Blog Archives

[FF] I’ll Protect You (Chapter 2)

taejae

Author : Ashiya

Cast :

  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Kim Jaejoong (JYJ)
  • Kim Junsu (JYJ)

Other cast :

  • Park Bom (2NE1)
  • Gong Minzy (2NE1)
  • Choi Seunghyun (Big Bang)
  • Kim Bum
  • Kim Soeun
  • etc. You’ll find them later..

Genre :

  • Fantasy, Action, Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Adapted by Charlaine Haris’s novel “Dead Until Dark”

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

Warn : Tokoh Choi Dongwook/Se7en di chapter 1 di ganti oleh Choi Seunghyun/TOP Big Bang. Soalnya agak kurang sreg SE7EN di pasangin sama Bom. :3 TOP juga sih sebenernya kurang sreg juga. tapi ga pa-pa deh. hihi..

Happy reading~ Read the rest of this entry

Advertisements

[FF] VIP, Don’t Hate Me (Oneshot)

Author : Ashiya
Main Cast : Big Bang, Kim Taeyeon
Support Cast : Dara (2NE1), Cheondung (MBLAQ), CL (2NE1)
Genre : Star life(?), IDK onion-emoticons-set-6-59
Length : 2393 words
Language : Bahasa Indonesia
Disclaimer : This story 100% mine. No plagiator, please!
Copyright : ashiya19.wordpress.com

-VIP, Don’t Hate Me-

Kim Taeyeon, seorang fans boyband Korea ternama. Big bang. Ia seorang VIP yang berbeda dengan VIP yang lainnya. Ia selalu mengikuti semua kegiatan Big Bang, selama itu masih di Korea. Ia tidak memperdulikan berapa jauh kota tempat tinggalnya dengan tempat show Big Bang. Semua kegiatan Big Bang di Korea, mulai dari launching album, fan meeting, fan signing, hingga konser pun ia tidak pernah ketinggalan. Semua member Big Bang adalah biasnya. Baginya tidak ada member yang terfavorit karena semuanya adalah yang paling ia favoritkan.

Selain itu, perbedaannya dengan VIP lain adalah Read the rest of this entry

[FF] Purple Butterfly (Chapter 5)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun
Support Cast : You’ll find them later.
Genre : Mystery, Horror
Rating : M
Language : Bahasa Indonesia
Disclaimer : This story 100% mine & inspired by Fatal Frame II : Crimson Butterfly
Copyright : ashiya19.wordpress.com

crimson butterfly

-Previous Chapter-

Kyuhyun dan Taeyeon lanjut jalan setelah penampakan itu hilang. Kemudian melewati tangga. Satu per satu mereka berjalan menuruni tangga. Terdengar suara, “Kalian datang ke tempat ini untuk tujuan ini.”

Suaranya sama persis dengan suara lelaki yang muncul di koridor tadi. Kyuhyun menoleh ke belakang namun tidak ada apa-apa kecuali Taeyeon. Kyuhyun mulai bersiap dengan kameranya. Untuk barjaga-jaga kalau-kalau makhluk halus itu menyerangnya. Tapi tiba-tiba Taeyeon berlari mendahului Kyuhyun. “kenapa dia?” pikir Kyuhyun.

Kyuhyun mengikutinya. Taeyeon berdiri tepat di tengah ruangan sambil menunduk. Kyuhyun melangkah mendekatinya.
Bulu kuduk Kyuhyun meremang, tubuhnya gemetaran. Kyuhyun bergumam, “Perasaan ini…”

Tiba-tiba terdengar jeritan yang memilukan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya terkejut dengan suara itu. Seperti jeritan seorang perempuan yang menjerit kesakitan. Tidak lama kemudian tampak sosok yeoja memakai hanbok putih, penuh darah dan sekitarnya berserakan mayat-mayat dengan kondisi mengenaskan. Tapi sosok itu perlahan berganti-ganti dengan Taeyeon. Kyuhyun menyentuh bahunya dari belakang, “Taeng, ada apa?”

Taeyeon mengangkat wajahnya. “Eh… eobseo.”

Kyuhyun menarik nafas lega. Ia bergerak ke pintu lain untuk melanjutkan perjalanan. “Oppa, kita harus keluar dari sini. Aku tidak mau membunuh lagi…” Gumaman Taeyeon terdengar oleh Kyuhyun.

Tidak mau membunuh lagi? Apa maksudnya itu. Aku tidak mengerti. Apa ia baik-baik saja? Ataukah makhluk-makhluk ditempat ini sudah….

-Chapter 5- onion-emoticons-set-4-9

“Taeyeon-ah, apa maksud kata-katamu itu?” tanya Kyuhyun dengan bingung namun Taeyeon tetap diam. “Taeng!” Kyuhyun menyentuh pundak Taeyeon hingga membuat yeoja itu terkesiap seperti baru tersadar dari dunianya sendiri.

“oh? Apa?” jawab Taeyeon seperti orang linglung.

“kau ini sebenarnya kenapa?” tanya Kyuhyun hati-hati. “kenapa sikapmu jadi aneh?”

“maksudmu?”

“kau berkata tidak mau membunuh lagi. Apa maksud ucapanmu itu?”

“apa aku berkata seperti itu?” tanya Taeyeon dengan wajah bingung. “aku tidak mengingatnya. Lagi pula…membunuh? Membunuh apa?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar jawaban Taeyeon. “Taeng-ah….”

“hm?”

“apa kau bisa ceritakan padaku saat kau menghilang? Siapa yang membawamu?”

Taeyeon tampak berpikir keras berusaha mengingat-ingat kejadian yang menimpanya, “seingatku….ada sekitar 5 namja memakai hanbok putih….dan mereka membawa tombak yang cukup panjang. Dan mereka juga mengacungkan tombak itu ke arahku agar aku ikut mereka.”

“kenapa kau tidak berteriak membangunkanku?” tanya Kyuhyun.

“aku sudah berteriak meminta tolong padamu sambil terus berontak di tangan mereka. Tapi kau tidak juga bangun bahkan tidak bergerak sama sekali..”

Kyuhyun menghela napasnya, “mianhae…”

“saat itu aku benar-benar takut. Mereka memaksaku untuk mengikuti mereka ke suatu tempat.”

“kemana?”

“molla. Aku tidak ingat.” Jawab Taeyeon menundukan kepalanya. “tapi terakhir yang ku ingat aku melihat sebuah foyer besar menuju gua yang besar. Dan setelah itu….aku tidak ingat apa-apa. Dan begitu aku sadar, aku sudah berada di dalam rumah gelap ini sendirian.”

fatalFrame2_1_thumb

Kyuhyun menatapnya dengan pandangan menyesal, “seharusnya aku bangun dan melepaskanmu dari mereka. Aku minta maaf..” Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“oppa, cepat kita keluar dari sini. Aku takut berada di rumah ini.”

“ne. kajja!”

Mereka kembali melanjutkan berjalan mencari pintu yang sesuai dengan kunci kupu-kupu yang mereka temukan. Tidak lama kemudian, mereka berhadapan dengan sebuah pintu besar.

“kita coba pintu ini. Mudah-mudahan ini jalan keluarnya.” Ucap Kyuhyun.

Saat Kyuhyun akan memasukan kunci itu, tiba-tiba Taeyeon menjerit.

“AAARRRGHHHHHH!!!”

“Taeyeon!!!” Kyuhyun membelalakan matanya melihat Taeyeon yang di kerubuti puluhan pasang tangan  roh yang mengerubunginya dan ada pula yang mencoba mencekiknya. Kyuhyun mencoba menghalau tangan-tangan yang menggapai-gapai seluruh tubuh Taeyeon namun tidak berhasil karena ia tidak dapat menyentuh tangan-tangan roh itu.

Kyuhyun mengambil kamera obscuranya dan memotret tangan-tangan itu berkali-kali hingga akhirnya lenyap.

Kyuhyun menarik napasnya dan menghampiri Taeyeon yang menangis shock karena serangan tiba-tiba itu.

“tenanglah, mereka sudah pergi. Uljima.” Ucap Kyuhyun memeluk Taeyeon berusaha menenangkannya.

Namun tampaknya Kyuhyun dan Taeyeon belum bisa bernapas lega. Tiba-tiba dari arah lain muncul sesosok roh aneh berbentuk manusia namun memiliki banyak tangan. Tangan yang menyerang Taeyeon tadi. Namun jumlahnya lebih banyak lagi. Makhluk itu tidak mendekat namun tiba-tiba beberapa dari tangan-tangan itu, terbang dan menyerang kearahnya.

Taeyeon segera bersembunyi dengan berjongkok dibelakang Kyuhyun berharap makhluk itu tidak menyerangnya lagi. Sementara Kyuhyun berusaha menghalau tangan-tangan itu hingga tangan-tangan itu bergerak kembali menuju makhluk aneh itu.

Roh itu berjalan perlahan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun segera memotret roh itu hingga beberapa kali terpental. Namun sepertinya lawannya kali ini cukup tangguh. Ia cukup sulit untuk dilawan. Terlebih jika tangan-tangan itu melayang menjauh dari roh itu dan menyerang Kyuhyun.

Kyuhyun berhasil membuat tangan-tangan yang berusaha mencekiknya itu kembali mundur pada roh itu. Tiba-tiba roh itu menghilang. Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari kemana perginya roh itu.

“apa ia sudah pergi?’ gumam Kyuhyun.

Sedetik kemudian Kyuhyun kembali di kejutkan karena roh itu tiba-tiba sudah berada didepannya dan berusaha mencekiknya. Kyuhyun berontak hingga kamera itu terjatuh. Taeyeon mengambil kamera itu dan memotret roh yang hampir membuat Kyuhyun kehabisan udara itu hingga akhirnya ia lenyap.

“gwaenchana?” cemas Taeyeon melihat Kyuhyun yang megap-megap mencari udara.

Kyuhyun menganggukan kepalanya sambil terengah-engah dan memastikan bahwa Taeyeon tidak apa-apa.

Kyuhyun memasukan kunci dan…CKREK!!

Pintu itu berhasil terbuka dan memang itu adalah jalan keluar dari rumah seram itu.

Perlahan Kyuhyun membuka pintu itu dan menghasilkan bunyi deritan yang membuat suasana semakin mencekam.

“akhirnya kita bisa keluar!” seru Kyuhyun.

“ne. syukurlah.”

“sekarang kita harus kemana?” gumam Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat itu dan tiba-tiba ia melihat seorang perempuan mengenakan hanbok dan berjalan memunggunginya. “siapa itu?”

Taeyeon menoleh ke arah yang di tunjuk Kyuhyun, “itu….Yuri?!!” seru Taeyeon membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“kau mengenalnya?”

“ne! Dia yang membebaskanku dari orang-orang yang menculikku dan membawaku ke rumah ini.”

“apa dia juga…..hantu?”

“molla.” Jawab Taeyeon terus melihat sosok yang ia sebut Yuri berjalan menjauh darinya. “tapi ia tidak jahat. Ia juga berkata akan membantuku keluar dari tempat ini.”

“benarkah? Kalau begitu, kita harus mengejarnya!” usul Kyuhyun yang di balas anggukan Taeyeon.

Mereka mulai mengejar Yuri, “YURI-SSI!!” teriak Taeyeon memanggilnya namun ia tidak menoleh dan terus berjalan.

“YURI-SSI!!” teriak Kyuhyun.

Mereka terus mengejarnya hingga Yuri berbelok dan saat mereka berbelok, tidak ada siapa-siapa. Keadaan di situ sangat sunyi.

“kemana dia?” gumam Kyuhyun kebingungan.

“disana!” seru Taeyeon menunjuk kearah lain dan segera bergegas mengejarnya. Namun lagi-lagi, Yuri menghilang.

“sebenarnya makhluk apa dia?” pikir Kyuhyun.

“sepertinya ia tengah membantu kita menemukan jalan keluar.” Ucap Taeyeon membuat Kyuhyun menoleh.

“benarkah?” tanya Kyuhyun.

Ia berniat meraih tangan Taeyeon untuk segera kembali mencari wanita itu, namun saat ia memegang tangan Taeyeon, tiba-tiba gambaran hitam putih muncul di benaknya. Kyuhyun dapat membaca pikiran Taeyeon lagi.

“sementara kau disini saja. Tempat ini cukup aman.” Ucap Yuri pada Taeyeon saat ia membawanya ke rumah menakutkan itu.

“tapi…rumah ini tampak menakutkan..”

“kau tenang saja.” Yuri hendak beranjak pergi dari tempat itu namun Taeyeon segera menahannya.

“kau mau kemana? Kau tidak akan meninggalkanku sendirian disini kan??” panik Taeyeon ketakutan.

“aku akan memanggil temanmu untuk membawamu pergi dari tempat ini.”

“teman?”

“ne. Teman priamu. Kau datang ke desa ini bersama dia, kan? Cho Kyuhyun?”

“dari mana kau tahu?”

Yuri hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan Taeyeon. Ia sudah pergi meninggalkan Taeyeon di rumah itu.

Kyuhyun tersentak setelah membaca pikiran Taeyeon.

“apa kau bertemu dengan Yuri sebelum akhirnya kau menemukanku?” Tanya Taeyeon.

“ani.” Jawab Kyuhyun tampak bingung dengan apa yang dialaminya. “Taeyeon-ah…apa kau terus berada di rumah itu sampai aku menemukanmu?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Taeyeon. Kyuhyun terkesiap, “lalu siapa ‘Taeyeon’ yang aku temui itu? Apa itu Yuri? Yuri yang menunjukan jalan dimana keberadaan Taeyeon?” batin Kyuhyun.

“oppa? Wae? Kau memikirkan apa?”

“oh, eobseo.” Jawab Kyuhyun.

“kita harus kembali mencari Yuri. Ia satu-satunya harapan kita keluar dari desa yang menakutkan ini.”

Mereka terus mengikuti jalan itu sementara Kyuhyun terus memikirkan Yuri.

“apa Taeyeon yang kutemui itu memang Yuri? Tapi…siapa dia? Kenapa ia mau membantu kami? Dan juga…sebenarnya ia makhluk apa? Apa dia juga salah satu dari roh yang ada di tempat ini?” batin Kyuhyun.

“oh! Dia disana!” seru Taeyeon menunjuk Yuri berjalan menuju bukit dan tiba-tiba saja ia menghilang didepan mata Kyuhyun dan Taeyeon hingga membuatnya terkejut. “jadi…..ia bukan manusia?” gumam Taeyeon tampak sedikit ketakutan.

Kyuhyun semakin yakin bahwa “Taeyeon” yang ia temui di awal adalah Yuri yang menjelma menjadi Taeyeon agar bisa memberikan petunjuk keberadaan Taeyeon.

“sepertinya ia menyuruh kita naik ke bukit itu.” Ucap Kyuhyun yang dibalas anggukan setuju Taeyeon.

Akhirnya Kyuhyun dan Taeyeon berjalan menaiki bukit itu. Kyuhyun terus menggenggam tangan Taeyeon dan memastikan ia berada disampingnya.

“semoga kita bisa cepat pulang.” Ucap Taeyeon.

“ne.”

“Yuri-ssi, apa kau mendengarku?” gumam Taeyeon tiba-tiba membuat Kyuhyun menoleh, “terima kasih sudah menunjukan jalannya.”

Kelegaan mereka ternyata tidak bertahan lama. Saat berada di bawah anak tangga yang memiliki foyer besar berwarna merah, tiba-tiba muncul puluhan roh yang mendekati Kyuhyun dan Taeyeon. Keduanya membelalakan mata melihat sekumpulan roh-roh itu.

fatal-frame-2-crimson-butterfly-20040823044614236-000-horz

Blinded-horz

“oppa.. eottokke? Jumlah mereka banyak sekali..” lirih Taeyeon memegang tangan Kyuhyun dengan erat dan segera bersembunyi di belakangnya.

Kyuhyun segera mengeluarkan kamera obscuranya dan memotret roh-roh itu secepat mungkin sebelum mereka menyerangnya. Tampak beberapa dari mereka ada yang membawa senjata tombak dan perisai. Seperti hendak berperang.

Banyaknya jumlah roh-roh itu membuat film di kamera obscura Kyuhyun menipis sementara roh-roh semakin bertambah entah mereka datang dari mana.

KREK! KREK!

Kyuhyun menekan tombol shooter itu tapi roh-roh itu tidak mundur. Ia kehabisan filmnya. Saat kebingungan tiba-tiba Taeyeon menjerit di belakangnya dan begitu ia berbalik, 2 roh berusaha membawa Taeyeon.

“TAEYEON!!!” teriak Kyuhyun melihat Taeyeon yang diseret kedua roh itu dan Taeyeon terus meronta-ronta sambil terus berteriak di tangan kedua roh itu. Ia tidak dapat mencegah kedua roh itu karena puluhan roh itu menahannya di tempat. “TAEYEON!!!” teriak Kyuhyun lagi melihat Taeyeon yang sudah hilang dari pandangannya di bawa roh itu. Tidak lama kemudian, puluhan roh itu juga ikut menghilang meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat sunyi dan gelap itu.

Kyuhyun jatuh merosot ke tanah dan ia mulai menitikan airmatanya karena menyesal tidak bisa mencegah roh-roh itu membawa Taeyeon lagi. “Taeyeon-ah…mianhae..jeongmal mianhae..” lirih Kyuhyun terisak.

Sesaat kemudian, ia kembali bangkit dan melihat sesuatu yang tampak bersinar di tanah. Sebuah film untuk kameranya.

Type_14_film1

Kyuhyun segera memasang film itu. Ia yakin siapapun atau apapun itu ada yang sedang membantunya. Jika tidak, darimana datangnya film kamera itu? Mungkin saja itu Yuri?

“aku harus membawa Taeyeon kembali!” ucap Kyuhyun kemudian berlari kearah roh-roh itu membawa Taeyeon. Ia berlari menaiki tangga sambil terus menyalahkan dirinya yang membawa yeoja itu ke tempat berbahaya seperti ini.

Setelah berlari jauh, ia tertegun. Kini ia baru menyadari bahwa ia berada di desa itu lagi. Jadi ia berlari memutari desa itu. Dalam kebingungan itu, tiba-tiba ia teringat namja yang terkurung didalam ruangan sempit di belakang sebuah rumah. Ia segera mencari rumah itu dan setelah menemukannya, ia segera melongokan kepalannya ke dalam ruangan itu melalui jendela kecil di dindingnya.

“jogiyo! Apa kau masih disini??”

“nugu?” balas seseorang dari dalam.

“ini aku yang beberapa lalu kemari.. aku membutuhkan bantuanmu. Kau bilang kau bisa membantuku keluar dari sini dan juga apa kau bisa membantuku menemukan kembali seseorang? Ia barusan di bawa oleh roh-roh jahat!”

Orang itu terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata, “apa kau melakukan sebuah dosa di desa ini?”

“eh?”

“apa kau kesini dengan seorang yeoja dan berhubungan intim dengannya?”

“a..apa maksudmu??” tanya Kyuhyun tergagap.

“ini adalah desa suci. Jika ada yang melanggar adat desa ini, mereka harus menerima kutukannya.”

“aku tidak mengerti.”

“menurut cerita rakyat disini, puluhan tahun yang lalu ada seorang yeoja bernama Jieun. Ia keturunan dari keluarga Lee dan pamannya adalah seorang pendeta di desa ini yang sangat di segani warga.” Orang itu mulai bercerita. “Jieun sangat cantik dan banyak di puja pemuda desa ini. Suatu hari ada seorang namja dari luar desa ini yang jatuh hati padanya. Namanya Lee Hyukjae. Mereka saling tertarik hingga akhirnya mereka melakukan sesuatu yang di luar batas. Warga mengetahuinya dan segera menyeret mereka menuju Hellish Abyss.”

“Hellish Abyss? Apa itu?” tanya Kyuhyun.

“Hellish Abyss adalah sebuah lubang yang biasa di gunakan untuk para pelanggar adat. Mereka akan menjalani ritual mencekik dan salah satunya akan di lempar ke lubang Hellish Abyss itu.”

300px-Hellish_abyss

“MWO??” kejut Kyuhyun. “lalu…kenapa disini banyak roh-roh yang berkeliaran?”

“itu adalah akibat kesalahan saat ritual yang dijalankan Jieun dan Hyukjae. Sehingga roh-roh itu menjadi bagian dari kutukan tersebut. Siapapun yang melanggar adat itu, roh-roh akan bangkit kembali hingga pelanggar itu bisa menutup kembali kutukannya dengan menjadi tumbal Hellish Abbys itu.”

Flashback

Saat itu Hyukjae berniat menggagalkan ritualnya. Pendeta dan puluhan pengikutnya berkumpul di Hellish Abyss itu. Jieun berbaring di atas batu persembahan. Ia yang akan di lemparkan ke lubang Hellish Abyss itu dan Hyukjae yang mencekiknya hingga mati.

Pendeta yang juga merupakan paman dari Jieun dan juga para pengikutnya menghentak-hentakkan tongkatnya yang terbuat dari besi hingga menghasilkan dentingan nyaring. Pendeta itu memimpin membacakan mantra yang bertujuan menghilangkan kesadaran mereka agar tidak ragu-ragu saat melakukan ritual itu.

Ritual dimulai, Hyukjae berjalan mendekati Jieun. Namun rupanya ia memiliki rencana untuk menyelamatkan Jieun dari ritual itu. Ia tidak terkena oleh mantra itu. Ia masih berada dalam kesadarannya. Ia berpura-pura terkena mantra itu dan mendekati Jieun. Sedetik kemudian ia beralih dan menyerang pendeta itu dan mencekiknya. Namun, pengikutnya cepat-cepat bertindak. Mereka melepaskan cekikan Hyukjae dari pendeta itu dan memukulinya hingga ambruk ke tanah. Bahkan ada yang mengayunkan tongkat besinya ke tubuh Hyukjae. Mantra yang terhenti itu membuat Jieun sadar dari pengaruhnya dan ia langsung terkejut melihat Hyukjae yang sudah meregang nyawa di tangan para pengikut itu.

“ANDWAE!!!!” pekik Jieun membelalakan matanya. Dengan penuh amarah, ia merebut pedang yang dipegang salah satu pengikut itu dan membantai mereka semua termasuk pamannya sendiri yang merupakan pendeta yang memimpin mereka melakukan ritual ini.

Semua orang tergeletak bersimbah darah. Jieun terengah-engah setelah melakukan pembantaian brutal itu. Tubuhnya dan juga hanboknya yang semula putih bersih kini penuh dengan darah orang-orang yang ia bantai.

fatalframe2_e3_1200_screen003

anggap aja itu pake hanbok ya! xD

Dengan airmata yang mengalir, ia membuang pedang itu dan mendekati Hyukjae yang sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi mengenaskan. Jieun menangis memeluk Hyukjae.

Tanpa disadari Jieun, salah satu pengikut itu yang juga mengenakan pakaian pendeta, masih hidup dan berjalan kearahnya sambil membawa pedang yang dipakai Jieun untuk membunuh.

“Jieun-ah…” panggil orang itu membuat Jieun tersentak dan begitu ia berbalik, orang itu segera menancapkan pedang itu ke perutnya. Jieun menjerit kesakitan dan membelalakan matanya merasakan perihnya pedang yang menusuk perutnya. Sedetik kemudian, orang itu mencabut pedangnya dan Jieun pun jatuh tak bernyawa di samping Hyukjae.

Orang itu menatap Jieun yang sudah tewas dan mulai menitikan air matanya.

“Jieun-ah,maafkan  appa…” ucap orang itu. Ia mengangkat pedang itu menebas lehernya sendiri.

Flashback End

“menurut cerita, orang yang dilempar ke Hellish Abyss itu akan berubah menjadi kupu-kupu. Jika kau menemukan kupu-kupu berwarna ungu, itu adalah korban ritual Hellish Abyss.”

Kyuhyun tercekat mendengar cerita orang itu. “lalu apa yang terjadi dengan yang mencekiknya?”

“begitu ritual selesai, roh-roh itu akan menghilang dan meninggalkan pencekik itu sendirian menyesali perbuatannya. Tidak sedikit pula yang memilih bunuh diri di tempat itu.”

“jadi…kami harus menerima kutukan itu dan melakukan ritualnya?”

Orang itu tidak langsung menjawab, “aku juga berada disini karena berniat menggagalkan ritual yang dijalankan kedua temanku. Aku pikir ritual seperti ini sudah tidak perlu di lakukan di jaman sekarang. Teman-temanku itu tidak mengetahui adanya kutukan itu dan mereka melakukannya. Akhirnya kutukan itu terjadi lagi dan mereka harus menjalani ritualnya. Mereka adalah Taeyang dan Yuri..”

“YURI???” kejut Kyuhyun mendengar nama itu.

“ne. apa kau mengenalnya?”

“aku bertemu dengannya, dia juga yang memberiku petunjuk agar bisa bertemu yeojaku.”

“benarkah??” tanya orang itu terdengar antusias. “apa dia selamat? Apa kau juga bertemu Taeyang?”

“aku rasa……mereka tidak berhasil menghindari ritual itu.” Ucap Kyuhyun. “aku tidak bertemu yang namanya Taeyang. Dan Yuri….sepertinya ia menjadi salah satu dari roh itu. Tapi ia bukan roh yang jahat.”

Seketika orang itu menitikan air matanya. “Yuri-ya…” lirihnya.

“apa aku dan yeojaku bisa terbebas dari kutukan itu dan keluar dari desa ini??” panik Kyuhyun.

“molla…” jawab orang itu. “aku tidak tahu…”

Kyuhyun terdiam sesaat, “siapa namamu?”

“Kang Daesung..”

To be continue…

Mian ya kalo kurang serem onion-emoticons-set-4-8 RCL ya… onion-emoticons-set-2-59onion-emoticons-set-2-128

[FF] I Just Want A Real Kiss (Oneshot)

Author : Ashiya
Main Cast : Choi Seunghyun (T.O.P BigBang), Kim Taeyeon (SNSD)
Other Cast : BigBang, Jung Eunji (A Pink)
Genre : Revenge, Romance
Rating : T
Disclaimer : The story is 100% mine, inspired by Dara-Minho Cass Beer, all cast belongs to God and their family.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

top-bigbang

Choi Seunghyun atau yang lebih sering disapa TOP, adalah seorang namja yang gemar mempermainkan perasaan yeoja. Satu hari ia menyatakan cinta, besoknya ia akan memutuskannya begitu saja. Dalam seminggu ia bisa berpacaran dengan 7 yeoja sekaligus.

“kau memutuskan CL?” tanya salah satu sahabatnya, Jiyong atau GD saat mereka mengobrol di sebuah coffee shop.

“ne. dia membosankan.” Balas TOP.

GD terkekeh mendengar ucapan TOP. “sejak kapan kau tidak bosan pada satu yeoja.”

“mau bagaimana lagi, mereka memang membosankan!” jawab TOP santai.

Saat mereka berbincang, seorang yeoja berkacamata masuk ke tempat itu dan berjalan menuju kasir menggantikan kasir sebelumnya. Kelima namja itu menoleh melihat yeoja itu.

taee

“hey, kau kenal yeoja itu?” tanya Seungri menunjuk yeoja yang tengah melayani pesanan pelanggan.

“kalau tidak salah namanya Kim Taeyeon.” ucap Daesung. “dia temanku di kelas bahasa Inggris. Tapi aku tidak terlalu mengenalnya.”

“ne. kalian tau, dia terkenal dengan sifatnya yang dingin. Ia sering kali menolak namja yang berusaha mendekatinya. Bahkan Heo Youngsaeng, mahasiswa yang populer karena kemampuan vocalnya itu.” Jelas Seungri.

“jinjja?” TOP tertawa kecil. “sombong sekali yeoja itu. Padahal sepertinya tidak ada yang spesial darinya. Mungkin dia tidak menyukai namja.” Ucapnya membuat teman-temannya tertawa.

“bagaimana kalau kita taruhan?” usul Taeyang.

“Taruhan?” bingung TOP.

“ne. kau kan paling jago mendapatkan yeoja, kalau kau berhasil membuatnya jatuh cinta padamu, kau akan mendapatkan taruhan itu.” Jawab Taeyang.

“apa hadiahnya kalau aku berhasil?” tanya TOP.

“hmmm…bagaimana kalau cek 10 juta won?” usul Taeyang.

“10 juta won?” TOP tertawa. “uang segitu tidak ada artinya untukku.”

“hey, bukan itu masalahnya. Aku tahu uang 10 juta won bagimu hanya cukup untuk membeli mainan, tapi lihat apa yang akan kau dapat jika kau berhasil mendapatkannya dan mencium bibirnya didepan kita saat hari ulang tahunmu nanti, kau mengalahkan puluhan namja yang ia tolak. Dan kau pantas menyandang(?) gelar sang penakluk!” Ucap Taeyang.

“baiklah. Lagipula sepertinya yeoja seperti dia tidaklah susah untuk ku taklukan. Ia sama sekali bukan tipe’ku.” Ucap TOP menyombongkan diri. “kalian lihat saja, kurang dari 10 menit aku bisa mendapatkannya.”

“deal!” ucap GD, Taeyang, Daesung dan Seungri.

“kalian perhatikan baik-baik!” TOP beranjak dari tempat duduknya.

Taeyeon POV
Hufftt.. Dosennya lama sekali hampir saja aku terlambat masuk shift kerja. Di tambah lagi Youngsaeng yang tidak henti-hentinya mengejarku. Padahal sudah ku bilang aku hanya menganggapnya senior, tidak lebih dari itu. Untung Eunji mengerti dan ia tidak memarahiku.
“kau sudah datang. Kalau begitu aku pergi dulu. Namjachingu’ku sudah menunggu.” Ucap Eunji.

tumblr_m6kodaKyn61r9p5t2o2_500

“ne, selamat bersenang-senang.” Jawabku membuatnya tertawa.

Eunji sudah keluar dari café ini dan aku menggantikan posisinya di bagian kasir. Untunglah pelanggan hari ini tidak terlalu banyak. Hanya beberapa ajussi yang tampaknya sedang membahas pekerjaan kantor dan aku melihat ke meja sebrang kasir. Disana ada 5 namja yang sedang berbincang-bincang. Satu dari mereka tampak familiar bagiku. Rasanya aku pernah melihatnya di kelas bahasa Inggris. Tidak lama kemudian satu dari ke lima namja itu berjalan menuju tempatku. Ah mungkin ia hendak memesan lagi minumannya.
Taeyeon POV end

TOP berjalan menuju kasir, tempat dimana Taeyeon berdiri.

“selamat siang, ada yang bisa dibantu?” ucap Taeyeon ramah.

“hmmm…aku mau pesan..” TOP pura-pura memilih menu minuman di atas kasir. “bisa kemari sebentar?” TOP menyuruh Taeyeon mendekatkan telinganya seolah ia akan membisikan sesuatu.

“ne?” Taeyeon mendekatkan telinganya.

Tanpa di duga-duga.. CHU~

TOP mencium pipi Taeyeon dan ia tersenyum mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan kembali menuju teman-temannya yang tertawa-tawa meninggalkan Taeyeon yang terkejut dengan perlakuannya itu.

“kalian lihat, kan? Sebentar lagi ia pasti memintaku untuk berkencan dengannya.” Ucap TOP.

“jogio..” Taeyeon menghampirinya dan menepuk bahu TOP membuatnya menoleh.

Begitu TOP menoleh, PLAKKK!!!!

TOP dan keempat temannya yang lain membelalakan matanya. Taeyeon menampar pipi TOP dengan keras.

“kau pikir kau siapa, hah?” gertak Taeyeon dengan kesal sambil berkacak pinggang. Ia menghela napasnya kasar sebelum berbalik kembali menuju meja kasirnya meninggalkan TOP yang masih shock menerima tamparan keras dari yeoja pendek itu.

**
TOP mengantar teman-temannya menonton konser band rock favorit mereka. TOP tampak tidak bersemangat malam itu.
“ya! Ppali! Kenapa kau masih disini?” heran GD melihat sahabatnya tampak lesu.

“kalian duluan saja.” Jawab TOP. GD mengerdikan bahunya dan berjalan masuk ke tempat konser itu bersama 3 teman lainnya meninggalkan TOP yang duduk diatas kap mobilnya.

TOP menundukan kepalanya masih teringat kejadian seminggu yang lalu saat ia di tampar oleh seorang yeoja. Selama seminggu itu, ia terus memikirkan yeoja itu. Taeyeon memang berbeda dengan yeoja lain yang pernah ia dapatkan. Yeoja-yeoja itu akan berbunga-bunga saat mereka mendapat ciuman dari namja keren seperti TOP dan mereka akhirnya mau saja mengikuti kemauan TOP. Bahkan untuk tidur dengannya. Tapi yeoja itu, Taeyeon, justru begitu marah. “apa aku menyukainya?” batin TOP.

Saat TOP mendongakan kepalanya, ia membelalakan matanya melihat seorang yeoja yang berdiri tidak jauh darinya. Yeoja itu tampaknya juga menyukai konser musik itu. ia terlihat antusias.
“Taeyeon?” gumam TOP. Ia tidak sempat menghampirinya karena yeoja itu segera masuk ke lapangan konser musik itu.

**
TOP melihat Taeyeon yang melompat-lompat seru dengan penonton lainnya. Ia berjalan menuju yeoja itu dan mengikutinya lompat-lompat mengikuti musik. Taeyeon menoleh dan TOP tersenyum padanya. Taeyeon mengerutkan dahinya dan kembali melompat-lompat namun kali ini tidak seseru sebelumnya. Tidak lama, suasana awkward hilang saat promotor acara itu menghujani penonton dengan air, membuat penonton semakin riuh menambah keseruan acara konser itu. Taeyeon berusaha menghindari semprotan air itu dengan tangan yang ia letakan diatas kepala. TOP melihat itu, dan ia berinisiatif melepaskan jaketnya dan melindungi kepala Taeyeon dari air. Taeyeon mendongakan kepalanya menatap TOP yang tersenyum padanya. Ia pun balas tersenyum padanya.
Usai acara itu, TOP meninggalkan keempat temannya dan mengantar Taeyeon pulang.

“sampai nanti. Semoga kita bertemu lagi.” Ucap TOP setelah sampai di depan rumah Taeyeon.

**
Besoknya, saat Taeyeon berjalan menuju halte bus yang akan mengantarnya ke kampus, ia di kejutkan dengan bunyi klakson di belakangnya. Taeyeon menoleh dan melihat TOP di dalam mobil sportnya melambaikan tangannya dan mengajaknya masuk ke mobil itu. Taeyeon menolaknya namun TOP terus mengikutinya hingga akhirnya Taeyeon menyerah dan masuk ke mobil mewah itu.

**
TOP membawa Taeyeon ke mall milik keluarganya. TOP memilihkan gaun yang anggun dan sepatu cantik yang harganya sangat tidak wajar bagi Taeyeon hanya untuk sepasang sepatu. Hal itu membuat Taeyeon bingung melihat TOP yang begitu baik padanya.

“bagaimana? Kau menyukainya?” tanya TOP setelah memakaikan sepasang sepatu high heels di kaki Taeyeon.

“oh, emm..ne.” jawab Taeyeon.

“aku ambil yang ini.” Ucap TOP pada pelayan toko sepatu itu.

Setelah itu, TOP mengantar Taeyeon pulang. Saat Taeyeon hendak keluar dari mobil itu, TOP menahannya dan membuat Taeyeon berbalik menatapnya.

“ige..” TOP memberikan sebuah kartu undangan. “lusa kau harus datang ke acara ulang tahunku dan pakai pakaian yang tadi ku belikan.”

Taeyeon menerima undangan itu dan segera turun dari mobil TOP. TOP tersenyum pada Taeyeon sebelum akhirnya ia melajukan kendaraannya pergi dari tempat itu.
Taeyeon tertawa kecil melihat TOP yang sudah berjalan menjauh. Dengan tatapan sinis, Taeyeon mengangkat satu tangannya yang membawa beberapa kantong belanja dan membuangnya ke tempat sampah depan rumahnya. “kau pikir aku tidak tahu tujuanmu?” gumam Taeyeon mengeluarkan evil smirknya. “baiklah, kau akan mendapatkannya.”

**
Tiba waktunya acara ulang tahun TOP. Malam itu begitu banyak teman-temannya yang hadir. Mereka semua berasal dari kalangan atas.

“hey, apa dia akan datang?” tanya Taeyang pada TOP.

“tentu. Ia sudah menerima undangannya.”

“kita lihat apakah usahamu berhasil.” Ujar GD.

“aku sudah menyiapkan cek 10 juta won’nya. Kalau kau gagal mencium Taeyeon didepan kita, kau harus membayar kita 10 kali lipat!” ucap Daesung.

“arata!” jawab TOP dengan kesal karena teman-temannya terus membahas taruhan itu. “malam ini aku akan mengakui semuanya pada yeoja itu. Tentang taruhan itu dan perasaanku yang sebenarnya. Jujur kalau bisa aku ingin membatalkan taruhan ini dan benar-benar memiliki hubungan spesial dengannya. Ia berbeda dengan yeoja lain. Itu yang membuatku menyukainya.” Batin TOP.

Setelah beberapa lama menunggu, Taeyeon belum muncul juga. Hal itu membuat TOP cemas.

“kau yakin ia akan datang?” ragu Seungri.

TOP mengambil ponselnya dan menghubungi Taeyeon namun Taeyeon tidak mengangkatnya.
Saat TOP sibuk menghubungi Taeyeon, seorang yeoja berpakaian hitam-hitam dan sexy seperti dandanan rocker berjalan ke tempat acara itu. Semua mata kagum padanya.
“Oh my gosh!!” seru GD melihat yeoja itu.
TOP yang penasaran dengan apa yang membuat GD terkejut, menoleh ke arah pandangan GD.
Begitu ia melihat yeoja itu, ia membelalakan matanya. Ia tidak bisa berkata-kata melihat yeoja itu. Taeyeon yang selalu berpenampilan sederhana dan innocent, berubah 180 derajat.

run-devil-run-taeyeon-3

Taeyeon berdiri di depan TOP dan menatapnya dengan seringaian di wajahnya. Saat TOP masih terkejut dengan penampilan barunya, Taeyeon menarik kerah baju TOP sehingga TOP mencondongkan badannya dengan cepat Taeyeon menempelkan bibirnya dengan bibir TOP. TOP semakin membelalakan matanya dan tidak dapat berbuat apa-apa. Taeyeon melirik Taeyang yang berdiri di sebelah TOP tanpa melepaskan ciumannya. Taeyeon mengambil cek yang di pegang Taeyang. Ia melepaskan ciumannya dan memperlihatkan cek itu didepan wajah TOP.

“kau menginginkan ini?” ucap Taeyeon dengan tatapan tajam membuat TOP tercekat. Taeyeon menyeringai dan sedetik kemudian, ia merobek cek itu dan membuangnya begitu saja. “saengil chukkae, Seunghyun-ssi!” ucap Taeyeon sebelum ia berbalik meninggalkan tempat itu dan tersenyum puas telah berhasil mempermainkan seorang Choi Seunghyun atau TOP yang notabene pandai mempermainkan yeoja.

“apa aku harus memberikan uang itu pada Taeyeon?” ucap Taeyang tertawa yang diikuti GD, Daesung dan Seungri.
“shut up!!” geram TOP memukul Taeyang.

-THE END-

Adakah yang pengen sequelnya? 😀

 

Protected: [FF] Catch Me (Final Chapter)

This content is password protected. To view it please enter your password below:

[FF] Catch Me (Chapter 5)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 5-

Kyuhyun mendapat pesan dari ayahnya untuk menemuinya di sebuah café.
“kau tidak punya hak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauanmu, Cho Kyuhyun.” Ucap tuan Cho. “kau bukan kakaknya, bukan orangtuanya, apalagi namjachingunya.”
“aboji!”
“kau akan ku kirim ke China untuk mengurus perusahaan disana, arasseo?!”
“mwo?? Shireo!”
“ya!! Cho Kyuhyun!!” marah tuan Cho menggebrak meja café itu hingga membuat orang-orang menoleh kearahnya.
“aboji, Taeyeon memang bukan siapa-siapaku tapi aku mohon aku ingin…”
“sudah kuputuskan hari ini juga aku akan menyeretmu pergi dari akademi itu.” Ucap tuan Cho memotong ucapan Kyuhyun. “aku melakukan ini untuk masa depanmu juga, Kyu!”
“benarkah?” Kyuhyun mendengus. “benarkah ini untuk masa depanku? Masa depanku atau masa depan perusahaan?”
“YA!! CHO KYUHYUN!!” bentak tuan Cho.
“sejak kapan aboji benar-benar memperhatikanku? Bukannya selama ini aboji hanya peduli dengan perusahaan sialan itu dan tidak pernah..”
PLAKK!!!
Tuan Cho menampar pipi Kyuhyun dengan emosi. Kyuhyun terdiam. Ini pertama kalinya ia mendapat tamparan dari ayahnya. Tuan Cho tampak kaget dengan apa yag baru saja ia lakukan.
“Kyuhyun-ah..” ucap tuan tampak menyesal.
“beri aku waktu untuk mengembalikan Taeyeon ke atas panggung.” Ucap Kyuhyun.
Tuan Cho terdiam sejenak hingga akhirnya ia berkata, “baiklah. Ku beri waktu 1 bulan, jika kau tidak bisa melakukan keinginanmu itu dalam waktu 1 bulan, aku akan menyuruh orang-orang untuk membawamu keluar dari sana.”
“ne.” jawab Kyuhyun agak ragu karena ia tidak yakin dalam 1 bulan apakah ia bisa mengembalikan Taeyeon. Ia berdiri dan hendak pergi dari tempat itu.
“Kyuhyun-ah.” Panggil tuan Cho membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. “Maaf sudah menamparmu.” Sambung tuan Cho.
Kyuhyun tidak menjawab. Ia terus melangkah keluar dari café itu.
**
Sementara itu di dorm Super Generation, Tiffany dan Ryeowook terus berlatih untuk memenangkan kompetisi yang akan di selenggarakan di akademi itu satu bulan lagi.
“Tiffany, kau membuat banyak kemajuan dalam nada tinggi.” Ucap Yesung yang melatih Tiffany dan Ryeowook.
“gomawo.” Ucap Tiffany senang.
“kalau saja kau bisa ikut kompetisi ini dorm kita pasti menang.” Ucap Ryeowook pada Yesung.
Yesung tertawa kecil, “apa kau tidak ingat peraturannya? Pengajar ataupun asisten pengajar disini tidak di perbolehkan ikut kompetisi ini.”
“ne. itulah masalah.” jawab Ryeowook.
Saat mereka mengobrol, Kyuhyun berjalan melewati mereka bertiga.
“hey, Kyu!” sapa Ryeowook.
“oh, hey.” Balas Kyuhyun lesu.
“wae? Apa ada yang salah denganmu?”
“aniyo.” Jawab Kyuhyun mencoba tersenyum. “aku hanya lelah saja. Aku duluan.” Sambung Kyuhyun berjalan ke kamarnya.
“kenapa dia? Tidak seperti biasanya?” heran Tiffany.
**
Malam hari Kyuhyun tidak bisa tidur memikirkan perjanjiannya dengan ayahnya tadi siang. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia pergi ke studio dance karena mungkin ia bisa melihat Taeyeon disana. Namun ternyata di tempat itu tidak ada siapa-siapa dan gelap karena lampunya sudah di matikan.
Kyuhyun masuk ke ruangan kosong itu dan duduk di tengah-tengah ruangan gelap tersebut. Ia kembali memikirkan pertemuan tadi siang. “bagaimana kalau aku tidak bisa membuat Taeyeon kembali menyanyi?” batin Kyuhyun. Ia menenggak softdrink yang awalnya akan ia letakan di depan pintu untuk Taeyeon.
KLEK!!
Tiba-tiba seorang menyalakan lampu ruangan itu dan membuat Kyuhyun menoleh ke belakangnya. Di sana berdiri seorang namja yang sangat ia kenal.
“Sungmin-ssi?”
“sedang apa malam-malam disini, Kyu?” tanya Sungmin mengambil tempat duduk disampingnya.
“tidak ada. Aku hanya sedang terkena insomnia jadi ku putuskan untuk berjalan-jalan keluar.”
“oh.” Jawab Sungmin. “apa kau sedang ada masalah?” tanya Sungmin tiba-tiba.
“hm??” bingung Kyuhyun.
“sikapmu sejak pulang bertemu dengan ayahmu, kau jadi sering melamun. Apa ayahmu mengatakan sesuatu yang mengganggu pikiranmu?”
“aniya.”
“benarkah?” tanya Sungmin tidak yakin dengan jawaban Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk. “apa ini tidak ada hubungannya dengan Taeyeon?” ucapan Sungmin membuat Kyuhyun menoleh kearahnya. “kalau kau tidak mau menceritakannya juga tidak apa-apa. Kalau begitu aku akan kembali ke dorm. Mungkin kau butuh sendirian.” Ucap Sungmin berdiri.
“Sungmin-ssi.”
“hm??”
“bisakah kau mendengarkanku sebentar?”
“tentu. Wae?” tanya Sungmin kembali duduk.
“siang tadi, aboji menyuruhku pindah ke China untuk mengurusi perusahaannya.”
“mwo?? Lalu bagaimana dengan niatmu untuk membuat Taeyeon kembali menyanyi?”
“aboji memberiku waktu 1 bulan untuk membuat Taeyeon mau menyanyi lagi, jika aku gagal terpaksa aku harus pergi dari sini tanpa menghasilkan apa-apa.” Jelas Kyuhyun.
Sungmin menghela napasnya mendengar curhatan(?) Kyuhyun. “sepertinya kau perlu berusaha lebih keras.” Ucap Sungmin. “jika Taeyeon masih keras kepala, mungkin sebaiknya kau mulai mencari idola baru.” Gurau Sungmin. “kesempatanmu hanya sebulan, jika kau bisa kau harus membuatnya tampil di Summer Competition itu karena setidaknya orang-orang akan tahu bahwa Kim Taeyeon telah kembali. Jika aku bisa mungkin aku bisa sedikit membantumu.” Sungmin menepuk pundak Kyuhyun. “oh ya, bagaimana soal perasaanmu padanya?”
“kupikir sepertinya ucapanmu waktu itu memang benar.” Jawab Kyuhyun.
“jadi kau benar-benar menyukainya bukan sebagai idola tapi benar-benar kau melihatnya sebagai Kim Taeyeon?” Kyuhyun mengangguk.
“apa kau pernah mengatakannya padanya?”
“ne. tapi sepertinya ia tidak menanggapinya.”
“bersabarlah. Mungkin suatu hari ia akan melihatmu.” Ucap Sungmin. “aku pergi dulu.”
Sungmin pun meninggalkan Kyuhyun sendirian di tempat itu. Kyuhyun kembali memikirkan perjanjiannya.
Beberapa menit kemudian, terdengar langkah seseorang memasuki ruangan itu.
“Sungmin-ssi, kenapa kembali la…” Kyuhyun menghentikan ucapannya saat ia berbalik dan melihat orang yang masuk itu. “Taeyeon-ssi?”
“kenapa kau ada di tempat ini?” heran Taeyeon.
“hm? A..aniyo.” gugup Kyuhyun.
“kenapa dengan nada bicaramu?” heran Taeyeon lagi. “kau seperti…gugup?”
Kyuhyun tercekat tidak dapat menjawab pertanyaan Taeyeon. Mati kutu(?)
Taeyeon berjalan menuju pemutar musik yang ada di ruangan itu. “apa kau bisa menari?” tanya Taeyeon.
“ne?” bingung Kyuhyun.
“mau menari denganku?” tanya Taeyeon. Kyuhyun membelalakan matanya mendengar ucapan Taeyeon. Ia berpikir apa telinganya  sedang rusak? Ataukah ia sedang bermimpi? Seorang Kim Taeyeon menawarinya menari bersama? “kalau kau tidak mau..”
“aku mau!” ucap Kyuhyun cepat seraya berdiri menghampiri Taeyeon. Taeyeon memasukan sebuah CD dan memplaynya. Tidak lama kemudian, alunan musik lembut mulai terdengar. Lagu dengan genre yang cocok di gunakan untuk berdansa. Ragu-ragu Taeyeon meletakkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun sambil berjinjit, begitu pun dengan Kyuhyun yang ragu-ragu meletakan kedua tangannya di pinggang ramping Taeyeon. Keduanya mulai bergerak mengikuti irama musik. Taeyeon menunduk menolak untuk menatap Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun ia terus memperhatikan Taeyeon. Dalam hati ia terus mencoba mempercayai situasi ini. Ia masih saja tidak mempercayaimya. Jantungnya berdebar-debar. Kyuhyun tersadar bahwa Taeyeon berusaha menyeimbangkan tinggi badannya yang jauh lebih pendek darinya. Kyuhyun mengangkat pinggang Taeyeon sehingga membuat Taeyeon terkejut dan menatapnya. Keduanya berhenti berdansa, mereka terus bertatapan. Semakin lama Kyuhyun mencondongkan badannya dan tangannya beralih menaikan dagu Taeyeon. Wajahnya semakin dekat dengan wajah Taeyeon. Taeyeon tidak dapat berbuat apa-apa, perlahan ia memejamkan matanya. Begitupun dengan Kyuhyun. Kyuhyun berhasil menempelkan bibirnya dengan bibir Taeyeon. Ia menciuminya dengan lembut. Taeyeon tidak membalas ciuman itu maupun menolaknya. Beberapa detik kemudian Kyuhyun melepas ciumannya.
“mianhae..” ucap Kyuhyun. Taeyeon tidak menjawab. Ia menjauhkan dirinya dari Kyuhyun dan berlari keluar dari studio itu meninggalkan Kyuhyun yang termenung sendirian di tempat itu.
**
Setelah kejadian itu, Kyuhyun tidak pernah bertemu Taeyeon. Ia merasa bersalah telah mencuri ciumannya malam itu. Ia merasa Taeyeon menghindarinya. Kyuhyun semakin putus asa untuk membuat Taeyeon kembali bernyanyi.
Acara Summer Competition hari ini akan di mulai. Dan itu artinya usaha Kyuhyun selama ini sia-sia. Ia tidak pernah bertemu Taeyeon lagi hampir 1 bulan ini. Hari ini hari terakhirnya di sekolah itu. Ia sudah berkemas karena setelah menonton kompetisi itu ia akan pergi.
Trainee dari Big A tampil yang pertama. Mereka menampilkan kemampuan bernyanyi Min dan rapp Jiyong. Mereka mendapat banyak tepuk tangan.
Selanjutnya adalah dari Wonder Shinki yang menampilkan dance battle Yunho dan Sohee. Setelah Wonder Shinki dilanjutkan dengan penampilan dari Blue Jack. Mereka menunjukan kemampuan bernyanyi Bom dan permainan gitar Yonghwa. Juri tampak kesulitan menentukan pemenang hingga saatnya giliran terakhir dari Super Generation. Setelah MC memanggil mereka (Tiffany dan Ryeowook), mereka tidak juga muncul. Para trainee Super Generation mulai panik.
“kenapa mereka belum keluar juga?” panik Leeteuk. Ia pun segera berlari menuju backstage. Sesampainya disana, ia melihat Tiffany dan Ryeowook yang masih duduk di ruang tunggu. Tiffany tampak bergetar.
“ya!! Kenapa kalian masih disini??” kesal Leeteuk. “kalian tidak dengar kalian sudah di panggil??”
“mi..mianhae..” ucap Tiffany terbata-bata.
“ya! Kau kenapa, Fany?” heran Leeteuk. Namun Tiffany tidak menjawab.
“ia demam panggung.” Ucap Ryeowook pelan.
“mwo???” kaget Leeteuk. “lalu bagaimana dengan kompetisinya??” tanya Leeteuk frustasi.
“Jungsoo-ssi.” Panggil seseorang membuat ketiga orang itu berbalik menghadap orang yang memanggil leader Super Generation itu.
**
Sementara itu di depan stage penonton sudah menyerukan mereka untuk segera keluar. Kyuhyun ingin berbuat sesuatu namun entah kenapa seperti ada sesuatu yang menahannya untuk tetap diam di situ. Saat penonton mulai ramai, tiba-tiba lampu stage padam dan terdengar suara piano. Penonton kembali tenang menunggu penampilan selanjutnya.
Saat lampu kembali menyala, semua membelalakan matanya. Begitu pun dengan Kyuhyun. Ia tidak mempercayai apa yang di lihatnya. Di atas panggung itu, Ryeowook memainkan piano dan seorang yeoja yang sudah lama tidak berdiri di sana, memegang micnya dan mulai bernyanyi. Kim Taeyeon. Ia menyanyikan lagu milik Suzy.

I have a weak heart , I get really lonely too
Sometimes, I cry by myself too
Because I’m a fool, I only know one thing
Even though I know how to give love, I don’t know how to throw it away

I have many thorns so I have a lot of scars
Can you still hug me, who is like this?
I want to lean against you in your embrace
I want to believe in my love that I kept throwing away, once again

Because I have many tears, because I fear love
I can’t take a step toward you although you are in front of me
If you really love me, run to me and hug me
I can’t see because I have many tears

I have many secrets, so there are a lot of lies too
Even if I’m this way, do you understand?
I want to erase, I want to turn it back
I want to forget the past love that deceived and deceived me, once again

The wind is blowing and I softly close my eyes
I feel your fragrance
Where are you? Are you looking at me?
I want it, I want you

Because tears overflow, because my fear for love overflows
I don’t recognize you although you’re right in front of me
If you really love me, run to me and hug me
I can’t see because I have many tears
With your hands, wipe away my tears
*author tulis translationnya biar gampang ngerti lyricnya. 😀 *

Hening. Setelah Taeyeon menyanyikan lagu sedih itu semua tampak ternganga. Meskipun suara Taeyeon tidak terlalu bagus seperti dulu, mungkin karena lama ia tidak melatih vocalnya, namun penonton bahkan juri tampak terkesima dengan penampilan Taeyeon. Sedangkan Kyuhyun, ia tampak terharu bahkan tanpa sadar ia sudah menitikkan airmata. Ia mengangkat kedua tangannya dan memberikan tepuk tangan sambil terus menatap Taeyeon di atas panggung. Penonton pun mulai mengikuti Kyuhyun bertepuk tangan. Begitupun dengan para juri. Taeyeon menatap Kyuhyun dan perlahan ia menaikan kedua sudut bibirnya memberikan senyumnya pada namja itu. Kyuhyun balas tersenyum pada Taeyeon. Setelah itu, Taeyeon dan Ryeowook kembali ke backstage.
Setelah beberapa saat berunding akhirnya juri telah mendapatkan keputusan pemenangnya. Pemilik akademi itu, Lee Sooman, naik ke atas panggung dan memberikan sedikit sambutan.
“Summer Competition tahun ini benar-benar mengejutkan. Selama aku mendirikan akademi ini, aku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Semua trainee telah berusaha dengan maksimal. Aku sangat senang dengan hal itu. Silahkan berusaha lebih keras lagi. Kalian semua telah membuat kemajuan besar.” Ucap Lee Sooman. “sekarang aku akan mengumumkan pemenang dari kompetisi ini. Aku telah berunding dengan para juri yang lainnya. Kami melihat begitu besar ikatan persahabatan dan cinta diantara kalian. Ku harap siapapun pemenangnya, kalian dapat menerimanya dengan lapang dada. Dan pemenang Summer Competition tahun ini yang mendapatkan hadiah berlibur di Jepang selama 3 hari untuk seluruh penghuni dorm adalah… SUPER GENERATION!!!” ucap Lee Sooman dengan mata berkaca-kaca. Rupanya ia pun terharu melihat Taeyeon yang mau kembali ke atas panggung. “aku tahu suara Taeyeon tidak sebagus sebelumnya mungkin karena ia cukup lama ia tidak melatihnya. Disini aku melihat bagaimana semangat kalian para sahabatnya yang mencoba membujuk Taeyeon kembali menyanyi. Aku sangat berterima kasih karena itu. Semoga setelah ini Taeyeon kembali tampil di depan umum.” Lee Sooman mengakhiri pidatonya. Dan para penonton setuju dengan perkataannya dan tidak ada perasaan iri di hati para penghuni asrama lain.
**
Kyuhyun menemui Taeyeon di depan gerbang akademi itu. Taeyeon terkejut melihat Kyuhyun yang menyeret kopernya.
“kau..mau pergi?” heran Taeyeon.
“ne.”
“wae?”
“sudah saatnya aku pergi. Kau sudah kembali bernyanyi dan…”
“jadi kau akan pergi begitu saja???” bentak Taeyeon dengan mata berkaca-kaca.
“Taeyeon-ssi..” kejut Kyuhyun yang melihat Taeyeon menangis.
“AKU MEMBENCIMU, CHO KYUHYUN!!” pekik Taeyeon berlari meninggalkan Kyuhyun yang terdiam mematung di tempat itu. Taeyeon membencinya. Ia menghela napasnya dan menyeret kopernya keluar dari akademi itu menuju mobil yang sudah menunggunya.
“semoga kita bertemu lagi, Kim Taeyeon.” Batin Kyuhyun dengan airmata yang mulai menyeruak keluar dari kedua matanya.
To be continue…

Abis ini chapter terakhir dan bakal di proteksi. Buat yang sering meninggalkan comment/like/rate, ntar author kasih passwordnya lewat fb. fb author : http://www.facebook.com/KizunaRyuzaki
kalian kirim message ke fb author buat minta passwordnya, nanti author kasih tapi author bakal liat dulu apa kalian sering ninggalin komentar/like/rate atau gak. kalo gak, mohon maaf aje nih, gak bakal author kasih. *evil smirk*
so, tinggalkan komentar sebanyak-banyaknya di tiap postingan author. kekekekeke~

[FF] Catch Me (Chapter 4)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 4-

“eomma..” lirih Taeyeon memandangi eommanya yang terbaring koma di rumah sakit.
“Taeyeon-ah, kau tampak semakin kurus. Apa kau makan dengan baik?” tanya Kim Jiwoong, kakak Taeyeon.
“molla.” Sahut Taeyeon sambil terus memandangi eommanya.
Jiwoong menghela napasnya. “sampai kapan kau akan terus seperti ini?” ucapnya, “appa pasti sedih melihatmu seperti ini.” Jiwoong mengelus kepala Taeyeon dengan lembut, “kau harus ingat masih banyak orang yang menyayangimu.” Taeyeon terdiam mendengar ucapan kakaknya. “sebaiknya kau makan dulu. Apa perlu aku bawakan makanan kemari?”
“oppa, kenapa ucapanmu sama dengan orang itu?” tanya Taeyeon menatap Jiwoong.
“hm? Nugu? Kangta-hyung?” tebak Jiwoong. Taeyeon tersenyum sekilas dan kembali memandangi eommanya.
‘Cho Kyuhyun..’ batin Taeyeon.
**
“arghhh..” ringis Sungmin memegangi kepalanya.
“ya! Sungmin-ssi, waegeurae??” panik kyuhyun.
“kepalaku..tiba-tiba sakit.”
“ommo! Hidungmu berdarah!” kejut Kyuhyun, “sebaiknya kita ke rumah sakit!” Kyuhyun pun mengantar Sungmin ke rumah sakit.
**
“tidak apa-apa. Kau hanya terlalu kelelahan.”ucap dokter.
“tidak ada yang serius kan, dok?” tanya Kyuhyun cemas.
“tidak. Ia hanya kurang istirahat dan juga kekurangan cairan. Sebaiknya kau dirawat dulu sehari disini.”
Sungmin pun di rawat hari itu juga. Kyuhyun terus menemaninya.
“aku tidak apa-apa, Kyu. Lebih baik kau kembali saja ke asrama.” Bujuk Sungmin yang merasa tidak enak.
“gwaenchana. Aku akan menemanimu.” Tolak Kyuhyun. “aku keluar dulu. Perutku lapar. Kau mau ku bawakan makanan?”
“baiklah. Terserah kau saja.” Kyuhyun pun pergi ke kantin rumah sakit membeli beberapa makanan untuk dirinya dan Sungmin. Namun saat di jalan menuju kantin..
BRUKKK!!
“ah mianhae!” karena matanya terus terfokus ke ponselnya tanpa sengaja ia menubruk seseorang.
“gwaenchana.” Sahut orang itu.
Kyuhyun yang merasa kenal dengan suaranya segera melihat orang itu, “Taeyeon-ssi?”
**
Kyuhyun mengajak Taeyeon duduk di bangku rumah sakit itu.
“mian, aku tidak sengaja menabrakmu.” Ucap Kyuhyun sedikit canggung.
“ne.” sahut Taeyeon.
Hening. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
“mmm..Taeyeon-ssi!” Kyuhyun mulai bicara, “apa kau kesini menjenguk eommamu?”
“ne.”
“apa sudah ada perkembangan?” tanya Kyuhyun lagi. Taeyeon menggeleng.
“Taeyeon-ah!!” panggil seorang namja yang berwajah mirip dengan Taeyeon tidak jauh dari tempat mereka duduk. Berjalan mendekati keduanya.
tumblr_lkx5513ai11qainpj
*kakaknya Taeyeon cakep banget!! *o*

“oppa?” Taeyeon berdiri dan di ikuti Kyuhyun.
“kenapa lama sekali?” tanya Jiwoong, tatapannya beralih ke pria yang berdiri disamping Taeyeon, “nuguseyo?”
“ah, joneun Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya.
Jiwoong melirik Taeyeon, “neoui namja chingu?” Jiwoong menggoda Taeyeon.
“aniyo!!” bantah Taeyeon membuat Jiwoong terkekeh.
Kyuhyun tersenyum, “aku temannya di akademi.” Kyuhyun membantu Taeyeon menjelaskan.
“haha.. arasseo~!” goda Jiwoong lagi. “Taeyeon-ah apa ini orang yang tadi kau maksud?”
“ya!! oppa!!” kesal Taeyeon malu. Kyuhyun sedikit bingung namun ia tampak senang mungkin Taeyeon menceritakan sesuatu tentangnya pada kakaknya ini.
“ya sudah. Mana makananku?” Taeyeon memberikan bungkusan makanan pada Jiwoong, “kalian teruskan mengobrolnya. Taeyeon-ah, aku pergi dulu menjemput Hayeon.” Jiwoong pun pergi meninggalkan keduanya.
“mianhae, oppaku memang sedikit aneh.” Ucap Taeyeon menahan malu.
“gwaenchana.” Balas Kyuhyun tersenyum. “duduklah”
“kenapa kau ada disini?” tanya taeyeon.
“aku..aku mengantar Sungmin.”
“Sungmin? wae?” tanya Taeyeon.
“dia kelelahan dan harus dirawat. Mungkin besok sudah boleh pulang.” Sahut Kyuhyun merasa senang karena akhirnya Taeyeon mau mengobrol dengannya.
“oh~ kalau begitu sebaiknya kau kembali. Nanti dia mencarimu.”
“tidak apa. Aku masih ingin disini mengobrol dengan orang yang kusuka.”
“eh?” kaget Taeyeon.
“ah..a..aniyo. lupakan saja.” gugup Kyuhyun karena keceplosan.
Tanpa disadari keduanya, mereka menjadi akrab dan tidak lagi canggung.
“apa kau benar-benar tidak akan kembali bernyanyi?” tanya Kyuhyun kembali menyinggung hal itu.
“kenapa kau terus membahas hal itu?”
“karena aku sangat ingin mendengarmu menyanyi lagi. Hanya itu yang ku inginkan.” jawab Kyuhyun. “oh ya, tadi kudengar kakakmu menyebut nama Hayeon. kalau boleh tahu, siapa Hayeon?”
“Hayeon adalah adik kami yang paling kecil.” jawab Taeyeon.
**
Trainee diasrama Super Generation duduk berkumpul di sebuah ruangan di lantai 2 bersiap mendengarkan pengumuman dari Jungsoo dan Yuri.
“aku dan Yuri baru saja mendapat informasi tentang Summer Competition.” Ucap Jungsoo.
“Summer Competition? Mwoya?” tanya Hyukjae.
“Summer Competition adalah kompetisi seni yang diselenggarakan akademi ini untuk memotivasi traineenya supaya lebih bersemangat menjalani trainee. Kompetisi ini diadakan setiap musim panas dan juga tentu ada hadiahnya yang berbeda tiap tahunnya!” jawab Jungsoo.
“dan hadiah untuk tahun ini adalah…” Yuri membuat penasaran. “hadiahnya adalah.. BERLIBUR KE JEPANG SELAMA 3 HARI, GRATIS!!! dan hadiah itu untuk seluruh penghuni dorm yang menang!!” seru Yuri yang langsung dibalas sorak sorai dan tepuk tangan penghuni asrama itu.
“stop! Stop!” Jungsoo mencoba menenangkan suasana. “untuk mendapatkannya, kita harus memilih 1 pasangan yang akan diikut sertakan.”
“pasangan?” bingung beberapa trainee.
“menurut kalian siapa yang paling bagus dari asrama kita?” mereka mulai berbisik-bisik.
“aku dan Jungsoo mengusulkan bagaimana kalau kita memilih Jessica dan Donghae?” ucap Yuri.
“ide yang bagus!” ujar Hyukjae. “tapi Donghae sedang sakit typus dan ia harus istirahat total.”
“ah, benar juga!” gumam Jungsoo. “kenapa aku bisa lupa?”
“Ya!!” kesal Yuri memukul kepala Jungsoo, “kau ini bagaimana! Anggotamu sakit bisa tidak ingat!”
“mian, Yuri-ya. aku benar-benar lupa!”
“aissshh, dasar Ajussi!”
“MWOYA?? AJUSSI?! YA!! YURI SAURUS!! KAU TIDAK BOLEH MEMANGGILKU SEPERTI ITU! MEMANGNYA KAU TAE..yeon..” bentakan Jungsoo melemah saat mengucapkan nama seseorang. Hening. Beberapa diantara mereka melirik Taeyeon yang duduk menyendiri agak berjauhan.
“ehm…ehmm..” Yuri berdeham meminta perhatian. “kita kembali ke topic semula. Apakah ada yang bisa memberikan saran?”
Yeoja bernama Tiffany mengangkat tangannya.
“bagaimana dengan Ryeowook? Ku pikir kemampuan bernyanyinya cukup baik.”
“oh, terima kasih sarannya, Fany-ah.” Ucap Jungsoo. “apa kalian setuju jika Ryeowook kita pasangkan dengan Jessica?” sebagian dari mereka mengangguk setuju hingga yeoja yang bernama Jessica sendiri mengacungkan tangannya.
“ada apa, Sica?” tanya Yuri.
“mianhae, sepertinya aku tidak bisa ikut berpartisipasi.” Ucap Jessica dengan sedih.
“wae??” kejut Jungsoo mewakili pertanyaan seluruh trainee yang ada disitu.
“aku akan kembali ke Amerika dalam waktu dekat ini. orangtuaku memintaku untuk menghabiskan waktu musim panas dengan berkumpul bersama mereka dan adikku, Krystal.”
“sayang sekali.” Ucap Jungsoo. “baiklah, kami tidak akan memaksamu. Apakah ada yang punya usul lain?”
Kyuhyun mengangkat tangan kanannya. “kenapa kalian tidak mengusulkan Taeyeon?” ucapan Kyuhyun membuat trainee lainnya tercekat.
**
“sudah kubilang aku tidak mau!! kenapa kau terus memaksaku??!!” teriak Taeyeon pada Kyuhyun yang terus membuntutinya. Taeyeon terus berjalan dengan kesal keluar dari dorm.
“ini bukan untukku tapi untuk semua anak dorm Super Generation mereka sangat menginginkan hadiah itu.”
“Shireo!!”
“Taeyeon-ssi..” Kyuhyun menangkap sebelah tangan Taeyeon membuat yeoja itu membalikan badannya. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan marah.
“berhentilah membuatku marah, Cho Kyuhyun!!” Taeyeon melepas tangan Kyuhyun dengan kasar dan segera berlari menjauhinya. Kyuhyun masih mematung menatap Taeyeon dengan pandangan tidak percaya.
“dia..dia menyebut namaku?” gumamnya. “dia mengingat namaku?” sedetik kemudian ia tersenyum senang. Ia menatap tangan kanannya yang tadi menyentuh tangan Taeyeon dengan senyum yang tidak juga menghilang di wajahnya.
Cho Kyuhyun 21
**
Taeyeon pulang ke rumahnya. Rumah itu sangat besar namun tampak sepi. Taeyeon merebahkan dirinya di tempat tidurnya.
“eonni..” tiba-tiba seorang anak kecil berusia 6 tahun berlari kearahnya.
tumblr_lafrg93PRr1qe9jz0o1_500
*mirip banget ma Taeng kalo lagi tanpa ekspresi gitu!!*

“Hayeon-ah?” Taeyeon bangun dan membawa adiknya ke atas tempat tidurnya.
“eonni, lihat tadi di sekolah aku membuat gambar ini.” Hayeon menunjukan gambarnya pada Taeyeon.
“ige mwo..?”
“ini eomma, oppa dan Hayeon menonton eonni bernyanyi.” Ucap Hayeon dengan riang. “dan yang memakai sayap ini adalah appa.”
“appa?”
“ne. lihat, appa tersenyum bahagia melihat eonni menyanyi.” Taeyeon memandang Hayeon dan tanpa sadar ia menitikkan air mata. “eonni, kenapa menangis?”
“ah, aniya.” Jawab Taeyeon menyeka airmatanya.
“eonni, kenapa tidak pernah muncul lagi di televisi? Hayeon selalu bercerita pada teman-teman bahwa Hayeon memiliki eonni yang seorang penyanyi hebat dan mereka ingin melihat itu.” Taeyeon tercengang mendengar ucapan Hayeon. “eonni, aku ngantuk. Malam ini aku tidur dengan eonni ya?” pinta Hayeon.
Taeyeon tersenyum dan mengelus rambut Hayeon lembut. “ne.”
Taeyeon tidur disamping Hayeon. Hayeon terus memeluk eonninya itu. Taeyeon terus memperhatikan wajah Hayeon yang tengah tertidur pulas.
“dia yang baru berusia 6 tahun begitu kuat menghadapi kematian appa, tapi kenapa aku tidak?” pikirnya. Lalu Taeyeon kembali teringat orang-orang yang berusaha membujuknya untuk kembali bernyanyi. Para penggemarnya, manager, trainee di akademi, Lee Sooman, guru-guru di akademi, Kangta, hingga Kyuhyun.
“Cho Kyuhyun. Kenapa aku terus mengingat ucapannya?” gumam Taeyeon. “Benarkah ia menyukaiku?”
**
To be continue..

New chapter. 😀
Rate/Comment/Like!! ^^

[FF] Catch Me (Chapter 3)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 3-

Hankuk Academy of Art. Akademi ini sudah cukup banyak melahirkan penyanyi, penari, model, actor, aktris, host. Dan tidak sedikit dari mereka yang sudah debut tetap belajar di tempat ini. contohnya, Kim Taeyeon. Bahkan beberapa dari mereka ada yang pernah bermain film. Seperti Kwon Jiyong yang mengubah namanya menjadi G-Dragon, Seungri, TOP, Taeyang, Daesung dan juga si ketua asrama Wonder Shinki, Jung Yunho. Mereka berenam pernah bermain di sebuh film berdurasi 30 menit. Meski hanya hanya 30 menit, namun film ini mendapat apresiasi yang cukup tinggi karena mempromosikan Korea pada Dunia. Pengajarnya pun sebagian adalah lulusan academy ini dan tentunya mereka adalah artis.
**
“Taeyeon-ssi.” Sapa Kyuhyun mendekati meja Taeyeon. Taeyeon tidak menjawab sapaan Kyuhyun. Hanya melirik sekilas dan kembali mengarahkan pandangannya ke luar jendela. “aku..aku mau minta maaf atas kejadian di lapang basket itu.” Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari tasnya, “ige, kudengar kau suka coklat putih. Aku harap kau mau menerimanya dan memaafkanku.” Kyuhyun meletakkan coklat itu di meja Taeyeon, “mm…Taeyeon-ssi, aku harap kau bisa kembali lagi bernyanyi.” Lanjut Kyuhyun sebelum akhirnya ia keluar dari kelas itu menghampiri Sungmin yang menunggunya didepan kelas.
**
“menyebalkan!” sungut Minhyuk
“waegeurae?” tanya Yonghwa.
“kau tau, di kelas vocal ada guru baru yang sangat sangat sangat menyebalkan!” kesal Minhyuk.
“jinjja? Yeoja??” tanya Hyukjae yang tiba-tiba muncul di sebelah Minhyuk dengan antusias membuat Minhyuk tersedak jusnya.
“uhuk..uhukkk…ya!!” marah Minhyuk.
“hehe..mian.” cengir Hyukjae, “jadi guru baru itu namja atau yeoja?” tanya Hyukjae lagi.
“yeoja.”
“jinjja?? Nugu? Kwon BoA? Lee Hyori?”
“Ock Joohyun.” Jawab Minhyuk.
“Ock Joohyun?” Hyukjae mengernyitkan dahinya. “Dia artis? Rasanya aku tidak pernah dengar nama itu?” bingung Hyukjae.
“kau ini payah sekali. Masa Ock Joohyun saja tidak tahu.” Dengus Yonghwa. “dia aktris teater musical. Dan juga member FIN K.L yang sangat populer di tahun 90’an. Kemampuan menyanyinya sudah tidak perlu diragukan bahkan sudah pernah melakukan broadway di New York. Kau tahu Lee Hyori tapi tidak tahu Ock Joohyun.”
“kau tau banyak tentang dia?” tanya Hyukjae lagi.
“tentu saja. semua orang tahu itu kecuali kau karena kau monyet, bukan orang.” *Yonghwa kejem xD
“ya!!” kesal Hyukjae. Sedangkan Yonghwa dan Minhyuk tergelak melihat ekspresi Hyukjae.
**
“lagu ini sangat bagus tapi kuncinya adalah sedikit terlalu rendah. Apa kau bisa meningkatkan kuncinya?” guru vocal baru bernama Ock Joohyun itu tengah mengajari trainee bernama Bae Suji.
Suzy Bae
“oh, ne seonsaengnim.” Ucap Suji lemah karena ini sudah kesekian kalinya ia melakukan kesalahan.
“Seohyun-ssi, bisa kau tingkatkan nadanya?” Seohyun mengangguk dan kembali memainkan pianonya.
“nah, seperti itu.” ucapnya puas dengan usaha Seohyun.
Seohyun memainkan piano dan Joohyun seonsaengnim memberikan contoh bernyanyi dengan sangat mengagumkan. Nada-nada tinggi berhasil ia raih dan membuat semua trainee terperangah kagum dengan suaranya. “begitu. Kau bisa?” tanyanya pada Suzy.
ock Joohyun
“emm..ne. aku akan mencobanya, seonsaengnim.” Ucap Suji ragu.
“seonsaengnim!” seorang trainee laki-laki menginterupsi.
“ne, wae Jungshin-ssi?”
“sepertinya kunci ini tidak sesuai dengan Suji.” Ucap Jungshin. “sepertinya itu terlalu tinggi.”
Guru itu tertawa kecil menanggapi pertanyaan Jungshin, “benar. Tapi seorang penyanyi professional harus bisa menyanyi dengan nada apapun. Apalagi lagu ini kan akan jadi lagu di pentas drama musical dan juga Suji adalah pemeran utamanya. Kalian tahu, ini masih sangat standar.” Ucap guru itu dengan serius.
“seonsaengnim, boleh saya mencobanya?” seorang trainee yeoja bernama Gong Minji menawarkan diri.
“ani. Aku ingin mendengarkan Suji.” Sahut JooHyun seonsaengnim menatap serius Suji yang terus menunduk.
“n..ne..aku..akan mencobanya.” Gugup Suji.
Suji bernyanyi dengan seluruh kemampuannya supaya dapat mencapai nada yang diinginkan. Namun sayang suaranya malah terdengar fals dan raut wajah trainee tampak kecewa.
“Suji-ah, sebaiknya kau belajar lebih baik lagi. Kau sudah di pilih menjadi peran utama drama itu jangan sampai kau mengecewakan kami. Arasso?” ucap JooHyun seonsaengnim dengan lembut namun terdengar tajam. Suji mengangguk. JooHyun tersenyum dan mengelus rambut Suji.
**
Yeoja berambut panjang itu duduk di halaman belakang dormnya. Ia menenggelamkan wajahnya ke kedua lututnya dan tubuhnya terlihat gemetar. Sepertinya yeoja itu tengah menangis.
“Suji-ah, mwohaneun geoya?” seorang yeoja lain menghampirinya. Yeoja yang tengah menangis itu mengangkat wajahnya dan menatap orang yang menyapanya.
“JiA eonni.” Suji berdiri dan langsung memeluk yeoja bernama JiA itu. isakannya semakin kencang.
“he..hey, waegeurae? Kau kenapa?” panic JiA balas memeluk Suji dan mengelus punggungnya dengan lembut.
“aku..aku malu eonni..” isak Suji.
“sudahlah, tenangkan dirimu.”
**
“kasihan sekali anak itu.” ucap Sungmin pelan.
“hm? Nugu?” tanya Kyuhyun yang berjalan disebelahnya saat menuju asrama.
“kau tahu anak asrama Big A yang bernama Bae Suji?” Kyuhyun mengangguk, “dia dibatalkan untuk main pentas musikalnya. Padahal pentas akan ditampilkan kurang dari satu bulan lagi.”
“mwo??” kejut Kyuhyun. “bagaimana bisa??”
“kau tahu guru vocal baru itu?”
“mm..Ock JooHyun seonsaengnim?”
“ne. guru itu meragukan kemampuan Suji dan menyampaikannya ke direktur musical dan setelah Suji di panggil dan di tes ternyata direktur menyetujui ucapan JooHyun-seonsaengnim jadi karena itu Suji dikeluarkan dari pertunjukan.” Jelas Sungmin.
“kenapa guru bertindak seperti itu? baru mengajar 1 minggu sudah bertindak seenaknya. aissh jinjja..” Kyuhyun ikut-ikutan kesal.
“molla. Aku kasihan dengannya. dia sudah memberitahu orangtua dan keluarganya bahwa dia akan segera debut bahkan sudah berencana akan menggunakan nama panggung Suzy tapi..”
“kita harus membantu Suji!”
“eh??” kaget Sungmin
“jika dia terpilih sebelumnya, aku yakin dia layak mendapat peran itu.”
“benar juga. tapi bagaimana caranya?” tanya Sungmin.
**
“jadi maksud kalian kesini untuk memprotes keputusan itu?” tanya JooHyun seonsaengnim dengan ekspresi tanpa bersalah.
“ne seonsaengnim. Apa kau tidak kasihan padanya?” tanya Sungmin. “dia sudah berusaha keras untuk mendapat peran ini dan..”
“kalau dia berusaha keras seharusnya dia mampu tampil maksimal.” JooHyun menyela ucapan Sungmin.
“menurutku dia sudah bagus. Kau hanya perlu sedikit membantunya memperbaiki kekurangannya.” Bela Kyuhyun.
“kalau kalian sudah selesai, aku pikir kalian masih ingat betul letak pintu keluar.” Usir Joohyun dengan lembut.
“seonsaengnim! Apa kau tidak berpikir bagaimana jika kau ada di posisinya?!” pekik Sungmin, “apa kau pikir kemampuan orang itu sama? Aku tahu kemampuanmu jauh diatas guru-guru yang ada disini, tapi ingat, tidak ada manusia yang sempurna, seonsaengnim!” Sungmin pun keluar dari ruangan itu dengan kesal.
“kalau kau merasa kau seorang guru yang baik, seharusnya kau membimbingnya lebih baik lagi. Bukan dengan cara seperti ini.” ucap Kyuhyun “dan satu lagi, perlu kau ketahui semua trainee disini kecewa dengan sikapmu itu.” ia pun segera pergi menyusul Sungmin.
Guru itu tertawa sinis mendengar ucapan trainee-trainee’nya.
“kalian tidak mengerti maksudku.” gumamnya.
**
Malam hari Kyuhyun berniat pergi ke studio tari. Karena hampir setiap malam ia melihat Taeyeon berada di ruangan itu dan juga ia selalu diam-diam meletakan minuman didepan pintu.
Saat berada tidak jauh dari ruangan itu, ia melihat sosok namja yang sangat familiar baginya tengah mengobrol dengan Taeyeon di depan pintu studio dance.
“bersabarlah, aku yakin ibumu pasti akan sembuh” terdengar ucapan namja itu. Taeyeon menunduk dan tampak mulai menangis. Namja itu maju perlahan dan meraih tubuh Taeyeon membawanya kedalam dekapannya. Taeyeon balas memeluknya dan menangis didada bidangnya itu.
Kyuhyun hanya terdiam melihat pemandangan itu dan entah kenapa hatinya merasa panas. Ia meremas kuat kaleng minuman ditangannya hingga sedikit penyok(?).
**
“Bae Suji!” panggil Joohyun saat di kelas vocal.
“n..ne?” gugup Suji.
“kemarilah.” Suji pun mengangguk dan maju ke hadapan Joohyun. Joohyun tersenyum menatap gadis terus menunduk itu. “angkat wajahmu, jangan menunduk seperti itu.” Joohyun mengangkat dagu Suzy supaya balas menatapnya. “mana ada pemeran utama murung seperti itu.”
“eh?” kaget Suji dan seluruh trainee yang mengikuti kelasnya.
“apa maksudnya? Apa Suji akan kembali mendapat peran itu?” beberapa trainee tampak berbisik-bisik.
“cha! Aku akan membantumu menyempurnakan penampilanmu nanti.”
“ss..seonsaengnim, apa maksudnya?” bingung dan gugup Suji.
“kau masih menginginkan peran itu kan?” Suji mengangguk pelan. “jadi, ayo kita berlatih!” lanjut Joohyun.
“seonsaengnim!”
“ne?”
Tanpa aba-aba Suji memeluk Joohyun, “kamsahamnida, seonsaengnim!” Suji menangis terharu di sertai riuh tepuk tangan para trainee.
“ne, cheonmaneyo.” Suji melepaskan pelukannya “ayo kita mulai berlatih!” lanjut Joohyun yang dibalas anggukan mantap Suji. “kau lakukan dengan nada tinggi, aku akan mendukungmu dengan nada rendah.”
“tapi aku masih buruk dalam nada tinggi.” Ragu Suji.
“itulah kenapa kau harus melakukannya. Renggangkan telinga dan bahumu, tarik sedikit dagumu dan tarik napas dalam-dalam. Seohyun-ssi!” Joohyun memberikan aba-aba pada Seohyun yang bermain piano.
La~ la~la~la~ la..aa~ *anggap aja lagi nyanyi*
“hey, apa yang salah denganmu?” heran Joohyun karena suara Suji yang fals saat mengambil nada tinggi. “renggangkan telinga dan bahu, bayangkan ada string diatas kepalamu, lemaskan bahu dan tarik napas”
La~ la~ la~ la~ la..aaa~
“aku pikir kau mampu mencapai target yang diharapkan jika kau terus berlatih. Pergunakan kekuatan tulang pipimu, tarik dagumu, ambil napas dalam-dalam dan jangan ragu-ragu.”
“ne, seonsaengnim.” Suji menghela napasnya dan kembali bernyanyi.
La~ la~ la~ la~ laaaaaa~~
“whoaaa.. kau berhasil!” kagum Joohyun dan mengacak rambut Suji gemas. “sepertinya kau sudah bisa menggunakan nama Suzy itu.” Trainee yang sedari tadi tegang menonton langsung memberikan applause untuk Suji.
**
Hari ini pementasan drama digelar. Beberapa trainee dan media sudah memenuhi teater untuk menonton debut Suzy dan beberapa temannya yang terpilih dalam drama musical Dream High ini. *anggap aja Dream High adalah drama musical, bukan drama seri*
“banyak sekali yang datang.” Gumam Kyuhyun melihat sekeliling teater itu.
“tentu saja. ini adalah moment penting bagi seorang trainee yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk debut.” Sahut Sungmin yang duduk disebelahnya.
Kyuhyun terus mengedarkan pandangannya disekeliling teater itu. pandangannya terpaku saat melihat Taeyeon duduk bersebelahan dengan namja yang ia lihat beberapa waktu lalu di depan studio dance. Ia melihat namja itu menggenggam tangan Taeyeon.
“dulu mereka pernah berpacaran.”ungkap Sungmin yang menyadari tatapan Kyuhyun.
“eh??” Kyuhyun berbalik menatap Sungmin meminta penjelasan.
“Taeyeon dan Kangta seonsaengnim dulu sangat dekat.” Lanjut Sungmin. “saat Kangta seonsaengnim debut, Taeyeon terpaksa memutuskannya karena ia takut menghambat karir Kangta.”
“berapa perbedaan usia mereka?” tanya Kyuhyun.
“mm..10 tahun. Saat mereka berpisah, Taeyeon sangat dekat dengan Kim Junsu tapi aku tidak tahu apakah mereka berpacaran atau tidak.” Sungmin tetap memandang lurus panggung teater didepannya. “saat itu Taeyeon masih SMP. Walaupun begitu, Taeyeon sangat dewasa di usianya yang masih belasan tahun. Dan juga ia sangat lucu. Itu yang membuat Kangta tertarik padanya selain kepiawaiannya dalam hal musik.”
“apa sekarang mereka berpacaran lagi?” tanya Kyuhyun dan terdengar sebuah kecemasan di nadanya.
“sepertinya tidak. Saat Taeyeon memutuskan untuk berhenti bernyanyi, kepala akademi memanggil Kangta untuk membujuk Taeyeon kembali ke atas panggung. Ia tahu bagaimana kedekatan mereka. Kami pikir juga sepertinya cara itu akan berhasil tapi…” Sungmin menggantung kalimatnya dan melihat kearah Taeyeon dan Kangta, “sepertinya cara itu belum berhasil. Sudah berbulan-bulan ia disini tapi Taeyeon masih tidak mau bernyanyi. Benar-benar keras kepala. Bahkan para penggemarnya perlahan mulai melupakannya karena kesal dengan keras kepalanya itu.” Sungmin kembali menghadap kedepan.
Kyuhyun menunduk dan kembali menatap 2 orang itu, ‘dia orang yang pernah dekat dengannya dan sudah berbulan-bulan disini belum berhasil membujuknya, apa aku yang hanya seorang fanboy yang tidak dikenalnya bisa membuatnya kembali ke atas panggung?’ batin Kyuhyun meragukan dirinya sendiri. Sungmin memperhatikan tatapan Kyuhyun pada Taeyeon dan ia pun tersenyum.
760_900
**
Berhari-hari Kyuhyun terus mencoba membujuk Taeyeon untuk kembali bernyanyi namun Taeyeon tidak pernah menanggapi Kyuhyun. Berhari-hari pula Kyuhyun terus memikirkan ucapan Sungmin saat di teater 2 hari yang lalu.
“kau menyukainya?” tanya Sungmin melihat Kyuhyun melamun menatap langit-langit di tempat tidurnya.
“eh? Maksudmu?”
“Kim Taeyeon. Kau menyukainya kan?” tanya Sungmin lagi.
Kyuhyun bangkit dan duduk di pinggiran kasurnya. “semua orang menyukai idola hebat seperti dia.”
“ahh..bukan itu maksudku. Kau menyukainya bukan sebagai idola tapi sebagai Kim Taeyeon kan?” tebak Sungmin.
“mwo??”
“aku bisa melihat itu dari tatapanmu, Kyu. Saat kau melihatnya dan berbicara dengannya berbeda dengan tatapan seorang penggemar pada idolanya.” Sungmin bangkit dari tempat duduknya dan pindah duduk di sebelah Kyuhyun, “menyukai seseorang itu tidak ada salahnya, Kyu. Menyukai seseorang bukanlah tindakan kriminal.” Kyuhyun terdiam memikirkan kata-kata Sungmin.
“molla. Aku bingung dengan perasaanku sendiri.”
Sungmin menghela napasnya, “akan lebih baik jika kau berusaha lebih jujur pada dirimu sendiri. menyukai seseorang adalah hal yang baik, tidak ada alasan untuk menyembunyikannya. Dan menyukai seseorang juga bukan pilihan karena itu datang dari hatimu sendiri. Jika kau sudah menyukainya, tidak ada lagi yang bisa mencegahnya. Lakukanlah saja apa kata hatimu.” Sungmin menepuk bahu Kyuhyun. Kyuhyun berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kamar. “kau mau kemana?”
“jalan-jalan sebentar.” Kyuhyun pergi kembali menuju studio dance dan tidak lupa membawa sekaleng minuman soft drink.
Kyuhyun memperhatikan Taeyeon menari. ‘apa aku benar-benar menyukainya atau hanya perasaan simpati?’ batin Kyuhyun.
tibe-tiba, “akhh..” ringis Taeyeon saat ia terjatuh. Reflex Kyuhyun berlari masuk dan membantunya.
“gwaenchana?” panik Kyuhyun sembari memegang kaki Taeyeon yang tampaknya terkilir. Taeyeon terkejut dengan kehadiran Kyuhyun di ruangan itu.
“kau?”
“apa masih sakit?” Kyuhyun memijat-mijat pergelangan kaki Taeyeon, “tahan sebentar, ini akan sedikit sakit.” Kyuhyun menarik kaki Taeyeon.
“akkhhh!! Appo!” ringis Taeyeon kesakitan.
“mianhae, itu cara supaya kakimu tidak cedera lebih parah.” Kyuhyun membantunya berdiri dan duduk di kursi panjang di ruangan itu.
“berhentilah memperhatikanku.” Ucap Taeyeon pelan.
“ye??” kejut Kyuhyun.
“jangan lagi diam-diam memperhatikanku di studio. Jangan menungguku hingga tengah malam dan berhenti meletakan minuman-minuman itu didepan pintu.”
“kau..kau tahu itu?”
“Jika aku dehidrasi, jika kakiku terluka, jangan khawatir dan jangan melakukan apapun.” Taeyeon bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar dengan terpincang-pincang.
Kyuhyun terdiam karena ucapan Taeyeon. Sedetik kemudian ia baru sadar Taeyeon sudah keluar dari ruangan itu. ia pun bangkit mengejarnya.
“TAEYEON-SSI!!!” teriak Kyuhyun menghentikan langkah Taeyeon dan berbalik menghadapnya. Kyuhyun berlari kecil berhadapan dengannya, “aku hanya ingin kau kembali bernyanyi.”
“bukan urusanmu!” dengus Taeyeon. “kau tidak tahu apa-apa.”
“aku tahu semuanya! Kau bernyanyi hanya untuk appamu dan karena sekarang appamu sudah meninggal kau berpikir tidak ada alasan bagimu untuk bernyanyi.” Taeyeon terkejut dengan ucapan Kyuhyun. “apa dengan hidup seperti ini appamu akan senang? apa kau lupa kau masih punya eommamu? oppamu? Fans? Teman-temanmu?” tegas Kyuhyun, “kau lupa dengan mereka? Apa kau akan terus seperti ini? hidup bukan sebagai Kim Taeyeon yang selalu tersenyum ceria dan ramah pada semua orang tapi sebagai Kim Taeyeon yang dingin bahkan lebih dingin dari Jessica?”
“apa pedulimu! Bahkan aku tidak mengenalmu.” dengus Taeyeon berbalik meninggalkan Kyuhyun.
“TENTU AKU SANGAT PEDULI!!!” teriak Kyuhyun membuat langkah Taeyeon berhenti. “namaku Cho Kyuhyun. aku tidak peduli kau melarangku untuk memperhatikanmu. aku tidak peduli jika kau membenciku. aku akan terus melindungimu dan memperhatikanmu karena aku tahu hati kecilmu masih ingin terus bernyanyi. aku tahu menyanyi adalah hal yang penting bagimu. jangan membohongi diri sendiri, Taeyeon-ssi! Seseorang yang berbohong pada dirinya sendiri adalah seseorang yang kesepian dan sakit.” Ucap Kyuhyun panjang lebar. Setelah mendengar itu airmata Taeyeon turun di wajah putihnya dan ia segera berlari kecil meninggalkan Kyuhyun. “AKU MELAKUKAN INI KARENA AKU MENYUKAIMU!!” teriak Kyuhyun lagi. Meskipun jarak mereka sudah jauh namun Taeyeon masih bisa mendengarnya dan airmatanya bercucuran semakin deras.
**
“Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi, aku sangat berterima kasih pada kalian.” Ucap Suzy, “aku sudah mendengar semuanya dari Joohyun seonsaengnim bahwa kalian datang dan memintanya mengembalikanku ke drama itu. jeongmal gomawoyo.”
“ne, cheonmaneyo. Kami senang akhirnya kau bisa debut.” Ucap Sungmin.
“kalau kalian perlu bantuan, jangan sungkan-sungkan. Anggap saja sebagai balas budiku.” Ucap Suzy.
“ne, gomapta.” Balas Kyuhyun tersenyum. “eh? Joohyun seonsaengnim?” Kyuhyun melihat Joohyun keluar dari pintu utama akademi membawa sebuah kotak berisi barang-barang.
“mau kemana dia?” gumam Sungmin.
“seonsaengnim?” Suzy berlari menghampiri Joohyun dan diikuti Kyuhyun dan Sungmin,
“oh, Suzy, Kyuhyun, Sungmin.” Joohyun tersenyum melihat ketiga orang yang berdiri didepannya.
“seonseongnim, kenapa kau membawa barang-barangmu keluar?” heran Suzy.
“aku akan berhenti mengajar disini.” Ucapnya dengan santai.
“mwo???”
“ne.”
“seonsaengnim, wae?” tanya Suzy dengan mata berkaca-kaca. Joohyun tersenyum menatap Suzy dan mengelus rambutnya dengan lembut.
“Suzy-ah, chukkae akhirnya kau debut juga. Sejak awal aku tahu kau pasti bisa melakukan yang terbaik. Mian waktu itu aku membuatmu menangis. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu karena kau sangat berbakat.”
“seonsaengnim!” Suzy menghambur memeluk Joohyun, “jebal, tetaplah disini.” Ucap Suzy sambil menangis. Joohyun melepas pelukannya dan menghapus airmata Suzy.
“ani, aku tidak bisa terus disini. Aku harus mengajar di tempat lain dan mencari orang untuk menjadi sainganmu.” Sahut Joohyun setengah bergurau dan membuat Suzy tertawa kecil dalam tangisnya. Suzy kembali memeluknya.
“gomaseumnida, seonsaengnim. Kau orang yang memiliki pengaruh besar dalam debutku. Jeongmal gomawoyo.”

To be continue..

Rate/like/comment! ^^

[FF] Catch Me (Chapter 2)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1, etc.
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 2-

Purple Taeyeon

Kim Taeyeon. Seorang penyanyi muda berbakat. Dengan suara emasnya ia berhasil menyabet berbagai penghargaan di usianya yang baru mencapai 23 tahun. Ia debut saat berusia 16 tahun. Tidak hanya penampilannya, tapi juga kepribadiannya juga menarik. Ceria, ramah, murah senyum, berhati malaikat karena ia selalu menyumbangkan 30% dari penghasilannya didunia tarik suara untuk membantu yayasan penderita kanker di Korea Selatan.
Namun yeoja ceria itu saat ini sudah hilang. 6 bulan yang lalu saat ia berada dipuncak kesuksesannya justru ia malah mengundurkan diri dari dunia yang membesarkan namanya itu.
Semua berawal dari kecelakaan yang menimpa orang yang sangat berharga baginya dan juga orang yang selalu memberinya dukungan penuh serta menjadi alasannya menjadi seorang penyanyi. Ayahnya. Ia tewas dalam sebuah kecelakaan mobil bersama istrinya. Beruntung istrinya selamat meskipun sejak kejadian itu ia tidak pernah bangun dari tidur panjangnya. Koma. Yeoja  itu sangat terpukul oleh kejadian tersebut sehingga memutuskan untuk berhenti menyanyi. Sifatnya pun berubah. Ia menjadi pendiam, dingin, mudah marah, dan sangat tidak peduli pada apapun disekitarnya.
**
Semua trainee masih menatap gadis yang berdiri tanpa ekspresi itu. tatapannya kosong seperti tidak ada semangat hidup.
“duduklah!” ucapan Kangta seonsaengnim membuat penghuni kelas itu mengernyitkan keningnya dan mulai berbisik-bisik. Biasanya jika ada yang terlambat, guru charming ini akan melarangnya mengikuti pelajarannya dengan tegas. Ia memperhatikan gadis yang tengah berjalan menuju kursinya yang berada di pojok jajaran paling belakang dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia menghela nafasnya dan kembali melanjutkan pelajaran.
Kyuhyun POV
Dia yang menjadi alasanku kabur dari rumah dan datang ke akademi ini.
Hankuk Academy of Art. aku mengagumi yeoja ini dan aku ingin membuatnya kembali bernyanyi. Kurasa 6 bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk berduka. Aku tahu alasan mengapa ia melepas ketenarannya. Semua lagu-lagunya yang mencapai puluhan track tersusun rapi di iPod-ku. Suaranya yang khas membuatku nyaman saat mendengarnya. Lengkingan nada tingginya membuatku merinding(?). Bahkan sebelum ia pensiun dini, ia sempat meraih penghargaan berkat satu lagu yang ia nyanyikan untuk sebuah drama.
Aku harus bisa membuatnya kembali bernyanyi.

Author POV
Jam istirahat sudah dimulai 3 menit yang lalu. Kelas itu sepi dan hanya beberapa orang yang tengah berlatih bernyanyi seperti yang tengah dilakukan seorang yeoja dari dorm Blue Jack yang bernama Park Bom dan temannya Park Dara. Dan gadis itu, Kim Taeyeon. Ia terlihat duduk melamun menatap keluar lewat jendela yang berada disebelahnya tanpa ekspresi. Kyuhyun yang duduk didepan memperhatikannya diam-diam.
“hei, Kyu!” seseorang menepuk pundak Kyuhyun dan membuatnya tersentak.
“oh, kau Jungsoo-ssi. waegeurae?”
“kau tidak ke kantin?” Kyuhyun menggeleng dan kembali memperhatikan Taeyeon. Jungsoo mengikuti arah pandangan Kyuhyun. “kau sedang memperhatikannya?” ucapan Jungsoo membuat Kyuhyun kembali menghadap kedepan. “kau pasti sudah tahu dia kan?” tanya Jungsoo. “sangat di sayangkan ia harus menghentikan karirnya padahal disini banyak yang menunggu debut dan bisa seperti dia menjadi penyanyi hebat.” Lanjut Jungsoo.
“ne.” balas Kyuhyun kembali menengok ke belakang. Sedetik kemudian ia bertemu pandang dengan Taeyeon dan itu membuatnya salah tingkah. Kyuhyun memalingkan pandangannya kearah lain dan seketika itu Taeyeon bangkit melangkah keluar kelas itu. ‘mau kemana dia?’ batin Kyuhyun.
“dulu dia ketua asrama Super Generation bersamaku tapi sejak peristiwa yang…yah kau tahulah..ia jadi kehilangan jiwa leadernya.” Ucap Jungsoo menjelaskan.
“jadi dia tinggal di asrama Super Generation?” tanya Kyuhyun.
“ne. ia tinggal disana dan posisi leader digantikan Yuri. Oh ya, ngomong-ngomong kau akan tinggal dimana?”
Kyuhyun tampak berpikir, “apakah masih ada kamar kosong di asramamu?”
**
“yeorobun, mungkin sebagian dari kalian sudah ada yang mengenalnya, dia adalah Cho Kyuhyun. Trainee baru di akademi ini dan akan tinggal didorm kita.” Jungsoo mengenalkan Kyuhyun pada seluruh penghuni asrama Super Generation yang tengah berkumpul di sebuah ruangan luas yang dipergunakan untuk bersantai di lantai 2.
Kyuhyun sudah berbaur dengan seluruh penghuni asrama itu. tidak jarang ia juga sering kali berbincang-bincang dengan trainee asrama lain. Ia berusaha mengorek informasi dari mereka yang pernah mengenal Taeyeon.
“sekitar sebulan yang lalu aku pernah melihatnya keluar dari dorm tengah malam.” Ucap seorang namja dari asrama Wonder Shinki yang bernama Shim Changmin. “Karena aku takut ia melakukan hal bodoh yang tidak diinginkan, diam-diam aku mengikutinya. Ia masuk ke studio tari. Aku mengintip dari celah pintu kulihat ia duduk menangis memeluk lututnya. Saat aku akan menghampirinya, belum sempat membuka pintu dia bangun tanpa disangka-sangka menyetel tape dan mulai menari.”
“menari?” heran Kyuhyun karena sepengetahuannya Taeyeon tidak begitu pandai dance.
“ne. saat itu aku mengurungkan niatku untuk menghampirinya dan hanya memperhatikannya dari balik pintu.” Kyuhyun mencerna ucapan Changmin, “kenapa jadi serius begini?” Changmin mendengus tertawa, “mau bermain basket?” Kyuhyun mendongakkan kembali wajahnya dan mengangguk menerima ajakan namja tertinggi di dorm Wonder Shinki.
**
Kyuhyun dan Changmin larut dalam permainan basketnya bersama beberapa trainee lain.
“Kyu! Over sini!!” teriak Changmin. Kyuhyun yang mendengar teriakan Changmin segera melempar bolanya kuat-kuat karena jaraknya yang lumayan jauh.
DUKK!!
“OMONA!!!” pekik Hyukjae yang tadi sempat menghadang Kyuhyun. Semua membelalakan matanya melihat bola yang dilempar Kyuhyun nyasar mengenai pipi kiri seorang yeoja yang berjalan melewati tempat itu. Kyuhyun segera menghampiri yeoja yang sangat ia kenal itu.
“Taeyeon-ssi, gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun panik sambil mencoba menyentuh pipi Taeyeon namun dengan cepat gadis itu menepis tangan Kyuhyun. Kyuhyun kembali mencoba menyentuhnya.
“JANGAN SENTUH AKU!!!” bentak Taeyeon membuat semua orang memandang kearahnya. Taeyeon yang menyadari orang-orang memperhatikannya hanya berdecak kesal, “aisshh!!” Taeyeon menatap Kyuhyun tajam dan berlari menjauhi Kyuhyun.
‘kurasa dia akan membenciku’ batin Kyuhyun.
“apa dia baik-baik saja?” tanya Changmin yang tiba-tiba sudah berdiri disamping Kyuhyun sambil menatap Taeyeon yang berjalan semakin jauh.
“molla.”
**
Kyuhyun POV

Michige bogosipeun saram
Michige deudgosipeun neoui hanmadi
Saranghae saranghaeyo
Geudaeneun eoditnayo
Gaseum gipi baghin geuriun saram..

Lagu itu mengalun lewat headset yang menempel di kedua telingaku. suara ini..suara yang menyadarkanku bahwa Korea Selatan memiliki penyanyi yang kualitasnya tidak kalah dengan penyanyi luar.
Dulu aku terlalu dibutakan oleh musik-musik barat dan tidak melirik sedikitpun pada musisi-musisi negeri sendiri. hingga kemudian aku mendapat kiriman CD dari kakak perempuanku. Ia bilang aku pasti akan menyukainya dan memang benar seketika aku menyukai suaranya. Sejak saat itu aku mulai mencari informasi mengenal penyanyi yang bernama Kim Taeyeon itu dan mulai mengoleksi lagu-lagunya. Aku menonton drama musikalnya yang diadaptasi dari drama Jepang Taiyou No Uta. Bahkan setelah pertunjukan usai, aku sering menontonnya di situs internet dan juga mendownload lagu-lagunya.
Kim Taeyeon adalah pertama dan satu-satunya penyanyi Korea yang aku sukai dan kuakui kehebatannya. Memang ada beberapa penyanyi yang bisa disejajarkan atau mungkin lebih bagus darinya tapi entah kenapa hanya dia mampu membuatku kagum hanya dengan mendengar suaranya.

Author POV
Suara ketukan pintu begitu keras membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya tentang Taeyeon. Ia bangun dari tempat tidurnya dan melepas headset yang terpasang ditelinganya. Saat pintu terbuka yang ia lihat adalah raut panik teman sekamarnya, Lee Sungmin.
“waegeurae?” tanya Kyuhyun.
“Kyu, cepat bantu kami!!” pinta Sungmin dengan panik. “Shindong..”
“kenapa dengan Shindong?” tanpa berkata-kata lagi Sungmin menyeret Kyuhyun keluar dari kamarnya dan berlari menuju belakang asrama mereka.
“ada apa ini??” kaget Kyuhyun melihat beberapa siswa berkumpul dengan raut wajah yang sama paniknya dengan Sungmin. Semuanya mendongak ke atas gedung. “MWO???” kaget Kyuhyun begitu melihat keatas. “apa yang dia lakukan??”
“Shindong akan bunuh diri..” ucap Sungmin.
“MWO???” kaget Kyuhyun lagi.
“dia tidak tahan dengan ejekan anak-anak perempuan dari Wonder Shinki.”
“memangnya kenapa? Mereka bicara apa??”
“kau tahu anak-anak Wonder Shinki itu sangat sombong terutama perempuannya.*I LOVE TVXQ, I LOVE WONDER GIRLS* Mereka selalu mengejek fisik Shindong. Dan tadi pagi mereka mempermalukannya didepan umum.” Setelah mendengar penjelasan Sungmin tanpa aba-aba ia berlari meninggalkan tempat itu. “Ya! Kyu! Mau kemana??” teriak Sungmin.
Kyuhyun terus berlari hingga akhirnya ia berdiri didepan bangunan yang sebagian besar dindingnya bercat merah *Cassiopeia gitu! kekeke~*
Kyuhyun membungkuk sambil mengatur nafasnya setelah berlari. Ia masuk ke gedung itu dan bertanya sesuatu pada namja yang ternyata adalah ketua asramanya, Jung Yunho.
“trainee perempuan ada di lantai 3 dan 4.” Jelas Yunho dan Kyuhyun segera berlari menuju tempat yang disebutkan Yunho, “apa kau kemari karena Shindong?” teriak Yunho menghentikan langkah Kyuhyun dan berbalik menghadapnya.
“kau tahu masalah itu?”
“tentu saja. barusan aku menyuruh Sunye menasehati anggota-anggotanya tapi mereka seperti tidak mendengar ucapan ketuanya sendiri. aku sendiri sudah lelah menasehati mereka.” Keluh Yunho.
“apa mereka sebegitu keras kepalanya hingga tidak mendengar ketuanya sendiri?” tanya Kyuhyun yang dibalas anggukan Yunho. “aku akan berbicara dengan mereka.” Kyuhyun berlari kembali menuju lantai 3 dan 4.
“SEMOGA BERHASIL!!” teriak Yunho.
**
“tidak usah berlaga sok pemimpin, Min Sunye.” ejek salah seorang trainee itu.
“ya! Yoobin-ah, aku berbicara seperti ini untuk kebaikan kalian juga!” bentak yeoja bernama Sunye itu dan dibalas dengan cibiran Yoobin dan 3 teman lainnya.
“kau seperti ini karena ingin mendapatkan perhatian ketua asrama Super Generation itu kan?” sindir Hyelim.
“ah, benar! Shindong kan anak Super Generation otomatis pasti Jungsoo akan memintamu untuk mendesak kita untuk meminta maaf.” Sambung Sohee.
“mwo?? Kau..” kejut Sunye yang tidak menerima tuduhan yang dilontarkan padanya.
“apa kau tidak sadar, kau juga pernah mengejek anak itu? hah, dasar munafik!”
PLAK!!!
Satu tamparan dari Sunye mendarat di pipi kanan Yeeun. Yeeun menatapnya garang sementara 3 temannya yang lain masih terkejut dengan reaksi Sunye.
“kau..” Yeeun tersentak, “KAU BERANI MENAMPARKU???” tangan kanan Yeeun terangkat hendak membalas tamparan Sunye. namun sebuah tangan lain menahannya untuk tidak menampar yeoja yang tengah ketakutan didepannya. “kau..?” Yeeun tersentak melihat namja yang berada didepannya.
“hormati dia. Dia lebih tua darimu.” Ucap namja itu, “dan cepatlah kalian minta maaf pada Shindong.”
“cih!” Yeeun melepas tangan namja itu dengan kasar, “bukan urusanmu.”
“TENTU SAJA ITU URUSANKU! SHINDONG TEMAN BAIKKU!!!” bentak namja itu membuat kelima yeoja tersebut terlonjak kaget. “kau pikir hanya karena penampilanmu menarik dan juga populer kau merasa lebih hebat dari orang lain?” Tanpa berpikir panjang, namja itu menyeret paksa Yeeun untuk mengikutinya.
“ya!! apa kau lakukan!!” rengek Yeeun sambil berusaha melepas cengkraman namja itu ditangannya.
“hey!! Apa yang kau lakukan!!” teriak teman-teman Yeeun yang berlari mengejar namja yang menyeret Yeeun.
“sebaiknya kalian ikut aku kalau ingin teman kalian ini selamat!” ancam namja itu dan kembali menyeret Yeeun tanpa memperdulikan erangannya.
**
Namja itu membawa Yeeun dan teman-temannya termasuk Sunye keatap tempat Shindong akan bunuh diri.
“Shindong-ssi!” teriak namja itu.
“Kyuhyun?” gumam Shindong.
“kalian bicaralah!” bentak Kyuhyun. Dan mereka pun mengangguk ketakutan.
“Shindong-ssi, mianhae.” Ucap Yeeun pelan.
“yang keras!!” bentak Kyuhyun lagi.
“MIANHAE!!” teriak Yeeun.
“Shindong-ssi” Sunye maju perlahan mendekati Shindong. “mianhaeyo. Kami mengejekmu karena kami iri padamu..”
“mwo??” kejut Shindong.
“kau sangat baik dalam dance dan selalu mendapat pujian dari seonsaengnim. Ada hal yang berbeda dari dirimu. Kami selalu berpikir bagaimana bisa tubuh gemuk bisa dance dengan begitu energik. Sedangkan kami, tubuh kami 2 kali lebih kecil darimu tapi kami tidak bisa sepertimu.” Jelas Sunye.
“itu benar, Shindong-ssi. Kami iri karena kami dengar kau akan segera debut. Kami semua minta maaf.” Ucap Hyelim.
“sekarang turunlah. Jangan membuat kami semakin merasa bersalah.” Bujuk Sohee.
Shindong tampak berpikir apakah mereka benar-benar menyesali perbuatannya.
“Shindong-ssi, ayolah.” Bujuk Sohee lagi sambil mengulurkan tangannya.
Shindong menghela napasnya dan berbalik, “baiklah. Kalian aku maafkan.” Ucap Shindong dan meraih uluran tangan Sohee. Namun saat akan melangkah, Shindong menginjak tali sepatunya yang terlepas dan “Aaarghhhhh!!!” pekik Shindong
“SHINDONG!!!” Teriak panik semua orang yang disitu. Beruntung tangannya sempat meraih lengan Sohee.
Shindong tergantung di atap itu. Kyuhyun, Sunye dan beberapa siswa yang berada di atap pun tidak tinggal diam membantu Sohee yang sudah kesakitan menahan beban tubuh Shindong supaya tidak terjatuh.
“Sohee-ssi, kau lepaskan saja tanganku.” pasrah Shindong yang sudah tidak kuat bergelantungan disana.
“ani! Aku..tidak mau kau..mati! pegang…tanganku…erat-erat!” ucap Sohee terbata-bata menahan sakit.
“bertahanlah. Kami akan menarikmu!” ujar Kyuhyun. Setelah 5 menit penuh perjuangan(?) akhirnya Shindong berhasil ditarik ke atas.
“syukurlah, kau selamat.” Ucap Yoobin dan memeluk Shindong yang kemudian diikuti Sunye dan yang lainnya.
“whoaa..beruntung sekali kau Shindong, dipeluk 5 yeppo yeoja.” Kagum Hyukjae.
Kyuhyun hanya tersenyum melihat kejadian itu. ia mengalihkan pandangannya kebawah dan tanpa sengaja matanya menangkap seorang yeoja yang berdiri tidak cukup jauh dari kerumunan siswa di bawah. Sedetik kemudian yeoja itu pun meninggalkan tempat itu.
**
“Sungmin-ssi, kau sudah tidur?” tanya Kyuhyun. Tidak ada jawaban, Kyuhyun pun menengok ke tempat tidur disebelahnya. “sudah tidur.” Gumam Kyuhyun.
Sudah lewat tengah malam Kyuhyun belum bisa memejamkan matanya. Ia masih memikirkan yeoja tadi.
Kyuhyun bangkit dari kubur *PLAK!! Rusak suasana nih author!!* Dari tempat tidur dan duduk dipinggiran tempat tidur itu. ‘kenapa aku terus memikirkannya?’ batin Kyuhyun. Kyuhyun pun berdiri dan memutuskan untuk berjalan-jalan diluar.
Entah kenapa Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju gedung akademi yang sangat sepi di malam hari. Samar-samar ia mendengar suara music. “siapa malam-malam begini menyalakan music?” gumam Kyuhyun mempertajam pendengarannya mencari asal suara.
Music itu berasal dari ruang studio dance. Kyuhyun mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka. Ia membelalakan matanya melihat seseorang disana tengah menari Purple Line.
Kyuhyun tahu betul lagu tersebut adalah lagu favorit orang yang tengah menari lagu yang sangat menguras tenaga itu sekaligus orang yang menjadi alasannya berada di tempat ini. Kim Taeyeon.
Keringat yang mengalir diseluruh tubuh yeoja mungil itu menandakan bahwa ia sudah menari cukup lama. Ingin sekali Kyuhyun menghampirinya namun kejadian di lapang basket 2 hari yang lalu itu membuatnya mengurungkan niat itu. ia takut Taeyeon masih kesal padanya.
Kyuhyun akhirnya mendapat ide lain. Ia berlari menuju mesin penjual minuman dan membeli 1 kaleng soft drink. Ia kembali ke tempat semula dan meletakan minuman itu didepan pintunya.
Beberapa saat kemudian dari dalam terdengar suara langkah menghampiri pintu. Dengan cepat Kyuhyun pun bersembunyi di balik dinding sebelah kiri dekat ruangan itu.
Ia dapat melihat Taeyeon yang keluar dari studio dan menghentikan langkahnya karena kakinya menendang kaleng minuman itu. Taeyeon mengambilnya dan menoleh ke kiri kanannya. Dengan raut wajah bingung ia pun membawa minuman kaleng itu pergi. Kyuhyun keluar dari persembunyiannya dan menatap Taeyeon yang semakin berjalan menjauh. Tersenyum.
images (3)
To be continue..

[FF] Catch Me (Chapter 1)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon
Other Cast : Kangta, SNSD, Super Junior, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, Miss A, CNBLUE, 2NE1
Genre : Romance, Friendship, General
Rating : T
Disclaimer : Title belongs to TVXQ, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com

-Catch Me Chapter 1-

Kyuhyun POV
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam dari Nowon, akhirnya aku tiba di akademi yang sangat terkenal itu. Hari ini aku akan mulai menjadi trainee disana. Sebenarnya orangtuaku melarangku pindah ke tempat ini tapi karena satu hal aku ingin berada di akademi ini. Beruntung aku lulus audisi dan akhirnya terpaksa kabur dari rumah dan mengurus semua kepindahanku sendiri. Mungkin saat ini mereka kecewa padaku tapi aku harap keputusanku ini tidak akan sia-sia. Beruntung Ahra noona mengerti dan diam-diam ia membantuku. Dan karena ia jugalah aku nekat melakukan ini.
Hankuk Academy of Art. Begitulah tulisan besar didepan gerbang. Pandanganku menyapu gedung-gedung tinggi akademi seni ini. Yang pertama kulihat adalah sebuah menara dengan jam besar yang berada ditengah-tengah gedung yang bisa ku tebak akan menjadi tempat belajarku nanti.
“silyehamnida, kau yang bernama Cho Kyuhyun dari Nowon kan?” seorang pria paruh baya menghampiriku.
jyp
Aku membungkukan badanku tanda hormat dan tersenyum ramah padanya. “ikut aku.” Aku pun mengikuti pria itu menuju kantor kepala akademi.
Sepanjang jalan aku mengedarkan pandanganku menatap sekeliling isi akademi ini. Aku melihat beberapa trainee ditempat ini dengan seragam yang berbeda-beda. Unik. Aku seperti kembali ke SMA. Apakah seragam ini menunjukan tingkatan seperti di SMA ku dulu? Entahlah. Saat berada didepan sebuah ruangan, pria itu mengetuk pintunya dan dari dalam terdengar suara berat mempersilahkannya masuk.
Lee_Soo_Man_unveils_plans_for_upcoming_12_member_boyband_M1_and_M2_07052011232835
Lee Soo Man. Pria yang kuperkirakan berusia separuh abad itu duduk di meja kerjanya tengah di sibukan dengan tumpukan file yang dikerjakannya. Pria yang bernama Park Jinyoung ini menjelaskan tentang diriku pada pria itu.
“baiklah, kau boleh pergi perwakilan Park.” Ucap Lee Sooman itu pada pria yang mengantarku tadi setelah ia menerangkan perihal kedatanganku. “dan tolong panggilkan Park Jungsoo.” Ia membungkuk dan keluar dari ruangan itu meninggalkanku dengan pria ini. “semoga kau bisa betah di sini dan berhasil membantu murid kesayanganku itu.” ucapnya seperti memohon padaku. Ya, dia tahu maksud lain kedatanganku ke akademi ini.
Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dan masuklah seorang pria berambut hitam mengenakan seragam akademi ini. mungkin ia masih trainee. Sooman seonsaengnim ternyata menyuruh trainee itu untuk mengantarku berkeliling akademi.
“joneun Park Jungsoo imnida.” Ucapnya saat kami mulai berjalan menyusuri koridor akademi yang cukup megah ini. ia menjelaskan setiap ruangan yang ada di akademi satu persatu dengan jelas dan detail. Dari ruang kelas vocal, teater, acting, lukis, perpustakaan, studio tari, studio music, auditorium dan sebagainya. “nah , sekarang kita keluar dari sini. Aku akan mengajakmu berkeliling dorm yang ada di akademi ini.”
Author POV
Jungsoo dan Kyuhyun berjalan menuju dorm atau asrama yang terletak 3 KM dari lingkungan akademi. Jungsoo menjelaskan bahwa tiap asrama memiliki seragam yang berbeda supaya mudah dikenal dari asrama mana mereka. Jadi seragam itu bukan untuk menunjukan tingkatan mereka tapi sebagai pengenal asrama.
Masing-masing asrama memiliki 4 lantai. 2 lantai untuk namja dan 2 lantai untuk yeoja. Di akademi itu terdapat 4 asrama yang mengelilingi akademi. Di sebelah utara, dorm Big A. Sebagian besar dari mereka sudah debut. Ketua di dorm itu adalah Kwon Jiyong atau lebih dikenal dengan nama G-Dragon yang sudah debut dengan 4 orang temannya yang lain dengan membuat sebuah grup  bernama Big Bang. Dan ketua asrama perempuannya adalah Fei.
Disebelah barat, dorm Blue Jack. asrama ini kebanyakan dihuni oleh para rocker sekaligus rapper. Jadi tidak heran jika sering kali kita mendengar suara teriakan-teriakan. Ketua asramanya adalah Jung Yonghwa dan Lee Chaerin atau lebih dikenal dengan nama CL.
Disebelah Selatan, dorm Wonder Shinki. Asrama ini adalah dorm paling populer karena kesombongan, keangkuhan, popularitas, dan kehebatannya. Mereka terlalu jaga image karena terlalu menyombongkan bakat mereka yang bisa dibilang terbaik dibanding 3 asrama lainnya. Satu hal yang unik dari anak-anak dorm ini, semua perempuannya bertingkah layaknya princess. Ketuanya Jung Yunho dan Min Sunye.
Dan terakhir disebelah timur adalah dorm Super Generation. asrama ini bisa dibilang dormnya komedian atau MC karena penghuninya kebanyakan lebih jago dibidang itu walaupun kemampuan musikalitas mereka pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa diantaranya sudah debut dan juga ada yang menjadi asisten pengajar di akademi itu. Ia adalah Kim Jongwoon atau lebih dikenal dengan nama Yesung.
cm
“aku ketua asrama Super Generation. kau akan masuk dorm mana?” tanya Jungsoo.
“entahlah..” ucap Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“baiklah, kau pikirkan dulu baik-baik.” Jungsoo menepuk pundak Kyuhyun. Kyuhyun pun mengangguk. Jungsoo berjalan kembali menuju gedung akademi. Kyuhyun dan Jungsoo bersama-sama masuk kelas music tradisional. Mereka pun segera masuk dan berkenalan dengan beberapa trainee lain.
“kau sudah memutuskan akan tinggal di dorm mana?” tanya namja yang mirip monyet bernama Hyukjae *digeplak Jewels*
“aku tidak tahu aku akan memikirkannya dulu.” Jawab Kyuhyun.
“annyeong haseyo..” seorang guru masuk dan langsung membuat kelas yang sudah seperti pasar itu jadi sesepi kuburan berkat kehadiran guru bernama Ahn Chilhyun atau akrab disapa Kangta. Guru yang baru 3 bulan mengajar tapi sangat disegani oleh semua trainee.
kangta
Kangta seonsaengnim mulai mengajari mereka tentang Gayageum. Sebuah alat music tradisional Korea.
“..jadi, gayageum ini melambangkan…” ucapan Kangta terhenti karena suara ketukan pintu yang berada dibelakang murid trainee. Otomatis mereka menoleh ke belakang dan disana berdiri seorang gadis dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
“dia???” gumam Kyuhyun membelalakan matanya melihat yeoja itu.
To be continue..

ok, ini masih tahap introduction. ni ff cast’nya borongan. kkkkk~
just wait for the next chapter~
RCL, please! 😀