Blog Archives

[FF] I Got A Boy (Season 2/First Version)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo/Leeteuk
Other Cast : You’ll find them later
Adakah yang nunggu ff ini? *krik krik*
it’s okay kalo ga ada. T.T
Setelah diliat lagi, ternyata ff ini panjangnya nanggung banget! dibikin twoshoot kependekan, oneshot kepanjangan. *author bingung sendiri* Akhirnya author mutusin buat dijadiin oneshot aja tapi ada 2 versi dengan jalan cerita dan ending yang berbeda tentunya. 😀
Okay, let’s begin..^^

From the moment I first saw you, it was always you
I take one step and again another step
Because to me, it needs to be only you

– Xiah Junsu – Love is Like Snowflake

Kyuhyun POV
Yeoja itu berjalan ke arahku. Wajahnya berseri ketika melihat ke arahku. Aku memeluknya begitu dia berdiri tepat didepanku. Hal yang sering kali aku lakukan ketika aku merasa merindukannya.
“oppa, ma’af aku terlambat.”
“gwaenchana.”
“ada apa menyuruhku kemari?” saat ini kami berada di balkon kampus.
“eommaku ingin bertemu denganmu.”
“eh?” dia tampak terkejut.
“dia memintaku mengajakmu makan malam dirumahku. Nanti malam aku jemput ke rumahmu ya.” aku mengusap lembut rambutnya.
**
Aku mengetuk pintu rumah Taeyeon dan munculah seorang namja bermata sipit.
“oh, Kyuhyun-ah. Kau mau menjemput Taeyeon, ya?”
“ne, hyung. Apa dia sudah siap?”
“entahlah. Dia masih di kamarnya. Masuk saja dulu.”
Aku mengikuti Yesung-hyung masuk rumahnya yang besar itu. Aku duduk di sofa ruang tamunya menunggu yeoja yang akan aku kenalkan pada orangtuaku. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara langkah kaki dari arah tangga. Aku mendongakkan kepalaku. Aku melihat yeoja itu berjalan menghampiriku.
taeyeon_in_simple_white_dress_tn-10205
Yeppeo. Ia menggunakan dress putih diatas lutut dan rambut yang diikat. cantik, cute, simple dan casual secara bersamaan.
“oppa, aku sudah siap.”
“ne, kajja.” Kami berpamitan pada Yesung, kakak Taeyeon.
Sesampainya dirumahku, eomma dan noonaku menyambut kami dengan ramah.
“jadi ini yang namanya Taeyeon? Manis ya?” Taeyeon tampak tersipu malu. Untunglah eomma dan noona menyukainya.
“eomma, appa belum pulang?” tanyaku.
“sebentar lagi. Ayo kalian masuk saja dulu. Eomma dan Ahra sudah menyiapkan banyak makanan.” Aku dan Taeyeon mengikuti eomma menuju ruang makan.
Tidak lama suara mobil menderu didepan rumah.
“ah, itu pasti appa!” Ahra-noona beranjak menghampiri appa. Lalu ia kembali dengan membawakan tasnya.
“appa, ayo cepat bersihkan badanmu dan segera turun. Makan malam sudah siap.” Perintah eomma.
Beberapa menit kemudian appa kembali dan duduk di ujung kursi meja makan.
“Kyuhyun-ah, siapa yeoja ini?” tanya appa ditengah-tengah makan malam.
“ini yeojachingunya Kyuhyun. Namanya Kim Taeyeon.” Aisshh eomma ini kadang menjengkelkan. Siapa yang ditanya siapa yang jawab.
“oh, Kim Taeyeon. Apa pekerjaan orangtuamu?” mwo?? Appa ini kenapa bertanya seperti itu??
“appa!!” aku sedikit menggertak appa.
“ayahku pemilik perusahaan softlens Kimmie dan ibuku dokter spesialis mata.” Taeyeon menjawab dengan tenang. Sekilas aku melihat wajah ayahku menegang. Wae?
“softlens Kimmie?? Bukankah itu perusahaan softlens terbesar di Korea Selatan??” Ahra-noona tampak terkejut. Taeyeon hanya tersenyum. “waahh, Hyun-ah, ternyata kau berpacaran dengan anak keluarga chaebol!”
“sssttt!! Ahra!!” Eomma menyuruh Ahra-noona diam.
Selesai makan aku mengajak Taeyeon berjalan-jalan di pinggir kolam renang yang ada dibelakang rumah.
“Taeng, mianhae..”
“eh? Wae?”
“ma’af atas kejadian tadi.”
“gwaenchana, oppa.” Kami berdiri memandangi riak air dalam kolam itu. Aku memeluknya dari belakang. “aku takut..” ucap Taeyeon tiba-tiba. Aku melepaskan pelukanku dan membalikan tubuhnya.
“wae?” tanyaku heran.
“aku takut appamu tidak menyukaiku.” Jawab Taeyeon menunduk.
“kenapa kau berbicara seperti itu?”
“aniyo. Aku ingin pulang sekarang, oppa.” Aku sedikit bingung dengan tingkahnya itu.
Setelah berpamitan dengan keluargaku, aku mengantar Taeyeon pulang. Sepanjang perjalanan ia hanya diam melihat keluar dari sisi kaca disebelah kirinya. Aku menggenggam tangannya. Ia menoleh padaku dan tersenyum. Senyum yang dipaksakan. Aku tahu itu. Sakit sekali rasanya melihat dia tersenyum seperti itu. Kau itu kenapa, Taeng? Apa karena ucapan appaku tadi? Akhirnya kami tiba didepan rumah Taeyeon. Kami terdiam sejenak lalu aku keluar membukakan pintu untuknya.
“oppa, terima kasih untuk hari ini.” ucapnya setelah keluar dari mobil. Aku tersenyum dan membelai pipinya yang putih. Tiba-tiba saja ia memelukku dan menangis.
“Taeng, uljima!” aku menghapus air matanya. “masuklah. Ini sudah malam.” Perintahku. Taeyeon berjalan menuju rumahnya. tidak lama kemudian ia menghentikan langkahnya berbalik ke arahku dan berlari menghampiriku lagi.
Chu~ ia mencium bibirku tiba-tiba. Aku membalas ciumannya. Entah kenapa aku merasa tidak akan merasakan ciuman hangat ini lagi. Ciuman yang hangat itu berubah menjadi ciuman yang hot! Aku benar-benar kalap. Taeyeon melepaskan ciumannya dan nafas kami terengah-engah. Aku menciumnya lagi sekilas dan mengusap sekitar bibirnya yang basah.
“selamat malam, oppa. Hati-hati menyetir.” Ia berbalik dan meninggalkanku yang masih termenung melihatnya yang berjalan semakin menjauhiku.
Kyuhyun POV End

Taeyeon POV
Aku benar-benar takut kehilangannya. Aku melangkahkan kakiku kedalam rumah.
“Taeyeon-ah, kau sudah pulang?” aku mendengar suara yang sudah tidak asing ditelingaku.
“eomma? Appa??” aku berlari memeluk orangtuaku.
“siapa namja itu? Pacarmu?” tanya eomma. Sepertinya mereka melihatku dan Kyuhyun-oppa tadi.
“ne.” jawabku malu-malu.
“uri Taeyeon sudah besar ya!” eomma menggodaku.
“eomma, appa, kenapa pergi lama sekali? 3 bulan kalian meninggalkanku dan Yesung-oppa.”
“mian, Taeyeon-ah.” Jawab appa.
**
Paginya aku, appa, eomma dan Yesung-oppa sarapan bersama. Saat-saat yang sangat aku rindukan karena kami jarang sekali berkumpul seperti ini. apalagi eomma memasakan kami nasi goreng kimchi. Aku sangat merindukan masakannya. Selesai makan aku bersiap-siap berangkat kekampus.
“Taeng, bisa eomma bicara sebentar?”
“ne, ada apa?”
“bisakah nanti malam kau mengajak namjachingumu kemari. Eomma mengundangnya makan malam.”
“eh? Makan malam?” aku sedikit bingung dengan permintaan eomma ini. eomma mengangguk. “baiklah.” Jawabku. Lalu aku berangkat menuju kampus dengan diantar Yesung-oppa.
**
Saat ini SuGen berkumpul di base camp baru kami. Ya, saat ini kami sudah memiliki base camp sendiri jadi kami tidak perlu berbagi ruang auditorium dengan anak-anak cheers. Aku melihat Kyuhyun-oppa yang sedang berbincang dengan anak-anak Sugen yang lain. Aku mengambil HPku dan mengirimnya pesan singkat.
‘oppa, nanti malam apa kau bisa datang ke rumahku? Eomma mengundangmu makan malam.’
Ia menoleh ke arahku lalu tersenyum dan mengangguk. Aku membalas senyumannya.
**
Aku mendengar suara motor berhenti didepan rumah. Aku langsung tahu siapa itu. Aku keluar menghampirinya.
“penampilanmu rapi sekali? tidak seperti biasanya.” ucapku sembari merapikan pakaiannya.
“tentu saja. Demi menarik perhatian calon mertua!” canda Kyuhyun membuatku tertawa.
20120716_kyuhyun_2
“ah sudah datang rupanya!” eomma menyambut dengan ramah dan mengajak kami ke ruang makan. Disana sudah ada appa dan Yesung-oppa duduk dengan rapi. Kyuhyun-oppa duduk disebelahku.
“jadi kau namjachingu uri Taeyeon?” tanya appa ramah.
“ne, ajjussi.”
“siapa namamu?” tanya appa lagi.
“Kyuhyun. Cho Kyuhyun imnida.” Jawab Kyu-oppa. Aku melihat raut wajah appa berubah. Wae?
“mm.. bagaimana makanannya?” tanya eomma mengalihkan pembicaraan. Oh kamsahamnida eomma!
“mashitta! Apa ajumma yang memasak sendiri?” tanya Kyu-oppa. Eomma mengangguk senang.
Selama makan kami terus berbincang. Yesung-oppa tidak henti-hentinya mengusiliku. Aigoo..
**
Hari ini aku tidak ada jadwal kuliah. Aku menghabiskan waktu dirumah saja dengan kuluargaku. Aku sedang menonton kartun favoritku, Pororo. Aku kembali teringat saat aku dan Kyu-oppa ribut soal Pororo dan aku jadi terkekeh sendiri.
“ya! Taetae, kenapa kau ini? tertawa sendiri.” Yesung-oppa duduk disampingku.
“hehe.. aniyo.”
“appa memintamu menemuinya di ruang kerja.” Ucap Yesung-oppa.
“kapan?”
“tahun gajah! Ya sekaranglah!” aissshh oppa ini! aku melemparkan bantal sopa kewajahnya dan segera melarikan diri. “aisssh dasar danshin!” teriak Yesung-oppa.
“appa, ada apa?” tanyaku saat masuk ke ruang kerja appa.
“masuk dulu.” Perintah appa. Aku duduk di sofa yang ada diruangan itu. Appa beranjak dari meja kerjanya duduk di sebelahku.
“Taeng, apa kau benar-benar mencintai namja itu?” aku terkejut dengan pertanyaan appa yang tiba-tiba.
“kenapa appa bertanya seperti itu?”
“appa tidak pernah meminta apapun darimu dan selalu menuruti permintaanmu dan kau pun tidak pernah mengecewakan appa. Jadi untuk kali ini, bolehkah appa meminta sesuatu darimu?”
“museun iyeyo?”
“jauhi namja itu.”
“MWO???” pekikku. “appa, wae??” aku sangat shock mendengar permintaan appa.
“kau tahu? Dia anak dari keluarga Cho. Keluarga cho yang sudah hampir membuat kita bangkrut 15 tahun yang lalu. Jadi appa tidak mau kau berhubungan lagi dengannya.”
“shireo! Aku tidak mau, appa! Aku mencintainya, appa!” mataku sudah berkaca-kaca.
“Taeyeon-ah, kau sudah kami jodohkan dengan anak keluarga Park. Kau tahu, keluarga Park sudah membantu kita dari ancaman kebangkrutan.”
“aku tidak mau, appa! Aku tidak mau dijodohkan!!” aku berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu dan hampir saja menabrak eomma yang membawakan minuman.
“Taeyeon, kenapa kau menangis?” tanya eomma. Aku tidak menghiraukan ucapan eomma dan terus berlari menuju kamarku.
“Taeyeooon….” Aku mendengar appa memanggilku tapi aku segera masuk kamar membanting pintu kamarku.
Taeyeon POV end

Author POV
“ommo!! appa!” pekik eomma Taeyeon dan menjatuhkan minuman yang dibawanya.
“astaga!!” Yesung melihat appanya kesulitan bernafas dengan tangan yang memegang dada kirinya.
“cepat panggil ambulance!!!” perintah eomma. Yesung segera menelpon RS.
Tidak berapa lama kemudian ambulance datang. Taeyeon yang mendengar suara ribut diluar segera keluar dari kamarnya.
“ada apa ini? kenapa ribut seka… ya Tuhan!! Appa!!!” Taeyeon terkejut melihat appanya yang tidak sadarkan diri ditandu menuju mobil ambulance.
Appa Taeyeon segera dilarikan ke emergency room. Yesung mencoba menenangkan eommanya dan Taeyeon terus mondar-mandir didepan ER.
“Taeng, duduklah! Jangan membuatku pusing dengan mondar-mandir seperti itu!” Taeyeon pun duduk disebelah eommanya.
“Taeyeon-ah, apa yang sudah kalian bicarakan?” tanya eomma. Belum sempat Taeyeon menjawab, seorang dokter keluar. Yesung, nyonya Kim dan Taeyeon segera menghampirinya.
“tuan Kim terkena serangan jantung. Saat ini kondisinya belum stabil dan juga belum sadarkan diri. Kami akan segera memindahkannya ke ruang inap.” Jawab Dokter itu.
**
“Taeyeon-ah, kau tidak kuliah?” tanya Yesung. Taeyeon tidak menjawab. Ia terus menatap appanya yang sudah 2 hari belum juga sadar.
Sementara itu di kampus, Kyuhyun mencari Taeyeon di kelasnya.
“Sunny, apa Taeyeon tidak masuk hari ini?” Sunny menggeleng, “kemana?”
“molla. Aku sudah menelponnya tapi ponselnya tidak aktif. Bagaimana kalau pulang kuliah kita ke rumahnya?” Kyuhyun pun mengiyakan.
Sepulang kuliah mereka pun menuju rumah Taeyeon.
“sepertinya didalam tidak ada orang.” Ucap Sunny. Akhirnya Sunny dan Kyuhyun menyerah dan pulang.
Di rumah sakit..
“Taeyeon, sebaiknya kau turuti saja keinginan appa.” Ucap Yesung.
“tapi, oppa..”
“kau tidak mau appa kenapa-napa kan?” Taeyeon mengangguk. “aku mengerti perasaanmu, Taeng.” Yesung memeluk adiknya itu.
**
2 hari kemudian tuan Kim sudah siuman namun belum di ijinkan pulang.
“Taeyeon-ah, sebentar lagi keluarga Park akan datang. Appa mohon jangan kecewakan appa.” Pinta tuan Kim. Yesung memandang iba adiknya itu.
Terdengar suara ketukan pintu, Yesung membukakan pintu dan tampak sepasang suami istri tersenyum padanya. Yesung mempersilahkannya masuk.
“semoga lekas sembuh.” Ucap wanita paruh baya itu sambil menyerahkan bunga pada nyonya Kim.
“terima kasih, nyonya Park.”
“apa ini yang bernama Kim Taeyeon?” tanya nyonya Park.
“annyeong haseyo..” sapa Taeyeon.
“oh, manis sekali.” Ucap nyonya Park memeluk Taeyeon.
“emm.. dimana putra kalian?” tanya Tuan Kim.
“dia sedang ke toilet. Sebentar lagi kesini.” Jawab tuan Park.
Tidak lama kemudian pintu kamar itu terbuka dan masuklah seorang namja bertubuh tinggi. Taeyeon langsung menoleh.
“Leeteuk oppa??”
“Taeyeon??” keduanya tampak bingung.
“oh, kalian sudah saling kenal rupanya? Baguslah. Ini Park Jungsoo putra kami.” Tuan Park memperkenalkan Leeteuk pada keluarga Taeyeon.
“tampan sekali. Taeyeon-ah, bukankah ini tipemu? Kau selalu menginginkan seorang suami yang berwajah bak malaikat.” Ucap nyonya Kim. Pipi Taeyeon tampak memerah.
“Jungsoo-ah, pergilah! Ajak Taeyeon jalan-jalan.” Perintah nyonya Park. Leeeteuk dan Taeyeon pun pergi ke coffee shop didekat RS itu.
“aku tidak menyangka bahwa yang mereka jodohkan itu kau.” Ucap Leeteuk. Ia tampak senang.
“ne. oppa, menurutmu bagaimana perjodohan ini? apa kau senang?”
“kau sendiri?” Taeyeon tidak menjawab. “bagaimana dengan Kyuhyun? Apa dia tahu?” Taeyeon menggeleng.
“sejak appa masuk RS, aku belum berhubungan dengannya lagi.” Ucap Taeyeon lesu. Leeteuk mengerti bagaimana perasaan Taeyeon. Ia menggenggam tangan Taeyeon dan mengusap punggung tangannya.

Kyuhyun POV
4 hari ini aku tidak mendapat kabar dari Taeyeon. Aku benar-benar merindukannya. Kau kemana, Taeyeon? Aku duduk di bangku taman kampus sambil menatap layar HPku yang menampilkan gambar Taeyeon dan aku mengenakan topi Pororo. Kenapa kau tidak menghubungiku? aku terus mencoba menghubungimu tapi nomormu tidak pernah aktif.
**
Sudah 3 bulan Taeyeon tidak memberiku kabar. Bahkan ia tidak pernah lagi datang ke kampus. Semua orang-orang didekatku seperti menghilang begitu saja. Ahra-noona ikut dengan suaminya tinggal di AS, sahabatku Leeteuk pindah ke Jepang dan Taeyeon entah kemana.
Aku melajukan mobilku. Aku pergi ke padang rumput dimana aku pernah hampir mencium Taeyeon. Lalu aku pergi ke pelabuhan Incheon, tempat Taeyeon mengungkapkan perasaannya padaku. Malam hari aku baru akan pulang ke rumah tapi begitu melewati sebuah toko ice cream Italy, aku menghentikan mobilku dan memperjelaskan pandanganku. Aku melihatnya! Mereka! Leeteuk menghampiri Taeyeon dan mereka berpelukan. Leeteuk tampak senang. apa-apaan ini?? Taeyeon? Kau…? Bukankah Leeteuk ada di Jepang? Aku benar-benar tidak mengerti!
Kyuhyun POV End

Author POV
Mata Kyuhyun sudah berkaca-kaca. Ia sudah tidak mampu menahannya lagi. Ia menangis didalam mobil itu. Kyuhyun melihat Leeteuk menyuapi Taeyeon dan menjahilinya dengan ice cream. Taeyeon terlihat kesal. 30 menit kemudian keduanya keluar dari toko itu. Kyuhyun memutuskan untuk membuntuti mereka. Leeteuk dan Taeyeon keluar dari mobil begitu sampai di depan rumah Taeyeon.
“Taeyeon-ah!!” teriak Kyuhyun menghampiri Taeyeon dan Leeteuk.
BUKKK!!!
Kyuhyun melayangkan pukulan ke wajah Leeteuk hingga Leeteuk jatuh ke tanah. Kyuhyun hendak memukulinya lagi namun sepasang tangan yang memeluknya dari belakang menghentikannya.
“oppa, hentikan. Jebal..” Kyuhyun dapat merasakan airmata Taeyeon yang mengalir dipunggungnya. Ia berbalik dan menatap Taeyeon lekat-lekat.
“Taeyeon, kau kemana saja selama ini??? kenapa kau tidak pernah menghubungiku, hah??!” bentak Kyuhyun.
“mianhae..” ucap Taeyeon pelan. Kyuhyun memeluk Taeyeon. Taeyeon mengajak Kyuhyun ke coffee shop terdekat dan menjelaskan semua tentang perjodohannya dengan Leeteuk.
“aku hanya tidak ingin mengecewakan appa. Mian, oppa.” Lirih Taeyeon. “terima kasih untuk 1 tahun ini.” Taeyeon mengecup kening Kyuhyun, “saranghaeyo.” Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab. Ia menelusupkan wajahnya di kedua tangannya diatas meja dan pundaknya tampak bergetar. Ia benar-benar kehilangan yeoja yang dicintainya.
Kyuhyun pulang dengan perasaan yang kacau dan dalam keadaan mabuk.
“ommo!! Kyu, kau kenapa??” seru tuan Cho begitu melihat anak bungsunya untuk pertama kalinya pulang dalam keadaan mabuk.
“aaaarghhhh!!! Jangan sentuh aku!!! Aku membencimu!! Karena kau, aku kehilangan dia!!!” cerca Kyuhyun dengan langkah sempoyongan meninggalkan appanya yang terdiam membisu.
“sudah ku duga akan begini.” Gumam tuan Cho.
Dikamar Kyuhyun terus meracau menyebut nama Taeyeon. Hal itu membuat nyonya Cho sedih. Ia mengompres dahi Kyuhyun dan melepaskan sepatunya. “aku harus melakukan sesuatu. Kasihan Kyu dan Taeyeon.” Nyonya Cho mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut.
**
“Taeyeon, bulan depan kau akan menikah dengan Jungsoo! kami sudah mengatur semuanya.” Ucap tuan Kim saat sarapan dirumah.
“ne.” jawab Taeyeon lesu.
Tiba-tiba terdengar suara bell.
“siapa pagi-pagi sudah bertamu? Ah, mungkin Leeteuk-oppa.” Taeyeon beranjak membukakan pintu dengan malas.
“annyeong.” sapa orang didepannya.
“nyonya Cho??” Taeyeon terkejut melihat wanita didepannya.
“siapa, Tae..?” tanya nyonya Kim menghampiri Taeyeon, “kau?” nyonya Kim sama terkejutnya dengan Taeyeon.
“annyeong, nyonya Kim. Maaf kedatanganku mengejutkan kalian.” Nyonya Kim mempersilahkannya masuk dengan canggung.
“ada apa kau kemari?” sinis tuan Kim begitu tahu siapa tamu tersebut.
“ma’af jika kedatanganku mengganggu. Aku hanya ingin meluruskan permasalahan 15 tahun yang lalu.” Nyonya Cho menjelaskan semuanya. Masalah perusahaan itu ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman. Perusahaan keluarga Shin adalah saingan dari 2 perusahaan besar yang berniat menjatuhkan perusahaan Kim dan perusahaan keluarga Cho yang dulunya memiliki hubungan kerjasama yang erat. Untuk melancarkan siasatnya mereka mengadu domba 2 perusahaan itu. Mereka membuat seolah-olah keluarga Cho menghancurkan perusahaan Kim. Dan akhirnya 2 perusahaan itu terpecah. Keluarga Cho saat itu berpihak pada keluarga Shin dan keluarga Kim akhirnya dibantu oleh keluarga Park dengan menanam banyak saham dan berhasil mengangkat kembali kesuksesan perusahaan keluarga Kim. Sejak saat itu keluarga Kim tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarga Cho.
**
1 hari sebelum pernikahan Taeyeon dan Leeteuk. Leeteuk mengunjungi Taeyeon dan mengajaknya jalan-jalan menyusuri sungai Han.
“hari ini mungkin kesempatan terakhirmu dengan Kyuhyun.” Ucap Leeteuk tiba-tiba. “sepertinya tidak ada waktu lagi. Sejak mengenalmu, aku hanya berharap satu hal darimu. Aku berharap kau bahagia, tidak ada airmata lagi. Saat pertama kali aku melihatmu tersenyum dengan ceria, aku sangat cemas setelah besok senyuman itu akan hilang. Aku cemas sekali.”
“oppa jangan khawatir. Aku bisa tersenyum dan akan selalu tersenyum. Karena kau akan menjagaku.” air matapun turun ke pipinya, “ah, kenapa aku menangis? Cengeng sekali.” Taeyeon mencoba menghapus airmatanya. Leeteuk mengeluarkan sapu tangannya. “aku tidak apa-apa. Kau terlalu sering mengusap air mataku. Karena itulah aku jadi menangis terus.” Reflex Leeteuk memeluk Taeyeon. Taeyeon makin terisak.
Setelah mengantar Taeyeon pulang, Leeteuk mengunjungi Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun sangat kacau. Wajahnya pucat dan rambut yang acak-acakan.
“sebagai sahabat aku sangat menyayangimu, Kyu. Kalau aku diminta memilih 2 orang paling penting dalam hidupku, aku akan memilihmu dan Taeyeon. Jadi, aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf telah menyakiti perasaanmu. Aku akan berusaha menebusnya.” Lirih Leeteuk.
“jagalah Taeyeon. Bahagiakan dia.” Leeteuk mengangguk dan kedua sahabat itu berpelukan. Kyuhyun benar-benar jadi cengeng. Ia menangis.
“jalani hidupmu dengan baik, Kyu!”
**
Gereja itu penuh dengan warna putih dan ungu. Leeteuk berdiri di altar menunggu kedatangan Taeyeon.
“mempelai wanita dipersilahkan masuk.” seru pembawa acara pernikahan itu.
Tampak Taeyeon mengenakan gaun pengantin berwarna putih didampingi kakaknya, Yesung. Sebuah mahkota bunga melingkar dikepalanya dan juga seikat bunga ditangannya. Ia berjalan menunduk.
“Taeyeon-ah, bersemangatlah!” bisik Yesung. Yesung menyerahkan Taeyeon pada Leeteuk. keduanya kini berdiri berdampingan didepan altar.
“Tuan Park Jungsoo, apakah anda bersedia mendampingi nona Kim Taeyeon dalam keadaan suka dan duka?” Pendeta memulai upacara pernikahan itu.
Leeteuk menghela nafasnya, “ne, saya bersedia.” Jawab Leeteuk.
“nona Kim Taeyeon, apakah anda bersedia mendampingi tuan Park Jungsoo dalam keadaan suka dan duka?”
Taeyeon diam. Leeteuk menoleh kesebelahnya.
“saya ulangi, nona Kim Taeyeon, apakah anda bersedia mendampingi tuan Park Jungsoo dalam keadaan suka dan duka?” tanya Pendeka mengulangi.
“Taeyeon, kejarlah!” bisik Leeteuk. Taeyeon menatap Leeteuk. Leeteuk menyunggingkan senyumannya. Taeyeon berbalik dan menjatuhkan bunganya dan segera berlari dari tempat itu.
“ya!! Taeyeon-ah!!” tuan Kim meneriaki Taeyeon yang berlari keluar dari gereja itu.
Taeyeon berlari menuju jalan raya. Ia melihat orang yang dicintainya diseberang jalan mengenakan jas putih.
“oppa!!” Kyuhyun menoleh dan Taeyeon segera berlari ke arahnya.
TIIIIIIINNNNNNNN!!
“Taeyeon awas!!!” teriak Kyuhyun berlari ke arah Taeyeon.
BRAAAKKKKK!!!
Truk menghantam tubuh keduanya hingga terlempar beberapa meter. Keduanya bersimbah darah. Kyuhyun masih dapat melihat Taeyeon yang tergeletak tidak sadarkan diri di sebelahnya.
“Ta..Tae..yeon..” Kyuhyun berusaha menggapai tangan Taeyeon. Orang-orang tidak berani mendekat. Saat terdengar bunyi sirine, pandangan Kyuhyun menjadi gelap dan pegangan tangannya ditangan Taeyeon melemah.
**
Kondisi Taeyeon dan Kyuhyun kritis. keluarga Taeyeon dan Kyuhyun terus menangis. Keluarga Leeteuk pun turut menguatkan keluarga Taeyeon. Leeteuk tampak terpukul.
“Kyuhyun mulai stabil namun Taeyeon mengalami kebocoran jantung dan harus segera mendapat donor.” Ucap dokter itu. Nyonya Kim langsung jatuh pingsan.
2 hari kemudian Kyuhyun sudah sadar namun tidak dengan Taeyeon. Kyuhyun merasa bersalah, ia meminta untuk mendonorkan jantungnya untuk Taeyeon. Awalnya orangtua Kyuhyun maupun orangtua Taeyeon menolak namun Kyuhyun tetap bersikeras.
Operasi pun dijalani. Setelah 5 jam dokter baru keluar dari ruang operasi.
“bagaimana? Apa operasinya berhasil?” tanya nyonya Cho.
**
Leeteuk POV
Aku duduk memandangi nisan kedua orang yang sangat penting bagiku. Ditempat inilah mereka akan memulai kehidupan mereka yang baru. Kyuhyun, Taeyeon semoga kalian tenang disana.
THE END

gimana? :’)
kenapa ya author sering banget bikin cerita angst gini? o.O
Like,Rate, Comment! 😉
tunggu versi keduanya.

Advertisements

[SongFic] Time Machine

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun

Support Cast : Kim Heechul, Jung Jessica, Park Jungsoo

Don’t be silent reader~!

-Alone in this slightly wide room unlike always, it’s over, guess it’s over-

Yeoja berbaju merah itu duduk didepan gereja tempat dulu ia bersama teman dekatnya sering kunjungi dan juga tempat terakhir kali ia bertatap muka dengannya. Tempat itu terdapat banyak bunga mawar merah yang disiapkan untuk sebuah pernikahan sederhana namun terkesan sangat manis.

-The story that we made went in vain we fell apart this easily-

Kim Taeyeon, nama yeoja itu kembali mengenang masa lalunya yang menyakitkan dengan namja bernama Cho Kyuhyun.

-one mistake, got a one regret. No one’s perfect even if I tried saying that. Whatever I do, the wounds can’t heal-

Satu kesalahan yang ia sadari adalah karena kebodohannya sendiri. karena kebodohannya itu ia tidak bisa melihat lagi sahabat terbaiknya yang menghilang entah kemana 3 tahun lalu.

=flashback=

“tidak bisakah kau sedikit lebih peka?” ucap Kyuhyun dengan nada suara sedikit meninggi. Taeyeon yang duduk disebelahnya hanya terdiam menunduk. “tidak bisakah kau melihatku?” sambung Kyuhyun lagi. Taeyeon masih terdiam. Kyuhyun menghela napasnya kasar lalu pergi meninggalkan Taeyeon sendirian didepan gereja itu.

“mianhae, Kyu..” batin Taeyeon.

-I’m going to embark on a time machine If I would be able to go meet you again, I wouldn’t ask for more before it becomes a distant a fleeting memory. I need a time machine-

Taeyeon melirik kedalam gereja itu. ia melihat kakaknya, Kim Heechul dan juga calon kakak iparnya, Jung Jessica yang sibuk mengatur dekorasi gereja yang akan menjadi tempat pernikahan mereka. Kini ia menyesal  kenapa tidak mengikuti kata-kata kakaknya. Selama ini ia mencintai dan menunggu namja yang salah, Park Jungsoo. ia tidak menyadari keberadaan Kyuhyun yang begitu mencintainya dan harus menahan sakit hati saat Taeyeon bercerita tentang kekagumannya pada Jungsoo.

-the time I’m passing by alone is too slow. This mistake’s punishment is too heavy. The words that you last left up to now is replaying continuously. My heart still hurts-

“aku menyukaimu. Tidak bisakah kau sedikit lebih peka?” kalimat itu masih teringat jelas dibenak Taeyeon dan itu sangat membuat hatinya sakit karena mengabaikan namja tulus seperti Kyuhyun walaupun terkadang ia bersikap evil tapi ia tahu bahwa apa yang diucapkannya itu benar-benar tulus.

-Just one mistake, just one regret it’s selfish but it’s because love you-

Kini ia menyadari ia begitu mencintai Kyuhyun. Sangat. Bahkan selama 3 tahun sejak Kyuhyun menghilang, Taeyeon tidak berkencan dengan siapapun. Termasuk Jungsoo yang dulu menolak Taeyeon, begitu keadaan berbalik Taeyeon sudah tidak menyukai namja itu lagi. Yang ada dipikiran dan hatinya saat ini hanya seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

-I’m going to embark on a time machine if I would be able to go meet you again, I wouldn’t  ask for more before it becomes a distant fleeting memory. I need a time machine-

Jika saja mesin waktu itu benar-benar ada, ia ingin kembali ke 3 tahun lalu saat ia bersama Kyuhyun dan mengatakan bahwa ia pun memiliki perasaan yang sama bahkan lebih dalam dibanding saat ia menyukai Park Jungsoo.

-If I can jump through time and space and be able to meet you. Say even if we come to the same conclusion, there wouldn’t be any regrets for sure-

Taeyeon sangat ingin bertemu dengannya meskipun hanya beberapa menit. Taeyeon sangat merindukan dekapan hangat seorang Cho Kyuhyun, merindukan ramen bersaus strawberrynya, merindukan saat bermain starcraft yang dimana ia selalu kalah dan harus rela menjadi korban keevilan Kyuhyun, merindukan saat bernyanyi bersama di atap tengah malam hingga diteriaki para tetangga, merindukan kejahilan mereka bermain dengan bel rumah orang lain dan semua tindakan bodoh yang ia lakukan bersama Kyuhyun. Ia merindukan semua hal tentang Kyuhyun, bahkan sikap evilnya.

-I’m going to embark on a time machine if I would be able to go meet you again. I wouldn’t ask for more before it becomes a distant fleeting memory-

“kau merindukannya?” pertanyaan Jessica membuyarkan lamunannya dan menoleh kearahnya. Selama ini Taeyeon selalu bercerita pada Jessica dan juga Heechul tentunya. “yakinlah ia pasti akan kembali.” Ucap Jessica lagi sambil tersenyum penuh arti. Taeyeon hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman kecil. Taeyeon beranjak dan berjalan menuju kolam kecil di belakang gereja. Di kolam itu terdapat beberapa bunga teratai ungu yang dulu ia dan Kyuhyun tanam.  Ia pun menyentuh bunga itu, “setidaknya masih ada sedikit kenangannya yang tertinggal disini.” Lirih Taeyeon dengan airmata yang mulai menuruni pipi putihnya.

-before our memories are forgotten, gimme time machine-

Getar ponsel menyadarkan Taeyeon dari lamunannya. Ia kembali menyeka airmatanya dan membuka sebuah pesan dari Jessica.

‘Kau dimana? Cepat pulang! aku dan Heechul oppa punya HADIAH BESAR untukmu’

Taeyeon pergi dari tempat itu dan berjalan menuju rumahnya yang tidak begitu jauh dari gereja itu. sesampainya dihalaman rumahnya tampak seseorang berdiri menatap rumah Taeyeon.

“nuguseyo?” tanya Taeyeon hati-hati. Namja itu pun berbalik. Taeyeon membelalakan matanya melihat sosok didepannya.

“kk…kau?” kaget Taeyeon.

“Taeyeon-ah” ujar namja itu dan dengan cepat ia menarik Taeyeon ke dekapannya dan memeluknya erat.

“apa ini..benar kau?” tanya Taeyeon dengan suara serak berusaha menahan airmata yang ingin menyeruak keluar.

“ne, Taeng. Ini aku. Aku kembali…untukmu.” Jawab namja itu masih memeluk Taeyeon.

Taeyeon tidak dapat lagi menahan airmatanya. Kedua tangannya terangkat dan membalas pelukannya. “Kyuhyun-ah..” lirih Taeyeon. “mianhae..” ucap Taeyeon sesenggukan.

“aku sudah tahu semuanya dari Jessica.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Taeyeon, “Ia menceritakan semua tentangmu sejak aku pergi ke Amerika. Mian aku sudah meninggalkanmu begitu saja dan menanggung semuanya sendirian.” Sesal Kyuhyun.

“jadi selama ini kau berhubungan dengan Jessica?” kejut Taeyeon.

“ne. dengan Heechul hyung juga.” jawab Kyuhyun.

“kenapa kau tidak menghubungiku?! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau pergi ke Amerika?! Kau mau membiarkanku menderita sendirian disini??”  bentak Taeyeon disela tangisannya.

“mianhaeyo. Aku benar-benar menyesal. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Awalnya aku hanya ingin kau merasakan bagaimana rasanya diabaikan. Aku tidak tahu kau akan sesakit in..”

CHU~

Taeyeon memotong ucapan Kyuhyun dengan mengecup bibirnya kilat dan sukses membuat Kyuhyun terkejut. Ia tidak menyangka Taeyeon akan melakukannya.

“aku tidak ingin mengulangi kebodohanku untuk kedua kalinya.” Ucap Taeyeon setelah melepas ciuman singkat itu. “mungkin kau sudah tahu  bagaimana perasaanku dari Jessica tapi seperti yang ku bilang tadi, aku tidak ingin bertindak bodoh lagi. Sar…”

“Saranghae!” potong Kyuhyun. Ia tersenyum menatap Taeyeon. “yeoja tidak boleh mendahului namja. jeongmal saranghae. aku masih sangat mencintaimu. Would you be mine?”

Taeyeon tersenyum haru dan berhambur memeluk Kyuhyun. “yes, I would.”

FIN