[FF] The Weird Sister (Chapter 6)

the weird sister

Author : Ashiya

Cast :

  • Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Soyeon (T-ARA)
  • Eunji (A-Pink)
  • Sehun (EXO)
  • Chorong (A-Pink)
  • Suho (EXO)

Genre :

  • Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Adapted by R.L Stine’s novel ‘The Stepsister’

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

previous chapter

Soyeon menggeleng-gelengkan kepalanya dengan getir, “setiap kau mendapat masalah, kau selalu menganggap…” Soyeon tidak dapat lagi menahan emosinya. Sambil terisak, ia berbalik dan berlari keluar kamar itu. Pintu di bantingnya hingga menutup.

“Taeng…” Eunji mulai berkata.

Taeyeon tidak menunggu kelanjutannya. Ia bergegas menyusul Soyeon. ia tidak tahan melihat kesedihan kakaknya, kalaupun benar kakaknya itu yang menggunting gaunnya.

Ia mengetuk pintu kamar Soyeon. Tak ada jawaban. “eonni, ayolah~!” panggilnya. “aku tidak bilang kau menggunting bajuku. Jeongmal. Aku bahkan tidak berpikir kesitu,” dustanya. Ia dapat mendengar Soyeon bergerak di kamarnya. Kemudian sunyi. Ia mencoba memutar pegangan pintu. Terkunci. Ia berdiri di depan pintu itu selama beberapa saat, memohon agar di ijinkan masuk. Akhirnya ia menyerah.

Di ujung koridor, pintu kamar Sehun tampak terbuka. Taeyeon mendekati kamar itu.

Sehun ternyata sedang duduk di lantai, asyik memotong selembar kertas karton biru dengan gunting besar. Mata gunting itu berkilat-kilat terkena cahaya. Sehun mengangkat wajahnya, membalas tatapan Taeyeon.

Ia tersenyum masam. Kemudian mengangkat guntingnya, “kres, kres,” ucapnya.

***Chapter 6***

“kres, kres,” cerita Taeyeon pada ibunya keesokan harinya. “Sehun mengangkat guntingnya seperti ini, dan dia bilang ‘kres, kres’.”

“hanya itu?” ibunya berhenti menggosok kompor yang memang sudah berkilat. Ia menatap Taeyeon dengan dahi berkerut. “dia tidak mengatakan apa-apa lagi?”

“memangnya dia harus berkata apa lagi?”

“ ya…ancaman atau apa?”

“oh ya, dia mengancamku. Dia bilang dia akan menusukku dengan gunting itu sebanyak enam kali. Puas?” kata Taeyeon dengan jengkel.

“Taeyeon!” bentak ibunya. “bisa-bisanya kau bergurau tentang hal semacam ini?”

Taeyeon tidak menjawab. Hari minggu yang payah, pikir Taeyeon dengan merana. Sementara ibunya membersihkan dapur, Taeyeon duduk di depan meja dapur mengerjakan teka-teki silang.

Ibu Taeyeon menghela napas, “kami sangat mengkhawatirkan Sehun. Kau juga tahu itu. ia anak yang sangat bermasalah. Kami sedang mencari psikiater yang cocok untuknya. Tapi…”

Selalu saja ada tapi-nya.

“tapi sementara ini… entahlah. Cobalah berbaik-baik dengannya, arasseo? Jangan mencari masalah dengannya. Bisakah kau melakukan itu?”

“ne, jangan khawatir,” sahut Taeyeon. “semuanya akan beres.”

Kenapa jadi aku yang menenangkan eomma? Bukankah mestinya sebaliknya? Pikir Taeyeon.

Taeyeon mendengar teriakan-teriakan dari luar. Dialihkannya pandangannya ke luar jendela kecil di atas bak cuci. Semalam salju turun, meninggalkan butiran-butiran halus di pohon-pohon dan semak-semak. Taeyeon dapat melihat Chorong dan Eunji yang sedang mencoba membuat boneka salju dari salju yang seperti bubuk itu.

“bagaimana hubunganmu dengan Soyeon sekarang?” tanya ibunya. Pertanyaan itu di lontarkannya dengan nada biasa, padahal Taeyeon tahu ibunya bisa semalaman tidak tidur memikirkan jawabannya.

“baik,” jawab Taeyeon.

“hanya baik?” ibunya mengamati wajah Taeyeon.

“kurasa aku masih agak takut padanya,” Taeyeon mengakui.

“takut? Pada kakakmu sendiri?” ibunya menunjuk ke jendela. “coba lihat dia! Dia senang sekali pulang ke rumah. Dia benar-benar sudah berubah. Kau tidak punya alasan untuk takut pada Soyeon.”

Taeyeon menatap ke luar jendela. Diawasinya Soyeon yang sedang berjalan-jalan sendirian di halaman, terbungkus rapat dalam mantel merahnya. Tiba-tiba Taeyeon merasa sangat iba pada kakaknya itu. kenapa Soyeon tidak bermain dengan Eunji dan Chorong? dan kenapa mereka tidak mengajaknya?

“Taeyeon.”

Dia berbalik dan mendapati wajah ibunya tampak begitu serius dan terluka. Ekspresi seperti ini selalu membuat Taeyeon tidak tega dan ia akan mengabulkan apa pun permintaan ibunya.

“wae?”

“ingat percakapan kita dulu? Pada hari Soyeon pulang? Waktu itu kau berjanji—”

“aku tahu.” Tolong jangan tatap aku dengan pandangan seperti itu! Tanpa suara ia memohon pada ibunya.

“eomma berharap padamu, Taeng. Hanya kau yang dapat kuandalkan untuk menolong Soyeon. Tolonglah dia menjadi dirinya yang dulu lagi. Soyeon… dia paling sayang padamu, kan?”

Tenggorokan Taeyeon serasa tersumbat. Selalu begitu bila ibunya mulai memohon-mohon begini.

“itu tidak benar,” ia bisa juga berkata.

Paling sayang padaku? Itukah sebabnya Soyeon mencoba membunuhku?

“Taeng, eomma kenal betul Soyeon. eomma tahu dia pasti menyesal sekali atas apa yang hampir dilakukannya padamu.”

Hampir? Pikir Taeyeon. Banyak kejahatan yang telah dilakukan Soyeon padanya, bukan cuma hampir.

“Soyeon pasti tidak sanggup memaafkan dirinya sendiri, tapi kalau kau mau memaafkannya, dia akan—“

“oh, bagus.” Tukas Taeyeon. “jadi sekarang semuanya tergantung padaku?”

Ibunya membuang muka. Taeyeon menatap ke luar jendela lagi. Soyeon tidak tampak. Taeyeon menunggu hingga akhirnya Soyeon muncul kembali. Ia berjalan keluar garasi, membawa kotak perkakas milik ayah tiri mereka.

Aneh. Pikir Taeyeon.

Kecurigaan muncul. Soyeon benar, pikirnya. Apapun yang dilakukannya, aku selalu curiga padanya. Selalu.

Taeyeon bangkit dari meja. “aku sudah bilang pada Soyeon-eonni bahwa aku memaafkannya. Tapi ia tidak percaya.”

Ibunya mengangguk. “itu karena perasaannya sangat halus. Dia tidak akan percaya kalau kau tidak bersungguh-sungguh, Taeyeon-ah.”

Taeyeon memasukkan tangannya ke dalam kantong depan celana montirnya. Ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan perkataan ibunya barusan.

Ibunya memang paling pandai melontarkan komentar-komentar yang menyakitkan telinga dan menusuk hati. Tapi apakah dia benar? Apakah Taeyeon belum sungguh-sungguh memaafkan Soyeon? sampai sepuluh menit kemudian Taeyeon masih merenungkan pertanyaan itu. Dia berjalan-jalan di luar bersama Ginger, setelah mengenakan jaketnya. Ginger berlari-lari dengan penuh semangat, mengendus-endus kemana-mana, mencari sisa-sisa baunya sendiridi bawah lapisan es. Ketika melihat Eunji dan Chorong, Ginger langsung melesat menghampiri mereka. Eunji dan Chorong telah berhasil membuat boneka salju. Mereka melambaikan tangan memanggil Taeyeon. Taeyeon menolak dengan melambaikan tangan juga. Ia berniat mencari Soyeon.

Taeyeon melihat Soyeon berjalan keluar dari hutan yang membatasi halaman belakang. Tudung mantelnya terbuka dan rambutnya berkilau tertimpa sinar matahari. Taeyeon seperti melihat bayangan masa lalu. Bayangan Soyeon yang dulu.

Taeyeon bergegas menghampiri Soyeon, mendadak saja merasa bergairah. “eonni!” panggil Taeyeon.

“oh, hei, Taeng.” Balas Soyeon.

Mereka bertukar senyum. Soyeon berbalik dan mengayunkan kotak perkakasnya ke arah hutan. “aku membetulkan rumah pohon kita. Anak tangganya ada yang lepas.”

“kau sudah membetulkannya? Hebat!”

Wajah Soyeon memancarkan keheranan. “kenapa kau begitu bersemangat?”

“aku hanya sedang senang saja.”

Soyeon tertawa dan mengusap-usap ubun-ubun Taeyeon. “babo!”

Taeyeon menarik tangan Soyeon, kemudian mereka berdua bergelut atau bisa dikatakan berangkulan.

“hei, kukira kau akan menemui Suho,” kata Soyeon, mengelap hidungnya dengan punggung tangannya.

“sebentar lagi.” Jawab Taeyeon.

“sampaikan salamku padanya, ya.”

Taeyeon mengamati wajah Soyeon, menyelidiki kalau-kalau Soyeon mengejeknya. Tapi wajah Soyeon tampak biasa-biasa saja.

Eomma benar. Pikir Taeyeon. Ia kelihatannya sudah jauh lebih rileks. Ia juga tampak bahagia, sehingga Taeyeon nyaris berhasil membuat dirinya sendiri percaya bahwa semua peristiwa mengerikan itu tidak pernah terjadi. Dan pada saat itu juga, Taeyeon bersumpah dalam hati. ‘aku akan mempercayai Soyeon! aku tidak akan menuduhnya lagi, baik secara langsung maupun dalam hati.’

Soyeon berdiri mengawasi Eunji dan Chorong yang sedang menyempurnakan boneka saljunya. “eunji-ya!” Soyeon berteriak memanggil Eunji. “manusia saljumu itu sangat menyedihkan.”

Eunji mengangkat muka, terkejut. Begitu pula Chorong. Bahkan Ginger menolehkan kepala. “kau kira kau dan Taeyeon bisa membuat yang lebih bagus?” tantang Eunji.

“sambil tutup mata pun bisa,” sahut Soyeon enteng. Ia dan Taeyeon mulai berjalan ke arah kedua gadis itu, sepatu bot mereka berdecit di atas lapisan salju tipis.

“itu bukan manusia salju,” goda Taeyeon ketika sudah agak dekat. “itu lebih cocok di sebut ulat salju.”

“saljunya terlalu tipis,” kilah Chorong. ia meraup salju dengan sarung tangannya dan menunjukkannya pada mereka.

“coba lihat saljunya bisa lengket, tidak.” Kata Taeyeon, mulai membuat sebuah bola salju.

“Chorong, awas!!” Eunji memperingatkan, matanya yang coklat gelap bersianr-sinar.

Taeyeon melemparkan bola salju itu ke arah Chorong. bola itu hancur menjadi bubuk halus. Eunji bergegas meraih skop. Ia mendorong skop itu sepanjang halaman, mengumpulkan setumpuk besar salju. Kemudian tumpukan salju itu di tumpahkannya ke tubuh Soyeon.

Soyeon memekik dengan gembira. Taeyeon balas menyerang Eunji dari belakang. Akhirnya mereka bertiga bergulingan di salju, rambut mereka menjadi putih akibat salju yang menempel. Ginger menyalak keras-keras, meningkahi jeritan dan tawa gadis-gadis itu. mereka berhenti main lempar salju dan mulai melemparkan bola-bola salju ke udara. Dengan asyik mereka mengawasi bola-bola itu hancur dan turun kembali menjadi serbuk-serbuk halus.

Wajah ibu Taeyeon muncul di jendela dapur. Ia tampak heran sekaligus senang. Semua orang menjerit, melompat, dan melambai. Sambil tertawa cekikikan, mereka menjatuhkan diri ke tanah dan mulai membuat malaikat-malaikat salju.

Taeyeon takjub dan kagum melihat keadaan saat itu. mereka benar-benar senang.

***

Pada pukul enam barulah Taeyeon bersiap-siap meninggalkan rumah untuk menemui Suho. Masih dalam suasana hati riang setelah perang salju barusan,Taeyeon menuju ke garasi.

Di luar ternyata sangat gelap. Langit kelam tidak berbintang. Taeyeon menggigil, napasnya menimbulkan asap di depannya. Setelah berbelok ke sudut, barulah Taeyeon teringat bahwa lampu garasi yang tadi telah di nyalakanya dari dalam rumah, mati. Garasi itu tampak mengerikan dalam kegelapan. Taeyeon meraba-raba, mencari pegangan pintu garasi. Ketika logam dingin itu di temukannya, ia menyentakkannya ke atas dan pintu mulai terbuka. Suara logam beradu dengan logam memecahkan keheningan malam.

Seandainya Taeyeon di suruh memilih, tempat mana yang paling membangkitkan bulu roma di rumahnya, ia pasti memilih garasi. Garasi ini bahkan jauh lebih menyeramkan daripada ruang bawah tanah atau ruang bawah atap. Setiap kali membuka pintunya, Taeyeon merasa seolah-olah sedang membuka pintu sebuah kuburan raksasa.

Mata Taeyeon membiasakan diri dengan kegelapan di dalam garasi. Bayangan-bayangan aneh terpantul di sepanjang dinding. skop, kereta salju, tidak ada yang perlu di takutkan. Pikirnya. Tapi kenapa ia merasa yakin ada sesuatu yang akan menerkamnya? Dengan tangan gemetar Taeyeon berusaha memasukkan kunci ke pintu mobilnya.

Akhirnya pintu itu berhasil di bukanya. Lampu di langit-langit mobil menyala. Taeyeon segera mengambil tempat di belakang kemudi. Jok kulit yang didudukinya terasa dingin dan keras. Taeyeon memundurkan mobilnya ke luar garasi. Setelah meninggalkan halaman, di injaknya pedal gas dalam-dalam. Ia ingin cepat sampai di rumah Suho.

Melewati hutan, jalanan agak menikung. Mobil Taeyeon oleng ketika ia mengikuti belokan itu. Taeyeon mengencangkan pegangannya pada setir. Ia melihat ke bawah sejenak dan mengecek speedometer. Jarumnya menunjukkan angka 90.

“aku harus memperlambat kecepatan mobilku.” Ia menegur dirinya sendiri. Batas kecepatan maksimal di jalan ini adalah 60 km/jam, dan itu  batas kecepatan pada saat cuaca baik.

Dengan lembut diinjaknya pedal rem, bermaksud mengurangi kecepatannya secara bertahap. Tapi mobilnya sama sekali tidak melambat. Taeyeon menginjak rem dengan lebih keras. Mobilnya terus saja melaju.

Taeyeon menelan ludah, tangannya semakin erat mencengkram kemudi.

Ini tidak mungkin terjadi padaku! Pikir Taeyeon dengan rasa panik yang tiba-tiba timbul.

“Tidak! Jangan..” ia menahan napas. Pedal rem diinjaknya dalam-dalam.

Pedal rem diinjaknya sampai habis.

Injak. Lepas. Injak. Lepas. Itu dilakukannya berkali-kali. Mobil terus melaju kencang.

“remnya blong!” ucap Taeyeon dengan ngeri. “remnya blong. Aku akan mati.” Taeyeon berteriak panik ketika mobilnya oleng di belokan berikutnya.

Ia memutar-mutar kemudi sekuat-kuatnya, berusaha menguasai laju mobilnya. Tapi mobil itu menggelincir di atas jalanan yang licin.

Remnya blong!

Bunyi klakson yang sangat keras menenggelamkan pekikannya. Tiba-tiba kaca depan mobilnya di penuhi sinar putih. Lampu depan sebuah truk. Taeyeon memutar kemudi sementara truk itu menderum-derum ke arahnya.

Terlambat!

Remnya blong!

Angin dingin menerpa Taeyeon ketika truk itu itu lewat di samping mobilnya. Hampir saja!

Tapi mobilnya kemudian slip ke luar jalanan. Terus naik ke arah bukit. Ke lapangan rumput. Taeyeon melihat batang pohon itu dalam cahaya lampu besarnya.

Kepalanya tersentak ke belakang. Ia melihat batang pohon itu bertumpukan dengan kaca depannya. Ia mendengar bunyi sobekan logam. Pecahan kaca.

Remnya blong!

Itulah pikiran terakhirnya sebelum kemudian ia melihat sebuah cahaya terang dan dalam keadaan setengah sadar, samar-samar ia melihat seraut wajah terang dan kemudian ia kehilangan kesadarannya.

To be continue…

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on March 21, 2014, in EXOTAENG, Series, SuTae and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. Taeng kclakaan??
    Psti ada yg sengaja celakain Taeyeon ..
    Sehun jga butuh psikiater? Nah bnr ada gangguan jiwa sma tu anak..
    Sbnrnya msh blm prcya sma Seyeon yg katanya udh sembuh ..
    Tpi dripda buat pnsran, next chap cpt update yaa ..
    Fightaeng!!!

  2. ko bsa blong c rem.y..
    aduh klo knp” sma taeng eonni gmna..

    next.y jngan lma” yah eon…

  3. Ya ampun taeng eonni keclakaan kasian bgt sihh diatu sisi dia udah mulai nyaman dgan seyeon knapa dia kclakaan hufftt sedih dehh si sehun kagak muncul tumben wkkwkw …next part dtunggu

  4. nah loh sehun butuh phisikiater… bner dah tuh anak udh gangguan jiwa… -,-
    kenapa rem nya bisa blong ?? pasti ada yang sengaja nyelakain taeng deh…
    apa jangan-jangan sehun ?? kejam amat…..
    hhmmmm…. lanjut aja dah eonn
    FIGHTAENG !!!😀

  5. etdah , sehun sakit jiwa , *sedih -__-”
    kyaa seyeon , taeyeon , eunji , chorong, ginger main salju ikutan dong *puppy eyes* *ditendang eunji*digigit ginger* #abaikan .-.v
    oke oke apalagi ini ?! remnya BLONG ! siapa lagi yang buat itu ?! gue terror(?) baru tau rasa *ngomel-ngomel
    next chap ditunggu !!!
    HWAITINGGGGG!!!

  6. uwaaaaa remnya bloooonggg;__;
    taeng nya jangan mati dulu thor /?
    next chapt ditunggu’-‘b

  7. intan sekarsari

    aahhh taeng eonni knp ? eonni itu emang pinter deh kalau naruh TBC😀
    semoga taeng eonni gak knp”
    kira” siapa yg ngelakuin eon ? kalau sehun kayaknya enggak deh
    next eon

  8. Ih serem,,gimana tuh nasib taeng ntar ya? Apakah selamat?😮 bikin penasaran x) keep write and fighting!

  9. Huwaaaa taeng unnie😦 kenapa remnya bloooong? u,u keep fighting unnieeeeeee!!!! next

  10. Taeng eonni kenapa??? kecelakaan kah?? siapa yang menyebabkan kecelakaan itu?? thor next chap nya yg cepet ya, penasaran nih ma nasibnya Taeng eonni ..

  11. kasihan taeng oenni
    thor next chapternya yg cepet ya #maksa

  12. aduh, keren amat bkin pnasaran nih.
    next chap jgn lama2 ya eon🙂

  13. Aiggoo BRU tau ada Blog ini,, Hai author Hehehehe New Rrader nee.. Bgung mw Pggl apa mw pgl Unnie Takut na mlh tuaan Aku,, Aku new reader Gak tw Diri nee.. Boleh Minta PW ff sooyeon ga thor??? Boleh yayayayayayayayay

  14. lama mr oh makin misterius sebenarnya apa sih mu oh sehun hah ? lama2 kamu, saya masukki kerumah sakit jiwa kalau kamu nakuti tae eonni lagi…
    loh th kenapa rem mobil tae eonni kok blong ini kerja siapa lagi hah…next update chap eonni makin penasaran nie…

  15. taegangunited

    Astaga taeng kecelakaan..

    Noh kan taeng jangan salahin soyeon terus -_-
    Kasian Park Sso Sso unnie nya wkwk
    Apa mungkin sehun yg celakain taeng?

    Lanjut thor!

  16. Daebak!!!! Tpi min.. Ak nyari Chap 7 kq gk ada sih? Maaf jg ak bru bca

  17. Aduh…taeng di situ tragiss bngt y…next

  18. Kykny seluruh kakak-beradik ini emang “weird” semua deh…. Hahaha

  19. chapter 7 pliss~ penasaran bgt sama ceritanya :3
    ngomong2 itu si Soyeon unnie kasian ceritanya abis kluar dr Rsj (‘:

  20. Entah kenapa, semua kecurigaan Verti, dari kejadian itu tertuju sama Sehun :3

  21. Wah kira2 siapa yah yg celakain taeng??soyeonkah ato sehun?? Next eonn plisss.

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: