[FF] Trouble Maker – Chapter 20

Cast : SM Family
Genre : School Life, Friendship
Length : 26 Chapters
P.S : FF ini terinspirasi (mungkin bisa dibilang seperti itu) dari novel terjemahan karya Enid Blyton yang berjudul The Naughties Girl Again. Author ga bermaksud memplagiat karena ceritanya sendiri TIDAK diambil 100% dari novel tersebut dan juga menyertakan judul dan pengarang novel aslinya.
Chapter kali ini aku masukin beberapa artis dari JYP Nation. Enjoy, readers!😀
Don’t forget RCL

–Trouble Maker– Chapter 20 : Lacrosse
Hari Sabtu tiba, cuaca cerah. Rumput-rumput berkilau oleh tetesan embun. Tapi semua lenyap ketika matahari muncul, dan semua orang setuju bahwa hari itu hari yang sangat sempurna bagi pertandingan lacrosse.
Taeyeon berusaha keras untuk ikut merasa gembira karena hari itu begitu cerah. Beruntung sekali Yesung. Dan sungguh kecewa dia. Rasanya tak adil. Sabtu yang lalu ia punya kesempatan untuk main, tapi hari hujan. Sabtu ini bukan kesempatannya, tapi hari begitu cerah.
“ya! salahmu sendiri Kim Taeyeon!” katanya dalam hati. “kalau kau tidak melakukan keputusan konyol itu, kau yang bertanding hari ini.”
Taeyeon mendekati Yesung saat melihatnya.
“senang sekali melihat hari ini begitu cerah untukmu, Yesung,” katanya. Yesung melihat padanya dan tahu bagaimana perasaan hatinya.
“lebih menyenangkan seandainya kau juga ikut main.” Kata Yesung. “tapi tidak apa-apa. Masih ada kesempatan lain bagimu.”
Hari cerah terus. Mereka yang akan bertanding tampak begitu gembira, tapi juga khawatir. Sooyoung yang juga ikut main mengatakan bahwa tim JYP belum pernah dikalahkan oleh SM.
“Kalau saja kali ini kita bisa mengungguli mereka, sekali saja!” kata Sooyoung. “tapi kudengar tim mereka malah maikn kuat. Seohyun bilang tim itu belum pernah kalah semester ini. mereka luar biasa! Mudah-mudahan setidaknya kita bisa mencetak satu gol.”
“Soo, kita harus lebih banyak lagi mencetak gol,” kata Sehun. Sehun anak yang kuat, langsing, namun berotot. Sehun bisa berlari cepat, dan ia penangkap bola yang baik. “kita harus berusaha semaksimal mungkin!”
“ne, kita harus berusaha!” kata Yesung.
“aku setuju dengan kalian. FIGHTING!!” seru Yoona yang juga masuk tim.
Pagi itu terasa berjalan lambat. Waktu makan siang tiba. Anggota tim tak bisa makan dengan santai, sebab mereka terlalu tegang. Taeyeon mengalami perasaan itu Sabtu lalu. Betapa senangnya kalau kali ini ia pun ikut! Ia sangat kecewa. Tapi ia juga bangga sebab bisa mengalahkan kepentingan dirinya sendiri, demi keadilan, dengan memberikan tempatnya pada Yesung.
Sinar matahari masuk lewat jendela. Hari ini tetap cerah! Hari yang sangat menyenangkan untuk bertanding. Sesak kerongkongan Taeyeon. Memang membanggakan bisa bersikap adil, tapi kebanggan itu tidak mengurangi kekecewaan dihatinya. Sunny melihat wajahnya dan meremas tangannya.
“jangan bersedih, Taeng,” kata Sunny. Taeyeon mencoba untuk bersikap riang. Kemudian dilihatnya sesuatu terjadi di meja dekat mereka. Beberapa anak datang mendekat dan ribut berbicara. Ada apa?
“Sehun! Ia sakit!” kata Sunny. “lihat, wajahnya pucat sekali. Mungkin ia akan muntah. Ah, aku ingat, waktu sarapan tadi ia juga tampak tak begitu sehat.”
Sehun bergegas keluar ruangan dibantu oleh Sungmin. Mukanya pucat. Mr. Moon ikut bergegas keluar. Mr. Choi melihat arlojinya. Ia berharap Sehun segera sehat kembali, sebab 20 menit lagi bus yang menjemput tim lacrosse akan datang.
5 menit kemudian Mr. Choi masuk, dan mengatakan sesuatu pada Mr. Moon. Mr. Moon tampak sangat kecewa. “kenapa Sehun?” tanya Changmin yang kebetulan berada satu meja dengan Mr. Moon.
“sakit perut,” jawab Mr. Moon. “memang sering kambuh. Dan kali ini agak berat. Ibu Asrama menyuruhnya tidur di Sanatorium.”
“astaga!” seru Changmin. “jadi ia tidak bisa main?”
“tidak,” kata Mr. Choi. “sungguh sial. Sehun salah seorang pemain terbaik kita. Kita harus mencari penggantinya.”
Berita itu segera tersebar ke seluruh ruang makan. Semua merasa kecewa, sebab Sehun memang pemain yang baik. Tapi kemudian dari mulut ke mulut terdengar satu nama. Kim Taeyeon.
“biar digantikan Taeyeon saja!”
“bagaimana kalau diganti Taeyeon saja?”
“tidak bisakah Taeyeon dipasang? Ia menyerahkan tempatnya pada Yesung.”
“benar!” kata Mr. Choi melihat buku catatannya. “sebenarnya aku merencanakan untuk memasang anak lain, tapi karena Taeyeon pantas diberi kesempatan, baiklah, Taeyeon akan menggantikan Sehun.”
Jantung Taeyeon bagaikan melonjak karena kegirangan. Ia tak percaya pada berita yang begitu bagus itu. wajahnya jadi merah seketika, matanya bersinar-sinar. Ia menyesal bahwa Sehun tak bisa main, tapi Sehun sudah ikut main dalam sekitar 12 pertandingan. Dan sekarang ia, Kim Taeyeon, akan ikut main!”
“hidup Taeyeon!” beberapa sahabatnya bersorak, ikut bergembira karena Taeyeon tampak senang. semua tahu bahwa Taeyeon secara sukarela telah memberikan tempatnya pada Yesung, dan sekarang semua merasa ikut gembira karena perbuatan tak mementingkan diri sendiri itu kini mendapat balasan yang setimpal. Beberapa saat Taeyeon tak bisa berkata-kata karena gembiranya.
Sunny menepuk punggungnya, Sulli hanya meringis. “selalu ada saja yang terjadi padamu, Taeng,” kata Sulli. “kau pantas menerima keberuntungan ini!”
“Taeyeon! Chukkaeyo!” teriak Yesung dari pojok meja sana. “kita akan bermain bersama-sama dalam pertandingan pertama kita! Daebak!”
Taeyeon tak bisa makan lagi. Disingkirkannya gelas ice creamnya.
“Kalau aku makan juga, maka aku akan sakit seperti Sehun,” katanya.
“kalau begitu jangan kau makan,” kata Sooyong. “kalau kau sakit juga, tidak ada lagi yang menggantikanmu!”
Taeyeon bergegas ke kamarnya untuk berganti pakaian olahraga. Ia menyempatkan diri menjenguk Sehun di Sanatorium dengan membawakannya sebuah buku. “sayang sekali, Sehun,” katanya. “mudah-mudahan kau cepat sembuh. Nanti akan kuceritakan jalannya pertandingan padamu.”
“mainlah sebaik mungkin,” kata Sehun yang masih pucat. “cetaklah gol sebanyak mungkin! Selamat bertanding!”
Taeyeon berlari lagi, berkumpul dengan teman-temannya. Hatinya bagaikan bernyanyi terus. Begitu gembira dia! Semua orang tertawa padanya, semua orang senang bahwa akhirnya ia bisa ikut. Digandengnya tangan Yesung.
“duduklah di dekatku nanti di bus,” kata Taeyeon. “hanya kita berdua yang belum pernah bertanding. Oh, haengbokhae~. Keundae, aku sedikit gugup juga.”
“kau gugup?” Yesung tertawa. “Aku tidak percaya. Anak galak sepertimu bisa gugup juga!”
Tapi Taeyeon memang gugup. Ia khawatir akan mengecewakan teman-temannya. Ia harus berusaha bermain sebaik mungkin! Apa jadinya kalau Ia bermain buruk. Kalau ia tidak bisa menangkap bola, sangat memalukan!
“untung tidak ada yang datang menonton dari SM,” pikir Taeyeon mencoba menghibur hatinya. “kalau aku bermain buruk tidak akan ada yang melihat.” Dipandangnya Yesung yang duduk disampingnya. Anak itu tampak tabah, tenang, gagah, dan kuat. Sama sekali tidak gugup. Senang rasanya jika bermain dengan anak setabah itu. “aku tidak tahu bagaimana dulu aku bisa membencinya. Sepertinya jika kita membenci seseorang maka yang kita lihat adalah yang terburuk saja dari orang itu, sebab memang itulah yang kita cari. Sebaliknya bila kita menyukai seseorang maka orang tersebut akan tersenyum pada kita dan hanya menampakan yang terbaik saja pada kita. Aku harus mencoba member kesempatan pada asiapa saja. akan kucoba untuk menyukai siapa saja agar siapapun akan menunjukkan yang terbaik dari dirinya padaku.”
Bus segera tiba di sekolah JYP. Tim SM melihat tim tuan rumah, dan mereka merasa bahwa tuan rumah benar-benar kuat.
Kedua tim sudah berada dilapangan. Saling berhadapan. Peluit berbunyi, dan pertandingan pun dimulai. Terbukti tim JYP memang kuat, tapi tim SM memiliki beberapa orang pelari cepat yang cukup di kenal. Seperti Taecyeon, Jia, dan Nickhun.
Mereka kehilangan Sehun, pelari tercepat SM, tapi baik Yesung maupun Taeyeon seperti mempunyai sayap dikaki mereka, berlari begitu cepat. Tak pernah mereka berlari secepat itu sebelumnya.
Kedua anak itu merasa mendapat kehormatan untuk bisa bermain dalam pertandingan besar itu, karenanya mereka bermain sebaik mungkin. Rasa gugup Taeyeon segera hilang setelah pertandingan mulai. Ia lupa pada dirinya, yang dipikirkannya hanyalah pertandingan yang sedang dihadapinya.
Sering Yesung dan Taeyeon saling melempar bola. Mereka telah berlatih beberapa minggu sehingga sanggup melakukannya dengan cepat dan tepat. tak sekalipun bola mereka jatuh. Setiap lemparan dapat ditangkap dengan tepat.
“bagus, Yesung! Bagus, Taeyeon!” seru Mr. Choi dari pinggir lapangan. ia ikut mengantarkan tim SM dalam perlawatan ini. “cepat! Cepat! Tembak, Taeyeon!” Taeyeon melihat gawang tak jauh didepannya. Dilemparkannya bola dengan sekuat tenaga. Bola lurus langsung menuju gawang. Tapi penjaga gawang lawan sangat gesit. Bola ditampar terpental keluar.
“percobaan bagus, Taeyeon!” seru Mr. Choi.
Tim JYP membawa bola. Cepat sekali menuju gawang SM, bola dilemparkan dari pemain ke pemain lain sementara mereka berlari cepat. Kemudian bola diterima kapten mereka. Sebuah tembakan hebat…gol! Seohyun penjaga gawang SM, sia-sia saja menangkap bola yang datang begitu cepat itu.
“1-0 untuk JYP!” seru wasit. Peluit berbunyi lagi. Permainan mulai lagi. Baik Yesung amupun Taeyeon bertekad untuk menjaga bola sebaik-baiknya, jangan sampai terebut oleh lawan.
Taeyeon membawa bola di tongkat lacrossenya. Ia berlari cepat kedepan. Ia sedang akan melontarkannya pada Yesung yang selalu berada didekatnya, saat tiba-tiba seorang lawan menyerbunya. Taeyeon tersandung dan jatuh. Lututnya sedikit lecet dan berdarah tapi dengan cepat ia berdiri lagi. Seorang yeoja dari JYP membawa bola.
Kencang juga larinya. Dilemparkannya pada temannya yang juga lari kea rah gawang.
“tembak! Tembak!” seru penonton dari JYP. Bola melesat ke gawang Seohyun. dan masuk!
“2-0 untuk JYP!” kata wasit, dan kemudian ia meniup peluit. Waktu istirahat. Para pemain mengerumuni pelatih masing-masing, sambil makan dengan rakus potongan jeruk yang disediakan, rasanya manis-asam, menyegarkan!
“kalian harus berusaha lebih keras!” kata MR. Choi menasehati timnya. “Yesung, kau harus selalu berada dekat Taeyeon. Taeyeon, cepat lontarkan bolanya pada Yesung kalau kau diserang. Kalian berdua berlari seperti angin hari ini. langsung tembak kea rah gawang kapan saja ada kesempatan. Sooyoung, kau harus lebih sering member umpan pada Taeyeon. Mungkin ia cukup cepat untuk mengalahkan anak JYP yang bertugas membayanginya. Yoona, kau terus bayangi Taecyeon itu.”
“ne, seonsaengnim!” kata Yoona.
Anak-anak SM mendengarkan dengan penuh perhatian. Mereka agak kecewa, sudah kalah 2-0. Peluit berbunyi. Pertandingan mulai lagi. Yoona terus membayangi namja bertubuh tinggi bernama Taecyeon.

Sooyoung mendapat bola, lalu segera melontarkannya pada Taeyeon, mengikuti petunjuk pelatih tadi. Yesung berada didekat Taeyeon. Dengan tepat ditangkapnya lontaran dari Taeyeon, yang langsung berlari ke depan. Yesung kembali melontarkan bola ke arah Taeyeon. Taeyeon menangkapnya dan terus lari ke arah gawang lawan.
Dilontarkannya bola dengan sekuat tenaga, keeper lawan mengulurkan tongkat lacrosse-nya, bola membentur tongkat jaring tadi, mental dan….masuk!
“kedudukan sekarang 2-1!” seru wasit. “2-1 masih untuk kemenangan JYP!!”
Taeyeon begitu gembira. Ia tak bisa diam. Lari kesana kemari walaupun bola tak didekatnya. Sooyoung mendapat bola. Dikirimkannya ke Yesung. Yesung menerima bola tersebut, membawa lari, melemparnya kembali ke Sooyoung. Sooyoung lari ke arah gawang. Melontarkan bola dan masuk! Hampir tak bisa dipercaya! Sebuah gol manis lagi!
“2-2 dan waktu tinggal 10 menit lagi!”
Anak-anak sekolah JYP yang menonton di tepi bersorak-sorak ramai, “ayo, JYP, serang! Serang! Ayo!”
Didorong oleh sorak-sorai ini tim JYP lebih menggebu-gebu lagi menyerbu. Mereka membawa bola. Mereka menyerbu ke arah gawang. Mereka menembak! Tapi Seohyun dengan cekatan menangkap bola tersebut, melemparkannya kembali ke tengah lapangan. selamat!
2-2. dan waktu tinggal 3 menit. Ayo JYP! Ayo SM! tinggal 3 menit lagi!
to be continue..

About Ashiya Xiahtic

what should I write? kekekeke~ seriously, you wanna know about me? kepo ah! lol xD

Posted on December 27, 2012, in SMTOWN and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Hahahaaha… wah… daebak! Sudah punya wajah manis, kelakuan cantik, eh nasib baik pula! Seneng deh Taengoo akhirnya bisa ikut main.

Leave Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: