Blog Archives

[FF] Faith, Fate, and Mate (Chapter 4)

kyu-ga-kobe_副本

Author : Ashiya

Main Cast :

  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Victoria Song (f(x))
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Myungsoo/L (Infinite)

Support Cast : You’ll find them 🙂

Genre : General, romance, comedy

Rating : T

Disclaimer : This fiction is mine.

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2013. All Rights Reserved.

Previous Chapter

“Kyu, tolong antarkan buku ini ke Read the rest of this entry

[FF] Faith, Fate, and Mate (Chapter 3)

exo-m-kris-Favim.com-444900_副本Author : Ashiya

Main Cast :

  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Victoria Song (f(x))
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Myungsoo/L (Infinite)

Support Cast :

  • Byun Baekhyun (EXO) –
  • Kris Wu (EXO)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Im Yoona (SNSD)
  • Infinite
  • Lee Eunhyuk (Super Junior)

Genre : General, romance, comedy

Rating : T

Disclaimer : This fiction is mine.

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2013. All Rights Reserved.

Previous Chapter

Taeyeon menghembuskan napasnya sambil mendongakan wajahnya berusaha agar Read the rest of this entry

[FF] Faith, Fate, and Mate (Chapter 2)

han-river-seoul-south-korea-Favim.com-326962_副本_副本

Author : Ashiya

Main Cast :

  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Victoria Song (f(x))
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Myungsoo/L (Infinite)

Support Cast :

  • Byun Baekhyun (EXO) -just mention

Genre : General, romance, comedy

Rating : T

Disclaimer : This fiction is mine.

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2013. All Rights Reserved.

Previous Chapter

Kyuhyun, Victoria, dan Taeyeon sudah Read the rest of this entry

[FF] Faith, Fate, and Mate (Chapter 1)

20110418_sulli_victoria_3_副本_副本

Author : Ashiya

Main Cast :

  • Kim Taeyeon (SNSD)
  • Victoria Song (f(x))
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Myungsoo/L (Infinite)

Support Cast :

  • Kang Daesung (Big Bang) -cameo

Genre : General, romance, comedy

Rating : T

Disclaimer : This fiction is mine.

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2013. All Rights Reserved.

-Foreword-

“aku tahu ini akan menyakitimu dan juga Myungsoo, tapi ini untuk kebaikan kita semua. Taeng, kumohon penuhi saja permintaan mereka. Menikahlah dengan Kyuhyun…” -Victoria Read the rest of this entry

[FF] Only One (Chapter 5)

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Lee Donghae, Victoria
Other Cast : SM Family
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance, I don’t know o.Oa
Language : Bahasa Indonesia tanpa EYD sehingga typo(s) bertebaran dimana-mana. -.-”

-Previous Chapter-

Seohyun menaiki kursi itu dan karena lemari itu cukup tinggi, ia menjinjitkan kakinya. “ah, susah sekali.” gumam Seohyun sambil berusaha meraih makanan itu dengan tangan kanannya. Sementara Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat Seohyun yang tampak kesulitan. Namun tawa itu seketika berubah ketika Seohyun tampak kehilangan keseimbangannya.

“waaa….waaaah…” pekik Seohyun.

“Seohyun-ah!” cepat-cepat Kyuhyun berlari kearahnya dan menahan tubuh Seohyun sebelum terbentur lantai.

BRUGGHH!!

Seohyun mendarat tepat diatas tubuh Kyuhyun dan Read the rest of this entry

[FF] Bad Girl Good Girl (Chapter 1)

onion-emoticons-set-6-67

Author bikin FF baru lagi.

Ide FF ini udah cukup lama nyangkut(?) di otak tapi karena terlalu males di tuangkan(?) kedalam tulisan, jadinya baru bikin sekarang. Lega deh kalo udah di tulis gini. hohoho…

Tadinya ini mau ChangTae (Changmin Taeyeon) tapi karena kebanyakan readernya KyuTae shipper, jadi di ganti Changminnya ma Kyuhyun. ^^v

Semoga suka! Happy reading~

Author : Ashiya
Main Cast  : Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Victoria Song (F(x))
Other Cast : Sandara Park (2NE1), etc.
Genre : romance, revenge
Disclaimer : The story is 100% mine. Inspired by some dramas.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Bad Girl Good Girl Chapter 1-

“Hanhwa Corporation, perusahaan besar Korea yang bergerak dibidang manufaktur, keuangan, dan pelayanan. Perusahaan yang pada 2 tahun lalu memiliki total aset penjualan lebih dari US$ 83 Miliar, kini tengah di terpa isu keruntuhan.” Seorang reporter berbicara tengah melaporkan berita di depan sebuah perusahaan besar Korea Selatan. “Beberapa sumber menyebutkan bahwa penyebabnya adalah direktur baru perusahaan itu yang terkenal dengan keras kepalanya. Saat ini beberapa pekerja tengah berdemo menuntut pembayaran upah mereka yang belum di bayarkan sejak 6 bulan yang lalu.” Reporter itu berjalan menghampiri salah satu pekerja yang berdemo dan kemudian meminta keterangannya.

“kami sudah 6 bulan bekerja tanpa di bayar!!” ucap pekerja itu dengan emosi. “kami mempunyai keluarga yang harus kami nafkahi. Kami menuntut hak kami!”

“apakah anda tahu penyebab masalah pelik ini hingga anda dan rekan-rekan tidak mendapatkan haknya?” tanya reporter itu.

“ne. Semua ini karena direktur baru yang juga anak pemilik perusahaan ini!” jawab orang itu di sambut seruan setuju para rekannya.

“bisa anda jelaskan penyebabnya secara rinci?”

“sejak presiden Kim jatuh sakit, ia menggantikan posisinya tapi ia belum pantas memegang kekuasaan perusahaan sebesar ini! Usianya baru 25 tahun dan ia belum memiliki kemampuan serta pengalaman memimpin perusahaan.”

“tapi kami dengar ia seorang anak yang pintar dan juga ia lulusan terbaik di universitas terkemuka di Amerika, bahkan di usianya yang saat itu baru menginjak 23 tahun, sudah menyandang gelar doktor?” tanya reporter itu lagi.

Seseorang maju dan menyerobot mengambil mic reporter itu, “ia memang berpendidikan tinggi dan pintar namun untuk mengendalikan perusahaan sebesar Hanhwa, ia masih perlu pengalaman! Anda lihat sekarang, baru 2 tahun ia memimpin perusahaan ini, sudah membuat kekacauan dan sebentar lagi perusahaan ini pasti akan bangkrut!” orang itu beralih menghadap ke kamera dengan tatapan tajam, “Kim Taeyeon-ssi, kami disini semua menuntutmu!! Keluar dari persembunyianmu dan penuhi permintaan kami!”

Sementara itu, Taeyeon menatap geram berita itu. Saat ini ia berada di Jepang demi keamanannya. Ia mematikan televisinya dan beralih pada pengacaranya yang berdiri di sampingnya. “oppa, siapkan tiket ke Korea. Aku akan menghadap orang-orang itu.”

Pengacara yang juga teman baiknya sejak kecil itu menatap Taeyeon khawatir, “tapi… sebaiknya tetap disini hingga keadaan kembali normal.”

“sampai kapan??” sahut Taeyeon sedikit berteriak. “jika aku terus diam di tempat ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun!”

“tapi…”

“kalau kau tidak mau, aku akan pergi sendiri!” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya hendak pergi menuju bandara.

“baiklah.” Jawab pengacara itu. “kau tunggu disini. Biar aku yang memesan tiketnya.” ia mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi perusahaan penerbangan.

Senyuman segera terkembang di wajah Taeyeon, “kalau begitu aku bersiap-siap dulu. Gomawo, Jaejoong-oppa!” CHU~ Taeyeon mengecup pipi Jaejoong dan segera berlari menuju kamar mandi meninggalkan Jaejoong yang tertawa kecil melihat reaksi Taeyeon barusan.

ashiya19.wordpress.com

Beberapa menit kemudian setelah Jaejoong memesan tiket, pintu kamar mandi terbuka dan saat ia menoleh, ia melihat Taeyeon yang hanya mengenakan handuk dan rambut yang masih dipenuhi busa shampoo serta tangan yang sibuk menggosok giginya. Ia membelalakan matanya melihat bagian dada dan paha Taeyeon yang putih mulus, cepat-cepat ia membalikan badannya.

“oh ya, setelah tiba di Korea, kita langsung ke perusahaan dan setelah itu kita ke Hanhwa Hospital. Aku ingin mengecek perkembangan rumah sakit itu.” Ucap Taeyeon sambil terus menggosok giginya.

“n..ne..” jawab Jaejoong dengan gugup sambil membelakangi Taeyeon.

Taeyeon sedikit mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Jaejoong yang gugup. “ah, aku lupa membawa pakaianku.” Ucap Taeyeon berjalan melewati Jaejoong menuju kamarnya. Jaejoong segera kembali menghadap ke arah lain. Taeyeon kembali keluar dari kamarnya dan melihat Jaejoong yang tampak canggung, “oppa, wae?” heran Taeyeon memegang pundak Jaejoong hingga membuatnya berbalik menghadap Taeyeon.

“a..aniyo.” jawab Jaejoong dengan pipi memerah.

Taeyeon mengernyitkan dahinya dan kembali ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandinya. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Jaejoong menghela napasnya dan menghempaskan dirinya ke sofa. “hufftt… aku tidak yakin bisa menahan diri jika kejadian seperti ini terulang kembali.”

***

Namja itu tengah menunggu seseorang di sebuah café. Ia terus tersenyum menunggu seseorang yang akan ia temui. Sudah hampir sebulan ia tidak bertemu dengannya dan ketika orang itu menghubunginya untuk menemuinya, tentu saja ia senang. Bahkan ia mengambil cuti dari pekerjaannya di sebuah coffe shop hanya sekedar untuk menunggu orang ini.

Tidak lama kemudian, denting bunyi lonceng di atas pintu café  membuat namja itu menoleh dan mendapati seorang yeoja bermata bulat tengah mengedarkan pandangannya mencari orang yang menunggunya.

“noona!” panggil namja itu mengangkat tangan kanannya.

Yeoja yang dipanggil noona itu menoleh dan tersenyum kearahnya lalu berjalan menghampirinya. “mian, Kyu. Apa kau sudah lama menunggu?”

Namja yang dipanggil Kyu itu tersenyum, “aniyo. Duduklah.”

Yeoja itu duduk di seberangnya, “bagaimana kabarmu?”

“baik. Bagaimana denganmu?”

Yeoja itu menghembuskan napasnya, “beginilah. Hampir setiap hari aku harus mengurus perusahaan itu.”

Namja itu menurunkan senyumnya mendengar kata ‘perusahaan’ yang di ucapkn yeoja itu. “Vic, apa kau masih berambisi menguasai perusahaan itu?”

Yeoja itu tertawa kecil mendengar pertanyaan dari namja di depannya itu, “tentu saja, Kyuhyun-ah. Aku sudah lelah hidup dalam kemiskinan. Sekarang setelah eommaku menikah dengan pemilik perusahaan itu, aku harus bisa menyingkirkan anaknya dan membuat perusahaan itu beralih ke tanganku.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar jawaban Victoria. Sejujurnya ia tidak menyukai rencananya itu. Ia kembali mengingat ke masa lalunya saat pertama kali ia bertemu dengan Victoria.

Flashback

Victoria yang saat itu baru berusia 10 tahun duduk di depan rumah Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang kelaparan. Tidak lama kemudian, Kyuhyun  yang baru saja pulang  sekolah, tiba di depan rumahnya dan melihat yeoja itu yang merintih kesakitan.

“noona, gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang waktu itu masih berusia 9 tahun. Ia memperhatikan wajah Victoria yang pucat dan pakaiannya yang kotor. Victoria tidak menjawabnya dan terus memegangi perutnya. “apa kau lapar?” tanya Kyuhyun lagi. Victoria berpaling menatapnya dan mengangguk. Kyuhyun menatapnya iba dan segera mengambil sebungkus roti dari dalam tasnya. “makanlah roti ini.” Kyuhyun  memberikan roti itu. Victoria mengangkat wajahnya dan menerima roti itu. “sebenarnya ini untuk makan siangku tapi… untuk kau saja. sepertinya kau sangat kelaparan.”

“gomawo.” Ucap Victoria tersenyum lemah. Ia membuka roti itu namun saat akan memakannya, ia merasa tidak enak karena roti itu adalah makan siang milik Kyuhyun dan ia tahu Kyuhyun juga berasal dari keluarga yang tidak jauh berbeda darinya. Akhirnya Victoria membagi 2 roti itu dan memberikan salah satunya pada Kyuhyun.

“ah, tidak usah, noona. Untukmu saja.” tolak Kyuhyun dengan halus.

“sudahlah, aku tahu kau juga lapar. Kita makan bersama saja.”

Kyuhyun tersenyum dan menerima roti itu. Keduanya memakan roti kecil itu sambil bercakap-cakap.

“oh ya, siapa  namamu? Namaku Victoria, Song Victoria.”

“aku tahu.” Jawab Kyuhyun.

“ne?”

“aku tahu namamu Victoria. Siapa yang tidak tahu noona tercantik di daerah ini.” Sahut Kyuhyun membuat Victoria tertawa. “aku Cho Kyuhyun.”

Sejak saat itu, mereka berteman dan beberapa tahun kemudian, keduanya berhasil masuk universitas yang sama. Keduanya sama-sama berotak cemerlang meskipun mereka bukan berasal dari keluarga mampu.

“haaah..akhirnya aku berhasil diterima di perusahaan Hanhwa.” Ucap Victoria saat menemani Kyuhyun mengerjakan tugasnya di taman kampus.

“jinjja? Chukkae..” sahut Kyuhyun sambil terus fokus pada buku-bukunya.

“walaupun sekarang aku hanya bekerja sebagai staff biasa, aku akan berusaha mendapatkan posisi teratas di perusahaan itu. Kalau perlu aku harus bisa menjadi direktur perusahaan itu!”

“ne. semoga keinginanmu itu tercapai.” Kyuhyun hanya menanggapinya seadanya karena sebenarnya ia tidak terlalu menyukai ambisi Victoria itu.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Victoria. “apa kau tidak suka kalau aku bisa mencapai mimpiku itu?”

Kyuhyun menyunggingkan senyumnya dan menutup buku-bukunya lalu beralih menatap Victoria. “noona, aku senang jika kau sukses. Tapi aku hanya berpesan jangan terlalu mengejar harta. Kau tahu, kekayaan bukan segalanya.”

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Victoria sedikit tersinggung, “aku bosan makan ramen setiap hari, aku bosan setiap hari harus berdesak-desakan di bus, aku lelah di kejar-kejar penagih utang itu, aku ingin mengubah kehidupanku, aku ingin dunia tunduk padaku!”

Kyuhyun menghela napasnya, “baiklah. Terserah kau saja, noona. Asal kau tidak berbuat sesuatu yang salah, aku akan mendukungmu.”

Victoria kembali tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun, “gomawo, Kyu!” Victoria memeluknya dan itu membuat jantung Kyuhyun berdegup tidak karuan. Ia menyukai Victoria sejak lama, namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut jika Victoria mengetahui perasaannya, Victoria akan menjauhinya dan ia tidak bisa lagi dekat dengannya.

Flashback  End

“jadi, ada apa kau mengajakku bertemu?” tanya Kyuhyun.

Victoria menggantung jawabannya karena seorang pelayan menghampiri mejanya dan meletakkan makanan kesukaannya yang sudah di pesan Kyuhyun. Setelah pelayan itu pergi, ia baru menjawab, “apa harus selalu ada alasan untuk bertemu denganmu? Seperti orang penting saja!” gurau Victoria membuat Kyuhyun tertawa. “aku hanya ingin bertemu saja. Sudah lama kita tidak mengobrol seperti ini.”

“benar juga. Ya sudah, ayo makan dulu. Aku sudah pesankan seafood kesukaanmu.”

“wah, ternyata kau masih ingat makanan favoritku. Gomawo, Kyu!” sahut Victoria segera melahap makanan itu dan keduanya kembali berbincang-bincang.

Taeyeon serta Jaejoong tiba di Korea dan mereka segera bergegas menuju perusahaan induk Hanhwa. Sesampainya disana, Taeyeon segera menghampiri puluhan orang yang tengah berdemo didepan perusahaan itu.

Begitu mereka melihat kehadiran Taeyeon, mereka kembali berseru dengan lebih lantang meminta gaji mereka. Para reporter pun segera bergegas meminta penjelasan Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, kami disini untuk meminta gaji kami yang belum di bayarkan selama 6 bulan! Kami memiliki keluarga yang harus kami biayai!” ucap seseorang mewakili para pendemo itu yang kembali disertai seruan rekan-rekannya.

“SEMUANYA TOLONG TENANG!!” teriak Taeyeon yang pusing dengan tuntutan para pekerjanya. “aku mohon beri kami waktu. Perusahaan sedang tidak baik dan kami sedang mengusahakan mencari dana untuk menutupi gaji kalian.”

“itu bukan urusan kami!” teriak seseorang. “kau yang membuat perusahaan jatuh. Sejak perusahaan ini berada dibawah kendalimu, semuanya jadi kacau! Bahkan hampir semua anak perusahaan ini sudah kau jual.”

“YA! BENAR!!” seru pekerja lain sambil maju hendak mendekati Taeyeon namun para security dan juga Jaejoong segera mencegah mereka berbuat anarkis.

Suasana semakin ricuh saat salah satu pekerja wanita berhasil menjambak rambut Taeyeon. Jaejoong melihatnya dan segera berpaling menolong Taeyeon dari wanita itu. “ajumma, tolong hentikan!” Jaejoong melindungi Taeyeon dari amarah wanita itu.

“kumohon kalian bersabarlah. Kami akan segera membayar tuntutan kalian!” sahut Taeyeon. ”beri kami waktu lagi!”

“sampai kapan?? Kau terus saja meminta kami memberikan waktu. sebulan yang lalu kau mengatakan hal yang sama!! Kami minta gaji kami di bayarkan sekarang juga!!”

“aku akan berusaha secepat mungkin membayarkannya dan…”

CPROTT!!! *suara yang aneh*

Belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya, seseorang melemparkan telur padanya. Taeyeon tampak shock dengan apa yang baru saja di alaminya hingga tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Jaejoong terkejut melihat itu dan segera menghampiri Taeyeon. “Taeyeon-ah…” ia kembali berbalik menatap para pekerja itu yang juga tampak terkejut melihat ada yang berani melemparkan telur pada anak pemilik perusahaan itu. “SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN ITU, HAH??!” bentak Jaejoong namun tidak ada seorang pun yang mengaku. “jinjja!” umpat Jaejoong hendak membawa Taeyeon pergi dari kerumunan itu. Namun Taeyeon menolaknya dan kembali menghadap para pekerja itu.

Taeyeon terdiam sejenak sebelum akhirnya tiba-tiba ia berlutut di hadapan mereka. Semua orang yang melihat itu membelalakan matanya melihat apa yang dilakukan Taeyeon. “aku bersungguh-sungguh! Beri waktu satu bulan, dan aku akan membayarkan gaji kalian.” Ucap Taeyeon menunduk. Jaejoong mencoba membuatnya berdiri namun Taeyeon menepisnya. “jika dalam waktu satu bulan aku tidak mampu membayarnya……” Taeyeon berhenti sejenak sebelum akhirnya berkata, “kalian boleh menjebloskanku ke penjara.”

Sontak perkataan itu membuat Jaejoong dan juga semua yang berada di tempat itu shock.

Setelah para pekerja itu berdiskusi satu sama lain, akhirnya mereka setuju memberikan kesempatan terakhir itu.

“baiklah. Kami pegang kata-katamu. Jika dalam  waktu satu bulan kau tidak membayar kami, kami akan menyeretmu ke penjara.”

Setelah mendengar persetujuan itu, Jaejoong meraih lengan Taeyeon dan membawanya pergi dari tempat itu. Jaejoong membuka pintu mobilnya dan menyuruh Taeyeon masuk. Jaejoong mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“APA KAU SUDAH GILA??!” bentak Jaejoong di dalam mobil. “APA KAU YAKIN  DALAM WAKTU SATU BULAN KAU BISA MENDAPATKAN DANA ITU??”

Taeyeon terdiam menunduk tidak menjawab perkataan Jaejoong.

“TAEYEON-AH..”

“antar aku ke Jeju!” Taeyeon memotong ucapan Jaejoong. Ia berpaling menatap namja disebelahnya itu dan membuat Jaejoong terkejut melihat wajah Taeyeon yang sudah dibanjiri airmata. “jebal.” Jaejoong menghela napasnya sebelum akhirnya memutar balik arah mobilnya menuju pulau Jeju.

Selama perjalanan, keduanya tidak ada yang berbicara hingga akhirnya beberapa jam kemudian mereka tiba di Jeju. Mobil Jaejoong masuk ke sebuah resort milik keluarga Taeyeon, lebih tepatnya milik Taeyeon. Karena resort itu adalah peninggalan eommanya sebelum meninggal.

Jaejoong memarkirkan mobilnya didepan sebuah villa yang cukup megah. Ia segera turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Taeyeon setelah itu mereka masuk kedalam villa itu.

“bersihkan dulu badanmu. Kau tampak berantakan.” Ucap Jaejoong memberikan sebuah handuk pada Taeyeon. Taeyeon menerimanya dan segera berjalan menuju kamar mandi.

Sementara itu di kediaman Victoria..

“aku pulang!” seru Victoria dan ia segera mendapati eommanya yang tampak senang. “eomma, wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” heran Victoria.

“coba kau lihat itu!” nyonya Song menunjuk televisi yang sedang di tontonnya.

Begitu Victoria berpaling, ia membelalakan matanya melihat tayangan di televisi itu, “MWO??? Bukankah itu Taeyeon???” kejut Victoria. Ia melihat Taeyeon yang tampak shock setelah  dilempar telur.

“ne. Taeyeon! Adik tirimu!” jawab nyonya Song dengan senyum yang terus mengembang di wajahmu.

“aissh! Hentikan itu, eomma! Aku tidak mau mengakui yeoja itu sebagai adik tiriku!” dengus Victoria membuat nyonya Song tertawa.

“arata.” Sahut nyonya Song. “jika bukan karena kekayaannya, eomma juga tidak sudi menikahi lelaki tua itu. Apalagi saat ini ia benar-benar tidak berguna. Yang ia lakukan hanya berbaring di ranjang rumah sakit!”

Victoria tertawa mendengar ucapan eommanya. “tapi justru itu bagus, eomma. Jika Tuan Kim tidak ada, kita akan lebih mudah menyingkirkan Taeyeon dan menguasai hartanya!”

“kau benar. Eomma bangga memiliki anak pintar sepertimu.” Sahut nyonya Song. “oh ya, kau habis darimana?”

“aku baru saja menemui Kyuhyun dan..”

“untuk apa kau anak miskin itu lagi??” nyonya Song memotong ucapan Victoria dan sedikit membentaknya.

“eomma…”

“kau tidak boleh bertemu lagi dengan anak itu! Derajatmu sekarang berbeda! Kau ingin teman-temanmu tahu kau bergaul dengan orang rendahan seperti dia??”

Victoria menggelengkan kepalanya, “mianhaeyo, eomma.”

Nyonya Song menghela napasnya, “kau harus ingat tujuan kita masuk ke keluarga ini dan jangan sampai kau menghancurkan usaha kita selama ini.”

“ne. arasseo.”

“oh ya, apa kau sudah menemui anak perusahaan dari Thailand itu?”

“ne. Sebelum bertemu Kyuhyun, aku menemuinya terlebih dahulu.” Sahut Victoria.

“bagaimana tampang anak itu?”

“mmm… ia cukup tampan tapi…ia bukan seleraku.” Jawab Victoria membuat nyonya Song terkekeh.

“wae? Apa ia tidak lebih kaya dari keluarga ini?” tanya nyonya Song yang di balas anggukan Victoria. Nyonya Song kembali tertawa.

Sementara itu di sudut lain, pelayan keluarga Kim yang sudah bekerja sejak Taeyeon belum lahir mendengar percakapan keduanya. Ia mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan ibu dan anak itu.

“kita harus menyusun kembali strategi untuk menjatuhkan Taeyeon.” ucap nyonya Song. “besok kau datangi tuan Lee pemilik perusahaan Hyundai. Kau hasut orang itu agar menarik kembali saham-sahamnya di Hanhwa.”

“ne, arasseo.” sahut Victoria.

“bagus. Dengan begitu, Hanhwa akan jatuh dan Taeyeon akan tersingkir. Setelah itu, kita gantikan posisi Taeyeon dan membangun kembali perusahaan itu.” ucap nyonya Song. “kita sudah melangkah sejauh ini dan tidak boleh gagal. Eomma kagum dengan kehebatanmu mempengaruhi para konglomerat itu.”

Kembali ke Taeyeon dan Jaejoong di Jeju..

Jaejoong memperhatikan Taeyeon yang baru saja keluar dari kamar mandi. “bagaimana perasaanmu sekarang? Sudah lebih baik?” tanya Jaejoong yang di balas anggukan Taeyeon.

Taeyeon duduk di sebelah Jaejoong dan ikut menonton siaran berita tentangnya dan perusahaannya, namun kemudian Jaejoong langsung mematikan televisinya.

“wae?” heran Taeyeon melihat Jaejoong mematikan televisi itu.

“aku tidak mau kau melihatnya dan kau kembali bersedih.”

Taeyeon menyunggingkan sedikit senyumnya dan menggenggam tangan Jaejoong, “gomawo. Kau selalu berada di sampingku saat orang-orang lain justru menjauhiku.”

Jaejoong tersenyum menatap Taeyeon dan mengeratkan genggaman Taeyeon di tangannya, “aku hanya berusaha melindungimu dan juga melakukan perintah eommamu.”

Taeyeon membalas senyuman Jaejoong dan merebahkan kepalanya di bahu Jaejoong tanpa melepas genggaman tangannya. “aku beruntung memiliki teman sepertimu.” Ucap Taeyeon.

Mendengar kata ‘teman’ yang meluncur(?) dari mulut Taeyeon sedikit membuat hati Jaejoong mencelos. Ia menyukai Taeyeon namun ia tidak pernah bisa mengungkapkannya. Ia takut Taeyeon malah menjauhinya setelah tahu bagaimana perasaannya sebenarnya. Yang ia bisa lakukan hanya selalu berada di sampingnya dan terus mensupportnya. Hingga kini, Taeyeon tidak pernah berkencan dan semua orang mengira bahwa Taeyeon dan Jaejoong memiliki hubungan spesial. Namun hal itu tidak membuat Taeyeon merasa risih dan Jaejoong pun tidak merasa terganggu dengan rumor itu. Justru ia merasa senang ketika orang-orang menganggapnya seperti itu dan mengatakan mereka pasangan yang serasi.

Dulu saat masih sekolah, saat ia dan Taeyeon berjalan berdua, semua mata menatap dengan pandangan iri. Namja maupun yeoja, sebab keduanya sangat populer di sekolah itu. Mereka selalu tampak bersama hingga tidak heran jika banyak yang menyangka bahwa mereka berkencan dan ada pula yang berpikiran bahwa mereka di jodohkan oleh orang tuanya mengingat orang tua mereka sangat dekat satu sama lain.

Jaejoong senyum-senyum sendiri mengingat masa-masa itu. Sesaat kemudian ia menoleh dan mendapati Taeyeon yang tertidur di bahunya. Jaejoong terkekeh dan akhirnya ia mengangkat tubuh Taeyeon dan memindahkannya ke kamar. Ia merebahkan Taeyeon di tempat tidurnya. Jaejoong memandangi Taeyeon yang tertidur pulas hingga tiba-tiba Taeyeon mengigau memanggil eommanya.

“eomma..”

Jaejoong kembali teringat pada nyonya Kim yang begitu baik dan juga penyabar.

Flash back

“saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida~ saengil chukka uri Taeyeon~ saengil chukkahamnida~”

Taeyeon meniup lilin yang berbentuk angka 17. Saat itu merupakan hari yang sangat berharga bagi Jaejoong dimana untuk pertama kalinya, nyonya Kim mempercayainya untuk menjaga Taeyeon.

“Taeyeon-ssi, pada siapa potongan pertama kue itu kau berikan?” tanya seorang MC yang mengisi acara ulang tahun Taeyeon.

“mm…untuk eommaku.” Jawab Taeyeon memberikan sepotong kue pada eommanya dan menyuapinya. Dan kemudian ia juga menyuapi appanya.

Pesta ulang tahun yang diadakan di rumah Taeyeon itu sangat meriah. Semua teman dekat Taeyeon hadir dan juga beberapa rekan bisnis tuan Kim juga ikut menghadiri acara itu. Tidak sedikit dari mereka yang membawa pula anak laki-lakinya. Mereka berusaha mendapatkan perhatian Taeyeon yang merupakan anak satu-satunya dari keluarga chaebol dan juga selain itu ia sangat cantik dan juga ramah.

“apakah kau mempunyai seseorang yang special, Taeyeon-ssi? Bagaimana kalau kau juga menyuapinya?” ucap MC itu membuat suasana menjadi riuh.

Taeyeon tersenyum malu-malu dan tidak langsung menjawab hingga akhirnya nyonya Kim memanggil Jaejoong. Awalnya Jaejoong malu-malu namun kemudian ia berdiri di sebelah nyonya  Kim, namun nyonya Kim segera meyuruhnya berdiri di samping Taeyeon.

“wah~ tampan sekali namja ini. Kalian tampak serasi. Ah, aku jadi iri.” Seru MC itu. “nah, Taeyeon-ssi, ayo suapi namja disebelahmu itu.”

Dengan ragu-ragu, Taeyeon menyuapi Jaejoong.

“aissh.. aku benar-benar iri!” ucap MC itu lagi membuat Taeyeon dan Jaejoong tersipu malu.

“saengil chukkae, Taeyeon-ah.” Ucap Jaejoong pada Taeyeon.

“ne. gomawo, oppa.”

“aigoo, aigoo.. kalian membuat semua yang ada disini terbakar api cemburu(?).” goda MC itu lagi membuat pipi Taeyeon dan Jaejoong semakin memerah.

Setelah itu, acara di lanjutkan dengan mempersilahkan para tamu undangan menikmati acara itu. Jaejoong duduk tidak jauh dari Taeyeon yang sedang bergurau dengan teman-temannya. Ia terus memperhatikan yeoja itu dan tanpa sadar ia ikut tersenyum.

“Jaejoong-ah!” nyonya Kim menepuk pundaknya membuatnya terkejut lalu duduk disampingnya. “kau memperhatikan Taeyeon?”

“oh, aniyo, ajumma. Aku hanya…”

“panggil aku eomma.” Potong nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut dengan permintaannya. “anggap saja aku ini eommamu.”

“n..ne, eomma.” Gugup Jaejoong.

“tidak terasa kalian sudah sebesar ini.” Ucap nyonya Kim sambil mengelus rambut Jaejoong dengan lembut. “aku jadi ingat bagaimana kalian waktu masih kecil.”

Jaejoong tersenyum menanggapi ucapan nyonya Kim. “Jaejoong-ah..”

“ne?”

“apa kau bersedia menjaga Taeyeon?” tanya nyonya Kim membuat Jaejoong terkejut. “aku mengenalmu sejak kecil dan kalian sangat dekat. Taeyeon anak kami satu-satunya. Aku khawatir ia bergaul dengan orang yang salah. Kau sangat baik dan selalu disampingnya. Apa kau bisa melakukan itu hingga kami tidak bisa lagi menjaganya?”

“kenapa…. Aj.. mm.. maksudku, kenapa eomma berkata seperti itu?”

Nyonya Kim tersenyum sebelum akhirnya berkata, “eomma hanya ingin kau selalu menjaganya. Kau anak yang baik dan eomma sangat mempercayaimu. Apa kau bisa memenuhi permintaan eomma?”

Jaejoong tersenyum, “ne.”

“good boy.” Nyonya Kim tertawa sambil mengacak rambut Jaejoong dengan gemas sebelum akhirnya beranjak meninggalkannya.

Jaejoong kembali melihat Taeyeon yang kini sendirian karena teman-temannya pergi menikmati jamuan pesta itu. Jaejoong beranjak dari tempat duduknya dan melepaskan blazzernya. Ia berdiri di depan Taeyeon dan memakaikan blazzer itu menutupi dadanya.

“terlalu terbuka.” Bisik Jaejoong.

Taeyeon sedikit mengernyitkan keningnya hingga akhirnya ia tertawa kecil menerima perlakuan Jaejoong. “gomawo.” Ucap Taeyeon yang dibalas senyuman Jaejoong.

Jaejoong melayangkan(?) pandangannya ke arah lain dan mendapati nyonya Kim yang tersenyum ke arahnya. “gomapta.” Nyonya Kim menggerakan bibirnya tanpa suara mengucapkan kalimat itu pada Jaejoong.

Beberapa jam kemudian, acara itu selesai dan para tamu sudah meninggalkan tempat itu. Namun tidak dengan Jaejoong, ia masih berada di tempat itu. Ia berniat memberikan sesuatu untuk Taeyeon. Ia menemui Taeyeon di kamarnya.

“Taeyeon-ah, ini hadiah untukmu dariku.” Jaejoong memberikan sebuah boneka beruang besar.

“waaah, kyeopta~” seru Taeyeon menerima boneka itu. “gomawo~”

ashiya19.wordpress.com

Jaejoong mengangguk dantersenyum lembut padanya.
Flash back end
Jaejoong masih ingat bagaimana sifat Taeyeon sebelum eommanya meninggal. Setelah nyonya Kim meninggal karena satu hal, sifat Taeyeon berubah 180 derajat. Dulu ia begitu manis, namun sekarang ia berubah menjadi yeoja yang keras kepala dan bertindak semaunya sendiri.
Jaejoong menghela napasnya. Ia menyelimuti Taeyeon dan mengecup keningnya. Setelah itu ia beranjak keluar dari kamar itu.

To be continue..

Pasti ada yang nanya, “mana KyuTae momentnya? Kok TaeJae doank? terus Dara’nya mana?” haha.. sabar ya~  😉 tunggu aja kelanjutannya!

FYI, perusahaan Hanhwa itu beneran ada. Bukan fiktif. Hanhwa termasuk perusahaan besar, sederajat(?)lah sama Kia, Hyundai, LG, dan kawan-kawan. Author pinjem namanya aja. Hehe…

RCL, please~! onion-emoticons-set-6-81

[FF] Only One (Chapter 4)

Author : Ashiya
Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Lee Donghae, Victoria
Other Cast : SM Family
Genre : Alternate Universe, Comedy, I don’t know o.Oa
Language : Bahasa Indonesia tanpa EYD sehingga typo(s) bertebaran dimana-mana. -.-”

-Previous Chapter-

Sementara SNSD kembali berlatih, Kyuhyun menghampiri ketiganya dan mengerutkan dahinya melihat Suho, Baekhyun dan Chanyeol begitu rukun tidak seperti biasanya.

“hey, kiddos!!” sapa Kyuhyun mengambil tempat duduk di pangkuan Suho.

“ya!! Hyung! Berat!!” Suho menendang bokong Kyuhyun.

“ya!! Kau tidak belajar sopan santun pada hyungmu??” Kyuhyun menatap evil  Suho.

“memangnya kau selalu melakukan hal seperti itu?” dengus Suho.

“ya.. tidak juga sih.” Cengir Kyuhyun menyadari keevilannya pada hyung-hyungnya. Apalagi dongsaengnya. “tumben kalian begitu tenang saat nonton SNSD?”

“kami baru saja di sembur manager-hyung karena ribut saat menonton mereka.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya.

Kyuhyun tertawa mendengar penjelasan Chanyeol. “memangnya apa yang kalian ributkan?”

“kami memperebutkan Taeyeon-noona.” Jawab Baekhyun.

“eh?” tawa Kyuhyun berhenti seketika saat mendengar jawaban Baekhyun.

“aku sangat sangat sangat menyukai Taeyeon-noona! Lebih dari sekedar fans.” ucap Baekhyun lagi.

“aku juga.”

“eh?” kejut Kyuhyun mendengar Suho juga menyukai Taeyeon.

“aku juga!” seru Chanyeol membuat Kyuhyun semakin membelalakan matanya.

“aku juga!” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dan ternyata itu adalah Sehun.

“heeeeeeeeeeeeeeeeeeeh????” shock Kyuhyun mengetahui keempat member EXO itu juga menyukai Taeyeon.

“Sebenarnya aku juga.” Muncul lagi seseorang yang memiliki tubuh paling tinggi di grup EXO.

“KRIS????” kejut Kyuhyun membelalakan matanya.

“hyung, awas matamu copot.” Ujar Onew yang tiba-tiba nimbrung sambil memakan ayamnya. “aku juga sepertinya begitu. Aku menyukai Taeyeon-noona. Ia sangat cute.” Kenyataan(?) ini membuat Kyuhyun semakin menganga lebar.

“setelah Donghae, Changmin, Leeteuk, sekarang Suho, Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kris, bahkan Onew yang selama ini hanya peduli pada ayam?? Taeyeon-ah, apa aku bisa bersaing dengan mereka?? Apa setelah ini masih ada namja lain yang terang-terangan mengakui menyukaimu padaku??” batin Kyuhyun tidak percaya diri.

-Chapter 4-

Konser SMTOWN INA berjalan dengan lancar. Saat SNSD selesai menampilkan The Boys, ke sembilan member itu pun satu persatu menuruni panggung. Sooyoung turun terlebih dahulu karena sejak perform tadi ia takut kehilangan nasi kotaknya di ruang make up. -.-

Taeyeon turun paling belakang. Saat Taeyeon akan turun, ia terkejut dengan banyaknya tangan-tangan yang tersodor kedepannya untuk membantunya menuruni tangga panggung itu.

“OMMO!!” kejut Taeyeon.

Ia melihat satu persatu para pemilik tangan itu. Leeteuk, Changmin, Baekhyun, Sehun, Chanyeol, Suho, Kris, Onew, Donghae, dan juga Kyuhyun.

Taeyeon mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia kebingungan akan memegang tangan siapa. Di tengah kebingungannya, muncul lagi satu tangan dan ternyata itu Tiffany yang tersenyum menunjukan eyes smilenya. Akhirnya Taeyeon menerima uluran tangan Tiffany dan turun dari atas panggung lalu berjalan meninggalkan para fanboysnya yang segera menurunkan tangannya dan beralih menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal karena salah tingkah menahan malu.

“benar-benar lucu ekspresi mereka!” tawa Tiffany saat menceritakan kejadian itu pada member SNSD yang lain.

“eonni, kalau disana tidak ada Fany-eonna, kau akan menerima uluran tangan siapa?” tanya Seohyun.

“eh? Mmm…” Taeyeon tampak bingung menjawab pertanyaan maknaenya.

“aku tahu siapa yang akan kau pilih.” Ucap Jessica.

“jeongmal? Nugu?” tanya Hyoyeon penasaran.

Jessica tersenyum melirik Taeyeon yang tampak mengisyaratkan jangan-mengatakan-apapun. “secret!” sahut Jessica memeletkan lidahnya.

“aissssh..menyebalkan!” dengus Sooyoung mengeluarkan mentimun yang ada di dalam nasi kotaknya dan menyodorkan mentimun itu pada Jessica.

“YA!! CHOI SOOYOUNG!!” teriak Jessica berlari menghindari Sooyoung yang mengejarnya sambil mengacung-ngacungkan mentimun itu. Ia naik ke atas meja rias sambil terus berteriak, “BUANG ITU, SHIKSHIN!”

“huh? Kau mengataiku shikshin? Baiklah, aku akan naik kesana dan menjejalkan mentimun ini ke mulutmu.”

“YA!! ANDWAE!! AKHHH!!!” jerit Jessica sementara member yang lain hanya tertawa melihat penderitaan(?) Jessica.

“EONNI!!” pekik seseorang dari luar ruangan itu membuat mereka bersembilan menoleh.

“Krystal..”

“Sooyoung-eonni! Berhenti mengganggu eonniku!” Krystal menghampiri Sooyoung, merebut mentimun itu dengan kasar dan membuangnya ke tempat sampah.

“oh nooooo, my cucumber!!” panik Sooyoung dengan aksen British yang gagal, tidak rela mentimunnya terjerembab(?) dalam tumpukan sampah.

“Krystal belakangan ini agak menyeramkan.” Bisik Sunny pada Yuri.

“mungkin ia sedang datang bulan.” Jawab Yuri.

Krystal menghampiri Jessica yang sudah berkeringat dingin akibat ulah usil Sooyoung. “eonni, gwaenchana?” Jessica mengangguk dan turun dari meja rias itu. Krystal berbalik pada Sooyoung yang meratapi mentimunnya di dalam tempat sampah. “eonni, kalau kau menakut-nakuti Sica-eonni lagi, terima akibatnya!” ancam Krystal dengan mata merah menyala-nyala.

“Krystal pake softlens ya? Matanya menyala. Keren!” Bisik Sunny pada Yuri.

“itu bukan softlens, tapi dia memang ada keturunan vampir California.” Sahut Yuri.

“aissh, eonni! Ia bukan vampir, tapi dia sedang marah!” ucap Seohyun mengoreksi ucapan Yuri.

“oooh..” sahut Yuri dan Sunny manggut-manggut mengerti.

“mentimunku…” ratap Sooyoung pada mentimun itu tidak memperdulikan ancaman Krystal.

“Krys!” panggil Victoria yang tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka. “kajja! Giliran kita naik.” Krystal pun meninggalkan Jessica dan member SNSD yang lain.

“my cucumber~” lirih Sooyoung masih meratapi mentimun itu.

“sudahlah, Soo. Kau ini berlebihan sekali.” Ucap Taeyeon.

“my cucumber.. hiks..hiks..”

“waaah gadis itu beruntung sekali bisa di peluk Changmin dan Kyuhyun!” seru Yoona menonton pertunjukan duet kedua maknae itu dari tv kecil yang ada di ruang itu mengalihkan perhatian dari nelangsanya(?) Sooyoung.

Taeyeon menoleh dan ikut menontonnya. “beruntung sekali dia. Apa aku juga harus jadi fansnya agar mendapat perlakuan yang sama?” keluh Taeyeon dalam hati.

Tanpa diketahui Taeyeon, Jessica memperhatikan tatapannya yang tampak sedih. “jadi dia benar-benar menyukainya? Lalu bagaimana dengan Donghae?” batin Jessica.

**

Konser SM TOWN sudah selesai di gelar dengan sukses. Kini mereka bersiap untuk segera kembali ke Korea.

“hatcchiiiiii!!”

“Taeng-ah, kau flu?” tanya Kyuhyun saat berjalan menuju pesawat.

“ah? Oh..sepertinya begitu. Dari tadi aku bersin-bersin terus. Hatccchiiiiii!!!!” bersin Taeyeon lagi dan kali ini ia sedikit mengenai baju Kyuhyun. “oh, mian, oppa!” Taeyeon segera mengelapnya namun Kyuhyun menahan tangan Taeyeon hingga Taeyeon heran menatapnya.

Mereka terdiam saling bertatapan hingga tanpa sengaja Eunhyuk menubruk Taeyeon dari belakang dan mengakibatkan Taeyeon terdorong ke depan dan Kyuhyun refleks memeluknya.

“oh, mian, Taeng. Aku sedang buru-buru!” ucap Eunhyuk sambil memegangi perut dan bokongnya. “toilet! Toilet! Mana toilet!” gumam Eunhyuk berlari menuju toilet.

“gwaenchana?” tanya Kyuhyun melepaskan pelukannya.

“n..ne.” jawab Taeyeon gugup.

Kyuhyun mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan memberikan sapu tangan itu pada Taeyeon, “pakai ini.”

“gomawo.” Ucap Taeyeon menerima sapu tangan itu.

“kau akan duduk dengan siapa?”

“molla.” Jawab Taeyeon .

“kalau begitu denganku saja.”

“lalu Vic-eonni?”

“ia sudah duduk dengan Amber disana.” Tunjuk Kyuhyun ke barisan kursi depan.

“oh, baiklah.” Akhirnya Taeyeon duduk bersebelahan dengan Kyuhyun.

“yes!” ucap Kyuhyun pelan sambil mengepalkan tangannya.

“mwo?”

“eh? A..aniya. Kajja, kita duduk  disana!”

Kyuhyun sangat menantikan saat-saat seperti ini. Ia membayangkan Taeyeon yang tidur di pundaknya. “eheheheheh…” Kyuhyun menyeringai sendiri membayangkannya. Namun saat ia menoleh ke sebelahnya, Taeyeon tidak juga terlelap. Ia masih asyik bermain game di ponselnya. Hal itu sedikit membuatnya kecewa. Semula ia mengira Taeyeon akan segera tidur karena kelelahan di tambah dengan flunya dan juga karena waktu sudah sangat larut. Hingga hampir satu jam pesawat itu membawa mereka, Taeyeon belum juga tidur. Padahal yang lain sudah terlelap sejak memasuki pesawat itu.

“kau tidak ngantuk?” tanya Kyuhyun.

“aniyo.” Jawab Taeyeon.

“kalau ngantuk, bersandar saja ke pundakku.” Ucap Kyuhyun menepuk pundaknya.

“ne, gomawo. Tapi aku belum mengantuk sekarang.”

“baiklah.”

Kyuhyun kembali menunggu Taeyeon menyandarkan kepalanya namun ternyata Taeyeon masih terjaga. Bahkan dirinya sudah lelah menahan matanya yang semakin berat.

“kalau ngantuk tidur saja.” ucap Taeyeon membuat Kyuhyun langsung melebarkan kembali matanya.

“ah, aniya. Aku belum….” Kyuhyun belum sempat menyelesaikan ucapannya, ia sudah terlelap duluan. “zz..zzz..”

Taeyeon tertawa kecil melihat namja itu. “belum ngantuk apanya?” gumam Taeyeon membetulkan posisi kepala Kyuhyun yang sedikit miring. “kalau miring begini, lehermu akan sakit.” Taeyeon memperhatikan wajah Kyuhyun yang tidur dengan mulut sedikit terbuka, “bagaimana aku bisa tidur kalau kau ada di sebelahku? Apa kau tidak tahu kalau aku sangat gugup?” batin Taeyeon.

Sementara itu di belakangnya, tampak Donghae menatap Taeyeon yang tengah memperhatikan Kyuhyun. “apa kau benar-benar tidak pernah melihatku seperti kau melihat Kyuhyun?”

**

Setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam, akhirnya rombongan SM TOWN tiba di bandara Incheon. Mereka segera bergegas menuju dorm masing-masing untuk beristirahat karena beberapa jam lagi mereka harus datang ke kantor SM di daerah Gangnam.

Beberapa jam kemudian mereka tiba di kantor SM, para leader langsung menuju ruang rapat untuk mengadakan evaluasi SM TOWN di Jakarta yang baru saja mereka gelar. Sedangkan para member ada yang menunggu di dorm dan ada juga yang turut ikut ke kantor SM.

Lee Sooman memberikan pendapatnya tentang SM TOWN INA dan kini saatnya ia memberikan jadwal baru untuk artis-artisnya yang ia berikan pada manager masing-masing.

“Taeyeon-noona!!” teriak Baekhyun dan Sehun membuat Taeyeon menoleh saat ia baru saja keluar dari ruang rapat itu dan berjalan menuju lift.

“oh, hei.” Jawab Taeyeon dengan lesu.

“noona, wae? Apa kau sakit?” cemas Baekhyun. “wajahmu terlihat pucat. Ku dengar kemarin noona flu?” *jiwa fanboy Bacon kumat.kkkk*

“hm? Ah..ani.” jawab Taeyeon menyunggingkan senyumnya. “kalian mau kemana?”

“kita mau ke studio dance tapi karena melihat noona disini, jadi kita kesini dulu sekedar menyapa.” Jawab Sehun.

“oh, kalau begitu, cepatlah. Nanti kalian dimarahi manager.”

“hmm..baiklah. tapi…ini dulu.” CHU~ Baekhyun mendaratkan ciumannya di pipi kanan Taeyeon lalu lari terbirit-birit.

“ya! Byun Baekhyun!” teriak Taeyeon.

“dasar, tidak sopan!” cela Sehun. “noona, aku juga pergi dulu ya. Annyeong~” CHU~ lagi-lagi Taeyeon menerima ciuman kejutan di pipi dari kedua member EXO itu.

“ya! Oh Sehun!!” Taeyeon meneriaki Sehun yang lari sambil tertawa-tawa. “aissh! Dasar usil!!”

Taeyeon kembali berjalan sendirian menuju lift. Semenjak pulang dari Indonesia, tampaknya flunya semakin parah. Wajahnya tampak pucat dan ia merasa sedikit pusing. Begitu ia tiba di depan lift, setelah menunggu beberapa menit, pintu lift itu terbuka.

TING!

Taeyeon mengangkat wajahnya dan ia melihat seseorang di dalam lift itu.

“oh, Hae-oppa. Annyeong~” Ucap Taeyeon dengan suara yang lemah sambil berjalan masuk ke dalam lift itu dan lift itu segera tertutup.

Donghae tidak langsung membalas sapaannya, ia terlihat khawatir mendengar suara Taeyeon dan juga wajahnya yang pucat. “Taeng-ah, gwaenchana?”

“ne?”

“kau sakit?” Donghae meletakkan punggung tangannya di dahi Taeyeon. “kau demam.”

“gwaenchana. Hanya flu biasa.” Jawab Taeyeon sambil menahan kepalanya yang semakin pening.

“Kau sudah memeriksakannya ke dokter?” namun belum sempat Taeyeon menjawab, Taeyeon terkulai jatuh pingsan dan Donghae segera menahan tubuhnya. “ya! Taeng-ah! Wae??” panik Donghae. Ia menekan-nekan tombol lift itu agar segera terbuka dan membawanya keluar. “ya! Taeng, ireona!” Donghae mengguncang tubuh Taeyeon. Taeyeon tampak masih sadar namun ia sangat lemas dan tidak kuat untuk membuka kedua matanya sendiri.

TING!

Pintu terbuka, Donghae segera mengangkat tubuh Taeyeon keluar dari lift itu.

“ya! Hyung, kenapa dia??” kejut Key saat berpapasan dengannya.

“ia pingsan. Cepat panggil dokter!” perintah Donghae sambil membaringkan Taeyeon di sofa. Key segera mengambi ponselnya dan menelpon dokter kepercayaan keluarga SM.

Saat itu masih pagi dan para staff belum banyak yang hadir di kantor itu. Key memberitahu manager SNSD dan ia segera datang dengan raut wajah yang sangat cemas.

“bagaimana keadaannya??” panik manager  berkacamata itu. “kenapa bisa begini??”

Tidak lama kemudian, dokter datang dan segera memeriksa Taeyeon. “ia kelelahan dan kurang istirahat.” Ucap dokter. “sebaiknya biarkan ia istirahat 2 sampai 3 hari.”

“mwo??” kejut manager. “tapi..dia harus segera ke Jepang siang ini untuk promo album dan…”

“HYUNG!!” bentak Donghae tiba-tiba. “kondisi Taeyeon seperti ini apa kau tidak kasihan dengannya?! Kau tidak dengar ucapan dokter??”

“bukan begitu, Hae. Tapi ini soal profesional kerja..”

“bagaimana kalau kau berada di posisinya??” marah Donghae memotong ucapannya. “kondisinya lemah sampai pingsan begini kau masih bisa memikirkan profesionalisme pekerjaan??”

Manager itu menghela napasnya, “Hae, kau bukan anak baru kan disini? Kita semua tahu semua artis SM sangat sibuk dan hampir tidak bisa istirahat seharian. Kau sendiri tahu, paling lama bisa beristirahat itu hanya 2 jam.”

“apa kau tidak bisa memberinya waktu sebentar untuk memulihkan kondisinya? Kau lihat dia..”

“hei..” ucap Taeyeon yang baru sadar dari pingsannya. “kenapa ribut-ribut?”

“Taeyeon-ah, gwaenchana??” ucap Donghae di balas anggukan lemah Taeyeon yang masih merasakan pusing di kepalanya.

“masih pusing?” tanya Donghae lagi.

“sedikit.”

“baiklah. Aku harus kembali ke klinik.” Ucap dokter itu. “ini resepnya, jangan lupa kau harus meminumnya secara teratur.” Kata dokter itu lagi pada Taeyeon sambil memberikan resepnya pada manager SNSD lalu pergi dari tempat itu.

“oppa, jam berapa kita berangkat?” tanya Taeyeon.

“jam 1 siang.”

“Taeng-ah..” ucap Donghae tampak khawatir. “sebaiknya kau tunda dulu keberangkatanmu sampai kau benar-benar pulih.”

“gwaenchana. Masih ada waktu beberapa jam. Aku akan menggunakannya untuk beristirahat.” Sahut Taeyeon lalu berbalik pada managernya. “oppa, boleh aku minta waktu untuk istirahat sampai waktunya kita berangkat?”

“baiklah.”

“oppa, aku pergi dulu. Annyeong~” Taeyeon pun pergi dengan manajernya meninggalkan Donghae di tempat itu.

“ku harap kau baik-baik saja, Taeng. Saranghae.” Batin Donghae.

**

“MWO?? Taeng pingsan??” kejut Kangin membuat gempar dorm SuJu setelah mendengar laporan(?) Donghae.

“hyung, kau sudah bisa mengecilkan badanmu, apa kau juga bisa mengecilkan volume suaramu?” kesal Ryeowook yang merasa telinganya mendadak budek(?).

Kyuhyun pun berada di situ. Sama terkejutnya dengan Kangin namun ia tidak memperlihatkannya dengan tetap fokus pada PSPnya.

“aku akan ke dormnya.” ucap Kangin. “aku ingin memastikan dia baik-baik saja.”

“hyung, boleh aku ikut?” pinta Kyuhyun tiba-tiba membuat member yang lain mengerutkan keningnya. Kyuhyun menyadari tatapan hyung-hyungnya itu dan segera mengeles. “ah, aku mau mengambil CD game yang di pinjam Sunny.”

“memang Sunny pernah meminjam gamemu?” heran Sungmin.

“n..ne. Kemarin ia meminjamnya.” jawab Kyuhyun gelagapan.

“ya sudah, kajja!”

“boleh aku ikut juga?” Donghae menyusul keduanya sebelum membukakan pintu.

“baiklah. Masih ada yang mau ikut? Biar aku bisa memesan bus saja sekalian.” sahut Kangin sedikit kesal.

“aku ikut!” teriak Leeteuk yang baru keluar dari kamarnya. Ia baru saja selesai mandi dan mendengar pembicaraan mereka.

“ya! Ajussi, kau benar-benar mau di kerubuti fansmu?” tanya Yesung.

“maksudmu?” tanya Leeteuk dengan bingung.

“kau mau keluar hanya dengan mengenakan boxer polkadot merah seperti itu?”

Leeteuk menunduk melihat bagian bawahnya. “ommo! Aku lupa pakai celana! Raccoon, evil, ikan, tunggu aku jangan dulu berangkat!” Leeteuk segera lari menuju kamarnya.

“dasar orang tua. ckckckck..” ucap Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya.

**

Kangin, Kyuhyun, Donghae, dan Leeteuk tiba di depan dorm SNSD dan mereka segera menekan bellnya. Tidak lama kemudian, pintu di bukakan oleh Seohyun. Member yang lain tampaknya sedang ada kegiatan masing-masing.

“oh, oppadeul?”

“Seo, kudengar Taeyeon sakit. Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kangin sambil nyelonong(?) masuk.

“heh, raccoon! Kau pikir kau dimana? Main masuk saja!” sembur Leeteuk.

“gwaenchana, oppa. Masuk saja. Eonni sedang istirahat.” Seohyun mempersilahkan mereka masuk dan mengantarnya ke kamar Taeyeon. “apa perlu ku bangunkan?” tanya Seohyun sedikit berbisik.

“tidak usah. Nanti dia terganggu. Dia harus banyak beristirahat.” jawab Donghae. Namun tidak lama kemudian Taeyeon terbangun.

“kalian? kenapa kesini?” bingung Taeyeon sambil berusaha duduk.

“kau tiduran saja, Taeng.” suruh Leeteuk membaringkannya lagi.

“Donghae bilang kau sakit, jadi kami kesini untuk menjengukmu.” ujar Kangin.

Taeyeon menoleh pada Donghae, “oppa, kau berlebihan sekali. nan gwaenchana..”

“baik bagaimana kalau kau sampai pingsan begini??” pekik Kyuhyun tiba-tiba membuat semua terkejut dan beralih menoleh padanya. “ah..o..mm.. mian. Aku tidak bermaksud berteriak.” sambung Kyuhyun tergagap.

“oppa, kalian mau minum apa?” Seohyun mengalihkan pembicaraan. “aku ambil minuman dulu.”

Seohyun pun beranjak dari kamar Taeyeon. “Kyu, cepat bantu Seo!” Leeteuk mendorong Kyuhyun keluar dari kamar Taeyeon.

“tapi hyung..”

“sudah sana cepat!” gertak Kangin akhirnya Kyuhyun menurut.

Kyuhyun berjalan malas-malasan menuju dapur menghampiri Seohyun yang tengah mempersiapkan minuman.

“oh, oppa? Kenapa kesini? Tunggu saja disana, nanti aku bawakan minumannya.”

“gwaenchana. aku akan membantumu.”

“baiklah.” jawab Seohyun akhirnya. “ah, kalau tidak salah Sooyoung-eonni masih punya beberapa makanan kecil di atas lemari.”

“mwo? Apa sebegitu pelitnya dia pada makanan sampai menaruh makanan di tempat tinggi?” heran Kyuhyun.

“hehe.. begitulah.” sahut Seohyun menarik kursi dan mendekatkannya pada lemari.

“untuk apa kursi itu? kau mau naik? biar ku ambilkan saja.” tawar Kyuhyun.

“tidak usah. tolong peras saja jeruknya biar aku yang mengambil makanannya.”

“baiklah.”

Seohyun menaiki kursi itu dan karena lemari itu cukup tinggi, ia menjinjitkan kakinya. “ah, susah sekali.” gumam Seohyun sambil berusaha meraih makanan itu dengan tangan kanannya. Sementara Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat Seohyun yang tampak kesulitan. Namun tawa itu seketika berubah ketika Seohyun tampak kehilangan keseimbangannya.

“waaa….waaaah…” pekik Seohyun.

“Seohyun-ah!” cepat-cepat Kyuhyun berlari kearahnya dan menahan tubuh Seohyun sebelum terbentur lantai.

BRUGGHH!!

Seohyun mendarat tepat diatas tubuh Kyuhyun dan bibir mereka sedikit bersentuhan. Keduanya membelalakan matanya shock dengan kejadian itu.

Sementara itu di kamar Taeyeon..

“oppa, aku ke toilet dulu.” ucap Taeyeon.

“aku antar ya!” ucap Leeteuk .

PLETAK!!

Kangin menjitak kepalanya. “mau apa kau mengantar yeoja ke toilet? mengintip??”

“aissshh.. kau ini tidak sopan! ingat aku lebih tua darimu!”

“so what?” cuek Kangin dengan bahasa Inggrisnya yang lulus uji (Kangin : thank you, author. kau tidak mempermalukankuonion-emoticons-set-6-84 )

“sudah jangan bertengkar! kalian ini sudah tua masih saja suka bertengkar. Tidak ingat umur!” ejek Taeyeon sambil berjalan menuju toilet yang berada di dekat dapur. “dasar, sudah tua masih saja suka ri….” ucapan Taeyeon terhenti saat melihat pemandangan didepannya. Ia melihat Seohyun yang menindih Kyuhyun dan bibir mereka hampir bersentuhan. “Seo…” gumam Taeyeon tanpa sadar membuat Kyuhyun dan Seohyun tersentak dan segera kembali berdiri.

“eo..eonni..” ucap Seohyun tergagap..

“permisi. Aku mau ke toilet.” sahut Taeyeon segera meninggalkan keduanya menuju toilet.

Taeyeon masuk ke toilet itu dan menguncinya. Ia berdiri membelakangi pintu dan mengingat apa yang barusan dilihatnya. Ia terlihat masih shock dengan pemandangan itu. Tanpa sadar, air matanya segera menuruni kedua pipinya.

To be continue…

Akhirnya Only One di update juga.^^ walaupun kayaknya kurang seru onion-emoticons-set-6-41

Oh ya, FF yang sequel I Got A Boy special ulang tahun Taeyeon gak jadi di update. Filenya gak tau kehapus apa gimana, udah ilang ajaonion-emoticons-set-6-52Jadi gantinya ngebut bikin lanjutan yang ini.

Jangan lupa tinggalkan jejak~ onion-emoticons-set-6-14

Protected: [FF] I Got A Boy (Season 2) End + Epilog

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Protected: [FF] I Got A Boy (Season 2) Final Chapter/Part-1

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[FF] I Got A Boy (season 2) Chapter 8

Yang rajin ngikutin blog ini pasti mikir gini, “katanya abis yang kemaren itu chapter terakhir, kok sekarang yang publish gak ada keterangan part endingnya?”

Nah, author yang (kata reader shndyulfha) kece badainya selangit *ngakak* baru nongol lagi. Author emang sebelumnya mau ngepost langsung sampe part akhir tapi ternyata terlalu panjang. Jadi di bagi lagi jadi 2 bagian. Tapi beneran deh abis ini chapter terakhir dan akan di proteksi. Password hanya untuk reader yang sering muncul di notifikasi author. Dan passwordnya pm aja ke fb atau twitter juga boleh. Link fb dan twitternya ada di bagian bawah blog ini.

Sebelum baca, author saranin siapin dulu tracklist lagu-lagu Korea yang menyayat-nyayat(?) hati. Jadi bacanya sambil dengerin lagu-lagu galaunya Korea. Biar tambah JLEB! ceritanya. :3

Oke, siap-siap menuju ending~! 😀

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria (f(x))
Other Cast : Yesung (Super Junior), Lee Jungshin (CNBLUE), Kang Minhyuk (CNBLUE), Seungri (Big Bang), Juniel, Hoya (Infinite), Lee Jaejin (FT Island), Song Joongki, Moon Geunyoung, Kang Sora, etc. (sebagian cast di season 1 juga akan muncul )
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang memplagiat.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia Read the rest of this entry