Monthly Archives: September 2012

[Twoshoot] You’re My Destiny (2/2)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon

Support Cast : SNSD, Super Junior

Rating : PG-17

jangan lupa RCL!

Enjoy~!

 

Kyuhyun kembali mengambil jadwal kuliah siang karena ia mendapat shift malam untuk satu tahun. Saat ia masuk kelas ia merasa ada yang aneh. Ia melihat sekelilingnya dan matanya berhenti dibangku sebelah Tiffany yang diisi Jessica yang asyik tidur. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling kelas itu. “kemana anak itu? Ah mungkin ia bolos.” Batin Kyuhyun.

Sudah 1 bulan Kyuhyun tidak bertemu dengan Taeyeon. Karena penasaran akhirnya ia mendekati Tiffany dan menanyakan Taeyeon. Ia terkejut mengetahui bahwa Taeyeon pindah ke Inggris 1 bulan yang lalu.

~~

Kyuhyun berjalan menuju apartemennya. Ia dikejutkan dengan adanya 3 mobil hitam berjejer disana. Saat memasuki tempat tinggalnya ia kembali dikejutkan dengan adanya seorang lelaki tua duduk bersebrangan dengan ajumma pemilik apartemen itu dengan beberapa bodyguard berbadan tegap di sekelilingnya.

“apa kau yang bernama Cho Kyuhyun?” tanya lelaki itu sambil berjalan menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri didekat pintu.

“n..ne. anda siapa?” tanya Kyuhyun. Tiba-tiba saja lelaki itu memeluk Kyuhyun.

“kau cucuku.”                            

“mwo??” kaget Kyuhyun melepas pelukan pria tersebut.

~~

Kyuhyun berada disebuah rumah yang sangat besar dan mewah. Kyuhyun memperhatikan sekelilingnya dan munculah beberapa pelayan menghampirinya. Ternyata Kyuhyun adalah cucu dari pemilik perusahaan software gadget terbesar di Korea Selatan. Ia tidak pernah mengetahui hal itu. Semua berawal karena kakeknya tidak merestui pernikahan eomma Kyuhyun dengan appanya yang akhirnya memilih pergi dan menikah diam-diam hingga akhirnya Kyuhyun terlahir ke dunia. Setelah kedua orang tua Kyuhyun meninggal karena kecelakaan, kakeknya mencari keberadaan Kyuhyun karena ia tidak memiliki siapapun untuk mewariskan hartanya.

~~

Taeyeon sudah lulus kuliah. Ia kembali ke Korea selama beberapa hari. Pertama ia mendatangi sahabatnya, Tiffany. Tiffany mengajak Taeyeon jalan-jalan ke tempat dulu mereka selalu kunjungi. Taeyeon melihat seseorang yang ia kenal bersama seorang yeoja yang juga ia kenal.

“Taeng, wae?” tanya Tiffany. Lalu Tiffany mengikuti arah pandang Taeyeon. “heh?? Itu kan…”

“Fany, kita pulang sekarang saja.” Taeyeon berjalan mendahului Tiffany.

~~

“Taeyeon, aku sangat merindukanmu.” Namja itu memeluk Taeyeon namun Taeyeon segera melepasnya dengan paksa. “wae?” heran namja itu.

“oppa, aku kira kau akan menepati janjimu.” Ucap Taeyeon tanpa memandang orang didepannya.

“mwo? A..apa maksudmu?” tanyanya dengan gugup.

“Leeteuk-oppa, kemarin aku melihat kau bermesraan dengan YoonA. Kenapa kau melakukan itu? Aku kira kau benar-benar akan menungguku!” ujar Taeyeon.

“aku ini namja normal! Aku kesepian karena kau tidak ada didekatku karena itu aku menerima cinta YoonA. Kau meninggalkanku selama 2 tahun. Kau pikir aku kuat? Jadi semua ini tidak sepenuhnya salahku. Tapi salahmu yang meninggalkanku selama itu.” Kesal Leeteuk.

“sudah berapa lama kau berhubungan dengannya?” mata Taeyeon sudah berkaca-kaca.

“6 bulan.” Jawab Leeteuk pelan namun masih bisa didengar Taeyeon.

“baiklah. Selamat, oppa. Aku pikir hubungan kita cukup sampai disini saja. pergilah pada YoonA.” Taeyeon berlari meninggalkan Leeteuk sambil menangis.

~~

Taeyeon sudah kembali ke Inggris. Ia berjalan menyusuri jalanan kota London. Ia masih belum bisa melupakan Leeteuk.

“Taeyeon-ah, appa mau bicara.” Ucap tuan Kim saat Taeyeon baru tiba dirumahnya. “apa kau sudah memiliki namjachingu?”

“aku baru saja putus dengannya, appa.”

“eh? Siapa? Daniel RadCliff tetangga kita itu?”

“bukan. Teman kuliahku di Korea dulu.” Jawab Taeyeon.

“oh begitu. Baguslah.”

“ye???”

“begini, appa mempunyai relasi bisnis. Appa berniat menjodohkanmu dengan anaknya. Dia anak yang baik, pintar dan juga tampan. Kau pasti menyukainya.”

“tapi..”

“kenapa? Kau mau membantah appa?”

“ah, aniyo.” Taeyeon menunduk tidak berani melawan appa nya.

“besok mereka akan datang kesini jadi kau harus berdandan yang cantik.”

“siapa namanya?” Taeyeon penasaran.

“tunggu saja besok.”

~~

“kau??” kaget Taeyoen melihat namja yang datang ke rumahnya.

“oh kalian sudah saling kenal? Baguslah.” Ucap eomma Taeyeon senang.

“dia teman sekelasku waktu masih kuliah di Korea.” Jawab namja itu.

“kalau begitu kalian pergilah jalan-jalan. Akrabkan kembali hubungan kalian.” Ucap appa Taeyeon.

“kami tidak pernah akrab appa.” Batin Taeyeon.

~~

Taeyeon dan Kyuhyun berjalan kaki menyusuri jalanan di sekitar istana Buckingham.

“gomapta.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba yang membuat Taeyeon menoleh kearahnya. “aku sudah dengar semuanya dari Tiffany. Kau yang membantuku bekerja diperusahaan ayahmu kan?”

“Fany, kau melanggar janjimu.” Gumam Taeyeon.

“aku yang memaksanya menceritakan semuanya karena waktu itu aku sudah curiga. Aku melihat fotomu di ruang kerja ayahmu.”

“jadi sekarang kau sudah kaya ya?” canda Taeyeon. Kyuhyun tertawa kecil.

“ternyata aku masih memiliki seorang kakek. Orang tua tadi adalah kakekku. Ia tiba-tiba datang ke apartemenku dan…” Kyuhyun mulai menceritakan semua perihal kakeknya itu. “kenapa kau tidak pamit padaku saat pergi kesini?” Kyuhyun menatap Taeyeon.

“untuk apa? Memang kau siapa? Lagipula kau tidak akan peduli kan?” ucap Taeyeon.

“benar juga.” Ucap Kyuhyun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “bagaimana dengan Leeteuk? kau masih berhubungan dengannya?”

“ani. Kami sudah putus dan aku minta kau agar tidak membahasnya lagi.” Kyuhyun mengangguk. “aku pikir ini sebuah rekor.”

“rekor? Maksudmu?” bingung Kyuhyun.

“kau tidak ingat saat kuliah dulu? Kita selalu saja bertengkar dan paling lama kita tidak bertengkar itu hanya 2 jam. Sekarang sudah hampir seharian kita tidak bertengkar.” Taeyeon tertawa mengingat masa lalunya.

“kau benar. Mungkin karena sekarang kita sudah dewasa.” Ucap Kyuhyun.

“kita? Aku pikir hanya aku yang sudah dewasa. Kau masih seperti dulu yang selalu saja membawa PSPmu kemana pun pergi.” Ucap Taeyeon melirik PSP ditangan Kyuhyun.

“huh dasar kau ini!” Kyuhyun mengacak rambut Taeyeon gemas. Taeyeon terdiam. Kyuhyun tidak pernah melakukan itu dan hal itu membuatnya deg-degan begitupun dengan Kyuhyun sendiri. ia segera menarik tangannya kembali. Mereka kembali berjalan.

“sebaiknya kita pulang sekarang. Disini dingin.” Ucap Taeyeon. Terlihat asap tipis keluar dari mulutnya.

“baiklah. Kajja.” Ditengah perjalanan Kyuhyun membuka jasnya dan memakaikannya di bahu  Taeyeon yang semakin kedinginan.

“menurutmu bagaimana dengan perjodohan ini?” tanya Kyuhyun.

“entahlah. Di satu sisi aku tidak ingin mengecewakan appa tapi disisi lain aku kecewa karena yang dijodohkan itu kau.” Jawab Taeyeon.

“hah dasar kau!” Kyuhyun menoyor kepala Taeyeon pelan dan keduanya pun tertawa.

~~

“whoaaa.. Taeng, kau cantik sekali dengan gaun itu.” Puji Tiffany. Hari ini hari pernikahan Taeyeon dan Kyuhyun. Tiffany selalu menggoda Taeyeon maupun Kyuhyun dengan mengungkit hubungan mereka dimasa lalu. Jika sudah begitu, wajah Taeyeon jadi memerah seperti kepiting rebus. Sedangkan Kyuhyun akan balik menggodanya dengan menyebut bahwa Siwon menyukainya. Sudah tentu Tiffany jadi malu sendiri.

Kyuhyun berdiri didepan altar dan di dekatnya berdiri sahabatnya yaitu Choi Siwon. Taeyeon memasuki tempat pemberkatan yang diadakan di sebuah taman. Taeyeon berjalan dengan didampingi ayahnya dan Tiffany berjalan dibelakangnya. Siwon terus memandang Tiffany yang tampak lebih cantik dari biasanya dengan mengenakan gaun putih selutut yang menampilkan kaki jenjangnya yang indah dan eyesmilenya yang membuat Siwon jatuh hati. Tiffany menunduk malu karena Siwon terus memperhatikannya.

Kyuhyun dan Taeyeon mulai mengucapkan sumpahnya.

“kalian sudah resmi menjadi suami istri. Kalian boleh berciuman.” Ucap sang pendeta. Kyuhyun dan Taeyeon jadi salah tingkah. Mereka tidak pernah berciuman sebelumnya bahkan berpegangan tangan saja belum pernah.

“cium! Cium! Cium!” teriak para tamu undangan. Setelah mengumpulkan seluruh keberaniannya, untuk pertama kalinya Kyuhyun ‘mencicipi’ bibir Taeyeon. Taeyeon tidak membalas ciuman itu. Ia hanya diam menerima apa yang dilakukan Kyuhyun. Setelah melepas ciumannya, Kyuhyun mengerutkan dahinya sambil menatap Taeyeon seolah berkata kenapa-diam-saja?

“lemparkan bunganya!” teriak salah seorang tamu. Kyuhyun dan Taeyeon berbalik membelakangi tamu undangan dan melemparkan bunga itu bersama-sama.

“whoaaaaa..” seru Kyuhyun dan Taeyeon setelah berbalik dan melihat siapa yang menangkap bunga itu. Siwon dan Tiffany memegang bunganya. “sudah kubilang, pasti kalian berdua akan segera menyusul kami.” Ucap Kyuhyun.

~~

Kyuhyun dan Taeyeon berada di Bali untuk berbulan madu sekaligus liburan. Mereka mengunjungi Tanah Lot, lalu ke Pulau penyu. Di Pulau Penyu, Kyuhyun mengerjai Taeyeon dengan mengalungkan ular besar ke lehernya. Taeyeon sangat ketakutan hingga akhirnya menangis. Kyuhyun menertawakan Taeyeon yang begitu ketakutan. Lalu mereka menikmati sunset di pantai Kuta.

“yeppeuta..” gumam Taeyeon memandang langit kemerahan dihadapannya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. “oppa, setelah ini aku ingin mengunjungi Hard Rock café yang didepan itu.” Pinta Taeyeon. Kyuhyun mengiyakan. Mereka melihat segerombolan warga local yang bersenang-senang dipantai itu. ada yang berfoto-foto dengan fose yang aneh, mengubur temannya didalam pasir, membuat istana pasir, dan lain-lain.*haaaa pengalaman pribadi author* “lucu sekali mereka.” Ucap Taeyeon.

Setelah dari café mereka kembali ke hotel. “haaah,, lelah sekali.” Taeyeon langsung merebahkan dirinya di kasur.

“ya!! Mandi dulu sana. Kakimu juga penuh pasir.” Perintah Kyuhyun. Taeyeon berjalan dengan malas menuju kamar mandi. Saat mandi ia teringat sesuatu. “ah nanti malam bagaimana?? Aku takut.” Batin Taeyeon. Taeyeon menatap tubuhnya sendiri yang basah dan tanpa sehelai benangpun lalu menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Taeyeon, cepat!! Aku mau mandi.” Teriak Kyuhyun. Taeyeon tidak menjawab. “ya!! kenapa diam saja? ppali! Atau aku masuk saja!”

“a..andwae!! aku sudah selesai. Tunggu sebentar.” Taeyeon yang sudah memakai piyamanya keluar dari kamar mandi itu dengan handuk dikepalanya. Kyuhyun menatap heran Taeyeon yang gugup. Lalu ia masuk ke kamar mandi itu.

“eotteokke??” batin Taeyeon sambil mondar-mandir menggigit kukunya. “ah, aku tidur saja.” Taeyeon segera meloncat ke tempat tidur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. CKLEK!! Kyuhyun keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Taeyeon segera berbalik membelakangi Kyuhyun dan pura-pura tidur.

“kau sudah tidur?” tanya Kyuhyun yang tengah memakai piyamanya. Taeyeon tidak menjawab. Kyuhyun membaringkan tubuhnya disamping Taeyeon. Ia heran kenapa ada bantal guling ditengah mereka berdua. Lalu sebuah seringaian muncul diwajah putihnya. Kyuhyun pura-pura tidur dan masuk kedalam selimut. “haaah panas sekali.” Kyuhyun pura-pura mengigau. Ia menendang selimut itu hingga tersingkap dan jatuh ke ujung tempat tidur. Pelan-pelan Taeyeon mengintip ke belakang. Ia melihat Kyuhyun terpejam dan tangannya yang berusaha membuka kancing piyamanya sendiri. Taeyeon kembali berbalik saat Kyuhyun bangkit dan membuka bajunya lalu melemparnya sembarangan.

“eotteokke?” batin Taeyeon. Diam-diam Kyuhyun menyeringai melihat Taeyeon yang meringkuk disebelahnya. Lalu ia kembali berbaring. Kyuhyun berguling-guling seolah mencari posisi yang enak untuk tidur lalu melempar bantal guling yang menghadang tubuh keduanya. GREBB!! Kyuhyun memeluk Taeyeon dari belakang. Taeyeon membelalakan matanya. Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Taeyeon. Jantung Taeyeon makin tidak karuan. Kyuhyun menaikan rambut Taeyeon dan mengecup tengkuknya. Taeyeon merinding. “jagiya~!” desah Kyuhyun. Taeyeon berbalik. Kyuhyun menindih Taeyeon dan menatap matanya lalu tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon dan mendaratkan bibirnya tepat dibibir Taeyeon. Lama-lama Taeyeon membalas ciuman itu. ia melingkarkan tangannya dileher Kyuhyun. Tangan Kyuhyun tidak tinggal diam. Ia membuka kancing piyama Taeyeon satu persatu. Ciumannya turun ke leher putih Taeyeon dan meninggalkan bercak merah disana. Desahan Taeyeon membuat Kyuhyun semakin bernafsu. Malam itu menjadi saksi bagaimana Taeyeon menjadi milik Kyuhyun seutuhnya.

~~

Sinar matahari yang menembus jendela membangunkan Taeyeon. Ia menengok ke sampingnya dan melihat Kyuhyun yang masih tertidur.

“YA!! KAU!! Apa yang telah kau lakukan?? Awwhh..” Taeyeon mengerang merasakan sekujur tubuhnya sakit. Terutama bagian kewanitaannya. Kyuhyun terbangun mendengar erangan Taeyeon.

“jagi, wae?”

“apa yang kita lakukan tadi malam? Kenapa aku tidak pakai baju? Dan kau juga. Badanku terasa sakit. Apa yang kau lakukan padaku?” Taeyeon menangis.

“tenang, jagi. Kenapa kau ketakutan seperti itu? aku ini suamimu. Wajar jika aku melakukan ‘itu’ denganmu.” Ucap Kyuhyun.

“suami? Mm..ah. benar. Tadi malam….” Taeyeon jadi malu sendiri. Lupa bahwa ia sudah menjadi nyonya Cho. Lalu Taeyeon beranjak. “mau kemana?” tanya Kyuhyun.

“baboya namja! Tentu saja mandi.” Jawab Taeyeon.

“ikut!!” Kyuhyun berlari kecil mengikuti Taeyeon. BRAKKK!! Taeyeon menutup pintu kamar mandi tepat didepan wajah Kyuhyun.

“aissshh..” dengus Kyuhyun.

FIN

Advertisements

[Twoshoot] You’re My Destiny (1/2)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon

Support Cast : SNSD, Super Junior

Rating : PG-17

jangan lupa RCL!!

Enjoy~

 

Kyuhyun dan Taeyeon berkuliah di universitas yang sama dan satu kelas. Hubungan mereka bisa dibilang seperti Tom and Jerry. Masalah kecil saja selalu dibesar-besarkan. Kyuhyun yang selalu membuat emosi Taeyeon memuncak. Seperti saat ini, Taeyeon tengah kencan dengan Leeteuk. Namja yang ia sukai sekaligus seniornya. Leeteuk dan Taeyeon berada disebuah tempat makan. Saat pelayan datang membawa pesanan yang dipesan keduanya, tanpa sengaja pelayan itu menumpahkan jus strawberry ke dress putih Taeyeon. Betapa shocknya Taeyeon begitu tahu pelayan itu ternyata Kyuhyun, musuh bebuyutannya. Pertengkaran pun tak terelakan. Pengunjung lain ada yang merasa terganggu dan akhirnya meninggalkan tempat itu.

“YA!! kau sengaja menumpahkan minuman itu kan?? Kenapa kau itu selalu muncul disaat aku sedang senang?? apa tidak bisa kau menyingkir dariku 1 hari saja hah??” bentak Taeyeon.

“heh!! Aku sudah minta maaf dan itu juga tidak disengaja! Kenapa kau masih meneriakiku??” teriak Kyuhyun tak kalah galaknya. Kyuhyun dan Taeyeon terus bertengkar. “aku heran ternyata masih ada namja yang mau dengan yeoja kasar sepertimu!!” PLAKKK!!! Taeyeon menampar pipi kiri Kyuhyun dengan tangan kanannya karena tidak tahan dengan ucapan Kyuhyun yang semakin menyakitkannya. Reflex Kyuhyun mengambil segelas air putih didekatnya dan menyiramnya ke wajah Taeyeon. Taeyeon tercekat. Leeteuk terkejut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Akhirnya Leeteuk membawa  Taeyeon pergi dari tempat itu. Kyuhyun terpaku baru mencerna apa yang telah dilakukannya. Menyiram wajah seorang yeoja didepan umum. Beberapa pengunjung mulai berbisik-bisik.

“Kyuhyun-ah, ayahku memintamu menemuinya.” Ucap Sungmin dengan lesu.

Di mobil, Leeteuk dan Taeyeon terdiam. Leeteuk sedikit kesal dengan Kyuhhyun yang selalu membuat masalah dengan Taeyeon namun ia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Kyuhyun karena sikap Taeyeon yang gampang tersulut emosinya jika berhadapan dengan Kyuhyun. Airmata Taeyeon sudah bercampur dengan air  itu. Leeteuk mengelapnya dengan kedua jari jempolnya.

“mian, aku membawamu ke tempat ini.” ucap Leeteuk lalu memeluk Taeyeon dan mengelus punggungnya menenangkan Taeyeon yang menangis terisak. Kyuhyun keluar dengan tas ransel dipunggungnya. Ia mematung melihat Leeteuk memeluk Taeyeon yang menangis didalam mobil.

~~

“sudah kuperingatkan kau supaya tidak dekat-dekat dengan Leeteuk-oppa. Kenapa kau masih mendekatinya, hah??” bentak YoonA. Taeyeon tidak mempedulikannya. Ia terus berjalan.

Taeyeon dan Kyuhyun berpapasan saat menyusuri koridor kampus. Kyuhyun melihat sekilas wajah Taeyeon yang pucat. Taeyeon mengacuhkannya begitupun Kyuhyun yang melengos. Taeyeon terus berjalan. Lama-lama koridor itu tampak sepi.

“Taeyeon!!” teriak seseorang dari belakang, Taeyeon menoleh dan… CPROTT!! Seseorang melemparinya  dengan telur dan lama-lama semakin banyak orang yang melemparinya dengan telur dan tepung. Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya yang memang sedang tidak fit kini terjatuh ke lantai dan pandangannya mulai kabur.

“ya!! apa yang kalian lakukan??” teriak seorang namja.

~~

Taeyeon terbangun dan terkejutnya melihat orang yang berada disampingnya. Kyuhyun  sudah menyelamatkan Taeyeon dari orang-orang yang mengerjainya. Kyuhyun beranjak, langkahnya terhenti saat Taeyeon mengucapkan, “gomawo.”. lalu ia pergi meninggalkan Taeyeon sendirian di ruang kesehatan.

~~

“Siwon, kumohon bantulah aku. Aku harus membayar tunggakan apartemenku selama 3 bulan jika tidak aku akan diusir. Aku bisa bekerja apa saja. kau tahu sendiri aku disini tidak punya siapa-siapa.” pinta Kyuhyun pada Siwon.

“bukannya kau sudah bekerja di café ayahnya Sungmin?”

“aku dipecat.” Jawab Kyuhyun lemas.

“mwo?? Wae??”

“karena masalah keributan dengan pelanggan. Jadi bagaimana? Apa kau bisa memasukanku kerja?”

“entahlah. Nanti aku tanyakan pada aboji.” Ucap Siwon. Ternyata pembicaraan itu tidak sengaja didengar oleh Taeyeon.

“jadi dia dipecat setelah kejadian itu?” gumam Taeyeon.

~~

Taeyeon menyambut appanya yang baru saja tiba dari Prancis.

“appa, apakah ada lowongan kerja diperusahaan?” tanya Taeyeon bergelayut manja.

“kenapa kau tiba-tiba bertanya soal itu?” heran appanya.

“ani, aku hanya ingin menebus kesalahanku. Aku sudah membuatnya dipecat dari pekerjaannya dan aku merasa kasihan karena dia sudah tidak punya keluarga.”

“mwo?? Apa yang sudah kau lakukan??”

“ayolah appa, jebal. Lagipula dia sudah menolongku saat anak-anak menyerangku kemarin.” desak Taeyeon sambil memajukan bibirnya.

“aisshh anak ini..” appanya mengacak rambut Taeyeon dengan gemas.

~~

Kyuhyun tiduran memandang langit-langit apartemen sempitnya. walaupun apartemen itu sempit dan kumuh, mau tidak mau dia harus mau tinggal disana karena hanya apartemen itu yang bisa ia tempati. Kyuhyun beranjak kedapur membuat mi ramen. Ia harus menghemat gaji terakhirnya itu sampai dia mendapat pekerjaan. Saat ia melihat ke jendela ia melihat seseorang yang mencurigakan dengan penampilan yang mirip bodyguard tengah memperhatikan apartemennya. Tidak lama kemudian ia pergi dengan mobil hitamnya.

“siapa? Mencurigakan.” Gumam Kyuhyun.

Saat Kyuhyun menyantap ramennya seseorang mengetuk pintunya dan ternyata itu adalah ajumma pemilik apartemen.

“Hyun-ah, ini ada titipan untukmu.” Ajumma itu menyerahkan amplop berwarna putih.

“oh, kamsahamnida, ajumma. Mmm..oh ya soal tunggakan apartemen, bisakah kau memberiku waktu 1 minggu lagi?”

“ah, kau tidak perlu memikirkan itu lagi. Tunggakanmu sudah lunas.” jawab ajumma itu berseri-seri.

“mwo??” kejut Kyuhyun.

“ne, tadi pagi ada yang datang kerumahku dan membayar tunggakan biaya sewa apartemenmu. Bahkan ia membayarnya sampai 1 tahun kedepan.”

“eh? Nugu??”

“entahlah. Ia menolak memberitahukan namanya.” Jawab ajumma. “baiklah, ajumma pergi dulu.” Pamitnya. Kyuhyun membuka surat itu dan matanya melebar setelah mengetahui bahwa ternyata itu adalah surat pemanggilan kerja.

“ah, ini pasti berkat Siwon. Aku harus berterima kasih padanya.” Ucap Kyuhyun sambil membaca surat itu.

~~

Kyuhyun menghampiri Siwon yang sibuk memilih-milih buku diperpustakaan dan berterima kasih karena ia diterima bekerja.

“tapi… aku belum menanyakan hal itu pada aboji. Ia masih di China.” Jawab Siwon bingung.

“eh?” Kyuhyun pun ikut heran.

“apa nama perusahaan itu?” tanya Siwon.

“perusahaan Samsung.” Jawab Kyuhyun.

“Samsung? Perusahaan abojiku LG.”

“mwo??”

“ah sudahlah. Yang penting kau sekarang sudah bekerjakan?” Siwon menepuk pundak Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun akhirnya pergi mendahului Siwon.

“eh, Samsung?? Perusahaan itu kan…” gumam Siwon.

~~

Kyuhyun sudah bekerja beberapa bulan diperusahaan itu. Ia pun mengambil jadwal kuliah malam karena siang hari ia harus bekerja. Sampai sekarang ia tidak tahu siapa yang membantunya mendapat pekerjaan. Saat pulang kerja Kyuhyun mampir ke sebuah super market. Ia tidak memperhatikan jalan karena mata dan tangan kanannya sibuk menatap smartphonenya hingga ia menabrak seseorang dan smartphonenya pun terjatuh..

“ah mian…. Kau?” kejut Kyuhyun ternyata orang yang ditabraknya adalah Taeyeon yang sedang berbelanja dengan Tiffany.

“kau??” kejut Taeyeon sambil bangun dengan dibantu Tiffany.

“ya!! kau sengaja menabrakku ya??” sinis Kyuhyun.

“mwo?? Untuk apa aku menabrakmu?? Kau sendiri jalan ga liat-liat!” balas Taeyeon.

“gara-gara kau, lihat ponselku terjatuh!! Kau tidak bisa menggunakan matamu dengan benar hah??” bentak Kyuhyun.

“ya!! kenapa kau membentak Taeyeon??” sembur Tiffany yang semula diam saja. “kau tidak tahu Taeyeon sudah…”

“Fany!!” Taeyeon menyenggol lengan Tiffany. Tiffany mendengus kesal.

“hhh..sudahlah. aku malas berurusan dengan kalian.” Kyuhyun berjalan meninggalkan Taeyeon dan Tiffany.

“Fany-ah, kumohon kau untuk tidak memberitahukan itu pada siapapun. Termasuk Kyuhyun.” Ucap Taeyeon. Tiffany mengangguk.

~~

“Taeyeon, minggu depan appa akan memindahkan kuliahmu ke Inggris. Apa ingin yang terbaik untukmu.”

“mwo?? Tapi appa..”

“appa sudah membereskan semuanya. Minggu depan kau berangkat.” Ucap tuan Kim. Taeyeon tidak bisa berbuat apa-apa.

Seminggu kemudian..

“mwo??? Kau tidak sedang bercanda kan? Ini bukan hari april mop, Taengoo!” Tiffany membulatkan matanya mendengar bahwa Taeyeon akan pindah.

“aku serius. Maaf aku baru memberitahumu sekarang.”

“jadi..kapan kau berangkat?” kedua bola mata Tiffany mulai berkaca-kaca.

“besok.” Tiffany memeluk Taeyeon karena ia akan berpisah dengan sahabat baiknya untuk waktu yang lama. Setelah itu, Taeyeon pamit pada semua teman sekelasnya dan juga Leeteuk.

“semoga kau kerasan disana, Taeng.” Leeteuk mengecup kening Taeyeon. Taeyeon tersenyum dan memeluk Leeteuk.

To be continue

 

 

[Oneshot] Who Are You?

Main Cast : Lee Taemin

Support Cast : You’ll find them 😉

RCL, Please! 😉

Taemin POV

Mimpi itu datang lagi. Berjalan menuju altar pernikahan dengan menggandeng yeoja yang tidak begitu jelas wajahnya. Sudah 3 kali aku bermimpi seperti itu sejak 3 tahun lalu. Apa maksudnya? Apa aku akan segera menikah? Hah mana mungkin! Pacar saja tidak punya.

Yeoja itu datang lagi ke tempat ini. Duduk sendirian di tempat yang sama sejak pertama kali aku melihatnya 1 minggu yang lalu. Dia begitu manis dan imut. Ini adalah hari ketiga ia datang ke toko ice cream ini. Ya, aku bekerja sebagai kasir di toko ice cream. Aku melihat dia menoleh ke arahku dan aku langsung mengalihkan pandanganku. Aku takut ia merasa tidak nyaman karena aku selalu memperhatikannya.

“pelayan!” kulihat Key yang merupakan rekan kerjaku menghampirinya. Tidak lama kemudian Key datang ke tempatku berdiri di belakang mesin kasir.

“Taemin, tolong layani nona itu. Aku mau ke toilet dulu. Dia memesan gelato choco banana.”

“ne.” aku segera membuatkan ice cream pesanannya. “silahkan.” Ucapku sambil meletakan ice cream itu.

“gomaseumnida, Lee..Tae..Min-ssi.” Ia mengeja name tag ku. Aku tersenyum, membungkuk dan kembali ke tempatku semula.

1 jam kemudian ia sudah mau pergi. Aku melihat jam tanganku. 3 PM. Aku juga sudah harus pulang. Tidak lama kemudian kudengar pintu terbuka dan masuklah Minho yang mengganti shift kerjaku. Aku berjalan ke pinggir toko ini dan mengambil sepeda yang biasa kukayuh dari rumah menuju tempat ini.

“Taemin-ssi!” tiba-tiba yeoja tadi sudah berdiri didepanku. Aku sedikit terkejut. “boleh aku menumpang sepedamu?” mwo?? Dia ingin ikut denganku? Aku senang sekali tapi aku rasa ada yang aneh. “bolehkan?” tanyanya lagi.

“eh? Emmm..ne.” aku gugup melihat kedua matanya yang bersinar cemerlang.

“gomawo.” Ucapnya lalu naik ke belakang jok sepedaku.

“oh ya.. rumahmu dimana?” tanyaku saat diperjalanan.

“rumahku jauh dari sini. Kau bisa turunkan aku di halte depan. Supirku akan menjemputku.”

“ne. arasseo.”

Kami duduk dihalte bis. Aku melihat dia terus tersenyum sambil menatap jalanan didepannya.

“emm.. si-siapa namamu?” tanyaku gugup.

“ah iya, kita belum kenalan. Namaku Taeyeon. Kim Taeyeon.” Nama yang indah. Seperti pemiliknya. Kami berbincang sampai akhirnya sebuah mobil SUV berwarna hitam berhenti didepan kami. Taeyeon pamit padaku dan masuk ke mobilnya.

Sejak itu kami semakin dekat bahkan kami sudah bertukar nomor handphone. Suatu hari ia mengajakku jalan-jalan disekitar taman kota. Kami berjalan menyusuri taman tersebut yang dikelilingi pohon maple yang mengering karena ini musim gugur.

“Taemin-ssi, maukah kau menceritakan kehidupanmu?” pinta Taeyeon.

“ne. sejak kecil aku dibesarkan di sebuah panti asuhan di Jeonju. Aku tidak tahu apakah orangtuaku masih hidup atau tidak. Selesai SMA aku memutuskan untuk pergi ke Seoul dan mencari jalan hidupku sendiri. Aku bertemu dengan Key saat aku mencari rumah sewaan. Ia menawarkanku menempati rumahnya yang kosong dan ia juga menawariku kerja di toko ice cream.”

“apa kau tidak mencari keberadaan orangtuamu?”

“tidak. Aku sudah cukup dengan kasih sayang orang-orang dipanti. Dulu memang sempat terpikir untuk mencari mereka tapi aku rasa itu akan sangat sulit.” Jawabku dan begitu menoleh aku melihat Taeyeon memandangiku seperti ingin menangis karena matanya memerah dan berkaca-kaca. Ia segera mengalihkan pandangannya dan kembali tersenyum ceria seperti biasanya.

“Taemin-ssi, bolehkah aku memanggilmu oppa?” MWO???

**

“annyeong, oppa!” sapanya dengan ceria ketika masuk ke toko ice cream tempatku bekerja. Aku membalas sapaannya dan ia kembali duduk ditempat favoritnya.

“waah, Taemin-ah sepertinya dia menyukaimu bahkan dia memanggilmu oppa.” Goda Key. Aku hanya tertawa kecil mendengar ucapannya. Aku kembali menatapnya yang sedang membaca buku menu. Tidak berapa lama kemudian seorang namja datang dan Taeyeon tersenyum padanya lalu memeluknya. Siapa namja itu? Kulihat mereka sangat akrab. Bahkan namja itu mengelap ice cream yang belepotan di mulut Taeyeon. Entah kenapa aku merasa panas. Apa aku mulai menyukai yeoja itu? Kulihat namja itu menoleh ke arahku dan tersenyum ramah.

Taemin POV End

Taeyeon POV

“oppa, sudah melihatnya kan?” tanyaku pada namja disebelahku ini saat dalam perjalanan pulang. Dia adalah Kyuhyun-oppa.

“Ne. Senang akhirnya kau menemukannya. Dengan begitu mimpi kita akan segera tercapai.” Ucapnya yang kemudian menarik tanganku dan mengecup punggung tanganku.

“besok aku akan membawanya ke rumah.”

Taeyeon POV End

~~

Taemin POV

“oppa, hari ini kau pulang jam berapa?” tanya Taeyeon.

“jam 3 sore. Memang kenapa? Mau ku antar pulang?” tanyaku.

“bukan. Aku ingin mengajakmu ke rumahku dan bertemu eomma.”

“mwo???” kagetku.

“ayolah, oppa.” Rengeknya manja hingga membuatku tidak tega menolaknya.

~~

“Duduklah, oppa. Aku panggilkan eomma dulu.” Aku menuruti kata-katanya. Aku mengedarkan pandanganku disekeliling ruang tamu rumahnya. Besar dan luas. Kulihat sebuah foto keluarga. Taeyeon dan orangtuanya. Sekarang aku tahu ternyata dia adalah anak tunggal. Tidak berapa lama kemudian, Taeyeon kembali dengan membawa sebuah map yang entah apa isinya dan disebelahnya seorang wanita paruh baya.

“Taeyeon-ah, jadi ini…” tanya wanita itu yang adalah eomma Taeyeon. Ia berjalan mendekatiku perlahan. Aku membungkukan badanku tanda hormat. Kulihat matanya memerah dan tiba-tiba saja sepasang tangannya memelukku. Aku hanya bisa membelalakan mataku. Aku melihat Taeyeon menangis. Ige mwoya???

“Taemin-ah…anakku!” MWO??? Aku makin membulatkan mataku mendengarnya berkata seperti itu dengan terisak. Anakku??

~~

“jadi aku…” aku membaca beberapa berkas di map yang tadi dibawa Taeyeon. Disebelah kananku duduk eomma Taeyeon yang juga ternyata eommaku terus mengelus rambutku dengan lembut dan disebelah kiriku Taeyeon.

“kau saudara kembarku, oppa. Kakakku. Dulu appa meninggalkanmu dipanti asuhan karena ia tidak menginginkan anak laki-laki.” Lirih Taeyeon.

“lalu, dimana appa sekarang?” tanyaku.

“appamu sudah meninggal, nak. 3 tahun yang lalu. Sebelum meninggal ia berpesan untuk membawamu kembali ke rumah ini dan meminta maaf karena dulu membuangmu. Taemin-ah, maafkan appamu!” ucap eomma. Aku terdiam.

“oppa, kau ingat namja yang waktu itu bersamaku? Dia tunanganku dan sudah memintaku untuk menikah dengannya sejak 2 tahun lalu tapi aku menundanya karena aku ingin kau mendampingiku saat aku menikah. Aku terus mencarimu selama 2 tahun.”

“jadi kau menunda pernikahanmu selama 2 tahun?” Taeyeon mengangguk. “eomma, dimana kuburan appa?”

~~

Didalam gundukan tanah ini terbaring ayah kandungku yang telah membuatku tidak merasakan kasih sayang eomma. Satu sisi aku ingin marah tapi satu sisi aku berterima kasih karena dengan begitu aku bisa menjalani hidupku dengan mandiri.

“istirahatlah dengan tenang, appa.” Ucapku seraya meletakan karangan bunga.

~~

1 bulan kemudian aku berjalan menyusuri jalan sempit ditengah gereja yang berujung dengan berdirinya namja yang berbadan lebih tinggi dariku tersenyum ke arahku dan saudara kembarku yang hampir saja aku sukai beberapa waktu lalu. Ia terus menggandeng tanganku. Aku teringat kembali pada mimpiku itu. Apakah ini maksud mimpi itu? mimpi yang menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa aku masih memiliki keluarga. Aku menyerahkan Taeyeon pada Kyuhyun.

Malamnya diacara resepsi pernikahan diadakan dibelakang rumah Taeyeon. Tidak banyak yang hadir. Hanya beberapa kerabat saja.

“boleh aku duduk disini?” seseorang menepuk pundakku hingga membuyarkan lamunanku.

“oh, ne.” aku memperhatikan yeoja yang kini duduk disebelahku mengamati Taeyeon dan Kyuhyun yang tampak bahagia. Tubuhnya mungil, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai. Tampak sempurna dengan dress pink yang dipakainya. Mengagumkan. Itulah kata yang bisa aku terjemahkan melihat gadis ini.

“jadi kau kakak Taeyeon-eonni yang hilang itu?” tanyanya tiba-tiba. “kenalkan, aku adik Kyuhyun-oopa. Cho Sulli imnida.”

FIN

kalo banyak respon, ntar aku bikin sequelnya~ so, RCL ya! 😉

[Oneshot] Missing You Like Crazy

Main Cast : Kim Taeyeon, Xiah Junsu

Support Cast : SNSD, JYJ, Super Junior

Genre : claim by yourself! kekekeke~

Yeoja itu duduk didepan dorm menatap jalanan kosong ke depannya. Sebuah mug porselen bergambar panda bermain piano di genggamnya dan ia menyeruput isi mug itu. Ia memperhatikan mug itu masih dengan tatapan kosongnya. Sedetik kemudian ekspresinya berubah, matanya memerah dan berkaca-kaca. PRANG!!!! Ia melemparkan mug itu dan berlari masuk ke dalam dorm dengan berurai air mata.

“suara apa itu???” yeoja mungil bernama Sunny terkejut mendengar suara barang pecah. Ia berlari dari ruang tengah menuju halaman depan. “eonni, kau kenapa??” tanya Sunny berpapasan di ruang tamu, tampak ekspresi kekhawatirannya pada eonnienya itu. Yeoja itu tidak menggubrisnya dan tetap berlari menuju kamarnya. Sunny berjalan menuju teras dorm. “eonni…” Sunny menatap pecahan mug yang tadi dilempar. Ia memungutnya dan memasukannya ke dalam kotak yang terbuat dari anyaman alang-alang. “aku simpan saja pecahan mug ini. Aku tahu mug ini sangat berharga bagi Taeng-eonni.” Gumam Sunny.

“eonni, apa itu?” tanya Seohyun, Sooyoung dan YoonA sambil melihat isi kotak tersebut. “lho, ini kan mug couplenya Taeng-eonni dan Junsu-oppa? Kenapa jadi pecah begini?” tanya Seohyun.

“sepertinya Taeng-eonni benar-benar frustasi karena Junsu-oppa yang pergi begitu saja setelah permasalahannya dengan SME mencuat.” Ucap Sunny.

“eonni pasti sangat merindukan Junsu-oppa. Aku pernah memergokinya menangis tengah malam di ruang tengah sambil memeluk bantal sapi pemberian Junsu-oppa.” Ucap YoonA.

“ne, aku juga pernah melihat eonni begitu frustasi berkali-kali mencoba menghubungi Junsu-oppa tapi sia-sia. Eonni tidak pernah bisa menghubunginya sampai-sampai ia melempar HPnya.” Keluh Sooyoung.

“kasihan eonni. Ia pasti tertekan. Belum lagi dengan jadwal SNSD yang begitu padat.” Ucap Hyoyeon yang tiba-tiba muncul dari dapur bersama Tiffany, Yuri dan Jessica.

“eonni begitu tersiksa tapi kenapa ia tidak mau menceritakannya pada kita?” tanya Yuri.

“sudah 3 bulan eonni tidak mendapat kabar dari Junsu-oppa. Hubungan mereka jadi tidak jelas. Ia pasti sangat sedih. Kita pun sama sekali tidak tahu dimana keberadaan Junsu-oppa, Jaejoong-oppa dan Yoochun-oppa.” Ucap Tiffany.

“aku tidak habis pikir kenapa si SooMan itu bisa begitu tega memperkarakan anak didiknya sendiri padahal mereka juga yang sudah membesarkan nama SME. Apa tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan?” Geram Jessica. Sunny yang keponakan SooMan pun mengerti kegeraman Jessica dan memilih diam.

“aku lihat eonni dulu ya. Kita belum makan siang.” Ucap Sooyoung lalu kekamar Taeyeon. Sooyoung membuka pintunya setelah mengetuk beberapa kali. “eonni, gwaenchana? Ayo makan dulu. Dongsaeng sudah menunggu dibawah.”

“kalian makan duluan saja. Aku belum lapar.” Jawab Taeyeon yang berbaring membelakangi Sooyoung.

“tapi eonni belum makan dari kemarin. Kalau sampai eonni sakit, Junsu-oppa pasti akan sedih dan khawatir.” Jawab Sooyoung. Taeyeon bangkit dan duduk.

“jika itu bisa membuat dia kembali dan menjelaskannya, aku tidak masalah.”

“eonni.. ayolah! Aku yakin dimana pun Junsu-oppa sekarang pasti ia juga mengkhawatirkan eonni dan ia juga pasti terus memperhatikan eonni.” Sooyoung mengelus rambut Taeyeon.

“kalau ia mengkhawatirkanku kenapa selama 3 bulan ini dia sama sekali tidak menghubungiku?”

“oppa pasti punya alasan tersendiri kenapa seperti itu. Kita tahu Junsu-oppa sangat menyayangi eonni.” Taeyeon diam saja menunduk. “ayolah, mana Taeyeon-eonni yang selalu ceria dan bisa meluluhkan setiap orang dengan aegyo dan puppy eyesnya?” Taeyeon tersenyum tipis mendengar itu dan memeluk Sooyoung. “gomawo, Youngie.” Akhirnya Taeyeon menurut dan turun untuk makan siang. Siang itu Taeyeon makan dengan tidak berselera dan hanya mengaduk-aduk makanannya.

“eonni, ayo dimakan. Apa makanan buatanku ini tidak enak?” tanya Hyoyeon.

“ah, anieyo..” Taeyeon pun memakannya, ‘oppa, apa kau sudah makan? Kalau kau telat pasti perutmu akan langsung tidak beres.. Selamat makan, oppa.’ Batin Taeyeon.

Sementara itu di New York..

“Junsu, cepat makan. Kalau kau telat makan, kita yang repot.” Bujuk Jaejoong.

“ne, hyung.” Junsu makan dengan pikiran yang terus memikirkan Taeyeon, ‘chagiya, apa kau makan dengan baik? Ku harap dongsaengmu selalu memperhatikanmu. Selamat makan, Taengoo.’ Gumam Junsu dalam hati.

“kalau kau terus memikirkan Taeyeon, kenapa kau tidak pernah sekalipun menghubunginya?” tanya Yoochun.

“anieyo. Aku tidak ingin ia terbawa dalam masalah ini. Aku rasa ini keputusan yang tepat. Jika keadaan sudah kembali normal, aku akan menemuinya dan menjelaskan semuanya.” Ucap Junsu. Jaejoong dan Yoochun hanya menghela napas panjangnya.

Kembali ke dorm SNSD

“eonni, cukup! Kau terlalu banyak memasukan sambal ke ramen itu. Nanti perutmu sakit” ucap Seohyun lembut pada Taeyeon. Namun Taeyeon tidak menghiraukannya dan terus menambahkan sambal ke dalam makanannya.

“EONNI, CUKUP!!!” bentak Sunny mengambil botol sambal yang dipegang Taeyeon. Taeyeon terdiam lalu memasukkan ramen super pedas tersebut ke mulutnya. 8 dongsaengnya menatap khawatir Taeyeon yang memakan ramen itu dan bulir-bulir airmata turun di pipi Taeyeon. Sunny mendekati Taeyeon dan memeluknya yang kemudian diikuti member lain.

1 tahun kemudian Junsu, Yoochun dan Jaejeoong kembali ke Korea namun tidak ada yang mengetahui kepulangan mereka kecuali agency baru mereka. JYJ tinggal di rumah Jaejoong karena tempat itu tidak terlalu banyak diketahui orang-orang karena privacy dan keamanan perumahannya sangat ketat.

“apa kau belum mau menemui yeojachingumu?” tanya Jaejoong pada Junsu yang sedang berdiri di kamarnya menatap keluar melalui jendela. Junsu diam saja.

“hmfff… apa kau tidak merindukannya?” Junsu tetap diam. Jaejoong menepuk pundak Junsu yang membelakanginya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Junsu.

“hyung, boleh aku pinjam mobilmu? Aku ingin jalan-jalan sebentar.” Jaejoong menyerahkan kuncinya dan Junsu segera melajukan mobilnya.

Ia tiba didepan dorm SNSD. Cukup lama ia menatap dorm itu dari dalam mobilnya. Lalu ia mengenakan  topi dan kacamata hitam untuk penyamarannya dan keluar dari mobil menuju dorm SNSD. Ia memencet bellnya berkali-kali namun tidak ada yang membukakannya dan dorm itu terlihat sangat sepi. Junsu akhirnya membalikan badannya dan berjalan menuju mobilnya. Saat itu member SNSD sedang tidak ada di dorm. Saat membuka pintu mobilnya tiba-tiba sebuah mobil sport berwarna putih melintas dan berhenti di depannya. Seorang namja berambut pirang keluar dan menghampirinya.

“Leeteuk-ssi?” tanya Junsu.

“ne, Junsu-ssi. Ayo ikut aku!” Junsu menurut, mobilnya mengikuti mobil Leeteuk. Mereka berhenti di dorm Suju. Mereka masuk dan para member Suju menyambutnya dengan sedikit canggung.

“kemana saja kau selama ini? apa kau tahu Taeyeon sangat kacau setelah kau pergi begitu saja?” ucap Kangin dengan nada sinis.

“mianhaeyo, hyung. aku tinggal di New York bersama Yoochun dan Jaejoong-hyung.” Jawab Junsu. “aku berniat menemui Taeyeon hari ini. aku mendatangi dormnya tapi sepertinya tidak ada siapa-siapa disana. Apa kau tahu mereka kemana?”

“SNSD sedang di Jepang.” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP.

“MWO??” Junsu tampak kaget

“ne, mereka sedang konser disana. Lusa baru kembali.” Jawab Siwon. Junsu terlihat lesu mendengarnya. Ia benar-benar ingin bertemu dengan yeojachingunya itu. Ia sangat merindukannya. Junsu kembali ke rumah Jaejoong dan melemparkan tubuhnya ke kasur empuknya. Ia terlihat sangat frustasi.

2 hari kemudian SNSD tiba di bandara Korea dan segera menuju dorm.

“kalian istirahatlah. Nanti malam kalian harus mengisi acara di KBSTV. Hari ini peluncuran drama Pasta dan kalian harus menampilkan 1 soundtracknya.”

“arra~” koor SNSD dengan lesu karena kelelahan.

Malam hari di rumah Jaejoong.

“hyung, aku pinjam mobilmu lagi.” Jaejoong menyerahkan kunci mobilnya pada Junsu. Junsu melajukan mobil sport warna merah itu menuju dorm SNSD. Setibanya disana ia memencet bell dorm tersebut namun ternyata dorm itu kosong. Junsu tampak sangat kecewa dan frustasi. Lalu ia melihat sebuah kotak kecil yang terbuat dari anyaman di pojok teras. Ia membukanya dan terkejut melihat isi kotak itu. Pecahan mug couple bergambar panda memainkan piano. Ia kembali kedalam mobil sambil membawa kotak tersebut dan melajukan mobilnya kembali ke rumah Jaejoong.

Sementara itu di KBSTV, SNSD menyanyikan lagu I Want To Dream With You Forever yang menjadi soundtrack drama Pasta yang akan segera tayang. Ingatan Taeyeon kembali ke masa lalu saat ia dan Junsu mengarang lagu tersebut di ruang vocal gedung SME saat Junsu masih aktif di DBSK.

Flashback

“yeongwonhi neowa kkumkugoshipo..” Taeyeon mengakhiri lagu yang diiringi piano oleh Junsu. Junsu tersenyum pada Taeyeon yang duduk disebelahnya.

“yeppeo..” ucap Junsu. Taeyeon tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Junsu. Dan Junsu merangkulnya.

“oppa, berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkanku.” Ucap Taeyeon.

“ne. oppa janji akan selalu disisimu, chagiya.” Taeyeon mendongakan wajahnya menatap mata bening Junsu. Junsu memalingkan wajahnya menatap Taeyeon dan mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Taeyeon memejamkan matanya. Chu~ Junsu mengecup lembut bibir Taeyeon.

“jika suatu saat aku meninggalkanmu, itu bukan karena aku tidak mencintaimu. Aku akan selalu memperhatikanmu walaupun kita jauh karena tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkanmu, saranghae Taengoo.” Ucap Junsu dan mengecup kening Taeyeon. Taeyeon tersenyum dan menegakan posisi duduknya.

“aku akan sangat kacau jika kau meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Jika kau harus pergi, beritahu aku alasan kau pergi.” Junsu mengangguk dan tersenyum lalu mereka berpelukan.

Flashback end

‘Kenapa kau menghilang? Aku harus bertanya pada siapa? Tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaanmu. Bahkan saudaramu sendiri, Junho-oppa tidak tahu keberadaanmu. Sulit rasanya melupakanmu karena begitu banyak hal-hal yang mengingatkanku padamu. Ini terasa seperti ada sebuah lubang besar didadaku. Sakit. Sakit sekali, oppa.’ jerit Taeyeon dalam hati.

Junsu duduk di bangku pantry dan tampak sedang merekatkan pecahan-pecahan mug itu. Setelah kembali terekat ia mengambil mug miliknya yang bergambar panda yang sedang bernyanyi. Di mug pecah itu tertulis nama Kim Junsu dan di mug yang disimpan Junsu bertuliskan Kim Taeyeon. Ia memandang kedua mug itu. “mianhae, Taeyeon.”. junsu mengambil HPnya dan menelpon seseorang.

“bisa kita bertemu?”

~~

Besoknya member SNSD sedang bersantai karena hari ini mereka bebas. Tampak Jessica sedang tidur di depan TV disebelahnya ada Tiffany, dan Yuri. Hyoyeon dan Taeyeon serius browsing mencari resep masakan. Sooyoung ngemil sambil memperhatikan YoonA, Seohyun dan Sunny yang sibuk membersihkan halaman.

“Yoongie, hyunnie apa kalian melihat kotak yang berisi pecahan mug Taeng-eonni? Kalau tidak salah waktu itu aku menyimpannya disini.” Tanya Sunny pada YoonA dan Seohyun.

“molla. Mungkin di ambil petugas kebersihan karena mengira sudah dibuang.” Jawab YoonA enteng.

“mwo?? Semoga Taeng-eonni tidak mencarinya.” Harap Seohyun.

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt… HP Seohyun bergetar.

“yeobosseo? Oh, Kyu-oppa?”

“……….”

“ne? jam berapa?”

“………”

“ne. akan ku sampaikan.” Seohyun mengakhiri pembicaraan itu.

“kenapa?” tanya Sunny dan YoonA.

“Kyu-oppa menyuruh kita bersembilan ke dorm Suju jam 7 malam. Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan.”

Jam 7 malam SNSD mendatangi dorm Suju. Leeteuk mempersilahkan mereka masuk. Sejam mereka larut dalam perbincangan. Leeteuk mendekati Taeyeon yang memperhatikan Kyuhyun dan Seohyun bermain game.

“kau menggunakan anting-anting itu?” tanya Leeteuk lembut menunjuk anting Taeyeon yang berbentuk kelinci berwarna hitam pemberiannya beberapa hari yang lalu.

“ne, aku suka sekali. Gomaseumnida, oppa.” Leeteuk tersenyum dan mengelus rambut Taeyeon.

“aku memesan pizza kenapa lama sekali?” ucap Leeteuk melihat jam tangannya.

TING TONG! TING TONG!

“nah itu dia. Tunggu sebentar disini ya, Taeng.” Taeyeon mengangguk dan Leeteuk beranjak dari tempat duduknya dan tersenyum tipis saat berjalan menuju pintu.

Leeteuk pun kembali. “lho, mana pizzanya, oppa?” tanya Taeyeon melihat Leeteuk kembali dengan tangan kosong.

“ada yang ingin bertemu denganmu, Taeng.” Ucap Leeteuk dan seseorang berjalan menunduk dibelakangnya.

“siapa?” tanya Taeyeon melihat pria dibelakang Leeteuk yang menunduk. Leeteuk mempersilahkan pria itu maju dan ia mengangkat wajahnya.

Taeyeon terkejut. Ia berdiri mematung.

“annyeong, Taeng.” Sapa pria itu. Taeyeon diam saja. “mianhae…” PLAK!!!

Member SNSD dan Suju segera menoleh kearah suara tamparan keras itu. “Junsu-oppa???” 8 member SNSD terkejut dengan kedatangan Junsu.

“mianhae, Taeng.” PLAKK!! Taeyeon menamparnya lagi. Matanya sudah memerah dan berkaca-kaca.

“HANYA ITU??” Taeyeon dengan nada tinggi.

“mianhae aku tidak menepati janjiku. Aku pergi karena aku tidak ingin kau terlibat kedalam masalahku.” Ucap Junsu menatap serius mata Taeyeon. PLAKK!! Lagi-lagi Taeyeon menamparnya. SNSD dan Suju terdiam menyaksikan 2 orang itu.

“kau berjanji akan memberitahuku jika kau akan pergi. Aku tidak akan melarangmu kemana pun. Tapi kenapa kau pergi tanpa mengatakan sepatah katapun?” Taeyeon sudah menangis. Junsu yang tidak tega melihat Taeyeon menangis segera memeluknya.

“keadaan yang memaksa semua ini, Taeng. Mianhae.” Junsu berbisik ditelinga Taeyeon.

“kemana kau selama ini?” tanya Taeyeon setelah Junsu melepaskan pelukan itu. Junsu menghapus airmata Taeyeon.

“aku pergi ke New York. Sekarang aku kembali bersama JYJ bergabung dengan agency lain setelah memutuskan kontrak dengan SME. Aku ada sesuatu untukmu.” Junsu memberikan sebuah kotak berwarna pink.

“apa ini?” tanya Taeyeon.

“buka saja.” Taeyeon membukanya dan terbelalak melihat isinya. “kenapa kau memecahkannya?” tanya Junsu.

“mianhae..”  jawab Taeyeon menunduk.

“gwaenchana. Aku sudah 2 kali mendatangi dorm mu tapi kau selalu sedang tidak disana. Kemarin aku menemukan ini lalu aku bawa pulang dan merekatkannya lagi.”

“oh, pantas tadi pagi tidak ada disana.” Bisik Sunny pada YoonA.

“setelah melihat mug itu aku berfikir kau pasti sangat menderita. Lalu aku menelpon Leeteuk-ssi untuk merencanakan semua ini. Menggiring kalian ke dorm Suju karena aku takut seperti kemarin-kemarin tidak bisa menemuimu. Aku sangat berterima kasih pada Leeteuk-ssi dan Super Junior.” Tambah Junsu.

~~

Beberapa minggu kemudian Taeyeon dan Junsu mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan masing-masing. Sebenarnya Taeyeon maupun Junsu masih saling menyayangi. Taeyeon kembali dengan keceriaannya dan Junsu mulai sibuk dengan berbagai kegiatan JYJ. Mereka kerap tampil bersama mengisi acara.

Rumor kedekatan Taeyeon dan Leeteuk sampai di telinga Junsu. Namun ia senang karena dia sendiri tahu bahwa Leeteuk memang sudah menyukai Taeyeon sejak mereka masih bersama walapun Taeyeon hanya menganggapnya sebatas oppa. Junsu senang jika Taeyeon akhirnya harus bersama Leeteuk karena merasa Leeteuk lah yang pantas untuk bersama Taeyeon.

FIN

[SongFic] Time Machine

Main Cast : Kim Taeyeon, Cho Kyuhyun

Support Cast : Kim Heechul, Jung Jessica, Park Jungsoo

Don’t be silent reader~!

-Alone in this slightly wide room unlike always, it’s over, guess it’s over-

Yeoja berbaju merah itu duduk didepan gereja tempat dulu ia bersama teman dekatnya sering kunjungi dan juga tempat terakhir kali ia bertatap muka dengannya. Tempat itu terdapat banyak bunga mawar merah yang disiapkan untuk sebuah pernikahan sederhana namun terkesan sangat manis.

-The story that we made went in vain we fell apart this easily-

Kim Taeyeon, nama yeoja itu kembali mengenang masa lalunya yang menyakitkan dengan namja bernama Cho Kyuhyun.

-one mistake, got a one regret. No one’s perfect even if I tried saying that. Whatever I do, the wounds can’t heal-

Satu kesalahan yang ia sadari adalah karena kebodohannya sendiri. karena kebodohannya itu ia tidak bisa melihat lagi sahabat terbaiknya yang menghilang entah kemana 3 tahun lalu.

=flashback=

“tidak bisakah kau sedikit lebih peka?” ucap Kyuhyun dengan nada suara sedikit meninggi. Taeyeon yang duduk disebelahnya hanya terdiam menunduk. “tidak bisakah kau melihatku?” sambung Kyuhyun lagi. Taeyeon masih terdiam. Kyuhyun menghela napasnya kasar lalu pergi meninggalkan Taeyeon sendirian didepan gereja itu.

“mianhae, Kyu..” batin Taeyeon.

-I’m going to embark on a time machine If I would be able to go meet you again, I wouldn’t ask for more before it becomes a distant a fleeting memory. I need a time machine-

Taeyeon melirik kedalam gereja itu. ia melihat kakaknya, Kim Heechul dan juga calon kakak iparnya, Jung Jessica yang sibuk mengatur dekorasi gereja yang akan menjadi tempat pernikahan mereka. Kini ia menyesal  kenapa tidak mengikuti kata-kata kakaknya. Selama ini ia mencintai dan menunggu namja yang salah, Park Jungsoo. ia tidak menyadari keberadaan Kyuhyun yang begitu mencintainya dan harus menahan sakit hati saat Taeyeon bercerita tentang kekagumannya pada Jungsoo.

-the time I’m passing by alone is too slow. This mistake’s punishment is too heavy. The words that you last left up to now is replaying continuously. My heart still hurts-

“aku menyukaimu. Tidak bisakah kau sedikit lebih peka?” kalimat itu masih teringat jelas dibenak Taeyeon dan itu sangat membuat hatinya sakit karena mengabaikan namja tulus seperti Kyuhyun walaupun terkadang ia bersikap evil tapi ia tahu bahwa apa yang diucapkannya itu benar-benar tulus.

-Just one mistake, just one regret it’s selfish but it’s because love you-

Kini ia menyadari ia begitu mencintai Kyuhyun. Sangat. Bahkan selama 3 tahun sejak Kyuhyun menghilang, Taeyeon tidak berkencan dengan siapapun. Termasuk Jungsoo yang dulu menolak Taeyeon, begitu keadaan berbalik Taeyeon sudah tidak menyukai namja itu lagi. Yang ada dipikiran dan hatinya saat ini hanya seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

-I’m going to embark on a time machine if I would be able to go meet you again, I wouldn’t  ask for more before it becomes a distant fleeting memory. I need a time machine-

Jika saja mesin waktu itu benar-benar ada, ia ingin kembali ke 3 tahun lalu saat ia bersama Kyuhyun dan mengatakan bahwa ia pun memiliki perasaan yang sama bahkan lebih dalam dibanding saat ia menyukai Park Jungsoo.

-If I can jump through time and space and be able to meet you. Say even if we come to the same conclusion, there wouldn’t be any regrets for sure-

Taeyeon sangat ingin bertemu dengannya meskipun hanya beberapa menit. Taeyeon sangat merindukan dekapan hangat seorang Cho Kyuhyun, merindukan ramen bersaus strawberrynya, merindukan saat bermain starcraft yang dimana ia selalu kalah dan harus rela menjadi korban keevilan Kyuhyun, merindukan saat bernyanyi bersama di atap tengah malam hingga diteriaki para tetangga, merindukan kejahilan mereka bermain dengan bel rumah orang lain dan semua tindakan bodoh yang ia lakukan bersama Kyuhyun. Ia merindukan semua hal tentang Kyuhyun, bahkan sikap evilnya.

-I’m going to embark on a time machine if I would be able to go meet you again. I wouldn’t ask for more before it becomes a distant fleeting memory-

“kau merindukannya?” pertanyaan Jessica membuyarkan lamunannya dan menoleh kearahnya. Selama ini Taeyeon selalu bercerita pada Jessica dan juga Heechul tentunya. “yakinlah ia pasti akan kembali.” Ucap Jessica lagi sambil tersenyum penuh arti. Taeyeon hanya menanggapinya dengan sebuah senyuman kecil. Taeyeon beranjak dan berjalan menuju kolam kecil di belakang gereja. Di kolam itu terdapat beberapa bunga teratai ungu yang dulu ia dan Kyuhyun tanam.  Ia pun menyentuh bunga itu, “setidaknya masih ada sedikit kenangannya yang tertinggal disini.” Lirih Taeyeon dengan airmata yang mulai menuruni pipi putihnya.

-before our memories are forgotten, gimme time machine-

Getar ponsel menyadarkan Taeyeon dari lamunannya. Ia kembali menyeka airmatanya dan membuka sebuah pesan dari Jessica.

‘Kau dimana? Cepat pulang! aku dan Heechul oppa punya HADIAH BESAR untukmu’

Taeyeon pergi dari tempat itu dan berjalan menuju rumahnya yang tidak begitu jauh dari gereja itu. sesampainya dihalaman rumahnya tampak seseorang berdiri menatap rumah Taeyeon.

“nuguseyo?” tanya Taeyeon hati-hati. Namja itu pun berbalik. Taeyeon membelalakan matanya melihat sosok didepannya.

“kk…kau?” kaget Taeyeon.

“Taeyeon-ah” ujar namja itu dan dengan cepat ia menarik Taeyeon ke dekapannya dan memeluknya erat.

“apa ini..benar kau?” tanya Taeyeon dengan suara serak berusaha menahan airmata yang ingin menyeruak keluar.

“ne, Taeng. Ini aku. Aku kembali…untukmu.” Jawab namja itu masih memeluk Taeyeon.

Taeyeon tidak dapat lagi menahan airmatanya. Kedua tangannya terangkat dan membalas pelukannya. “Kyuhyun-ah..” lirih Taeyeon. “mianhae..” ucap Taeyeon sesenggukan.

“aku sudah tahu semuanya dari Jessica.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Taeyeon, “Ia menceritakan semua tentangmu sejak aku pergi ke Amerika. Mian aku sudah meninggalkanmu begitu saja dan menanggung semuanya sendirian.” Sesal Kyuhyun.

“jadi selama ini kau berhubungan dengan Jessica?” kejut Taeyeon.

“ne. dengan Heechul hyung juga.” jawab Kyuhyun.

“kenapa kau tidak menghubungiku?! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau pergi ke Amerika?! Kau mau membiarkanku menderita sendirian disini??”  bentak Taeyeon disela tangisannya.

“mianhaeyo. Aku benar-benar menyesal. Aku tidak tahu akan jadi seperti ini. Awalnya aku hanya ingin kau merasakan bagaimana rasanya diabaikan. Aku tidak tahu kau akan sesakit in..”

CHU~

Taeyeon memotong ucapan Kyuhyun dengan mengecup bibirnya kilat dan sukses membuat Kyuhyun terkejut. Ia tidak menyangka Taeyeon akan melakukannya.

“aku tidak ingin mengulangi kebodohanku untuk kedua kalinya.” Ucap Taeyeon setelah melepas ciuman singkat itu. “mungkin kau sudah tahu  bagaimana perasaanku dari Jessica tapi seperti yang ku bilang tadi, aku tidak ingin bertindak bodoh lagi. Sar…”

“Saranghae!” potong Kyuhyun. Ia tersenyum menatap Taeyeon. “yeoja tidak boleh mendahului namja. jeongmal saranghae. aku masih sangat mencintaimu. Would you be mine?”

Taeyeon tersenyum haru dan berhambur memeluk Kyuhyun. “yes, I would.”

FIN

You are My Everything To Me (6)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon,

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;p

enjoy~!

“oh ya, apa kau masih takut kolam renang?”

“kenapa kau menanyakan itu?”

“aniya. Aku pernah membaca tentang pengobatan trauma. Yang justru cara menogbatinya adalah dengan mendekati apa yang ditakuti itu.”

“aku juga pernah mendengarnya.”

“apa kau sudah mencobanya?”

“ani. Aku tidak mau.” Jawab Taeyeon. “kalau aku sembuh, itu artinya aku juga akan benar-benar lupa dengan seseorang.”

“nugu?”

“kau tidak perlu tahu. Kau juga tidak akan mengenalnya.”

~~

1 minggu kemudian siswa kelas 3 mengikuti ujian akhir. Semua begitu tegang, kecuali Kyuhyun yang tampak tidak bersemangat. Satu jam sebelum ujian, mereka sudah masuk ke kelas masing-masing. Kelas begitu ribut karena kekhawatiran mereka. Tiba-tiba keributan di kelas 3A terhenti saat beberapa hoobae mereka masuk. Tiffany, Taeyeon, Sunny, Jessica, Ryeowook, Sungmin, Shindong dan Seohyun.

“annyeong haseyo, sunbaenim.” Sapa seorang yeoja dengan senyumnya yang membuat matanya membentuk bulan sabit. Eye smile itu.

“Tiffany?” gumam Siwon.

“kami hoobae dari kelas 2. Dan sebagai hoobae yang baik, kami ingin menghilangkan ketegangan kalian semua.” ucap Tiffany dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

Saat Tiffany terus berbicara, Kyuhyun memperhatikan Taeyeon yang berdiri disamping Tiffany. Sesaat kemudian Taeyeon melirik kearahnya dan pandangan mereka beradu. Taeyeon segera mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Taeyeon akan bernyanyi untuk kalian semua?” ucap Tiffany.

Taeyeon langsung membelalakan matanya dan menoleh kearah Tiffany, “mwo?? Aku?? Bukannya kau bilang kita akan bersama-sama?”

“hehe.. sebenarnya itu Cuma akal-akalan kita saja. kita belum pernah mendengarmu bernyanyi jadi..”

“shireo.” Taeyeon menyela ucapan Tiffany. “aku tidak mau.” Taeyeon berbalik hendak pergi.

“tunggu, Taeyeon!” seru Leeteuk. Taeyeon menoleh. “bernyanyilah sedikit. Kurasa seseorang sangat membutuhkan hiburan.” Leeteuk melirik Kyuhyun yang tertunduk.

“ayolah, Taeyeon! Aku juga ingin mendengar suaramu. Yesung pernah bilang suaramu sangat bagus.” Ucap Heechul. Siwon, Donghae dan beberapa ‘penghuni’ kelas itu pun mengatakan hal yang sama dengan Heechul.

“ayo, Taeyeon. Setidaknya kita bisa menghibur mereka sebelum mereka meninggalkan sekolah ini.” bujuk Sungmin.

Taeyeon berpikir sejenak. “baiklah.” Semua tersenyum lega. Shindong memutar lagu di iPod-nya dan sebuah lagu  mengalun dengan lembut.

Shouldn’t have done it

Should have ignored it

Like it wouldn’t be seen

Like it couldn’t be seen

I don’t think I should have seen you

Taeyeon menyanyikan lagu sedih itu dan ia tidak menyadari bahwa pandangannya beradu dengan Kyuhyun. Begitu pun dengan Kyuhyun.

Should have run away

Should have pretended not to hear

Like it wouldn’t be heard

Like it couldn’t be heard

I shouldn’t have listened to your love

Kelas begitu hening mendengar suara Taeyeon yang begitu menghayati setiap kata di lagu itu. Leeteuk melirik Kyuhyun yang terus menatap Taeyeon. Saat ia melihat Taeyeon, ia dapat melihat matanya yang mulai berair.

Without a word, you make me know love

Without a word, you give me your love

Made me fill myself with your every breath then you ran away

Without a word, love left me

Without a love, love tossed  me aside

Not knowing what to say

My lips must have been surprised

Because you came without a word

Taeyeon tertunduk sambil memejamkan matanya. Entah kenapa hatinya terasa sakit.

PROK! PROK! Taeyeon mengangkat kepalanya dan menoleh kearah suara. Ia bisa melihat Leeteuk berdiri sambil tepuk tangan. Kemudian yang lain pun bertepuk tangan. Taeyeon menangis dan segera berlari keluar dari kelas itu tanpa memperdulikan teriakan teman-temannya yang memanggil namanya. Tiba-tiba Kyuhyun beranjak dan mengejar Taeyeon. Tiffany, Jessica, Seohyun dan Ryeowook berlari menyusul Taeyeon dan Kyuhyun.

“kenapa jadi begini?” bingung Sungmin.

“hah? Oh. Ahahaha..” tawa Shindong garing. “maaf suasana malah semakin tegang. Sepertinya aku salah memilihkan lagu.  Kalau begitu, SunSun Couple, ayo kita hibur mereka dengan lagu ciptaan kita itu.”

“heh?? SunSun couple?” sahut Sungmin dan Sunny bersamaan. Shindong memutar lagu itu dan mereka mulai bernyanyi. Kelas kembali ramai. Tertawa dengan tingkah Shindong, Sungmin, dan Sunny yang menyanyi lagu Cooking Cooking ciptaan mereka. Bahkan beberapa siswa dikelas itu ikut menari-nari.

Taeyeon berlari dan berhenti di dekat kolam renang. Ia jatuh terduduk dan menangis terisak. Kyuhyun melihatnya dan perlahan mendekat. Kyuhyun memeluk Taeyeon. Taeyeon berontak dan suara tangisannya mulai terdengar. Kyuhyun tetap memeluknya dengan erat. “mianhae..” ucap Kyuhyun. Perlahan pukulan Taeyeon melemah dan membiarkan Kyuhyun memeluknya. Tiffany, Jessica, Sunny, Seohyun, dan Ryeowook hanya bisa terdiam melihat dua orang itu.

“sebaiknya kita jangan mendekat. Biarkan mereka seperti itu.” ucap Seohyun pelan.

~~

Taeyeon berada didalam mobil Kyuhyun. Tidak ada yang berbicara. Kyuhyun menoleh melihat Taeyeon yang terus memandangi jalan dari jendela disebelahnya.

“ini akan menyakiti kita sendiri.” ucap Taeyeon tiba-tiba.

“apa maksudmu?”

“aku tidak bisa melanjutkan..”

“cukup!” Kyuhyun memotong ucapan Taeyeon dan membuat Taeyeon menoleh kearahnya. “aku tidak mau hubungan kita berakhir. Aku sudah menunggumu bertahun-tahun dan menahan perasaanku sendiri dan…”

“aku tidak memintamu melakukan itu.” potong Taeyeon membuat Kyuhyun terkesiap. “carilah yeoja lain yang bisa memahamimu.” Kyuhyun tercekat mendengar ucapan Taeyeon yang sangat menyakitkan baginya…dan juga Taeyeon sendiri. tidak berapa lama kemudian Taeyeon turun dari mobil itu meninggalkan Kyuhyun yang masih diam didalam mobil dan masuk ke apartemennya. Kyuhyun menggenggam erat kemudi mobilnya. Matanya tampak bergetar hendak mengeluarkan airmatanya.

~~

Yesung memasuki sebuah warung ramen di pinggir jalan.

“AJUMMA!! Bawakan lagi sojunya” teriak seorang namja dibelakang Yesung. Yesung pun menoleh.

“Kyuhyun???” gumam Yesung segera menghampiri Kyuhyun yang tengah mabuk.

“apa kau mengenal orang ini?” tanya penjual ramen itu.

“ne. dia temanku. Sejak kapan dia disini dan mabuk seperti ini?”

“sekitar 3 jam lalu. Dia sudah menghabiskan 5 botol soju. Aku sudah mencoba menghentikannya tapi dia marah-marah. Bisakah kau membawanya pulang?”

“ne. kalau begitu aku tidak jadi memesan ramennya.” Yesung mengambil tas Kyuhyun dan mengambil beberapa won dari dompetnya. “ini untuk bayaran minumannya. Ambil saja kembaliannya.” Yesung akhirnya pergi dari tempat itu sambil memapah Kyuhyun yang sudah mabuk berat.

“heeeei, siapa kau? Ooh, kau namja chingu kekasihku Taeyeon kan?” cercau Kyuhyun. Karena kewalahan, Yesung dan Kyuhyun terjatuh.

“ini aku, Yesung.”

“Yesung?” Kyuhyun menatapnya dengan sendu kemudian tertawa “kau Yesung? Hey, Yesung sudah mati. Yesung sempat membuat Taeyeon marah padaku.” cercau Kyuhyun dengan mata yang sayu.

“marah?” tanya Yesung sambil membantunya berjalan.

“neeee.. kau tahu, saat dia marah, aku benar-benar takut ia membenciku. Aku merahasiakan kematiannya karena keinginannya sendiri. aku berjanji padanya untuk merahasiakan itu tapi ternyata…” Kyuhyun tampak mual. “ternyata Leeteuk tahu rahasia itu dan memberitahu Taeyeon. Taeyeon sangat marah. Tapi entah keberanian dari mana atau mungkin karena aku yang terlalu mencintainya dan tidak ingin menyakitinya, aku menciumnya dengan paksa.” Yesung nampak kaget dengan ucapan Kyuhyun. “tapi kemudian aku berhasil meyakinkannya. Dan akhirnya kami pacaran. Tapi…baru saja Taeyeon memutuskanku karena ia salah paham dengan Seohyun. hueeee..” setelah berbicara panjang lebar, Kyuhyun muntah dan jatuh pingsan.

Yesung mengetuk pintu apartemen Taeyeon sambil memapah Kyuhyun.

“ommo!!!” kaget Taeyeon. “kenapa dia? Umhh…bau alcohol. Kenapa kau membawanya kesini?”

“aku tidak tahu rumahnya.” Yesung hendak berjalan masuk ke apartemen Taeyeon.

“eeeeeh, mau kemana??” Taeyeon menghadang Yesung masuk ke apartemennya.

“tentu saja menidurkannya. Aku capek membawanya dalam keadaan mabuk seperti ini.”

Taeyeon tampak berpikir, “ikut aku. Kita bawa ke apartemennya.” Yesung mengikuti Taeyeon menuju apartemen Kyuhyun.

Saat tiba didepan pintu, Taeyeon bingung karena tidak tahu kode kunci apartemen Kyuhyun. “cepat Taeyeon! Berat!” desak Yesung.

“aku tidak tahu kodenya.”

Yesung mendesah pelan, “ya! Kyuhyun-ah, berapa kode apartemenmu?”

“9..3..8..9..” jawab Kyuhyun lemah.

Taeyeon segera memencet 4 digit angka itu. pintu terbuka Yesung segera membawa Kyuhyun masuk. sesaat kemudian Taeyeon baru tersadar. ‘9389? Itu kan tanggal lahirku?’ batin Taeyeon.

Yesung membaringkan Kyuhyun. “Taeyeon, tolong urus dia sebentar. aku ke toilet dulu. Ia muntah dibajuku. Aisshh..”

Taeyeon berjalan mendekati Kyuhyun yang tertidur. Ia memandanginya. Kemudian melepas sepatu Kyuhyun dan menyelimutinya. Taeyeon duduk disamping tempat tidur Kyuhyun. Tangannya membelai rambut Kyuhyun, ‘kenapa kau mabuk-mabukan seperti ini?’ batin Taeyeon ‘apa karena ucapanku tadi sore? Aku juga tidak ingin seperti ini, oppa. tapi kau seringkali membohongiku. Aku..aku sangat menyayangimu, oppa.’ Taeyeon mencondongkan tubuhnya dan mengecup bibir Kyuhyun. Dan tepat saat itu, Yesung melihatnya.

Taeyeon keluar dari kamar Kyuhyun dan menutup pintunya. “sudah tidur?” Tanya Yesung. Taeyeon mengangguk.

“kau tidak pulang?” tanya Taeyeon.

“duduklah sebentar.” Yesung tidak menghiraukan pertanyaan Taeyeon sebelumnya. “apa kau…mencintainya?” Taeyeon mengerutkan dahinya menatap Takahiro atau Yesung. “Taeyeon, tidak bisakah kau mempercayaiku? Aku benar-benar Yesung. Waktuku tinggal 5 hari. Setelah 5 hari aku akan pergi tapi kumohon kau untuk mempercayaiku sekali saja.”

“baiklah. Aku percaya kau Yesung.”

“benarkah??” Yesung Nampak berbinar-binar.

“ne. jika itu bisa membuatmu berhenti menggangguku, aku akan mempercayaimu..” Taeyeon beranjak hendak pergi. Senyuman kembali memudar di wajah Takahiro.

“chankaman!” seru Yesung. “bukalah bagian pot boneka kaktus yang aku berikan lewat Kyuhyun itu.” Taeyeon berbalik menatap Takahiro.

“darimana kau tahu tentang boneka kaktus itu?” heran Taeyeon.

“tentu saja aku tahu. Karena aku yang membelikannya. Aku tahu apa yang kau suka dan..”

“oh.” Taeyeon memotong ucapan Yesung, “kau membuntutiku sejak dulu?”

“mwo??”

“sudahlah. Lebih baik kau cepat pulang!” Taeyeon berjalan meninggalkan Yesung yang masih duduk di sofa Kyuhyun.

~~

5 hari kemudian jam 5 sore, Taeyeon mendapat telepon dari Saki.

“Saki-chan? Tumben kau menelponku. Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Taeyeon, cepat pergi keatap sekolahmu!!” desak Saki.

“eh?? Kenapa??” bingung Taeyeon.

“kau ingat orang yang tiba-tiba mengaku sebagai Yesung? Dia..dia benar-benar Yesung!”

“hei! Jangan bercanda!” entah kenapa Taeyeon merasa ucapan Saki itu benar dan membuatnya tampak ragu untuk percaya atau tidak.

“aku serius! 1 jam lagi dia akan lenyap. Dia baru saja menelponku dan menceritakan semuanya. Cepat, Taeyeon! Kau tidak boleh membuatnya lenyap begitu saja sebelum dia mengatakan apa yang ingin dia katakan.”

“tapi..”

“cepat!!!!!” Saki menutup teleponnya. Taeyeon masih tidak percaya dengan ucapan Saki. Tiba-tiba ia teringat yang diucapkan Takahiro terakhir kali mengenai boneka kaktus itu. Taeyeon segera mengambilnya dan merobek bagian potnya. Betapa terkejutnya dia saat sebuah benda kotak berwarna biru berada didalam boneka itu. Taeyeon membuka kotak itu. sebuah kalung dengan liontin berbentuk daun maple yang kering. Taeyeon tahu betul bahwa pohon maple akan mengering di musim gugur dan musim gugur adalah musim yang sangat disukai Yesung. Mata Taeyeon Nampak bergetar. Ia segera bergegas pergi menuju sekolahnya. Waktunya hanya 30 menit sebelum matahari tenggelam dan saat itu Yesung akan menghilang.

Saat Taeyeon berlari menuju sekolahnya ia menabrak Kyuhyun tapi Taeyeon tidak menghiraukannya ia terus berlari. Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Taeyeon yang begitu tergesa-gesa segera mengejarnya dan mengikutinya.

Taeyeon terjatuh saat akan menaiki tangga. Tapi ia tidak menghiraukan luka di lututnya itu. ia terus berlari menuju atap. Sesaat kemudian, Taeyeon melihat sesosok namja berdiri membelakanginya memandangi matahari yang akan segera terbenam.

“YESUNG-OPPA!!!” teriak Taeyeon.

Yesung terkejut mendengar teriakan Taeyeon. Ia pun berbalik, “Taeyeon?”

Taeyeon berlari menuju tubuh Takahiro dan memeluknya. “maaf, aku tidak mempercayaimu, oppa!” ucap Taeyeon sambil memeluk tubuh Takahiro.

Takahiro pun memeluk Taeyeon dengan erat, “akhirnya kau mempercayaiku.” Takahiro mulai menitikan airmata. Ia melepas pelukannya dan menatap Taeyeon, “terima kasih, Taeyeon! Aku tahu kau pasti akan mempercayaiku. Aku kembali untuk mengatakan hal yang tidak sempat aku ucapkan.”

“apa?” Taeyeon memandangi kedua mata Takahiro.

“saranghae.” Takahiro mencium kening Taeyeon. Hal itu membuat Taeyeon semakin banyak mengeluarkan airmata. Kyuhyun berdiri diambang pintu sejak Taeyeon memeluknya. Ia tidak dapat mempercayai orang yang kini mencium kening Taeyeon adalah Yesung.

Tiba-tiba saja Taeyeon merasakan angin yang tiba-tiba berhembus kencang. Ia mendongakan wajahnya dan melihat tubuh Takahiro yang memudar. “oppa..” kejut Taeyeon.

Takahiro tersenyum, “pergilah pada Kyuhyun. Dia sangat mencintaimu.” Takahiro menoleh ke belakang Taeyeon dan melihat Kyuhyun berdiri disana. “Kyuhyun-ah, tolong jaga Taeyeon. Kau ingat perkataanku sebelum aku pergi dulu? Kali ini aku kan mengulanginya lagi. Aku mempercayaimu. Tolong bahagiakan Taeyeon.” Pesan Yesung. Tubuhnya perlahan menghilang tersapu angin.

“oppa..Yesung-oppa!!” teriak Taeyeon hingga akhirnya Takahiro benar-benar menghilang. Taeyeon menangis melihat kepergiannya. Kyuhyun membelalakan matanya melihat kejadian tidak masuk akal itu.

Scheduler menatap kejadian memilukan itu, “kau berhasil.” Ucapnya. Ia berbalik namun tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.

“kakak..” Scheduler berbalik dan dilihatnya tubuh yang baru saja menghilang bersama Yesung tersenyum kearahnya.

“Yesung?”

Ia menggeleng. “bukan. Ini aku. Nishijima Takahiro, adikmu.”

Scheduler bernama Nishijima Hidetoshi itu membelalakan matanya. Tiba-tiba muncul sebuah kejadian di pikirannya. Kejadian kecelakaan yang membuatnya tewas dan membuat adiknya koma selama 1 tahun. Saat ia tersadar, ia sudah berada disebuah tempat seperti taman yang terdapat beberapa patung malaikat. Takahiro dan Yesung berdiri dihadapannya dengan tersenyum dan mengenakan kimono putih. “Hiro?” ucap Hidetoshi pelan. Ia mengangguk dan tersenyum. “Yesung?”

“kau sudah bertemu dengan adikmu?” sebuah suara membuat Hidetoshi menoleh. Seorang pria bertubuh tinggi  menatap ketiganya.

“sempai?”

“kau berhasil membantu Yesung dan sebagai hadiah kau dipertemukan kembali dengan adikmu.” Ucapnya.

“kenapa..kenapa aku tidak ingat kalau aku punya adik?” tanya Hidetoshi.

“itu karena setelah kau meninggal, sebagian memory mu ada yang tertinggal. Tapi sekarang kau sudah ingatkan?” Hidetoshi mengangguk. “nah, sekarang kalian bertiga akan memulai kehidup baru kalian disini menjadi penjadi penghuni surga ini.”

“jadi..apakah ini yang kau bilang rahasia yang akan kau beritahu padaku?” tanya Hidetoshi. Pria itu hanya tersenyum.

~~

Hari kelulusan tiba. Leeteuk sebagai calon pemilik sekolah itu ditunjuk untuk memberikan sambutan sebagai perwakilan dari kelas tiga.

“terkadang kita menjalani hidup tanpa memikirkannya terlebih dahulu tapi itu bukan berarti kita melakukan hal yang tidak berguna. Kita akan menemukan hal yang bagus dan menjaga harapan kita. Itulah masa muda. 3 tahun sekolah disini aku merasa aku begitu banyak meninggalkan banyak kesan burukku dibanding sisi baikku. Dengan ini aku mengucapkan sangat maaf pada semua keluarga besar SM High School ini yang pernah aku sakiti. Seonsaengnim, chingudeul, hoobae semua. mianseumnida..” Leeteuk membungkukkan tubuhnya 90 derajat didepan hadirin. “ aku pernah mendengar seseorang berkata, in a span of three years, one person’s heart could stay the same but another person’s heart could change. Beberapa waktu terakhir aku mencoba mengubah sifat burukku dan ternyata menjadi orang baik tidaklah buruk.” Semua bertepuk tangan mendengar pidatonya. Leeteuk turun dari stage dan duduk disamping ayahnya, “nice speech, Jungsu-ah.” Leeteuk tersenyum menanggapi ucapan ayahnya itu.

Setelah upacara kelulusan selesai, mereka mulai berfoto-foto untuk kenang-kenangan terakhir. Leeteuk melihat Taeyeon dan Jesicca berfoto bersama Heechul.

“hei, boleh aku ikut bergabung?” sapa Leeteuk.

“eh? Kau mau berfoto dengan kami?” heran Jessica. Leeteuk mengangguk. “baiklah.” Jessica meminta seorang anak lain memotonya.

“sekarang, boleh aku berfoto berdua dengan Taeyeon?” Heechul, Jessica dan Taeyeon sendiri tampak heran dengan sikap Leeteuk yang berubah secara tiba-tiba. Akhirnya ia berfoto dengan Taeyeon berdua.

“sikapmu benar-benar berubah?” tanya Taeyeon.

“ne. aku berubah karena kau.”

“heh??” klik! Heechul memotret tepat saat Taeyeon menoleh Leeteuk dengan bingung.

“ah, itu Kyu. Hei Kyu!” panggil Leeteuk. “kemari sebentar!”

“wae geurae?” tanya Kyuhyun sambil mendekat. Kyuhyun menoleh ke samping kanan Leeteuk dimana Taeyeon berdiri.

“aku ingin berfoto dengan kalian berdua.” Leeteuk menarik Kyuhyun supaya berdiri disamping kanan Taeyeon. “Heechul-ah, ppaliwa!” klik Heechul memotret mereka bertiga. “nah. Sekarang giliran kalian berdua.”

“eh??” kejut Taeyeon. “ah, tidak usah..” ucap Taeyeon gugup.

“hey, jangan begitu, Taeyeon! Dia temanmu juga.” Perintah Leeteuk sambil mengambil kamera Heechul. “siap, hana..dul..” tiba-tiba Leeteuk menghentikan fokusnya. “hey, kenapa kaku begitu?” Leeteuk maju mendekati Kyuhyun dan Taeyeon lalu meletakan tangan Kyuhyun dipinggang Taeyeon. Hal itu membuat Taeyeon semakin gugup. “nah, begitu. Siap ya. hana..dul..set!” klik Leeteuk memotret 2 orang itu. “bagus!” ujar leeteuk sambil mengacungkan jempolnya. Kyuhyun pun segera menurunkan tangan yang melingkar dipinggang Taeyeon dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

~~

Brukk! Taeyeon menubruk seorang wanita paruh baya di lorong apartemennya.

“ah, jeosongmnida.” Ucap Taeyeon sambil membungkuk dan membantu wanita itu memunguti buah-buahan yang terjatuh.

“gwaenchana.” Balas wanita itu dengan lembut. Ia berdiri dan menerima bungkusan buah yang dipungut Taeyeon.

“sekali lagi aku minta maaf.” Ucap Taeyeon lagi.

Wanita itu menatap Taeyeon lekat-lekat. “sepertinya kita pernah bertemu.” Ucap wanita itu. Taeyeon memicingkan matanya berusaha mengingat-ingat apakah ia pernah bertemu sebelumnya. Wanita itu tiba-tiba membelalakan matanya. “ah! Taeyeon???? Kim Taeyeon?? Kau Kim Taeyeon kan?”

“n-ne. apa kita saling mengenal?” tanya Taeyeon.

Wanita itu tiba-tiba memeluk Taeyeon dan sukses membuat kedua bola mata Taeyeon terbelalak. Sesaat kemudian ia melepas pelukannya. “ini Cho Ajumma, Taeng. Eomma Kyuhyun.” Ucap wanita itu.

“a-ajumma?”

“ne. ya Tuhan, kau tumbuh dengan baik, Taeng.” Wanita itu meraih tangan Taeyeon. “apa kau sudah bertemu dengan Kyuhyun?”

“n-ne. aku sudah 1 tahun tinggal disini dan satu sekolah dengan Kyuhyun-oppa.”

“mwo?? 1 tahun?? Kenapa Kyuhyun tidak pernah bercerita?”

“emm.. Ajumma, bagaimana kalau kita bicara didalam saja.” akhirnya wanita itu masuk ke apartemen Taeyeon. Taeyeon mempersilahkannya duduk dan membuatkan minuman untuknya.

“Taeng-ah, bagaimana kabar eomma dan appa?” tanya nyonya Cho.

Taeyeon tersenyum dan duduk disebelahnya, “mereka baik-baik saja dan mungkin tahun depan mereka akan kembali kesini.”

“jeongmalyo? Baguslah.”

“emm..ajumma, apa ajumma kesini mau menjenguk Kyuhyun-oppa?”

“ne. sudah 1 bulan dia tidak pulang. 3 minggu lalu ia sempat menelpon dan dari suaranya dia seperti tertekan. Waktu itu ajumma sedang di luar kota jadi baru sekarang sempat datang kesini.”

‘3 minggu lalu? Tertekan? Apakah karena aku memutuskannya’ batin Taeyeon.

“Taeng?” ucapan nyonya Cho membuyarkan lamunan Taeyeon. “kenapa melamun?”

“ah? Oh, a-aniya.” Jawab Taeyeon tersenyum.

“baiklah. Sebaiknya ajumma pergi dulu. Kau mau ikut menemui Kyuhyun?”

Ingin sekali! Entah kenapa Taeyeon merasa ingin bertemu dengannya setelah terakhir bertemu adalah saat kelulusan Kyuhyun 1 minggu lalu. Setelah itu ia tidak pernah bertemu lagi. “lain kali saja, ajumma. Aku ada janji dengan temanku.”

“teman? Teman atau pacar?” goda nyonya Cho.

Taeyeon tertawa kecil, “aniya. Teman perempuan.”

“oh, arasso. Kalau begitu ajumma pergi dulu. Lain kali kita mengobrol lagi.”

“ne. annyeong, ajumma.” Taeyeon pun mengantar nyonya Cho sampai pintu.

~~

“eomma? Kenapa kemari?” tanya Kyuhyun sambil membuka barang bawaan eommanya.

Nyonya Cho mengambil majalah game yang tergelatak di meja dan memukulkannya ke kaki Kyuhyun. “ya! eomma~ appo!” ringis Kyuhyun sambil mengelus kakinya.

“kenapa kau tidak memberitahu eomma kalau Taeyeon sudah kembali?” sembur nyonya Cho.

“oh. Sudah ketemu kan?” ucap Kyuhyun santai sambil memasukan jeruk kedalam mulutnya.

“aissh! Dasar anak nakal!” nyonya Cho kembali memukulnya dengan majalah game tadi.

“eomma! Kenapa memukuliku? Eomma tidak takut masuk penjara karena menganiaya anak di bawah umur?” ucap Kyuhyuh sambil memajukan bibirnya.

“mwo?? Di bawah umur? Hey! Umurmu sudah 18 tahun! Dibawah umur apanya??”

“hehehe..” cengir Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya.

“apa kau berhubungan baik dengannya?” tanya nyonya Cho sambil berjalan menuju dapur untuk membuatkan makanan untuk anak laki-lakinya itu.

“tidak terlalu baik.”

“MWO???” kejut nyonya Cho.

“dulu memang sangat baik, bahkan kami sempat berpacaran dan..”

“jeongmalyo? Kalian berpacaran?” nyonya Cho memotong ucapan Kyuhyun dan wajahnya tampak senang.

“eomma, aku belum selesai bicara!” dengus Kyuhyun. “karena salah paham, dia memutuskan hubungan kami.” Ujar Kyuhyun melemah. Nyonya Cho memandangnya iba.

“apa kau masih menyukainya?” Kyuhyun terdiam. “bukankah kau sudah menunggunya bertahun-tahun? Apa kau akan melepaskannya begitu saja?”

“molla.”

~~

“Kalau kau sudah selesai makan, antarkan makanan ini untuk Taeyeon.” Ucap nyonya Cho.

“mwo?? Kenapa harus aku? Kenapa tidak eomma saja sekalian pulang?”

“hey! Kau mengusir eommamu??” pelotot nyonya Cho.

“a-ani, bukan begitu maksudku.”

“sudahlah, kau antarkan saja. eomma akan merapikan apartemenmu yang sudah seperti kapal karam ini.”

“ne.” jawab Kyuhyun dengan lemas.

Kyuhyun memencet bell apartemen Taeyeon. Dan keluarlah..

“tiffany?” heran Kyuhyun dengan kehadiran Tiffany di apartemen Taeyeon.

“oh, sunbae? Kau mencari Taeyeon? Dia sedang keluar membeli makanan dengan Seohyun.”

“ani. Aku hanya mau mengantarkan ini. aku disuruh eomma memberikan ini untuk Taeyeon.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan makanan itu.

“hmm.. masuklah dulu.”

“kau sendirian?” tanya Kyuhyun sambil duduk di sofa.

“ani. Sunny sedang di toilet. Aku kebelakang dulu memindahkan makanan ini.” Tiffany berjalan kedapur meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan sekelilling apartemen Taeyeon. Matanya tertuju ke kamar Taeyeon yang pintunya sedikit terbuka. Perlahan ia bangkit dan membuka kamar itu diam-diam.

To be continue

You Are My Everything To Me (5)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon,

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;p

enjoy~!

“Ye..Yesung-kun?” Yesung mengangguk. Saki berhambur memeluknya. Yesung senang akhirnya ada yang mempercayainya. “gomenasai, aku tidak mempercayaimu. Lalu bagaimana ceritanya kau bisa hidup lagi dan menjadi orang ini?”

“Tuhan memberiku kesempatan kedua karena masih ada hal yang belum sempat aku katakan pada Taeyeon.” Yesung menceritakan semuanya. “apa Taeyeon masih di Jepang?”

“dia sudah berangkat ke Korea kemarin.” Saki dapat melihat raut kekecewaan di wajah Takahiro yang dipinjam Yesung. “kalau kau mau, aku bisa membantumu untuk bisa pergi ke Korea.”

“benarkah??”

“asal kau punya passport, aku bisa membelikanmu tiket ke Korea Selatan.”

~~

Yesung menemui Taeyeon di apartemennya.

“kau??” kejut Taeyeon melihat namja dihadapannya. “kenapa kau ada disini?”

“Taeyeon-ah, ini aku. Aku Kim Jongwoon. Yesung!”

“andwae! Jangan mengaku-ngaku! Pergi atau ku panggil security!” Taeyeon hendak menekan tombol pemanggil keamanan dekat pintunya.

“Taeyeon-ah!” Yesung menarik tangan Taeyeon untuk mencegahnya melakukan itu.

“hei!!” sebuah suara membuat Taeyeon dan Yesung menoleh. “nugu??” tanya Kyuhyun.

“aku..”

“Taeyeon, kau kembali?” Kyuhyun memeluk Taeyeon tapi Taeyeon segera menepisnya. “wae?”

“kau tidak berhak memelukku, Cho Kyuhyun!” sentak Taeyeon.

“hey, ada apa kalian ini?” bingung Yesung.

“kau? Siapa kau?” tanya Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, aku minta kau pergi!” ucap Taeyeon dingin.

“tapi..”

“GA!!!” usir Taeyeon. Dan entah kenapa Taeyeon menarik tangan Takahiro atau Yesung. “dia..dia namjachinguku!”

Pernyataan Taeyeon membuat Kyuhyun maupun Yesung membelalakan matanya. “MWO??”

“ne. aku minta kau pergi sekarang juga dari sini.” Taeyeon menarik tangan Takahiro masuk ke apartemennya dan membanting pintu tepat didepan wajah Kyuhyun. Kyuhyun terdiam mematung didepan pintu.

“apa kau pacaran dengan Kyuhyun?” tanya Yesung.

Taeyeon menoleh, “siapa kau sebenarnya?” tanya Taeyeon.

“aku sudah bilang aku ini Yesung. Tubuh ini memang bukan tubuhku. Namanya Nishijima Takahiro.”

“sudahlah. Aku tidak mood mendengar cerita khayalanmu itu. kalau kau ingin berteman denganku, baiklah, mulai detik ini kau temanku. Tapi jangan bilang bahwa kau adalah Yesung-oppa. Tidak baik menyebut-nyebut orang yang sudah meninggal.” Ucap Taeyeon. “maaf soal yang tadi. Sekarang, tolong kau pergi dari sini. Aku lelah.”

Yesung, menghela napasnya, “baiklah. Kelak kau akan mengerti dengan semua kejadian aneh ini.”

~~

Kyuhyun sedang makan siang dengan keponakan laki-lakinya yang berusia 7 tahun di sebuah restoran kecil.

“samchon, apa kau sudah punya pacar?”

“hei, kau ini masih kecil. Kenapa bertanya seperti itu?” Kyuhyun mencubit pipi chubby keponakannya itu.

“noona, disana cukup cantik.” Ia menunjuk seorang yeoja yang berdiri diluar. “Apa kau tidak tertarik?”

“hahaha” tawa Kyuhyun. “noona yang memakai syal merah itu? dia memang cantik Cho Seunghyun, kau ini kecil-kecil sudah tahu wanita cantik.” Kyuhyun mengacak rambutnya gemas.

“samchon, ambil foto noona-noona cantik itu. disana, yang pakai sweater kuning.”

“baiklah.” Kyuhyun memotret yeoja-yeoja yang ditunjuk keponakannya itu dari balik kaca restoran.

“ah, noona yang disana paling cantik.” Seru Seunghyun.

“dimana?” Kyuhyun masih memotret yeoja-yeoja yang ditunjuk Seunghyun sebelumnya.

“disana.” Tunjuk Seunghyun kearah seorang yeoja yang berjalan sendirian memakai sweater dan syal hitam.

Kyuhyun menoleh dan terpaku melihat yeoja itu. Taeyeon. Kyuhyun terus memandangi Taeyeon yang berdiri didepan sebuah restoran yang bersebrangan dengannya.

“samchon, kenapa kau tidak memotretnya?” ucapan Seunghyun membuyarkan lamunannya.

“oh, ne.” Kyuhyun mengarahkan kameranya dan memotret Taeyeon. Kyuhyun terus memperhatikannya hingga akhirnya Taeyeon masuk ke restoran itu. Kyuhyun dapat melihat dengan jelas seseorang sedang menunggunya. orang yang kemarin ia temui di apartemen yang diakui Taeyeon namjachingunya. ‘ternyata benar.’ Batin Kyuhyun. Nampak raut kekecewaan diwajahnya.

~~

Taeyeon menemui Takahiro atau Yesung disebuah restoran.

“akhirnya kau datang.” Seru Takahiro. Taeyeon duduk disebrangnya. “pesanlah makanan yang kau mau.”

“aku tidak lapar.” Jawab Taeyeon dingin membuat Takahiro menurunkan senyumnya. “katakan ada perlu apa kau mencariku?”

“Taeyeon-ah, tidak bisakah kau mempercayaiku?”

Taeyeon mendengus. “aku tidak akan mudah percaya pada siapapun setelah orang itu membohongiku. Apa lagi kau yang sama sekali tidak aku kenal.”

“Kyuhyun? Kyuhyun membohongimu? Wae?”

“bukan urusanmu.”

“bailklah.” Takahiro mulai menceritakan bahwa dia benar-benar Yesung. Taeyeon tetap tidak mempercayainya. “waktuku tidak banyak, Taeyeon. Waktuku tinggal 2 minggu lagi. Dan ku mohon kau percayalah.” Ia menggenggam tangan Taeyeon. Taeyeon menepisnya.

“apa sudah selesai? aku pulang.” Taeyeon beranjak dan pergi meninggalkan Yesung.

“Saki mempercayaiku.” Taeyeon menghentikan langkahnya. “kalau kau tidak percaya, tanyakan pada Saki-chan.” Taeyeon tidak menghiraukan ucapan Yesung dan pergi keluar dari restoran itu.

~~

Jessica menghampiri kerumunan siswa. “ada apa?” tanya Jessica pada salah satu murid.

“itu..YoonA diatas sana mau bunuh diri.”

“MWO??” Jessica mendongakkan kepalanya dan di atap sana terlihat YoonA berdiri sambil menangis. Jessica lari ke tangga menuju atap.

“jangan mendekat!!” bentak YoonA saat Jessica berjalan mendekatinya. “jangan mendekat! Atau aku akan lompat.” Tangis YoonA.

“YoonA, kenapa kau seperti ini? nanti kau jatuh. cepat turun.” Pinta Jessica.

“aku sudah tidak pantas berada disini lagi.” Ucap YoonA sesenggukan. “aku..aku kotor. Aku hamil, Sica!”

“MWO??? Hamil?? Siapa yang menghamilimu??”

YoonA terisak, “Lee..Donghae. dan dia tidak mau bertanggungjawab. Dia..dia memintaku menggugurkan bayi ini.”

“namja sial itu.” Jessica berbalik dan mencari Donghae. Jessica menemukannya di ruang dance duduk sendirian. “YA! kau, namja jahat!” maki Jessica. Donghae tampak terkejut dengan kedatangan Jessica.

“Sica?”

“kenapa kau meninggalkan YoonA?? Dia mengandung anakmu!!”

“kau tahu itu?”

“ne! cepat kau bujuk dia sebelum dia bertindak konyol!!”

“andwae.” Sahut Donghae pelan.

“mwo???”

“kau tidak tahu kenapa aku tidak mau melakukannya?”

“aku tidak ingin tahu! YA! kau jangan mau enaknya saja! kau harus bertanggungjawab!!”

Donghae berdiri dan menatap Jessica. Tiba-tiba Donghae menarik Jessica dan mencium bibirnya dengan kasar. Jessica berontak hingga akhirnya ia lolos. PLAKK!! Jessica menampar pipi Donghae dengan keras. Donghae terdiam.

“namja brengsek!!” Jessica melangkah meninggalkan Donghae.

“aku tidak mau bersama YoonA karena aku masih mencintaimu!” ucapan Donghae membuat Jessica menghentikan langkahnya. Donghae berjalan mendekat dan memeluk Jessica dari belakang. “aku dekat dengan yeoja-yeoja itu hanya untuk membuatmu cemburu dan kau kembali padaku tapi ternyata perkiraanku salah. Kau malah semakin membenciku.” Ucap Donghae pelan.

Jessica melepas tangan Donghae yang melingkar dipinggangnya dengan kasar. “hentikan omong kosongmu dan temui YoonA!”

“aku serius!” Donghae nampak bersungguh-sungguh.

Jessica menatap mata Donghae lekat-lekat. Ia tidak bisa menangkap kebohongan dimata Donghae. “keure. Kalau kau memang mencintaiku, pergilah pada YoonA. Jujur aku juga masih menyukaimu dan juga menyayangimu. Dan aku tidak mau kau menjadi seorang namja brengsek yang memperlakukan yeoja sesuka hatimu. Aku tahu YoonA begitu mencintaimu. Jadi, aku minta kau untuk mulai mencintainya dengan tulus.” Ucap Jessica. Ia pun berlari keluar meninggalkan ruangan itu dan kembali menemui YoonA. “YoonA, ayo turun. Kita bicarakan baik-baik dengan Donghae.” Bujuk Jessica.

“andwae. Dia sudah tidak mau menemuiku. Aku sudah hancur, Sica.” Isak YoonA sesenggukan.

“kau masih muda. Masa depanmu masih panjang.”

“aku sudah tidak punya masa depan, Sica. Orangtua ku juga sangat kecewa bahkan mereka sudah mengusirku.”

“kita hadapi bersama-sama.” Sebuah suara mengejutkan Jessica dan YoonA.

“oppa..” gumam YoonA. Namja itu berjalan mendekati YoonA dan mengulurkan tangannya.

“aku janji akan bertanggungjawab. Sekarang turunlah.”

“tapi, bagaimana dengan sekolah?”

“kau tidak perlu khawatir tentang itu. aku sudah meminta kepala sekolah untuk tetap menerima kita disekolah ini karena ujian akhir tinggal seminggu lagi. Sekarang pegang tanganku, turun dari tempat itu.” bujuk Donghae.

YoonA tersenyum lega. Ia membalikan tubuhnya dan mengulurkan tangannya. Tapi kemudian…SRETT!!

“AAAAAAAAH….“ YoonA terpeleset.

“YOONAAAAAA!!!” teriak Donghae dan Jessica bersamaan.

Beruntung Donghae bisa menangkap tangan YoonA. YoonA tergantung di tepi gedung sekolah setinggi 4 lantai itu. murid-murid yang menyaksikan dari bawah Nampak panic. Termasuk Taeyeon, Tiffany, Sunny, Shindong, Ryeowook, Sungmin juga Leeteuk serta teman-temannya.

“pegang tanganku erat-erat! Aku akan menarikmu!” Donghae berusaha menarik YoonA. Jessica tidak tinggal diam. Ia membantu Donghae menarik tangan YoonA hingga akhirnya YoonA berhasil ditarik ke atas. YoonA segera berhambur memeluk Donghae dan menangis dipelukannya. Donghae pun melingkarkan kedua tangannya di tubuh YoonA. Jessica tersenyum melihatnya. Ia berbalik hendak pergi meninggalkan 2 orang itu tapi salah satu tangan Donghae menarik tangannya. “gomawo, Sica.” Ujar Donghae. Jessica tersenyum dan mengangguk lalu pergi meninggalkan Donghae dan YoonA.

“wah, kau jadi pahlawan, Sica.” Seru Shindong.

“bagaimana caranya kau membujuk YoonA?” tanya Sunny. Jessica tidak menjawab pertanyaan Sunny dan pergi meninggalkan kerumunan itu. Jessica berjalan sendirian menuju belakang sekolah. Ia duduk di sebuah bangku taman menatap taman bunga didepannya. Tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan sebuah kaleng minuman ringan yang dingin menempel di pipinya. Ia menoleh melihat orang yang iseng itu. ternyata Heechul. Jessica mendengus lalu mengambil minuman itu dan meminumnya. Heecul duduk disampingnya.

“gomapta.” Ucap Heechul. “kau sudah menghilangkan predikat playboy yang sudah sangat melekat di temanku itu.”

Jessica tersenyum kecil. “aku hanya tidak ingin YoonA melakukan tindakan konyol.”

“ternyata walaupun kadang kau begitu dingin dan pemarah, tapi ternyata kau masih begitu memperdulikan orang disekitarmu bahkan orang yang tidak begitu kau kenal seperti YoonA.”

“mau bagaimana lagi? Aku tidak mau membiarkan sekolah ini masuk berita karena seorang siswi kebanggaannya mati bunuh diri.”

“kau memang berbeda.” Heechul menatap Jessica. “mungkin karena itulah aku menyukaimu.” Ucapan Heechul membuat Jessica menoleh ke arahnya. “aku sudah menyukaimu sejak Donghae memperkenalkanmu padaku tahun lalu.” Heechul tampak menerawang mengingat masa itu.

KRIIIING!!

“ah, sudah bel. Aku pergi dulu. Aku harus ikut bimbingan belajar, kau tahu kan minggu depan mulai ujian.” Heechul pergi meninggalkan Jessica sendirian.

‘walaupun dia aneh, tapi…ku rasa dia orang yang baik.’ Batin Jessica.

~~

Leeteuk berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah. ‘sebentar lagi aku harus meninggalkan tempat ini.’ beberapa yeoja berbisik-bisik sambil senyum-senyum memperhatikan Leeteuk. untuk pertama kali dalam seumur hidupnya dia membalas senyuman yeoja-yeoja itu. mereka pun langsung histeris karena senang hingga seorang guru memarahi mereka karena suara mereka mengganggu siswa yang masih belajar. Leeteuk melanjutkan langkahnya, ia melihat beberapa hoobaenya bermain basket. Tanpa berpikir panjang, ia pun ikut bermain. Setelah dirasa cukup lelah, ia berhenti bermain sesaat kemudian ia melihat Taeyeon berjalan sendirian. Ia pun menghampirinya. “sendirian saja?”

“kau??” kaget Taeyeon melihat Leeteuk. “ah, ne. wae?”

“aniya. Hanya menyapa saja.”

Taeyeon tertawa, “tumben.” Taeyeon dan Leeteuk berjalan beriringan.

“apa kau sudah baikan dengan Kyuhyun?” Taeyeon tidak menjawab pertanyaan Leeteuk. “tidak apa kalau tidak mau jawab.” Taeyeon mengerutkan dahinya sambil menatap Leeteuk heran. “wae?” tanya Leeteuk.

“apa kau salah makan? Kurasa sikapmu berbeda sekali hari ini?”

“apa salahnya bersikap baik pada orang?” Leeteuk menoyor kepala Taeyeon pelan.

“aissssh baru di puji sebentar, sifat aslimu langsung keluar. Benar-benar mengerikan!” dengus Taeyeon.

“oh ya, apa kau masih takut kolam renang?”

“kenapa kau menanyakan itu?”

“aniya. Aku pernah membaca tentang pengobatan trauma. Yang justru cara menogbatinya adalah dengan mendekati apa yang ditakuti itu.”

“aku juga pernah mendengarnya.”

“apa kau sudah mencobanya?”

“ani. Aku tidak mau.” Jawab Taeyeon. “kalau aku sembuh, itu artinya aku juga akan benar-benar lupa dengan seseorang.”

“nugu?”

“kau tidak perlu tahu. Kau juga tidak akan mengenalnya.”

To be continue

sorry kependekan.. kekkekeke XD

You Are My Everything To Me (4)

Annyeong!!! 😀

Karena ff ini udah lama aku bikin dan baru sempet mostingin sekarang, jadi kebut posting berchapter-chapter.

Disini aku bakal masukin beberapa karakter baru. who is he/she? you’ll find them by yourself 😉

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon,

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;p

enjoy~!

Sementara itu Taeyeon terus berjalan menuju stasiun pengisian bensin. Langkahnya terhenti ia menoleh membelakangi jalan karena melihat pamphlet yang tertempel di dinding dan tepat saat itu sebuah mobil hitam melintas. Tidak lama kemudian ia kembali berjalan dan saat ia berbelok ia membelalakan matanya. Sebuah pemandangan yang menyakitkan baginya.BRUKKK! ia menjatuhkan jerigen bensin yang ia bawa. Ia melihat Seohyun dan Kyuhyun berciuman. Tiba-tiba sepasang tangan menutup mata Taeyeon yang sudah berair. Taeyeon jatuh tersungkur sambil menangis. Leeteuk, orang yang menutup mata Taeyeon merangkulnya secara tidak sadar dan mencoba menenangkan Taeyeon dengan lembut yang menangis terisak.

~~

“Taeyeon?” ucap Seohyun.

“Taengoo..?” kaget Kyuhyun. Seohyun menoleh kearah Kyuhyun. Kyuhyun segera berlari menghampiri Taeyeon. “Taeng..”

“pergi!!” usir Taeyeon.

“Taeyeon, kau salah paham. Aku bisa jelaskan..”

“diam!” bentak Taeyeon. “lagi-lagi kau membohongiku. Kau bilang kau pergi dengan Leeteuk tapi..tapi apa? Kau pergi dengan Seohyun dan berciuman dengannya? kau pikir aku apa?” marah Taeyeon dengan terisak. Seohyun melihatnya dari jauh dengan perasaan bersalah.

“Taeng, dengar aku. Aku tidak menciumnya. Tapi..”

“keumanhae!” sela Taeyeon lagi. “aku tidak tahu apa aku harus mempercayaimu lagi. Berkali-kali kau membohongiku.”

“Taeng..” mata Kyuhyun sudah tampak memerah. Sakit melihat orang yang dicintainya, yang ingin ia lindungi justru menangis karena dirinya sendiri.

“ku rasa hubungan kita cukup sampai disini saja. aku sudah lelah. Sulit bagiku untuk mempercayaimu lagi. Kau jahat! Aku membencimu!” Taeyeon memukul-mukul dada Kyuhyun.

“Kau boleh melakukan apapun padaku. Memukulku, memakiku tapi tolong tarik kembali ucapanmu!” ucap Kyuhyun dengan nada tinggi. Matanya sudah berkaca-kaca.

Taeyeon berhenti memukuli Kyuhyun dan terus menangis. Kyuhyun memeluknya namun sesaat kemudian Taeyeon mendorongnya dan bangkit. Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun. Leeteuk pun segera menyusulnya.

“gomawo..” ucap Taeyeon.

“eh?”

Taeyeon berbalik menghadap Leeteuk. “terima kasih kau membantuku. Kali ini kau benar-benar berguna. aku  sangat berterima kasih padamu.” Taeyeon membungkukan badannya. Lalu mereka  kembali berjalan menuju Heechul dan Jessica. “Ku pikir kau tidak akan memperdulikan apapun disekitarmu tapi ternyata kau masih memiliki sisi yang baik.” Ucap Taeyeon.

“sudahlah jangan membicarakan itu lagi.” Ujar Leeteuk.

“hei, kalian sudah kembali?” seru Jessica melihat kedatangan Leeteuk dan Taeyeon. “lho? Mana bensinnya? Taeyeon, kenapa kau menangis? Ya! apa yang sudah kau lakukan padanya?”

“itu bukan salahku. sudahlah nanti ku ceritakan. Sebaiknya kalian ikut dengaku saja. mobil Heechul biar nanti aku yang urus. Aku akan mengantar kalian.” Ucap Leeteuk.

~~

Leeteuk sudah mengantar Jessica dan Heechul. Sekarang ia sampai didepan apartemen Taeyeon.

“terima kasih sudah mengantarku.” Ucap Taeyeon.

“gwaenchanayo?”

Taeyeon terdiam dan ia kembali menangis. Leeteuk tersentak dan ia mengangkat kedua tangannya memeluk Taeyeon. Taeyeon menangis di pelukan Leeteuk. “uljima.” Leeteuk menepuk-nepuk punggung Taeyeon pelan.

~~

“kau Tiffany teman  Taeyeon kan?” tanya Kyuhyun saat di perpustakaan sekolah. “apa kau tahu dimana Taeyeon?”

“eh? Taeyeon? Ada perlu apa memangnya?”

“jawab saja!” sentak Kyuhyun tidak sabaran.

“Tadi pagi ia menghubungi bagian kesiswaan dan dia bilang akan kembali ke Jepang..”

“MWO???” Kyuhyun Nampak shock. Ia jatuh merosot ke lantai.

“eeh, eu.. Ss-Sunbae? Gwaenchanayo?” panic Tiffany. “aku panggilkan teman-temanmu dulu.” Tiffany melesat keluar dari perpustakaan dan ia melihat Siwon, Leeteuk, Donghae dan Heechul. “sunbae!” teriak Tiffany berlari menghampiri mereka. “Kyuhyun-ssi ada yang tidak beres dengannya.” ujar Tiffany sambil mengatur napasnya.

Mereka berempat  bingung dengan ucapan Tiffany, “dimana dia?” tanya Siwon.

“diperpustakaan.” Mereka berlima akhirnya menghampiri Kyuhyun yang masih duduk dilantai.

“Kyuhyun-ah, wae? Gwaenchana?” Siwon mengguncang pundak Kyuhyun.

“Taeyeon..” isak Kyuhyun.

“Taeyeon?” gumam Siwon. “Fany-ah, bisa tolong panggilkan Taeyeon kesini?”

“euh? Tapi, Taeyeon tidak ada disini. Dia kembali ke Jepang selama 3 hari. Mungkin besok lusa dia akan kembali lagi kesini.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap Tiffany, “3 hari? Kau yakin dia akan kembali?” tanya Kyuhyun.

“ne. pihak sekolah hanya memberinya waktu 3 hari. Memangnya ada apa sampai kau jadi seperti ini?” Tiffany tampak amat penasaran.

“aku yang membuatnya jadi seperti itu.” sebuah suara dari arah pintu.

“Seohyun?” Gumam Heechul.

“mungkin Taeyeon sakit hati melihatku mencium Kyuhyun-oppa. Dia sudah salah paham.” terang Seohyun lagi.

“sakit hati? Memang ada hubungan apa antara Kyuhyun dan Taeyeon?” tanya Siwon.

“mereka pacaran.” Sela Leeteuk. mereka segera berbalik menatap Leeteuk.

“MWO???”

“aku tidak tahu kalau oppa berpacaran dengan Taeyeon. Aku pikir dia belum punya yeojachingu makanya aku kembali.” Jelas Seohyun. “aku memang masih mencintai Kyuhyun tapi sejak awal aku mengenal Taeyeon, aku langsung menyukainya. Dia seorang teman yang baik dan juga tulus. Aku belum pernah mempunyai teman seperti dia. Aku selalu berpikir betapa beruntungnya namja yang menjadi kekasihnya. Saat malam pergantian tahun baru aku tahu bahwa Taeyeon adalah Taengoo yang selalu disebut-sebut oppa sebagai cinta pertamanya. Karena hal itu aku akhirnya memutuskan hubunganku dengan Kyu-oppa dan membenci Taengoo yang waktu itu aku belum mengenalnya. Sekarang aku mengerti kenapa Kyu-oppa tidak bisa melupakannya.”

“jadi sekarang kau sudah merelakan Kyuhyun dengan Taeyeon?” tanya Siwon. Seohyun tersenyum dan mengangguk.

“aku akan membantumu menjelaskan semuanya pada Taeyeon saat dia kembali.” Ucap Seohyun pada Kyuhyun.

“sudahlah, Kyu. Cepat bangun. Jangan seperti ini. dia juga pasti kembali.” Ucap Leeteuk dingin sambil membantu Kyuhyun berdiri.

~~

Sementara itu Taeyeon sudah tiba di Jepang. Kedua sahabatnya, Saki dan Toma datang menjemput Taeyeon di Tokyo Airport..

“Taeyeon, gomenasai kami tidak memberitahumu tentang Yesung.” Sesal Saki.

“aku akan memaafkan kalian kalau kalian mau mengantarku ke pemakamannya.” Ucap Taeyeon.

“mmm.baiklah. tapi sebaiknya kau pulang dulu dan beristirahat. Nanti sore kita kesana.” Ucap Toma. Taeyeon pun menurut.

Sorenya, seperti yang dijanjikan Toma, mereka bertiga pergi ke kuburan Yesung. Toma dan Saki menunggu di mobil membiarkan Taeyeon pergi sendiri menemui orang yang dirindukannya walaupun sudah tinggal nama. Taeyeon meletakan karangan bunga diatas kuburan Yesung.

“oppa, kenapa kau tidak memberitahuku? Kenapa kau pergi secepat ini?” ucap Taeyeon. “aku merindukanmu, oppa.” Taeyeon menangis.

Di dimensi lain Yesung pun menangis melihat Taeyeon yang menangis terisak didepan kuburannya. Ia mengenakan kimono putih bersih. “mianhae, Taeyeon.” Yesung mencoba menyentuh Taeyeon namun ia tidak bisa benar-benar menyentuhnya. “aku terlalu menyayangi dan tidak tega memberitahumu tentang ini. kau sudah banyak kehilangan orang-orang terdekatmu.”

Yesung tidak kuat lagi melihat Taeyeon menangis. Ia berjalan meninggalkan Taeyeon.

“kau diberi kesempatan kedua.” Sebuah suara menghentikan Yesung dan ia pun berbalik.

“siapa kau?”

“aku scheduler. Aku bertugas menjemput orang-orang yang sudah dekat dengan kematiannya. Namaku Nishijima Hidetoshi.”

“scheduler? Apa maksudmu kau malaikat kematian? Dan apa maksudmu dengan kesempatan kedua?”

“malaikat? Hmmm..kau boleh mengatakan seperti itu tapi mengambil nyawa seseorang bukan tugasku. Aku hanya sebagai penanda bahwa seseorang akan meninggal. Tentang kesempatan kedua, kau akan kembali lagi hidup didunia untuk menyampaikan apa yang tidak sempat kau katakana pada gadis malang itu.” scheduler berpakaian serba hitam itu menunjuk Taeyeon. “itulah sebabnya kenapa arwahmu masih berkeliaran disini. Karena kau masih penasaran jadi kau belum bisa diangkat ke surga.” Ucapnya lagi.

“jadi aku adalah arwah penasaran?”

“ya semacam itu.kau beruntung karena tidak banyak orang yang bisa sepertimu. Diberi kesempatan kedua. aku sudah lama menunggu gadis itu datang kemari dan pada saat itu aku akan muncul untuk memberitahumu. setelah aku memberitahumu tugasku sebagai scheduler akan selesai dan mungkin kau akan menjadi penggantiku. Dan ingat satu hal, Tuhan hanya memberimu waktu 21 hari.”

“apa?? Hanya 21 hari?? Dan kenapa kau bilang aku akan jadi penggantimu?”

“21 hari lebih baik daripada tidak sama sekali! Entahlah. Aku juga tidak tahu. Aku hanya diberi tahu oleh ketua bahwa setelah kau berhasil, kau akan jadi sepertiku dan ketua akan memberitahukanku sebuah rahasia yang aku sendiri tidak tahu.”

“baiklah. Tapi bagaimana caranya aku hidup lagi? Sedangkan tubuhku sudah dikubur dan pasti sekarang hanya tinggal tulang belulang.”

“kemarilah!” Yesung pun menuruti perkataannya. “pejamkan matamu.” scheduler menyentuh pundak yesung dan menghilang. “sekarang buka matamu.”

Yesung membuka matanya. Ia berada disebuah rumah sakit. Dihadapan Yesung terbaring seorang pria Jepang yang tidak sadarkan diri dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya. “siapa dia?” tanya Yesung.

“namanya Nishijima Takahiro. Usia 20 tahun. Dia koma sejak 1 tahun lalu karena kecelakaan. Dia hidup sendiri. tidak punya keluarga ataupun teman. Kau bisa memakai tubuhnya. Walaupun kau bukan manusia tapi tubuh itu masih hidup dan rapuh jadi kau tetap harus memberinya makan dan minum setiap hari.”

“menyedihkan sekali orang ini.”

“hei, kau harusnya berterima kasih karena akan meminjam tubuhnya.” Sembur scheduler. lalu ia memberikan sebuah benda pada Yesung.

“apa ini?”

“apa semasa hidup kau tidak memilikinya? Menyedihkan sekali.” Sindir scheduler meniru ucapan Yesung.

“aku tahu ini ponsel. Tapi untuk apa?” sahut Yesung.

“itu bukan ponsel biasa. Itu adalah timermu. Saat kau mulai masuk ke tubuhnya, waktu 21 harimu dimulai. Disitu juga ada catatan tentang orang ini. Kalau kau ada kesulitan yang sangat-sangat sulit, kau bisa tekan tombol merah itu dan aku akan segera datang. Tapi kau jangan sembarangan memanggilku. Aku sangat sibuk” Sambungnya. “kalau begitu aku pergi dulu.”

“eh, tunggu!” terlambat scheduler itu sudah menghilang. Yesung pun menekan tombol merah di ponsel itu. scheduler langsung muncul sekejap mata.

“hei! Sudah kubilang jangan sembarangan menekannya!” omel scheduler.

“aku tidak tahu bagaimana caranya masuk ke tubuh orang ini.”

“oh itu. aku lupa. Kau berbaring saja di tubuhnya dan perintahkan tubuhmu sendiri untuk masuk ke raga orang itu. kau mengerti?”

“oh, aku mengerti. Lalu kau bilang aku harus memberi dia makan. Dari mana aku mendapat uang?”

“ambil ini.” scheduler memberinya sejumlah uang. “itu cukup untuk beberapa hari. Selanjutnya kau cari pekerjaan atau apa. Baiklah, sekarang coba kau masuk.” Perintah scheduler. “ingat, pergunakan waktumu sebaik mungkin. Karena setelah 21 hari tubuhmu akan lenyap dan tentu saja kau akan menyesal.”

“tenang saja. hanya meyakinkan seseorang bahwa aku kembali sepertinya bukan hal yang sulit.”

“jangan terlalu percaya diri.”

“lalu bagaimana dengan orang ini setelah aku melewati waktu 21 hariku?”

“saat kau mulai masuk ke tubuhnya, saat itu juga ia dinyatakan meninggal.”

“apa?? Jadi aku akan membunuh orang ini??” kaget Yesung.

“tidak juga. Itu memang sudah takdirnya mati pada saat itu. dan setelah 21 hari, tubuhnya juga akan ikut lenyap bersama rohmu. sudahlah, cepat kau masuk. Aku sangat sibuk.” Perintah scheduler. Yesung akhirnya bisa masuk ke tubuh orang itu. “ingat, pergunakan waktumu sebaik mungkin.” Pesan scheduler lalu menghilang.

Seorang perawat masuk ke ruangan itu dan ia terkejut melihat orang yang selama 1  tahun koma sudah sadar. Ia segera memanggil petugas medis lainnya.

~~

Ding-dong!

Seseorang memencet bel rumah Taeyeon. Taeyeon pun membuka pintunya.

“Taeyeon!” GREB!! Orang asing itu tiba-tiba memeluk Taeyeon.

“ya! kau siapa???” panic Taeyeon sambil mencoba meloloskan diri.

Orang asing itu melepas pelukannya. “ini aku Taeyeon! Aku Yesung!”

Taeyeon tersentak. “apa?? Jangan bercanda!!! Yesung-oppa sudah meninggal. Dan kau? Siapa kau? Aku sama sekali tidak mengenalmu.” Taeyeon mundur selangkah dan menutup pintu tapi orang itu menahannya. “pergi! Atau aku panggil polisi!” ancam Taeyeon.

~~

Besoknya Taeyeon mengunjungi Saki. “kau sedang apa saki-chan?”

“aku sedang nonton drama Korea 49 days.”

“49 days? Judul yang aneh. Tentang apa?” tanya Taeyeon sambil ikut nonton.

“tentang seseorang yang kembali dari kematiannya dan diberi waktu selama 49 hari demi menyampaikan hal yang belum sempat ia sampaikan.”

DEG! Taeyeon kembali teringat dengan orang asing yang kemarin mengaku-ngaku Yesung. “memangnya ada cerita seperti itu?”

“aku tidak tahu tapi aku sering mendengar cerita tentang arwah penasaran yang kemudian kembali ke dunia karena menyesali sesuatu di masa hidupnya.” Jawab Saki.

“dimana kau dengar cerita itu?” Tanya Taeyeon penasaran.

“di komik.”

“aissh, aku kira beneran!” Taeyeon menoyor Saki dengan kesal.

“memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?”

“kemarin ada seorang pria aneh yang datang ke rumahku dan mengaku-ngaku bahwa dia adalah…” Taeyeon tidak melanjutkan ucapannya.

“siapa?”

“dia mengaku kalau dia adalah…Yesung-oppa.”

“APA???” Saki terlonjak kaget.

~~

Hari berikutnya Taeyeon, Saki dan Toma bertemu dengan orang yang mengaku bahwa dirinya adalah Yesung tapi mereka tidak mempercayainya.

“aku benar-benar Yesung sahabat kalian. Kau Kim Taeyeon, Ikuta Toma, dan kau Fukuda Saki. Aku kenal kalian.” Ucapnya berusaha meyakinkan mereka.

“penjual takoyaki di ujung jalan sana juga tahu nama kami walaupun kami tidak pernah mengenalkan diri.” Ucap Saki. “pergilah! Aku tidak tahu apa motifmu dengan mengaku-ngaku sebagai Yesung tapi berhentilah mengatakan bahwa kau adalah Yesung sahabat kami. Kami tidak buta. Kau jelas-jelas bukan Yesung.”

“tubuh ini memang bukan tubuhku. Dia adalah Nishijima Takahiro, aku hanya meminjam tubuhnya. Aku diberi waktu 21 hari untuk….”

“hahaha… berhentilah mengarang cerita yang tidak-tidak. Kau pikir kau hidup di dunia komik yang di ciptakan Fujiko F. Fujio? Kalau begitu aku juga akan mengaku bahwa aku adalah Doraemon yang selalu bisa membuat keajaiban.” ucap Toma.

“tapi aku..”

“sudahlah. Lebih baik kau jangan mengganggu kami lagi.” Ucap Taeyeon kemudian pergi dengan 2 sahabatnya itu.

Yesung hanya bisa terduduk lesu. “tidak semudah yang kau bayangkan, kan?” sebuah suara mengejutkan Yesung.

“scheduler?”

~~

Taeyeon kembali ke Korea dan sudah masuk sekolah.

“pagi, Taeyeon” sapa Seohyun. Taeyeon hanya menoleh dan tidak meresponnya. “bisa kita bicara sebentar?”

“aku sibuk,” jawab Taeyeon sambil beranjak.

“ini tentang Kyuhyun.” Ucapan Seohyun menghentikan langkah Taeyeon. “kau sudah salah paham.”

~~

Taeyeon dan Seohyun duduk disebuah bangku taman di belakang sekolah yang menghadap sebuah sungai kecil.

“aku sangat menyayangimu.” Ucapan Seohyun membuat Taeyeon tercengang. “..dan juga Kyuhyun-oppa. Jika aku memilih antara kau dan Kyuhyun-oppa, aku tidak bisa memilih salah satunya karena aku menyayangi kalian berdua. Walaupun aku belum lama mengenalmu tapi aku sudah lama tahu tentangmu. Sewaktu aku masih bersama dengan oppa, dia selalu bercerita tentang teman masa kecilnya yang ia sebut Taengoo. aku tidak tahu kalau itu adalah kau.” Seohyun  tampak berpikir mencari kata-kata yang tepat, “oppa pernah bilang bahwa sejak kecil ia sudah menyukai segala hal tentangmu. Kadang ia selalu membanding-bandingkanku denganmu. Karena hal itulah aku memilih mengakhiri hubungan kami.”

“Seo..” Taeyeon tercekat melihat mata Seohyun berkaca-kaca.

“aku kembali ke sekolah ini karena aku pikir aku bisa bersama lagi dengannya dan memperbaiki hubungan kami sebelumnya. Tapi saat aku kembali, kau sudah ada disisinya.” Seohyun menatap Taeyeon. “aku senang ternyata oppa sudah menemukan orang yang sangat dicintainya. Temuilah dia, Taeyeon.” Seohyun menggenggam tangan Taeyeon. “dia sangat mencintaimu.”

Taeyeon terdiam sejenak. “aku..aku sudah memutuskannya dan rasanya..dia berkali-kali membohongiku dan aku masih butuh waktu untuk mempercayainya lagi.”

“dia berbohong karena tidak mau kau sakit, Taeyeon.” Ujar Seohyun. Taeyeon tertunduk.

“molla.”

~~

“mau apa kau kemari?” Saki mencoba mengusir Yesung.

“aku hanya ingin menanyakan Taeyeon. Dia kemana? Apa dia sudah kembali ke Korea?”

“bukan urusanmu.” Usir saki sambil mendorong tubuh Yesung.

“dengar aku, MaSaki-chan.” Saki terhenyak mendengar nama yang disebut Yesung.

“apa kau bilang?”

“MaSaki. Kau tahu aku selalu memanggilmu seperti itu. MaSaki, Toma Saki. TaeSung, Taeyeon Yesung. Hanya kita berempat yang tahu nama-nama itu. Ini benar-benar Yesung!” jelas Yesung sambil memelas. Saki terdiam menatap Yesung tidak percaya. Yesung berjalan cepat menuju sebuah pohon didepan rumah Saki. “di bawah pohon ini, kita pernah mengubur sebuah kapsul yang berisi catatan cita-cita kita waktu kecil dan  tahun lalu kita membukanya.” Yesung kembali berjalan mendekati Saki yang tampak terkejut. “kau percaya sekarang?”

“benarkah kau ini Yesung?” mata Saki sudah berkaca-kaca.

“ne. apa kurang jelas? Aku tahu makanan favorit kita berempat. Kau sangat menyukai Tamago Nigiri, Toma sangat menggilai Takoyaki, Taeyeon sangat suka chicken katsu, dan aku menyukai Sushi. Sepulang sekolah kita sering nongkrong di toko takoyaki di ujung jalan sana dan nenek penjual takoyaki itu selalu menganggap kita berempat adalah cucunya.”

Saki membelalakan matanya karena semua yang diucapkan Yesung adalah benar.

“Ye..Yesung-kun?” Yesung mengangguk. Saki berhambur memeluknya. Yesung senang akhirnya ada yang mempercayainya. “gomenasai, aku tidak mempercayaimu. Lalu bagaimana ceritanya kau bisa hidup lagi dan menjadi orang ini?”

“Tuhan memberiku kesempatan kedua karena masih ada hal yang belum sempat aku katakan pada Taeyeon.” Yesung menceritakan semuanya. “apa Taeyeon masih di Jepang?”

“dia sudah berangkat ke Korea kemarin.” Saki dapat melihat raut kekecewaan di wajah Takahiro yang dipinjam Yesung. “kalau kau mau, aku bisa membantumu untuk bisa pergi ke Korea.”

“benarkah??”

“asal kau punya passport, aku bisa membelikanmu tiket ke Korea Selatan.”

To be continue..

You Are My Everything To Me (3)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Yesung

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;p

enjoy~!

 

 “mian..” ucap Taeyeon tiba-tiba saat lagu itu selesai. “maaf aku tidak pernah mengabarimu.” Taeyeon menunduk.

“gwaenchana. Kau sudah melewati keadaan yang sulit. Aku mengerti.”

“apa kau pikir sesulit itu?” Taeyeon menatap Kyuhyun.

“hm?” Kyuhyun memandang Taeyeon tidak mengerti.

“memang benar. Sangat sulit kehilangan orang-orang didekat kita.”

“kehilangan? Maksudmu Junsu?”

Taeyeon tersentak, “dari mana kau tahu itu?” heran Taeyeon.

“Yesung sudah menceritakan semuanya.”

“oh.” Taeyeon kembali menunduk.

“sama sulitnya sepertiku yang bertahun-tahun menunggumu tanpa kepastian.” Ucap Kyuhyun serius.

Taeyeon kembali tersentak dan menatap Kyuhyun yang masih duduk disebelahnya. Keduanya saling pandang. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Semakin dekat, Taeyeon memejamkan matanya. Dekat, dekat, semakin dekat bahkan bibir mereka sudah sedikit menempel, dan…KRIIIINGGGG!!!

Suara telepon menyadarkan keduanya dan segera menarik wajahnya. Kyuhyun salah tingkah dan semburat merah muncul dipipi Taeyeon. Kyuhyun beranjak untuk mengangkat telepon.

“oppa, aku pulang dulu.” Taeyeon keluar dari apartemen Kyuhyun dengan wajah yang memerah. Ia menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya dan tersenyum lalu berjalan masuk ke lift menuju apartemennya yang berada 1 lantai dibawah apartemen Kyuhyun.

~~

BRUK!!

“ah~!” pekik seorang yeoja berambut panjang berwarna kecoklatan.

“mian.” Ujar namja yang menabraknya di koridor sekolah dan membantunya merapikan buku-buku yang dijatuhkan yeoja itu.

“Ss-Siwon-sunbae?” tanya yeoja itu sambil memandanginya.

“ige. Kau tidak apa-apa kan?”

“ah? G-gwaenchana. Gomawo.” Yeoja itu menerima tumpukan buku yang diberikan Siwon dengan gugup. “ah.” Ia kembali menjatuhkan buku-buku itu lagi dan meringis sambil memegang pergelangan tangan kanannya.

“tanganmu terkilir.” Siwon meraih tangan yeoja itu dan memijatnya perlahan. “sepertinya kau tidak bisa membawa tumpukan buku itu. kalau begitu, biar aku yang bawa.”

“tidak usah, sunbae. Biar aku yang..”

“sudah. Tidak apa-apa. Oh ya, kau mau kemana?” Mereka akhirnya berjalan bersama menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku itu.

“maaf, aku tidak sengaja menabrakmu.” Ucap Siwon lagi setelah keluar dari perpustakaan.

“tidak apa. Aku juga salah, karena tidak hati-hati. sagwahae!” yeoja itu sedikit membungkukkan badannya.

“tanganmu sebaiknya segera di obati. Mau ku antar ke ruang kesehatan?” tawar Siwon.

“oh, tidak usah. Biar aku kesana sendiri saja.”

“baiklah, hati-hati.” Yeoja itu pun membungkuk dan berbalik menuju ruang kesehatan. “agashi!” Siwon memanggilnya lagi. Yeoja itu pun menoleh. Siwon berjalan mendekatinya. “boleh aku tahu namamu?”

“eh?” yeoja itu tercengang. “aku..Tiffany..panggil saja, Fany.” jawab Tiffany dengan gugup.

“Tiffany? Oh, keurom. Hati-hati, Fany-ah. Annyeong.” Tiffany menatap Siwon yang mulai berjalan menjauh.

‘jantungku..jantungku terasa mau melompat keluar’ batin Tiffany sambil mengelus dadanya. Ia pun merosot jatuh ke lantai. Sesaat kemudian ia mulai senyum-senyum sendiri dan lama-lama ia jadi tertawa kencang. Orang-orang disekitarnya memperhatikannya sambil berbisik-bisik.

~~

Jessica berjalan menyusuri koridor sekolah. Saat ia melewati tangga, ia melihat mantan namja chingunya yang juga salah satu dari siswa populer di sekolah itu. Lee Donghae.

Diam-diam, ia mengikuti Donghae dan seorang yeoja berambut panjang dan langsing menaiki tangga menuju atap sekolah. Jessica mengendap-ngendap dibelakang Donghae dan yeoja itu. Saat berada di atap yang sepi, Jessica memperhatikan gerak-gerik keduanya. ‘bukannya itu YoonA?’ pikir Jessica dalam hati. Mata Jessica terbelalak saat Donghae mencium bibir YoonA. YoonA membalas ciuman Donghae. Jessica semakin melebarkan matanya saat ia melihat tangan nakal Donghae mulai meraba-raba daerah-daerah sensitive tubuh Yoona. Sesaat kemudian, mereka melepas ciumannya. YoonA melepas seragamnya dan Donghae pun menurunkan celana panjangnya. Kini tampaklah Yoona yang hanya mengenakan pakaian dalam. Begitupun dengan Donghae yang hanya mengenakan underwarenya. Pakaian mereka tercecer dimana-mana. Mereka kembali berciuman. Donghae mendorong tubuh YoonA ke dinding dan mereka mulai bergulat. Jessica cepat-cepat pergi dari tempat itu. tapi karena tergesa-gesa, ia menendang kaleng cat didekatnya.

“siapa itu?” YoonA dan Donghae menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah suara. Saat ini Donghae sudah berada diatas tubuh YoonA.

Meoooong.. seekor kucing tiba-tiba keluar dari balik pintu. “oh, hanya kucing.” Jawab Donghae.

“oppa, sepertinya tidak usah kita lanjutkan.” Pinta YoonA.

“shireo. Kau tidak perlu khawatir.”

“tapi aku takut ketahuan, oppa.” Lirih YoonA.

“jangan takut. Kau tenang saja.” ucap Donghae. Ia kembali menciumi bibir YoonA. YoonA pun mulai mengalungkan kedua tangannya di pundak Donghae.

Sementara itu, Jessica berada di toilet. “michyeosso, michyeosso, jeongmal michyeosso. Bisa-bisanya mereka melakukan ‘itu’ di sekolah. Apa mereka tidak takut ketahuan? Benar-benar gila!” Jessica menyalakan keran dan membasuh wajahnya. Ia memandangi dirinya yang terpantul di cermin. “bisa-bisanya aku menyukai namja brengsek itu!” kesal Jessica.

~~

“wah, lusa hari natal. Apa kau sudah membeli pohon natal?” tanya Taeyeon pada Kyuhyun saat berjalan pulang.

“belum. Kau?”

“nado.”

“bagaimana kalau sekarang kita ke mall dan membelinya?” usul Kyuhyun.

“boleh juga. Kajja!”

“semangat sekali?” Kyuhyun mengacak rambut Taeyeon gemas.

Kyuhyun dan Taeyoen sibuk berbelanja kebutuhan natal. Mereka masuk dari satu toko ke toko lain.

“Kyu!” seseorang menepuk pundak Kyuhyun.

“Leeteuk?”

“wah, ternyata gossip murahan itu benar ya? kau pacaran dengan yeoja bodoh ini?” tunjuk Leeteuk pada Taeyeon.

“MWO??? YA! siapa yang bodoh?! Dasar makhluk idiot!” marah Taeyeon.

“hahaha..” Leeteuk tertawa sinis. “ternyata wanita tidak selalu jadi  bunga. Berpindah dari satu namja ke namja lain. Benar-benar kumbang yang anggun.”

“apa maksudmu, babo!?” pekik Taeyeon. Beberapa pengunjung mall memperhatikan mereka.

“kau mau apa?” tanya Kyuhyun mencoba bersabar menghadapi Leeteuk.

“mauku? Aku tidak mau apa-apa. Aku sudah punya segalanya.” Leeteuk menyombongkan diri.

“aissh. Dasar makhluk tidak berguna. Bisa-bisanya kau punya teman seperti itu.” ujar Taeyeon pada Kyuhyun. “sudahlah. Aku malas menanggapi namja gila sepertimu. Oppa, kita pulang.” Taeyeon menarik tangan Kyuhyun.

“oppa?? Hahaha.. kau memanggilnya oppa?” Leeteuk membuat langkah Taeyeon dan Kyuhyun terhenti. “kalau kau tahu yang di rahasiakannya, aku yakin kau tidak akan memanggilnya seperti itu lagi.” Taeyeon berbalik menatap Kyuhyun.

“rahasia? Kau menyembunyikan sesuatu dariku?” Taeyeon menatap Kyuhyun tajam.

“bukan apa-apa. jangan dengar omongan orang itu. kajja, kita pulang.”

“hah, bukan apa-apa? Kau bilang bukan apa-apa? Maksudmu Yesung tidak berarti apa-apa?” Leeteuk tertawa sinis.

“Yesung?” Taeyeon kembali menatap Kyuhyun. “kau tahu sesuatu tentang dia?” Kyuhyun menarik tangan Taeyeon menjauh dari Leeteuk. Taeyeon menepisnya. “jawab aku!!” pekik Taeyeon. Kyuhyun terdiam.

“Yesung sudah meninggal!” teriak Leeteuk.

“mwo??” Taeyeon menoleh kearah Leeteuk.

“kau tanyakan saja pada orang itu. haaah, hari ini melelahkan sekali.” Leeteuk berjalan meninggalkan Taeyeon dan Kyuhyun.

“apa maksud semua ini??” mata Taeyeon mulai berkaca-kaca.

~~

Taeyeon bergetar saat membaca surat kematian dan bukti penerbangan Yesung kembali ke Jepang.

“kenapa kau tidak memberitahuku??” marah Taeyeon. Kyuhyun memandanginya dengan penuh rasa bersalah. “wae?? Jelaskan apa maksudnya??” Taeyeon memukuli dada Kyuhyun sambil menangis.

“Yesung memintaku untuk tidak memberitahumu.” Taeyeon membulatkan matanya yang berair.

“kotjimal! Kau bohong!!”geram  Taeyeon kembali memukuli Kyuhyun. Sesaat kemudian Kyuhyun menarik Taeyeon dan….mendaratkan bibirnya tepat dibibir Taeyeon. Taeyeon berontak tapi cengkraman Kyuhyun jauh lebih kuat. Kyuhyun menciumnya dengan paksa.

“apppa yyang kkau lakukan? Mmpp..” ucap Taeyeon sambil terus berontak sambil mencoba meloloskan diri. Lama-lama pukulan Taeyeon pun melemah. Sesaat kemudian barulah Kyuhyun melepas ciumannya.

Kyuhyun menatap Taeyeon dengan sangat serius sambil mengatur nafasnya. “aku tidak bohong. Aku berniat memberitahumu waktu itu juga tapi Yesung memintaku untuk tidak memberitahumu.” Kyuhyun memegang kedua pipi Taeyeon. “percayalah! Aku akan selalu menjagamu dan melindungimu seperti janjiku dulu.” Keduanya bertatapan. Kyuhyun menurunkan tangannya dan meletakan tangannya di pundak Taeyeon. Taeyeon terdiam menatap Kyuhyun cukup lama, tiba-tiba ia berjinjit dan menarik leher Kyuhyun dan menautkan bibirnya. Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia kaget karena Taeyeon menciumnya secara tiba-tiba. Sesaat kemudian tangan Kyuhyun mulai merangkul tubuh Taeyeon dan mulai membalas ciuman Taeyeon dengan lembut.

~~

“Seohyun kembali!!” teriak Sunny.

“Seohyun? nugu?” tanya Taeyeon sambil menyantap makanannya.

“oh, kau belum tahu ya? dulu dia murid sekolah ini dan sekelas denganku juga Tiffany. Dia siswi paling populer disini. Dan dulu sempat berpacaran dengan salah satu siswa populer disini.”

“nugu? Leeteuk?” tanya Taeyeon lagi sambil meminum air mineralnya.

“bukan.” Sela Tiffany. “Kyuhyun.”

SRUUUTTTTT!! Taeyeon menyemburkan minumnya.

“kyaaa! Jorok!” pekik Tiffany yang tangannya terkena muncratan air Taeyeon sambil melapnya dengan tissue.

“kenapa kau kaget begitu, Taeyeon?” heran Sunny

“ah? A-aniya.” Gugup Taeyeon.

~~

“annyeong.” sapa Seohyun ramah sambil duduk di bangku sebelah Taeyeon setelah memperkenalkan diri didepan kelas. Taeyeon membalas sapaannya.

‘cantik. Pantas dulu Kyuhyun-oppa pacaran dengannya. Tinggi, berkaki indah, berambut panjang, dan sopan. Benar-benar sesuai dengan gadis impiannya dulu. Kontras sekali denganku yang seperti kurcaci.’ Batin Taeyeon sambil bergantian memperhatikan Seohyun dan tubuhnya.

“kenapa?” Tanya Seohyun. rupanya ia merasa Taeyeon sedang memperhatikannya.

“ah, ani. bangapseumnida.” Seohyun tersenyum.

~~

Malam natal..

“kita mau kemana, oppa?” Tanya Taeyeon.

“orang tua ku baru saja membeli villa. Bagaimana kalau kita rayakan malam natal disana?”

“mm..baiklah.”

Sesampainya di Villa, matahari sudah tenggelam di barat. Taeyeon dan Kyuhyun masuk ke villa itu dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut natal. Kyuhyun sibuk menata pohon natal dan mendekorasi ruangan. Sedangkan Taeyeon sibuk menyiapkan makanan.

Sementara itu, Tiffany tengah bersiap-siap ke gereja. Ternyata Tiffany adalah salah satu penyanyi gereja. Dentingan piano mengiringi suara indah Tiffany dan paduan suaranya. Pintu gereja terbuka dan masuklah seorang namja bertubuh tinggi. Ia mengambil tempat duduk paling depan. Namja itu tersenyum kearah Tiffany. Tiffany melihatnya dan ia pun tersenyum.

Tiffany duduk disebelah namja itu sambil mendengarkan kebaktian.

“annyeong, Siwon-sunbae.” Sapa Tiffany. Siwon membalas sapaannya. Sesaat kemudian tidak ada yang bicara. Keduanya diam. Benar-benar jemaat yang taat.

Jessica berlari keluar dari rumahnya. karena tidak berhati-hati, ia menubruk seorang namja yang berjalan berlawanan dengannya.

“kau? Bukankah kau Jessica? Yeoja chingu.. ah maksudku mantan yeojachingu temanku  Donghae kan?” tanya namja itu. Jessica tidak menjawab. Ia kembali berjalan  menuju bukit. Diam-diam namja itu mengikutinya karena merasa ada yang tidak beres dengan yeoja itu. sesampainya di bukit, Jessica duduk disalah satu bangku taman. Namja yang mengikutinya tadi mengambil tempat duduk yang tidak terlalu jauh dengan Jessica. Jessica mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

“Yunho-oppa?” ucap Jessica. Suaranya bergetar. Namja tadi terus memperhatikannya. “kapan kau pulang? Aku sudah tidak kuat menghadapi eomma dan appa yang selalu bertengkar setiap hari.” Jessica mulai menangis. “kenapa kau meninggalkanku sendirian? kenapa aku harus memiliki orangtua yang tidak pernah akur? Bahkan di malam natal yang seharusnya menjadi malam yang damai. Karena mereka, aku sekarang berubah menjadi yeoja yang emosional dan tempramental. Teman-teman mengenggapku aneh karena selalu marah-marah tanpa sebab.” namja itu memandangi punggung Jessica yang bergetar. “aku benar-benar…..” Jessica menelan ludahnya. “aku benar-benar…membenci diriku sendiri.” namja itu tampak terkejut dengan ucapan Jessica barusan. “akan menyenangkan jika aku bukan aku..” Jessica memutuskan hubungan teleponnya dan menangis terisak.

“pakai ini.” namja tadi memberinya sapu tangan.

Jessica mendongak, “Hee..Heechul?” Jessica menerima sapu tangan itu. Heechul duduk disebelahnya. “gomawo.” Ucap Jessica. “kenapa kau ada disini?”

“tadi aku melihatmu pergi dengan tergesa-gesa. Aku juga tidak tahu kenapa aku malah mengikutimu sampai sini.”

Kembali ke KyuTae..

Kyuhyun dan Taeyeon duduk menghadap beberapa makanan yang berjejer di meja. Teng Tong! Jam menunjukan waktu tepat jam 12 malam.

“kita berdo’a dulu.” Ucap Kyuhyun. Taeyeon mengangguk dan keduanya mulai berdo’a dengan khusyuk. “amien.” Kyuhyun menutup do’a.

“sikssa massike!” seru Taeyeon. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

Setelah makan, Kyuhyun mengajak Taeyeon ke ruang tengah yang ada perapiannya. Taeyeon duduk di sofa sambil mengamati dekorasi yang dipasang Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sibuk memasukan beberapa kayu bakar ke perapian itu.

“duduk disini! Hangatkan badanmu.” Kyuhyun menepuk lantai disebelahnya menyuruh Taeyeon duduk didepan perapian itu.

Taeyeon bangkit dan duduk disebelah Kyuhyun. Kyuhyun menarik Taeyeon agar kepalanya bersandar ke bahunya.

“Seohyun sudah kembali.” Ucap Taeyeon sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

“kau mengenalnya?”

“ia duduk sebangku denganku dan aku sudah dengar semuanya dari Sunny dan Tiffany. Aku rasa dia gadis yang baik. Dia juga cantik, tinggi, sopan dan berambut panjang. Sama seperti wanita yang kau impikan. Pantas saja dulu kalian berpacaran. Ku pikir kalian cukup serasi.” Kyuhyun mengerutkan keningnya dan menatap Taeyeon. Taeyeon menegakan tubuhnya.

 “kenapa kau berbicara seperti itu?” tanya Kyuhyun. Taeyeon tidak menjawab. “dia hanya masa laluku. Dan aku tidak akan kembali ke masa lalu karena aku tidak berada di masa itu sekarang.”

“bukankah aku juga bagian dari masa lalumu?”

“kau berbeda. Aku sudah tidak punya perasaan apapun dengan Seohyun. tapi perasaanku padamu tidak pernah berubah sejak dulu.”

“jadi kau memacari Seohyun sementara hatimu masih tertuju padaku?” Kyuhyun mengangguk. “huh, nappeun namja.” Taeyeon memukul lengan Kyuhyun pelan dan tertawa kecil.

Kyuhyun menarik Taeyeon ke pelukannya. “kau tidak tahu betapa sulitnya aku mendapatkanmu? Aku harus menunggu bertahun-tahun mana mungkin aku bisa melepasmu begitu saja.”

Tiffany dan Siwon berjalan keluar dari gereja. “jadi kau penyanyi di gereja ini?” Ucap Siwon.

“ne. sejak kecil aku sudah bernyanyi disini. Apa kau jemaat baru disini? Aku baru kali ini melihatmu.”

“gereja yang biasa aku datangi sudah penuh jadi aku memutuskan mencari gereja lain dan akhirnya aku menemukan gereja ini. tidak ku sangka akan bertemu denganmu, Fany-ah.” Ucapan Siwon membuat Tiffany tersipu malu. “oh ya, ku antar kau pulang ya.”

“eh? Ti..”

“jangan bilang tidak usah. Aku bosan mendengarmu mengatakan kalimat itu. kajja.” Siwon menggandeng tangan Tiffany berjalan menuju mobilnya. Hal itu  membuat wajah Tiffany semakin blushing.

Heechul dan Jessica berjalan menyusuri jalanan yang sepi. “kau yakin tidak mau pulang?” tanya Heechul. Jessica mengangguk. “kalau begitu, kau menginap di rumahku saja.”

“mwo??”

“tenang saja, aku tidak akan berbuat yang macam-macam.”

“ada siapa saja di rumahmu?”

“Orangtuaku sedang di menghadiri acara fashion di Paris. Jadi hanya  ada 10 pelayan, 6 pengawal, dan 5 sopir yang siap melayani 24 jam.”

“mwo?? Sebanyak itu??” kaget Jessica. Heechul mengangguk.

Jessica kembali di kejutkan dengan 3 pelayan wanita yang membungkuk hormat di hadapannya. “antarkan nona ini ke kamar tamu. Malam ini dia akan menginap. Dan juga beri dia pakaian ganti.” Perintah Heechul pada pelayan-pelayan itu.

~~

27 Desember

“annyeong, Taeyeon!” sapa Seohyun.

“annyeong.” Jawab Taeyeon ramah.

“nanti siang, ikut aku ya.”

“eh? Kemana?”

“salon. Aku mau memotong sedikit rambutku tapi aku tidak ada teman. Kau mau kan?”

“mmm.. baiklah.”

“yeiyy! Gomawo. Kau memang teman baikku, nona Kim!”

“hahaha.. jangan panggil aku seperti itu.”

~~

“Gomapta, Seo. Sudah mengantarku pulang.” Ucap Taeyeon begitu keluar dari mobil Seohyun.

“ne. sama-sama. Aku juga berterima kasih sudah mau menemaniku.”

“kau mau masuk dulu?” tawar Taeyeon.

“mmm.. sepertinya..” ucapan Seohyun terhenti saat ia melihat seorang namja keluar dari gedung apartemen yang ditempati Taeyeon. “bukankah itu, Kyuhyun?” Taeyeon berbalik dan melihat Kyuhyun sibuk menelpon. “kau satu apartemen dengannya?”

“dia tetanggaku. Tempat tinggalnya 1 lantai di atas apartemenku.”

“oh.. mmm..bolehkah aku mampir sebentar?”

“eh? Tentu..tentu saja.” gugup Taeyeon. Seohyun pun ikut masuk ke apartemen Taeyeon.

“kau tinggal sendiri?” tanya Seohyun sambil mengamati seluruh apartemen Taeyeon.

“ne. aku tinggal sendiri.” Taeyeon menghampiri Seohyun sambil membawa secangkir teh hangat.

“waah, kyeopta. Kau dapat darimana boneka ini?” Seohyun mengambil boneka kaktus yang tergeletak di sofa.

“itu..itu pemberian oppa ku.”

“kau sudah punya pacar?”

“maksudku orang lain yang sangat dekat denganku yang sudah ku anggap kakak sendiri. dulu dia tinggal di sebelah tapi sekarang tidak lagi.” Ucap Taeyeon menerawang mengingat wajah Yesung.

“memangnya kemana?”

Taeyeon menoleh, “2 bulan lalu ia mengalami kecelakaan pesawat dan meninggal.” Lirih Taeyeon.

“ah.. mianhae, Taeyeon.” Ucap Seohyun merasa bersalah.

Taeyeon tersenyum, “gwaenchana.”

“mmmm, Taeyeon. Apa kau bisa mengantarku ke apartemen Kyuhyun?”

“eh? Oh..tentu.”

Ting tong! Seohyun memencet bel apartemen Kyuhyun dan tidak lama kemudian Kyuhyun datang membukakan pintu.

“Oppa!!” seru Seohyun sambil menghambur memeluk Kyuhyun. Kyuhyun kaget dan melihat Taeyeon yang diam saja di belakang Seohyun. Taeyeon mengalihkan pandangannya tidak ingin melihat apa yang dilakukan Seohyun. Seohyun pun melepas pelukannya. “oppa, kau tidak mempersilahkan kami masuk?”

“eh? Oh. Silahkan masuk.”

“gomawo. Kajja, Taeyeon.” Seohyun menarik tangan Taeyeon masuk. Pandangan Taeyeon dan Kyuhyun bertemu saat Taeyeon berjalan melewatinya. “oppa, bogoshipo” ucap Seohyun manja. “kita satu sekolah tapi aku belum sekali pun melihatmu disekolah.” Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

“Seohyun ingin menemuimu. Jadi ku antar dia kesini.” Ucap Taeyeon.

“oppa, sejak kapan kau pindah kesini?” tanya Seohyun.

“aku..”

“baiklah.” Taeyeon menyela ucapan Kyuhyun. “karena kalian sudah bertemu, aku pulang dulu.”

“ne, gomapta, Taeyeon, sudah mengantarku kesini.” Ucap Seohyun.

“ne. annyeong.” Jawab Taeyeon singkat dan segera berjalan cepat keluar. Taeyeon menghela napas panjangnya setelah ia menutup pintu apartemen Kyuhyun. ‘sabar, Taeyeon.’ Taeyeon berusaha menenangkan diri.

~~

“oppa, aku pulang dulu. Lain kali aku kesini lagi.” Pamit Seohyun diparkiran apartemen.

“ne. hati-hati.”

Seohyun tersenyum senang, “annyeong.” Seohyun masuk ke mobilnya dan menyuruh sopirnya jalan. Kyuhyun kembali masuk ke apartemennya dengan gusar. Ia berhenti didepan apartemen Taeyeon dan memencet bellnya. Beberapa kali ia memencetnya tapi Taeyeon tidak juga membukakan pintunya. Akhirnya ia menyerah. Ia kembali ke kamarnya dan mencoba menghubungi ponsel Taeyeon tapi tidak diangkat. Ia mencobanya berkali-kali hingga akhirnya ponsel Taeyeon tidak di aktifkan.

~~

“tunggu, Taeyeon!” Kyuhyun menahan Taeyeon sebelum berangkat ke sekolah. “aku bisa jelaskan semuanya.”

“menjelaskan apa? Kau tidak perlu menjelaskan apapun. Aku tahu Seohyun yang menghampirimu.”

“lalu kenapa kau mendiamiku seperti ini? kenapa semalam kau tidak menjawab teleponku?”

“aku sudah tidur.” Jawab Taeyeon datar.

“lihat mataku.” Kyuhyun memandang Taeyeon lekat-lekat. “kau harus percaya padaku. aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Seohyun. aku hanya menyukaimu.”

“jeongmal?” Kyuhyun mengangguk mantap. Taeyeon pun memeluknya. “aku takut kehilangan lagi, oppa.” Lirih Taeyeon.

“aku janji tidak akan meninggalkanmu.” Jawab Kyuhyun.

Taeyeon memandangi Kyuhyun, “yaksok?” Taeyeon mengacungkan kelingkingnya.

Kyuhyun tersenyum dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Taeyeon. “yaksok” ucap Kyuhyun. Keduanya tersenyum.

~~

31 Desember

“hey, rencana kita nanti malam merayakan tahun baru jadi kan?” tanya Jessica saat berkumpul di kantin.

“aku tidak bisa. Aku harus membantu aboji mengeksport buah dan sayuran ke luar negeri.” Sesal Shindong.

“yaaah, kalau kau tidak ada tidak akan seru.” Keluh Sunny.

“tenang. Ada aku.” Seru Sungmin dengan semangat.

“aku juga tidak bisa. Aku diminta ajussi menyanyi di acara pertemuan keluarga.” Ucap Ryeowook.

“baiklah. kalau begitu nanti malam aku dan Taeyeon ke rumahmu  ya, Sica. Biar Sunny dengan Sungmin saja.” ucap Tiffany.

“sebaiknya kalian langsung berangkat saja ke sungai Han. Aku sudah ada janji dengan seseorang.” Ucap Jessica sambil senyum-senyum.

“nugu?” tanya Taeyeon.

Seseorang muncul dan menyela jawaban Jessica. “Sica, nanti malam jangan lupa.” Namja itu pun langsung pergi lagi. Jessica tersipu malu.

“apa maksudmu orang itu?” tanya Taeyeon lagi.

“ne. dan orang itu punya nama. Namanya Kim Heechul.” Balas Jessica.

“oh, mian. Aku lupa namanya. Kalau tidak salah, dia salah satu teman Leeteuk kan?” Jesicca mengiyakan pertanyaan Taeyeon.

Mereka kembali ke kelas. “Seo, nanti malam kami mengadakan acara kecil-kecilan untuk menyambut tahun baru, kau mau ikut?” ajak Taeyeon.

“aku ingin sekali tapi sepertinya aku tidak bisa. Eomma dan appa sudah memintaku untuk menghadiri pertemuan yang membosankan.” Keluh Seohyun.

~~

“nanti malam aku dan teman-temanku akan merayakan tahun baru. Kau mau ikut?” tawar Taeyeon pada Kyuhyun saat mereka didepan apartemen Taeyeon.

“sepertinya aku tidak bisa.” Sesal Kyuhyun. “aku ingin sekali ikut denganmu dan memberitahu semua orang bahwa kita sudah bersama tapi aku ada urusan dengan Leeteuk.”

“oh. Keure.”

“kau tidak marah kan?” Taeyeon menggeleng. Kyuhyun mengelus pipi Taeyeon. Dan mengecup keningnya. “masuklah. Disini dingin. Aku tidak mau kau sakit.”

“ne. kalau begitu aku masuk dulu.” Taeyeon segera masuk ke dalam apartemennya.

~~

 3..2..1.. BLAR! BLAR! BLAR!

“HAPPY NEW YEAR!!!” teriakan sambutan tahun baru bersahutan dengan kembang api yang menghiasi langit Seoul diatas sungai Han.

“kirei.” Gumam Taeyeon.

“mworago? Kau bilang apa, Taeyeon?” tanya Sungmin.

“kirei. Yeppeuta. Kembang api itu benar-benar cantik.” Kagum Taeyeon.

“apa ini pertama kalinya kau melihat kembang api? Sepertinya kau terpesona sekali?” tanya Heechul.

“ani. Waktu di Jepang juga aku sering melihat ini tapi melihat kembang api disini rasanya berbeda sekali. Mungkin karena ada kalian yang selalu baik padaku. gomapta, nae chincan chingudeul.” Ucap Taeyeon. Mereka pun tersenyum dan mengangguk.

“ngomong-ngomong, Sunny kemana?” Sungmin celingukan mencari Sunny.

“Bukannya dia  datang bersamamu?” heran Jessica.

“ne. tadi dia bilang mau ke toilet. kalau begitu aku pergi mencarinya dulu. Jangan-jangan dia tersesat.” Sungmin pun melesat mencari Sunny.

“sepertinya Sungmin begitu menyukai Sunny.” Ucap Taeyeon. Yang lain mengangguk setuju.

Sungmin berjalan kesana kemari mencari Sunny. Setelah berjalan cukup lama akhirnya ia menemukan Sunny duduk ketakutan sambil menutup telinganya di dalam lubang perosotan di taman bermain.

“Sunny, mwo haeyo?” Sungmin mengguncang pundak Sunny. Sunny mendongak dan dengan tiba-tiba ia memeluk Sungmin. Sungmin tercekat. Sunny menangis di pelukan Sungmin. “Sunny-ah, gwaenchanayo?” Sungmin mengelus punggung Sunny dengan lembut.

“aku takut.” Lirih Sunny.

“jangan takut. Ada aku.”

~~

Sunny sudah mulai tenang. Mereka berdua duduk di ayunan taman itu. Sunny menceritakan apa yang membuatnya takut. Ia takut suara ledakan meskipun itu hanya suara kembang api. Dulu ia pernah mengungsi ke Turki karena memanasnya hubungan Korsel dan Korut. Sejak itu, Sunny takut dengan bunyi keras.

“hey, kalian sedang apa?” teriak Tiffany menghampiri Sunny dan Sungmin dibelakangnya tampak teman-temannya yang lain.

“Sunny, kau kemana saja? kami mencarimu.” Tanya Taeyeon.

“mian.” Ucap Sunny.

“kalian mau kemana?” tanya Sungmin.

“kami sudah mau pulang. Kalian mau pulang sekarang?” tanya Jessica.

“ne. kami juga pulang sekarang.”

“Sunny-ah, kau baik-baik saja?” Taeyeon menangkap aura tidak enak di wajah Sunny.

“nanti ku jelaskan. Sunny, kita pulang sekarang?” ucap Sungmin. Sunny mengangguk dan pergi bersama Sungmin.

“ayo, kita juga pulang.” Ucap Tiffany.

“TIFFANY!!!” teriak seorang namja sambil berlari kecil menghampirinya.

“Siwon-sunbae?” kejut Tiffany. “sunbae, kenapa ada disini?”

“aku kebetulan lewat sini. Oh, ada yang lain juga. Annyeong..” sapa Siwon. “lho, Heechulie, kau juga disini? Kau bilang kau ada urusan sampai tidak bisa datang ke rumah Leeteuk?”

“ne, aku ada urusan dengan mereka ini. hehehe..” cengir Heechul.

“kalian mau pulang?” tanya Siwon lagi. “kalau begitu, Tiffany kau pulang denganku saja.”

“eh? Tapi..bagaimana dengan Taeyeon?” cemas Tiffany.

“sudahlah kau pulang dengan Siwon saja. biar Taeyeon ikut denganku dan Jessica.” Ujar Heechul.

“ne. Kau pulang dengannya saja. aku tidak apa-apa.” Terang Taeyeon.

“mmm..baiklah.” Tiffany dan Siwon pun pulang mendahului yang lain.

‘sepertinya semua bahagia dan mendapat pasangan masing-masing. Semoga tahun ini dan selanjutnya hubunganku dengan Kyuhyun-opppa semakin membaik.’ Batin Taeyeon.

“kajja, kita pulang.” Ujar Jessica.

-Kyuhyun Side-

Kyuhyun menghadiri acara pertemuan perusahaan keluarganya.

“Kyuhyun-oppa!” teriak seorang yeoja. Kyuhyun berbalik dan ternyata itu Seohyun. “kau datang ke acara seperti ini? kukira kau berkumpul dengan Leeteuk dan yang lainnya.”

“Leeteuk membatalkannya dan aku dipaksa orangtuaku untuk ikut kesini.”

“oh, begitu.” Seohyun mengangguk mengerti.

“Seohyun, kemari sebentar.” panggil eomma Seohyun.

“baik eomma.” Jawab Seohyun. “oppa, aku kesana dulu.” Pamit Seohyun lalu berbalik dan PRANGG!! Karena tidak hati-hati Seohyun bertabrakan dengan pelayan yang membawa minuman.

“hah gaunku!” panic Seohyun. semua tamu sudah menoleh kearahnya karena kaget saat mendengar suara pecahan gelas.

“jeosonghamnida, agashi.” Pelayan itu terus membungkuk beberapa kali meminta maaf. Seohyun terus melap bajunya sebisa mungkin dengan tangannya. Tiba-tiba Kyuhyun menghampirinya dan membantu Seohyun membersihkan tumpahan minuman itu dengan sapu tangannya. Seohyun memandangi Kyuhyun yang masih sibuk mengeringkan gaunnya.

“ya ampun, Seo..” eomma Seohyun menghampiri Seohyun. “sebaiknya kau pulang saja. pakaianmu basah. Nanti kau masuk angin.” Ucap eomma Seohyun lagi. “kau Kyuhyun kan? Bisa tolong antarkan Seohyun kami pulang?”

“jangan, eomma. Aku bisa cari taxi.” Cegah Seohyun tidak enak.

“tidak apa, Seo. Lagipula ini sudah lewat tengah malam. Akan sulit mencari taxi malam-malam begini.” Ucap Kyuhyun. Seohyun pun akhirnya menurut dan pulang dengan Kyuhyun. Kyuhyun mengenakan jasnya pada Seohyun. “bajumu basah. Nanti kau masuk angin. Pakai jas ini.” ucap Kyuhyun.

Di mobil tidak ada yang berbicara. Keduanya diam. Beberapa menit kemudian mereka tiba didepan rumah Seohyun. Kyuhyun keluar dari mobil hitamnya untuk mengantarnya.

“oppa, terima kasih sudah mengantarku.”

“cheonmaneyo. Masuklah. Ganti pakaianmu dan tidur.” Perintah Kyuhyun.

“oppa..” lirih Seohyun menatap Kyuhyun.

“ne?”

Tiba-tiba Seohyun mencium bibir Kyuhyun. Kyuhyun terbelalak namun sesaat kemudian ia sadar dan mencoba melepas ciuman Seohyun tapi rupanya Seohyun juga cukup kuat untuk tidak melepas ciumannya.

BRUKKK!! Terdengar suara benda jatuh.

Seohyun berhenti mencium Kyuhyun dan menoleh kearah suara. Begitu pun dengan Kyuhyun.

“Taengoo…” kaget Kyuhyun.

-Taeyeon side-

Mobil Heechul tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

“ada apa?” tanya Jessica.

“aigoo.. kita kehabisan bensin!”

“MWO???” kaget Taeyeon dan Jessica.

“aku cek dulu apa persediaan bensin di bagasi masih ada.” Heechul keluar dan membuka bagasinya. “aisssh.. kosong.”

“oppa, bagaimana bisa kau sampai lupa mengisi bensin?” omel Jessica.

“lupa itu sudah sifat manusia, Sica!” balas Heechul sama kesalnya.

“sudah, kalian jangan bertengkar! Apa pengisian bensin masih jauh?” Taeyeon mencoba melerai.

“kalau tidak salah, beberapa blok dari sini.” Jawab Heechul. “kalau begitu aku pergi membelinya dulu.”

“tidak usah, oppa.” Cegah Taeyeon. “kau tunggu disini saja dengan Jessica. Biar aku yang membelinya. Sini jerigennya.”

“kau yakin, Taeyeon?” ragu Jessica. Taeyeon mengangguk.

Taeyeon pun akhirnya pergi sendiri. “hei, kalian ngapain disini?” sebuah suara membuat Jessica dan Heechul menoleh.

“Leeteuk? kenapa kau ada disini?” heran Heechul.

“ya!  jangan balik nanya!”

“ige, mobilnya kehabisan bensin.” Jessica menjelaskan.

“terus, kenapa kalian masih disini? Pengisian bensin sudah dekat.”

“Taeyeon sudah pergi membelinya. ah, Teuk, temani dia. Dia pergi sendirian. Aku khawatir ada apa-apa.” Suruh Heechul.

“mwo?? Kau berani menyuruhku??”

“ayolah. Kurasa dia belum begitu jauh.” Heechul mendorong Leeteuk.

“ya! ya! aku pergi tapi jangan mendorong-dorongku!” kesal Leeteuk. lalu pergi berjalan kaki.

“tumben dia tidak keras kepala.” Heran Jessica.

Sementara itu Taeyeon terus berjalan menuju stasiun pengisian bensin. Langkahnya terhenti ia menoleh membelakangi jalan karena melihat pamphlet yang tertempel di dinding dan tepat saat itu sebuah mobil hitam melintas. Tidak lama kemudian ia kembali berjalan dan saat ia berbelok ia membelalakan matanya. Sebuah pemandangan yang menyakitkan baginya.BRUKKK! ia menjatuhkan jerigen bensin yang ia bawa. Ia melihat Seohyun dan Kyuhyun berciuman. Tiba-tiba sepasang tangan menutup mata Taeyeon yang sudah berair. Taeyeon jatuh tersungkur sambil menangis. Leeteuk, orang yang menutup mata Taeyeon merangkulnya secara tidak sadar dan mencoba menenangkan Taeyeon dengan lembut yang menangis terisak.

To be continue

You Are My Everything To Me (2)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Kim Taeyeon, Yesung

Support Cast : Super Junior, SNSD, Ikuta Toma, Fukuda Saki, Kim Junsu and others

Genre : Tentuin sendiri :P

Don’t be silent reader, please! hargai jerih payah penulis. jelek-jelek gini juga dapet mikir. ;P

langsung aja ya~ enjoy~!

Kyuhyun melajukan mobilnya menuju rumah Leeteuk. Kyuhyun tiba didepan sebuah rumah besar bergaya arsitektur Yunani yang begitu megah.

“Kyuhyun bagaimana rasanya mencium yeoja itu?” Donghae menggoda Kyuhyun yang tampak lesu. kyuhyun tidak menanggapi pertanyaan aneh Donghae. Ia duduk diam di sofa empuk rumah Leeteuk.

“untuk apa kau membantu yeoja babo itu?” sinis Leeteuk.

“berhentilah mengatainya babo.” Ucap Kyuhyun datar tanpa menoleh ke arah Leeteuk.

“ha. Apa kau menyukainya?” Kyuhyun diam saja, tidak menjawab pertanyaan Leeteuk.

“kenapa jadi aneh begini? Haha.. Kyu, ayo maen game!” ajak Heechul memecahkan keheningan. Tapi Kyuhyun malah pergi dari tempat itu dan pulang ke rumahnya.

“kenapa bocah itu? Aneh sekali.” Gumam Siwon.

“bukannya dari dulu dia memang aneh?” celetuk Donghae.

~~

Beberapa hari kemudian Taeyeon mulai membaik.

“dingin sekali. Apa salju sudah mulai turun?” Taeyeon yang baru bangun membuka jendela kamarnya. “ternyata benar. Aku ingin melewati hari pertama turun salju bersama oppa. Apa dia sudah bangun?” Taeyeon mengambil HPnya.

“oppa, kau tau hari ini mulai turun salju. Bagaimana kalau kita pergi bersama seperti tahun-tahun sebelumnya?” ajak Taeyeon.

“mianhae, Taeyeon. Aku sedang di rumah teman. Ada tugas yang harus dikerjakan.” Jawab Yesung di telepon.

“oh. Ne, gwaenchana, oppa. Jam berapa pulangnya?”

“mungkin malam.. kau sudah sarapan?”

“belum. Aku baru bangun. Ya sudah, aku jalan-jalan sendiri saja. Annyeong oppa..”

“ne. mian, Taeyeon.”

“tidak apa.” Jawab Taeyeon.

Setelah mandi dan sarapan Taeyeon keluar dari apartemen. Saat lift terbuka Taeyeon berpapasan dengan seseorang.

“sunbaenim?” Taeyeon heran kenapa orang ini ada di apartemennya.

“Taeyeon?” orang itu melangkah keluar dari lift tapi Taeyeon tidak segera masuk malah berbincang dengannya.

“sunbae, gomawo waktu itu sudah mengantarku.” Taeyeon membungkukan badannya. “apa yang kau lakukan disini?”

“eh? Oh itu.. aku mau menemui Yesung.”

“oh.. tapi Yesung-oppa sedang pergi.”

“jinjja?”

“memang ada perlu apa? Biar nanti kusampaikan.”

“mmm.. tidak. Tidak apa-apa lain kali saja aku bertemu dengannya. Oh ya, kau mau kemana?”

“aku mau jalan-jalan. Biasanya aku menghabiskan hari pertama turun salju bersama oppa tapi oppa sedang pergi jadi aku sendirian saja.”

“boleh aku ikut? Kebetulan aku sedang bosan.”

“eh? B..boleh saja. Kajja.” Gugup Taeyeon.

Taeyeon dan Kyuhyun berjalan bersama keluar dari gedung apartemen itu. Ya, orang itu Kyuhyun. Kyuhyun dan Taeyeon berjalan sampai taman. Taeyeon tampak senang berbincang dengan Kyuhyun. Ia merasa tidak asing dengannya.

“Taeyeon-ssi, aku ada kejutan untukmu.” Ucap Kyuhyun.

“eh? Mwoya?” tanya Taeyeon. Kyuhyun mengeluarkan evil-smilenya dan melompat meraih dahan pohon. Bruuuuussssttt!!!

”aaaaarrrggghhhhhh..” jerit Taeyeon terkejut. Salju-salju yang berada dipohon itu merosot ke kepala Kyuhyun dan Taeyeon. Mereka tertawa. Taeyeon ingin membalasnya tapi tangannya tidak sampai menarik dahan pohon itu. Kyuhyun menertawainya. Taeyeon kesal dan akhirnya melempar bola salju ke wajah Kyuhyun yang sedang terbahak-bahak dan lari. Kyuhyun mengejarnya. Karena langkah Taeyeon yang tidak terlalu panjang, Kyuhyun menangkapnya. Ia meraih pinggang Taeyeon supaya tidak kabur dan mengambil segenggam salju dan menggosokkannya ke wajah Taeyeon. Mereka akhirnya perang salju.

“sunbae, sudah. Aku lelah.” Kyuhyun akhirnya mengakhiri perang salju tersebut. Krubuk krubuk! Taeyeon memegang perutnya yang keroncongan dan Kyuhyun mendengarnya. Lalu mengajak Taeyeon ke toko ramen. Sore hari mereka baru pulang.

“sunbae, terima kasih sudah menemaniku. Tadi itu benar-benar menyenangkan.” Ucap Taeyeon begitu tiba di depan pintu apartemennya.

“ne, sama-sama. Masuklah.” Taeyeon mengangguk dan masuk ke apartemennya. Taeyeon menghempaskan tubuhnya ke kasur dan senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi.

Tok! Tok! Tok! Taeyeon membuka pintu dan tampak Yesung berdiri didepan pintu.

“Taeyeon, aku harus kembali ke Jepang.” Ucap Yesung setelah Taeyeon mempersilahkannya masuk.

“mwo?? Wae??”

“ayahku sakit dan aku aku harus menjaganya disana.” Taeyeon terdiam sejenak.

“geurae. Kapan kau pulang.?”

“besok siang setelah meminta cuti ke sekolah.”

“aku akan sendirian disini. Tapi kau akan kembali kesini kan?”

“tentu. Aku masih tercatat sebagai siswa di sekolahmu, Taeyeon.” Yesung mengusap rambut Taeyeon.

“aku akan sangat merindukanmu, oppa.” Taeyeon memeluk Yesung.

“nado. Tapi setidaknya dengan begini kau bisa belajar mandiri. Jaga diri baik-baik ne?”

“oppa, kau tidak akan lama kan? Kenapa bicaramu seperti itu? Semoga ayahmu cepat sembuh dan kau bisa segera kembali ke sini.” Yesung hanya tersenyum.

~~

1 bulan Taeyeon hidup sendiri. Sejak Yesung kembali ke Jepang, Taeyeon tidak pernah mendengar kabarnya.

“oppa, kau ini kemana? Apa kau tidak akan kembali?” gumam Taeyeon menatap foto Yesung yang menggendong Taeyeon dipunggungnya.

Taeyeon merapikan peralatan sekolahnya dan berangkat ke sekolah.

“hyung, bukankah itu Taeyeon?” ucap Heechul. Leeteuk hanya menoleh ke arah Taeyeon yang tengah bersenda gurau dengan teman-temannya. “apa dia tahu berita Yesung? Sepertinya dia tidak mengetahuinya.”

“bukan urusanku.” Ucap Leeteuk.

~~

Taeyeon duduk sendirian di taman dekat apartemennya.

“ngapain disini?”

“eh? Kyuhyun-sunbae? Kenapa ada disini?”

“aku baru saja pindah ke apartemen ini. oh ya, ini ada hadiah dari Yesung.” Kyuhyun menyerahkan boneka kaktus pada  Taeyeon.

“Yesung-oppa?. Sunbae, apa kau tahu sesuatu tentang Yesung-oopa? Sepertinya kalian dekat sekali?”

“eh? Molla. Ini..kemarin Yesung mengirimkan ini dan menyuruhku memberikannya padamu” Jawab Kyuhyun tergagap, ‘mian aku berbohong, Taeng. Aku tidak mau kau sedih dan menangis lagi kalau kau tahu yang sebenarnya,’ batin Kyuhyun.

Flashback

Malam hari setelah kepulangan Yesung, Kyuhyun sedang asyik bermain dengan PSPnya tiba-tiba dikejutkan dengan dering telepon rumahnya. ‘siapa? Mengganggu saja.’ gumamnya sambil beranjak untuk mengangkat telepon

“yoboseyo?”

“apa benar ini kediaman Kim Jongwoon?”

“maaf, sepertinya anda salah sambung tapi, aku kenal Kim Jongwoon. Ada apa?”

“oh, kami dari rumah sakit Incheon. Pesawat yang di tumpangi saudara Kim mengalami kecelakaan saat akan take off dan sekarang ia kritis.”

“MWO???” kaget Kyuhyun.

“Bisakah anda datang ke rumah sakit untuk memastikannya?”

“nn-ne. aku segera kesana.” Kyuhyun pun bergegas menuju rumah sakit.

Kyuhyun tiba di rumah sakit dan langsung masuk ke ruang ICU. Ia melihat Yesung terbaring lemah. Beberapa saat kemudian Yesung sadar.

“Yesung-ah, kau sudah siuman? Aku panggil dokter dulu.”

“jangan.” Ucapan Yesung menghentikan langkah Kyuhyun. “tolong jangan beritahu Taeyeon tentang ini. ia sudah kehilangan banyak.” Ucap Yesung terbata-bata. “tolong berikan hadiah itu padanya. Ia sangat menyukai kaktus.” Yesung menunjuk boneka kaktus yang disimpan di meja sebelah tempat tidurnya. “aku titip Taeyeon. Aku mempercayaimu karena kau teman masa kecilnya.” Setelah berbicara itu, Yesung menghembuskan napas terakhirnya.

Flashback End

“sudah 1 bulan lebih ia tidak mengabariku. Apa dia baik-baik saja. apakah Appanya belum sembuh sampai dia menunda kepulangannya. Orangtuaku juga tidak mengatakan apa-apa.”

“bersabarlah.” Nasihat Kyuhyun.

~~

Kyuhyun tinggal di apartemen yang sama dengan Taeyeon. Kadang mereka pulang bersama setelah sekolah dan mereka semakin akrab. Hal itu membuat beberapa siswi lain iri dengan Taeyeon.

“sepertinya Kyu-oppa tertarik dengan yeoja itu. aissh apa bagusnya sih yeoja itu?” ucap seorang yeoja yang memperhatikan Taeyeon dan Kyuhyun di perpustakaan pada kedua temannya.

“apa pekerjaanmu hanya menggunjingkan orang lain?” sebuah suara namja dibelakang mereka.

“ss-sunbae??” kaget ketiga yeoja itu lalu pergi.

“sepertinya benar apa yang dikatakan yeoja itu.” gumam Siwon.

“bisa-bisanya dia tertarik dengan yeoja babo seperti dia.” Ujar Leeteuk.

“kenapa kau begitu membencinya? Hati-hati, bisa-bisa di masa depan kau malah menyukainya. Kurasa dia cukup manis.” Jawab Donghae.

“mana mungkin aku menyukai yeoja menyebalkan seperti itu.” ketus Leeteuk lalu pergi mendahului teman-temannya.

~~

“haah.. lapar sekali.” Ujar Kyuhyun saat berjalan di lorong apartemen.

“nado.” Terlintas sebuah ide di benak Taeyeon. “sunbae, bagaimana kalau kita masak?”

“memangnya kau bisa masak?” ragu Kyuhyun.

“kau meragukanku??” sewot Taeyeon.

“ani. Hanya saja aku takut besok tidak bisa ke sekolah karena terkena diare.”

“ya sudah kalau tidak mau!” Taeyeon berjalan mendahului Kyuhyun.

“chankaman!” Kyuhyun menahan Taeyeon. “baiklah. Ayo kita belanja bahan-bahannya.” Taeyeon pun langsung nyengir.

Taeyeon dan Kyuhyun kembali dari supermarket.

“kita memasak dimana?” tanya Taeyeon.

“sebaiknya di apartemenmu saja. aku tidak punya alat-alat memasak.”

“keure.”

“kita akan masak apa?” tanya Kyuhyun.

“kita? Kau akan membantuku memasak?”

“wae? tidak mau?”

“ah, aniya. Itu lebih baik. Dengan begitu pekerjaan akan cepat selesai.”

“apa yang akan dimasak?”

“bibimbap, seolleongtang dan shinseolo.”

“bukankah itu semua makanan Korea? Kau bisa membuat masakan Korea?”

“walaupun aku tinggal di Jepang, tapi eomma selalu mengajariku memasak makanan Korea.” Jawab Taeyeon. Kyuhyun mengangguk mengerti.

Mereka mulai memasak. “potongan bawang daunnya kurang tipis. Seperti ini.” Taeyeon mengajari Kyuhyun.

“aku kan tidak tahu.” Jawab Kyuhyun kembali memotong bawang-bawangnya. Taeyeon memperhatikan wajah Kyuhyun. “apa wajahku begitu tampan sampai kau memandangiku terus?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan perhatiannya dari sayuran yang ia potong.

Taeyeon sedikit tersentak. “ani. Hanya saja aku merasa wajahmu begitu familiar.” sahut Taeyeon. Kyuhyun menghentikan aktifitasnya. “aku teringat teman kecilku tapi aku tidak ingat namanya karena waktu SMP aku sempat mengalami kecelakaan dan terkena amnesia ringan. Tapi satu hal yang aku ingat, dulu aku selalu berbicara kalau aku besar nanti, aku hanya ingin menikah dengan temanku itu.” kenang Taeyeon. “sepertinya masa kecilku dulu begitu menyenangkan.” Taeyeon mengambil irisan bawang yang dipotong Kyuhyun dan memasukannya ke sup seolleotang.

Kyuhyun menoleh, “kau sama sekali tidak mengingatnya?” tanya Kyuhyun. Taeyeon menggeleng. “apa kau masih ingin menikah dengan orang itu?”

Taeyeon tertawa kecil. “entahlah. Mungkin sekarang dia sudah memiliki yeoja chingu. Waktu SD saja dia begitu di sukai anak-anak perempuan.”

“apa yang akan kau lakukan kalau dia ada didepanmu?”

“mm..mungkin aku akan memeluknya.” Jawab Taeyeon.

GREB!! Tiba-tiba Kyuhyun menarik Taeyeon kedalam pelukannya “ya! apa yang kau lakukan??” Taeyeon berontak namun usahanya sia-sia karena Kyuhyun lebih kuat darinya. Taeyeon terus berontak dan memukul-mukul dada bidang Kyuhyun tapi Kyuhyun terus memeluknya dengan erat. Akhirnya Kyuhyun melepas pelukannya. Memegang kedua pundak Taeyeon dan menatap Taeyeon yang nampak masih kaget.

“aku teman kecilmu itu, Taengoo.” Kyuhyun menatapnya dalam. “aku GameKyu mu. Kau selalu memanggilku begitu karena aku sangat menyukai game.” Taeyeon membelalakan matanya. “lihat ini.” Kyuhyun memperlihatkan foto mereka berdua waktu kecil. Lalu meraih tangan kiri Taeyeon. “bekas luka ini, kau terjatuh karena terserempet sepeda saat ditaman.”

Tiba-tiba bayangan hitam putih muncul di benaknya. Gambaran sepasang anak perempuan dan laki-laki muncul di pikirannya.

“GameKyu, oppa!”

“Taeng, awas!”

“gwaenchana, Kyuhyun-ah. Taeyeon tidak apa-apa.”

“Taeng, mianhae. Mulai sekarang aku berjanji akan selalu melindungimu.”

“wah, kau hebat, Taeyeonie.”

“aku akan mengalahkanmu, oppa!”

“selamat jalan, Taengoo. jangan lupa kabari aku!”

Taeyeon memegang kepalanya yang terasa sakit. “gwaenchana?” panic Kyuhyun lalu menuntun Taeyeon duduk di sofa.

“benarkah itu kau?” lirih Taeyeon.

“apa kepalamu masih sakit?” tanya Kyuhyun lagi.

“aku tanya, apa benar itu kau???” ujar Taeyeon dengan nada tinggi. Kyuhyun mengangguk pelan.

“sebaiknya kau istirahat dulu. Biar aku yang membereskan makanannya.” Kyuhyun beranjak ke dapur.

Taeyeon memperhatikannya. “oppa? GameKyu oppa? Kyuhyun….oppa? “ gumam Taeyeon. Ia masih ragu dengan ucapan Kyuhyun.

“makanan sudah siap.” Ucapan Kyuhyun membuyarkan lamunan Taeyeon.

~~

“bagaimana bisa teman yang begitu dekat bahkan satu apartemen bisa tidak tahu keadaannya.” Ujar Leeteuk saat Taeyeon melintas di hadapannya. Taeyeon menghentikan langkahnya dan berbalik menoleh Leeteuk.

“apa maksudmu?”

“tanyakan saja pada oppa barumu itu.” Leeteuk pergi meninggalkan Taeyeon yang masih mencerna ucapannya.

“Taeyeon!” Kyuhyun menepuk pundak Taeyeon. “kajja! Kita pulang sekarang.” Kyuhyun menarik tangan Taeyeon.

“oppa..” ucapan Taeyeon membuat Kyuhyun menoleh.

“o-oppa? Kau memanggilku oppa?”

“bukankah kau bilang kau teman kecilku? Bukannya dulu aku selalu memanggilmu seperti itu?”

“ah? Oh.. ne. kau bisa memanggilku dengan nama itu.” jawab Kyuhyun. Taeyeon pun pergi mendahului Kyuhyun. Kyuhyun menatap Taeyeon yang berjalan menjauh. Seutas senyum muncul di bibirnya.

“apa ada hal lain yang tidak aku ketahui darimu?” tanya Taeyeon saat ia berada didepan pintu apartemennya.

“mmm.. sepertinya tidak.”

“oh. Semoga benar seperti itu. Keureom, aku masuk dulu.” Ucap Taeyeon. Kyuhyun mengangguk dan menunggu Taeyeon masuk lalu ia pergi menuju apartemennya.

~~

Taeyeon memencet bel apartemen Kyuhyun.

“oppa, aku bawakan sup. Kau belum makan kan?” ucap Taeyeon sambil meletakkan sup itu di meja.

“oh, gomapta, Taeng.” Kyuhyun mencicipi sup itu.

“eottoke?”

“mashitta! Kau yang membuatnya?” Taeyeon mengangguk. “kau benar-benar calon istri yang baik.” Ucapan Kyuhyun membuat Taeyeon tertawa terbahak. “kau tidak mau makan juga?” Taeyeon menggeleng. “ya sudah.” Kyuhyun kembali menikmati sup itu.

Taeyeon memperhatikan sekeliling apartemen Kyuhyun. Pandangannya terhenti saat melihat sebuah grand piano hitam. Taeyeon beranjak mendekati piano itu dan duduk di kursinya.

“kau bisa bermain piano?” tanya Kyuhyun yang berjalan mendekatinya.

“tidak terlalu. Tapi aku suka bernyanyi.”

“mau bermain denganku?” tanya Kyuhyun sambil duduk disebelah Taeyeon dan meletakan sepuluh jari-jari tangannya di atas papan tuts piano itu.

“baiklah.”

Jemari tangan Kyuhyun menari dengan indah diatas tuts piano itu.

Fly me to the moon
Let me play among the stars
Let me see what spring is like
On a, Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me

Fill my heart with song
And let me sing for ever more
You are all I long for
All I worship and adore
In other words, please be true
In other words, I love you~

“mian..” ucap Taeyeon tiba-tiba saat lagu itu selesai. “maaf aku tidak pernah mengabarimu.” Taeyeon menunduk.

“gwaenchana. Kau sudah melewati keadaan yang sulit. Aku mengerti.”

“apa kau pikir sesulit itu?” Taeyeon menatap Kyuhyun.

“hm?” Kyuhyun memandang Taeyeon tidak mengerti.

“memang benar. Sangat sulit kehilangan orang-orang didekat kita.”

“kehilangan? Maksudmu Junsu?”

Taeyeon tersentak, “dari mana kau tahu itu?” heran Taeyeon.

“Yesung sudah menceritakan semuanya.”

“oh.” Taeyeon kembali menunduk.

“sama sulitnya sepertiku yang bertahun-tahun menunggumu tanpa kepastian.” Ucap Kyuhyun serius.

Taeyeon kembali tersentak dan menatap Kyuhyun yang masih duduk disebelahnya. Keduanya saling pandang. Perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Semakin dekat, Taeyeon memejamkan matanya. Dekat, dekat, semakin dekat bahkan bibir mereka sudah sedikit menempel, dan…KRIIIINGGGG!!!

Suara telepon menyadarkan keduanya dan segera menarik wajahnya. Kyuhyun salah tingkah dan semburat merah muncul dipipi Taeyeon. Kyuhyun beranjak untuk mengangkat telepon.

“oppa, aku pulang dulu.” Taeyeon keluar dari apartemen Kyuhyun dengan wajah yang memerah. Ia menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya dan tersenyum lalu berjalan masuk ke lift menuju apartemennya yang berada 1 lantai dibawah apartemen Kyuhyun.

To be continue