Blog Archives

[FF] The Different Path (Chapter 3)

wpid-pt2015_06_11_23_11_42.jpg

Author : Ashiya

Main Cast :

  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Choi Sooyoung (Girls’ Generation)
  • Seo Joohyun (Girls’ Generation)

Support Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Jung Yonghwa (CNBLUE)

Genre :

  • Romance Comedy

Disclaimer : This fiction is mine. DILARANG COPAS TANPA IJIN!! Inspired by webtoon titled The Stories of Those Around Me

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2015. All Rights Reserved.

Read the rest of this entry

Advertisements

[FF] I’ll Protect You (Chapter 2)

taejae

Author : Ashiya

Cast :

  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Kim Jaejoong (JYJ)
  • Kim Junsu (JYJ)

Other cast :

  • Park Bom (2NE1)
  • Gong Minzy (2NE1)
  • Choi Seunghyun (Big Bang)
  • Kim Bum
  • Kim Soeun
  • etc. You’ll find them later..

Genre :

  • Fantasy, Action, Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Adapted by Charlaine Haris’s novel “Dead Until Dark”

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

Warn : Tokoh Choi Dongwook/Se7en di chapter 1 di ganti oleh Choi Seunghyun/TOP Big Bang. Soalnya agak kurang sreg SE7EN di pasangin sama Bom. :3 TOP juga sih sebenernya kurang sreg juga. tapi ga pa-pa deh. hihi..

Happy reading~ Read the rest of this entry

[FF] Bad Girl Good Girl (Chapter 1)

onion-emoticons-set-6-67

Author bikin FF baru lagi.

Ide FF ini udah cukup lama nyangkut(?) di otak tapi karena terlalu males di tuangkan(?) kedalam tulisan, jadinya baru bikin sekarang. Lega deh kalo udah di tulis gini. hohoho…

Tadinya ini mau ChangTae (Changmin Taeyeon) tapi karena kebanyakan readernya KyuTae shipper, jadi di ganti Changminnya ma Kyuhyun. ^^v

Semoga suka! Happy reading~

Author : Ashiya
Main Cast  : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Victoria Song (F(x))
Other Cast : Sandara Park (2NE1), etc.
Genre : romance, revenge
Disclaimer : The story is 100% mine. Inspired by some dramas.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Bad Girl Good Girl Chapter 1-

“Hanhwa Corporation, perusahaan besar Korea yang bergerak dibidang manufaktur, keuangan, dan pelayanan. Perusahaan yang pada 2 tahun lalu memiliki total aset penjualan lebih dari US$ 83 Miliar, kini tengah di terpa isu keruntuhan.” Seorang reporter berbicara tengah melaporkan berita di depan sebuah perusahaan besar Korea Selatan. “Beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebabnya adalah direktur baru perusahaan itu yang terkenal dengan keras kepalanya. Saat ini beberapa pekerja tengah berdemo menuntut pembayaran upah mereka yang belum di bayarkan sejak 6 bulan yang lalu.” Reporter itu berjalan menghampiri salah satu pekerja yang berdemo dan kemudian meminta keterangannya.

“kami sudah 6 bulan bekerja tanpa di bayar!!” ucap pekerja itu dengan emosi. “kami mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi. Kami menuntut hak kami!”

“apakah anda tahu penyebab masalah pelik ini hingga anda dan rekan-rekan tidak mendapatkan haknya?” tanya reporter itu.

“ne. Semua ini karena direktur baru yang juga anak pemilik perusahaan ini!” jawab orang itu di sambut seruan setuju para rekannya.

“bisa anda jelaskan penyebabnya secara rinci?”

“sejak presiden Kim jatuh sakit, ia menggantikan posisinya tapi ia belum pantas memegang kekuasaan perusahaan sebesar ini! Usianya baru 25 tahun dan ia belum memiliki kemampuan serta pengalaman memimpin perusahaan.”

“tapi kami dengar ia seorang anak yang pintar dan juga ia lulusan terbaik di universitas terkemuka di Amerika, bahkan di usianya yang saat itu baru menginjak 23 tahun, sudah menyandang gelar doktor?” tanya reporter itu lagi.

Seseorang maju dan menyerobot mengambil mic reporter itu, “ia memang berpendidikan tinggi dan pintar namun untuk mengendalikan perusahaan sebesar Hanhwa, ia masih perlu pengalaman! Anda lihat sekarang, baru 2 tahun ia memimpin perusahaan ini, sudah membuat kekacauan dan sebentar lagi perusahaan ini pasti akan bangkrut!” orang itu beralih menghadap ke kamera dengan tatapan tajam, “Kim Taeyeon-ssi, kami disini semua menuntutmu!! Keluar dari persembunyianmu dan penuhi permintaan kami!”

Sementara itu, Taeyeon menatap geram berita itu. Saat ini ia berada di Jepang demi keamanannya. Ia mematikan televisinya dan beralih pada pengacaranya yang berdiri di sampingnya. “oppa, siapkan tiket ke Korea. Aku akan menghadap orang-orang itu.”

Pengacara yang juga teman baiknya sejak kecil itu menatap Taeyeon khawatir, “tapi… sebaiknya tetap disini hingga keadaan kembali normal.”

“sampai kapan??” sahut Taeyeon sedikit berteriak. “jika aku terus diam di tempat ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun!”

“tapi…”

“kalau kau tidak mau, aku akan pergi sendiri!” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya hendak pergi menuju bandara.

“baiklah.” Jawab pengacara itu. “kau tunggu disini. Biar aku yang memesan tiketnya.” ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi perusahaan penerbangan.

Senyuman segera terkembang di wajah Taeyeon, “kalau begitu aku bersiap-siap dulu. Gomawo, Jaejoong-oppa!” CHU~ Taeyeon mengecup pipi Jaejoong dan segera berlari menuju kamar mandi meninggalkan Jaejoong yang tertawa kecil melihat reaksi Taeyeon barusan.

ashiya19.wordpress.com

Beberapa menit kemudian setelah Jaejoong memesan tiket, pintu kamar mandi terbuka dan saat ia menoleh, ia melihat Taeyeon yang hanya mengenakan handuk dan rambut yang masih dipenuhi busa shampoo serta tangan yang sibuk menggosok giginya. Ia membelalakan matanya melihat bagian dada dan paha Taeyeon yang putih mulus, cepat-cepat ia membalikan badannya.

“oh ya, setelah tiba di Korea, kita langsung ke perusahaan dan setelah itu kita ke Hanhwa Hospital. Aku ingin mengecek perkembangan rumah sakit itu.” Ucap Taeyeon sambil terus menggosok giginya.

“n..ne..” jawab Jaejoong dengan gugup sambil membelakangi Taeyeon.

Taeyeon sedikit mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Jaejoong yang gugup. “ah, aku lupa membawa pakaianku.” Ucap Taeyeon berjalan melewati Jaejoong menuju kamarnya. Jaejoong segera kembali menghadap ke arah lain. Taeyeon kembali keluar dari kamarnya dan melihat Jaejoong yang tampak canggung, “oppa, wae?” heran Taeyeon memegang pundak Jaejoong hingga membuatnya berbalik menghadap Taeyeon.

“a..aniyo.” jawab Jaejoong dengan pipi memerah.

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandinya. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Jaejoong menghela napasnya dan menghempaskan dirinya ke sofa. “hufftt… aku tidak yakin bisa menahan diri jika kejadian seperti ini terulang kembali.”

***

Namja itu tengah menunggu seseorang di sebuah café. Ia terus tersenyum menunggu seseorang yang akan ia temui. Sudah hampir sebulan ia tidak bertemu dengannya dan ketika orang itu menghubunginya untuk menemuinya, tentu saja ia senang. Bahkan ia mengambil cuti dari pekerjaannya di sebuah coffe shop hanya sekedar untuk menunggu orang ini.

Tidak lama kemudian, denting bunyi lonceng di atas pintu café  membuat namja itu menoleh dan mendapati seorang yeoja bermata bulat tengah mengedarkan pandangannya mencari orang yang menunggunya.

“noona!” panggil namja itu mengangkat tangan kanannya.

Yeoja yang dipanggil noona itu menoleh dan tersenyum kearahnya lalu berjalan menghampirinya. “mian, Kyu. Apa kau sudah lama menunggu?”

Namja yang dipanggil Kyu itu tersenyum, “aniyo. Duduklah.”

Yeoja itu duduk di seberangnya, “bagaimana kabarmu?”

“baik. Bagaimana denganmu?”

Yeoja itu menghembuskan napasnya, “beginilah. Hampir setiap hari aku harus mengurus perusahaan itu.”

Namja itu menurunkan senyumnya mendengar kata ‘perusahaan’ yang di ucapkn yeoja itu. “Vic, apa kau masih berambisi menguasai perusahaan itu?”

Yeoja itu tertawa kecil mendengar pertanyaan dari namja di depannya itu, “tentu saja, Kyuhyun-ah. Aku sudah lelah hidup dalam kemiskinan. Sekarang setelah eommaku menikah dengan pemilik perusahaan itu, aku harus bisa menyingkirkan anaknya dan membuat perusahaan itu beralih ke tanganku.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Victoria. Sejujurnya ia tidak menyukai rencananya itu. Ia kembali mengingat ke masa lalunya saat pertama kali ia bertemu dengan Victoria.

Flashback

Victoria yang saat itu baru berusia 10 tahun duduk di depan rumah Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Tidak lama kemudian, Kyuhyun  yang baru saja pulang  sekolah, tiba di depan rumahnya dan melihat yeoja itu yang merintih kesakitan.

“noona, gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang waktu itu masih berusia 9 tahun. Ia memperhatikan wajah Victoria yang pucat dan pakaiannya yang kotor. Victoria tidak menjawabnya dan terus memegangi perutnya. “apa kau lapar?” tanya Kyuhyun lagi. Victoria berpaling menatapnya dan mengangguk. Kyuhyun menatapnya iba dan segera mengambil sebungkus roti dari dalam tasnya. “makanlah roti ini.” Kyuhyun  memberikan roti itu. Victoria mengangkat wajahnya dan menerima roti itu. “sebenarnya ini untuk makan siangku tapi… untuk kau saja. sepertinya kau sangat kelaparan.”

“gomawo.” Ucap Victoria tersenyum lemah. Ia membuka roti itu namun saat akan memakannya, ia merasa tidak enak karena roti itu adalah makan siang milik Kyuhyun dan ia tahu Kyuhyun juga berasal dari keluarga yang tidak jauh berbeda darinya. Akhirnya Victoria membagi 2 roti itu dan memberikan salah satunya pada Kyuhyun.

“ah, tidak usah, noona. Untukmu saja.” tolak Kyuhyun dengan halus.

“sudahlah, aku tahu kau juga lapar. Kita makan bersama saja.”

Kyuhyun tersenyum dan menerima roti itu. Keduanya memakan roti kecil itu sambil bercakap-cakap.

“oh ya, siapa  namamu? Namaku Victoria, Song Victoria.”

“aku tahu.” Jawab Kyuhyun.

“ne?”

“aku tahu namamu Victoria. Siapa yang tidak tahu noona tercantik di daerah ini.” Sahut Kyuhyun membuat Victoria tertawa. “aku Cho Kyuhyun.”

Sejak saat itu, mereka berteman dan beberapa tahun kemudian, keduanya berhasil masuk universitas yang sama. Keduanya sama-sama berotak cemerlang meskipun mereka bukan berasal dari keluarga mampu.

“haaah..akhirnya aku berhasil diterima di perusahaan Hanhwa.” Ucap Victoria saat menemani Kyuhyun mengerjakan tugasnya di taman kampus.

“jinjja? Chukkae..” sahut Kyuhyun sambil terus fokus pada buku-bukunya.

“walaupun sekarang aku hanya bekerja sebagai staff biasa, aku akan berusaha mendapatkan posisi teratas di perusahaan itu. Kalau perlu aku harus bisa menjadi direktur perusahaan itu!”

“ne. semoga keinginanmu itu tercapai.” Kyuhyun hanya menanggapinya seadanya karena sebenarnya ia tidak terlalu menyukai ambisi Victoria itu.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Victoria. “apa kau tidak suka kalau aku bisa mencapai mimpiku itu?”

Kyuhyun menyunggingkan senyumnya dan menutup buku-bukunya lalu beralih menatap Victoria. “noona, aku senang jika kau sukses. Tapi aku hanya berpesan jangan terlalu mengejar harta. Kau tahu, kekayaan bukan segalanya.”

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Victoria sedikit tersinggung, “aku bosan makan ramen setiap hari, aku bosan setiap hari harus berdesak-desakan di bus, aku lelah di kejar-kejar penagih utang itu, aku ingin mengubah kehidupanku, aku ingin dunia tunduk padaku!”

Kyuhyun menghela napasnya, “baiklah. Terserah kau saja, noona. Asal kau tidak berbuat sesuatu yang salah, aku akan mendukungmu.”

Victoria kembali tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, “gomawo, Kyu!” Victoria memeluknya dan itu membuat jantung Kyuhyun berdegup tidak karuan. Ia menyukai Victoria sejak lama, namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut jika Victoria mengetahui perasaannya, Victoria akan menjauhinya dan ia tidak bisa lagi dekat dengannya.

Flashback  End

“jadi, ada apa kau mengajakku bertemu?” tanya Kyuhyun.

Victoria menggantung jawabannya karena seorang pelayan menghampiri mejanya dan meletakkan makanan kesukaannya yang sudah di pesan Kyuhyun. Setelah pelayan itu pergi, ia baru menjawab, “apa harus selalu ada alasan untuk bertemu denganmu? Seperti orang penting saja!” gurau Victoria membuat Kyuhyun tertawa. “aku hanya ingin bertemu saja. Sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini.”

“benar juga. Ya sudah, ayo makan dulu. Aku sudah pesankan seafood kesukaanmu.”

“wah, ternyata kau masih ingat makanan favoritku. Gomawo, Kyu!” sahut Victoria segera melahap makanan itu dan keduanya kembali berbincang-bincang.

Taeyeon serta Jaejoong tiba di Korea dan mereka segera bergegas menuju perusahaan induk Hanhwa. Sesampainya disana, Taeyeon segera menghampiri puluhan orang yang tengah berdemo didepan perusahaan itu.

Begitu mereka melihat kehadiran Taeyeon, mereka kembali berseru dengan lebih lantang meminta gaji mereka. Para reporter pun segera bergegas meminta penjelasan Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, kami disini untuk meminta gaji kami yang belum di bayarkan selama 6 bulan! Kami memiliki keluarga yang harus kami biayai!” ucap seseorang mewakili para pendemo itu yang kembali disertai seruan rekan-rekannya.

“SEMUANYA TOLONG TENANG!!” teriak Taeyeon yang pusing dengan tuntutan para pekerjanya. “aku mohon beri kami waktu. Perusahaan sedang tidak baik dan kami sedang mengusahakan mencari dana untuk menutupi gaji kalian.”

“itu bukan urusan kami!” teriak seseorang. “kau yang membuat perusahaan jatuh. Sejak perusahaan ini berada dibawah kendalimu, semuanya jadi kacau! Bahkan hampir semua anak perusahaan ini sudah kau jual.”

“YA! BENAR!!” seru pekerja lain sambil maju hendak mendekati Taeyeon namun para security dan juga Jaejoong segera mencegah mereka berbuat anarkis.

Suasana semakin ricuh saat salah satu pekerja wanita berhasil menjambak rambut Taeyeon. Jaejoong melihatnya dan segera berpaling menolong Taeyeon dari wanita itu. “ajumma, tolong hentikan!” Jaejoong melindungi Taeyeon dari amarah wanita itu.

“kumohon kalian bersabarlah. Kami akan segera membayar tuntutan kalian!” sahut Taeyeon. ”beri kami waktu lagi!”

“sampai kapan?? Kau terus saja meminta kami memberikan waktu. sebulan yang lalu kau mengatakan hal yang sama!! Kami minta gaji kami di bayarkan sekarang juga!!”

“aku akan berusaha secepat mungkin membayarkannya dan…”

CPROTT!!! *suara yang aneh*

Belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya, seseorang melemparkan telur padanya. Taeyeon tampak shock dengan apa yang baru saja di alaminya hingga tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Jaejoong terkejut melihat itu dan segera menghampiri Taeyeon. “Taeyeon-ah…” ia kembali berbalik menatap para pekerja itu yang juga tampak terkejut melihat ada yang berani melemparkan telur pada anak pemilik perusahaan itu. “SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN ITU, HAH??!” bentak Jaejoong namun tidak ada seorang pun yang mengaku. “jinjja!” umpat Jaejoong hendak membawa Taeyeon pergi dari kerumunan itu. Namun Taeyeon menolaknya dan kembali menghadap para pekerja itu.

Taeyeon terdiam sejenak sebelum akhirnya tiba-tiba ia berlutut di hadapan mereka. Semua orang yang melihat itu membelalakan matanya melihat apa yang dilakukan Taeyeon. “aku bersungguh-sungguh! Beri waktu satu bulan, dan aku akan membayarkan gaji kalian.” Ucap Taeyeon menunduk. Jaejoong mencoba membuatnya berdiri namun Taeyeon menepisnya. “jika dalam waktu satu bulan aku tidak mampu membayarnya……” Taeyeon berhenti sejenak sebelum akhirnya berkata, “kalian boleh menjebloskanku ke penjara.”

Sontak perkataan itu membuat Jaejoong dan juga semua yang berada di tempat itu shock.

Setelah para pekerja itu berdiskusi satu sama lain, akhirnya mereka setuju memberikan kesempatan terakhir itu.

“baiklah. Kami pegang kata-katamu. Jika dalam  waktu satu bulan kau tidak membayar kami, kami akan menyeretmu ke penjara.”

Setelah mendengar persetujuan itu, Jaejoong meraih lengan Taeyeon dan membawanya pergi dari tempat itu. Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Taeyeon masuk. Jaejoong mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“APA KAU SUDAH GILA??!” bentak Jaejoong di dalam mobil. “APA KAU YAKIN  DALAM WAKTU SATU BULAN KAU BISA MENDAPATKAN DANA ITU??”

Taeyeon terdiam menunduk tidak menjawab perkataan Jaejoong.

“TAEYEON-AH..”

“antar aku ke Jeju!” Taeyeon memotong ucapan Jaejoong. Ia berpaling menatap namja disebelahnya itu dan membuat Jaejoong terkejut melihat wajah Taeyeon yang sudah dibanjiri airmata. “jebal.” Jaejoong menghela napasnya sebelum akhirnya memutar balik arah mobilnya menuju pulau Jeju.

Selama perjalanan, keduanya tidak ada yang berbicara hingga akhirnya beberapa jam kemudian mereka tiba di Jeju. Mobil Jaejoong masuk ke sebuah resort milik keluarga Taeyeon, lebih tepatnya milik Taeyeon. Karena resort itu adalah peninggalan eommanya sebelum meninggal.

Jaejoong memarkirkan mobilnya didepan sebuah villa yang cukup megah. Ia segera turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Taeyeon setelah itu mereka masuk kedalam villa itu.

“bersihkan dulu badanmu. Kau tampak berantakan.” Ucap Jaejoong memberikan sebuah handuk pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya dan segera berjalan menuju kamar mandi.

Sementara itu di kediaman Victoria..

“aku pulang!” seru Victoria dan ia segera mendapati eommanya yang tampak senang. “eomma, wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” heran Victoria.

“coba kau lihat itu!” nyonya Song menunjuk televisi yang sedang di tontonnya.

Begitu Victoria berpaling, ia membelalakan matanya melihat tayangan di televisi itu, “MWO??? Bukankah itu Taeyeon???” kejut Victoria. Ia melihat Taeyeon yang tampak shock setelah  dilempar telur.

“ne. Taeyeon! Adik tirimu!” jawab nyonya Song dengan senyum yang terus mengembang di wajahmu.

“aissh! Hentikan itu, eomma! Aku tidak mau mengakui yeoja itu sebagai adik tiriku!” dengus Victoria membuat nyonya Song tertawa.

“arata.” Sahut nyonya Song. “jika bukan karena kekayaannya, eomma juga tidak sudi menikahi lelaki tua itu. Apalagi saat ini ia benar-benar tidak berguna. Yang ia lakukan hanya berbaring di ranjang rumah sakit!”

Victoria tertawa mendengar ucapan eommanya. “tapi justru itu bagus, eomma. Jika Tuan Kim tidak ada, kita akan lebih mudah menyingkirkan Taeyeon dan menguasai hartanya!”

“kau benar. Eomma bangga memiliki anak pintar sepertimu.” Sahut nyonya Song. “oh ya, kau habis darimana?”

“aku baru saja menemui Kyuhyun dan..”

“untuk apa kau anak miskin itu lagi??” nyonya Song memotong ucapan Victoria dan sedikit membentaknya.

“eomma…”

“kau tidak boleh bertemu lagi dengan anak itu! Derajatmu sekarang berbeda! Kau ingin teman-temanmu tahu kau bergaul dengan orang rendahan seperti dia??”

Victoria menggelengkan kepalanya, “mianhaeyo, eomma.”

Nyonya Song menghela napasnya, “kau harus ingat tujuan kita masuk ke keluarga ini dan jangan sampai kau menghancurkan usaha kita selama ini.”

“ne. arasseo.”

“oh ya, apa kau sudah menemui anak perusahaan dari Thailand itu?”

“ne. Sebelum bertemu Kyuhyun, aku menemuinya terlebih dahulu.” Sahut Victoria.

“bagaimana tampang anak itu?”

“mmm… ia cukup tampan tapi…ia bukan seleraku.” Jawab Victoria membuat nyonya Song terkekeh.

“wae? Apa ia tidak lebih kaya dari keluarga ini?” tanya nyonya Song yang di balas anggukan Victoria. Nyonya Song kembali tertawa.

Sementara itu di sudut lain, pelayan keluarga Kim yang sudah bekerja sejak Taeyeon belum lahir mendengar percakapan keduanya. Ia mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan ibu dan anak itu.

“kita harus menyusun kembali strategi untuk menjatuhkan Taeyeon.” ucap nyonya Song. “besok kau datangi tuan Lee pemilik perusahaan Hyundai. Kau hasut orang itu agar menarik kembali saham-sahamnya di Hanhwa.”

“ne, arasseo.” sahut Victoria.

“bagus. Dengan begitu, Hanhwa akan jatuh dan Taeyeon akan tersingkir. Setelah itu, kita gantikan posisi Taeyeon dan membangun kembali perusahaan itu.” ucap nyonya Song. “kita sudah melangkah sejauh ini dan tidak boleh gagal. Eomma kagum dengan kehebatanmu mempengaruhi para konglomerat itu.”

Kembali ke Taeyeon dan Jaejoong di Jeju..

Jaejoong memperhatikan Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi. “bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah lebih baik?” tanya Jaejoong yang di balas anggukan Taeyeon.

Taeyeon duduk di sebelah Jaejoong dan ikut menonton siaran berita tentangnya dan perusahaannya, namun kemudian Jaejoong langsung mematikan televisinya.

“wae?” heran Taeyeon melihat Jaejoong mematikan televisi itu.

“aku tidak mau kau melihatnya dan kau kembali bersedih.”

Taeyeon menyunggingkan sedikit senyumnya dan menggenggam tangan Jaejoong, “gomawo. Kau selalu berada di sampingku saat orang-orang lain justru menjauhiku.”

Jaejoong tersenyum menatap Taeyeon dan mengeratkan genggaman Taeyeon di tangannya, “aku hanya berusaha melindungimu dan juga melakukan perintah eommamu.”

Taeyeon membalas senyuman Jaejoong dan merebahkan kepalanya di bahu Jaejoong tanpa melepas genggaman tangannya. “aku beruntung memiliki teman sepertimu.” Ucap Taeyeon.

Mendengar kata ‘teman’ yang meluncur(?) dari mulut Taeyeon sedikit membuat hati Jaejoong mencelos. Ia menyukai Taeyeon namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut Taeyeon malah menjauhinya setelah tahu bagaimana perasaannya sebenarnya. Yang ia bisa lakukan hanya selalu berada di sampingnya dan terus mensupportnya. Hingga kini, Taeyeon tidak pernah berkencan dan semua orang mengira bahwa Taeyeon dan Jaejoong memiliki hubungan spesial. Namun hal itu tidak membuat Taeyeon merasa risih dan Jaejoong pun tidak merasa terganggu dengan rumor itu. Justru ia merasa senang ketika orang-orang menganggapnya seperti itu dan mengatakan mereka pasangan yang serasi.

Dulu saat masih sekolah, saat ia dan Taeyeon berjalan berdua, semua mata menatap dengan pandangan iri. Namja maupun yeoja, sebab keduanya sangat populer di sekolah itu. Mereka selalu tampak bersama hingga tidak heran jika banyak yang menyangka bahwa mereka berkencan dan ada pula yang berpikiran bahwa mereka di jodohkan oleh orang tuanya mengingat orang tua mereka sangat dekat satu sama lain.

Jaejoong senyum-senyum sendiri mengingat masa-masa itu. Sesaat kemudian ia menoleh dan mendapati Taeyeon yang tertidur di bahunya. Jaejoong terkekeh dan akhirnya ia mengangkat tubuh Taeyeon dan memindahkannya ke kamar. Ia merebahkan Taeyeon di tempat tidurnya. Jaejoong memandangi Taeyeon yang tertidur pulas hingga tiba-tiba Taeyeon mengigau memanggil eommanya.

“eomma..”

Jaejoong kembali teringat pada nyonya Kim yang begitu baik dan juga penyabar.

Flash back

“saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida~ saengil chukka uri Taeyeon~ saengil chukkahamnida~”

Taeyeon meniup lilin yang berbentuk angka 17. Saat itu merupakan hari yang sangat berharga bagi Jaejoong dimana untuk pertama kalinya, nyonya Kim mempercayainya untuk menjaga Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, pada siapa potongan pertama kue itu kau berikan?” tanya seorang MC yang mengisi acara ulang tahun Taeyeon.

“mm…untuk eommaku.” Jawab Taeyeon memberikan sepotong kue pada eommanya dan menyuapinya. Dan kemudian ia juga menyuapi appanya.

Pesta ulang tahun yang diadakan di rumah Taeyeon itu sangat meriah. Semua teman dekat Taeyeon hadir dan juga beberapa rekan bisnis tuan Kim juga ikut menghadiri acara itu. Tidak sedikit dari mereka yang membawa pula anak laki-lakinya. Mereka berusaha mendapatkan perhatian Taeyeon yang merupakan anak satu-satunya dari keluarga chaebol dan juga selain itu ia sangat cantik dan juga ramah.

“apakah kau mempunyai seseorang yang special, Taeyeon-ssi? Bagaimana kalau kau juga menyuapinya?” ucap MC itu membuat suasana menjadi riuh.

Taeyeon tersenyum malu-malu dan tidak langsung menjawab hingga akhirnya nyonya Kim memanggil Jaejoong. Awalnya Jaejoong malu-malu namun kemudian ia berdiri di sebelah nyonya  Kim, namun nyonya Kim segera meyuruhnya berdiri di samping Taeyeon.

“wah~ tampan sekali namja ini. Kalian tampak serasi. Ah, aku jadi iri.” Seru MC itu. “nah, Taeyeon-ssi, ayo suapi namja disebelahmu itu.”

Dengan ragu-ragu, Taeyeon menyuapi Jaejoong.

“aissh.. aku benar-benar iri!” ucap MC itu lagi membuat Taeyeon dan Jaejoong tersipu malu.

“saengil chukkae, Taeyeon-ah.” Ucap Jaejoong pada Taeyeon.

“ne. gomawo, oppa.”

“aigoo, aigoo.. kalian membuat semua yang ada disini terbakar api cemburu(?).” goda MC itu lagi membuat pipi Taeyeon dan Jaejoong semakin memerah.

Setelah itu, acara di lanjutkan dengan mempersilahkan para tamu undangan menikmati acara itu. Jaejoong duduk tidak jauh dari Taeyeon yang sedang bergurau dengan teman-temannya. Ia terus memperhatikan yeoja itu dan tanpa sadar ia ikut tersenyum.

“Jaejoong-ah!” nyonya Kim menepuk pundaknya membuatnya terkejut lalu duduk disampingnya. “kau memperhatikan Taeyeon?”

“oh, aniyo, ajumma. Aku hanya…”

“panggil aku eomma.” Potong nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut dengan permintaannya. “anggap saja aku ini eommamu.”

“n..ne, eomma.” Gugup Jaejoong.

“tidak terasa kalian sudah sebesar ini.” Ucap nyonya Kim sambil mengelus rambut Jaejoong dengan lembut. “aku jadi ingat bagaimana kalian waktu masih kecil.”

Jaejoong tersenyum menanggapi ucapan nyonya Kim. “Jaejoong-ah..”

“ne?”

“apa kau bersedia menjaga Taeyeon?” tanya nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut. “aku mengenalmu sejak kecil dan kalian sangat dekat. Taeyeon anak kami satu-satunya. Aku khawatir ia bergaul dengan orang yang salah. Kau sangat baik dan selalu disampingnya. Apa kau bisa melakukan itu hingga kami tidak bisa lagi menjaganya?”

“kenapa…. Aj.. mm.. maksudku, kenapa eomma berkata seperti itu?”

Nyonya Kim tersenyum sebelum akhirnya berkata, “eomma hanya ingin kau selalu menjaganya. Kau anak yang baik dan eomma sangat mempercayaimu. Apa kau bisa memenuhi permintaan eomma?”

Jaejoong tersenyum, “ne.”

“good boy.” Nyonya Kim tertawa sambil mengacak rambut Jaejoong dengan gemas sebelum akhirnya beranjak meninggalkannya.

Jaejoong kembali melihat Taeyeon yang kini sendirian karena teman-temannya pergi menikmati jamuan pesta itu. Jaejoong beranjak dari tempat duduknya dan melepaskan blazzernya. Ia berdiri di depan Taeyeon dan memakaikan blazzer itu menutupi dadanya.

“terlalu terbuka.” Bisik Jaejoong.

Taeyeon sedikit mengernyitkan keningnya hingga akhirnya ia tertawa kecil menerima perlakuan Jaejoong. “gomawo.” Ucap Taeyeon yang dibalas senyuman Jaejoong.

Jaejoong melayangkan(?) pandangannya ke arah lain dan mendapati nyonya Kim yang tersenyum ke arahnya. “gomapta.” Nyonya Kim menggerakan bibirnya tanpa suara mengucapkan kalimat itu pada Jaejoong.

Beberapa jam kemudian, acara itu selesai dan para tamu sudah meninggalkan tempat itu. Namun tidak dengan Jaejoong, ia masih berada di tempat itu. Ia berniat memberikan sesuatu untuk Taeyeon. Ia menemui Taeyeon di kamarnya.

“Taeyeon-ah, ini hadiah untukmu dariku.” Jaejoong memberikan sebuah boneka beruang besar.

“waaah, kyeopta~” seru Taeyeon menerima boneka itu. “gomawo~”

ashiya19.wordpress.com

Jaejoong mengangguk dantersenyum lembut padanya.
Flash back end
Jaejoong masih ingat bagaimana sifat Taeyeon sebelum eommanya meninggal. Setelah nyonya Kim meninggal karena satu hal, sifat Taeyeon berubah 180 derajat. Dulu ia begitu manis, namun sekarang ia berubah menjadi yeoja yang keras kepala dan bertindak semaunya sendiri.
Jaejoong menghela napasnya. Ia menyelimuti Taeyeon dan mengecup keningnya. Setelah itu ia beranjak keluar dari kamar itu.

To be continue..

Pasti ada yang nanya, “mana KyuTae momentnya? Kok TaeJae doank? terus Dara’nya mana?” haha.. sabar ya~  😉 tunggu aja kelanjutannya!

FYI, perusahaan Hanhwa itu beneran ada. Bukan fiktif. Hanhwa termasuk perusahaan besar, sederajat(?)lah sama Kia, Hyundai, LG, dan kawan-kawan. Author pinjem namanya aja. Hehe…

RCL, please~! onion-emoticons-set-6-81

[FF] I’ll Protect You (Chapter 1)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Kim Junsu (JYJ)
Support Cast : Kim Bum, Kim Hyuna (4minutes), Jang Hyunseung (B2ST), Park Bom (2NE1), Choi Dongwook (SE7EN), Kim Soeun, Gong Minzy (2NE1)
Genre : Dark Fantasy
Rating : M
Disclaimer : Title belongs to Kim Jaejoong. The story is inspired by Charlaine Harris’s novel, Death Until Dark.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
No Plagiat!

Teaser

 

Taeyeon POV

Aku sudah lama menantikan kedatangannya selama bertahun-tahun ketika ia melangkah memasuki bar. Sejak para vampir keluar dari peti-peti mati mereka beberapa tahun lalu, aku selalu berharap ada satu  saja vampir yang datang ke kota ini. Bertahun-tahun aku menunggu vampirku datang menemuiku.

Bisa dibilang aku jarang sekali berkencan. Bukan karena aku tidak cantik. Aku cantik. Rambutku panjang, mataku bersinar cemerlang, dan usiaku 25 tahun usia Korea. Meskipun aku tidak terlalu tinggi, namun aku tampak lumayan sebagai pelayan bar. Aku selalu mengenakan seragam yang dipilih bosku, Kim Junsu : celana pendek hitam, T-shirt putih, kaus kaki putih, dan sneakers hitam.

Selain itu, aku juga punya “kelainan”. Orang-orang banyak yang menganggap aku ini gila. Yah, setidaknya aku menyebutnya begitu. Kelainan atau kegilaan, sama saja. Aku nyaris tidak pernah berkencan, maka dari itu perhatian kecil sangat berarti bagiku.

Dan hari ini dia, vampir itu, duduk di salah satu meja yang menjadi tanggung jawabku. Aku langsung tahu makhluk apa dia. Namun entah kenapa orang-orang tidak ada yang menyadari perbedaannya. Bagiku, kulitnya berpendar, dan seketika aku tahu.

Taeyeon POV End

Taeyeon begitu gembira dengan kehadiran vampir itu. Ia berjalan dengan penuh percaya diri mendekati meja vampir itu. Bosnya, Junsu mendongak dari minuman yang sedang diraciknya dan tersenyum pada Taeyeon.

Vampir itu tampak terserap dalam pikirannya, dan itu memberikan kesempatan bagi Taeyeon untuk mengamatinya secara menyeluruh sebelum akhirnya vampir itu mendongak. Taeyeon memperkirakan tingginya hanya sedikit di bawah 180 cm. Rambutnya hitam tebal dan lurus, alisnya tebal, bibirnya elok, terpahat tajam, dan ia sangat pucat. Hidungnya yang mancung, membuatnya seperti tokoh-tokoh pria dalam komik manga. Matanya gelap, bahkan lebih gelap dari rambutnya, dan bagian putihnya sangat putih.

“siap untuk memesan?” tanya Taeyeon dengan ramah.

Vampir itu mengangkat alis, “ada darah sintetis?”

“sayang sekali tidak ada. Tapi Junsu sudah memesannya dan baru datang minggu depan.” Jawab Taeyeon.

“kalau begitu anggur merah saja.” kata vampir itu dengan suara yang sejuk dan jernih, seperti aliran air diatas batu-batu yang licin.

Taeyeon tergelak, “ia terlalu sempurna.” Batin Taeyeon.

“jangan hiraukan, Taeyeon, tuan, dia memang gila!” terdengar suara yang sangat dikenal oleh Taeyeon dan kebahagiaannya seketika memudar, walaupun ia masih merasakan senyum yang masih tersungging dibibirnya.

Vampir itu menatap Taeyeon, menyaksikan kehidupan yang menghilang dari wajahnya.

“aku akan segera kembali membawakan anggurmu.” Ucap Taeyeon sambil berlalu, tanpa sedetik pun melirik tampang angkuh Jang Hyunseung dan kekasihnya, Kim Hyuna. Taeyeon menyebut mereka pasangan trouble maker karena mereka selalu saja mengacaukan kehidupannya. Mereka akan melakukan apa saja untuk mengganggu Taeyeon. Taeyeon sangat membenci mereka dan berharap mereka terlempar keluar Paju semendadak mereka terlempar masuk.

Pertama kali mereka datang ke bar Xiah itu, tanpa sengaja Taeyeon mendengar pikiran mereka. Jadi Taeyeon tahu hal tentang pasangan trouble maker ini yang tidak diketahui orang lain. Satu contoh, Taeyeon tahu mereka pernah di penjara, namun Taeyeon tidak mengetahui penyebabnya. Contoh lainnya, Taeyeon selalu mendengar pikiran mesum Hyunseung. Dan juga mendengar pikiran Hyuna yang pernah menelantarkan bayi yang dilahirkannya 2 tahun lalu, bayi yang bukan anak Hyunseung. Dan juga mereka tidak pernah memberikan tip pada para pelayan di bar itu.

Junsu menuangkan anggur ke dalam gelas, memandang ke meja vampir itu sambil meletakan anggur itu di nampan yang dipegang Taeyeon. Junsu tahu bahwa tamunya itu adalah makhluk abadi. Junsu adalah bos Taeyeon dan juga pemilik bar itu. Matanya kecoklatan, rambutnya pun berwarna coklat. Kulitnya putih dan jika tertawa, tawanya sangat unik. Meskipun ia tampak ramping dalam pakaiannya, namun taeyeon pernah melihatnya bertelanjang dada saat mengangkut barang-barang di belakang bar itu dan badannya cukup kekar dan berotot. Taeyeon tidak pernah menyadap pikiran Junsu karena ia adalah atasannya. Taeyeon berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena mengetahui hal-hal yang sangat pribadi dan tidak ingin di ketahui orang lain.

Junsu tidak berkomentar, hanya memberikan anggur pesanan tamu. Setelah itu Taeyeon kembali menghampiri vampir itu.

“anggur anda, tuan.” Taeyeon meletakan gelas anggur itu di mejanya. Vampir itu memandangnya sekali lagi, dan Taeyeon menatap balik matanya yang indah itu selagi ada kesempatan. “silahkan,” kata Taeyeon dengan ramah.

Dibelakangnya, Hyunseung berteriak, “hey, Taeyeon! Bawakan lagi sojunya kesini!”

Taeyeon menarik napas panjang dan berputar untuk  mengambilkan apa yang dimintanya. Hyuna tampak menarik malam ini. Ia mengenakan baju terusan bermotif macan. (*raawrrrrr #author konslet! xD) Rambut hitam tebal dan panjang di tata modis. Lipstiknya yang berwarna merah terang menyapu bibirnya yang penuh.

Sesaat kemudian, Taeyeon baru menyadari bahwa pasangan itu sudah pindah ke meja vampir itu. Dan hal itu membuat Taeyeon kesal. Mereka mengajaknya mengobrol. Vampir itu terlihat tidak terlalu menanggapi, tapi juga tidak beranjak dari tempat duduknya.

“lihat itu!” kata Taeyeon pada Bom, rekannya sesama pelayan. Bom berambut merah dan kulitnya sangat putih matanya bulat dan akan membentuk eyesmile jika tersenyum. Usianya 5 tahun lebih tua dari Taeyeon namun sudah pernah menikah 2 kali. Bom memiliki 2 anak, dan terkadang ia juga menganggap Taeyeon anak ketiganya.

“orang baru ya?” tanya Bom tampak tidak tertarik. Saat ini Bom berkencan dengan seorang namja bernama Choi Dongwook. Walaupun mereka tampak tidak terlalu cocok namun Bom tampak begitu bahagia. Dongwook adalah suami pertamanya yang pernah ia ceraikan namun tampaknya kini mereka rujuk kembali.

“dia seorang vampir, eonni!” ujar Taeyeon seperti ingin berbagi kesenangannya dengan orang lain.

“benarkah? Di Paju? Wah,” sahut Bom sedikit memperlihatkan bahwa ia menghargai antusiasme Taeyeon. “pasti ia tidak pintar jika bersama dengan pasangan trouble maker. Dan tampaknya Hyuna sedang menggodanya.”

Taeyeon baru sadar setelah Bom mengemukakan hal itu. Bom sangat pandai menangkap gelagat seseorang berkat pengalamannya dibanding Taeyeon yang masih hijau.

Vampir itu sedang lapar. Taeyeon sering mendengar bahwa darah sintetis yang dikembangkan di Jepang bisa memenuhi nutrisi, namun tidak memuaskan rasa lapar mereka. Itulah sebabnya selalu ada “insiden sial” dari waktu ke waktu. Dan di meja itu, Hyuna tengah membelai tenggorokannya memamerkan leher jenjangnya.

“dasar sundal!” umpat Taeyeon.

Tidak lama kemudian, Kim Bum, kakak Taeyeon masuk dan memeluknya. Dia tahu para wanita menyukai pria yang menyayangi keluarganya. Jadi, ia mendapatkan nilai itu dengan memeluk adiknya itu. Padahal ia tidak perlu melakukan itu untuk menaikan pamornya. Ia tampan. Walaupun terkadang ia bisa menyebalkan juga dimata Taeyeon, namun kebanyakan para perempan memilih mengabaikan itu.

“hey, Taeng. Bagaimana kabar halmoni?” tanya Kim Bum.

“baik-baik saja, seperti biasa. Tengoklah!”

“ne. aku akan kesana. Siapa yang kosong malam ini?” tanyanya lagi.

“cari saja sendiri.” Jawab Taeyeon.

Ketika Kim Bum mulai mengedarkan pandangannya, seketika para yeoja yang ada di bar itu mengangkat tangannya panik untuk merapikan rambut, pakaian, bibir mereka. Bahkan saat ia masuk ke bar itu, Bom ikut merapikan kausnya. Rekan kerja Taeyeon yang lain, Minzy, mengibaskan rambutnya dan menegakkan punggungnya agar dadanya terlihat membusung. Kim Bum melambaikan tangannya. Minzy pura-pura mengacuhkannya, sepertinya saat ini mereka sedang tidak akur. Tapi meskipun begitu, ia masih ingin mendapatkan perhatian Kim Bum.

Taeyeon kembali mengalihkan perhatiannya pada vampir itu. Ia sedang mengobrol dengan Hyuna. Hyunseung menatapnya dengan ekspresi begitu antusias sampai-sampai Taeyeon merasa cemas.

Taeyeon berjalan mendekati meja vampir itu dan  mengamati Hyunseung. Akhirnya ia menurunkan penjagaannya untuk mendengarkan pikiran pasangan itu.

Begitu Taeyeon tahu apa yang ada dipikiran mereka, ia membelalakan matanya. Hyunseung dan Hyuna dipenjara karena menguras darah vampir!

Marah bercampur cemas, Taeyeon bergerak mengambil minuman dan membawanya ke meja lain yang dekat dengan meja vampir itu.

Setelah mendengar pikiran mereka, Taeyeon baru tahu bahwa darah vampir dipercaya berkhasiat meringankan gejala penyakit dan meningkatkan gairah. Ada pasar gelap untuk memperjual belikan darah vampir dengan harga yang cukup tinggi. Dan pasangan trouble maker ini adalah salah satu pemasoknya.

Mereka pernah menjebak vampir dan menguras darahnya, lalu menjual darah vampir dalam ampul seharga 200 ribu won perunit . Biasanya vampir yang telah terkuras tidak akan bertahan hidup. Para penguras itu akan meninggalkan korbannya dalam keadaan terpancang atau dibuang begitu saja di tempat terbuka. Begitu matahari terbit, habislah mereka. Keadaan berbalik jika si vampir berhasil meloloskan diri. Penguraslah yang akan mati terkuras.

Taeyeon melihat vampir itu bangkit dan beranjak pergi bersama pasangan itu. Hyunseung menatap Taeyeon dan ia terlihat terkejut melihat ekspresi di wajah Taeyeon. Lalu ia berbalik, mengerdikkan bahu meremehkan, sama seperti semua orang yang selalu menganggapnya gila karena kemampuan membaca pikirannya itu. Sikap itu membuat Taeyeon marah. Sangat marah.

“eottoke?” pikir Taeyeon melihat mereka mulai keluar dari bar itu.”apa vampir itu akan mempercayaiku jika aku mengejarnya dan memberitahunya? Tidak ada yang percaya padaku. Kalaupun kebetulan ada yang percaya, mereka akan benci dan takut padaku karena telah membaca pikiran mereka. Orang-orang tidak mau mengakuinya meskipun mereka percaya dengan kelainanku ini. Tapi mereka hanya akan menganggapku gila. Dan memang terkadang aku merasa hampir gila!”

Bom pernah meminta Taeyeon membaca pikiran suami keduanya karena ia merasa suaminya itu akan meninggalkan dirinya dan kedua anaknya. Namun Taeyeon menolak permintaan itu karena ia ingin mempertahankan satu-satunya teman yang ia punya.

Taeyeon gugup, bingung, takut, dan marah. Tapi kemudian ia tahu ia harus bertindak. Taeyeon mendekati kakanya yang sedang merayu Soeun, salah satu pelanggan setia bar itu. Menurut kabar, Soeun tidak mudah tergoda.

“oppa!” panggilan Taeyeon mendesak. Kim Bum pun menoleh dengan memberikan tatapan jangan-menggangguku. “apa kau masih menyimpan rantai itu di bagasi mobilmu?”

“tidak pernah pergi kemana pun tanpa membawanya.” Ujarnya malas. Mata Kim Bum menyelidik wajah Taeyeon mencari tanda-tanda masalah, “kau mau berkelahi?”

Taeyeon memberikan senyum manisnya pada kakaknya itu, “kuharap tidak.” Kata Taeyeon dengan riang.

“hey, kau butuh bantuan?” tawar Kim Bum.

“tidak, terima kasih.” Tolak Taeyeon lalu menghampiri Bom memintanya melayani meja yang menjadi tanggung jawabnya untuk sementara.

“aku akan segera kembali setelah menyelesaikan urusanku. Kalau kau membersihkan meja-meja bagianku, aku akan membersihkan bagianmu lain kali.” Bom menganggukan kepalanya menyanggupi permintaan Taeyeon.

Taeyeon keluar melalui pintu karyawan yang berada di belakang bar itu. Dan ia menunjuk pintu itu pada Junsu memberitahunya bahwa ia meminta ijinnya keluar. Junsu mengangguk dan kembali meneruskan pekerjaannya menuangkan minuman namun ia tampak tidak senang.

Taeyeon berjalan mengendap-ngendap menuju belakang mobil Kim Bum yang terparkir di belakang bar bernama Xiah itu. Ia berusaha sebisa mungkin tidak mengeluarkan bunyi saat ia menapaki jalanan berkerikil itu.  Taeyeon mengambil rantai milik Kim Bum dan kembali berjalan mengendap-ngendap menuju sisi lain bar. Bar itu masih di kelilingi hutan. Junsu memastikan lingkungan cukup terang, tapi cahaya menyilaukan  dari lampu yang dipasang tinggi, membuat segalanya tampak ganjil.

Taeyeon melihat mobil sport merah milik pasangan itu. Taeyeon menggulung rantai itu ke tubuhnya agar tidak berbunyi saat bergerak. Taeyeon mengedaran pandangannya mencari mereka. Di satu sudut yang dekat hutan dengan dahan-dahan pepohonan yang menjuntai, ia mendengar suara erangan kesakitan dan bisik-bisik pelan. Taeyeon melihat vampir itu terbaring terlentang di tanah, wajahnya memperlihatkan penderitaan dengan taring yang mencuat keluar. Kilauan rantai menyilang kedua pergelangan tangannya dan turun hingga ke mata kaki. Rantai perak. Menurut cerita-cerita populer, vampir sangat alergi pada perak dan jika benda itu mengenai kulitnya, akan melepuh.

Di tanah, di dekat kaki Hyuna, tergeletak 2 ampul darah yang telah disedot. Dan Taeyeon melihat wanita itu sedang memasang penyedot baru pada jarum.

Mereka memunggungi Taeyeon dan vampir itu belum melihat Taeyeon yang mendekatinya pelan-pelan. Taeyeon melepaskan rantai yang menggulung di tubuhnya. Taeyeon teringat pandangan Hyunseung yang merendahkannya dan juga tidak pernah memberinya tip. Ia memutuskan menjerat Hyunseung terlebih dahulu. Taeyeon belum pernah terlibat perkelahian sebelumnya namun entah kenapa, ia benar-benar menantikan kesempatan itu sekarang.

Taeyeon mengayunkan rantainya dan benda itu menghantam punggung Hyunseung hingga membuatnya jatuh tersungkur disebelah korbannya. Ia menjerit dan segera melompat bangun. Sementara itu, ampul ketiga Hyuna hampir penuh dengan darah vampir.

Tangan Hyunseung merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu yang bersinar. Taeyeon menelan ludahnya. Hyunseung memegang pisau. Ia mencoba menyerang Taeyeon namun beruntung Taeyeon dapat menghindarinya walaupun ia terkena sedikit goresan di pahanya. Taeyeon mengayunkan rantainya dan sukses melilit di leher Hyunseung. Ia tercekik rantai itu sementara Taeyeon semakin mengeratkannya. Ia menjatuhkan pisaunya dan mencoba melepas rantai itu dengan kedua tangannya. Kehabisan udara, ia berlutut di aspal kasar, merenggut rantai itu dari tangan Taeyeon.

Begitu rantai itu terlepas, Taeyeon segera membungkuk menyambar pisau Hyunseung dan mengacung-acungkan kearahnya. Hyuna menyerbu maju tampak seperti penyihir fanatik diantara garis-garis bayangan yang dihasilkan cahaya lampu.

Ia berhenti di tempat ketika melihat pisau itu berada di tangan Taeyeon. Dia mengutuk, mencerca, dan mengumpat. Taeyeon menunggunya sampai ia kehabisan kata-kata dan membentak, “pergi!!”

Hyuna menatap Taeyeon dengan penuh kebencian. Dia berusaha meraup ampul-ampul darah, tetapi Taeyeon menghardiknya agar meninggalkan semuanya. Hyuna menarik Hyunseung hingga berdiri. Namja itu masih berdeguk, tercekik dan memegangi rantainya. Hyuna menyeretnya ke mobil mereka dan mendorongnya ke kursi penumpang. Lalu ia segera menghempaskan dirinya di kursi kemudi.

Saat mendengar deru mobil itu, Taeyeon segera sadar bahwa mereka punya senjata baru. Taeyeon berlari menuju vampir itu dan terengah-engah, “dorong dengan kakimu!” Taeyeon memegangi ketiaknya dan menariknya mundur dengan menjejakkan kaki. Mobil itu nyaris saja menerjang keduanya namun beruntung mereka dapat luput dari serangan Hyuna. Hyuna membanting setirnya untuk menghindari tabrakan dengan pohon pinus, lalu mobil berjalan menjauh.

“fiuhh..” Taeyeon menarik napas dan berlutut di sebelah vampir itu karena kakinya tak mampu lagi bergerak. Taeyeon terengah-engah, mencoba menenangkan diri sendiri. Vampir itu bergerak sedikit dan Taeyeon memandangnya. Taeyeon terkejut melihat gumpalan asap dari pergelangan tangannya yang tersentuh perak.

“oh, kasihan sekali kau!” ucap Taeyeon. Ia merasa marah pada dirinya sendiri karena terlambat menolongnya. Taeyeon segera melepaskan rantai perak tipis dan panjang itu dari kaki dan tangan vampir itu. Ia penasaran dengan cara apa Hyunseung dan Hyuna mengalihkan perhatiannya sementara mereka mengambil posisi untuk menjeratnya dengan perak.

“mianhae, aku tidak datang lebih cepat.” Ucap Taeyeon penuh penyesalan. “kau akan segera pulih, kan? Apa kau ingin aku pergi?”

“ani.” Jawaban itu membuat Taeyeon senang hingga ia menambahkan, “mereka bisa datang lagi, dan aku belum bisa melawan.”

Taeyeon memasang wajah masam. Dan sementara vampir itu memulihkan diri, Taeyeon berjaga-jaga. Taeyeon duduk membelakanginya memberinya sedikit privasi. Taeyeon mengerti tidak nyaman di pandangi orang lain sementara ia sedang terluka. Tidak lama kemudian vampir itu sudah duduk.

Ia tidak langsung bicara. Taeyeon menoleh menatapnya dan menyadari bahwa vampir itu berada lebih dekat dari yang ia kira. Matanya yang tajam menatap Taeyeon. Taringnya sudah kembali tertarik masuk.

“gomawo.” Ujarnya kaku.

Taeyeon POV

“gomawo.” Ucapnya terdengar kaku.

Jadi ia tidak senang sudah diselamatkan oleh yeoja? Dasar namja!

Ternyata ia begitu tidak tahu terima kasih, kupikir aku bisa membalasnya dengan ketidaksopananku cukup setimpal. Aku menurunkan penjagaanku hendak mendengar pikirannya. Lalu aku….. eh? Aku tak mendengar apa-apa!

“Oh!” seruku terkejut. “aku tak bisa mendengarmu!”

“gomawo.” Kata vampir itu menggerakan bibirnya secara berlebihan.

“ani, bukan begitu maksudku. Aku bisa mendengarmu berbicara, tapi….” Dan didalam ledakan semangat, aku melakukan sesuatu yang takkan  kulakukan dalam keadaan biasa. Aku berbalik menghadapnya dan meletakka tanganku di kedua sisi wajahnya yang pucat kemudian aku menatapnya lekat-lekat. Ku fokuskan energiku  untuk membaca pikirannya. Tapi…aku tak mendengar apapun!

Taeyeon POV end

Mata vampir itu melebar dan menggelap, tetapi ia tetap diam.

“oh, mianhae.” Taeyeon terkesiap baru menyadari apa yang baru dilakukannya. Taeyeon menarik tangannya dari wajah vampir itu.

Taeyeon mulai berbicara tentang Hyunseung dan Hyuna namun di benaknya sibuk memikirkan betapa luar biasanya berada di dekat  seseorang yang tak bisa ia baca pikirannya. Taeyeon tidak akan mengetahui apa yang ada dibenak vampir itu kecuali kalau ia mengatakannya keras-keras. Betapa senangnya Taeyeon mendapatkan kesunyian itu.

“…jadi, kupikir aku datang kesini saja untuk melihat bagaimana keadaanmu.” ucap Taeyeon.

“kau datang kesini untuk menolongku. Itu sungguh tindakan yang sangat berani,” sahut vampir itu dengan suara yang begitu halus seperti hendak memikat korbannya.

“hajima!” ketus Taeyeon.

Vampir itu tampak tercengang sesaat sebelum ekspresi wajahnya kembali datar. “apa kau tidak takut berduaan saja dengan vampir yang kelaparan?” tanyanya. Ada kesan menggoda namun berbahaya pada kata-katanya.

“aniyo.”

“apa kau pikir bahwa dengan menyelamatkanku kau sudah aman, bahwa aku memiliki sedikit saja perasaan sentimental setelah menjadi vampir bertahun-tahun? Vampir sering berbalik menyerang orang yang mempercayainya. Kau tahu, kami tidak menganut nilai-nilai manusia.”

“manusia juga banyak yang mengkhianati sesamanya,” ujar Taeyeon. “aku tidak sebodoh itu.” Taeyeon menelengkan lehernya dan melilitkan rantai perak itu di leher dan lengannya sendiri. Hal itu membuat vampir tersebut menggigil.

“tapi ada arteri yang tampak nikmat di pahamu.” Ucap vampir itu setelah jeda beberapa saat untuk menguasai diri.

“itu tidak sopan, aku tidak mau mendengar!”

Sekali lagi mereka saling bertatapan dalam keheningan. Taeyeon takut tidak bisa bertemu dengannya lagi. Kunjungan pertamanya ke bar Xiah berakhir seperti ini. Maka Taeyeon mencoba menyerap setiap detil moment-moment langka itu. Baginya ini adalah sebuah hadiah yang sangat berharga. Taeyeon ingin menyentuhnya sekali lagi karena ia sudah lupa bagaimana rasanya menyentuh vampir itu. Tapi Taeyeon berpikir kembali, tindakan itu akan melewati batas-batas tata krama, dan mungkin akan mendorong vampir itu melancarkan godaannya lagi.

“apa kau mau meminum darah yang sudah mereka kumpulkan?” tanya vampir itu tiba-tiba, “sebagai tanda terima kasihku.” Ia menunjuk ampul-ampul darah yang tergeletak di aspal. “darahku dipercaya meningkatkan kesehatan dan menyalakan gairah suami-istri.”

“aku sehat seperti kuda, dan aku belum menikah.” Jawab Taeyeon cepat. “kau bisa melakukan apapun dengan darahmu itu.”

“kau bisa menjualnya,” sarannya, tapi sepertinya ia hanya ingin melihat reaksi Taeyeon.

“aku tidak mau menyentuhnya!” ketus Taeyeon.

“kau berbeda,” ucap vampir itu memandang Taeyeon. “makhluk apa kau?”

“aku Kim Taeyeon, seorang pelayan.” Sahut Taeyeon. “siapa namamu?”

“Jaejoong.” Jawab vampir itu.

“vampir Jaejoong!” seru Taeyeon. “kukira namamu Robert, Edward, atau Jasper! Aigoo.. Jaejoong!” tawa Taeyeon. Sudah lama ia tidak merasakan tawa selepas itu. “baiklah, Jaejoong, sampai nanti. Aku harus kembali bekerja.” Ucap Taeyeon.

Taeyeon meletakan tangannya di bahu Jaejoong dan menjadikannya tumpuan untuk bangkit. Bahunya sekeras batu. Taeyeon merapikan kaus kakinya dan memastikan tingginya sama. Dan juga ia merapikan pakaiannya kalau-kalau kotor atau robek akibat perkelahian tadi. Setelah itu melambaikan tangannya pada Jaejoong sambil berjalan kembali menuju bar.

Taeyeon merasa begitu gembira hingga tersenyum terus. Tapi Kim Bum pasti akan sangat marah tentang rantainya.

To be continue..

A5-4Q_DCYAEZRo8-horz

[FF] I’ll Protect You (Teaser)

Kim Taeyeon menikmati pekerjaannya sebagai pramusaji di Paju, Gyeonggi.

Dia cantik dan lucu. Tetapi di kota yang mempercayai vampir bukan sekedar legenda itu, hanya segelintir orang yang menghargai kemampuan membaca pikirannya.

Lalu datang vampir yang selalu dia impikan, Kim Jaejoong, dengan pikiran yang tidak bisa dibacanya. Dialah tipe pria yang ia nantikan selama ini.

Tetapi Jaejoong adalah vampir dengan reputasi buruk dan lingkungan pergaulan yang menakutkan. Ketika Paju dikejutkan dengan misteri pembunuhan, dan salah satu rekan kerja Taeyeon menjadi korban.

Jaejoong dan vampir lainnya di kota itu menjadi tersangka. Dan Taeyeon takut, dialah korban berikutnya.

**

Main Cast :

_kim_tae_yeon__03042010202945

Kim Taeyeon

428109_588062304543673_97869460_n

Kim Jaejoong

**

Annyeong~

Author nyiapin satu lagi FF yang di ambil dari novel karya Charlaine Harris, Death Until Dark.

Ada yang pernah baca? 😀 ini novel top banget dah. Recommended banget buat di masukin ke koleksi buku-buku kalian!^^

Oh ya, disini ada yang suka baca ff TaeJae? Emang di kita gak se-BOOMSHAKALAKA-BOOMSHAKALAKA di luar *kebanyakan maen ma TOP*

Tapi Taeyeon itu ajaib apa gimana ya? di pasangin ma siapa pun cocok aja. Apa lagi Xiah *jiwa TaeSu kumat*

FF ini cuma buat selingan aja kalo author lagi macet ide bikin ff yang 100% bikinan sendiri, dalam artian tanpa di pengaruhi novel. Tapi ini juga tentu saja FF’nya pake bahasa author sendiri.

Oh ya, nanti ada vampir muda yang umur belasan dan author mau ngambil dari anak-anak EXO. Kira-kira yang cocok jadi vampir siapa ya? Author mikirnya Tao. Setuju ga? Soalnya mukanya agak-agak misterius gimanaaaaaa gitu. hehe..

FF yang belum jadi ditunggu aja~ Dan barangkali ada yang mau FFnya di post disini, pm aja ke Facebook author disini . Tapi syaratnya FFnya belum pernah di publish dimana pun.

Protected: [FF] One Liter of Tears (Final Chapter)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[FF] One Liter of Tears (7)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
1-litre-of-tears
jangan lupa abis baca Rate, Comment, Like!^^

-Chapter 7-
Taeyeon segera dibawa ke rumah sakit. Keluarga Taeyeon menunggunya di periksa dokter.
Beberapa hari kemudian Taeyeon keluar dari rumah sakit namun ia tidak pulang ke rumah. Ia di karantina kan di sebuah tempat perawatan khusus untuk beberapa hari kedepan supaya dapat mendapat perawatan intensif dan menjalani kemotheraphynya.
Pagi hari Taeyeon sudah bangun dan menuju halaman depan panti tersebut. Dengan wajah yang ceria ia menyiram tanaman dengan selang sambil duduk diatas kursi rodanya. Ia sudah tidak bisa berjalan normal.
“Taeyeon-ssi!!” seseorang memanggilnya. Taeyeon menoleh dan tersenyum. “sedang apa kau disini? Kenapa kau tidak masuk? Disini dingin.” Ucapnya sambil memakaikan scarf pada Taeyeon.
“KK..Kyu..Hyun-ssi, gg..gomawo..!” ucap Taeyeon yang dibalas senyum Kyuhyun.
Lalu Taeyeon menulis sesuatu di buku kecil yang selalu ia bawa dan menuliskan, “Kyuhyun-ssi, kenapa kau begitu baik padaku?” lalu menyerahkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. Ia duduk berjongkok didepan Taeyeon, memegang kedua tangannya dan menatap kedua mata Taeyeon.
“karena aku………menyukaimu. Bahkan mungkin…lebih dari itu..” ucap Kyuhyun dan mengecup kening Taeyeon lembut.
Taeyeon menulis lagi, “apa kau yakin? Atau kau merasa kasihan saja padaku?” Kyuhyun menjawab, “tidak, bukan karena itu. Aku sudah lama menyukaimu. Jauh sebelum aku mengetahui penyakitmu ini.”
Taeyeon terharu ia menatap Kyuhyun dan matanya mulai berkaca-kaca. Kyuhyun segera memeluknya. Tangan Taeyeon terangkat membalas pelukan itu.
**
Malamnya Taeyeon tidak bisa tidur. Ia berjalan dengan kursi rodanya menuju telepon yang ada di luar kamarnya. Dengan susah payah ia menekan nomor telepon namun gagal. Ia mencoba lagi, namun tetap gagal. Ia hampir putus asa. Lalu ia kembali memencet nomor-nomor itu dan akhirnya tersambung.
Di rumah keluarga Kim, nyonya Kim terus gelisah dan tidak bisa tidur memikirkan Taeyeon.
Kriiinnggg… kriiiing…
Nyonya Kim segera bangun dan mengangkat telepon.
“yeobosseo?”
“eoo..mma…” kata orang di ujung telepon sana.
“Taeyeon-ah?”
“eoo..mmaa.. aa..aku..takut..” Taeyeon berbicara dengan terisak. Mendengar itu nyonya Kim menangis dan menutup mulutnya dengan satu tangan.
“eomma akan kesana.” Lalu tanpa ragu, nyonya Kim segera bergegas menuju tempat Taeyeon.
Sesampainya disana, tempat itu sangat sepi. Nyonya Kim kaget melihat posisi duduk Taeyeon yang tertidur didekat telepon.
“Taeyeon.. Taeyeon-ah..?” nyonya Kim membangunkan Taeyeon pelan.
“eo..mma..?” nyonya Kim segera memeluknya. Dan membawanya ke kamar. Malam itu nyonya Kim tidur bersama anak sulungnya itu.
**
Paginya seluruh anggota keluarga Taeyeon dan juga Kyuhyun sudah berada di tempat Taeyeon. Mereka memandang Taeyeon yang masih tidur. Taeyeon bangun dan sedikit terkejut dengan kehadiran mereka. Nyonya Kim mengecup kening Taeyeon. Taeyeon tersenyum.
“aku kkka..ngen ssse..kali dengan dong..ssaengku di Girls’ Gene..ration…” gumam Taeyeon yang hanya didengar oleh Kwangmin. Kwangmin keluar dari kamar Taeyeon dan ia pergi ke dorm Girls’ Generation.
Begitu tiba di dorm itu, Kwangmin menekan bellnnya. Lalu seorang wanita berambut blonde membuka pintunya.
“Kwangmin-ah?? Waegeurae?? Kenapa kau menangis??” Jessica terkejut. Lalu mengajaknya masuk.
“noona, bisakah kau memanggil semua member?” pinta Kwangmin. Lalu Jessica menyuruh semua berkumpul diruang tengah.
“sebenarnya ada apa Kwangmin-ah?” tanya Sunny yang mulai khawatir karena ia merasa sedang terjadi sesuatu dengan Taeyeon.
“Taeyeon-noona sekarang tidak bisa berjalan dan ia juga kesulitan berbicara…” jawab Kwangmin.Ucapan Kwangmin membuat mereka tersentak dan mulai menitikan airmata. “noona ingin sekali bertemu kalian..” lanjut Kwangmin.
“baiklah. Sekarang juga kita akan berangkat.” Ujar Yuri.
“bagaimana kalau kita mengajak oppadeul Suju juga? Taeyeon pasti kangen dengan mereka.” Usul YoonA.
Mereka pun menyetujui usul itu dan pergi ke dorm Suju. Tidak semua member Suju ikut karena sebagian sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Hanya Leeteuk, Yesung, Donghae dan Shindong. Mereka ber13 pergi menemui Taeyeon.
Taeyeon senang melihat kehadiran mereka. Leeteuk memberikan seikat bunga lily putih untuk Taeyeon. Taeyeon sangat senang menerimanya. Mereka tertawa-tawa menghibur Taeyeon walaupun dalam hati mereka menangis melihat kondisi Taeyeon. Namun Taeyeon terus menutupi kesakitannya ia ingin bersenang-senang dengan teman-temannya itu.
**
Waktu sudah menunjukan jam 10 malam.
“Taeyeon-ah, kami pamit dulu. Kami janji akan sering-sering mengunjungimu. Fighting!!” ucap Leeteuk menyemangati.
“gg..go..mawooo..”
Mereka pun pulang ke dorm masing-masing.
“aku benar-benar tidak menyangka Taeng-eonni sekarang keadaannya seperti itu.” Ucap Seohyun sesampainya di dorm.
“aku benar-benar ingin terus menemaninya disana. Aku ingat betul waktu kita masih SMA, Taeyeon begitu ceria, periang, ramah, pintar. Membuat orang-orang disekitarnya mengaguminya. Tidak heran kalau Leeteuk-sunbae menyukainya.” Sunny mengingat kebersamaannya bersama Taeyeon karena dia yang paling dekat dengan Taeyeon. Semua termenung dalam lamunan masing-masing mengingat saat-saat bersama Taeyeon dulu.
“kita sekarang hanya berdelapan. Satu orang tergolek lemah disana dan………”
“ya!! Sica!! Kau berbicara seperti Taeyeon akan meninggalkan kita!! Aku yakin Taeyeon akan sembuh dan kembali ke tengah-tengah kita!! Kenapa kau berbicara seperti itu??” Sunny membentak Jessica dan hampir memukulnya. Beruntung yang lain mencegahnya.
“eonni sabar. Sica-eonni tidak bermaksud seperti itu.” Nasihat sang maknae Seohyun. Akhirnya semua diam.
Sementara itu di dorm Suju, Leeteuk langsung masuk kamarnya dan membanting keras pintu kamarnya. Yesung, Donghae, Shindong saling berpandangan terkejut.
Leeteuk berdiri dibalik pintu. Perlahan ia merosot turun dan air mata mulai menggenangi wajahnya. Ia benar-benar terpukul melihat Taeyeon yang benar-benar ia sukai. Ia terduduk dibalik pintu itu.
“mianhae, Taeyeon-ah. Aku terlalu pengecut untuk mengakui perasaanku. Aku tidak kuat melihatmu menderita seperti itu. Aku ingin melihatmu tersenyum lagi. Senyum dan tawa tanpa beban. Aku ingin kita bersama-sama lagi berlatih vocal dan bermain piano bersama. Aku ingin mendengar suara merdu itu lagi. Aku benar-benar takut kehilanganmu. Tapi kau pasti akan sembuh kan, Taeng? Saranghaeyo, Kim Taeyeon.” Batin Leeteuk.
Kembali ke Taeyeon. “menyenangkan sekali bisa bertemu bersama mereka. Kwangmin-ah, jeongmal gomawo.” Tulis Taeyeon di buku catatannya.
“noona, apa kau senang?” tanya Kwangmin. Taeyeon mengangguk dan tersenyum. Kwangmin mengecup pipi Taeyeon dan memeluknya. “malam ini aku ingin tidur disini dengan noona.” Ucap Kwangmin.
“nado.” Ucap Shinhye yang ikut memeluk Taeyeon. “eonni, aku punya kabar bagus untukmu. Aku dapat beasiswa kuliah kedokteran di Jerman. Dan aku mengambil jurusan neurologi supaya aku bisa menyembuhkan eonni.”
“jin..jja..? aakku..baangga ppa..ddamu, ssaengi..”
Orangtua Taeyeon terharu melihat anak-anaknya saling berpelukan.
“eoo…mma kkkennappa nnanngiis?”
“ah, anni. Eomma terharu melihat kalian.”jawab nyonya Kim. Taeyeon tersenyum.
“eoo..mmaa tterimaa kkasih ssuuddah mmerrawwwatkku. Aakku bbaahhaggia mmennjadi pputriimu. Aaappa, tterrimaa kkassih ssellallu mmenjjagaaku. Aakku bbangga mmemmilliki aappa sseppertttimu. KKyuhyunn-oopppa, tteriima kkasih kkau ssellalu mmennemaniku. Akku ssenang mmemilliki tteman sseppertimu.”
Semua menangis mendengar perkataan Taeyeon yang terbata-bata. Terutama Kyuhyun yang untuk pertama kalinya Taeyeon memanggilnya oppa.
“appa, eoomma.. aakku llellaahh. Aakku inngin tidur.” Kata Taeyeon lagi.
“tidurlah. Kami selalu disini menemanimu.” Jawab tuan Kim. Taeyeon kembali tersenyum.
“aaappaa, eoommaa bollehkahhh aakku mmemegganng tanngan kalian ssamppai aaku ttertiiddur?” pinta Taeyeon.
Tuan dan nyonya Kim duduk dikursi kiri dan kanan Taeyeon dan Taeyeon menggenggam tangan kedua orangtuanya. Tangan mungil yang dingin. Taeyeon tersenyum dan ia mulai memejamkan matanya. Semua memperhatikan Taeyeon. Beberapa menit kemudian Taeyeon sudah tertidur pulas dan tangan Taeyeon melepaskan tangan kedua orangtuanya.
“dia sudah tidur. wajahnya tenang sekali. Seperti tidak ada beban. Dan dia tidur dengan tersenyum.” Kata tuan Kim.
“kau benar, Taeyeon kita benar-benar cantik saat tidur.” Nyonya Kim mengelus kening Taeyeon lembut kemudian turun ke pipinya yang pucat dan seketika ia berhenti mengelusnya ketika tangannya menyentuh leher Taeyeon. Ia membelalakkan matanya.
“Taeyeon…?”
To Be Continue

Quote : I had a dream and in it I was running freely and I was walking. But I had another dream and in it I was in wheelchair. I thought I had accepted me for who I am now – Ikeuchi Aya

[FF] One Liter of Tears (6)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
main
jangan lupa abis baca Rate, Comment, Like!^^

-Chapter 6-
Taeyeon memasuki rumahnya dan terkejut melihat eommanya dan Shinhye menangis dan juga appanya yang terus menunduk.
“Kyuhyun-ssi, ada apa ini?” tanya Taeyeon.
“Duduklah.” Ajak Kyuhyun. Taeyeon dan Kwangmin saling menatap bingung.
“Taeyeon-ah, eomma ingin memberitahumu sesuatu.” Ungkap nyonya Kim sambil duduk di sebelah Taeyeon. Lalu memberikan Taeyeon sebuah amplop.
“ige mwoya?” tanya Taeyeon kebingungan. “Shinhye-ah, kau kenapa?” air mata Shinhye semakin membanjiri wajahnya.
images
Taeyeon yang kebingungan akhirnya membuka isi amplop itu. Ia membuka sebuah surat kemudian membaca isi surat tersebut.

HASIL PEMERIKSAAN
Nama Pasien : Kim Tae Yeon
Tempat, Tanggal Lahir : Jeonju, 9 Maret 1989
Golongan Darah : O
Dinyatakan positif diagnose Spinocerebellar Degeneration/Spinocerebellar Athrophy/Ataxia.

“eomma, ini…………” Taeyeon mulai berkaca-kaca. Akhirnya orangtuanya dan Shinhye memeluk Taeyeon.
“hyung, ini sebenarnya ada apa??” Kwangmin cemas.
“noonamu mengidap penyakit Ataxia.” Jawab Kyuhyun pelan.
“ataxia?? Apa itu?? Tidak berbahayakan??” Kwangmin mulai panik.
“ia akan mengalami gangguan keseimbangan. Pergerakannya akan terhambat bahkan terhenti secara tiba-tiba dan tidak bisa mengendalikan syaraf motorik tubuh jika sudah parah dan bisa menyebabkan ia tidak bisa berjalan dia juga akan kesulitan menelan makanan. Ibuku juga menderita penyakit yang sama dan dia sudah…………” Kyuhyun menghentikan pembicaraannya dan Kwangmin mengerti apa maksudnya.
“Noona……………” Kwangmin memeluk Taeyeon.
6 bulan kemudian Girls’ Generation sudah menjadi girl band besar kebanggan Korea Selatan dan Boyfriend tidak lama lagi akan segera debut. Beruntung Taeyeon masih kuat dan tidak menunjukan bahwa ia mengidap penyakit berbahaya. Tidak ada yang tahu tentang penyakitnya kecuali keluarganya, dokter Kim Jaejoong dan Kyuhyun. Bahkan member Girls’ Generation sendiri tidak mengetahui itu. Taeyeon tinggal di dorm bersama member GG yang lain tapi sesekali ia pulang.
“Taeng-eonni kemana? Belum bangun?” Tanya Seohyun.
“sepertinya begitu. Aku akan membangunkannya dulu.” Jawab Hyoyeon. Lalu berjalan ke kamarnya.
“eonni, apa kau belum bangun?” tanya Hyoyeon dari depan pintu kamar Taeyeon tapi tidak ada jawaban.
“eonni? Kau masih tidur?” masih belum ada jawaban. Hyoyeon pun akhirnya membuka pintu kamarnya. Tampak Taeyeon yang masih tertidur lelap.
“eonni, kau kelelahan ya? Ayo sarapan dulu.” Kata Hyoyeon namun Taeyeon tidak bergerak juga.
“eonni, eonni bangun! Eonni!” Hyoyeon panik dan mengguncang-guncangkan tubuh Taeyeon yang sama sekali tidak bergerak dengan mata tertutup.
“eonniiiiiiiiiii!! Bangun ini sudah siang. Eonni!! Eonni!!” mendengar Hyoyeon yang berteriak-teriak akhirnya member yang lain pun berlari ke kamar Taeyeon. Mereka melihat Taeyeon yang terbaring lemah dengan wajah pucat. Lalu mereka segera memanggil ambulance dan membawanya ke rumah sakit. Sunny menelpon keluarga Taeyeon. Mereka pun segera menuju Rumah Sakit.
Sesampainya disana mereka menghampiri member GG untuk menanyakan keadaan Taeyeon. Sementara Kwangmin menelpon Kyuhyun. Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang.
“Sebenarnya eonni kenapa?” gumam YoonA yang tampak sangat bersedih. Kyuhyun akhirnya memberitahu mereka tentang penyakit Taeyeon.
“jadi…ternyata dia menderita penyakit itu??” tanya YoonA lagi.
“aku sering mendapatinya tiba-tiba berhenti bergerak, dan jatuh tanpa sebab. Aku kira ia hanya kelelahan.” Ungkap Tiffany dengan terisak.
“apa kalian ingat waktu acara kompetisi dulu? Eonni tiba-tiba menjatuhkan gelas yang dipegangnya dan waktu dikantin sekolah tangannya bergetar dan sendok yang dipegangnya pun terjatuh begitu saja” ucap Yuri. Mereka akhirnya menangis tidak mempercayai penyakit leadernya yang sangat baik itu.
Dokter Jaejoong yang mirip sekali dengan Hero JYJ *ya iyalah!! Kekekeke~* keluar dan menghampiri orang-orang yang menunggu Taeyeon.
“untung Taeyeon segera dibawa kemari. Jika tidak, akibatnya akan fatal.”
“apa eonni sudah sadar?” tanya Shinhye. Dokter Jaejoong mengangguk. “tapi sepertinya Taeyeon harus berhenti dari GG.” Kata dokter Jaejoong.
“mwo??”
“sebaiknya kalian temui saja. Dia menanyakan kalian.” Kata dokter Jaejoong.
Mereka akhirnya masuk. “noona……” ucap Kwangmin terbata-bata.
“k..kk..kwang…mm..min..” rupanya penyakit itu sudah menyerang organ lisannya. Ia tidak bisa bicara dengan lancar.
“eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!” member GG segera memeluk Taeyeon dan tangisan pun pecah.
“dd..ddong…ssss..sae…ngi..” Taeyeon menangis.
**
Besoknya berita Taeyeon masuk rumah sakit segera menyebar namun tidak ada yang tahu pasti penyakit Taeyeon.
“eonni memang sedang sakit. Kami mohon do’anya dari kalian semua supaya eonni bisa menghibur kalian lagi. Kamsahamnida.” kata Yuri yang sedang diwawancarai wartawan mengenai berita Taeyeon. Penjagaan dirumah sakit sangat ketat, sehingga tidak ada seorang wartawan pun yang berhasil mendapatkan berita tentang Taeyeon.
Beberapa hari kemudian Taeyeon keluar dari rumah sakit namun ia vakum dari semua kegiatan Girls’ Generation. Suara merdunya sudah tidak ada lagi. Gerakan dancenya pun tidak selincah dulu karena ia sudah kesulitan berjalan walaupun ia masih mampu.
Taeyeon dan eommanya pergi ke sekolah Kwangmin untuk melihat latihan dancenya. Taeyeon tersenyum melihat gerakan dance Kwangmin yang sangat lincah.
“noona, eomma!!” Kwangmin berlari menuju ibu dan kakaknya dan memeluk keduanya.
“Kk..kkwang..mmmin, ddancemu sem..mmakin bbbaik. Akku bb..angga ppa..damu..” Ucap Taeyeon tersenyum.
“hehe.. gomawo, noona.”
“apa kau sudah makan? Kami bawakan makanan kesukaanmu. Kami bawa banyak supaya kau bisa makan bersama teman-temanmu.”
“waahh, kamsahamnida eomma, noona. Apa kalian juga mau makan bersama kami? Ayolah!!” ajak Kwangmin. Taeyeon dan eommanya mengangguk. Lalu Kwangmin memanggil teman-temannya untuk makan bersama.
“Kwangmin-ah, noonamu cantik sakali.” puji Youngmin.
“tentu saja! Lihat saja aku yang sangat tampan ini.” Jawab Kwangmin tertawa diikuti yang lainnya.
“Youngmin-ah wajahmu mirip sekali dengan Kwangmin kami? Kalian bersama seperti ini membuat eomma jadi merasa memiliki anak kembar.” *emang kembar, eomma! Kkkk~*
“hehehe.. kami juga tidak tahu kenapa wajah kami begitu mirip.” Jawab Youngmin.
“uuhuuk..uhhuuk..” Taeyeon tersedak.
“Noona!! Kau tidak apa-apa??” Kwangmin panik dan memberinya minum tapi Taeyeon terus batuk-batuk hingga akhirnya mulutnya mengeluarkan darah dan jatuh pingsan.
To Be Continue

Quote : This disease, why did it choose me? Fate. It can’t be put into words. – Ikeuchi Aya

[FF] One Liter of Tears (5)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
ini cover dorama aslinya:
1-litre-of-tears
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 5-
Kyuhyun POV
Akhirnya dokter Jaejoong keluar dari Emergency Room.
“ah, nak Jaejoong bagaimana keadaan Taeyeon kami?” tanya nyonya Kim.
“Taeyeon sudah sadar hanya saja dia terluka di bagian rahangnya. Kalian sudah boleh menjenguknya. Ajussi, ajumma, bisa kita bicara sebentar?”
Ada apa ini? Kenapa dokter meminta orang tua Taeyeon menemuinya di ruangannya? Aku akan mengikutinya. Aku tiba di depan ruangan dokter Jaejoong. Diam-diam aku mendengarkan pembicaraan mereka.
“apakah Taeyeon sudah tahu mengenai penyakitnya?”
“belum. Kami belum siap memberitahunya.”
“hmmmmh… tapi kondisi Taeyeon semakin memburuk. Apa dia sering terjatuh?”
“ne.”
“ahjussi, ahjuma, spinocerebellar degeneration bukanlah penyakit biasa. Penyakit ini bisa mengancam jiwanya. Aku hanya memberinya beberapa obat penahan nyeri.”
Mwo?? Spinocerebellar Degeneration??? Ataxia?? Apa aku tidak salah dengar?? Taeyeon menderita penyakit yang sama dengan ibuku?? Jadi kecurigaanku benar? Aku membayangkan kembali saat dia jatuh waktu pertama kali melihatnya, lalu saat ia mengejar Kwangmin, tangan yang bergetar di kantin, dan jatuh di studio dance. Taeyeon…
Kyuhyun POV end

Kyuhyun kembali ke ruang ER dimana Taeyeon terbaring. Ia berdiri di depan pintu kamarnya dan memandang Taeyeon dengan sedih.
“Kyuhyun-ssi, kau darimana?” tanya Taeyeon yang baru menyadari keberadaan Kyuhyun.
“ah, ani.. aku..aku habis dari toilet. Kenapa? Kau merindukanku?” ledek Kyuhyun.
“mwo?? A..aniyo.” jawab Taeyeon gugup.
“Taeyeon-ssi, cepat sembuh!” ucap Kyuhyun.
“gomawo.” Taeyeon tersenyum.
Lalu orangtua Taeyeon datang. “Taeyeon-ah kau sudah boleh pulang besok.” Ucap tuan Kim.
**
Hari sabtu sore sepulang sekolah..
“eomma, aku minta izin nanti malam aku dan Kwangmin akan ke kantor SM.” ucap Taeyeon.
“baiklah.”
“gomawo.” Balas Taeyeon sambil mengecup pipi eommanya.
“Taeyeon, apa kau sudah minum obat?” tanya nyonya Kim.
“sudah. Eomma sebenarnya itu obat apa? Kenapa banyak sekali?”
“itu hanya vitamin supaya kau tidak kelelahan.” Nyonya Kim berbohong.
“oh.. tapi kenapa banyak sekali ya? Hmmpp.. ya sudahlah.” Taeyeon kembali ke kamarnya. Nyonya Kim memandang Taeyeon yang berjalan menuju kamarnya.
“mianhae, Taeyeon-ah.” Gumam nyonya Kim.
Sorenya Taeyeon dan Kwangmin bersiap-siap untuk berangkat.
“noona, kau sudah siap?”
“ne. kajja.”
Lalu mereka berdua pun hanya pamit ke nyonya Kim karena tuan Kim belum pulang dari kerjanya. Setelah mereka pergi, seorang namja datang ke rumah Taeyeon.
Namja itu memencet bell rumah Taeyeon. Nyonya Kim yang kebetulan sedang duduk di teras melihat namja itu dan menghampirinya.
“Kyuhyun-ah?” Kyuhyun membungkukan badannya. “Ada apa? Kau mau menjemput Taeyeon? Taeyeon baru saja berangkat. Apa kau tidak bertemu dijalan?” tanya nyonya Kim.
“aniyo. Aku tidak bertemu di jalan dan aku kesini juga bukan untuk menemui Taeyeon.” Ucap Kyuhyun serius.
“lalu?”
“aku kesini ada perlu dengan anda, nyonya Kim.” Lalu nyonya Kim mengajaknya masuk.
“ada apa sebenarnya?” tanya nyonya Kim saat Kyuhyun sudah duduk di kursi ruang tamu.
“begini, apa benar bahwa Taeyeon…mengidap spinocerebellar degeneration?” tanya Kyuhyun hati-hati nyonya Kim terkejut.
“ddd..darimana kau tahu???”
“jadi itu benar?”
“ne.” nyonya Kim sedih.
“mianhae. Apa Taeyeon sudah tahu?” nyonya Kim menggeleng. “sebenarnya ibuku juga menderita penyakit yang sama dengan Taeyeon. Beliau sudah meninggal 3 bulan yang lalu di Jepang.” Nyonya Kim tersentak mendengar ucapan Kyuhyun. “sebenarnya aku sudah curiga dari dulu kemudian waktu di rumah sakit aku diam-diam mendengar percakapan anda dengan dokter Jaejoong.” Lanjut Kyuhyun.
“eomma! Apa itu benar?? Taeyeon-eonni…” tiba-tiba Shinhye keluar dari balik dinding yang memisahkan ruang tamu dan ruang tengah. Air mata sudah membanjiri matanya.
“Shinhye-ah..?” nyonya Kim terkejut.
“eomma kenapa tidak memberitahu kami??” Shinhye duduk disebelah nyonya Kim.
-sementara itu di kantor SM-
“kalian kami resmikan menjadi keluarga besar SM Entertainment! Tapi Boyfriend harus melewati masa trainee dulu sambil menunggu kalian cukup umur untuk debut.” ujar Lee Sooman pada Girls’ Generation dan Boyfriend.
“Kamsahamnida!”
Setelah selesai mereka akhirnya pulang. Saat berjalan tanpa sengaja Taeyeon bertabrakan dengan seorang namja.
“ah jeosonghamnida!” ucap Taeyeon sambil membungkuk 90 derajat. Lalu ia melihat namja yang ia tabrak barusan. Matanya terbelalak. “Leeteuk-ssi??” tanya Taeyeon. “kau Leeteuk dari Super Junior kan?”
“ne. apa kau baik-baik saja?”
“ah.. ne.” Taeyeon masih terpesona dengan leader Suju ini.
“eonniiiiii!!” tiba-tiba Girls’ Generation datang menghampiri Taeyeon.
“hyung!!!!!” member Super Junior memanggil Leeteuk.
GG (Girls’ Generation) menoleh ke arah namja-namja yang memanggil orang yang sedang ngobrol dengan Taeyeon.
“ommo!! Itu Super Junior!!!!” seru YoonA. Lalu mereka berbelok dan mengerumuni member Suju itu. Mereka akhirnya berbincang-bincang.
Saat pulang..
“Taeyeon-ssi, kau mau pulang? Teman-temanmu sudah duluan. Mau ku antar?” tawar Leeteuk.
“ah, tidak usah. Aku mau pulang dengan adikku.”
“adik? Oh ya, member Boyfriend itu? Kau ajak saja adikmu ikut mobilku. Ini sudah malam.”
“eh? Mmm…baiklah.” Lalu Taeyeon mengajak Kwangmin.
Mereka akhirnya pulang bersama. Di mobil mereka terus mengobrol.
“Leeteuk-hyung, kau tahu tidak kalau Taeyeon-noona sangat mengidolakanmu?” Ucap Kwangmin polos.
“kwangmin-ah!!” Taeyeon menggertak adiknya.
“jinjja?? Wahh, seorang leader menyukai leader rupanya.” Goda Leeteuk yang sukses membuat yang pipi Taeyeon memerah karena malu. Lalu memandang Kwangmin dengan tatapan awas-kau-habislah-kau-nanti. Kwangmin justru terkekeh melihat ekspresi noonanya itu.
Sesampainya dirumah, Leeteuk membukakan pintu untuk Taeyeon. “kamsahamnida” Ucap Taeyeon dan Kwangmin.
“apa hyung mau masuk dulu?” tanya Kwangmin.
“tidak usah. Aku pulang saja.” Jawab Leeteuk.
Tiba-tiba Kyuhyun keluar dari rumah dan berlari ke arah mereka bertiga. Kyuhyun terkejut dengan kehadiran orang asing yang ada dihadapannya. Ia sedikit familiar dengan wajah Leeteuk.
“Kyuhyun-ssi?” Taeyeon terkejut karena keberadaan Kyuhyun di rumahnya.
“Taeyeon, kau baru pulang?” tanya Kyuhyun.
“ah, sebaiknya aku pulang dulu. Sampai jumpa.” Pamit Leeteuk. Lalu pergi dengan mobil putihnya.
“Kyuhyun-ssi, kau menungguku?” tanya Taeyeon.
“ne. masuklah. Eomma mu sudah menunggu kalian.”
Taeyeon memasuki rumahnya dan terkejut melihat eommanya dan Shinhye menangis dan appanya yang terus menunduk.
“Kyuhyun-ssi, ada apa ini?” tanya Taeyeon.
To Be Continue

Quote : Suffer and suffer through, and there’s a rainbow coloured happiness waiting on the other side. Do not rush it; do not be greedy. Don’t give up, because everybody takes a step at a time. It didn’t matter how insignificant, but I wanted to be useful to others – Ikeuchi Aya

[FF] One Liter of Tears (4)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support cast : Jo Kwangmin, Park Shinhye, Kim Jaejoong, and others. You’ll find them later^^
Genre : School life, Family life, Angst, Romance
Warn : Typo bertebaran, hampir mirip dengan doramanya.
Lagi ngubek-ngubek(?) laptop nemu ni ff. sama sekali ga inget kalo aku pernah bikin ni ff. ff ini diambil dari salah satu dorama Jepang favoritku yang pernah dijiplak sinetron Indonesia 😥
FYI nih, aku ga ngejiplak lho! mungkin hanya ngambil main topicnya aja. yaitu Spinocerebellar Degeneration. selebihnya mengarang indah. kekeke~
jangan lupa, abis baca comment yo~^^

-Chapter 4-
Taeyeon terjatuh.
“Taeyeon!!” Kyuhyun berlari menuju Taeyeon.
Kwangmin pun berbalik, “noona!!” Kwangmin menghampiri Taeyeon. “noona, gwaenchanayo??? Mianhae jeongmal mianhae…” sesal Kwangmin.
“sudahlah aku tidak apa-apa.” Ucap Taeyeon. Begitu hendak berdiri, “aaaawhh..” Taeyeon tidak bisa berdiri.
“kakimu terkilir. Ayo naik ke punggungku!” perintah Kyuhyun. Awalnya Taeyeon ragu tapi akhirnya ia menurutinya.
“apa aku berat?” tanya Taeyeon.
“lumayan. Padahal badanmu kecil.” Sindir Kyuhyun.
“aisshh.. padahal berat badanku turun dari 44 jadi 41.” Kesal Taeyeon.
“mwo??? Sebanyak itu? noona kau pasti kelelahan karena kompetisi itu kan?” tanya Kwangmin.
“mungkin. Tapi tidak apalah yang penting kita sudah menang.” Ucap Taeyeon yang masih menempel(?) di punggung Kyuhyun.
Sesampainya dirumah.
“Taeyeon?? Apa yang terjadi???” nyonya Kim kaget melihat Taeyeon yang di gendong Kyuhyun dan melihat lutut dan tangannya yang terluka.
“eomma, ini salahku. aku menggoda noona dan berlari mengejarku lalu noona jatuh dan…”
PLAKK!!
Nyonya Kim menampar Kwangmin.
“Kwangmin-ah!! Kamu mau mencelakakan noonamu?? noonamu ini sangat menyayangimu, kenapa kau malah membuatnya celaka hah??? Kau tahu kalau noona mu…” nyonya Kim menghentikan ucapannya karena melihat Kwangmin yang mulai berurai airmata dan ingat bahwa sekarang belum saatnya Taeyeon dan keluarganya mengetahui penyakit Taeyeon.
“eomma! Kenapa eomma menampar Kwangmin?? Kasihan Kwangmin dia tidak bersalah, eomma. Aku yang salah karena terlalu emosi dan mengejarnya dan aku tidak berhati-hati sampai akhirnya aku terjatuh.” Ucap Taeyeon yang juga menangis melihat adik kesayangannya menangis.
Kwangmin berlari ke kamarnya. Taeyeon turun dari punggung Kyuhyun dengan dibantu Shinhye. Nyonya Kim masih terkejut dengan apa yang dilakukannya pada Kwangmin, anak bungsunya.
“Kyuhyun-ah, sebaiknya kau pulang ini sudah malam.” Ucap tuan Kim yang tidak enak dengan Kyuhyun.
“ne. kalau begitu aku pulang dulu.”
Setelah Kyuhyun pergi, Taeyeon pergi ke kamarnya dengan dibantu Shinhye. Nyonya Kim mulai menangis. Tuan Kim hanya menepuk pundak nyonya Kim.
“apa Kwangmin baik-baik saja?” tanya Taeyeon pada Shinhye begitu sampai di kamarnya.
“entahlah. Aku kaget sekali melihat eomma menampar Kwangmin. Padahal kita tahu eomma sangat menyayangi Kwangmin. Eonni istirahat saja, aku mau menemui Kwangmin di kamarnya.”
Dikamar tuan dan nyonya Kim sedang berbincang.
“aku harus memberitahu ini padamu. Tapi aku harap kau jangan dulu memberitahu anak-anak. Tidak enak rasanya menanggung beban ini sendirian.” Ucap nyonya Kim.
“ada apa?”
“aku sangat mencemaskan Taeyeon. Beberapa hari yang lalu aku memeriksakan kesehatan anak-anak. Shinhye dan Kwangmin sehat-sehat saja tapi tidak dengan Taeyeon.”
“apa maksudmu??” tuan Kim agak terkejut.
“Taeyeon sebenarnya menderita penyakit spinocerebellar degeneration.”
“MWO????” nyonya Kim mulai menangis. Tuan Kim memeluknya.
“dia akan kehilangan keseimbangannya dan kesulitan berjalan serta berkomunikasi.” Ucap nyonya Kim terisak. Mata tuan Kim pun mulai berkaca-kaca.
“kenapa harus Taeyeon?? Kenapa tidak aku saja?? Aku rela menggantikannya. Taeyeon masih sangat muda.” Nyonya kim masih terisak, tuan Kim pun semakin mengeratkan pelukannya.
**
Besoknya saat sarapan tuan Kim terus memperhatikan Taeyeon yang duduk didepannya menunggu Kwangmin turun.
“Kwangmin mana?” tanya Taeyeon membuyarkan lamunan ayahnya.
“aku akan memanggilnya” ucap Shinhye bangkit dari duduknya tapi Taeyeon menahannya.
“tidak. Biar aku saja.”
Taeyeon pun berjalan menuju kamar Kwangmin dilantai 2 dan membuka pintu kamarnya yang tidak dikunci.
“Kwangmin-ah, kenapa kau masih disini?” tanya Taeyeon menghampiri Kwangmin yang melamun dipinggir kasur.
“noona, mianhaeyo. Jeongmal mianhae.” Kwangmin memeluk Taeyeon.
“kau tidak perlu minta maaf. Ini bukan salahmu. Cepatlah turun yang lain sudah menunggumu.” Lalu mereka berdua pun turun dan sarapan bersama.
“Kwangmin-ah, maafkan eomma.” Nyonya Kim mengelus rambut Kwangmin dan memeluknya.
“ne, eomma.” Jawab Kwangmin membalas pelukan eommanya.
“eomma, appa, kami berangkat dulu. Annyeong.” Ucap Taeyeon, Shinhye dan Kwangmin.
Setibanya dikelas, Taeyeon segera duduk di bangkunya.
“Taeyeon-ssi, kau sudah baikan?” tanya Kyuhyun.
“ne, yeodongsaengku merawatku dengan baik.” Ujar Taeyeon tersenyum.
“oh, syukurlah. Bagaimana dengan Kwangmin?”
“dia baik-baik saja.” Lalu Sunny datang. “Sunny, aku ada kabar bagus hari ini. Nanti istirahat kita berkumpul dengan member Girls’ Generation yang lain ya di ruang OSIS.” Kata Taeyeon.
“memang ada apa? Aaaaahh, aku tahu kau mau bilang kan kalau kau jadian dengan Kyuhyun?” canda Sunny dengan aegyonya.
PLETAKK!
Taeyeon menjitak kepala Sunny, “aniya!! Ini tentang grup kita.” Kesal Taeyeon.
“hehe.. mian..” jawab Sunny sambil mengelus kepalanya yang dijitak Taeyeon. Kyuhyun yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
Waktu istirahat.
“jinjja??? SM Entertainment itu kan managemennya Super Junior??” kata Yuri.
“waahhh kalau begitu aku bisa ketemu biasku, Siwon-oppa. Siwon-oppa, cup cup cup cup..” lebay YoonA.
“ya!! Yoong! sikapmu menjijikan sekali!!” Tiffany menimpali. YoonA langsung menatap tajam Tiffany.
“hari sabtu besok kita dimintanya untuk datang ke gedung SM. arasseo?” jelas Taeyeon. “oh ya, group adikku juga sepertinya berhasil menarik perhatian pihak SM karena dia juga diundang.” *anggap aja Boyfriend dari SM juga. mian Starship!* XD
“maksudmu Kwangmin?? Wahh adikmu itu memang punya daya tarik yang tinggi. Aku pun sangat tertarik padanya.” Ucap Jessica.
“ingat umur, eonni.” Ujar YoonA, Jessica langsung menjitak kepala YoonA. Semua menertawakan Jessica dan YoonA.
“eonni, aku lapar sekali. Bagaimana kalau sekarang kita ke kantin?” pinta Sooyoung.
Mereka semua pergi ke kantin. Disana sudah ada Kyuhyun yang tengah minum orange juicenya. “itu ada Kyuhyun. Kita duduk disana saja!” ajak Sunny.
“ne, kajja.” kata Taeyeon dan segera menghampiri Kyuhyun. “apa kita boleh duduk disini?” tanya Taeyeon. Kyuhyun mengangguk. Mereka pun memesan makanan. Makanan datang.
“selamat makan!!” ujar Taeyeon. Tapi saat ia mengangkat sendoknya, tangannya bergetar dan tidak bisa digerakan hingga sendoknya jatuh.
“Taeyeon-ssi, kau kenapa?” Kyuhyun ternyata terus memperhatikan Taeyeon. Tapi Taeyeon diam saja dengan tatapan kosong. Hingga akhirnya tersadar setelah Seohyun menyentuh tangannya.
“kau kenapa, eonni?”
“ah, ani. Ayo kita makan.” Sahut Taeyeon.
**
Sepulang sekolah Taeyeon dan member Girls’ Generation hendak pergi ke studio dance untuk berlatih.
“Taeyeon, kau mau kemana?” Kyuhyun menghampiri Taeyeon.
“aku mau latihan dance. Kau mau ikut?”
“apa aku tidak akan mengganggu?”
“tentu saja tidak. Kajja. Teman-temanku sudah menunggu disana.” Kata Taeyeon.
Kyuhyun menggandeng tangan Taeyeon. Taeyeon terkejut dan menoleh ke arahnya.
“bolehkan?” tanya Kyuhyun tersenyum.
“eh? mmm.., ne.” gugup Taeyeon.
Kyuhyun menonton mereka berlatih dance. Ia terus memperhatikan Taeyeon dan tiba-tiba…. BRUUKKKK!!
“Taeyeon!!” “eonni!!” semua mengerubungi Taeyeon yang jatuh dan tidak sadarkan diri. Rahangnya berdarah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Kyuhyun pun menghubungi keluarga Taeyeon.
“dimana Taeyeon?? dimana Taeyeon??” panik nyonya Kim sesampainya di rumah sakit.
“dokter sedang memeriksanya.”jawab Kyuhyun.
“kenapa dia bisa jatuh?” tanya tuan Kim.
“eonni sedang berlatih dance bersama kami dan tiba-tiba saja dia jatuh dan pingsan. Kami langsung membawanya kemari karena rahangnya mengeluarkan darah banyak sekali.” Terang Seohyun. Nyonya Kim menangis dipelukan tuan Kim. Lalu dokter keluar.
“ah, nak Jaejoong bagaimana keadaan Taeyeon kami?” tanya nyonya Kim.
“Taeyeon sudah sadar hanya saja dia terluka di bagian rahangnya. Kalian sudah boleh menjenguknya. Ajussi, ajumma, bisa kita bicara sebentar?”
“ne,” orangtua Taeyeon pun pergi dengan dokter Jaejoong.
-di kamar periksa Taeyeon-
“Eonni, bagaimana keadaanmu?”
“aku baik-baik saja.” Jawab Taeyeon dan kemudian menyadari ketidakhadiran Kyuhyun. “Kyuhyun mana? Bukankah kalian kesini dengannya?” tanya Taeyeon. 8 member itu pun celingukan.
“mungkin sedang ke toilet.” Jawab Tiffany.
‘kemana dia?’ gumam Taeyeon.
To Be Continue

gimana?^^
oh ya, abis ini mungkin author mo hiatus dulu soalnya author lagi sibuk ngerjain tugas kuliah author. PPL, ngajar di SMA. tapi do’ain aja mudah-mudahan semuanya lancar dan punya waktu ngurus blog ini biar ga ada acara hiatus-hiatusan segala.
tinggalkan pesan.
Annyeong~