[FF] Trouble Maker – Chapter 2

Cast : SM Family

Genre : School Life

Length : 26 Chapters

Annyeong!😀
Akhirnya bisa comeback lagi dengan fanfiction baru. Mianhae untuk FF sebelumnya yang belum selesai, mungkin belum bisa dilanjutin.😦

tapi sebagai gantinya author Ashiya Says geret(?) FF baru dengan cast dari rombongan SM Family (Kangta, BoA, TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINee, F(x), EXO)

FF kali ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
okay, kita mulai saja cerita khayalannya. kkkkk~

–Trouble Maker– chapter 2 The Life in School Begins

Akhirnya semua siap untuk memulai kehidupan di sekolah itu. kecuali beberapa murid baru, murid-murid lama kebanyakan berada dikelas yang sama seperti semester lalu. Beberapa orang memang pindah ke kelas yang lebih tinggi, dan untuk beberapa hari mereka merasa dirinya istimewa. Ketiga anak baru yang ditemui Taeyeon waktu mereka pertama kali datang ke sekolah itu ternyata memang sekelas dengannya.
Mrs. Song mencatat nama mereka. “Choi Sulli, Liu Amber, Kim Yesung.”
Sulli tampaknya bersifat periang, dengan rambut panjang lurus di kepang dua berwarna coklat. Matanya yang coklat selalu berseri dan membentuk eyes smile ketika tersenyum. Anak-anak lain segera merasa bahwa Sulli akan menjadi teman yang menyenangkan.
Liu Amber, yeoja berpenampilan seperti namja. Tomboy. Rambutnya di pangkas pendek seperti laki-laki dan tak pernah bisa rapi, wajahnya menggambarkan perasaan yang tidak menyenangkan, seperti cemberut terus menerus. Beberapa hari pertama tak ada yang menyukai Amber.
Kim Yesung, wajahnya memang tampan tapi juga muram. Tetapi bila tersenyum wajah itu sangat berbeda, lebih menyenangkan.

“aku tak menyukai bibir Yesung. Kalau kau bagaimana?” tanya Sunny suatu hari pada Taeyeon. “bibirnya terlalu tipis dan selalu cemberut. Tampaknya ia juga agak kejam.”
“ah, sudahlah toh kita tidak bisa mengubah bentuk bibir kita.” Kata Taeyeon.
“kukira dalam hal ini kau salah,” kata Sunny. “aku yakin wajah kita cermin pribadi kita, bisa diubah!”
Taeyeon tertawa. “kalau begitu alangkah baiknya kalau Amber segera berusaha mengubah wajahnya!”
“ssst,” bisik Sunny. “dia dengar lho!”
Minggu pertama terasa berlangsung lama sekali. Buku-buku baru dibagikan, begitu juga pensil dan pena baru. Tempat duduk dikelas ditentukan, dan ternyata Sunny duduk berdampingan dengan Taeyeon. Mereka duduk dekat jendela, bisa melihat keindahan bunga di kebun.
Siapa pun yang mau boleh bekerja di kebun. Shim Changmin membagikan petak-petak tanah pada mereka yang ingin ikut bercocok tanam dengan syarat mereka harus ikut memeliharanya dengan baik. Petak-petak kecil ini berbatasan dengan dinding pagar, merupakan petak-petak kecil indah dengan bunga beraneka warna. Ada juga yang menanam sayuran dan tanaman hias. Bahkan seorang anak yang sangat mencintai mawar menanamkan enam batang bunga mawar dipetak bagiannya tanpa tumbuhan lainnya!
Taeyeon tidak mau kalau hanya kebagian satu petak. Ia lebih suka membantu Changmin di padang yang lebih luas. Taeyeon sudah ingin membuat rencana baru bersama Changmin tentang kebun sekolah mereka. Ia banyak memiliki rencana tentang berkebun, dan semasa liburan ia tekun mempelajari buku berkebunnya.
Mereka juga diperkenankan memelihara binatang kesayangan mereka. Kecuali anjing atau kucing, sebab keduanya sulit diurus dan tak bisa ditaruh didalam kandang. Ada yang memelihara kelinci, marmut, burung merpati lengkap dengan rumah-rumahannya di puncak sebatang tiang tinggi, ada yang membawa burung kenari atau ikan emas. Sungguh menyenangkan memiliki binatang peliharaan. Tidak semua anak mempunyai binatang peliharaan, sebab hanya mereka yang sayang binatang sajalah yang diberi hak untuk mengurus binatang peliharaan mereka.
Binatang-binatang peliharaan itu dikumpulkan dalam sebuah pondok besar dan luas, tak jauh dari kandang kuda yang biasa dinaiki oleh anak-anak itu. sekolah juga beternak ayam dan itik. Ini bukan termasuk binatang peliharaan ank-anak, tetapi siapa saja yang senang boleh ikut membantu mengurus dan memberi makan unggas-unggas itu. dipadang rumput sekolah juga di gembalakan tiga ekor sapi Korea yang sehat-sehat, sumber susu tak kering-kering. Dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki bertugas untuk memerah sapi-sapi tersebut. Untuk tugas tersebut mereka terpaksa harus bangun lebih pagi setiap hari. Tetapi mereka tidak keberatan. Bagi mereka tugas tersebut adalah semacam kegemaran. Sesuatu yang menyenangkan.
Sulli memiliki beberapa ekor tikus putih kecil dan lucu. Sulli sangat senang pada tikus-tikus tersebut. Tikus-tikus itu diletakkan didalam sebuah kandang besar yang dibersihkan dengan teliti setiap harinya olehnya sendiri. Tikus-tikus ini merupakan suatu keunikan, belum pernah sebelumnya ada yang memelihara tikus. Suatu hari Taeyeon dan Sunny berkunjung kekandang tikus-tikus tersebut.
“kyeopta, ne?” kata Sulli, dan membiarkan seekor tikus lari di lengannya, didalam lengan bajunya. “lihat matanya! Merah dan lucu! Cobalah, Taeyeon, biarkan yang dia lari didalam lengan bajumu. Geli sekali rasanya, tetapi menyenangkan!”
“oh, gomapta.” Kata Taeyeon cepat-cepat. “bagimu mungkin menyenangkan, tetapi pasti tidak bagiku.”
“annyeong! Itukah tikus-tikus putihmu, Sulli?” tanya Sungmin yang tiba-tiba muncul. “manis-manis sekali! Hei, lihat! Ada seekor didalam bajumu, mengintip dari balik leher baju! Kau sudah tahu?”
“oh, tentu saja,” kata Sulli. “ambillah, Sungmin. Ia pasti lari didalam lengan bajumu dan muncul di leher.”
Memang benar kata Sulli. Tikus tadi berlari menyusuri lengan baju Sungmin dan tak lama ujung hidungnya yang kecil-mungil muncul dibalik leher baju. Sunny menggigil geli dan takut juga.
“ih! Rasanya tak mungkin aku tahan dijadikan tempat lari tikus-tikus itu.” kata Sunny berbalik melihat Jessica yang asyik dengan burung merpati peliharaannya.

Lonceng berbunyi. Tikus-tikus tersebut segera dimasukan kembali kedalam kandang. Sunny cepat-cepat menengok kedua ekor kelincinya. Gemuk-gemuk dan tampaknya tak kekurangan suatu apapun. Kelinci-kelinci tersebut dirawatnya bersama Taeyeon.
Waktu minum teh dan makan malam terasa lebih menyenangkan di minggu pertama itu. anak-anak diperkenankan untuk mengeluarkan apa saja yang mereka sukai dari kotak penganan yang mereka bawa dari rumah. Kue, kimchi, permen, coklat, sushi, daging kaleng, selai, dan lain-lain. Semua saling membagikan bawaan mereka masing-masing walaupun Yesung, si anak baru, tampaknya tidak terlalu gembira dengan kebiasaan itu. Taeyeon juga melihat Amber tidak menawarkan kuenya, walaupun tanpa keberatan ia menawarkan kimchi yang dibawanya.
Taeyeon teringat betapa pelitnya ia sendiri dulu, tak mau membagikan makanannya. Mengingat hal itu, maka ia diam saja melihat perbuatan Yesung dan Amber. “aku tidak bisa menyalahkan orang lain untuk perbuatan yang dulu juga pernah kulakukan,” katanya dalam hati. “aku harus bersyukur bahwa sekarang kelakuanku sudah berubah.”
Rapat Besar pertama merupakan suatu acara terbesar minggu pertama itu. semua murid diharuskan hadir. Guru-guru yang ingin ikut hadir boleh datang. Biasanya pimpinan sekolah, Mr. Lee Sooman, diperlukan untuk hadir. Begitu juga guru-guru yang lainnya. Tetapi biasanya guru-guru ini duduk dibagian belakang ruangan dan tidak ikut campur dalam rapat yang sedang berlangsung, kecuali diminta.
Rapat Besar tadi memang semacam Parlemen sekolah. Disitulah anak-anak membuat peraturan mereka sendiri, mendengarkan laporan tentang pelanggaran peraturan, keluhan atau kritik. Bila ada yang berbuat salah, mereka sendirilah yang mengadili serta menentukan hukuman apa yang harus dijatuhkan.
Memang tak menyenangkan bila kesalahan kita dibicarakan secara terbuka oleh seluruh murid. Tetapi disisi lain, kita juga harus berterima kasih, jarang sekali kita tahu bahwa diri kita bersalah dan bila hal ini tidak segera diakhiri maka kesalahan tersebut makin hari akan makin besar, makin sulit untuk dibenarkan lagi.
Banyak murid yang dengan cara tadi bisa “sembuh” dari kebiasaan buruk mereka, seperti mencontek, berbohong, nakal atau perbuatan tak baik lainnya, dengan petunjuk dan teguran yang dijatuhkan oleh kawan-kawan mereka sendiri di Rapat Besar.
Rapat Besar pertama diadakan sekitar satu minggu setelah sekolah mulai. Murid-murid berduyun-duyun memasuki ruang auditorium. Sebuah meja besar disediakan untuk 12 Pengawas, yang akan bertindak sebagai Dewan Juri. Mereka ini hasil pemilihan semester musim panas dan akan terus menjabat sebagai Pengawas selama sebulan lagi. Setelah waktu sebulan tersebut, diadakan pemilihan lagi. Mungkin ada yang terpilih kembali, atau mungkin juga tempat mereka digantikan anak lain.
Semua harus berdiri saat Siwon dan Boa, 2 orang Ketua Murid yang pada Rapat Besar menjadi Hakim, memasuki ruangan.
Keduanya duduk di tempat yang disediakan dan hadirin pun duduk kembali.
Siwon mengetuk meja dengan palu kecil, semua terdiam.

“tak banyak yang harus kita bicarakan hari ini.” kata Siwon. “aku yakin semua anak baru sudah diberi tahu mengapa kita mengadakan Rapat Besar ini setiap minggu, dan apa yang kita lakukan pada setiap Rapat Besar ini. kalian semua melihat, di meja ini duduk 12 pengawas kita. Kalian semua tahu mengapa mereka terpilih sebagai pengawas. Mereka kita pilih karena kita percaya akan kemampuan mereka untuk berpikir tajam dan adil, setia pada sekolah dan baik hati. Dan karena kita sendiri yang memilih mereka, maka kita harus mematuhi mereka dan mengikuti peraturan yang mereka buat.”
Kemudia Boa berkata, “kuharap kalian semua telah membawa semua uang yang kalian miliki. Mungkin anak baru sudah diberitahu, semua uang yang kita miliki harus dimasukkan kedalam kotak uang bersama. Dari kotak tersebut tiap minggu setiap anak akan diberi uang saku sebesar 2000 won. Dengan uang tersebut kalian bisa membeli apa saja yang kalian inginkan seperti perangko, makanan, make up, tali sepatu, dan sebagainya. Kalau ada yang memerlukan uang lebih dari 2000 won maka ia harus menerangkan apa sebab keperluan berlebih itu. dan Rapat Besar akan memutuskan apakah keperluan tersebut patut disetujui. Bila disetujui maka uang tambahan akan diberikan. Nah, sekarang harap siapkan uang kalian, Sooyoung akan mengedarkan kotak uang.”

Sooyoung bangkit. Diambilnya kotak, diberikannya pada anak diujung tiap baris. Anak tersebut akan memasukkan uangnya kedalam kotak dan kemudian memberikannya pada anak disampingnya dan begitu seterusnya. Semua memasukkan uang mereka, kecuali Kim Yesung. Ia tampak keberatan.
“begini,” kata Yesung. “aku punya uang 20.000 won dari kakekku. Tetapi kurasa tak ada perlunya memasukkannya ke dalam kotak. Bisa-bisa aku tak dapat melihatnya lagi nanti.”
“Yesung, di antara kita ada yang punya uang terlalu banyak, ada pula yang terlalu sedikit,” Siwon menerangkan. “kadang-kadang bila kita berulang tahun memperoleh hadiah uang banyak sekali, tetapi kadang-kadang kita juga tak punya uang sama sekali. Dengan memasukkan uang kita ke dalam kotak uang bersama, maka kita bisa yakin bahwa setiap minggu kita pasti mempunyai uang saku 2000 won. Semua mendapat uang saku yang tepat sama, jadi adil. Dan kalaupun kita memerlukan uang lebih dari itu, kita selalu bisa minta pada Dewan Juri untuk memberi ijin memperoleh kelebihan uang itu. nah, sekarang masukkan uangmu.”
Yesung memasukkan uangnya, tetapi tampak sekali ia memasukkannya dengan terpaksa. Mukanya semakin muram saja, lebih muram dari biasanya.
“jangan cemberut terus.” bisik Taeyeon. Tetapi Yesung malah memandangnya dengan marah sehingga Taeyeon tak mau berbicara lagi. Sooyoung mengambil kembali kotak uang tadi dan membawanya ke meja didepan. Kini kotak itu tampak sangat berat.
2000 won dibagikan pada semua anak, langsung mereka simpan di saku atau dompet. Siwon dan Boa juga mendapat bagian 2000 won seperti anak lainnya.
“ada yang memerlukan uang tambahan minggu ini?” tanya Siwon, melihat sekeliling.
Kim Kibum atau yang lebih akrab disapa Key berdiri, “bolehkah aku mendapat tambahan 500 won?” tanyanya. “aku meminjam buku dari perpustakaan sekolah, dan buku tersebut sepertinya terselip entah dimana. Aku didenda 500 won.”

“ambil 500 won dari uang sakumu yang 2000 won itu,” kata Siwon dan para anggota Dewan Juri mengangguk setuju. “Kurasa tak pada tempatnya bila sekolah harus ikut membayar sesuatu yang terjadi karena kelalaianmu, Key. Sudah terlalu banyak buku yang hilang. Bayar sendiri denda 500 won itu, dan uang itu akan kau peroleh kembali bila buku tersebut sudah kau temukan. Permintaan uang tambahan di tolak.”
Seorang anak perempuan berdiri.

“ibuku pergi ke luar negeri. Aku harus menulis surat padanya seminggu sekali. Tetapi surat ke luar negeri prangkonya 1000 won. Bolehkah aku memperoleh sedikit uang tambahan untuk meringankan bebanku itu?”
Para anggota Dewan Juri berunding. Mereka setuju bahwa kasihan jika Krystal harus menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk keperluan membeli prangko.
“baiklah. Setiap minggu kau akan memperoleh uang tambahan 500 won.” Kata Boa. “itu berarti kau hanya mengeluarkan uang 500 won dari uang sakumu, sedang sisanya dibayar sekolah. Kurasa itu cukup adil.”
“oh, ne!” kata Krystal bersyukur. “gomawo!” 500 won diberikan pada Krystal dan dimasukannya ke dalam dompet.
“kukira itu saja acara kita minggu ini,” kata Boa melihat buku catatannya. “kalian mengerti bukan, bahwa segala tingkah laku kasar dan buruk, seperti keji, keras kepala, berlaku curang di ujian atau ulangan, mengancam anak yang lemah dan sebagainya, harus dibawa ke Rapat Besar ini untuk diselesaikan bersama. Ku harap anak-anak baru bisa mengerti bahwa laporan di Rapat Besar bukan hanya sekedar mengadu. Kalau bingung harap bertanya pada pengawas masing-masing.”
“sekarang…ada keluhan atau pengaduan?” tanya Siwon, mengangkat wajahnya. Tak ada. Maka Rapat Besar itu pun bubar. Anak-anak berhamburan keluar. Taeyeon agak melamun waktu keluar itu. ia mengenang saat-saat pahit yang dialaminya dihampir setiap Rapat Besar semester lalu. Begitu keras kepala dan kasar kelakuannya waktu itu. ia hampir tak bisa mempercayai itu sekarang.
Ia pergi dengan Sunny untuk memberi makan kelinci mereka. Seekor diantaranya begitu jinak, berbaring diam di gendongan Taeyeon.
“tampaknya semester ini akan berlalu tenang-tenang saja,” kata Sunny. “kuharap seterusnya suasana seperti ini.”
Tetapi ternyata harapan Sunny itu tinggal harapan.

to be continue~
RCL, please!😀

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 26, 2012, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Semakin menarik ^.^

  2. kasihan key, gak dapet tambahan uang saku😦.. tapi kok uang sakunya dikit amat ya, cuma 2000 won.. kyuhyun kok gak ada?? *mian banyak ceng-cong :p hihihi
    tapi bagus ff nya🙂

  3. Keren kalo sekolah gitu ada di daerahku deh

  4. Nurati Suchi

    Not bad, malah semakin menarik..
    Ready to read the next chapter..😀
    Mian chingu, komentarku dipart 1 nggak muncul. Nggak tau kenapa. Semoga di part ini muncul..
    Gomawo..🙂

  5. Bwahaha Yeppa takut uangnya ditilep? ya :p
    hahahadasar ddangko appa xD

  6. Wah, enak banget ya sekolahnya, berasa negara parlemen😀

  7. sekolahny asyik bgt, siswalah yg nentuin prtrn sndr.. wh bgs..

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: