Blog Archives

[FF] I’ll Protect You (Chapter 2)

taejae

Author : Ashiya

Cast :

  • Kim Taeyeon (Girls’ Generation)
  • Kim Jaejoong (JYJ)
  • Kim Junsu (JYJ)

Other cast :

  • Park Bom (2NE1)
  • Gong Minzy (2NE1)
  • Choi Seunghyun (Big Bang)
  • Kim Bum
  • Kim Soeun
  • etc. You’ll find them later..

Genre :

  • Fantasy, Action, Mystery

Length :

  • Multichapter

Disclaimer : This fiction is mine. Adapted by Charlaine Haris’s novel “Dead Until Dark”

Copyright : © ashiya19.wordpress.com 2014. All Rights Reserved.

Warn : Tokoh Choi Dongwook/Se7en di chapter 1 di ganti oleh Choi Seunghyun/TOP Big Bang. Soalnya agak kurang sreg SE7EN di pasangin sama Bom. :3 TOP juga sih sebenernya kurang sreg juga. tapi ga pa-pa deh. hihi..

Happy reading~ Read the rest of this entry

Advertisements

[FF] Behind That Window, The Love Blows (Chapter 1)

Author : Ashiya
Main Cast  : Xiah Junsu (JYJ), Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Hyunbin
Other Cast : Ha Jiwon, Kim Hyoyeon (Girls’ Generation), Lee Eunhyuk (Super Junior), etc.
Genre : romance, comedy
Disclaimer : The story is 100% mine.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Language : Bahasa Indonesia

-Behind That Window, The Love Blows Chapter 1-

Taeyeon POV

Musim gugur adalah pertama kalinya aku bertemu namja itu. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dulu aku tidak mempercayai hal seperti itu hingga akhirnya aku merasakannya sendiri. Namun sepertinya rasa cintaku ini akan berakhir dengan cepat, dan aku harus segera mengucapkan selamat tinggal.

Langit musim gugur, angin di musim gugur, taman saat musim gugur, anjing saat musim gugur. Hal-hal itu yang menyatukan pertemuanku dengannya. Nae gaeul namja. Pria musim gugurku. Read the rest of this entry

[Pic/Comic] 7 Mini FanFics o.O

1. SeoKyuTae

ashiya19.wordpress.com

2. TaeYongSeo

ashiya19.wordpress.com

3. Taengoo & Jo Twins

ashiya19.wordpress.com

4. Blank Taeyeon

ashiya19.wordpress.com

5. KyuTaeHae

ashiya19.wordpress.comashiya19.wordpress.com

6. We Got Married – TaeSu

ashiya19.wordpress.com

7. TaeSu Effect *lol*

ashiya19.wordpress.com

All these pictures are mine! 😀

Rate, comment, like please! 😉

[FF] I’ll Protect You (Chapter 1)

Author : Ashiya
Main Cast : Kim Taeyeon (Girls’ Generation), Kim Jaejoong (JYJ), Kim Junsu (JYJ)
Support Cast : Kim Bum, Kim Hyuna (4minutes), Jang Hyunseung (B2ST), Park Bom (2NE1), Choi Dongwook (SE7EN), Kim Soeun, Gong Minzy (2NE1)
Genre : Dark Fantasy
Rating : M
Disclaimer : Title belongs to Kim Jaejoong. The story is inspired by Charlaine Harris’s novel, Death Until Dark.
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
No Plagiat!

Teaser

 

Taeyeon POV

Aku sudah lama menantikan kedatangannya selama bertahun-tahun ketika ia melangkah memasuki bar. Sejak para vampir keluar dari peti-peti mati mereka beberapa tahun lalu, aku selalu berharap ada satu  saja vampir yang datang ke kota ini. Bertahun-tahun aku menunggu vampirku datang menemuiku.

Bisa dibilang aku jarang sekali berkencan. Bukan karena aku tidak cantik. Aku cantik. Rambutku panjang, mataku bersinar cemerlang, dan usiaku 25 tahun usia Korea. Meskipun aku tidak terlalu tinggi, namun aku tampak lumayan sebagai pelayan bar. Aku selalu mengenakan seragam yang dipilih bosku, Kim Junsu : celana pendek hitam, T-shirt putih, kaus kaki putih, dan sneakers hitam.

Selain itu, aku juga punya “kelainan”. Orang-orang banyak yang menganggap aku ini gila. Yah, setidaknya aku menyebutnya begitu. Kelainan atau kegilaan, sama saja. Aku nyaris tidak pernah berkencan, maka dari itu perhatian kecil sangat berarti bagiku.

Dan hari ini dia, vampir itu, duduk di salah satu meja yang menjadi tanggung jawabku. Aku langsung tahu makhluk apa dia. Namun entah kenapa orang-orang tidak ada yang menyadari perbedaannya. Bagiku, kulitnya berpendar, dan seketika aku tahu.

Taeyeon POV End

Taeyeon begitu gembira dengan kehadiran vampir itu. Ia berjalan dengan penuh percaya diri mendekati meja vampir itu. Bosnya, Junsu mendongak dari minuman yang sedang diraciknya dan tersenyum pada Taeyeon.

Vampir itu tampak terserap dalam pikirannya, dan itu memberikan kesempatan bagi Taeyeon untuk mengamatinya secara menyeluruh sebelum akhirnya vampir itu mendongak. Taeyeon memperkirakan tingginya hanya sedikit di bawah 180 cm. Rambutnya hitam tebal dan lurus, alisnya tebal, bibirnya elok, terpahat tajam, dan ia sangat pucat. Hidungnya yang mancung, membuatnya seperti tokoh-tokoh pria dalam komik manga. Matanya gelap, bahkan lebih gelap dari rambutnya, dan bagian putihnya sangat putih.

“siap untuk memesan?” tanya Taeyeon dengan ramah.

Vampir itu mengangkat alis, “ada darah sintetis?”

“sayang sekali tidak ada. Tapi Junsu sudah memesannya dan baru datang minggu depan.” Jawab Taeyeon.

“kalau begitu anggur merah saja.” kata vampir itu dengan suara yang sejuk dan jernih, seperti aliran air diatas batu-batu yang licin.

Taeyeon tergelak, “ia terlalu sempurna.” Batin Taeyeon.

“jangan hiraukan, Taeyeon, tuan, dia memang gila!” terdengar suara yang sangat dikenal oleh Taeyeon dan kebahagiaannya seketika memudar, walaupun ia masih merasakan senyum yang masih tersungging dibibirnya.

Vampir itu menatap Taeyeon, menyaksikan kehidupan yang menghilang dari wajahnya.

“aku akan segera kembali membawakan anggurmu.” Ucap Taeyeon sambil berlalu, tanpa sedetik pun melirik tampang angkuh Jang Hyunseung dan kekasihnya, Kim Hyuna. Taeyeon menyebut mereka pasangan trouble maker karena mereka selalu saja mengacaukan kehidupannya. Mereka akan melakukan apa saja untuk mengganggu Taeyeon. Taeyeon sangat membenci mereka dan berharap mereka terlempar keluar Paju semendadak mereka terlempar masuk.

Pertama kali mereka datang ke bar Xiah itu, tanpa sengaja Taeyeon mendengar pikiran mereka. Jadi Taeyeon tahu hal tentang pasangan trouble maker ini yang tidak diketahui orang lain. Satu contoh, Taeyeon tahu mereka pernah di penjara, namun Taeyeon tidak mengetahui penyebabnya. Contoh lainnya, Taeyeon selalu mendengar pikiran mesum Hyunseung. Dan juga mendengar pikiran Hyuna yang pernah menelantarkan bayi yang dilahirkannya 2 tahun lalu, bayi yang bukan anak Hyunseung. Dan juga mereka tidak pernah memberikan tip pada para pelayan di bar itu.

Junsu menuangkan anggur ke dalam gelas, memandang ke meja vampir itu sambil meletakan anggur itu di nampan yang dipegang Taeyeon. Junsu tahu bahwa tamunya itu adalah makhluk abadi. Junsu adalah bos Taeyeon dan juga pemilik bar itu. Matanya kecoklatan, rambutnya pun berwarna coklat. Kulitnya putih dan jika tertawa, tawanya sangat unik. Meskipun ia tampak ramping dalam pakaiannya, namun taeyeon pernah melihatnya bertelanjang dada saat mengangkut barang-barang di belakang bar itu dan badannya cukup kekar dan berotot. Taeyeon tidak pernah menyadap pikiran Junsu karena ia adalah atasannya. Taeyeon berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena mengetahui hal-hal yang sangat pribadi dan tidak ingin di ketahui orang lain.

Junsu tidak berkomentar, hanya memberikan anggur pesanan tamu. Setelah itu Taeyeon kembali menghampiri vampir itu.

“anggur anda, tuan.” Taeyeon meletakan gelas anggur itu di mejanya. Vampir itu memandangnya sekali lagi, dan Taeyeon menatap balik matanya yang indah itu selagi ada kesempatan. “silahkan,” kata Taeyeon dengan ramah.

Dibelakangnya, Hyunseung berteriak, “hey, Taeyeon! Bawakan lagi sojunya kesini!”

Taeyeon menarik napas panjang dan berputar untuk  mengambilkan apa yang dimintanya. Hyuna tampak menarik malam ini. Ia mengenakan baju terusan bermotif macan. (*raawrrrrr #author konslet! xD) Rambut hitam tebal dan panjang di tata modis. Lipstiknya yang berwarna merah terang menyapu bibirnya yang penuh.

Sesaat kemudian, Taeyeon baru menyadari bahwa pasangan itu sudah pindah ke meja vampir itu. Dan hal itu membuat Taeyeon kesal. Mereka mengajaknya mengobrol. Vampir itu terlihat tidak terlalu menanggapi, tapi juga tidak beranjak dari tempat duduknya.

“lihat itu!” kata Taeyeon pada Bom, rekannya sesama pelayan. Bom berambut merah dan kulitnya sangat putih matanya bulat dan akan membentuk eyesmile jika tersenyum. Usianya 5 tahun lebih tua dari Taeyeon namun sudah pernah menikah 2 kali. Bom memiliki 2 anak, dan terkadang ia juga menganggap Taeyeon anak ketiganya.

“orang baru ya?” tanya Bom tampak tidak tertarik. Saat ini Bom berkencan dengan seorang namja bernama Choi Dongwook. Walaupun mereka tampak tidak terlalu cocok namun Bom tampak begitu bahagia. Dongwook adalah suami pertamanya yang pernah ia ceraikan namun tampaknya kini mereka rujuk kembali.

“dia seorang vampir, eonni!” ujar Taeyeon seperti ingin berbagi kesenangannya dengan orang lain.

“benarkah? Di Paju? Wah,” sahut Bom sedikit memperlihatkan bahwa ia menghargai antusiasme Taeyeon. “pasti ia tidak pintar jika bersama dengan pasangan trouble maker. Dan tampaknya Hyuna sedang menggodanya.”

Taeyeon baru sadar setelah Bom mengemukakan hal itu. Bom sangat pandai menangkap gelagat seseorang berkat pengalamannya dibanding Taeyeon yang masih hijau.

Vampir itu sedang lapar. Taeyeon sering mendengar bahwa darah sintetis yang dikembangkan di Jepang bisa memenuhi nutrisi, namun tidak memuaskan rasa lapar mereka. Itulah sebabnya selalu ada “insiden sial” dari waktu ke waktu. Dan di meja itu, Hyuna tengah membelai tenggorokannya memamerkan leher jenjangnya.

“dasar sundal!” umpat Taeyeon.

Tidak lama kemudian, Kim Bum, kakak Taeyeon masuk dan memeluknya. Dia tahu para wanita menyukai pria yang menyayangi keluarganya. Jadi, ia mendapatkan nilai itu dengan memeluk adiknya itu. Padahal ia tidak perlu melakukan itu untuk menaikan pamornya. Ia tampan. Walaupun terkadang ia bisa menyebalkan juga dimata Taeyeon, namun kebanyakan para perempan memilih mengabaikan itu.

“hey, Taeng. Bagaimana kabar halmoni?” tanya Kim Bum.

“baik-baik saja, seperti biasa. Tengoklah!”

“ne. aku akan kesana. Siapa yang kosong malam ini?” tanyanya lagi.

“cari saja sendiri.” Jawab Taeyeon.

Ketika Kim Bum mulai mengedarkan pandangannya, seketika para yeoja yang ada di bar itu mengangkat tangannya panik untuk merapikan rambut, pakaian, bibir mereka. Bahkan saat ia masuk ke bar itu, Bom ikut merapikan kausnya. Rekan kerja Taeyeon yang lain, Minzy, mengibaskan rambutnya dan menegakkan punggungnya agar dadanya terlihat membusung. Kim Bum melambaikan tangannya. Minzy pura-pura mengacuhkannya, sepertinya saat ini mereka sedang tidak akur. Tapi meskipun begitu, ia masih ingin mendapatkan perhatian Kim Bum.

Taeyeon kembali mengalihkan perhatiannya pada vampir itu. Ia sedang mengobrol dengan Hyuna. Hyunseung menatapnya dengan ekspresi begitu antusias sampai-sampai Taeyeon merasa cemas.

Taeyeon berjalan mendekati meja vampir itu dan  mengamati Hyunseung. Akhirnya ia menurunkan penjagaannya untuk mendengarkan pikiran pasangan itu.

Begitu Taeyeon tahu apa yang ada dipikiran mereka, ia membelalakan matanya. Hyunseung dan Hyuna dipenjara karena menguras darah vampir!

Marah bercampur cemas, Taeyeon bergerak mengambil minuman dan membawanya ke meja lain yang dekat dengan meja vampir itu.

Setelah mendengar pikiran mereka, Taeyeon baru tahu bahwa darah vampir dipercaya berkhasiat meringankan gejala penyakit dan meningkatkan gairah. Ada pasar gelap untuk memperjual belikan darah vampir dengan harga yang cukup tinggi. Dan pasangan trouble maker ini adalah salah satu pemasoknya.

Mereka pernah menjebak vampir dan menguras darahnya, lalu menjual darah vampir dalam ampul seharga 200 ribu won perunit . Biasanya vampir yang telah terkuras tidak akan bertahan hidup. Para penguras itu akan meninggalkan korbannya dalam keadaan terpancang atau dibuang begitu saja di tempat terbuka. Begitu matahari terbit, habislah mereka. Keadaan berbalik jika si vampir berhasil meloloskan diri. Penguraslah yang akan mati terkuras.

Taeyeon melihat vampir itu bangkit dan beranjak pergi bersama pasangan itu. Hyunseung menatap Taeyeon dan ia terlihat terkejut melihat ekspresi di wajah Taeyeon. Lalu ia berbalik, mengerdikkan bahu meremehkan, sama seperti semua orang yang selalu menganggapnya gila karena kemampuan membaca pikirannya itu. Sikap itu membuat Taeyeon marah. Sangat marah.

“eottoke?” pikir Taeyeon melihat mereka mulai keluar dari bar itu.”apa vampir itu akan mempercayaiku jika aku mengejarnya dan memberitahunya? Tidak ada yang percaya padaku. Kalaupun kebetulan ada yang percaya, mereka akan benci dan takut padaku karena telah membaca pikiran mereka. Orang-orang tidak mau mengakuinya meskipun mereka percaya dengan kelainanku ini. Tapi mereka hanya akan menganggapku gila. Dan memang terkadang aku merasa hampir gila!”

Bom pernah meminta Taeyeon membaca pikiran suami keduanya karena ia merasa suaminya itu akan meninggalkan dirinya dan kedua anaknya. Namun Taeyeon menolak permintaan itu karena ia ingin mempertahankan satu-satunya teman yang ia punya.

Taeyeon gugup, bingung, takut, dan marah. Tapi kemudian ia tahu ia harus bertindak. Taeyeon mendekati kakanya yang sedang merayu Soeun, salah satu pelanggan setia bar itu. Menurut kabar, Soeun tidak mudah tergoda.

“oppa!” panggilan Taeyeon mendesak. Kim Bum pun menoleh dengan memberikan tatapan jangan-menggangguku. “apa kau masih menyimpan rantai itu di bagasi mobilmu?”

“tidak pernah pergi kemana pun tanpa membawanya.” Ujarnya malas. Mata Kim Bum menyelidik wajah Taeyeon mencari tanda-tanda masalah, “kau mau berkelahi?”

Taeyeon memberikan senyum manisnya pada kakaknya itu, “kuharap tidak.” Kata Taeyeon dengan riang.

“hey, kau butuh bantuan?” tawar Kim Bum.

“tidak, terima kasih.” Tolak Taeyeon lalu menghampiri Bom memintanya melayani meja yang menjadi tanggung jawabnya untuk sementara.

“aku akan segera kembali setelah menyelesaikan urusanku. Kalau kau membersihkan meja-meja bagianku, aku akan membersihkan bagianmu lain kali.” Bom menganggukan kepalanya menyanggupi permintaan Taeyeon.

Taeyeon keluar melalui pintu karyawan yang berada di belakang bar itu. Dan ia menunjuk pintu itu pada Junsu memberitahunya bahwa ia meminta ijinnya keluar. Junsu mengangguk dan kembali meneruskan pekerjaannya menuangkan minuman namun ia tampak tidak senang.

Taeyeon berjalan mengendap-ngendap menuju belakang mobil Kim Bum yang terparkir di belakang bar bernama Xiah itu. Ia berusaha sebisa mungkin tidak mengeluarkan bunyi saat ia menapaki jalanan berkerikil itu.  Taeyeon mengambil rantai milik Kim Bum dan kembali berjalan mengendap-ngendap menuju sisi lain bar. Bar itu masih di kelilingi hutan. Junsu memastikan lingkungan cukup terang, tapi cahaya menyilaukan  dari lampu yang dipasang tinggi, membuat segalanya tampak ganjil.

Taeyeon melihat mobil sport merah milik pasangan itu. Taeyeon menggulung rantai itu ke tubuhnya agar tidak berbunyi saat bergerak. Taeyeon mengedaran pandangannya mencari mereka. Di satu sudut yang dekat hutan dengan dahan-dahan pepohonan yang menjuntai, ia mendengar suara erangan kesakitan dan bisik-bisik pelan. Taeyeon melihat vampir itu terbaring terlentang di tanah, wajahnya memperlihatkan penderitaan dengan taring yang mencuat keluar. Kilauan rantai menyilang kedua pergelangan tangannya dan turun hingga ke mata kaki. Rantai perak. Menurut cerita-cerita populer, vampir sangat alergi pada perak dan jika benda itu mengenai kulitnya, akan melepuh.

Di tanah, di dekat kaki Hyuna, tergeletak 2 ampul darah yang telah disedot. Dan Taeyeon melihat wanita itu sedang memasang penyedot baru pada jarum.

Mereka memunggungi Taeyeon dan vampir itu belum melihat Taeyeon yang mendekatinya pelan-pelan. Taeyeon melepaskan rantai yang menggulung di tubuhnya. Taeyeon teringat pandangan Hyunseung yang merendahkannya dan juga tidak pernah memberinya tip. Ia memutuskan menjerat Hyunseung terlebih dahulu. Taeyeon belum pernah terlibat perkelahian sebelumnya namun entah kenapa, ia benar-benar menantikan kesempatan itu sekarang.

Taeyeon mengayunkan rantainya dan benda itu menghantam punggung Hyunseung hingga membuatnya jatuh tersungkur disebelah korbannya. Ia menjerit dan segera melompat bangun. Sementara itu, ampul ketiga Hyuna hampir penuh dengan darah vampir.

Tangan Hyunseung merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sesuatu yang bersinar. Taeyeon menelan ludahnya. Hyunseung memegang pisau. Ia mencoba menyerang Taeyeon namun beruntung Taeyeon dapat menghindarinya walaupun ia terkena sedikit goresan di pahanya. Taeyeon mengayunkan rantainya dan sukses melilit di leher Hyunseung. Ia tercekik rantai itu sementara Taeyeon semakin mengeratkannya. Ia menjatuhkan pisaunya dan mencoba melepas rantai itu dengan kedua tangannya. Kehabisan udara, ia berlutut di aspal kasar, merenggut rantai itu dari tangan Taeyeon.

Begitu rantai itu terlepas, Taeyeon segera membungkuk menyambar pisau Hyunseung dan mengacung-acungkan kearahnya. Hyuna menyerbu maju tampak seperti penyihir fanatik diantara garis-garis bayangan yang dihasilkan cahaya lampu.

Ia berhenti di tempat ketika melihat pisau itu berada di tangan Taeyeon. Dia mengutuk, mencerca, dan mengumpat. Taeyeon menunggunya sampai ia kehabisan kata-kata dan membentak, “pergi!!”

Hyuna menatap Taeyeon dengan penuh kebencian. Dia berusaha meraup ampul-ampul darah, tetapi Taeyeon menghardiknya agar meninggalkan semuanya. Hyuna menarik Hyunseung hingga berdiri. Namja itu masih berdeguk, tercekik dan memegangi rantainya. Hyuna menyeretnya ke mobil mereka dan mendorongnya ke kursi penumpang. Lalu ia segera menghempaskan dirinya di kursi kemudi.

Saat mendengar deru mobil itu, Taeyeon segera sadar bahwa mereka punya senjata baru. Taeyeon berlari menuju vampir itu dan terengah-engah, “dorong dengan kakimu!” Taeyeon memegangi ketiaknya dan menariknya mundur dengan menjejakkan kaki. Mobil itu nyaris saja menerjang keduanya namun beruntung mereka dapat luput dari serangan Hyuna. Hyuna membanting setirnya untuk menghindari tabrakan dengan pohon pinus, lalu mobil berjalan menjauh.

“fiuhh..” Taeyeon menarik napas dan berlutut di sebelah vampir itu karena kakinya tak mampu lagi bergerak. Taeyeon terengah-engah, mencoba menenangkan diri sendiri. Vampir itu bergerak sedikit dan Taeyeon memandangnya. Taeyeon terkejut melihat gumpalan asap dari pergelangan tangannya yang tersentuh perak.

“oh, kasihan sekali kau!” ucap Taeyeon. Ia merasa marah pada dirinya sendiri karena terlambat menolongnya. Taeyeon segera melepaskan rantai perak tipis dan panjang itu dari kaki dan tangan vampir itu. Ia penasaran dengan cara apa Hyunseung dan Hyuna mengalihkan perhatiannya sementara mereka mengambil posisi untuk menjeratnya dengan perak.

“mianhae, aku tidak datang lebih cepat.” Ucap Taeyeon penuh penyesalan. “kau akan segera pulih, kan? Apa kau ingin aku pergi?”

“ani.” Jawaban itu membuat Taeyeon senang hingga ia menambahkan, “mereka bisa datang lagi, dan aku belum bisa melawan.”

Taeyeon memasang wajah masam. Dan sementara vampir itu memulihkan diri, Taeyeon berjaga-jaga. Taeyeon duduk membelakanginya memberinya sedikit privasi. Taeyeon mengerti tidak nyaman di pandangi orang lain sementara ia sedang terluka. Tidak lama kemudian vampir itu sudah duduk.

Ia tidak langsung bicara. Taeyeon menoleh menatapnya dan menyadari bahwa vampir itu berada lebih dekat dari yang ia kira. Matanya yang tajam menatap Taeyeon. Taringnya sudah kembali tertarik masuk.

“gomawo.” Ujarnya kaku.

Taeyeon POV

“gomawo.” Ucapnya terdengar kaku.

Jadi ia tidak senang sudah diselamatkan oleh yeoja? Dasar namja!

Ternyata ia begitu tidak tahu terima kasih, kupikir aku bisa membalasnya dengan ketidaksopananku cukup setimpal. Aku menurunkan penjagaanku hendak mendengar pikirannya. Lalu aku….. eh? Aku tak mendengar apa-apa!

“Oh!” seruku terkejut. “aku tak bisa mendengarmu!”

“gomawo.” Kata vampir itu menggerakan bibirnya secara berlebihan.

“ani, bukan begitu maksudku. Aku bisa mendengarmu berbicara, tapi….” Dan didalam ledakan semangat, aku melakukan sesuatu yang takkan  kulakukan dalam keadaan biasa. Aku berbalik menghadapnya dan meletakka tanganku di kedua sisi wajahnya yang pucat kemudian aku menatapnya lekat-lekat. Ku fokuskan energiku  untuk membaca pikirannya. Tapi…aku tak mendengar apapun!

Taeyeon POV end

Mata vampir itu melebar dan menggelap, tetapi ia tetap diam.

“oh, mianhae.” Taeyeon terkesiap baru menyadari apa yang baru dilakukannya. Taeyeon menarik tangannya dari wajah vampir itu.

Taeyeon mulai berbicara tentang Hyunseung dan Hyuna namun di benaknya sibuk memikirkan betapa luar biasanya berada di dekat  seseorang yang tak bisa ia baca pikirannya. Taeyeon tidak akan mengetahui apa yang ada dibenak vampir itu kecuali kalau ia mengatakannya keras-keras. Betapa senangnya Taeyeon mendapatkan kesunyian itu.

“…jadi, kupikir aku datang kesini saja untuk melihat bagaimana keadaanmu.” ucap Taeyeon.

“kau datang kesini untuk menolongku. Itu sungguh tindakan yang sangat berani,” sahut vampir itu dengan suara yang begitu halus seperti hendak memikat korbannya.

“hajima!” ketus Taeyeon.

Vampir itu tampak tercengang sesaat sebelum ekspresi wajahnya kembali datar. “apa kau tidak takut berduaan saja dengan vampir yang kelaparan?” tanyanya. Ada kesan menggoda namun berbahaya pada kata-katanya.

“aniyo.”

“apa kau pikir bahwa dengan menyelamatkanku kau sudah aman, bahwa aku memiliki sedikit saja perasaan sentimental setelah menjadi vampir bertahun-tahun? Vampir sering berbalik menyerang orang yang mempercayainya. Kau tahu, kami tidak menganut nilai-nilai manusia.”

“manusia juga banyak yang mengkhianati sesamanya,” ujar Taeyeon. “aku tidak sebodoh itu.” Taeyeon menelengkan lehernya dan melilitkan rantai perak itu di leher dan lengannya sendiri. Hal itu membuat vampir tersebut menggigil.

“tapi ada arteri yang tampak nikmat di pahamu.” Ucap vampir itu setelah jeda beberapa saat untuk menguasai diri.

“itu tidak sopan, aku tidak mau mendengar!”

Sekali lagi mereka saling bertatapan dalam keheningan. Taeyeon takut tidak bisa bertemu dengannya lagi. Kunjungan pertamanya ke bar Xiah berakhir seperti ini. Maka Taeyeon mencoba menyerap setiap detil moment-moment langka itu. Baginya ini adalah sebuah hadiah yang sangat berharga. Taeyeon ingin menyentuhnya sekali lagi karena ia sudah lupa bagaimana rasanya menyentuh vampir itu. Tapi Taeyeon berpikir kembali, tindakan itu akan melewati batas-batas tata krama, dan mungkin akan mendorong vampir itu melancarkan godaannya lagi.

“apa kau mau meminum darah yang sudah mereka kumpulkan?” tanya vampir itu tiba-tiba, “sebagai tanda terima kasihku.” Ia menunjuk ampul-ampul darah yang tergeletak di aspal. “darahku dipercaya meningkatkan kesehatan dan menyalakan gairah suami-istri.”

“aku sehat seperti kuda, dan aku belum menikah.” Jawab Taeyeon cepat. “kau bisa melakukan apapun dengan darahmu itu.”

“kau bisa menjualnya,” sarannya, tapi sepertinya ia hanya ingin melihat reaksi Taeyeon.

“aku tidak mau menyentuhnya!” ketus Taeyeon.

“kau berbeda,” ucap vampir itu memandang Taeyeon. “makhluk apa kau?”

“aku Kim Taeyeon, seorang pelayan.” Sahut Taeyeon. “siapa namamu?”

“Jaejoong.” Jawab vampir itu.

“vampir Jaejoong!” seru Taeyeon. “kukira namamu Robert, Edward, atau Jasper! Aigoo.. Jaejoong!” tawa Taeyeon. Sudah lama ia tidak merasakan tawa selepas itu. “baiklah, Jaejoong, sampai nanti. Aku harus kembali bekerja.” Ucap Taeyeon.

Taeyeon meletakan tangannya di bahu Jaejoong dan menjadikannya tumpuan untuk bangkit. Bahunya sekeras batu. Taeyeon merapikan kaus kakinya dan memastikan tingginya sama. Dan juga ia merapikan pakaiannya kalau-kalau kotor atau robek akibat perkelahian tadi. Setelah itu melambaikan tangannya pada Jaejoong sambil berjalan kembali menuju bar.

Taeyeon merasa begitu gembira hingga tersenyum terus. Tapi Kim Bum pasti akan sangat marah tentang rantainya.

To be continue..

A5-4Q_DCYAEZRo8-horz

[FF] He’s Beautiful (Chapter 2)

Main Cast : Kim Junsu, Kim Taeyeon, Kim Heechul
Other Cast : Look at the teaser!
Genre : Romance, Comedy
Rating : T
Disclaimer : The story is 100% mine and a lil bit adapted from Japan manga created by Hisaya Nakajo, titled Hanazakari No Kimitachi E
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Dilarang memplagiat ff ini!

Author tadi bilang mau lanjut Purple Butterfly ya d komenan? hehe… tiba-tiba author keabisan kata-kata di ff itu dan akhirnya lanjutin yang ini dulu.
Okay, selamat menikmati *bow bareng Changmin di belakang meja prasmanan*

-Previous Chapter-
Heechul menghampiri Taeyeon yang sedang melamun.
“ya! Taeyeon-ssi. Perkenalkan, Kim Heechul imnida. Namja paling tampan seantero Seoul Namja High School, calon pemain sepak bola dunia. Panggil aku Heechul.” Ucap Heechul percaya diri.

“eh? Oh.. emm, annyeong Heechul-ssi!” Taeyeon buru-buru berdiri dan membungkukan badannya memberikan salam.

“hmm…badanmu kecil tapi sepertinya kau cukup berotot. Apa kau sering fitness?”

“eh?? Aniyo…”jawab Taeyeon.

Tiba-tiba Heechul menarik tangan Taeyeon hingga berdiri dan mendorongnya ke dinding. Taeyeon yang kaget membelalakan matanya. Semua murid melihat adegan itu, termasuk Junsu. Lalu Heechul tiba-tiba mendaratkan tangannya di kedua dada Taeyeon yang tidak terlalu bidang (yah namanya juga perempuan). Taeyeon tersentak kaget. Heechul mengerutkan dahinya.
‘ommo!! Dia menyentuh dadaku?? Eottokke?? Eottokke?? Gimana kalau aku ketahuan??’ batin Taeyeon.

“hmmm..kau tampak seperti…yeoja??” ucap Heechul tetap meletakan kedua tangannya di dada Taeyeon dan tatapannya beralih ke kedua mata Taeyeon dengan tatapan serius.

“MWO??? Aku ketahuan??? Eottokke?? Belum satu hari aku disini penyamaranku sudah terbongkar!!” batin Taeyeon panik menggigit bibir bawahnya.

“aku kira badannya lebih bagus dariku.”

“eh?” kejut Taeyeon mendengar ucapan Heechul.

“Ternyata dia sama sekali tidak berotot. Hahaha…” Heechul tertawa keras sambil melepaskan tangannya dari dada Taeyeon.

‘fiuhh.. aku kira aku ketahuan. Tapi…..huaaaaa…dia..dia..menyentuh dadaku..?’ batin Taeyeon panik menutupi dadanya dengan kedua tangannya.

-He’s Beautiful Chapter 2-

Saat istirahat..

“Taeyeon-ssi…!” Heechul menepuk Taeyeon yang sedang berjalan di koridor sekolah. Taeyeon terkejut dan segera menutupi dadanya. Ia jadi lebih berhati-hati ketika berdekatan dengan Heechul. “kau sudah tahu akan sekamar dengan siapa?” .

“belum. Wae?” tanya Taeyeon tanpa melepaskan tangannya yang menutupi dadanya dan hal itu membuat Heechul mengerutkan keningnya.

“apa ada yang salah denganmu?” heran Heehul. “kenapa kau terus menutupi dadamu?”

“eh? A..aniyo..” gugup Taeyeon menurunkan kedua tangannya dari dadanya.

Heechul menggeleng-gelengkan kepalanya melihat reaksi Taeyeon. “kau tahu, kudengar kau akan sekamar dengan Junsu.”

“HEH???” kaget Taeyeon dengan suara capslock(?) nya.

“aissh..kau merusak gendang telingaku.” Dengus Heechul mengusap-usap telinga Shindong.

“ya!! Kenapa kau mengusap-usap telingaku?” heran Shindong.

“oh, mian, aku salah mengambil telinga.” Jawab Heechul melepaskan telinga Shindong.

“jadi aku akan sekamar dengannya?” tanya Taeyeon lagi dan di balas anggukan Heechul.

Setelah itu Heechul mengajak Taeyeon berkeliling sekolah dan juga asrama tempat mereka tinggal. Heechul membawa Taeyeon menuju kantin di sekolah itu, dan disana Taeyeon melihat Siwon yang tampak sibuk membaca alkitab. Kemudian Heechul membawanya ke lapangan sekolah.

“Dulu aku, Junsu dan yang lainnya sering bermain bola di tempat ini. Tapi sejak kecelakaan di Amerika, Junsu tidak pernah mendatangi tempat ini lagi.” Ucap Heechul.

Dari nada bicaranya ia tampak sedih mengingat Junsu yang mundur dan tidak mau bermain lagi. Taeyeon pun merasa bersalah dengan kenyataan itu. Sesaat kemudian ia melihat ke bangku penonton, tampak seorang namja yang telah ia lihat sebelumnya duduk diantara barisan bangku penonton. Dia adalah Choi Siwon.

“kenapa ia bisa ada disini? Bukannya tadi ia berada di kantin?” pikir Taeyeon.

Setelah itu Heechul membawa Taeyeon ke asrama.

“ini adalah tempat kita semua berkumpul.” Ucap Heechul menunjukan sebuah ruangan yang cukup luas. “di sebelah sini ada kandang anjing yang hanya menyukai Junsu dan para wanita. Kalau kau dekat-dekat kau bisa habis digigit…..”

“whoaaaa…kyeopta!” ucapan Heechul terpotong karena Taeyeon tampak gemas dengan anjing bernama Xiahki itu. Heechul hanya bengong menganga melihat Xiahki yang tampak senang menjilati wajah Taeyeon. Setahunya Xiahki adalah anjing mata keranjang yang hanya bersikap manis pada perempuan dan Junsu karena Junsu yang menemukan anjing itu terlantar didepan asrama mereka.

tumblr_lpsft7AzJy1qbi3a3

“aneh?” gumam Heechul.

Saat Taeyeon asyik bermain dengan Xiahki, ia menangkap bayangan sosok laki-laki dan saat ia perhatikan kembali. Ternyata itu adalah Siwon yang mondar-mandir membaca alkitabnya. Taeyeon membelalakan mata dan lari sambil berteriak, “HANTUUUUUUUU!!!!”

“hm??” bingung Heechul dan Siwon melihat Taeyeon yang lari kocar-kacir. Heechul mengejarnya hingga akhirnya ia mendapati Taeyeon yang ngos-ngosan di luar asrama itu.

“ya! Kenapa kau lari?” tanya Heechul.

“barusan aku melihat hantu.” Jawab Taeyeon mengatur napasnya.

“hantu?” bingung Heechul.

“ne. hantu seorang namja yang mondar-mandir membaca alkitab. Ia ada dimana-mana. Apa kau tidak melihatnya? Tubuhnya sangat tinggi dan wajahnya tampak pucat.”

“mwo? Maksudmu Siwon?? Hahaha…” tawa Heechul. “dia bukan hantu!”

“eh?”

“dia memang sedikit aneh tapi ia bukan hantu. Tapi meskipun begitu, Siwon bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat.”

“hm? Maksudmu…?”

“ia bisa melihat hantu.” jawab Heechul.

“jadi artinya ia bisa melihat bangsanya sendiri?” tanya Taeyeon dengan wajah innocent.

“bangsanya sendiri?? ya! Sudah ku bilang ia bukan hantu.”

**

Setelah puas berwisata(?) keliling sekolah dengan Heechul, Taeyeon memasuki kamarnya dan ia langsung disuguhi pemandangan yang hampir membuat matanya melompat keluar dari tempatnya.

Junsu berdiri hanya dengan mengenakan handuk yang menutupi bagian bawahnya dan dengan rambut yang basah. Taeyeon segera berbalik dan itu membuat Junsu mengerutkan dahinya.

“Ada yang salah?”

“a..aniyo..” Taeyeon berjalan menyamping seperti kepiting, memunggungi Junsu berjalan menaiki tangga tempat tidurnya yang berada diatas.

Malam harinya Taeyeon berbaring di tempat tidurnya dan memandang langit-langit kamarnya. “aku tidak percaya  aku bisa tinggal sekamar dengan idolaku.” Ucapnya tersenyum dan kemudian tertidur.

**

Keesokan harinya Taeyeon terlambat bangun dan ia segera berlari menuju sekolah. Saat ia berlari menuju tempat penyimpanan sepatu, ia bertabrakan dengan seorang namja.

“AKKH!!!” erang Taeyeon kesakitan karena bokongnya yang mencium(?) lantai dengan keras. Saat ia mendongakan kepalanya, ia melihat sosok namja berwajah cantik(?) mengenakan pakaian dokter.

“ya! Kalau jalan pakai mata!” marah dokter itu menepuk-nepuk pakaiannya.

“eh? Setahuku jalan itu pakai kaki?” jawab Taeyeon dengan wajah polosnya membuat dokter itu memelototkan matanya.

“apa kau bilang??” pelotot dokter itu. Ia melihat name tag di baju Taeyeon. “oh, jadi kau yang bernama Kim Taeyeon itu?” ucapnya dengan mimik muka yang berbeda dari sebelumnya. Mimik wajah seekor singa(?) yang hendak menerkam mangsanya.

“n..ne..” jawab Taeyeon gugup sambil berjalan mundur karena dokter itu berjalan mendekatinya.

Dokter itu memegang satu tangan Taeyeon dan hal itu membuat Taeyeon semakin ketakutan. Dokter itu mengerutkan dahinya melihat wajah Taeyeon.

“apa benar kau itu namja? Kenapa namamu seperti nama yeoja? Dan juga…wajahmu lebih cocok disebut cantik daripada tampan?” ucap dokter itu.

“memangnya kau tampan? Kau juga cantik padahal kau jelas-jelas namja!” batin Taeyeon sambil menghindari tatapan dokter itu.

“Jaejoong-uisanim!” panggil seorang murid membuat dokter itu melepas tatapannya dari Taeyeon. “Eunhyuk terpeleset kulit pisang dan pipinya bengkak karena membentur pantat Shindong.”

“anak itu termakan senjatanya sendiri.” Ucap dokter bernama Jaejoong itu. “salahnya sendiri buang kulit pisang sembarangan.” Dokter itu pun berjalan meninggalkan Taeyeon namun ia kembali berbalik menatap Taeyeon dengan tajam sambil menyeringai. “aku merasa ada yang aneh denganmu. Aku meragukanmu kalau kau adalah seorang laki-laki.”

Ucapan dokter itu membuat Taeyeon terentak. “mwo?? Apa ia tahu kalau aku yeoja??”

To be Continue~

hmmm…agak kriuk-kriuk ya komedinya? o.Oa

P.s : jangan panggil diriku min ya, chingudeul.^^ namaku bukan mimin apalagi momon. hahaha..
lebih suka dipanggil author daripada admin. atau kalian boleh panggil eonni, noona, saeng, asal jangan ajumma aja. o.Oa (FYI, I’m 91 liner)

[FF] He’s Beautiful (Chapter 1)

Main Cast : Kim Junsu, Kim Taeyeon, Kim Heechul
Other Cast : Look at the teaser
Genre : Romance, Comedy
Rating : T
Disclaimer : The story is 100% mine and a lil bit adapted from Japan manga created by Hisaya Nakajo, titled Hanazakari No Kimitachi E
©Copyright : ashiya19.wordpress.com
Dilarang memplagiat ff ini! *pasang tampang serius Yunho #huh??

Tadinya author ga bakal publish ff dulu malem ini tapi untung tugas author udah kelar jadi ada waktu buat mampir kesini sebelum akhirnya ketemu Xiah Junsu ntar malem. hihihihi
FF ini tadinya ga bakal di publish dulu dan lanjutin yang Only One, tapi setelah diliat lagi yang Only One masih kependekan. jadi ini aja dulu deh. semoga suka~ 😀

-Chapter 1-
Dengan susah payah, Shindong berlari kencang menuju kelasnya, kelas 2A.
Kelas itu sangat ribut. Saking ributnya, bisa dibilang seperti kandang monyet. Ada yang berlarian, main bola, saling membully hingga ada yang adem-ayem damai sentosa tidur dengan iler kemana-mana.
“ya!! Semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..!” teriak Shindong, seketika gempa lokal terjadi di kelas itu. “hari ini kita akan kedatangan murid baru dari Amerika!” lanjut Shindong semangat.
“benarkah?? Waaahhh seperti apa ya?” tanya salah satu murid.
“aku bisa membayangkan, rambutnya pirang, badannya tinggi…”
“hidung mancung………”
“badan sexy dan hot….” Ucap Yunho mendesah dan segera ia mendapat seruan dan ada yang melemparinya dengan gumpalan kertas, buku, pulpen, piring, gelas, teko (3 yang terakhir gak deh. XD)
Kelas kembali ribut seperti penangkaran orang utan dengan penghuni yang berkeliaran, loncat kesana kemari.
Tidak berapa lama kemudian, Yoo Jaesuk, wakil kepala sekolah masuk ke kelas itu.
“perhatiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann!!!!” tiba-tiba saja gempa lokal kembali mengguncang kelas tersebut.
“hmm… sepertinya aku perlu berlatih lagi. Gempa Jaesuk-seonsaengnim lebih dahsyat dari gempa buatanku.” gumam Shindong.
“hari ini kalian kedatangan teman baru dari Amerika. Saya harap kalian bisa membimbingnya. Taeyeon-ssi.. silahkan masuk..”

Semua murid 2A tegang seperti menunggu pemenang arisan yang akan di umumkan bu RT. Mereka penasaran seperti apa murid dari Amerika itu. Lalu murid baru yang bernama Taeyeon itu masuk. Namun tiba-tiba…
DUENGGGGG!!!
Sebuah panci besar jatuh tepat mengenai kepalanya.
“Annyeong haseyo!! Kim Taeyeon imnida. Mohon petunjuknya!” salam Taeyeon ceria dengan masih merasakan beberapa burung menari-nari mengitari kepalanya.
Murid-murid yang tegang itu berubah lesu seketika.
“aku kira dia seperti Robert Pattinson, ternyata wajahnya tampak seperti orang Korea..” kata Yunho lesu yang diikuti anggukan siswa lain.
“tapi kejutan selamat datang kita berhasil!” bangga Shindong dan Eunhyuk.
“nah, Taeyeon-ssi silahkan cari tempat duduk. Sebentar lagi guru yang akan mengajar kelas ini akan datang. oh ya, aku harap kau betah di kelas dengan penghuni yang seperti ini.” tunjuk Jaesuk pada seluruh siswa kelas 2A, dan ia langsung mendapat death glare dari siswa-siswanya itu.
“ne, kamsahamnida.”
Lalu wakil kepala sekolah berkacamata tebal itu pergi meninggalkan kelas.
Taeyeon mencari tempat duduk yang kosong. Lalu ia berjalan menuju kursi paling belakang. Saat berjalan menuju kursi itu dia tertegun melihat namja yang duduk didepan kursi yang akan didudukinya. Segera ia mengucapkan salam dan mengulurkan tangannya. “annyeong haseyo. Kim Taeyeon imnida..”
Namja itu melirik Taeyeon sebentar lalu mengalihkan kembali pandangannya ke komik yang sedang dibacanya tanpa menghiraukan Taeyeon. Taeyeon menurunkan tangannya dengan kecewa karena namja itu tidak menyambutnya dan akhirnya kembali berjalan menuju kursinya.
Ia duduk di kursi itu sambil menatap punggung namja dingin itu. Lalu ia mengingat kejadian beberapa waktu lalu di Amerika.

Flashback
“go away! What do you want to do?? Don’t bother me!” teriak Taeyeon pada sekumpulan pria kekar bertato yang mengganggunya sepulang sekolah malam hari.
“where will you go, sweety girl~?” goda pria itu sambil mencolek dagu Taeyeon. Dan satu orang lain memegang tangannya kasar.
“don’t touch me!!” teriak Taeyeon lagi.
“let her go, b*stard!!” tiba-tiba seorang pria muda (ala pahlawan bertopeng) datang dan kemudian terjadi perkelahian. Salah satu dari mereka menusukkan pisau lipatnya ke pria itu namun meleset dan mengenai kaki pria yang menolong Taeyeon itu. Merasa terancam ia meraih tangan Taeyeon dan lari dari orang-orang itu.
“you’re bleeding. I’ll take you to the hospital!!” Taeyeon cemas dan takut melihat darah yang keluar dari kaki pria itu.
“no. better you go home.” Jawab pria itu sambil terengah-engah. Kemudian pergi meninggalkan Taeyeon.
“thank you so much!!” teriak Taeyeon namun pria itu tetap pergi tanpa menoleh lagi.
“who is he?” gumam Taeyeon. Lalu ia melihat sebuah buku yang tanpa sengaja di jatuhkan pria itu. Taeyeon mengambilnya.
“Kim Junsu. Seoul Namja High School.” gumam Taeyeon. “is he… that KIM JUNSU??” Taeyeon membelalakan matanya baru menyadari bahwa yang baru saja menolongnya adalah pemain bola favoritnya. “babo! Kenapa kau tidak mengenalinya??” Taeyeon memukul-mukul kepalanya sendiri.
Flashback end

Taeyeon POV
Ini adalah hari pertama aku masuk ke sekolah ini dengan menyamar sebagai pria. Ini ku lakukan karena ingin membalas kebaikan pria yang menolongku waktu di Amerika walaupun awalnya di tentang oleh kedua orangtuaku. Dan akhirnya aku memilih lari dan terbang ke Korea Selatan. Ia bersekolah disini. Dan tidak ku sangka ternyata aku satu kelas dengannya. Orangtuaku tidak tahu bahwa aku masuk sekolah khusus pria.

Author POV
Heechul menghampiri Taeyeon yang sedang melamun.
“ya! Taeyeon-ssi. Perkenalkan, Kim Heechul imnida. Namja paling tampan seantero Seoul Namja High School, calon pemain sepak bola dunia. Panggil aku Heechul.” Ucap Heechul percaya diri.
“eh? Oh.. emm, annyeong Heechul-ssi!” Taeyeon buru-buru berdiri dan membungkukan badannya memberikan salam.
“hmm…badanmu kecil tapi sepertinya kau cukup berotot. Apa kau sering fitness?”
“eh?? Aniyo…”jawab Taeyeon.
Tiba-tiba Heechul menarik tangan Taeyeon hingga berdiri dan mendorongnya ke dinding. Taeyeon yang kaget membelalakan matanya. Semua murid melihat adegan itu, termasuk Junsu. Lalu Heechul tiba-tiba mendaratkan tangannya di kedua dada Taeyeon yang tidak terlalu bidang (yah namanya juga perempuan). Taeyeon tersentak kaget. Heechul mengerutkan dahinya.
‘ommo!! Dia menyentuh dadaku?? Eottokke?? Eottokke?? Gimana kalau aku ketahuan??’ batin Taeyeon.
“hmmm..kau tampak seperti…yeoja??” ucap Heechul tetap meletakan kedua tangannya di dada Taeyeon dan tatapannya beralih ke kedua mata Taeyeon dengan tatapan serius.
“MWO??? Aku ketahuan??? Eottokke?? Belum satu hari aku disini penyamaranku sudah terbongkar!!” batin Taeyeon panik menggigit bibir bawahnya.
“aku kira badannya lebih bagus dariku.”
“eh?” kejut Taeyeon mendengar ucap Heechul
“Ternyata dia sama sekali tidak berotot. Hahaha…” Heechul tertawa keras sambil melepaskan tangannya dari dada Taeyeon.
‘fiuhh.. aku kira aku ketahuan. Tapi…..huaaaaa…dia..dia..menyentuh dadaku..?’ batin Taeyeon panik menutupi dadanya dengan kedua tangannya.

To be continue..

[FF] He’s Beautiful (Teaser)

Author bawa teaser FF baru yang di ambil dari komik karya Hisaya Nakajo yang berjudul Hanazakari No Kimitachi E atau Hanakimi. Pernah denger kan? udah liat doramanya kan? atau yang versi Korea’nya, To The Beautiful You? 😀 kalo To The Beautiful You sih author belum sempet nonton karena ga begitu tertarik sama cast’nya. hahahaha.. lebih tertarik yang versi Jepang. 😛
Di ff ini sebagian besar author ngambil dari komik/manga’nya dan sedikit dari dorama Jepang dan juga tambahan karangan author sendiri. Genre tetep romance comedy.
Okay, pertama kita kenalan ma para cast’nya dulu. Postingan selanjutnya baru masuk ke cerita. Silakan berkenalan(?)

Kim Taeyeon
tumblr_m5l3orAs1G1rtawelo2_400
Yeoja Korea asal Amerika yang kabur ke Korea Selatan dan bersekolah di sekolah khusus pria dengan menyamar menjadi namja demi bertemu idolanya yang seorang pemain sepak bola.

Kim Junsu
Kim Junsu (Xiah) 2
Atlet sepak bola di Seoul Namja High School. Ia mendapat kecelakaan di Amerika saat menolong seorang yeoja yang tengah di ganggu pria-pria usil. Saat berkelahi dengan mereka, Junsu mengalami cedera dan membuatnya tidak dapat bermain sepak bola lagi. Saat Taeyeon datang ke sekolah itu, ia tidak menanggapinya namun kemudian tanpa sengaja ia mengetahui rahasia terbesar Taeyeon. Sejak saat itu ia mulai merasakan perasaan lain padanya bahkan menyembunyikan identitas Taeyeon yang sebenarnya dari orang lain demi keamanan yeoja itu. Termasuk Taeyeon sendiri yang tidak mengetahui kalau Junsu sudah mengetahui penyamarannya.

Kim Heechul
heechul
Siswa Seoul Namja High School yang juga atlet sepak bola, teman dekat Junsu. Sejak Taeyeon datang ke sekolah itu, ia meragukan ke normalannya sendiri karena ia menyukai Taeyeon yang ia tahu adalah seorang namja.

Jung Jessica
images (2)
Teman Taeyeon yang datang dari Amerika dan membantu Taeyeon mengetahui perasaan Junsu pada Taeyeon. Ia merasa Junsu menyukai Taeyeon hanya masalahnya apakah Junsu tahu kalau Taeyeon adalah yeoja?

Lee Donghae
dhae
Senior kelas 3. Prince sekolah itu yang banyak di gilai siswi-siswi sekolah perempuan yang dekat dengan sekolah itu. Playboy. Mempunyai banyak mantan pacar. Naksir Jessica.

Choi Siwon
images (3)
Religius, misterius, menyukai hal-hal yang berbau mistis. Memiliki kemampuan melihat makhluk halus dan membaca aura.

Shin Donghee/Shindong dan Lee Hyukjae/Eunhyuk
images (4)
Siswa Seoul Namja High School. Konyol, “bermulut ember”

Jung Yunho
csyh
Siswa Seoul Namja High school. Meskipun ia namja namun ia naksir Heechul. Agak feminin (beda banget ma aslinya! Hahaha)

Kim Junho
zuno (7)
Adik kembar Junsu (okay, berlawanan dengan fakta! kekekeke~)

Kim Jaejoong
images (5)
Dokter di sekolah Seoul Namja High School sekaligus namja tertampan di sekolah itu namun memiliki kelainan sexual. Yaoi. kekeke~

Hwang Tiffany
snsd_tiffany_wallpaper_by_fuckyeahkpop-d50q3d7
Sepupu Jaejoong yang juga teman Taeyeon dan Jessica di Amerika. Tiffany tahu tentang penyamaran Taeyeon walaupun awalnya ia menolak aksi nekat Taeyeon itu, namun akhirnya ia mengerti dan mendukungnya.

Song Jihyo
images (6)
Pemilik sekaligus kepala sekolah Seoul Namja High School

Yoo Jaesook
51yoo-jae-suk-ok
Wakil Kepala Sekolah yang sangat patuh pada perintah Song Jihyo. Berkepibadian unik.

Gimana teasernya, reader? 😀 seru? kalo banyak respon, d update secepatnya.^^

[Ficlet] Living Like A Dream

Author : Ashiya
Cast : Kim Taeyeon, Kim Junsu
Disclaimer : Title belongs to kim Jaejoong, the story is 100% mine, all cast belongs to God and their family
©Copyright : ashiya19.wordpress.com dilarang memplagiat ff ini
Length : 472 words

Adakah yang kangen sama DBSK 5? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama uri Dolphin? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama duck butt’nya? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama eu kyang-kyang’nya? *author ngacungin tangan*
Adakah yang kangen sama TaeSu moment? *author ngacungin tangan +pinjem tangan temen-temen author juga*
Author bikin FF pendek dengan pairing TaeSu. semoga suka^^
KangTae n DBSK at ChinChin

“oppa, aku pergi.”
“Kajima, Taeyeon!” Junsu menahan Taeyeon.
“aku akan kembali, jadi..”
“Kojitmal! Kau bohong.”
“aniya. Aku sangat mencintaimu.”
“bisakah kau tunjukan cintamu padaku sekarang?”
“saranghae.”
“tidak bisakah kau mencintaiku lagi?” Taeyeon terdiam. Lalu pergi meninggalkan Junsu.
Sejak saat itu Taeyeon tidak menemui Junsu lagi. Semua berawal karena hubungan mereka diketahui public dan SM meminta keduanya untuk mengakhiri hubungan itu karena mereka tidak diperbolehkan berkencan antara sesama artis SM. Namun Junsu menolak permintaan SM dan masalah semakin rumit ketika Junsu, Jaejoong dan Yoochun mendapatkan masalah kontrak ekslusif dengan SM. Mereka pun hengkang dari SM dan membentuk trio JYJ di bawah managemen C-Jes Entertainment.
28 November 2012, setelah 3 tahun berurusan dengan hukum dan menghadapi banyak larangan tampil di Korea, JYJ resmi menyelesaikan perkaranya dan memenangkan gugatannya dengan kesepakatan tidak akan saling mengganggu aktifitas masing-masing. Junsu berpikir jika dulu SM memiliki peraturan yang tidak memperbolehkan artis-artisnya berpacaran, mungkinkah sekarang setelah mereka berbeda agency, mereka bisa kembali melanjutkan hubungan mereka. Junsu sempat ragu dengan itu. Ia berpikir apakah tidak ada kemungkinan CEO SM Entertainment, Lee Sooman, tidak menaruh dendam padanya?
Taeyeon tampak serius membaca sebuah artikel di ipadnya disela-sela syuting album Jepang SNSD. Ia membaca informasi terkini mengenai penyelesaian kasus SM dan JYJ. Ia senang akhirnya JYJ memenangkan kasus itu tapi sisi lain ia merasa sedih karena itu artinya JYJ tidak akan pernah kembali lagi tampil diatas panggung bersama Yunho dan Changmin dibawah nama TVXQ.
Ia melihat foto Junsu yang tampak bahagia dengan World Tour solonya di Jerman. “oppa, kau berhasil meraih cita-citamu untuk bersolo karir.” Batin Taeyeon.
Dulu mereka memiliki cita-cita yang sama. Yaitu menjadi penyanyi solo namun tetap berjalan bersama grupnya masing-masing. Terlebih mereka pernah dinobatkan sebagai penyanyi Korea terbaik yang menempati posisi puncak. Junsu diurutan pertama dan Taeyeon kedua.
Taeyeon teringat saat dirinya, Junsu, dan Jaejoong belajar vokal bersama saat masih trainee karena mereka di ajari oleh guru vokal khusus untuk mereka bertiga. Dari situlah awal mereka saling menyukai dan mengagumi masing-masing.
Mereka berdua pernah berkata jika menikah, mereka akan melahirkan anak-anak dengan suara yang hebat dan menjadi bintang besar melebihi kedua orangtuanya saat itu. Mereka akan mengajari anak-anaknya berlatih vocal yang baik.
Junsu tersenyum miris mengingat kejadian itu. Apakah hal itu masih memungkinkan untuk terjadi? Bisakah Taeyeon kembali padanya?
Taeyeon memutar kembali memory kebersamaannya bersama Junsu. Jika ia mau, ia bisa saja meninggalkan SM dan SNSD seperti yang dilakukan JYJ pada TVXQ. Terlebih, CEO dan juga musisi hebat seperti JYP pernah mengatakan ingin bekerja sama dengannya. Namun, ia harus memikirkan nasib karir kedelapan dongsaengnya jika ia meninggalkan SNSD. Dan juga ia ingat pada janji SNSD didepan SONE bahwa mereka akan selalu tampil bersembilan. The Power of Nine. Meskipun sudah bertahu-tahun tidak saling menyapa, Taeyeon masih memperhatikan Junsu dari jauh. Bisakah Junsu kembali padanya?
**
Taeyeon menghela napasnya setelah membaca fanfiction itu. “fanfiction ini…terasa nyata.” pikir Taeyeon. “oppa, bogoshipo..”

=END=
taesu

[Oneshot] Missing You Like Crazy

Main Cast : Kim Taeyeon, Xiah Junsu

Support Cast : SNSD, JYJ, Super Junior

Genre : claim by yourself! kekekeke~

Yeoja itu duduk didepan dorm menatap jalanan kosong ke depannya. Sebuah mug porselen bergambar panda bermain piano di genggamnya dan ia menyeruput isi mug itu. Ia memperhatikan mug itu masih dengan tatapan kosongnya. Sedetik kemudian ekspresinya berubah, matanya memerah dan berkaca-kaca. PRANG!!!! Ia melemparkan mug itu dan berlari masuk ke dalam dorm dengan berurai air mata.

“suara apa itu???” yeoja mungil bernama Sunny terkejut mendengar suara barang pecah. Ia berlari dari ruang tengah menuju halaman depan. “eonni, kau kenapa??” tanya Sunny berpapasan di ruang tamu, tampak ekspresi kekhawatirannya pada eonnienya itu. Yeoja itu tidak menggubrisnya dan tetap berlari menuju kamarnya. Sunny berjalan menuju teras dorm. “eonni…” Sunny menatap pecahan mug yang tadi dilempar. Ia memungutnya dan memasukannya ke dalam kotak yang terbuat dari anyaman alang-alang. “aku simpan saja pecahan mug ini. Aku tahu mug ini sangat berharga bagi Taeng-eonni.” Gumam Sunny.

“eonni, apa itu?” tanya Seohyun, Sooyoung dan YoonA sambil melihat isi kotak tersebut. “lho, ini kan mug couplenya Taeng-eonni dan Junsu-oppa? Kenapa jadi pecah begini?” tanya Seohyun.

“sepertinya Taeng-eonni benar-benar frustasi karena Junsu-oppa yang pergi begitu saja setelah permasalahannya dengan SME mencuat.” Ucap Sunny.

“eonni pasti sangat merindukan Junsu-oppa. Aku pernah memergokinya menangis tengah malam di ruang tengah sambil memeluk bantal sapi pemberian Junsu-oppa.” Ucap YoonA.

“ne, aku juga pernah melihat eonni begitu frustasi berkali-kali mencoba menghubungi Junsu-oppa tapi sia-sia. Eonni tidak pernah bisa menghubunginya sampai-sampai ia melempar HPnya.” Keluh Sooyoung.

“kasihan eonni. Ia pasti tertekan. Belum lagi dengan jadwal SNSD yang begitu padat.” Ucap Hyoyeon yang tiba-tiba muncul dari dapur bersama Tiffany, Yuri dan Jessica.

“eonni begitu tersiksa tapi kenapa ia tidak mau menceritakannya pada kita?” tanya Yuri.

“sudah 3 bulan eonni tidak mendapat kabar dari Junsu-oppa. Hubungan mereka jadi tidak jelas. Ia pasti sangat sedih. Kita pun sama sekali tidak tahu dimana keberadaan Junsu-oppa, Jaejoong-oppa dan Yoochun-oppa.” Ucap Tiffany.

“aku tidak habis pikir kenapa si SooMan itu bisa begitu tega memperkarakan anak didiknya sendiri padahal mereka juga yang sudah membesarkan nama SME. Apa tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan?” Geram Jessica. Sunny yang keponakan SooMan pun mengerti kegeraman Jessica dan memilih diam.

“aku lihat eonni dulu ya. Kita belum makan siang.” Ucap Sooyoung lalu kekamar Taeyeon. Sooyoung membuka pintunya setelah mengetuk beberapa kali. “eonni, gwaenchana? Ayo makan dulu. Dongsaeng sudah menunggu dibawah.”

“kalian makan duluan saja. Aku belum lapar.” Jawab Taeyeon yang berbaring membelakangi Sooyoung.

“tapi eonni belum makan dari kemarin. Kalau sampai eonni sakit, Junsu-oppa pasti akan sedih dan khawatir.” Jawab Sooyoung. Taeyeon bangkit dan duduk.

“jika itu bisa membuat dia kembali dan menjelaskannya, aku tidak masalah.”

“eonni.. ayolah! Aku yakin dimana pun Junsu-oppa sekarang pasti ia juga mengkhawatirkan eonni dan ia juga pasti terus memperhatikan eonni.” Sooyoung mengelus rambut Taeyeon.

“kalau ia mengkhawatirkanku kenapa selama 3 bulan ini dia sama sekali tidak menghubungiku?”

“oppa pasti punya alasan tersendiri kenapa seperti itu. Kita tahu Junsu-oppa sangat menyayangi eonni.” Taeyeon diam saja menunduk. “ayolah, mana Taeyeon-eonni yang selalu ceria dan bisa meluluhkan setiap orang dengan aegyo dan puppy eyesnya?” Taeyeon tersenyum tipis mendengar itu dan memeluk Sooyoung. “gomawo, Youngie.” Akhirnya Taeyeon menurut dan turun untuk makan siang. Siang itu Taeyeon makan dengan tidak berselera dan hanya mengaduk-aduk makanannya.

“eonni, ayo dimakan. Apa makanan buatanku ini tidak enak?” tanya Hyoyeon.

“ah, anieyo..” Taeyeon pun memakannya, ‘oppa, apa kau sudah makan? Kalau kau telat pasti perutmu akan langsung tidak beres.. Selamat makan, oppa.’ Batin Taeyeon.

Sementara itu di New York..

“Junsu, cepat makan. Kalau kau telat makan, kita yang repot.” Bujuk Jaejoong.

“ne, hyung.” Junsu makan dengan pikiran yang terus memikirkan Taeyeon, ‘chagiya, apa kau makan dengan baik? Ku harap dongsaengmu selalu memperhatikanmu. Selamat makan, Taengoo.’ Gumam Junsu dalam hati.

“kalau kau terus memikirkan Taeyeon, kenapa kau tidak pernah sekalipun menghubunginya?” tanya Yoochun.

“anieyo. Aku tidak ingin ia terbawa dalam masalah ini. Aku rasa ini keputusan yang tepat. Jika keadaan sudah kembali normal, aku akan menemuinya dan menjelaskan semuanya.” Ucap Junsu. Jaejoong dan Yoochun hanya menghela napas panjangnya.

Kembali ke dorm SNSD

“eonni, cukup! Kau terlalu banyak memasukan sambal ke ramen itu. Nanti perutmu sakit” ucap Seohyun lembut pada Taeyeon. Namun Taeyeon tidak menghiraukannya dan terus menambahkan sambal ke dalam makanannya.

“EONNI, CUKUP!!!” bentak Sunny mengambil botol sambal yang dipegang Taeyeon. Taeyeon terdiam lalu memasukkan ramen super pedas tersebut ke mulutnya. 8 dongsaengnya menatap khawatir Taeyeon yang memakan ramen itu dan bulir-bulir airmata turun di pipi Taeyeon. Sunny mendekati Taeyeon dan memeluknya yang kemudian diikuti member lain.

1 tahun kemudian Junsu, Yoochun dan Jaejeoong kembali ke Korea namun tidak ada yang mengetahui kepulangan mereka kecuali agency baru mereka. JYJ tinggal di rumah Jaejoong karena tempat itu tidak terlalu banyak diketahui orang-orang karena privacy dan keamanan perumahannya sangat ketat.

“apa kau belum mau menemui yeojachingumu?” tanya Jaejoong pada Junsu yang sedang berdiri di kamarnya menatap keluar melalui jendela. Junsu diam saja.

“hmfff… apa kau tidak merindukannya?” Junsu tetap diam. Jaejoong menepuk pundak Junsu yang membelakanginya dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Junsu.

“hyung, boleh aku pinjam mobilmu? Aku ingin jalan-jalan sebentar.” Jaejoong menyerahkan kuncinya dan Junsu segera melajukan mobilnya.

Ia tiba didepan dorm SNSD. Cukup lama ia menatap dorm itu dari dalam mobilnya. Lalu ia mengenakan  topi dan kacamata hitam untuk penyamarannya dan keluar dari mobil menuju dorm SNSD. Ia memencet bellnya berkali-kali namun tidak ada yang membukakannya dan dorm itu terlihat sangat sepi. Junsu akhirnya membalikan badannya dan berjalan menuju mobilnya. Saat itu member SNSD sedang tidak ada di dorm. Saat membuka pintu mobilnya tiba-tiba sebuah mobil sport berwarna putih melintas dan berhenti di depannya. Seorang namja berambut pirang keluar dan menghampirinya.

“Leeteuk-ssi?” tanya Junsu.

“ne, Junsu-ssi. Ayo ikut aku!” Junsu menurut, mobilnya mengikuti mobil Leeteuk. Mereka berhenti di dorm Suju. Mereka masuk dan para member Suju menyambutnya dengan sedikit canggung.

“kemana saja kau selama ini? apa kau tahu Taeyeon sangat kacau setelah kau pergi begitu saja?” ucap Kangin dengan nada sinis.

“mianhaeyo, hyung. aku tinggal di New York bersama Yoochun dan Jaejoong-hyung.” Jawab Junsu. “aku berniat menemui Taeyeon hari ini. aku mendatangi dormnya tapi sepertinya tidak ada siapa-siapa disana. Apa kau tahu mereka kemana?”

“SNSD sedang di Jepang.” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP.

“MWO??” Junsu tampak kaget

“ne, mereka sedang konser disana. Lusa baru kembali.” Jawab Siwon. Junsu terlihat lesu mendengarnya. Ia benar-benar ingin bertemu dengan yeojachingunya itu. Ia sangat merindukannya. Junsu kembali ke rumah Jaejoong dan melemparkan tubuhnya ke kasur empuknya. Ia terlihat sangat frustasi.

2 hari kemudian SNSD tiba di bandara Korea dan segera menuju dorm.

“kalian istirahatlah. Nanti malam kalian harus mengisi acara di KBSTV. Hari ini peluncuran drama Pasta dan kalian harus menampilkan 1 soundtracknya.”

“arra~” koor SNSD dengan lesu karena kelelahan.

Malam hari di rumah Jaejoong.

“hyung, aku pinjam mobilmu lagi.” Jaejoong menyerahkan kunci mobilnya pada Junsu. Junsu melajukan mobil sport warna merah itu menuju dorm SNSD. Setibanya disana ia memencet bell dorm tersebut namun ternyata dorm itu kosong. Junsu tampak sangat kecewa dan frustasi. Lalu ia melihat sebuah kotak kecil yang terbuat dari anyaman di pojok teras. Ia membukanya dan terkejut melihat isi kotak itu. Pecahan mug couple bergambar panda memainkan piano. Ia kembali kedalam mobil sambil membawa kotak tersebut dan melajukan mobilnya kembali ke rumah Jaejoong.

Sementara itu di KBSTV, SNSD menyanyikan lagu I Want To Dream With You Forever yang menjadi soundtrack drama Pasta yang akan segera tayang. Ingatan Taeyeon kembali ke masa lalu saat ia dan Junsu mengarang lagu tersebut di ruang vocal gedung SME saat Junsu masih aktif di DBSK.

Flashback

“yeongwonhi neowa kkumkugoshipo..” Taeyeon mengakhiri lagu yang diiringi piano oleh Junsu. Junsu tersenyum pada Taeyeon yang duduk disebelahnya.

“yeppeo..” ucap Junsu. Taeyeon tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Junsu. Dan Junsu merangkulnya.

“oppa, berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkanku.” Ucap Taeyeon.

“ne. oppa janji akan selalu disisimu, chagiya.” Taeyeon mendongakan wajahnya menatap mata bening Junsu. Junsu memalingkan wajahnya menatap Taeyeon dan mendekatkan wajahnya ke wajah Taeyeon. Taeyeon memejamkan matanya. Chu~ Junsu mengecup lembut bibir Taeyeon.

“jika suatu saat aku meninggalkanmu, itu bukan karena aku tidak mencintaimu. Aku akan selalu memperhatikanmu walaupun kita jauh karena tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkanmu, saranghae Taengoo.” Ucap Junsu dan mengecup kening Taeyeon. Taeyeon tersenyum dan menegakan posisi duduknya.

“aku akan sangat kacau jika kau meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Jika kau harus pergi, beritahu aku alasan kau pergi.” Junsu mengangguk dan tersenyum lalu mereka berpelukan.

Flashback end

‘Kenapa kau menghilang? Aku harus bertanya pada siapa? Tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaanmu. Bahkan saudaramu sendiri, Junho-oppa tidak tahu keberadaanmu. Sulit rasanya melupakanmu karena begitu banyak hal-hal yang mengingatkanku padamu. Ini terasa seperti ada sebuah lubang besar didadaku. Sakit. Sakit sekali, oppa.’ jerit Taeyeon dalam hati.

Junsu duduk di bangku pantry dan tampak sedang merekatkan pecahan-pecahan mug itu. Setelah kembali terekat ia mengambil mug miliknya yang bergambar panda yang sedang bernyanyi. Di mug pecah itu tertulis nama Kim Junsu dan di mug yang disimpan Junsu bertuliskan Kim Taeyeon. Ia memandang kedua mug itu. “mianhae, Taeyeon.”. junsu mengambil HPnya dan menelpon seseorang.

“bisa kita bertemu?”

~~

Besoknya member SNSD sedang bersantai karena hari ini mereka bebas. Tampak Jessica sedang tidur di depan TV disebelahnya ada Tiffany, dan Yuri. Hyoyeon dan Taeyeon serius browsing mencari resep masakan. Sooyoung ngemil sambil memperhatikan YoonA, Seohyun dan Sunny yang sibuk membersihkan halaman.

“Yoongie, hyunnie apa kalian melihat kotak yang berisi pecahan mug Taeng-eonni? Kalau tidak salah waktu itu aku menyimpannya disini.” Tanya Sunny pada YoonA dan Seohyun.

“molla. Mungkin di ambil petugas kebersihan karena mengira sudah dibuang.” Jawab YoonA enteng.

“mwo?? Semoga Taeng-eonni tidak mencarinya.” Harap Seohyun.

Drrtt.. Drrtt.. Drrtt… HP Seohyun bergetar.

“yeobosseo? Oh, Kyu-oppa?”

“……….”

“ne? jam berapa?”

“………”

“ne. akan ku sampaikan.” Seohyun mengakhiri pembicaraan itu.

“kenapa?” tanya Sunny dan YoonA.

“Kyu-oppa menyuruh kita bersembilan ke dorm Suju jam 7 malam. Mereka mengadakan pesta kecil-kecilan.”

Jam 7 malam SNSD mendatangi dorm Suju. Leeteuk mempersilahkan mereka masuk. Sejam mereka larut dalam perbincangan. Leeteuk mendekati Taeyeon yang memperhatikan Kyuhyun dan Seohyun bermain game.

“kau menggunakan anting-anting itu?” tanya Leeteuk lembut menunjuk anting Taeyeon yang berbentuk kelinci berwarna hitam pemberiannya beberapa hari yang lalu.

“ne, aku suka sekali. Gomaseumnida, oppa.” Leeteuk tersenyum dan mengelus rambut Taeyeon.

“aku memesan pizza kenapa lama sekali?” ucap Leeteuk melihat jam tangannya.

TING TONG! TING TONG!

“nah itu dia. Tunggu sebentar disini ya, Taeng.” Taeyeon mengangguk dan Leeteuk beranjak dari tempat duduknya dan tersenyum tipis saat berjalan menuju pintu.

Leeteuk pun kembali. “lho, mana pizzanya, oppa?” tanya Taeyeon melihat Leeteuk kembali dengan tangan kosong.

“ada yang ingin bertemu denganmu, Taeng.” Ucap Leeteuk dan seseorang berjalan menunduk dibelakangnya.

“siapa?” tanya Taeyeon melihat pria dibelakang Leeteuk yang menunduk. Leeteuk mempersilahkan pria itu maju dan ia mengangkat wajahnya.

Taeyeon terkejut. Ia berdiri mematung.

“annyeong, Taeng.” Sapa pria itu. Taeyeon diam saja. “mianhae…” PLAK!!!

Member SNSD dan Suju segera menoleh kearah suara tamparan keras itu. “Junsu-oppa???” 8 member SNSD terkejut dengan kedatangan Junsu.

“mianhae, Taeng.” PLAKK!! Taeyeon menamparnya lagi. Matanya sudah memerah dan berkaca-kaca.

“HANYA ITU??” Taeyeon dengan nada tinggi.

“mianhae aku tidak menepati janjiku. Aku pergi karena aku tidak ingin kau terlibat kedalam masalahku.” Ucap Junsu menatap serius mata Taeyeon. PLAKK!! Lagi-lagi Taeyeon menamparnya. SNSD dan Suju terdiam menyaksikan 2 orang itu.

“kau berjanji akan memberitahuku jika kau akan pergi. Aku tidak akan melarangmu kemana pun. Tapi kenapa kau pergi tanpa mengatakan sepatah katapun?” Taeyeon sudah menangis. Junsu yang tidak tega melihat Taeyeon menangis segera memeluknya.

“keadaan yang memaksa semua ini, Taeng. Mianhae.” Junsu berbisik ditelinga Taeyeon.

“kemana kau selama ini?” tanya Taeyeon setelah Junsu melepaskan pelukan itu. Junsu menghapus airmata Taeyeon.

“aku pergi ke New York. Sekarang aku kembali bersama JYJ bergabung dengan agency lain setelah memutuskan kontrak dengan SME. Aku ada sesuatu untukmu.” Junsu memberikan sebuah kotak berwarna pink.

“apa ini?” tanya Taeyeon.

“buka saja.” Taeyeon membukanya dan terbelalak melihat isinya. “kenapa kau memecahkannya?” tanya Junsu.

“mianhae..”  jawab Taeyeon menunduk.

“gwaenchana. Aku sudah 2 kali mendatangi dorm mu tapi kau selalu sedang tidak disana. Kemarin aku menemukan ini lalu aku bawa pulang dan merekatkannya lagi.”

“oh, pantas tadi pagi tidak ada disana.” Bisik Sunny pada YoonA.

“setelah melihat mug itu aku berfikir kau pasti sangat menderita. Lalu aku menelpon Leeteuk-ssi untuk merencanakan semua ini. Menggiring kalian ke dorm Suju karena aku takut seperti kemarin-kemarin tidak bisa menemuimu. Aku sangat berterima kasih pada Leeteuk-ssi dan Super Junior.” Tambah Junsu.

~~

Beberapa minggu kemudian Taeyeon dan Junsu mengakhiri hubungan mereka demi kebaikan masing-masing. Sebenarnya Taeyeon maupun Junsu masih saling menyayangi. Taeyeon kembali dengan keceriaannya dan Junsu mulai sibuk dengan berbagai kegiatan JYJ. Mereka kerap tampil bersama mengisi acara.

Rumor kedekatan Taeyeon dan Leeteuk sampai di telinga Junsu. Namun ia senang karena dia sendiri tahu bahwa Leeteuk memang sudah menyukai Taeyeon sejak mereka masih bersama walapun Taeyeon hanya menganggapnya sebatas oppa. Junsu senang jika Taeyeon akhirnya harus bersama Leeteuk karena merasa Leeteuk lah yang pantas untuk bersama Taeyeon.

FIN