat Leeteuk-oppa masuk dan tanpa sadar menyebut namanya. Hehe…” Sora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Geunyoung dan Taeyeon hanya ber’oh dan manggut-manggut.

“kurasa aku memang menyukainya.” Batin Sora memperhatikan Leeteuk yang tengah bercanda dengan Donghae dan Minyoung. Ia mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Leeteuk.

Beberapa hari yang lalu saat Leeteuk menyuruh Taeyeon mengejar Kyuhyun. Dan begitu Taeyeon sudah pergi, Leeteuk berjalan meninggalkan tempat itu menuju kelasnya. Saat berbelok, tanpa sengaja ia menabrak Sora yang tampak kebingungan mencari kelasnya.

“jeosonghamnida!” ucap Sora tanpa memandang orang didepannya.

“ne. gwaenchana.” Jawab Leeteuk sambil membantunya berdiri. “kau tidak apa-apa, kan? Tidak ada yang luka?” tanya Leeteuk memastikan Sora tidak terluka saat jatuh karena bertabrakan tadi.

Sora mendongakan wajahnya. Ia terpaku melihat wajah Leeteuk. Waktu seperti terhenti, Sora terus memandanginya. “agashi? Gwaenchanayo?” Leeteuk mengibaskan tangannya membuat Sora yang bengong kembali tersadar.

“oh? Hm.. ne.” jawab Sora gugup.

Setelah itu Leeteuk mengantar Sora kekelasnya. Dan sejak itulah Sora mulai memperhatikannya sampai akhirnya ia ikut pemilihan anggota SuGen dan beruntung ia berhasil masuk kelompok itu. Tidak ada yang mengetahui kejadian itu kecuali Sora dan Leeteuk sendiri. Namun sepertinya Leeteuk tidak mengingat kejadian itu. Hal itu sedikit membuat Sora kecewa.

**

Saat pulang kuliah, Taeyeon pulang bersama Geunyoung dan Joongki karena Geunyoung ada janji untuk belajar teknik vocal bersama Taeyeon dan akhirnnya Taeyeon memutuskan untuk mengajarinya dirumahnya. Dan Joongki ikut menemani Geunyoung.

“oppa, kulihat kau selalu bersama dengan Geunyoung. Apa kalian pacaran?” tanya Taeyeon saat di halte menunggu bus.

Geunyoung dan Joongki tertawa mendengar pertanyaan Taeyeon. “apakah terlihat begitu?” tawa Joongki.

“kenapa kalian tertawa?” bingung Taeyeon.

“eonni, Joongki-oppa ini…”

“ah, busnya datang!” seru Joongki memutus ucapan Geunyoung. Akhirnya mereka bertiga naik ke bus itu.

Saat pintu bus itu tertutup, dan mulai bergerak meninggalkan halte itu, seseorang memanggil Taeyeon sambil berlari.

“Taeyeon!!” teriaknya sambil mengejar bus itu. Ia adalah Kyuhyun yang hendak pulang bersama Taeyeon namun ternyata Taeyeon pulang terlebih dahulu tanpa memberitahunya. *poor Kyuhyun! Kkkk~*

Ditengah musim panas yang mencapai 40 derajat, Kyuhyun berlari mengejar bus itu berharap busnya berhenti. Cuaca yang panas itu cepat membuat tenaga Kyuhyun habis. Ia berhenti berlari sambil memegang lututnya mengatur napasnya yang terasa sesak. Ia terduduk di pinggir jalan itu dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.

Tidak lama setelah itu, sebuah mobil mewah berhenti didekatnya. Dan seorang yeoja menurunkan jendela mobilnya.

“Kyuhyun-oppa!” panggil yeoja itu.

“Vic?”

“ne. ini aku.” Victoria keluar dari mobilnya. “kenapa duduk disitu?”

“aku baru saja mengejar bus tapi mereka meninggalkanku.” Jawab Kyuhyun masih mengatur napasnya.

“oh, geurae? Kalau begitu ikut mobilku saja!” usul Victoria.

“ti..tidak usah, Vic. Aku masih bisa menunggu bus selanjutnya.” Sahut Kyuhyun. Ia teringat kembali kejadian resleting celananya.

“sudah tidak apa-apa. Toh, kita searah.” Victoria meraih tangan Kyuhyun dan menyeretnya ke dalam mobilnya.

“tapi Vic…”

“tidak ada tapi-tapian.” Victoria membuka pintunya dan membiarkan Kyuhyun masuk terlebih dahulu. “ajussi, kajja!” Victoria menyuruh sopirnya kembali menjalankan mobilnya.

Mobil itu melaju membawa Kyuhyun dan Victoria. Dalam perjalanan Victoria membisikkan sesuatu ke telinga sopirnya. Kyuhyun mulai tidak tenang saat sopir itu meliriknya lewat kaca spion dan menyeringai aneh.

**

Taeyeon, Geunyoung, dan Joongki turun dari bus itu dan mulai berjalan masuk ke rumah Taeyeon.

“ah, aku lupa mengambil titipan kakakku!” ucap Taeyeon. “Joongki-oppa, bisa antar aku sebentar ke super market depan?” *Joongki lebih tua dari Taeng dan Geunyoung jadi mereka manggilnya oppa*

“eh? Tapi..bagaimana dengan Geunyoung?” tanya Joongki.

“Geunyoung-ah, kau duluan saja. Kakakku ada di dalam. Aku harus segera mengambil titipannya kalau tidak, bisa gawat! Telingaku akan panas diomelinya.”

“hahaha..baiklah. Oppa, antar saja Taeyeon-eonni. Biar aku duluan masuk.” Sahut Geunyoung.

“baiklah. Taeyeon-ah, kajja!” Joongki dan Taeyeon pun akhirnya meninggalkan Geunyoung didepan pintu rumahnya.

Setelah Taeyeon dan Joongki pergi, Geunyoung berbalik dan menekan bel rumah Taeyeon. Tidak lama kemudian seorang namja bermata sipit membukakan pintu. Yesung. Begitu ia melihat tamu itu, ia tertegun menatap yeoja itu. Ia langsung terpesona dengan kecantikan dan kepolosan wajah Geunyoung.

“annyeong haseyo~” sapa Geunyoung memiringkan kepalanya melihat Yesung yang tidak berkedip menatapnya.

“a..annyeong haseyo.” Jawab Yesung tergagap.

“aku teman Taeyeon-eonni. Ia sedang ke super market depan dan menyuruhku menunggunya di rumahnya. Apa aku boleh menunggunya di dalam?”

“oh. Tentu, silahkan masuk.” Yesung mempersilahkannya masuk.

“kamsahamnida~” Geunyoung pun masuk ke rumah itu. Sementara Yesung masih berdiri di ambang pintu itu menatap Geunyoung. “ada apa?” heran Geunyoung melihat Yesung yang tampak bengong.

“oh, aniyo.” Jawab Yesung menutup pintunya dan berjalan masuk ke rumahnya.

**

Kyuhyun dan Victoria tiba didepan sebuah rumah besar. Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung kenapa Victoria malah membawanya ke tempat asing itu.

“emm.. Vic.. ini…”

“oppa, ayo masuk dulu ke rumahku!” sahut Victoria.

“eh? Kenapa kau membawaku kesini? Bukannya sudah ku bilang aku harus pulang ke rumahku?”

“sekali-kali mampir tidak apa-apa, kan?” jawab Victoria menyeret Kyuhyun memasuki rumahnya. Namun Kyuhyun menahannya menolak ajakan Victoria dan melepaskan tangan Victoria yang mencengkram tangannya.

“mian, Vic. Aku harus pulang.” Kyuhyun pun cepat-cepat pergi dari tempat itu.

“kau mengabaikanku?” gumam Victoria. “lihat saja nanti. Kau akan bertekuk lutut di hadapanku.” Victoria menunjukan evil smirknya sebelum akhirnya ia melenggang masuk kedalam rumahnya.

To be continue…

Annyeong, reader! Menurut kalian gimana FF ini? Mian kalo kurang bagus. :/
oh ya, today is my special day without special thing. -.-”
Makasih buat reader yang udah ngucapin do’anya d FB. 😀
reader disini ada yang belum tahu kah kalau di blog ini ngadain vote Korea? sekarang hari terakhir voting sampe jam 19.00 WIB. Jadi, ayo yang belum ngasih suaranya vote di halaman Vote Korea sebelum jam 7 malem. Vote di https://ashiya19.wordpress.com/vote-here/ atau kalo buka di PC, bisa liat di sebelah kanan atas dengan tulisan Vote Korea
kalian bisa vote bias kalian sebanyak-banyaknya! 😀
okay, segitu aja ngerecok(?)nya. jangan lupa leave comment/like/rate.
Thank you~

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 3

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul :D)
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

Keesokan harinya adalah hari terakhir Taeyeon dan Kyuhyun di Jinan. Taeyeon meminta ijin pada nenek dan Kyuhyun untuk berjalan-jalan di sekitar kota itu. Kyuhyun tidak bisa menemaninya karena harus membantu neneknya berkebun.

Taeyeon memasuki sebuah toko cindera mata dan membeli beberapa untuk oleh-oleh. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya. Ia sampai di tempat kemarin ia dan Kyuhyun menonton konser jalanan. Hari ini orang-orang tidak terlalu banyak berlalu-lalang disitu. Karena lelah setelah berjalan kaki, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk duduk beristirahat di sebuah bangku taman yang mengelilingi kolam kecil.

Taeyeon mengeluarkan iPodnya dan menjejalkan(?) headset ke kedua telinganya dan memutar musiknya. Taeyeon menikmati lagu yang mengalun di telinganya sambil menutup matanya merasakan angin yang menerpa wajahnya.

Taeyeon begitu menikmatinya hingga tidak menyadari seseorang duduk disampingnya dan terus memandanginya. Begitu ia membuka matanya, ia sedikit tersentak kaget.

“annyeong!” sapa orang itu.

“oh, annyeong.” Balas Taeyeon.

“kau yang kemarin menonton pertunjukan bandku, kan?” tanya namja itu dengan ramah.

‘hm?” bingung Taeyeon

“kau tidak mengingatku?” tanyanya lagi.

Taeyeon tampak mengingat-ingat sesuatu, “aah, kau yang kemarin bernyanyi disini dan memberiku bunga?” ucap Taeyeon antusias.

Namja itu tertawa kecil, “ne. ternyata kau masih mengingatku.”

“gomawo bunganya.”

“cheonmaneyo.” Jawab namja itu. “oh, ya kita belum berkenalan. Namaku Jonghyun. Lee Jonghyun.”

“aku Kim Taeyeon.”

Mereka akhirnya terus mengobrol tanpa ada rasa canggung. Keduanya sama-sama sangat tertarik pada musik sehingga mereka bisa mengobrol dengan leluasa. Taeyeon menceritakan tentang dirinya yang masuk fakultas musik di Seoul dan Jonghyun menceritakan tentang pengalaman bermusiknya bersama kedua temannya.

“sudah sore. Aku harus segera pulang.” Ucap Taeyeon.

“Mau ku antar?” tawar Jonghyun. “kau bukan orang sini. Bagaimana kalau kau tersesat?”

“ah, tidak usah. Aku masih hafal jalan pulang.”

“hm..baiklah. semoga lain kali kita bertemu lagi.”

Taeyeon tersenyum mendengar ucapan Jonghyun, “ne. aku  pergi dulu. Annyeong~!”

**

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Taeyeon berpamitan pada nenek. Hari ini mereka harus kembali ke Seoul.

“halmoni, aku masih ingin tinggal disini.” Ucap Taeyeon manja pada nenek Kyuhyun.

“kau boleh datang kesini kapanpun kau mau.” Jawab nenek Kyuhyun.

“jeongmalyo??” nenek Kyuhyun mengangguk.

“halmoni, kami pulang dulu.” Pamit Kyuhyun mengecup pipi neneknya.

“ne. hati-hati.”

Kyuhyun dan Taeyeon memasuki taxi yang sudah bersiap mengantar mereka ke pelabuhan. Taeyeon tampak enggan meninggalkan nenek Kyuhyun. Taxi itu segera melaju meninggalkan nenek Kyuhyun yang tersenyum melambaikan tangannya.

“sampai jumpa nanti, halmoni!!” teriak Taeyeon mengeluarkan kepalanya dari jendela taxi itu.

Setelah taxi itu menjauh dari pandangan nenek Kyuhyun, senyumannya memudar. Tangannya berpindah memegang dadanya dan wajahnya berubah pucat. Keringat dingin menjalari tubuhnya.

-Chapter 3-

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Jinan, akhirnya Kyuhyun dan Taeyeon sampai di Seoul. Kyuhyun tidak langsung pulang. Ia mengantar Taeyeon terlebih dahulu. Saat baru memasuki halaman rumah Taeyeon, Kyuhyun menghentikan langkahnya.

“apa kakakmu ada di rumah?” tanya Kyuhyun tampak mengkhawatirkan sesuatu.

“molla. Tapi sepertinya ia masih kerja. Wae?”

“hm..a..aniya.”

Taeyeon mengerutkan dahinya melihat Kyuhyun yang tampak gugup. Sedetik kemudian ia teringat sesuatu, “aaah, arasseo! Kau takut Yesung-oppa karena ancamannya di telepon itu, kan?”

“mwo?? Ani!! Aku tidak takut bahkan tidak ingat dengan ancaman itu!” Kyuhyun mengeles.

“haha..kojitmal! aku tahu kau bohong.” Tawa Taeyeon. “wajahmu memerah!”

“ya!” sentak Kyuhyun membuat Taeyeon semakin tertawa kencang.

Mereka berdua akhirnya masuk ke rumah Taeyeon. Rumah itu sepi dan terkunci. Tampaknya Yesung memang tidak ada dirumah. Beruntung Taeyeon membawa kunci cadangannya sehingga ia bisa masuk tanpa membobol pintunya. Kyuhyun menghela napasnya lega mengetahui Yesung tidak ada di rumah.

“duduk dulu. Aku buatkan minuman.” Ucap Taeyeon berjalan menuju dapur mengambil minuman untuk Kyuhyun.

“ne. gomawo.” Jawab Kyuhyun tersenyum.

Beberapa menit kemudian Taeyeon kembali menghampiri Kyuhyun dengan membawa 2 minuman dingin. Taeyeon duduk di seberang Kyuhyun.

“kenapa duduk berjauhan seperti itu?” heran Kyuhyun.

“hm? Memangnya kenapa?”

“duduk disini!” Kyuhyun menepuk sofa sebelahnya.

“ck! Sudahlah. Sama saja.” Jawab Taeyeon meminum minumannya.

Kyuhyun menghela napasnya dan beranjak duduk disebelah Taeyeon.

“kenapa pindah kesini?” heran Taeyeon.

“sejak beberapa hari yang lalu di kapal sudah kubilang jauh-jauh dariku.”

“terserah kaulah.” Jawab Taeyeon tidak peduli sambil meletakan minumannya di meja.

Kyuhyun memulai aksinya. Diam-diam ia merentangkan sebelah tangannya ke belakang Taeyeon dan meletakkannya di pundak Taeyeon. *wah, Kyu modus nih! xD*

“wae?” tanya Taeyeon menoleh pada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak menjawab, ia mendekatkan wajahnya dengan Taeyeon. Bibir Kyuhyun hampir menempel dengan bibir Taeyeon saat tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Seseorang masuk dan langsung berteriak membuat Kyuhyun dan Taeyeon menjauhkan tubuhnya masing-masing.

“YA!! CHO KYUHYUN!!”

Kyuhyun melebarkan matanya terkejut melihat orang yang berdiri didepannya dengan tatapan pembunuh. “Ye..Yesung…hyung..”

“rupanya kau sudah datang, huh?” ucap Yesung tersenyum menyeringai. Ia berjalan mendekati Kyuhyun. “kau datang kemari untuk mengantarkan nyawamu?”

“a..aniyo, hyung..” Kyuhyun berdiri dan berjalan mundur ketakutan. Sementara Taeyeon terkekeh melihat wajah pucat Kyuhyun.

“tuan Cho, kemari!” Yesung menggerakan telunjuk tangan kanannya menyuruh Kyuhyun mendekat. “tentu kau masih ingat dengan ucapanku di telepon, kan? Sudah kau siapkan asuransimu?”

Dengan takut-takut Kyuhyun maju mendekatinya, “mianhae, hyung. Aku tidak bermaksud..”

“KEMARI!!!” bentak Yesung membuat Kyuhyun terkejut dan mengelus dadanya. Sedangkan Taeyeon masih anteng(?) menertawakan namjanya itu.

Secepat kilat Yesung segera mempiting Kyuhyun hingga membuatnya mengaduh, “ampun, hyung!” Yesung tertawa puas dan pitingannya semakin mengencang. “Taeng-ah, tolong aku!!”

“shireo!” Taeyeon memeletkan lidahnya dan berlari menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang masih menjadi sasaran kejahilan Yesung.

**

“Taeyeon, kudengar kemarin kau pergi ke Jinan dengan Kyuhyun-oppa?” Tanya Sunny saat kembali masuk kampus. Taeyeon mengangguk. “hanya berdua??”

“ne.”

Sunny celingukan sebelum membisikan sesuatu ke telinga Taeyeon, “apa disana terjadi sesuatu?”

Taeyeon mengerutkan keningnya tidak mengerti ucapan Sunny, “maksudmu?”

“oh ayolah! Kalian baru saja pacaran dan pergi berdua saja ke luar kota. Tentu terjadi sesuatu yang di kategorikan dalam NC, kan?”

“MWO???” Taeyeon membelalakan matanya mendengar ucapan Sunny. “ya! Lee Sunkyu! Sejak kapan kau jadi berpikiran yadong?? Apa Eunhyuk yang mengajarimu?? Atau Sungmin-oppa??”

“hehehe…aku hanya bercanda, Taeng.” Sunny membentuk huruf V dengan jari tangannya. “apa saja yang kalian lakukan disana?”

“aku hanya bertemu dengan neneknya.”

“hanya itu? Kau tidak bertemu dengan keluarganya atau kakeknya?”

“ia sudah tidak mempunyai kakek dan keluarganya ada di Seoul.” Sunny manggut-manggut mendengar penjelasan Taeyeon.

“seperti apa neneknya? Apa dia nenek menyebalkan yang sangat cerewet?”

“ani. Neneknya sangat baik. Bahkan sifatnya tidak jauh beda dengan Kyuhyun yang senang sekali menjahili orang lain.”

“jinjja?”

“ne. bahkan Kyuhyun-oppa sendiri menjadi korban kejahilannya.” Lanjut Taeyeon membuat Sunny tertawa.

Saat mereka membicarakan nenek Kyuhyun, sesuatu menarik perhatian mereka. Orang-orang tiba-tiba berlarian menuju papan pengumuman.

“ada apa disana?” tanya Taeyeon.

“molla.” Jawab Sunny. “ayo kita lihat kesana.” Sunny pun berjalan mendahului Taeyeon. “ada apa ini?” tanya Sunny pada seorang mahasiswa yang mengerumuni papan pengumuman itu.

“oh, ini pengumuman perekrutan anggota baru kelompok SuGen.” Jawab orang itu.

“ah, benar. Aku lupa hari ini pencarian anggota baru akan dimulai.” Ucap Sunny.

Taeyeon terdiam melihat orang-orang yang berdesakan membaca pengumuman itu.

“ada apa, Taeng?” heran Sunny.

“apa kau tidak ingat kejadian ini?” ucap Taeyeon. “apa kau tidak ingat pada Seohyun?” Taeyeon berbalik menatap Sunny. “saat itu awal aku berkenalan dengannya karena pengumuman ini. Kau mengenalkanku pada Seohyun.” Kenang Taeyeon.

“kau benar.” Jawab Sunny mengenang masa-masa mereka sekitar satu tahun yang lalu. *I Got a Boy season 1*

“bagaimana kabarnya sekarang? Aku tidak pernah mendengar kabarnya.”

“entahlah. Tapi beberapa bulan yang lalu kudengar ia mengikuti kelompok musik di universitas barunya di Busan dan kudengar mereka cukup sukses.” Terang Sunny.

“benarkah? Aku senang mendengarnya.”

“kau tidak membencinya?” tanya Sunny.

Taeyeon tersenyum, “kenapa aku harus membencinya?”

“tentu saja kau akan membencinya. Ia sudah mencelakaimu berkali-kali demi mendapatkan Kyuhyun.”

“memang terkadang aku berpikir untuk membencinya tapi aku kembali mengingat kebaikannya dan aku tidak bisa benar-benar membencinya. Ia yeoja yang baik dan polos.”

**

Seperti biasa setiap tahun akademik baru, SuGen mencari anggota baru. Setelah memilih para kandidat, akhirnya terpilihlah 8 orang anggota baru. Mereka adalah Lee Jaejin, Moon Geunyoung, Song Joongki, Kang Sora, Song Victoria, Lee Hoya, Choi Juniel, dan Choi Seungri.

p

Mereka memiliki kelebihan masing-masing yang berbeda-beda di bidang seni. Terutama dalam musik.

“selamat kalian terpilih menjadi anggota baru SuGen.” Ucap Hyunjoong ketua kelompok itu yang disambut tepuk tangan meriah para anggotanya. “seperti biasa, setelah perekrutan anggota baru, anggota lama harus melepas jabatannya karena habis masa jabatannya. Jadi, sekarang aku akan mencari ketua baru. Aku dan yang lain sudah memutuskan beberapa calonnya.  Somin akan mengumumkannya dan yang disebut namanya silahkan maju.”

Somin pun melaksanakan perintah Hyunjoong. “calon ketua umumnya ada 4 orang yaitu dari semester 5 dan 3. Masing-masing angkatan ada 2 orang.” Somin membuka file yang ada ditangannya. “dari semester 5, Jung Yonghwa dan Cho Kyuhyun. Dan dari semester 3, Nichkhun Horvejkul dan Nam Gyuri!”

ashiya19.wordpress.com

Pemungutan suara di mulai dan akhirnya ketua umum terpilih adalah Jung Yonghwa.

“chukkae!” Hyunjoong menjabat tangan Yonghwa menyerahkan jabatannya. “semoga kau bisa memimpin kelompok ini.’

“ne. kamsahamnida, hyung.” Setelah itu, Yonghwa menjelaskan peraturan-peraturan SuGen pada anggota barunya.

**

“aku bingung harus memanggil kalian eonni atau saeng.” Ucap seorang anggota baru pada Taeyeon dan Sunny. “aku memang junior kalian tapi usiaku diatas usia kalian.” Sambungnya lagi di selingi tawa.

“haha..gwaenchana, Vic. Lebih baik kita berbicara seperti dengan yang seumuran saja.” Jawab Taeyeon.

Yeoja bernama Victoria itu tersenyum, “baiklah.”

Saat mereka bertiga mengobrol, Kyuhyun datang menghampiri Taeyeon bermaksud mengajaknya pulang.

“annyeong, oppa!” sapa Victoria.

“oh, annyeong, Vic.” Jawab Kyuhyun membalas sapaannya.

“kau tidak bingung untuk memanggilnya oppa?” gurau Sunny. Kyuhyun hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“hehe…lebih baik aku memanggilnya oppa saja walaupun aku lebih tua satu tahun darinya.” Jawab Victoria. Ia beralih pada Kyuhyun. “tidak apa-apa kan aku memanggilmu oppa?”

“ne. gwaenchana.” Jawab Kyuhyun.

Victoria tersenyum dan sesaat kemudian, pandangannya teralih pada celana jeans Kyuhyun.

“ommo! Oppa, kau lupa menaikan resleting celanamu.” Ucap Victoria.

Tanpa ragu-ragu ia mengulurkan tangannya dan menaikan resleting celana Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun, Taeyeon dan juga Sunny membelalakan matanya terkejut dengan apa yang dilakukan Victoria. Terlebih tangan Victoria sedikit menyentuh ‘juniornya’. (kkkkk~)

Kyuhyun berdeham dan segera mengalihkan tatapannya pada Taeyeon. “Taeng, kajja. Sunny, Vic, aku duluan ya.” Ucapnya gugup.

Kyuhyun pun pergi dengan Taeyeon mendahului Sunny dan Victoria. Sunny masih bengong dengan aksi Victoria barusan. Sedangkan Victoria terus memperhatikan Kyuhyun dan Taeyeon yang berjalan semakin menjauh. Sesaat kemudian sebuah senyum samar seperti menyeringai tampak di wajahnya.

To be continue…

Author mo ngucapin makasih ma yang kemarin promosiin blog ini di grup di fb. 😀
kalo ada yang pengen kenal author, bisa lewat fb http://www.facebook.com/KizunaRyuzaki usernamenya Kizuna Ika Hinasaki. kalo ga ada juga ga apa-apa sih. hohoho…
Udah baca RCL yaaaaaaaa~ 😉

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 2

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc.
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Previous Chapter-

Keesokan harinya, Taeyeon menghampiri nenek Kyuhyun yang tengah sibuk merawat tanamannya di halaman depan rumah.

“selamat pagi, halmoni!” sapa Taeyeon.

“oh, Taeyeon-ah! Kau sudah bangun?”

Taeyeon mengambil selang air yang tergeletak ditanah dan menyiram tanaman-tanaman itu.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya nenek Kyuhyun dengan lembut.

“ne. rumah halmoni nyaman sekali. Rasanya aku tidak ingin kembali ke Seoul.” Ucapan Taeyeon membuat nenek Kyuhyun tertawa.

“kau boleh saja tinggal disini. Tapi ada syaratnya.”

“hm? Apa?”

“kau harus menyelesaikan kuliahmu dulu lalu menikah dengan cucuku dan setelah itu kau boleh tinggal disini sampai kapanpun.” Ucap nenek Kyuhyun membuat Taeyeon tertawa.

“apa nenek membolehkan Kyuhyun-oppa menikahiku?”

“kenapa tidak?” jawab nenek Kyuhyun cepat. “kau anak yang baik, sopan, pintar memasak dan juga kau sangat cantik. Ternyata cucuku pintar sekali mencari yeoja.”

“hehe..gomawo.” jawab Taeyeon tersipu malu.

Taeyeon terus membantu nenek Kyuhyun merawat taman itu. Saat ia berdiri cukup jauh dari nenek Kyuhyun, tiba-tiba sepasang tangan mendekap tubuhnya dari belakang. Sontak Taeyeon terkejut dan menoleh kebelakang melihat orang yang memeluknya itu.

“pagi, Taeng!”

“oh, oppa! Kau mengagetkanku!”

“mianhae.” Jawab Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya. “bagaimana tidurmu semalam?”

“nyenyak sekali. Rumah nenekmu benar-benar nyaman.”

“tentu saja. Itu kamarku. Kau pasti menyukainya.”

Mereka terus bermesraan pagi itu didepan rumah nenek Kyuhyun. Orang-orang yang lalu lalang melihat mereka dengan tatapan iri. Kyuhyun tidak memperdulikannya hingga tiba-tiba seseorang menyemprotkan air ke tubuh bagian belakang Kyuhyun membuatnya terkejut dan berbalik.

“halmoni!” Kyuhyun berusaha menghindari semprotan air itu.

“berhentilah bermesraan didepan umum, tuan Cho Kyuhyun!” omel nenek Kyuhyun sambil terus menyemprotkan air.

Taeyeon hanya tertawa melihat namjanya yang sudah basah kuyup.

“kau juga, nona Kim Taeyeon!” nenek Kyuhyun mengalihkan semprotannya pada Taeyeon membuat Taeyeon berhenti tertawa dan berusaha menghindari air.

Kyuhyun melihat Taeyeon yang basah kuyup terus di serang air oleh neneknya dan ia tertawa terbahak-bahak. Neneknya melihat Kyuhyun yang tertawa puas melihat penderitaan(?) Taeyeon, kembali menyemprotkan air itu pada Kyuhyun.

“halmoni, keumanhae~!”

-Chapter 2-

“gara-gara kau aku jadi basah kuyup begini!” keluh Taeyeon pada Kyuhyun.

“ya! Kau sendiri menikmatinya kan waktu aku memelukmu?”

“aisssh!!” Taeyeon mencubit lengan Kyuhyun dengan kencang membuat Kyuhyun meringis kesakitan.

“kenapa sejak kita resmi berpacaran kau jadi kasar sekali padaku?” keluh Kyuhyun.

“memang kita pacaran? Sejak kapan?” Taeyeon mulai menjahili Kyuhyun lagi.

“mwo??” kejut Kyuhyun.

“siapa yang bilang kita pacaran? Memangnya aku pernah mengatakan itu?” tanya Taeyeon memasang wajah bingung membuat Kyuhyun speechless.

“Ta…Taeyeon..”

“hahahahaha…..” Tawa Taeyeon melihat raut wajah bingung Kyuhyun.

“kenapa tertawa?” bingung Kyuhyun, “ya! Kau mengerjaiku lagi?” Taeyeon tidak menjawab dan terus tertawa terbahak-bahak.

“ada apa, Taeng? Kenapa kau tertawa seperti itu?” tiba-tiba nenek Kyuhyun muncul dengan membawakan pakaian kering untuk Taeyeon.

“oh..halmoni.” Taeyeon berusaha mengontrol tawanya. “aku baru saja mengerjai Kyuhyun-oppa dan ekspresinya lucu sekali.” Taeyeon cekikikan(?) sendiri.

“aissh..diamlah!” gertak Kyuhyun menahan malu.

“haha..malang sekali kau, Kyu. Jadi sasaran kejahilan yeojamu sendiri!” nenek Kyuhyun ikut menertawakannya. “nah, Taeyeon, cepat ganti bajumu nanti masuk angin.” Nenek Kyuhyun memberikan pakaian itu pada Taeyeon.

“kamsahamnida, halmoni.”

Setelah menerima baju itu, Taeyeon segera masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian dan nenek Kyuhyun pun pergi. Begitu pun dengan Kyuhyun yang segera berganti pakaian di kamar mandi rumah itu. Namun baru beberapa langkah, ia menghentikan langkahnya dan teringat sesuatu.

“ah, aku lupa tidak membawa pakaian dalamku(?).” Ia pun berbalik kembali menuju kamarnya. Setelah berdiri didepan pintu kamarnya, ia mengetuk pintunya namun Taeyeon tidak juga membukakan pintunya. “apa dia masih di kamar mandi?” pikir Kyuhyun.

Kyuhyun yang sudah kedinginan akhirnya menerobos masuk ke kamarnya yang tidak di kunci itu. Begitu pintu terbuka,

16043-taeyeon-im-just-covering-with-my-shirt-shirtless-deceiving-look

“OMMO!!!!”

Kyuhyun mendapati Taeyeon yang belum selesai mengenakan pakaiannya.

“mian..aku…aku tidak sengaja.” Ucap Kyuhyun tergagap sementara Taeyeon terus berusaha menutupi tubuh atasnya.

“kenapa kau main masuk saja??” marah Taeyeon.

“mianhae, aku hanya mau mengambil pakaianku.” Kyuhyun berjalan masuk kamar itu berniat mengambil pakaian dalamnya. Namun saat akan menuju lemari, kakinya terantuk kaki meja dan ia terjatuh menindih Taeyeon dan tepat mendarat di tempat tidurnya.

Keduanya membelalakan mata karena terkejut. Kyuhyun segera tersadar dan cepat-cepat berdiri.

“mianhae..” Kyuhyun segera mengambil pakaiannya dan cepat-cepat berlari keluar kamar itu meninggalkan Taeyeon yang masih shock.

**

Sore hari Kyuhyun mengajak Taeyeon bersepeda mengelilingi daerah itu. Taeyeon duduk di depan dan Kyuhyun yang mengayuh sepeda itu dibelakang sehingga tampak seperti sedang memeluk Taeyeon dari belakang.

“kita mau kemana?” tanya Taeyeon.

“ke suatu tempat. Dulu waktu kecil aku sering bermain kesana dan kau tahu? dulu aku berniat suatu hari akan membawa yeoja yang kucintai ke tempat itu.” Ucapan Kyuhyun itu membuat pipi Taeyeon memerah.

Mereka tiba disebuah ladang kosong yang dipenuhi ilalang.

“waah, yeppeuta..” seru Taeyeon melihat pemandangan di depannya.

Kyuhyun tersenyum mengetahui Taeyeon menyukai tempat itu. Ia terus mengayuh sepeda itu hingga tanpa sengaja ia melindas batu hingga sepeda itu oleng.

“wohh..whaaa..waaaaaaaa” teriak keduanya.

BRAK!!!

Sepeda itu terjatuh dan mereka berdua jatuh berguling-guling karena permukaan tanahnya yang menurun. Mereka berguling hingga terhenti karena tubuhnya tertahan oleh batang-batang ilalang yang lebat itu. Kyuhyun yang berada diatas tubuh Taeyeon menatap kedua mata bening Taeyeon.

“oppa…” lirih Taeyeon menatap Kyuhyun.

“ne?” jawab Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya dari Taeyeon.

“berat.”

GLEK!

Kyuhyun tergagap. Ia segera bangkit menyingkir dari tubuh Taeyeon dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, salah tingkah.

**

Kyuhyun menuntun sepedanya saat dalam perjalanan pulang. Di tengah perjalanan Taeyeon melihat kerumunan orang-orang. Tampaknya sedang ada sebuah pertunjukan jalanan.

“oppa, ada apa disana? Kenapa banyak orang berkerumun disitu?”

“molla. Tapi..sepertinya sedang ada pertunjukan musik.” Jawab Kyuhyun.

“wah, jinjja?!” seru Taeyeon antusias. “ayo kita lihat!” Taeyeon menyeret Kyuhyun mendekati kerumunan itu.

Dan ternyata memang benar sedang ada pertunjukan musik. Terlihat 3 namja memegang alat musiknya masing-masing.

tumblr_m2lyf12nBA1r8bfy0o1_500-horz

“..goodbye darling hey you oh my darling hey you jugeul mankeum saranghae jebal naege dorawah jwo saranghanikka neoman anikka tashi hanbeonman love forever..” satu orang yang memegang gitar menyanyikan sebuah lagu. Mungkin ia vokalis utama band itu.

“keren..” Taeyeon tampak terpesona dengan penampilannya.

Kyuhyun mendengar ucapan Taeyeon dan segera meliriknya dengan mengerutkan keningnya. Cemburu. “ya! Aku juga bisa seperti mereka!”

Taeyeon menoleh pada Kyuhyun dan mengerdikan bahunya. Taeyeon kembali menyaksikan penampilan band itu.

Vokalis band itu mengedarkan pandangannya melihat para penonton yang semakin banyak berkumpul. Pandangannya terhenti saat melihat seorang yeoja berbaju orange bertuliskan I AM yang berdiri bersebelahan dengan namja yang menuntun sepedanya. Ia tersenyum pada Taeyeon.

Taeyeon tertegun dan sedetik kemudian ia sedikit menyunggingkan senyumnya pada orang itu. Kyuhyun melihatnya dan ia semakin kesal.

Kekesalan atau lebih tepatnya cemburu Kyuhyun semakin menjadi-jadi saat vokalis itu selesai menyanyikan lagunya dan berjalan menghampirinya dan Taeyeon. Ia mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya dan menyerahkannya pada Taeyeon. Setangkai bunga mawar putih. Taeyeon menerimanya dengan senang. Namja itu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya membuat kedua Taeyeon merona. Sementara Kyuhyun, jika ia sedang didalam sebuah komik, akan jelas tergambar asap yang keluar dari telinganya dan wajahnya yang memerah karena amarah.

Kyuhyun tidak ingin Taeyeon semakin terpesona pada namja itu, ia segera membawa Taeyeon pergi dari hadapan namja itu.

“yeppeo.” Gumam namja itu menatap kepergian Taeyeon dan Kyuhyun.

“Jonghyun-hyung, ayo kita mulai lagi pertunjukan selanjutnya.” drummer band tersebut mengingatkan vokalis yang bernama Jonghyun itu.

**

Keesokan harinya adalah hari terakhir Taeyeon dan Kyuhyun di Jinan. Taeyeon meminta ijin pada nenek dan Kyuhyun untuk berjalan-jalan di sekitar kota itu. Kyuhyun tidak bisa menemaninya karena harus membantu neneknya berkebun.

Taeyeon memasuki sebuah toko cindera mata dan membeli beberapa untuk oleh-oleh. Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya. Ia sampai di tempat kemarin ia dan Kyuhyun menonton konser jalanan. Hari ini orang-orang tidak terlalu banyak berlalu-lalang disitu. Karena lelah setelah berjalan kaki, akhirnya Taeyeon memutuskan untuk duduk beristirahat di sebuah bangku taman yang mengelilingi kolam kecil.

Taeyeon mengeluarkan iPodnya dan menjejalkan(?) headset ke kedua telinganya dan memutar musiknya. Taeyeon menikmati lagu yang mengalun di telinganya sambil menutup matanya merasakan angin yang menerpa wajahnya.

Taeyeon begitu menikmatinya hingga tidak menyadari seseorang duduk disampingnya dan terus memandanginya. Begitu ia membuka matanya, ia sedikit tersentak kaget.

“annyeong!” sapa orang itu.

“oh, annyeong.” Balas Taeyeon.

“kau yang kemarin menonton pertunjukan bandku, kan?” tanya namja itu dengan ramah.

‘hm?” bingung Taeyeon

“kau tidak mengingatku?” tanyanya lagi.

Taeyeon tampak mengingat-ingat sesuatu, “aah, kau yang kemarin bernyanyi disini dan memberiku bunga?” ucap Taeyeon antusias.

Namja itu tertawa kecil, “ne. ternyata kau masih mengingatku.”

“gomawo bunganya.”

“cheonmaneyo.” Jawab namja itu. “oh, ya kita belum berkenalan. Namaku Jonghyun. Lee Jonghyun.”

“aku Kim Taeyeon.”

Mereka akhirnya terus mengobrol tanpa ada rasa canggung. Keduanya sama-sama sangat tertarik pada musik sehingga mereka bisa mengobrol dengan leluasa. Taeyeon menceritakan tentang dirinya yang masuk fakultas musik di Seoul dan Jonghyun menceritakan tentang pengalaman bermusiknya bersama kedua temannya.

“sudah sore. Aku harus segera pulang.” Ucap Taeyeon.

“Mau ku antar?” tawar Jonghyun. “kau bukan orang sini. Bagaimana kalau kau tersesat?”

“ah, tidak usah. Aku masih hafal jalan pulang.”

“hm..baiklah. semoga lain kali kita bertemu lagi.”

Taeyeon tersenyum mendengar ucapan Jonghyun, “ne. aku  pergi dulu. Annyeong~!”

**

Keesokan harinya, Kyuhyun dan Taeyeon berpamitan pada nenek. Hari ini mereka harus kembali ke Seoul.

“halmoni, aku masih ingin tinggal disini.” Ucap Taeyeon manja pada nenek Kyuhyun.

“kau boleh datang kesini kapanpun kau mau.” Jawab nenek Kyuhyun.

“jeongmalyo??” nenek Kyuhyun mengangguk.

“halmoni, kami pulang dulu.” Pamit Kyuhyun mengecup pipi neneknya.

“ne. hati-hati.”

Kyuhyun dan Taeyeon memasuki taxi yang sudah bersiap mengantar mereka ke pelabuhan. Taeyeon tampak enggan meninggalkan nenek Kyuhyun. Taxi itu segera melaju meninggalkan nenek Kyuhyun yang tersenyum melambaikan tangannya.

“sampai jumpa nanti, halmoni!!” teriak Taeyeon mengeluarkan kepalanya dari jendela taxi itu.

Setelah taxi itu menjauh dari pandangan nenek Kyuhyun, senyumannya memudar. Tangannya berpindah memegang dadanya dan wajahnya berubah pucat. Keringat dingin menjalari tubuhnya.

To be continue…

Kayaknya ini special chapter adegan tindih-tindihan(??). kkkkkk
Satu persatu other cast mulai bermunculan. 😀
Jangan lupa RCL! 😉

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 1

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria Song (f(x))
Other Cast : Kim Jongwoon (Yesung Super Junior), etc.
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang membajak! *kalo bajak sawah, silahkan! xD
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia
Ada yang nunggu season 2 dari ff I Got A Boy Second Version ini?
Dulu author janji mau bikin season 2 yang dibuat 2 versi. Versi pertama yang temanya sad, udah di publish dan dibuat oneshot. sekarang bikin lanjutan versi keduanya yang dibuat multichapter.
Jangan lupa RCL!

-Last Story in I Got A Boy Season 1-

1 tahun kemudian..
‘ia selalu tersenyum saat bersama Leeteuk.’ Kyuhyun memperhatikan Taeyeon dan Leeteuk. lalu berbalik dan pergi.
“apa kau yakin dengan perasaanmu?” tanya Leeteuk. Taeyeon hanya tersenyum. “hari ini dia akan pindah ke Jinan.” Ucap Leeteuk.
“mwo??? Ke-kenapa??”
“entahlah. Masih ada waktu 1 jam untuk mengubah keputusannya. Kejarlah, Taeyeon!”
“tapi..” Leeteuk segera mendorong Taeyeon pergi.
Taeyeon berlari menuju pelabuhan Incheon begitu turun dari taxi. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicarinya. Ia naik ke kapal besar dan menemukan seseorang yang dicarinya.
“KYUHYUN-OPPA!!” teriak Taeyeon sambil berlari dan menghambur ke pelukan Kyuhyun.
“Ta-Taeyeon? Wae??” Kyuhyun tampak bingung dengan perlakuan Taeyeon.
“Oppa, kenapa kau pindah ke Jinan?” tanya Taeyeon setelah melepas pelukannya.
“eh?? Aku..”
CHU~ Taeyeon berjinjit dan menarik leher Kyuhyun dan menciumnya. Sontak Kyuhyun sangat terkejut. Taeyeon melepas ciumannya dan menunduk. Sebuah senyuman aneh mejeng(?) diwajah Kyuhyun. Ia segera menarik Taeyeon ke pelukannya.
“aku tidak pindah, Taeyeon. Aku hanya ingin mengunjungi nenekku di Jinan.”
“heh???” spontan Taeyeon melepas pelukan Kyuhyun.
“siapa yang bilang aku akan pindah??”
Sementara itu..
“maaf aku membohongimu, Taeyeon. Kalau tidak begitu, kau tidak akan pergi menyusul orang yang kau cintai.” Gumam Leeteuk tersenyum.
Kembali ke Taeyeon dan Kyuhyun..
“aissh.. Leeteuk-oppa membohongiku!” kesal Taeyeon.
“Taeyeon, boleh aku tanya sesuatu?” Taeyeon mengangguk. “sebenarnya bagaimana hubunganmu dan Leeteuk? bukannya kalian pacaran?”
“heh?? Pacaran?? hahaha.. kapan? Aku tidak pernah pacaran dengan Leeteuk-oppa.”
“jinjja?? Bukannya waktu itu kalian…berciuman?”
“apa waktu Yunho-oppa menyuruh kita berciuman setelah itu kita berpacaran?” tanya Taeyeon. Kyuhyun menggeleng. “Leeteuk-oppa memang mengatakan kalau ia mencintaiku tapi aku hanya menganggapnya sebagai kakak.”
Kyuhyun tersenyum lebar dan memeluk Taeyeon lagi dengan sangat erat.
“KYAAAAAAAA..! oppa! Appo!!”
“jangan jauh-jauh lagi dariku, Taeyeon.. Saranghae!” lirih Kyuhyun. Taeyeon tersenyum dan mengangguk.
TUUUUUUUUUUUUUUUUUTTT!
“KYAAAAAA!! Oppa, kapalnya bergerak. Ayo cepat keluar!!” Taeyeon menyeret Kyuhyun tapi terlambat, jembatan penghubung kapal itu sudah di angkat dan kapal sudah berjalan menjauhi dermaga.
“oppa!! Eottokke??” panik Taeyeon membelakangi Kyuhyun. Saat Taeyeon berbalik, “KYAAAAAAAAAAAAA!!!” Taeyeon terkejut karena wajah Kyuhyun begitu dekat. Dengan cepat Kyuhyun membungkam bibir Taeyeon dengan bibirnya dan memegang tengkuknya supaya Taeyeon tidak melarikan diri.
“kau ini masih saja suka berteriak! Kalau begitu kau ikut saja denganku ke Jinan.” Ucap Kyuhyun setelah melepas ciumannya.
“MWO?? Andwae!! shireo!!” pekik Taeyeon.
“ya sudah kau pulang sendiri saja sana berenang! Bukankah kau senang sekali berenang?”
“YAAAAAA!! Oppa!!”
Kyuhyun melenggang meninggalkan Taeyeon dengan seringaian di wajahnya.
‘Saranghae, Kim Taeyeon!’ Batin Kyuhyun.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 1-

“ne, aku pergi ke Jinan dengan Kyuhyun-oppa.” Taeyeon menghubungi video call dengan kakaknya, Yesung, saat dalam perjalanan ke Jinan. “ia menculikku!” Taeyeon mengerucutkan bibirnya mengadu pada kakaknya itu.

“mwo???” kejut Kyuhyun mendengar ucapan Taeyeon. Ia merampas(?) ponsel Taeyeon supaya bisa bertatapan langsung dengan Yesung. “aniyo, hyung! Taeyeon yang datang mengejarku kesini!”

“ya! Jangan bohong kau, Kyu! Mana mungkin Taeyeon mengejarmu?! Memangnya kau siapa??” balas Yesung dengan tampang sangarnya.

“aku? Aku namjachingunya.” Jawab Kyuhyun. “tapi itu benar! Mana mungkin aku membohongimu.”

“aniyo, oppa. Kau mempercayai dongsaengmu yang cute ini kan?” ucap Taeyeon dengan puppy eyesnya.

“aisssh.. berhentilah memasang tampang seperti itu!” sungut Kyuhyun.

“ya! Beraninya kau membentak dongsaengku!” marah Yesung sedangkan Kyuhyun langsung merengut. “ya sudah, kalian hati-hati. Hubungi aku kalau sudah sampai di Jinan. Aku ingin memastikan Taeyeon selamat ditanganmu. Jika tidak, persiapkan saja asuransi kesehatanmu.” Ancam Yesung.

“aisshh..kakak adik sama-sama menjengkelkannya.” Umpat Kyuhyun pelan.

“mwo?? Kau bilang apa??” ternyata Taeyeon mendengar umpatan Kyuhyun.

“a..aniyo. aku tidak berkata apa-apa.” Kilah Kyuhyun.

“Yesung-oppa, kau dengar barusan ia bilang apa?”

“hm? Apa?”

“aniyo, hyung. Aku tidak berkata apa-apa. Taeyeon salah dengar!” Kyuhyun berusaha membekap mulut Taeyeon. Taeyeon menggigit tangan Kyuhyun yang membekapnya hingga akhirnya Kyuhyun kesakitan dan melepaskan tangannya.

“ia bilang kita kakak adik yang menjengkelkan!” lapor Taeyeon tidak memperdulikan Kyuhyun.

“mworago???? Ya!! Cho Kyuhyun!!” murka Yesung lagi.

“mian, hyung.” Ucap Kyuhyun memelas. Sedangkan Taeyeon terkekeh melihat raut wajah Kyuhyun.

“hufft… sudah. Aku harus segera masuk kerja. Jangan lupa kabari aku kalau sudah tiba di Jinan. Dan satu lagi, Cho Kyuhyun, urusan kita belum selesai. Kau menculik dongsaengku, membentaknya, dan juga mengumpat tentang kami. Aku harus membuat perhitungan denganmu.” Setelah berkata seperti itu, Yesung memutuskan sambungan video callnya.

“kau puas sekarang?” kesal Kyuhyun pada Taeyeon semakin tertawa histeris.

**

Kyuhyun dan Taeyeon berjalan keluar dari kapal saat mereka tiba di pelabuhan Jinan (emang ada? Kkkk~).

“haaaah…udara disini masih segar!” Taeyeon menghirup napas dalam-dalam merasakan udara segar di kota itu.

“kajja! Taxinya sudah datang.” Ucap Kyuhyun dengan nada masih kesal.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Taeyeon.

“ani.” Balas Kyuhyun singkat.

“kau masih marah karena kejadian tadi?” Taeyeon berusaha menahan tawanya melihat wajah kesal Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam tidak menjawab ucapan Taeyeon. Ia berjalan mendahului Taeyeon.

“ya! Tunggu!” Taeyeon menyusul Kyuhyun yang meninggalkannya dibelakang.

Saat Kyuhyun akan masuk ke dalam taxi yang sudah menunggunya, Taeyeon menarik salah satu lengan Kyuhyun, hingga membuatnya berbalik menoleh.

“wae?” tanya Kyuhyun dengan nada datar dan berusaha menghindari tatapan Taeyeon.

“ya! Kau benar-benar marah?” Kyuhyun tidak menjawab. “ck! Kau seperti baru mengenal Yesung-oppa saja. Kau lupa kalau ia suka sekali menjahili orang dengan tampang seramnya?”

Kyuhyun tertegun mendengar ucapan Taeyeon. “maksudmu?”

Taeyeon tertawa kecil melihat tampang serius Kyuhyun, “ia hanya bercanda, babo!”

“mwo??”

Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya, “dasar bodoh.” Taeyeon mendahului Kyuhyun masuk kedalam taxi.

Kyuhyun masih berdiri diluar taxi itu tengah mencerna ucapan Taeyeon. “bodoh??” sedetik kemudian ia berbalik melihat Taeyeon yang tertawa-tawa didalam taxi. “ya! Kau mengataiku bodoh??” Kyuhyun bergegas masuk kedalam taxi itu dengan memasang tampang terkejutnya.

“ne!”

“ya! Beraninya kau mengataiku seperti itu! Kau lupa aku ini lebih tua darimu? Kau….”

CHU~!

Taeyeon membungkam mulut Kyuhyun dengan bibirnya membuatnya berhenti mengomel.

“mulutmu benar-benar cerewet seperti ajumma-ajumma saja.” Ucap Taeyeon enteng setelah melepas ciumannya. “ajussi, ayo berangkat.” Sambungnya lagi pada sopir taxi itu. Sedangkan Kyuhyun masih mengerjap-ngerjapkan matanya.

“tampangmu benar-benar seperti orang bodoh.” Tawa Taeyeon.

**

“tuan, kita sudah sampai.” Ucap sopir taxi itu membangunkan Kyuhyun dan Taeyeon yang duduk di belakang.

Kyuhyun mengerjapkan matanya dan membangunkan Taeyeon yang tertidur menyandar dibahunya.

“Taeng-ah, ireona.”

Kyuhyun dan Taeyeon keluar dari taxi itu. Taeyeon menatap sekelilingnya. Didepannya terdapat sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas dan terawat dengan berbagai bunga yang ditanam rapi di halaman itu.

17_Bungalow_1501_Harwood

“ayo masuk.” Kyuhyun menyeret kopernya menuju halaman rumah itu.

“ini rumah nenekmu? Sepertinya nyaman sekali tinggal disini.”

“tentu saja. Aku sering menginap disini walaupun jarak dari Seoul cukup jauh. Kau juga bisa tinggal disini kalau kita sudah menikah.” Pipi Taeyeon memerah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun.

Kyuhyun menekan bell rumah itu dan tidak lama kemudian seorang wanita tua yang mengenakan hanbok membukakan pintu itu.

“halmoni!” seru Kyuhyun memeluk neneknya itu.

“orangtuamu merawatmu dengan baik. Badanmu tinggi sekali.” Ucap nenek Kyuhyun. Setelah ia melepaskan pelukannya, pandangannya teralih pada yeoja mungil yang sedari tadi terdiam berdiri disamping Kyuhyun. “nugu?”

“ah, ini Taeyeon. Kim Taeyeon.” Kyuhyun mengenalkan Taeyeon pada neneknya.

“annyeong haseyo, halmoni. Joneun Kim Taeyeon imnida. Bangapseumnida.” Taeyeon membungkukan badannya dengan hormat.

“ah, manis sekali.” Nenek Kyuhyun mengelus rambut Taeyeon dengan lembut.

“tentu saja. Aku sudah bilang akan mendapatkan menantu yang terbaik untuk halmoni.” Ucap Kyuhyun.

“isshh..oppa!” Taeyeon mencubit pinggang Kyuhyun. Wajahnya merah padam.

Nenek Kyuhyun tertawa melihat wajah Taeyeon, “ayo masuk. Diluar dingin.”

**

Saat pertama bertemu dengan nenek Kyuhyun, Taeyeon mengira ia adalah sosok nenek yang hangat dan penuh kasih sayang. Namun setelah banyak berbincang, ternyata tidak hanya hangat dan penyayang, tapi juga sama persis dengan Kyuhyun yang jahil. Mungkin kejahilan Kyuhyun diturunkan oleh neneknya ini.

“Taeyeon-ah, kau tahu, Kyuhyun itu sangat patuh pada halmoni. Bahkan saking patuhnya, ia tidak bisa membantah meskipun halmoni sengaja mengerjainya.” ucapnya saat Taeyeon tengah membantunya mempersiapkan makan malam.

“jinjja?” Taeyeon tampak tertarik dengan cerita nenek Kyuhyun.

“ne. mau bukti?” tanya nenek Kyuhyun. Taeyeon mengangguk.

“Kyu, ambilkan kimchi yang ada dilemari es!” suruh nenek itu pada Kyuhyun.

“ini.” Kyuhyun memberikan kimchi itu pada neneknya.

“Kyu, ambilkan piring di lemari.” Suruh neneknya lagi. Kyuhyun segera menuruti permintaan neneknya. “Kyu, belikan buah kalengan di supermarket depan!” Kyuhyun pun pergi ke supermarket. “kau lihatkan? Ia tidak bisa membantah nenek?” bisik nenek Kyuhyun pada Taeyeon membuat Taeyeon terkekeh.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun kembali dan menyerahkan pesanan neneknya.

“Kyu, cuci sayuran ini.” Perintah neneknya lagi.

Kyuhyun menghela napas lelahnya dan segera membersihkan sayuran itu. Taeyeon hanya senyum-senyum melihat Kyuhyun mematuhi neneknya. Hal itu terus berulang hingga makan malam siap dihidangkan.

“nah, ayo kita makan.” Seru nenek. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali meminta Kyuhyun melakukan sesuatu, “Kyu, ambilkan air minumnya di dapur.”

Dengan langkah berat karena lelah terus mondar-mandir menuruti permintaan neneknya, Kyuhyun mengambil minuman itu didapur.

“halmoni, cucumu benar-benar penurut!” tawa Taeyeon setelah Kyuhyun pergi.

“apa ku bilang, kan?” Jawab nenek dengan bangga.

Mereka bertiga makan malam bersama sambil terus berbagi cerita. Kyuhyun menceritakan bagaimana pertama kali ia bertemu dengan Taeyeon. Saat ia dipaksa berciuman oleh Yunho, tentang Seohyun, hingga tentang bagaimana Taeyeon mengejarnya di kapal saat Kyuhyun akan mengunjungi neneknya, bahkan saat Taeyeon menciumnya tiba-tiba. Semua ia ceritakan pada neneknya itu.

“ya! Oppa! Kenapa kau senang sekali mempermalukanku!” dengus Taeyeon mengerucutkan bibirnya membuat Kyuhyun dan neneknya tertawa.

Selesai makan malam, kejahilan nenek Kyuhyun terus berlanjut.

“Kyuhyun-ah, kau cuci piring-piring ini ya! Nenek ngantuk.”

“mwo??” kejut Kyuhyun karena begitu banyak piring-piring yang harus ia cuci.

“wae? Kau keberatan? Kau akan membiarkan nenekmu yang tua renta ini membereskan semua piring-piring kotor ini?” nenek Kyuhyun berakting seolah dirinya yang tertindas. Taeyeon tampak menahan tawanya.

“a..aniyo.” Kyuhyun yang tidak bisa membantah hanya bisa menurutinya.

“bagus. bereskan semua piring-piring ini, anak manis.” Nenek itu mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas. “Taeyeon-ah, kajja! Nenek ingin bercerita denganmu. Sudah lama tidak ngobrol dengan yeoja seusiamu.”

“ne.” jawab Taeyeon. “oppa, aku pergi dulu. Selamat bekerja!” sambung Taeyeon dengan jahil.

Setelah neneknya dan Taeyeon pergi, Kyuhyun mengeluh, “haaaah, kenapa aku yang harus membereskannya?”

Kyuhyun sibuk dengan cuciannya, sementara Taeyeon dan nenek Kyuhyun tertawa-tawa dikamar mengingat wajah shock Kyuhyun saat diminta mencuci piring.

“apa kau benar-benar menyukainya?” tanya nenek Kyuhyun. “dia tampak bodoh, kan?” tawanya lagi mengintip Kyuhyun yang sibuk dengan cuciannya.

“memang tampak bodoh tapi jika dilihat dari sisi lain, aku merasa tidak salah memilih namja. Aku sering mendengar namja yang menyayangi orangtuanya, kelak akan menyayangi istrinya juga.”

“hmm…sepertinya kau mengharapkan cucuku menikahimu.” Ucap nenek Kyuhyun dengan jahil.

“eh? A..aniyo..” gugup Taeyeon.

“haha…kau tidak bisa membohongiku. Mengaku saja~!”

“halmoni~” Taeyeon menundukan wajahnya yang memerah.

“halmoni senang jika kau menyayanginya.” Ucap nenek Kyuhyun berubah serius. “Ia jarang mendapat kasih sayang orangtuanya karena mereka sangat sibuk. Sejak kecil, Kyuhyun lebih sering dirawat tinggal disini daripada bersama orangtuanya.”

“benarkah?” tanya Taeyeon yang dibalas anggukan nenek Kyuhyun.

“cha! Cepat bantu calon suamimu itu. Kelihatannya ia lelah.” Taeyeon tertawa geli mendengar kata ‘calon suami’ yang diucapkan nenek Kyuhyun.

Taeyeon beranjak dan menghampiri Kyuhyun yang masih sibuk dengan cuciannya.

“perlu bantuan?”

“oh, Taeng!” kejut Kyuhyun mendapati yeojachingunya itu sudah berdiri disamping kanannya. “ne. bantu aku Taeng.” Pinta Kyuhyun memelas.

“aissh..berhenti menunjukan tampang seperti itu.” Ucap Taeyeon pura-pura sebal. “kau duduk  saja disana. Biar aku yang menyelesaikan ini.”

“gomawo, chagiya~!” Cup! Kyuhyun mengecup pipi kiri Taeyeon.

**

Kyuhyun dan Taeyeon menghabiskan malam itu dengan menonton DVD. Waktu sudah menunjukan jam 11 malam. Keduanya mulai mengantuk dan segera beranjak ke kamar.

“hey, Kyu! Kau mau kemana?” tanya nenek Kyuhyun melihat Kyuhyun dan Taeyeon berjalan beriringan menuju kamar.

“tidur.” Jawab Kyuhyun menunjuk kamar yang didepannya dengan tampang innocent.

“ya!” nenek Kyuhyun berjalan menghampiri Kyuhyun dan langsung menarik telinga kanannya dengan kencang.

“arrghhh!! Halmoni! Appo!!” ringis Kyuhyun berusaha melepaskan jeweran neneknya. Taeyeon hanya menganga(?) melihatnya.

“kau sudah berani tidur dengan yeoja yang belum menjadi istrimu??” marah neneknya.

“ani! Bukan begitu!” elak Kyuhyun masih mencoba melepaskan jeweran neneknya. “rumah ini hanya ada 2 kamar. Karena Taeyeon menempati tempat tidurku, aku akan tidur di sofa kamarku.” Jelas Kyuhyun sambil meringis kesakitan. Telinganya sudah memerah.

“tidak bisa! Kau tidak boleh sekamar dengan Taeyeon! Kau tidur di sofa ruang tengah! Ayo ikut nenek!” nenek itu menyeret Kyuhyun sambil terus menjewernya.

“halmoni, appo!”

Taeyeon mengerjapkan matanya melihat nenek dan cucu itu sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya memasuki kamar yang selalu ditempati Kyuhyun.

**

Keesokan harinya, Taeyeon menghampiri nenek Kyuhyun yang tengah sibuk merawat tanamannya di halaman depan rumah.

“selamat pagi, halmoni!” sapa Taeyeon.

“oh, Taeyeon-ah! Kau sudah bangun?”

Taeyeon mengambil selang air yang tergeletak ditanah dan menyiram tanaman-tanaman itu.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya nenek Kyuhyun dengan lembut.

“ne. rumah halmoni nyaman sekali. Rasanya aku tidak ingin kembali ke Seoul.” Ucapan Taeyeon membuat nenek Kyuhyun tertawa.

“kau boleh saja tinggal disini. Tapi ada syaratnya.”

“hm? Apa?”

“kau harus menyelesaikan kuliahmu dulu lalu menikah dengan cucuku dan setelah itu kau boleh tinggal disini sampai kapanpun.” Ucap nenek Kyuhyun membuat Taeyeon tertawa.

“apa nenek membolehkan Kyuhyun-oppa menikahiku?”

“kenapa tidak?” jawab nenek Kyuhyun cepat. “kau anak yang baik, sopan, pintar memasak dan juga kau sangat cantik. Ternyata cucuku pintar sekali mencari yeoja.”

“hehe..gomawo.” jawab Taeyeon tersipu malu.

Taeyeon terus membantu nenek Kyuhyun merawat taman itu. Saat ia berdiri cukup jauh dari nenek Kyuhyun, tiba-tiba sepasang tangan mendekap tubuhnya dari belakang. Sontak Taeyeon terkejut dan menoleh kebelakang melihat orang yang memeluknya itu.

“pagi, Taeng!”

“oh, oppa! Kau mengagetkanku!”

“mianhae.” Jawab Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya. “bagaimana tidurmu semalam?”

“nyenyak sekali. Rumah nenekmu benar-benar nyaman.”

“tentu saja. Itu kamarku. Kau pasti menyukainya.”

Mereka terus bermesraan pagi itu didepan rumah nenek Kyuhyun. Orang-orang yang lalu lalang melihat mereka dengan tatapan iri. Kyuhyun tidak memperdulikannya hingga tiba-tiba seseorang menyemprotkan air ke tubuh bagian belakang Kyuhyun membuatnya terkejut dan berbalik.

“halmoni!” Kyuhyun berusaha menghindari semprotan air itu.

“berhentilah bermesraan didepan umum, tuan Cho Kyuhyun!” omel nenek Kyuhyun sambil terus menyemprotkan air.

Taeyeon hanya tertawa melihat namjanya yang sudah basah kuyup.

“kau juga, nona Kim Taeyeon!” nenek Kyuhyun mengalihkan semprotannya pada Taeyeon membuat Taeyeon berhenti tertawa dan berusaha menghindari air.

Kyuhyun melihat Taeyeon yang basah kuyup terus di serang air oleh neneknya dan ia tertawa terbahak-bahak. Neneknya melihat Kyuhyun yang tertawa puas melihat penderitaan(?) Taeyeon, kembali menyemprotkan air itu pada Kyuhyun.

“halmoni, keumanhae~!”

To be continue…

Cast lain belum muncul. hope you like this fiction. jangan lupa rate, like, comment. hehe…^^