Blog Archives

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 7)

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

Chapter 1-6

—Previous Chapter—

Setelah eommanya pergi untuk membeli kebutuhan makan malam, Taeyeon memilih menghabiskan waktunya untuk browsing internet mencari-cari tahu kegiatan SNSD dan rekan-rekan SMnya yang lain. Baru saja ia membuka sebuah blog, judul pertama yang ia dapati mampu membuatnya tersentak.

“Kyuhyun Super Junior menjalin hubungan cinta dengan Read the rest of this entry

Advertisements

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 6)

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

Chapter 1 |Chapter 2 | Chapter 3Chapter 4 | Chapter 5

—Previous Chapter—

Kyuhyun membuka Read the rest of this entry

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 5)

onion-emoticons-set-6-67 Hampir seminggu blog ini terlantar. onion-emoticons-set-6-32 Kalo boleh curhat dikit, author ini kan udah tingkat akhir kuliahnya & lagi pusing-pusingnya nyusun skripsi. Jadi mian kalo jarang meng-update blog ini. Di tambah lagi sekarang punya objekan(?) baru, ngurus online shop gitu. hehe.. promosi dikit. Ayo donk di like fanpage Ashiya Onlineshop dan borong produk-produknya mumpung lagi ada diskon lho sampe tanggal 7 April ini! onion-emoticons-set-6-48

Tentang FF, kemarin ada yang ngira FF TaengKyu For Loving Me ini bikinan author Ashiya. Duh maaf ya, ini yang buat bukan admin blog ini, tapi bikinan salah satu reader disini yang berpartisipasi meramaikan blog ini. Namanya Shindy. Usernamenya di blog ini shndylfha. Jadi, kalo mau muji, silakan tujukan pada authornya. hehe.. jadi gak enak kalo ada yang muji karya orang lain tapi di tujukannya ke diriku. Serasa mengklaim punya orang lain gitu, padahal nggak sama sekali. Disini hanya sekedar mempublish dan sepenuhnya hak milik FF ini punya Author Shindy. 🙂

Cukup ya basa basinya. Langsung ke FFnya aja. Yuk mari di lanjut~ xD

*****************************************************************************************

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

Setelah merasa sedikit tenang, Taeyeon melangkahkan kakinya perlahan keluar dari dorm itu. Airmata tidak henti-hentinya membanjiri pipi Taeyeon, akhirnya Taeyeon resmi keluar dari rumah itu, rumahnya bersama SNSD.

Taeyeon menambah kecepatan laju mobilnya menembus keheningan malam, ia mencoba menghilangkan seluruh rasa sedihnya dengan memutar radio sekeras-kerasnya. Taeyeon membanting stir mobilnya menuju ke arah SM Building, sebelum pergi ia berjanji untuk berpamitan kepada Lee Soo Man.

Lampu depan mobil Taeyeon menyilaukan dua orang yang berdiri di halaman SM Building, Taeyeon dapat melihat kedua pria itu dan langsung mengenali mereka. Taeyeon merasa aneh mengapa Lee Soo Man berdiri dengan seorang namja yang sangat ia kenali. Taeyeon menghentikan mobilnya tepat di depan kedua orang itu, sejenak ia tidak langsung turun tetapi menatap aneh ke arah Lee Soo Man seolah berkata Read the rest of this entry

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 4)

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

Taeyeon mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya, tangannya gemetaran. Ia sedikit gugup saat akan memberikan amplop itu kepada lelaki paruh baya tersebut. Soo Man hanya menatap heran ke arah amplop yang Taeyeon berikan kepadanya.

“Mwoya? Apa ini?” Ucapnya dan kemudian membuka amplop itu.

Sejenak menjadi hening saat Soo Man membaca isi amplop tersebut, ia kaget melihat isinya, bahkan ia membacanya hingga berkali-kali untuk membuktikan bahwa apa yang di pegangnya memang hasil pemeriksaan Taeyeon. Soo Man menatap lekat ke arah Taeyeon, Taeyeon hanya tunduk ia tak mampu menatap seseorang yang sudah berhasil membuat mimpinya menjadi nyata itu.

“Apa maksudnya ini? Apa maksudnya kau memberiku hasil pemeriksaanmu, Taeng-ah?” terdengar dingin dalam suara Soo Man saat bertanya kepada Taeyeon. Hening. Taeyeon tidak menjawab.

“Apa maksudnya ini KIM TAEYEON?!” Soo Man meninggikan suaranya membuat yeoja di depannya menatapnya. Akhirnya tatapan Lee Soo Man dan Taeyeon bertemu, mata Taeyeon berkaca-kaca. Lee Soo Man sendiri rasanya ingin marah tetapi harus marah kepada siapa? Sepenuhnya ini bukan kesalahan Taeyeon, bukan Taeyeon yang menginginkan penyakit itu.

“Appa.. Mianhe.. Jeongmal mianhaeyo..” Hening. Tak ada suara.

“Aku….” lanjut Taeyeon terdengar ragu-ragu. “aku ingin berhenti dari dunia entertainment.”

-TaengKyu For Loving Me Chapter 4-

“MWO?” ia berdiri mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Airmata Taeyeon mengalir lagi, rasanya sangat sakit mendapati dirinya harus mengambil keputusan ini.

Lee Soo Man kembali terduduk di tempatnya semula, ia tak kuasa untuk marah ia hanya bisa menatap Taeyeon yang sedang tertunduk terisak di depannya. Read the rest of this entry

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 3)

Author : Shindy Ulfha
Cast : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre : Romance, Sad, etc.
Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

-Previous Chapter-

“Takut? Takut apa?” Kali ini Ryewook yang bertanya. Kyuhyun terdiam, bibirnya tak mampu lagi menuturkan kata-kata, ntah mengapa ia juga tak tahu mengapa ia takut untuk mengetahui namja yang mampu membuat Taeyeon menangis. Rasanya ia juga ingin menangis melihat yeoja yang sudah bertahun-tahun mengisi hatinya meneteskan airmata berharganya hanya karena seorang namja. Member SuJu yang lain hanya bisa menatap iba ke arah magnae itu yang masih menutup matanya, mereka mengetahui kepedihan yang di rasakan oleh Kyuhyun, suasana menjadi hening tak ada satupun yang bersuara sebelum akhirnya Siwon memecah keheningan.

“Kita tak tau kau takut karena apa, tapi kami ini hyungmu kami mengerti perasaanmu. Tetapi yakinlah kalau kau mencoba untuk menghilangkan rasa itu sekarang pasti  sangat sulit bayangkan saja kau telah menyukainya selama hampir 5 tahun, dan selama itu perasaanmu tidak berubah padanya. Tetapi maafkan kami, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain membantumu dalam doa, semua itu perasaanmu yang tentukan, kau tak perlu menghilangkan perasaan itu nantinya kau menyakiti dirimu sendiri.” Kyuhyun membuka matanya ia menatap hyung-hyungnya matanya berkaca-kaca.

“Tetapi tunggu sebentar, darimana kau tau ia menyukai namja lain? Siapa tau namja itu dirimu?” Pernyataan Donghae mendapat anggukan dari member lain kecuali Kyuhyun.

“Tidak mungkin ia bercerita padaku kalau memang ia menyukaiku. Mana mungkin ia bercerita di depanku? Itu tidak mungkin, hyung.” Volume suara Kyuhyun masih lemah.

“Siapa yang duga? Tidak sedikit yeoja yang melakukan hal itu. Tetapi tidak ada salahnya kau berharap, belum ada kepastian darinya tentang namja yang ia sukai. Kau masih punya harapan banyak sekali. Tenanglah Kyu.” Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun, magnae itu tersenyum melihat hyung-hyungnya yang begitu peduli padanya. ‘Gomapta hyung.’ Batin Kyuhyun lalu tersenyum.

-TaengKyu For Loving Me Chapter 3- Read the rest of this entry

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 2)

Author                  : Shindy Ulfha
Cast                       : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre                    : Romance, Sad, etc.
Disclaimer           : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

 

-Previous Chapter-

“KAU TERLALU BERLEBIHAN! KALAU KAU TIDAK MENYUKAI KEHADIRANKU DAN KALAU KAU MEMBENCIKU, KAU TIDAK USAH MENATAPKU BAHKAN MELIHATKU! KAU TIDAK USAH MUNCUL DI HADAPANKU! MENJAUHLAH!!! APA SUSAHNYA? DAN KALAU KAU MEMANG INGIN MEMBUNUHKU, TIDAK PERLU DENGAN SEGALA MACAM KEJAHILANMU SELAMA INI! KAU CUKUP MEMBUNUHKU SECARA LANGSUNG! KAU BISA SAJA MEMUSNAHKANKU! KU KIRA KAU ORANG TERHEBAT? BUKANKAH ITU HAL MUDAH BAGIMU?????” Ucap Taeyeon semakin emosi, sekarang airmatanya tak bisa terbendung lagi. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia berlari keluar dari ruangan itu. Tidak peduli dengan teriakan Tiffany dan yang lainnya menyebut namanya. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam, harusnya ia senang karena sudah berhasil membuat Taeyeon menderita, tetapi ntah mengapa ia merasa sakit mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Mulai hari itu, karena merasa bersalah Kyuhyun tidak pernah lagi muncul di hadapan Taeyeon.

-TaengKyu For Loving Me Chapter 2-

Chukkae!!! Akhirnya penantian panjang ke sembilan member SNSD bisa terjawab, hari ini mereka resmi menjadi sebuah girlband di bawah naungan SM, dan tanpa di duga ternyata kehadiran mereka telah di nanti oleh banyak k-pop lovers. Hari ini mereka melakukan debut stage dengan lagu ‘Into The New World’, dan di acara ini di umumkan pula leader SNSD yaitu Kim Taeyeon. Selain seorang leader, Taeyeon merupakan seorang lead vocal, jelas saja suaranya mampu membuat dirinya menjadi penyanyi Internasional. Beberapa Sunbae mereka yang duluan debut datang menghadiri acara debut mereka termasuk SuJu, tetapi hingga acara berakhir, Kyuhyun belum menampakkan dirinya, hingga akhirnya Kangin mencoba menghubungi Kyuhyun, dan ternyata………

“Hyung, aku baru saja mendapatkan kabar ….” Ucap Kangin menghampiri segerombolan member SuJu yang sedang memberi selamat kepada member SNSD. Raut muka Kangin berubah, dan hal itu mampu mengambil perhatian mereka semua.

“Kabar apa? Cepat katakan!” Ucap Yesung.

“Kyuhyun.. Kyuhyun.. ia.. Kyuhyun… Mengalami ke.. kecelakaan lalu lintas..” Semua kaget mendengar pernyataan Kangin barusan termasuk Taeyeon. Jujur saja setelah kejadian waktu itu Taeyeon terkadang merindukan kejahilan Kyuhyun. Ntah harus berbuat apa, dengan refleks Taeyeon berlari keluar menuju rumah sakit setelah mendengar Kangin mengucapkan rumah sakit tempat Kyuhyun di rawat.

Taeyeon melangkahkan kakinya melalui koridor rumah sakit, setelah bertanya kepada perawat ruang perawatan Kyuhyun, ia segera memasuki ruangan tersebut. Tak ada orang di dalam kecuali Kyuhyun yang masih tertidur dengan bantuan oksigen. Taeyeon terduduk, ia menatap ke arah Kyuhyun, ntah mengapa matanya mulai mengeluarkan butiran-butiran bening. Ia menggenggam tangan Kyuhyun, tanpa ia sadari member SuJu memperhatikannya dari luar.

“Cepatlah sembuh, dan kembalilah menjahiliku. Kau tau? Sekarang derajat kita sama, aku sudah debut, dan aku menempati posisi leader, jauh di bandingkan kau yang hanya menempati posisi magnae. Cepatlah sadar, banyak yang mengkhawatirkanmu. Aku berjanji, ketika kau telah sadar, aku akan bersikap baik padamu.. bo.. Bogoshipposso.” Ucap Taeyeon kemudian menyeka airmatanya. Ia rasa cukup, ia takut jika member SuJu mendapatinya berada di tempat tersebut. Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, sedangkan member SuJu yang lainnya bersembunyi agar Taeyeon tidak curiga bahwa mereka mendengar dan melihat tingkah Taeyeon tadi.

***

“Hey.. Yeon-nie.. Kau kemana kemarin malam? Mengapa langsung menghilang?” Ucap Tiffany menghampiri Taeyeon yang sedang memperbaiki tali sepatunya.

“Oh.. itu.. anu.. Aku merasa pusing, makanya aku langsung berlari karena tidak menahannya lagi.” Ucap Taeyeon seadanya, Tiffany tau bahwa saat itu Taeyeon sedang berbohong tetapi ia tidak mencoba mencari tau yang sebenarnya, karena menurut Tiffany, Taeyeon punya alasan tersendiri untuk melakukan hal itu. Tiffany tersenyum merespon pernyataan Taeyeon.

“Oh, tapi bagaimana sekarang? Kau sudah tidak apa-apa? Rencananya sebentar sore, aku dan member SNSD yang lainnya akan mengunjungi Kyuhyun oppa. Kami baru mendapat kabar dari Sungmin oppa bahwa Kyuhyun oppa telah sadar. Apa kau ingin ikut?” Tanya Tiffany, jujur saja dalam hati Taeyeon sedikit lega mendengar bahwa Kyuhyun telah sadar.

“Ah, ne gwenchana. Jinjja? Ah.. Baiklah, aku akan ikut. Tetapi mungkin aku akan menyusul, soalnya aku harus pulang terlebih dahulu. Ada hal yang harus ku selesaikan di rumah.” Mengetahui Kyuhyun telah sadar, Taeyeon memilih untuk membuat kejutan kepada SuJu khususnya Kyuhyun.

“Oh.. ne, tak apa. Yang penting kau datang. Yasudah ayo kita ke kantin.” Ucap Tiffany disambut anggukan oleh Taeyeon.

-di Rumah Sakit-

“Ya! Kyuhyun-ssi, apa yang menyebabkanmu bisa mengalami kecelakaan seperti itu?” Tanya Eunhyuk kepada Kyuhyun saat Kyuhyun sudah pulih dari masa kritisnya. Saat ini seluruh member SuJu sedang berkumpul di rumah sakit untuk menemani dan menghibur Kyuhyun.

“Molla, hyung. Aku sendiri tidak tau apa yang terjadi semalam.” Jawab Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Sejenak suasana menjadi hening saat Kyuhyun kembali bertanya.

“Bagaimana acara debut SNSD semalam? Apakah lancar-lancar saja?” Leeteuk mengangguk menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Ne.. Semalam kami menunggumu, kau tau mereka sangat berbakat, suara mereka juga sangat unik. Apalagi Taeyeon waktu bernyanyi solo.” Ada sedikit penyesalan dalam diri Kyuhyun, tujuannya untuk melihat debut SNSD semalam salah satunya untuk melihat Taeyeon bernyanyi solo, yang benar saja ia mulai merindukan gadis itu.

“Wah. Ngomong-ngomong tentang Taeyeon, apa kau masih menyimpan dendam padanya?” Tanya Ryeowook mewakili pertanyaan seluruh hyungnya.

“Ntahlah. Tapi akhir-akhir ini aku merasa ada hal yang aneh jika tidak mengganggunya.”

“Ah! Kau rindu padanya, kan? Bilang saja kau menyukainya.” Pernyataan Donghae barusan membuat seluruh member SuJu menggoda Kyuhyun, hingga akhirnya Eunhyuk menyadari satu hal.

“YA! Chamkamman. Bukankah semalam Taeyeon menjenguk Kyuhyun?” Kyuhyun sedikit kaget bercampur senang mendengar pernyataan Eunhyuk barusan.

“Ne. Itu betul, semalam sewaktu aku baru saja menyebutkan rumah sakit tempatmu di rawat, ia berlari keluar gedung, kami kira ia akan pulang, ternyata sesampai kami di sini Taeyeon sedang menggenggam tanganmu sambil mengucapkan kata-kata romantis.” Ucap Kangin.

“MWO??? JINJJA? Apa yang ia katakan?” Kyuhyun yang tadinya masih terbaring sekarang  terduduk setelah mendengar pernyataan Kangin, ia tersenyum, tapi juga sedikit menyesal, mengapa ia tidak sadarkan diri sewaktu Taeyeon menggenggam tangannya.

“Buahahahahahahahahahaha” Tawa terpecah di antara member SuJu yang lainnya kecuali Kyuhyun pastinya. Mereka menertawakan tingkah Kyuhyun yang begitu penasaran.

“Ya! Hyung, jebal.. apa yang…”

“Annyeonghaseo..”  Perkataan Kyuhyun dan tawaan member SuJu berhenti seketika saat member SNSD memasuki ruangan tempat Kyuhyun di rawat.

“Ah. Annyeonghaseo.” Sapa member SuJu serentak. Seketika Kyuhyun tersadar bahwa Taeyeon tidak ada di antara mereka.

“Mana Kim Taeyeon?” Semua member SNSD maupun SuJu sedikit ngeh(?) mendengar pertanyaan Kyuhyun. Jujur saja mereka merasa aneh, bagaimana tidak Kyuhyun seorang ketua siswa yang merupakan musuh besar Taeyeon tiba-tiba mencari gadis itu.

“Oppa, mengapa tiba-tiba kau mencari Taeyeon eonni? Apa terjadi sesuatu pada otakmu setelah kecelakaan itu? Kau tau siapa itu Taeyeon kan? Kim-Tae-Yeon?” Ucap Sooyoung mempertegas nama Taeyeon.

“Ne, tidak ada yang salah denganku, memangnya ada yang salah kalau aku mencari Taeyeon?” Kyuhyun seperti orang bodoh menjawab pertanyaan Sooyoung barusan. Tidak, bukan hanya Kyuhyun yang bodoh tetapi semua makhluk hidup yang berada di ruangan itu ikut bodoh mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Taeyeon akan datang, tapi mungkin agak terlambat..” Ucap Tiffany sambil tersenyum dan menaruh parsel buah di atas meja. Ia menyadari bahwa Kyuhyun merindukan Taeyeon. Menurutnya Kyuhyun dan Taeyeon saling merindukan.

-di Rumah Taeyeon-

“Eomma, aku pergi dulu ne..” Pamit Taeyeon pada ibunya sambil membawa dua buah kotak makanan bertingkat 5 yang berisi makanan untuk sunbae dan teman-temannya di rumah sakit. Taeyeon sengaja membuat makanan khusus untuk mereka, ntah dalam rangka apa tapi ia ingin saja memasak untuk mereka, ah khususnya untuk Kyuhyun.

“Ne, berhati-hatilah di jalan, ah chamkamman Yeon-nie.. Bawalah payung, sepertinya akan hujan.” Ibu Taeyeon menghampiri Taeyeon dan membawa sebuah payung untuknya. Taeyeon tersenyum.

“Eomma, aku mengendarai motor, bagaimana mungkin aku membawa payung? Sudahlah eomma, aku tak apa.” CHU~ Taeyeon mengecup pipi eommanya dan kemudian berlalu pergi. Eomma Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat anaknya yang sudah berhasil mencapai mimpinya menjadi seorang penyanyi.

Dalam perjalanan, hujan turun dengan cukup derasnya, Taeyeon mempercepat laju motornya tetapi tidak bisa di hindari saat tiba di rumah sakit ia sudah basah kuyup. Tidak lama kemudian Taeyeon melangkahkan kakinya kedalam ruangan rawat Kyuhyun, awalnya ia agak ragu untuk masuk, takutnya Kyuhyun malah mengusirnya mengingat lelaki itu telah memberinya predikat sebagai musuh. Dengan segenap keberanian dan percaya diri(?) Taeyeon memantapkan dirinya untuk masuk ke ruangan itu.

“A.. a… annyeong..” Sapa Taeyeon membuka knop pintu, seluruh sunbae dan teman-temannya menatap ke arahnya, bukan dengan tatapan senyuman melainkan tatapan terkejut melihat Taeyeon yang basah kuyup.

“eonni, mengapa kau bisa basah kuyup seperti itu?” Seohyun menghampiri Taeyeon yang masih berdiri terpaku di depan pintu, ia mengambil dua kotak makanan yang di bawa Taeyeon dan meletekkannya di atas meja. Kyuhyun menatap ke arah Taeyeon ia senang melihat Taeyeon yang datang.

“Mengapa kau basah seperti itu? Harusnya kau membawa payung atau mantel, atau mungkin kau bisa menunggu hujan reda dulu baru kesini. Kalau kau sakit bagaimana? Kau baru saja debut, harusnya kau menjaga kesehatanmu bukannya hujan-hujanan seperti ini.” Untuk kesekian kalinya seluruh member SuJu dan SNSD menatap ngeh(?) ke arah Kyuhyun, tak terkecuali Taeyeon yang tak mengira akan mendapatkan respon seperti itu dari Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.. Sejak kapan kau mulai memperhatikan Taeyeon?” Ucap Eunhyuk dan di sadari oleh Kyuhyun. Akhirnya Seohyun mengajak Taeyeon mendekati yang lainnya.

“Bagaimana keadaanmu? Ku harap kau cepat sembuh.” Ucap Taeyeon di hadapan Kyuhyun tanpa menatap lelaki itu. Seketika suasana menjadi hening, menurut mereka –member SNSD dan SuJu selain Taeyeon dan Kyuhyun- ini merupakan hal langka yang harus di abadikan(?) bagaimana tidak, untuk pertama kalinya Taeyeon menggenggam tangan Kyuhyun, Kyuhyun mencari Taeyeon, Kyuhyun mengkhawatirkan Taeyeon, dan Taeyeon nampak sangat ramah kepada Kyuhyun dan yang lebih luar biasa lagi adalah semua kejadian itu terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam dan berlokasi di tempat yang sama yaitu di ruang rawat Kyuhyun.

“Kau masih memanggilku dengan sebutan ‘kau’? tidak bisakah kau sedikit lebih sopan dengan memanggilku ‘oppa’? Mengapa saeng-saengmu yang lebih sopan kepadaku. Apakah itu susah?” Ucap Kyuhyun membuat Taeyeon mengarahkan wajahnya menatap Kyuhyun. Member lain terdiam, mereka khawatir kalau saja Taeyeon akan membentak Kyuhyun lagi atau apapun itu yang akan membuat sang leader SNSD dan magnae SuJu itu saling adu mulut, saat ini mereka sudah cukup senang melihat kelakuan Kyuhyun pada Taeyeon maupun sebaliknya yang sudah sedikit membaik.

“Ah.. Mianhaeyo o.. opp.. oppa.”

DUAR!!!!!!

Semua di luar dugaan, refleks mereka membelalakkan mata mendengar ucapan Taeyeon barusan. Tak sedikit dari mereka yang speechless meneriakkan kata “MWO?” ada yang berfikir ini sangat lebih dari luar biasa untuk pertama kalinya Taeyeon memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘oppa’.

“Yasudah, aku tadi membuat makanan di rumah, aku tahu kalian semua pasti belum makan, mari makan bersama.” Ucap Taeyeon mengalihkan perhatian mereka, Taeyeon juga dapat merasakan mengapa dirinya bisa berubah menjadi sangat baik kepada Kyuhyun, ia rasa ini tidak masuk akal. Begitupun dengan Kyuhyun yang menyadari perubahan dalam dirinya yang menjadi begitu peduli terhadap Taeyeon, tapi jujur saja ia menyukai perubahannya itu.

“Wah.. Taeyeon kau tau saja ketika kami sedang lapar.. gomawo.” Shindong segera membuka makanan itu dan mengajak yang lainnya untuk makan, sedangkan Taeyeon tidak makan, sebelum ia menuju rumah sakit ia menyempatkan untuk makan sebentar, sementara itu Kyuhyun……

“ya!ya!ya! kalian enak-enakan makan sedangkan aku? Hyung, apakah kau tak berniat menyuapi ku?” Wajah Kyuhyun terlihat pasrah di tempatnya, dokter masih melarangnya banyak bergerak, jadi untuk minum saja ia masih membutuhkan bantuan.

“Ah mian. Oh, Taeyeon-nie bisakah kau membantuku menyuapi magnae manja itu?” Ucap Siwon melihat ke arah Taeyeon yang sedang duduk membaca sebuah majalah.

“Mwo? Aku? Ah, ne baiklah jika ia tidak keberatan.” Jawab Taeyeon seadanya, Siwon berbalik ke arah Kyuhyun meminta persetujuan namja itu dan Kyuhyun hanya mengangguk senang, yang lainnya terkekeh melihat tingkah Kyuhyun.

Semua pasang mata tertuju pada Taeyeon yang sedang sibuk menyuapi Kyuhyun, tak ada yang menduga bahwa mereka akan seakur ini bahkan mereka kelihatan seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Sedangkan di antara Taeyeon maupun Kyuhyun tidak ada yang bersuara, entah mengapa baik Taeyeon maupun Kyuhyun merasa canggung untuk memulai pembicaraan.

“hmm. Taeyeon-ah, gwenchana?” Kyuhyun mencoba memulai pembicaraan, Taeyeon menatapnya.

“Ne, gwenchana. Waeyo?” Jawab Taeyeon seadanya.

“Ah, aniyo. Apa aku tak merepotkan jika kau menyuapiku?” Taeyeon tersenyum mendengar pernyataan Kyuhyun, hati Kyuhyun serasa meleleh melihat senyuman Taeyeon.

“Ani oppa, gwenchana. Tidak merepotkan sama sekali. Habiskanlah makanan ini.” Taeyeon menyodorkan suapannya lagi dan di sambut oleh mulut Kyuhyun yang terbuka lebar.

“Gomawo.” Ucap Kyuhyun dengan mulut yang di penuhi oleh makanan, Taeyeon hanya terkekeh melihat tingkah Kyuhyun.

“Taeyeon-nie…” Ucap Kyuhyun lagi, Taeyeon hanya berdeham dan menatap Kyuhyun. “Mi.. mianhae..” Kyuhyun sedikit gugup saat mengucapkan kalimat itu, Taeyeon sedikit heran mendengar Kyuhyun meminta maaf, tapi sepersekian detik kemudian ia menyadari mengapa Kyuhyun meminta maaf. Taeyeon tersenyum dan kembali menyuapi Kyuhyun.

“Gwenchana oppa.. aku juga.. maafkan aku sewaktu itu membentakmu.”

Kini Kyuhyun tersenyum, hatinya sangat senang. Ada penyesalan dalam dirinya menyadari mengapa tidak sedari dulu ia berteman saja dengan Taeyeon dan tidak membenci yeoja itu. ‘Ah sepertinya Siwon Hyung benar.. Aku menyukai gadis ini.’ Batin Kyuhyun dan masih menatap kearah Taeyeon yang sedang menunggu dirinya membuka mulut.

“Oppa..” Taeyeon menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya, ia terkekeh melihat Kyuhyun yang gelagapan seperti salah tingkah.

“Mereka sangat romantis. Sangat serasi.” Ucap Jessica kepada YoonA yang melihat kedekatan Taeyeon dan Kyuhyun.

“Ne, kau benar, eonni. Aku rasa mereka saling menyukai.” Balas YoonA yang menatap ke arah leader SNSD itu dengan senyuman.

***

Semenjak hari itu sampai Kyuhyun menyelesaikan sekolahnya, ia begitu dekat dengan Taeyeon bahkan tanpa saling mengetahui ternyata mereka menyimpan rasa yang sama. Tetapi karena banyaknya kesibukan SuJu maupun SNSD membuat mereka jarang bahkan tidak pernah lagi menghabiskan waktu berdua, Kyuhyun terkadang ingin kembali ke masa sekolahnya saat ia bisa menghabiskan banyak waktu berdua dengan Taeyeon di sekolah.

-FLASHBACK END-

“Benarkah kau masih menyimpan rasa itu?” Ucap Sungmin membuyarkan Kyuhyun dari lamunannya. Sungmin sudah mengetahui mengenai perasaan Kyuhyun terhadap Taeyeon dan bukan hanya dia yang mengetahui perasaan Kyuhyun, tetapi seluruh member SuJu juga telah mengetahui perasaan Kyu.

“Ne. Bahkan sesibuk apapun kita, sedari dulu aku masih sangat menyukainya. Hyung, apakah menurutmu dia menyukaiku?” Tanya Kyuhyun yang masih asik mengedarkan pandangan ke segerombolan yeoja-yeoja cantik yang tak lain adalah SNSD.

“Molla. Tapi aku berharap ia menyukaimu. Lihatlah dia sekarang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang begitu dewasa.” Sungmin mengikuti arah pandangan Kyuhyun.

“Ya!Ya!Ya! kalian berdua! Bisakah kalian tidak sibuk sendiri dan membantu kami menyiapkan konsep?” Leeteuk memanggil Kyuhyun dan Sungmin untuk kembali fokus dalam pembentukan konsep.

Beberapa waktu kemudian, pria paruh baya yang tak lain adalah Lee Soo Man masuk kedalam aula besar itu, ia menepuk tangannya mengisyaratkan untuk semua member kembali berkumpul membentuk satu lingkaran besar.

“Baiklah, bagaimana konsep kalian apa sudah siap? Bagaimana dengan kolaborasinya?” Tanya Soo Man appa dan duduk tepat di tengah-tengah lingkaran itu.

“Aku akan melakukan kaloborasi bersama Hyoyeon dan Yuri”Ucap Henry.

“f(x) dan SHINee akan melakukan kolaborasi 5 lagu di jadikan satu.” Ucap Onew.

“Amber akan melakukan battle rap bersamaku.” Ucap Key

“Kalau biasanya aku berduet dengan Taeyeon ataupun Sulli, kali ini aku akan berduet dengan Luna.” Sambung Kangta.

“Aku dan Kai akan melakukan battle dance.” Ucap Taemin.

“Aku juga bersama BoA noona akan duet.” Lanjut D.O

“TVXQ dan Luhan, Sehun akan menyanyikan lagu Payphone.” Ucap Changmin.

“Aku dan Eunhyuk akan dance di iringi lagu Indonesia.” Timpal Shindong.

“Baiklah, yang lainnya bagaimana?” Tanya Soo Man appa menatap ke arah deretan member SuJu.

“Bagaimana kalau Kyuhyun duet bersama Taeyeon?” Ucap Sungmin, seketika ruangan hening tatapan Kyuhyun dan Taeyeon bertemu hingga akhirnya Taeyeon memalingkan wajahnya.

“Aniyo. Tidak boleh.” Semua kaget mendengar perkataan Soo Man appa tak terkecuali Kyuhyun maupun Taeyeon.

“Tapi.. Mengapa appa? Apa ada yang salah jika mereka berduet? Suara mereka terdengar lembut jika di padu padankan.” Yunho mencoba protes, Soo Man appa hanya tersenyum.

“Apa kalian ingin membuat gosip? Apa kalian ingin menghasilkan anti fans? Sudah cukup gosip kedekatan Kyuhyun dan Seohyun. Sudahlah, kalau mau berduet Kyuhyun berduetlah dengan Seohyun, dan Taeyeon berduetlah bersama Tiffany.” Jujur saja ada sedikit rasa kecewa di antara Taeyeon dan Kyuhyun, tetapi apa boleh buat, mereka harus mengikuti peraturan ini.

“Baiklah, selebihnya kalian yang atur, aku ada urusan sebentar. Segeralah berlatih. Annyeong.” Ucap Soo Man appa dan berlalu dari ruangan tersebut.

“mian. Aku sudah mencoba semampuku Kyu, tapi kau tau Soo Man appa seperti apa.” Ucap Sungmin menepuk pundak Kyuhyun yang kecewa mendengar keputusan itu.

“Gwenchana, Hyung. Biarkan saja. Itu tak menjadi masalah buatku.” Kyuhyun tersenyum mencoba menutupi kekecewaannya.

Sedangkan di sisi lain hal yang sama pun di rasakan oleh Taeyeon. “Seo sangat beruntung bisa berduet dengan Kyuppa.” Ucap Taeyeon kepada Tiffany dengan raut wajah murung.

“Suatu saat nanti pasti kau bisa berduet dengannya Taeng-ah. sudahlah tidak usah bersedih.” Ucap Tiffany mengelus-elus kepala Taeyeon, Tiffany satu-satunya orang yang mengetahui perasaan Taeyeon terhadap Kyuhyun. “Ya sudah ayo kita latihan..” Lanjut Tiffany dan di respon anggukan oleh Taeyeon.

***

*H -2 sebelum SM Town Indonesia*

Lee Soo Man memberikan waktu beristirahat kepada member SM selama dua hari sebelum akhirnya mereka akan berangkat ke Indonesia untuk melakukan konser. Rencananya mereka akan berangkat pada hari senin pagi dengan jam keberangkatan yang sama. Dan pada hari selasa mereka akan mengadakan konser di Indonesia.

Minggu pagi yang cerah membangunkan Taeyeon dari mimpi indahnya, Taeyeon menatap teman sekamarnya, Sunny, yang masih tertidur pulas. Taeyeon melirik jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi. Taeyeon memutuskan untuk pergi beribadah ke gereja sebelum berangkat besok. Bisa dibilang ke gereja adalah aktivitas rutin Taeyeon di minggu pagi. Biasanya ia pergi bersama Tiffany dan beberapa member SNSD lainnya, tetapi entah mengapa pagi ini belum juga ada yang bangun dari tidurnya, Taeyeon merasa tidak enak jika harus mengganggu mereka. Untuk itu Taeyeon memutuskan pergi sendirian.

Dress putih polos selutut membaluti tubuhnya. Dress itu kelihatan indah di pakai oleh Taeyeon, dengan rambut yang di biarkan terurai dan memakai high heels berwarna putih serta membawa sebuah Alkitab di tangannya, Taeyeon melangkahkan kakinya menuju ke gereja, gadis itu memutuskan menaiki taxi untuk ke gereja di karenakan ia sedang malas mengendarai mobil.

Setibanya di depan gereja, ia segera melangkahkan kakinya menuju bangunan megah di hadapannya itu sebelum akhirnya sebuah suara menghentikan langkah kakinya.

“Taeng-ah..” Lelaki itu berlari kecil ke arah Taeyeon lengkap dengan Alkitab digenggamnya, lelaki itu tersenyum melihat Taeyeon sedangkan Taeyeon sedikit kaget melihat kehadiran Cho Kyuhyun di hadapannya.

“Kyuhyun oppa?” Ucap Taeyeon lirih, dalam hatinya berkecamuk ingin memeluk lelaki di hadapannya ini, yang benar saja Taeyeon sangat merindukan Kyuhyun, sudah lama sekali sejak mereka terakhir kali bisa saling menyapa, tetapi Taeyeon tersadar bahwa ia dan Kyuhyun hanya sebatas teman.

“Kau sendirian? Kemana member SNSD yang lain?” Tanya Kyuhyun mencoba mencari-cari member SNSD tapi ia tak menemukannya.

“Mereka masih tertidur, kasihan jika membangunkan mereka apalagi besok dan lusa kita akan melalui hari yang panjang. Oppa sendiri? Mana member SuJu yang lain?” Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Taeyeon barusan, bukannya makin berkurang tapi rasa sayangnya makin bertambah terhadap Taeyeon.

“Siwon hyung memilih untuk beribadah bersama kedua orang tuanya, dan yang lainnya memilih untuk ibadah jam ke dua, karena aku sudah duluan siap, aku memilih untuk ke gereja duluan.” Taeyeon mengangguk.

“Ya sudah, ayo kita masuk oppa, sebentar lagi ibadahnya akan di mulai.” Taeyeon berjalan di depan Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan Taeyeon yang berjalan di depannya. ‘bisakah suatu hari nanti aku menggenggam tanganmu ke dalam gereja ini dan mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan untuk menjagamu?’ batin Kyuhyun dan segera mengejar Taeyeon yang telah menjauh.

Selama ibadah tatapan Kyuhyun tidak pernah lepas dari yeoja cantik yang duduk di sampingnya, bahkan Kyuhyun juga berdoa kepada Tuhan agar Taeyeon-lah yang kelak akan menjadi Nyonya Cho.

Setelah ibadah selesai, Kyuhyun menawarkan diri untuk mengantar Taeyeon pulang, tetapi Taeyeon menolak dengan alasan ia bisa kembali ke dorm naik taxi. Akal Kyuhyun tidak terhenti di situ, menurutnya jika bukan sekarang kapan lagi ia bisa memiliki waktu berdua untuk bercerita dengan Taeyeon.

“Kalau begitu, maukah kau menemaniku ke taman dekat sini? Sebentar saja, aku sedang malas di dorm. Jebal..” Bujuk Kyuhyun, beberapa detik Taeyeon mencoba berfikir dan akhirnya memutuskan untuk menemani Kyuhyun ke taman. “Gomawo.” Ucap Kyuhyun dan menggenggam tangan Taeyeon ke dalam mobil, “Eh?” Taeyeon sedikit kaget tapi jujur saja ia menyukainya.

-Di Taman-

“Duduklah di sini.” Kyuhyun menepuk tempat di sampingnya dan mempersilahkan Taeyeon untuk duduk. Sejenak terasa canggung, tak ada suara dari mereka berdua yang ada hanyalah hembusan angin menerpa wajah mereka.

“Aku merindukan saat-saat seperti ini, ah bukan, aku merindukan masa sekolah kita ah tidak juga, aku merindukan bercerita denganmu, bukan.. intinya aku merindukan… mu.” Ucap Kyuhyun memecah keheningan, tatapan Taeyeon tidak beralih sedikitpun ketika Kyuhyun mengucapkan kalimat itu, ia tetap menatap lurus ke depan. Kyuhyun menatap Taeyeon lekat-lekat, ia tersenyum melihat yeoja di sampingnya itu. Taeyeon yang merasa di perhatikan membalas tatapan Kyuhyun, ia menemukan kedamaian di kedua bola mata namja itu, ia juga tak mengerti perasaannya mengapa ia harus memiliki perasaan kepada namja yang dulu merupakan musuh terbesarnya, begitupun pikiran Kyuhyun.

“Aku ingin kembali ke masa kecilku.” Ucap Taeyeon dan kembali memfokuskan tatapannya lurus kedepan sedangkan Kyuhyun masih menatapnya dengan tatapan heran, ia tak mengerti arti perkataan yeoja tersebut.

“Mengapa? Mengapa kau menginginkannya? Menurutku kau begitu dewasa saat ini, kau harusnya menyukai hal itu.” Kyuhyun tidak beralih dari posisinya masih sama seperti tadi, menatap ke arah Taeyeon.

“Haha. Kau benar oppa, tetapi masa kecilku jauh lebih indah.. Waktu aku kecil aku tidak mengerti bagaimana rasanya jatuh cinta, aku melakukan hal sesukaku, tidak mau tau dengan apapun yang terjadi, aku belum mengetahui apapun seperti sekarang. Sekarang aku bahkan memiliki perasaan yang tak seharusnya ku miliki, aku harus merasakan sakit setiap kali melihatnya bersama orang lain, merindukannya ketika aku sedang sendiri, mencarinya ketika ia menghilang dari pandanganku dan yang terparah yaitu aku tidak bisa menghilangkan perasaan ini. Mungkin aku kelihatan bodoh ketika berbicara seperti ini, tetapi jujur saja aku ingin kembali menjadi anak kecil yang polos, yang tak tau apapun itu. Aku tak menyukai diriku yang sekarang, paboya! Mengapa aku harus menyanyanginya selama ini? Ah! Bukan menyayanginya! Mengapa aku harus mencintainya? Mengapa aku harus mengenalnya? Bertemu dengannya? Mengapa semua ini terjadi padaku? Perasaan ini sangat salah!” Ucap Taeyeon matanya berkaca-kaca dan sedikit demi sedikit butiran bening itu keluar dari ujung matanya dan berhasil membasahi pipi Taeyeon. Ia merasa bodoh, mengapa ia harus menangis di hadapan Kyuhyun? Di hadapan namja yang ia cintai.

Kyuhyun merasakan kesesakan di dadanya mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Hatinya seperti terkena jatuhan meteor panas, ia tak menyadari bahwa lelaki yang di maksud Taeyeon adalah dirinya. Refleks Kyuhyun membawa Taeyeon kedalam pelukannya, ia mengelus rambut gadis itu.

“Uljima.. Kau tidak salah Taeyeon-nie.. Harusnya kau bersyukur memiliki perasaan itu, dengan adanya perasaan itu membuatmu belajar betapa berharganya perasaan. Dan tidak ada larangan di dunia ini untuk mencintai seseorang, kau tidak perlu menyalahkan siapapun dalam hal ini, cinta tumbuh dengan sendirinya. Kau tak pernah memintanya tapi ia datang dan konsekuensinya kau harus menerima apapun yang terjadi, karena dengan mencintai kau juga harus siap untuk merasakan sakit. Satu lagi, bukan hanya kau yang mengalami hal seperti itu di dunia ini, banyak orang di luar sana yang mungkin mengalami hal yang sama sepertimu atau bahkan ada yang lebih menyedihkan darimu, berfikirlah seperti itu, kau tak perlu mencari bukti jauh-jauh, aku adalah salah satu bukti nyata.” Kyuhyun tak melepaskan pelukannya, Taeyeon juga menikmati hal itu, ntah mengapa ia merasa sangat tenang berada dalam pelukan Kyuhyun. ‘aku mencintai yeoja yang tidak mencintaiku, dan itu kau Kim Taeyeon.’ Batin Kyuhyun.

-At SNSD Dorm-

Kyuhyun mengantar Taeyeon pulang ketika suasana hati Taeyeon mulai tenang, Taeyeon melangkahkan kakinya memasuki dorm saat mobil Kyuhyun telah melaju pergi.

“Annyeong.. Aku pulang” Sapa Taeyeon mengalihkan kegiatan para member SNSD.

“eonni, mengapa tadi kau tak membangunkan kami? Dan ah eonni mengapa matamu sembab? Kau habis menangis? Siapa yang berani membuatmu menangis?” Ucap Hyoyeon memperhatikan Taeyeon lekat-lekat. Taeyeon tersenyum dan merebahkan tubuhnya di samping Jessica.

“Tidur kalian terlalu nyenyak aku tidak enak membangunkan kalian, apalagi besok dan lusa kita akan melalui hari-hari yang melelahkan, jadi ada baiknya jika aku tak mengganggu kalian. Aku.. ah tidak tadi sewaktu di gereja ada sebuah lagu yang membuatku menangis.. Ini tak apa-apa. Yasudah, Hyoyeon-ah apakah kau telah masak? Aku sudah sangat lapar.” Taeyeon mengelus perutnya.

“Ya! eonni, kau ini baru saja pulang sudah mencari makanan, sudah ganti pakaianmu sana, lalu kita makan bersama.” Ucap YoonA dan Taeyeon menanggapinya dengan terkekeh, ia lalu bangkit menuju kamar dan mengganti dressnya kemudian makan bersama dongsaeng-dongsaengnya.

-At SuJu Dorm-

Dalam perjalanan menuju dorm, kalimat Taeyeon terus menghampiri pikiran Kyuhyun dan setibanya di dorm ia melangkahkan kakinya dengan malas memasuki bangunan yang cukup besar tersebut, ia mendapati para hyungnya sedang berkumpul di ruang tengah dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa dan menghela nafas panjang, ia tak berhenti memikirkan Taeyeon ‘beruntung sekali namja itu.’ Batin Kyuhyun sambil mengurut-urut dahinya seperti seseorang yang sedang sakit kepala. Siwon akhirnya menyadari kedatangan Kyuhyun dan mendekati namja itu.

“Eotte? Apa kau bertemu dengannya di sana?” Tanya Siwon tak sabar mendengar cerita Kyuhyun. Yah, ternyata member SuJu yang membuat rencana Kyuhyun pergi ke gereja sendirian agar ia bisa bertemu dengan Taeyeon, awalnya mereka fikir ini tak akan berhasil karena takutnya member SNSD yang lain akan ikut, tetapi Kyuhyun tetap saja ingin mencobanya.

“Ia pergi sendirian hyung.” Ucap Kyuhyun singkat masih dalam posisi yang sama. Seluruh member SuJu yang mendengar pernyataan Kyuhyun barusan berhasil meninggalkan aktivitas mereka dan mendekat ke arah Kyuhyun, mereka tak sabar mendengar cerita Kyuhyun saat berduaan bersama Taeyeon. Kyuhyun sebenarnya tak berniat untuk menceritakan hal itu, tetapi melihat hyung-hyungnya yang sudah membantunya agar bisa bertemu dengan Taeyeon, akhirnya ia memutuskan untuk menceritakannya dari awal ia bertemu di depan gereja dan kejadian di taman serta saat Kyuhyun memeluk Taeyeon.

“Mworago? Itu harusnya di abadikan!” Kaget Eunhyuk yang sontak berdiri mendengar cerita Kyuhyun, tetapi sejenak kemudian ia kembali terduduk. -__-

“Tapi, chamkammanyo. Tadi kau mengatakan Taeyeon menyukai seorang namja? Nugu?” Tanya Yesung.

“Molla, hyung. Itulah yang tak ku ketahui, aku ingin bertanya padanya tetapi ia sangat sedih. Aku juga takut.” Suara Kyuhyun semakin melemah, ntah mengapa rasa sesak di hatinya tak hilang-hilang.

“Takut? Takut apa?” Kali ini Ryewook yang bertanya. Kyuhyun terdiam, bibirnya tak mampu lagi menuturkan kata-kata, ntah mengapa ia juga tak tahu mengapa ia takut untuk mengetahui namja yang mampu membuat Taeyeon menangis. Rasanya ia juga ingin menangis melihat yeoja yang sudah bertahun-tahun mengisi hatinya meneteskan airmata berharganya hanya karena seorang namja. Member SuJu yang lain hanya bisa menatap iba ke arah magnae itu yang masih menutup matanya, mereka mengetahui kepedihan yang di rasakan oleh Kyuhyun, suasana menjadi hening tak ada satupun yang bersuara sebelum akhirnya Siwon memecah keheningan.

“Kita tak tau kau takut karena apa, tapi kami ini hyungmu kami mengerti perasaanmu. Tetapi yakinlah kalau kau mencoba untuk menghilangkan rasa itu sekarang pasti  sangat sulit bayangkan saja kau telah menyukainya selama hampir 5 tahun, dan selama itu perasaanmu tidak berubah padanya. Tetapi maafkan kami, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain membantumu dalam doa, semua itu perasaanmu yang tentukan, kau tak perlu menghilangkan perasaan itu nantinya kau menyakiti dirimu sendiri.” Kyuhyun membuka matanya ia menatap hyung-hyungnya matanya berkaca-kaca.

“Tetapi tunggu sebentar, darimana kau tau ia menyukai namja lain? Siapa tau namja itu dirimu?” Pernyataan Donghae mendapat anggukan dari member lain kecuali Kyuhyun.

“Tidak mungkin ia bercerita padaku kalau memang ia menyukaiku. Mana mungkin ia bercerita di depanku? Itu tidak mungkin, hyung.” Volume suara Kyuhyun masih lemah.

“Siapa yang duga? Tidak sedikit yeoja yang melakukan hal itu. Tetapi tidak ada salahnya kau berharap, belum ada kepastian darinya tentang namja yang ia sukai. Kau masih punya harapan banyak sekali. Tenanglah Kyu.” Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun, magnae itu tersenyum melihat hyung-hyungnya yang begitu peduli padanya. ‘Gomapta hyung.’ Batin Kyuhyun lalu tersenyum.

To be continue…

Panjang banget ya? onion-emoticons-set-6-92onion-emoticons-set-6-40 RCLnya ditunggu ya~! ;)

[FF] TaengKyu For Loving Me (Chapter 1)

Annyeong~onion-emoticons-set-6-67

Wah, udah berapa hari gak update ya? hihi.. Mian, lagi sibuk soalnya, jadi gak ada waktu nulis lanjutan FFnya. onion-emoticons-set-6-41Tapi syukurlah akhirnya ada yang mau bantu author meramaikan(?) kembali blog ini dengan mengirimkan FF untuk di publish disini. Gomawo, saeng~! onion-emoticons-set-6-81

FF ini FF kiriman uri saengie Shindy (shndylfha). Kalo ada reader lain yang juga mau FFnya publish disini, kirim aja FFnya via email ke ashiyaxiah@gmail.com dengan subject FanFiction. Tapi syaratnya FFnya belum pernah publish dimana pun ya~ 😉

Oke, sekarang langsung aja ya ke FFnya. Jangan lupa setelah baca, tinggalkan jejak! ^^ Happy reading~!

onion-emoticons-set-6-5

Author                  : Shindy Ulfha
Cast                       : Kim Taeyeon (SNSD), Cho Kyuhyun (SuJu), Lee Soo Man, Other SM Member, Song Kibum (SNSD’s Manager)
Genre                    : Romance, Sad, etc.
Disclaimer           : Cerita ini hanya fiksi semata, jadi tolong jangan bash dan lain sebagainya. Ini murni hasil pemikiran + sedikit pengalaman pribadi saya sendiri wekekek~. TaengKyu-
Published By : ashiya19.wordpress.com

 

-TaengKyu For Loving Me Chapter 1-

“Hyung!!! Palli.. Kita sudah tidak ada waktu lagi. Nanti kalau Soo Man appa marah bagaimana? Kau sudah tau dia kalau marah kan?” Ryewook menarik tangan Siwon untuk segera menaiki mobil. Yang benar saja sepagi ini seluruh member SM –BoA, Kangta, TVXQ, SuJu, SNSD, SHINee, f(x), Exo- sudah mendapat panggilan untuk segera berkumpul di SM Building, siapa lagi yang menyuruh mereka kalau bukan Lee Soo Man, pemilik saham management terbesar di Korea Selatan itu.

“Ada apa sebenarnya? Mengapa kita harus pergi sepagi ini?” Tanya Siwon saat baru memasuki mobil yang cukup untuk mereka –SuJu-.

“Molla. Tadi pagi Leeteuk hyung mendapat telfon dari Soo Man appa. Katanya pagi ini sebelum jam 08.00 semua member SM sudah harus berada disana.” Kyuhyun merespon pertanyaan Siwon.

“Haish!!! Jinjja, apakah appa kesepian makanya kita di undang sepagi ini? Tidak seperti biasanya.” Ucap Eunhyuk lalu menyandarkan tubuhnya di jok mobil.

Perjalanan tidak memakan waktu yang cukup lama di karenakan dorm SuJu yang tidak begitu jauh dari SM Building. Saat sampai di tempat tujuan, mereka lalu memasuki sebuah aula besar yang biasanya di gunakan untuk berlatih. Di tempat tersebut sudah terlihat banyak member SM yang berkumpul kecuali SNSD dan Exo, karena jarak dorm mereka cukup jauh.

Member SuJu langsung duduk dan berpencar, ada beberapa yang duduk bersama Hoobae dan Sunbae mereka. Yang jelas mereka sudah saling berbaur, inilah kebersamaan mereka di pagi hari.

Beberapa waktu kemudian, Lee Soo Man memasuki ruangan tersebut lengkap dengan member SNSD dan Exo yang menyusul di belakangnya. Kyuhyun memperhatikan kedatangan member SNSD, tidak semua dari mereka ia perhatikan,tapi hanya seseorang dari 9 barbie itu.

“Annyeonghaseo. Bagaimana tidur kalian semalam? Apa nyenyak saja?” Sapa Lee Soo Man dan duduk tepat di depan mereka semua.

“Ne.. Appa. Ada apa sebenarnya mengajak kami berkumpul sepagi ini?” Pertanyaan Taemin barusan merupakan perwakilan dari seluruh pertanyaan member SM yang lain.

“Oh ya, Minggu depan akan ada SM Town live in Indonesia. Dan apakah kalian tau bahwa lebih dari 50% fans kalian yang berada di Asia berasal dari Indonesia? Untuk itu kita akan membuat konsep baru dalam SM Town kali ini.” Semua member mendengus, apa hanya karena hal itu mereka harus di bangunkan sepagi ini? Pikir beberapa orang dari mereka.

“Arrasseo, tapi apakah tidak terlalu pagi untuk membahas hal ini?” Tanya Baekhyun, di sambut oleh senyuman Lee Soo Man.

“Ani. Ini adalah waktu yang bagus, karena konsepnya harus kalian sendiri yang pilih! Jadi seminggu ini kalian tidak boleh mengikuti acara variety apapun, kalian harus latihan semaksimal mungkin. Yang jelas, ini pertama kalinya kalian ke Indonesia. Tanyakan pada Super Junior dan SHINee yang sudah pernah ke Indonesia, bagaimana perasaan mereka saat disana? Kyuhyun? Bagaimana pendapatmu?” Semua hening, ternyata Kyuhyun tidak memperhatikan penjelasan Soo Man sedari tadi, ia sibuk dengan urusannya sendiri, memperhatikan salah satu member SNSD. Hingga akhirnya Changmin yang duduk di sampingnya, memberi kode kepada Kyuhyun.

“Ah?Oh.. Ne.. Arrasseo. Aku akan berlatih.” Jawab Kyuhyun seadanya direspon oleh tertawaan member lain yang mendengar jawaban Kyuhyun menyimpang dari pertanyaan.–.

“Ya!ya!ya! Ya sudah, sekarang kalian duduk secara tim dan memikirkan konsep kalian sendiri. Aku beri kalian waktu satu jam untuk berfikir, aku akan pergi sebentar. Ingat kalian harus menciptakan hasil panggung yang indah dan kolaborasi-kolaborasi yang menakjubkan.”

“Ne..” Balas seluruh member SM serempak, kemudian Soo Man beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

Sekarang mereka duduk secara grup, kecuali BoA dan Kangta yang membaurkan diri bersama f(x) serta TVXQ yang membaurkan diri bersama SHINee.

-Sementara itu di tempat permusyawarahan(?) member SuJu-

“Kita akan membuat konsep baru apa?” Tanya Donghae.

“Bagaimana kalau kita menyanyikan salah satu lagu Indonesia saja?” Saran Shindong.

“Itu ide bagus, tapi kau tau kan kalau bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang sulit. Bagaimana menurutmu Kyuhyun?” Balas Yesung yang lagi-lagi di sambut oleh keheningan.

“YA!!! KYUHYUN-SSI!!! Apa yang kau fikirkan???” Teriak Leeteuk membuyarkan Kyuhyun dari tatapannya.

“Ah. Oh mian hyung.. Silahkan di lanjutkan..” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Apa sebenarnya yang kau fikirkan? Mengapa sedari tadi kau melamun terus?” Bisik Sungmin kepada Kyuhyun ketika yang lainnya sibuk menyiapkan konsep.

“A.. aniyo hyung, aku hanya menatapnya, jujur saja aku merindukannya.” Ucap Kyuhyun yang di sambut gelengan kepala oleh Sungmin.

-FLASH BACK-

Kim Taeyeon adalah seorang siswi tahun ajaran baru di Seoul Art High School. Selagi bersekolah, Taeyeon merupakan salah satu trainer management terkenal yaitu SM Entertainment. Bukan hanya dia sendiri seorang trainer yang berasal dari Seoul Art High School, tetapi ada beberapa sunbaenya yang juga menjadi trainer management tersebut. Saat ini, Kim Taeyeon sedang di training untuk debut menjadi sebuah Girlband yang beranggotakan 9 orang.

Selain itu, Cho Kyuhyun juga merupakan salah seorang siswa kelas 2 di Seoul Art High School, saat ini Kyuhyun menyandang predikat sebagai ketua siswa, siapa yang tak kenal dengannya ia merupakan seorang magnae dari Boyband ternama di Korea Selatan yaitu “SUPER JUNIOR” salah satu boyband di bawah naungan SM Entertainment. Memang, tahun ini merupakan tahun debut bagi SuJu, dan Kyuhyun adalah member terakhir yang debut bersama SuJu. Walaupun sekarang ia sudah menjadi salah satu anggota boyband, ia tetap ingin menyelesaikan sekolahnya. Dan berkat Seoul Art High School, ia di pertemukan dengan seseorang yang ia sebut Cinta Sejati.

“Mana data siswa-siswi baru?” Tanya Kyuhyun kepada sekretaris siswa, Lee Jonghyun, sambil berjalan ke arah lapangan.

“Ini, tapi kelas mereka belum di tetapkan, ada baiknya kita mengadakan pembagian kelas sekarang. Kasihan mereka sudah berjemur sedari tadi di lapangan.” Jonghyun memberikan sebuah map yang berisikan daftar nama siswa-siswi baru.

Kyuhyun dan Jonghyun serta beberapa pengurus kesiswaan lainnya berjalan menuju lapangan untuk melakukan upacara pembukaan kepada siswa-siswi baru, lumayan banyak yang memasuki sekolahan ini, tetapi lumayan banyak juga yang gugur saat pendaftaran.

-Ditempat kerumunan para siswa-siswi baru-

“Haish!!! Jinjja, kapan pembagian kelasnya di tetapkan? Ini sangat panas, belum lagi sebentar kita harus latihan di tempat training.” Keluh Tiffany kepada Taeyeon, sahabatnya sedari sekolah menengah pertama dulu.

“Sudahlah, Fany. Bersabar saja, tak akan selamanya kita akan berdiam di…….”

“Annyeonghaseo, Cho Kyuhyun imnida, aku adalah ketua siswa di sekolah ini. Selamat datang dan bergabung bersama keluarga besar Seoul Art High School.” Perkataan Taeyeon terputus saat Kyuhyun memperkenalkan dirinya kepada seluruh siswa-siswi baru Seoul Art High School. Seketika lapangan yang tadinya riuh menjadi hening .

“Yeon-nie.. Lihatlah dia, aku tak menyangka kita bisa bersekolah di tempat ini.” Bisik Tiffany kepada Taeyeon sambil menunjuk ke arah Kyuhyun.

“Biasa saja. Ketika berlatih kau sering melihatnya, kan?  Apa yang membuatmu terpesona padanya?” Jawab Taeyeon di sambut dengusan oleh Tiffany.

“Tapi itu dulu nona Kim. Sekarang ia telah menjadi seorang bintang, kapan lagi kita bisa bertemu dengannya? Apalagi Siwon oppa. Aku harap ketika kita telah debut nanti, aku bisa mendapat julukan couple teromantis dengan Siwon oppa. Huaaaaa….” Tiffany berhasil membuat Taeyeon menjitaknya.

“Ya! Kau ini, belum juga apa-apa sudah bermimpi yang ting….” Kalimat Taeyeon lagi-lagi terputus, tapi kali ini karena………………

“Ya! Kalian berdua disana!!! Kemari!!!!” Teriak Kyuhyun sambil menunjuk ke arah Taeyeon dan Tiffany. Mereka terdiam, sekali lagi Kyuhyun memanggil mereka. “Ya!!! Kalian yang disana, aku katakan cepat kesini!!!” Tiffany yang merasa di panggil, akhirnya menggandeng Taeyeon menuju ke arah Kyuhyun, sedangkan Taeyeon menatap sinis ke arah magnae SuJu itu.

“Apa yang kalian lakukan disana?” Tanya Kyuhyun mengintrogasi mereka dengan nada yang sedikit tinggi. Hening… Taeyeon maupun Tiffany tidak ada yang menjawab pertanyaan tersebut. Kyuhyun menatap mereka sambil memperlihatkan evil smirknya. “Cih. Kalian ini, apa kalian tidak tau siapa aku?” Suasana makin menegang, saat ini Taeyeon dan Tiffany menundukkan kepala. Jelas saja mereka di panggil karena bercerita saat Kyuhyun menjelaskan peraturan sekolah tersebut.

“Oke, baiklah, mungkin kalian berasal dari pedesaan makanya tidak mengenal aku. Sekarang, aku perkenalkan namaku CHO KYUHYUN member SUPER JUNIOR dan KETUA SISWA di SEKOLAH ini!!!!” Kyuhyun membesarkan volume suaranya, Taeyeon mengepal tangannya, ia geram mendengar perkataan pria di hadapannya itu. Taeyeon mendongakkan kepalanya, ia menatap sinis ke arah Kyuhyun.

“Hey kau TUAN CHO KYUHYUN member SUPER JUNIOR dan KETUA SISWA DI SEKOLAH ini, bisakah kau tidak usah terlalu angkuh? KAU PIKIR KALAU KAU SUDAH MENJADI MEMBER SUJU DAN MENEMPATI JABATAN SEBAGAI KETUA SISWA, KAU ADALAH SEGALANYA?” Perkataan Taeyeon barusan mampu mengambil perhatian para staff kesiswaan, Tiffany dan seluruh siswa-siswi baru. Kyuhyun membelalakkan matanya mendengar perkataan Taeyeon.

“Kau berani berkata seperti itu? Kau pikir kau siapa yang berani membentakku? Kau harusnya lebih menghargaiku, Kim Taeyeon!!!” Kyuhyun melihat papan nama Taeyeon dan menjawab tidak kalah geramnya.

“Kau mau di hargai? Hargai kami!!! Jangan terlalu angkuh!!! Sudahlah! Aku malas meladeni orang angkuh dan sok sepertimu! Tiffany, ayo kita pergi.” Taeyeon menyelesaikan perkataannya dan pergi dari hadapan Kyuhyun.

Tiffany yang merasa bersalah, meminta maaf kepada Kyuhyun dan mengejar Taeyeon. “Mianhamnida sunbae.. Tolong maafkan temanku, Jeongmal mianhaeyo..” Tiffany membungkukkan dirinya dan berlalu.

“Abaikan mereka. Sekarang kalian sudah tau peraturan di sekolah ini, kan? Soal pembagian kelas, kalian bisa melihatnya besok di papan pengumuman. Sekarang pulanglah dan beristirahat. Ingat, kalian tidak boleh seperti gadis kurang ajar itu. Annyeong.” Ucap Kyuhyun kepada seluruh siswa siswi baru, lalu ia melangkahkan kakinya pergi di ikuti staff kesiswaan. Mulai hari ini, Kyuhyun menetapkan Taeyeon sebagai musuh terbesarnya, ‘lihat saja kau KIM TAEYEON’ Batin Kyuhyun.

***

Taeyeon melangkahkan kakinya memasuki SM Building, sebuah bangunan besar tempatnya menjadi seorang trainer. Hari ini setelah ia melewati hari ketidak-enakannya di sekolah barunya tadi, ia memutuskan untuk datang berlatih bersama ke delapan orang trainer lainnya termasuk Tiffany yang tergabung dalam sebuah calon girlband ‘SNSD’ yang di perkirakan akan debut pada akhir tahun nanti.

“Taeyeon unni, chamkamman-yo..” Langkah Taeyeon terhenti mendengar sebuah teriakan di belakangnya, saat berbalik ia mendapati YoonA –salah satu calon anggota SNSD- berlari menghampirinya.

“Huaaa… Unni, bagaimana hari pertamamu di sekolah?” Ucap YoonA saat tiba di dekat Taeyeon, ia mengajak Taeyeon untuk duduk sebentar di lobby sebelum menuju tempat latihan.

“Biasa saja, kau tau? Aku bertengkar dengan ketua siswa sekolah itu!” Ucap Taeyeon dengan raut wajah masih menyimpan dendam kepada Kyuhyun.

“Mwo? Kenapa bisa un? Chamkamman, bukankah ketua siswa Seoul Art High School itu adalah salah satu member SuJu sunbae?” Respon YoonA menghadapkan wajahnya ke arah Taeyeon.

“Kau benar, dia CHO KYUHYUN! Namja yang angkuh!” Jawab Taeyeon masih dengan raut wajah yang sama.

Sedangkan di halaman depan SM Building, member SuJu termasuk Kyuhyun baru saja tiba di tempat itu untuk mengunjungi para trainer di sana. Lagipula, semenjak debut baru kali ini mereka sempat mengunjungi trainer yang satu agency dengan mereka.

Namja-namja itu memasuki ruangan tersebut dan mendapat sambutan hangat oleh para trainer yang berlalu lalang di sekitaran tempat itu.

“Whoaaa….. Tidak di sangka, sekarang kita bukan seorang trainer lagi. Mimpi kita menjadi kenyataan!!” Ucap Ryewook yang mengira ini semua masih seperti mimpi.

“Yah, kau benar. Eh, coba lihat ke arah sana, dua yeoja yang duduk di sofa itu! Bukankah mereka calon anggota SNSD?” Ucap Leeteuk, leader SuJu sambil menunjuk kearah Taeyeon dan YoonA yang masih asyik bercerita. Sontak, semua member melihat ke arah mereka. “Kajja. Ayo kita menyapa mereka!” Lanjut Leeteuk kemudian berjalan ke arah Taeyeon dan YoonA dan di ikuti oleh member yang lain.

Kyuhyun menatap ke arah yeoja mungil itu, ia mencoba mengingat-ngingat siapa dia sebenarnya, ‘aku rasa pernah bertemu dengannya, tapi siapa?’ batin Kyuhyun masih mengingat-ingat, hingga sebuah suara mengganggu konsentrasi ingatannya(?)

“Annyeonghaseo sunbae.” Ucap Taeyeon dan YoonA bersamaan saat mereka melihat segerombolan namja yang merupakan sunbae mereka sudah berdiri di hadapan kedua yeoja itu. Kyuhyun yang berdiri di paling belakang melihat ke arah Taeyeon yang sedang asyik bercerita dengan beberapa member SuJu lainnya.

“Hyung, apakah benar dia yang bernama Kim Taeyeon?” Tanya Kyuhyun kepada Sungmin.

“Ne, wae? Kau  menyukainya?” Jawab Sungmin mengganggu Kyuhyun.

“Aniyo, hyung. Mana mungkin aku menyukainya. Dialah siswi baru yang ku ceritakan padamu dan kepada hyung lainnya tadi sewaktu di mobil.”

“MWO?!” Teriak Sungmin yang membuat semua member termasuk Taeyeon dan YoonA membalikkan tubuh ke arah Sungmin dan Kyuhyun.

“Ah.. Ani,ani. Annyeong Taeyeon-ssi, YoonA-ssi.” Sapa Sungmin mengalihkan pembicaraan dan di sambut oleh senyuman dari Taeyeon dan YoonA. Dengan tidak sengaja, tatapan Kyuhyun dan Taeyeon bertemu, Taeyeon menatapnya dengan tatapan benci, begitupula dengan Kyuhyun.

***

Hari ini merupakan hari pertama Taeyeon melakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah. Sebelum berangkat sekolah, Nyonya Kim tengah mempersiapkan bekal untuk Taeyeon dan teman-temannya.

“Taeyeon-nie, chamkamman-yo! Eomma telah membuatkan nasi goreng kimchi beserta telur balado kesukaanmu.. Bawalah dan berbagilah dengan teman-teman barumu.” Nyonya Kim mengejar Taeyeon yang telah memasuki mobil. Taeyeon tersenyum melihat eommanya dan mengambil kotak makan yang cukup besar itu dari tangan wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunda Taeyeon.

“Ne.. Gomawo eomma.. Aku berangkat dulu.. Annyeong.” Chu~ Taeyeon menyempatkan diri mengecup pipi eommanya dan kembali menaiki mobil lalu siap berangkat ke sekolah.

“Wah.. Tidak terasa anak appa sudah besar sekarang. Bagaimana dengan masa trainee mu? Kapan kau akan debut?” Tanya Tuan Kim yang masih memusatkan perhatiannya pada jalanan di depannya.

“Hahaha.. ne appa. hmm.. Molla appa, doakan aku dan teman-temanku saja.. Mungkin tahun ini kalau Tuhan memberkati.” Taeyeon tersenyum. Tuan Kim ikut tersenyum, ia sangat berterimakasih kepada Tuhan karena mimpi anaknya akan segera terpenuhi.

Tidak terasa akhirnya Taeyeon tiba di depan sekolahnya. Ia berpamitan kepada appanya dan memasuki sekolah itu.

“Appa, aku masuk dulu ne.. Annyeong..” Chu~ Taeyeon mengecup pipi appanya dan berlalu memasuki sekolah yang cukup besar itu.

Sementara di dalam sekolah, Kyuhyun dan staff kesiswaan sedang sibuk mengunjungi kelas-kelas untuk mengecek para siswa-siswi apakah sudah memasuki kelas yang benar atau tidak. Saat berhenti di salah satu kelas, ia melihat nama Kim Taeyeon di antara nama-nama siswa yang menempati kelas itu. Ia menampakkan senyum evilnya melihat nama itu dan seketika ia melihat seseorang berjalan menghampiri ruang kelas tersebut. Siapa dia? Yah, dialah gadis itu, Kim Taeyeon.

Setelah bertanya pada salah satu siswa dimana ruang kelasnya, Taeyeon menuju ruangan kelas itu dengan tas punggung di belakangnya dan sebuah kotak bekal di genggamannya. Ia sangat senang bahkan sangat ceria. Saking senangnya ia tidak menyadari bahwa di depan kelas seseorang telah menunggu kehadirannya dan BRUK!!! Senyum itu memudar seketika saat ia mendapati tubuhnya telah terkulai mencium tanah air(?) dan isi kotak makanan itu terhambur keluar. Seisi kelas menertawakan kejadian itu termasuk Kyuhyun yang dengan sengaja menghalangi jalan Taeyeon dengan kakinya hingga menyebabkan yeoja itu terjatuh.

“Welcome to our school, Kim Taeyeon.” Ucap Kyuhyun dengan senyum evilnya dan berlalu di ikuti para staff kesiswaan di belakangnya.

Taeyeon mencoba berdiri, tiba-tiba Tiffany datang dari belakangnya dan membantu Taeyeon berdiri. Taeyeon terdiam, matanya berkaca-kaca bukan karena malu tetapi karena jengkel melihat tingkah ketua siswa itu yang sangat kekanak-kanakan.

Tiffany menopang Taeyeon duduk di sampingnya, dan ia meminta bantuan salah satu teman kelasnya untuk membersihkan bekal Taeyeon yang berhamburan. Taeyeon menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Tiffany mencoba menenangkan yeoja itu.

“Uljima.. jangan menangis lagi.. Dia pasti akan menerima imbalannya.. Uljima Taeyeon-nie..” Tiffany mengelus punggung Taeyeon. Taeyeon menurunkan tangan yang menyembunyikan wajahnya.

“Aniyo. Aku tidak marah dan tidak malu karena hal itu! Aku marah karena eommaku sudah capek-capek bangun pagi-pagi hanya untuk membuatkan bekal untukku! Ini serasa aku tidak menghargai pengorbanan eommaku.” Taeyeon masih terisak dengan nafas yang memburu.__.

“Ah.. ne.. Berfikir positiflah, eommamu tidak akan memarahimu. Inikan murni kecelakaan, kau tidak menginginkan hal ini terjadi.. Sudahlah Taeyeon.. Janganlah menangis terus.” Tiffany menenggelamkan wajah Taeyeon dalam pelukannya.

‘Cho Kyuhyun. Jangan harap aku akan memaafkanmu.’ Batin Taeyeon.

Hari-hari berlalu seperti biasanya, Taeyeon sekarang sudah menjadi siswi Seoul Art High School, meskipun demikian, Kyuhyun tidak henti-hentinya menjahili Taeyeon dengan cara apapun itu. Tidak hanya di sekolah, tapi juga di tempat latihan. Pernah sekali, Kyuhyun membuat Taeyeon di keluarkan saat latihan vocal, tetapi Taeyeon tidak menanggapi kejahilan Kyuhyun, karena menurutnya, jika ia meladeni lelaki itu, berarti ia rugi sendiri. Hingga akhirnya……….

“Mengapa kau tak henti-henti mengerjai Taeyeon? Menurut kami dia yeoja yang cerdas, imut dan memiliki aegyo. Lagipula dia dewasa dan pantas menjadi seorang leader.” Tanya Donghae saat member SuJu sedang berkumpul merayakan hari ulang tahun Shindong. Yah, semua member SuJu sudah mengetahui masalah Kyuhyun dan Taeyeon, menurut mereka itu hanyalah hal sepele yang bisa di selesaikan secara baik-baik, tetapi berhubung Kyuhyun merupakan lelaki yang keras kepala, ia tetap menjalankan rencananya untuk selalu mengerjai Taeyeon.

“Tidak hyung, aku harus membuat dia tunduk kepadaku. Bayangkan saja, berani-beraninya dia membentakku di hadapan siswa siswi baru saat itu. Dia pikir dia itu siapa?” Jawab Kyuhyun dengan evil smirknya, sontak seluruh member SuJu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Hati-hati Tuan Cho Kyuhyun, lama-lama kau bisa jatuh cinta kepadanya.” Ucap Siwon dan sekarang seluruh member kecuali Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Tidak akan, hyung!” Ucap Kyuhyun.

Keesokan paginya, saat dalam perjalanan ke sekolah, Taeyeon mengalami kecelakaan kecil, ia terjatuh dari sepeda. Memang, tidak biasanya ia mengendarai sepeda ke sekolah, tapi berhubung appanya yang terlalu sibuk tidak bisa mengantarnya, akhirnya dengan modal pas-pasan dalam mengendarai sepeda ia memberanikan diri untuk mengendarainya. Tidak terjadi luka yang parah, hanya lutut kanannya yang menimbulkan luka akibat kulitnya bertemu dengan aspal. Akhirnya, ia tetap mengendarai sepeda tersebut hingga sampai di sekolah.

Lain dari itu, Kyuhyun telah menunggu Taeyeon di koridor utama, ia sedang memikirkan rencana untuk menjahili Taeyeon, hingga matanya menatap seorang gadis mungil berjalan dengan tergopoh-gopoh. Kyuhyun melihat ke arah lutut Taeyeon, ia mendapati sebuah luka di lutut gadis tersebut. Entah mengapa Kyuhyun seperti terhipnotis menghampiri Taeyeon.

Taeyeon yang menyadari kehadiran Kyuhyun menampakkan raut wajah kesal, dalam benaknya ia berfikir bahwa Kyuhyun pasti ingin mengganggunya.

“Sudahlah, aku lagi tidak minat menerima kejahilanmu! Tolong jangan ganggu aku! Kali ini saja, sunbae!” Ucap Taeyeon dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam, ia menatap Taeyeon yang masih tergopoh-gopoh menjauh darinya, ia mencoba mencerna ulang kalimat Taeyeon tadi, dan ia mendapati…. “Mwo? Ia memanggilku sunbae?” Ucap Kyuhyun dengan sebuah senyuman.

-di kelas Taeyeon-

Tiffany melihat ke arah Taeyeon yang tergopoh-gopoh berjalan ke arah bangkunya.

“Yeon-nie.. Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau?? Mwo? Lututmu terluka? Ceritakan padaku apa yang terjadi padamu!” Ucap Tiffany menghampiri Taeyeon dan mendapati luka di lutut Taeyeon.

“Aniyo, Fany-ah. Gwenchanayo.. Tadi aku hanya terjatuh dari sepeda. Appa sedang sibuk, ia tidak sempat mengantarku.” Respon Taeyeon seadanya.

“Tapi kalau begitu, kau bisa menelfonku! kita bisa berangkat bersama-sama. Kalau sudah begini bagaimana? Yasudah, kau duduk dulu, aku akan mengambilkan obat merah di UKS.” Ucap Tiffany dan berlalu menuju UKS. Taeyeon hanya tersenyum, ia mengetahui sahabatnya itu sangat peduli terhadapnya.

‘Gomawo fany-ah..’ batin Taeyeon.

***

Keesokan harinya, setelah istirahat beberapa saat di rumah, Taeyeon mendapatkan pesan singkat dari Tiffany bahwa mereka dan calon member SNSD lainnya di harapkan berkumpul di tempat latihan pada pukul 19.00 KST, sebenarnya Taeyeon tidak memiliki mood untuk beranjak dari tempat tidur, tetapi untuk masa depannya, ia harus mengikuti perintah itu. Kyuhyun yang mengetahui hal itu, menyiapkan sebuah rencana untuk menjahili Taeyeon.

Taeyeon berjalan memasuki SM Building, ia segera menuju keruang latihan, tetapi saat ia membuka ruangan tersebut, tiba-tiba ia….. BRUK!

Tiffany dan calon member SNSD yang lain mendapati Taeyeon terjatuh, mereka lalu berdiri membantu Taeyeon. Raut wajah Taeyeon menjadi geram saat ia mendapati penyebab ia terjatuh, ternyata ada seseorang yang menaruh minyak di lantai tersebut. Ia melepaskan genggaman Tiffany dan Yuri yang mencoba membantunya, dengan langkah terpincang-pincang Taeyeon keluar dan menuju ke ruangan tepat di samping ruangan latihan tersebut. Karena merasa khawatir, calon member SNSD yang lainnya mengikuti Taeyeon. Semua member tahu jika Taeyeon marah, tidak ada seorang pun yang dapat meredakan kemarahannya.

Taeyeon membuka paksa ruangan tersebut, ia mendapati seluruh member SuJu berkumpul untuk merayakan anniversary satu tahun mereka menjadi sebuah Boyband, seluruh member termasuk manager SuJu kaget dengan kedatangan Taeyeon. Taeyeon tidak peduli lagi, ia melangkahkan kakinya menuju seseorang, yah, siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

“APA KAU SUDAH PUAS? KAU MAU APA LAGI? KENAPA TIDAK SEKALIAN MEMBUNUHKU! HAH? PERMAINANMU TIDAK LUCU, TUAN CHO!!!” Ucap Taeyeon tepat di hadapan Kyuhyun. Sontak semua member SuJu dan member SNSD yang juga sudah berada di tempat kejadian kaget mendengar kalimat Taeyeon barusan. Kyuhyun terdiam, jujur saja ia paling tidak sanggup melihat seorang yeoja menangis, dan saat ini mata Taeyeon sudah berkaca-kaca.

“KAU TERLALU BERLEBIHAN! KALAU KAU TIDAK MENYUKAI KEHADIRANKU DAN KALAU KAU MEMBENCIKU, KAU TIDAK USAH MENATAPKU BAHKAN MELIHATKU! KAU TIDAK USAH MUNCUL DI HADAPANKU! MENJAUHLAH!!! APA SUSAHNYA? DAN KALAU KAU MEMANG INGIN MEMBUNUHKU, TIDAK PERLU DENGAN SEGALA MACAM KEJAHILANMU SELAMA INI! KAU CUKUP MEMBUNUHKU SECARA LANGSUNG! KAU BISA SAJA MEMUSNAHKANKU! KU KIRA KAU ORANG TERHEBAT? BUKANKAH ITU HAL MUDAH BAGIMU?????” Ucap Taeyeon semakin emosi, sekarang airmatanya tak bisa terbendung lagi. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, ia berlari keluar dari ruangan itu. Tidak peduli dengan teriakan Tiffany dan yang lainnya menyebut namanya. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam, harusnya ia senang karena sudah berhasil membuat Taeyeon menderita, tetapi ntah mengapa ia merasa sakit mendengar pernyataan Taeyeon barusan. Mulai hari itu, karena merasa bersalah Kyuhyun tidak pernah lagi muncul di hadapan Taeyeon.

To be continue..

RCL, please biar cepet di publish lanjutannya dan penulisnya senyum-senyum sendiri *lirik Shindy* kkekekeke~ xDonion-emoticons-set-6-159onion-emoticons-set-6-159

[FF] Trouble Maker – Chapter 26 (Last Part)

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Here we go! the last part of Trouble Maker! 😀
Don’t forget for RCL

-Trouble Maker- Last Chapter : Sweet Surprise
Minggu terakhir semester. Ulangan dilakukan setiap hari. Semua bekerja keras untuk meraih nilai-nilai terbaik. Terutama Taeyeon, Yesung, dan Amber. Mereka belajar lebih keras dari anak-anak lain! Taeyeon ingin berada diurutan teratas di kelasnya. Begitu juga Yesung. Sedangkan Amber ingin mendapat angka tertinggi paling tidak disalah satu mata pelajaran, dan bisa berada pada posisi mendekati urutan teratas. “senang sekali jika bisa kukatakan pada eomma bahwa aku mencapai angka tertinggi disalah satu pelajaran.” Pikir Amber. “dulu aku selalu dekat dengan kedudukan juru kunci, dan eomma tidak pernah marah. Akan merupakan kejutan manis baginya kalau ternyata aku meraih angka tertinggi disalah satu mata pelajaran!”
Pergelangan tangan Taeyeon sudah jauh lebih baik. Tapi masih tak boleh menggunakannya untuk main piano, berkuda, berolahraga, atau menggali tanah di kebun.
Di pertunjukan akhir nanti ia akan bernyanyi bersama Kyuhyun, Jessica, dan Donghae dengan membawakan lagu Way Back Into Love. Hanya itu.
Ia tidak main drama, dan tidak duet piano dengan Kangta. Sungmin yang menggantikan tempatnya.
Ia mencoba bersikap ceria. Ia berusaha agar tak ada yang tahu bahwa sebenarnya kadang-kadang ia merasa sangat sedih. Ia telah mencoba bangkit dari kesedihannya dan berusaha keras untuk membantu yang lain, dengan cara apapun. Ia telah mengecat mahkota-mahkota untuk pertunjukan drama. Ia telah membuat lukisan pemandangannya sangat indah.
Ia telah membuat 12 buku acara terbaik yang pernah dibuat disekolah itu. Mrs. Park akan menerima salah satu buku acara itu. begitu juga Mrs. Seo dan Mr. Sooman. Taeyeon sangat bangga karenanya.
Ia telah membacakan buku bagi Kris.
Menemaninya memainkan berbagai permainan tiap hari, sampai Kris boleh meninggalkan Sanatorium. Sementara itu berbagai pekerjaan Ibu Asrama dikerjakannya juga. Ia tidak bisa membantu Changmin dikebun seperti biasanya, tapi ia bisa membantu menulis daftar benih bunga yang akan ditanamnya musim semi nanti. Ia pun dengan penuh perhatian mendengarkan cerita Changmin tantang apa yang sedang dikerjakannya bersama Sehun.
“Taeyeon benar-benar luar biasa,” kata Sunny. “ia bisa jadi anak paling badung di sekolah kita, ia juga bisa jadi anak terbaik!”
Taeyeon ikut menonton pertandingan hockey, atau lacrosse. Ia bersorak-sorai gembira walaupun dalam hati ia merasa sedih karena tak bisa ikut main. Sungguh tidak menyenangkan untuk tidak bisa melakukan apa saja yang disenanginya.
“satu hal yang paling kusukai darimu adalah kemampuanmu untuk menanggung kesedihan dengan hati riang.” Kata Kangta pada Taeyeon.
Rasanya 2 minggu terakhir ini Taeyeon memberikan kesan tersendiri bagi semua murid SM. waktu yang 2 minggu itu membuat nama Taeyeon membumbung tinggi di mata mereka. Apa pun yang dilakukannya di masa lalu, terhapus oleh apa yang apa yang dilakukannya saat itu. semua anak mengaguminya. Semua tahu betapa pemarahnya ia dulu, tak sabaran dan bandel! Mereka tahu pasti, sangat berat untuk mengubah pribadi seperti itu menjadi seorang yang selalu ceria, sabar, dan siap membantu anak lain. Semua bangga pada Taeyeon.
Akhirnya hari terakhir tiba. Pertunjukan akhir semester yang dinanti-nantikan itu pun tiba. Sore yang semarak. Semua orangtua murid yang tak berhalangan, datang untuk menyaksikannya. Kedua orangtua Taeyeon, Mr. Kim dan Mrs. Kim, juga hadir. Mereka tinggal di sebuah hotel di dekat SM, agar keesokan harinya bisa membawa Taeyeon pulang. Taeyeon gembira sekali dengan kehadiran keduanya. Dipeluknya mereka erat-erat. Keduanya merasa sedih bahwa pergelangan tangan yang sakit membuat Taeyeon tak jadi menunjukan kemahirannya bermain piano.
“gwaenchanha, appa, eomma,” kata Taeyeon. “aku tetap akan tampil bernyanyi dengan beberapa temanku.”
Orangtuanya sangat mengagumi buku acara yang khusus dibuat oleh Taeyeon.
“ini kubuat untuk eomma dan appa,” bangga Taeyeon. “bagus, kan? Ketiga pimpinan sekolah juga memiliki buku acara buatanku. Dan, eomma, appa, pada pementasan drama nanti harap kalian perhatikan mahkota-mahkota emasnya. Semuanya aku yang mengecat. Juga pepohonan di panggung.”
Pertunjukan sukses. Dramanya lucu, hadirin tertawa terpingkal-pingkal. Sulli dan Amber sangat bangga karena merekalah yang menulis skenarionya. Kangta memainkan biolanya dengan sangat indah mempesona, kemudian ia berduet dengan Sungmin pada piano, penampilan yang sebenarnya akan dimainkan oleh Taeyeon.
Taeyeon merasa sedih mendengarkan duet tersebut, tapi ia berhasil memaksa diri untuk tersenyum dan bertepuk tangan paling keras saat duet itu berakhir. Dari sudut matanya Taeyeon melihat bahwa Sunny, Sulli, Yesung, Amber, Sooyoung, dan Changmin memperhatikannya.
Ia tahu bahwa sahabat-sahabatnya itu pasti bangga padanya, sebab ia masih mampu tersenyum dan bertepuk tangan, walaupun mereka tahu dalam hati sangat kecewa.
Penampilan terakhir adalah pertunjukan kwartet Taeyeon, Kyuhyun, Jessica, dan Donghae. Mereka naik ke panggung berpasangan. Alunan piano lagu Way Back Into Love yang dimainkan Kangta memulai pertunjukan itu dengan disusul suara merdu Taeyeon dan langsung mendapat applause yang meriah.
[Taeyeon] I’ve been living with a shadow over head, I’ve been sleeping with a cloud above my bed
[Jessica] I’ve been lonely for so long, trap in the past I just can’t seem to move on
[Kyuhyun] I’ve been hiding all my hopes and dreams away, just in case I ever need ‘em again someday
[Donghae] I’ve been setting aside time, to clear a little space in the corners of my mind
[KyuTae] All wanna do is find a way back into love, I can’t make it true without a way back into love
[Taeyeon] I’ve been watching but the stars refuse to shine, I’ve been searching but I just don’t see the signs
[Jessica] I know that it’s out there, there’s gotta be something for my soul somewhere
[Kyuhyun] I’ve been looking for someone to shed some light, not somebody just to get me through the night
[Donghae] I could use some direction and I open to your suggestion
[KyuSica] All I wanna do is find a way back into love
[KyuTaeHae] I can’t make it through without a way back into love
[KyuSica] And if I open my heart again, I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end
[Taeyeon] There are moments when I don’t know if it’s real, or if anybody feels the way I feel
[Jessica] I need inspiration not just another negotiation
[KyuSicaHae] All I wanna do is find a way back into love, I can’t make it through without a way back into love
[KyuTae] And if I open my heart to you, I’m hoping you’ll show me what to do, and if you help me decide again, you know that I’ll be there for you in the end~
Sorak-sorai, riuh-rendah, tepuk tangan di akhir 2 couple itu. Taeyeon tampak senang berhasil menampilkan penampilannya.
“good job, Taeng!” kata Kyuhyun sambil memegang tangan kanan Taeyeon membantunya menuruni tangga panggung.
“nado, gomawo, Kyu!”
Diakhir pertunjukan hasil ulangan umum terakhir diumumkan. Taeyeon mendengarkan dengan dada berdebar keras. Begitu juga Yesung dan Amber. Sulli tidak begitu peduli, asal dekat dengan kedudukan puncak ia sudah akan merasa senang. Amber lebih tegang sebab ia telah berusaha keras. Paling tidak jangan sampai ia masih berada dekat dengan juru kunci.
Akhirnya Mrs. Park sampai pada laporan untuk kelas Taeyeon. “Song seonsaengnim berkata bahwa kelas ini telah membuat kemajuan pesat. Semuanya berusaha keras. Beberapa orang murid memperoleh kemajuan luar biasa. Di tempat pertama, Kim Taeyeon dan…”
Kata-kata Mrs. Park terputus oleh sorak-sorai gemuruh. Semuanya tampak sangat gembira bahwa Taeyeon mencapai kedudukan puncak di kelasnya. Yesung juga bertepuk tangan kuat-kuat. Ia berharap ia bisa mencapai kedudukan nomor 2. Tadinya ia memang mengincar kedudukan pertama, tapi, yah, nomor 2 pun boleh.
Mrs. Park mengangkat tangan minta agar anak-anak diam. “chakkaman,” katanya. “biarkan aku menyelesaikan kalimatku. Di tempat pertama; Kim Taeyeon dan Kim Yesung! Keduanya mencapai nilai yang sama, maka keduanya menduduki tempat pertama!”
Yesung duduk tegak. Wajahnya berseri oleh rasa terkejut dan gembira. Jadi ia dan Taeyeon menduduki tempat teratas bersama-sama! Ini jauh lebih menyenangkan daripada berada sendirian di puncak atas. Taeyeon yang duduk dibelakangnya langsung menepuk punggungnya keras-keras.
“Yesung!” kata Taeyeon dengan wajah bersinar gembira. “jeongmal haengbokhae! Aku lebih suka berada dipuncak teratas bersamamu daripada sendirian! jinjja!”
Yesung mengangguk dan tersenyum. Ia tak bisa berbicara karena begitu gembira. Ia tidak sepandai Taeyeon, jadi keberhasilannya mencapai puncak teratas adalah semata-mata hasil kerja kerasnya! Betapa bangganya ayah dan ibunya, tampak dari tempat dia duduk.
Mrs. Park membaca daftarnya. Sulli keempat. Sunny kelima. Dan kedua anak itu sangat gembira. Amber keenam, jauh dari kedudukan juru kunci. Dan ia memeproleh nilai terbaik di mata pelajaran sejarah! Pipinya memerah saat Mrs. Park membacakan hal itu. ia dekat kedudukan puncak, dan mendapat nilai tertinggi dalam sejarah! Amber berpaling kearah tempat duduk para tamu. Dilihatnya ibunya. Sekali lihat saja Amber merasa ibunya sama bangganya dengan ibu-ibu lain!
“aku tak tahu apa yang dilakukan oleh SM pada uri-Amber,” pikir Mrs. Liu, ibu Amber. “ ia tampak berbeda. Tadinya ia begitu biasa wajahnya. Kini tampak cantik bila tersenyum. Dan betapa bahagia dan riangnya ia berkumpul dengan teman-temannya!”
Suatu sore yang indah. Dan malam harinya Rapat Besar terakhir diadakan. Siwon baru mengumumkan bahwa aka nada suatu kejutan nanti setelah segala kegiatan selesai dilaksanakan.
Kotak uang dikosongkan, isinya dituang dimeja dan dibagi rata untuk semua murid. Ini selalu dilakukan setiap akhir semester. Anak-anak gembira menerimanya, sebab ini berarti mereka akan memulai masa liburan mereka dengan sejumlah uang di saku.
Kemudian Siwon berkata, “dengan sangat menyesal aku mengumumkan bahwa kita akan kehilangan Key dalam semester mendatang. Ayah-ibu Key akan pergi ke luar negeri dan ia akan ikut mereka. Maka kita tidak akan bertemu dengannya lagi sampai ia kembali. Dan itu mungkin memakan waktu 6 bulan.”
Keadaan hening. Semua mendengarkan dengan penuh perhatian. “disini aku merasa terpanggil untuk berkata, bahwa kami sangat berterima kasih pada Key. Ia telah melakukan tugasnya sebagai Pengawas dengan sangat baik dan bijaksana selama beberapa semester. Ia telah melakukan banyak sekali tindakan yang menggambarkan kebaikan hatinya, tindakan yang sering tidak pernah kita ketahui dan hanya dinikmati oleh mereka yang dibantunya. Kami akan sangat kehilangan dia, dan kami akan sangat gembira bila ia nanti kembali ke tengah-tengah kita.”
“gomaseumnida,” sambut Key dengan muka merah. Ia seorang anak yang pendiam dan pemalu, tapi sangat disukai oleh semua anak. Seluruh sekolah memang merasa kehilangan atas kepergiannya.
“karena Key tidak akan berada diantara kita semester mendatang, maka kita harus memilih seorang Pengawas baru untuk menggantikannya,” kata Boa. “kalau kalian kehendaki, tentu saja Kris bisa kembali menjadi Pengawas, menggantikan Key. Tapi kalian boleh juga memilih orang lain, yang kalian anggap patut menjadi Pengawas. Sooyoung, bagikan kertas suara!”
Sooyoung berdiri, membagikan secarik kecil kertas kepada setiap murid yang ada disitu. anak-anak itu agak lama termenung, berpikir. Agak sulit juga tiba-tiba harus memilih, tanpa lebih dahulu mereka membicarakannya. Taeyeon menggigit-gigit pensilnya. Ia harus menulis nama siapa?
Akhirnya ia memutuskan untuk memilih nama Shim Changmin. Walaupun dalam hati ia merasa bahwa Changmin bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan Pengawas dengan hanya satu hal yang sangat diketahui Changmin, yaitu berkebun. Tapi tidak apa kalau ia diberi kesempatan. Maka akhirnya Taeyeon menulis di kertasnya : Shim Changmin.
Segera juga yang lain selesai menulis. Kertas-kertas dikumpulkan oleh Dewan Juri, dibuka dan dihitung. Setelah diketahui nama tiga calon dengan suara terbanyak, para Juri menuliskan pilihan mereka, dan menyerahkannya pada kedua Hakim.
Siwon dan Boa membaca kertas-kertas pilihan para Juri, membicarakannya dengan perlahan. Kemudian, Siwon mengetuk meja.
“tiga nama telah memperoleh suara terbanyak,” kata Siwon. “Shim Changmin, Kim Yesung, yang terutama dipilih oleh anak-anak kecil dank au mesti bangga untuk itu, Yesung, dan………Kim Taeyeon!”
Terlompat Taeyeon dari tempat duduknya. Tak pernah terpikir olehnya bahwa ada yang memilih namanya. Tak pernah terpikir olehnya ada anak yang menganggap ia cukup bijaksana untuk menjadi Pengawas! Suatu kejutan besar!
“dalam semester ini, kita telah mendengar banyak tentang Kim Taeyeon,” kata Siwon. “ada yang baik, ada yang buruk. Tapi baik Boa maupun aku telah memperhatikan betapa baiknya Taeyeon menanggung beban kekecewaan akhir-akhir ini. ia melupakan kekecewaannya, melupakan kepentingan dirinya dan giat membantu anak lain, membantu kelasnya. Maka tidak heran kalau banyak yang memilihnya.”
“kami tahu bahwa kekecewaannya itu datang padanya karena ulahnya sendiri,” Boa melanjutkan kata-kata Siwon. “tapi kita tidak boleh lupa bahwa ia sampai mengorbankan pergelangan tangannya karena mencoba menghentikan kuda Sehun. Itu suatu tindakan yang sangat berani. Taeyeon, kau memang campuran berbagai sifat. Kau bisa berbuat konyol, tapi kau juga bisa berlaku bijaksana. Kau bisa tidak sabaran, tapi kau juga bisa bersabar. Kau bisa bertindak keji, tapi kau juga bisa baik hati. Diatas semua itu kita tahu bahwa kau selalu berusaha untuk berlaku adil, bijaksana, dan setia.”
Boa berhenti sejenak. Taeyeon menunggu, dadanya berdebar keras. Apakah Boa akan mengatakan bahwa ia harus mencoba lagi, berusaha lagi, dan baru semester yang akan datang bisa jadi Pengawas kalau ia berusaha lebih baik?
Tidak. Boa ternyata tidak mengatakan begitu. Ia tersenyum pada Taeyeon dan berkata lagi, “Taeyeon, baik aku maupun Siwon telah sangat mengenalmu sekarang. Dan kami yakin kalau kami mengangkatmu menjadi Pengawas, kau tidak akan mengecewakan kami. Kau akan memperlakukan anak lain lebih daripada kau memperlakukan dirimu sendiri. karena itu kami merasa cukup aman untuk memanggilmu maju, dan duduk di meja para Pengawas, serta minta padamu untuk berusaha menjadi yang terbaik dalam semester yang akan datang.”
Dengan pipi serasa terbakar dan mata bersinar-sinar Taeyeon maju ke meja juri. Belum pernah ia begitu bangga dan bahagia. Ia tak peduli tak bisa berduet dengan Kangta di pertunjukan sekolah. ia tak peduli tak bisa main di berbagai pertandingan dan permainan olahraga. Nasib sialnya ternyata telah berubah menjadi nasib luar biasa baiknya. Ia telah diangkat menjadi Pengawas!
Ia mengambil tempat disamping Sunny yang langsung menjabat tangannya dan berbisik, “Taeyeon-ah, aku senang sekali!”
Dan disinilah kita meninggalkan Taeyeon. Duduk di meja Pengawas, melamunkan berbagai rencana hebat yang akan dilaksanakannya semester berikutnya. Ia jadi Pengawas! Jinjja? Si Trouble Maker itu sekarang jadi Pengawas?
“walaupun aku jadi Pengawas, mungkin sekali aku masih akan melakukan beberapa tindakan konyol.” Pikir Taeyeon. “Tapi tidak apa. Aku telah mendapat kesempatan ini. dan akan kutunjukkan pada semua orang bahwa aku mampu berbuat sesuatu dalam semester nanti!”
Kita harap Taeyeon akan mampu membuktikan kemampuannya!

-THE END-

[FF] Trouble Maker – Chapter 25

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Don’t forget for RCL

-Trouble Maker- Chapter 25 : Taeyeon is Annoying
Taeyeon mengetuk pintu Sanatorium. Ibu Asrama sedang berada didalam, merawat 2 orang anak yang sedang sakit. Ibu Asrama keluar mendengar ketukan Taeyeon.
“ada apa?” tanya Ibu Asrama. “kau tidak boleh masuk.”
“arasseo,” kata Taeyeon. “tanganku terkilir. Mugnkin anda bisa mengobatinya.”
Ibu Asrama memeriksa pergelangan yang bengkak itu. “wah, pasti sakit sekali rasanya. Bagaimana kejadiannya?”
Taeyeon menceritakan apa yang terjadi. Ibu Asrama merendam kain perban dalam air dingin dan membebatkannya erat-erat dipergelangan yang sakit itu.
“apakah bisa cepat sembuh?” tanya Taeyeon. “untung bukan tangan kananku.”
“kukira agak lama. Jangan digerak-gerakkan, ya. begini, akan kubuatkan penggantung tangan dari saputangan ini, dan ku belitkan ke lehermu. Nah, kurasa ini cukup membantu.”
Sudah lewat waktu minum teh. Ibu Asrama mengajak Taeyoen ke kamarnya, dan ia diberi beberapa potong roti bakar. Taeyeon sangat lelah dan pucat. Rasanya ia tak ingin makan apapun, tapi tergiur juga oleh roti bakar selai strawberry itu. tak lama ia telah memakannya sambil minum coklat hangat yang juga dihidangkan oleh Ibu Asrama.
Kemudian ia kembali ke kamarnya, teman-temannya telah menunggunya didepan asrama. Sunny segera berlari menjemputnya, bertanya khawatir, “Taeng? Apa kau luka? Parah?”
“ani. Hanya sakit sekali rsanya,” kata Taeyeon. “tapi lumayan juga karena Ibu Asrama telah membebatnya. Seperti biasa ini memang salahku sendiri. aku tak sabar menunggu Yesung. Lalu kupasang pelana pada Genie untuk Sehun. Dan ternyata Genie melarikan diri!”
“kasihan sekali kau.” Kata Sulli.
Yesung tak berkata apa-apa. Wajahnya tampak masih marah.
Tak lama kemudian Suhun muncul. “nunna, bagaimana pergelangan tanganmu? Aku sangat menyesal. Kurasa kau tidak akan bisa main piano.”
Taeyeon belum pernah memikirkan hal itu. ia ternganga terkejut oleh kata-kata Sehun.
“ommo! Benar juga! Aku lupa itu. oh, padahal aku ingin sekali berlatih lebih keras lagi minggu ini. dan sekarang aku hanya punya satu tangan!”
Semua anak merasa kasihan padanya. Yesung mengangkat kepalanya dan berkata, “sayang sekali, taeng. Kuharap tanganmu sudah sembuh nanti pada saat pertunjukan akhir semester.”
Taeyeon gusar sekali. Tak terasa airmatanya mulai menetes lagi, dan cepat-cepat ia menghapusnya. Ia tidak ingin teman-temannya tahu ia menangis. Ia pergi ke salah satu ruang latihan music. Sendiri ia duduk dikursi piano, menopang kepalanya ke standar buku music. Ia sangat marah pada dirinya sendiri, berbuat sebuah kebodohan yang seperti biasa membuahkan kesulitan bagi dirinya sendiri.
Kangta masuk menggumamkan sebuah lagu. Ia tak melihat Taeyeon, sampai kemudian ia menyalakan lampu. Ia heran melihat Taeyeon sendirian di ruangan gelap itu.
“ada apa?” tanya Kangta. “kenapa kau menangis?”
“sebab yang kau katakan terjadi,” kata Taeyeon dengan sedih. “kau mengatakan bahwa aku jadi sombong akan permainan pianoku. Dan kau berkata pula yang angkuh akan jatuh. Kau benar. Aku telah melakukan sesuatu yang bodoh. Dan pergelangan tanganku sekarang sakit. Aku tidak akan bisa main piano bersamamu. Aku tidak akan bisa memainkan duit denganmu di akhir semester nanti.”
“oh, sayang sekali.” Kata Kangta kecewa. “jadi aku akan terpaksa bermain dengan Sungmin. Padahal ia jauh sekali darimu, Taeyeon, dalam hal kepandaian bermain piano.”
“harusnya kau tidak berkata’yang angkuh akan jatuh’,” tangis Taeyeon. “aku merasa seolah-olah kaulah yang membuat semua ini terjadi.”
“babo! Benar-benar kekanak-kanakan pikiranmu, ateng. Bagaimanapun, bergembiralah. Mungkin keadaan ini tidak akan seburuk yang kau duga. Hmm..kau masih bisa tampil dengan Kyuhyun, Jessica dan Donghae. Kupikir kemampuan menyanyimu jauh diatas permainan pianomu. Sudahlah, sekarang akan kumainkan sebuah lagu untukmu. Turunlah dari kursimu.”
Taeyeon turun dari kursi piano, dan duduk dikursi disudut ruangan. Marah dan lelah. Ia tak senang pada Sehun dan kudanya yang melarikan diri. Ia tak senang pada Kangta. Ia tak senang pada Yesung. Ia tak senang pada dirinya sendiri. ia marah. Kesal. Lelah. Tak ingin merasa senang pada siapapun dan apa pun. Tapi music Kangta membuat segalanya berbeda. Sedikit demi sedikit kerut di kening yeoja itu menghilang. Ia menyandarkan diri, merasakan nada-nada lembut piano mengisi kesunyian ruangan itu. Kangta tahu benar bahwa music akan bisa menyejukkan hati Taeyeon.
Sebelum lagu Kangta habis, Taeyeon menyelinap keluar, kembali asrama. Mungkin pergelangan tangannya akan membaik besok. Mungkin ia terlalu khawatir untu ksuatu persoalan kecil.
“Taeyeon, ayo bantu aku menyelesaikan puzzle ini,” ajak Amber, “entah yang mana yang bisa masuk tempat ini.”
Semua bersikap baik pdanya. Taeyeon bersyukur tapi ia lebih gembira lagi waktu lonceng tidur berbunyi, sebab kakinya terasa kaku, dan pergelangan tangannya sakit. Ibu Asrama memeriksanya sekali lagi, mengganti bebatnya dan menaruhnya digantungan tangan.
“lebih baik kau memakai gantungan tangan itu dulu,” kta Ibu Asrama, “agar tak banyak bergerak dan tak terlalu terasa sakit.”
Taeyeon berharap mudah-mudahan sakitnya sembuh saat ia bangun besok. Tapi ternyata tidak, tangannya masih bengkak dan memar, walaupun tak begitu terasa sakit. Ia tidak akan mungkin main piano. Tapi setidaknya ia memutuskan akan bernyanyi berempat bersama Jessica, Kyuhyun, dan Donghae.
Kemudian Taeyeon baru sadar betapa sulitnya mengerjakan hal-hal sepele dengan satu tangan. Ia tak bisa mengikatkan pita rambutnya. Ia tak bisa mengikatkan tali sepatunya. Ia tak bisa mandi dengan baik. Bahka ia tak bisa mengancingkan bajunya sendiri.
Teman-temannya semua membantu apa yang bisa mereka lakukan. Tapi Taeyeon begitu kesal hingga sulit untuk dibantu. Ia tak mau berdiri tenang. Ia menggeleng-gelengkan kepala waktu Sunny mencoba merapikan rambutnya. Ia menghentakkan kaki waktu Amber mencoba mengancingkan bajunya, sehingga kancing-kancing itu banyak yang salah lubang karena Taeyeon tidak bisa diam.
“aigoo!” seru Sunny. “kau kembali jadi yeoja badung lagi! Kau benar-benar menyebalkan bagi semua orang!”
“kau juga pasti begitu kalau mengalami kejadian seperti ini,” kata Taeyeon mara, “kalau saja yang sakit tangan kananku, makan aku pasti boleh tidak mengikuti semua ulangan akhir semester. Tapi karena tangan kiriku yang sakit, maka aku harus tetap mengikuti semua ulangan, sementara aku terpaksa tak bisa mengikuti semua kegiatan yang paling kusukai. Olahraga, naik kuda, berkebuh, music,…oh, betul-betul sial aku ini!”
Beberapa hari kemudian Ibu Asrama berkata bahwa Taeyeon sudah boleh menggunakan tangannya lagi. Tapi malang bagi Taeyeon, tangan kirinya itu kini serasa tak punya kekuatan, hingga ia tak berani sering-sering menggunakannya. Dokter juga berkata ia tak boleh memaksa tangan kiri itu, segalanya harus dilakukan secara bertahap. Ia harus bersabar.
Itulah salah satu yang paling tak bisa dilakukan Taeyon. Bersabar! Ia sedang gusar, dan itu tak menyembunyikannya. Ia cepat tersinggung. Semua anak segera tahu hal itu. ia marah pada Kangta karena sekarang Kangta berlatih duet dengan Sungmin.
Dan ternyata ia juga tak bisa ikut bermain drama, sebab ia berperan sebagai prajurit yang harus melakukan beberapa gerakan dengan senjata yang tak bisa dilakukannya dengan pergelangan tangannya yang lemah itu. habis kesabaran Taeyeon.
Teman-temannya sanat khawatir akan perkembangannya. Juga sangat kecewa. Mereka terus membicarakannya.
“maikn lama ia makin menyebalkan,” kata Sulli. “makin pemarah. Tak seorang pun bisa melakukan sesuatu untuknya. Ada-ada saja alasan baginya untuk marah. Ia tak bisa tidak menaruh kasihan pada dirinya sendiri yang telah kehilangan begitu banyak kegiatan yang digemarinya. Sayang sekali ia tidak bisa ikut berolahraga, padahal ia sangat menyukai semua cabang olahraga.”
“ayo kita pikirkan sesuatu yang bisa dilakukannya,” kata Sunny. “misalnya saja berlatih vocal dengan Kyuhyun, Donghae, dan Jessica. Atau mungkin ia bisa menghibur Kris yang masih harus berbaring di Sanatorium, membacakan buku untuknya misalnya. Banyak sekali yang bisa dikerjakan. Taeyeon juga pandai merancang dan melukis, mungkin ia bisa membantu dengan membuat beberapa buku acara untu kpertunjukan drama kita. Ia masih bisa menulis dan melukis dengan tangan kanan. Kita juga memerlukan mahkota-mahkota emas, Yesung berjanji akan membuatnya, dan Taeyeon mungkin bisa membantunya mengecatnya dengan cat emas.”
Semua setuju bahwa jika Taeyeon diberi tugas-tugas, mungkin sekali ia akan melupakan kemarahannya. Maka satu persatu mereka mendatangi Taeyeon untuk minta dibantu ini-itu.
Taeyeon anak cerdas. Ia segera mencium maksud teman-temannya itu. mula-mula ia cenderung untuk langsung menolak permintaan mereka. Untuk apa ia melakukan sesuatu untuk kesenangan orang lain, padahal dirinya sendiri tak bisa merasa senang? Sunny melihat air muka masam Taeyeon, lalu segera menuntunnya keluar.
“kajja, ikut jalan-jalan,” kata Sunny. “dan kita bisa mengobrol. Aku sekarang seorang Pengawas dan aku punya hak untuk menasihatimu dan menolongmu.”
Mereka berjalan-jalan di taman. “aku tahu apa yang akan kau katakan,” kata Taeyeon. “kau akan berkata bahwa tindahku buruk sekali. Aku tidak akan bisa jadi Pengawas sepertimu, aku tidak akan bisa melupakan kepentingan diriku sendiri, aku tidak akan bisa turun tangan jika ada sesuatu yang kuanggap tidak beres.”
“Taeyeon, kau benar-benar bodoh.” Kata Sunny dengan sabar. “kau tidak tahu apa yang bisa kau lakukan sebelum kau mencobanya. Semester ini tinggal 2 minggu lagi. Jangan membuat waktu yang singkat itu tak menyenangkan bagimu. Kami semua menyukaimu, mengagumimu. Jangan sampai hal kecil seperti sakit pergelangan tanganmu itu membuat perasaan kami padamu berubah, membuat kami tak senang padamu, tak kagum padamu. Kau sebenarnya memang sangat mengesalkan. Kau membuat segalanya sulit bagi sahabat-sahabatmu.”
Taeyeon menendang sebuah batu dijalan. Mengapa ia membuat teman-temannya kesal, pikirnya, padahal sakit tangannya itu karena kesalahannya sendiri. ia benar-benar tak bisa berpikir dewasa! Akhirnta Taeyeon memegang tangan Sunny.
“baiklah, Pengawas! Akan ku bantu kau sejauh aku mampu. Aku akan membuat buku acara, kau akan berlatih vocal dengan Kyuhyun, Donghae, dan Jessica. Aku akan membacakan buku untuk Kris. Aku akan mengecat mahkota emas itu. kalau tinggal 2 minggu saja aku tak bisa bersikap baik, sungguh keterlaluan, bukan?”
“sebenarnya karena kami tahu bahwa kau mempunyai pribadi yang kuat, maka kami tak rela tiba-tiba kau berkepribadian lemah. Baiklah, lakukan apa saja yang kau rasa baik.”
“sekali Taeyeon membaut keputusan, maka keputusan itu pasti dilakukannya. Seperti juga ia bisa tak sabaran, maka ia pun bisa bersabar hati. Seperti juga ia bisa jadi pemurung, ia pun bisa bersikap ceria. Dan perubahan ini berlangsung seketika!
Ia langsung membuat rencana buku acara. Ia bisa memegang kertas dengan tangan kiri, hingga dengan mudah ia bisa menggambar dengan tangan kanan. Tak lama ia sudah menyelesaikan 6 buah buku acara. Indah dan menarik, dan dikagumi teman-teman sekelasnya. Taeyeon sangat gembira.
“sekarang aku akan menjadi anak baik dan aku akan berlatih vocal bersama Kyuhyun, Donghae, dan Jessica. Yah, setidaknya aku bisa tampil di pertunjukan akhir semester meskipun tidak bermain piano. Dan kemudian mengunjungi Kris. Membacakan sebuah buku untuknya,” katanya sambil tersenyum riang pada siapa saja. begitu ia keluar ruangan, semua tertawa.
“ia memang bukan main badungnya, tapi kita menyukainya,” kata Sulli. Dan semua anak setuju pada pendapat itu.
to be continue..

readers, 1 chapter lagi tamat nih, hohoho

[FF] Trouble Maker – Chapter 24

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Don’t forget for RCL

-Trouble Maker- Chapter 24 : The Scary Experience
Bulan Desember tiba. Sekolah SM sibuk mempersiapkan berbagai pertunjukan untuk akhir semester nanti. Cuaca sering buruk, sehingga banyak kegiatan di luar gedung terpaksa dibatalkan.
“bahkan untuk berkebun juga tidak baik,” gerutu Changmin, kemudian melihat keluar jendela. “tanah begitu lembek sehingga tidak bisa digali.”
“bisa sih bisa tapi kau akan basah kuyup,” kata Sunny. “seharusnya kau cari kesibukan lain. Tapi mestinya kau akan sibuk menekuni buku-buku berkebunmu.”
Sunny bangga sekali menjadi Pengawas. Dilakukannya semua tugasnya dengan sepenuh hati dan penuh kebanggaan. Diperhatikannya betul-betul bahwa anak-anak dibawah pengawasannya tidak ada yang melanggar peraturan. Dan kalau mereka datang padanya minta bantuan atau pertolongan, maka ia berusaha keras untuk bisa membantu, paling tidak dengan nasihat. Ia juga harus bertindak selalu bijak dan sabra, dan ini tak begitu sulit baginya, karena pada dasarnya ia memang anak yang bijak dan baik hati.
Taeyeon merasa sangat gembira Sunny menjadi Pengawas. Ia sama sekali tidak merasa iri, walaupun ia punya keinginan juga menjadi Pengawas. Lagi pula Sunny telah berada lebih lama darinya. Ia harus mampu menunggu gilirannya dengan sabar, walaupun sabar bukan salah satu sifat Taeyeon.
Taeyeon dengan tekun berlatih music, dan melatih duetnya dengan Kangta berkali-kali. Ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa bermain sangat bagus dibidang music. Mr. Shin sering memujinya.
“Taeyeon, kau berlatih terlalu rajin. Permainanmu sangat luar biasa baiknya semester ini.”
Taeyeon merasa bangga. Asha! Akan ditunjukkannya pada semua orang betapa pandainya dia bermain music. Kalau orangtuanya hadir, pasti mereka heran dan bangga melihat dia bermain duet begitu sulit dengan orang sehebat Kangta.
“kau tampaknya jadi terlalu sombong akan permainanmu, Taeyeon,” kata Kangta. Kangta kalau bicara memang selalu ceplas-ceplos, tidak pernah dipikir sebelumnya, kadang-kadang memang menyakitkan hati. “sayang sekali. Aku menyukai permainanmu. Tapi aku tidak suka kalau kau jadi sombong karenanya.”
“jangan bicara begitu, oppa,” kata Taeyeon, meluap amarahnya tapi ditahannya. “bukankah aku tidak berkata padamu bahwa kau juga sombong?”
“aniya. Sebab aku memang tidak sombong. Aku tahu benar aku punya bakat music. Aku tahu benar itu anugrah Tuhan, sesuatu yang membuatku bersyukur. Dan aku akan selalu menggunakan bakatku itu sebaik mungkin. Tapi aku tidak akan pernah menyombongkannya.
Taeyeon merasa tersinggung. Terutama karena ia tahu bahwa kata-kata Kangta ada benarnya. Ia memang sedikit besar kepala karena terlalu sering dipuji!
“tapi kenapa aku tidak boleh membanggakan kepandaianku,” pikir Taeyeon. “aku tidak memiliki bakat hebat seperti Kangta. Kepandaianku karena hasil jerih payahku, sudah selayaknya aku patut berbangga, bukan?”
Karena itu Taeyeon tetap saja merencanakan untuk memamerkan kepandaiannya pada pertunjukan akhir semester. Ia akan membuat semua orang kagum akan kepandaiannya memainkan piano. Tapi memang, siapa sombong akan terdorong, siapa angkuh akan jatuh, dan siapa takabur akan hancur. Taeyeon juga akan tahu itu, dengan cara yang cukup mengerikan.
Taeyeon, Yesung, Changmin, dan Amber telah merencanakan untuk pergi berkuda disuatu sore, sebelum waktu latihan olahraga. Sehun mendadak muncul dan minta pada Yesung agar ia juga diperbolehkan ikut.
“tidak bisa, Sehun-ah,” kata Yesung. “kuda yang biasa kau tunggangi pincang, dank au belum begitu bisa menguasai yang lain. Tunggu saja sampai kudamu sembuh.”
“oh, ayolah, biarkan aku naik kuda yang lain,” pinta Sehun. “kau kan tahu, aku sudah cukup bisa berkuda.”
“biarlah dia ikut, Yesung,” kata Taeyeon. “ia bisa naik Genie.”
“Tapi Genie hari ini agak aneh,” kata Yesung. “baiklah, kita lihat saja nanti. Kalau keadaan Genie membaik jam 2 nanti, kau boleh ikut.”
Sudah jam 2. Ternyata Yesung belum berada di kandang. Yang lain sudah berkumpul. Taeyeon memasang pelana pada kuda-kuda yang akan mereka tunggangi. Dan Yesung belum juga muncul.
“aigoo..” keluh Taeyeon. “ini sudah jam 2 lebih 10 menit. Yesung kemana sih? Kita membuang-buang waktu saja.”
Sehun cepat berlari untuk mencari Yesung. Tapi beberapa menit kemudian ia telah kembali dan berkata bahwa ia tak bisa menemukan Yesung.
“geurae, kalau kita ingin berkuda, sebaiknya cepat berangkat,” kata Taeyeon. “bisa habis waktu kita nanti.” Ia memanggil pengurus kuda.
“Hey, Tao! Bolehkah aku memasang pelana Genie? Apa Genie sudah baik?”
“dia tampaknya agak gelisah,” sahut Tao. “lihat saja sendiri.”
Taeyeon pergi ke kandang Genie. Kuda kecil itu segera menciumi tangannya. Taeyeon menggaruk-garuk hidung Genie dan berpikir, “sepertinya kuda ini baik-baik saja.” dan ia berkata pada Sehun, “kurasa kuda ini sudah baik, Sehun-ah. Baiklah kupasangkan pelanamu. Aku yakin Yesung akan berkata bahwa kau boleh menungganginya.”
Cepat-cepat Taeyeon memasang pelana pada Genie, dan Sehun langsung melompat kepunggung kuda itu. keempat anak itu tak lama kemudian sudah berkuda di padang rumput.
“kita tak punya banyak waktu!” seru Taeyeon. “tinggal 20 menit! Setelah sampai di bukit, kembali lagi saja!”
Mereka berderap di jalan yang menuju ke bukit. Dan terjadi sesuatu!
Ketika mereka menikung, dari arah depan ternyata sebuah mesin penggilas muncul, menderu-deru dan menderam-deram. Genie melonjak ketakutan. Sehun mencengkram kendalinya.
Cepat-cepat Taeyeon memajukan kudanya, mencoba menyambar kendali Genie. Tapi Genie mengibaskan kepala, meringkik keras dan melesat memasuki sebuah gerbang yang terbuka kearah sebuah padang.
Dan Genie melarikan diri! Ketiga anak yang tertinggal itu sesaat ternganga ketakutan, kasihan sekali Sehun! Dibawa lari Genie, berpegangan erat-erat ketakutan, sementara kudanya bagaikan gila berlari menyebrangi padang berbatu menuju bukit.
“akan kukejar dia!” teriak Taeyeon. Dibelokkannya kudanya, berpacu cepat memasuki padang. Ia berteriak pada kudanya, ia menepuk punggung kuda itu. dan sang kuda mengerti ia harus mengejar Genie yang lari tak terkendali itu.
Menyebrangi padang berbatu itu Taeyeon terus mengejarnya, sementara Changmin dan Amber terpaku ketakutan. Dikejauhan Genie juga terus berpacu, membawa Sehun dipunggungnya.
Kuda Taeyeon jauh lebih besar dan lebig cepat daripada Genie. Dan ia pun sangat senang berlari cepat. Kakinya mengepak keras membuat kerikil beterbangan. Dan Taeyeon terus saja membujuk agar ia berlari lebih cepat lagi! Untunglah ia cukip pandai berkuda dan ia sangat mempercayai kudanya. Mereka berpacu terus, dan makin lama makin dekat dengan Genie.
Saat itu Genie sudah mulai terengah-engah, sebab mulai menanjak lereng bukit yang terjal. Kini ia mulai menderap lambat, sementara Sehun berusaha keras menghentikannya. Tapi Genie masih ketakutan.
Taeyeon terus berpacu dan akhirnya menyusul Genie. Tapi Genie jadi ketakutan lagi melihat kedatangannya. Ia menjulurkan leher dan mulai berlari cepat lagi.
Untung Taeyeon berhasil menyambar cepat kendalinya. Dan saat Genie merasakan tangan kecil tapi kuat menahan kendalinya, ia mulai tenang. Taeyeon membujuknya terus. Taeyeon tahu cara berbicara dengan kuda, Genie hanya sekali mencoba membebaskan diri, kemudian dengan patuh ia memperlambat langkahnya, gemetar sekujur badannya.
Sehun juga gemetar. Ia segera turun. Taeyeon melompat turun dari kuda dan cepat memegang kepala Genie. Dalam beberapa menit saja ia telah membuat tenang kuda itu. tapi ia belum berani menungganginya.
“Sehun-ah, naiklah kudaku dan pergilah ke anak-anak yang lain,” kata Taeyeon. “aku akan menuntuk Genie pulang. Katakana pada Choi seonsaengnim aku tidak bisa datang tepat pada waktunya untuk latihan. Cepat berangkatlah!”
Sehun anik kuda Taeyeon segera pergi menemui yang lain. Rasa takutnya segera hilang dan ia mulai membual pada Changmin dan Amber tentang pengalamannya di atas kuda yang melarikan diri tadi. Ketiga anak itu langsung pulang, menyampaikan pesan Taeyeon, sementara Taeyeon harus berjalan menuntun Genie, menempuh jarak yang lumayan jauhnya!
Tak lama Taeyeon sudah merasa letih dan kesal. Kejadian tadi mengakibatkan suatu kecelakaan yang mengerikan. Mungkin saja Sehun jatuh dan terluka parah. Kenapa ia memperbolehkan Sehun menaiki Genie sebelum dapat persetujuan dari Yesung? Tapi Yesung juga salah, mengapa ia tidak datang tepat waktu?
Tangan kirinya terasa sakit. Tadi ia menggunakan tangan itu untuk menyambar tali kendali Genie. Dan sepertinya karena tarikan Genie maka terjadi salah urat pada tangan kirinya itu. Dimasukannya tangan itu kedalam mantelnya, berharap semoga kehangatan bisa membuatnya lebih baik. Sungguh sengsara ia berjalan menyebrangi padang dan menyusuri jalan sambil menuntun kuda yang mendengus-dengus dan terengah-engah karena kelelahan.
Pengurus kuda tampak gusar waktu ia datang. Yesung juga lari keluar dan langsung memarahinya.
“Kim Taeyeon! Sudah kudengar semuanya!” kata Yesung. “bodoh sekali kau memperbolehkan Sehun naik Genie. Aku terpaksa terlambat datang karena harus mengerjakan sesuatu untuk Sooman sajangnim. Harusnya kau menunggu sampai aku datang! Kalau saja kau menungguku, peristiwa ini tidak akan mungkin terjadi, sebab pasti aku tidak akan mengijinkan Genie ditunggangi. Kau ini selalu saja tak pernah berpikir kalau bertindak!”
Taeyeon begitu letih, tangannya begitu sakit. Tak terasa air matanya mengalir.
“bagus sekali, kau jadi bayi sekarang, hah?” Yesung berkata mengejek. “kau kira kalau kau menangis aku akan kasihan? Lalu aku tidak akan memarahimu? Dasar yeoja! Untung saja Sehun dan Genie tidak apa-apa.”
“Yesung! Jangan terlalu keras memarahiku!” Taeyeon tersedu-sedu. “tanganku sakit sekali, dan aku memang sangat meyesal telah memperbolehkan Sehun menaiki Genie.”
“oh, ya Tuhan!” seru Tao yang semula diam saja melihat pertengkaran keduanya. “tanganmu bengkak, Taeng!”
“coba kulihat tanganmu,” kata Yesung agak lebih lembut. Dan kemudian tampak cemas dan khawatir. “cepat pergi ke Ibu Asrama. Sepertinya cukup gawat tanganmu ini. jangan terlalu bersedih, nasi sudah jadi bubur. Lain kali berpikirlah 2 kali sebelum mengambil keputusan. Sudah,uljima!” Kata Yesung sambil menghapus air mata Taeyeon kedua jari jempolnya penuh perhatian.
“bukan karena itu aku menangis,” kata Taeyeon kesal. “aku menangisi kuda yang begitu binal itu, dan tanganku yang sangat sakit!”
Taeyeon bergegas ke tempat Ibu Asrama. Kasihan sekali. Selalu ada saja yang terjadi pada Taeyeon.
“Taeyeon!” panggil Yesung dari kejauhan membuat Taeyeon menoleh ke belakang. “berhentilah membuatku khawatir!”
to be continue..