Blog Archives

[FF] Purple Butterfly (Chapter 5)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror
Rating : M
Language : Bahasa Indonesia
Disclaimer : This story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly
Copyright : ashiya19.wordpress.com

crimson butterfly

-Previous Chapter-

Kyuhyun dan Taeyeon lanjut jalan setelah penampakan itu hilang. Kemudian melewati tangga. Satu per satu mereka berjalan menuruni tangga. Terdengar suara, “Kalian datang ke tempat ini untuk tujuan ini.”

Suaranya sama persis dengan suara lelaki yang muncul di koridor tadi. Kyuhyun menoleh ke belakang namun tidak ada apa-apa kecuali Taeyeon. Kyuhyun mulai bersiap dengan kameranya. Untuk barjaga-jaga kalau-kalau makhluk halus itu menyerangnya. Tapi tiba-tiba Taeyeon berlari mendahului Kyuhyun. “kenapa dia?” pikir Kyuhyun.

Kyuhyun mengikutinya. Taeyeon berdiri tepat di tengah ruangan sambil menunduk. Kyuhyun melangkah mendekatinya.
Bulu kuduk Kyuhyun meremang, tubuhnya gemetaran. Kyuhyun bergumam, “Perasaan ini…”

Tiba-tiba terdengar jeritan yang memilukan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya terkejut dengan suara itu. Seperti jeritan seorang perempuan yang menjerit kesakitan. Tidak lama kemudian tampak sosok yeoja memakai hanbok putih, penuh darah dan sekitarnya berserakan mayat-mayat dengan kondisi mengenaskan. Tapi sosok itu perlahan berganti-ganti dengan Taeyeon. Kyuhyun menyentuh bahunya dari belakang, “Taeng, ada apa?”

Taeyeon mengangkat wajahnya. “Eh… eobseo.”

Kyuhyun menarik nafas lega. Ia bergerak ke pintu lain untuk melanjutkan perjalanan. “Oppa, kita harus keluar dari sini. Aku tidak mau membunuh lagi…” Gumaman Taeyeon terdengar oleh Kyuhyun.

Tidak mau membunuh lagi? Apa maksudnya itu. Aku tidak mengerti. Apa ia baik-baik saja? Ataukah makhluk-makhluk ditempat ini sudah….

-Chapter 5- onion-emoticons-set-4-9

“Taeyeon-ah, apa maksud kata-katamu itu?” tanya Kyuhyun dengan bingung namun Taeyeon tetap diam. “Taeng!” Kyuhyun menyentuh pundak Taeyeon hingga membuat yeoja itu terkesiap seperti baru tersadar dari dunianya sendiri.

“oh? Apa?” jawab Taeyeon seperti orang linglung.

“kau ini sebenarnya kenapa?” tanya Kyuhyun hati-hati. “kenapa sikapmu jadi aneh?”

“maksudmu?”

“kau berkata tidak mau membunuh lagi. Apa maksud ucapanmu itu?”

“apa aku berkata seperti itu?” tanya Taeyeon dengan wajah bingung. “aku tidak mengingatnya. Lagi pula…membunuh? Membunuh apa?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar jawaban Taeyeon. “Taeng-ah….”

“hm?”

“apa kau bisa ceritakan padaku saat kau menghilang? Siapa yang membawamu?”

Taeyeon tampak berpikir keras berusaha mengingat-ingat kejadian yang menimpanya, “seingatku….ada sekitar 5 namja memakai hanbok putih….dan mereka membawa tombak yang cukup panjang. Dan mereka juga mengacungkan tombak itu ke arahku agar aku ikut mereka.”

“kenapa kau tidak berteriak membangunkanku?” tanya Kyuhyun.

“aku sudah berteriak meminta tolong padamu sambil terus berontak di tangan mereka. Tapi kau tidak juga bangun bahkan tidak bergerak sama sekali..”

Kyuhyun menghela napasnya, “mianhae…”

“saat itu aku benar-benar takut. Mereka memaksaku untuk mengikuti mereka ke suatu tempat.”

“kemana?”

“molla. Aku tidak ingat.” Jawab Taeyeon menundukan kepalanya. “tapi terakhir yang ku ingat aku melihat sebuah foyer besar menuju gua yang besar. Dan setelah itu….aku tidak ingat apa-apa. Dan begitu aku sadar, aku sudah berada di dalam rumah gelap ini sendirian.”

fatalFrame2_1_thumb

Kyuhyun menatapnya dengan pandangan menyesal, “seharusnya aku bangun dan melepaskanmu dari mereka. Aku minta maaf..” Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“oppa, cepat kita keluar dari sini. Aku takut berada di rumah ini.”

“ne. kajja!”

Mereka kembali melanjutkan berjalan mencari pintu yang sesuai dengan kunci kupu-kupu yang mereka temukan. Tidak lama kemudian, mereka berhadapan dengan sebuah pintu besar.

“kita coba pintu ini. Mudah-mudahan ini jalan keluarnya.” Ucap Kyuhyun.

Saat Kyuhyun akan memasukan kunci itu, tiba-tiba Taeyeon menjerit.

“AAARRRGHHHHHH!!!”

“Taeyeon!!!” Kyuhyun membelalakan matanya melihat Taeyeon yang di kerubuti puluhan pasang tangan  roh yang mengerubunginya dan ada pula yang mencoba mencekiknya. Kyuhyun mencoba menghalau tangan-tangan yang menggapai-gapai seluruh tubuh Taeyeon namun tidak berhasil karena ia tidak dapat menyentuh tangan-tangan roh itu.

Kyuhyun mengambil kamera obscuranya dan memotret tangan-tangan itu berkali-kali hingga akhirnya lenyap.

Kyuhyun menarik napasnya dan menghampiri Taeyeon yang menangis shock karena serangan tiba-tiba itu.

“tenanglah, mereka sudah pergi. Uljima.” Ucap Kyuhyun memeluk Taeyeon berusaha menenangkannya.

Namun tampaknya Kyuhyun dan Taeyeon belum bisa bernapas lega. Tiba-tiba dari arah lain muncul sesosok roh aneh berbentuk manusia namun memiliki banyak tangan. Tangan yang menyerang Taeyeon tadi. Namun jumlahnya lebih banyak lagi. Makhluk itu tidak mendekat namun tiba-tiba beberapa dari tangan-tangan itu, terbang dan menyerang kearahnya.

Taeyeon segera bersembunyi dengan berjongkok dibelakang Kyuhyun berharap makhluk itu tidak menyerangnya lagi. Sementara Kyuhyun berusaha menghalau tangan-tangan itu hingga tangan-tangan itu bergerak kembali menuju makhluk aneh itu.

Roh itu berjalan perlahan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun segera memotret roh itu hingga beberapa kali terpental. Namun sepertinya lawannya kali ini cukup tangguh. Ia cukup sulit untuk dilawan. Terlebih jika tangan-tangan itu melayang menjauh dari roh itu dan menyerang Kyuhyun.

Kyuhyun berhasil membuat tangan-tangan yang berusaha mencekiknya itu kembali mundur pada roh itu. Tiba-tiba roh itu menghilang. Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari kemana perginya roh itu.

“apa ia sudah pergi?’ gumam Kyuhyun.

Sedetik kemudian Kyuhyun kembali di kejutkan karena roh itu tiba-tiba sudah berada didepannya dan berusaha mencekiknya. Kyuhyun berontak hingga kamera itu terjatuh. Taeyeon mengambil kamera itu dan memotret roh yang hampir membuat Kyuhyun kehabisan udara itu hingga akhirnya ia lenyap.

“gwaenchana?” cemas Taeyeon melihat Kyuhyun yang megap-megap mencari udara.

Kyuhyun menganggukan kepalanya sambil terengah-engah dan memastikan bahwa Taeyeon tidak apa-apa.

Kyuhyun memasukan kunci dan…CKREK!!

Pintu itu berhasil terbuka dan memang itu adalah jalan keluar dari rumah seram itu.

Perlahan Kyuhyun membuka pintu itu dan menghasilkan bunyi deritan yang membuat suasana semakin mencekam.

“akhirnya kita bisa keluar!” seru Kyuhyun.

“ne. syukurlah.”

“sekarang kita harus kemana?” gumam Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat itu dan tiba-tiba ia melihat seorang perempuan mengenakan hanbok dan berjalan memunggunginya. “siapa itu?”

Taeyeon menoleh ke arah yang di tunjuk Kyuhyun, “itu….Yuri?!!” seru Taeyeon membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“kau mengenalnya?”

“ne! Dia yang membebaskanku dari orang-orang yang menculikku dan membawaku ke rumah ini.”

“apa dia juga…..hantu?”

“molla.” Jawab Taeyeon terus melihat sosok yang ia sebut Yuri berjalan menjauh darinya. “tapi ia tidak jahat. Ia juga berkata akan membantuku keluar dari tempat ini.”

“benarkah? Kalau begitu, kita harus mengejarnya!” usul Kyuhyun yang di balas anggukan Taeyeon.

Mereka mulai mengejar Yuri, “YURI-SSI!!” teriak Taeyeon memanggilnya namun ia tidak menoleh dan terus berjalan.

“YURI-SSI!!” teriak Kyuhyun.

Mereka terus mengejarnya hingga Yuri berbelok dan saat mereka berbelok, tidak ada siapa-siapa. Keadaan di situ sangat sunyi.

“kemana dia?” gumam Kyuhyun kebingungan.

“disana!” seru Taeyeon menunjuk kearah lain dan segera bergegas mengejarnya. Namun lagi-lagi, Yuri menghilang.

“sebenarnya makhluk apa dia?” pikir Kyuhyun.

“sepertinya ia tengah membantu kita menemukan jalan keluar.” Ucap Taeyeon membuat Kyuhyun menoleh.

“benarkah?” tanya Kyuhyun.

Ia berniat meraih tangan Taeyeon untuk segera kembali mencari wanita itu, namun saat ia memegang tangan Taeyeon, tiba-tiba gambaran hitam putih muncul di benaknya. Kyuhyun dapat membaca pikiran Taeyeon lagi.

“sementara kau disini saja. Tempat ini cukup aman.” Ucap Yuri pada Taeyeon saat ia membawanya ke rumah menakutkan itu.

“tapi…rumah ini tampak menakutkan..”

“kau tenang saja.” Yuri hendak beranjak pergi dari tempat itu namun Taeyeon segera menahannya.

“kau mau kemana? Kau tidak akan meninggalkanku sendirian disini kan??” panik Taeyeon ketakutan.

“aku akan memanggil temanmu untuk membawamu pergi dari tempat ini.”

“teman?”

“ne. Teman priamu. Kau datang ke desa ini bersama dia, kan? Cho Kyuhyun?”

“dari mana kau tahu?”

Yuri hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan Taeyeon. Ia sudah pergi meninggalkan Taeyeon di rumah itu.

Kyuhyun tersentak setelah membaca pikiran Taeyeon.

“apa kau bertemu dengan Yuri sebelum akhirnya kau menemukanku?” Tanya Taeyeon.

“ani.” Jawab Kyuhyun tampak bingung dengan apa yang dialaminya. “Taeyeon-ah…apa kau terus berada di rumah itu sampai aku menemukanmu?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Taeyeon. Kyuhyun terkesiap, “lalu siapa ‘Taeyeon’ yang aku temui itu? Apa itu Yuri? Yuri yang menunjukan jalan dimana keberadaan Taeyeon?” batin Kyuhyun.

“oppa? Wae? Kau memikirkan apa?”

“oh, eobseo.” Jawab Kyuhyun.

“kita harus kembali mencari Yuri. Ia satu-satunya harapan kita keluar dari desa yang menakutkan ini.”

Mereka terus mengikuti jalan itu sementara Kyuhyun terus memikirkan Yuri.

“apa Taeyeon yang kutemui itu memang Yuri? Tapi…siapa dia? Kenapa ia mau membantu kami? Dan juga…sebenarnya ia makhluk apa? Apa dia juga salah satu dari roh yang ada di tempat ini?” batin Kyuhyun.

“oh! Dia disana!” seru Taeyeon menunjuk Yuri berjalan menuju bukit dan tiba-tiba saja ia menghilang didepan mata Kyuhyun dan Taeyeon hingga membuatnya terkejut. “jadi…..ia bukan manusia?” gumam Taeyeon tampak sedikit ketakutan.

Kyuhyun semakin yakin bahwa “Taeyeon” yang ia temui di awal adalah Yuri yang menjelma menjadi Taeyeon agar bisa memberikan petunjuk keberadaan Taeyeon.

“sepertinya ia menyuruh kita naik ke bukit itu.” Ucap Kyuhyun yang dibalas anggukan setuju Taeyeon.

Akhirnya Kyuhyun dan Taeyeon berjalan menaiki bukit itu. Kyuhyun terus menggenggam tangan Taeyeon dan memastikan ia berada disampingnya.

“semoga kita bisa cepat pulang.” Ucap Taeyeon.

“ne.”

“Yuri-ssi, apa kau mendengarku?” gumam Taeyeon tiba-tiba membuat Kyuhyun menoleh, “terima kasih sudah menunjukan jalannya.”

Kelegaan mereka ternyata tidak bertahan lama. Saat berada di bawah anak tangga yang memiliki foyer besar berwarna merah, tiba-tiba muncul puluhan roh yang mendekati Kyuhyun dan Taeyeon. Keduanya membelalakan mata melihat sekumpulan roh-roh itu.

fatal-frame-2-crimson-butterfly-20040823044614236-000-horz

Blinded-horz

“oppa.. eottokke? Jumlah mereka banyak sekali..” lirih Taeyeon memegang tangan Kyuhyun dengan erat dan segera bersembunyi di belakangnya.

Kyuhyun segera mengeluarkan kamera obscuranya dan memotret roh-roh itu secepat mungkin sebelum mereka menyerangnya. Tampak beberapa dari mereka ada yang membawa senjata tombak dan perisai. Seperti hendak berperang.

Banyaknya jumlah roh-roh itu membuat film di kamera obscura Kyuhyun menipis sementara roh-roh semakin bertambah entah mereka datang dari mana.

KREK! KREK!

Kyuhyun menekan tombol shooter itu tapi roh-roh itu tidak mundur. Ia kehabisan filmnya. Saat kebingungan tiba-tiba Taeyeon menjerit di belakangnya dan begitu ia berbalik, 2 roh berusaha membawa Taeyeon.

“TAEYEON!!!” teriak Kyuhyun melihat Taeyeon yang diseret kedua roh itu dan Taeyeon terus meronta-ronta sambil terus berteriak di tangan kedua roh itu. Ia tidak dapat mencegah kedua roh itu karena puluhan roh itu menahannya di tempat. “TAEYEON!!!” teriak Kyuhyun lagi melihat Taeyeon yang sudah hilang dari pandangannya di bawa roh itu. Tidak lama kemudian, puluhan roh itu juga ikut menghilang meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat sunyi dan gelap itu.

Kyuhyun jatuh merosot ke tanah dan ia mulai menitikan airmatanya karena menyesal tidak bisa mencegah roh-roh itu membawa Taeyeon lagi. “Taeyeon-ah…mianhae..jeongmal mianhae..” lirih Kyuhyun terisak.

Sesaat kemudian, ia kembali bangkit dan melihat sesuatu yang tampak bersinar di tanah. Sebuah film untuk kameranya.

Type_14_film1

Kyuhyun segera memasang film itu. Ia yakin siapapun atau apapun itu ada yang sedang membantunya. Jika tidak, darimana datangnya film kamera itu? Mungkin saja itu Yuri?

“aku harus membawa Taeyeon kembali!” ucap Kyuhyun kemudian berlari kearah roh-roh itu membawa Taeyeon. Ia berlari menaiki tangga sambil terus menyalahkan dirinya yang membawa yeoja itu ke tempat berbahaya seperti ini.

Setelah berlari jauh, ia tertegun. Kini ia baru menyadari bahwa ia berada di desa itu lagi. Jadi ia berlari memutari desa itu. Dalam kebingungan itu, tiba-tiba ia teringat namja yang terkurung didalam ruangan sempit di belakang sebuah rumah. Ia segera mencari rumah itu dan setelah menemukannya, ia segera melongokan kepalannya ke dalam ruangan itu melalui jendela kecil di dindingnya.

“jogiyo! Apa kau masih disini??”

“nugu?” balas seseorang dari dalam.

“ini aku yang beberapa lalu kemari.. aku membutuhkan bantuanmu. Kau bilang kau bisa membantuku keluar dari sini dan juga apa kau bisa membantuku menemukan kembali seseorang? Ia barusan di bawa oleh roh-roh jahat!”

Orang itu terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata, “apa kau melakukan sebuah dosa di desa ini?”

“eh?”

“apa kau kesini dengan seorang yeoja dan berhubungan intim dengannya?”

“a..apa maksudmu??” tanya Kyuhyun tergagap.

“ini adalah desa suci. Jika ada yang melanggar adat desa ini, mereka harus menerima kutukannya.”

“aku tidak mengerti.”

“menurut cerita rakyat disini, puluhan tahun yang lalu ada seorang yeoja bernama Jieun. Ia keturunan dari keluarga Lee dan pamannya adalah seorang pendeta di desa ini yang sangat di segani warga.” Orang itu mulai bercerita. “Jieun sangat cantik dan banyak di puja pemuda desa ini. Suatu hari ada seorang namja dari luar desa ini yang jatuh hati padanya. Namanya Lee Hyukjae. Mereka saling tertarik hingga akhirnya mereka melakukan sesuatu yang di luar batas. Warga mengetahuinya dan segera menyeret mereka menuju Hellish Abyss.”

“Hellish Abyss? Apa itu?” tanya Kyuhyun.

“Hellish Abyss adalah sebuah lubang yang biasa di gunakan untuk para pelanggar adat. Mereka akan menjalani ritual mencekik dan salah satunya akan di lempar ke lubang Hellish Abyss itu.”

300px-Hellish_abyss

“MWO??” kejut Kyuhyun. “lalu…kenapa disini banyak roh-roh yang berkeliaran?”

“itu adalah akibat kesalahan saat ritual yang dijalankan Jieun dan Hyukjae. Sehingga roh-roh itu menjadi bagian dari kutukan tersebut. Siapapun yang melanggar adat itu, roh-roh akan bangkit kembali hingga pelanggar itu bisa menutup kembali kutukannya dengan menjadi tumbal Hellish Abbys itu.”

Flashback

Saat itu Hyukjae berniat menggagalkan ritualnya. Pendeta dan puluhan pengikutnya berkumpul di Hellish Abyss itu. Jieun berbaring di atas batu persembahan. Ia yang akan di lemparkan ke lubang Hellish Abyss itu dan Hyukjae yang mencekiknya hingga mati.

Pendeta yang juga merupakan paman dari Jieun dan juga para pengikutnya menghentak-hentakkan tongkatnya yang terbuat dari besi hingga menghasilkan dentingan nyaring. Pendeta itu memimpin membacakan mantra yang bertujuan menghilangkan kesadaran mereka agar tidak ragu-ragu saat melakukan ritual itu.

Ritual dimulai, Hyukjae berjalan mendekati Jieun. Namun rupanya ia memiliki rencana untuk menyelamatkan Jieun dari ritual itu. Ia tidak terkena oleh mantra itu. Ia masih berada dalam kesadarannya. Ia berpura-pura terkena mantra itu dan mendekati Jieun. Sedetik kemudian ia beralih dan menyerang pendeta itu dan mencekiknya. Namun, pengikutnya cepat-cepat bertindak. Mereka melepaskan cekikan Hyukjae dari pendeta itu dan memukulinya hingga ambruk ke tanah. Bahkan ada yang mengayunkan tongkat besinya ke tubuh Hyukjae. Mantra yang terhenti itu membuat Jieun sadar dari pengaruhnya dan ia langsung terkejut melihat Hyukjae yang sudah meregang nyawa di tangan para pengikut itu.

“ANDWAE!!!!” pekik Jieun membelalakan matanya. Dengan penuh amarah, ia merebut pedang yang dipegang salah satu pengikut itu dan membantai mereka semua termasuk pamannya sendiri yang merupakan pendeta yang memimpin mereka melakukan ritual ini.

Semua orang tergeletak bersimbah darah. Jieun terengah-engah setelah melakukan pembantaian brutal itu. Tubuhnya dan juga hanboknya yang semula putih bersih kini penuh dengan darah orang-orang yang ia bantai.

fatalframe2_e3_1200_screen003

anggap aja itu pake hanbok ya! xD

Dengan airmata yang mengalir, ia membuang pedang itu dan mendekati Hyukjae yang sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi mengenaskan. Jieun menangis memeluk Hyukjae.

Tanpa disadari Jieun, salah satu pengikut itu yang juga mengenakan pakaian pendeta, masih hidup dan berjalan kearahnya sambil membawa pedang yang dipakai Jieun untuk membunuh.

“Jieun-ah…” panggil orang itu membuat Jieun tersentak dan begitu ia berbalik, orang itu segera menancapkan pedang itu ke perutnya. Jieun menjerit kesakitan dan membelalakan matanya merasakan perihnya pedang yang menusuk perutnya. Sedetik kemudian, orang itu mencabut pedangnya dan Jieun pun jatuh tak bernyawa di samping Hyukjae.

Orang itu menatap Jieun yang sudah tewas dan mulai menitikan air matanya.

“Jieun-ah,maafkan  appa…” ucap orang itu. Ia mengangkat pedang itu menebas lehernya sendiri.

Flashback End

“menurut cerita, orang yang dilempar ke Hellish Abyss itu akan berubah menjadi kupu-kupu. Jika kau menemukan kupu-kupu berwarna ungu, itu adalah korban ritual Hellish Abyss.”

Kyuhyun tercekat mendengar cerita orang itu. “lalu apa yang terjadi dengan yang mencekiknya?”

“begitu ritual selesai, roh-roh itu akan menghilang dan meninggalkan pencekik itu sendirian menyesali perbuatannya. Tidak sedikit pula yang memilih bunuh diri di tempat itu.”

“jadi…kami harus menerima kutukan itu dan melakukan ritualnya?”

Orang itu tidak langsung menjawab, “aku juga berada disini karena berniat menggagalkan ritual yang dijalankan kedua temanku. Aku pikir ritual seperti ini sudah tidak perlu di lakukan di jaman sekarang. Teman-temanku itu tidak mengetahui adanya kutukan itu dan mereka melakukannya. Akhirnya kutukan itu terjadi lagi dan mereka harus menjalani ritualnya. Mereka adalah Taeyang dan Yuri..”

“YURI???” kejut Kyuhyun mendengar nama itu.

“ne. apa kau mengenalnya?”

“aku bertemu dengannya, dia juga yang memberiku petunjuk agar bisa bertemu yeojaku.”

“benarkah??” tanya orang itu terdengar antusias. “apa dia selamat? Apa kau juga bertemu Taeyang?”

“aku rasa……mereka tidak berhasil menghindari ritual itu.” Ucap Kyuhyun. “aku tidak bertemu yang namanya Taeyang. Dan Yuri….sepertinya ia menjadi salah satu dari roh itu. Tapi ia bukan roh yang jahat.”

Seketika orang itu menitikan air matanya. “Yuri-ya…” lirihnya.

“apa aku dan yeojaku bisa terbebas dari kutukan itu dan keluar dari desa ini??” panik Kyuhyun.

“molla…” jawab orang itu. “aku tidak tahu…”

Kyuhyun terdiam sesaat, “siapa namamu?”

“Kang Daesung..”

To be continue…

Mian ya kalo kurang serem onion-emoticons-set-4-8 RCL ya… onion-emoticons-set-2-59onion-emoticons-set-2-128

[FF] Purple Butterfly (Chapter 2)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror, Romance
Rating : M

Annyeong~ I’m back. Mumpung ada waktu publish second chapternya Purple Butterfly.
Di chapter ini author masukin beberapa cast baru. Semoga suka.^^
RCL, this story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly.
crimson butterfly
Authornya gamer kayak Kyu. Dari belum masuk SD sampe sekarang kuliah tingkat akhir masih suka maen game. hehehe..

Quote : “Didn’t we always promise each other… that we would always be together?” (Mayu Amakura to Mio Amakura)

-Chapter 2-
Malam sebelum Taeyeon menghilang, keduanya tidur bersebelahan. Mereka saling bertatapan dalam diam hingga Taeyeon berkata, “berjanjilah kita akan selalu bersama.” Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Taeyeon membalas senyuman Kyuhyun dan Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Taeyeon.
“tidurlah. Sudah malam. Apa kau tidak ngantuk?” ucap Kyuhyun.
Beberapa menit kemudian Kyuhyun tertidur pulas karena kelelahan yang disebabkan oleh “aktifitasnya” dengan Taeyeon. *hahaha*
Namun tidak dengan Taeyeon. Taeyeon terus memandangi wajah Kyuhyun yang tidur memeluknya. Taeyeon tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang begitu tenang. Tidak dingin seperti yang sering ia lihat. Taeyeon membelai pipi kanan Kyuhyun dan mendaratkan bibirnya di bibir namjanya itu. Taeyeon kembali memandangi Kyuhyun seolah wajah Kyuhyun adalah satu-satunya pemandangan yang menarik baginya. Beberapa menit kemudian, pandangan Taeyeon teralih pada sesuatu yang melayang-layang dibelakang Kyuhyun. Seekor kupu-kupu ungu yang tampak seperti memperhatikan keduanya.
Taeyeon menyingkirkan tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya perlahan supaya tidak membangunkannya. Ia beranjak mendekati kupu-kupu itu.
“kenapa malam-malam begini ada kupu-kupu?” gumam Taeyeon. Saat Taeyeon mendekat, kupu-kupu itu terbang menjauhinya. Tanpa sadar, dengan langkah yang terpincang-pincang karena luka di kakinya, Taeyeon mengejar kupu-kupu itu menjauh dari tempatnya dan Kyuhyun semula.
**
Pagi hari Kyuhyun membuka matanya karena sinar matahari yang mengenai wajahnya. Ia tersenyum mengingat apa yang telah dilakukannya dengan Taeyeon semalam. Kyuhyun menengok kesebelahnya. Namun perlahan senyum itu menghilang. Ia baru menyadari bahwa Taeyeon sudah tidak ada disampingnya.
Kyuhyun bangkit dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. “TAEYEON-AH!!!” teriak Kyuhyun. Namun yang ia dapatkan hanya gema pantulan suaranya sendiri. Kyuhyun beranjak mencari Taeyeon ditengah hutan itu.
Berjam-jam Kyuhyun kebingungan mencarinya namun ia belum juga menemukan Taeyeon. “Taeyeon-ah, neo odiga??” panik Kyuhyun. Ia berlari kesana-kemari meninggalkan barang-barangnya di pondok itu.
**
Seharian Kyuhyun terus berjalan mencari Taeyeon, hingga malam kembali menjelang ia tiba di perumahan desa itu. Desa itu tampak sunyi dan seperti tidak berpenghuni. Rumah-rumah yang terbuat dari kayu tampak lapuk dimakan usia.
Angin yang berhembus membuat suasana semakin mencekam ditambah semakin gelapnya hari itu. Berkali-kali Kyuhyun mengetuk rumah-rumah itu namun tidak ada jawaban dan pintunya pun terkunci.
Hanya diterangi cahaya bulan, Kyuhyun menyusuri setiap perumahan desa itu. Sama sekali tidak ada penerangan. Setelah lama berjalan, ia melihat pintu samping sebuah rumah yang terbuka dan terhubung ke halaman belakang rumah itu. Disitu tampak sebuah ruangan yang hanya memiliki satu jendela kecil dan pintunya terkunci. Kyuhyun hendak mengintip kedalamnya namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara namja dari dalam ruangan itu.
“Taeyang?” ucap namja itu. “Taeyang, kaukah itu?” namja itu menampakan wajahnya ke jendela. Tatapannya tidak seperti melihat kearah Kyuhyun. Sepertinya ia buta. “Taeyang, kau kembali? Apa yang kau lakukan disini?” ucapnya lagi.
“nugu?” tanya Kyuhyun.
“ritual akan segera dilakukan.” Ucapnya tidak menghiraukan pertanyaan Kyuhyun dan membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya tidak mengerti. “Peristiwa itu akan terjadi lagi. Kenapa kau kembali? Kau dan Yuri harus segera keluar dari tempat ini. Ia berada di rumah pendeta Lee. Kau harus segera membawanya pergi! Masih ada waktu untuk menyusulnya. Cepat!!” gertaknya membuat Kyuhyun terkejut. “jika kau tidak bisa menemukan jalan keluar dari desa ini, temui aku. Mungkin aku bisa membantumu.” Setelah berkata itu, namja tersebut kembali menjauhi jendela.
“eu..jogio!” Kyuhyun melongokan kepalanya ke jendela kecil itu. “aku bukan Taeyang. Aku sedang mencari temanku. Seorang perempuan. Apa kau melihatnya?” tanya Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya kedalam ruangan gelap itu mencari orang tadi. Namun ia tidak menemukan apa-apa dan tidak ada jawaban dari orang itu. “aneh.” Pikir Kyuhyun.
Kyuhyun meninggalkan tempat itu dan berniat kembali keatas bukit tempat ia meninggalkan barang-barangnya. “kau kemana Taeyeon?” gumam Kyuhyun.
Sesaat kemudian ia teringat sesuatu, “ponsel!!” Kyuhyun segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya. Namun sayang, ternyata ponselnya mati. “sh*t!!” umpat Kyuhyun dengan emosi membanting ponselnya ke tanah. Kyuhyun berusaha mengendalikan emosinya sambil melihat ponselnya yang berantakan. Sesaat kemudian ia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya pada benda didekat ponselnya. Ia berjongkok mengambil benda itu. “ini..bukankah ini kain yang dipakai untuk membalut luka kaki Taeyeon??” gumam Kyuhyun. “berarti ia berada disekitar sini??”
PUK!!
Kyuhyun dikejutkan seseorang yang menepuk pundaknya. Ia segera berbalik dan…ia melihat yeoja yang sedang ia cari tersenyum kearahnya.
“Taeyeon-ah???” kejut Kyuhyun.
“Kyu.” ucap yeoja itu. Dengan cepat Kyuhyun memeluk yeoja itu seolah takut ia menghilang lagi.
“kau kemana saja?? Aku terus mencarimu!!” panik Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.
“mianhae.” Balas Taeyeon. Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap kedua mata Taeyeon. Kyuhyun dapat melihat wajah Taeyeon yang tampak pucat. “gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Taeyeon. “kita harus segera keluar dari tempat ini.” Ucap Kyuhyun menggenggam tangan Taeyeon yang dingin dan berjalan mendahuluinya.
“aniya.” Ucap Taeyeon melepaskan tangan Kyuhyun dan membuat langkah Kyuhyun terhenti.
“wae?”
“kita jauh-jauh datang ke tempat ini untuk melakukan sesuatu, kan? Kenapa harus buru-buru?”
“sepertinya ini bukan tempat yang tepat, Taeng.” Balas Kyuhyun. “apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan tempat ini?” tanya Kyuhyun.
“ani.” Jawab Taeyeon menggelengkan kepalanya.
“pokoknya kita harus segera pergi dari tempat ini, Taeng.” Ucap Kyuhyun bersikeras. “kajja. Kita kembali ke bukit itu dan mengambil barang-barang kita.” Kyuhyun dan Taeyeon pun berjalan bersebelahan menuju bukit.
“Taeng-ah, mianhae aku membawamu ke tempat seperti ini.” Ucap Kyuhyun tanpa memandang Taeyeon yang berjalan disebelahnya.
“gwaenchana.”
“kakimu baik-baik saja? Apa masih sakit?”
“sedikit. Tapi aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” Jawab Taeyeon. “Kyu..”
“ne?”
“ah..tidak.” Taeyeon tampak enggan meneruskan perkataannya.
Keduanya kembali berjalan dalam diam. Kyuhyun terus berpikir kemana Taeyeon pergi seharian ini.
“Taeng-ah, seharian ini kau kemana sa…” ucapan Kyuhyun terhenti ketika ia melihat kesebelahnya. Taeyeon seharusnya berada disampingnya namun ia tidak menemukan siapa-siapa. Apakah Taeyeon menghilang lagi? “Taeyeon?” Kyuhyun mengedarkan pandangan ke sekelilingnya mencari Taeyeon. “Taeyeon-ah!”
Benarkah Taeyeon menghilang lagi? Apakah yang ditemui Kyuhyun tadi itu benar-benar Taeyeon?
to be continue..

pendek ya?
mianhae kalo pemilihan katanya ngebosenin dan feel horrornya ga dapet. :3
don’t plagiarize!!