Blog Archives

[FF] I Got A Boy (Season 2) #Chapter 1

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Jonghyun (CNBLUE), Victoria Song (f(x))
Other Cast : Kim Jongwoon (Yesung Super Junior), etc.
Genre : Alternate Universe, Comedy, Romance
Disclaimer : The story is 100% mine. Dilarang membajak! *kalo bajak sawah, silahkan! xD
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia
Ada yang nunggu season 2 dari ff I Got A Boy Second Version ini?
Dulu author janji mau bikin season 2 yang dibuat 2 versi. Versi pertama yang temanya sad, udah di publish dan dibuat oneshot. sekarang bikin lanjutan versi keduanya yang dibuat multichapter.
Jangan lupa RCL!

-Last Story in I Got A Boy Season 1-

1 tahun kemudian..
‘ia selalu tersenyum saat bersama Leeteuk.’ Kyuhyun memperhatikan Taeyeon dan Leeteuk. lalu berbalik dan pergi.
“apa kau yakin dengan perasaanmu?” tanya Leeteuk. Taeyeon hanya tersenyum. “hari ini dia akan pindah ke Jinan.” Ucap Leeteuk.
“mwo??? Ke-kenapa??”
“entahlah. Masih ada waktu 1 jam untuk mengubah keputusannya. Kejarlah, Taeyeon!”
“tapi..” Leeteuk segera mendorong Taeyeon pergi.
Taeyeon berlari menuju pelabuhan Incheon begitu turun dari taxi. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dicarinya. Ia naik ke kapal besar dan menemukan seseorang yang dicarinya.
“KYUHYUN-OPPA!!” teriak Taeyeon sambil berlari dan menghambur ke pelukan Kyuhyun.
“Ta-Taeyeon? Wae??” Kyuhyun tampak bingung dengan perlakuan Taeyeon.
“Oppa, kenapa kau pindah ke Jinan?” tanya Taeyeon setelah melepas pelukannya.
“eh?? Aku..”
CHU~ Taeyeon berjinjit dan menarik leher Kyuhyun dan menciumnya. Sontak Kyuhyun sangat terkejut. Taeyeon melepas ciumannya dan menunduk. Sebuah senyuman aneh mejeng(?) diwajah Kyuhyun. Ia segera menarik Taeyeon ke pelukannya.
“aku tidak pindah, Taeyeon. Aku hanya ingin mengunjungi nenekku di Jinan.”
“heh???” spontan Taeyeon melepas pelukan Kyuhyun.
“siapa yang bilang aku akan pindah??”
Sementara itu..
“maaf aku membohongimu, Taeyeon. Kalau tidak begitu, kau tidak akan pergi menyusul orang yang kau cintai.” Gumam Leeteuk tersenyum.
Kembali ke Taeyeon dan Kyuhyun..
“aissh.. Leeteuk-oppa membohongiku!” kesal Taeyeon.
“Taeyeon, boleh aku tanya sesuatu?” Taeyeon mengangguk. “sebenarnya bagaimana hubunganmu dan Leeteuk? bukannya kalian pacaran?”
“heh?? Pacaran?? hahaha.. kapan? Aku tidak pernah pacaran dengan Leeteuk-oppa.”
“jinjja?? Bukannya waktu itu kalian…berciuman?”
“apa waktu Yunho-oppa menyuruh kita berciuman setelah itu kita berpacaran?” tanya Taeyeon. Kyuhyun menggeleng. “Leeteuk-oppa memang mengatakan kalau ia mencintaiku tapi aku hanya menganggapnya sebagai kakak.”
Kyuhyun tersenyum lebar dan memeluk Taeyeon lagi dengan sangat erat.
“KYAAAAAAAA..! oppa! Appo!!”
“jangan jauh-jauh lagi dariku, Taeyeon.. Saranghae!” lirih Kyuhyun. Taeyeon tersenyum dan mengangguk.
TUUUUUUUUUUUUUUUUUTTT!
“KYAAAAAA!! Oppa, kapalnya bergerak. Ayo cepat keluar!!” Taeyeon menyeret Kyuhyun tapi terlambat, jembatan penghubung kapal itu sudah di angkat dan kapal sudah berjalan menjauhi dermaga.
“oppa!! Eottokke??” panik Taeyeon membelakangi Kyuhyun. Saat Taeyeon berbalik, “KYAAAAAAAAAAAAA!!!” Taeyeon terkejut karena wajah Kyuhyun begitu dekat. Dengan cepat Kyuhyun membungkam bibir Taeyeon dengan bibirnya dan memegang tengkuknya supaya Taeyeon tidak melarikan diri.
“kau ini masih saja suka berteriak! Kalau begitu kau ikut saja denganku ke Jinan.” Ucap Kyuhyun setelah melepas ciumannya.
“MWO?? Andwae!! shireo!!” pekik Taeyeon.
“ya sudah kau pulang sendiri saja sana berenang! Bukankah kau senang sekali berenang?”
“YAAAAAA!! Oppa!!”
Kyuhyun melenggang meninggalkan Taeyeon dengan seringaian di wajahnya.
‘Saranghae, Kim Taeyeon!’ Batin Kyuhyun.

-I Got A Boy Season 2 Chapter 1-

“ne, aku pergi ke Jinan dengan Kyuhyun-oppa.” Taeyeon menghubungi video call dengan kakaknya, Yesung, saat dalam perjalanan ke Jinan. “ia menculikku!” Taeyeon mengerucutkan bibirnya mengadu pada kakaknya itu.

“mwo???” kejut Kyuhyun mendengar ucapan Taeyeon. Ia merampas(?) ponsel Taeyeon supaya bisa bertatapan langsung dengan Yesung. “aniyo, hyung! Taeyeon yang datang mengejarku kesini!”

“ya! Jangan bohong kau, Kyu! Mana mungkin Taeyeon mengejarmu?! Memangnya kau siapa??” balas Yesung dengan tampang sangarnya.

“aku? Aku namjachingunya.” Jawab Kyuhyun. “tapi itu benar! Mana mungkin aku membohongimu.”

“aniyo, oppa. Kau mempercayai dongsaengmu yang cute ini kan?” ucap Taeyeon dengan puppy eyesnya.

“aisssh.. berhentilah memasang tampang seperti itu!” sungut Kyuhyun.

“ya! Beraninya kau membentak dongsaengku!” marah Yesung sedangkan Kyuhyun langsung merengut. “ya sudah, kalian hati-hati. Hubungi aku kalau sudah sampai di Jinan. Aku ingin memastikan Taeyeon selamat ditanganmu. Jika tidak, persiapkan saja asuransi kesehatanmu.” Ancam Yesung.

“aisshh..kakak adik sama-sama menjengkelkannya.” Umpat Kyuhyun pelan.

“mwo?? Kau bilang apa??” ternyata Taeyeon mendengar umpatan Kyuhyun.

“a..aniyo. aku tidak berkata apa-apa.” Kilah Kyuhyun.

“Yesung-oppa, kau dengar barusan ia bilang apa?”

“hm? Apa?”

“aniyo, hyung. Aku tidak berkata apa-apa. Taeyeon salah dengar!” Kyuhyun berusaha membekap mulut Taeyeon. Taeyeon menggigit tangan Kyuhyun yang membekapnya hingga akhirnya Kyuhyun kesakitan dan melepaskan tangannya.

“ia bilang kita kakak adik yang menjengkelkan!” lapor Taeyeon tidak memperdulikan Kyuhyun.

“mworago???? Ya!! Cho Kyuhyun!!” murka Yesung lagi.

“mian, hyung.” Ucap Kyuhyun memelas. Sedangkan Taeyeon terkekeh melihat raut wajah Kyuhyun.

“hufft… sudah. Aku harus segera masuk kerja. Jangan lupa kabari aku kalau sudah tiba di Jinan. Dan satu lagi, Cho Kyuhyun, urusan kita belum selesai. Kau menculik dongsaengku, membentaknya, dan juga mengumpat tentang kami. Aku harus membuat perhitungan denganmu.” Setelah berkata seperti itu, Yesung memutuskan sambungan video callnya.

“kau puas sekarang?” kesal Kyuhyun pada Taeyeon semakin tertawa histeris.

**

Kyuhyun dan Taeyeon berjalan keluar dari kapal saat mereka tiba di pelabuhan Jinan (emang ada? Kkkk~).

“haaaah…udara disini masih segar!” Taeyeon menghirup napas dalam-dalam merasakan udara segar di kota itu.

“kajja! Taxinya sudah datang.” Ucap Kyuhyun dengan nada masih kesal.

“ya! Kenapa dengan nada bicaramu?” heran Taeyeon.

“ani.” Balas Kyuhyun singkat.

“kau masih marah karena kejadian tadi?” Taeyeon berusaha menahan tawanya melihat wajah kesal Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam tidak menjawab ucapan Taeyeon. Ia berjalan mendahului Taeyeon.

“ya! Tunggu!” Taeyeon menyusul Kyuhyun yang meninggalkannya dibelakang.

Saat Kyuhyun akan masuk ke dalam taxi yang sudah menunggunya, Taeyeon menarik salah satu lengan Kyuhyun, hingga membuatnya berbalik menoleh.

“wae?” tanya Kyuhyun dengan nada datar dan berusaha menghindari tatapan Taeyeon.

“ya! Kau benar-benar marah?” Kyuhyun tidak menjawab. “ck! Kau seperti baru mengenal Yesung-oppa saja. Kau lupa kalau ia suka sekali menjahili orang dengan tampang seramnya?”

Kyuhyun tertegun mendengar ucapan Taeyeon. “maksudmu?”

Taeyeon tertawa kecil melihat tampang serius Kyuhyun, “ia hanya bercanda, babo!”

“mwo??”

Taeyeon menggeleng-gelengkan kepalanya, “dasar bodoh.” Taeyeon mendahului Kyuhyun masuk kedalam taxi.

Kyuhyun masih berdiri diluar taxi itu tengah mencerna ucapan Taeyeon. “bodoh??” sedetik kemudian ia berbalik melihat Taeyeon yang tertawa-tawa didalam taxi. “ya! Kau mengataiku bodoh??” Kyuhyun bergegas masuk kedalam taxi itu dengan memasang tampang terkejutnya.

“ne!”

“ya! Beraninya kau mengataiku seperti itu! Kau lupa aku ini lebih tua darimu? Kau….”

CHU~!

Taeyeon membungkam mulut Kyuhyun dengan bibirnya membuatnya berhenti mengomel.

“mulutmu benar-benar cerewet seperti ajumma-ajumma saja.” Ucap Taeyeon enteng setelah melepas ciumannya. “ajussi, ayo berangkat.” Sambungnya lagi pada sopir taxi itu. Sedangkan Kyuhyun masih mengerjap-ngerjapkan matanya.

“tampangmu benar-benar seperti orang bodoh.” Tawa Taeyeon.

**

“tuan, kita sudah sampai.” Ucap sopir taxi itu membangunkan Kyuhyun dan Taeyeon yang duduk di belakang.

Kyuhyun mengerjapkan matanya dan membangunkan Taeyeon yang tertidur menyandar dibahunya.

“Taeng-ah, ireona.”

Kyuhyun dan Taeyeon keluar dari taxi itu. Taeyeon menatap sekelilingnya. Didepannya terdapat sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas dan terawat dengan berbagai bunga yang ditanam rapi di halaman itu.

17_Bungalow_1501_Harwood

“ayo masuk.” Kyuhyun menyeret kopernya menuju halaman rumah itu.

“ini rumah nenekmu? Sepertinya nyaman sekali tinggal disini.”

“tentu saja. Aku sering menginap disini walaupun jarak dari Seoul cukup jauh. Kau juga bisa tinggal disini kalau kita sudah menikah.” Pipi Taeyeon memerah mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Kyuhyun.

Kyuhyun menekan bell rumah itu dan tidak lama kemudian seorang wanita tua yang mengenakan hanbok membukakan pintu itu.

“halmoni!” seru Kyuhyun memeluk neneknya itu.

“orangtuamu merawatmu dengan baik. Badanmu tinggi sekali.” Ucap nenek Kyuhyun. Setelah ia melepaskan pelukannya, pandangannya teralih pada yeoja mungil yang sedari tadi terdiam berdiri disamping Kyuhyun. “nugu?”

“ah, ini Taeyeon. Kim Taeyeon.” Kyuhyun mengenalkan Taeyeon pada neneknya.

“annyeong haseyo, halmoni. Joneun Kim Taeyeon imnida. Bangapseumnida.” Taeyeon membungkukan badannya dengan hormat.

“ah, manis sekali.” Nenek Kyuhyun mengelus rambut Taeyeon dengan lembut.

“tentu saja. Aku sudah bilang akan mendapatkan menantu yang terbaik untuk halmoni.” Ucap Kyuhyun.

“isshh..oppa!” Taeyeon mencubit pinggang Kyuhyun. Wajahnya merah padam.

Nenek Kyuhyun tertawa melihat wajah Taeyeon, “ayo masuk. Diluar dingin.”

**

Saat pertama bertemu dengan nenek Kyuhyun, Taeyeon mengira ia adalah sosok nenek yang hangat dan penuh kasih sayang. Namun setelah banyak berbincang, ternyata tidak hanya hangat dan penyayang, tapi juga sama persis dengan Kyuhyun yang jahil. Mungkin kejahilan Kyuhyun diturunkan oleh neneknya ini.

“Taeyeon-ah, kau tahu, Kyuhyun itu sangat patuh pada halmoni. Bahkan saking patuhnya, ia tidak bisa membantah meskipun halmoni sengaja mengerjainya.” ucapnya saat Taeyeon tengah membantunya mempersiapkan makan malam.

“jinjja?” Taeyeon tampak tertarik dengan cerita nenek Kyuhyun.

“ne. mau bukti?” tanya nenek Kyuhyun. Taeyeon mengangguk.

“Kyu, ambilkan kimchi yang ada dilemari es!” suruh nenek itu pada Kyuhyun.

“ini.” Kyuhyun memberikan kimchi itu pada neneknya.

“Kyu, ambilkan piring di lemari.” Suruh neneknya lagi. Kyuhyun segera menuruti permintaan neneknya. “Kyu, belikan buah kalengan di supermarket depan!” Kyuhyun pun pergi ke supermarket. “kau lihatkan? Ia tidak bisa membantah nenek?” bisik nenek Kyuhyun pada Taeyeon membuat Taeyeon terkekeh.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun kembali dan menyerahkan pesanan neneknya.

“Kyu, cuci sayuran ini.” Perintah neneknya lagi.

Kyuhyun menghela napas lelahnya dan segera membersihkan sayuran itu. Taeyeon hanya senyum-senyum melihat Kyuhyun mematuhi neneknya. Hal itu terus berulang hingga makan malam siap dihidangkan.

“nah, ayo kita makan.” Seru nenek. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali meminta Kyuhyun melakukan sesuatu, “Kyu, ambilkan air minumnya di dapur.”

Dengan langkah berat karena lelah terus mondar-mandir menuruti permintaan neneknya, Kyuhyun mengambil minuman itu didapur.

“halmoni, cucumu benar-benar penurut!” tawa Taeyeon setelah Kyuhyun pergi.

“apa ku bilang, kan?” Jawab nenek dengan bangga.

Mereka bertiga makan malam bersama sambil terus berbagi cerita. Kyuhyun menceritakan bagaimana pertama kali ia bertemu dengan Taeyeon. Saat ia dipaksa berciuman oleh Yunho, tentang Seohyun, hingga tentang bagaimana Taeyeon mengejarnya di kapal saat Kyuhyun akan mengunjungi neneknya, bahkan saat Taeyeon menciumnya tiba-tiba. Semua ia ceritakan pada neneknya itu.

“ya! Oppa! Kenapa kau senang sekali mempermalukanku!” dengus Taeyeon mengerucutkan bibirnya membuat Kyuhyun dan neneknya tertawa.

Selesai makan malam, kejahilan nenek Kyuhyun terus berlanjut.

“Kyuhyun-ah, kau cuci piring-piring ini ya! Nenek ngantuk.”

“mwo??” kejut Kyuhyun karena begitu banyak piring-piring yang harus ia cuci.

“wae? Kau keberatan? Kau akan membiarkan nenekmu yang tua renta ini membereskan semua piring-piring kotor ini?” nenek Kyuhyun berakting seolah dirinya yang tertindas. Taeyeon tampak menahan tawanya.

“a..aniyo.” Kyuhyun yang tidak bisa membantah hanya bisa menurutinya.

“bagus. bereskan semua piring-piring ini, anak manis.” Nenek itu mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas. “Taeyeon-ah, kajja! Nenek ingin bercerita denganmu. Sudah lama tidak ngobrol dengan yeoja seusiamu.”

“ne.” jawab Taeyeon. “oppa, aku pergi dulu. Selamat bekerja!” sambung Taeyeon dengan jahil.

Setelah neneknya dan Taeyeon pergi, Kyuhyun mengeluh, “haaaah, kenapa aku yang harus membereskannya?”

Kyuhyun sibuk dengan cuciannya, sementara Taeyeon dan nenek Kyuhyun tertawa-tawa dikamar mengingat wajah shock Kyuhyun saat diminta mencuci piring.

“apa kau benar-benar menyukainya?” tanya nenek Kyuhyun. “dia tampak bodoh, kan?” tawanya lagi mengintip Kyuhyun yang sibuk dengan cuciannya.

“memang tampak bodoh tapi jika dilihat dari sisi lain, aku merasa tidak salah memilih namja. Aku sering mendengar namja yang menyayangi orangtuanya, kelak akan menyayangi istrinya juga.”

“hmm…sepertinya kau mengharapkan cucuku menikahimu.” Ucap nenek Kyuhyun dengan jahil.

“eh? A..aniyo..” gugup Taeyeon.

“haha…kau tidak bisa membohongiku. Mengaku saja~!”

“halmoni~” Taeyeon menundukan wajahnya yang memerah.

“halmoni senang jika kau menyayanginya.” Ucap nenek Kyuhyun berubah serius. “Ia jarang mendapat kasih sayang orangtuanya karena mereka sangat sibuk. Sejak kecil, Kyuhyun lebih sering dirawat tinggal disini daripada bersama orangtuanya.”

“benarkah?” tanya Taeyeon yang dibalas anggukan nenek Kyuhyun.

“cha! Cepat bantu calon suamimu itu. Kelihatannya ia lelah.” Taeyeon tertawa geli mendengar kata ‘calon suami’ yang diucapkan nenek Kyuhyun.

Taeyeon beranjak dan menghampiri Kyuhyun yang masih sibuk dengan cuciannya.

“perlu bantuan?”

“oh, Taeng!” kejut Kyuhyun mendapati yeojachingunya itu sudah berdiri disamping kanannya. “ne. bantu aku Taeng.” Pinta Kyuhyun memelas.

“aissh..berhenti menunjukan tampang seperti itu.” Ucap Taeyeon pura-pura sebal. “kau duduk  saja disana. Biar aku yang menyelesaikan ini.”

“gomawo, chagiya~!” Cup! Kyuhyun mengecup pipi kiri Taeyeon.

**

Kyuhyun dan Taeyeon menghabiskan malam itu dengan menonton DVD. Waktu sudah menunjukan jam 11 malam. Keduanya mulai mengantuk dan segera beranjak ke kamar.

“hey, Kyu! Kau mau kemana?” tanya nenek Kyuhyun melihat Kyuhyun dan Taeyeon berjalan beriringan menuju kamar.

“tidur.” Jawab Kyuhyun menunjuk kamar yang didepannya dengan tampang innocent.

“ya!” nenek Kyuhyun berjalan menghampiri Kyuhyun dan langsung menarik telinga kanannya dengan kencang.

“arrghhh!! Halmoni! Appo!!” ringis Kyuhyun berusaha melepaskan jeweran neneknya. Taeyeon hanya menganga(?) melihatnya.

“kau sudah berani tidur dengan yeoja yang belum menjadi istrimu??” marah neneknya.

“ani! Bukan begitu!” elak Kyuhyun masih mencoba melepaskan jeweran neneknya. “rumah ini hanya ada 2 kamar. Karena Taeyeon menempati tempat tidurku, aku akan tidur di sofa kamarku.” Jelas Kyuhyun sambil meringis kesakitan. Telinganya sudah memerah.

“tidak bisa! Kau tidak boleh sekamar dengan Taeyeon! Kau tidur di sofa ruang tengah! Ayo ikut nenek!” nenek itu menyeret Kyuhyun sambil terus menjewernya.

“halmoni, appo!”

Taeyeon mengerjapkan matanya melihat nenek dan cucu itu sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya memasuki kamar yang selalu ditempati Kyuhyun.

**

Keesokan harinya, Taeyeon menghampiri nenek Kyuhyun yang tengah sibuk merawat tanamannya di halaman depan rumah.

“selamat pagi, halmoni!” sapa Taeyeon.

“oh, Taeyeon-ah! Kau sudah bangun?”

Taeyeon mengambil selang air yang tergeletak ditanah dan menyiram tanaman-tanaman itu.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya nenek Kyuhyun dengan lembut.

“ne. rumah halmoni nyaman sekali. Rasanya aku tidak ingin kembali ke Seoul.” Ucapan Taeyeon membuat nenek Kyuhyun tertawa.

“kau boleh saja tinggal disini. Tapi ada syaratnya.”

“hm? Apa?”

“kau harus menyelesaikan kuliahmu dulu lalu menikah dengan cucuku dan setelah itu kau boleh tinggal disini sampai kapanpun.” Ucap nenek Kyuhyun membuat Taeyeon tertawa.

“apa nenek membolehkan Kyuhyun-oppa menikahiku?”

“kenapa tidak?” jawab nenek Kyuhyun cepat. “kau anak yang baik, sopan, pintar memasak dan juga kau sangat cantik. Ternyata cucuku pintar sekali mencari yeoja.”

“hehe..gomawo.” jawab Taeyeon tersipu malu.

Taeyeon terus membantu nenek Kyuhyun merawat taman itu. Saat ia berdiri cukup jauh dari nenek Kyuhyun, tiba-tiba sepasang tangan mendekap tubuhnya dari belakang. Sontak Taeyeon terkejut dan menoleh kebelakang melihat orang yang memeluknya itu.

“pagi, Taeng!”

“oh, oppa! Kau mengagetkanku!”

“mianhae.” Jawab Kyuhyun tanpa melepaskan pelukannya. “bagaimana tidurmu semalam?”

“nyenyak sekali. Rumah nenekmu benar-benar nyaman.”

“tentu saja. Itu kamarku. Kau pasti menyukainya.”

Mereka terus bermesraan pagi itu didepan rumah nenek Kyuhyun. Orang-orang yang lalu lalang melihat mereka dengan tatapan iri. Kyuhyun tidak memperdulikannya hingga tiba-tiba seseorang menyemprotkan air ke tubuh bagian belakang Kyuhyun membuatnya terkejut dan berbalik.

“halmoni!” Kyuhyun berusaha menghindari semprotan air itu.

“berhentilah bermesraan didepan umum, tuan Cho Kyuhyun!” omel nenek Kyuhyun sambil terus menyemprotkan air.

Taeyeon hanya tertawa melihat namjanya yang sudah basah kuyup.

“kau juga, nona Kim Taeyeon!” nenek Kyuhyun mengalihkan semprotannya pada Taeyeon membuat Taeyeon berhenti tertawa dan berusaha menghindari air.

Kyuhyun melihat Taeyeon yang basah kuyup terus di serang air oleh neneknya dan ia tertawa terbahak-bahak. Neneknya melihat Kyuhyun yang tertawa puas melihat penderitaan(?) Taeyeon, kembali menyemprotkan air itu pada Kyuhyun.

“halmoni, keumanhae~!”

To be continue…

Cast lain belum muncul. hope you like this fiction. jangan lupa rate, like, comment. hehe…^^

[FF] Uncommited (Oneshot)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Kim Jongwoon/Yesung
Support Cast : Super Junior
Genre : Romance(maybe :p)

Apakah disini ada TaeSung Shipper? 😀
Hari ini Ashiya Says publish ff oneshot lagi. untuk para KyuTae Shipper, harap sabar untuk kelanjutan ff yang belum selesai. FF-ff itu sedang di proses kok (duh bahasanya), kalo udah jadi pasti langsung di publish. Selagi ff itu dibikin, diselingi dulu ma ff ini. FF ini author bikin pas comebacknya SuJu untuk album ke-6. 😀
semoga suka.^^ RCL, please!

Dorm Super Junior, 9 Maret 2012, 7 AM
Yesung terbangun dari tidurnya karena mendengar suara gaduh didapur dan aroma roti panggang yang menusuk hidungnya. Itu pasti Ryeowook yang sedang membuat sarapan untuk member SuJu. Ia beranjak dari tempat tidur menuju toilet dan membasuh wajahnya. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin. “eotteokke hajyo?” gumamnya sembari mengingat kejadian semalam yang membuatnya frustasi sendiri. Ia menyikat giginya dan keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lantai 1.
Saat melewati kamar Leeteuk, Yesung berhenti dan membuka pintu kamar itu perlahan. Leeteuk masih tidur karena ia baru pulang jam 4 pagi setelah mengurus berbagai hal mengenai comeback album keenam Super Junior dengan managernya di kantor SM. “dia sudah pergi.” batin Yesung dan menutup kembali pintu kamar itu.
“pagi, hyung!” sapa Ryeowook sembari membawa piring-piring berisi roti panggang. Yesung hanya membalasnya dengan tersenyum dan mengangguk. Tidak berapa lama kemudian beberapa member mulai turun dan menduduki meja makan. “Leeteuk hyung belum bangun?” tanya Ryeowook.
“belum. Mungkin kelelahan karena dia baru pulang jam 4 pagi.” Jawab Kangin sembari menyantap roti panggangnya.
“ajussi itu semangat sekali menyelesaikan album keenam kita.” Canda Donghae.
“sejak kapan kau memanggilnya dengan sebutan ajussi?” heran Eunhyuk.
“sejak assisten manager kita…” Donghae tidak melanjutkan ucapannya dan raut wajahnya berubah murung. Begitu pun dengan member yang lain.
“he..hey!! kenapa jadi diam begini? Ah..hahaha…” Shindong mencoba mencoba mencairkan suasana.
“aku duluan.” Sahut Yesung sembari beranjak dari kursinya dan berjalan menuju balkon meninggalkan para dongsaengnya yang menatapnya iba.
**
Yesung menghela napasnya. Akhir-akhir ini ia sering menyendiri di balkon itu. Getar ponsel membuyarkannya dari lamunannya tentang yeoja yang akhir-akhir ini selalu membayangi pikirannya. Satu pesan masuk dari orang yang sedang ia pikirkan. Cepat-cepat ia menggeser ponsel touchscreennya dan membaca isi pesan itu.
oppa, bisa kita bertemu di café Genie jam 10?
Yesung kembali menghela napasnya. Dengan ragu ia membalasnya dengan mengiyakan pertemuan itu. sebenarnya ia tidak ingin menemuinya karena tidak ingin mendengar kalimat yang akan di ucapkan yeoja itu.
**
Jam 9.45 ia mulai bersiap-siap meninggalkan apartement SuJu.
“hyung, kau mau kemana?” tanya Ryeowook melihat Yesung sedang menalikan sneakers putihnya.
“aku keluar sebentar.” jawab Yesung seraya berdiri dan berjalan menuju pintu.
“sampaikan salam dariku dan member lainnya.” Ucap Ryeowook yang membuat Yesung berbalik dan menatap heran si eternal maknae itu. “kau akan menemuinya kan?” sambung Ryeowook seolah mengerti maksud tatapan Yesung. Yesung kembali berbalik dan mulai berjalan meninggalkan apartement.
**
Tepat jam 10 Yesung tiba di café Genie. Ia dapat langsung melihat seorang yeoja tengah menunggunya dengan wajah yang menunduk. Tanpa menyapa Yesung duduk dihadapannya sehingga yeoja itu menaikan wajahnya dan menatap Yesung yang terdiam.
“oh, kau sudah datang?” ucap yeoja itu sembari tersenyum samar. Yesung tidak menjawabnya dan hanya memperhatikan sebuah koper pink yang tergeletak disamping yeoja itu duduk.
“jadi, kau benar-benar sudah mengambil keputusanmu?” tanya Yesung dingin sambil menatap yeoja itu yang kembali menundukan wajahnya.
“ne.” jawab yeoja itu pelan namun masih terdengar jelas ditelinga pemilik best vocal Super Junior itu.
Yesung mengepalkan tangan kanannya menahan emosi yang sudah ia tahan sejak semalam saat keduanya membahas hal yang sama. “member Super Junior menitipkan salam untukmu, Kim Taeyeon-ssi.”ucap Yesung dingin.
Taeyeon mendongakkan wajahnya melihat Yesung yang segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela café itu seolah tidak ingin melihat wajah Taeyeon. Ia sedikit terkejut saat Yesung menyebut namanya dengan Kim Taeyeon-ssi. Tidak seperti biasanya dengan sebutan Taeng, Taengoo, Taetae atau Taeyeon-ah. Ia merasa sesak dan berusaha menahan airmatanya.
“o..oppa..” lirih Taeyeon.
Yesung kembali menatap Taeyeon dengan tatapan tidak senang. “kau memanggilku oppa?” ujarnya dingin. Ia mendengus mendengar kata itu. “kau masih berani memanggilku oppa setelah kau memutuskan untuk menghentikan kontrak sebagai asisten manager dan menolak memperpanjangnya??” ujar Yesung dengan sedikit membentak tidak memperdulikan tatapan aneh orang-orang yang ada di café itu. Ia hanya mengeluarkan emosi yang ia tahan sejak semalam. Taeyeon kembali terdiam dan menundukan kepalanya. “terserah apa yang akan kau lakukan. Aku tidak peduli. Kau bukan siapa-siapa bagiku.” Sambung Yesung dingin dan kembali menatap kearah lain.
Taeyeon memejamkan matanya dan seketika itu airmata mengalir di pipi putih susunya. Ia tidak dapat menahannya terlebih saat mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Yesung. Cepat-cepat ia menghapusnya tidak ingin Yesung melihatnya menangis.
“Geurae. Aku pamit sekarang.” Taeyeon berdiri dan meraih kopernya. Taeyeon menatap Yesung yang masih tidak ingin memandangnya. “annyeongi keseyo.” Taeyeon membungkukan badannya. Yesung masih mengacuhkannya. Taeyeon menghela napasnya dan mulai melangkah keluar menyeret kopernya dari café dengan airmata yang kembali mengucur deras membasahi pipinya.
**
“aku pulang.” Ujar Yesung memasuki apartement dengan lesu.
“dia sudah kembali ke Jepang?” tanya Ryeowook yang dibalas anggukan lemah Yesung. Ryeowook menghela napasnya, “kau tidak menahannya dan mengungkapkan perasaanmu?” tanya Ryeowook lagi.
“ani.” Jawab Yesung sambil berjalan menuju kamarnya.
“semoga kau tidak menyesal, hyung!” ujar Ryeowook.
Yesung menutup pintunya dan berdiri membelakangi pintu. Ia memejamkan matanya dan duduk menekuk kakinya masih membelakangi pintu. “apa aku menyesal tidak menahannya? Bahkan aku tidak mengucapkan selamat ulang tahun padanya.” ucap Yesung dalam hati. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku sweaternya dan membuka kotak itu. Awalnya benda itu akan ia berikan pada Taeyeon yang juga (mantan) asisten manager Super Junior semalam saat ia dan member SuJu lainnya (minus Leeteuk) memberikan Taeyeon surprise party yang juga mungkin menjadi moment terakhir berkumpul dengan Taeyeon. Ia mengacak rambutnya frustasi. “babo!!”
**
Pagi hari Yesung kembali bangun. Ia menengok ke tempat tidur disebelahnya, Ryeowook sudah tidak ada disana. Ia beranjak ke kamar mandi. Ia membasuh wajahnya menatap pantulan wajahnya di cermin dan tiba-tiba saja ia merasa ada yang aneh hari itu.
Saat ia berganti pakaian ia mencium wangi roti panggang. Sepertinya beberapa hari ini Ryeoowok malas memasak. Yesung mulai membuka pintu keluar dari kamarnya. Ia berhenti didepan kamar Leeteuk dan Kangin. Ia menatap pintu bercat putih itu. kamar itu adalah kamar Taeyeon selama 2 tahun belakangan ini saat menjadi asisten manager. Karena itu pula, Leeteuk pindah ke kamar member lain. Dan saat itu Kangin masih wamil.
Yesung membuka pintu kamar itu berharap Taeyeon masih tidur di ranjang putih itu. Namun yang ia lihat adalah leadernya yang tertidur pulas. Ia pasti pulang larut lagi. Yesung memasuki kamar itu dan melihat sekeliling kamar itu. Ia teringat saat ia membantu Taeyeon mengurusi schedule Super Junior di kamar itu dan juga saat ia diam-diam mencium kening Taeyeon yang tengah tertidur pulas saat ia sakit karena kelelahan mengurus Super Junior.
“Yesung-ah, kau sedang apa disini?” tanya Leeteuk yang masih setengah sadar mengejutkan Yesung.
“oh, aniyo. Apa aku mengganggumu tidurmu?”
“ani.” Jawab Leeteuk singkat sambil kembali mencari posisi tidur yang nyaman.
“apa kau pulang larut lagi?”
“ne. aku baru pulang jam 4 pagi..” jawab Leeteuk dengan mata yang terpejam dan kembali tertidur.
Yesung keluar dari kamar itu karena tidak ingin mengganggu Leeteuk.
“pagi, hyung!” sapa Ryeowook sembari membawa piring-piring berisi roti panggang.
“ne.” jawab Yesung seraya menarik kursi dan mendudukinya. Beberapa member mulai turun dan berkumpul di meja makan. “Leeteuk hyung belum bangun?” tanya Ryeowook. Yesung mendongakkan kepalanya merasa pernah mengalami ini sebelumnya.
“belum. Mungkin kelelahan karena dia baru pulang jam 4 pagi.” Jawab Kangin sembari menyantap roti panggangnya.
“ajussi itu semangat sekali menyelesaikan album keenam kita.” Canda Donghae.
“sejak kapan kau memanggil Leeteuk hyung dengan sebutan ajussi?” heran Eunhyuk.
“sejak assisten manager kita…” Donghae tidak melanjutkan ucapannya dan raut wajahnya berubah murung. Begitu pun dengan member yang lain.
“he..hey!! kenapa jadi diam begini? Ah..hahaha…” Shindong mencoba mencairkan suasana.
Yesung menatap Kangin, Donghae, Eunhyuk dan Shindong bergantian. “de javu?” batin Yesung. “aku duluan.” kata Yesung sembari beranjak dari kursinya berjalan menuju kamarnya. Ia duduk di kursi depan keyboard Ryeowook dan merasa sangat aneh dengan hari itu.
Drrtt.. drtt.. Yesung membuka pesan yang masuk ke ponselnya.
oppa, bisa kita bertemu di café Genie jam 10?
Yesung membelalakan matanya membaca pesan dari…..Taeyeon!! “ige mwo..” ucapan Yesung terhenti saat ia tiba-tiba teringat kembali saat Ryeowook menyapanya dan juga ucapan member lain yang seperti pernah ia dengar sebelumnya. Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju balkon. Ia dapat melihat dengan jelas beberapa perlengkapan pesta ulang tahun yang belum di bersihkan seperti balon, pita, topi yang masih berserakan. “apa maksud semua ini?” batin Yesung.
Ia kembali melihat ponsel yang ada di genggamannya. Ia melihat sudut kanan atas ponselnya ‘March 9 2012’. Ia kembali membelalakan matanya. “apa aku sedang bermimpi?” gumam Yesung, “ani. Ini nyata. Lalu..apa kemarin itu hanya mimpi?” gumam Yesung lagi. Yesung menatap lekat-lekat nama ‘Taengoo’ yang tertera di ponselnya. Ia memutuskan untuk menelpon Taeyeon.
“yeoboseyo?” ucap seseorang diseberang sana. Suara yang sangat familiar di telinga Yesung.
“Ta..Taeyeon?”
“ne?”
“aku..aku akan menemuimu di café Genie jam 10.” Ucap Yesung setelah terdiam beberapa saat.
**
“hyung, kau mau ke…”
“aku keluar sebentar.” jawab Yesung memotong pertanyaan Ryeowook seraya berdiri dan berjalan menuju pintu dengan tergesa-gesa.
“sampaikan sa….”
“akan ku sampaikan salam kalian!” sahut Yesung berlari keluar apartement meninggalkan Ryeowook yang bingung dengan tingkah Yesung.
**
Masih ada waktu 15 menit sebelum jam menunjukan tepat jam 10, Yesung sudah berada di café itu. Dengan perasaan yang tidak menentu ia menunggu Taeyeon yang belum datang.
Ting!
Bunyi lonceng kecil di atas pintu café membuat Yesung menoleh kearah suara. Ia dapat melihat Taeyeon masuk dengan menyeret koper pink berjalan ke arahnya. Rahang Yesung menegang dan ia mengepalkan tangannya.
“annyeong!” sapa Taeyeon canggung namun Yesung tidak menjawabnya. Ia dapat melihat Taeyeon mengenakan pakaian yang sama seperti yang ia lihat sebelumnya. Entah itu mimpi? de javu? atau…mungkinkah ia di beri kesempatan kedua dengan kembali ke sehari sebelumnya?
““jadi, kau benar-benar sudah mengambil keputusanmu?” Yesung masih ingat kalimat itu yang ia tanyakan disaat Taeyeon akan meninggalkannya.
“ne.” jawab yeoja itu pelan. Yesung tercekat dengan ucapan Taeyeon. Ini benar-benar seperti ia diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.
Yesung menatapnya dan tanpa ia sadari ia menitikan airmatanya.
“o..oppa?” kaget Taeyeon melihat Yesung yang menangis dihadapannya.
“Taeyeon-ah, jebal..” Yesung menatap lekat-lekat mata coklat Taeyeon, “tetaplah disini..”
Taeyeon menunduk tidak ingin Yesung melihatnya menangis, “mianhae.. aku harus pergi.” Taeyeon berdiri dan hendak meraih kopernya namun Yesung mencegahnya untuk melakukan itu.
“jebal..” ucap Yesung menggenggam pergelangan tangan Taeyeon. “aku tidak peduli kau mau menjadi asisten manager kami lagi atau tidak. Tapi.. ku mohon tetaplah di sini.”
Taeyeon menatap Yesung dengan mata berkaca-kaca. “ani.” Jawab Taeyeon, “tidak ada lagi alasan untukku tetap di..”
CHU~
Yesung memotong ucapan Taeyeon dengan mencium bibirnya. Taeyeon membelalakan matanya dan ia dapat melihat dengan jelas Yesung yang kembali mengeluarkan airmatanya dengan mata terpejam sembari tetap mencium bibir mungilnya. Taeyeon tidak melawan maupun membalas ciumannya. Ia hanya terdiam membiarkan Yesung tetap menempelkan bibirnya.
Sesaat kemudian Yesung melepaskan ciumannya dan menatap lekat-lekat wajah Taeyeon. “saranghae.” ucap Yesung pelan namun masih dapat didengar dengan jelas oleh Taeyeon. Taeyeon memeluk Yesung dengan erat dan begitupun dengan Yesung.
“Taeng-ah..” ucap Yesung masih memeluknya.
“ne?”
“saengil chukkae.” mendengar itu Taeyeon melepas pelukannya dan tersenyum menatap Yesung.
“gomawo.” Balas Taeyeon.
Yesung teringat sesuatu dan mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku sweaternya dan memberikannya pada Taeyeon. “ige mwoya?”
“buka saja.” sahut Yesung tanpa melepaskan tatapannya dari wajah Taeyeon.
Taeyeon tersenyum melihat isi kotak itu, “yeppeuta” ucapnya sambil mengelus sebuah kalung dengan liontin bintang.
“berbaliklah! Biar aku yang pakaikan.” Taeyeon mengangguk dan menuruti ucapan Yesung.
“gomawo, oppa.” Ucap Taeyeon kembali berbalik menghadap Yesung. “aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikanmu.”
“cukup dengan tetap disampingku.” Yesung mengecup kening Taeyeon.

-The End-