Blog Archives

[Oneshot] Who Are You?

Main Cast : Lee Taemin

Support Cast : You’ll find them 😉

RCL, Please! 😉

Taemin POV

Mimpi itu datang lagi. Berjalan menuju altar pernikahan dengan menggandeng yeoja yang tidak begitu jelas wajahnya. Sudah 3 kali aku bermimpi seperti itu sejak 3 tahun lalu. Apa maksudnya? Apa aku akan segera menikah? Hah mana mungkin! Pacar saja tidak punya.

Yeoja itu datang lagi ke tempat ini. Duduk sendirian di tempat yang sama sejak pertama kali aku melihatnya 1 minggu yang lalu. Dia begitu manis dan imut. Ini adalah hari ketiga ia datang ke toko ice cream ini. Ya, aku bekerja sebagai kasir di toko ice cream. Aku melihat dia menoleh ke arahku dan aku langsung mengalihkan pandanganku. Aku takut ia merasa tidak nyaman karena aku selalu memperhatikannya.

“pelayan!” kulihat Key yang merupakan rekan kerjaku menghampirinya. Tidak lama kemudian Key datang ke tempatku berdiri di belakang mesin kasir.

“Taemin, tolong layani nona itu. Aku mau ke toilet dulu. Dia memesan gelato choco banana.”

“ne.” aku segera membuatkan ice cream pesanannya. “silahkan.” Ucapku sambil meletakan ice cream itu.

“gomaseumnida, Lee..Tae..Min-ssi.” Ia mengeja name tag ku. Aku tersenyum, membungkuk dan kembali ke tempatku semula.

1 jam kemudian ia sudah mau pergi. Aku melihat jam tanganku. 3 PM. Aku juga sudah harus pulang. Tidak lama kemudian kudengar pintu terbuka dan masuklah Minho yang mengganti shift kerjaku. Aku berjalan ke pinggir toko ini dan mengambil sepeda yang biasa kukayuh dari rumah menuju tempat ini.

“Taemin-ssi!” tiba-tiba yeoja tadi sudah berdiri didepanku. Aku sedikit terkejut. “boleh aku menumpang sepedamu?” mwo?? Dia ingin ikut denganku? Aku senang sekali tapi aku rasa ada yang aneh. “bolehkan?” tanyanya lagi.

“eh? Emmm..ne.” aku gugup melihat kedua matanya yang bersinar cemerlang.

“gomawo.” Ucapnya lalu naik ke belakang jok sepedaku.

“oh ya.. rumahmu dimana?” tanyaku saat diperjalanan.

“rumahku jauh dari sini. Kau bisa turunkan aku di halte depan. Supirku akan menjemputku.”

“ne. arasseo.”

Kami duduk dihalte bis. Aku melihat dia terus tersenyum sambil menatap jalanan didepannya.

“emm.. si-siapa namamu?” tanyaku gugup.

“ah iya, kita belum kenalan. Namaku Taeyeon. Kim Taeyeon.” Nama yang indah. Seperti pemiliknya. Kami berbincang sampai akhirnya sebuah mobil SUV berwarna hitam berhenti didepan kami. Taeyeon pamit padaku dan masuk ke mobilnya.

Sejak itu kami semakin dekat bahkan kami sudah bertukar nomor handphone. Suatu hari ia mengajakku jalan-jalan disekitar taman kota. Kami berjalan menyusuri taman tersebut yang dikelilingi pohon maple yang mengering karena ini musim gugur.

“Taemin-ssi, maukah kau menceritakan kehidupanmu?” pinta Taeyeon.

“ne. sejak kecil aku dibesarkan di sebuah panti asuhan di Jeonju. Aku tidak tahu apakah orangtuaku masih hidup atau tidak. Selesai SMA aku memutuskan untuk pergi ke Seoul dan mencari jalan hidupku sendiri. Aku bertemu dengan Key saat aku mencari rumah sewaan. Ia menawarkanku menempati rumahnya yang kosong dan ia juga menawariku kerja di toko ice cream.”

“apa kau tidak mencari keberadaan orangtuamu?”

“tidak. Aku sudah cukup dengan kasih sayang orang-orang dipanti. Dulu memang sempat terpikir untuk mencari mereka tapi aku rasa itu akan sangat sulit.” Jawabku dan begitu menoleh aku melihat Taeyeon memandangiku seperti ingin menangis karena matanya memerah dan berkaca-kaca. Ia segera mengalihkan pandangannya dan kembali tersenyum ceria seperti biasanya.

“Taemin-ssi, bolehkah aku memanggilmu oppa?” MWO???

**

“annyeong, oppa!” sapanya dengan ceria ketika masuk ke toko ice cream tempatku bekerja. Aku membalas sapaannya dan ia kembali duduk ditempat favoritnya.

“waah, Taemin-ah sepertinya dia menyukaimu bahkan dia memanggilmu oppa.” Goda Key. Aku hanya tertawa kecil mendengar ucapannya. Aku kembali menatapnya yang sedang membaca buku menu. Tidak berapa lama kemudian seorang namja datang dan Taeyeon tersenyum padanya lalu memeluknya. Siapa namja itu? Kulihat mereka sangat akrab. Bahkan namja itu mengelap ice cream yang belepotan di mulut Taeyeon. Entah kenapa aku merasa panas. Apa aku mulai menyukai yeoja itu? Kulihat namja itu menoleh ke arahku dan tersenyum ramah.

Taemin POV End

Taeyeon POV

“oppa, sudah melihatnya kan?” tanyaku pada namja disebelahku ini saat dalam perjalanan pulang. Dia adalah Kyuhyun-oppa.

“Ne. Senang akhirnya kau menemukannya. Dengan begitu mimpi kita akan segera tercapai.” Ucapnya yang kemudian menarik tanganku dan mengecup punggung tanganku.

“besok aku akan membawanya ke rumah.”

Taeyeon POV End

~~

Taemin POV

“oppa, hari ini kau pulang jam berapa?” tanya Taeyeon.

“jam 3 sore. Memang kenapa? Mau ku antar pulang?” tanyaku.

“bukan. Aku ingin mengajakmu ke rumahku dan bertemu eomma.”

“mwo???” kagetku.

“ayolah, oppa.” Rengeknya manja hingga membuatku tidak tega menolaknya.

~~

“Duduklah, oppa. Aku panggilkan eomma dulu.” Aku menuruti kata-katanya. Aku mengedarkan pandanganku disekeliling ruang tamu rumahnya. Besar dan luas. Kulihat sebuah foto keluarga. Taeyeon dan orangtuanya. Sekarang aku tahu ternyata dia adalah anak tunggal. Tidak berapa lama kemudian, Taeyeon kembali dengan membawa sebuah map yang entah apa isinya dan disebelahnya seorang wanita paruh baya.

“Taeyeon-ah, jadi ini…” tanya wanita itu yang adalah eomma Taeyeon. Ia berjalan mendekatiku perlahan. Aku membungkukan badanku tanda hormat. Kulihat matanya memerah dan tiba-tiba saja sepasang tangannya memelukku. Aku hanya bisa membelalakan mataku. Aku melihat Taeyeon menangis. Ige mwoya???

“Taemin-ah…anakku!” MWO??? Aku makin membulatkan mataku mendengarnya berkata seperti itu dengan terisak. Anakku??

~~

“jadi aku…” aku membaca beberapa berkas di map yang tadi dibawa Taeyeon. Disebelah kananku duduk eomma Taeyeon yang juga ternyata eommaku terus mengelus rambutku dengan lembut dan disebelah kiriku Taeyeon.

“kau saudara kembarku, oppa. Kakakku. Dulu appa meninggalkanmu dipanti asuhan karena ia tidak menginginkan anak laki-laki.” Lirih Taeyeon.

“lalu, dimana appa sekarang?” tanyaku.

“appamu sudah meninggal, nak. 3 tahun yang lalu. Sebelum meninggal ia berpesan untuk membawamu kembali ke rumah ini dan meminta maaf karena dulu membuangmu. Taemin-ah, maafkan appamu!” ucap eomma. Aku terdiam.

“oppa, kau ingat namja yang waktu itu bersamaku? Dia tunanganku dan sudah memintaku untuk menikah dengannya sejak 2 tahun lalu tapi aku menundanya karena aku ingin kau mendampingiku saat aku menikah. Aku terus mencarimu selama 2 tahun.”

“jadi kau menunda pernikahanmu selama 2 tahun?” Taeyeon mengangguk. “eomma, dimana kuburan appa?”

~~

Didalam gundukan tanah ini terbaring ayah kandungku yang telah membuatku tidak merasakan kasih sayang eomma. Satu sisi aku ingin marah tapi satu sisi aku berterima kasih karena dengan begitu aku bisa menjalani hidupku dengan mandiri.

“istirahatlah dengan tenang, appa.” Ucapku seraya meletakan karangan bunga.

~~

1 bulan kemudian aku berjalan menyusuri jalan sempit ditengah gereja yang berujung dengan berdirinya namja yang berbadan lebih tinggi dariku tersenyum ke arahku dan saudara kembarku yang hampir saja aku sukai beberapa waktu lalu. Ia terus menggandeng tanganku. Aku teringat kembali pada mimpiku itu. Apakah ini maksud mimpi itu? mimpi yang menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa aku masih memiliki keluarga. Aku menyerahkan Taeyeon pada Kyuhyun.

Malamnya diacara resepsi pernikahan diadakan dibelakang rumah Taeyeon. Tidak banyak yang hadir. Hanya beberapa kerabat saja.

“boleh aku duduk disini?” seseorang menepuk pundakku hingga membuyarkan lamunanku.

“oh, ne.” aku memperhatikan yeoja yang kini duduk disebelahku mengamati Taeyeon dan Kyuhyun yang tampak bahagia. Tubuhnya mungil, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai. Tampak sempurna dengan dress pink yang dipakainya. Mengagumkan. Itulah kata yang bisa aku terjemahkan melihat gadis ini.

“jadi kau kakak Taeyeon-eonni yang hilang itu?” tanyanya tiba-tiba. “kenalkan, aku adik Kyuhyun-oopa. Cho Sulli imnida.”

FIN

kalo banyak respon, ntar aku bikin sequelnya~ so, RCL ya! 😉

You Are My Everything To Me (5)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon,

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;p

enjoy~!

“Ye..Yesung-kun?” Yesung mengangguk. Saki berhambur memeluknya. Yesung senang akhirnya ada yang mempercayainya. “gomenasai, aku tidak mempercayaimu. Lalu bagaimana ceritanya kau bisa hidup lagi dan menjadi orang ini?”

“Tuhan memberiku kesempatan kedua karena masih ada hal yang belum sempat aku katakan pada Taeyeon.” Yesung menceritakan semuanya. “apa Taeyeon masih di Jepang?”

“dia sudah berangkat ke Korea kemarin.” Saki dapat melihat raut kekecewaan di wajah Takahiro yang dipinjam Yesung. “kalau kau mau, aku bisa membantumu untuk bisa pergi ke Korea.”

“benarkah??”

“asal kau punya passport, aku bisa membelikanmu tiket ke Korea Selatan.”

~~

Yesung menemui Taeyeon di apartemennya.

“kau??” kejut Taeyeon melihat namja dihadapannya. “kenapa kau ada disini?”

“Taeyeon-ah, ini aku. Aku Kim Jongwoon. Yesung!”

“andwae! Jangan mengaku-ngaku! Pergi atau ku panggil security!” Taeyeon hendak menekan tombol pemanggil keamanan dekat pintunya.

“Taeyeon-ah!” Yesung menarik tangan Taeyeon untuk mencegahnya melakukan itu.

“hei!!” sebuah suara membuat Taeyeon dan Yesung menoleh. “nugu??” tanya Kyuhyun.

“aku..”

“Taeyeon, kau kembali?” Kyuhyun memeluk Taeyeon tapi Taeyeon segera menepisnya. “wae?”

“kau tidak berhak memelukku, Cho Kyuhyun!” sentak Taeyeon.

“hey, ada apa kalian ini?” bingung Yesung.

“kau? Siapa kau?” tanya Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, aku minta kau pergi!” ucap Taeyeon dingin.

“tapi..”

“GA!!!” usir Taeyeon. Dan entah kenapa Taeyeon menarik tangan Takahiro atau Yesung. “dia..dia namjachinguku!”

Pernyataan Taeyeon membuat Kyuhyun maupun Yesung membelalakan matanya. “MWO??”

“ne. aku minta kau pergi sekarang juga dari sini.” Taeyeon menarik tangan Takahiro masuk ke apartemennya dan membanting pintu tepat didepan wajah Kyuhyun. Kyuhyun terdiam mematung didepan pintu.

“apa kau pacaran dengan Kyuhyun?” tanya Yesung.

Taeyeon menoleh, “siapa kau sebenarnya?” tanya Taeyeon.

“aku sudah bilang aku ini Yesung. Tubuh ini memang bukan tubuhku. Namanya Nishijima Takahiro.”

“sudahlah. Aku tidak mood mendengar cerita khayalanmu itu. kalau kau ingin berteman denganku, baiklah, mulai detik ini kau temanku. Tapi jangan bilang bahwa kau adalah Yesung-oppa. Tidak baik menyebut-nyebut orang yang sudah meninggal.” Ucap Taeyeon. “maaf soal yang tadi. Sekarang, tolong kau pergi dari sini. Aku lelah.”

Yesung, menghela napasnya, “baiklah. Kelak kau akan mengerti dengan semua kejadian aneh ini.”

~~

Kyuhyun sedang makan siang dengan keponakan laki-lakinya yang berusia 7 tahun di sebuah restoran kecil.

“samchon, apa kau sudah punya pacar?”

“hei, kau ini masih kecil. Kenapa bertanya seperti itu?” Kyuhyun mencubit pipi chubby keponakannya itu.

“noona, disana cukup cantik.” Ia menunjuk seorang yeoja yang berdiri diluar. “Apa kau tidak tertarik?”

“hahaha” tawa Kyuhyun. “noona yang memakai syal merah itu? dia memang cantik Cho Seunghyun, kau ini kecil-kecil sudah tahu wanita cantik.” Kyuhyun mengacak rambutnya gemas.

“samchon, ambil foto noona-noona cantik itu. disana, yang pakai sweater kuning.”

“baiklah.” Kyuhyun memotret yeoja-yeoja yang ditunjuk keponakannya itu dari balik kaca restoran.

“ah, noona yang disana paling cantik.” Seru Seunghyun.

“dimana?” Kyuhyun masih memotret yeoja-yeoja yang ditunjuk Seunghyun sebelumnya.

“disana.” Tunjuk Seunghyun kearah seorang yeoja yang berjalan sendirian memakai sweater dan syal hitam.

Kyuhyun menoleh dan terpaku melihat yeoja itu. Taeyeon. Kyuhyun terus memandangi Taeyeon yang berdiri didepan sebuah restoran yang bersebrangan dengannya.

“samchon, kenapa kau tidak memotretnya?” ucapan Seunghyun membuyarkan lamunannya.

“oh, ne.” Kyuhyun mengarahkan kameranya dan memotret Taeyeon. Kyuhyun terus memperhatikannya hingga akhirnya Taeyeon masuk ke restoran itu. Kyuhyun dapat melihat dengan jelas seseorang sedang menunggunya. orang yang kemarin ia temui di apartemen yang diakui Taeyeon namjachingunya. ‘ternyata benar.’ Batin Kyuhyun. Nampak raut kekecewaan diwajahnya.

~~

Taeyeon menemui Takahiro atau Yesung disebuah restoran.

“akhirnya kau datang.” Seru Takahiro. Taeyeon duduk disebrangnya. “pesanlah makanan yang kau mau.”

“aku tidak lapar.” Jawab Taeyeon dingin membuat Takahiro menurunkan senyumnya. “katakan ada perlu apa kau mencariku?”

“Taeyeon-ah, tidak bisakah kau mempercayaiku?”

Taeyeon mendengus. “aku tidak akan mudah percaya pada siapapun setelah orang itu membohongiku. Apa lagi kau yang sama sekali tidak aku kenal.”

“Kyuhyun? Kyuhyun membohongimu? Wae?”

“bukan urusanmu.”

“bailklah.” Takahiro mulai menceritakan bahwa dia benar-benar Yesung. Taeyeon tetap tidak mempercayainya. “waktuku tidak banyak, Taeyeon. Waktuku tinggal 2 minggu lagi. Dan ku mohon kau percayalah.” Ia menggenggam tangan Taeyeon. Taeyeon menepisnya.

“apa sudah selesai? aku pulang.” Taeyeon beranjak dan pergi meninggalkan Yesung.

“Saki mempercayaiku.” Taeyeon menghentikan langkahnya. “kalau kau tidak percaya, tanyakan pada Saki-chan.” Taeyeon tidak menghiraukan ucapan Yesung dan pergi keluar dari restoran itu.

~~

Jessica menghampiri kerumunan siswa. “ada apa?” tanya Jessica pada salah satu murid.

“itu..YoonA diatas sana mau bunuh diri.”

“MWO??” Jessica mendongakkan kepalanya dan di atap sana terlihat YoonA berdiri sambil menangis. Jessica lari ke tangga menuju atap.

“jangan mendekat!!” bentak YoonA saat Jessica berjalan mendekatinya. “jangan mendekat! Atau aku akan lompat.” Tangis YoonA.

“YoonA, kenapa kau seperti ini? nanti kau jatuh. cepat turun.” Pinta Jessica.

“aku sudah tidak pantas berada disini lagi.” Ucap YoonA sesenggukan. “aku..aku kotor. Aku hamil, Sica!”

“MWO??? Hamil?? Siapa yang menghamilimu??”

YoonA terisak, “Lee..Donghae. dan dia tidak mau bertanggungjawab. Dia..dia memintaku menggugurkan bayi ini.”

“namja sial itu.” Jessica berbalik dan mencari Donghae. Jessica menemukannya di ruang dance duduk sendirian. “YA! kau, namja jahat!” maki Jessica. Donghae tampak terkejut dengan kedatangan Jessica.

“Sica?”

“kenapa kau meninggalkan YoonA?? Dia mengandung anakmu!!”

“kau tahu itu?”

“ne! cepat kau bujuk dia sebelum dia bertindak konyol!!”

“andwae.” Sahut Donghae pelan.

“mwo???”

“kau tidak tahu kenapa aku tidak mau melakukannya?”

“aku tidak ingin tahu! YA! kau jangan mau enaknya saja! kau harus bertanggungjawab!!”

Donghae berdiri dan menatap Jessica. Tiba-tiba Donghae menarik Jessica dan mencium bibirnya dengan kasar. Jessica berontak hingga akhirnya ia lolos. PLAKK!! Jessica menampar pipi Donghae dengan keras. Donghae terdiam.

“namja brengsek!!” Jessica melangkah meninggalkan Donghae.

“aku tidak mau bersama YoonA karena aku masih mencintaimu!” ucapan Donghae membuat Jessica menghentikan langkahnya. Donghae berjalan mendekat dan memeluk Jessica dari belakang. “aku dekat dengan yeoja-yeoja itu hanya untuk membuatmu cemburu dan kau kembali padaku tapi ternyata perkiraanku salah. Kau malah semakin membenciku.” Ucap Donghae pelan.

Jessica melepas tangan Donghae yang melingkar dipinggangnya dengan kasar. “hentikan omong kosongmu dan temui YoonA!”

“aku serius!” Donghae nampak bersungguh-sungguh.

Jessica menatap mata Donghae lekat-lekat. Ia tidak bisa menangkap kebohongan dimata Donghae. “keure. Kalau kau memang mencintaiku, pergilah pada YoonA. Jujur aku juga masih menyukaimu dan juga menyayangimu. Dan aku tidak mau kau menjadi seorang namja brengsek yang memperlakukan yeoja sesuka hatimu. Aku tahu YoonA begitu mencintaimu. Jadi, aku minta kau untuk mulai mencintainya dengan tulus.” Ucap Jessica. Ia pun berlari keluar meninggalkan ruangan itu dan kembali menemui YoonA. “YoonA, ayo turun. Kita bicarakan baik-baik dengan Donghae.” Bujuk Jessica.

“andwae. Dia sudah tidak mau menemuiku. Aku sudah hancur, Sica.” Isak YoonA sesenggukan.

“kau masih muda. Masa depanmu masih panjang.”

“aku sudah tidak punya masa depan, Sica. Orangtua ku juga sangat kecewa bahkan mereka sudah mengusirku.”

“kita hadapi bersama-sama.” Sebuah suara mengejutkan Jessica dan YoonA.

“oppa..” gumam YoonA. Namja itu berjalan mendekati YoonA dan mengulurkan tangannya.

“aku janji akan bertanggungjawab. Sekarang turunlah.”

“tapi, bagaimana dengan sekolah?”

“kau tidak perlu khawatir tentang itu. aku sudah meminta kepala sekolah untuk tetap menerima kita disekolah ini karena ujian akhir tinggal seminggu lagi. Sekarang pegang tanganku, turun dari tempat itu.” bujuk Donghae.

YoonA tersenyum lega. Ia membalikan tubuhnya dan mengulurkan tangannya. Tapi kemudian…SRETT!!

“AAAAAAAAH….“ YoonA terpeleset.

“YOONAAAAAA!!!” teriak Donghae dan Jessica bersamaan.

Beruntung Donghae bisa menangkap tangan YoonA. YoonA tergantung di tepi gedung sekolah setinggi 4 lantai itu. murid-murid yang menyaksikan dari bawah Nampak panic. Termasuk Taeyeon, Tiffany, Sunny, Shindong, Ryeowook, Sungmin juga Leeteuk serta teman-temannya.

“pegang tanganku erat-erat! Aku akan menarikmu!” Donghae berusaha menarik YoonA. Jessica tidak tinggal diam. Ia membantu Donghae menarik tangan YoonA hingga akhirnya YoonA berhasil ditarik ke atas. YoonA segera berhambur memeluk Donghae dan menangis dipelukannya. Donghae pun melingkarkan kedua tangannya di tubuh YoonA. Jessica tersenyum melihatnya. Ia berbalik hendak pergi meninggalkan 2 orang itu tapi salah satu tangan Donghae menarik tangannya. “gomawo, Sica.” Ujar Donghae. Jessica tersenyum dan mengangguk lalu pergi meninggalkan Donghae dan YoonA.

“wah, kau jadi pahlawan, Sica.” Seru Shindong.

“bagaimana caranya kau membujuk YoonA?” tanya Sunny. Jessica tidak menjawab pertanyaan Sunny dan pergi meninggalkan kerumunan itu. Jessica berjalan sendirian menuju belakang sekolah. Ia duduk di sebuah bangku taman menatap taman bunga didepannya. Tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan sebuah kaleng minuman ringan yang dingin menempel di pipinya. Ia menoleh melihat orang yang iseng itu. ternyata Heechul. Jessica mendengus lalu mengambil minuman itu dan meminumnya. Heecul duduk disampingnya.

“gomapta.” Ucap Heechul. “kau sudah menghilangkan predikat playboy yang sudah sangat melekat di temanku itu.”

Jessica tersenyum kecil. “aku hanya tidak ingin YoonA melakukan tindakan konyol.”

“ternyata walaupun kadang kau begitu dingin dan pemarah, tapi ternyata kau masih begitu memperdulikan orang disekitarmu bahkan orang yang tidak begitu kau kenal seperti YoonA.”

“mau bagaimana lagi? Aku tidak mau membiarkan sekolah ini masuk berita karena seorang siswi kebanggaannya mati bunuh diri.”

“kau memang berbeda.” Heechul menatap Jessica. “mungkin karena itulah aku menyukaimu.” Ucapan Heechul membuat Jessica menoleh ke arahnya. “aku sudah menyukaimu sejak Donghae memperkenalkanmu padaku tahun lalu.” Heechul tampak menerawang mengingat masa itu.

KRIIIING!!

“ah, sudah bel. Aku pergi dulu. Aku harus ikut bimbingan belajar, kau tahu kan minggu depan mulai ujian.” Heechul pergi meninggalkan Jessica sendirian.

‘walaupun dia aneh, tapi…ku rasa dia orang yang baik.’ Batin Jessica.

~~

Leeteuk berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah. ‘sebentar lagi aku harus meninggalkan tempat ini.’ beberapa yeoja berbisik-bisik sambil senyum-senyum memperhatikan Leeteuk. untuk pertama kali dalam seumur hidupnya dia membalas senyuman yeoja-yeoja itu. mereka pun langsung histeris karena senang hingga seorang guru memarahi mereka karena suara mereka mengganggu siswa yang masih belajar. Leeteuk melanjutkan langkahnya, ia melihat beberapa hoobaenya bermain basket. Tanpa berpikir panjang, ia pun ikut bermain. Setelah dirasa cukup lelah, ia berhenti bermain sesaat kemudian ia melihat Taeyeon berjalan sendirian. Ia pun menghampirinya. “sendirian saja?”

“kau??” kaget Taeyeon melihat Leeteuk. “ah, ne. wae?”

“aniya. Hanya menyapa saja.”

Taeyeon tertawa, “tumben.” Taeyeon dan Leeteuk berjalan beriringan.

“apa kau sudah baikan dengan Kyuhyun?” Taeyeon tidak menjawab pertanyaan Leeteuk. “tidak apa kalau tidak mau jawab.” Taeyeon mengerutkan dahinya sambil menatap Leeteuk heran. “wae?” tanya Leeteuk.

“apa kau salah makan? Kurasa sikapmu berbeda sekali hari ini?”

“apa salahnya bersikap baik pada orang?” Leeteuk menoyor kepala Taeyeon pelan.

“aissssh baru di puji sebentar, sifat aslimu langsung keluar. Benar-benar mengerikan!” dengus Taeyeon.

“oh ya, apa kau masih takut kolam renang?”

“kenapa kau menanyakan itu?”

“aniya. Aku pernah membaca tentang pengobatan trauma. Yang justru cara menogbatinya adalah dengan mendekati apa yang ditakuti itu.”

“aku juga pernah mendengarnya.”

“apa kau sudah mencobanya?”

“ani. Aku tidak mau.” Jawab Taeyeon. “kalau aku sembuh, itu artinya aku juga akan benar-benar lupa dengan seseorang.”

“nugu?”

“kau tidak perlu tahu. Kau juga tidak akan mengenalnya.”

To be continue

sorry kependekan.. kekkekeke XD

You Are My Everything To Me (4)

Annyeong!!! 😀

Karena ff ini udah lama aku bikin dan baru sempet mostingin sekarang, jadi kebut posting berchapter-chapter.

Disini aku bakal masukin beberapa karakter baru. who is he/she? you’ll find them by yourself 😉

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon,

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;p

enjoy~!

Sementara itu Taeyeon terus berjalan menuju stasiun pengisian bensin. Langkahnya terhenti ia menoleh membelakangi jalan karena melihat pamphlet yang tertempel di dinding dan tepat saat itu sebuah mobil hitam melintas. Tidak lama kemudian ia kembali berjalan dan saat ia berbelok ia membelalakan matanya. Sebuah pemandangan yang menyakitkan baginya.BRUKKK! ia menjatuhkan jerigen bensin yang ia bawa. Ia melihat Seohyun dan Kyuhyun berciuman. Tiba-tiba sepasang tangan menutup mata Taeyeon yang sudah berair. Taeyeon jatuh tersungkur sambil menangis. Leeteuk, orang yang menutup mata Taeyeon merangkulnya secara tidak sadar dan mencoba menenangkan Taeyeon dengan lembut yang menangis terisak.

~~

“Taeyeon?” ucap Seohyun.

“Taengoo..?” kaget Kyuhyun. Seohyun menoleh kearah Kyuhyun. Kyuhyun segera berlari menghampiri Taeyeon. “Taeng..”

“pergi!!” usir Taeyeon.

“Taeyeon, kau salah paham. Aku bisa jelaskan..”

“diam!” bentak Taeyeon. “lagi-lagi kau membohongiku. Kau bilang kau pergi dengan Leeteuk tapi..tapi apa? Kau pergi dengan Seohyun dan berciuman dengannya? kau pikir aku apa?” marah Taeyeon dengan terisak. Seohyun melihatnya dari jauh dengan perasaan bersalah.

“Taeng, dengar aku. Aku tidak menciumnya. Tapi..”

“keumanhae!” sela Taeyeon lagi. “aku tidak tahu apa aku harus mempercayaimu lagi. Berkali-kali kau membohongiku.”

“Taeng..” mata Kyuhyun sudah tampak memerah. Sakit melihat orang yang dicintainya, yang ingin ia lindungi justru menangis karena dirinya sendiri.

“ku rasa hubungan kita cukup sampai disini saja. aku sudah lelah. Sulit bagiku untuk mempercayaimu lagi. Kau jahat! Aku membencimu!” Taeyeon memukul-mukul dada Kyuhyun.

“Kau boleh melakukan apapun padaku. Memukulku, memakiku tapi tolong tarik kembali ucapanmu!” ucap Kyuhyun dengan nada tinggi. Matanya sudah berkaca-kaca.

Taeyeon berhenti memukuli Kyuhyun dan terus menangis. Kyuhyun memeluknya namun sesaat kemudian Taeyeon mendorongnya dan bangkit. Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Leeteuk pun segera menyusulnya.

“gomawo..” ucap Taeyeon.

“eh?”

Taeyeon berbalik menghadap Leeteuk. “terima kasih kau membantuku. Kali ini kau benar-benar berguna. aku  sangat berterima kasih padamu.” Taeyeon membungkukan badannya. Lalu mereka  kembali berjalan menuju Heechul dan Jessica. “Ku pikir kau tidak akan memperdulikan apapun disekitarmu tapi ternyata kau masih memiliki sisi yang baik.” Ucap Taeyeon.

“sudahlah jangan membicarakan itu lagi.” Ujar Leeteuk.

“hei, kalian sudah kembali?” seru Jessica melihat kedatangan Leeteuk dan Taeyeon. “lho? Mana bensinnya? Taeyeon, kenapa kau menangis? Ya! apa yang sudah kau lakukan padanya?”

“itu bukan salahku. sudahlah nanti ku ceritakan. Sebaiknya kalian ikut dengaku saja. mobil Heechul biar nanti aku yang urus. Aku akan mengantar kalian.” Ucap Leeteuk.

~~

Leeteuk sudah mengantar Jessica dan Heechul. Sekarang ia sampai didepan apartemen Taeyeon.

“terima kasih sudah mengantarku.” Ucap Taeyeon.

“gwaenchanayo?”

Taeyeon terdiam dan ia kembali menangis. Leeteuk tersentak dan ia mengangkat kedua tangannya memeluk Taeyeon. Taeyeon menangis di pelukan Leeteuk. “uljima.” Leeteuk menepuk-nepuk punggung Taeyeon pelan.

~~

“kau Tiffany teman  Taeyeon kan?” tanya Kyuhyun saat di perpustakaan sekolah. “apa kau tahu dimana Taeyeon?”

“eh? Taeyeon? Ada perlu apa memangnya?”

“jawab saja!” sentak Kyuhyun tidak sabaran.

“Tadi pagi ia menghubungi bagian kesiswaan dan dia bilang akan kembali ke Jepang..”

“MWO???” Kyuhyun Nampak shock. Ia jatuh merosot ke lantai.

“eeh, eu.. Ss-Sunbae? Gwaenchanayo?” panic Tiffany. “aku panggilkan teman-temanmu dulu.” Tiffany melesat keluar dari perpustakaan dan ia melihat Siwon, Leeteuk, Donghae dan Heechul. “sunbae!” teriak Tiffany berlari menghampiri mereka. “Kyuhyun-ssi ada yang tidak beres dengannya.” ujar Tiffany sambil mengatur napasnya.

Mereka berempat  bingung dengan ucapan Tiffany, “dimana dia?” tanya Siwon.

“diperpustakaan.” Mereka berlima akhirnya menghampiri Kyuhyun yang masih duduk dilantai.

“Kyuhyun-ah, wae? Gwaenchana?” Siwon mengguncang pundak Kyuhyun.

“Taeyeon..” isak Kyuhyun.

“Taeyeon?” gumam Siwon. “Fany-ah, bisa tolong panggilkan Taeyeon kesini?”

“euh? Tapi, Taeyeon tidak ada disini. Dia kembali ke Jepang selama 3 hari. Mungkin besok lusa dia akan kembali lagi kesini.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap Tiffany, “3 hari? Kau yakin dia akan kembali?” tanya Kyuhyun.

“ne. pihak sekolah hanya memberinya waktu 3 hari. Memangnya ada apa sampai kau jadi seperti ini?” Tiffany tampak amat penasaran.

“aku yang membuatnya jadi seperti itu.” sebuah suara dari arah pintu.

“Seohyun?” Gumam Heechul.

“mungkin Taeyeon sakit hati melihatku mencium Kyuhyun-oppa. Dia sudah salah paham.” terang Seohyun lagi.

“sakit hati? Memang ada hubungan apa antara Kyuhyun dan Taeyeon?” tanya Siwon.

“mereka pacaran.” Sela Leeteuk. mereka segera berbalik menatap Leeteuk.

“MWO???”

“aku tidak tahu kalau oppa berpacaran dengan Taeyeon. Aku pikir dia belum punya yeojachingu makanya aku kembali.” Jelas Seohyun. “aku memang masih mencintai Kyuhyun tapi sejak awal aku mengenal Taeyeon, aku langsung menyukainya. Dia seorang teman yang baik dan juga tulus. Aku belum pernah mempunyai teman seperti dia. Aku selalu berpikir betapa beruntungnya namja yang menjadi kekasihnya. Saat malam pergantian tahun baru aku tahu bahwa Taeyeon adalah Taengoo yang selalu disebut-sebut oppa sebagai cinta pertamanya. Karena hal itu aku akhirnya memutuskan hubunganku dengan Kyu-oppa dan membenci Taengoo yang waktu itu aku belum mengenalnya. Sekarang aku mengerti kenapa Kyu-oppa tidak bisa melupakannya.”

“jadi sekarang kau sudah merelakan Kyuhyun dengan Taeyeon?” tanya Siwon. Seohyun tersenyum dan mengangguk.

“aku akan membantumu menjelaskan semuanya pada Taeyeon saat dia kembali.” Ucap Seohyun pada Kyuhyun.

“sudahlah, Kyu. Cepat bangun. Jangan seperti ini. dia juga pasti kembali.” Ucap Leeteuk dingin sambil membantu Kyuhyun berdiri.

~~

Sementara itu Taeyeon sudah tiba di Jepang. Kedua sahabatnya, Saki dan Toma datang menjemput Taeyeon di Tokyo Airport..

“Taeyeon, gomenasai kami tidak memberitahumu tentang Yesung.” Sesal Saki.

“aku akan memaafkan kalian kalau kalian mau mengantarku ke pemakamannya.” Ucap Taeyeon.

“mmm.baiklah. tapi sebaiknya kau pulang dulu dan beristirahat. Nanti sore kita kesana.” Ucap Toma. Taeyeon pun menurut.

Sorenya, seperti yang dijanjikan Toma, mereka bertiga pergi ke kuburan Yesung. Toma dan Saki menunggu di mobil membiarkan Taeyeon pergi sendiri menemui orang yang dirindukannya walaupun sudah tinggal nama. Taeyeon meletakan karangan bunga diatas kuburan Yesung.

“oppa, kenapa kau tidak memberitahuku? Kenapa kau pergi secepat ini?” ucap Taeyeon. “aku merindukanmu, oppa.” Taeyeon menangis.

Di dimensi lain Yesung pun menangis melihat Taeyeon yang menangis terisak didepan kuburannya. Ia mengenakan kimono putih bersih. “mianhae, Taeyeon.” Yesung mencoba menyentuh Taeyeon namun ia tidak bisa benar-benar menyentuhnya. “aku terlalu menyayangi dan tidak tega memberitahumu tentang ini. kau sudah banyak kehilangan orang-orang terdekatmu.”

Yesung tidak kuat lagi melihat Taeyeon menangis. Ia berjalan meninggalkan Taeyeon.

“kau diberi kesempatan kedua.” Sebuah suara menghentikan Yesung dan ia pun berbalik.

“siapa kau?”

“aku scheduler. Aku bertugas menjemput orang-orang yang sudah dekat dengan kematiannya. Namaku Nishijima Hidetoshi.”

“scheduler? Apa maksudmu kau malaikat kematian? Dan apa maksudmu dengan kesempatan kedua?”

“malaikat? Hmmm..kau boleh mengatakan seperti itu tapi mengambil nyawa seseorang bukan tugasku. Aku hanya sebagai penanda bahwa seseorang akan meninggal. Tentang kesempatan kedua, kau akan kembali lagi hidup didunia untuk menyampaikan apa yang tidak sempat kau katakana pada gadis malang itu.” scheduler berpakaian serba hitam itu menunjuk Taeyeon. “itulah sebabnya kenapa arwahmu masih berkeliaran disini. Karena kau masih penasaran jadi kau belum bisa diangkat ke surga.” Ucapnya lagi.

“jadi aku adalah arwah penasaran?”

“ya semacam itu.kau beruntung karena tidak banyak orang yang bisa sepertimu. Diberi kesempatan kedua. aku sudah lama menunggu gadis itu datang kemari dan pada saat itu aku akan muncul untuk memberitahumu. setelah aku memberitahumu tugasku sebagai scheduler akan selesai dan mungkin kau akan menjadi penggantiku. Dan ingat satu hal, Tuhan hanya memberimu waktu 21 hari.”

“apa?? Hanya 21 hari?? Dan kenapa kau bilang aku akan jadi penggantimu?”

“21 hari lebih baik daripada tidak sama sekali! Entahlah. Aku juga tidak tahu. Aku hanya diberi tahu oleh ketua bahwa setelah kau berhasil, kau akan jadi sepertiku dan ketua akan memberitahukanku sebuah rahasia yang aku sendiri tidak tahu.”

“baiklah. Tapi bagaimana caranya aku hidup lagi? Sedangkan tubuhku sudah dikubur dan pasti sekarang hanya tinggal tulang belulang.”

“kemarilah!” Yesung pun menuruti perkataannya. “pejamkan matamu.” scheduler menyentuh pundak yesung dan menghilang. “sekarang buka matamu.”

Yesung membuka matanya. Ia berada disebuah rumah sakit. Dihadapan Yesung terbaring seorang pria Jepang yang tidak sadarkan diri dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya. “siapa dia?” tanya Yesung.

“namanya Nishijima Takahiro. Usia 20 tahun. Dia koma sejak 1 tahun lalu karena kecelakaan. Dia hidup sendiri. tidak punya keluarga ataupun teman. Kau bisa memakai tubuhnya. Walaupun kau bukan manusia tapi tubuh itu masih hidup dan rapuh jadi kau tetap harus memberinya makan dan minum setiap hari.”

“menyedihkan sekali orang ini.”

“hei, kau harusnya berterima kasih karena akan meminjam tubuhnya.” Sembur scheduler. lalu ia memberikan sebuah benda pada Yesung.

“apa ini?”

“apa semasa hidup kau tidak memilikinya? Menyedihkan sekali.” Sindir scheduler meniru ucapan Yesung.

“aku tahu ini ponsel. Tapi untuk apa?” sahut Yesung.

“itu bukan ponsel biasa. Itu adalah timermu. Saat kau mulai masuk ke tubuhnya, waktu 21 harimu dimulai. Disitu juga ada catatan tentang orang ini. Kalau kau ada kesulitan yang sangat-sangat sulit, kau bisa tekan tombol merah itu dan aku akan segera datang. Tapi kau jangan sembarangan memanggilku. Aku sangat sibuk” Sambungnya. “kalau begitu aku pergi dulu.”

“eh, tunggu!” terlambat scheduler itu sudah menghilang. Yesung pun menekan tombol merah di ponsel itu. scheduler langsung muncul sekejap mata.

“hei! Sudah kubilang jangan sembarangan menekannya!” omel scheduler.

“aku tidak tahu bagaimana caranya masuk ke tubuh orang ini.”

“oh itu. aku lupa. Kau berbaring saja di tubuhnya dan perintahkan tubuhmu sendiri untuk masuk ke raga orang itu. kau mengerti?”

“oh, aku mengerti. Lalu kau bilang aku harus memberi dia makan. Dari mana aku mendapat uang?”

“ambil ini.” scheduler memberinya sejumlah uang. “itu cukup untuk beberapa hari. Selanjutnya kau cari pekerjaan atau apa. Baiklah, sekarang coba kau masuk.” Perintah scheduler. “ingat, pergunakan waktumu sebaik mungkin. Karena setelah 21 hari tubuhmu akan lenyap dan tentu saja kau akan menyesal.”

“tenang saja. hanya meyakinkan seseorang bahwa aku kembali sepertinya bukan hal yang sulit.”

“jangan terlalu percaya diri.”

“lalu bagaimana dengan orang ini setelah aku melewati waktu 21 hariku?”

“saat kau mulai masuk ke tubuhnya, saat itu juga ia dinyatakan meninggal.”

“apa?? Jadi aku akan membunuh orang ini??” kaget Yesung.

“tidak juga. Itu memang sudah takdirnya mati pada saat itu. dan setelah 21 hari, tubuhnya juga akan ikut lenyap bersama rohmu. sudahlah, cepat kau masuk. Aku sangat sibuk.” Perintah scheduler. Yesung akhirnya bisa masuk ke tubuh orang itu. “ingat, pergunakan waktumu sebaik mungkin.” Pesan scheduler lalu menghilang.

Seorang perawat masuk ke ruangan itu dan ia terkejut melihat orang yang selama 1  tahun koma sudah sadar. Ia segera memanggil petugas medis lainnya.

~~

Ding-dong!

Seseorang memencet bel rumah Taeyeon. Taeyeon pun membuka pintunya.

“Taeyeon!” GREB!! Orang asing itu tiba-tiba memeluk Taeyeon.

“ya! kau siapa???” panic Taeyeon sambil mencoba meloloskan diri.

Orang asing itu melepas pelukannya. “ini aku Taeyeon! Aku Yesung!”

Taeyeon tersentak. “apa?? Jangan bercanda!!! Yesung-oppa sudah meninggal. Dan kau? Siapa kau? Aku sama sekali tidak mengenalmu.” Taeyeon mundur selangkah dan menutup pintu tapi orang itu menahannya. “pergi! Atau aku panggil polisi!” ancam Taeyeon.

~~

Besoknya Taeyeon mengunjungi Saki. “kau sedang apa saki-chan?”

“aku sedang nonton drama Korea 49 days.”

“49 days? Judul yang aneh. Tentang apa?” tanya Taeyeon sambil ikut nonton.

“tentang seseorang yang kembali dari kematiannya dan diberi waktu selama 49 hari demi menyampaikan hal yang belum sempat ia sampaikan.”

DEG! Taeyeon kembali teringat dengan orang asing yang kemarin mengaku-ngaku Yesung. “memangnya ada cerita seperti itu?”

“aku tidak tahu tapi aku sering mendengar cerita tentang arwah penasaran yang kemudian kembali ke dunia karena menyesali sesuatu di masa hidupnya.” Jawab Saki.

“dimana kau dengar cerita itu?” Tanya Taeyeon penasaran.

“di komik.”

“aissh, aku kira beneran!” Taeyeon menoyor Saki dengan kesal.

“memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?”

“kemarin ada seorang pria aneh yang datang ke rumahku dan mengaku-ngaku bahwa dia adalah…” Taeyeon tidak melanjutkan ucapannya.

“siapa?”

“dia mengaku kalau dia adalah…Yesung-oppa.”

“APA???” Saki terlonjak kaget.

~~

Hari berikutnya Taeyeon, Saki dan Toma bertemu dengan orang yang mengaku bahwa dirinya adalah Yesung tapi mereka tidak mempercayainya.

“aku benar-benar Yesung sahabat kalian. Kau Kim Taeyeon, Ikuta Toma, dan kau Fukuda Saki. Aku kenal kalian.” Ucapnya berusaha meyakinkan mereka.

“penjual takoyaki di ujung jalan sana juga tahu nama kami walaupun kami tidak pernah mengenalkan diri.” Ucap Saki. “pergilah! Aku tidak tahu apa motifmu dengan mengaku-ngaku sebagai Yesung tapi berhentilah mengatakan bahwa kau adalah Yesung sahabat kami. Kami tidak buta. Kau jelas-jelas bukan Yesung.”

“tubuh ini memang bukan tubuhku. Dia adalah Nishijima Takahiro, aku hanya meminjam tubuhnya. Aku diberi waktu 21 hari untuk….”

“hahaha… berhentilah mengarang cerita yang tidak-tidak. Kau pikir kau hidup di dunia komik yang di ciptakan Fujiko F. Fujio? Kalau begitu aku juga akan mengaku bahwa aku adalah Doraemon yang selalu bisa membuat keajaiban.” ucap Toma.

“tapi aku..”

“sudahlah. Lebih baik kau jangan mengganggu kami lagi.” Ucap Taeyeon kemudian pergi dengan 2 sahabatnya itu.

Yesung hanya bisa terduduk lesu. “tidak semudah yang kau bayangkan, kan?” sebuah suara mengejutkan Yesung.

“scheduler?”

~~

Taeyeon kembali ke Korea dan sudah masuk sekolah.

“pagi, Taeyeon” sapa Seohyun. Taeyeon hanya menoleh dan tidak meresponnya. “bisa kita bicara sebentar?”

“aku sibuk,” jawab Taeyeon sambil beranjak.

“ini tentang Kyuhyun.” Ucapan Seohyun menghentikan langkah Taeyeon. “kau sudah salah paham.”

~~

Taeyeon dan Seohyun duduk disebuah bangku taman di belakang sekolah yang menghadap sebuah sungai kecil.

“aku sangat menyayangimu.” Ucapan Seohyun membuat Taeyeon tercengang. “..dan juga Kyuhyun-oppa. Jika aku memilih antara kau dan Kyuhyun-oppa, aku tidak bisa memilih salah satunya karena aku menyayangi kalian berdua. Walaupun aku belum lama mengenalmu tapi aku sudah lama tahu tentangmu. Sewaktu aku masih bersama dengan oppa, dia selalu bercerita tentang teman masa kecilnya yang ia sebut Taengoo. aku tidak tahu kalau itu adalah kau.” Seohyun  tampak berpikir mencari kata-kata yang tepat, “oppa pernah bilang bahwa sejak kecil ia sudah menyukai segala hal tentangmu. Kadang ia selalu membanding-bandingkanku denganmu. Karena hal itulah aku memilih mengakhiri hubungan kami.”

“Seo..” Taeyeon tercekat melihat mata Seohyun berkaca-kaca.

“aku kembali ke sekolah ini karena aku pikir aku bisa bersama lagi dengannya dan memperbaiki hubungan kami sebelumnya. Tapi saat aku kembali, kau sudah ada disisinya.” Seohyun menatap Taeyeon. “aku senang ternyata oppa sudah menemukan orang yang sangat dicintainya. Temuilah dia, Taeyeon.” Seohyun menggenggam tangan Taeyeon. “dia sangat mencintaimu.”

Taeyeon terdiam sejenak. “aku..aku sudah memutuskannya dan rasanya..dia berkali-kali membohongiku dan aku masih butuh waktu untuk mempercayainya lagi.”

“dia berbohong karena tidak mau kau sakit, Taeyeon.” Ujar Seohyun. Taeyeon tertunduk.

“molla.”

~~

“mau apa kau kemari?” Saki mencoba mengusir Yesung.

“aku hanya ingin menanyakan Taeyeon. Dia kemana? Apa dia sudah kembali ke Korea?”

“bukan urusanmu.” Usir saki sambil mendorong tubuh Yesung.

“dengar aku, MaSaki-chan.” Saki terhenyak mendengar nama yang disebut Yesung.

“apa kau bilang?”

“MaSaki. Kau tahu aku selalu memanggilmu seperti itu. MaSaki, Toma Saki. TaeSung, Taeyeon Yesung. Hanya kita berempat yang tahu nama-nama itu. Ini benar-benar Yesung!” jelas Yesung sambil memelas. Saki terdiam menatap Yesung tidak percaya. Yesung berjalan cepat menuju sebuah pohon didepan rumah Saki. “di bawah pohon ini, kita pernah mengubur sebuah kapsul yang berisi catatan cita-cita kita waktu kecil dan  tahun lalu kita membukanya.” Yesung kembali berjalan mendekati Saki yang tampak terkejut. “kau percaya sekarang?”

“benarkah kau ini Yesung?” mata Saki sudah berkaca-kaca.

“ne. apa kurang jelas? Aku tahu makanan favorit kita berempat. Kau sangat menyukai Tamago Nigiri, Toma sangat menggilai Takoyaki, Taeyeon sangat suka chicken katsu, dan aku menyukai Sushi. Sepulang sekolah kita sering nongkrong di toko takoyaki di ujung jalan sana dan nenek penjual takoyaki itu selalu menganggap kita berempat adalah cucunya.”

Saki membelalakan matanya karena semua yang diucapkan Yesung adalah benar.

“Ye..Yesung-kun?” Yesung mengangguk. Saki berhambur memeluknya. Yesung senang akhirnya ada yang mempercayainya. “gomenasai, aku tidak mempercayaimu. Lalu bagaimana ceritanya kau bisa hidup lagi dan menjadi orang ini?”

“Tuhan memberiku kesempatan kedua karena masih ada hal yang belum sempat aku katakan pada Taeyeon.” Yesung menceritakan semuanya. “apa Taeyeon masih di Jepang?”

“dia sudah berangkat ke Korea kemarin.” Saki dapat melihat raut kekecewaan di wajah Takahiro yang dipinjam Yesung. “kalau kau mau, aku bisa membantumu untuk bisa pergi ke Korea.”

“benarkah??”

“asal kau punya passport, aku bisa membelikanmu tiket ke Korea Selatan.”

To be continue..